Anda di halaman 1dari 55

SEJARAH IMAN

Dan sorotan utama disini, berdasar titik tolak kenyataan hidup nabi Muhammad SAW
(sunnah rasul) yang berlandaskan al-Qur’an ialah sepeninggalan Nabi Muhammad SAW
dan khulafaur rasyidin, terutama sepeninggalan Umar bin Khattab ra sampai dengan akhir
abad ke-20 M yang sekarang ini sudah bagaikan satu siklon tropis yang pasti
membadaikan kilat Guntur dan hujan abad ke-21 yang luar biasa kelak.

Senin, 04 Januari 2010

Sebelumnya

Sejarah Iman

Arti Pekataan Sejarah.

Kita maksud dengan “sejarah” disini ialah terjemahan dari perkataan :

SIIRATUN

Artinya perjalanan hidup, atau dari perkataan

SAJARATUN

Artinya tumbuh-tumbuhan, yang tumbuh, atau silsilah.

YAUMUN Jamaknya AYYAMUN,

yang berarti peredaran seperti satu hari adalah satu kali bumi berputar pada
sumbunya dalam peredaran disekitar matahari.

Dihubungkan dengan Iman, menjadi sejarah lama, ialah perkembangan, peredaran


atau perjalanan Iman disepanjang kehidupan manusia dipermukaan bumi ini.

Dalam arti Iman secara khusus, maka isi dari sejarah Iman merupakan dialog antara
Nur ms Rasul ( S. Fath 29) dan dz ms syayathin ( al-A’raf 24).

Dan sorotan utama disini, berdasar titik tolak kenyataan hidup nabi Muhammad
SAW (sunnah rasul) yang berlandaskan al-Qur’an ialah sepeninggalan Nabi
Muhammad SAW dan khulafaur rasyidin, terutama sepeninggalan Umar bin Khattab
ra sampai dengan akhir abad ke-20 M yang sekarang ini sudah bagaikan satu siklon
tropis yang pasti membadaikan kilat Guntur dan hujan abad ke-21 yang luar biasa
kelak.

Prinsip sejarah, dirumuskan oleh Surat 021 Al Anbiyaa ayat 104 demikian :
2

Yauma nathwis samaa-a kathayyissijilli lil kutubi kamaa bada'naa awwala khal’ qin
nu'iiduhuu wa'dan 'alainaa innaa kunnaa faa'iliin

Artinya :

104. “Menjadi giliran sejarah tegaknya al-Qur’an ms Rasul kurun kedua adalah,
seperti halnya Kami pada sa’ah kubra menggulung semesta angkasa (permukaan
luarnya menggulung kedalam sehingga isi dalamnya menghampar menjadi suatu
permukaan) begitu isi al-Qur’an ms Rasul yang telah disembunyikan kelak akan
Kami pergelarkan menjadi kenyataan hidup kurun kedua. Ibarat halnya menutup
dan membuka kembali suatu lembaran pembukuan, begitu akan Kami tutup
pembukuan hidup al-Qur’an ms Rasul kurun kedua. Sebagaimana halnya Kami
memulai pada awal penciptaan (sunnah Adam kedua), begitu Kami akan
mengulangi al-Qur’an ms Rasul Muhammad kurun pertama menjadi kenyataan
hidup al-Qur’an ms Rasul Muhammad kurun kedua. Menjadi satu janji pasti al-
Qur’an ms Rasul Kami. Sesungguhnya Kami atas pilihan al-Qur’an ms Rasul, adalah
Pembina pelaku hidup tiada tanding”.

104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran
kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan
mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah
yang akan melaksanakannya.

Khusus terhadap pilihan dz ms sy, secara umum, Surat 037 Ash Shaffat ayat 60-74
menggambarkan demikian :

Inna haadzaa la huwal fauzul 'azhiim

Artinya :

60. “Sesungguhnya yang begini (alternative Nur ms Rasul dan atau dzulumat ms
syayathin) adalah Pembina kehidupan menang lagi agung tiada tanding”.

60. Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.


3

Li mitsli haadzaa fal ya'malil 'aamiluun

Artinya :

61. “Menurut model beginilah maka semua pelaku mengerjakan satu kehidupan!”.

61. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.

A dzaalika khairun nuzulan am syajara-tuz zaqquum

Artinya :

62. “Apakah mau nur (khair) ms Rasul sebagai yang mengujudkan kehidupan
bahagia, ataukan dzulumat ms syayathin yang mengakibatkan kehidupan buah
simalakama.

62. (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

Innaa ja'alnaahaa fitnatal lizh zhaalimiin

Artinya :

63. “Sesungguhnya Kami (Allah) membikin yang demikian (dz ms sy) menjadi satu
kehidupan fitnah bagi pendukung-pendukung dz ms syayathin”.

63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-
orang yang zalim.

Innahaa syajaratun takhruju fii ashlil jahiim


4

Artinya :

64. “Sebenarnya yang demikian itu adalah ibarat sejenis pohon yang berakar
tunggang kedalam jahannam”.

64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka
Jahim.

Thal'uhaa ka annahuu ru-uususy syayaa-thiin

Artinya :

65. “Peradaban yang demikian (dz ms sy) adalah bagaikan pameran tengkorak dari
badan syaithan yang tidak pernah kelihatan”.

65. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.

Fa innahum la aakiluuna minhaa fa maa-li-uuna minhal buthuun

Artinya :

66. “Maka sebenarnya yang demikian itu (pendukung peradaban dz ms sy), penaka
pemakan semacam makanan yang semakin dimakan niscaya tidak pernah merasa
kenyang “

66. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon
itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.

Tsumma inna lahum 'alaihaa la syaubam min hamiim

Artinya :

67. “Maka sebenarnya yang demikian itu (pendukung peradaban dz ms sy), atas hal
yang demikian, bagaikan buih diair mendidih dari rebusan dz ms syayathin”.
5

67. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat
minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.

Tsumma inna marji'ahum la ilal jahiim

Artinya :

68. “Akhirnya bahwa kesudahannya mereka itu (pendukung dz ms sy), adalah


benar-benar satu kehidupan jahannam yang demikian pedih tiada tanding”.

68. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

Innahum alfau aabaa-ahum dhaalliin.

Artinya :

69. “Sebenarnya mereka itu (pendukung dz ms sy) adalah mengikuti tradisi nenek
moyangnya yang menjadi pendukung dz ms sy”

69. Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan


sesat.

Fa hum 'alaa aatsaarihim yuhra'uun

Artinya :

70. “Maka mereka itu (pendukung dz ms sy) adalah yang maju berderap atas jejak
nenek moyang mencapai buntung”.

70. Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.
6

Wa laqad dhalla qablahum aktsarul awwaliin

Artinya :

71. “Dan sungguh sebenarnya, sebelumnya mereka itu, massal terdahulu telah
berlaku dz ms syayathin”.

71. Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari
orang-orang yang dahulu,

Wa la qad arsalnaa fiihim mundziriin

Artinya :

72. “Dan sungguh sebenarnya Kami (Allah) telah mengutus berbagai missi Nur ms
Rasul dikalangan mereka sendiri untuk member peringatan terhadap pilihan dz ms
sy”.

72. dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di


kalangan mereka.

Fanzhur kaifa kaana 'aaqibatul mundza-riin

Artinya :

73. “Maka lihatlah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul ini, betapa akibatnya
mereka yang membangkang missi Nur ms Rasul dari pilihan dz ms sy”.

73. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan


itu.
7

Illaa 'ibaadallaahil mukhlashiin.

Artinya :

74. “Sebaliknya (lihatlah) abdi-abdi kehidupan dengan ajaran Allah ms Rasul-Nya


yang tanpa tedeng aling-aling”.

74. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa tidak akan diazab).

Demikianlah sejarah menurut al-Qur’an dengan pembuktian sunnah Rasul.

Maka dengan pembuktian diatas kita rumuskan bahwa prinsip sejarah adalah total
laku perbuatan manusia yang terus menerus dan sambung menyambung atas
prinsip yang sama (alternative Nur ms Rasul dan atau dz ms sy) oleh muka yang
berlain-lainan dalam waktu yang berbeda-beda dipermukaan bumi ini hingga
mencapai satu kesudahan terakhir.

Data Sejarah Sket

Sejarah Iman Dengan sket diatas menjadi tergambar bahwa jalannya sejarah hidup
seumumnya adalah derap langkah Nur ms Rasul yang terputus-putus setelah
wafatnya pribadi masing-masing Rasul dan pendukung utamanya yang ditingkahi
oleh alternative dzulumat ms syayathin yang sambung menyambung dari hasil
aduk-adukan Nur dz dan atau penyelewengan dz ms sy, kesemuanya, baik Nur ms
Rasul maupun dz ms sy masing-masing menuju kedalam satu kesudahan terakhir.

Nur ms Rasul dengan hasil hasanah atau jannah didunia, akan berkesudahan
kedalam husnul khatimah dengan mana kelak diakhirat akan mendapat kebangkitan
menjadi hasanah atau jannah di akhirat.

Sebaliknya, dz ms sy, baik yang aduk-adukan Nur-dzulumat maupun


penyelewengan dz ms sy dengan hasil kehidupan jahat (sayyi-at), akan
berkesudahan kedalam su-ul khatimah dengan mana akan mendapat kebangkitan
kedalam jahannam atau adzabun alim diakhirat kelak.

Semua manusia dipersilahkan melakukan alternative antara pilihan Nur ms Rasul


dan atau pilihan dz ms syayathin.

Dengan begitu maka Allah, dengan satu ajaran (wahyu) ms Rasul-Nya, memulai
kepastian sejarah ms Rasul Nabi Adam as, oleh Surat 007 al-A’raf ayat 11 - 25
menjelaskan demikian :
8

Wa la qad khalaqnaakum tsumma shaw-warnaakum tsumma qulnaa Hi malaa-ikatis


juduu li aadama fa sajaduu illaa ibliisa lam yakum minas saajidiin

Artinya :

11. “Dan sungguh sebenarnya Kami (Allah), seperti telah mencipta kalian manusia,
selanjutnya merupakan kalian, begitu seterusnya Kami, dengan satu ajaran ms
Rasul Kami, membudayai kalian seraya menitahkan : “Tegakkanlah yang demikian
menjadi satu kehidupan ms Nabi Adam”. Maka para malaikat siap berpartisipasi
kecuali iblis, dia tidak mau menjadi golongan yang berpartisipasi tanpa tedeng
aling-aling”.

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk
tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu
kepada Adam"; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka
yang bersujud.

Qaala maa mana'aka allaa tasjuda idz amartuka qaala ana khairum minhu
khalaqtanii min naariw wa khalaqtahuu min thiin.

Artinya :

12. “Dia, atas ajaran Nur dan dzulumat ms Rasul Adam, bertanya : “Apa gerangan
yang mencegah bahwa kalian itu tidak mau berpartisipasi jika Saya memerintahkan
kalian untuk demikian?!. Dia (iblis) menyatakan jawaban : “Menurut subyektif saya
adalah lebih enak daripada alternatif obyektif ms Rasul, sebagaimana halnya Anda
telah mencipta saya dari rumusan Nur dan dia dari rumusan Tin”.
9

12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam)
di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau
ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Qaala fah bith minhaa fa maa yakuunu laka an tatakabbara fiihaa fakh ruj inna-ka
minash shaaghiriin

Artinya :

13. “Dia menandaskan : “Maka silahkan kalian menyimpang dari yang demikian
(alternatif Nur dan dz ms Rasul Adam). Selanjutnya bagi kalian yang berlaku angkuh
atas pilihan dz ms sy tidak ada tempat didalamnya (pilihan Nur ms Rasul Adam).
Maka nyahlah : sesungguhnya kalian adalah golongan yang saling nista atas pilihan
dz ms syayathin”.

13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya
menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk
orang-orang yang hina".

Qaala anzhirnii ilaa yaumi yub'atsuun

Artinya :

14. “Dia (iblis) menyatakan pinta : “Perkenankanlah saya, dengan alternatif dz ms


sy, memenuhi satu perjalanan sejarah hingga mendapat kebangkitan kembali kelak
menurut pilihan masing-masing”.

14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".
10

Qaala innaka minal munzhariin

Artinya :

15. “Dia (Allah) menyatakan izin-Nya : “Sungguh kalian adalah yang mendapat
kesempatan atas pilihan dz ms syayathin”.

15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."

Qaala fa bi maa agwaitanii la aq'udanna lahum shiraathakal mustaqiim

Artinya :

16. “Dia (iblis) menyatakan sikap : “Maka menurut apa yang Anda mengizinkan
dzulumat menjadi pandangan hidup ngawur untuk hidup saya, niscayalah saya
akan ngawurkan penataan hidup Nur yang Anda telah ajarkan ms Rasul Anda yang
demikian tangguh tiada tanding”.

16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-
benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

Tsumma la aatiyannahum mim baini ai-diihim wa min khalfihim wa 'an aimaa-nihim


wa 'an syamaa-ilihim wa laa taji-du aktsarahum syaakiriin

Artinya :

17. “Seterusnya saya (iblis) dengan pilihan dz ms sy sungguh akan menggusur


mereka menjadi mau hidup menurut yang demikian itu dari depannya, dari
belakangnya, dari kiri maupun dari kanannya, sehingga Anda akan mendapati
bahwa massal manusia yang demikian itu adalah yang tidak pernah hidup
bersyukur dengan Nur ms Rasul”.

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,
dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan
mereka bersyukur (ta`at).
11

Qaalakh ruj minhaa madz-uumam mad-huural la man tabi'aka minhum la amla-anna


jahannama minkum ajma'iin

Artinya :

18. “Dia (Allah) menegaskan : “Nyahlah kalian dari yang demikian ( Nur ms Rasul)
kearah dz ms sy menjadi kehidupan saling hina lagi saling nista atas pilihan dz ms
sy. Sungguh yang mengikuti kalian, dengan pilihan dz ms sy itu, pasti kelak akan
Saya jerumuskan golongan kalian yang demikian kedalam jahannam semuanya”.

18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi
terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar
Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".

Wa yaa aadamus kun anta wa zaujukal jannata fa kulaa min haitsu syi'tumaa wa laa
taqrabaa haadzihisy syajarata fa takuunaa minazh zhaalimiin

Artinya :

19. “Maka wahai Adam ! Silahkan anda dan sejawat anda, atas pilihan Nur ms Rasul,
membangun satu kehidupan yang bagaikan taman merindangkan panen, maka
dipersilahkan anda dan sejawat anda hidup bersantap dari sudut yang kalian
mengingininya atas pilihan Nur (sebagai mutawakkilun) ms Rasul, dan janganlah
kalian hidup bertanggapan simalakama dz ms syayathin, sehingga akhirnya kalian
menjadi pendukung dz ms sy”.

19. (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di
surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai,
dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua
termasuk orang-orang yang zalim".
12

Fa waswasa lahumasy syaithaanu li yubdiya lahumaa maa wuuriya 'anhumaa min


sau-aatihimaa waqaala maanahaa-kumaa rabbukumaa 'an haadzihisy sya-jarati illaa
an takuunaa malakaini au takuunaa minal khaalidiin

Artinya :

20. “Maka syaithan, atas pilihan dz ms sy, mengombang ambingkan kehidupan


keduanya atas pilihan Nur ms Rasul Adam guna membangkitkan bagi keduanya
perihal kehidupan jahat dari pilihan dz ms sy yang telah terpendam dari keduanya,
yaitu dia (syaithan) berkata : “Tidak adalah pembimbing kalian mencegah kedua
kalian perihal kehidupan dinamis dari pilihan simalakama dz ms sy kecuali agar
kedua kalian menjadi kayak malaikat atau menjadi golongan statis-apatis”.

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan
kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata:
"Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu
berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)".

Wa qaasamahumaa innii lakumaa la minan naashihiin

Artinya :

21. “Dia (syaithan) bersumpah kepada keduanya : “Sesungguhnya saya, bagi kedua
kalian, sungguh menjadi penasehat terjamin”.

21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah
termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",
13

Fa dallaahumaa bi ghuruurin fa lammaa dzaaqasy syajarata badat lahumaa sau-


aatuhumaawa thafiqaa yakhshifaani 'alaihimaa miw waraqil jannati wa naa-
daahumaa rabbuhumaa a lam anha-kumaa 'an tilkumasy syajarati wa aqul lakumaa
innasy syaithaana lakumaa 'aduwwum mubiin

Artinya :

22. “Selanjutnya dia (syaithan) menggiring keduanya dengan mulut manis. Maka
manakala keduanya telah mantap dengan simalakama dz ms sy niscaya kehidupan
jahatpun muncul bagi hidup keduanya. Akhirnya keduanya mulai menyadari
kembali lembaran kehidupan Nur ms Rasul yang bagaikan taman merindangkan
kepuasan. Akhirnya atas setetes kesan Nur ms Rasul pembimbingnya
mengumandangkan lagi seruan ms Rasul, telah melarang kedua kalian perihal
pilihan simalakama dz ms sy dan Saya katakan bagi kedua kalian bahwa syaithan
dengan pilihan dz ms sy bagi kedua kalian adalah musuh yang demikian terang”.

22. maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya.
Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-
auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian
Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari
pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Qaalaa rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il lam taghfir lanaa wa tarhamnaa la


nakuunanna minal khaasiriin
14

Artinya :

23. “Keduanya menjawab : “Wahai pembimbing kami ! Kami telah mendzulumatkan


diri kami dengan pilihan dz ms sy. Dan jikalau Anda tidak berkenan merevolusikan
diri kami, yaitu melimpahkan kami satu kehidupan saling kasih saying atas pilihan
Nur ms Rasul niscayalah kami akan menjadi golongan yang merugikan sepenjuru
kehidupan”.

23. Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri,
dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".

Qaalah bithuu ba'dhukum li ba'dhin 'a-duwwuw wa lakum fil ardhi mustaqar-ruw wa


mataa'un ilaa hiin

Artinya :

24. “Dia, atas alternatif Nur dan dz ms Rasul, menandaskan :”Silahkan kalian
menyimpang kearah pilihan dz ms sy. Niscaya kalian satu terhadap yang lain
menjadi saling baku hantam, yaitu bagi kalian yang demikian itu adalah terus
menerus demikian disepenjuru permukaan bumi ini, yakni satu tingkah kehidupan
hingga satu waktu yang telah ditentukan”.

24. Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh
bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan
kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah
ditentukan".

Qaala fiihaa tahyauna wa fiihaa tamuu-tuuna wa minhaa tukhrajuun

Artinya :

25. “Dia (Allah) menegaskan lagi : “Disitulah (dibumi ini), atas alternatif Nur ms
Rasul dan atau alternative dz ms sy, kalian dipersilahkan membangun satu
kehidupan, juga disitu pula kalian akan dimatikan (husnul khatimah dan atau su’ul
khatimah), yakni menurut itulah kalian akan dibangkit diakhirat kelak”.
15

25. Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari
bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

Demikianlah, Adam telah memancang tonggak sejarah atau pilihan Nur ms Rasul,
membangun satu kehidupan yang bagaikan taman merindang bermusuhan satu
terhadap yang lain disepenjuru permukaan bumi ini yang selanjutnya berulang
terus menerus dan sambung menyambung seperti diperinci didalam al-Qur’an ms
Rasul menjadi sunnah Nabi Idris sebagai satu kebangkitan kembali atau perulangan
kembali dari ajaran Nur ms Rasul Nabi Adam.

Seterusnya ajaran Nur ms Rasul Nabi Nuh adalah satu perulangan kembali dari
ajaran Nur ms Rasul Idris.

Demikian ajaran Nur ms Rasul Nabi Shaleh, ajaran Nur ms Rasul Nabi Hud, ajaran
Nur ms Rasul Nabi Luth.

Ajaran Nur ms Rasul Nabi Yunus, ajaran Nur ms Rasul Nabi Ayub, ajaran Nur ms
Rasul Nabi Ilyas, ajaran Nur ms Rasul Nabi Syu’ib, ajaran Nur ms Rasul Nabi
Ibrahim yang berkelanjutan menjadi sunah nabi Yakub dan sunnah Nabi Isma’il dan
sunah nabi Ishaq, seterusnya menjadi sunnah nabi Yakub dan sunnah nabi Yusuf,
akhirnya sunnah nabi ZulKifli dan sunnah nabi Ilyasa’, kesemuanya adalah
kebangkitan kembali atau perulangan kembali ajaran Nur ms Nabi Nuh.

Selanjutnya ajaran Nur ms Rasul Nabi Musa yang berkelanjutan menjadi sunnah
Nabi Harun, adalah perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Ibrahim. Zabur ms
Nabi Daud yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Sulaiman, adalah suatu
perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Musa.

Ajaran Nur ms Nabi Zakariya yang berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Yahya adalah
perulangan kembali dari Taurat ms Nabi Musa.

Injil ms Nabi Isa adalah satu perulangan kembali dari ajaran Nur ms Nabi Daud.

Begitu dengan sunnah nabi yang namanya tidak disebut didalam al-Qur’an ms Nabi
Muhammad, masing-masing adalah satu perulangan kembali dari ajaran Nur ms
Nabi Adam.

Akhirnya al-Qur’an ms Nabi Muhammad yang menjadi Nabi Akhir Zaman, yaitu yang
menguasai dua kurun dimana kurun pertama pribadi nabi Muhammad SAW hidup
ditengah-tengah masyarakatnya dan kurun kedua kelak dimana hanya al-Qur’an ms
Rasul-Nya saja yang menentukan segala hingga akhir zaman nanti.

Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahwa, khusus garis sejarah Nur ms Rasul-
rasul terdapat beberapa kontinuitas, seperti sunnah Nabi Ismail dan Nabi Ishaq ke
sunnah Nabi Yakub dan Nabi Yusuf ............... selanjutnya sunnah Nabi Musa yang
berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Harun, sunnah Nabi Daud yang berkelanjutan
menjadi sunnah Nabi Sulaiman, begitu dengan sunnah Nabi Zakariya yang
berkelanjutan menjadi sunnah Nabi Yahya.
16

Tetapi istimewanya al-Qur’an ms Rasul (Nabi Muhammad SAW), yang menguasai


dua kurun masa ,Adalah kelanjutan yang terpisah oleh tingkah aduk-adukan Nur-
dzulumat yang paralel dengan dzulumat ms syayathin. Hal mana mirip dengan
kelanjutan yang terpisah antara sunnah Nabi Adam yang pertama dan yang kedua,
sekalipun jangka waktu lamanya berbeda.

Sebaliknya garis sejarah dzulumat ms syayathin baik yang aduk-adukan Nur-


dzulumat maupun penyelewengan dzulumat ms syayathin adalah sambung
menyambung dari hasil aduk-adukan Nur-dzulumat dan atau penyelewengan
dzulumat ms syayathin.

Sehingga sejarah dzulumat ms syayathin dapat dikatakan hanya revolusi balik


nama belaka atas prinsip yang tetap sama atau kelanjutan cerita fatamorgana yang
membikin gila musafir dahaga ( Surat 024 An Nuur ayat 39).

Demikianlah paralisisasi sejarah Nur ms Rasul dan dzulumat ms syayathin sebagai


satu pembuktian atas prinsip sejarah yang diajukan oleh Surat 021 Al-Anbiya ayat
104.

Selanjutnya siapa yang menyebabkan terjadinya pergeseran sejarah dari Nur ms


Rasul umumnya dan sepeningggalan Nabi Muhammad SAW khususnya?
Jawabannya lihat pada uraian selanjutnya.

Faktor-faktor Pergeseran Sejarah Iman.

Surat 003 Ali Imran 137-148 mensinyalir faktor pergeseran sejarah Iman
sepeninggalan Nabi Muhammad SAW, demikian :

Qad khalat min qablikum sunanun fa siiruu fil ardhi fan zhuruu kaifa kaana
'aaqibatul mukadzdzibiin

Artinya :

137. “Sungguh, sebelum kalian (Muhammad SAW, telah berlaku corak ragam
perjalanan sejarah. Maka coba, jejalahi sepenjuru permukaan bumi ini sehingga
lihatlah betapa akibatnya yang hidup melacur Nur-dzulumat ms syayathin”.
17

137. Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu
berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang
yang mendustakan (rasul-rasul).

Haadzaa bayaanul lin naasi wa hudaw wa mau'izhatul lil muttaqiin

Artinya :

138. “Al-Qur’an ms Rasul ini adalah satu pembuktian Ilmiah untuk kehidupan
manusia yakni satu pedoman hidup yaitu satu ajaran bagi yang hidup patuh tanpa
tedeng aling-aling”.

138. (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta
pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa an-tumul a'launa in kuntum mu'miniin

Artinya :

139. “Maka kalian atas pilihan Nur ms Rasul ini, jangan merasa rendah diri juga
jangan berkecil hati. Sebaliknya kalian dengan al-Qur’an ms Rasul ini, adalah diatas
segala jikalaulah kalian itu benar-benar hidup berpandangan dan bersikap menurut
yang demikian”.

139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-
orang yang beriman.
18

Iy yamsaskum qarhun fa qad massal qauma qarhum mitsluhuu wa tilkal ay-yaamu


nudaawiluhaa bainan naasi wa li ya'lamallahul ladziina aamanuu wa yattakhidza
minkum syuhadaa-a wal-laahu laa yuhibbuzh zhaalimiin

Artinya :

140. “Jikalaulah kalian, atas pilihan Nur ms Rasul ini, mengalami satu cacat niscaya
yang demikian itu telah pernah mengenai bangsa mana saja. Yang demikian itu
adalah corak ragam perjalanan sejarah yang Kami (Allah), atas satu pilihan Ilmu,
memberi giliran diantara manusia. Yaitu guna Allah, dengan satu ajaran ms Rasul-
Nya, meng-Ilmu-I mereka yang hidup berpandangan dan bersikap menurut
demikian, yaitu Dia membikin diantara kalian menjadi pejuang dimedan laga. Dan
Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, tidak menyukai pendukung
dzulumat ms sy”

140. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum
(kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan
dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat
pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan
orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai)
syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,

Wa li yumahhishallaahul ladziina aamanuu wa yamhaqal kaafiriin

Artinya :

141. “Yaitu guna Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, menyaring


mereka yang benar-benar hidup berpandangan dan bersikap dengan satu ajaran ms
Rasul-Nya dan menghancurkan mereka yang atas pilihan dz ms syayathin, bersikap
negatif terhadap yang demikian”.
19

141. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka)
dan membinasakan orang-orang yang kafir.

Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya'lamillaahul ladziina jaahaduu


minkum wa ya'lamash shaabiriin

Artinya :

142. “Apakah kalian, atas pilihan Nur ms Rasul, mengira bahwa kalian akan
memasuki tahap kehidupan yang bagaikan Taman Merindang kepuasan
sebelumnya Allah memberikan kepastian Ilmiah ms Rasul-Nya diantara kalian yang
sungguh-sungguh memperjuangkan yang demikian lagi yang teguh bertahan dalam
keadaan yang bagaimanapun gentingnya?!”.

142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata
bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang
yang sabar.

Wa la qad kuntum tamannaunal mauta min qabli an talqauhu fa qad ra-aitu-muuhu


wa antum tanzhuruun

Artinya :

143. “Dan sungguh benar kalian, atas pilihan Nur ms Rasul, sebelumnya bercita-cita
sampai tetesan darah penghabisan akan mendukungnya. Akhirnya kalian telah
menyaksikan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya dan akan terus menerus
menyaksikan”.

143. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu


menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu
menyaksikannya.
20

Wa maa muhammadun illaa rasuulun qad khalat min qablihir rusulu a fa im maata
au qutilan qalabtum 'alaa a'qaa-bikum wa may yanqalib 'alaa 'aqibaihi ; fa lay
yadhurrallaaha syai-aw wa sa yaj zillaahusy syaakiriin

Artinya :

144. “Tidak ada kehidupan Muhammad itu (dalam dakwah al-Qur’an ms Rasul)
kecuali patron kehidupan dari ajaran Allah yang sungguh sebelumnya telah berlaku
berbagai sunnah Rasul. Maka apakah, jika dia telah mati atau terbunuh dimedan
perang, niscaya kalian yang telah menyatakan memilih Nur ms Rasul balik kembali
atas satu sistem sosial yang telah pernah menjerat kalian?!. Maka siapapun yang
balik kembali atas sistem sosial yang telah penah menjeratnya itu niscaya yang
demikian itu tidak saja akan merusak ajaran Allah ms Rasul-Nya menjadi sesuatu
yang lain (malah merusak kehidupannya sendiri). Dan Allah, dengan pembuktian al-
Qur’an ms Rasul-Nya akan memberikan imbalan kehidupan hasanah hanya bagi
yang hidup merunduk menurut yang demikian”.

144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu
sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu
berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia
tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan
memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
21

Wa maa kaana li nafsin an tamuuta ilia bi idznillaahi kitaabam mu-ajjalaw wmay


yurid tsawaabad dun-yaa nu'tih minhaa wa may yurid tsawaabal aakhira nu' tihii
minhaa wa sa najzisy syaakiriii

Artinya :

145. “Tidak adalah bagi setiap diri kecuali agar dia, atas satu pilihan Ilmu
menyudahi hidupnya menurut izin Allah (alternatif Nur ms Rasul dan atau dzulumat
ms syayathin) sebagai pembukuan diri yang merupakan kemungkinan gerak dalam
satu ruang tertentu (ajal) didunia ini (untuk mendapat satu kebangkitan diakhirat
kelak). Maka siapa yang atas pilihan dzulumat ms syayathin, mengingini imbalan
kehidupan dari lingkungan dunia (defect atau reflect) niscaya Kami (Allah) akan
mengujudkannya menjadi demikian. Sebaliknya siapa yang, atas pilihan Nur ms
Rasul, mengingini imbalan kehidupan terakhir niscaya Kami (Allah) akan
mengujudkannya menjadi demikian pula. Yaitu Allah, dengan pembuktian al-Qur’an
ms Rasul-Nya, kelak akan memberikan suatu imbalan bagi yang hidup merunduk
menurut yang demikian”.

145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai
ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia,
niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki
pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan
memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Wa ka ayyim min nabiyyin qaatala ma'ahuu ribbiyyuuna katsiirun fa maa wahanuu li


maa ashaabahum fii sabiilil-laahi wa maa dha'ufuu wa mas takaanuu wallaahu
yuhibbush shaabiriin

Artinya :

146. “Dan betapa dari setiap nabi, yang atas pilihan Nur ms Rasul-Nya itu, ertempur
bersamanya berdivisi-divisi yang demikian banyaknya. Akhirnya mereka itu tidak
pernah merasa lelah, juga tidak merasa hina. Maka Allah, dengan pembuktian al-
Qur’an ms Rasul-Nya, mencintai yang teguh bertahan dalam keadaan yang
bagaimanapun gentingnya”.
22

146. Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah
besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena
bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula)
menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Wa maa kaana qaulahum illaa an qaaluu rabbanagh fir lanaa dzunuubanaa wa is-
raafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaa-manaa wan shurnaa 'alal qaumil kaafi-riin

Artinya :

147. “Dan tidak ada jawab mereka yang demikian itu kecuali menyatakan :”Wahai
pembimbing kami maka, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul ini, revolusikanlah
diri kami yang hidup serba salah yakni kehidupan rakus oleh permainan dz ms
syayathin disepenjuru pelaksanaan hidup kami. Dan kukuhkanlah derap kehidupan
kami atas pilihan Nur ms Rasul. Akhirnya, atas pilihan Nur ms Rasul ini,
menangkanlah kami terhadap bangsa yang atas pilihan dz ms syayathin, bersikap
negatif terhadap yang demikian”.

147. Tidak ada do`a mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa
kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan
tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Fa aataahumullaahu tsawaabad dun-yaa wa husna tsawaabil aakhirati wallaahu


yuhibbul muhsiniin
23

Artinya :

148. “Maka Allah, atas pilihan Nur ms Rasul-Nya, mengujudkan mereka yang
demikian menjadi imbalan kehidupan hasanah di dunia dan di akhirat kelak. Dan
Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, mencintai yang bertujuan hidup
ihsan”.

148. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang
baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Dari petikan ayat-ayat diatas, terutama pada ayat 144, kenyataan sejarah menjawab
bahwa begitu Nabi Muhammad wafat maka serentak massal manusia yang telah
menyatakan diri muslim berubah menjadi murtad dengan satu pemberontakan
terhadap Madinah Munawwarah.

Namun dengan masih adanya “sekelompok kecil yang Iman-Nya membara”maka


kesetimbangan sosial dari Madinatul Munawwarah tetap berjalan dalam garis Iman
yang sebenarnya.

Surat 110 An Nashr ayat 1 – 3 menjelaskan Futuh Makkah menjadi sumber


penyusupan kebodohan massal terhadap Nur ms Rasul yang merusak Iman,
demikian :

Idzaa jaa-a nashrullaahi wal fat-h

Artinya :

1.“Bila ajaran Allah (al-Qur’an ms Rasul-Nya) telah berujud menjadi satu


kemenangan hidup yakni satu kemenangan patah”.

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.


24

Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinil-laahi afwaajaa

Artinya :

2. “Maka lihatlah, pembuktian al-Qur’an ms Rasul, massal manusia akan menyusup


kedalam penataan hidup dari ajaran Allah (Dinul Islam) ms Rasul-Nya”.

2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

Fa sabbih bi hamdi rabbikawastaghfirhu innahuu kaana tawwaabaa

Artinya :

3. “Maka dakwahlah al-Qur’an ms Rasul ini untuk menjadi penyanjung hidup


menurut ajaran pembimbing anda (Muhammad SAW), yakni tuntutlah satu
perubahan diri kearah satu kehidupan menurut yang demikian. Sesungguhnya Dia
(Allah), dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, Pembina taubat tiada tara”.

3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.


Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
25

Memenuhi doa Nabi Ibrahim maka Surat 12 Yusuf ayat 2 menegaskan bahwa al-
Qur’an ms Rasul diturunkan ditengah-tengah suku bangsa Arab. Dari itu maka
sikap orang-orang arab seumumnya merupakan salah satu faktor penting diantara
berbagai faktor yang menentukan sejarah perkembangan ..................”.

Dengan demikian maka faktor massal manusia akan menyusup kedalam penataan
hidup dari ajaran Allah (Dinul Islam) ms Rasul-Nya” pada tingkat pertama, mau tidak
mau, berkaitan langsung dengan “Sikap orang-orang arab seumumnya”.

Surat 049 Al Hujurat ayat 14-18 melukiskan sikap orang-orang arab ketika itu,
demikian:

Qaalatil a'raabu aamannaa qui lam tu'-minuu walaakin quuluu aslamnaa wa lammaa
yadkhulil iimaanu fii quluubi-kum wa in tuthii'ullaaha wa rasuulahuu laa yalitkum
min a'maalikum syai-an innallaaha ghafuurur rahiim

Artinya :

14. “Orang-orang arab (Jahiliyah) berkata : “Kami ber-Iman”, jawab = “Kalian tidak
hidup berpandangan dan bersikap dengan al-Qur’an ms Rasul”. Sebaliknya katakan
saja : “Kami menyerah untuk hidup dengan Islam satu-satunya penataan” dalam
arti Iman belum mantap dihati kalian. Sebaliknya jikalau kalian hidup patuh dengan
ajaran Allah ms Rasul-Nya niscaya Dia (Allah), dengan pembuktian al-Qur’an ms
Rasul-Nya, tidak akan mengurangi sesuatu dari hasil usaha kalian. Sesungguhnya
Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah maha revolusiner lagi
pemberi kepastian menurut pilihan masing-masing”.

14. Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada
mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena
iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu ta`at kepada Allah dan Rasul-
Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
26

Innamal mu'minuunal ladziina aamanuu billaahi wa rasuulihii tsumma lam yartaa-


buu wa jaahaduu bi amwaalihim wa an-fusihim fii sabiilillaahi ulaa-ika humush
shaadiquun

Artinya :

15. “Sebenarnya mukmin itu adalah yang hidup berpandangan dan bersikap dengan
ajaran Allah ms Rasul-Nya, selanjutnya mereka tidak mengada-adakan. Dan mereka
sepenuh hati berjuang mempertaruhkan segala harta benda dan diri mereka sendiri
dalam menegakkan sistem hidup (Dinul Islam) dari ajaran Allah ms Rasul-Nya.
Demikianlah mereka yang benar-benar ber-Iman”.

15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman


kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang
benar.

Qui a tu'allimuunallaaha bi diinikum wallaahu ya'lamu maa fis samaawaati wa maa


fil ardhi wallaahu bi kulli syai-in 'aliim

Artinya :

16. Apakah kalian (yang mengada-adakan itu) mau meng-kuliahkan Allah dan Rasul-
Nya tentang penataan hidup kalian ?! Padahal Allah dengan pembuktian Al-quran
ms Rasul-NYA, yang men-Ilmu-i setiap apa yang diruang angkasa dan setiap apa
yang dibumi ini. Dan Allah, dengan pembuktian Al-qur’an ms Rasul-NYA, adalah
pemberi ilmu bagi setiap apapun.
27

16. Katakanlah (kepada mereka): "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah
tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit
dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Yamunnuuna 'alaika anaslamuuqul laa tamunnuu 'alayya islaamakum balillaahu


yamunnu 'alaikum an hadaakum HI iimaani in kuntum shaadiqiin

Artinya :

17. “Mereka , dengan dalih menyerah diri untuk hidup dalam lingkungan penataan
Islam, mempunyai cita jahat terhadap al-qur’an ms anda (Muhammad) Maka
tegaskan : “ Tidak usahlah kalian dengan dalih menyerah diri untuk hidup dalam
lingkungan penataan islam itu, mempunyai cita jahat terhadap al-qur’an ms Rasul-
KU ( Muhammad SAW ). Sebaliknya Allah dengan al-qur’an ms Rasul-Nya
mengandung cita atas kalian untuk mempedomani hidup kalian guna hidup
berpandangan dan bersikap demikian, jikalaulah kalian itu benar-benar mau ber-
IMAN “

17. Mereka merasa telah memberi ni`mat kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni`mat kepadaku dengan
keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni`mat kepadamu
dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang
benar".

Innallaaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ardhi wallaahu bashiirum bi maa


ta'maluun
28

Artinya :

18. “Sebenarnya Allah, seperti halnya Dia memastikan secara ilmiah semesta
kehidupan angkasa dan bumi ini, begitu Dia memastikan untuk hidup sekalian
manusia, yaitu Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina
pandangan hidup dengan mana kalian melakukan setiap apapun”.

18. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan
Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Selanjutnya Surat 009 Taubah ayat 97-102 lebih memperjelas lagi maksud-maksud
arab jahiliyah yang bermotip jahat terhadap al-Qur’an ms Rasul demikian:

Al a'raabu asyaddu kufraw wa nifaa-qaw wa ajdaru allaa ya'lamuu huduuda maa


anzalallaahu 'alaa rasuulihii wal-laahu 'aliimun hakim

Artinya :

97. “Orang-orang arab (Jahiliyah) adalah kufur-kufur dan munafik-munafik manusia


terhadap al-Qur’an ms Rasul yaitu cirri-cirinya bahwa mereka tidak memahami
konsep al-Qur’an yang Allah telah menurunkan ms Rasul-NYa. Yaitu Allah, dengan
pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina kehidupan ilmi-ah lagi
pembentuk kehidupan hukum tiada tanding”.

97. Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan
lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-
Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
29

Wa minal a'raabi may yattakhidzu maa yunfiqu maghramaw wa yatarabbashu


bikumud dawaa-ira 'alaihim daa-iratus sau-i wallaahu samii'un 'aliim

Artinya :

98. “Yaitu segolongan orang-orang arab (yang dengan dalih menyerah diri untuk
hidup dalam penetaan islam), adalah yang memperlakukan apa yang mereka
korbankan itu menjadi sebangsa suapan dengan mana mereka menantikan
perubahan situasi yang menguntungkan mereka dan atau kehancuran terhadap
kehidupan kalian atas pilihan Nur ms Rasul. Sebenarnya atas mereka yang
demikian itulah giliran kehidupan jahat saling menghancurkan. Dan Allah, dengan
pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, adalah Pembina pandangan hidup lagi
pembentuk kehidupan ilmi-ah tiada tanding”.

98. Di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang memandang apa yang
dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti
marabahaya menimpamu; merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Wa minal a'raabi may yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri wa yattakhidzu maa
yunfiqu qurubaatin 'indallaahi wa sha-lawaatir rasuuli alaa innahaa qurbatul

Artinya :

99. “Dan segolongan lagi orang-orang arab adalah yang hidup berpandangan dan
bersikap dengan ajaran Allah (al-Qur’an) ms Rasul-Nya dengan mana yakni
mencapai tujuan terakahir. Sehingga mereka memperlakukan suatu pendekatan diri
kedalam satu kehidupan menurut ajaran Allah, yaitu memenuhi harapan sunnah
30

Rasul-Nya. Ketahuilah bahwa yang demikian itu adalah satu pengorbanan untuk
keperluan hidup mereka sendiri yang Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms
Rasul-Nya, kelak akan memasukkan mereka kedalam satu kehidupan saling kasih
sayang menurut-Nya. Sesungguhnya Allah, dengan pembuktian al-Qur’an ms
Rasul-Nya, adalah Pembina kehidupan maha revolusioner lagi pemberi kepastian
hidup menurut pilihan masing-masing”.

99. Dan di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang beriman kepada Allah
dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu,
sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh
do`a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka
untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke
dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.

lahum sa yudkhiluhumullaahu fii rah-matihii innallaaha ghafuurur rahim

Artinya :

100. “Yaitu pendukung-pendukung kehidupan Nur ms Rasul dari sebagian Muhajirin


dan sebagian Anshor dan yang mengikuti mereka dengan tujuan ihsan. Allah, atas
pilihan Nur ms Rasul-Nya, meridlai menjadi satu kehidupan mereka yaitu mereka
menyenangi satu kehidupan menurut demikian. Maka Dia (Allah), dengan
pembuktian al-Qur’an ms Rasul-Nya, menghantar ujud kehidupan mereka yang
demikian ini menjadi bagaikan Taman Merindangkan Panen, yang dipermukaan
dalamnya itu diairi berbagai jenis batang air yang menyuburkannya, yang abadi
didalamnya itu seabadi Imannya. Yang demikian itu (al-Qur’an ms Rasul) adalah
Pembina kehidupan menang lagi agung tiada tanding”.

100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara
orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah
31

menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya;


mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

Was saabiquunal awwaluuna minal mu-haajiriina wal anshaari wal ladziinat ta-
ba'uuhum bi ihsaanir radhiyallaahu 'an-hum wa radhuu 'anhu wa a'adda lahum
jannaatin tajrii tahtahal anhaaru khaa-lidiina fiihaa abadan dzaalikal fauzul 'azhiim

Artinya :

101. “Dan segolongan dari orang-orang Arab (Jahiliyah) disekeliling kalian yang
hidup Nur ms Rasul adalah munafiq, yaitu bagian dari warga Madinah Munawwarah
mereka tetap bersikeras atas pilihan aduk-adukan Nur dz ms syayathin yang kalian
tidak mempunyai ilmu tentangnya. Tetapi Kami (Allah), dengan pembuktian al-
Qur’an ms Rasul-Nya, mengilmu-i mereka yang kelak mereka yang demikian akan
Kami timpa bencana ganda. Akhirnya mereka, dengan aduk-adukan Nur dz ms sy,
akan terjerumus kedalam kehidupan bencana yang tiada tanding”.

101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang
munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam
kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah
yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka
akan dikembalikan kepada azab yang besar.
32

wa mim man haulakum minal a'raabi munaafiquuna wa min ahlil madiinati maraduu
'alan nifaaqi laa ta'lamuhum nahnu na'lamuhum sa nu'adzdzibuhum marrataini
tsumma yuradduuna ilaa 'adzaabin 'azhiim

Artinya :

102. “Dan lain-lain sebangsanya mereka hidup bergelimang dengan berbagai


kesalahan, berlaku aduk-adukan Nur dz as syayathin. Semoga Allah memberikan
taubat atas mereka yang demikian. Sesungguhnya Allah, dengan pembuktian al-
Qur’an as Rasul-Nya, adalah Pembina kehidupan maha revolusioner lagi pemberi
kepastian hidup menurut pilihan masing-masing”.

102. Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka
mencampur baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk.
Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.

Berdasar pembuktian ayat-ayat diatas maka faktor-faktor pergeseran sejarah Iman


dapat dibedakan menjadi :

Nilai-Nilai Sosial Anthropologi Arab Sebagai Faktor Intern.

Adapaun nilai-nilai sosial anthropologi Arab adalah berpangkal kepada dua cabang.

Pertama Aribah (Arab asli) yaitu kelanjutan dari Baqiyah yakni hasil pembauran dari
sisa-sisa bangsa “Ad dan Tsamud. Dan bagian yang telah punah dinamakan Ba-
idah.

Asal usul bangsa ‘Ad dan Tsamud adalah turunan dari mereka yang Allah telah
menyelamatkannya bersama Nabi Nuh.
33

Para ahli sejarah memperkirakan bangsa Tsamud bertempat tinggal dipadang pasir
Nejd yaitu disebelah utara dan timur laut Madinah sekarang dengan kotanya yang
terkenal adalah Mada-in Saleh.

Sedang bangsa ‘Ad diperkirakan bertempat tinggal dipadang pasir Rabba el Khali
yang terletak disebelah selatan kota Riyadh dan sebelah timur San’a sekarang.

Selanjutnya sisa-sisa Ad dan Tsamud berbaur menjadi “Aribah”.

Dua cabang yang paling terkenal ialah Jurhum I, yang mendiami daerah Yaman, dan
Jurhum II, yang disekitar tahun 2000 Sm sudah mendiami daerah Hijaz yaitu Mekkah
dan sekitarnya sekarang ini.

Bahasanya terkenal dengan bahwa Arab Hisyar atau Hamir yang kira-kira sejenis
dengan bahasa Hadramaut sekarang ini.

Cabang suku bangsa Jurhum I terkenal dengan kerajaan Saba’ yang rajanya
bernama Bilkis yang akhirnya menyatakan Iman menurut sunnah Nabi Sulaiman.

Tetapi karena seumumnya bangsa Saba’ menyatakan kufur maka Allah


menghancurkan mereka melalui penghancuran bendungan Ma’rab yang terletak
disebelah timur kota San’a.

Akibatnya suku bangsa Jurhum I menjadi gentayangan dan migrasi ketempat lain.
Sebagian dengan menyusur pantai laut merah menuju ke utara sampai di Yastrib
(Medinah), sebagian menetap disini a.l. terkenal suku Khazraj dan A’ua.

Bagian lain terus keutara dan sampai di Syam, sekarang terkenal dengan Siria,
Libanon dan Yordan, sebagian menetap dan membentuk kerajaan Banu Khasan,
yang semenjak abad ke-3M sudah menganut agama Kristen.

Sebagian lagi terus berpindah ketimur dan menempati lembah Furat dan Tigris,
diantaranya terkenal suku Tanukh dan Mamir, dan mendirikan kerajaan Hijrah atau
Lakhmid, yang pada abad ke-4M juga sudah menjadi pendukung agama Kristen.

Mereka berpencar sampai ke Libanon selatan. Bagian lain dari bangsa Saba’ yang
tetap tinggal di selatan, setelah pecah bendungan Na’rab, mereka berpencar ke
timur, bertempat tinggal di Omen, Bahrin dan didaerah Nejed diantaranya terkenal
suku Kindah.

Demikianlah pokok-pokok sosio-antropologi “Aribah” (bangsa arab asli) yang


berpangkal kepada “apa yang telah menjadi pujaan nenek moyang (dz ms sy) yang
selanjutnya mendapat kredit dari kristenisme dan najusi.
34

Kesemuanya ini adalah penting dan menjadi modal diri (nafsun) dalam menghadapi
nilai Qur’an kelak.

Sebagian lain dari modal diri (nafsun) bangsa Arab adalah faktor dari unsure
Kusta’rabah yaitu yang mendapat naturalisasi dari bangsa arab.

Istilah musta’rabah atau indi-arab berpangkal dari migrasi nabi Ibrahim bersama
isteri beliau yaitu Hajar dan Sirah dari Babilonia ke Palestina dan Hijaz diperkirakan
sekitar tahun 2000 SM.

Dalam migrasi ini Nabi Ibrahim bermodal “shuhuf Ula” dan berhasil menguasai
Mekkah dan sekitarnya yang berpenduduk Jurhum II dan daerah Syam yang
berpenduduk suku bangsa suku bangsa yang berasal dari lembah Babilonia.

Dari perkawinan Nabi Ibrahim dengan Hajar maka lahir Nabi Ismail. Akhirnya Nabi
Ismail kawin dengan wanita aribah dari cabang Jurhum II.

Dan dari perkawinan ini maka lahirlah Kusta’rabah atau Indo-babilon yang
mengambil klen Adnan. Dari itu maka Kusta’rabah atau Indo-Babilon dinamakan
Adnaniyyun.

Pemencaran Kusta’rabah/Indo-Babilon/Indo-Arab menjadi berbagai suku keseluruh


jazirah arab ialah a.l. suku Quraisy mendiami daerah Mekkah,
suku Salim mendiami Madinah dan sekitarnya, suku Hanifah mendiami Yamamah
dan daerah antara Yamamah dan Bahrain, suku Tsaqif mendiami daerah Tha-if,
suku Tamim mendiami daerah Bahrain, suku asad dan hawazin mendiami daerah
sebelah timur Kuffah dan barat Tima’, kebanyakan kaum khwarij dan muktazillah
berasal dari suku kabi’ah, yang semenjak abad ke-4 H kebanyakan sudah menjadi
pendukung kristenisme,suku Kinanah mendiami lembah Tihanah, dsb.

Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa istilah “badawi (badiyah) dan istilah
“Madani” (Madaniyyun) adalah berkaitan dengan daerah tempat tinggal masing-
masing, dan bukan menunjukkan kesukuan.

Semua bangsa arab, baik arab asli (aribah) maupun musta’rabah, yang bertempat
tinggal didesa dinamakan orang Badawi (orang desa), sebaliknya yang ditinggal di
kota dinamakan orang Madani (orang kota).

Demikianlah sosio-antropo-sentris Aribah dan Musta’rabah sebagai faktor intern


yang mengakibatkan balik kembali atas sistem sosial yang telah pernah menjerat
kalian, sehingga sepeninggalan Nabi Muhammad hingga abad ke-20 sekarang ini
35

berlaku saling perang antar umat yang sama-sama mengaku ber-Iman (Iman =
percaya).

Unsur Bani Israil dan Yahudi sebagai Faktor Extern


Perkawinan Nabi Ibrahim dengan Sarah, berdomisili di Palestina, melahirkan Nabi
Ishaq, hasil perkawinan Nabi Ishaq dengan seorang wanita Babilon melahirkan Nabi
Yakub.

Nabi Yakub melahirkan 12 anak diantaranya terkena dengan nama Israil, Yahuda,
Imran dan Nabi Yusuf yang akhirnya berdomisili di Mesir.

Dari itu maka istilah Bani Israil dan Yahudi, dilihat dari sudut keturunan, adalah
suku bangsa yang berumpun kepada keturunan Nabi Yakub. Suku bangsa Bani
Israil dan Yahudi adalah rumpun bangsa yang lahir dan dibesarkan dalam udara
Fir’aunisme di Mesir, sepeninggalan Nabi Yusuf as.

Sunnah Yusuf adalah salah satu dari kelanjutan sunnah Ibrahim yang berhasil
membentuk pandangan rakyat Mesir dikala itu (± abad ke-19 SM) dengan satu
ajaran as Rasul, dimana Nabi Yakub sekeluarga ikut memboyong ke Mesir.

Selanjutnya sepeninggalan Nabi Yakub dan Yusuf. Akhirnya semenjak Fir’un dinasti
Ramses II, sebagai akibat dari perang Hykos, Bani Israil, Yahudi, dsb. Digusur dan
diperbudak di Mesir.

Politik, sebagai panglima kebudayaan Fir’aun, menghasilkan “Tauchid Achnatun”,


sebagai hasil akulturasi proses kebudayaan Firaunisme dan Indo-Babilon-Asyria,
dipihak lain sebagai bukti penyelewengan Nur ms Rasul Yusuf.

Sunnah Musa, adalah “Sunnah turunan” Nabi Yakub melalui keluarga Imran (± abad
ke-12 SM), dengan tingkat persiapan dan pembinaan Iman di Mesir, yaitu masa
pembebasan diri dari perbudakan Fir’aun, akhirnya Nabi Musa berhasil
membebaskan Bani Israil dan Yahudi dan menatakan Iman sebagai kenyataan hidup
Nur ms Rasul di Palestina.

Sepeninggalan Nabi Musa dan Nabi Harun maka muncul Musa Samiri yang
melakukan aduk-adukan Taurat ms Musa sehingga pada abad ke-11 SM menjadi
makanan empuk peradaban Kreta dari bangsa Filistin dengan rajanya Jalut.

Sunnah Daud dan Sulaiman, merupakan kebangkitan kembali sunnah turunan Nabi
Yakub, yaitu Zabur ms Daud yang membebaskan Bani Israil dan Yahudi dari
perbudakan Jalut (bangsa Filistin). Dengan kemenangan Zabur ms Daud maka Bani
36

Israil dan Yahudi kembali berhasil menguasai permukaan bumi Kan’an yang
berpusat di Palestina dipergerakan pada abad ke-10 SM, yang dilanjutkan dengan
sunnah Sulaiman.

Sepeninggalan beliau terjadi lagi aduk-adukan Nur-dz ms sy yang akhirnya


membikin Bani Israil dan Yahudi dihancurkan oleh bangsa Asyria (Tiglat Pelasar)
dan bangsa Babilonia (Nebukadnezar) sehingga menjadi tawanan selama 100 tahun
lebih di Babilonia.

Hal mana oleh Surat 017 Bani Israil ayat 2-8 dengan singkat menggambarkan
demikian :

Wa aatainaa muusal kitaaba wa ja'alnaa-hu hudal li banii israa-iila allaa tatta-


khidzuu min duunii wakiilaa

Artinya :

2. “Dan Kami telah datangkan kitab Taurat ms Musa, yakni Kami bikin yang
demikian menjadi pedoman hidup bagi Bani Israil : “Agar kalian jangan membikin
selain Taurat ms Rasul-ku ini menjadi pemberi pimpinan hidup satu-satunya”.

2. Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu
petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong
selain Aku,

Dzurriyyata man hamalnaa ma'a nuuhin innahuu kaana 'abdan syakuuraa

Artinya :
37

3. “Menjadi (Bani Israil) turunan dari yang Kami telah selamatkan bersama sunnah
Rasul Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh dengan sunnah Rasulnya) adalah abdi
kehidupan sesyukur-syukurnya”.

3. (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh.
Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

Wa qadhainaa ilaa banii israa-iila fil kitaabi la tufsidunna fil ardhi marrataini wa la
ta'lunna 'uluwwan kabiiraa

Artinya :

4. “Dan Kami, berdasar isi Taurat ms Musa, telah pastikan kepada Bani Israil :
“Kalian benar-benar merusak kehidupan dipermukaan bumi ini menjadi dua muka,
sehingga dengan itu kalian sungguh berlagak tinggi setinggi-tingginya lagi gede
segede-gedenya”.

4. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya
kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan
menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
38

Fa idzaa jaa-a wa'du uulaahumaa ba-'atsnaa 'alaikum 'ibaadal lanaa ulii ba'sin
syadiidin fa jaasuu khilaalad diyaari wa kaana wa'dam maf uulaa

Artinya :

5.“Seterusnya tatkala janji (ketentuan) pertama yang dua muka itu telah tiba, “Kami
bangkitkan atas kalian satu abdi kehidupan sosial yang, menurut Kami, mempunyai
keganasan luar biasa”, hardik Allah kepada Bani Israil selanjutnya, “Maka mereka
itu mengonarkan segala segi kehidupan berumah tangga, dan itulah ketentuan yang
diperlakukannya”.

5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua
(kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai
kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah
ketetapan yang pasti terlaksana.

Tsumma radadnaa lakumul karrata 'alai-him wa amdadnaakum bi amwaaliw wa


baniina wa ja'alnaakum aktsara nafiiraa

Artinya :

6.“Selanjutnya, “Kami kembalikan bagi kalian kemerdekaan atas mereka (yang


39

demikian ganas itu) Kami limpahkan bagi kalian harta benda dan turunan, ialah
Kami bikin kalian itu menjadi berpuak-puak demikian banyaknya”.

6. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali


dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan
kamu kelompok yang lebih besar.

In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa'tum fa lahaa fa idzaa jaa-a wa'dul


aakhirati li yasuu-uu wujuuhakum wa li yadkhulul masjida kamaa dakhaluuhu
awwala marratiw wa li yutabbiruu maa 'alau tatbiiraa

Artinya :

7. "Jikalau kalian berlaku ihsan niscaya kalian berlaku ihsan itu adalah untuk kalian
sendiri, (tegas Allah kepada Bani Israil). "Sebaliknya, jika kalian bertujuan jahat
dengan pilihan aduk-adukan Nur-dzulumat ms syayathin apapun maka begitulah
pula", hingga tatkala ketentuan terakhir telah tiba, "Supaya mereka (yang demikian
ganas itu) mengonarkan pandangan hidup kalian, yakni agar mereka itu menggusur
masjid satu pembinaan Iman sebenarnya menjadi gereja (tempat pemujaan Iman
percaya)", seperti halnya mereka itu menggusur pada kali pertama, "Agar mereka
itu menghacurkan (aduk-adukan Nur-dz ms sy apapun) yang kalian berlagak tinggi
itu menjadi sehancur-hancurnya".

7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika
kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat
hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk
menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana
musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan
sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
40

'Asaa rabbukum ay yarhamakum wa in 'uttum 'udnaa wa ja'alnaa jahannama lil


kaafiriina hashiiraa.
Artinya :

8. "Kiranya pembimbing kalian, dengan Nur ms Rasul-Nya, akan mengurniakan


kalian satu kehidupan saling kasih sayang menurut sunah Rasul-Nya (tandas Allah
dengan dakwah al-Qur'an ms Rasul-Nya kepada Bani Israil) "Tetapi jika kalian
kembali aduk-adukan Nur dz ms sy apapun niscaya kami menimpa kalian". Yakni
Kami bikin jahannam bagi yang dengan pilihan dz ms sy apapun bersikap negative
terhadap pembuktian Ilmiah al-qur'an ms rasul kami ini menjadi semacam penjara".

8. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat (Nya) kepadamu; dan


sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali
(mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang
tidak beriman.

Sepeninggalan Nabi Daud dan nabi Sulaiman, Bani Israil dan Yahudi, pecah belah,
wilayah utara menjadi Yudea dan didominir oleh Yahudi , bagian selatan menjadi
Israilia dan didominir oleh Bani Israil.

Raja Asyria, Sargon II, dalam tahun 722 SM menaklukan wilayah Israilia, Bani Israil
ditawan dan diangkut ke Babilon.

Akhirnya setelah bangsa Asyria ditaklukan oleh bangsa Babilon maka Bani Israil
bagaikan piala bergilir pindah tangan menjadi tawanan bangsa Babilonia, maka
Nebukadnezar menaklukan Yudea dalam tahun 597 SM dan Yahudi di tawan dan
diangkut ke Babilon pula.

Dari pembuktian surat Bani Israil ayat 2 - 8 diatas, terutama ayat 7, membuktikan
bahwa "hidup aduk-adukan nur dz ms sy adalah makanan empuk dari kekuatan dz
ms sy, sebaliknya dzulumat ms sy hanyalah bayangan yang berhadapan dengan
kenyataan Nur ms Rasul".

Dari itu maka Taabuut yang berisi ketentuan-ketentuan dari sisa-sisa peninggalan
sunnah Musa dan Harun yang hampir semodel dengan ajaran fikih, tauhid, akhlaq
dan tasauf, tidak mungkin menang terhadap Jalut, hanya Zabur ms Daud-lah yang
mampu mengalahkan Jalut.

Setelah wilayah Israil dicaplok oleh Sargon II, demi kepentingan politik dan guna
menyesuaikan diri dengan penguasa yang sekufur-kufurnya, maka raja Josiah dari
Yudea mereformasikan "Sisa-sisa peninggalan nabi Musa dan Harun", terdiri dari
dokumen J (Jenoyah) dam dokumen E (Elohim), menjadi satu dokumen D (lima
kitab yang memberi hukum = Pautateuh), yaitu lima kitab bagian permulaan,
menjadi satu kitab suci yang terkenal kitab perjanjian lama.
41

Pada tahun 560 SM bangsa Babilonia dikalahkan oleh bangsa Persia lama dibawah
pimpinan raja Cyrus yang dilanjutkan oleh Cambyses, Bani Israil dan Yahudi
dibebaskan dari tawanan di Babilonia dan diperbolehkan pulang untuk membangun
kembali Palestina.

Sebagai hasil studi selama 100 tahun lebih di Babilonia surat al Baqarah ayat 102
menjelaskan demikian :

Wat taba'uu maa tatlusy syayaathiinu 'alaa mulki sulaimaana wa maa kafara
sulaimaanu walaakinnasy syayaathiina kafaruu yu'allimuunan naasas sihra wa maa
unzila 'alal malakaini bi baabila haaruta wa maaruuta wa maa yu'allimaani min
ahadin hatta yaquulaa innamaa nahnu fitnatun fa laa takfur fa yata'allamuuna
minhumaa maayufarriquuna bihii bainal mar-i wa zaujuhii wa maa hum bi idznillahi
wa yata'allamuuna maa yadhuruhum wa laa yanfa'uhum wa laqad 'alimuu la manisy
taraahu maa lahuu fil aakhirati min khalaaqiw wa la bi'sa maa syarau bihii
anfusahum lau kaanuu ya'lamuun.

Artinya :

102. "yakni mereka mengikuti motivasi studi syayathin (yang menumpang tindihkan
Nur dz) atas kekuasaan sunah Sulaiman ( yang bernilai Nur dan dz dari Zabur ms
Daud). Bukanlah sunnah Sulaiman yang merusak kehidupan tetapi sunnah
42

Syayathinlah yang merusak kehidupan, mereka mengajar manusia satu sulap aduk
– adukan Nur – Dz ms sy, yaitu apa yang telah diturunkan atas hasil karya pujangga
Babilon berupa Harut dan Marut, keduanya tidak mengajar seseorang hingga
memberikan satu komentar : "Sebenarnya kita ini adalah pendukung ajaran yang
tidak berujung tidak berpangkal (fitnah). Maka kalian jangan mengengkarinya !".
Selanjutnya dari keduanya itulah mereka mempelajari apa yang dengannya mereka
memecah belah kehidupan sesama manusia dan setiap kesatuan hidupnya. Yaitu
dengan mana mereka bukanlah yang memelaratkan seseorang kecuali dengan
perkenan Allah menurut pembuktian sunnah Rasul-Nya. Yakni mereka mempelajari
apa yang memelaratkan hidupnya, yaitu yang tidak dapat mengantarkan hidupnya
mencapai satu tujuan terakhir. Padahal sungguh mereka sudah mengetahui, siapa
sebenarnya yang membongkar pasang ajaran Allah ms Rasul-Nya menjadi
rongsokan aduk-adukan Nur dz ms sy, bagi yang demikian bukanlah perancang
kehidupan yang bisa mencapai satu tujuan terakhir. Maka sungguh sejahat-jahat
sesuatu adalah dirinya yang cenderung membongkar pasang pembuktian-
pembuktian Allah ms Rasul-Nya (menjadi rongsokan aduk-adukan Nur dz ms sy),
andaikata mereka memiliki ilmu yang demikian bernilai agung".

102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa
kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan
sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan
itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia
dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan
Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum
mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah
kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan
sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan
mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun
kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi
mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka
telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu,
tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka
menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

Bani Israil dan Yahudi yang pulang kembali ke Palestina dibawah pimpinan Ezra
dan Nehemiah adalah golongan yang fanatik membabi buta ingin membangun satu
masyarakat Yahudi secara konsekuen menurut kitab Perjanjian Lama.

Dari golongan inilah kelak lahir gerakan Zionisme, yaitu gerakan yang fanatik dan
ingin membangun satu masyarakat Yahudi menurut wahyu yang diterima di bukit
Zion.

Untuk itulah Ezra dan Nehemiah melakukan satu fusi atau unifikasi terakhir (tahun
444 SM) dengan menambahkan dokumen P (kumpulan catatan yang dibuat dan
bersudut subyektif pendeta) kedalam dokumen D ( Deutoronomy / Peutateuh)
menjadi 5 kitab bagian pertama Perjanjian Lama (kitab kejadian, kitab keluaran,
kitab Imamat orang lewi, kitab ulangan, dan kitab bilangan) yang dipopulerkan
sebagai buah tangan nabi Musa sendiri.
43

Sebaliknya Bani Israil dan Yahudi yang sudah mengenyam alam pikiran Yunani,
mereka menganggap bahwa Kitab Perjanjian Lama harus di tafsirkan memenuhi
kepentingan masyarakat yang sudah berubah, hasilnya lahirlah Ilmu Pengetahuan
Barat yang Naturalisme dan Idealisme.
Perguruan-perguruan tinggi seperti Sarbone, Oxford, Havard, dsb adalah kelanjutan
dari Talamudisme.

Golongan Bani Israil dan Yahudi yang demikian tidak mau pulang ke Palestina dan
menyelinap didalam berbagai bangsa sehingga mewarnai kebudayaan dan
kehidupan bangsa-bangsa di dunia ini.

Dari itu maka mereka disebut Diaspora, semakna dengan Hoakiauu / Cina
perantauan, mereka kelak menjadi Amerika Serikat, British, Jerman, Perancis,
Belanda, Belgi, Spanyol, Portugis, Swiss, Rusia, Polandia, Norwegia, Yugoslavia,
Bulgaria, dsb.

Fusi / Unifikasi terakhir dibawah pimpinan Ezra dan Nehemiah sepulangnya dari
Babilonia, menjadi kitab Perjanjian Lama adalah merupakan aduk-adukan dari
unsur-unsur Fir'unisme, Asyria, Namruz-isme dari Babilonia.

Sebaliknya Diaspora adalah maling Ilmu Allah bermerk palsu alam pikiran Yunani.

Munculnya Yunani dalam abad ke-5 SM, yang berasal dari suku bangsa Arya yang
menyerbu ke pulau-pulau diteluk Aegen pada zaman nabi Musa menghijrahkan Bani
Israil dari Mesir pulang ke Palestina, adalah pengaruh dari kebangkitan Taurat ms
Musa dan Zabur ms Daud.

Jadi alam pikiran Yunani yang terdiri dari Naturalisme adalah hasil penyelewengan
Nur ms Rasul (Taurat ms Musa dan Zabur ms Daud) menjadi aduk-adukan Nur dz
ms sy.

Yahudi dan Bani Israil adalah mahluk Allah yang dikuruniai kemampuan lebih hebat
dibanding dengan yang lainnya oleh karena Allah terus menerus menurunkan Ilmu
ms Rasul-Nya didalam pangkuan mereka selama 2000 tahun.

Dan seiring dengan itu mereka juga mendapat kehormatan menjadi piala bergilir
dalam Musabaqah atau pertandingan politik antara kebudayaan / peradaban sungai
Nil dan sungai el-Furat dan Tigris, Yahudi dalam perjalanan sejarah menjadi
pemegang pos pemindahan kebudayaan dari dan atau untuk bangsa-bangsa
dipanggung peradaban.

Mereka bekerja dengan dua Idea yang bukan saja telah menyelamatkan diri dari
kemusnahan kebangsaannya tetapi adalah terus menerus mempengaruhi dunia
barat sekarang ini.

Idea Pertama adalah pengundang-undangan sebagian dari kitab sucinya, sehingga


menghadiahkan kepada dunia kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Idea yang kedua ialah penyelubungan idea-idea yang berbau Yahudi untuk diexport,
44

ini telah memberikan kepada dunia pertama-tama agama kristen, selanjutnya


Islamisme.

Demikianlah strategi dan taktik sosio anthropologi atau anthroposentris Yahudi dan
Bani Israil yang dikatakan oleh Max I Dimont dalam bukunya The Indestructible
Jews memiliki tiga tahap perjalanan yakni tahap I sejak nabi Ibrahim s.d. nabi Isa,
2000 tahun pertama pertama dimana Bani Israil dan Yahudi berpencar kesepenjuru
dunia bagaikan bola-bola api,

tahapan II sejak nabi Isa s /d Ben Gurion (perdana menteri I Israil – 1948) sebagai
2000 tahun kedua dimana Bani Israil dan Yahudi berhasil menghimpun kekuatannya
menjadi satu kekuatan dunia dan terakhir

tahapan III dari Ben Gurion s / d. masa yang akan datang, Yahudi akan
menyelesaikan tugas akhirnya yaitu menjadi pemimpin umat manusia dipermukaan
bumi ini.

Naturalisme Yunani dengan Makro Atomisme nya melahirkan Imperium Romawi


yang imperalisme dan kapitalistis dengan gagasan dasarnya individualisme yang
mengujud menjadi filsafat liberalisme.

Mikro Atomisme yang menjadi landasan filsafat kolektivisme dan melalui Alexander
The Great (abad ke-3 SM) menghadiahkan kolektivisme untuk tumbuhnya Persia
Baru yang kolektiv-imperialis sebagai Blok Timur yang berhadapan dengan
Imperium Romawi sebagai Blok Barat.

Sepeninggalan Alexander The Great Imperium Greek pecah belah menjadi dibawah
kekuasaan masing-masing jenderalnya.

Mesir dan seluruh daerah Palestina dikuasai oleh Jenderal Ptolomeus, Persia
sampai dengan daerah-daerah sekitar Furai dan Tigris dikuasai oleh Jenderal
Sulucus dan daerah Yunani dikuasai oleh Jenderal Antigonus.

Bani Israil dan Yahudi berpecah belah dan saling pinjam tangan jenderal-jenderal
Alexander The Great untuk menghancurkan musuh sesamanya.

Malah ada yang meminjam jenderal Pompeye dari Romawi sehingga semenjak
tahun 67 SM seluruh wilayah Israil dan Yudea jatuh ketangan imperius Romawi.

Dikala itu setiap manusia dihadapkan kepada pilihan antara


Individualisme....kolektivisme Persia (Blok Timur) dengan kenyataan bahwa
keduanya adalah sama-sama penjajah yang membikin massal manusia menjadi
miskin papa.

Dimana aduk-adukan Nur dz ms sy adalah bukan obat kecuali hanya semacam obat
penenang belaka.
45

Maka dalam suasana yang demikian nabi Isa as, dengan dakwah Injil ms Rasul
mengajukan alternatif Kaljasadi berdasar iman pandangan dan sikap hidup.

Akhirnya Injil ms Isa memenangkan kehidupan, dibuktikan dengan hancurnya


Imperius Romawi dibawah pimpinan Raja Nero dan Imperium Greek dibawah
pimpinan jenderal-jenderal Alexander The Great.

Bani Israil dan Yahudi membuktikan kebenaran surat 036 yaasiin ayat 14,

Idz arsalnaa ilaihimuts naini fa kadz-dzabuuhumaa fa 'azzaznaa bi tsaalitsin fa


qaaluu innaa ilaikum mursaluun.

Artinya :

14. "Setiap kali para Rasul tampil membawa misi sidua satu ( Nur dan dz ms Rasul)
maka setiap kali pula mereka melancarkannya menjadi model ketiga ( aduk-adukan
Nur-dz ms syayathin).

14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka
mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga,
maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
diutus kepadamu".

Demikian pula terhadap Injil ms Isa, maka dibawah bayonet imperium Romawi
sebagai tukang pukul alam pikiran Yunani yang bertujuan imperalisme, Yahudi
dibawah pimpinan rabbi Yochanan dan Zakkai, sepeninggalan nabi Isa mengaduk-
adukan Injil ms Isa dan puntung-puntung Majusi, Romawi dari alam pikiran Yunani
menjadi kitab Perjanjian Lama ( Old testament) atas hak cipta anak Maryam, anak
Allah, dan buku tersebut dapat kita baca sekarang dalam bahasa Indonesia dengan
judul Al kitab.

Pada mulanya semua orang kristen adalah Yahudi, dan agama kristen sebagai satu
sekte Yahudi agak berbeda dengan kebanyakan sekte yang lain.
46

Perpecahan antara orang Yahudi dan orang kristen terjadi setelah agama kristen
menjalar kepada orang-orang yang bukan Yahudi dan menjadi agama dunia.

Pekerjaan ini adalah satu karya seorang Yahudi yang lain lagi, pembangun yang
nyata dari gereja kristen, namanya adalah Saul of Tarsus atau Paul.

Dia telah membikin tentang Yesus seperti Talmud telah membikin terhadap Taurat
ms Musa, satu penafsiran sendiri dari satu pedoman hidup.

Paul menggusur pengikut-pengikut Injil ms nabi Isa yang lemah imannya dan
mentranformasikan mereka kedalam satu gereja yang bersifat militan.

Akhirnya agama kristen menjadi satu gerakan Internasional yang diperhitungkan


oleh kerajaan Romawi.

Dogma kristen menjadi satu teologi ( sebangsa tauhid) yang dipengaruhi oleh
tulisan-tulisan filsuf Yahudi yang bernama Philo yang mensintesekan Old testamen
dengan karya-karya Plato.

Untuk melanjutkan missi Yahudi maka pada akhir abad pertama Rabbi Yoshuman
dan zakkai mendirikan Yoshiva yang pertama yaitu akademi pelajaran Yahudi di
kota Jabneh, sebelah utara kota Yerussalem.

Alam pikiran Yunani adalah landasan hidup Imperium Romawi.

Mengaduk-adukan alam pikiran Yunani menjadi rujak agama Yahudi berarti


merusak imperium Romawi.

Dari itu maka Titus terpaksa mengerahkan 80.000 tentara untuk mengepung Yahudi
di Yerussalem yang dipertahankan oleh tidak lebih dari 23.400 tentara Yahudi.

Akhirnya Yerussalem dihancurkan dan Yahudi kembali bergentayangan.

Orang-orang Arab adalah penghuni padang pasir, orang-orang Quraisy bertempat


tinggal disepanjang daerah tepi pantai, dimana mereka membangun perkampungan
dagang pada ujung route perjalanan kafilah.

Kemarilah orang-orang badawi datang untuk membeli barang-barang mewah,


merampok dengan kafilah onta, guna menutupi kebutuhan hidup.

Tetapi setelah kedatangan Yahudi maka perdagangan dan industri mulai ramai, kota
demi kota berkembang, dan seni pun tumbuh subur.

Mengalirnya Yahudi ke jazirah Arab mulai setelah tahun 70 M hingga abad ke-5 dan
ke-6 M.
47

Dengan perasaan terima kasih atas perlindungan yang telah diberikan kepada
mereka, Yahudi menggabungkan diri dengan Arab dalam mengalahkan penyerbuan-
penyerbuan tentara kristen.

Sungguhpun agama kristen tidak diperkenankan masuk tapi faham Yahudi masuk
merayap, bukan dengan pedang melainkan dengan percontohan dari tingkah laku
orang Yahudi, orang - orang Arab menyebut orang Yahudi "ahli kitab", Yahudi dan
Arab hidup berdampingan secara damai.

Semenjak penghancuran Yerussalem sepenjuru bagian arab utara sudah masuk


kristen berarti sudah berorientasi old testamen versi Yunani.

Demikian pula sepenjuru timur laut Arab sudah berorientasi old testatement versi
Yunani.

Mesir sebagai salah satu provinsi Romawi juga sudah berorientasi old testamen,
ditambah lagi dengan instruksi Heraklo pada permulaan abad ke-6 M kepada Najasi
untuk mengkristenkan Arab dan menggiring Arab untuk menjadi ondel-ondel
Romawi ( blok barat), hasilnya sepenjuru pantai barat Arab dan Yaman ( bagian
selatan Arab) sudah berorientasi old testamen versi Yunani.

Sedang Yahudi sendiri menyerbu ketengah jantung dan menjaring sepenjuru


kehidupan Arab jahiliyah, berarti sepenjuru Arab jahiliyah sudah berorientasi old
testamen versi Yahudi.

Golongan intelektual hingga abad ke-6 M menjelang nabi Muhammad tampil dengan
missi al-Qur'an ms Rasul, mereka sudah menjadi Ashabul Kahfi Plato, yang
memperoleh Ilmu Teori Gua Plato.

Dengan demikian maka golongan intelektual Arab jahiliyah yang sudah berorientasi
old testamen versi Yahudi adalah divisi kelima atau pangkalan asing Yahudi untuk
membom dari dalam al-Qur'an ms Rasul hingga menjadi aduk-adukan Nur dz ms sy.

Dengan demikian maka al-Qur'an ms Rasul belum turun tetapi artinya / tafsirnya
sudah lebih dulu dibuat dan diajarkan oleh Yahudi kepada orang-orang Arab.

Demikianlah, maka pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 tahun gajah ( 610 M)


turunlah wahyu yang pertama kepada Muhammad sekaligus pengangkatan
Muhammad menjadi Rasulullah, seperti dibuktikan pada Surat 096 Al 'Alaq ayat 1 –
5:

Iqra' bismi rabbikal ladzii khalaq.


48

Artinya :

1. "Nyatakan diri kamu atas nama Allah" menurut ajaran Ilmu-Nya, pembimbing
kehidupan kamu, Dia Allah yang telah menciptakan segala".

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

Khalaqal insaana min 'alaq.

Artinya :

2. "Dia, Allah yang telah mencipta manusia dari segumpal sel-sel darah dalam
proses paduan dua sperma".

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Iqra' wa rabbukal akram.

Artinya :
49

3."Nyatakan diri kamu, yakni menurut ajaran pembimbing kamu yang memiliki nilai-
nilai kehidupan mulia".

3.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

Alladzii 'allama bil qalam.

Artinya :

4."Dia, Allah yang telah mengajarkan satu ilmu untuk dibukukan kedalam satu kitab
yakni al-qur'an ms rasul-Nya".

4.Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

'Allamal insaana maa lam ya'lam.

Artinya :

5."Yang mengajarkan manusia tentang segala sesuatu yang tidak pernah


diketahuinya".

5.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


50

Begitulah seterusnya, Allah terus menerus menurunkan al-qur'an ms rasul-Nya


sehingga, setelah k.l. 23 tahun, al-qur'an ms rasul menjadi lengkap seperti yang kita
saksikan sekarang ini.

Missi al-qur'an ms rasul bagaikan bulan purnama membelah pandangan hidup


kedalam sudut yang membadar pandangan terang benderang ( segitiga ABC) dan
sudut gelap yang menenggelamkan diri kedalam pandangan bayangan ( segitiga
BED dan atau segitiga FDC yang ditumpang tindih diatas BDC).

Sebaliknya Romawi ( blok barat) lawan Persia baru (blok timur) hanyalah keledai
komidi Yahudi yang berjingkrak-jingkrak dimalam gulita. Satu kesatuan
konstitusional tetapi hatinya pecah belah.

Al-qur'an menggambarkan pertarungan kebudayaan abad ke-7 M pada surat 030. Ar


Ruum ayat 3 – 4 demikian :

Fii adnal ardhi wa hum mim ba'di ghala-bihim sa yaghlibuun.

Artinya :

3. "Yaitu mereka tidak mampu mempertahankan dominasinya atas permukaan bumi


ini, tapi setelah itu mereka akan memperoleh kemenangan lagi".

3.di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,
51

Fii bidh'i siniina lillaahil amru min qablu wa mim ba'du wa yauma-idziy yafrahul
mu'minuun.

Artinya :

4."Dalam waktu beberapa tahun lagi, begitulah kepastian Ilmu Allah dari sebelum
dan sesudah nabi Muhammad SAW, ialah peredaran hidup kedalam satu kesudahan
terakhir yang akan memenangkan orang-orang yang hidup dengan Nur yakni al-
qur'an ms rasul".

4.dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka
menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang
yang beriman,

Pesta kemenangan al-qur'an ms rasul selesai sudah pada tahun 632 M.

Munculnya al-qur'an ms rasul mengakibatkan hancurnya dzulumat ms syayathin


Romawi ( blok barat ) dan sunnah syayathin Persia Baru ( blok timur).

Nabi Muhammad adalah Dzulqarnain yaitu Penguasa dua kurun seperti ditegaskan
didalam salah satu hadisnya.

Nabi Muhammad dan khulafaur rasyidin serta orang-orang yang benar-benar ber-
iman, sudah pergi meninggalkan dunia dan meninggalkan warisan Iman ialah
"Pandangan dan sikap hidup", sedang selera masa dikala itu sudah berubah maka
kearah rangsangan Yahudi.

Berbagai pertentangan (polarisasi internal) mulai muncul kepermukaan saling kejar-


mengejar dalam rangka memenuhi rangsangan Yahudi yang sudah lama terpendam
oleh tegaknya Nur ms Rasul.
52

Muncullah Muawiyah yang diperkuat oleh Marwan bin Hakam dan Amr bin Ash
memanfaatkan issue terbunuhnya Usman menjadi sentimen politik guna mengiring
Bani Umayah kearah memenuhi tujuan pribadinya berhadapan dengan Ali bin Abi
Thalib sebagai khalifah resmi yang di bai'at oleh umat islam dikala itu.

Pertentangan meningkat menjadi pertumpahan darah, dalam satu kesempatan


perundingan dengan liciknya Amr bin Ash memperdaya Abu Musa al-as'ari dengan
akibat terpecah belahnya kekuatan pendukung Ali sebagian memisahkan diri dan
menamakan dirinya golongan Khawarij yang kelak melakukan satu rencana jahat
membunuh Ali, Muawiyah dan sekaligus Amr bin Ash.

Ali dibunuh oleh kaum Khawarij sementara Muawiyah dan Amr lolos dari usaha
pembunuhan sehingga kekuasaan mereka semakin tidak terhalangi lagi.

Dipihak lain golongan Khawarij terus menerus melakukan berbagai propokasi


politik a.l. memojokkan Muawiyah dengan pernyataan bahwa Muawiyah sudah tidak
lagi ber-iman karena gerak hidupnya sudah tidak lagi mencerminkan perujudan al-
qur'an ms rasul.

Dalam menghadapi propokasi ini Muawiyah secara sembunyi-sembunyi mendirikan


partai Murji'ah yang kemudian mengeluarkan fatwa bahwa persoalan iman adalah
persoalan hati , manusia tidak bisa mengetahui iman seseorang kecuali nanti di
akhirat, inilah pertama kalinya iman = pandangan dan sikap hidup di geser secara
formal menjadi iman = percaya.

Melalui mimbar dynasti Umayah, yang dilanjutkan oleh dynasti Abbasiyah,


Saljuqiyah, dsb.

Akhirnya iman ialah percaya berterbangan dan menerjang sepenjuru dunia, ibarat
badai padang pasir yang mengaruskan pasir yang mengamuk dan mendelta budaya
selama 10 abad lamanya dan kemudian menjadi lantai dari pesta pora Naturalisme
blok barat dan blok timur semenjak bangkitnya Eropa modern.

Dalam rangka mempertahankan diri mereka, Yahudi didalam perkampungan-


perkampungan Yahudi di Eropa menghasilkan pemikir-pemikiran agung guna
dipersembahkan bagi kemanusiaan dalam satu persaudaraan manusia menurutnya.

Pemindahan ilmu pengetahuan Yunani dan humanisme ke Eropa dilakukan oleh


Yahudi sejak abad ke-8 sd abad ke-14, sehingga kepala pemerintahan Eropa yang
sudah terpengaruh oleh Yahudi mengundang cendekiawan - cendekiawan Yahudi
untuk menterjemahkan berbagai literatur yang berbahasa Yunani, Arab dan Yahudi
kedalam bahasa latin.

Orang-orang Yahudi menjadi ahli-ahli yang paling terkemuka dalam berbagai


bidang ilmu pengetahuan sehingga tidak kurang 12 % hadiah nobel ( dalam bidang
kimia, fisika, kedokteran, dll) jatuh ketangan Yahudi.

Perang dunia I sebagai salah satu pentas dunia hasil rancangan Yahudi berhasil
membagi peta dunia menjadi blok Helenisme dan blok Sarasinisme, dimana blok
53

Helenisme menjadi negara-negara imperialis dan blok Sarasinisme menjadi negara-


negara koloninya.

Perang dunia II, adalah pentas yang lain yang secara kongkrit hasilnya adalah
diproklamasikannya negara Israel sebagai pusat kekuatan Yahudi di dunia pada
tahun 1948.

Sisi yang lain membagi dunia menjadi calon blok barat dan calon blok timur yang
pada tingkat sekarang ini sudah semakin memperlihatkan hasilnya bagi tegaknya
blok barat dan blok timur sebagai dua tanduk Yahudi yang akan di dayagunakan
untuk melacak dan sekaligus menghancurkan bibit-bibit tegaknya al-qur'an ms
rasul Muhammad kurun kedua kelak.

Akhirnya perlu ditegaskan bahwa, sepertihalnya kegagalan Yahudi pada abad ke-7
terhadap tegaknya al-qur'an ms rasul kurun pertama, maka pada abad ke-21 kelak
akan berulang menjadi kegagalan yang sama terhadap tegaknya al-qur'an ms rasul
kurun kedua.

Sepertihalnya pertarungan saling menghancurkan antara blok timur dan blok barat
pada abad ke-7 maka akan berulang pula pertarungan yang saling menghancurkan
antara blok barat abad ke-20 lawan blok timur abad ke-20 sebagai klimaks dari
permainan Yahudi dengan individualisme dan kolektivisme yang tidak lagi dapat
dipercaya oleh umat manusia dapat mengantar dunia kedalam satu perdamaian
yang dijanjikan.

Demikian pula berbagai nasionalisme yang menjanjikan kesejahteraan hidup bagi


warganya, tidak dapat lagi mengulur waktu untuk mengujudkan janjinya, karena
pada akhir ke-20 ini akan terjadi satu perang peradaban yang akan memusnahkan
semua filsafat hidup aduk-adukan Nur dz dan atau penyelewengan dzulumat ms
syayathin seperti ditegaskan oleh surat 021 al-anbiya ayat 96 dan 97 demikian :

Hattaaidzaa futihat ya'juuju wa ma'-juuju wa hum min kulli hadabiy yansi-luun.

Artinya :

96. "Sehingga apabila Ya-juj dan Ma-juj 1) sudah dikalahkan maka mereka, dari
setiap satuan, akan rontok bagaikan bulu gugur dari kulitnya".

96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan
cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
54

Waq tarabal wa'dul haqqu fa idzaa hiya syaakhishatun abshaarul ladziina kafaruu
yaawailanaa qad kunnaa fii ghaflatim min haadzaa bal kunnaa zhaalimiin.

Artinya :

97. "Dan janji pasti hidup obyektif ilmiah dengan al-qur'an ms rasul (kurun kedua)
telah dekat. Maka tiba-tiba yang demikian itu menjadi pembelalakan penglihatan
mereka yang berlaku negatif terhadap al- quran ms rasul ( sehingga mereka
melemparkan pengakuannya) ; "Aduhai celaka kita! Sungguh kita adalah dalam
kelengahan dari yang demikian ini. Bahkan kita adalah yang berlaku dz ms
syayathin".

97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba
terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): "Aduhai, celakalah
kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah
orang-orang yang zalim".

1). Istilah Ya-juj ialah Zionisasi Injil ms Isa menjadi old dan naw testamen yang versi
Hebrew, selanjutnya menjadi zionisasi al-qur'an ms rasul Muhammad menjadi
serasin aduk-adukan Nur dz ms sy atau pola Zionisme. Dan istilah Ma-juj ialah
Yunanisasi Injil ms Isa menjadi od dan new testamen versi Yunani atau Idealisme
Helenisasi,.....Selanjutnya secara operasional berujud menjadi blok barat lawan blok
timur yang ditingkahi oleh berbagai nasionalisme.Kesemuanya merupakan ujud
peradaban ciptaan Yahudi yang akan menghadapi kehancurannya /
kebangkrutannya seiring tegaknya Nur ms rasul kurun kedua pada abad ke-21
kelak.

Demikianlah kita petik berbagai pembuktian sejarah sebagai total cara perbuatan
manusia yang terus menerus dan sambung menyambung diatas prinsip yang sama
oleh muka yang berlain-lainan dan dalam muka yang berbeda-beda dipermukaan
bumi ini.
55

Pergeseran sejarah mengantar kita kearah satu pengertian bahwa peradaban abad
ke-20 adalah peradaban Iblis yang didutai oleh Yahudi yang sebenarnya lagi akan
musnah dalam rangka membuka ruang abad ke-21 sebagai abad al- qur'an ms rasul
kurun kedua.

Akibat permainan Yahudi yang memendam dengki terhadap ajaran Allah ms rasul
dan terus menerus berupaya untuk mematikan Nur ms rasul, mengakibatkan
massal manusia terjerumus kedalam tingkat kesadaran berpikir yang sangat rendah
sehingga tidak lagi menyadari nilai-nilai al-qur'an ms rasul yang demikian agung
sebagai Hudan Lil Muttaqin.

Oleh karena itu pengantar studi al-qur'an ms rasul adalah salah satu upaya untuk
menyadarkan umat manusia seumumnya dan bangsa Indonesia Pada khususnya
dalam rangka menghadapi perang peradaban yang akan menghancurkan
peradaban ciptaan Yahudi guna menyediakan ruang bagi tegaknya Nur ms rasul
kurun kedua.

Terlebih bagi setiap pribadi, dalam hubungan bahwa usia manusia ini terlalu
singkat ('ibarat seorang perantau yang berteduh dibawah sebuah pohon dalam
perjalanannya.."-hadits) maka pengantar studi al-qur'an ms rasul ini merupakan
satu kajian dalam rangka Quu A'nfusakum Wa Ahlikum Nara kearah mencapai
husnul khatimah sebagai sangkutan dari hasanah di dunia yang kelak akan
dibangkit menjadi hasanah di akhirat.

Akhirnya, sebagai satu kajian ilmiah silahkan masing-masing pribadi melakukan


satu penelaahan ilmiah terhadap materi yang teruji ini guna memperoleh satu
kesimpulan.

Berdasar mana akan ditentukan apakah pengkajian ini akan dilanjutkan dengan Bab
selanjutnya yaitu Bab II. Pokok-pokok mencapai iman, ataukah akan disudahi
sampai dengan Bab I ini saja.

BAB. II POKOK – POKOK MENCAPAI IMAN