P. 1
Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati

Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati

5.0

|Views: 22,492|Likes:
Dipublikasikan oleh Arzeel Hameed

More info:

Published by: Arzeel Hameed on Nov 02, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2014

pdf

text

original

Sections

  • I. PENDAHULUAN
  • II. PESTISIDA NABATI
  • IV. TANAMAN PESTISIDA NABATI
  • 4.1. Ajeran (Bidens pilosa L.)
  • 4.2. Akar tuba (Derris elliptica (Wallich) Benth)
  • 4.3 Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.)
  • 4.4. Baru cina (Artemisia vulgaris Linn.)
  • 4.5. Bawang (Allium cepa)
  • 4. 6. Bawang putih (Allium sativum L)
  • 4.7. Bayam duri (Amaranthus spinosus Linn.)
  • 4.8. Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.)
  • 4. 9. Bijanggut / janggot (Mentha spp.)
  • 3. 10. Brotowali (Tinospora rumphii)
  • 4. 11. Bunga pagoda (Clerodendrum japonicum (Thunb)
  • 4. 12. Bunga piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium)
  • 4. 13. Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa Linn.)
  • 4. 14. Cabai merah (Capsicum annuum)
  • 4. 15. Cemara hantu (Melaleuca brachteata F. Muell.)
  • 4. 16. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
  • 4. 17. Duku (Lansium domesticum)
  • 4. 18. Gadung (Dioscorea hispida Dennst.)
  • 4. 19. Gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth.ex Walp)
  • 4. 20. Genteng peujet (Quassia amara L.)
  • 4. 21. Iler (Coleus scutellarioides Linn. Benth)
  • 4. 22. Jahe (Zingiber officinale)
  • 4. 23. Jarak (Ricinus communis Linn.)
  • 4.24. Jeringau (Acorus calamus L.)
  • 4. 25. Kelor (Moringa oleifera)
  • 4. 26. Kenikir (Tagetes erecta )
  • 4. 27. Ketumbar (Coliandrum sativum)
  • 4. 28. Kipait (Tithonia diversifolia) (Hemsley) A. Gray
  • 4. 29. Kirinyuh (Eupatorium odoratum)
  • 4. 30. Kunyit (Curcuma domestica)
  • 4. 31. Legundi laki – laki (Vitex negundo Linn.)
  • 4. 32. Lengkuas (Alpinia galanga (L) Wild)
  • 4. 33. Lenglengan (Leucas aspera)
  • 4. 34. Lidah buaya (Aloe barbadensis Milleer)
  • 4. 35. Mahoni (Swietenia mahagoni) JACQ
  • 4. 36. Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • 4. 37. Mimba (Azadirachta indica A. Juss)
  • 4. 38. Mindi (Melia azedarach)
  • 4. 39. Pacar cina (Aglaia odorata Lour.)
  • 4. 40. Paku ekor kuda (Equisetum arvense)
  • 4. 41. Patah tulang (Euphorbia tirucalli)
  • 4. 42. Pepaya (Carica papaya)
  • 4. 43. Petikan kebo (Euphorbia hirta L. )
  • 4. 44. Pongam/ki pahang (Pongamia pinnata) Merr
  • 4. 45. Putri malu (Mimosa pudica)
  • 4. 46. Sambiloto (Andrographis paniculata)
  • 4. 47. Selasih ( Ocimum bacilicum L )
  • 4. 48. Senopodii (Chenopodium ambroioides)
  • 4. 49. Serai wangi (Cymbopogon nardus (L).)
  • 4. 50. Singawalang (Petiveria alliace
  • 4. 51. Sirih (Piper betle Linn.)
  • 4. 52. Sirsak (Annona muricata, Linn.)
  • 4. 53. Srikaya ( Annona squamosa)
  • 4. 54. Suren (Toona sureni)
  • 4. 55. Tembakau (Nicotiana tabacum)
  • 4. 56. Tembelekan ( Lantana camara)
  • 4. 57. Tephrosia (Tephrosia vogelii)
  • 4.58. Tomat (Lycopersicum esculentum)
  • 4. 59. Ubi kemili (Stemona tuberosa)

Prima Tani Balitsa ISBN : 978-979-8304-53-8

TUMBUHAN BAHAN PESTISIDA NABATI DAN CARA PEMBUATANNYA UNTUK PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)

Oleh : Wiwin Setiawati, Rini Murtiningsih, Neni Gunaeni, dan Tati Rubiati

PRIMA TANI

BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 2008

Prima Tani Balitsa ISBN : 978-979-8304-58-3

TUMBUHAN BAHAN PESTISIDA NABATI DAN CARA PEMBUATANNYA UNTUK PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)
i – xi + 203 halaman, 14,7 cm x 21,6 cm, cetakan pertama pada tahun 2008. Penerbitan cetakan ini dibiayai oleh DIPA BALITSA Tahun Anggaran 2008

Oleh : Wiwin Setiawati, Rini Murtiningsih, Neni Gunaeni, dan Tati Rubiati Dewan Redaksi : Ketua : Tonny K. Moekasan Sekretaris : Laksminiwati Prabaningrum Anggota : Widjaja W.Hadisoeganda, Azis Azirin Asandhi, Ati Srie Duriat, Nikardi Gunadi, Rofik Sinung Basuki, Eri Sofiari, dan Nunung Nurtika Pembantu pelaksana : Mira Yusandiningsih Tata letak dan kulit muka : Tonny K. Moekasan Alamat Penerbit :

BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN Jl. Tangkuban Parahu No. 517, Lembang - Bandung Barat 40391 Telepon : 022 – 2786245 Fax. : 022 – 2786416; 022 - 2787676 website :www.balitsa.or.id.

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

KATA PENGANTAR Meningkatnya kesadaran konsumen akan produk pertanian termasuk sayuran yang aman bagi kesehatan dan kebugaran, aman bagi keselamatan dan kesehatan kerja, aman bagi kualitas dan kelestarian lingkungan hidup mendorong dikembangkannya berbagai persyaratan teknis bahwa produk harus dihasilkan dengan teknologi yang akrab lingkungan. Di Indonesia terdapat berbagai jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati yang aman bagi lingkungan. Namun sampai saat ini pemanfaatan belum dilakukan secara maksimal. Buku “Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati, dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT)” ini berisi 59 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai pestisida nabati. Tumbuhan tersebut pada umumnya dapat dengan mudah ditemukan, karena tumbuhan tersebut dapat ditemukan di sekitar tempat tinggal petani dan dapat disiapkan dengan mudah menggunakan bahan serta peralatan sederhana. Setiap tumbuhan yang tercantum dalam buku ini dilengkapi dengan gambar, deskripsi, bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida, kandungan kimia, cara kerja, khasiat lain dan cara penggunaan. Sehingga akan memudahkan para pengguna untuk mengaplikasikannya. Kami menyadari bahwa bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, masukan, saran dan kritik yang membangun untuk penyempurnaan buku ini sangat kami harapkan. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini kami sampaikan terimakasih. Semoga buku ini bermanfaat dalam memperluas wawasan dan pengetahuan bagi mereka yang membutuhkan. Lembang, November 2008 Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Dr. Ahsol Hasyim NIP. 080 071 759
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

v

...............11........................................... 4... IV........... 4....... 4.. Gunaeni................... Ajeran (Bidens pilosa L. Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.........6........ Bayam duri (Amaranthus spinosus Linn.....7.. Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.....)................ 4.............. 2008 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........W...............)......................)..).............14................ Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)................ Baru cina (Artemisia vulgaris Linn....1........ Bijanggut / JANGGOT (Mentha spp. DAFTAR GAMBAR…………………………………….9...... 4.)...5..... Bawang (Allium Cepa).. v vi ix 1 4 7 10 10 13 16 18 21 25 29 33 37 40 43 46 49 52 vi 4..... 4.................. TANAMAN PESTISIDA NABATI. 4.....2...... Murtiningsih............ 4........................ DAFTAR ISI ……………………………………………..... 4.................10............ N...... 4........ 4............)...) Urb.......... Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa Linn....................... Setiawati......4.. Akar tuba (Derris elliptica (Wallich) Benth)............. Bunga pagoda (Clerodendrum japonicum (Thunb).............. PESTISIDA NABATI……………………………………… PETUNJUK UMUM PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI........... I...... Bunga piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium).....8................ Balai Penelitian Tanaman Sayuran ............ R..........12..............3... 4.............. III............... dan T................... 4......13................................. Cabai merah (Capsicum annuum). Bawang putih (Allium sativum L).................... PENDAHULUAN... II..... Brotowali (Tinospora rumphii).).....

..)…..............26. 4.........38........... Kirinyuh (Eupatorium odoratum)………………………......... 4... R.... Balai Penelitian Tanaman Sayuran 57 61 64 67 71 75 78 81 84 88 91 94 98 101 103 105 108 111 114 117 120 123 126 131 vii ... 4......23....... 4........ Murtiningsih...... Kipait (Tithonia diversifolia) (Hemsley) A........)...)......19.......ex Walp)................) Kunth...........36.............................. Lenglengan (Leucas aspera)................ 4......15..............W.........................................27.. 4.. Gunaeni.................... Lidah buaya (Aloe barbadensis Milleer)......... Muell. 4.. Iler (Coleus scutellarioides..... Mimba (Azadirachta indica A...29. Kunyit (Curcuma domestica)........ Juss)............28....33.. 4. Duku (Lansium domesticum).30....... Jeringau (Acorus calamus L. 4...24... Kelor (Moringa oleifera)......... 4.......................22........... Mindi (Melia azedarach)............. Gadung (Dioscorea hispida Dennst....... 4..................31... 4...... Jahe (Zingiber officinali)......17... 4... Linn..................21.................... Legundi laki – laki (Vitex negundo Linn............................ Ketumbar (Coliandrum sativum)........ Cemara hantu (Melaleuca brachteata F......... 4. 4............ Mahoni (Swietenia mahagoni) JACQ.......................... Gamal (Gliricidia sepium (Jacq....... 4............ Lengkuas (Alpinia galanga (L) Wild). Cengkeh (Syzygium aromaticum)... 4.........16.... 4.... 4... 4........... 4.......... Benth).. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)................. Mengkudu (Morinda citrifolia)..............25..).............................37............35...........................)..... Jarak (Ricinus communis Linn.......20..... 4.).. N...............32...... Setiawati........ Kenikir (Tagetes erecta ).. Gray.18.... 2008 4..............34. dan T. Genteng peujet (Quassia amara L........ 4.............

........... 4.......... 4..................... Srikaya ( Annona squamosa)...... Setiawati........ Pongam/ki pahang (Pongamia pinnata) Merr.. 4. Senopodii (Chenopodium ambroioides)……………….......)..48...42. Murtiningsih.............................. Paku ekor kuda (Equisetum arvense)...59.................... Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).................... 4....... 4......41..46............. 4............51. Serai wangi (Cymbopogon nardus (L)...........45..............57.............47..... 4.. Tephrosia (Tephrosia vogelii)............ 4.................................. Singawalang (Petiveria alliacea).........).... Sirih (Piper betle Linn...... Suren (Toona sureni)............. Sambiloto (Andrographis paniculata)....... R................ 4...............................44... Selasih ( Ocimum bacilicum L ).............. dan T..........50..... Ubi kemili (Stemona tuberosa)..................54.........58............................. 2008 4..........................39..... Tembakau (Nicotiana tabacum).................... 4.43........................ 4... Tembelekan ( Lantana camara)........ PUSTAKA ACUAN........52.......................... Patah tulang (Euphorbia tirucalli)..... 4................40............... 4...... Tomat (Lycopersicum esculentum).....W.......49........ N.................... Gunaeni. 4...................... 4.. 4......... 136 139 141 144 148 150 153 156 159 163 165 169 172 175 178 181 183 187 190 193 196 199 Balai Penelitian Tanaman Sayuran viii . 4... 4........ IV........................ Sirsak (Annona muricata Linn.........56................ Petikan kebo (Euphorbia hirta L... Pepaya (Carica papaya).................).........53...... 4..... Putri malu (Mimosa pudica). Pacar cina (Aglaia odorata Lour............).... 4........)...55............

........... 3. Daun gamal.............. a... Tumbuhan brotowali……………………………………… Tumbuhan bunga pagoda......................... b.... Biji jarak. b..... Tumbuhan bijanggut..... 10..... b.. Umbi bengkuang ………................... Buah duku……………………………............ Tanaman cabai merah..... b......... Daun akar tuba.. a.. a........ 14.. 8...... R... 23.... b.......... Daun cengkeh... 5. Tanaman cengkeh......... 19..... Tanaman cemara hantu... a.. a.... Tumbuhan bayam duri…………………………………… a. b...... Murtiningsih............ dan T...... 17. Cara penyemprotan.. 4..................... Metode imunisasi tanaman: a.... 15.. 12...... b.... b....... 22.......... 20.. Tumbuhan ajeran..... Bunga baru bina..... Setiawati.... c. Tumbuhan gadung. Daun duku............ 11........... Umbi bawang putih………………………………………......... a................ Daun gadung............. Tumbuhan bandotan.. Tumbuhan jarak..... 21............ 10 13 16 18 21 25 29 33 37 40 43 46 49 51 52 57 61 64 67 71 75 78 81 84 ix Balai Penelitian Tanaman Sayuran .... Tumbuhan gamal........... Tumbuhan baru cina.. Tanaman bunga pukul empat............ Tanaman bengkuang.. 7................... Bunga ajeran......... Gunaeni... 24...W..... 18...................... b.... a..... 6........ b.......... 2................. N.... buah genteng peujet..... 16..... 13......... Bunga cemara hantu….. 2008 DAFTAR GAMBAR 1....... a.... Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)... Kompresor.......... Tanaman Iler……………………………………………… Rimpang jahe……………………………………………. b................. Pohon akar tuba.......... a............ Alat semprot............ Umbi bawang.... a..... Tumbuhan genteng peujet................................ Tumbuhan piretrum..... b......... 9.

. 49........................ Tanaman selasih.... b........... 26..... Rimpang kunyit.. Tanaman mindi.......... a.... a...................... 50....... 30.............. a... Bunga lenglengan........ Bunga putri malu ………… Tanaman sambiloto..... Biji senopodii…………………............ Tumbuhan kirinyuh ………………………………………..... Tumbuhan mimba................ b.. a... Buah mahoni....... Tumbuhan kipait..... 46.. 45....................................................... 33................................. b.......................... b...... Tumbuhan lenglengan.......... a............ a... Bunga kenikir... 32............ N........ Tumbuhan legundi laki-laki....................... Buah mengkudu......... Daun mimba............. 43.... a. 44..... Setiawati...... 36......... b........ 28... Daun kelor.... Rimpang lengkuas ..... 42..................... d....... b. Bunga jeringau…………….W.................... Tanaman sereh wangi.. bunga ketumbar……………........... 34..... c..... Tumbuhan pongam...... a.... Tanaman pepaya. Murtiningsih.... Daun mahoni............... Tumbuhan kenikir............. Tumbuhan culan.......... a............. dan T..................... Tanaman ketumbar..... Tumbuhan paku ekor kuda.............. b.. Tumbuhan putri malu........ 88 91 94 98 101 103 105 108 111 114 117 120 123 126 131 136 139 141 144 148 150 153 156 159 163 165 Balai Penelitian Tanaman Sayuran x .................... a............ d......................... 40........ Bunga senopodii...... Tanaman lidah buaya.............. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)............ Tumbuhan petikan kebo.. b..... 37. Daun mengkudu............................. Tumbuhan kelor...... a... 39........................... 31.... 27... Gunaeni........ Tumbuhan patah tulang... R........... 47.................................... 29.. Bunga kipait. a... Tumbuhan jeringau............. Tanaman lengkuas.... 35............ b...... b....................... Bunga culan............... 38................ Tumbuhan mahoni. 2008 25.. a... b............ 41............. 48........

.... Buah tephrosia..... 52...................... b.... Tanaman tomat. dan T..................... a.... 56...................W......... Tumbuhan ubi kemili............... b........................... Tanaman sirih................... 60........ Tanaman suren…………………………………………… a.. Buah sirsak.................. a................. Tumbuhan singawalang................................ Buah srikaya. 54................ Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). c............ R..................... Gunaeni.. Setiawati............ N..... 2008 51..... a......................... b...... Tanaman tembakau...... Daun sirih....... Tanaman sirsak............ 57.... 53........... 169 172 175 178 181 183 187 190 193 196 Balai Penelitian Tanaman Sayuran xi .. Tumbuhan tephrosia......... Bunga tembelekan. Daun tembakau kering.... 58... b...... 55. Ubi kembili....... b.......... Murtiningsih.. 59............. Bunga tephrosia........ a..

ulat buah tomat (Helicoverpa armigera). PENDAHULUAN Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas penting dalam upaya peningkatan produksi sayuran. seperti ulat daun kubis. Serangan OPT terjadi di semua tahap pengelolaan agribisnis sayuran dimulai dari sebelum masa tanam. Secara kualitatif laporan dan keluhan tentang semakin tidak manjurnya jenis-jenis pestisida tertentu semakin sering disampaikan oleh para petani atau petugas lapangan. N. Kehilangan hasil tanaman sayuran akibat serangan OPT di pertanaman diperkirakan mencapai 25-100% dari potensi hasil. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Beberapa OPT sayuran dilaporkan telah resisten terhadap pestisida tertentu. ulat Balai Penelitian Tanaman Sayuran 1 . Murtiningsih. dan T. penyakit layu bakteri. Dalam upaya memperkecil kerugian ekonomi usahatani sayuran akibat serangan OPT. Secara ekonomis kerugian tersebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Penggunaan pestisida yang yang tidak tepat dan tidak benar baik jenis maupun dosis penggunaannya seringkali menimbulkan masalah OPT dan ledakan OPT diantaranya: 1) Resistensi hama. pada umumnya para petani masih sangat menggantungkan pada penggunaan pestisida kimia sintetik. antara lain ulat daun kubis. penyakit bengkak akar. penyakit hawar daun. Di samping sangat menurunkan kuantitas produksi. meskipun PHT sudah menjadi kebijakan pemerintah. kutudaun. 2008 I. lalat pengorok daun. ulat grayak (Spodoptera litura). R. serangan OPT juga dapat menurunkan kualitas dan harga produk.W. preventif dan prinsip asuransi yang cenderung berlebihan. Masyarakat sudah tidak asing dengan nama-nama OPT sayuran. Setiawati. Gunaeni. (Plutella xylostella). Mereka masih mengikuti paradigma perlindungan tanaman konvensional. nematoda sista kentang (NSK) dan masih banyak lagi. di pertanaman. serta daya saing produk di pasar. sampai penyimpanan dan pengangkutan produk.

penyakit hati. Ambarawa. Setiawati. kanker prostae. atau kepadatan populasinya tidak lagi mampu mengendalikannya 4) Residu pestisida. Ketika musuh alami mengalami kematian akibat aplikasi pestisida. N. kubis. lymphomas. sawi. karena musuh alami yang awalnya mampu menjaga kepadatan populasinya selalu rendah menjadi tidak ada. Beberapa jenis penyakit yang telah diteliti dapat diakibatkan oleh pengaruh samping penggunaan senyawa pestisida antara lain leukemia.W. Sejak tahun 1980. dan T. melanoma. beberapa senyawa pestisida telah terbukti dapat menjadi faktor "carsinogenic agent" baik pada hewan dan manusia. Lembang). residu pestisida telah ditemukan mencemari beberapa jenis sayuran seperti kentang. kanker kulit. Jawa Tengah (Getasan. Tawangmangu) Jawa Timur (Batu). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Balai Penelitian Tanaman Sayuran 2 . Pengalengan. Murtiningsih. Sumatera Utara. myaloma ganda. R. penyakit otak. tumor syaraf dan neoplasma indung telur. sarcomas jaringan lunak. kanker paru. dan Jambi. kanker perut. lalat pengorok daun (Liriomyza huidobrensis) dan ulat penggerek umbi kentang (Phthorimaea operculella) 2) Resurgensi hama. 2008 bawang (Spodoptera exigua). Resurgensi terjadi pada beberapa hama penting seperti kutudaun persik (Myzus persicae) dan ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana) 3) Ledakan OPT sekunder. Selain dari pada itu. Gunaeni. 5) Kesehatan manusia. tomat dan wortel pada daerah-daerah sentra sayuran di Jawa Barat (Pacet. Ada OPT lain yang awalnya bukan OPT utama populasinya akan meningkat.

Hal tersebut dilakukan karena konsumen tidak hanya menuntut produk sayuran yang aman bagi kesehatan. N. relatif lebih murah dan mudah diperoleh. R. aplikasi pestisida nabati perlu mendapat perhatian untuk dikembangkan. Sebagian besar pestisida tidak hanya membunuh organisme pengganggu. bebas residu pestisida kimia. Beberapa pestisida persisten pada jaringan tanaman dan tanah dalam waktu yang lama. Setiawati. tapi juga menuntut produk sayuran yang diproses dengan teknologi perlindungan tanaman yang akrab lingkungan. Gunaeni. Pestisida juga dapat terikut dalam aliran sungai dan danau. upaya perlindungan tanaman sayuran dilakukan berbasis pada pengelolaan ekosistem secara terpadu dan berwawasan lingkungan. Murtiningsih. dan T. Oleh sebab itu. 2008 6) Masalah lingkungan. akan tetapi juga pada hewan-hewan yang memakan seranggga tersebut. Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia tersebut. Salah satu alternatif teknologi pengendalian OPT adalah penggunaan pestisida nabati yang lebih alami. kurang beracun terhadap jasad berguna. dan beberapa juga terakumulasi tidak hanya dalam tubuh serangga. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 3 . karena jenis pestisida ini mudah terurai di lingkungan. Alam sebenarnya telah menyediakan bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi serangan OPT pada tanaman sayuran. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan mungklin meracuni kehidupan perairan.W. akan tetapi banyak juga yang membunuh wildlife dan organisme non target dan mikroorganisme.

R. bakterisida. Jenis pestisida yang berasal dari tumbuhan tersebut dapat ditemukan di sekitar tempat tinggal Balai Penelitian Tanaman Sayuran 4 . reproduksi. Gunaeni. yang diperoleh dari bunga Pyrentrum aneraria juga banyak digunakan. PESTISIDA NABATI Bahan aktif pestisida nabati adalah produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid. keseimbangan hormone. yang mengandung bahan aktif rotenon sebagai zat pembunuh. namun berpengaruh terhadap sistem saraf otot.W. Murtiningsih. Setiawati. Selain bersifat sebagai insektisida. mitisida maupun rodentisida. Di Indonesia terdapat 50 famili tumbuhan penghasil racun. virusida. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ke tanaman yang terinfeksi OPT. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bahan aktif pirenthin I dan II serta anerin I dan II. anti makan dan sistem pernafasan OPT. Penggunaan pestisida nabati kurang berkembang karena berbagai hal antara lain karena kalah bersaing dengan pestisida sintetis. Lebih dari 1500 jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat digunakan sebagai pestisida nabati. bervariasi dan tidak stabil. nematisida. Di Asia dan sekitarnya para petani lebih mengenal bubuk pohon deris. dan juga karena ekstrak dari tanaman/tumbuhan umumnya mempunyai kadar bahan aktifnya tidak tetap. terpenoid. dan T. 2008 II. Di Filipina. Pada tahun 1800-an ekstrak tembakau dan asap nikotin telah digunakan untuk mengendalikan hama. Kelompok pestisida sintetik yang sudah dikembangkan dan dipasarkan saat ini banyak yang berasal dari pestisida nabati seperti karbamat dan piretroid. Asteraceae. tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan telah diketahui mengandung bahan aktif insektisida. dan zat – zat kimia sekunder lainnya. tidak berpengaruh terhadap fotosintesis pertumbuhan ataupun aspek fisiologis tanaman lainnya. jenis-jenis tumbuhan tersebut juga memiliki sifat sebagai fungisida. Famili tumbuhan yang dianggap merupakan sumber potensial insektisida nabati antara lain Meliaceae. perilaku berupa penarik. N. Annonaceae. Piperaceae dan Rutaceae. fenolik.

R. Sedangkan jenis daun dan umbi dapat diblender dan diambil ekstraknya. setelah itu siap digunakan. (2) penolak (repellent). Efektivitas suatu bahan-bahan alami yang digunakan sebagai pestisida nabati sangat tergantung pada bahan tumbuhan yang dipakai. Murtiningsih. (4) menghambat perkembangan. (6) pengaruh langsung sebagai racun dan (7) mencegah peletakkan telur. Hal tersebut dikarenakan sifat bioaktif atau sifat racunnya tergantung pada kondisi tumbuh. dapat disiapkan dengan mudah menggunakan bahan serta peralatan sederhana. Gunaeni. Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan pestisida nabati adalah keunggulan dan kelemahan penggunaan pestisida nabati tersebut. N. karena satu jenis tumbuhan yang sama tetapi berasal dari daerah yang berbeda dapat menghasilkan efek yang berbeda. antara lain : cairan berupa ekstrak dan minyak. (5) menurunkan keperidian. Sebelum digunakan bahan-bahan di atas dicampur dengan larutan sabun/ditergent dan direndam semalam. pasta serta bentuk padat berupa tepung atau abu. Bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk. direbus dan direndam sebelum disemprotkan. Hal lain yang harus diperhatikan sebelum membuat ramuan pestisida nabati adalah mengetahui terlebih dahulu hama atau penyakit yang menyerang sayuran yang ditanam. (3) toksitasnya umumnya rendah terhadap Balai Penelitian Tanaman Sayuran 5 . Bahan-bahan tersebut di atas umumnya dibuat dengan cara diblender. Untuk membuat pestisida nabati diperlukan bahan – bahan berupa bagian dari tanaman misalnya daun. Untuk jenis biji direndam terlebih dahulu kemudian ditumbuk/diblender. akar dan lainnya. biji. yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian.W. dan T. umur tanaman dan jenis dari tumbuhan tersebut. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 petani. Setiawati. buah. (3) penarik (atractant). (2) memiliki efek/pengaruh yang cepat. Pestisida nabati dapat berfungsi sebagai : (1) penghambat nafsu makan (anti feedant). Keunggulan pestisida nabati antara lain : (1) mengalami degradasi/penguraian yang cepat oleh sinar matahari.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran 6 . dan T. (3) kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk pestisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus).W. Murtiningsih. (6) fitotoksitas rendah. N. (4) memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif. (2) caya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga/memiliki efek lambat). R. Kelemahan pengggunaan pestisida nabati antara lain : (1) cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering. (4) ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas dan (5) kurang praktis dan tidak tahan disimpan. 2008 hewan dan relatif lebih aman pada manusia (lethal dosage (LD) >50 Oral). Gunaeni. yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman dan (7) murah dan mudah dibuat oleh petani. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). (5) dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida sintetis.

daun dikeringanginkan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 7 . Pengumpulan bahan/penyortiran b.W. penempatan langsung atau penyebaran bagian tumbuhan di tempat – tempat tertentu pada lahan pertanaman. Penghancuran . yaitu 1. Murtiningsih. Pencucian c. Pengumpulan bahan/penyortiran b. pengasapan (pembakaran bagian tanaman yang mengandung bahan aktif pestisida). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Ekstraksi bahan segar dengan air : a. Proses ekstraksi sederhana dapat dilakukan dengan tiga cara. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi f. Setiawati. PETUNJUK UMUM PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI Secara umum penguasaan teknologi dalam pembuatan pestisida nabati. Gunaeni. dan T. Pengeringan .ditumbuk d.diblender . bunga. penggunaan serbuk tumbuhan untuk pengendalian hama di penyimpanan. Perendaman dalam air selama (1 – 3 hari) e. dan pembuatan pestisida nabati dengan cara fermentasi. pengolahan sederhana. Ekstraksi bahan kering dengan air : a. Cara sederhana pemanfaatan pestisida nabati yang umum dilakukan oleh petani di Indonesia dan di negara berkembang lainnya adalah penyemprotan cairan hasil perasan tumbuhan (ekstraksi menggunakan air). Proses pembuatan pestisida nabati Bagian tanaman seperti daun. biji dan akar bisa digunakan untuk pengendalian OPT dalam bentuk bubuk (bahan dikeringkan kemudian digiling atau ditumbuk) dan larutan hasil ekstraksi. N. R. Larutan hasil ekstraksi siap pakai 2. mulai dari teknik penyediaan bahan baku sampai produksi masih terbatas. 2008 III.

Simpanlah sediaan pestisida nabati di tempat khusus. Bersihkan peralatan tersebut setelah digunakan 4. h. f. Untuk membuat ekstrak tanaman. R. dan T. Pada saat pembuatan dan aplikasi ekstrak tanaman. d. usahakan jangan kontak secara langsung dengan ekstrak tanaman tersebut 5. tidak terjangkau oleh anak – anak dan hewan peliharaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 8 . Apabila bahan pestisida akan disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Ethanol diuapkan Pembuatan pestisida nabati skala kecil secara sederhana bisa dilakukan oleh petani biayanya lebih murah dan memberikan nilai lebih dalam menekan biaya produksi usahatani. Murtiningsih.W. Jangan disimpan dalam tempat yang terbuat dari plastik. Apabila bahan pestisida tersebut akan digunakan pastikan bahan tersebut tidak berjamur 3. gunakan peralatan khusus. Ekstraksi dengan pelarut alkohol : a. Pilih tanaman/bagian tanaman yang yang sehat (bebas dari serangan OPT) 2. g. biji/bagian yang lebih tebal dijemur di bawah sinar matahari Pencucian Penghancuran digiling atau ditumbuk Perendaman dalam air selama (1 – 3 hari) Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi Larutan hasil ekstraksi siap pakai 3. Petunjuk pembuatan dan aplikasi pestisida yang berasal dari ekstrak tanaman: 1. 2008 c. Gunaeni. e. pastikan bahwa bagian tanaman yang akan digunakan tersebut benar-benar kering dan disimpat pada tempat yang mempunyai ventilasi. N. Proses seperti di tersebut atas b. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Basuh tangan setelah aplikasi pestisida nabati 12. Bila akan menggunakan biji tanaman. R. Gunaeni. Jangan menyemprot berlawanan dengan arah angin dan saat angin kencang 10. N. Sebelum ekstrak tanaman digunakan dalam skala luas. Jangan menyemprot ketika turun hujan 11. dan T. Murtiningsih. 2008 6. Gunakan pakaian pelindung diri pada saat aplikasi pestisida nabati 9. pastikan bahwa biji tersebut benar – benar kering 7. Cucilah pakaian kerja setelah menggunakan pestisida nabati Balai Penelitian Tanaman Sayuran 9 .W. buat percobaan dahulu pada skala yang lebih kecil 8. Setiawati.

Sinonim : Bidens sundaica Blume. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih.W.) Gambar 1. TANAMAN PESTISIDA NABATI 4.) DC. b. N. R. Bunga ajeran (Sumber foto: www. Setiawati. Tumbuhan ajeran. Gunaeni.. dan T. Ajeran (Bidens pilosa L.nsw. a. 2008 IV.rbgsyd. Bidens leucorrhiza (Lour. Ketut (Jawa) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 10 . Jaringan.gov/au diakses 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Asterales Suku : Asteraceae Warga : Bidens Jenis : Bidens pilosa L. Nama umum : Ajeran Nama daerah : Hareuga (Sunda).1.

pinggir bergerigi. masing – masing berbentuk bulat telur. Khasiat lain : Ajeran berguna juga untuk obat demam. Kadang-kadang ditanam di halaman sebagai tanaman hias. Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 11 . Bagian tanaman yang digunakan adalah biji dan seluruh bagian tanaman yang berada di atas tanah (herba) Kandungan kimia: Bahan kimia yang terkandung dalam ajeran adalah flavonoid. fenilpropanoid. selesma. lemak dan benzenoid. warna hijau.W. dan T. Distribusi/penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan menyebar ke Afrika dan Asia. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bunga bertangkai panjang. rematik (nyeri persendian). terpen. N. Gunaeni. Setiawati. dan sering dianggap sebagai gulma pada ladang sayuran. pencernaan tidak baik. 2008 Nama Inggris : Spanish needle Deskripsi : Termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Murtiningsih. Habitat : Ajeran merupakan tanaman liar. Daun bertiga-tiga. usus buntu dan wasir. Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai 150 cm. mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Batang berbentuk segi empat. R.

N. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman atau siram ke tanah di sekitar tanaman. Aduk hingga rata. Tambahkan sabun/deterjen. Gunaeni. OPT Sasaran Kutudaun. Setiawati. Saring. Murtiningsih. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman atau siram ke tanah di sekitar tanaman. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan Tambahkan larutan dengan 1 liter air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). ulat tanah dan tungau Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 12 . dan T. Saring sampai getahnya keluar. Rendam dalam air selama 24 jam. ulat tanah dan tungau Bahan dan Alat Ekstrak biji ajeran 1 gelas biji ajeran 1 l air Sabun/deterjen secukupnya Panci Ember Alat penyaring Cara Pembuatan Masukkan biji ajeran ke dalam panci tambahkan air. Tambahkan sabun. didihkan selama 5 menit. Aduk hingga rata.W. Ekstrak tanaman ajeran 1 tanaman ajeran 2 liter air Sabun/deterjen secukupnya Rajang tanaman ajeran. R. Kutudaun.

Ketower.W. tetapi ulet tidak dapat diputuskan. Pohon Akar tuba (Sumber foto: www. naturia. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).sg/buloh/photo diakses 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Fabales Suku : Fabaceae Marga : Derris Jenis : Derris elliptica (Wallich) Benth) Nama Inggris : Derris. Toweran (Jawa) Ciri – ciri : Tuba merupakan tumbuhan merambat yang membelit dengan tinggi 15 meter.2. Nama umum : Tuba Nama daerah : Tuba laut ( Pantai Timur Sumatra ). 2008 4. dengan lentisel Balai Penelitian Tanaman Sayuran 13 . a. Areuy ki tonggeret. N. Daun Akar tuba. b. Gadel. R. Tuwa awewe (Sunda). Setiawati. dan T.per. tuba root. Gunaeni. Ranting tua berwarna coklat. Batangnya sebesar jari-jari tangan. Murtiningsih. Akar tuba (Derris elliptica (Wallich) Benth) Gambar 2. Tuwa aweuy.

Dahan berwarna merah gelap. tangkai dan anak tangkai 12-26 panjangnya. Setiawati. 2. akarisida. Tumbuhan ini mempunyai akar tunggang. relatif besar dan dengan penampilan yang khas. Kematian serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkena rotenon Balai Penelitian Tanaman Sayuran 14 . elliptone dan toxicarol. Tandan bunga dengan sumbu yang berambut rapat. nematisida dan racun ikan. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar Cara kerja : 1. Bunga zygomorf. Sebagai racun perut dan kontak. Kandungan kimia : Bahan kimia yang terkandung dalam dalam derris adalah rotenon. Murtiningsih. agak perigin. di tepi hutan. Derris berperan sebagai moluskisida. dan T. 2008 yang berbentuk jerawat. Di Indonesia. Penyebaran : Derris ditemukan tumbuh secara liar mulai dari India sampai ke Irian Jaya. Derris tumbuh terpencar-pencar di tempat yang tidak begitu kering. bunga tiga-tiga pada ujung cabang samping. deguelin. menyebabkan serangga untuk berhenti makan. sedangkan di Afrika dan Amerika tropis telah dibudidayakan. Daun kelopak biasanya 5. sebagian bersatu menjadi tabung. N. Rotenon merupakan racun berspektrum luas. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). di pinggir sungai atau dalam hutan belukar yang masih liar. Gunaeni.W. R. derris terdapat hampir di seluruh wilayah nusantara Habitat : Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1500 m dpl. insektisida.

tungau Balai Penelitian Tanaman Sayuran 15 . Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat pemakan daun. keong mas. Murtiningsih. Rendam dalam 20 liter air selama 3 hari. N. Gunaeni. 2008 Khasiat lain : Kegunaan lain dari derris adalah untuk racun ikan dan racun anak panah Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak akar tuba 1 kg akar tuba 20 liter air 1 sendok teh sabun/deterjen Pisau Alat penumbuk/ blender Alat saringan Ember Cara Penggunaan Cara Penggunaan OPT Sasaran Hancurkan akar tuba. dan T. kutukebul. kutudaun. Saring Tambahkan sabun/deterjen Aduk rata. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). R.W. Setiawati.

tinggi 10-120 cm. R. padi. di ketiak daun. tegak atau terbaring. mahkola bentuk lonceng.5 cm. N. jukut bau. bulat panjang. Bandotan (Foto: R. bersegi lima. Setiawati. hijau. rumput jalang.) Gambar 3.W. Gunaeni. Bunga. bongkol menyatu menjadi karangan. putih atau ungu. Nama umum : Bandotan Nama daerah : Tahi anjing. pertulangan menyirip. lebar 1-2. berotan. tepi beringgit. wedusan (Jawa). bulat telur. Batang . bentuk malai rata. Daun. dan T. bandotan. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). kelopak berbulu. Buah. 2008 4.3 Bandotan (Ageratum conyzoides Linn. ki bau (Sunda) Ciri – ciri : Herba. Murtiningsih 2008) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Asterales Suku : Asteraceae/Compositae Warga : Ageratum Jenis: Ageratum conyzoides Linn. pangkal tumpul. panjang 6-8 mm. si anggit. tangkai pendek. tangkai berambut. tahi asu. hijau. ujung runcing. tunggal. panjang 3-4 cm. Murtiningsih. majemuk. gundul Balai Penelitian Tanaman Sayuran 16 . selasdeh dandi. 1 tahun. babadotan.

polifenol. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Akar. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : 1. flavanoid . halaman kebun. hitam. R. rendam dalam 1 liter air selama 24 jam. Bici. tunggang. tanggul. Saring. Habitat : Tempat tumbuh tanaman ini mulai dari 1 sampai 2100 m dpl dan dapat tumbuh di sawah-sawah. Menghambat perkembangan serangga Khasiat lain : Kegunaan lain dari babandotan adalah untuk obat penurun panas. Tambahkan deterjen. obat luka. kecil. N. 2008 atau berambut jarang. Gunaeni. semak belukar. Kandungan kimia : Kandungan kimia yang terkandung dalam babadotan adalah saponin.W. Setiawati. hitam. obat disentri. tepi jalan. ladang. putih kotor. eugenol 5%. HCN dan minyak atsiri. dan tepi air. Penolak (repellent) 2. kumarine. Aduk hingga rata Semprotkan Hama keseluruh secara bagian tanaman umum yang terserang pada pagi dan sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 17 . dan T. dan obat mencret Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak daun babadotan ½ kg daun babadotan 1 liter air 1 gram deterjen/ Sabun Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Rajang daun babadotan. Murtiningsih.

Bunga baru cina berbentuk majemuk. Nama umum : Baru Cina Nama daerah : Baru cina (Melayu). berbagi menyirip. Murtiningsih. putih kotor. berbulu. Baru cina (Artemisia vulgaris Linn. Setiawati. common wormwood.com diakses 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa :Asterales Suku : Compositae Warga :Artemisia Jenis : Artemisia vulgaris L. a. panjang 8-12 cm. permukaan daun atas hijau. tinggi 30-90 cm. 2008 4. Bunga baru cina (Sumber foto: ccrcfarmasiugm. bentuk malai di ketiak dan di ujung batang.) Gambar 4. Gunaeni. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tumbuhan ini mempunyai daun tunggal. dan T.W.wordpress. bulat. benang sari kuning. hijau.com diakses 2008). daun kelopak lima. Batang tumbuhan ini berkayu. lebar 6-8 cm. R. Kolo (Halmahera) Goro-goro cina (Ternate) Nama Inggris : Mugwort.wordpress. kepala putik Balai Penelitian Tanaman Sayuran 18 . menahun. N. pertulangan menyirip. b. felon Ciri – ciri : Tumbuhan ini berbentuk semak. tersebar. permukaan bawah keputih-putihan. Beungkar kucicing (Sunda) Suket gajahan (Jawa Tengah). bercabang.4. Tumbuhan baru cina (Sumber foto: tanamanherbal.

obat mulas dan menambah nafsu makan. sitosterina. menyukai tanah yang lembab dan kaya unsur hara. Murtiningsih. kecil. tetrakosanol. Setiawati. kuebrakit.W. zat pahit artemisin. obat kejang. tanin dan resin Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan tangkai Cara kerja : Tumbuhan baru cina bersifat sebagai insektisida Khasiat lain : Kegunaan lain dari baru cina adalah sebagai obat nyeri haid. coklat. adenina. ferneol. obat kuat. N. Biji baru cina berukuran kecil dan berwarna coklat. 2008 bercabang dua sedangkan buahnya berbentuk kotak. obat batuk. sedangkan akarnya tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. Tumbuh pada daerah dengan ketinggian 5003. Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Cina Habitat : Tumbuh liar di hutan atau ladang. bentuk jarum. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). amirin. Gunaeni. tauremisin. stigmasterina. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 19 .000 m dpl. R. Kandungan kimia : Tumbuhan ini mengandung minyak atsiri.

Setiawati.W. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 20 . dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih. R. N. Gunaeni. 2008 Metode pembuatan : Cara Pembuatan Cara Penggunaan Asap hasil pembakaran digunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman Bahan dan Alat OPT Sasaran Berbagai macam ulat dan hama pengisap Daun dan tangkai Bakar daun dan tangkai baru cina baru cina secara merata.

Pia (Batak). tidak berbatang. Bawang suluh (Lampung). shallot onion Ciri – ciri : Herba. Bawa kahori (Tidore) Nama Inggris : Onion. Lansuna Raindang (Sulawesi Utara). Bawang beureum (Sunda). Lansuna mea.W. Sulastrini 2007) Nama umum : Bawang merah Nama daerah : Bawang abang mirah (Aceh). N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Lasuna randang. Umbi bawang (Foto: I. Brambang abang (Jawa). Laisuna pilas. ujung runcing. ). Bowang wulwul (Kai). berumbi lapis. Jasun mirah (BaIi). bentuk lurus. Brambang. common onion. Kalpeo meh (Timor).5. Lasuna mahamu. Gambar 5. Kosai miha. semusim.putihan. Gunaeni. Bawang abang (Palembang). Yantuna mopura. 2008 4. merah keputih. dan T. R. Bhabang mera (Madura). Ransuna mahendeng. Bawang (Allium cepa) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Liliales Suku : Aliaceae Marga : Allium Jenis : Allium cepa L. Barambang sirah. Setiawati. berlobang. tinggi 40-60 cm. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 21 . Bawangi (Gorontalo). Dansuna rundang. Dasun merah (Minangkabau). Bawang sirah. Bawa rohiha (Ternate). Jasun bang. Murtiningsih. Laisuna mpilas (Roti).

bentuk seperti benang. riitam. Gunaeni. bentuk bongkol. kuersetin Bagian tanaman yang digunakan adalah umbi lapis. dan T. memeluk umbi lapis. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Di Indonesia. lebar ± 0. mahkota bentuk bulat telur.. R. kepala sari hijau. Kelompok kultivar Agregatum (shallot) mendominasi dataran rendah tropis Asia Tenggara. sikloaliin. hijau. panjang ± 50 cm. namun tak ada data yang mendukungnya. ujung runcing. saponin. Tunggal. metilaliin. panjang ± 40 cm. Cara kerja : 1. peptida. Bunga Segi tiga. lebih menyukai tanah liat alluvial yang mempunyai drainase bagus Kandungan kimia : Bawang merah mengandung minyak atsiri. bawang merah tumbuh di dataran rendah di bawah 450 m dpl. dan sudah ditanam di seluruh dunia. Penolak (repellent) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 22 . N. Daun majemuk. fitohormon. Setiawati. Papua Nugini dan Thailand. Akar Serabut. Batu. benang sari enam. dihidroaliin. hijau. namun kelompok kultivar Common Onion tumbuh di Filipina. tengahnya bergaris putih. putik menancap pada dasar bunga.W. 2008 tapi rata. tanghai sari putih. bertangkai silindris. berwarna putih Penyebaran : Tanaman ini diduga berasal dari Asia Tengah. menebal dan berdaging sefta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadl umbi lapis. Habitat : Bawang merah membutuhkan temperatur pada siang hari 20 26°C dan panjang hari paling sedikit 13 jam. bulat. flavonglikosida. hijau.5 cm. Murtiningsih. Bersifat sebagai insektisida 2.

disentri. bisul/luka. Tambahkan air dan sabun. Biarkan selama 24 jam.W. Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. dan T. Semut. N. melancarkan air seni pada anak disertai demam dan sariawan. diabetes. 2008 Khasiat lain : Bawang merah dapat digunakan untuk obet demam pada anak. Kocok sebelum digunakan. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari. utu air/kakirangen. Biarkan selama 24 jam dan kemudian disaring Tambahkan 1 liter larutan dengan 10 liter air. batuk. Gunaeni. muntah-muntah. hancurkan bawang merah dan masukkan ke dalam air mendidih. masuk angin. Setiawati. Murtiningsih. tungau dan trips Balai Penelitian Tanaman Sayuran 23 . Aduk hingga rata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari kutukebul Ekstrak bawang merah 1 kg bawang merah 1 liter air Panci Ember Alat penyaring Didihkan air dalam panci. kerokan. perut kembung. payudara bengkak /mastitis. Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak bawang merah 85 g bawang merah 50 ml minyak sayur 10 ml deterjen/ sabun 950 ml air Alat penyaring Botol Cara Pembuatan Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. hipertensi.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Fusarium. Murtiningsih. R. busuk daun Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 24 . Gunaeni. 2008 Ekstrak bawang merah 50 g bawang merah 1 liter air Ember Alat penyaring Hancurkan bawang merah tambahkan air. Aduk sampai rata dan kemudian disaring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi atau sore hari Alternaria.W. dan T. Setiawati. antraknos. N.

Bawang putih (Allium sativum L) Klasifikasi : Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Lillidae Ordo : Liliales Famili : Liliaceae Genus : Allium L. dan 3 daun mahkota serta 6 benang sari. panjang 60 cm. 2008 4. bawang hong. Batang semu. lasuna pute (Sulawesi). Nama Inggris : Garlic Ciri – ciri : Herba. bawang putih. Umbi bawang putih (Foto: R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). tepi rata. semusim. bhabang pote (Jawa). lasuna kebo. 6. palasuna (Sumatera). bawa subodo. bawa iso (Maluku). bawang mental. Biji berbentuk kecil dan berwarna hitam. Setiawati. Bunga memiliki 3 daun kelopak. N. bawang handak. berwarna hijau. dan T. Gunaeni. berupa reset akar bentuk lanset. Murtiningsih 2008) Nama umum : Bawang Putih Nama daerah : Lasum. Buah tidak berdaging. bawang bodas. Spesies : Allium sativum L. hijau. ujung runcing. Gambar 6. Daun tunggal. beralur. beralur. R.W. Berakar serabut kecil berjumlah banyak.: laisona maboteik (Nusa Tenggara). menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis.5 cm. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 25 . tinggi 50-60 cm. Murtiningsih. lebar ± 1.

nematisida. sulit tidur (insomnia). enzim aliinase Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh bagian tanaman. Penolak (repellent) 2.W. jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. sesak nafas. sembelit. daun dan bunga Cara Kerja : 1. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 26 . digigit serangga. Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam bawang putih antara lain tanin. minyak atsiri. abses. sekarang di Indonesia. alisin. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). masuk angin. Murtiningsih. Gunaeni. dialilsulfida. dan T. Bersifat sebagai insektisida. ambeien. N. luka benda tajam. fungisida dan antibiotik Khasiat lain : Bawang merah berguna juga untuk obat hipertensi. R. batuk. umbi. sakit kepala. aliin. Setiawati. busung air. cacingan. 2008 Habitat : Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi. sakit kuning. luka memar. asma.

rendam dalam air selama 24 jam. embun tepung Ekstrak bawang putih 2 siung bawang putih Deterjen/sabun 4 cangkir air Alat penumbuk/blender Alat penyaring Botol Hancurkan bawang putih. antraknos. bakteri. N. Gunaeni. Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Tambahkan air dan sabun. Murtiningsih. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari Cendawan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 27 . Masukkan dalam botol Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Tambahkan air dan sabun. Setiawati. Biarkan selama 24 jam. nematoda. Saring. R. dan T. Aduk hingga rata. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Simpan dalam botol paling lama 3 hari. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari Ulat. Kocok sebelum digunakan. Kocok sebelum digunakan. 2008 Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak bawang putih 85 gram bawang putih 50 ml minyak sayur 10 ml deterjen/sabun 950 ml air Alat penyaring Botol Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. hama pengisap.W.

Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam.W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).5 liter air 10 ml deterjen/sabun Jeterjen Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Hancurkan bawang putih. Tambahkan air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari Hama kubis. Saring Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Setiawati. Murtiningsih. R. Aduk hingga rata. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. 2008 Bahan dan Alat Ekstrak minyak bawang putih 100 gram bawang putih 2 sendok makan minyak sayur 10. N. Aduk hingga merata. dan T. belalang dan kutudaun Minyak bawang putih 50 ml minyak bawang putih 950 ml air 1 ml deterjen/sabun Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Aduk Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat buah tomat Ulat penggerek umbi kentang Wereng padi Nematoda Balai Penelitian Tanaman Sayuran 28 . Gunaeni.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 4. Tumbuhan bayam duri (Foto: R. Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah. bayam keruai (Lampung).7. ternyak lakek (Madura). ternyak duri. sehingga orang mengenal sebagai bayam duri. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 29 . bayem raja.W. senggang cucuk (Sunda). dan T. R. N. tingginya dapat mencapai 1 meter. podo maduri (Bugis) Nama Inggris : Thorny amaranthus Deskripsi : Bayam duri (Amaranthus spinosus) termasuk jenis tumbuhan amaranth. Bunganya berbentuk bunga bongkol.) Klasifikasi : Divisi: Magnoliophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Magnoliopsida Bangsa : Caryophyllales Suku : Amaranthacea Marga : Amaranthus Jenis: (Amaranthus spinosus Linn. Bayam duri (Amaranthus spinosus Linn.) Nama Indonesia : Bayam duri Gambar 7. Murtiningsih) Nama daerah : Bayem eri. Setiawati. berwarna hijau muda atau kuning. bayem roda. tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri. Tanda khas tumbuhan bayam duri adalah pada batang. bayem cikron (Jawa). Murtiningsih. Bentuk daunnya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau. Gunaeni.

Habitat : Bayam duri dapat tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari dengan suhu udara antara 25 . peluruh haid. menghilangkan bengkak (detumescent). peluruh kencing (diuretik). rutin. tanin. spinasterol. zat besi.W. tepi jalan. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun OPT Sasaran: Ekstrak daun bayam duri merupakan salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan Cucumber Mosaik Virus (CMV) dan virus kuning Gemini. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di kebun-kebun. Kegunaan lain : Bayam duri dapat dimanfaatkan untuk pereda demam (antipiretik). dan T.362 g KH2PO4 dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi 1.0 : 1. dan pembersih darah.781 g Na2HPO4. kecil dan berwarna hitam.400 m dpl.35 oC. 2008 Distribusi/penyebaran : Bayam duri tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 m dpl. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). peluruh dahak (ekspektoran). Cara pembuatan: Larutan penyangga Larutan stok buffer phosfat pH 7. serta vitamin. kalium nitrat. penawar racun (antitoksik). R. hentriakontan. Gunaeni. garam fosfat. Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui bijinya yang berbentuk bulat. kalsium oksalat. 2H2O dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi Balai Penelitian Tanaman Sayuran 30 . N. tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1. Murtiningsih. Kandungan kimia : Kadungan kimia yang terkandung dalam bayam duri antara lain amarantin.

dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).Ekstrak daun disaring menggunakan kain kasa atau muslin.Daun bayam duri .0 ml Na2HPO4.01 M pH 7.0 KH2PO4 Bahan dan alat : . 2H2O dengan 49.Kapas .0 campuran 51. Gunaeni.Carborundum 600 mesh . Konsentrasi ekstrak bayam duri yang digunakan adalah konsentrasi 25 % yang didapatkan dari hasil perbandingan antara bagian daun dan buffer phosfat 25 (g) : 75 (ml). . .Ekstrak daun ditambah dengan carborundum 600 mesh. N. 2008 Untuk 100 ml buffer phosfat 0.Alkohol 70 % . Tiga puluh menit setelah aplikasi.W. . Inokulasi secara mekanis dengan metode rubbing . Untuk 100 ml ekstrak dibutuhkan ± 8 gram carborundum. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 31 .Daun sebanyak 25 g dicuci bersih dan dihaluskan dengan menggunakan mortar kemudian ditambah buffer phosfat sebanyak 75 ml.Mortar dan pestel .Aplikasi ekstrak dilakukan pada semaian cabai yang telah mempunyai 3-4 daun sejati dengan cara dioleskan pada permukaan daun bagian tengah dengan menggunakan kapas. Carborundum digunakan untuk melukai permukaan daun sehingga ekstrak terserap ke dalam sel-sel tanaman tanpa menyebabkan kematian jaringan tanaman. Murtiningsih. daun dibilas menggunakan air bersih agar kelebihan carborundum yang ada di permukaan daun terbilas sehingga mengganggu pertumbuhan. R. Setiawati.Aquadestilasi dan botol semprot Cara penggunaan : a.Cuci tangan menggunakan sabun .

Gunaeni. carborundum yang digunakan ± 50 gram. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 b. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 32 .W. Murtiningsih. R. Caranya seperti metode rubbing. tetapi penggunaan carborundum untuk satu liter ekstrak pada konsentrasi 25 %. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam tabung semprot kompresor dan diaplikasikan pada semaian cabai yang telah mempunyai 3-4 daun sejati pada tekanan 21 psi. Setiawati. Inokulasi dengan menggunakan kompresor Kompresor digunakan apabila jumlah semaian banyak dan tidak memungkinkan penggunaan metode rubbing. N. Daun dibilas dengan menggunakan air bersih 30 menit setelah aplikasi untuk menghilangkan carborundum.

Umbi bengkuang (Foto: R. Tumbuhan bengkuang (Sumber foto: www.8. Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.W. bangkuwang (Batak). Murtiningsih. Nama Inggris : Chop-suey bean. dan T.) Urb. Yam bean Balai Penelitian Tanaman Sayuran 33 . 2008 4. buri (Bima). N.gob. Gunaeni. bengkowang.) Nama Indonesia : Bengkuang Nama daerah : Singkuang (Aceh).conabio. uas (Timor).) Gambar 8. besusu (Jawa). bangkowang (Sunda).) Urb. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).mx/malezasde diakses 2008). b. huwi hiris. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi: Magnoliophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Magnoliopsida Bangsa : Fabales Suku : Fabaceae Marga : Pachyrhizus Jenis: (Pachyrhizus erosus (L. a. R.

coklat atau coklat tua kemerahan. Bunga berkelopak coklat. berdaging warna putih atau kuning keputihan. anak daun terminal mengginjal. Gunaeni. kulit luar berwarna krem atau coklat muda atau coklat tua. dan T. Habitat : Tumbuhan ini toleran terhadap perbedaan kondisi lingkungan dan iklim yang berbeda.. Diperkenalkan ke Mediterania (Far East) oleh bangsa Perancis melalui AcapulcoManila. N. dengan panjang siang hari 12 jam. Tanaman pangan ini telah dibudidayakan di daerah tersebut sejak 1000 SM. Daun majemuk. Di Meksiko tumbuh didataran tinggi pada ketinggian hingga 1400 m dpl. R. Umbi akar tunggal. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah berdrainase baik namun tidak toleran terhadap genangan air. Kegunaan lain: Umbi bengkuang mengandung gula. helaian daun bercuping menjari atau utuh dengan tepi bergigi. pati. 2008 Deskripsi: Bengkuang merupakan tumbuhan terna menjalar dan hidup menahun. Pembungaan tandan semu. Rasa manis berasal dari suatu oligosakarida yang disebut inulin Balai Penelitian Tanaman Sayuran 34 . sampai ke Ambon diakhir abad ke 17 dan sekarang telah tersebar di daerah tropik lainnya. Tumbuhan ini mempunyai umbi banyak dan bentuknya memanjang. Setiawati. anak daun lateral berbentuk ketupat tidak simetris sampai membundar telur. beranak daun 3. Distribusi/Penyebaran: Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah ke Selatan sampai ke Kostarika. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).W. Umbi juga memiliki efek pendingin karena mempunyai kadar air 86-90%. berbunga banyak. Beberapa daerah seperti Tegal (Jawa Tengah) dan Bogor (Jawa Barat) membudidayakan tanaman ini di sawah. Murtiningsih. mahkota bunga ungu-biru atau putih. Buah berbentuk polong sedangkan biji berbentuk pipih persegi berwana hijau . fosfor dan kalsium. dengan suhu optimum tiap harinya berkisar 21-28 °C.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 3. Setiawati. Penghambat makan (antifeedant). Hemiptera. Cara pembuatan : Biji bengkuang di tumbuk sampai halus. kemudian tepung bengkuang yang telah lunak tersebut diperas sampai keluar seluruh cairan berwarna putih. 2.W. Penggunaan tepung biji bengkuang untuk aplikasi dilapang dilakukan dengan cara merendam tepung tersebut dalam air pelarut sampai lunak. selanjutnya cairan dimasukkan ke dalam sprayer untuk disemprotkan pada hama Balai Penelitian Tanaman Sayuran 35 . N. daun dan batang Cara kerja : 1. Spodoptera litura. dan T. Murtiningsih. R. kemudian diayak dengan menggunakan ayakan halus untuk memperoleh tepung bengkuang yang siap digunakan untuk apalikasi di lapang. Lepidoptera dan Orthoptera Kandungan kimia : Bengkuang mengandung rotenon dan pachyrizid Bagian tanaman yang digunakan adalah biji. Diptera. serangga yang teracuni sering mati karena kelaparan yang disebabkan oleh kelumpuhan alat – alat mulut. OPT sasaran: Pengisap buah (Dasybus piperis CHINA) dan pengisap bunga (Diconocoris hewitti DIST). Bersifat sebagai insektisida. Racun penghambat metabolisme dan system syaraf yang bekerja perlahan. yang tidak bisa dicerna tubuh manusia sehingga berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori. Tiap kantong plastik berisi 160 gr tepung bengkuang yang siap digunakan untuk 10 liter air sebagai pelarut. Tepung bengkuang tersebut ditimbang dan ditempatkan dalam kantong plastik. 2008 (bukan insulin). Gunaeni. beberapa jenis serangga dari ordo Coleoptera.

Setiawati.25 – 1. Gunaeni. pupuk hijau. Langkah tersebut sudah diujicobakan untuk mengendalikan hama tanaman lada. untuk bahan baku pembuatan kosmetika. 2008 sasaran. Saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari Berbagai macam hama pengisap.W. Khasiat lain : Bengkuang dapat digunakan untuk obat diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.5 liter larutan insektisida botani biji bengkuang per tanaman. Pengaruh terhadap organisme berguna: aman Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak Biji Bengkuang ½ kg biji bengkuang 20 liter air Alat penumbuk/ Blender Ember Cara Penggunaan Cara Pembuatan OPT Sasaran Biji bengkuang dikering anginkan kemudian tumbuk sampai halus. dan pakan ternak. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. Murtiningsih. dan T. Rendam dalam air selama 1 – 2 hari. Setiap tanaman disemprot sampai rata dengan volume semprot 1. kumbang dan ulat Balai Penelitian Tanaman Sayuran 36 . obat.

Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Labiatae Suku : Lamiaceae Warga : Mentha Jenis : Mentha spp. spearmint. 9. Sinonim : Baccharis indica L. Nama umum : Bijanggut / Janggot Nama daerah : - Nama Inggris : Peppermint. 2008 4. Setiawati. Murtiningsih. Gunaeni. marah mint Balai Penelitian Tanaman Sayuran 37 . Bijanggut / janggot (Mentha spp. dan T. R.W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. mint.) Gambar 9. Tumbuhan Bijanggut (Foto: R.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 Ciri – ciri : Batang: batang tegak. Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari India dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). tulang daun bagian bawah berambut pendek. panjang 2 mm.30-0. ditemukan pada ketinggian 150 -1200 m dpl. tiap ruas keluar tunas dan akar. dan berbuah terbagi 4. Kandungan kimia : Kandungan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah spearmint. bergerigi dangkal. bunganya berbibir dua dengan empat benang sari. Murtiningsih. panjang tabung 1. berujung runcing. di bagia dalam berpusar dengan rambut-rambut panjang. Sedangkan jenis hibrida diimpor dari Eropa. berbentuk tabung dengan panjang 22. Kelopak bunga bagian luar padat dengat rambut-rambut pendek.5-7 cm. permukaan daun bagian atas berambut jarang. batang tajam. Habitat : Di Indonesia tanaman ini tumbuh liar dan berada di tempat lembab. bergigi tajam. berbuku-buku. N. bagian dalam tidak berambut. tinggi mencapai 0. berbetuk segi empat. Daun: berdaun bundar telur sampai jorong langset. bercabang kecil yang tumbuh menjalar. Bagian tanaman yang digunakan : daun Cara kerja : Tumbuhan ini bersifat sebagai bakterisida Balai Penelitian Tanaman Sayuran 38 . menthone dan carvone. Gunaeni. panjang tangkai daun mencapai 1.50 m. Setiawati. flavonoid.W. panjang mencapai 3. Benang sari berbentuk sekrup berwarna coklat dengan panjang mencapai 0. R. Mahkota bunga berwarna putih keunguan panjang 4-5 mm. Bunga: Tanaman ini berkepala bunga bundar.5 mm. menthol.5 cm. daunnya bersilang. tannin. dan T.75mm. Akar serabut. berbentuk melingkar.5 cm.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). parfume. Setiawati. rokok. N. rematik. Murtiningsih. Ekstrak mint + cabai + bawang daun + tembakau Daun mint. saringTambahkan air secukupnya Semprotkan OPT secara pada seluruh umum bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 39 . Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak mint 250 gram daun mint 2 liter air Alat penumbuk/blender Alat Penyaring Ember Cara Pembuatan Cara Penggunaan Semprotkan pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari OPT Sasaran Penyakit tanaman yang diakibatkan oleh bakteri Hancurkan daun mint sampai halus. Aduk hingga rata. obat kanker. dan T. diare. kolera.W. pasta gigi. dan kosmetik. obat sakit kepala. cabai. R. 2008 Khasiat lain : Kegunaan lain tumbuhan ini adalah untuk antiseptic. Gunaeni. disentri. Tambahkan air. daun bawang daun dan tembakau Alat penumbuk/blender Alat Penyaring Ember Semua bahan dihancurkan sampai halus.

Brotowali (Tinospora rumphii) Gambar 10. N. 2008 3. Manispermum verrucosum. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 10. Setiawati. Nama umum : Brotowali Balai Penelitian Tanaman Sayuran 40 .W. Murtiningsih. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Ranunculales Suku : Menispermaceae Warga : Tinospora Jenis : Tinospora rumphii Sinonim : Tinospora crispa boerl. Manispermum tuberculatum Lamk . Tinospora cocculus crispus DC. Gunaeni. Manispermum crispum linn. Tinospora tuberculata beumee. R. Tumbuhan brotowali (Foto: R. dan T.

tangkai hijau muda. damar lunak. Boraphet Ciri – ciri : Tanaman/tumbuhan berbentuk semak. harsa. palmatin. Gunaeni. berkayu. tepi rata. Kandungan kimia : Brotowali mengandung alkaloid. R. parang 7-12 cm. hijau. Buah batu. tahunan. tangkai daun menebal pada pangkal dan ujung. hijau.W. bertangkai. benang sari enam. 2008 Nama daerah : Andawali. pangkal berlekuk. putih kotor. Setiawati. Penyebaran : Tanaman/tumbuhan ini berasal dari Cina. pertulangan menjari. antawali. Murtiningsih. bentuk benang. kolumbin (akar). mernanjat. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). bercabang. kepala sari kuning. kecil. Lebar 7-11 cm. ujung runcing. hijau muda. tersebar. kelopak tiga. kokulin (pikrotoksin). Bunga majemuk. bentuk tandan. bulat telur. hijau. Akar tunggang. Habitat : Tumbuh dengan ketinggian 1. bratawali. dan T. kecil. berberin. bulat telur. pati. putrawali atau daun gadel Nama Inggris : Tinospora. Daun tunggal. mahkota enam. zat pahit pikroretin. Makabuhay. hijau. bentuk jantung. Bagian tanaman yang digunakan adalah batang dan akar Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida Balai Penelitian Tanaman Sayuran 41 . permukaan berbenjol-benjol. Batang bulat. glikosida pikroretosid. terletak pada batang. N.000 m dpl dan dapat ditemukan di daerah pantai.

W. N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). penggerek batang. Aduk hingga rata. Gunaeni. Rendam dalam 1 liter air. Rendam benih yang akan ditanam selama 24 jam Ulat daun kubis. menambah nafsu makan. diabetes dan rematik. hepatitis. Murtiningsih. Metode pembuatan : Cara Penggunaan Bahan dan Alat Ekstrak Brotowali 200 g batang brotowali 1 liter air Alat penumbuk/ Blender Pisau Ember Cara Pembuatan OPT Sasaran Rajang batang brotowali. malaria. kudis. demam. dan T. Saring. wereng. belalang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 42 . koreng. R. Setiawati. 2008 Khasiat lain : Manfaat lain brotowali adalah untuk obat luka.

bunga pluin (Melayu). R. dan T. senggugu.W. squamatum Vahl. Setiawati. 11. tumbak raja Balai Penelitian Tanaman Sayuran 43 . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Sinonim: C. Gunaeni. 2008 4. N. C. Murtiningsih. Bunga pagoda (Clerodendrum japonicum (Thunb) Gambar 11. bunga pagoda (Jawa). rumphianum DE VR Nama Indonesia : Bunga Pagoda Nama daerah : Bunga panggil. Tumbuhan bunga pagoda (Foto: R. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Verbenaceae Marga : Clerodendron Jenis : Clerodendrum japonicum Thunb.

Helaian daun berbentuk bulat telur melebar. N. muncul dari ujung tangkai. Akar tunggang dan berwarna putih kotor Distribusi/penyebaran : Bunga pagoda banyak tumbuh di dataran tinggi 1. dan berwarna putih. bertangkai. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). panjangnya dapat mencapai 30 cm. dan T. sedatif dan hemostatis OPT sasaran : Ekstrak daun bunga pagoda merupakan salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan Cucumber Mosaik Virus (CMV). Daun tunggal. garam kalium dan zat samak Bagian tanaman yang digunakan : daun Kegunaan lain : Manfaat lain dari bunga pagoda adalah untuk antiradang. permukaan beralur jala. Batangnya dipenuhi rambut halus. Buahnya bulat. terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid. pangkal daun berbentuk jantung. Habitat : Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam bunga pagoda antara lain alkoloid. Biji berbentuk bulat telur. R. Setiawati.W. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 44 .300 m dpl. letak berhadapan. Murtiningsih. 2008 Deskripsi : Tumbuhan ini berbentuk perdu meranggas dengan tinggi mencapai 1-3 m. Bunganya bunga majemuk berwarna merah. diuretik. Gunaeni.

Botol semprot Cara penggunaan : sama dengan penggunaan bayam duri Balai Penelitian Tanaman Sayuran 45 .362 g KH2PO4 dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi 1. Murtiningsih. dan T. R.0 campuran 51. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 Cara Pembuatan : Larutan penyangga Larutan stok buffer phosfat pH 7.Carborundum 600 mesh . Gunaeni.781 g Na2HPO4.Alkohol 70 % .0 : 1. N.0 KH2PO4 Bahan dan alat : .01 M pH 7.W.Aquadestilasi .0 ml Na2HPO4. 2H2O dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi Untuk 100 ml buffer phosfat 0. 2H2O dengan 49.Daun bunga pagoda . Setiawati.Mortar dan pestel .Kapas .

3 – 0. panjang 0. bulat. Tumbuhan piretrum (Foto: R. hijau. bekas dudukan daun nampak jelas. putih.W. beralur. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bunga piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) Gambar 12. daun pelindung berlekatan satu sama lain. 12. tangkai ±15 cm. permukaan kasar. Daun majemuk. mahkota melingkar. Nama umum : Piretrum Nama daerah : Kepundung (Jawa) Nama Inggris : Pyrethrum Ciri – ciri : Habitus semak. Batang berkayu. Murtiningsih. bercangap. coklat muda Balai Penelitian Tanaman Sayuran 46 . Akar tunggang. bentuk jarum. 2008 4. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledanae Bangsa : Asterales Suku : Compositae Marga : Pyterhrum Jenis : Pyrethrum cinerariaefolium Trev. kuning. R. N. dan T. bentuk bongkol. merah muda. tinggi 20 – 70 cm. Bunga majemuk. panjang 6 – 15 cm. Gunaeni. berambut halus.4 mm. pertulangan menyirip. Buah biji kotak. kecil kuning. Setiawati.

maka serangga tersebut dapat pulih kembali 2. N. dan T. Racun kontak yang mempengaruhi system syaraf serangga. Kandungan bahan kimia : Bahan kimia yang terkandung dalam piretrum adalah piretrin. dengan kemarau yang cukup singkat 2-3 bulan. Piretrin bersifat reversibel yaitu apabila serangga yang teracuni tidak mati karena dosis racunnya kurang. Gunaeni. Menghambat perkembangan serangga. Berfungsi sebagai insektisida. tangkai bunga. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). daun dan akar Cara Kerja : 1. fungisida dan nematisida Pengaruh terhadap manusia : Piretrum dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 47 . Setiawati. Cinerin dan Jasmolin Bagian tanaman yang digunakan adalah bunga. penolak (repellent) dan penetasan telur 3. 2008 Penyebaran : Piretrum merupakan tanaman introduksi dengan daearah asal bagian Timur Pesisir Laut Adristik Habitat : Tanaman/tumbuhan ini tumbuh di daerah beriklim dingin atau pegunungan yaitu di ketinggian 600-3000 m dpl dengan curah hujan sekitar 1200 mm. masuk ke dalam tubuh serangga melalui spirakel. R.W. Murtiningsih.

kutukebul kumbang dan berbagai jenis ulat Ekstrak serbuk piretrum 3 g serbuk piretrum 1 liter air 1 sendok the sabun/deterjen Ember Campur serbuk piretrum. R. Saring dengan menggunakan kain halus Tambahkan 3 liter air ke dalam larutan. Gunaeni. Aduk hingga merata. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).W. Aduk hingga merata Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Kumbang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 48 . air dan sabun.5 kg piretrum kering 3 kg sabun 100 liter air Drum Cara Penggunaan OPT Sasaran Rendam bunga piretrum dalam alkohol selama 24 jam. Saring Semprotkan keselurh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Berbagai hama pengisap. kutukebul kumbang dan berbagai jenis ulat Rajang halus piretrum kering. dan T. Murtiningsih. Masukkan ke dalam drum yang telah berisi 100 liter air. Aduk secara merata Semprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari Berbagai hama pengisap. N. 2008 Metode pembuatan : Cara Pembuatan Bahan dan Alat Ekstrak Piretrum 1 mangkuk bunga puretrum segar 30 ml alkohol (70% isoprophyl alkohol) Ember Kain untuk menyaring Ekstrak piretrum 1 – 1. Tambahkan sabun. Setiawati.

tegerat (Jawa). cako raha (Maluku). pukul ampa. dengan banyak macam warna. daunnya berbentuk jantung.11 cm. Murtiningsih. 13. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). pangkal daun membulat. N. Termasuk suku kampahkampahan. letak berhadapan. Setiawati. Gunaeni. bodoko sina. kederat. Bunganya berbentuk terompet. R. Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa Linn. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Caryophyllales Suku : Nyctaginaccae Marga : Mirabilis Jenis : Mirabilis jalapa Linn Nama Indonesia : Bunga Pukul Empat Nama Inggris : Beauty of the night Nama daerah : Kembang pagi sore. bunga-bunga parengki (Sulawesi). lebar 8 mm . tinggi 20 . tepi daun rata. dan T. antara lain: Balai Penelitian Tanaman Sayuran 49 .) Gambar 13. 2008 4. berbatang basah.80 cm.6 cm. tegak. ujung meruncing. warna hijau tua. kupa oras.7 cm. Tanaman bunga pukul empat (Foto: R. mempunyai tangkai daun yang panjangnya 6 mm .W. segerat. panjang 2 . turaga. bunga waktu kecil (Sumatra). bunga-bunga paranggi. bunga tete apa (Sulawesi) Diskripsi tanaman : Herba tahunan.

W. Gunaeni. Biji tanaman tersebut mengandung flavonoida dan politenol. infeksi saluran kencing. mulai dataran rendah sampai 1200 m dpl. jingga.belang. kencing berlemak. Tumbuhan ini tumbuh baik di daerah yang mendapat cukup sinar matahari.di samping itu daunnya juga mengandung tanin dan bunganya mengandung politenol. Distribusi/penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Buahnya keras. putih. dan T. panjang 7 . Kegunaan lain : Tumbuhan banyak digunakan untuk mengatasi penyakit amandel (tonsilis). Buah mengandung zat tepung. zat asam lemak (24. Setiawati.9%). 2008 merah. berbentuk telur. Murtiningsih. kencing manis. N. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman. jalapa mengandung saponin dan flavonoida. erosi mulut rahim. bentuk bulat memanjang. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 50 . lemak (4. Habitat : Tumbuhan ini banyak tumbuh di pekarangan sebagai tanaman hias. Kandungan kimia : Daun dan bunga M. dapat dibuat bedak. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). R.9 cm dengan diameter 2 . kuning.3%). warna hitam. isi umbi berwarna putih. OPT Sasaran : Ekstrak daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) merupakan salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV). kombinasi/belang.5 cm.4%) dan zat asam minyak (46. keputihan. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. reumatik. Akar mengandung betaxanthins.

c. N.0 : 1.0 campuran 51. Murtiningsih.362 g KH2PO4 dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi 1. 2008 Cara pembuatan : Larutan penyangga Larutan stok buffer phosfat pH 7. Gunaeni.Carborundum 600 mesh . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).01 M pH 7. Alat semprot.0 ml KH2PO4. Bahan dan alat : .Mortar dan pestel .781 g Na2HPO4. R.Alkohol 70 % . Cara penyemprotan (Foto: Neni Gunaeni) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 51 .0 ml Na2HPO4.W. 2H2O dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi Untuk 100 ml buffer phosfat 0.Aquadestilasi .Kapas . Kompresor. Setiawati. dan T. b. 2H2O dengan 49.Daun bunga pukul empat . Metode imunisasi tanaman: a.Botol semprot Cara penggunaan : sama dengan penggunaan bayam duri Gambar 14.

lado (Minangkabau). Kalimantan: sahang (Banjar). lacina (Batak Karo). cabhi (Madura). Cabai merah (Capsicum annuum) Gambar 15. rada Balai Penelitian Tanaman Sayuran 52 . mbaku hau (Sumba). Murtiningsih. saha. lasina (Batak Toba). koro (Flores). sabia (Bima). sabrang (Sunda). 14. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). R. N. lada sebua (Nias). Setiawati. dan T. Gunaeni. hili (Sawu). mengkreng. lasinao (Melayu). lasiak. lombok. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Solanaceae Marga : Capsicum Jenis : Capsicum annuum Nama umum : Cabai Merah Nama daerah : Campli. raro sigoiso (Mentawai). capli (Aceh). cabe.W. cabi (Lampung). lombok. Tanaman cabai merah (Foto: R. kidi-kidi (Enggano). 2008 4. cabe (Jawa). leudeu (Gayo). cabe. ekiji-kiji. tabia (Bali): Nusa Tenggara: sebia (Sasak).

Tidore). setelah masak menjadi merah cerah. malita (Gorontalo). lebar 1-5 cm. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 53 . keluar dari ketiak daun. panjang 1. Buahnya buah buni berbentuk kerucut memanjang. Gunaeni. penampang bersegi. maresen (Kalawat). menggantung. bertangkai pendek. percabangan lebar. letak tersebar. Murtiningsih. Habitat : Di Indonesia. Penyebaran : Cabai berasal dari Amerika tropis. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai elips. batang muda berambut halus berwarna hijau. tinggi 1. rihapuan (Kapaon). kastela (Buru). ladang (Bugis). berbentuk bintang. tepi rata.W.5 m. berwarna putih. siri (Ambon). berbuku-buku. Nama Inggris : Red pepper. riksak (Sarmi). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). lada (Makasar). Bunga tunggal. chilipepper Ciri – ciri : Perdu tegak. pangkal meruncing. manca (Seram). meruncing pada bagian ujungnya. mareta (Mongondow). berwarna hijau. Sulawesi: rica (Manado). hot pepper. dan T. Buah muda berwarna hijau tua. Batang berkayu. bertangkai (panjangnya 0. setahun atau menahun. permukaan licin mengilap. Biji yang masih muda berwarna kuning.5 cm).5-2. panjang 4-17 cm. lurus atau bengkok. Setiawati. ujung runcing. ungun gunah (Berik). berdiameter sekitar 4 mm.5-12 cm. bisa (Sangir). diameter 1-2 cm. Daun tunggal. rica lamo (Ternate.2. rasanya pedas. N. setelah tua menjadi cokelat. peutulangan menyirip. R. 2008 (Sampit). umumnya cabai dibudidayakan di daerah pantai sampai pegunungan. berbentuk pipih. maricang (Halmahera). tersebar mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan. sambatu (Ngaju).

kapsarubin. campurkan dengan bubuk cabai. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. vitamin (A. Rendam selama 1 jam. perangsang kulit. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat pemakan daun Balai Penelitian Tanaman Sayuran 54 . karoten. C). dan T. Tambahkan sabun/ deterjen Aduk rata. damar. seperti zat besi. dan sebagai obat gosok. Gunaeni. Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak cabai + bawang putih + bawang merah 1 sendok teh bubuk cabai 1 siung bawang putih 1 butir bawang merah 1 liter air 1 sendok teh sabun/ deterjen Pisau Alat saringan Ember Cara Pembuatan Hancurkan bawang putih dengan bawang merah. R. zat warna kapsantin. 2008 Kandungan kimia : Buah mengandung kapsaisin. kalium. Bagian tanaman yang digunakan adalah buah dan biji. kriptosantin dan clan lutein. Selain itu juga mengandung mineral.W. fosfor dan niasin. Zat aktif kapsaisin berkhasiat sebagai stimulan. kalsium. Penolak (repellent) Khasiat lain : Cabai merah berguna sebagai stimulan. meningkatkan nafsu makan (stomakik). Saring. peluruh keringat (diaforetik). Tambahkan air. aduk hingga rata. Murtiningsih. Cara kerja : 1. Setiawati. zeasantin. dihidrokapsaisin. Bersifat sebagai insektisida 2.

Gunaeni. 2008 Bahan dan Alat Ekstrak cabai merah 4 mangkuk cabai merah atau biji cabai merah. Aduk hingga rata. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan Ulat grayak. Tambahkan 1 liter air. Matikan api kemudian tambahkan 3 liter air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Kutudaun.5 kg daun mimba segar 21 liter air 2 sendok teh sabun/deterjen Alat penumbuk/blender Ember Hancurkan cabai merah dan daun nimba. kutudaun. Ekstrak cabai merah + daun mimba 12 buah cabai merah 200 gram biji kering mimba 4 liter air Ember Alat penumbuk/blender Pisau Hancurkan biji mimba rendam dalam air selama 24 jam. lalat dan mealybugs Ekstrak cabai merah + daun mimba 10-20 buah cabai merah 2-2. Aduk hingga rata. ulat daun kubis. dan T.W. Saring. Tambahkan rajangan cabai merah. Setiawati. hama penusuk pengisap. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 55 . N. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau siang hari. Saring. 30 gram sabun/deterjen. R. Biarkan dingin. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih. Saring. Alat penyaring Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Didihkan cabai merah selama 15 – 20 menit. sabun/deterjen Mosaik virus kedalam larutan. Tambahkan sabun/deterjen. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Semut. berbagai jenis ulat. 20 liter air dan kutukebul. Panci. kutukebul.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Saring. Murtiningsih. tungau merah. Hancurkan daun srikaya. Saring. dan T. Aduk sampai rata. Rendam rajangan buah mimba rendam dalam 200 ml selama 24 jam. Campurkan ketiga bahan tadi. N. Setiawati. Tambahkan 5 – 6 liter air kedalam larutan. Tambahkan 500 ml air. Aduk hingga rata. dan kumbang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 56 . 2008 Ekstrak cabai + srikaya + mimba 25 gram cabai merah kering 100 gram daun Srikaya 50 gram buah mimba 20 ml sabun/deterjen Alat penumbuk/belder Botol Ember Hancurkan cabai merah kering. R. Gunaeni.W. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari Kutudaun. Rendam dalam 100 ml air selama 24 jam.

b. 2008 4. Buah kotak berbentuk lonceng dengan diameter 6 – 7 mm dan berwarna putih kotor. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). berwarna hijau agak kekuningkuningan. batang berkayu dan bercabang banyak. Gunaeni. 15. Murtiningsih. tepi rata. a. Bunga cemara hantu (Foto: Rini Murtinngsih) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Myrtales Suku : Myrtacea Marga : Melaleuca Jenis : Melaleuca brachteata Nama Indonesia : Cemara Hantu Nama daerah : Daun wangi Nama Inggris : Black Tea-tree Diskripsi tanaman: Tumbuhan tahunan dengan tinggi 10 – 15 m. Setiawati. N. Biji sangat kecil. Cemara hantu (Melaleuca brachteata F. Tanaman cemara hantu.) Gambar 16. Muell. Tanaman berdaun tunggal dengan ujung dan pangkal daun meruncing. berbentuk bulat dan berwarna coklat. R. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 57 .W.

R. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 58 .500 m dpl. Cara pembuatan : Penyulingan cemara hantu a) Daun di panen setelah tanaman berumur 3 tahun dengan memangkas tanaman bagian atasnya. Gunaeni. dan T. Semakin tinggi tempat semakin baik pertumbuhannya Kandungan kimia : Metyl eugenol Bagian tanaman yang digunakan adalah daun OPT sasaran : Lalat buah (Bactrocera dorsalis) Kegunaan lain : Daunnya dapat dijadikan bahan dasar parfum dan kayunya dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi. b) Daun yang telah dipanen kemudian dilayukan selama 18 – 20 jam untuk mengurangi kadar air dalam daun serta untuk menambah volume suling.W. kemudian dipanaskan. c) Masukkan bahan selasih ke dalam panci/ketel di atas saringan kemudian di tutup. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Di negara asalnya. tanaman ini banyak di tanam di sepanjang daerah aliran sungai karena sangat baik untuk mencegah erosi. Habitat : Dapat tumbuh di hampir semua tempat dengan ketinggian 1 – 1. N. d) Katel/panci diisi air kira – kira 2/3 bagian dari ayakan atau saringan. 2008 Distribusi dan Penyebaran : Tanaman cemara hantu berasal dari Australia. Murtiningsih. e) Setelah air mendidih proses penguapan terjadi segera alirkan air ke ketel pendingin melalui lubang masuk untuk kondensasi sehingga terjadi pengembunan.

Penyulingan sekitar 4 – 5 jam tergantung Penggunaan minyak Lalat buah malaleuca sebagai penarik lalat buah dilakukan dengan cara meneteskan pada kapas yang digantungkan pada kawat di dalam botol perangkap. Pemasangan perangkap dimulai sejak tanaman berbunga sampai 59 Balai Penelitian Tanaman Sayuran . Hidupkan kompor setelah air mendidih proses penguapan terjadi segera alirkan air ke ketel pendingin melalui lubang masuk untuk kondensasi sehingga terjadi pengembunan. R. dan T. Panci. Gunaeni. Botol perangkap digantung pada tiang setinggi 1 m jika digunakan pada tanaman hortikultura semusim. 2008 f) Penyulingan dilakukan selama kurang lebih 4–5 jam tergantung jumlah bahan dan air. Murtiningsih. Jumlah perangkap per hektar 20 buah. Pemasangan perangkap dimulai sejak tanaman berbunga sampai panen. Jerigen Cara pembuatan Cara penggunaan Masukkan 100 kg daun cemara hantu kedalam panci yang telah diisi air sebanyak 2/3 bagian. Botol perangkap digantung pada tiang setinggi 1 m juka digunakan pada tanaman hortikultura semusim.W. Cara penggunaan : Penggunaan minyak melaleuca sebagai penarik lalat buah dilakukan dengan cara meneteskan minyak hasil sulingan pada kapas yang digantungkan pada kawat di dalam botol perangkap. Setiawati. Aplikasi diulang setiap 2 minggu. N. Metode pembuatan : OPT sasaran Bahan dan alat Penyulingan cemara hantu 100 kg daun. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). cemara hantu yang telah dikeringanginkan. untuk kemudian dilakukan pemisahan antara air dan minyak dipisahkan dengan spuit. g) Air hasil sulingan ditampung dengan alat khusus.

Murtiningsih. Setiawati. N. dan T. 2008 jumlah bahan dan air. Air minyaknya ditampung dengan alat dan selanjutnya antara air dan minyak dipisahkan dengan spuit. Gunaeni. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 60 . Aplikasi diulang setiap 2 minggu. Jumlah perangkap per hektar 20 buah.W. panen. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). R. dengan jarak pemasangan sekitar 20 m.

D. R. cengkeh (Sunda. Caryophyllus aromaticus L. Cengke (Madura). Murtiningsih. a. Daun cengkeh (Foto: R. Tanaman cengkeh. Z.W. Cengkeh (Syzygium aromaticum) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Myrtales Suku : Myrtaceae Marga : Syzygium Jenis : Syzygium aromaticum Sinonim : Eugenia caryophyllata Thunb. Murtiningsih 2008) Nama daerah : Beungeu lawang (Gayo). Jambosa caryophyllus N. Bunga cengkeh (Minangkabau). Gunaeni. N. Jawa). b. Bunga lawang (Batak). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).. dan T. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 61 . Singhe (Karo. Cengkih (Lampung). 2008 4.) Bunga lasang (Toba). Setiawati. 16. Nama umum : Cengkeh Nama Inggris : Cloves Gambar 17.

panjang 4-5 mm. ujung dan pangkal runcing. Buah. tangkai bunga. pangkal berlekatan. mengkilap. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Mengakibatkan kemandulan 3. Bunga. tunggal. lebar 2. bulat. Setiawati. panjang 2-2. Kandungan kimia : Cengkeh mengandung eugenol. pertulangan menyirip. diameter ± 4 mm. Bersifat sebagai fungisida Balai Penelitian Tanaman Sayuran 62 . benang sari banyak. majemuk. malai. India. tangkai panjang 1-2 cm. dan Srilanka. permukaan atas mengkilap. bercabang banyak. tunggang dan berwarna coklat.5 cm. 2008 Ciri – Ciri : Pohon. R. tepi rata. Bagian tanaman yang digunakan adalah bunga.55 cm. daun Cara kerja : 1. masih muda hijau setelah tua keunguan. Biji. tumbuh di ujung baiang. sesquiterpenol dan naftalen eugenol asetat. Murtiningsih. panjang ± 5 mm. Gunaeni. panjang 6-13. Habitat : Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 10-20 m dpl. berkayu. juga tumbuh subur di Zanzibar. Akar. N. bulat telur. tangkai putik pendek. Menghambat aktivitas makan (antifeedant) 2.5 cm. merah.W. kelopak bentuk corong. dan T. mahkota bentuk bintang. merah kehilaman. Batang . coklat muda. Penyebaran : tanaman asli Indonesia (Kepulauan Banda) dan Madagaskar. kecil. Daun. tinggi 10 m. masih muda merah setelah tua hijau. bulat telur. buni. kariofilen. masih muda hijau setelah tua merah.

R.capsici dan S. Murtiningsih.lignosus.oxysporum. obat batuk dan obat sakit gigi berlobang.rolfsii Balai Penelitian Tanaman Sayuran 63 .W. R. N. P. 2008 Khasiat lain : Tumbuhan ini dapat digunakan untuk pelega perut. dan T. Gunaeni. R. F. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Setiawati. Metode pembuatan : Cara Penggunaan Bahan dan Alat Ekstrak Daun Cengkeh 50 – 100 g daun cengkeh kering Pisau Alat Penumbuk/ Blender Cara Pembuatan OPT Sasaran Tumbuk halus daun Berikan untuk cengkeh kering tiap tanaman yang terserang F.solani.solani.

wikimedia. Duku (Lansium domesticum) Gambar 18. Asa (Makasar). Murtiningsih. Agalia aquea (Jack. Lasa (Ternate). Lase (Nias). Murtiningsih 2008). Nama umum : Duku Nama daerah : Langsat (Aceh). 17. Langsek (Minangkabau). langsat (Jawa Timur). Dukuh (Sunda).W. b. dan T. Daun Duku (Foto: R. Setiawati. Duku (Melayu). Langsat (Dayak). Lasa (Tidore) Nama Inggris : Langsat Balai Penelitian Tanaman Sayuran 64 . Sinonim : Lansium aqueum (Jack) Miq. Lasate (Seram). Duku. Langsak (Lampong). Buah duku (Sumber foto: upload. 2008 4. Lase (Bugis). R. Agalia domestica (Correa) Pellegrin. Gunaeni. Agalia dookoo Griffith. a.)Kosterm. N. Duku (Jawa Tengah). Lansa (Sulawesi Utara).org) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Sapindales Suku : Meliaceae Warga : Lansium Jenis : Lansium domesticum CORR. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Murtiningsih. kuning pucat. kuning kecoklatan. pangkal runcing. N. ujung meruncing. Setiawati. hijau. yaitu Indonesia. Bunga majemuk. R. dan T. obat demam dan obat mencret. Batang berkayu. Gunaeni. lebar ± 10 cm.W. Penyebaran: Berasal dari daerah barat Asia Tenggara. saponin. bertangkai. Buah buni. diameter 2. lavonoida dan polifenol. tinggi 15-20 m. Kandungan kimia : Tumbuhan ini mengandung alkaloida. berambut. putik pendek. putih. Akar tunggang. PH tanah yang cocok untuk tanaman adalah 6–7. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 65 . Habitat : Tanaman langsat dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl. Tipe iklim basah sampai agak basah dengan curah hujan antara 1. bercabang. putih kotor. Biji lonjong. 2008 Ciri – ciri : Pohon. hijau. panjang 10-30 cm. bulat. namun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap tanah masam. kepala sari putih.4 cm. Malaysia dan Thailand. panjang ± 20 cm.500 mm pertahun dan merata sepanjang tahun. kuning kotor. bentuk tandan. bulat. tebal. Daun majemuk. mahkota 4-5 helai. beruang lima.500 – 2. bulat telur. pada batang dan cabang. Bagian tanaman yang digunakan adalah biji Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida Khasiat lain : Tumbuhan duku dapat digunakan untuk obat cacing. menggantung. benang sari membentuk lingkaran. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

N.W. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan Semprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari Bahan dan Alat Ekstrak biji duku 500 gram biji duku 20 liter air Alat penumbuk/ blender Air Cara Pembuatan OPT Sasaran Hancurkan biji sampai halus. Gunaeni. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T. R. rendam dalam air selama 24 jam. Murtiningsih. Setiawati. Saring Spodoptera litura dan sejenis ulat lainnya pemakan daun Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 66 .

Gadung (Sunda). Sikapa. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).) Klasifikasi : Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Sub kelas : Liliidae Ordo : Liliales Famili : Dioscoreaceae Genus : Dioscorea Spesies : Dioscorea hispida Dennst. Sikapa (Makasar). Siapa (Bugis). Murtiningsih 2008) 67 . 2008 4. Daun gadung (Foto: R. Iwi (Sumbawa). a. Murtiningsih.. D. Uhulibita. D. Nama daerah: Bitule. Ghadhung (Madura). Lei (Kai). Skapa (BeIitung). Boti (Roti). Gadung (Dioscorea hispida Dennst. hirsuta Bl. 18. Hayule. Hayuru (Ambon) Nama Inggris : Asiatic bitter yam Balai Penelitian Tanaman Sayuran Gambar 19. Tumbuhan gadung. Sinonim: Dioscorea daemona Roxb. Gadung. Gadung ribo (Sumatera Barat). triphylla Auct. Setiawati. R. Pitur (Minahasa). Gunaeni. Ulubita (Seram).W. Ondot in lawanan.. Helissuda Kunth. Gadung (Jawa). dan T. Gadung. Bunga meraya (Manado). N. b.

N. anak tangkai daun panjang sampai 1 cm. Buah kapsul. Perbungaan betina soliter. Daun beranak daun 3. berbulu halus. Murtiningsih. aksiler. R.W. Setiawati. helaian daun tengah menjorong-melonjong. Batang memanjat melingkar ke kiri. biasanya berduri. daging putih sampai kuning jeruk. kekuningan setelah kering. Tumbuh liar di seluruh nusantara dan terkadang ditanam juga di pekarangan. berwarna seperi madu. Perbungaan jantan berbentuk bulir. berkayu. helaian daun lateral berukuran tidak sama. Umbi membulat. liat dan berdrainase baik Kegunaan tumbuhan : Di kawasan Asia tropis umbi D. Di luar kawasan tersebut. penyebaran dan pembudidayaannya tidak diketahui. hispida merupakan bahan makanan cadangan pada saat paceklik. berukuran besar. 2008 Nama Indonesia : Gadung Deskripsi : Herba memanjat dengan sistem perakaran berserabut. kadangkala agak memanjang. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). atau pengusir hama pada tanaman. Distribusi/penyebaran : Tumbuhan alaminya ditemukan mulai dari India sampai China bagian selatan. Gunaeni. kuning pucat sampai abuabu cerah. Kadangkala tumbukan umbinya digunakan secara eksternal Balai Penelitian Tanaman Sayuran 68 . kemudian masuk ke Asia Tenggara sampai New Guinea. Umbinya dapat diekstrak menjadi tepung dan digunakan untuk berbagai keperluan industri dan masakan. Biji bersayap. Habitat : Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah tropis dengan kondisi tanah yang subur. dan T. Seringkali ekstrak umbinya digunakan untuk racun binatang (antara lain: ikan). Di Asia Tenggara pembidayaannya tersebar di beberapa daerah. bersayap 3.

Metode pembuatan : Cara Penggunaan Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari OPT Sasaran Berbagai macam ulat dan hama pengisap Bahan dan Alat Ekstrak umbi ½ kg umbi gadung 10 liter air Alat penumbuk/ Blender Saringan Ekstrak umbi Gadung + Mimba 2 buah umbi gadung 1 kg mimba 20 liter air 10 g deterjen Alat penumbuk/Blender Saringan Cara Pembuatan Bahan ditumbuk halus peras dengan kain halus. Kandungan kimia : Senyawa alkaloida dioscorin merupakan senyawa racun yang terkandung cukup tinggi pada umbi. Murtiningsih. Tambahkan 10 liter air. Bahan ditumbuk halus Tambahkan 20 liter air dan 10 g deterjen. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 sebagai antiseptik dan air rebusannya diminum untuk obat rematik kronis. Saring dengan kain halus Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Berbagai macam ulat dan hama pengisap Balai Penelitian Tanaman Sayuran 69 . Bagian tanaman yang digunakan : rimpang Cara kerja : 1. Setiawati. Aduk hingga merata. N. Aduk hingga rata.W. Gunaeni. Penghambat aktivitas makan (antifeedant) 2. Menghambat pembentukan telur Khasiat lain : Gadung dapat digunakan juga untuk obat nyeri haid dan obat rematik. R. Diamkan selama 24 jam.

Setiawati. Buat menjadi pelet. dicuci. N. satukan bahan tadi. Pada pagi atau sore hari Ekstrak gadung 1 kg gadung Air secukupnya Kain saring Ambil larutan Walang dengan dosis 5 sangit dan – 10 ml/liter air. tepung ikan dan kemiri beri sedikit air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tambahkan dengan 10 kg dedak/jagung.W. Saring Gadung dikupas. dan diparut lalu diperas dengan kain bersih Ambil larutan Hama – dengan dosis 2 hama padi – 2. Aduk adonan hingga rata. dicuci dan diparut tambah dengan 3 gelas air biarkan selama 12 – 24 jam. aduk hingga merata. OPT padi Semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 70 . 2008 Pelet Umbi gadung Racun + Umbi gadung KB 1 kg umbi gadung 10 kg dedak padi/jagung 1 ons tepung ikan 1 buah kemiri Air Haluskan umbi gadung. dan T.5 gelas untuk 1 tangki sprayer. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam . Murtiningsih. Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. R. Tempatkan di tempat yang sering dikunjungi tikus Tikus Ekstrak Gadung dan Tembakau 1 kg gadung 1 ons tembakau Air secukupnya Gadung dikupas. Gunaeni.

Robinia rosea Miller.. mother of cocoa Balai Penelitian Tanaman Sayuran 71 . Johar Bogor (Jawa Timur). Murtiningsih. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 19.. Gray.Cebreng. liriksidia. N. Wit Sepiung (Jateng). sepium (Jacq.) Kunth Nama umum : Gamal Sinonim : Gliricidia lambii Fernald. R. L. Gamal (Gliricidia sepium (Jacq. R. maculata var.) DC. Tumbuhan gamal. Angrum (Garut). 2008 4. Setiawati. Gambar 20. Kelorwono. sepium Jacq. multijuga Micheli. b. Nama Inggris : Gliricidia. R. Cepbyer (Jabar).) Kunth. variegata Schltdl. Johar Gembiro Loka (DIY).. Joharlimo. Millettia luzonensis A.ex Walp) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Fabales Suku : Leguminosae Warga : Gliricidia Jenis : Gliricidia sepium (Jacq. Kalikiria (Ciamis).W. dan T. a. G. Daun gamal (Sumber foto: javascript:largeimage) Nama daerah : Liriksida. Gunaeni. Lonchocarpus roseus (Miller) DC.

terdiri 7. jarang yang bulat. prussic acid. mulai pasir sampai endapan alluvial di tepi danau. sedangkan pada tahun 1800-an masuk ke Sri Lanka. Daun majemuk menyirip. jenis tumbuhan ini tersebar hingga mencapai negara-negara Asia lainnya termasuk Indonesia (sekitar 1900). Bunga merah muda cerah sampai kemerahan. Gunaeni. Thailand dan India. Amerika Tengah dan Selatan. panjang 2. N. para penjajah Spanyol mengintroduksi Gamal ke Filipina. jarang yang menyemak. panjang 4-8 cm dengan ujung runcing. Batang tegak.W. dengan atau tanpa cabang di dekat pangkal tersebut. Jenis ini juga telah ditanam di wilayah Caribbean dan Afrika Barat. susunan bunga tegak.5-15 cm. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). jarang yang putih. Penyebaran : Gamal merupakan tumbuhan asli dari Pantai Pasifik di Amerika Tengah dan telah lama dibudidayakan serta di daerah tropis Meksiko. Malaysia. alkaloid dan senyawa pengikat protein yang juga tergolong zat anti nutrisi serta tannin Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan kulit kayu Balai Penelitian Tanaman Sayuran 72 . Sejak saat itu. 2008 Ciri – ciri : Batang tunggal atau bercabang. pada curah hujan 600-3500 mm/th dan ketinggian 0-1200 m dpl Kandungan kimia : Gamal mengandung dicoumerol. diameter pangkal batang 5-30 cm. panjang 19-30 cm. R. Pada awal tahun 1600-an. Habitat : Gamal tumbuh pada berbagai habitat dan jenis tanah. Ukuran daun semakin kecil menuju ujung daun. tinggi 215 m. Murtiningsih. Helai daun berhadapan.17 helai daun. Kulit batang coklat keabu-abuan dengan alur-alur kecil pada batang yang telah tua. dan T.

2008 Cara kerja : 1. Gunaeni. Murtiningsih. R. Ulat tanah Ulat jengkal Ulat buah tomat Bahan ditumbuk halus tambahkan 250 ml air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). cokelat atau kopi Pengaruh terhadap organisme berguna: aman Metode pembuatan : OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak daun Gamal ½ kg daun gamal 20 l Air Alat penumbuk/ blender Saringan Ekstrak daun Gamal 100 – 150 g daun gamal 250 ml air 250 ml minyak tanah 50 deterjen Alat penumbuk/Blender Saringan Cara Pembuatan Cara Penggunaan Bahan ditumbuk halus Rendam dalam air selama 24 jam Saring Tambahkan 20 liter air.W. Saring Tambahkan 250 ml minyak tanah dan 50 g deterjen aduk sampai rata Tambahkan 8 liter air. N. Bersifat sebagai insektisida dan rodentisida 2. pohon pelindung dalam penanaman teh. Setiawati. dan T. Berbagai macam ulat Balai Penelitian Tanaman Sayuran 73 . Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. Penolak (repellents) Khasiat lain : Gamal dapat digunakan untuk makanan ternak. Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang.

N. dicampur dan digiling sampai halus. 2008 Bahan dan Alat Ekstrak daun gamal + mimba 1 kg daun gamal 1 kg daun nimba 25 l Air Pisau Alat Penumbuk/ Blender Saringan Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Semua bahan ditumbuk halus Rendam dalam 5 liter air selama 3 hari Saring Tambahkan 20 liter air Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang Semprot dengan interval 4 – 5 hari Kutudaun Kumbang Ulat grayak Tungau Kutu kebul Uret Ekstrak daun gamal + cabai + bawang merah ½ kg daun gamal 7 buah cabai merah 3 siung bawang merah Alat penumbuk/ blender Saringan Ekstrak daun gamal + cabai 2 kg daun gamal 12 buah cabai Alat penumbuk/ blender Saringan Semua bahan dicacah. dan T. Setiawati.W. Gunaeni. Murtiningsih. Rendam dalam air selama 24 jam Saring Tambahkan 20 liter air Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang Hama tomat dan cabai Semua bahan ditumbuk halus Rendam dalam air selama 24 jam Saring Tambahkan 20 liter air Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang Coleoptera Hama tomat Balai Penelitian Tanaman Sayuran 74 . R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

oogle. Setiawati. buah genteng peujet (sumber foto:http:/picasaweb. Daun majemuk. Tumbuhan genteng peujet (sumber foto: www.com). permukaan kasar.P. 2008 4. tangkai Balai Penelitian Tanaman Sayuran 75 . percabangan simpodial. Murtiningsih. tinggi ± 4 m. Batang tegak. berseling. Quassia lignum B. pangkal bulat. Nama umum: Genteng peujet Nama daerah : Ki cong corang (Sunda). berkayu.helsint. ujung tumpul. b. lonjong. permukaan halus.com) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa: Rutales Suku : Simarubaceae Warga : Quassia Jenis : Quaassia amara L.. pertulangan menjari.) Gambar 21. tepi rata. putih kotor. Sinonim : Jamaica quassia Bitter Ash. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). bulat. R. dan T. N. panjang 5-7 cm. Genteng peujet (Quassia amara L. Genteng peujet (Jawa) Nama Inggris : Quassia Ciri – ciri : Perdu. Gunaeni. lebar 5-6 cm. 20.W.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 panjang ± 9 cm. Akar tunggang. jingga. Buah bulat.W. Bunga majemuk. permukaan berbulu. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 76 . N. merah keunguan. R. merah keunguan. lambung lemah dan untuk mematikan kutu kepala. mahkota terdiri 5 helai. kelopak bentuk bintang. Bersifat sebagai insektisida 2. benang sari silindris. dan T. malaria. batang dan akar Quassia amara mengandung polifenol. tangkai bulat. coklat. panjang ± 20 cm. Biji bulat. putih kecoklatan. Bagian tanaman yang digunakan adalah kayu dan kulit kayu Cara kerja : 1. putih. permukaan licin. hijau. Penyebaran : Tumbuhan ini berasal berasal dari Jamaica Habitat : Kandungan kimia : Daun. putik silindris. jingga. Selain itu batang dan akarnya juga mengandung saponin. panjang ± 1 cm. Setiawati. Gunaeni. Penghambat makan (antifeedant) Khasiat lain : Kayu Quassia amara berkhasiat sebagai obat demam. Murtiningsih. di ujung cabang.

kumbang dan lalat Balai Penelitian Tanaman Sayuran 77 . Murtiningsih. Biarkan rendaman selama 24 jam. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Cara Pembuatan Ekstrak quassia 4 sendok makan serbuk kulit kayu Quassia 2 lAir Alat penumbuk/ blender Ember Alat penyaring Hancurkan kulit kayu Quassia sampai halus. Dinginkan. Gunaeni. N.W. Tambahkan 2 liter air panas. Saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Hama pengisap. R. ulat. dan T. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T. R. Benth) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Lamiaceae (Labiatae) Warga : Coleus Jenis : Coleus scutellarioides Linn.W. Murtiningsih 2008) Sinonim : Coleus atropurpureus Benth Nama umum : Iler Nama daerah : Si Gresing (Batak). 21. Jawer Kotok (Sunda). Mayam (Menado). mempunyai penampang batang berbentuk Balai Penelitian Tanaman Sayuran 78 . Gunaeni. 2008 4. Kentangan (Jawa). N. Beth) Gambar 22. Setiawati. Murtiningsih. Panci-panci (Bugis) Nama Inggris : Coleus spray Ciri – ciri : Tanaman iler memiliki batang herba tegak dan merayap tinggi berkisar 30 – 150 cm. Ati-ati. Iler (Foto: R. Adang-adang (Palembang). Dhi-kamandhinan (Madura). Iler (Coleus scutellarioides Linn.

Cara kerja : Bersifat sebagai fungisida Khasiat lain : Tumbuhan ini berguna untuk obat ambeien. timol. metil eugenol. diari. Gunaeni. Bunga berbentuk untaian bunga bersususn. Daun berbentuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong – jorong atau lekuk – lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun dan memiliki warna yang beraneka ragam.500 meter di atas permukaan laut. N. diabetes melitus. dan T. Tumbuhan iler dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1. di kebun – kebun sebagai tanaman hias Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam iler antara lain alkaloid. Penyebaran : Tumbuh liar di pantai Cina Selatan Habitat : Iler dapat tumbuh liar di ladang – ladang. 2008 segiempat dan termasuk katagori tumbuhan basah yang batangnya mudah patah. karvakrol dan mineral. Murtiningsih. bunganya muncul pada pucuk tangkai batang. R.W. Setiawati. datang bulan terlambat dan bisul Balai Penelitian Tanaman Sayuran 79 . demam. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). etil salisilat. Iler bisa didapat di sekitar sungai atau pematang sawah dan tepi – tepi jalan pedesaan sebagai tumbuhan liar.

N. dan T. Alat penumbuk/ blender Saringan Cara Pembuatan Daun dicuci sampai bersih. R. Saring Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 80 . Gunaeni. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan Semprotkan pada seluruh tanaman yang terserang pada pagi hari OPT Sasaran Alternaria Cercospora Bahan dan Alat Ekstrak daun 5 kg daun iler 5 liter air. Tambahkan air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). bahan ditumbuk halus.W. Murtiningsih. Setiawati.

2008 4. Jahe (Zingiber officinale) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Bangsa : Zingiberales Suku : Zingiberaceae Warga : Zingiber Jenis : Zingiber officinale Nama umum: Jahe Gambar 23. letaknya berdekatan atau Balai Penelitian Tanaman Sayuran 81 . panjang malai 3.5 – 1. Murtiningsih 2008) Nama daerah: Halia (Aceh). panjang 7. berbentuk lanset. gagang bunga hampir tidak berbulu.W. Rimpang jahe (Foto: R.75 – 3 kali lebarnya. jahi (Lampung). berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit.5 – 10 mm. lebar 1. rahis berbulu jarang . lebar 8 – 15 mm . 22. sangat tajam . panjang 2 – 4 mm . bentuk lidah daun memanjang. sipodeh (Minangkabau). rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. dan T. tangkai daun berbulu.75 cm . beeuing (Gayo). Setiawati. panjang 25 cm. Murtiningsih. R. seludang agak berbulu. geraka (Ternate). jae (Jawa dan Bali). Nama Inggris: Ginger Ciri – ciri : Terna berbatang semu. tinggi 30 cm sampai 1 m. panjang 15 – 23 mm. N. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah. jahe (Sunda). dan tidak berbulu. bahing (Batak Karo). Perbungaan berupa malai tersembul di permukaan tanah. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2.5 – 5 cm. jhai (Madura). melito (Gorontalo). Gunaeni. Daun sempit.

anti piretik. Selain itu juga mengandung resin dan serat. hampir tidak berbulu. R. Gunaeni. cineol. anti Balai Penelitian Tanaman Sayuran 82 . berbintikbintik berwarna putih kekuningan. Penolak (repellent) Khasiat lain: Tumbuhan ini berguna juga untuk karminatif (peluruh kentut) anti muntah.5 mm. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . Habitat : Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 . Setiawati. Murtiningsih. tidak berbulu. berbentuk tajam. pereda kejang. kepala sari berwarna ungu. Penyebaran: Tumbuhan ini berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India dan China. berwarna hijau cerah.000 m dpl.600 m dpl Kandungan kimia : Minyak asiri dalam jahe terdiri atas n-nonylaldehide. bundar pada ujungnya.W. lebar 3 – 3. berwarna kuning kehijauan. acetates.5 cm. bibir berwarna ungu. caprylate. helainya agak sempit. linalool.5 cm. gelap. dâ-phellandrene. panjang 2. mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. panjang 1. citral. methyl heptenone. chavicol dan zingiberene. peluruh keringat. dcamphene. N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).2. dan T. lebar 1 – 1. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik. anti pengerasan pembuluh darah. anti mikroba dan parasit. anti inflamasi. panjang sisik 3 – 5 cm. panjang 9 mm . d-borneol.75 cm .5 mm. 2008 rapat. geraniol. panjang 12 – 15 mm . Bersifat sebagai insektisida 2. Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang Cara kerja: 1. tangkai putik 2.5 – 2.

Setiawati. dan T.4 ha dibutuhkan ½ jahe. Metode pembuatan: Cara Penggunaan Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari OPT Sasaran Ulat buah tomat. busuk akar. Nematoda. Aduk rata. kutukebul. Tambahkan sabun. busuk daun 83 Balai Penelitian Tanaman Sayuran . Tambahkan air dan deterjen. Hancurkan cabai hijau tambahkan 50 ml. Aduk hingga rata. ulat buah tomat. antraknos Bahan dan Alat Ekstrak Jahe 50 gram jahe 12 ml deterjen 3 liter air Alat Penumbuk/blender Alat Penyaring Ember Untuk luasan 0. belalang. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Embun tepung. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Kutudaun. serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. ulat grayak.W. ½ cabai hijau dan 1 kg bawang putih Ekstrak jahe 20 gram bubuk jahe 1 liter air Ember Cara Pembuatan Hancurkan jahe sampai halus. Trips. Murtiningsih. N. Aduk sampai rata kemudian saring. R.4 ha dibutuhkan 1 kg jahe Ekstrak jahe + Bawang Putih + cabai 25 g jahe 50 g bawang putih 25 gram cabai hijau 10 ml minyak tanah 12 ml sabun/ deterjen 3 liter air Alat penumbuk/blender Ember Untuk luasan 0. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Gunaeni. Campurkan semua bahan. Hancurkan jahe sampai halus. 2008 rematik. kutudaun. Saring. trips. lalat buah. lalat pengorok daun. Kemudian hancurkan. Rendam bawang putih dalam minyak tanah selama 24 jam. kutukebul Masukkan bubuk jahe ke dalam air.

Gunaeni.. Nama umum : Jarak Gambar 24. Jarag (Lampung). ulang (Toba. Lulang (Karo). Lafandru (Nias). Peleng kaliki jera (Bugis) Nama Inggris : Castor bean Balai Penelitian Tanaman Sayuran 84 . Kalikih alang (Minangkabau). Murtiningsih. Jawa. Malasai. Jarak (Jawa). biji jarak (Sumber foto: http://plants. R.) KLASIFIKASI Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Euphorbiales Suku : Euphorbiaceae Warga : Ricinus Jenis : Ricinus communis Linn. Jarak. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).tangang jara (Makasar). Jarak (Ricinus communis Linn. 23. Ricinus inermis Mill. Kaleke (Madura). N.. Kohongian (Minahasa). Jarak jawa (Palembang). b. Jarak. dan T. Minangkabau.purdue. Jarak kaliki (Sunda). 2008 4. Croton spinosa L. Batak). Kalalei.edu). Alale (Gorontalo). Sinonim : Ricinus viridus Willd. Bali).usda.gov Nama daerah : Jarak (Melayu. a. Rangam (Dayak). Gloah (Gayo). Ricinus specious Burm. Tumbuhan jarak (Sumber foto: http://vet.W. Tangang. Ricinus spectabilis Bl. Setiawati. Ricinus inermis et lividus Jack.. Jarak jitun.

Di dalam buah terdapat tiga ruang yang masingmasing berisi satu biji. Ukuran daun 10–25 cm x 10–25 cm. tumbuh berseling. India. buah akan berubah menjadi hitam. Jarak dibudidayakan secara besar. tangkai putik sangat pendek berbentuk benang berwarna merah atau merah muda. Bentuk helai daun bundar. Batangnya berkayu. Tangkai daun panjang. tinggi 1–5 meter. Daun tunggal. ujung daun runcing. berwarna hijau dengan semburat merah tua. Gunaeni. 2008 Ciri – ciri : Jarak merupakan perdu berbatang tegak. Jarak dapat tumbuh di daerah yang kurang subur. namun tumbuhan ini memerlukan pH tanah 6–7 dan drainase yang baik. Berwarna kuning. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 85 . Pada zaman Fir’aun. semak-semak. Buahnya berduri lunak. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). termasuk ke Persia. biji Jarak juga ditemukan dalam makam-makam purba di Mesir yang dipercaya berasal dari 4000 tahun sebelum Masehi.W. Setiawati. Sekarang banyak dibudidayakan sebagai salah satu komoditas perkebunan. Habitat : Jarak tumbuh liar di hutan. Benang sari banyak. berkumpul dalam tandan. berkelamin satu. berwarna coklat berbintik hitam. dengan rambut berwarna merah. Malaysia dan Indonesia. dan T. tumbuh di ujung batang. atau coklat kehijauan. Penyebaran : Tumbuhan ini diduga berasal dari Afrika. lonjong. sekitar 30–50 cm. tanah kosong dataran rendah sampai 800 m dpal. berbuku-buku dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas. jarak menyebar ke Asia. bercangap menjari 7 sampai 9. atau di sepanjang pantai. Warna permukaan atas daun hijau tua. Biji keras. bulat licin. berwarna merah tua. tepi bergigi. sedangkan permukaan bawahnya hijau muda. N. berwarna hijau muda. Dikabarkan. berongga. Murtiningsih. R. Buahnya berupa buah kotak berbentuk bulat.besaran untuk diambil minyak bijinya (castor oil). Dari Mesir. Bunganya merupakan bunga majemuk bentuk tandan. Setelah tua. Buah jarak berduri dan berwarna hijau sewaktu muda lonjong berlekuk tiga.

W. Kandungan kimia : Biji mengandung 40–50% minyak jarak (oleum ricini. risin asam. asam palmitat. asam linoleat. isokuersetin. 2008 Akar tumbuhan jarak cepat busuk dalam air yang tergenang atau dalam tanah yang banyak mengandung air. batuk sesak. asam isorisinoleat. penyubur rambut.5.11-pentin-beta-sitosterol. luka dan melepuh. hernia. reiniutrin. koreng. koreng. Daun jarak digunakan untuk mengobati rematik. Akar mengandung metiltrans-2-dekena-4. Di samping itu juga mengandung astragalin. asam stearat.9. dan vitamin C. dan TBC kelenjar. mengobati kanker mulut rahim dan kanker kulit. dan risin basa). Daun mengandung saponin. Gunaeni. N. epilepsi.8-trinoat dan 1tridekena. Bagian tanaman yang digunakan adalah biji. dan T. asam risinoleat. Menghambat pembentukan telur 3. senyawa-senyawa flavonoida antara lain kaempferol. dan rutin. tetanus. akar dan seluruh bagian tumbuhan Cara kerja : 1. bisul. TBC kelenjar. kuersetin. asam oleat.6. risinin. daun.7. luka memar. bronchitis. kudis dan infeksi jamur. Ovisida 4. Juga mengandung alkaloida risinin. gatal-gatal (pruritus). kaempferol-3rutinosida. Murtiningsih. eksim. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 86 . bengkak. beberapa macam toksalbumin yang dinamakan risin (risin D. dan asam dihidroksistearat. kastrooli) yang mengandung bermacam-macam trigliserida. kesulitan melahirkan. Menghambat perkembangan serangga Khasiat lain : Biji dan minyak jarak digunakan untuk mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi). Bersifat sebagai insektisida 2.3. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). asam linolenat. Akar untuk mengobati rematik sendi. Setiawati. R. dan beberapa macam enzim diantaranya lipase. nikotiflorin.

Air rendaman direbus selama 10 menit.W. Saringan air rebusan diencerkan menjadi 10 liter Semprotkan ke Hama seluruh bagian secara tanaman yang umum terserang pada pagi dan sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 87 . Setiawati. dan T. ditambah 3 sendok teh minyak tanah dan sabun sedikit. N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Gunaeni. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak biji jarak Biji Jarak 1 liter air 3 sendok teh minyak tanah Sabun/deterjen Alat penumbuk/ blender Penyaring Ember Cara Pembuatan Biji jarak yang sudah ditumbuk halus dan masih segar direndam dalam satu liter air selama 24 jam. R. Murtiningsih.

com). Bila (Buru) Deskripsi : Herba. Jarianggu (Minangkabau). dan T. Tumbuhan jeringau (http://www. Kareango (Makasar). Bunga jeringau (Sumber foto: http://upload. Jharango (Madura). a. Murtiningsih. Daringo (Sunda). membentuk rimpang. pendek. calamus L Nama umum : Daringo Nama Inggris : Sweet flag Gambar 25. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 88 . Jangu (Bali). daun basah. bentuk lanset.) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Arales Suku : Araceae Warga : Acorus Jenis : A. Kalamunga (Minahasa). putih kotor. Dlingo (Jawa Tengah). Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Gunaeni. Daun tunggal.24. Ai wahu (Ambon).W. 2008 4. tahunan dengan ketinggian ± 75 cm. Jeringo (Sasak). Areango (Bugis). Jerango (Batak).org) Nama daerah : Jeurunger (Aceh). N. Jeringau (Acorus calamus L. b. Kaliraga (Flores). R.wikimedia. Jerango (Gayo).naturezadivina.

tepi rata. 2008 ujung runcing. Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang Cara kerja : 1. Bersifat sebagai insektisida 2. N. puith. kepala putik meruncing. kolamen. Gunaeni. panjang ± 0. tangkai sari panjang ± 2. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Distribusi/penyebaran : Di Indonesia didapati tumbuh liar di hutan-hutan Habitat : Jenis ini menyukai tempat yang lembab seperti di tepi danau dan sungai.75 mm. panjang panjang ± 60 cm.W. metileugenol dan eugenol. Setiawati.5 mm. ujung meruncing. pangkal memeluk batang. Murtiningsih.5 mm. kolamenol. Perbungaan majemuk. kepala sari panjang ± 0.75 mm. panjang 1-1. Menghambat pembentukan telur (mandul) Khasiat lain : Tumbuhan ini berguna untuk mengobati keracunan makanan. pertulangan sejajar.5 mm.5 mm. kepala sari panjang ± 2. panjang 20-25 cm. R. Buah berwarna coklat. sakit otot dan sebagai bahan kosmetik Balai Penelitian Tanaman Sayuran 89 . saponin dan tanin Asaron. hijau. di ketiak daun. putik 1-1. mahkota bulat panjang. kolameon. lebar ± 5 cm. Kandungan kimia : Minyak daringo mengandung asaron. bentuk bongkol.

2008 Metode pembuatan : OPT Sasaran Berbagai jenis ulat hama pengisap dan hama gudang Bahan dan Alat Ekstrak rimpang Rimpang jaringan kering 2 liter air 8 ml deterjen Alat Penumbuk/Blender Ember Cara Pembuatan Cara Penggunaan Tumbuk rimpang kering jeringau. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Saring. aduk untuk 0. N. Buang benih yang mengambang.4 ha hingga merata Bubuk Jaringau dan urine sapi untuk perlakuan benih 50 gram bubuk jaringau 2. Diamkan selama 24 jam. Setiawati. Biarkan dingin. dan T. Gunaeni. ½ kg bubuk jeringau Tambahkan deterjen.W.5 liter air 1 liter urine sapi Panci Baskom Cukup untuk perlakuan 1 kg benih Semprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari Didihkan air. Murtiningsih. Tambahkan bubuk jeringau. Biarkan selama 15 menit. Campurkan urine sapi dengan air. Ambil 20 gram bubuk jaringau dan tambahkan air. Benih siap untuk disemaikan OPT pada benih Balai Penelitian Tanaman Sayuran 90 . Aduk hingga merata Campurkan benih pada larutan jeringau.

Batang berkayu. Marongghi (Madura). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). W. Tumbuhan kelor. Kirol (Buru). Parongge (Bima). panjang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 91 . Kelor (Sunda). Murtiningsih 2008) Nama daerah : Murong (Aceh). Kelo (Ternate). Kelor (Jawa Tengah). tingginya kira-kira 7 -11 meter. N. berbintik hitarn. Kilor (Lampung). a. Gunaeni. Daun kelor (Foto: R. putih kotor. bercabang. 25. bulat. Kawona (Sumba). Nama umum: Kelor Nama Inggris: Horse radish spray Gambar 26 . Daun majemuk. Ciri – Ciri : Pohon. R. dan T. Setiawati. Kelor (Moringa oleifera) Klasifikasi: Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Brassicales Suku : Moringaceae Warga : Moringa Jenis : Moringa oleifera Sinonim : Moringa pterygosperma Gaertn. N.W. Kelor (Melayu) Munggai (Minangkabau). b. Murtiningsih. 2008 4.

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

20-60 cm, anak daun bulat telur, tepi rala, ujung berlekuk, menyirip ganjil, hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, letak di ketiak daun, panjang 10-30 cm.daun kelopak nijau, benang sari dan putik kecil, mahkota putih, putih. Buah polong, panjang 20-45 cm, berisi 15-25 biji, coklat kehitaman. Biji bulat, bersayap tiga, hitam. Akar tunggang, putih kotor. Penyebaran: Pertama kali ditemukan di India, kemudian menyebar ke kawasan di sekitarnya sampai ke Benua Afrika dan Asia-Barat. Habitat: Tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Kandungan kimia : Akar, daun dan kulit batang kelor mengandung saponin dan polifenol, sedangkan kulit batangnya mengandung alkaloida dan daunnya mengandung minyak atsiri. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja: Tumbuhan ini bersifat sebagai fungisida Khasiat lain : Akar kelor berkhasiat sebagai obat kejang, obat gusi berdarah, obat haid tidak teratur dan obat pusing. Daunnya berkhasiat sebagai obat sesak nafas, encok dan beri-beri, bijinya sebagai obat mual

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

92

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

Metode pembuatan:
Cara Penggunaan OPT Sasaran

Bahan dan Alat Ekstrak Daun Kelor 5 kg daun kelor 15 liter air Pisau Alat Penumbuk/ Blender Saringan

Cara Pembuatan

Daun kelor dicuci sampai bersih. Kemudian dicacah, ditumbuk sampai halus. Tambahkan air. Rendam selama 24 jam. Saring.

Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari

Antraknos Early blight Fruit rot Leaf spot

Pengaruh terhadap organisme barguna: aman

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

93

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

4. 26. Kenikir (Tagetes erecta )

Gambar 27 . a. Tumbuhan kenikir, b. Bunga kenikir (Foto: R. Murtiningsih 2008)

Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Asteracea Suku : Compositae Marga : Tagetes Jenis : Tagetes erecta Nama Inggris : African Marigold

Nama Indonesia : Kenikir Nama Daerah : Kenikir (Jawa Tengah), tahi kotok (Sunda)

saes,

Diskripsi tumbuhan: Tumbuhan berbentuk herba dengan tinggi 0,5-1,5 m dan merupakan tanaman semusim. Batangnya bulat, tegak, beralur, bercabang, putih kehijauan. Tumbuhan berdaun majemuk, berbentuk lanset, ujung runcing, tepi bergengi, panjang 3-15 cm,
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

94

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

hijau. Bunganya majemuk, berbentuk cawan, dengan tangkai panjang, daun pembalut berbentuk lonceng, kepala putik bercabang dua berwarna kuning. Sedangkan benang sari berwarna kuning atau ungu, berbentuk lonceng dengan panjang 1-1,5 cm. Bijinya berbentuk jarum dan berwarna hitam. Tumbuhan ini mempunyai akar tunggang dan berwarna putih kekuningan. Distribusi/penyebaran : Pohon kenikir merupakan tumbuhan tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya Habitat : Kenikir tumbuh baik di dataran rendah sampai pegunungan ± 700 m dpl., dengan kondisi tanah yang subur, liat, dan berdrainase baik, terutama di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari penuh. Kandungan kimia : Tumbuhan ini mengandung quercetagetin, quercetagitrin, dan tagetiin yang termasuk dalam kelompok senyawa flavonoid, serta senyawa tagetol, linolaol, ocimene, limonen, dan piretrum yang termasuk dalam kelompok monoterpenoid. Tumbuhan ini juga mengandung senyawa alkaloid, serta senyawa thertienil yang termasuk dalam kelompok senyawa poliasetilen Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, bunga dan akar Cara kerja : 1. Menghambat kerja sistem saraf 2. Menghambat aktivitas makan (antifeedant) 3. Penolak (repellent) 4. Bersifat sebagai insektisida, fungisida dan nematisida
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

95

Saring Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 :2. radang mata. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Biarkan selama 5 – 10 hari. 2008 Khasiat lain : Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit Infeksi saluran nafas bagian atas. perbandingan 1: Anjing tanah 2. kejang pada anak. Tambahkan 1 sendok teh deterjen setiap 1 liter larutan Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT 96 Balai Penelitian Tanaman Sayuran .W. dan T. Setiawati. Biarkan selama 24 jam. Aduk secara berkala.¾ drum diisi dengan tanaman kenikir. Tambahkan 1 sendok teh deterjen setiap satu liter larutan Cendawan dan nematode bengkak akar Ekstrak kenikir Daun kenikir Sabun/deterjen Air panas Alat penumbuk/blender Alat penyaring Ember Tambahkan larutan Semut. Murtiningsih. Saring sebelum digunakan Rajang daun tagetes hingga halus. Gunaeni. sakit gigi. radang tenggorokan. dengan air dengan Kutudaun. Metode pembuatan : Bahan dan Alat Fermentasi ekstrak kenikir Seluruh bagian tanaman yang sedang berbunga Deterjen/sabun Alat penyaring Drum Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran ½ . R. N. Rendam dalam air panas. batuk.

W. Gunaeni. Dinginkan. Saring Tambahkan larutan OPT dengan air dengan secara perbandingan 1 : 2. umum Tambahkan 1 sendok teh deterjen setiap satu liter larutan Semua bahan dirajang sampai halus. Setiawati. Murtiningsih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 97 . Bawang putih dan bawang merah 2 genggam daun tagetes 2 buah cabai 2 siung bawang putih 2 buah bawang merah Panci Ember Rajang daun tagetes hingga halus tambahkan air. 2008 Sasaran Ekstark tagetes + tomat 1 kg daun tagetes 1 kg daun tomat 20 liter air Alat penumbuk/blender Alat penyaring Ember Pail Ekstrak tagetes + cabai 500 gram tanaman tagetes 10 buah cabai 15 liter air Pisau Sabun/deterjen Alat penyaring Ember Ekstrak Tagetes. Masukkan dalam panci yang telah berisi air kemudian didihkan. dan T. N. Rendam dalam air selama 24 jam. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Saring Tambahkan larutan OPT dengan air dengan secara perbandingan 1 : 4. R. Kumbang Rajang daun tagetes dan cabai merah. Saring Tambahkan 20 liter air dan Tambahkan 1 sendok teh deterjen setiap satu liter larutan. Cabai. Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang Kutudaun Penggerek batang. umum Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang.

beralur. R. Ketumbar (Gayo). Katumbaii (Gorontalo). Bunga ketumbar (Foto: R. hijau. Hatumbar (Batak Toba). berseludang. Nama umum : Ketumbar Nama Inggris : Coriander. ketumbar (Jawa Tengah). Katuncar (Sunda). 2008 4. N. Ciri – ciri : Semak. majemuk. berlubang. hijau keputihputihan. Katumba (Minangkabau). Batang. semusim. Setiawati. Katumba (Bima). tinggi ± 1 m. kerumbar (Melayu). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Daun. Katombar (Madura). Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Apiales Suku : Apiacea Warga : Coriandrum Jenis : Coriandrum sativum L. tepi daun berwarna putih. berkayu. Chinese parsley Nama daerah : Keutumba (Aceh). Katumbare (Makasar). Tanaman ketumbar. Katumbare (Bugis). Murtiningsih. dan T. percabangan dikotom. Penyijang (Kerinci). Katumbah. 27. lunak. Gunaeni. maiernuk. berbagi menyirip. Bunga. tangkai panjang 5-10 Balai Penelitian Tanaman Sayuran 98 . a.W. Ketumbar (Coliandrum sativum) Gambar 28. bentuk payung. b.

obat radang lambung. obat mual dan haid tidak teratur. coklat.Biji. N. putih atau merah muda. bulat. Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 99 . Murtiningsih. Buah. Habitat : Di pulau Jawa. putih. bercabang. bulat. pencernaan kurang baik. kelopak terdiri dari 5 lembar lepas satu sama lain. mahkota terdiri dari 5 daun mahkota. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bersifat sebagai akarisida dan fungisida 2. ketumbar ditanam di pekarangan dan dapat tumbuh sampai ketinggian 2000 m dpl. Setiawati. Penolak (repellent) Khasiat lain : Tumbuhan ini dapat digunakan untuk obat masuk angin. dan T. obat sariawan. kotak. biji Cara kerja : 1. Kandungan kimia : Tumbuhan ini mengandung saponin. Akar tunggang.W. obat pening. masin muda hijau setelah tua kuning. flavonoida dan tanin Bagian tanaman yang digunakan : daun. bulat. 2008 cm. putih. Gunaeni.kecoklatan. panjang 2-3 mm. hijau. R.

Gunaeni. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).W. Setiawati. N. R. Didihkan dalam air selama 10 menit. Dinginkan. saring Tambahkan larutan dengan 2 liter air. 2008 Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak Ketumbar 200 gram biji ketumbar 1 liter air Panci Alat penumbuk/ blender Ember OPT Sasaran Cara Pembuatan Cara Penggunaan Hancurkan biji ketumbar. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari Spider mites Cendawan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 100 . Murtiningsih. dan T.

N. Tanaman kipait. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). diversifolia tumbuh pada ketinggian 200 . 2008 4. Setiawati. Kembang Bulan (Jawa) Nama Inggris : Mexican sunflower Distribusi/penyebaran : T. kulit batang dan akar T. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Asterales Suku : Asteracea Marga : Tithonia Jenis : Tithonia diversifolia Nama umum : Kipait Nama daerah : Kipait (Sunda). Habitat : T. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 101 . tumbuhan ini telah diintroduksi ke sebagian besar negaranegara tropis. dan telah beradaptasi di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara. dan tumbuhan ini toleran terhadap pemangkasan yang berlebihan. Bunga kipait (Foto: R. a. Kipait (Tithonia diversifolia) (Hemsley) A. 28. R. polifenol dan flavonoida. Murtiningsih. Gunaeni.W. diversifolia mengandung saponin. Gray Gambar 29 . diversifolia merupakan tumbuhan asli dari Meksiko dan Amerika Tengah. b. Kandungan kimia : Daun. dan T.1500 m dpl.

Alternaria sp. diversifola umum digunakan sebagai pupuk hijau. T. Liriomyza sp. Bunganya dapat digunakan sebagai obat luka atau luka lebam. Alat tumbuk. dan T. Tambahkan air sampai larutan menjadi 20 liter air. Karat daun Balai Penelitian Tanaman Sayuran 102 .. jerigen (20 liter) Cara Pembuatan Cara Penggunaan Semua bahan dicincang. Setiawati.W. Saring.. Ember. yang telah diisi air secukupnya. Khasiat lain : Tumbuhan ini berguna untuk obat luka atau luka lebam Metode pembuatan: OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak kipait + laos + serai wangi 8 kg kipait 6 kg Laos 6 kg serai wangi 20 l air Perekat/perata Pisau/golok. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Spodoptera exigua. Ditumbuk sampai halus. Gunaeni. Diamkan selama 24-48 jam. Untuk penyemprotan 1 ha dicampur lagi dengan air sebanyak 580 liter. Murtiningsih. Alternaria sp... selain itu ditanam di sepanjang jalan dan diperkebunan teh. Drum. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida dan nematisida OPT sasaran : Spodoptera exigua. ditanam di lereng-lereng curam untuk mengendalikan erosi. N. Di Pulau Jawa. 2008 Kegunaan : Tumbuhan ini juga mengandung bahan insektisida dan nematisida. dimasukkan ke dalam ember/ drum. R. dan karat daun. Liriomyza sp. kayunya dikumpulkan untuk kayu bakar.

-Bip. Tumbuhan kirinyuh (Foto: R. Eupatorium clematitis DC. Letak daun berhadapan. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Eupatorium floribundum Kunth. merah kecoklatan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 103 . Osmia odorata (L...W. bitter bush. Berbentuk semak belukar dengan tinggi dapat mencapai 6 – 8 m.. Eupatorium conyzoides M. Murtiningsih 2008) Sinonim: Eupatorium affine Hook & Arn.-Bip..) Sch... 29. Osmia floribunda (Kunth) Schultz-Bip. R. dan T. Eupatorium divergens Less. Eupatorium brachiatum Wikstrom. N... siam weed Ciri – ciri : Tanaman tahunan. Osmia divergens (Less. 2008 4. Kirinyuh (Eupatorium odoratum) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Asterales Suku : Asteraceae/Compositae Warga : Eupatorium Jenis : Eupatorium odoratum Nama umum : Kirinyuh Nama daerah : Katepos (Sunda) Gambar 30. Gunaeni. Eupatorium sabeanum Buckley.. Nama Inggris : Christmas bush. Eupatorium graciliflorum DC. Osmia conyzoides (Vahl) Sch..) Schultz-Bip.) Schultz-Bip. Setiawati. Eupatorium stigmatosum Meyen & Walp. Murtiningsih. Eupatorium odoratum L. Osmia graciliflora (DC. Vahl.

Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 104 . tanin. R. monoterpen. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). polifenol. Sumatera Utara dan sekarang menyebar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua. Bunga seragam mempunyai jumlah 20 – 35 buah. triterpenoid. Bersifat sebagai bakterisida dan insektisida 2. Habitat : Kirinyuh tumbuh di berbagai jenis tanah pada ketinggian 50 – 1000 m dpl. keong Didihkan daun dalam air selama 10 menit. kuinon. kemudian saring. Kandungan kimia : Kirinyuh mengandung senyawa tanin. Penghambat makan (antifeedant) Khasiat lain adalah untuk penyembuhan luka dan menghambat kanker Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak daun 400 g daun kering 10 liter air 10-15 ml sabun/ ditergen Panci. N. 2008 pada waktu muda dan mengeluarkan aroma bila diremas. flavonoid. pertama kali dikenal pada tahun 1934 di Lubuk Pakan. Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Murtiningsih. ember Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Kutudaun. Di Indonesia. dan steroid Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : 1. dan seskuiterpen flavonoid. Gunaeni.W. dan T. steroid. Dinginkan. ulat daun kubis.

2008 4. Pagidon (Toli-Toli). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Temu kuning (Jawa). Kumeh (Alor). lrian) Nama Inggris : Tumeric Balai Penelitian Tanaman Sayuran 105 . Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Zingiberales Suku : Zingiberaceae Warga : Curcuma Jenis : Curcuma domestica Sinonim : Curcuma longa Auct. Setiawati.W. R. Kuma (Solor). Undre (Nias). Gunaeni. Kunik (Roti). dan T. Hunik (Batak). Huni (Toraja). Kunyir (Lampung). Kuneh. Kunyit (Curcuma domestica) Gambar 31 . Koneh. Kunir bentis. Kunir (Timor). 30. Kuning (Gayo). Hunik. Murtiningsih. Kunyet (Aceh). Kakunye (Enggano). Yaw (Arso. Nama umum : Kunyit Nama daerah : Kunyit (Melayu). Guni (Flores). Kunyir. Koneng (Sunda). Rimpang kunyit (Foto: R. Kunir. N. Uni.

Penolak (repellent) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 106 . Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo– Malaysia. volatil oil (Keton sesuiterpen. Daun tunggal. tipis. Penyebaran : Tanaman berasal dari wilayah Asia. tumbuh liar di ladang. sabinen. hijau kekuningan. di hutan (misalnya hutan jati). coklat muda. felandren. ungu. Batang semu. bersisik. tangkai panjang 16. lebar ± 1. Taiwan. Filipina. bulat. lanset memanjang. Thailand. Australia bahkan Afrika Habitat : Kunyit dapat tumbuh di berbagai tempat. ujung dan pangkal runcing. Kandungan kimia : Kunyit mengandung kurkumin. kelopak silindris. tumeon.40 cm. demetoksikurkumin. tegak. Vietnam. kuning. ataupun ditanam di pekarangan rumah. Murtiningsih. mahkota panjang ± 3 cm. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T.5 cm. membentuk rimpang. borneol dan sineil) Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang Cara kerja : 1.5 cm. Akar serabut.12. Gunaeni. tinggi ± 70 cm. helai daun tiga sampai delapan. pangkal daun pelindung pulih. India. hijau pucat.40 cm. khususnya Asia Tenggara. demetoksikurkumin. Cina. turmeron. 2008 Ciri – ciri : Semak. ungu.W. di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 200 m dpl. Setiawati. panjang 20 . lebar 8 . R. tepi rata. Bersifat sebagai insektisida dan fungisida 2. pertulangan menyirip. N. berambut. zingiberen. Bunga majemuk. bercangap tiga.

belalang. mengatasi buang-buang air dan perut kembung. penggerek batang Embun tepung Pengaruh terhadap organisme berguna: aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 107 . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Gunaeni. mengurangi lemak perut. tungau. menguatkan syahwat dan mengencangkan vagina. Saring Tambahkan 2 – 3 liter air. memperlancar ASI. Murtiningsih. dan dapat mengobati amandel Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak Kunyit 20 gram parutan rimpang kunyit 200 ml urine sapi 2-3 liter air 8-12 ml diterjen Ember Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Rendam parutan kunyit dalam urine sapi. Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Kutudaun. Tambahkan diterjen. mengobati sariawan usus dan panas dalam. ulat tanah. melancarkan air seni. mengatasi keputihan. menghaluskan kulit. N. kemudian aduk hingga rata. ulat jengkal. R. Setiawati. 2008 Khasiat lain : Kegunaan lain tanaman ini adalah untuk membantu mencegah dan mengobati kanker payudara dan kanker rahim. dan T.W.

Nama umum : Legundi Laki . Gunaeni.W. 2008 4. permukaan pepagan agak kasar. Legundi laki – laki (Vitex negundo Linn. ungu atau hitam saat matang.) Gambar 32 . menjorong menyempit sampai melanset-membundar telur. V. Daun majemuk. mahkota ungu-biru. dan T. berbulu halus kecil atau gundul di atas. Perbungaan terbatas tersusun dalam malai yang terminal atau aksiler di atas ketiak daun. Tumbuhan legundi laki-laki (Sumber foto: http://www. incisa Lamk . Setiawati. V.org) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyia Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Lamiales Suku : Verbenacea Marga : Vitex Jenis : Vitex negundo Linn. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 108 . Sinonim : V. Murtiningsih. coklatkemerahan muda. horseshoe vitex . Ciri – ciri : Semak atau pohon kecil yang meranggas. R.bhopal.laki Nama Inggris : Five-leaved chaste tree. 31. Buah membulat sampai membulat telur lebar. paniculata Lamk . mengelupas dalam keripih mengertas. leucoxylon Blanco . N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Habitat : Jenis ini dijumpai berkelompok di daerah lembab atau sepanjang perairan. Setiawati. R.W. Penghambat aktivitas makan (antifeedant) 2. Murtiningsih. Vitex negundo dibudidayakan secara luas di Eropa. seluruh Malesian. Afghanistan. N. Pakistan. India. Sri Lanka. ke timur ke kepulauan Palau. p-hydroxybenzoid acid dan D-fructose. Amerika Utara dan Hindia Barat. pada daerah-daerah buangan sampah. isoorrentin. Gunaeni. dan T. Kandungan kimia : Tumbuhan ini mengandung casticin. Cina. Asia. Burma (Myanmar). Jepang. belukar dan hutan terbuka campuran. tonik pahit. 2008 Penyebaran : Tumbuhan ini menyebar dari Afrika Timur dan Madagaskar ke Iran. Taiwan. Bagian tanaman yang digunakan : adalah daun Cara kerja : 1. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Thailand. pengencer dahar dan diuretik Balai Penelitian Tanaman Sayuran 109 . chrysophenol D. sampai ketinggian 1700 m dpl. luteolin. Kepulauan Caroline dan Kepulauan Mariana. Penolak (repellent) Khasiat lain : Tumbuhan ini berguna untuk pengurang rasa sakit. IndoCina.

Kemudian saring Tambahkan Berbagai 10 liter air dan macam 10 ml ulat deterjen. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 110 . Biarkan dingin. Murtiningsih. Gunaeni. Aduk hingga merata. 2008 Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak daun Legundi 2 kg daun legundi 15 liter air 10 ml deterjen Panci Saringan Ember Cara Pembuatan Cara OPT Penggunaan Sasaran Rendam daun legundi dalam 5 liter air selama 24 jam. dan T. R. N. Kemudian didihkan larutan selama 30 menit. Setiawati.W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

pangkal tumpul. Rimpang lengkuas (Foto: R. b. Tanaman lengkuas. (Jawa). dan tersusun berseling. R. berdaging. Setiawati. dan T. Batangnya tegak. berbentuk silindris. tersusun oleh pelepah–pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu. Rimpang besar dan tebal. berwarna hijau agak keputih– putihan. Nama Indonesia : Lengkuas Nama daerah : Langkueueh (Aceh). bertangkai pendek.W. 2008 4. N. Daun tunggal. berwarna hijau. dan bercabangBalai Penelitian Tanaman Sayuran 111 . 32. Gunaeni. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Lengkuas (Alpinia galanga (L) Wild) Gambar 33 . Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Magnoliophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Liliopsida Bangsa : Zingeberales Suku : Zingeberaceae Marga : Alpinia Jenis : Alpinia galanga (L) Willd. Murtiningsih. a. ujung runcing. Bentuk daun lanset memanjang. dengan tepi daun rata dan panjang daun sekitar 20–60 cm dan lebar 4–15 cm. diameter sekitar 2–4 cm. laja (Sunda) Nama Inggris : Greater galingale laos Diskripsi tanaman : Lengkuas merupakan terna berumur panjang dengan tinggi sekitar 1 – 2 m dan biasanya tumbuh dalam rumpun yang rapat.

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

cabang. Bagian luar rimpang berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat, mempunyai sisik–sisik berwarna putih atau kemerahan, keras, mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih dengan rasa tajam, pedas, dan berbau harum karena minyak atsirinya. Distribusi/penyebaran : Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Asia, ada yang menduga berasal dari Cina dan ada juga yang berpendapat tumbuhan berasal dari Bengali. Tetapi sudah sejak lama digunakan secara luas di Cina dan Indonesia terutama di pulau Jawa. Sekarang lengkuas tersebar luas di berbagai daerah di Asia tropis, antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Cina bagian selatan, Hongkong, India, Bangladesh, dan Suriname. Di Indonesia, mula-mula banyak ditemukan tumbuh di daerah Jawa Tengah, tetapi sekarang sudah dibudidayakan di berbagai daerah. Habitat : Lengkuas tumbuh di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari penuh atau yang sedikit terlindung. Lengkuas menyukai tanah yang lembab dan gembur, tetapi tidak suka tanah yang becek dan dapat tumbuh subur di dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl. Di Indonesia banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati atau di dalam semak belukar. Kandungan kimia : Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1% minyak essensial terdiri atas metil–sinamat 48%, sineol 20–30%, eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, δ – pinen, galangin, galanganol dan beberapa senyawa flavonoid. Kegunaan lain : Tumbuhan ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit reumatik, sakit limpa, nafsu makan, bronkhitis, morbili dan panu.
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

112

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

Cara kerja : Tumbuhan ini bersifat sebagai anti jamur OPT sasaran : Tumbuhan ini dapat menghambat pertumbuhan F. oxysporum, R. solanacearum, E. coli, Neurospora, Candida albicans. Tumbuhan ini juga dapat untuk mengendalikan belalang, kutudaun dan trips. Sulingan minyak lengkuas dapat digunakan untuk mengendalikan hama lalat buah dan penyakit antraknose pada cabai. Cara pembuatan : Untuk pengendalian OPT pada bawang merah: Bahan-bahan terdiri dari gula merah, air beras, kunyit, jahe, kencur, temu lawak, temu ireng, lengkuas, legundi, tetunggeng (istilah lokal), tembakau, dan beberapa akar tanaman, serta tuak manis kemudian ditambah air secukupnya. Ramuan dicampur kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit Cara penggunaan : Ramuan tersebut diatas dapat disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

113

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

4. 33. Lenglengan (Leucas aspera)

Gambar 34. a. Tumbuhan lenglengan (Sumber foto: http://www.crdi.ca), b. Bunga lenglengan (Sumber foto: http://static.flickr.com)

Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Lamiales Suku : Lamiaceae Warga : Leucas Jenis : Leucas aspera Sinonim : L. linifolia Nama umum : Lenglengan Nama daerah : Paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura), plenang (Jawa) Nama Inggris : Leucas

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

114

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

Ciri – ciri : Terna semusim, tegak , tinggi 20 – 60 cm. Batang berkayu, berbuku-buku, bentuknya segi empat, bercabang, berambut halus, berwarna hijau. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai. Helaian daun bentuknya lanset, ujung dan pangkalnya runcing, tepi bergerigi, berwarna hijau muda. Bunga kecil–kecil, berwarna putih berbentuk lidah, tumbuh tersusun dalam karangan semu yang padat. Buahnya buah batu, warnanya coklat. Biji bulat kecil, berwarna hitam Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari India. Habitat : Tumbuhan ini dapat ditemukan di dataran rendah, tumbuh liar di tanah kering sepanjang tepi jalan, tanah terlantar dan kadang di tanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Kandungan kimia : Lenglengan mengandung saponin, flavonoida, tanin dan minyak atsiri. Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman. Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida Khasiat lain : Tumbuhan ini berguna untuk obat sukar tidur, sakit kepala, influenza, batuk, pencernaan terganggu, cacingan, kencing manis, kejang dan ayan.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

115

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

Metode pembuatan:

Bahan dan Alat Ekstrak Lenglengan 3 tanaman lenglengan Air 8-12 ml sabun Alat Penumbuk/ Blender Saringan

Cara Pembuatan

Cara Penggunaan

OPT Sasaran

Bahan ditumbuk halus. Rendam dalam 10 liter air selama 24 jam Saring tambahkan 8 – 12 ml deterjen kemudian diaduk sampai rata

Tambahkan 50 Berbagai – 60 liter air macam ulat Semprotkan pada seluruh tanaman yang terserang pada pagi hari

Ekstrak lenglengan + urine sapi 50 g lenglengan 200 ml urine 5 – 10 ml deterjen Alat Penumbuk/Blender Saringan

Bahan ditumbuk halus. Rendam dalam 10 liter air selama 24 jam Saring tambahkan 5 - 10 ml deterjen kemudian diaduk sampai rata

Tiap 100 ml ekstrak campur dengan 1 liter air Semprotkan pada seluruh tanaman yang terserang pada pagi hari

Pengaruh terhadap organisme berguna: aman

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

116

5 cm. hitam. N.W. Setiawati. 5-3. kotak. R. berkatup. Batang. ujung melebar. lebar 2-5 cm. kecil. tangkai putik silindris. Lidah buaya (Aloe barbadensis Milleer) Klasifikasi: Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Bangsa : Liliales Suku : Liliaceae Warga : Aloe Jenis : Aloe barbadensis Milleer Nama umum: Lidah Buaya Nama Inggris: Aloe Gambar 35. bergetah kuning. Gunaeni. Akar. kuning kotor. bertabung pendek. putik menyembul keluar atau melekat pada pangkal kepala sari. berlendir. hijau keputih . panjang + 20 cm. di ujung batang. bulat. Murtiningsih. ujung runcing. jadam Ciri – ciri : Semak. Murtiningsih 2008) Nama daerah : Lidah buaya. hijau. bentuk malai.5 cm. letah buaya. berdaging tebal. mahkota panjang 2. bulat. Bunga. majemuk.putihan. tepi bergerigi. daun pelindung panjang ± 1. kecit. tinggi ± 1 m. benang sari enam. 34. Tanaman lidah buaya (Foto: R. pangkal tumpul. lanset. dan T. serabut. ilat boyo. tunggal. jingga atau merah. kepaia putik bulat. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 117 . panjang 30-50 cm. tidak berkayu. percabangan monopodial. 2008 4. tahunan. Buah. Biji. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

2008 Penyebaran: Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika dan di Indonesia tumbuhan ini banyak ditemukan di berbagai tempat. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). wasir dan radang tenggorokan. Bersifat sebagai insektisida. Murtiningsih. Kandungan bahan kimia : Bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini antara lain saponin.W. flavonoida. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 118 . polifenol dan tanin. N. Habitat : Lidah buaya tumbuh liar di tempat yang berhawa panas. Gunaeni. Setiawati. bakterisida dan fungisida 2. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan untuk perekat/perata saat aplikasi pestisida Khasiat lain: Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan untul obat bisul. R. pecah-pecah. rambut rontok. lecet. Bagian tanaman yang digunakan adalah daging daun Cara kerja 1.

Rendam legundi dalam air. Murtiningsih.W. Didihkan selama 30 menit. Masukkan sabun/deterjen. Setiawati. N. Dinginkan kemudian saring. Oleskan larutan pada triplek atau plastik. bakteri dan cendawan. Aduk hingga rata. Campurkan kedua larutan tersebut. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Pasang di lahan pertanaman sayuran atau tanaman lainnya. 2008 Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak Legundi dan Lidah Buaya 5 kg legundi 2 liter juice lidah buaya 50-60 ml sabun/deterjen 50 liter air Panci Ember Cukup untuk luasan 0.4 ha Ekstrak Lidah Buaya 1/2 liter ekstrak lidah buaya 1 kg jarak Alat untuk menempelkan ekstrak (triplek atau plastik) Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Buat 2 liter juice lidah buaya. Saring. Tambahkan 50 liter air. dan T. 6 trap cukup untuk luasan ½ ha Imago Balai Penelitian Tanaman Sayuran 119 . Tambahkan latex atau damar sebagai perekat. R. Gunaeni. ulat jengkal. Campurkan lidah buaya dengan jarak. Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi Ulat grayak.

West Indies mahogany.edu) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rutales Suku : Meliacea Marga : Swietenia Jenis : Swietenia mahagoni Jacq Nama daerah : Mahagoni.. Mahoni (Swietenia mahagoni) JACQ Gambar 36.fiu. N. Murtiningsih. Buah mahoni (Sumber foto: http://bio. c. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Caribbean Mahogany Balai Penelitian Tanaman Sayuran 120 . moni Sinonim : Swietenia macrophylla King. S. Daun mahoni (Foto: R. R. Tumbuhan mahoni. Murtiningsih 2008).W. Gunaeni. a. b. 35. Madeira redwood. Setiawati. 2008 4. maoni. Nama umum : Mahoni Nama Inggris : Mahogany. Spanish mahogany. mahagoni Bl. dan T. Jacq.

coklat Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Hindia Barat Habitat : Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempatternpat lain yang dekat dengan pantai. setelah tua warnanya hijau.W. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. bentuknya seperti sendok. ujung dan pangkal runcing. kuning kecoklatan. Murtiningsih. Kelopak bunga lepas satu sama lain. tepi rata. Buahnya buah kotak. Mahkota silindris. berakar tunggang. panjang 3-15 cm. Akar. bulat telur. Penghambat perkembangan serangga (growth regulator). Biji pipih. Daun muda berwarna merah. Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun. Setiawati. Ibu tangkai bunga silindris. atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung Kandungan kimia : Bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah saponin dan flavonoida Bagian tanaman yang digunakan adalah biji Cara kerja : 1. tulang menyirip. 2008 Ciri – ciri : Pohon tahunan. R. benang sari melekat pada mahkota. tunggang. Gunaeni. berlekuk lima. helaian daun bentuknya bulat telur. Penghambat makan (antifeedant) 2. Daunnya daun majemuk menyirip genap. banyak bercabang dan kayunya bergetah. tinggi 5-25 m. kepala sari putih. warnanya coklat muda. warnanya coklat. warnanya hitam atau coklat. N. 3. kuning kecoklatan. batangnya bulat. warnanya hijau. dan T. Penolak (repellent) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 121 . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Gunaeni. Saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Kutudaun. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). demam. N. reumatik Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak biji Mahoni 3 gram biji mahoni 100 ml Air Sabun/deterjen Alat penumbuk/ blender Ember Alat penyaring Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Campurkan 3 gram biji mahoni dalam 100 ml air. dan T.W. kencing manis (diabetes mellitus). walang sangit Balai Penelitian Tanaman Sayuran 122 . kepinding tanah. ekzema. masuk angin. 2008 Khasiat lain : Tumbuhan ini dapat digunakan untuk obat tekanan darah tinggi (hipertensi). Setiawati. haluskan. R. Murtiningsih. kurang nafsu makan.

ai kombo. Beach mulberry. Setiawati. R. Daun mengkudu. bingkudu. Murtiningsih 2008) Nama daerah : Pace (Jawa). neteu (Sumatera). Rewong (Dayak). Mengkudu (Morinda citrifolia) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rubiales Suku : Rubiaceae Marga : Morinda Jenis : Morinda citrifolia L. eoru. Tahitian Noni. lengkudu. N. Purata Balai Penelitian Tanaman Sayuran 123 . Cangkuang atau Cangkudu (Sunda). bakudu. Kodhuk (Madura). Cheese fruit Gambar 37. eodu. Gunaeni. mengkudu. mangkudu. Daun berwarma hijau tua berkilat. Sinonim : Bancudus latifolia Nama umum : Mengkudu Nama Inggris : Great morinda. 2008 4. Indian mulberry. wangkudu. mangkudu. 36. Daun tersusun dalam pasangan yang bertentangan. keumudee. dan berbentuk bujur-tirus. pamarai. b. licin dan ujungnya runcing. tibah. bengkudu. dan T. Mangkudu (Nias). wungkudu. Buah mengkudu (Foto: R. Murtiningsih. wungkudu (Bali).W. Ciri – ciri : Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m. bakulu (Nusa Tenggara). bangkudu. manakudu. a. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). labanau (Kalimantan).

proxeronin. demam. dan T. daun dan akar Cara kerja : Tumbuhan ini bersifat sebagai insektisida Khasiat lain : Tumbuhan ini berkhasiat untuk obat hipertensi. Habitat : Di Indonesia. Australia. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 1500 m dpl. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 124 . Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari wilayah daratan Asia Tenggara dan kemudian menyebar sampai ke Cina. Setiawati. 2008 ukuran daun ialah 30-35 cm panjang dan 13-15 cm lebar. batuk. sakit perut. India. N. Murtiningsih. influenza. R. Kandungan kimia : Kandungan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah xeronin. ambak bunga tumbuh pada batang yang bentuknya menyerupai ketuat. Tahiti. Buahberubah warna menjadi krim keputih-putihan pada watu masak. Kulit batang pokok berwarna kelabu dan mempunyai dahan empat segi. Hawaii. Fiji.W. Karibia. Di setiap pankal tangkai daun terdapat ketumbuhan berbentuk seperti lidah berwarna hijau berukuran lebih kurang 1. sakit kuning. menghilangkan sisik pada kaki. Haiti. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bagian tanaman yang digunakan adalah buah.5 cm panjang. Filipina. scopoletin dan antraquinan. mengkudu tumbuh di hampir seluruh wilayah. ditanam di pekarangan rumah atau tumbuh liar di kebun dan di hutan. Afrika. Gunaeni. Bunga adalah bisexual dan berbau wangi. Florida dan Kuba.

Setiawati. daun nangka. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Gunaeni. dan T. Murtiningsih. xylostella) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 125 . R. sedikit sabun Alat penumbuk/ blender Saringan Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Semua bahan dihancurkan sampai halus. N. Tambahkan air lalu saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari Ulat daun kubis (P. 2008 Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak buah mengkudu Buah mengkudu matang. tembakau.W.

margosa tree Gambar 38. 2008 4. berbentuk lonjong dan bergigi. Murtiningsih. Bunga berbentuk malai dengan panjang 10-30 cm. Selalu hijau tidak menggugurkan daun pada musim panas dan kering yang ekstrim. nim. batangnya agak bengkok dan pendek. kalantas. b.cornucopia. 37. R. warna putih sampai Balai Penelitian Tanaman Sayuran 126 .Juss Nama Indonesia : Mimba. Tumbuhan mimba. a. margosier. Juss) Klasifikasi : Divisio : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub-kelas : Rosidae Ordo : Sapindales Familia : Meliaceae Genus : Azadirachta Spesies : Azadirachta indica A.W. margosa. berbentuk oval dan besar. Murtiningsih 2008) Diskripsi tanaman : Pohon ini dapat mencapai tinggi 20 m. Mimba (Azadirachta indica A. kayu bawang Nama Inggris : bird`s-eye. Tajuk rapat. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Daun sangat pahit dan bijinya mengeluarkan bau seperti bawang putih. Daun mimba (Foto: R. dan T. Setiawati. Gunaeni. N. terasnya berwarna merah dan keras. Daunnya majemuk 717 pasang pertangkai.

nematisida dan virusida. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 127 . salannin. Tumbuhan ini tidak dapat hidup di daerah dingin atau bersalju. Mimba hidup pada rentang suhu dan curah hujan sangat lebar dan tahan hidup pada daerah iklim musim dengan musim kering yang lama dengan curah hujan tahunan 450-2250 mm. Distribusi/penyebaran : Penyebaran alami tidak jelas karena sudah umum dibudidayakan di banyak tempat.W. N. akarisida. hijau/kuning ketika masak. Amerika Latin dan Amerika Selatan. Dapat tumbuh pada lokasi dengan berbagai tipe tanah tetapi tidak pada daerah bergaram. dan sebagai pengganti makanan ternak. dengan lapisan tipis kutikula yang keras. Banyak dijumpai pada ketinggian 0700 m dpl. tergenang atau tanah liat. fungisida.2-2 cm. Selain itu daunnya juga dapat digunakan sebagai obat malaria. bakterisida. Gunaeni. Jika ditanam di daerah bercurah hujan rendah produksi biji nimba lebih banyak. di mana kandungan bahan aktif tertinggi terdapat pada bagian biji. 2008 krem. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Habitat : Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di lahan kurang subur. dan T. namun tumbuhan ini diyakini berasal dari area agak kering di Burma dan India. R. Setiawati. berpasir dan berbatu. meliantriol. panjang 1. berdaging tebal. Kandungan kimia : Mimba mengandung azadirachtin. dan daging buah berair. Kegunaan lain : Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai insektisida. Buah berbentuk elips. dan nimbin. Jika tumbuh di daerah curah hujan tinggi produksi daun nimba lebih banyak dan sangat sulit berbuah. tetapi dapat juga tumbuh pada ketinggian di atas 1500 m dpl apabila suhunya tidak terlalu tinggi. Tumbuhan ini baru-baru ini dijumpai di Australia. bijinya untuk obat kudis. Murtiningsih. juga di daerah beriklim panas bahkan di daerah yang curah hujannya kurang dari 500 mm per tahun.

Direndam selama 24 jam kemudian saring dengan kain halus Larutan akhir OPT secara diencerkan umum dengan 60 liter air. Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk halus. dan menghambat perkembangan serangga. baik sebagai racun perut maupun racun kontak. dan T. Larutan tersebut disemprotkan pada tanaman untuk luasan 1 hektar Ekstrak daun mimba + gadung 1 kg daun mimba 2 buah umbi gadung racun Deterjen/sabun colek sedikit. Murtiningsih. R. penarik.W. dapat berperan sebagai penolak. Air 20 liter. lengkuas dan semi ditumbuk halus dicampur dengan deterjen/sabun colek lalu tambahkan 20 liter air diaduk sampai merata. Setiawati. Semprotkan OPT pada seluruh bawang tanaman merah yang terserang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 128 . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak mimba + serai wangi + lengkuas 8 kg daun mimba 6 kg lengkuas 6 kg serai 20 kg deterjen/sabun Colek 80 liter air Cara OPT Penggunaan Sasaran Cara Pembuatan Daun mimba. saring. antifeedant. 2008 Cara kerja : Pestisida yang dibuat dari tumbuhan dapat memengaruhi reproduksi dan perilaku. endapkan 24 jam. N. Gunaeni. ditambah deterjen/sabun colek aduk dengan 20 liter air.

Hancurkan biji mimba. Hama Wereng Coklat. Tutup dengan kain biarkan selama 3 hari. encerkan dengan 1 liter air. Penggerek Batang dan Nematoda Balai Penelitian Tanaman Sayuran 129 . saring dan dapat disemprotkan pada tanaman/serangga hama. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. Saring. Endapkan selama 24 jam. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang. tambahkan 2 – 4 liter air. Masukkan umum 100 sabun.4 ha dibutuhkan 1012 kg daun mimba Ekstrak biji 3-5 kg biji mimba Alat penumbuk/ blender Kain penutup Ember Sabun Alat penyaring Ekstrak biji mimba 50 gr biji mimba 10 cc Alkohol 1 liter air Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Rajang daun mimba. Gunaeni. Aduk hingga rata. Aduk hingga rata. Tambahkan ke dalam OPT 1 liter larutan dengan secara 9 liter air. Murtiningsih. Masukkan dalam ember. Tambahkan ke dalam OPT 1 liter larutan dengan secara 9 liter air. Biji mimba ditumbuk Semprotkan pada halus dan diaduk seluruh tanaman dengan 10 cc yang terserang alkohol. tambahkan 10 liter air.W. Masukkan umum 100 sabun. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang. Tutup dengan kain biarkan selama 3 hari. Setiawati. 2008 Bahan dan Alat Ekstrak daun mimba 1-2 kg daun mimba Alat penumbuk/ blender Kain penutup. Masukkan dalam ember. Saring. R. Ember Sabun Alat penyaring Untuk 0.

Setiawati. 2008 Bahan dan Alat Bubuk biji mimba Biji mimba yang telah matang Alat penumbuk/ Kain penutup Ember Sabun (5 ml/10 l air) Air. Gunaeni.W. Aduk hingga rata. N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tambahkan air. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 130 . Murtiningsih. Konsentrasi OPT secara yang umum digunakan (5 g – 100 g /1 liter air) Semprotkan ke seluruh bagian tanaman. Tambahkan sabun. Alat penyaring Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Hancurkan biji mimba jangan sampai mengeluarkan minyak. R. Aduk setiap 10 menit selama sekurang-kurangnya 6 jam. Saring. dan T.

2008 4. Gunaeni. berbentuk bulat telur hingga jorong. Murtiningsih 2008) Diskripsi tanaman: Pohon berumah dua yang tingginya mencapai 45 m. pangkal daun berbentuk runcing hingga membulat. 38. berhadapan. mengandung 5 biji. bunga-bunga berwarna keunguan. daun penumpu berbentuk benang. Murtiningsih. tepi daun rata sampai bergerigi. N. bertekstur halus.120 cm. dan T. berbentuk jorong-bundar. Setiawati.W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Perbungaan muncul dari bagian aksiler daundaun. Mindi (Melia azedarach) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rutales Suku : Meliacea Marga :Melia Jenis : Melia azedarach Nama Indonesia : Mindi Nama Inggris : Chinaberry. Biji berbentuk Balai Penelitian Tanaman Sayuran 131 . Buah berupa buah batu. berbau harum. R. Persian lilac. Kulit batang berwarna coklat keabuan. pride of India Gambar 39. berwarna kuning kecoklatan ketika ranum. semakin tua kulit akan pecah atau bersisik. berlentisel. Daun majemuk menyirip ganda dua namun terkadang melingkar atau sebagian daun menyirip ganda tiga. berlentisel. Tanaman mindi (Foto: R. garis tengah batang dapat berukuran 60 . permukaannya halus.

Di Afrika. Murtiningsih. Jawa. Selain itu daun dan buahnya mengandung alkaloida. berturut-turut 39°C dan -5°C. azedarach merupakan pohon dengan distribusi luas. Kandungan kimia : Daun. buah dan biji M. N.W. azedarach merupakan tumbuhan yang memiliki adaptasi tinggi dan toleran dengan berbagai kondisi lingkungan yang beragam. jenis tumbuhan ini ditanam sebagai pohon pelindung yang toleran terhadap kekeringan.5 mm dan lebar 1. Jenis ini tumbuh pada tempat-tempat dengan rata-rata suhu maksimum dan minimum per tahun. mindi banyak di tanam di daerah Sumatera. kepulauan Solomon serta Australia bagian utara dan timur. tanah dengan pH basa kuat. Curah hujan tahunan di habitat alaminya berkisar antara 6002000 mm. 2008 memanjang. Gunaeni. Nusa Tenggara dan Papua. Di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 132 . Setiawati. M. azedarach dapat tumbuh pada tanah-tanah berkadar garam. Distribusi/penyebaran : M. azedarach mengandung saponin. tanah miring. tapi tidak terlalu asam. Umumnya tumbuhan ini tumbuh dari ketinggian 0-1200 m dpl. flavonoida dan polifenol. tanah marjinal. M. yang mencakup wilayah tropis. dan di pegunungan Himalaya tumbuh pada ketinggian 1800-2200 m dpl. dan tanah berbatu atau pada tebing curam berbatu.6 mm. dan T. berwarna coklat. Jenis ini juga dapat tumbuh pada tanah-tanah miskin hara. dan diperkirakan berasal kawasan Asia Selatan (India dan Burma). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Habitat : M. subtropis dan iklim sedang. tersebar luas di Cina. R. azedarach tersebar luas di daerah-daerah kering di bagian selatan dan barat daya Amerika Serikat. berukuran panjang 3. Spesies ini ditemukan tumbuh liar di kaki bukit Himalaya di India dan Pakistan pada ketinggian 700-1000 m. yang memiliki curah hujan kurang dari 600 mm. hingga kawasan Malesia.

azedarach umumnya ditanam sebagai penghasil kayu bakar. dan T. Daun dan biji mindi telah dilaporkan dapat digunakan sebagai pestisida nabati. R.W. M. rostochiensis sebesar 89. rostochiensis betina sebesar 60.25% dan 81. terhadap G.00% serta terhadap sista G. Senyawa aktif yang dikandung antara lain margosin (sangat beracun bagi manusia). Ekstrak daun dengan air atau akohol dapat mengontrol berbagai jenis hama serangga dan nematoda.56% dan 53.00% dan 40. Setiawati. Murtiningsih. azedarach yang berwarna putih juga digunakan sebagai bahan manufaktur. N.62%. tumbuhan ini mampu memulihkan lahan-lahan kritis atau bekas tambang. azedarach dan C. odorata pada dosis 100 g/2. OPT sasaran : Nematoda sista kuning. bahan bangunan yang baik karena memiliki sifat anti rayap. Ekstrak daun mindi dapat digunakan pula sebagai bahan untuk mengendalikan hama termasuk belalang. jenis tumbuhan ini dikenal karena ada kegunaan obat yang dikandung senyawanya. sebagai pohon-pohon peneduh di areal pertanian kopi dan abaca (Musa textilis Née) serta pohon-pohon di pinggir jalan. rostochiensis sebesar 69. perkakas.5 kg tanah menghasilkan penekanan tertinggi terhadap jumlah larva II G. Di Asia Selatan. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 133 . glikosida flavonoid dan aglikon. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). seperti berkegunaan anti malaria dan obat penyakit kulit. Crocidolomia pavonana Cara pembuatan : M. Kayu M. Plutella xylostella. 2008 Kegunaan lain : Di Asia Tenggara. Bersama tegakan sengon (Paraserianthes falcataria) dan mangium (Acasia mangium).55%. Gunaeni.

glikosida flavonoid dan aglikon Cara kerja : 1. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). • Larutan yang dihasilkan disaring agar didapatkan larutan yang siap diaplikasikan. Penghambat aktivitas makan (antifeedant) 3. • Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan. penyakit kulit. dan T. Racun perut dan racun kontak 6. buku dapat Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji Kandungan kimia : Mindi mengandung margosin (sangat beracun bagi manusia). Selain itu daun mindi jika disimpan dalam melindunginya terhadap ngengat dan serangga lain. Setiawati. Gunaeni. Penolak (repellent) 2. Bersifat sebagai insektisida. Murtiningsih. bakterisida. R. Menghambat perkembangan serangga 5. • Kulit buah dan kulit batang dapat digunakan sebagai mulsa (dikeringkan). nematisida dan fungisida Khasiat lain : Mindi dapat dimanfaatkan pula untuk obat malaria. N. Menghambat pembentukan telur 4. 2008 Cara pemanfaatan tanaman ini sebagai pestisida nabati dapat dilakukan dengan : • Biji mindi dikupas / daun dimba ditumbuk lalu direndam dalam air dengan konsentrasi 25-50 gram/l selama 24 jam.W. diare Balai Penelitian Tanaman Sayuran 134 .

Murtiningsih. Setiawati. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. R. Gunaeni. 2008 Metode pembuatan: Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak biji/daun mindi Biji atau daun mindi Alat penumbuk/ blender Ember Sabun Alat penyaring Cara Pembuatan Biji mindi dikupas / daun ditumbuk lalu direndam dalam air dengan konsentrasi 25 – 50 gram/l selama 24 jam. dan T. Larutan yang dihasilkan disaring agar didapatkan larutan yang siap diaplikasikan Semprotkan ke OPT seluruh bagian secara tanaman yang umum terserang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 135 .W.

pangkal meruncing. tinggi 2 . R. Tumbuhan culan. Jawa) Nama Inggris : Culan Diskripsi tanaman : Perdu.panjang 6-7 mm. permukaan licin mengilap terutama daun muda. lebar 1 . Setiawati. tepi rata. Nama Indonesia : Pacar cina Nama daerah : Culan (Sunda). bentuk bundar telur sungsang. warna kuning. anak daun 3 . biji berjumlah 1-3 buah. 2008 4. b.3. Bunga dalam malai rapat. Anak daun bertangkai pendek. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rutales Suku : Meliaceae Marga : Aglaia Jenis : Aglaia odorata Lour. panjangnya 5-16 cm. Daun majemuk menyirip ganjil yang tumbuh berseling.dengan ruang 1-3. dan T. bulat lonjong.W. a. bunga culan (Foto: R. bercabang banyak. ujung runcing. bunga maniran (Borneo). pacar culam (Maluku. warnanya merah. Pacar cina (Aglaia odorata Lour. N. batang berkayu. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).6 m. tangkai berbintik-bintik hitam. dan harum. Murtiningsih. 39. panjang 3 .5 cm. Buah buni.6 cm. Gunaeni.5. pacar cina (Sumatera).) Gambar 40. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 136 .

Daun berkhasiat untuk mengatasi: memar. Setiawati. Sulawesi. Laos. Jawa. metil rokaglat dan rokaglaol. sukar menelan. Murtiningsih. ulat kubis (Plutella xylostella L. pusing dan mempercepat persalinan. Di Indonesia tumbuhan ini dapat ditemui tumbuh di pulau Sumatera. Penghambat makan (antifeedant) 3.W. 2008 Distribusi/penyebaran : Daerah penyebaran tumbuhan meliputi India. bisul. serta minyak atsiri. batuk.). Bali dan Flores. yaitu desmetilrokaglamida. Pada daun A. flavonoida. Kandungan kimia : Culan mengandung alkaloida. odorata selain rokaglamida juga ditemukan dan tiga senyawa turunannya. Cina bagian selatan. Bagian tanaman yang digunakan : adalah daun Cara kerja : 1. Bersifat sebagai insektisida 2. saponin. Australia bagian utara dan kepulauan di Samudra Pasifik. Asia Tenggara. bau badan dan diare Metode pembuatan : Balai Penelitian Tanaman Sayuran 137 . Habitat : Pacar cina sering ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman hias. ulat crop kubis (Crocidolomia pavonana). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Kalimantan. dan T. tanin. N. OPT sasaran : Tungau (Tetranychus urticae). Penghambat perkembangan serangga (Growth regulator) Khasiat lain : Bunga berkhasiat untuk mengatasi: perut kembung. Gunaeni. R. darah haid banyak. atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari.

Didihkan selama 45 – 75 menit. N. Tambahkan deterjen aduk sampai rata. R. ulat krop kubis. dan T. dll. Dinginkan. Setiawati. tungau Hancurkan ranting atau kulit batang pacar cina. Murtiningsih. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).). Gunaeni.W. Tambahkan 1 liter air. Saring Balai Penelitian Tanaman Sayuran 138 . 2008 Bahan dan Alat Ekstrak pacar cina 50 – 100 gram ranting/kulit batang 1 liter air 1 gram deterjen/sabun Alat penumbuk/blender Saringan Ember Cara Pembuatan Cara OPT Penggunaan Sasaran Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Berbagai macam ulat (ulat daun kubis.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Setiawati. 40.2-1.5 m. R. petongan (Jawa) Nama Inggris : Horse Tail Ciri – Ciri : Tumbuhan yang bersifat tahunan. Batang beruas-ruas dan tegak lurus berbentuk bulat. Tumbuhan ini tidak memiliki bunga. namun pada ujung batangnya terdapat suatu badan yang berbentuk gada atau kerucut. Hal ini disebabkan oleh sporofil yang mengumpul pada ujung batang.W. berukuran kecil dengan tinggi 0. Paku ekor kuda (Equisetum arvense) Gambar 41. Tumbuhan paku ekor kuda (Sumber foto: Equisetum arvense) Klasifikasi : Divisi : Sphenophyta Kelas : Equisetopsida Bangsa : Equisetales Suku : Equisetaceae Marga : Equisetum Jenis : Equisetum arvense Nama umum : Paku ekor kuda Nama daerah : Rumput betung (Melayu). Gunaeni. N. dan T. 2008 4. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 139 . Murtiningsih. tataropongan (Sunda).

alkaloid dan flavonoid. bentuknya meruncing. dan T. Habitat : Tumbuhan ini hidup pada tempat yang lembab. Murtiningsih. Didihkan selama 30 menit. Saring Semprotkan ke OPT seluruh bagian secara tanaman yang umum terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 140 . Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tropik. R. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida Khasiat lain dari tumbuhan ini adalah untul diuretik Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak Paku Ekor Kuda ½ mangkuk daun paku ekor kuda kering 4 galon air hujan Panci Saringan Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Tempatkan bahan dalam panci. 2008 Daun.W. dan berpasir. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. tersusun dalam suatu karangan yang terdapat pada ruasruas batang. basah. Gunaeni. Namun. Dinginkan.Tepi daunnya rata dengan tulang daunnya yang sejajar. memeluk batang. Daunnya kecil seperti sisik.ada sebagian yang hidup di darat dan di rawarawa Kandungan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini antara lain adalah saponin. Daun-daunnya berlekatan pada bagian bawah membentuk suatu sarung yang menyelubungi pangkal ruas-ruas batang. Akar merayap dalam tanah. Setiawati.

Tumbuhan patah tulang (Sumber foto: www.E. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih. Euphorbia media N. beralur halus membujur.Br. Patah tulang mempunyai ranting yang bulat silindris berbentuk pensil. bercabang banyak. Euphorbia rhipsalioides Lem. Euphorbia scoparia N.W. Br. (1911). Rantingnya setelah tumbuh sekitar satu jengkal akan segera Balai Penelitian Tanaman Sayuran 141 . Br. R. 41. pencil tree Ciri – ciri : Perdu yang tumbuh tegak ini mempunyai tinggi 2-6 m dengan pangkal berkayu.Br. N. dan bergetah seperti susu yang beracun. Euphorbia media N.pdpersi. india tree spurge. E. Setiawati. Euphorbia scoparia N.E. Gunaeni. (1911).id) Sinonim : Euphorbia rhipsaloides Lem.co. 2008 4.. dan berwarna hijau. dan T. E. (1857). Patah tulang (Euphorbia tirucalli) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Asterales Suku : Euphorbiaceae Warga : Euphorbia Jenis : Euphorbia tirucalli Gambar 42 . Nama umum : Patah Tulang Nama daerah : Patah Tulang Nama Inggris : Milk bush.

tukak rongga hidung. obat. Bunga majemuk. tulang terasa sakit. tanaman ini banyak tanaman hias di pot. sakit kulit. nyeri saraf. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T. tanaman ditemukan dari dataran rendah Tanaman ini menyukai tempat matahari langsung ditanam sebagai tanaman pagar. Herba patah tulang mengandung glikosid. Setiawati. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 142 . 2008 bercabang dua yang letaknya melintang. dan asam ellaf. serta zat pahit. kautschuk (zat karet). bentuknya lanset. panjang 7-25 mm. dan cepat rontok. laktucerol. tersusun seperti mangkuk. senyawa damar yang menyebabkan rasa tajam dan kerusakan pada selaput lendir. Dapat sampai ketinggian 600 m dpl. terbuka yang terkena cahaya Kandungan kimia : Getah bersift asam (acrid latex) dan mengandung senyawa euphorbone. R. Bagian tanaman yang digunakan : batang Cara kerja : 1. dan sifillis. atau tumbuh liar.W. Bersifat sebagai insektisida 2. Murtiningsih. kecil-kecil. demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah. Penolak (Repellent) Khasiat lain : Tumbuhan ini berkasiat untuk menyembuhkan nyeri lambung (gastritis). rematik. euphol. buahnya akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. taraksasterol. Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Afrika tropis. warnanya kuning kehijauan seperti ranting. Habitat : Di Indonesia. N. terdapat pada ujung ranting yang masih muda. sakit perut. Jika masak. Gunaeni. sapogenin. wasir. Daunnya jarang.

ulat tanah. Murtiningsih.W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tambahkan air. Setiawati. tungau Bahan dan Alat Ekstrak batang Batang patah tulang 10 liter air Alat penumbuk/blender Alat Penyaring Cara Pembuatan Hancurkan batang patah tulang sampai mengeluarkan getah larutkan dalam air. Biarkan beberapa saat. dan T. Saring Ekstrak patah tulang 10 bagian batang 1 liter air Ember Hancurkan batang patah tulang sampai mengeluarkan getah. R. Gunaeni. N. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari OPT Sasaran Kutudaun. Saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat tanah Balai Penelitian Tanaman Sayuran 143 .

Murtiningsih. Pepaya (Carica papaya) Gambar 43.W. Bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna Balai Penelitian Tanaman Sayuran 144 . Setiawati. dan T. Tanaman pepaya (Foto: R. N. kaliki. Gunaeni. punti kayu (Sumatera). unti jawa (Sulawesi). betik. kapalay. peute. 42. kates (Jawa). kalujawa. bandas. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Cistales Suku : Caricaceae Warga : Carica Jenis : Carica papaya L. manjan (Kalimantan). R. 2008 4. ralempaya. Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 m dengan akar yang kuat. dan betik (Melayu) Ciri – ciri : Pepaya merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia . padu (Nusa Tenggara). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Sinonim : Nama umum : Pepaya Nama Inggris : Papaya Nama daerah : Gedang (Sunda). pisang malaka.

Bagian tanaman yang digunakan : daun. glikosid. 2008 kuning kemerahan. glutamin.000 m dpl . getah buahnya berkhasiat sebagai obat memperbaiki pencernaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 145 . dgalaktosa. Gunaeni. Penolak (repellent) Khasiat lain : Pepaya dapat digunakan untuk obat malaria dan menambah nafsu makan. papain. fungisida dan rodentisida 2. dan siklotransferase. karposid. beta karotene. lisosim. N. glucoside cacirin. psudo karpaina. Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipotong. alkaloid karpaina. Setiawati. Penyebaran : Pepaya berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Akar dan bijinya berkhasiat sebagai obat cacing. R. buah mentah Cara kerja : 1.W. Murtiningsih. papain. Bersifat sebagai insektisida. kemokapain. l-arabinosa. lipase. vitokinose. dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis Habitat : Pepaya banyak tumbuh di dataran rendah hingga 1. papayotimin papain. saponin. terutama di daerah yang subur Kandungan kimia : Pepaya mengandung enzim papain. pectin. dan T. biji. karpain.

Pisau. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Berbagai jenis ulat. R. Peras dengan menggunakan kain halus. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Trips dan kutu kebul Balai Penelitian Tanaman Sayuran 146 . Cendawan Mosaik virus Embun tepung Ekstrak daun pepaya 1 kg daun papaya 10 liter air Deterjen Alat penumbuk/ blender Saringan Ekstrak daun pepaya 1 kg daun pepaya Air. Tambahkan air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tambahkan larutan dengan 4 liter air. Tambahkan 10 liter air. Biarkan rendaman selama 24 jam. Aduk hingga rata. 2008 Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak daun pepaya 50 gram irisan daun pepaya 8-12 ml deterjen/ sabun Kain untuk menyaring Ember Air Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Rendam irisan daun papaya dalam 100 ml air. Setiawati. Peras larutan dengan menggunakan kain halus Tambahkan larutan dengan 2 – 3 liter air. Gunaeni. Biarkan rendaman selama 2 hari.W. Saring Semprot pada OPT sasaran Hama yang terdapat dalam tanah Hancurkan daun papaya sampai halus. aduk hingga merata. N. Deterjen/ sabun Kain halus untuk menyaring Ember Hancurkan daun papaya. dan T. Murtiningsih. Aduk hingga tercampur rata.

Setiawati. R. N.W. dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2 sendok makan minyak tanah dan 50 g deterjen selama 24 jam Saring dengan kain halus Semprotkan pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Hama – hama pengisap Pengaruh terhadap organisme berguna: aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 147 . 2008 Ekstrak daun pepaya 1 kg daun pepaya segar 10 liter air 2 sendok makan minyak tanah 50 g deterjen Rajang daun papaya rendam dalam 10 liter air. Gunaeni. Murtiningsih.

fatikan kebo (Jawa). Daun tunggal. permukaan atas dan bawah berbulu. isu giti (Tidore) Ciri – ciri : Herba 1 tahun. N. isu maibi (Ternate). bergetah putih. pertulangan menyirip. ungu kehijauan. hijau kecoklatan. lebar 0. berhadapan. penampang bulat. Setiawati. Murtiningsih. lanset. berambut. tinggi ± 50 cm. R. Petikan kebo (Euphorbia hirta L. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 4. Sinonim: Euphorbia pilufitera L Nama umum : Petikan Kebo Nama daerah : Daun biji kacang (Sumatra). sosonongs (Halmahera). Batang lunak.W. Gunaeni. dan T. berbulu. panjang 5 – 50 mm. Bunga majemuk. kaksekakan (Madura).7 – 1 mm. gendong anak (Jakarta). ) Gambar 44. mahkota panjang ± 1 mm. hijau keunguan . nanangkaan (Sunda). tangkai panjang 2 -4 mm. tumbuh diketiak daun. tepi bergerigi. beruas. 43. pangkal dan ujung runcing. kelopak bentuk cawan. hijau Balai Penelitian Tanaman Sayuran 148 . Tumbuhan petikan kebo (Foto: Neni Gunaeni) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Euphorbiales Suku : Euphorbiaceae Marga : Euphorbia Jenis : Euphorbia hirta L.

glikosida. eufosterol. Murtiningsih. putih kotor.W. kapas. alkaloid. dan T. asam forbat. Gunaeni. 2008 kemerahan. Buah kolak. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).362 g KH2PO4 dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi 1.0 campuran 51. Setiawati. 2H2O dengan 49. R. 2H2O dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi Untuk 100 ml buffer phosfat 0. flavonoida.781 g Na2HPO4.0 KH2PO4 Bahan dan alat : . berkhasiat sebagai obat batuk. peluruh air seni dan sariawan. mortar dan pestel. aquadestilasi dan botol semprot Cara penggunaan sama dengan penggunaan bayam duri Balai Penelitian Tanaman Sayuran 149 . OPT sasaran : Ekstrak daun petikan kebo merupakan salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV). jambulol. Cara pembuatan : Larutan penyangga Larutan stok buffer phosfat pH 7. Habitat : Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Kandungan kimia : Daun dan akar mengandung saponin. alkohol 70 %.Daun kembang pukul empat. Akar tunggang. politenol. N. sterol. coklat.0 : 1. carborundum 600 mesh.01 M pH 7. Biji kecil. hijau kemerahan. gula dan tannin Khasiat lain : Daun Euphorbia hirta L. asam melisat.0 ml Na2HPO4.

merah muda saat muda. Puna oil tree Gambar 45. Bennett . N.id) Sinonim : Pongamia glabra Ventenat . cangkil (Sunda). Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rosales Suku : Caesalpiniaceae Warga : Pongamia Jenis : Pongamia pinnata L. abu-abu. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 150 . Tumbuhan pongam (Sumber foto: www. Pongam/ki pahang (Pongamia pinnata) Merr. kranji (Madura). R. 2008 4.itp.sith. Ciri – ciri : Pongam merupakan semak atau pohon bercabang melebar. Nama daerah : Bangkong (Jawa). Nama umum : Pongam. berpasang-pasang dengan bunga yang sangat harum. Perbungaan tandan.ac. Derris indica (Lamk) J. Setiawati. Ki Pahang Nama Inggris : Pongam. Daun menyirip gasal. ki pahang laut. anak daun membundar telur. hijau tua mengkilap di atas dan hijau pudar dengan urat menonjol di bawah saat tua. mahkota bunga putih sampai pink. 44. menjorong atau melonjong. dan T.J. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih. Pongamia. ungu di dalam.W. Gunaeni. Millettia novo-guineensis Kanehira & Hatusima. Pepagan halus atau melekah tegak lurus samar-samar.

Penghambat makan (antifeedant) 3. Buahnya polong bertangkai pendek. Murtiningsih.200 m dpl. berbiji 1—2. Penolak (repellent) Khasiat lain : antiseptik melawan penyakit kulit dan rematik Balai Penelitian Tanaman Sayuran 151 . dan T. Sri Lanka. bunga. Setiawati. 2008 berurat kecoklatan di luar. seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia sampai timur laut Australia. Penyebaran : Pongam kemungkinan besar berasal dari India dan banyak ditemukan di Pakistan. menyerong-melonjong sampai menjorong. Gunaeni. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar. membundar telur sungsang. Bersifat sebagai insektisida 2. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Biji membulat telur. R. N.W. Tumbuhan ii juga diintroduksikan di Mesir dan Amerika Serikat (Florida. Habitat : Kisaran tempat tumbuhnya adalah pada ketinggian antara 0 . Fiji dan Jepang. daun. Hawaii). India. biji. dan buah Cara kerja : 1. tidak merekah bila masak.

Gunaeni. Murtiningsih. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat grayak. Rendam bubuk biji pongam selama 24 jam. PTM. Setiawati. Saring. Saring. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Aduk hingga rata. air dan sabun. ulat grayak. kutu kebul Ekstrak Pongam 1 kg daun Pongam 5 ml sabun/ deterjen Air Alat Penumbuk/ blender Ember Alat Penyaring Rendam rajangan daun pongam dalam air secukupnya selama 24 jam. Encerkan Ulat larutan dalam 5 pemakan liter air. kutudaun. Aduk hingga rata Balai Penelitian Tanaman Sayuran 152 . N. ulat penggere k kentang. kutukebul Ekstrak biji pongam 50 gram bubuk biji pongam 1 liter air Sabun/deterjen Alat penumbuk/blender Alat penyaring Ember Buang minyak dalam biji pongam. Hancurkan.W. dan T. 2008 Metode pembuatan: Bahan dan Alat Ekstrak minyak pongam 3 ml minyak biji pongam 1 liter air Sabun/deterjen Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Campurkan minyak biji pongam. Tambahkan sabun/deterjen. ulat buah tomat. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Kutudaun . pengorok daun. daun Tambahkan sabun/deterjen. R. wereng. Aduk sampai rata.

b. 2008 4. 45. dan T. Setiawati. bunga putri malu (Foto: R. tumbuhan putri malu. Gunaeni. R. daun kaget-kaget (Menado).W. kucingan (Jawa). & Walp Sinonim : Mimosa asperata Blanco Nama umum : Putri malu Nama daerah : Rebah bangun (Minangkabau). Putri malu (Mimosa pudica) Gambar 46. N. Murtiningsih. si kejut. a. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). riyud (Sunda) Nama Inggris : Sensitive plant spray Balai Penelitian Tanaman Sayuran 153 . Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rosales Suku : Mimosaceae Warga : Mimosa Jenis : Mimosa pudica Duchass.

herpe. Biji bulat dan pipih. Setiawati. Penyebaran : Tumbuhan ini merupakan tumbhan asli Amerika tropis. Kandungan kimia : Putr malu mengandung senyawa mimosin. 2008 Ciri – ciri : Putri malu merupakan herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu dengan tinggi antara 0. Daun kecil – kecil tersusun majemuk. juga mengandung triterpenoid. Murtiningsih. bertangkai. Batang bulat. alkaloid. tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari dan dapat ditemukan pada ketinggian 1 – 1200 m dpl. seluruh bagian tanaman Cara kerja : Bersifat sebagai fungisida Khasiat lain : Kegunaan lain dari putri malu adalah untuk obat susah tidur (insomnia).3 – 1. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah. polifenol dan flavonoid. seperti garis. bentuk lonjong dengan ujung lancip. Bila daun disentuh akan menutup (sensitive plant). asam pipekolinat.W. dan T. akar. sterol. rematik dan cacingan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 154 . R. bronkitis. dan saponin. panas tinggi. N. pipih. Gunaeni. berambut. Akar berupa akar pena yang kuat. Selain itu. Habitat : Putri malu tumbuh liar di pinggir jalan. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). warna merah muda. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun. tannin.5 m. dan berduri tempel. Buah berbentuk polong. warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan). Bunga bulat seperti bola.

N. Setiawati. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak tanaman putri malu 10 kg tanaman putri malu 5 liter air Pisau Alat penumbuk/ blender Saringan Cara Pembuatan Tanaman dicuci hingga bersih kemudian dicacah. Murtiningsih. dicampur dan digiling sampai halus Rendam dalam air selama 24 jam Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari Busuk buah dan alternaria Pengaruh terhadap organisme lain : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 155 .W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T. Gunaeni. R.

halviva. semusim. masih muda bentuk segi empat setelah tua bulat. Sambiloto (Andrographis paniculata) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Personales Suku : Acanthaceae Warga : Andrographis Jenis : Andrographis paniculata Sinonim : Justicia stricta. pepaitan (Sumatra). kariyat Ciri – ciri : Herba. pangkal bulat. ki peurat. hijau.5 Balai Penelitian Tanaman Sayuran 156 . Tanaman sambiloto (Foto: R. percabangan monopodial. sambilata. Gunaeni. bersilang berhadapan pangkal dan ujung runcing. J. latebrosa Nama umum : Sambiloto Gambar 47.. Nama Inggris : Creat. R. Murtiningsih. Burm. 2008 4. J. Batang. N. 46. takila (Jawa). sadilata. bidara. Lamk.W. Murtiningsih 2008) Nama daerah : Ki oray. lebar ± 1. bulat telur. Setiawati.. berkayu. green chiretta. tunggal. takilo (Sunda). tepi rata. panjang ± 5 cm. paniculata. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T. tinggi ± 50 cm. Daun.

R. kecil. hijau. mahkota lonjong. tepi sungai tanah kosong yang agak lembab atau di pekarangan. bulat panjang. ujung pecah menjadi empat. dan T. tumor paru dan keracunan makanan. bagian luar berambut. kepala sari bulat. putik pendek. infeksi saluran empedu. bulat panjang. bulat. masih muda putih kotor setelah tua coklat. ujung runcing. disentri. alkaloid. laktone. kotak. darah tinggi. Biji. tunggang. merah. Murtiningsih. hijau. falvonoid. Bunga. berbagi lima. kepala putik ungu kecoklatan. ungu. sakit gigi. panikulin. tengah beralur. kalmegin dan hablur kuning Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman Cara kerja : Penolak (repellent) Khasiat lain : Sambiloto berguna untuk mengatasi hepatitis. bagian dalam putih bernoda ungu. Akar. Kandungan kimia : Senyawa yang terkandung dalam sambiloto antara lain adalah andrographolide.W. tanin. Setiawati. 2008 cm. diabetes. pertulangan menyirip panjang (angkai ± 30 mm. Buah. hijau keputihputihan. benang sari dua. demam. N. pangkal berlekatan. Habitat : Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka seperti kebun. influenza. Gunaeni. kelopak lanset. bentuk tandan. masih muda hijau setelah tua hitam. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Balai Penelitian Tanaman Sayuran 157 . putih kecoklatan. saponin. pangkal berlekatan. majemuk. radang amandel. di ketiak daun dan di ujung batang.

N. Gunaeni. tanaman yang kutukebul terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 158 . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Saring Semprotkan ke Kutudaun. tambahkan 250 ml air. R. 2008 Metode pembuatan: Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak Sambiloto + cabai merah 2 kg tanaman sambiloto segar 10 gram bubuk cabai merah 1 liter urine sapi Air Alat penumbuk/ blender Ember Cara Pembuatan Hancurkan tanaman sambiloto. Murtiningsih. dan T. Tambahkan urine sapi dan cabai merah. seluruh bagian trips.W. Biarkan beberapa saat. Encerkan larutan dengan 10 liter air. Setiawati.

Gunaeni. Akar tunggang berwarna putih kotor. Tanaman selasih (Foto: R. Murtiningsih. berbentuk bulat telur. Biji keras. N. Selasih (Jawa Tengah). Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Labiatae Marga :Ocimum Jenis : Ocimum bacilicum L. Selasih ( Ocimum bacilicum L ) Gambar 48 .W. tepi bergerigi. dan berwarna hitam. Daun tunggal bulat lancip. 47. panjang daun 4 – 5 cm dan lebar 6 – 30 mm. R. dan T. Setiawati. Bunganya terdapat di bagian ujung batang dan dahan pokok. diameter ± 1 mm. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 159 . Nama Indonesia : Selasih Nama daerah : Solanis (Sunda). French Basil Diskripsi tanaman: Tanaman semak semusim dengan tinggi antara 80 – 100 cm. Amping (Minahasa). Batang berkayu segi empat. Ke seluruhan bagian tumbuhan boleh mengeluarkan bau yang sangat beraroma. Nama Inggris : Sweet Basil. Tanaman dapat tumbuh di ladang atau di tempat terbuka lainnya. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 4. Bunga berwarna putih atau ungu. berbulu berwarna kecoklatan.

Daun selasih sebanyak 10 – 20 helai dibungkus dengan kain strimin. Cara pembuatan : 1. lalu dimasukkan ke dalam perangkap. Kandungan kimia : Selasih mengandung minyak atsiri. Bijinya berguna sebagai obat kencing nanah. 2008 Distribusi/penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari kawasan tropika dan daerah tropika benua Asia. c. methyl eugenol (ME).W. Gunaeni. obat demam. Daun selasih dicincang dengan pisau 2 – 3 cm. Tanaman selasih digoyang – goyang. tanin dan senyawa geranoil. Habitat : Tanaman selasih telah berabad-abad lamanya berada di Indonesia dan ditanam di kawasan pekarangan untuk digunakan sendiri. peluruh air susu ibu. Penggunaan secara langsung a. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 160 . OPT sasaran : Lalat buah (Bactrocera dorsalis) Khasiat lain : Daun Ocimum basilicum berguna sebagai peluruh kentut. R. Afrika dan Amerika Tengah serta Selatan dan banyak ditemukan di daerah dengan ketinggian 1800 m dpl. saponin. Murtiningsih. flavanoid. selanjutnya dibungkus kain strimin dan dimasukkan pada alat perangkap. Setiawati. Minyak selasih dilaporkan mengandung ME > 65 %. N. b. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). peluruh haid. linalol serta senyawa lain yang mudah menguap. dan kemudian lalat buah dijaring setelah terkumpul di bunga selasih. obat sariawan dan obat mual. dan T. kemudian diremas-remas.

N. Air minyak ditampung dengan alat dan selanjutnya antara air dan minyak dipisahkan dengan menggunakan spuit.W. g. Penghambat peletakan telur 4. b. f. Katel/panci diisi air kira – kira 2/3 bagian dari batas ayakan atau saringan d. Gunaeni. 2008 2. Kompor hidupkan setelah air mendidih proses penguapan terjadi segera alirkan air ke ketel pendingin melalui lubang masuk untuk kondensasi sehingga terjadi pengembunan. Daun yang telah dipanen kemudian dilayukan selama 18 – 20 jam untuk mengurangi kadar air dalam daun serta untuk menambah volume suling. Penyulingan selasih a. Murtiningsih. dan T. Aplikasi diulang setiap 2 minggu. Daun di panen setelah tanaman berumur 3 bulan dengan memangkas tanaman bagian atasnya. Penolak (repellent) 3. Jumlah perangkap per hektar 20 buah. Cara penggunaan : Penggunaan minyak selasih sebagai penarik lalat buah dilakukan dengan cara meneteskan pada kapas yang digantungkan pada kawat di dalam botol perangkap. Penyulingan berlangsng sekitar4 – 5 jam tergantung jumlah bahan dan air. Masukkan bahan selasih ke dalam panci/ketel di atas saringan dan panci/ketel di tutup. Pemasangan perangkap dimulai sejak tanaman berbunga sampai panen. Cara kerja : 1. Setiawati. R. Penarik (atractant) 2. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bersifat sebagai insektisida Balai Penelitian Tanaman Sayuran 161 . c. Botol perangkap digantung pada tiang setinggi 1 m juka digunakan pada tanaman hortikultura semusim. dengan jarak pemasangan sekitar 20 cm. e.

Air minyaknya ditampung dengan alat dan selanjutnya antara air dan minyak dipisahkan dengan spuit. dan T. Jumlah perangkap per hektar 20 buah. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih. Gunaeni.W. Kompor hidupkan setelah air mendidih proses penguapan terjadi segera alirkan air ke ketel pendingin melalui lubang masuk untuk kondensasi sehingga terjadi pengembunan. Aduk hingga rata Balai Penelitian Tanaman Sayuran . dengan jarak pemasangan sekitar 20 cm. cendawan. Penyulingan sekitar 4 – 5 jam tergantung jumlah bahan dan air. Pemasangan perangkap dimulai sejak tanaman berbunga sampai panen. R. nematoda 162 Ekstrak selasih 50 gram daun selasih 2-3 liter air 8-12 ml deterjen/sabun Alat penumbuk/blender Ember Rajang daun selasih. Saring. Lalat buah. Botol perangkap digantung pada tiang setinggi 1 m juka digunakan pada tanaman hortikultura semusim. Penggunaan Lalat buah minyak selasih sebagai penarik lalat buah dilakukan dengan cara meneteskan pada kapas yang digantungkan pada kawat di dalam botol perangkap. tungau. Aplikasi diulang setiap 2 minggu. kumbang. 2008 Metode pembuatan : OPT Sasaran Bahan dan Alat Penyulingan selasih 100 kg daun selasih yang telah dikeringanginkan Panci Jerigen Cara Penggunaan Cara Penggunaan Masukkan 100 kg daun selasih ke dalam panci yang telah diisi air sebanyak 2/3 bagian. Setiawati. Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Berbagai jenis ulat. N. Tambahkan sabun/deterjen. Rendam selama 24 jam.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran 163 . C. A. tinggi ± 2 m. Setiawati. R. N.jpg) Klasifikasi : Divisi : Spermatopyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Caryophylales Suku : Chenopodiacea Marga : Chenopodium Jenis : Chenopodium ambrosioides Nama umum : Senopodii Nama daerah : Senopidii Nama Inggris : Wormseed. Senopodii (Chenopodium ambroioides) Gambar 49. berseling.3. beralur. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). a. tepi bersegi. C. bulat. Blitum ambrosioides. Atriplex ambrosioides. panjang 5-12 cm. Batang berkayu. 48. A. lebar 1. dan T. Bunga senopodii (Sumber foto: www. bercabang. b. Murtiningsih. anthelminticum.W. ungu. Biji senopodii (Sumber foto: Epazote. parvula. ujung dan pangkal meruncing.com). lanset. mexican tea Sinonim : Ambrina ambrosioides. suffruticosum Ciri – ciri : Perdu. C.5 cm. spathulatum.desert-tropical. Daun tunggal. C. 2008 4. Gunaeni. spathulata. integrifolium.

dan T. putih kekuningan. kecil. di ketiak daun. bentuk tandan. Akar tunggang. Saring. Bunga majemuk. hijau. Penyebaran : Tanaman ini berasal dari México Selatan dan Tengah. panjang 5-9 mm. Semprotkan ke umum seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tambahkan 20 liter OPT secara air. coklat. flavonoida. tapi sekarang merupakan tanaman yang umum di Eropa dan US Habitat : Tumbuh pada tanah yang kaya akan unsur hara. Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini antara lain saponin. N. R. tangkai 3-10 mm. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : Penolak (repellent) Khasiat lain : Senopodii berkhasiat juga sebagai obat cacing Metode pembuatan : Bahan dan Alat Cara Pembuatan Ekstrak Daun Senopodii 1-6 kg daun senopodii Air Alat penumbuk/ blender Ember Cara Penggunaan OPT Sasaran Hancurkan daun senopodii. putih. Murtiningsih.W. Gunaeni. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 164 . Buah kecil. 2008 pertulangan menyirip. Setiawati. coklat kehitaman. tanin dan minyak atsiri. Biji bulat. Rendam dalam air selama 24 jam.

lebar 1.5 cm. dan berwarna putih. berusuk-rusuk pendek. N.5 cm. sorani Nama Inggris : Lemon grass Ciri – Ciri : Herba menahun dengan tinggi 50-100 cm. 2008 4. Setiawati. sereh. panjang sampai 1 meter.) Gambar 50. dan T. seri. Nama Indonesia : Serai wangi Nama daerah : Serai. Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Graminae Marga : Cymbopogon Jenis : Cymbopogon nardus L. Tanaman sereh wangi (Foto: R. Batang tidak berkayu. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). bagian bawahnya agak kasar. Murtiningsih. Gunaeni. Serai wangi (Cymbopogon nardus (L). 49. tulang daun sejajar. Tanaman serai wangi tumbuh berumpun.W. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 165 . Daun tunggal berjumbai. R. Panjang daunnya mencapai 1 m dan lebar 1. Akarnya serabut.

W. Murtiningsih. makanan dan sayuran. Kandungan yang paling besar adalah sitronela yaitu sebesar 35% dan graniol sebesar 35 . Di Indonesia. diduga berasal dari India selatan atau Sri Lanka. Racun tersebut merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus menerus. Penolak (repellent) 3. geraniol. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan akar Cara kerja : 1. sereh wangi ditanam untuk bahan campuran obat. serai wangi tidak memerlukan perawatan khusus. Gunaeni. Bersifat sebagai insektisida. Karena mampu beradaptasi secara baik dengan lingkungannya. farnesol methil heptenol dan dipentena. Haiti. Setiawati. Serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan cairan. Sereh wangi masuk ke Jawa sejak awal abad 1900. mirsena. Kandungan kimia : Minyak atsiri serai terdiri dari senyawa sitral. Cina. bakterisida. Saat ini sereh wangi sudah tersebar di seluruh kawasan tropika. Guatemala. dan juga di Brazil. Senyawa sitronela mempunyai sifat racun dehidrasi (desiccant).40%. 2. R. Ghana. di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). sitronela. dan T. nematisida Khasiat lain : Serai juga dimanfaatkan untuk minyak wangi. Honduras dan India. Viernam. nerol. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 166 . 2008 Penyebaran : Cymbopogon sp. N. Habitat : Serai wangi dapat tumbuh di tempat yang kurang subur bahkan di tempat yang tandus. pencampur pada jamu dan dapat dibuat menjadi minyak atsiri (esteris).

Campurkan Hama – larutan tersebut hama dengan 4 liter air. Taruh dalam drum. Murtiningsih. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang Balai Penelitian Tanaman Sayuran 167 . cabai dan brotowali. Tambahkan deterjen/sabun. isi dengan air sampai penuh. N. Campurkan seluruh larutan tersebut. dan T.W. Aduk sampai rata. Ambil masing-masing 7 sendok makan dari larutan serai. daun brotowali 4 ml deterjen/sabun Alat penumbuk/blender Alat penyaring Baskom Ekstrak serai + tembakau + cabai + brotowali 25 kg serai 1 kg cabai merah 10 kg tembakau 5 kg brotowali Drum Deterjen/sabun Pisau Cara Pembuatan Semua bahan dihancurkan. Gunaeni. Setiawati. R. Aduk sampai rata. Biarkan selama satu bulan untuk proses fermentasi Ambil satu liter Hama larutan secara tambahkan umum dengan 10 – 12 liter. 2008 Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak serai + cabai + Brotowali Seluruh tanaman serai Cabai merah. padi Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Hancurkan semua bahan sampai halus.

tomat dan wortel OPT Sasaran Busuk daun dan bakteri Abu serai Seluruh tanaman Bakar daun serai atau batang serai hingga didapatkan abu Sebarkan / letakkan di dekat sarang atau dijalur hama tersebut mencari makan. Gunaeni. N. 2008 Bahan dan Alat Ekstrak serai 50 g serai 2 liter air Cara Pembuatan Rajang serai. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Cara Penggunaan Semprotkan pada tanaman lettuce. masukkan dalam air selama beberapa menit. Setiawati. R.W. Saring. Hama gudang Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 168 . Murtiningsih. dan T.

Berdaun jorong dengan panjang 6-19 cm. 50. Ciri khasnya berbau seperti marga bawang (Allium). graveolens. 2008 4. Corrientina foetida. Gunaeni. P.org) Sinonim : Mapa graveolens. R. Setiawati.W. P. Murtiningsih. Anamu Ciri-ciri: Terna kecil berbentuk semak-semak merunduk ini tingginya bisa mencapai 1 m.indomedia. meruncing datau lancip. xandria. P. Buahnya longkah berbentuk garis seperti taji sepanjang 6 mm. tajam. dan tak bertajuk. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). oraguayensis Nama umum: Singawalang Nama daerah: Daun tangguh Nama Inggris: Guinea hen weed. N. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 169 . Tumbuhan singawalang (Sumber foto: www. dan T. Singawalang ( Petiveria alliacea) Klasifikasi: Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Caryophyllales Suku : Phytolaccaceae Warga :Petiveria Jenis : Petiveria alliacea Gambar 51.

Murtiningsih. peluruh cacing (vermifuga). peluruh kencing (diuretik) peluruh dahak (ekspektoran). Gunaeni.W. Akar dan batangnya mengandung bahan sulfur. Pengaruh bagi organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 170 . Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah bagian akar Cara kerja: Senyawa kimia dalam tumbuhan ini dapat bekerja sebagai penghambat aktivitas makan (antifeedant) Khasiat lain: Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional penderita muntah darah pneumonia) akibat penyakit TBC. Setiawati. cinnamate isoarbitol dan coumarin. kanker. Habitat Singawalang dapat tumbuh subur di kebun-kebun di daerah panas. dan obat bagi penderita penyakit saraf. trithiolaniacine. Kandungan kimia: Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini antaralain triterpenes jenis isoarbinol. R. dan T. 2008 Penyebaran: Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). asetat. benzthydroxyethyltrisulfide.bensaldehyde dan benzoic acid. peluruh keringat (sudorifik). pereda kekejangan (antipasmodik). N. dan kemudian masuk ke Indonesia melalui India. benzenic.

Setiawati. Gunaeni.W. Murtiningsih. Saring OPT Sasaran Ulat grayak ulat perusak daun Semut Kutukebul Balai Penelitian Tanaman Sayuran 171 . R. Rendam dalam 30 galon air selama 8 hari. N. Pada pagi atau sore hari Bahan dan Alat Ekstrak akar 10 kg akar singamalang 3 mentega 3 sendok teh garam Alat penumbuk/alu Saringan Cara Pembuatan Bahan ditumbuk halus tambahkan mentega dan garam. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 Metode pembuatan: Cara Penggunaan Campurkan setiap 1 liter ekstrak dengan 20 liter air Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. dan T.

51. Pipperis folium Nama daerah : Suruh. Tanaman sirih. Batang sirih berwarna coklat kehijauan. Daun sirih (Foto: Rini Murtingsih) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Piperales Suku : Peperacea Warga : Piper Jenis : Piper betle Linn. afo (Sentani) Nama Inggris : Pepper Betel. 2008 4. cambai (Lampung). berbentuk bulat.. seureuh (Sunda). betelvine Ciri – ciri : Tanaman merambat dan dapat mencapai tinggi 15 m. gapura (Bugis). uwit (Dayak). Sirih (Piper betle Linn. R. a.W. dan T. base (Bali). belo (Batak Karo). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Nama umum : Sirih Sinonim : Chavica auriculata Miq. ranub (Aceh). Setiawati. nahi (Bima). Murtiningsih. Artanthe hixagona. mota (Flores). b. Gunaeni. sedah (Jawa). N.) Gambar 52. beruas dan merupakan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 172 .

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).5 . Gunaeni.5 . berujung runcing. dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Di Jawa tumbuh liar di hutan jati atau hutan hujan sampai ketinggian 300 m dpl. estragol). kepulauan Bonin. pati. alil katekol. methyl eugenol. gula. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1.W. dan asam amino Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida Balai Penelitian Tanaman Sayuran 173 . karvakrol.6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. riboflavin. Murtiningsih. sineol. disekitar pulau Zanzibar. R. tumbuh berselang-seling. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal berbentuk jantung. Akarnya tunggang. bulat dan berwarna coklat kekuningan. vitamin C. karoten. kavibetol. kavikol. bertangkai. tiamin. N. dan T. 2008 tempat keluarnya akar.3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1. daerah sekitar sungai indus ke timur menelusuri sungai Yang Tse Kiang. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. asam nikotinat. Setiawati. tanin. Penyebaran: Sirih diketemukan dibagian timur pantai Afrika. Kandungan kimia Senyawa yang terkandung dalam sirih antara lain minyak atsiri (eugenol. kepulauan Fiji dan kepulauan Indonesia Habitat : Sirih hidup subur dengan ditanam di atas tanah gembur yang tidak terlalu lembab dan memerlukan cuaca tropika dengan air yang mencukupi.

Saring Semprotkan ke Hama – seluruh bagian hama tanaman yang pengisap terserang pada pagi atau sore hari Hancurkan daun sirih. borok. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).W. Gunaeni. Saring Semprotkan ke Phythophtora seluruh bagian palmivora tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 174 . Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak daun Sirih + bawang merah + Serai 1 kg daun sirih 3 umbi bawang merah 5 batang serai 8 – 10 liter air 50 g deterjen Ember Alat penyaring Ekstrak daun sirih 300 g daun sirih 1 liter air Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Semua bahan ditumbuk hingga halus. Aduk hingga merata. sakit gigi. mengurangi asi. pendarahan gusi. keputihan. demam. wasir. luka. sifilis. menghilangkan jerawat. sakit mata. 2008 Khasiat lain : Sirih berguna untuk obet batuk. bau badan. batuk dan asma. disentri. mimisan. campur dengan 1 liter air. Setiawati. Tambahkan air dan deterjen. sakit tenggorokan. sariawan. bronkhitis. gatal . difteri. napas atau mulut bau. alergi/biduren dan diare. N. reumatik. dan T. Murtiningsih. radang mulut. sakit jantung. eksim.

a. R. Deureuyan belanda (Aceh). Sirsak (Annona muricata. Murtiningsih. Linn. Sirikaya balanda (Bugis dan Ujungpandang). Gunaeni. Jambu landa (Lampung). Nangka landa (Jawa). 52. dan T. Durio ulondro (Nias). Murtiningsih 2008) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Polycarpiceae Suku : Annonaceae Marga: Annona Jenis : Annona muricata Linn. Wakano (Nusa Laut). Setiawati. Durian batawi (Minangkabau). Nangka Walanda. N. Nangka buris (Madura). b. Tanaman sirsak. Nama umum : Sirsak Nama Inggris : Soursop Nama daerah : Sirsak (Indonesia). Nangka sabrang. Buah sirsak (Foto: R.W. Srikaya jawa (Bali). Ai ata malai (Timor) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 175 .) Gambar 53. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Sirsak (Sunda). Naka (Flores). Langelo walanda (Gorontalo). 2008 4. Naka walanda (Ternate).

fitosterol. Gunaeni. R. antisembelit. asam urat dan meningkatkan nafsu makan. Di Indonesia. Buah berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis. Setiawati. Penolak (repellent) 4. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 176 . Biji biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat. Sirsak mempunyai akar tunggang. racun kontak 3. dan T. 2008 Ciri – ciri : Batang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga. Bersifat sebagai insektisida 2.W. Penyebaran : Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan Habitat : Sirsak dapat tumbuh di sembarang tempat. ca-oksalat clan alkaloid murisine Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji Cara kerja : 1. Penghambat makan (antifeedant) Khasiat lain : Tanaman ini berkhasiat pula untuk obat batu empedu. yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut Kandungan kimia : Senyawa yang terkandung dalam sirsak antara lain senyawa tanin. N. Murtiningsih.

W. Gunaeni. Pisau. 2008 Metode pembuatan : OPT Sasaran Bahan dan Alat Ekstrak daun Sirsak 50 – 100 lembar daun sirsak 15 gram sabun/deterjen Ember. Saring Setiap 1 liter Trips larutan hasil saringan diencerkan dengan 10 – 15 liter air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 177 . R. Setiawati. N. dan T. dan alat penyaring Cara Pembuatan Cara Penggunaan Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air biarkan selama 24 jam.

bulat telur atau lanset. Seraikaya (Lampung). soursop. Setiawati. Sarikaya (Minangkabau). Murtiningsih. berkayu. kecil.5-7. hijau. bulat. Sweetsop Nama daerah : Delima bintang (Aceh). Srikaya (Jawa Tengah).Daun tunggal. Garaso (Bima). bentuk lonceng.net. bercabang. ujung tumpul. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Atis. lebar 2. Atis (Manado). Srikaya (Sunda). 53. Bunga tunggal. Buah srikaya (Sumber foto: www. Srikaya ( Annona squamosa) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Ranunculales Suku : Anonaceae Warga : Annona Jenis : Annona squamosa Gambar 54.kepala putik menyatu. benang sari banyak. 2008 4. dan Atis (Tidore). Batang. pangkal meruncing. N. Sarkaya (Madura).iptek. Sirikaya (Gorontalo). Atis (Ternate). tangkai sari panjang. Sirikaya (Makasar). kelopak segi tiga. panjang 6-17 cm. bakal buah banyak dan Balai Penelitian Tanaman Sayuran 178 . Ata (Timor).W. coklat kotor. pertulangan menyirip. Atisi (Halmahera). tinggi ± 7 m. Sarikaya (Dayak). Ciri – ciri : Pohon atau perdu. putih. Gunaeni. Cherimoya. tepi rata.id ) Nama umum: Srikaya Nama Inggris: Custard apple. hijau keputih-putihan. dan T. R. Sirikaya (Bugis).5 cm.

bulat telur. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Setiawati. hitam. Buah. squamocin. mahkota berdaging tebal. Penghambat makan (antifeedant). diameter 5-10 cm. racun kontak 3. Murtiningsih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 179 . anti malaria. 2008 mudah rontok. obat cacing dan penurun gula darah. R. Bersifat sebagai insektisida 2. Bagian tanaman yang digunakan adalah akar. annonacin dan neoannonacin. putih kekuningan. dan banyak dibudidayakan di ladang serta di halaman rumah. kecoklatan. majemuk. Kandungan kimia : Kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman ini antara lain asetogenin. panjang 2-2. berbongkol-bongkol. hijau. buni.5 cm. Gunaeni. buah dan biji. bulat. N. Penyebaran: Tanaman ini berasal dari daerah tropis Habitat: Tanaman banyak ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian kurang lebih 800 m dpl. Akar. Biji. dilapisi lilin. Khasiat lain: Tanaman ini juga berkhasiat untuk anti tumor. Penolak (repellent) 4. Cara kerja: Senyawa kimia yang terkadung dalam srikaya dapat bersifat sebagai: 1. tunggang. bulat. dan T. daun. bullatacin. bisul. obat mencret.W.

ulat krop kubis. 2008 Metode pembuatan: Cara Pembuatan Bahan dan Alat Ekstrak daun srikaya 500 gram daun srikaya segar 12-17 liter air Ember.W. ulat daun kubis. panci dan alat penyaring Ekstrak biji srikaya 500 gram biji srikaya 20 liter air Ember Alat penyaring Cara Penggunaan OPT Sasaran Didihkan daun srikaya dalam 2 liter air sampai tersisa ½ liter. belalang dan lalat Hancurkan biji srikaya. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Semut. kutudaun Ekstrak biji srikaya Biji srikaya Alat penumbuk/blender Air Ember Hancurkan biji srikaya sampai menjadi minyak Tambahkan larutan dengan perbandingan 1 : 20 air. dan T. Saring. Saring. Setiawati. Tambahkan larutan dengan 10 – 15 air. Gunaeni. Masukkan kedalam air biarkan selama 1 – 2 hari.wereng. pisau. Murtiningsih. N. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Pupa ulat daun kubis Balai Penelitian Tanaman Sayuran 180 . Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi Kutudaun.

W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). N. Philippine mahogany Ciri – ciri : Pohon yang tumbuh dengan cepat hingga tinggi 35 sampai 40 m dengan diameter hingga mencapai 100 cm. Gunaeni. coklat keabu-abuan atau coklat muda dengan aroma kuat ketika ditebang. Tanaman suren (Foto: R. Daun rata. Murtiningsih 2008) Sinonim : Cedrela febrifuga Blume. Gambar 55. R. 54. bila ada bisa mencapai tinggi 2 m. biasanya berbulu pada tulang daun bagian bawah. Murtiningsih. permukaan kayu biasanya pecah-pecah dan berserpihan. surian amba (Sumatera). keputihan. Suren (Toona sureni) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Sapindales Suku : Meliaceae Warga : Toona Jenis : Toona sureni Nama umum : Suren Nama daerah : Surian. Bunganya berbulu. 2008 4. dan T. Cedrela sureni (Blume) Burkill Nama Inggris : Philippine cedar. berbanir. Setiawati. Roemer. Buahnya Balai Penelitian Tanaman Sayuran 181 .J. Toona febrifuga (Blume) M.

000 m dpl. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Biji bersayap pada kedua ujungnya Penyebaran : Persebaran tanaman ini mulai dari Nepal. R. Biarkan selama 24 jam OPT Sasaran Hama – hama yang menyerang benih Pengaruh bagi organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 182 . Burma (Myanmar) dan Indonesia. kasar dengan bintik-bentik dari sel lenti. N. India. Bhutan. Penolak (repellent) 4. Setiawati.W. Habitat : Suren tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 2. Penghambat makan (antifeedant) 3. Bersifat sebagai insektisida Metode pembuatan : Cara Penggunaan 100 ml larutan cukup untuk merendam 1 kg benih. surenin dan surenolakton Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan kulit kayu Cara kerja : 1. Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam suren antara lain surenon. Penghambat pertumbuhan (growth regulator) 2. 2008 cekung bagian ujungnya. Bahan dan Alat Ekstrak daun 1 kg daun suren segar Air Alat penumbuk/ blender Saringan Cara Pembuatan Hancurkan daun suren. Murtiningsih. Gunaeni. Rendam dalam air secukupnya. dan T.

semusim. hijau.id) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Solanaceae Warga : Nicotiana Jenis : Nicotiana tabacum Sinonim : Nama umum : Tembakau Nama Inggris : Tabacco Nama daerah : Bakong (Aceh). Tambako (Makasar). bulat telur. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 183 . Batang berkayu.my). 55. berbulu. Tembakau (Melayu). a. dan Tabaku (Ternate) Ciri – ciri : Ternak. dan T. Temakaw (Bengkulu).bojonegoro. Gunaeni. R. Tembako (Sasak).W. bulat.go. Tembaku (Lampung). Bako (Gayo). Tembakau (Minangkabau). Timbaho (Batak Toba). Daun tunggal. berbulu. Debak (Madura). tinggi ± 2 m. b. N.pnm. Modo (Roti). Bago (Nias). Tabaku (Seram). Timbako (Batak Kara). Setiawati. Daun tembakau kering (Sumber foto: http://www. Bako (Jawa Tengah). Tabako (Timor). diameter ± 2 cm. Murtiningsih. Tembakau (Nicotiana tabacum) Gambar 56. tepi rata. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tanaman tembakau (Sumber foto: http://www. 2008 4. Bako (Sunda).

Gunaeni. Setiawati. bulat telur. Kualitas tembakau Deli dikatakan ditentukan oleh keadaan iklim dan hanya keadaan tanah merupakan faktor kedua. putih. masih muda hijau setelah tua coklat. ujung terbagi lima. tumbuh di ujung batang. Akar tunggang. Tembakau tipe sigar memerlukan tanah yang lebih subur daripada tembakau virginia. Buah kotak. dan T. tembakau bungkus memerlukan kelembaban tinggi (70% pada siang hari) dan mereduksi intensitas cahaya (70% ochaya penuh). Kelopak bunga berbulu. Penyebaran : Tanaman ini berasal dari daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan Habitat : Tembakau ditanam pada berbagai macam kondisi iklim. Curah hujan yang dibutuhkan adalah 300—400 mm. Tembakau sigaret memerlukan musim kering pada akhir musim untuk mendapatkan daun tebal dan warna kuning pada daun yang diobati.0). pangkal berlekatan. tetapi juga di Connecticut (Amerika). Untuk menghasilkan daun yang tipis dan elastis. hijau keputih-putihan.. Awan terjadi pada hari hujan sebagai filter alami untuk matahari. Biji kecil. yang tersebar merata sepanjang musim pertumbuhan. Rata-rata temperatur untuk pertumbuhan optimum adalah 21—27°C. tembakau sigar ditanam dibawah naungan tidak hanya di berbagai tempat di Indonesia (Jawa). lebar 5-30 cm. coklat. R. Tanah harus mempunyai drainse bagus. N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tanah yang cocok untuk penanaman tembakau adalah tanah liat ringan dan medium dengan kapasitas air baik dan agak asam (pH 5. pangkal tumpul. panjang 20-50 cm. tangkai panjang 1-2 cm. hijau. Murtiningsih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 184 . mahkota bentuk terompet. Bunga majemuk. yang menghasilkan kualitas tembakau yang bagus.0—6.W. Di Jawa Tengah daerah penting untuk tembakau sigaret adalah Pegunungan Dieng kira-kira ketinggian 1000 m dpl. merah muda. tangkai bunga berbulu. karena tembakau sensitif pada kebanjiran. 2008 ujung runcing. Untuk menyerupai keadaan pertumbuhan Sumatra Utara.

N. R. Saring Semprotkan pada seluruh tanaman Berbagai yang terserang macam pada pagi hari hama atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 185 . Gunaeni. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : 1. flavonoida dan politenol. saponin. 2008 Karena pembakaran menyebabkan kualitas tembakau sigar dan tembakau sigaret. rendam dalam 2 liter air selama 24 jam. Bersifat sebagai insektisida 2. Setiawati. kontak dan perut 3. dan T. lebih disukai tidak lebih dari 40 ppm irigasi air sebaiknya mempunyai klorida tidak lebih dari 25 ppm. Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam tembakau antara lain alkaloida (nikotin). Racun ssaraf . Fumigan Khasiat lain : Tanaman ini juga berkhasiat untuk obat luka Metode pembuatan : Cara Penggunaan OPT Sasaran Bahan dan Alat Cara Pembuatan Ekstrak daun tembakau ½ kg daun tembakau Daun tembakau 2 liter air dirajang sampai Kain saring halus. kandungan klorida dalam tanah harus rendah.W. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Murtiningsih.

Daun tembakau dihancurkan menjadi serpihan kecil Hama – Semprotkan pada hama seluruh tanaman pengisap yang terserang pada pagi hari atau sore hari Daun Tembakau 200 kg daun tembakau (limbah)/ha Pisau Benamkan Jamur. rendam dalam 8 liter air. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). 2008 Bahan dan Alat Rendaman daun tembakau ¼ kg daun tembakau 8 liter air 2 sendok teh deterjen Kain saring Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Daun tembakau dirajang sampai halus. serpihan bakteri dan tembakau di nematoda sekitar perakaran tanaman atau dibenamkan bersama pupuk Balai Penelitian Tanaman Sayuran 186 . N.W. Aduk sampai rata. Murtiningsih. Setiawati. Tambahkan 2 sendok teh deterjen. Gunaeni. Saring. dan T. R.

duduk berhadapan bentuk bulat telur ujung meruncing pinggir bergerigi tulang daun Balai Penelitian Tanaman Sayuran 187 . Daunnya kasar . Terdapat sampai 1. batang berbulu dan berduri serta berukuran lebih kurang 2 cm . N. L. ranting bentuk segi empat. camaena Nama umum : Saliara Nama daerah : Durian Kura. Setiawati. banyak dipakai sebagai tanaman pagar. Bercabang banyak. Gunaeni.700 m di atas permukaan laut. Tembelekan ( Lantana camara) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa :Solanales Suku : Varbenaceae Warga :Lantana Jenis : Lantana camara L. 56. Tai ayam (Sunda) Nama Inggris : Sage. wild sage Ciri – ciri : Herba. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). ada varietas berduri dan ada varietas yang tidak berduri tinggi + 2 m. bau khas.W. dan T. Murtiningsih. di tempat panas. beraroma dan berukuran panjang beberapa sentimeter dengan bagian tepi daun yang bergerigi . 2008 4. Luyian Beramatai (Kalimantan). R. Murtiningsih 2008 Sinonim : Lantana aculeate. Daun tunggal. Gambar 57. Bunga tembelekan (Foto: R.

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

menyirip, permukaan atas berambut banyak terasa kasar dengan perabaan permukaan bawah berambut jarang. Bunga dalam rangkaian yang bersifat rasemos mempunyai warna putih, merah muda, jingga kuning, dan sebagainya. Buah seperti buah buni berwarna hitam mengkilat bila sudah matang. Penyebaran : Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.700 m dpl. Habitat : Tembelekan ditemukan pada tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaung. Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam tembelekan antara lain alkaloida, saponin, flavanoida, tanin dan minyak atsiri Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Cara kerja : 1. Bersifat sebagai insektisida 2. Penolak (repellent) Khasiat lain : Khasiat lain dari tembelekan adalah sebagai obat batuk, obat luka, peluruh air seni, dan obat bengkak

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

188

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

Metode pembuatan :
Cara Penggunaan

Bahan dan Alat Serbuk daun Saliara Daun saliara secukupnya

Cara Pembuatan

OPT Sasaran

Keringanginkan daun saliara

Taburkan serbuk saliara pada umbi kentang dengan ketebalan ± 3 cm.

Ulat penggerek daun kentang (Phthorimaea operculella )

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

189

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

4. 57. Tephrosia (Tephrosia vogelii)

Gambar 58. a. Tumbuhan theprosia, b. Bunga tephrosia, c. Buah tephrosia (Foto: R. Murtiningsih 2008)

Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rosales Suku : Caesalpiniaceae Warga : Tephrosia Jenis : Tephrosia vogelii Hook.f Sinonim : Tephrosia megalantha Micheli dan Tephrosia periculosa Baker Nama umum : Tephrosia Nama daerah : Kacang babi, suda mala (Sunda)
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

190

W. Setiawati, R. Murtiningsih, N. Gunaeni, dan T. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), 2008

Nama Inggris : Fish bean, Fish Poison bean Deskripsi : Terna atau perdu tahunan bercabang jarang, dengan tinggi 1.5-2 m. Batang tertutup rapat dengan rambut-rambut yang tersebar dan berwarna coklat muda. Daun menyirip gasal dengan 12-25 helai daun; panjang tangkai daun 1-2.5 cm; bentuk daun membundar telur sungsang hingga menjorong, berukuran 1- 4.5 cm x 3-10 mm, bertusuk, permukaan atas gundul, dan berambut rapat pada permukaan bawahnya. Perbungaan tandan semu di ujung, di ketiak atau berhadapan dengan daun, dengan panjang hingga 35 cm; panjang tangkai bunga 3-16 cm; bunga berkelompok 1-5 pada ketiak daun gagang yang sempit. panjang sayap 5-8 m, berwarna ungu di bagian atas dan putih di bagian bawahnya. Polong berukuran 3-6 cm x 0.5 cm, berisi 5-10 biji, ditutupi dengan rambutrambut berwarna karat. Biji berbentuk mengginjal, dengan panjang hingga 3.5 mm, berwarna coklat gelap, memata jala. Distribusi/penyebaran : Berasal dari Afrika bagian Barat dan Tengah Habitat : Ditemukan tumbuh alami di Jawa pada ketinggian 700 m, di padang rumput, dan tepi sungai. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun Kandungan kimia : Kandungan kimia yang terkandung dalam teprosia adalah rotenon, steroid, flavonoid dan saponin. Cara kerja : Bersifat sebagai insektisida dan penolak (repellent) Khasiat lain : Teprosia berguna juga untuk pupuk hijau

Balai Penelitian Tanaman Sayuran

191

Gunaeni. Larutan akhir OPT secara diencerkan dengan umum 60 liter air. Ulat penggerek daun kentang (Phthorimaea operculella ) Ekstrak kacang babi + serai wangi + lengkuas 8 kg daun kacang babi 6 kg lengkuas lerai 6 kg 20 g deterjen 20 l air Daun kipahit. N. Hancurkan sampai menjadi tepung Taburkan tepung daun kacang babi dan tembelekan pada umbi kentang dengan ketebalan ± 3 cm.5 gram deterjen untuk setiap satu liter volume semprot sehingga dibutuhkan 300 gram detergen untuk 600 liter larutan semprot. 2008 Metode pembuatan : Bahan dan Alat Tepung daun kacang babi + daun tembelekan 75 % daun kacang babi 25% daun tembelekan Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Keringanginkan daun kacang babi dan daun tembelekan. dan T.W. serai wangi dan rimpang lengkuas dipotongpotong lalu ditumbuk sampai halus kemudian direndam dalam 20 liter air selama ± 24 jam. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Setiawati. Murtiningsih. Tambahkan 0. Larutan tersebut disemprotkan pada tanaman untuk luasan 1 hektar Balai Penelitian Tanaman Sayuran 192 .

cung asam (Sumatera). Gunaeni. samate. Tomat (Lycopersicum esculentum) Klasifikasi : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Bangsa : Solanales Suku : Solanaceae Marga : Lycopersicum Jenis : Lycopersicum esculentum Nama umum : Tomat Gambar 59. menebal pada buku-bukunya.W. Batang bulat. temantes. tomate (Sulawesi) Nama Inggris : Tomato Ciri – ciri : Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain. leunca komir (Sunda). berambut kasar Balai Penelitian Tanaman Sayuran 193 . samante.5 m. N. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). dan T. Setiawati.5-2. tinggi 0. kemir. R. tomat (Jawa). Gycopersicum esculentum Mill Nama daerah : Terong kaluwat. reteng. antes. tamato. rante. bercabang banyak. berambut. ranti raja. tamati.58. Tanaman tomat (Foto: R. dan berbau kuat. kamantes. ranti kenong. 2008 4. komantes. ranti bali. Murtiningsih. Murtiningsih 2008) Sinonim : Solanum lycopersicum. terong sabrang. ranti gendel. samatet.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Bunga majemuk. pangkal membulat. asam folat. sinar matahari terik. berdaging. berbentuk pipih dan berwarna kuning kecoklatan. kulitnya tipis licin mengkilap. mahkota berbentuk bintang. N. saponin. batang dan ranting Cara kerja : 1. warnanya kuning. Bersifat sebagai insektisida 2.40 cm. medium. helaian daun yang besar tepinya berlekuk. atau ditemukan liar pada ketinggian 1--1600 m dpl. dan T. Habitat : Tanaman tomat ditanam sebagai tanaman buah di ladang. Gunaeni. R. serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. warnanya hijau muda. tergantung varietasnya. letak berseling. asam malat. beragam dalam bentuk maupun ukurannya. asam sitrat. Penolak (repellent) Balai Penelitian Tanaman Sayuran 194 . Daun majemuk menyirip. dan tinggi. ujung runcing. Setiawati. berkumpul dalam rangkaian berupa tandan. Tanaman ini tidak tahan hujan. Tomat secara umum dapat ditanam di dataran rendah. Kandungan kimia : Buah tomat mengandung alkaloid solanin (0. Biji berjumlah banyak. bentuknya bundar telur sampai memanjang. bertangkai. 2008 warnanya hijau keputihan. pekarangan.007%). Buahnya buah buni. panjang 10 . bioflavonoid dan tomatin Bagian tanaman yang digunakan adalah daun. warnanya kuning atau merah. Penyebaran : Tanaman ini berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan.W. Murtiningsih. helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi.

mengurangi resiko radang usus buntu. Biarkan beberapa saat. ginjal. Saring kemudian tambahkan 2 mangkok air Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Kutudaun. leher rahim. membantu menjaga kesehatan organ hati. menghilangkan jerawat. Rendam dalam 2 mangkok air selama 24 jam. Ulat buah tomat Rajang daun tomat. Aduk hingga rata Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat daun kubis Balai Penelitian Tanaman Sayuran 195 . Tambahkan air. payudara dan endometrium. Setiawati. Tambahkan sabun/ deterjen. dan T.W. R. menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat. 2008 Khasiat lain : Tomat dapat menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan. Murtiningsih. Saring. mengobati diare. Metode pembuatan : Bahan dan Alat Ekstrak daun tomat 1 – 2 mangkok daun tomat 4 mangkok air Ember Pisau Alat Penyaring Ekstrak daun tomat 1 kg daun tomat 17 liter air Sabun/deterjen Alat penumbuk/ blender Ember Alat penyaring Cukup untuk 1000 tanaman Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran Rajang daun tomat sampai halus. dan mencegah kesulitan buang air besar. memulihkan fungsi lever dan mengatasi kegemukan. memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia (age-related macular degeneration). Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). meningkatkan jumlah sperma pada pria. Gunaeni. N.

ovata) Nama daerah : Galak tua. N. pokok seratus.) C. bersegi empat.th). Gunaeni.ac. Stemona australiana (Benth. S. Murtiningsih.H. dan T. setinggi 60 hingga 90 cm dan ditanam sebagai tanaman semusim. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). a. Setiawati. semi-sukulen. Ubi kemili (Stemona tuberosa) Gambar 60. Stemona japonica (Blume) Miquel (syn.ku. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 196 .rdi. b. 59.ku. Tumbuhan ubi kemili (Sumber foto: clgc. stemona. Roxburghia japonica.ac. 2008 4. Batangnya lembut. pecah kelambu Ciri – ciri : Ubi kembili merupakan herba menjalar yang mepunyai ubi yang lembut.Wright.W.Telford.th) Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Pandanales Suku : Stemonaceae Warga : Stemona Jenis : Stemona tuberosa Lour Nama umum : Ubi kemili Nama Inggris : Stemona Sinonim : Stemona angusta I. Ubi kembili (Sumber foto: www. R.

R. berbunga banyak. Setiawati. Herba ini berubi seperti kentang. Daunnya oval hingga sub-orbikular. dan T.berukuran 2 hingga 4 cm panjang. 0. berjambak tegak. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). tepi daun bergerigi kasar. Habitat : Ubi kembili merupakan tumbuhan liar Kandungan kimia : Senyawa kimia yang terkandung dalam ubi kembili adalah alkaloid stemona Bagian tanaman yang digunakan adalah bagian umbinya Cara kerja : Ubi kembili bersifat sebagai insektisida Khasiat lain : Keguanan lain dari ubi kembili adalah sebagai obat batuk dan anti bakteria Pengaruh terhadap organisme berguna : aman Balai Penelitian Tanaman Sayuran 197 . melentur atau menegak dan tumbuh pada buku ruas bagian bawah pohon yang ditumbuhi akar.5 hingga 2 cm lebar. Thailand. 1. Malaysia dan Indonesia.W. berwarna hitam keperangan dan isinya berwarna putih susu. berukuran 2 hingga 6 cm panjang. Daun ini beraroma apabila diramas. N. Gunaeni. kecil dan berwarna keunguan.5 hingga 4 cm lebar dan berwarna hijau muda. 2008 pubesen. Penyebaran : Tumbuhan ini berasal dari Madagaskar atau Afrika tropika dan tersebar hingga ke Sri Lanka. Infloresen terminal. Murtiningsih.

Ember Alat penyaring Cara Pembuatan Cara Penggunaan Hancurkan ubi kemili sampai halus. Setiawati. Gunaeni. dan T. 2008 Metode pembuatan : OPT Sasaran Berbagai jenis ulat Kumbang Lalat Bahan dan Alat Ekstrak Ubi 200 gram ubi kering 1 liter air atau air kelapa Alat penumbuk/ blender. rendam dalam air selama 24 jam. N. Murtiningsih. Saring Semprot ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Balai Penelitian Tanaman Sayuran 198 . Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). R.W.

Badan Litbang Kehutanan.. Brooklyn. CIKS. Ellis. Rodale Press. HDRA. 1000 Washington Avenue. Pennsylvania. Henry Association. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Center for Indian Knowledge Systems. (June 2000). 1998. 2008 PUSTAKA ACUAN Brooklyn Botanic Garden. June 2000. HDRA. NY. Manila. The organic gardener's handbook of natural insect and disease control. Tropical Advisory Service. UK Heyne. dan T. 1987. 2000. thumbai. DOST. Henry Doubleday Research Association. frutescens . Emmaus. 2000. Philippines. Plutella xylostela. Chilipepper. Pest Control No. Mexican marigold. TNP 2. TPC3. Tanaman Berguna Indonesia II.W. Jakarta. Natural disease control: A common-sense approach to plant first aid. Capsicum Pesticides No. R. Natural Pesticides No. 1978. Henry Doubleday Research Association. B. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 199 . papaya. Cremlyn. UK. Inc. Plants in pest control: Tobacco. 1007. John Wiley and Sons. N. TNP1. Brooklyn Botanic Garden. 2000. Diamondback moth. Setiawati. Tagetes minuta. Madre de cacao. Handbook # 164. Gunaeni. NY. F. Murtiningsih. Natural Doubleday Research HDRA. UK. 1996. Bradley. Department of Science and Trade. Botanical insecticides in pesticides preparation and mode of action. 1997. Hal 39-49. R. 2000.

1997. M. Inc. 1987.745 – 750 Morton. G. J. Trisawa. No. E. Custard apple.). Litsinger. Setiawati. Martineau. Hal : 493 – 502. A.. Seminar Nasional Tantangan Entomologi pada Abad XXI (Arifin. J.. 3. Pros. Filipino farmers’ use of plant parts to control rice insect pests. 1994. Bogor. Murtiningsih.L. Karmawati eds). Mardiningsih. In: Fruits of warm climates. R. ed. Gunaeni. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 200 . Arifin. 1997. I. Wikardi. PEI cab. A. Soetopo. AgriDyne Technologies. MSDS for Azatin-EC biological insecticide. T. Baringbing dan S. ed. N. J. Hernani dan M. 1978. 5. Miami. Seminar Nasional Tantangan Entomologi pada Abad XXI (Arifin. Maryam Abn.. FL. D. (Lepidotera : Pyralidae) Pada Kondisi Laboratprium. Wiranto dan E. D. Uji hayati Ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urban) pada serangga Sitophilus sp. Laba. Pengaruh Tingkat Konsentrasi Cairan Perasan Biji Mahoni (Swietenia macrophylla King) terhadap Mortalitas Larva Papilta unionalis Hubn. A. Bogor. Vol.W. Bogor. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). E. Suwantapura dan Nurdin. B.W. Price. Morton. International Rice Research Newsletter. Pros. Seminar PEI. I.). M. Julia F.. 2008 Kardinan. 1999. 8 Jan 1997. Suriati. Pengaruh Eugenol dan tepung bunga cengkeh terhadap Carpophilus sp. Peranan Entomologi dalam Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis. Pros. (Prasadja. 8 Jan 1997. Hal. dan T. M.M. Herrera. iskandar.

. National Academy Press. 1992. W. N. Zebitz. Murtiningsih. Weinheim. The state of the art vegetables. Olkowski. Sangatanan. Germany. 2000 Organic fungicide. How to process/prepare organic fungicides. Rodale Press. Sangatan. Quezon City. P. Olkowski. 2008 National Research Council. The neem Verlagsgesellschaft. tree. 1995. Setiawati. H. Daar. Inc. S. 1995. PA Prakash. 1997. The Taunton Press. dan T. Technology dan Liveihood Series. P. Gunaeni. PCARRD and Department of Science and Technology. Rossner.W. R. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Press Release No. Emmaus. Rao.. Editor. 1986. Nairobi. Busy Book Distributors.. Effect of soil treatment with neem products on earthworms (Lumbricidae). H. DC. R. Schmutterer. CRC Press. J. Busybook Distributor. Technology and Livelihood Series. Washington.. The gardener’s guide to common-sense pest control. Practical guide to organic pesticides. USA PCARRD. 1996) All. 70 July 18... R. Organic Gardening. C. Minor St. Neem: A tree for solving global problems.. 2000. Philippines control Arthropod pests of your Anthuriums the environmentfriendly way. 2000. Series of 2002. Quezon City. dan Sangatanan. A. USA.purpose insect pest spray . 1986. VHC Balai Penelitian Tanaman Sayuran 201 . A paper presented at the Proceedings of the 3rd International Neem Conference. J. Botanical pesticides in agriculture. 3 E. Sangatan.

Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).. CIKS. Sridhar. Balitro. H. Organic vegetable gardening.html (diakses 13 June 2008) Vijayalakshmi. S. Biological pesticide on rice.. Arumugasamy. Prosiding seminar hasil penelitian dalam rangka pemanfaatan pestisida nabati.. Division of Entomology. Vijayalakshmi. 1997. Low-external Input Rice Production Technology Information Kit. Organic vegetable gardening. Chennai. Plants in pest control: Turmeric and ginger. K... 2002.. P. Sridhar. S. S. Koul. USDA Plants. R. Swietenia mahagony. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 202 . Singh. Arumugasamy. Center for Indian Knowledge Systems. Suprapto.. IIRR. 1997. 2000. Center for Indian Knowledge Systems. K. 2008. Gunaeni. R. 2002. N. S. B. Vijayalakshmi.W. G. Indian Agricultural Research Institute.fiu. Weikersheim. Margraf Verlag. Cavite. India. 2002. http://bio. K. K. Murtiningsih. Saraswathy. Natural protection in the tropics. New Delhi. Toksisitas mimba dan bengkuang terhadap pengisap buah lada. Sridhar. S. dan T. Vijayalaksmi.. Neem for pest management: How to grow and use. S..edu/trees/sp_pages/ Swietenia_mahogani. 2008 Singh. Chennai. hal 216-221. Setiawati. Neem: A user’s manual. Saraswathy. CIKS. Chennai. H. Philippines. 1993. 2000. Subhashini.. Stoll. Stoer. S.

Subhashini.. S. vitex. and poison nut. Chennai. Vijayalakshmi. Koul. Plants in pest control: Custard apple. B. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). B. CIKS. Koul. India.. dan T. Chennai. K.. Vijayalakshmi.. Subshashini. R. 1999. 1998. S. vitex. India Vijayalakshmi. Subshashini. tulasi and aloe.W.. Plants in pest control: Custard apple. Centre for Indian Knowledge Systems. Plants in Pest Control: Pongam. Chennai. Koul. Centre for Indian Knowledge Systems. Plants in Pest Control: Garlic and Onion. 2008 Vijayalakshmi. 1999. K. Murtiningsih.. K. 1998. Subhashini. CIKS. sweet flag. Gunaeni. Chennai. N.. B.. India. K. sweet flag. and poison nut. Setiawati. Balai Penelitian Tanaman Sayuran 203 . S. India. B. S. Koul.

R. dan T. Setiawati. Murtiningsih. N.W. 2008 Balai Penelitian Tanaman Sayuran 204 . Gunaeni. Rubiati: Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->