Anda di halaman 1dari 58
INDONESIA SEHAT 2010 Standar | | Pemantauan Pertumbuhan cs BALITA Rartunbeben SAL KATA PENGANTAR Gerseuen gizi yang terjadi pada bayi dan balita mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, baik pada masa balita maupun masa berikutnya, sehingga perlu mendapat perhatian. Penanggulangan gizi kurang memerlukan upaya yang menyeluruh, meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatit. Efektivitas penanggulangan gizi kurang ditentukan oleh dua hal. Pertama, ketepatan melakukan identifikasi dini gangguan pertumbuhan dan kedua ketepatan dan kecepatan tindak lanjut setiap gangguan pertumbuhan. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang terdiri dari penimbangan anak setiap bulan, pencatatan dan pengisian Kartu Menuju Sehat, penilaian naik atau tidak naik yang bertujuan melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan melakukan tindak lanjut hasil pemantauan pertumbuhan Di dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan disebutkan bahwa pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu dari kewenangan wajib yang harus dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota. Disebutkan bahwa sekurangnya 80% balita di setiap kabupaten/kota di timbang setiap bulan dan berat badannya naik sebagai indikasi bahwa balita tersebut tumbuh sehat. Untuk menjamin efektivitas dan efisiensi pemantauan pertumbuhan, disusun Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita. Buku ini di peruntukkan bagi para dokter, tenaga gizi, bidan, perawat dan petugas lintas sektor terutama di tingkat puskesmas dan kabupaten/kota, Standar ini dilengkapi daftar tilik, yaitu suatu alat sederhana untuk melakukan pembinaan dan penilaian kepatuhan terhadap pelaksanaan_ tahapan pemantauan pertumbuhan balita. Semoga buku ini bermanfaat Jakarta, 2006 Direktur Bina Gizi Masyarakat Mattar Dr. Ina Hernawati, MPH DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran2 Lampiran3 Lampiran4 Lampiran5 Lampiran 6A Lampiran 6B Lampiran7 Daftar Tilik Sumber Daya Dalam Pelaksanaan Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu.... Daftar Tilik Pelaksanaan Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu.... Daftar Tilik Sumber Daya Dalam Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita di Puskesmas..... Daftar Tilik Pelaksanaan Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita di Puskesmas . Cara Menghitung Umut Baku Berat Badan Menurut a Tinggi Badan Balita Laki-laki.. Baku Berat Badan Menurut Panjang Atau Tinggi Badan Balita Perempuan... Cara Pengisian Formulir Daftar Tilik.. 32 33 35 36 38 40 44 48 Sardar Pareuan | Paygumiduihan BAUFTA |. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ke Energi Protein (KEP) sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Anak disebut KEP bila berat badan anak di bawah normal dibandingkan rujukan (WHO-NCHS). Kurang Energi Protein dikelompokkan menjadi 2, yaitu Gizi Kurang (bila berat badan menurut umur di bawah -2 SD) dan Gizi Buruk (bila berat badan menurut umur di bawah -3 SD). Pada tahun 2003, diperkirakan 27.5% balita mengalami gangguan gizi kurang, 8.5% diantaranya gizi buruk. Menurut WHO (1996), prevalensi KEP di Indonesia termasuk tinggi’. Gizi Kurang pada balita tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi diawali dengan kenaikan berat badan anak yang tidak cukup. Perubahan berat badan anak dari waktu ke waktu merupakan petunjuk awal perubahan status gizi anak. Dalam periode 6 bulan, bayi yang berat badannya tidak naik 2 kali berisiko mengalami Gizi Kurang 12.6 kali dibandingkan pada anak yang berat badannya naik terus. Bila frekuensi berat badan tidak naik lebih sering maka risiko akan semakin besar. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Pemantauan pertumbuhan merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri; (1) penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan setiap bulan, pengisian Kartu Pengelompokkan wilayah berdasarkan prevalensi KEP menurut WHO (1996) adalah : Rendah (< 10%); Sedang (10-19%); Tinggi (20-29%); Sangat Tinggi (> 30%) v ©, Seringkali anak yang mengalami gangguan pertumbuhan tidak di rujuk ke Puskesmas untuk tindak lanjut sebagaimana mestinya. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, disusun Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita. Buku standar ini berisi tentang cara kerja, sarana, peralatan, tenaga pelaksana dan pengawasan mutu pelaksanaan serta tindak lanjut hasil pemantauan B. Tujuan Umum: Meningkatnya kualitas pelayanan gizi melalui standarisasi prosedur pemantauan pertumbuhan balita. Khusus: ie Tersedianya alur pemantauan pertumbuhan balita 2. Tersedianya prosedur penimbangan berat badan balita 3. Tersedianya prosedur hasil penimbangan dan tindak lanjutnya 4. Tersedianya prosedur pengukuran panjang atau tinggi badan balita 5. Tersedianya prosedur penilaian status gizi balita 6. Tersedianya daftar tilik pemantauan pertumbuhan balita Cc. Sasaran 1. Kader Posyandu 2. Petugas kesehatan (dokter, tenaga gizi, bidan, perawat, dll) ® ll. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP A. Pengertian Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita Adalah persyaratan atau patokan yang harus diikuti untuk menjamin terselenggaranya pemantauan pertumbuhan dan penjaringan balita BGM serta gizi buruk. Daftar Tilik Adalah formulir yang berisi daftar kegiatan yang dianggap penting, yang dapat diamati dan diukur. Daftar tilik dibuat untuk melakukan pembinaan dan menilai kepatuhan terhadap standar pemantauan pertumbuhan balita yang sudah ditetapkan. B. Ruang Lingkup Standar Ruang Lingkup Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita mencakup : 4. DiPosyandu Penimbangan berat badan balita a. b. Penilaian status pertumbuhan balita 2 Konseling pertumbuhan balita d. Rujukan © Smadar Paranewan PEMANTAUAN PERTUNBUHAN BALITA DI POSYANDU A. Alur Pemantauan Pertumbuhan Balita di Posyandu 1. 2. Pendaftaran balita yang datang Penimbangan balita Penilaian hasil penimbangan Konseling, penyuluhan, atau rujukan balita BGM, sakit dan tidak naik 2 kali berturut-turut ke puskesmas. Pelayanan gizi oleh petugas ae PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA| DIPOSYANDU : #3553244 5 PELAYANAN OLEH PETUGAS 4. KONSELING, PENYULUHAN, ‘ATAU RUJUKAN 2. Aturposisibatang dacin sejajar dengan mata penimbang 3. Pastikan bandul geser berada pada angka NOL dan posisi paku tegaklurus 4. Pasang sarung/celana/kotak timbang yang kosong pada dacin. 5. Seimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik berisikan pasir/batu di ujung batang dacin, sampai kedua jarum tegak lurus. b. Pelaksanaan Penimbangan 4. Masukkan balita ke dalam sarung timbang dengan pakaian seminimal mungkin dan geser bandul sampaijarum tegak lurus 2. Baca berat badan balita dengan melihat angka di ujung bandul geser PRerwumldunaa BAL 3. Cantumkan bulan penimbangan sesuai dengan umur setiap kali balita ditimbang. Cara menghitung umur dapat dilihat pada lampiran 5 4, Letakkan titik hasil penimbangan berat badan pada KMS dengan cara menghubungkan garis tegak berat badan dan garis mendatar umur pada grafik KMS 5. Hubungkan titik berat badan hasil penimbangan bulan lalu dan bulan ini 6. Tentukan Naik atau Tidak naik, lalu catat ke dalam buku register Cara menentukan Berat Badan naik atau tidak adalah sebagai berikut : Naik Bila: + garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita waa * — garis pertumbuhannya pindah ke pita warna diatasnya Tidak Naik bila: * garis pertumbuhannya menurun * — garis pertumbuhannya mendatar ¢ garis pertumbuhannya naik tetapi pindah ke pita warna di bawahnya. 7. Bila bulan lalu balita tidak ditimbang atau bulan ini baru pertama kali ditimbang maka tidak dapat dinilai naik atau tidak naik. Contoh dapat dilihat pada gambar berikut : Standar Famaiewan Parwumburan SALTPA BERAT BADANTIDAK NAIK, JIKA: Garis pertumbuhannya Menurun Garis pertumbuhannya Mendatar Garis pertumbuhannya naik tetapi pindah ke pita warna di bawahnya SAURTA ious =e Swander Pamanewan Mo IV. Pemantauan Pertumbuhan Balita di Puskesmas A. Menentukan Status Gizi Balita Berdasarkan Antropometri Tujuan : _ Diketahuinya status gizi balita berdasarkan berat badan menurut panjang atau tinggi badan Pelaksana: Petugas kesehatan Puskesmas Standar kebutuhan sarana 1 Petugas kesehatan terlatih (perempuan/laki-laki) 2 Timbangan bayi (Baby Scale) dan timbangan injak manual yang ditera setiap tahun sekali Alatukur panjang badan microtoise yang ditera setiap tahun sekalli 4 Tabel baku berat badan menurut panjang/ tinggi badan WHO-NCHS, 5 Formulir umpan balik ke posyandu Prosedur Pengukuran Berat Badan dengan Baby Scale a. Persiapanalat 1. Letakkan timbangan di tempat yang rata dan datar 2. Pastikan jarum timbangan menunjukkan angka nol Sander Pemamman | Partumbutan BALTTA meee Pelaksanaan 1. Posisikan balita di atas timbangan 2. Geser bandul sesuai berat balita sampai posisi jarum seimbang. Baca dan catat berat badan balita pada kartu status. Prosedur pengukuran panjang badan dengan papan pengukur a. Persiapanalat 1. Pilih meja atau tempat yang datar dan rata. Siapkan alat ukur panjang badan 2. Lepaskan kunci pengait yang berada disamping papan pengukur 3. Tarik meteran sampai menempel rapat pada dinding tempat menempelnya kepala dan pastikan meteran menunjuk angka nol dengan mengatur skrup skala yang ada di bagian kaki balita b. Pelaksanaan pengukuran panjang badan 1. Terlentangkan balita di atas papan pengukur dengan posisi kepala menempel pada bagian papan yang datar dan tegak lurus (papan yang tidak dapat bergerak) 2. Pastikan bagian puncak kepala menempel pada bagian papan yang statis 3. Posisikan bagian belakang kepala, punggung, pantat dan tumit menempel secara tepat pada papan pengukur 4. Geser bagian papan yang bergerak sampai seluruh bagian kedua telapak kaki menempel pada bagian papan yang dapat digeser (dengan cara menekan bagian lutut dan mata kaki) 5. Baca dan catat panjang badan anak dari angka kecil ke angka Posisi tangan pengukur (memegang telinga) dan posisi kepala Posisi pengukur yang benar| Posisi kaki yang benar, telapak kaki (mata tegak lurus ke | menempel tegak lurus pada papan Jendela baca alat pengukur) penggeser b. Pelaksanaan Pengukuran tinggi badan il Posisikan balita berdiri tegak lurus di bawah microtoise membelakangi dinding Posisikan kepala balita berada di bawah alat geser microtoise, pandangan lurus ke depan Posisikan balita tegak bebas, bagian belakang kepala, tulang belikat, pantat dan tumit menempel ke dinding Posisikan kedua lutut dan tumit rapat Tarik kepala microtoise sampai puncak kepala balita Baca angka pada jendela baca dan mata pembaca harus sejajar dari dengan garis merah Angka yang dibaca adalah yang berada pada garis merah dari angka kecil ke arah angka besar Catat hasil pengukuran tinggi badan balita pada kartu status Stanthr Romanawen Parca BALA B. Menentukan status g alita berdasarkan tanda-tanda klinis 1. Periksa tanda-tanda klinis tanda klinis pada Kwashiorkor uruk pada kwashiorkor Tanda- * edema seluruh tubuh (terutama pada punggung kaki) * wajah bulat (moon-face) dan sembab, * —cengeng/rewel/ apatis, * —acites (perut Buncit) * rambut kusam dan mudah | —sacron. proms uanavoe dicabut, © bercak kulit yang luas dan kehitaman/bintik kemerahan Cara Memeriksa Edema « Lakukan pemeriksaan pada kedua kaki * Tekan punggung kaki dengan jari telunjuk selama beberapa detik e — Angkatjari telunjuk dan akan terlihat cekungan « _Cekungan akan bertahan selama beberapa detik Ponekanan [=a | Kaki Cebangen datas pentaren | C. Tindak lanjut hasil penentuan status gizi balita 1. Lihat hasil pengukuran status antropometri, untuk menentukan status gizi balita menurut BB/TB dan atau ada tanda-tanda klinis. Balita dalam keadaan status gizi buruk bila: « BB/PB atau BB/TB <-3 SD dan atau ¢ Terlihat sangat kurus dan atauedema 2. Rencanakan tata laksana gizi buruk balita (mengacu pada buku Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk, edisi terbaru) 3. Tetapkan growth trajectory (garis pertumbuhan normal) balita. 4. Beri penyuluhan atau konseling pada orang tua balita, mengenai pola makan dan pola asuh | 5. Rujuk kembali pada kader posyandu, jika balita tidak termasuk dalam kriteria gizi buruk dengan memberi umpan balik berisi saran 6. Pantau kasus gizi buruk pasca rawat inap di rumah sakit, Puskesmas, maupun dirawat di rumah tangga. Prosedur membuat growth trajectory (garis pertumbuhan normal) 1. Lihat dan bulatkan angka panjang atau tinggi badan hasil pengukuran. Contoh: 70,2 cmdibulatkan menjadi 70,0 cm 67,7 cmdibulatkan menjadi 67,5 cm Sten¢dar Parenieern Pariumbuiaa SAUTA | \ 42 - 18 bulan: ' Minum sendiri dari gelas | tanpa tumpah 418 - 24 bulan: ) Mencoret-coret ( 4 dengan alat tulis S| |S _ | | | 4 | — 4 _ _—|—| ! __-|— Gari pertunfouhan rbrmal j jee fatal i r : | 4-77 P | - {— cle | ++ - | ons | | - i | a | = > | | BB 4nak _ Garis tubuh yan harus dilalui anBk 95g Untuk “turhbuh kejar | ' | | } 437-147-1516 17-18-19 7-20--21 4-22—-23-] | | 2 \) 88): 3 é ‘| gale 2. — we . \4 = 2 $3 Ss) {i =|< = s/e\< Bl Zzia| 3s) | Cara melakukan perhitungan tingkat kepatuhan dengan menggunakan rumus : Jumlah jawaban ya -x 100% Tingkat kepatuhan= -~ Jumlah jawaban ya dan tidak Tingkat kepatuhan yang dikatakan baik apabila 80% telah mengikuti standar dan apabila persentase kepatuhan berada di bawah 80% maka petugas perlu melakukan pembinaan kepada kader atau saling belajar antar petugas/kader. Cara Pengisian Formulir daftar tilik dapat dilihat pada lampiran 7 Swndar Remanawan Parcombuhan & BAUTTA GMesia DAFTAR PUSTAKA Medecins Sans Frontieres Paris, Nutrition Guidelines, 1" edition, Paris,1995 Anthropometry Resource Center, Anthropometry Tutorial http://www.odc.com/ anthro/tutorial/tunit1.html, 26 Maret 2000 Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan RI, Pedoman Pemantauan Tinggi Badan Balita Baru Masuk Sekolah (TBABS) di 5 Propinsi Daerah CHN3. Jakarta, 1998 Departemen Kesehatan RI, Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia, Jakarta, 1999 Direktorat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas, Departemen Kesehatan RI, Program Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan - Daftar Tilik Pelayanan Kesehatan Dasar, Cetakan ke-1, Jakarta, Februari 1999 Departemen Kesehatan RI, Buku 1: Analisis Sistem Kesehatan Dasar dan POA (Plan ofAction), Jakarta, Oktober 2000 Departemen Kesehatan RI, Buku 4: Modul TQM Total Quality Management, Jakarta, Oktober 2000 Departemen Kesehatan RI, Pedoman Tata Laksana Kekurangan Energi Protein Pada Balita di Rumah Sakit Kabupaten/Kota, Jakarta, 2000 Departemen Kesehatan RI, Pedoman Tata Laksana Kekurangan Energi Protein Pada Balita di Puskesmas dan Rumah Tangga, Jakarta, 2000 Departemen Kesehatan RI, Buku 1: Standar Pelayanan Kebidanan, Jakarta, 2000 Departemen Kesehatan RI, Buku 2: Instrument Audit, Jakarta, 2000 Direktorat Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan RI, Panduan Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita bagi Petugas Kesehatan, Jakarta, 2001 Direktorat Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan RI, Manajemen Penderita Gizi Buruk di Rumah Tangga, Jakarta, 2002 Lampiran 2. DAFTAR TILIK PELAKSANAAN STANDAR PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU Tanggal Pengamatan :[ ] Nama Pengamat Nama yang diamati Proses yang diamati Ya Tidak Mengatur penggantungan dacin pada tempat yang kokoh Menggantung dacin dan mengatur posisi batang —_dacin sejajar dengan mata penimbang | Memastikan bandul geser berada pada angka NOL dan paku tegak turus Memasang sarung/celana/kotak timbang yang kosong pada dacin Menyeimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik berisikan pasir/batu di ujung batang dacin sampai kedua jarum tegak lurus 6. | Memasukkan balita ke dalam sarung timbang dengan pakaian seminimal mungkin dan menggeser bandul sampai jarum tegak lurus 7. | Membaca berat badan balita dengan melihat angka di ujung bandul geser 8. | Mencatai hasil penimbangan dengan benar di kertas/buku bantu dalam kg dan ons 9. | Mengembalikan bandul ke angka nol dan mengeluarkan balita dari sarung/celanalkotak timbang 70. | Mengisi nama, nomor pendaftaran dan identitas pada KMS bagi anak pertama kali di timbang 77. | Mencantumkan tanggal, bulan dan tahun lahir anak pada kolom nol 42. | Mencantumkan bulan penimbangan sesuai dengan umur setiap kali balita ditimbang 13. | Meletakkan titk hasil penimbangan berat badan pada KMS dengan cara menghubungkan pada tegak berat badan dan garis mendatar umur pada grafik KMS Sender Pamanauan Peraumbuhan SAUFTA igowesia Lampiran 3. DAFTAR TILIK SUMBER DAYA DALAM STANDAR PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI PUSKESMAS Puskesmas : . Tanggal Kecamatan : Nama Pengamat Kabupaten No Sarana/Prasarana Ya 1. | Petugas kesehatan teratih | 2. | Timbangan bayi (Baby Scale) 3. | Timbangan injak manual 4. | Microtoise 5. | Papan ukur panjang badan 6g, | Tabel baku berat badan menurut panjangftinggi badan | WHO-NCHS 7. | Kartu status pasien 8. | Formutir umpan balik Jumiah Standar Pamareuan PRarembuban SAA poncet No Proses yang diamati va Tidak ‘A._| Prosedur penempatan microtoise secara permanen Memilih dinding dan lantai yang rata dan tegak lurus 2. | Meletakkan microtoise di lantai dan menempel pada dinding, kemudian menarik pita meteran tegak lurus ke atas sampai angka pada jendela baca menunjukkan angka nol Memakulmenempelkan ujung pita meteran pada dinding ‘Menggeser bagian kepala microtoise sampal pada ujung pita yang menempel pada paku B._| Prosedur pengukuran balita ‘Memposisikan baiita berdiri tegak lurus di bawah microtoise membelakangi dinging 2. | Memposisixan kepala balita berada di bawah alat geser mocrotoise, pandangan tegak lurus ke depan { Memeriksa posisi kedua lutut dan kedua turit 3 4._| Menarik bagian kepala alat microtoise sampai bagian puncak kepala bata '5. | Membaca angka pada jendela baca dan mata pembaca harus sejajar dengan garis merah (angka yang dibaca adalah yang berada pada garis | merah dari angka kecil ke arah angka besar) ‘Meneatat tinggi badan balita | Menggunakan tabel standar WHO-NCHS 1. | Menyiapkan tabel baku berat badan menurut panjang badan atau tinggi bbadan menurut jenis kelamin (WHO-NCHS) 2 Menemukan panjangngl badan has pengukaran pada abel '3._| Menarik garis ke kanan sampai ke beral badan hasil pengukuran 4__| Menentukan dan mencatat status gizi pada kartu status Memeriksa tanda-tanda bahaya dan klinis gizi buruk 1._| Memeriksa tanda kegawatdaruratan 2._| Memeriksa tanda-tanda kwashlorkor 3._ | Memerksa tanda-tanda marasmus 4._ | Memeriksa tanda-tanda marasmic-kwashiorkor ‘Menentukan status gizi bi 1._| Melihat hasil pengukuran antropometr ‘menurut antropometri d 2._| Metihat hasil pemerksaan Kinis| 3._| Menentukan status gizi Melaksanakan tindak lanjut 1._| Memberitan Konsolng,saran dan umpan balk 2._ | Merujuk balita gizi buruk ke rumah sakit Puskesmas Perawatan) Jumiah Permomibuhan BAUR Tanggal Hari Bulan Tahun _ Ditimbang 05 0o7 2003 Lahir 10 06 2001 SELISIH -5 hari “1 bin 2thn | (ObIn) | (1 bin) (24 bin) Umur = 24 bulan + 1 bulan— 0 bulan. Jadi, umur EKO = 25 bulan Contoh 2 EKO, lahir pada tanggal 21 Juli 2001, datang ke Posyandu untuk ditimbang pada tanggal 5 Februari 2003. Perhitungan umur IRMA adalah sebagai berikut: Tanggal Hari Bulan Tahun Ditimbang 05 02 2003 Lahir 2 07 2001 SELISIH -16 hari “5 bin 2 thn (-4 bin) (5 bin) (24 bin) Umur= 24 bulan — 5 bulan—1 bulan. Jadi, umur IRMA= 18 bulan wes! | Tonic | Medion oe | _kurus NORMAL KEGEMUKAN (6) | edan- 180) lc2sosd>-as0| >2sdsa2so | — >280 5 51 55 Waa | a = 7 Ta 610 52 59 aa-44 | 45 — 73 Ta => 615 54 81 40-46 [47 = 75 76 => 620 55 62 41-47 | 48 = 76 T= 625 57 6a 43-49 | 50 - 78 79> 630 58 65 a4—50_| 61-79 80 635 60 67 45=52 | 63-81 82 640 61 68 a7=53 | 84 = 82 83 645 63 70 ag- 55 | 56 - 84 85> 650 64 7A a 86> 655 85 73 49-56 | 57 ~ 89 30> 66.0 ad TA 53=59 | 60 - 88 39> ° 355 68 78 52— 59 | 60 = 92 33> 5 670 62 77 53-60 | 61 = 93 94 > 675 7A 78 $7 = 63 | 64 = 92 93> 38.0 72 80 56-63 | 64 - 96 ar 385 73 ai 57-64 | 65 - 97 38> 68.0 75 a3 59-66 | 67-99 | 100 > 605 76 mH 60-67 | 68-100 | 101 > 700 77 85 e168 [69 = 101 | 102 > 705 79 87 @3=70 [71 = 103 | 14 > Tio 80 88 4-71 [72 = 04 | 105 => 715 81 a9 65-72 [73 = 105 | 106 > 720 a3 91 ra74 | 75 = 107 | 08> 725 ma 92 68-75 | 76 = a | 109 -> 730 85 93 69-76 | 77_= 109 | 110 > 735 a7 35 7a 18 [78 = 11] 112 => 740 88 35 72-719 60 = 12 | 113 > 145 89 a7 73-80 | ei = 113 | Wa > 750 90 a8 Ta=81 | 82-114 | 115 755 a1 98 75-82 | 83 - 115 | 116 760 92 700 76-83 | 84 = 116 [117 | 765 93 102 7583 | a4 120 | 12.1 > 720 34 03 Te 84 [85 = 121 | 122 > 75; 95 ‘0 71-65 | 6-122 | 123 > 730 98 105 7e= 86 | 67 = 123 | 124 > 3 a7 108 7967 | 68 = 124 | 125 > Stender Poraneuan toss! | Meee T esan | wore |, KuRUS NORMAL KEGEMUKAN en) | amen AURUS |<2sose>aso| »2s0sw2s0 | >750 ws 138 Bie | w= wa | ws ~ et | ar 980 139 12 2 | i328 | 126 = 182 | 183 > 985 140 164 <= tit | ig = 25 | 26 = 164 | 185 > $90 141 65 [<2 | 13 = 6 | 97 = 185 | 186 > 905 143 6 [<6 | 17 29 | 130 = 186 | 187 > 7o0.0 4d 157 [et | ne = 130 | a1 189 | 190 > 1005 145 169 [<-116 | 117-130 | 131 19 | 190 —> 701.0 146 0 tty | a= 131 | 192 = 190 | 191 => 1015 147 2 te | ny = 131 | 192 = 192 | 193 > 7020 14g 163 <-120 | 1-134 | 95 = 193 | 194 > 1025 16.0 1a tz. | 22 = 135 | 6-196 | 197 > 080 161 166 |< 120 | 21 = 135 | 136 196 | 197 > 1085 153 17 [<4 | 25-138 | 139-199 | 200 > 1040 164 ‘69 [<3 | va 138 | 139-199 | 200 > 1045 165 170 [<4 | 25 = 139 | 140 = 202 | 203 > 105.0 155 q71 [= 125 | 126 - 40 [144 ~ 207 | 208 > 1055 158 73 < 27 | 28-42 | 3-005 | 206 > 1060 169 74 [<8 | 9 = 43 | a = 208 | 209 > 1065 16.1 176 [<= 130] 31-145 | ue ~ 208 | 209 > “070 162 77 petat | 192-46 | a7 = pia | 212 075 163 wg 130] 131 46 | ur = 13 | 28 1080 165 0 Petia] 95-49 | 150 = 21a | 215 1085 166 12 [<= t33 | pa = 49 | 150 = 216 | 217 108.0 168 163 | = 137 | ge - 152 | 153-719 | 220 7095 169 5136 | 197-162 | 13 = 21 | 22> 100 7A 7 De tas | 199 154 [155 — 21 | 22> 1105 172 6 [| 110 74 1.0 De 4i | 42 — 157 | 158 = 26 | 227 > 18 175 wot | <7 | 3-168 | 159-229 | 750 —> 1120 177 73 <4a | 45-= 160 | te1 = 231 | 232—> 1125 17 195) u3| wa = 160 | 161 = 293 | 204 => 1130 180 196 [<7 | me = 163 | 164 = 236 | 237 > 135 18.1 198 | <-146 | 147 163 | 164 — 058 | 739 > 1140 183 moo [< 48 | 9 = 165 | 166 — 240 | 41 > 145 185 202 [<= 150 | 151 167 | 168 42 | mg > 1150 186 703 |< 151 | 152-168 | 169-245 | 246 => Normal untuk ‘SANGAT TGS! | Gimbuhkejar | Median | KURUS KURUS NORMAL KEGEMUKAN (7) | Medion. 180 (caso) [<25284?-380| >280s1280 >28D 610 52 oa |< 39 | 40 45 46 — 70) TA 615 53 60 |< 38 | 39-45 46-74 75 > 620 54 61 |< 39 | 40 ~ 46 47 — 15, 76 >. 625) 55. 62 p< 40 | 41 47 48 — 76 71> 630) 57, 64 |< 42 | 43 49 50 78 79 > 5) 58 65 |< 43 | dd — 50 S179) 80 > 640 6.0 er_[< 45 | 46 — 52 53 61 82 > 645 61 68 |< 46 | 47 ~ 53 54 82, 33> 650 02 70 | <= 45 | 46 - 53 54 86 a7 > 655 64 7 |< 49 | 50 — 56 57 = 85, 36 > 660) 65 73_ | < 48 | 49 56 57 ~ 89) 90 > 665 66 74 [|< 49 | 50 — 57 58-90 31> 670) 61 75 |< 50 | §1- 58 59 34 32 > 685 02 30 |< 55 | 56-63 84 96 oT 63.0 73 a1 |< 66 | 57 — 64 65 — 97, 98 > 635 74 a2 |< 67 | 58-65 66 = 98 39 > 700 76. a4 [< 59 | 60 ~ 67 68 ~ 100) 01> 705 TT a5 | < 60 | 61 68 69 — 104 102 > 710) 78. 36 |< 61 | 62 ~ 69 7.0 — 102, 103 > 715 79) 38 |< 60 | 61 69 7.0 ~ 106) 107 > 72.0 80 39 |< 61 | 62 ~ 70 71 ~ 107, 108 > 725 a2 oo |< 65 | 66-73 74 — 106 107 > 730 83 oi |< 66 | 67-74 75 107 108 > 735) a4 93 |< 65 | 66 — 74 75 — 114 12 > 740) 85 94 |< 66 | 67 ~ 75 78 = U2 13 > 745) 86 95 |< 67 | 68 ~ 76 77 = 113 4 => 750 BT 96 |< 68 | 69 — 77 78 = 114 15 > 755 88 o7_[ <= 69 [70 ~ 78 79 115. 116 > 76.0 39 98 [|< 70 | 71-79 80 11.6 n> 765 30 99 [P< 7 80. 84 = 17 118 70 at 700 [<= 72 84 82 118 19 75 92 wor | <= 73 82 83 — 119 120 78.0 93 102 [<= 74 83 84 — 120 124 785 94 103 | < 75 84 85 — 124 122 720 95 104 |< 78 85 86 — 122 123 795 96 105 | < 77 86 87 — 123 124 80.0 EH 106 |< 78 87 88 — 124 25 > twcot | Smee T esan | wunus | FuRUS NORMAL KEGEMUKAN cen) | ets (NGS [eesosd2-990| >2s0se280 >280 300 138) ei =a | os. 3 | ee 995 139 152 113-25 | 26 - 186 [| 187 > 7000 140 15 ig = 125 | 26-186 [167 > ‘005 141 155 113-126 | 127 = 189 | 190 > 701.0 143) 156 17-29 | 130-190 | 181 > 1015 1d 168 16-29 | 0-192 | 193 > 1020 145 159) 1i7_= 130 | G1 = 193 1025 146 160 tie- 134 | 192 = 196 | 197 1030 747 162 v7 = 31 | 132 — 196 | 197 1085 ug 163 21-134] 135-199 | 200 1040 160 165 20 = 34 | 35-199 | 200 1085 151 166 721-135 | 6-202 | 203 105.0 183 167 25138 | 139 203 | 204 1055 16 169 124-138 | 139-205 | 208 > 106.0 185 170 125-139 | 40 208 | 209 > 1065 167 172 127 = 41 | 42 = 208 | 209 => 1070 158 73 ie 42 | ag 211 | 212 > i075 159 175 way = 42 [43 = 21s | 212 > 1080 16.1 176 Br 4s | 6 = 24 | 21s => 1085 162 178 130-= 45 | 46 = 216 [| 217 > 108.0 16.4 17s 134 = 48 | 49 — 247 [218 => 1085 165 18.1 13-48 | M9 = 719 [| 200 => 110.0 166 182 a4 = 49 | 150 22 [| 723 > 1105 168 8A 196 = 151] 152 = 226 [| 205 => 1110 169 86 135 = 151 | 152-226 [27 > 1115 W74 “8 19 = 164] 155 = 227 | 208 => 1120 172 189 138 = 154 | 155 - 229 [| 730 —> 7125 74 190 142 = 157 | 158 = 232 [253 => 1130 75 192 141 = 157 | 168 204 [235 > 1135 177 194 us 159 | 160 = 26 | 207 => 1140 17g 195 147 = 162 | 163-239 [| 240 > 14s 180 197 ie 162 | 163 = Dat | 22 => 1150 182 199 148 = 164 | 165 243 | 244 =>