P. 1
Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi Keluarga

|Views: 7,077|Likes:
Dipublikasikan oleh Pavittasari ني 妮

More info:

Published by: Pavittasari ني 妮 on Feb 01, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

Disorganisasi Keluarga Disorganisasi keluarga dapat diartikan sebagai perpecahan dalam keluarga sebagai suatu unit, karena anggota

-anggota keluarga tersebut gagal memenuhi kewajibankewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya, yang mungkin terjadi pada masyarakatmasyarakat sederhana. Penyebab terjadinya disorganisasi sosial adalah karena adanya konflik peranan social, tidak adanya keseimbangan antara pola unsure-unsur warisan social dengan perubahanperubahan yang terjadi,dan keberfungsian sosial keluarga tidak berjalan dengan baik Akibat dari disorganisasi keluarga adalah terjadinya perpecahan dalam keluarga dan komunikasi antara anggota keluarga berjalan tidak baik Disorganisasi keluarga dikategorikan sebagai masalah sosial karena keluarga adalah bagian terkecil dari suatu masyarakat, sehingga apabila terjadi permasalahan dalam keluarga, akan berdampak pada kehidupan masyarakat juga, yaitu terganggunya hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat. Contoh dari disorganisasi keluarga adalah masalah perceraian dan ketidaklengkapan anggota keluarga Kelainan Seksual Kelainan seksual adalah suatu keadaan yang bahkan dapat terjadi pada usia dini di mana seseorang memilih obyek seks yang tidak wajar, misalnya memilih binatang, mayat, anak-anak kecil sebagai obyek seks, atau suka disakiti saat berhubungan seks. Kelainan sosial terjadi karena pelaku menderita konflik batiniah yang menyangkut identitas diri yang bertentangan dengan identitas sosial sehingga ada kecenderungan untuk mengubah karakteristik seksualnya, selain itu kelainan sosial dapat terjadi karena kelainan genetika dan trauma. Pelaku kelainan sosial akan dikucilkan dari masyarakat. Masalah kelainan seksual bisa menjadi masalah sosial karena kelainan sosial merupakan penyimpangan sosial yang dapat mempengaruhi interaksi sosial dalam masyarakat. Contoh dari kelainan sosial adalah Nekrofilia, sadisme, Voyeurisme atau scoptophilia, masochist, exhibitionism, pedophilia, homoseksual, dan transeksual Pelacuran Pelacuran adalah kegiatan penjualan jasa seksual yang dilakukan demi uang oleh orang yang disebut pekerja seks komersial. Penyebab terjadinya pelacuran adalah rendahnya moralitas seseorang, dorongan hasrat dari pelaku sendiri, ataupun karena masalah kemiskinan atau desakan ekonomi, Pelacuran merupakan penyakit sosial yang menjadi penyebab rusaknya moralitas masyarakat. Pelacuran merupakan masalah laten yang terjadi di masyarakat. Akibat dari pelacuran adalah penularan penyakit menular seksual seperti AIDS terjadi dengan cepat.

1. 2. 3. 4.

Oleh: Antonius Ferdi Cheng Rina Halim Yovita Susan Putri

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->