Anda di halaman 1dari 45

c 


 
 


PENGERTIAN
‡ Negara Hukum adalah negara yang penyelenggaraan
kekuasaan pemerintahannya didasarkan atas hukum.
Karena itu pemerintah dan lembaga-lembaga lain dalam
melaksanakan tindakan apapun harus dilandasi oleh
hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara
hukum.
‡ Hukum sebagai dasar diwujudkan dalam peraturan
perundang-undangan yang berpuncak pada konstitusi
(berisi kesepakatan/konsensus bersama) atau hukum
dasar negara. Dengan demikian di dalam negara hukum,
kekuasaan negara berdasar atas hukum bukan
kekuasaan belaka serta pemerintahan negara
berdasarkan pada konstitusi. Negara berdasarkan
atas hukum menempatkan hukum sebagai hal yang
tertinggi sehingga ada istilah °° 
Vejarah perkembangan konsep negara hukum
‡ Neg hkm formal adlh neg yang membatasi ruang geraknya dan
bersifat pasif terhadap kepentingan rakyatnya. Negara tidak
campur tangan sec banyak thdp urusan & kepentingan warga
negaranya. Urusan ekonomi diserahkan pada warga negara, yang
berarti warga negara dibiarkan untuk mengurus kepentingan
ekonominya sendiri maka dengan sendirinya perekonomian negara
akan sehat (machtstaat). Konsep ini terjadi di Eropa sekitar
abad ke 19 dan ternyata penerapannya mengundang kecaman
banyak warga negaranya terutama pasca perang dunia ke 2 di
mana neg dianggap lambat dan tidak bertanggung jawab atas
segala dampak ekonomi yang timbul pasca perang tsb. Muncul
gagasan baru yang disebut sbg welfare state, atau negara
kesejahteraan.
‡ Neg kesejahteraan ini disebut sbg konsep neg hkm material.
Pemerintah bisa bertindak sec lebih luas dalam urusan dan
kepentingan publik jauh melebihi batas-batas yang pernah diatur
dalam konsep neg hkm formal. Pemerintah memiliki keleluasaan
untuk turut campur tangan dalam urusan warga negaranya dengan
dasar bahwa pemerintah ikut bertanggung jawab terhadap
kesejahteraan rakyat.
c 
˜  
    ˜  !   
   ‰  
   "# 
   
     
         
     $ $  
          
   !    %
        
      
             
        
     
  !    
 

  "
    "
    "
    
#   
$%  
j    

     

      
    

      
 

˜       !   %   


&            
      !  % 
˜ '   (   !        
˜   ) !   
˜ (  !      
˜ (    *       
˜   $    
àranz Magnis Vuseno menyebut 5 (lima) ciri neg
hkm sbg salah satu ciri neg demokrasi
a. fungsi kenegaraan dijalankan oleh lembaga yg
bersangkutan sesuai dgn ketetapan sebuah UUD
b. UUD menjamin HAM yg paling penting, krn tanpa
jaminan tersebut, hukum menjadi sarana
penindasan ;
c. badan-badan negara menjalankan kekuasaannya
dan hanya taat pada dasar hukum yg berlaku
d. terhadap tindakan badan negara, masyarakat
dapat mengadu ke pengadilan dan putusan
pengadilan dilaksanakan oleh badan negara
e. badan kehakiman yang bebas & tidak memihak.
2   
  
      
 c   

 !   
    
±
 ++  &&'
 !     ,       
   !   $       
        
-++  +  ++ !  & &&'
 !             
    !       ,  
       
.  /  (  )   '
        !     !
       !   ,  $# ! 
 $            
       !     
]+  +( 
 !              
               
&          0 
1+2 2 +3 ,+4
           0     
    !      
  !   ,  56
7    '   8   
 !    !         
    % !#
9    8  )   
              
   $         %  
       %   !      
   %  #  %        
6    8    #  # '
   !         ! 
      %    !        
$        %  0    
               
    ! 
:++ + + +   
 ! + +      + + +   +
 +%  + + + +  ! + +
  +! + 
±  ' ,    (  '
      !          
 !  !  %      !        
              
    !         
       !    
 !   
±± ',    
  $%  8%  '  *  
'
         %  !    
   ;       !     
             ! 
$%            #
         %   
±- 8        (
  
 !             !     
              
       !          
             
    !               #
     %         
 c
‡ ! °"# $ °  %&'( )
 "&*+(  , *
°-
‡  .+# $ - */ )
° /  ,  "
‡ °*#
‡ - */ °°  °° ° 
°  * */  0 ° °
° *    *
‡  *   %/ %
 °+  /  * ° 
''* ' 1°'-* -''*2  1°'-* 2
‡  *°  - °
†entuk-bentuk Negara Hukum
c' !°  c
c
 *+
$ 34*
!+° -°° ' 5
'*
'*
) 3''
 *'"
 *'
!+° !6'7
!6' 7
*'
-
, !'-*°
 !'-*° ' 
!+°
*+
8 °-
 c''-- ° %7
%7 °
!+°
9 '°
 -° '°
!+°
°7° c
‡ -°° # $   
/ ) %° °/ ,
 %°  /  8
 °°
‡   '"
 # $ !-+ '" / )
+ %"'  /  , 4 
‡ !'-°
+ # $ "°' '"
!'-° / )   °  '' '" !'-°/ 
, ° ' !'-   4 
‡ c''° ° # $ °  /
) / , / 8 °/ 9
°+/ : / ; 
%%°/ < ° /  = 
Negara Hukum Pancasila
‡ à '#
$ °°%+
%°°°/
) %"°'+''°'
°/
, +°°°
°/
8 °% %
‡ >#
$ %
/
) 5 °/
, %%°%'°"/
8 °%'°
/
9 5°°°á
HU†UNGAN KAUVALITAV ANTARA POLITIK
DAN HUKUM DI INDONEVIA

‡ Konfigurasi Politik diartikan sebagai susunan atau


konstelasi kekuatan politik yang secara dikotomis
dibagi atas dua konsep yang bertentangan secara
diametral, yaitu konfigurasi politik demokratis dan
konfigurasi politik otoriter.
‡ Konfigurasi politik demokratis adalah susunan
sistem politik yang membuka kesempatan (peluang)
bagi partisipasi rakyat secara penuh untuk ikut aktif
menetukan kebijakan umum.
‡ Konfigurasi politik otoriter adalah susunan sistem
politik yang lebih memungkinkan negara berperan
sangat aktif serta mengambil hampir seluruh
inisiatif dalam pembuatan kebijakan negara.
(2<4=)>
4+2/48(+ (>(83>+>2 )(+)() +

3 2(>84
>3
2
4<+

282>483> (2
3>84<+
?   .
 c! @?à&
??!  ! c!?à& 
?!?

Konteks Lahir dari Konfigurasi Lahir dari Konfigurasi
Konfigurasi Politik Otoriter. Politik Demokratis.
Politik yang Kekuasaan politik Kekuasaan politik tersebut
melahirkannya didominasi oleh satu di berbagai kelompok
kelompok atau koalisi masyarakat yang beragam
kelompok elite, yang kepentingannya.
memegang kekuasaan
eksekutif.
Proses Ventralistik Partisipatif
Pembuatan Didominasi oleh lembaga- Mengundang sebanyak-
Hukum lembaga negara, terutama banyaknya partisipasi
pemegang kekuasaan masyarakat melalui
eksekutif kelompok-kelompok sosial
dan individu di dalam
masyarakat.
?   .

 c! @?à&
??!  ! c!?à& 
?!?

Vifat àungsi Positif-instrumentalis Aspiratif


Hukum Memuat materi-materi yang lebih Memuat materi-materi yang
merefleksikan visi sosial dan secara umum sesuai dengan
politik pemegang kekuasaan atau aspirasi atau kehendak
memuat materi yang lebih masyarakat yang dilayaninya.
merupakan alat untuk mewujudkan Vehingga produk hukum itu dapat
kehendak dan kepentingan dipandang sebagai kristalisasi
program pemerintah. dari kehendak masyarakat.

Kemungkinan Peluang sempit untuk Peluang luas untuk Interpretasi


Penafsiran oleh Interpretasi. Memuat materi singkat dan
Pemerintah Memuat materi hal-hal penting pokok-pokoknya saja, sehingga
secara cukup rinci, sehingga memberi pekluang luas kepada
memberi sedikit peluang bagi pemerintah untuk membuat
pemerintah untuk membuat berbagai interpretasi dengan
penafsiran sendiri melalui berbagai peraturan lanjutan yang
berbagai peraturanh pelaksanaan berdasarkan visi sepihak dari
dan peluang yang sempit itu pun pemerintah dan tidak sekedar
hanya berlaku untuk hal-hal yang masalah teknis.
betul-betul bersifat teknis.
%c
.'°
‡ seperti dua sisi mata uang. Konsep negara
hukum material mensyaratkan adanya
demokrasi, begitupula demokrasi
mensyaratkan adanya wadah negara hukum
dalam pelaksaksanaannya.
‡ Negara Indonesia yang dalam konstitusinya
(pasal 1 ayat (3)) secara nyata menyatakan diri
sebagai negara hukum, dalam pasal lainnya
(pasal 1 ayat (2)) dinyatakan kedaulatan ada di
tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD

3>+3>)=+) 8+ )
4

%  
 + 
  
4&
  
(+'  #
  

'+ 
  *  
(  %  + +  
% %  +   + #

3(/>
4+)43>
/
(+

4+ )
4
  +''
± + 3
3 '3>+±:]6
(4(8+(+

4+ )
4
 

 +(+ 
>+?=+ 3/3(8+@+ 4 4/4(4+
384+ )
4+
'=+
)=3>+8)+? 3

 +((+ 
>+?=+ 4'A+ )
4+
3(+/4> ?=+ 3/3(8+ +
3
3
4?+
'=+)=3>+//+
A8+ )
8<+(3 /+
#

 +((+ 
>+?=+ 4'A+ )
4+
3(+/4>+@+ 3/3(8+ =+
283
4?+
'=+ (/)(+@+A(4/+8)+=B//4#

 +((+ 
>+?=+ 4'A+ )
4+
3(+4+4 ) ?=+ 3/3(8+
 +3
3
4?+
'=+)=3>+//+
A8

- / 
 3=()+8 + 
+/ 
+3>8 +@+/=
)=++(2 >8+ )
4
+/ 
+(3 )+@+/'+ / ++8)+ 3;48(+ )
4+

  +(3;)/4+ /?
(4(8+(+

4+ )
4
 
 
c  &   +/ +±7.-±9 ]#+   +   +  
 ++  + +  + +#
 Y &  3 +> &#

  +''++   +)& +,+ +>  +±:]6


  +)& +,+ +>  +±:]6
+ ++@+   ,+ ++ + 
   + ++ +  + 
+ ++    + ++ +% 
+ +   +  ++ ++   
@+ %    + 
+ + +  + ! 
 +  
+ ++ 
))+.:*±:::++
+ ++  ,+ + 
+ +  + +   
+ +  + + + %   + 
+ +   + + 
+ + 
(4(8+(+

4+ )
4
 

 ++ 

+ + + +


  & #

 +  + +!   +   + ++   
+ + ++  &
  & #

 ++ + +$  +  +  + +@+ + 
   + +
+ + ++   & #

 ++    + +   +% %  + +%
+  + + ! 
+ + +   +@+ ! + &+& 
 &+&   & #

 +   +  + +  +   + + 
 +  + !  + +  
+ ++  +  +!+  ++ +@+ 
 && &
&& & !  #
!  
,++ ++  +  +!+  ++  +  +  +@
 +))   & #


3>+3>(3 '=+
+  +
  + + + % 
  +  +7 +
#   + +! ++  
 +  ++' ! +- +
#+ %  +  ++A+

  +]7:.::+
# + +]-:.]9+
# +  +.6].--+
#+ %  +
++ +!++  +   +  +%   
  +   +
A+7 + #+   + !+$  +@+$  ++
 +  +C  !
+  +
  + ++4
 V&#     ++±-±1#+   + +> % + + +
$ -+ + ! +@++  $ 
 )&&  ±7-6#+  ! ++ -+ ! +@+%  ! + % +@+
 +  ++ %  +A++ +  + +  ++ +
  ++ +  + + ++ +  
 Y&#  &, ±79:#+ ))+ ++  +   +  +
+ ++$ +-+ +  +  +  +  +  +  ++
++ 
 † &&  ±76:#+ ))+!+ + +4 ++ $  + +> % +
  +44+ ++ + +  + ++  +@+
  +   + %   +  + %+  + +
A++   +@+ ! + - + + + +
 + % ++

3>+3>(3 '=+
+  +
  + ++ +
 
  + + +/+ + + 
# + + +   # + +

+
  #+
 (  &&$&&
&-&
]++±997#+ (  +  
 %  +   + +4 
+  +
  + ++ 
   + $ +& +  +±96:#+ (  &&( &&&&&
( &# !  ++ +@+A#+++  + +% +@+ ! +
 +> % +/ +D4+  +  + +   +   + +   +@+++
   + , + 
 >& +  + %  +  + ++3 ++  .&  .&
/   (  +  +±9:±#
+, &#
, &#  ±:]±#
  +44+ < +> &+
&/ &/  +&&
&&  .&&&&+& .&
&& .&&&#
.&&&
,+  + +''
   +± +  +±:]6+ ± +  ++ +
  +±++
  + +  + +@+! +   +@+ -+!+
 +  +  +  +@++@+ +  ! + + +  + +
+   +

 + % ++''+±:77+ %&&Y &  + +
  +  , +    +  +''
 + 4+4 23
4
  +'  +4  + 
+ +)) +±:]1+ + 
EF' $ +   ! + ++   + +   +  F"
+ +)) +±:]1+ + 
E( +   + +F +(   +! + + +   +F"+   +
+  +@+%  + ++4  
+'  +8 +)) +±:]1
  +-6++  +  + +  + +@+  
  +-6+'+  ++  +@+ % +  + +
   +   ++   + + ++
 +@+  
  +-6+;+  +  + + +   + +@+
 + , ++@+ + ! + + % +++%  +
+ +,
  +-6+ +  +  %     +  + +
  +  ++   +  + +% + +A+ +
   +  +  +  + +   +A
  +-6+3+  +   +@+  + + +% % A
 +  + + +! + !  + + +
    +  
  +-6+<+  + +@+ +,  + + 
 !  !   +, +
 + 4+4 23
4
  +'  +4  + 
  +-6+=+  +  + + +  +@+ ++ +
   + + ++! *  +  + % +   +
   + + +   +
  +-6++  + + %  + +  + +@+  +   +
+ +   +@+ , +  +  +  +@+   + +
%  +    + ++ 
  +-6+4+  ++  + ++  + + +  +  +
 +++  + + +!+ +  + + ++  +
  , + + !   +   +  
+(  + >
 8 + >++D44* >*±::6++ + 8 + ++8 ++8 + >+
+4* >*- .+    + ++8 ++D44* >*±::6+ ++
 + +  +@+ % +  + +   + +
  + +  + +,  + +    + + %   +
($ %  + +@+ % 
+))+.:*±:::++ +G+))+-7*- ++  +
  +]+  ++  + +± +  ++  + +±±+ +±7+  ++
  + + +±9+ +±:+  ++ +   + +- + +-9+
 +  + +  + +-6+ +.1+  +  + +   + +.7+ +]-+
 +  + %   + +].]]+  ++  ++  + +]1+ +
1±+  +$  + +1-+ +77+  +  
 + 4+4 23
4
'  +4  +    

+  +/ 
±+( +  + H +( ++1*:.++9++±::.+ ))++
.:*±:::++ I
¢ /  +  + +  +  +  +!+ 
¢ < + %  +  +!  +    + + 
¢ 8% +   ++!+ ,+  + +  +

)) +]1 +  +'' +   +)& + +   +++
 +@+  + + ++ +   +4  +
 ! +@+  ! +   ++  ++  
-+  + H +))++-7*- ++  + I
¢   +   +++  + + ++ * 
¢ (    +@+$   +@+    + +
 + ++ +  + +$+>4+ +A4#
.   + ++ +  + + > + +( 
 $ +    + + + ++))++-7*- 7
] ( +(  + +>   ++  +  +
 ,+!  ++ +  + 
 + 4+4 23
4
´ 
         
       !      
 "#$%"   !

   % 
 & 
   '     
 $($  ( )
ï  
   

  *   + ! 
  !
 %  !'!,-!) ! ./00
 %  !' &) )1 ) !, !  ! 
./00
 + !-)!
 2)!   3-+!- )./45
 2)!   2'!+ ./40
 3)  $ ,-+!6 ./4.
  2)!  $  %! .//7
 #  2)!  .//8
 2!  ( .//8
 + 4+4 23
4
) 

    
  
 
    +         !    
 9! +* * 1, 9  *    !
 
   


    
': .9 ./5/;; ´/./´4

'-!) ! 3( ;; 04./´4
) '3&!  32)   ( ;;
 <./45
 '3 3!++ 80.//7
 '-
32'!+ 1- ) 
)+! 3# )! ) !#! ) ! =)( + 
2 )++ ´4.//.
3 %  !' +  +;; 54.//8
 ';; ´.//4
 %' 4<) > 3)  -)
  ;; 48.//4
 '&!  3 ) !2)  ;; 9/.///
    !"
   +!   +  
+   1
* +!   +     ?     
  
  
 !     ++
 +   +!
   @  +! !  * !   !
  
 

 @+ 3 @A !
  !    ++!6' 
   
  
 -    $
 - +    ! +   

  
±+( +  +  +  , +  +
-+ +  +  !   +  +  
.+   + +  +  + + + 
2 
2 !   " #
 $%&'
!   " #
 $%&'
á  (
      
á  

  
á  
      (  ) 
á  
         

á    
#á   
  
á   


 
á   

)
á   
        

*%+$%%%
á    
á   
á  
 
  
á   
á  

#á  
 
á  

á   ) 
á    
) )  .: 8  ±:::   ± !  7
!   $ 
E            
            
         %       %
      !     $  
           
           
   !  %     
            $    
   !    !    
         ! 
 "
             
%            
 !  ! &        ,     
%           

8% + +4&  +  +  +,  +   


±+  +!  + +  +
 
-+  + + & + + #
.+ + +%  +! +  +
 ++ + +  
]+  +  + +  +
 % +  ++ + 
1+
  + +
7+' + + % 
A!?c!?

 7 c' ,=  $=== 


  ° $

Hak Asasi Manusia adaläh :


seperangkat hak yang melekat pada hakikát dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati,
dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum,
pemerintah dan setiap orang demikehormatan dan
perlindunganharkat dan martabat manusia.
7°°°%7% °%
%#
7°°% °'*°/
yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan
memeluk agama, dankebebasan bergerak
7°°'' '+°/ yaitu hak untuk memiliki
sesuatu, membeli dan menjual serta memanfaatkannya.
B7°°'* '*-*°/ yaltu hak untuk ikut serta
dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam suatu
pemilihan umum), dan hak untuk mendirikan partal politik.
7°°*+°*
 °'"***+
7°°°'°*%+ °'-*-*°
Misalnya hak untuk memilih pendidikan dan hak untuk
mengembangkan kebudayaan.
°°*7-*
* '-*° Misalnya, peraturan dalam
hal penahanan, penangkapan, penggeledahan, dan peradilan.
°7°°?'°
$°% %

)5°""

,
8°%

9 !?°'!'

:   


;  !° '

< °%
=°'C!

$DE°
$$c°'
$)F%
?c! c
$c'G@??&&$==< tentang Hak Asasi
Manusia.
)c'9$==< tentang pengesahan Convention Against
Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or
Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan
atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau
Merendahkan Martabat Manusia).
,°c'$<$$==< tentang Komisi Nasional Anti
Kekerasan Terhadap Perempuan.
8°c'$)=$==< tentang Rencana Aksi Nasional
Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia.
9?°c'/):$==< tentang Menghentikan Penggunaan
Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Vemua Perumusan dan
Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Pro­gram, ataupun
Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemenintahan.
:c',=$=== tentang Hak Asasi Manusia.
;c'):)DDD tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. -
<.$=89 )DDD5%G°)<H )<F
mengatur secara eksplisit Pengakuan dan Jaminan
Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia.
)%
 ''°!'°*75+á
% ''° "'°/
1)Letak geografis Indonesia yang luas
2)Varana dan prasarana komunikasi dan informasi yang belum
terbangun secara baik
3)Vistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih
sangat terbatas.
3à'% 
1) Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang
pentingnya jaminan hak asasi manusia.
2) Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional, persoalan hak
asasi manusia sering diabaikan.
à'
1)Pemerintahan tidak segera meratifikasi hasil-hasil konvensi
internasional tentang hak asasi manusia.
2)Kalaupun ada, peraturan perundang-undangannya masih sulit
untuk diimplementasikan.
à'   +
 - 

1)Masih adanya oknum aparat yang secara institusi atau pribadi


mengabaikan prosedur kerja yang sesuai dengan hak
asasi manusia.
2)Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai
masih belum layak sering membuka peluang ¶jalan
pintas· untuk memperkaya din.
3)Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih
diskriminatif, tidak konsekuen, dan tindakan
penyimpangan berupa KKN (Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme).
,  %

Perihal pelanggaran berat yang dimaksudkan,


sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2000 tentang
Pengadilan Hak Asasi Manusia, mencakup
  0'I dan  
I.
   'I

I%     I 


   I  II% 
''% I/I/'' /''/
  #

%  '''(

% %   "I  %


 '7 '''(

  ' I ''  


 % I  I"I%I
I% (

I   7   %  


 ''(

  II 7  '' 


'' 
ß  
 I

  
 ï
   ï  ï     
   


 
 ï #   
 ï


  
    $ï  
ï 
ï   
%  ï  &
  
  %   &
      
   ïï   % # '
#   &
   $ ï   $ % %   $    $
  

   %   
ï
'ï
  
   
&
    
   
 



     
      
$ $ï  $
$ï  $   $
 $
    
  %   ï    
   

   &
    %   &

  
 

!c!??c c!? c
!

cc

1.Di berlakukannya travel warning terhadap warga


negaranya
2.pengalihan investasi atau penanaman modal asing
3.Pemutusan hubungan diplomatik
4.Pengurangan bantuan ekonomi
5.Pengurangan tingkat kerjasama
6.Pemboikotan produk eksport
7.Embargo Ekonomi