P. 1
Laporan_Poso

Laporan_Poso

|Views: 2,003|Likes:
Dipublikasikan oleh adithiar

More info:

Published by: adithiar on May 12, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • I. SULAWESI TENGAH
  • 1. Kondisi Geografis dan Kependudukan
  • 2. Kondisi Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah
  • II. KABUPATEN POSO
  • 1. Kondisi Geografis dan Penduduk Kabupaten Poso
  • 2. Kondisi Sosial dan Ekonomi Kabupaten Poso
  • 1. Kondisi Geografis dan Penduduk Desa Tokorondo
  • 2. Kondisi Sosial dan Ekonomi Desa Tokorondo
  • Penelitian Bisnis Militer
  • Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah
  • 1.Hutan
  • 2. Kayu Hitam
  • Militer, Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah
  • A. Profil Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah
  • 1. Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah90
  • B. Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah
  • Bab IV PT. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah

TIM PENELITIAN BISNIS MILITER DI POSO SULAWESI TENGAH
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) FEBRUARI – MARET 2004
1

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah

2

KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS)

Daftar Isi

Daftar Isi
BAB I PROFILE WILAYAH SULAWESI TENGAH Kondisi Geografis dan Kependudukan Kondisi Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah KABUPATEN POSO Kondisi Geografis dan Penduduk Kabupaten Poso Kondisi Sosial dan Ekonomi Kabupaten Poso DESA TOKORONDO Kondisi Geografis dan Penduduk Desa Tokorondo Kondisi Sosial dan Ekonomi Desa Tokorondo Penelitian Bisnis Militer BAB II HUTAN DAN KAYU HITAM DI SULAWESI TENGAH Hutan Kayu Hitam Bab III Militer, Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Profil Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Dampak Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah BAB IV PT. GUNUNG LATIMOJONG (GULAT): SEBUAH STUDI KASUS Sejarah Pendirian Wilayah Kerja PT Gulat Pekerja dan kompensasinya Perannya terhadap masyarakat Dampaknya terhadap Masyarakat dan Lingkungan Pelanggaran-Pelanggaran yang dilakukan Gulat BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Rekomendasi 5 5 5 8 11 11 18 24 24 25 27 29 29 36 41 41 45 50 53 53 55 61 68 70 71 73 73 78

3

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 4 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .

1 Kotamadia dengan 81 Kecamatan serta 1. Jumlah penduduk Sulawesi Tengah merupakan 1.71 km . dan di sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makasar.059. Di sebelah utara propinsi ini berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Propinsi Gorontalo. Kondisi Geografis1 Secara geografis. di sebelah timur berbatasan dengan propinsi Maluku. SULAWESI TENGAH 1. Buol dan Palu). Banggai. serta 119 22’ Bujur Barat dan 124 22’ Bujur Timur.02 % dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. secara administratif dibagi dalam 8 Kabupaten (Banggai Kepulauan. Kondisi Geografis dan Kependudukan A.97 %. penduduk propinsi Sulawesi Tengah berjumlah 2. di sebelah selatan berbatasan dengan propinsi Sulawesi Selatan dan propinsi Sulawesi Tenggara. Luas wilayah Sulawesi Tengah 68. dengan 1.430 desa/kelurahan definitif. Penduduk2 Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000. Poso. Morowali.000. Donggala.Bab I Profile Wilayah Bab I Profile Wilayah I. Sulawesi Tengah dalam Angka. 2 0 0 1 2 Data BPS. dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1. 2003 ibid 5 .066.289 berstatus desa dan 141 berstatus kelurahan. B. dengan kepadatan 2 2 penduduk 32/km (Indonesia 106/km ). Sulawesi Tengah terletak di antara 2 22’ Lintang Utara dan 3 48’ Lintang 0 0 Selatan. Tolitoli. Disamping itu terdapat pula 10 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).

000 jiwa atau 35. Sementara kabupaten dengan penduduk yang paling sedikit adalah Kabupaten Buol (98. 44 jiwa per km di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Donggala.496 662.528 1. sedangkan penduduk perempuan 1. 1990 dan 2000 mengalami peningkatan yang signifikan. dimana 10 jiwa per km berada Kabupaten 2 Morowali.996 KK dengan 109.309 622.219 876. Begitu juga dengan jumlah penduduk yang mengalami peningkatan secara bertahap selama periode waktu tertentu. Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2000 adalah 1.174 KK dengan 52.04 % Sensus Penduduk 1971 1980 1990 2000 Sumber : Data BPS.815 834.91 % 2.7 % dari total penduduk Sulawesi Tengah).079. serta untuk transmigrasi swakarsanya mencapai 12. jumlah Penduduk di Sulawesi Tengah berkisar 2 juta jiwa lebih.710.079.21 % dari total penduduk Sulawesi Tengah). Berdasarkan data BPS tahun 2002.080 jiwa. maka Kota Palu merupakan wilayah terpadat dibandingkan dengan kabupaten lainnya.224 dari total keseluruhan jumlah penduduk Sulawesi Tengah yang berjulah 2.284. Sulawesi Tengah merupakan salah satu propinsi penerima transmigran.977 1. sementara 2 2 kabupaten lain berkisar antara 10-44 jiwa per km . Penduduk terbanyak terdapat di Kabupaten Donggala (732. TABEL 1. Jika ditelusuri penempatan transmigrasi setiap kabupaten.063.166 446.201 Laju Pertumbuhan 2.063. secara umum Kabupaten Donggala merupakan daerah penempatan transmigrasi tertinggi. Kemudian Kabupaten Banggai dan Poso merupakan jumlah terbesar kedua dan ketiga masing-masing tercatat 22.201 dengan laju pertumbuhan 2.977.287 jiwa. Namun bila dilihat dari angka kepadatan pendududuk.541 KK dan 19. yaitu sebanyak 24. kepadatan penduduk Kota Palu telah mencapai 681 jiwa per km .015.662 1. JUMLAH DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK BERDASARKAN HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2000 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 467. dimana untuk transmigrasi umum di Kabupaten ini tercatat 12.000 jiwa atau 4.822 KK dengan 57.83 % 3. Sulawesi Tengah dalam Angka 2002 *Dalam Jiwa Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa laju pertumbuhan penduduk di Sulawesi Tengah dari tahun 1971.04.86 % 2.075 1.890 2.015.207 jiwa. 1980.224 Jumlah Penduduk* 913. tersebar di 8 kabupaten dan 1 kotamadya.865 KK.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2 Tahun 2000. Sementara daerah yang merupakan penerima transmigrasi paling sedikit yakni hanya 680 KK berada di Kabupaten Buol. 6 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .

Bab I Profile Wilayah Tahun 2000.791 151. TABEL 2. No PENDUDUK PROPINSI SULAWESI TENGAH PER-KABUPATEN/KOTA (FEBRUARI-JUNI 2003)* Februari Kota Desa 8. yaitu 271.604 244.969 1.005 269.224 Jumlah 141.765 jiwa. Untuk perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan.846 38.083 2.516 38.343 1.767 243.977 Perempuan 69.474 50.126 173.517 25.093 451.849 232. diikuti Kotamadya Palu sebagai ibukota dari Propinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk 269.145 77.726 151.979 38.079.125 133.427 16.797 232.175 271.764. 2003 * Dalam Jiwa 7 .072 151.767.966 35.038 Desa 141.011 25.990 Kabupaten/ Kota 1 Banggai Kep.227 222.171 233.909 112.222 60.411 Juni Kota Desa 8.880 135.760.207 12.710 60.890 98.083 jiwa.089 36. Sulawesi Tengah dalam Angka 2002 * Dalam Jiwa TABEL 3.765 732.201 Kabupaten/Kota Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala Tolitoli Buol Palu Sulawesi Tengah Sumber : Data BPS.598 8.898 85.820 1.897 355.676 8.888 119. dan Kabupaten Poso dengan jumlah penduduk 232. Sulawesi Tengah dalam Angka. 2 Banggai 3 Morowali 4 Poso 5 Donggala 6 Toli-toli 7 Buol 8 Parigi Moutong 9 Palu Sulawesi Tengah Sumber : Data BPS.379 133.051 47.263 1.868 376.944 221.298 38.586 452.725 jiwa.009 405.525 98.823 325.936 99.015.912 16.930 37. penduduk laki-laki hanya sedikit lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan.030 324.228 88.882 150.725 160. Kabupaten Banggai memiliki jumlah penduduk yang paling tinggi di Sulawesi tengah.796 138.166 99.496 25.172 221.616 16.626 59.757 April Kota 8. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN PADA TAHUN 2000* Laki-laki 71.080 11.349 449.201 140.727 8.063.580 82.103 35.560 150.750 11.216 404.394 233.712 324.243 141.383 406.979 151.749 1.320 242.925 38.

Rasio perbandingan murid dengan sekolah tahun 2001/ 2002 menunjukkan bahwa dari setiap SD terdapat 126 murid.034 orang meningkat menjadi 18. Sementara. serta jumlah guru TK dari 1.42 % dan 6. yang berarti bahwa dari setiap seorang guru akan terdapat 18 orang murid SD dan rata-rata guru untuk setiap sekolah adalah 7 orang.014 orang pada Tahun Anggaran 2001/ 2002. Pendidikan Dasar (Sekolah Dasar) Jumlah sekolah. Persoalan agama juga semakin kontras untuk dilihat ketika konflik sosial muncul di Sulawesi tengah.766 orang untuk tahun 2001/2002 turun menjadi 1. pada tahun 2000/2001 jumlah murid sebanyak 18. Pendidikan Pra-sekolah (Taman Kanak-Kanak). Konflik yang bermunculan sejak 1998 tersebut dihembuskan dengan sentimen agama.29 %.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. yaitu faktor Pendidikan dan faktor Agama. sedangkan rasio muridguru sebesar 18. Sedangkan jumlah murid dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Kondisi Sosial Faktor-faktor sosial di Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2 faktor.3 Kedua faktor ini menjadi penting untuk melihat progresifitas hubungan sosial dan kemampuan pembangunan di Sulawesi Tengah. Agama juga penting untuk melihat komposisi dan menejemen sosial yang berbasis agama.204 murid tahun 2001/2002. 1. A. SMU dan SMK) Pendidikan tingkat SLTP (termasuk SLTP terbuka) selama periode 1997/1998-2001/ 2002 dari segi jumlah murid dan guru mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 20. Jumlah sekolah TK pada tahun 2000/2001 sebanyak 542 buah dan pada tahun 2001/ 2002 jumlah tersebut berkurang menjadi 489 buah. Pendidikan4 a.70 % per tahun. c. murid dan guru SD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran (SD Negeri. Kondisi Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah A.89 % tahun. sedangkan pertumbuhan jumlah guru sebesar 0. Namun untuk jumlah sekolah selama periode yang sama sebesar 29. Inpres dan swasta) mengalami pertumbuhan yang fluktuatif selama periode 1997/1998-2001/2002. Pada periode 1997/1998-2001/2002 pertumbuhan jumlah murid sekolah menengah (SMU & SMK) rata-rata sebesar 6. Pendidikan Menengah (SLTP. Persoalan Pendidikan penting untuk melihat pembangunan/kualitas Sumber Daya Manusia di Sulawesi Tengah. Sedangkan rasio murid-guru sekolah menengah tahun 2001/2002 (tidak termasuk Kabupaten Bangkep) adalah sebesar 14 yang berarti 3 4 ibid ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 8 .11 %.22 % per tahun dan pertumbuhan jumlah sekolah menengah rata-rata sebesar 1. b.

33 9. Agama Jumlah penduduk menurut agama yang dianut di Sulawesi Tengah per Juni 2003 (dikalikan dengan prosentase per 2002. Gambaran kondisi ekonomi di di Sulawesi Tengah bertujuan untuk melihat kapasitas dan kemampuan provinsi Sulawesi Tengah dalam bidang perekonomian.037 Jiwa).12 2. Pendidikan Tinggi Pada periode 1997/1998-2001/2002 pertumbuhan jumlah mahasiswa rata-rata sebesar 17. Sulawesi Tengah dalam Angka.81 4.52 0 72. 2003 B. A. d.85 0.62 Hindu 0. Budha (42.90 23.93 4.10 89.69 1. yaitu sektor pertanian (perkebunan.47 60.92 Sumber : Data BPS.278 Jiwa).28 0.602 Jiwa).47 2.18 21.87 0.44 2.67 6.30 0.27 0. Kristen (610. 5 ibid 9 . perdagangan dan industri.69 0.51 2.71 2.64 Kristen 45.35 Budha 0.47 0.68 7. Proporsi penduduk tersebut tidak menampakkan pergeseran yang berarti (kecenderungan tetap) sejak tahun 1998 sampai tahun 2002.25 % per tahun. perikanan).01 30.99 11.638 Jiwa).413.Bab I Profile Wilayah setiap seorang guru akan terdapat 14 murid.32 0.183 Jiwa).97 % tiap tahunnya dan pada periode yang sama jumlah dosen tumbuh rata-rata sebesar 25. Hindu (96. 2.44 2.20 72.03 1.47 Katolik 3.32 0.98 82.34 12. peternakan. Kondisi Ekonomi5 Kegiatan perekonomian di Sulawesi Tengah berasal dari beberapa sektor.24 2.44 1.97 27. tabel 4) adalah Islam (1.55 40.45 0. PROSENTASE PEMELUK AGAMA MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2002 Kabupaten/Kota Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala Tolitoli Buol Palu Sulawesi Tengah Islam 50. sedangkan rasio murid-guru adalah sebesar 317. Katholik (58. kehutanan. TABEL 4. yang berarti setiap sekolah menengah akan terdapat rata-rata sebanyak 301 murid.22 63. Kemampuan tersebut akan dilihat dari cara masyarakat ekonomi Sulawesi Tengah melakukan kegiatan perekonomiannya (baca: pengolahan) terhadap sumber daya alam atau sumber daya jasa di Sulawesi tengah.98 57.

didominasi oleh tanaman kelapa sawit sebesar 51. hutan produksi biasa tetap seluas 500.472 ha. kopi.710 ha.587 ha. kerbau.856 ha.489. Hasil peternakan tersebut juga merupakan salah satu sumber produksi yang juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian di propinsi ini.248 ha. teh.56 %. 6 Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. dan ternak unggas (ayam ras. hutan produksi terbatas seluas 1.242 ha berarti terjadi penurunan 43.300 ha.504 m3. Adapun jumlah rumah tangga perikanan (laut dan darat) tahun 2000 sebanyak 30. Perkebunan Sektor pertanian perkebunan terbagi menjadi 2 yaitu perkebunan besar (yang dikelola perusahaan perkebunan) dan perkebunan rakyat. kelapa 1.6 c.339 ton.350 ton berarti mengalami peningkatan 6.78%.975 ha. 2002 7 Jenis ternak yang diusahakan ini merupakan gambaran umum peternakan yang ada di Sulawesi Tengah.394. b. sedangkan produksi (eksploitasi) tahun 2002 sebanyak 73. Kehutanan Luas kawasan hutan Sulawesi Tengah tahun 2002 tercatat 4.434 ton.252 rumah tangga menurun menjadi 29. ayam kampung dan itik). karet dan kelapa sawit. Perikanan Produksi perikanan laut tahun 2001 sebanyak 98. Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan.175 unit kapal pada tahun 2001. Jenis tanaman yang dihasilkan oleh perkebunan besar antara lain kelapa. sedangkan perikanan darat tahun 2001 tercatat 5. kopi 1.7 d. domba dan babi).50 %.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah B. coklat. kuda).434 ha jika dibandingkan dengan luas penebangan tahun 2001 sebesar 5.072 m3 jika dibandingkan dengan produksi (eksploitasi) tahun 2001 sebanyak 125. Eksploitasi hasil hutan bagi pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH) pada tahun 2002 dengan luas penebangan mencapai 2.923 ha. sedangkan jenis tanaman lainnya dibawah 1. Peternakan Jenis-jenis ternak yang diusahakan di Sulawesi Tengah diklasifikasikan menjadi ternak besar (sapi. Badan Planologi Kehuutanan. jambu mente. 10 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Departemen Kehutanan. Pertanian a.353 ton bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 92.395 unit menurun juga menjadi 25. Untuk jenis tanaman yang dihasilkan di perkebunan rakyat mulai dari kelapa sampai dengan tanaman kemiri.982 ha yang terdiri dari hutan lindung seluas 1. Kemudian tanaman coklat seluas 4.316 ha. dan hutan suaka alam dan hutan wisata seluas 676.689 ha. 1. Dari luas keseluruhan areal perkebunan besar tahun 2002 yang tercatat 64.925 ha dengan produksinya mencapai 121. ternak kecil (kambing. hutan yang dapat dikonversi seluas 251.476. sedangkan jumlah perahu/ kapal tahun 2000 tercatat 26.556 rumah tangga pada tahun 2001. penurunannya mencapai 41.

Kondisi Geografis11 Kabupaten Poso wilayahnya membentang dari arah Tenggara ke Barat Daya dan melebar dari arah Barat ke Timur dan sebagian besar berada di daratan pulau Sulawesi. Sulawesi Tengah dalam Angka. Belgia. minuman dan tembakau. Industri tekstil. Industri pengolahan lainnya. kecil dan rumah tangga.10 II. 4). 5). Industri makanan. dan kurang dari 5 orang adalah industri rumah tangga. 2003 ibid 10 ibid 11 Data BPS. minyak bumi. KABUPATEN POSO 1. Negara-negara utama tujuan ekspor Sulawesi Tengah tahun 2002 antara lain Belanda. Perkembangan ekspor impor dalam kurun waktu 1998-2002 mengalami perkembangan yang berfluktuasi. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih diklasifikasikan sebagai perusahaan industri besar. geografis dan geologis. Cina dan Australia. 7). Perdagangan Perdagangan di Sulawesi Tengah meliputi perdagangan ekspor impor. Industri kayu dan barang dari kayu termasuk perabot rumah tangga.8 B. antara lain letak astronomis. Industri kertas dan barang dari kertas. percetakan dan penerbitan. Industri bahan bangunan dari tanah liat/keramik. Klasifikasi jenis industri di Sulawesi Tengah dibagi menjadi: 1). 3. Jepang. Kabupaten Poso dalam Angka. 2. 2). Korea. Bagian wilayah lainnya terdiri dari laut dan pulau-pulau. serta 8). Industri kimia dan barang-barang dari kimia. pakaian jadi dan kulit. Letak astronomis Kabupaten Poso berdasarkan garis lintang dan garis bujur wilayahnya 0 0 0 0 terletak pada koordinat 0 06’56”-3 37’41” Lintang Selatan dan 120 05’25”-123 06’17” Bujur Timur. karet dan plastik. Berdasarkan letak astronomisnya. 6). Taiwan. Kondisi Geografis dan Penduduk Kabupaten Poso A. 20 sampai 99 orang diklasifikasikan sebagai industri sedang. panjang wilayah Kabupaten Poso dari ujung barat 8 9 Data BPS. 3). yang diperkirakan jumlah seluruh pulau sekitar 81 pulau yang sudah bernama dan yang berpenghuni sekitar 40 pulau. sedang. batu bara. 5 sampai 19 orang diklasifikasikan sebagai industri kecil. Industri dari hasil barang-barang logam mesin dan peralatannya. Sedangkan negara asal impor antara lain Amerika. 2002 11 . Jepang.Bab I Profile Wilayah B. Industri9 Sektor industri dikelompokkan menurut banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada industri tersebut yaitu industri besar. Letak wilayah Kabupaten Poso dapat dilihat dari berbagai aspek.

42% dari luas seluruh wilayah daratan Kabupaten Poso. terletak pada deretan pegunungan lipatan.19 % penduduk tinggal di kecamatan Poso Kota. Letak geografis Kabupaten Poso dilihat dari posisinya terletak pada pesisir pantai. B. sebelah selatan berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Morowali. Warga transmigran ini berasal dari pengungsi lokal. Sedangkan letak geologisnya. pegunungan Pompangeo dan pegunungan di bagian Timur Laut. sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banggai dan perairan Teluk Tolo. Lebarnya dari Utara 0 ke Selatan 3 dengan jarak lebih kurang 396 km. Tojo dan Pamona Timur.3 %).613 jiwa. Wilayah Kabupaten Poso dibatasi oleh batas alam yakni kawasan pantai dan pegunungan perbukitan dengan batas administrasif: sebelah utara berbatasan dengan Teluk Tomini dan Propinsi Sulawesi Utara. Transmigran yang ditempatkan di daerah ini pada tahun anggaran 2001/2002 berjumlah 460 KK. desa swakarya. Dilihat dari penyebarannya sebagian besar penduduk masih terpusat di ibukota kabupaten dan kecamatan-kecamatan Poso Pesisir. dan desa swasembada. 1. Pada tahun 2001. dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Donggala. 12 ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 12 . pegunungan Verbeek di bagian Tenggara. Kawasan lain pada umumnya terletak di kawasan hutan dan lembah pegunungan. Sekitar 13. pegunungan Takolekaju di bagian Barat Daya.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 0 sampai ujung Timur 123 diperkirakan jaraknya kurang lebih 696 km. sebagian terletak di perairan Teluk Tomini dan bagian lainnya terletak di perairan Teluk Tomini dan Teluk Tolo. 209 desa swasembada (82 %). Menurut hasil Registrasi Penduduk tahun 2002.289 jiwa dan transmigran Swakarsa 150 KK. 1. yang terbagi dalam 3 kelas yakni desa swadaya. terdapat 15 desa swakarya (6. Dilihat dari tingkat perkembangannya desa-desa/kelurahan yang ada di daerah ini telah diklasifikasikan sebanyak 238 desa. penduduk Kabupaten Poso berjumlah 266. Pamona Selatan dan Ampana Kota. 600 jiwa. dan sejak beberapa tahun terakhir tidak terdapat lagi desa yang diklasifikasikan desa swadaya. Pamona Utara. Kecamatan-kecamatan penerima transmigran tahun anggaran 2001/2002 di daerah kecamatan Lore Utara . yakni pegunungan Fennema dan Tineba di bagian Barat. sedangkan luas wilayahnya sekitar 0. Penduduk12 Untuk wilayah administrasi Kabupaten Poso terdiri dari 15 kecamatan yang membawahi 211 desa definitif dan 26 yang berstatus kelurahan.889 jiwa yang terdiri dari transmigran umum sebanyak 310 KK.

75 14.26 701. 9.266 129. disusun oleh Lembaga Pengembangan Studi Hukum dan Advokasi Hak Asasi Mnusia (LPS HAM) Sulawesi Tengah 14 Albert Christian Kruyt.693 266.644 11. No.157. Kabupaten Poso.980 23.626 Perempuan 17.386 3.437 8. Kedua.811 10. Suku Asli Dari literatur lama.524 4.819 1.047 6.92 1. 5.958 12.Bab I Profile Wilayah TABEL 5.899 9.845 7. Albert Christiaan Kruyt (1869-1949). 2003. 8. Penduduk asli dalam kategori Poso Toraja. 14. Pertama.878 9.82 1.126 4.111 19.252 12. To Rompu.To Peladia To Palande.14 Untuk menyebutkan Toraja Poso. 6.070 10. 10.42 997.866 12.02 527.852 6.433. 4.678 16.30 796.000 12.46 401.476 31. To Longkea. 2002 Penduduk di Kabupaten Poso terbagi menjadi 2. Toraja Timur atau Toraja-Poso-Tojo.170 13. Toraja Selatan atau disebut juga Toraja Sa’dan. JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN POSO MENURUT KECAMATAN Laki-Laki 18.613 Wilayah (Km2) 60. 15. Ketiga. 12. 1.400 6.880 22.76 Nama Kecamatan Poso Kota Lage Poso Pesisir Pamona Utara Pamona Selatan Pamona Timur Lore Utara Lore Tengah Lore Selatan Tojo Ulu Bongka Ampana Kota Ampana Tete Una-una Walea Kepulauan Jumlah Sumber: Data BPS.047.084 7. Toraja Palu dan Toraja Sa’dan. 3.036 26.30 965.75 1.987 Jumlah (dalam jiwa) 35.286.169 13. Kelompok pertama dan kedua berlokasi di propinsi Sulawesi Tengah dan kelompok ketiga di Propinsi Sulawesi Selatan.400 16.11 237.963 7. suku-suku asli yang saat ini mendiami Kabupaten Poso dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah lainnya dapat ditemu-kenali.233 9.623. 13. 13 .362 5. Kelompok-kelompok penduduk asli itu antara lain To Pebato.934 4.1. yaitu suku asli dan suku pendatang.43 1. To Kadombuku.13 B. To Wisa 13 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Toraja Barat atau disebut juga Toraja Parigi-Kaili.085 6. Misionaris yang ditempatkan di Poso sebagai penyebar agama Kristen sejak tahun 1890an.69 2.069 11.627.798 15. Toraja Koro.596 6.95 1.767.427 136. To Lage. To Wingkem Poso. menunjuk tiga kelompok besar Toraja yang mendiami wilayah tersebut. Sulawesi Tengah. yakni sebagian penduduk asli yang menggunakan Bahasa Bare’e sebagai bahasa ibu. 11. 2.458 8.336 11.567 2.719 3.969 20.58 235. 7.953 5.

mereka tidak pernah memanggil diri mereka sebagai To Lore. Ada pengelompokkan ketiga bahasa ini bersama-sama dengan bahasa Leboni ke dalam apa yang disebutkannya sebagai “bahasa-bahasa pegunungan Toradja Timur” (Oost Toradjasche Bergtalen [Eastern Toradja mountain languages]). To Napu yakni penduduk yang mendiami dataran tinggi Napu yang sangat luas. Jumlah mereka sangat signifikan dibanding suku-suku bangsa asli lainnya. yakni penduduk asli yang mendiami dataran tinggi yang luas di lembah Besoa. Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. To Bau. To Langgeni dan To Tawualongi. Ketiga. Saat ini.19 Sedangkan kelompok Palu Toraja. di luar To Ampana. dan To Bada. To Behoa. Bahasa Bare’e menjadi menjadi bahasa pemersatu To Pamona. To Behoa.000 jiwa dan. Selain suku-suku bangsa di atas. Berdasarkan survei dilakukan Albert C Kruyt17 dikelompokan kedekatan bahasa ketiga suku itu ke dalam apa yang disebutkan sebagai kelompok bahasa Bada (Badaic languages). Wawancara. Besoa. Sulawesi Tengah. To Ondae. To Watu. To Behoa. To Pakambia To Pada. Kedua. ketiga suku di lembah pegunungan itu lebih akrab menyebutkan diri mereka sebagai To Napu atau To Pekurehua. saat ini menempati satu desa di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. masih terdapat beberapa suku bangsa asli lain yang mendiami wilayah yang kemudian menjadi Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali. opcit 17 survei dari Albert C Kruyt 18 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. To Torau. 18 Terhadap ketiga suku bangsa yang masuk dalam kategori Koro Toraja tersebut orang-orang kerap menyebut dengan To Lore. bahasa Napu sekitar 12. yang saat ini masuk dalam wilayah Poso adalah To Tawaelia atau To Payapi. Bahasa Besoa saat ini digunakan sekitar oleh 4. Lazim juga disebut To Pekurehua. Yayasan Tanah Merdeka. Palu. dan To Bada. Mereka menghuni tiga lembah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.16 Secara linguistik. Sulawesi Tengah. Hampir dalam percakapan dengan orang luar.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah dan To Buju To Lamusa.15 Penduduk asli dalam kategori Koro Toradja yang saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Poso adalah To Napu. dan To Lalaeo dan To Ampana. bahasa Napu. tidak seperti sebutan To Pamona yang mudah diserap oleh berbagai suku bangsa penyangganya. To Tawaelia menggunakan bahasa Baria. To Tananda. To Bada yakni penduduk asli yang tinggal lembah Bada di jantung Sulawesi Tengah. Pertama.000 meter di atas permukaan laut. Bahasa Bungku dan dialeknya dekat berhubungan dengan bahasa-bahasa yang dipakai di Sulawesi bagian timur dan Sulawesi 15 16 Anto Sangaji. To Kalae. dan Bada berbeda dengan Bahasa Bare’e. To Bungku tinggal di sepanjang pantai menghadap ke Teluk Tolo.000 jiwa. opcit 19 ibid 14 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . 2 Maret 2004. terhadap penduduk asli dalam kategori Poso Toradja lebih populer dengan sebutan To Pamona. Kendati demikian.000 orang. bahasa Bada sekitar 8.

opcit Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Talatako. baik melalui migrasi secara spontan. 20 21 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali.243 (Poso). To Mori menggunakan bahasa Mori. Sulawesi Tengah. yakni penduduk yang mendiami bagian timur dari wilayah Pamona. Minahasa. persentase suku-suku bangsa pendatang ini mencapai 20. penduduk berasal dari suku bangsa Bugis mencapai 21. Bali.23 Dengan kata lain.620 jiwa (Morowali) dan 6. Bali dan Gorontalo sangat menonjol jumlahnya. To Mori tinggal di wilayah pegunungan. Bahasa Bungku. Berbeda dengan To Bungku yang tinggal di wilayah pesisir. Jawa. Jawa. Bali 5.802 jiwa (di Kabupaten Poso). Suku ini menyebar di gugusan kepulauan Togean di teluk Tomini. Suku Pendatang Suku bangsa pendatang di yang berada di Poso antara lain berasal dari suku Bugis. dan kelebihan penduduk desa. Gorontalo. dan Bahasa Moronene.2. Togean. di antaranya pulau Batudaka. pendidikan. Bahasa Tolaki. Walea Besar dan Walea Kecil. Suku bangsa lain yang juga dominan di wilayah Poso adalah Togean.970 jiwa (Morowali) dan 7. alasan utama migrasi adalah kebutuhan mendapatkan lahan perladangan yang baru. opcit 23 Data BPS. Sulawesi Tengah. 15 . Dalam kasus migrasi suku bangsa Toraja di Sulawesi Tengah terlihat bagaimana suku-suku bangsa tersebut berpindah-pindah dalam kurun waktu yang panjang.021 jiwa (di Kabupaten Morowali) dan 11. yang kemudian dikelompokkan ke dalam bahasabahasa Bungku-Mori.Bab I Profile Wilayah Tenggara. penyakit. juga melalui program-program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah. Pada tahun 2000. opcit 22 Anto Sangaji. B. Jawa 16. Penduduk terutama tinggal di beberapa pulau.20 To Mori. beberapa suku seperti Bugis.384 jiwa (Poso). penyebaran suku bangsa asli Poso di atas telah melintasi batas-batas wilayah tradisional mereka. birokrasi pemerintahan. 2001. Suku-suku itu umumnya memasuki Poso. kegagalan tanaman. Bahasa Bungku dikelompokkan ke dalam bahasa-bahasa Bungku-Mori. serangan suku dari luar. telah mempercepat mobilitas penduduk antar wilayah. Kabupaten Poso dalam Angka.23 persen dari total penduduk Poso dan Morowali pada tahun 2000. suku-suku dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. serta institusi modern lainnya. Gorontalo 876 jiwa (Morowali) dan 15.21 Tentu saja. Pada masa sekarang. WawoniiKalisusu. dengan tersedianya jalan.22 Di antara penduduk suku-suku bangsa pendatang. Tionghoa dan Arab. Orang Togean menggunakan bahasa Togean. yang mencakup Bahasa Mori. Agaknya. Toraja.723 jiwa (Poso). selain karena saling menyerang di antara suku-suku bangsa itu.

Sulawesi Tengah. seperti di Poso 289 jiwa. terdapat orang-orang Minahasa dan Toraja. Setidak-tidaknya. maupun melalui Palu-Poso. Para migran terutama mengincar tanah-tanah pertanian yang subur di wilayah Poso. Umumnya sudah terjadi pembauran suku pendatang dan pribumi melalui perkawinan. Orang Bugis juga dengan mudah ditemukan di berbagai daerah dataran tinggi. dengan konsentrasi terbesar terdapat di wilayah-wilayah pesisir. sudah menyebar di wilayah-wilayah pesisir Teluk Tomini termasuk Poso. sehingga memudahkan mobilitas Orang Bugis masuk ke wilayah Poso. baik yang sudah terbuka maupun yang masih terisolasi. terutama di daerah-daerah dataran tinggi. mudah ditemukan warga Bugis dan Gorontalo. misalnya. Poso.25 Selain suku bangsa besar Sulawesi.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Arus masuk orang-orang Bugis dari bagian Selatan dan Gorontalo dan Minahasa dari bagian utara ke wilayah-wilayah Poso sudah berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. sejak zaman Belanda. migrasi kalangan terdidik untuk menjadi pendidik. juga terdapat migrasi suku bangsa kecil ke Poso. dan To Rampi yang pindah ke Poso karena peristiwa DII/TII Kahar Muzakkar pada ahir 1950-an. Orang Minahasa dan juga Gorontalo yang masuk ke wilayah Poso dalam masa puluhan tahun terakhir sudah memiliki motif yang jauh lebih kompleks.24 Migrasi Orang Gorontalo dan Minahasa juga telah berlangsung dalam masa yang panjang. Masuknya orang-orang Bugis ke wilayah Poso sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Yang menonjol dari migrasi suku-suku bangsa Sulawesi ke Poso adalah bahwa di daerahdaerah pesisir pantai. opcit ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 16 . seperti di Lembah Bada dan Lembah Besoa. Ampana 24 25 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Donggala). Tidak ada informasi pasti mengenai waktu migrasi di masa lalu. Sebaliknya. misalnya. migrasi “kalangan bawah” untuk kegiatan pertanian dan perikanan. pembeli hasil-hasil hutan (rotan). Pada tahun 1920 populasi orang Tionghoa di berbagai tempat yang kini menjadi bagian dari Poso sudah mencapai 596 jiwa. karena ramainya perdagangan di teluk itu di masa lalu. birokrat sipil dan militer. baik melalui jalur Palopo-Poso. kopi dan kakao). Orang Gorontalo. Kemudian. Suku bangsa pendatang lain yang juga penting di Poso adalah Tionghoa dan Arab. Karonsi’e Dongi. bagian utara dan selatan Sulawesi merupakan wilayah migrasi keluar penduduk yang penting. Mereka menjadi pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok. tetapi diduga karena berbagai motif. dan tugas-tugas gereja (Minahasa). Di antara mereka juga sudah kawin-mawin dengan penduduk asli di dataran tinggi itu. To Padaoe. dan memiliki lahan-lahan pertanian (sawah. Sebut saja. di mana salah satu tujuan migrasi adalah bagian tengah Sulawesi (Luwu. Suku-suku ini sebelumnya berada di perbatasan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Migrasi yang terjadi belakangan terutama dipicu oleh terbukanya jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar-Palopo-Poso-Palu-Gorontalo-Manado.

opcit 29 ibid 17 . Di Poso. Sebaliknya. dan suku-suku dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tumpah ruah di atas tanah-tanah To Mori. Pirsus Lembo II. misalnya. Lembo. Ampana (40 jiwa). total jumlah transmigran mencapai 45.Bab I Profile Wilayah 71 jiwa.204 jiwa di Kabupaten Poso. terdapat 116 jiwa orang Arab. total penduduk di kecamatan ini mencapai 17. Pirsus Lembo IV. diantaranya adalah Kecamatan Poso Pesisir. populasi penduduk di Kecamatan ini yang di tahun 1972 hanya 6.428 jiwa pada tahun 1990. telah ditempatkan ribuan transmigran perkebunan inti rakyat khusus (Pirsus) yang menyebar di UPT Pirsus Lembo I. maka perhatian penting perlu diberikan kepada wilayah Kecamatan Pamona Selatan. Pamona Selatan. di Tentena sebanyak 24 jiwa dan wilayah Ondae 12 jiwa. Jumlah yang sangat penting. Suku-suku Jawa.890 jiwa transmigran umum. Pirsus Lembo V. Bali.27 % dari total penduduk Kecamatan Pamona Selatan pada tahun 1990. Salah satu aspek penting dari migrasi suku bangsa pendatang ke Poso dalam 40 tahun terahir ini adalah program transmigrasi. dari sekian wilayah kecamatan tujuan transmigrasi di Kabupaten Poso. meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 1990 mencapai 13. dan Pirsus Lembo VI.860 KK atau 7. Akibatnya.920 jiwa.26 Dalam tahun yang sama. Artinya. Walea (34 jiwa) dan Togean (33 jiwa). Kecamatan ini selama Pelita III menerima pasokan transmigran dalam jumlah signifikan. dan Bungku Tengah. melalui program transmigrasi telah ditempatkan penduduk sebanyak 88. di wilayahwilayah dataran tinggi. yakni suku asli dan mayoritas setempat. karena sebelum kedatangan para transmigran. Walea 35. populasi penduduk di kecamatan tersebut pada tahun 1972 hanya 9. Mengingat sejak Pelita IV.227 jiwa.28 Pengalaman yang sama juga terjadi di Kecamatan Lembo. jumlah orang Tionghoa lebih terbatas. Beberapa wilayah kecamatan merupakan sasaran utama transmigrasi. Setelah kedatangan transmigran. utamanya terkonsentrasi di wilayah pesisir. Una-una 50 jiwa.734 jiwa. Togean 39 jiwa. Una-una (57 jiwa). Tetapi. populasi orang Arab mencapai 285 jiwa. Dari Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Mayoa I.27 . Pirsus Lembo III. Mori Atas. dan Mayoa IV tercatat sebanyak 1.29 26 27 ibid ibid 28 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Mayoa II. Borone 40 jiwa. Sejak Pra Pelita hingga tahun anggaran 1998/ 1999. Mayoa III. Sulawesi Tengah. Bungku Utara.

Kondisi Sosial dan Ekonomi Kabupaten Poso A. masyarakat yang Plural.95% 80. A.1.88% 0. 2000. TINGKAT PENDIDIKAN DAN PERSENTASENYA (100%) Persentase 2. 30 Data BPS. Kondisi Sosial30 Kondisi sosial kabupaten Poso dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pendidikan Tingkat efisiensi penggunaan dan kecukupan sarana pendidikan dalam melakukan proses belajar mengajar yang diukur dari rasio jumlah murid terhadap sekolah. dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan di Kabupaten Poso termasuk rendah.45% Tingkat Pendidikan Tidak / Belum pernah sekolah Putus Sekolah Masih Masih Masih Masih Sekolah di SD Sekolah di SMP Sekolah di SMA Sekolah di Diploma / Universitas Sumber: Data BPS.40% 1. komposisi persentase penduduk Kabupaten Poso bisa dilihat dalam tabel sebagai berikut : TABEL 6. Hal ini dapat dilihat dari besarnya tingkat pendidikan yang putus sekolah sebesar 80. 2000 Jika dilihat dari tabel di atas.39 %. dan juga (sedang) mengalami konflik sosial diantara masyarakatnya. keamanan dan ketertiban masyarakat serta faktor agama. Berdasarkan Statistik Kesejahteraan Rakyat.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. antara lain faktor pendidikan. Pada tahun ajaran 2001/2002 di tingkat Sekolah Dasar rata-rata murid sebanyak 114 orang tiap sekolah. Kabupaten Poso.39% 8. Kabupaten Poso dalam Angka. Pertimbangan-pertimbangan diatas layak untuk melihat sejauh mana peta pembagian SDA di Poso dan manejemen konflik dalam masyarakat Poso yang plural dan sedang konflik. Ketiga faktor ini merupakan faktor-faktor yang menonjol untuk diamati mengingat kondisi Poso yang yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).93% 5. Sedangkan untuk jenjang SMU dan SMK masing-masing mencapai 200 dan 159 siswa setiap sekolah. tingkat SLTP baik negeri maupun swasta mencapai rata-rata 173 pelajar setiap sekolah. KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 18 . sedangkan tingkat pendidikan yang masih sekolah juga termasuk rendah karena masing-masing persentasenya tidak mencapai tingkat pendidikan yang semestinya.

Diperkirakan Islam menyebar di wilayah To Bungku melalui Kerajaan Ternate pada abad XVI. Sementara kasus yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) kelas I B Poso pada tahun 2001 pada perkara pidana berjumlah 98 kasus. TABEL 7. Islam tumbuh dengan subur di daerah-daerah pesisir Kabupaten Poso. Dari peta penyebaran Islam dan Kristen di Asia Tenggara terlihat hanya Bungku yang telah menjadi daerah Islam sejak abad 16. dimulai dengan mengislamkan penduduk pesisir pantai. A. Seperti diketahui. 61.Bab I Profile Wilayah A. 2. Sulawesi Tengah. Perkara Pidana DATA PERKARA DALAM TAHUN 2001 PENGADILAN NEGERI KELAS I B POSO Jumlah Biasa Singkat 35 98 1 100 1 100 1 Ket - Sisa tahun 2000 Masuk dalam tahun 2001 Putus Terdakwa/jaksa menerima Terdakwa/jaksa minta banding Terdakwa/jaksa minta kasasi Selama tahun 2002 banyaknya tindak pidana dan pelanggaran lalu lintas yang diterima/ diselesaikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Poso bersama cabang-cabangnya yang berada di 4 kecamatan. Tidak diketahui pasti kapan agama Islam masuk ke Poso. opcit ibid 19 . 31 32 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Agama31 Mayoritas penduduk Poso menganut agama Islam (60.3. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Gangguan Kamtibmas berupa peristiwa kejahatan dan pelanggaran yang terjadi dan ditangani oleh pihak Kepolisian Resort Poso pada tahun 2001 dilaporkan sebanyak 326 kasus.82 % pada tahun 2001). pelabuhan-pelabuhan pantai di wilayah To Bungku pada masa itu secara politik berada di bawah kontrol Kerajaan Ternate. diselesaikan sebanyak 78 kasus (23. Daerah-daerah lain di wilayah yang saat ini menjadi bagian Kabupaten Poso justru belum menjadi penganut Islam hingga abad 18. melalui pedagang-pedagang Bugis. dan 62. yang kemudian menyebar mengikuti rute perdagangan.32 Penyebaran Islam secara meluas di wilayah Poso dan Sulawesi Tengah pada umumnya terjadi pada abad-abad berikutnya.61 % pada tahun 1986.26 % pada tahun 1996. Pada tahun 2002 yang masuk yang masuk ke PN Negeri I B Poso berjumlah 2002.9 %).

dan Ulubongka (Kabupaten Poso) dan Kecamatan Bungku 33 34 ibid Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Baron van Hoevell. KH Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufrie. juga terdapat Muhammadiyah yang memiliki sekolah setingkat SD. di antara pendatang (khususnya pendatang dari Minahasa) bekerja sebagai guru pada sekolah-sekolah yang didirikan Zending.36 Segregasi agama di Poso dapat dilihat dari penganut agama yang tersebar pada kecamatankecamatan di Poso. sebuah organisasi sosial keagamaan terbesar dan berpengaruh di Indonesia Timur yang mengelola banyak lembaga pendidikan.35 Agama Kristen tidak saja dianut oleh penduduk asli. opcit 35 ibid 36 ibid.W. GKST melayani sekitar 328 jemaat di dua propinsi (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara). ketika para misionaris mengalihkan birokrasinya kepada Sinode setempat dengan kewenangan melakukan kontrol terhadap sekolah-sekolah. yaitu sejak penempatan Albert Christiaan Kruyt pada tahun 1892. termasuk di wilayah-wilayah dengan penduduk mayoritas Kristen. dan gereja yang berada di bawah naungannya. Walea Kepulauan. seperti Kecamatan Ampana Kota. Penempatan keduanya dilakukan setelah Netherlands Missionary Society dan Netherlands Bible Society menetapkan Sulawesi Tengah sebagai wilayah misionaris baru pada tahun 1890 dengan berkonsultasi kepada Asisten Residen Manado.W. rumah sakit-rumah sakit. SLTP. dengan anggota sekitar 150. Pada awalnya. khususnya di wilayah yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Donggala. Pamona Selatan. tetapi juga oleh pendatang yang berasal dari Minahasa dan Toraja. Di wilayah Sulawesi Tengah lainnya. Tojo. seperti Kecamatan Pamona Utara. Saat ini. pesantren dan kepengurusan organisasi dari tingkat kabupaten dan kecamatan yang menyebar di wilayah Poso. agama Kristen disebarkan oleh Bala Keselamatan (Salvation Army). Sulawesi Tengah.000 orang. panti asuhan.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Pengaruh besar terhadap pertumbuhan Islam terutama berkat adanya Perguruan Islam Alchairaat. Organisasi yang berpusat di Palu ini didirikan oleh ulama asal Hadramaut. yang didirikan pada 18 Oktober 1947. dan Lage. 20 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Agama Kristen tumbuh setelah agama Islam.33 Selain Alchairaat. Migrasi yang terjadi belakangan didorong oleh motif-motif yang jauh lebih kompleks. Di wilayah pesisir. Di sana terdapat kantor pusat Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). Agama Kristen disebarkan kepada suku-suku bangsa asli di dataran tinggi yang masih menganut agama suku.C. Agama Kristen berkembang di Poso sejak penempatan Albert Christiaan Kruyt (1869-1949) dan Nicolaus Adriani (hidup 1865-1926) sebagai misionaris pada tahun 1890-an. Ampana Tete. Poso merupakan daerah paling pertama bersentuhan dengan Kristen. kemudian tumbuh menjadi pusat agama Kristen di Sulawesi Tengah. G. SMU. Dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tengah. Yaman Selatan.34 Tentena. Una-una. sebuah kota kecil di tepi Danau Poso.

47 %.96 %.34 % dibanding Kristen 96. Bali dan Nusa Tenggara Barat berlangsung hampir di seluruh kecamatan.87 %. Penghuni wilayah kecamatankecamatan di dataran tinggi seperti To Pamona. dan To Bada dikenal sebagai penduduk asli dan sekaligus sebagai penganut Kristen (umumnya protestan). Pamona Selatan. seperti Kecamatan Pamona Utara. Bungku Tengah. Lembo. Transmigran asal Jawa dan Nusa Tenggara Barat mayoritas menganut agama Islam. Sejumlah kecil transmigran asal Jawa dan Nusa Tenggara Timur menganut agama Kristen. Di Kecamatan Lembo dan Morowali.40 Akibatnya. (tahun 1972). seperti di Kecamatan Pamona Utara. dan Kawua.43 %.38 Migrasi penduduk dari Sulawesi juga mengikuti pola tertentu. Pamona Selatan. dan Lore Selatan (Kabupaten Poso) serta Kecamatan Mori Atas dan Lembo (Kabupaten Morowali). penduduk beragama Islam mayoritas menghuni kelurahan Kayamanya. dan Lawanga.37 Segregasi juga terlihat di wilayah kecamatan di mana penduduk beragama Islam dan Kristen berimbang. Pamona Tengah. mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Penempatan transmigran asal Jawa. Sebaliknya.Morowali). Konfigurasi penduduk semacam itu memberikan persilangan yang menarik. dan Lore Utara. To Napu.64 % dan Hindu/Budha 8. Mori Atas. Bungku Utara.54 %. sebelum konflik di dalam wilayah Kecamatan Poso Kota. Sebaliknya. Padahal 15 tahun sebelumnya. Makassar dan Gorontalo (yang menganut agama Islam) menyebar di kecamatan-kecamatan pesisir.44 % dibanding Kristen 96. Misalnya. Sebaliknya. terjadi pergeseran persentase angka statistik jumlah penduduk berdasarkan agama. penghuni kecamatan-kecamatan pesisir di Teluk Tomini seperti To Ampana dan To Bungku di Teluk Tolo adalah suku asli dan sekaligus penganut Islam. termasuk di kecamatan-kecamatan dengan penduduk mayoritas bergama Kristen. Kristen 60. To Behoa. Bonesompe. padahal pada tahun 1972. Kristen 63. penganut agama Islam hanya 3. Bungku Barat. seperti yang terjadi di Kecamatan Pamona Selatan. Sementara orang-orang Minahasa dan Toraja (yang menganut agama Kristen) cenderung memilih menyebar di kecamatan-kecamatan di dataran tinggi.15 % dan Hindu/Budha 4. penganut Kristen mayoritas berada di Kelurahan Kasintuvu. Lore Tengah.65 %). penganut Islam mencapai 35.41 37 38 39 40 41 ibid ibid ibid ibid ibid 21 . penganut agama Islam di wilayah ini hanya 3. mayoritas penduduknya menganut agama Kristen.39 Program transmigrasi selama Orde Baru juga telah mengocok ulang komposisi penduduk berdasarkan agama di Poso. dan Menui Kepulauan (Kab. Orang-orang Bugis.Bab I Profile Wilayah Selatan. Sedangkan transmigran asal Bali mayoritas menganut agama Hindu. To Mori. Lore Utara. Lombogia. Pada tahun 1996. transmigrasi menyebabkan jumlah penduduk beragama Islam meningkat (tahun 1996. di kecamatan-kecamatan daerah dataran tinggi. penganut agama Islam 22.

21 0.05 Lore Tengah 4.81 Poso Kota 57.58 56. faktor yang berperan menaikan populasi penduduk beragama Islam di wilayah penduduk beragama Kristen adalah migrasi Orang Bugis.45 92.25 8.39 4.04 0.55 0.42 30.44 82. jika dibandingkan dengan persentase dari pemeluk agama lainnya. Terbukanya jalan Trans-Sulawesi yang menghubungkan Palopo (Sulawesi Selatan) dan melalui Poso.35 0.82 6.62 Ulubongka 64. Lage dan Poso Pesisir.52 0.10 2.20 40. PERSENTASE PEMELUK AGAMA MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN POSO TAHUN 2002 Kecamatan Islam Kristen Hindu Budha Protestan Katolik Pamona Selatan 34.20 Pamona Utara 15.34 7.69 0.10 Walea Kepulauan 99.18 Ampana Kota 96. memungkinkan gelombang migrasi Orang Bugis memasuki wilayah-wilayah Pamona Selatan.10 TABEL 7.50 0.88 67.98 2. 22 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . terbukanya ruas jalan yang menghubungkan Kota Poso di bagian pesisir dengan Lembah Napu di dataran tinggi atau ruas jalan yang menghubungkan Palu dengan Napu melalui Lembah Palolo. 2002 Dapat dilihat dari tabel di atas.64 Poso Pesisir 56.73 2.30 0. karena memang kedua agama tersebut merupakan agama yang dominan di wilayah Kabupaten Poso.58 Lore Utara 11.20 % dan pemeluk agama Kristen Protestan yaitu 40.18 0.53 0.97 0.92 95. serta ruas jalan Tentena-Lembah Bada.38 25.60 40.06 0.45 95. Lembo.07 Ampana Tete 93.32 0.12 1.73 0. Sumber: Data BPS.02 0. Pamona Utara.12 35. Bahkan.45 Una-una 98.07 Pamona Timur 3.05 Lore Selatan 6.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Selain program transmigrasi.23 Lage 31.06 0.53 1. bahwa persentase pemeluk agama Islam yaitu 57.99 0.24 0.13 Tojo 74.51 0.06 0.34 Kabupaten Poso 57.63 85.97 0.43 1. Mori Atas.82 1. segera juga diikuti dengan gelombang baru migrasi Orang Bugis ke wilayah-wilayah pedalaman dataran tinggi Poso itu. Kabupaten Poso.18 % sangat dominan.

disusul sektor perdagangan (10. Hasil Hutan Non Kayu (Rotan. teh dan kakao. peternakan. kehutanan. Perkebunan Hampir sama dengan jenis perkebunan di Sulawesi Tengah. sektor jasa (9. Pertanian Sektor pertanian dikembangkan dengan jenis tanaman pangan.08 %). Kayu Bulat (Meranti. masih didominasi oleh sektor pertanian (70. Perikanan Secara umum. hutan yang dikonversi seluas 37. Selain itu juga ada tanaman sayur-sayuran dan tanaman buah-buahan.72 %). d. Kayu Olahan (Playwood. ayam petelur. 42 Data BPS. perikanan di Kabupaten Poso dibagi menjadi 2. c. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Poso berasal dari beberapa sektor. itik dan ayam pedaging. Kabupaten Poso. kuda. Kayu Jati.1 ha.11 %). kerbau. sektor konstruksi (2. Peternakan Populasi ternak diklasifikasikan atas ternak besar meliputi sapi.453 ha.1. hutan produksi terbatas seluas 271. B. Kehutanan Luas hutan di Poso keseluruhan adalah 855. babi dan domba serta ternak unggas meliputi ayam kampung. palawija yang terdiri dari jagung. Untuk perikanan laut. Calapari). yaitu perikanan laut dan perikanan darat. Kayu Hitam Gergajian.942 ha. penduduk Kabupaten Poso yang bekerja selama seminggu.377. 2002 23 .829 ha.502.901 ha. hutan produksi biasa seluas 90. hutan suaka alam dan hutan wisata seluas 145. b. dalam melakukan penangkapan ikan.1 ha. keuangan (0. Kayu Hitam. kacang kedele dan kacang hijau. ketela pohon. yaitu perkebunan besar dan perkebunan rakyat. sektor industri (4.46 %). Kayu Indah serta Komoditas lain) 2. Agathis.53 %). perkebunan di Kabupaten Poso juga terbagi menjadi 2. Kondisi Ekonomi42 Merujuk pada data statistik kesejahteraan rakyat dari Badan Pusat Statistik (BPS).Bab I Profile Wilayah B.43 %). serta pertambangan (0. Perkebunan besar yang ada di Kabupaten Poso jenis tanamannya antara lain kopi. listrik-air (0. tetapi semuanya sudah tidak lagi beroperasi dan berproduksi karena perusahaan sudah tidak aktif sejak tahun 2000. ternak kecil meliputi kambing.42 %).31 %) dan sektor komunikasi (1. antara lain padi. Kayu gergajian.9 ha. hutan areal produksi lainnya seluas 582. Damar. yaitu: pertanian (perkebunan.94 %). Jenis hasil hutan antara lain : 1.123. a. Kayu Hitam Komponen) 3. ketela rambat. Moulding. perikanan) dan perdagangan. kacang tanah. Hutan lindung seluas 309. Kemiri. berdasarkan lapangan usaha utama (sektor).

kebun dan hutan. Selain itu juga terdapat peningkatan jumlah koperasi dan juga produksi koperasi dari tahun sebelumnya. Penduduk Jumlah Penduduk desa Tokorondo adalah 1193 KK atau 5250 jiwa. Manado. perahu tidak bermotor dan perahu tempel. Letak Geografis45 Desa Tokorondo terletak di kecamatan Poso Pesisir.970 orang. Koperasi Konsumsi. Batas-batas wilayah dari Desa Tokorondo adalah : sebelah utara dari Tokorondo adalah Desa Tiwaa. yang terdiri dari 5 dusun. Koperasi Wanita. Hasil penelitian lapangan ke Tokorondo. Sedangkan untuk perikanan darat. dan Beberapa menikah dengan penduduk setempat dan menetap di sana). Koperasi Angkutan. etnis Gorontalo. terutama yang berasal dari Jawa (berprofesi juru dakwah/anggota Laskar Jihad. Perdagangan Pertumbuhan perusahaan perdagangan pada tahun 2002 mengalami perkembangan yang sedikit meningkat. perahu motor. B. 43 44 Data Departemen Perindustrian dan Koperasi Sulawesi Tengah. Koperasi Buruh/Karyawan.43 Jenis-jenis koperasinya antara lain: Koperasi Unit Desa.42%. Koperasi Serba Usaha.)44 III.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah para nelayan menggunakan sarana berupa kapal motor. Jumlah koperasi pada tahun 2001 sebesar 143 unit dan pada tahun 2002 sebanyak 148 unit dengan jumlah anggotanya pada tahun 2001 sebanyak 46. Koperasi Simpan Pinjam. jika dibandingkan dengan total jumlah perusahaan perdagangan pada tahun 2001 yaitu sebesar 20. Peningkatan tersebut disebabkan oleh banyaknya perusahaan perdagangan yang mulai aktif membuka usaha akibat kondisi keamanan yang mulai kondusif setelah terjadinya gejolak sosial tahun 2000 yang lalu.47 Jumlah penduduk pendatang dalam beberapa tahun meningkat. Selain itu penduduknya rata-rata berasal dari Bugis. dll. asal Palopo. Kondisi Geografis dan Penduduk Desa Tokorondo A.505 orang dan tahun 2002 sebanyak 56. Koperasi Pegawai Negeri. Wawancara. 2002 ibid 45 Andi. DESA TOKORONDO 1.2. Koperasi Pensiunan. Koperasi Sekolah/Pemuda. koperasi ABRI. Koperasi Peternakan.46 B. Jawa dan Bali. nelayan mengusahakan tambak dengan menggunakan kolam. Desa ini terletak di poros jalan trans Sulawesi Palu-Poso-Makasar. Koperasi Kerajinan. sekitar 20 km ke arah barat Poso Kota (dari arah Palu). Luas wilayah Tokorondo 35 km2. Warga Desa Tokorondo. Perkembangan jumlah koperasi dan anggotanya di Kabupaten Poso pada tahun 2002 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2001. dengan komposisi penduduk laki-laki lebih besar (+ 3500 jiwa). 24 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Koperasi Perikanan. 8 Maret 2004 46 wawancara dengan Kades Tokorondo. Suku asli dari Desa Tokorondo adalah suku Kaili. Februari 2004.

Hal ini dikarenakan beberapa hal.4. Sementara masyarakat 47 48 ibid ibid 49 Andi. organisasi masyarakat. keamanan dan ketertiban. Di desa ini hanya terdapat 1 Taman Kanak-kanak. Kondisi Sosial dan Ekonomi Desa Tokorondo A.1. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Ada 2 pos pengamanan di desa tersebut. Hal ini menjadi lebih penting dan terhormat.49 A. A. sarana penunjang menuju ke Sekolah Menengah Atas. karena yang terpenting adalah ketika lelaki mempunyai uang. Pos TNI di Tokorondo pada saat penelitian ini dilakukan diisi oleh TNI Yonif 721 (baru berakhir dan belum diketahui penggantinya). agama. Keduanya bukan pos dari kesatuan TNI dan Polisi yang organik. sejak 1998. CARE yang berkonsetrasi pada bantuan perumahan. 25 . Pos-pos tersebut merupakan pos-pos bagian dari kebijakan pengamanan daerah konflik Poso. dimasyarakat Tokorondo hidup anggapan bahwa sekolah menjadi tidak terlalu penting. serta (rencananya) akan dibangun 1 Sekolah Menengah Pertama. Agama Mayoritas penduduk Tokorondo beragama Islam.Bab I Profile Wilayah 2. A. Di sebelah timur desa Tokorondo terdapat Desa Masani.50 Di Tokorondo juga terdapat 12 KK beragama Hindu (masyarakat Transmigran dari Bali)51 . namun kosong karena semasa konflik sebagian besar warganya mengungsi ke Tentena dan Lembah Napu. terutama bagi lelaki. yaitu pos TNI dan pos Polisi. serta kondisi pra dan pasca konflik.3. Sementara Pos Polri diisi oleh Brimob Polda Palu. Kondisi Sosial Faktor-faktor sosial di Desa Tokorondo sangat dipengaruhi faktor-faktor pendidikan.2. ibid 50 ibid 51 Ateng.48 A. Sedangkan organisasi masyarakat yang cukup aktif adalah Risma (Remaja Islam Masjid) Annur serta Wiyah (Wanita Islam al-Khaairat). Pendidikan Rata-rata pendidikan tertinggi masyarakat Tokorondo adalah SMP. Ibid. 1 Sekolah Dasar. Organisasi Masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Desa Tokorondo adalah CWS (Church World Service) yang berkonsentrasi pada pemenuhan bantuan Sembako. Selain itu juga terdapat sebuah organisasi berbasis program dari Pemerintah. yang dulunya adalah desa dengan mayoritas penduduk Kristen.

Banyak warga desa Tokorondo yang mengungsi ke Parigi. diserang.. Selain kehilangan sejumlah aset-aset primer. Tetapi saat ini sudah kembali ke Tokorondo. Pengungsiaan yang dilakukan juga merupakan sebuah upaya untuk menjauh dari keterlibatan dalam konflik. Banyak dari anggota masyarakat yang tidak lagi mampu mengurus halhal yang penting berkaitan dengan aset-asetnya. + 900 rumah penduduk telah terbakar. A. Setelah lulus SMP mereka. Terutama RISMA (Remaja Islam Masjid . 52 53 ibid ibid 54 Andi dan Wardah. posisi rumahnya berpindah54 . Palu dan Poso Kota. Rata-rata masyarakatnya bekerja di PT. bahwa masyarakat Tokorondo sehari-harinya cukup agamis.. Hampir seluruh rumah dibakar. Oleh sebab itu ada beberapa masyarakat Tokorondo.. masyarakat banyak yang harus kehilangan harta benda. supaya mempunyai uang. Gulat. Dan hampir seluruh masyarakatnya mengungsi karena sudah tidak ada tempat untuk tinggal yang aman. seperti rumah. terutama pada saat konflik dan penyerangan merebak ke desa mereka pada bulan Mei 2000. Dengan kata lain. Pada masa awal kembalinya mereka ke Tokorondo.5. Gulat. Paska penutupan PT. menyebabkan masyarakat mengungsi dalam keadaan darurat.) yang banyak melakukan kegiatan ditingkat pemuda. (Paska) Konflik Pada tahun 2000 Tokorondo dan beberapa desa di wilayah pesisir. setelah kembali ke desa Tokorondo. meskipun inisiatif ini kerap menuai protes dari militer.53 Akibat konflik.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah mengembangkan siskamling di setiap dusun untuk mengamankan lingkungan mereka.. Kondisi yang tidak menentu dan dalam keadaan panik. Salah satu indikasinya adalah masyarakat Tokorondo tidak aktif dalam kegiatan sweaping yang kerap dilakukan saat konflik sedang memanas. masyarakat Tokorondo banyak yang bekerja berkebun cokelat dan melaut. Kenormalan kehidupan sehari-hari di Tokorondo juga ditopang dari tidak terlalu pluralnya masyarakat di Tokorondo. lebih memilih untuk langsung bekerja. terutama yang laki-laki. Kondisi Desa Tokorondo Pra dan Pasca Konflik Pra Konflik Kondisi Tokorondo sebelum konflik relatif biasa-biasa saja. masyarakat tersebut sempat tinggal di barak-barak (darurat) yang dibangun paska konflik. bahkan kehilangan nyawa keluarganya. Artinya Tokorondo merupakan wilayah yang kondisi ekonomi sosialnya relatif normal dengan kerja-kerja harian masyarakatnya. Tingkat pendidikan masyarakat sejak sebelum konflik adalah SMP. Organisasi keagamaan juga cukup berperan di Tokorondo. 26 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .52 Dengan kata lain bahwa siskamling merupakan keharusan yang datang TNI di Tokorondo.. masyarakat kehilangan harta bendanya.

serta kebutuhan lauk pauk dalam bentuk uang (sampai tahun 2001). Tersirat kondisi psikologis masyarakat yang lelah dengan konflik yang berlarut-larut dan “teror”. 58 ibid 56 55 27 . sebagai tindak lanjut Deklarasi Malino (Deklama). yang mereka rasakan. juga sudah dibangun RTS dan warganya di’minta’ kembali dari tempat pengungsiannya dengan iming-iming RTS dan bantuan lainnya. Kondisi Ekonomi B. tetapi juga melaut. Jaminan Hidup/Modal Usaha (Jadup Bedup). Metode Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat dalam Workshop Modul Penelitian Keterlibatan Militer dalam Bisnis yang telah dilakukan sebelum penelitian lapangan. 10. Saat ini kondisi ekonomi masih belum dapat dikatakan pulih. tindakan aktor b. sembari memulai kembali kehidupan ekonomi mereka. Dengan profesi utama petani kebun (terutama kakao yang menguntungkan dengan harga pasar rata-rata Rp. Tampaknya penduduk desa ini mengalami trauma cukup serius akibat konflik.000/kg) pekerjaan sebagai nelayan menjadi sambilan. mereka memilih untuk menjadi buruh tani di perkebunan. konsekuensi yang diharapkan dan tidak diharapkan oleh tindakan aktor dan jejaring aktor ibid Andi. seperti Penembakan misterius dan BOM. Pekerjaan Umumnya penduduk Desa Tokorondo adalah petani kebun (80%) dan sisanya adalah nelayan.58 Penelitian Bisnis Militer 1. Luasnya lahan untuk perkebunan dan dekatnya laut yang cukup kaya memberikan kemungkinan bagi penduduk untuk mencari penghidupan dengan berkebun dan melaut. a.Bab I Profile Wilayah Saat ini di Tokorondo sudah dibangun RTS-RTS (Rumah Tinggal Sementara). jejaring aktor tertentu di lokasi c. namun warga menolak.57 B.000-15.56 Pemerintah sendiri memberikan bantuan untuk Desa Tokorondo berupa: Bahan Bangunan Rumah (BBR) atau Rumah Tinggal Sementara (RTS).55 Secara umum terlihat situasi desa ini menjadi lebih sepi bila dibandingkan dengan kondisi sebelum konflik. Sementara di Desa Masani yang berbatasan dengan Desa Tokorondo. Rata-rata penduduk memiliki kebun dan meskipun ada yang tidak memiliki kebun. metode Penelitian ini menggunakan pendekatan Kontekstualisasi Progressif dan Etnografi Praktis. karena masyarakat masih sangat bergantung pada bantuan. Metode kontekstual progresif melihat kondisi dari . Banyak pula penduduk yang tidak hanya berkebun.1. ibid 57 ibid.

1. Waktu dan ruang lingkup wilayah penelitian Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada bulan Ferbuari dan Maret 2004. peta. 2. d. Pencatatan Data Lapangan Dalam pencatatan data di lapangan minimal ada beberapa bentuk catatan : a. jenis kelamin. Mata Pencaharian d. dll) c. Teknik penelitian Teknik yang dipakai untuk mendapatkan data dalam metode ini adalah 1. 28 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Visualisasi (Sketsa. Laporan yang diperluas. Organisasi Sosial (pengelompokan-pengelompokan sosial) A. C. Jurnal penelitian lapangan. c.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Sedangkan pendekatan Etnografi Praktis melihat fenomena di masyarakat melalui . Kilas balik ini dilakukan untuk mengetahui apakah peristiwa yang terjadi pada saat ini memiliki hubungan sebab-akibat dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. Penelusuran Data Sekunder Untuk mendapatkan data secara praksis di lapangan. Bagaimana sejarah dan pola tindakan bisnis militer dan polisi di lokasi penelitian. Apa konsekuensi tindakan bisnis tersebut terhadap Kondisi HAM di lokasi penelitian B. foto. pencarian datanya dilakukan dengan melihat sejarah eksploitasi kayu hitam di wilayah penelitian. Wawancara 2. Selain itu. a. agar dapat melihat peristiwa secara komprehensif dan holistik. dibuat 2 pertanyaan dasar yang masing-masing memiliki turunan pertanyaan. Sejarah b. Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) 5. yaitu . Laporan ringkas. b. film) 6. Pencatatan Lapangan 4. Profil Sosial penduduk setempat (etnis. Ruang lingkup wilayah penelitian ini adalah daerah Desa Tokorondo beserta wilayah sekelilingnya yang berkaitan dengan lokasi eksploitasi kayu hitam. Pengamatan 3. agama. sehingga dari penelitian ini dilihat kecenderungan yang terjadi di masa yang akan datang. Diskusi tim peneliti.

2002 29 .73 100 Fungsi Kawasan Kawasan Hutan Konservasi (HAS + HPA) Kawasan Hutan Lindung Kawasan Hutan Produksi -Hutan Produksi Terbatas (HPT) -Hutan Produksi Tetap (HP) -Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) Luas Keseluruhan Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.489.923 ha + 2.01% dari luas propinsi Sulawesi Tengah.59 11.71 33.394.589 ha + 251.258 ha + 1. PERINCIAN KAWASAN HUTAN Luas (Ha) + 676. Departemen Kehutanan. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut: TABEL 8. Luas kawasan hutan ini mencakup 69.39 33.228.932 Ha.316 ha + 500. Badan Planologi Kehutanan.394.Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah 1. 2002 59 Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.39 5. Kawasan Hutan Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Kawasan Hutan Propinsi Sulawesi Tengah yang ditetapkan berdasarkan SK penunjukkan Menteri Kehutanan Nomor 757/Kpts-II/1999 tanggal 23 September 1999 adalah seluas + 4.856 ha + 4. Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan.476.932 ha Persen Luas % 15.761 ha + 1.90 50.59 Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi. Hutan A.

00 3.00 225.50 8. 5 unit Suaka Margasatwa.246.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Kawasan Konservasi terdiri dari Cagar Alam (CA). Hutan Konservasi yang telah ditunjuk dan ditetapkan adalah sejumlah 3 unit Cagar Alam. Taman Nasional (TN). Nama Kawasan 1 Tanjung Api 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Morowali Pangi Binanga Pati-pati Lamboyan I/II Dolangan Bakiriang Pinjam/ Tanjung Matop Palu Lore Lindu Air Terjun Wera Landusa Tomata Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. Taman Wisata Alam (TW).50 12.500.100.665.500.00 5. 1 unit Taman Nasional dan 1 unit Taman Wisata. Suaka Margasatwa (SM).00 3.000. 2002 60 ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 30 .000.991. 1 unit Taman Buru. 1 unit Taman Hutan Raya. HUTAN KONSERVASI YANG DITUNJUK Kabupaten Poso Poso Fungsi CA CA CA Banggai Banggai Buol Tolitoli SM SM SM SM Buol Tolitoli Donggala Donggala Poso Donggala SM THR TN TW TB Luas (Ha) 4.00 1. Taman Hutan Raya (THR) dan Taman Buru (TB).612.60 seperti rincian pada tabel berikut: TABEL 9. Di Sulawesi Tengah.000.00 SK Penetapan 91/Kpts/Um/2/1977 21 Februari 1977 364/Kpts-II/8/1986 24 November 1986 399/Kpts-II/8/1986 21 April 1986 400/Kpts-II/1998 21 April 1998 750/Kpts/Um/12/1974 28 Desember 1974 441/Kpts/Um/5/1981 21 Mei 1981 398/Kpts-II/1998 21 April 1998 445/Kpts/Um/5/1981 21 Mei 1981 461/Kpts-II/1995 9 April 1995 464/Kpts-II/1999 23 Juni 1999 843/Kpts/Um/11/1980 1 Jan 1980 397/Kpts-II/1998 21 Apr 1998 No.00 462. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.00 217.18 250. Hutan Konservasi adalah hutan dengan ciri khas tertentu.00 6.

Palopo Timber PT. Satria Yudha PT.867. 1 2 3 4 Nama HPHTI PT. Satya Sena Indratama PT. Wahana Sari Sakti PT.620 6-2-1997 67.560 49.Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah B.000 7-3-1995 75.73 8. Bs = Balsa. Sulwood PT. Pf = Paraserianthes falcataria Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. Tri Tunggal Eboni SK HPH 240/Kpts-IV/87 390/Kpts-II/89 1117/Kpts-II/92 837/Kpts-II/91 595/Kpts-II/91 137/Kpts-II/95 465/Kpts-II/95 81/Kpts-II/97 220/Kpts-II/98 34/Kpts-II/01 293/Kpts-II/99 205/Kpts-II/99 294/Kpts-II/99 98/Kpts-II/00 Tanggal SK Luas Areal JPT (Ha) (m3/th) 6-8-1987 90.500 46. Hutan Bersama PT. Balantak Rimba Rejeki PT. Radar Utama Timber PT.011.445 ha dan 5 unit perusahaan HPHTI dengan data sebagai berikut : TABEL 10. sampai dengan bulan Juli 2001 terdapat 14 unit perusahaan HPH yang masih aktif dengan total luas 1.000 111.000 22-12-2000 98.980 13-2-2001 47.041 13. Dahatama Adi Karya PT.742 Krt Bs. 2002 TABEL 11. Kebun Sari PT. Pasuruan Furnindo Inds PT.000 4-9-1995 64.110 39. No.000 11-8-1991 100. Pengelolaan Hutan Produksi Pada kawasan hutan produksi.915 7-5-1999 81. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 DAFTAR PERUSAHAAN HPH YANG MASIH AKTIF DI PROPINSI SULAWESI TENGAH Nama HPH PT.500 13-11-1991 89. Bina Balantak Raya PT. Pf 28-9-1999 20. Timur Beverlindo PT.256 7-5-1999 45. Kartika Rana Usaha PT. DAFTAR PERUSAHAAN HPHTI DI PROPINSI SULAWESI TENGAH No.400 5. Kalhold PT. Wanatani Lestari PT.000 19-12-1992 109.820 27-2-1996 54. 2002 31 .500 Realisasi Tanaman Jenis Tanaman Keterangan : Krt = Karet.000 2-8-1989 48. Berkat Hutan Pusaka SK HPHTI Tanggal SK Luas Areal 492/Menhut-IV/1998 13-4-1998 2086/MenhutbunVI/1999 721/Kpts-II/1996 146/Kpts-II/1996 11-11-1996 4-4-1996 10.738 14-4-1999 40.348 Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.

000 ha /th inilah yang dikatakan sebagai blok tebangan potensi ? 35m³/ha.62 Jatah Penebangan Tahunan (JPT) dibuat berdasarkan RKT. Jatah Penebangan Hutan 1 7 6 5 4 2 3 = RKL = RKPH = Batas Tebangan = RKT Perusahaan hanya boleh menebang semua kayu yang ada di areal HPHnya. dengan blok tebangan arealnya sekian hektar. dan cara penilaiannya tertuang dalam Surat Keputusan Menteri61 . Masing-masing dari jenis kayu mempunyai nilai ekonomis yang berbeda. RKT disusun dari Rencana Kerja Lima Tahunan (RKL). Cara mengevaluasinya ada ukuran-ukurannya. Kasubbag Program. Jika baik dilanjutkan jika tidak dihentikan. Setelah masa rotasi I lewat. perusahaan diperbolehkan menebang semua kayu yang ada di areal HPHnya. Tetapi HPH diberikan untuk sebuah areal. dan masing-masing dari jenis kayu tersebut ada pasarnya tersendiri. Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan. sedangkan RKL disusun dari Rencana Kerja Pengusahaan Hutan (RKPH).Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Hak Pengelolaan Hutan (HPH) diberikan oleh pemerintah untuk perusahaan HPH diberikan untuk 35 tahun.000 ha. 2. 61 Pepi Saiful Djalal. 62 ibid 32 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Setiap tahun Pemegang HPH harus membuat Rencana kerja Tahunan (RKT). 27 Februari 2004. kemudian dievaluasi. RKPH dibuat untuk 20 tahunan.000 ha dibagi 2. Propinsi Sulawesi Tengah. 20 tahun pertama disebut sebagai Rotasi I.000 ha = 35 m³ Gambar 1. JPT= 70.000 / 35th= 2. karena HPH tidak diberikan kepada perusahaan yang menebang hanya untuk satu jenis kayu atau kayu tertentu saja. Misalnya : SK HPH : luasnya 70.000 ha/ th. Ini diambil dari 70.

Produksi Kayu Selama kurun waktu lima tahun terakhir.382 418.688 720. opcit 65 Data BPS. Keadaan Penutupan Lahan Pada kawasan Hutan Produksi.420 67.64 Diketahui khusus pada areal HPH di Sulawesi Tengah.625 42. Perhitungan dilakukan 15 unit areal HPH aktif dan 2 unit eks HPH. Sulawesi Tengah dalam Angka. produksi kayu.Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah Batas pohon yang boleh dipotong harus dengan limit diameter (Ö): 60 cm untuk hutan produksi terbatas dan 50 cm untuk hutan produksi. D. ibid Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. 2002 33 .410. Hutan Produksi Terbatas terdapat di wilayah atau yang daerahnya (areal) dengan tanah terjal.Kondisi sedang-baik .Kondisi rusak Sumber: Pusat Data dan Pemetaan Tahun 2000 D. khususnya pada areal HPH yang masih aktif dan bekas areal HPH (Eks-HPH). keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : TABEL 12. telah dilakukan perhitungan kembali berdasarkan Data Citra Satelit Landsat Tahun 1997 s/d 2000.1.273 60. kayu gergajian dan kayu lapis di propinsi Sulawesi Tengah adalah sebagai berikut : 63 64 Pepi Saiful Djalal.63 C. KEADAAN PENUTUPAN LAHAN PADA AREAL HPH Areal HPH (Ha) 1.191 272.032 % 100 25 40 35 Penutupan Lahan Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder . yaitu produksi kayu dan produksi non kayu. Produksi Hasil Hutan65 Produksi hasil hutan di Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2.115 % 100 51 19 30 Areal Eks HPH (Ha) 169.

00 0. 8.764. 2002 Pada tahun 2000.15 13.01 183.64 19. jenisnya antara lain: Plywood.219.326.65 18.00 0.87 11.481. 34 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .970.10 58.975.92 0. 2002 Sedangkan untuk jenis Kayu Olahan.24 10.097. 9. Kayu Hitam Gergajian serta Kayu Hitam Komponen.338.521. Moulding.00 0. Kayu Agathis.885.989.16 1.019.763. ada berbagai jenis seperti: Kayu Meranti.32 6.51 16. JENIS-JENIS KAYU BULAT YANG DIPRODUKSI (DALAM M3) 1993/1994 42.402.61 917.73 103.074.867.73 7.345.74 20. antara lain.26 Tahun 96/97 97/98 98/99 99/00 2000 2001 (s/d Juli 2001) 2000 Nasional Sumber :Data BPS.138.97 244.656.62 774.522.04 4. 1 2 3 4 5 6 7 PRODUKSI KAYU DI SULAWESI TENGAH Kayu Bulat 458.01% dari total kayu bulat nasional.58 94. 2. TABEL 14.272.337. 6. 1.140.466.21 11.54 10.00 9.87 4.846.27 Kayu Lapis 0.479. Sulawesi Tengah dalam Angka.318.246.48 25.00 3.283. Sulawesi Tengah dalam Angka. Kayu gergajian.18 0.269.974. No.60 153.742.00 3.032.18 139. 7.74 184. 5.025.91 3.88 102. Kayu Hitam dan Kayu Indah.365.736.240.89 24. kayu bulat di Sulawesi Tengah menyumbang sebanyak 1.94 38.89 1.36 4. 4.33 Jenis Kayu Bulat Nyatoh Meranti Cempaka Agathis Matoa Palapi Dao Melur Rimba Campuran Jumlah Sumber : Data BPS.27 Produksi 1994/1995 1995/1996 1996/1997 36.455.56 13.00 11.413. kayu bulat dan kayu olahan. No.63 6.00 0.602.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah TABEL 13.020.286.39 751.098. Kayu Jati.58 6.85 6.05 Produksi (m3) Gergajian 15.73 14.92 3.37 121. Jenis kayu yang ada di Sulawesi Tengah beragam jenisnya.396.798.29 6.056.81 260. 3.864.891.711.481.47 316.00 0.37 144. Untuk jenis kayu bulat.44 6.52 779.186.756.

41 m 10. Luwuk 10.68 TABEL 15. Poso merupakan daerah yang selalu dicuri kayu-kayunya.33 m 6 kasus 3 1 kasus 1 kasus Sumber : Kantor Dinas Kehutanan daerah Propinsi Sulawesi Tengah 66 67 68 ibid ibid Data Dinas Kehuutanan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah 35 . produksi kayu hitam sudah tidak lagi diproduksi.977 m3 per tahun. No 1.71 m 3 Uraian Lokasi -Kab Toli-toli 2002 Kab Donggala -Kab Poso -Kab.Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah Produksi kayu di Sulawesi Tengah belum pernah habis. walaupun jumlahnya semakin hari semakin berkurang.kayu bulat 3 Jumlah kasus 411.41 m 3 2003 -Kab.46 m 308.15 m 3 dan 425 batang 152.071. tahun 1999 produksi tahunan adalah 198. Produksi kayu hitam berhenti sejak tahun 2001 dengan jumlah produksi 572 m3 per tahun.38 m 152.67 Salah satu penyebab menurunnya jumlah produksi kayu di Sulawesi Tengah adalah maraknya illegal logging.kayu olahan . hingga sekarang tahun 2002 produksi kayu menurun menjadi 73. kayu terus diproduksi.66 Berbeda dengan jenis kayu hitam atau ebony. Dari data BPS yang didapat. Produksi kayu bulat awal pada tahun 1998 sejumlah 250.69 m3 425 batang 3 dan 2.38 m 3 3 3 3 . Begitu juga dengan jenis kayu gergajian. Donggala -Kab.94 m3 per tahun.000 m 411. Poso -Kota Palu 154.kayu olahan .69 m 3 kasus 3 425 batang dan 2.kayu bulat • Kayu sitaan 100. DATA ILLEGAL LOGGING DI PROPINSI SULAWESI TENGAH Tahun 2000 2001 -Kab. sejak Tahun 1998 hingga 2002.443 m3 per tahun.41 m 10.46 m 3 3 3 820.421 m3. Luwuk Dalam tahap konfirmasi pencurian kayu -Kab Poso 2 Volume Kayu yang Dicuri • Kayu temuan 408. Donggala -Kab Poso -Kab.33 m . Produksi kayu terus menurun dari tahun 1998 hingga 2002. dan terus menurun hingga 44.

tanah latosol sampai podsolik merah kuning.51 ton. karena jika kayu hitam ditebang dalam waktu yang kurang layak maka kayunya tidak hitam dan kualitas kayu masih rendah.24ton . yaitu antara lain adalah Benang Sutera dan Madu. Semakin tinggi tingkat kekeringan kayu dan semakin rendah kadar air dalam kayu hitam. Fosfor.69 Produksi Benang Sutera selama kurun waktu lima tahun sebesar 65.Tahun 1997/1998 : 52.Tahun 1999/2000 : 55. maka semakin tinggi pula harga jual kayu hitam tersebut.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah D. Kayu Hitam sering kali disebut juga dengan Eboni.30ton . eboni dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah yang penting tidak becek. 73 Pepi Saiful Djalal. dengan rincian berikut : .Tahun 1998/1999 : 65.Tahun 1996/1997 : 51. Kayu hitam mempunyai sifat (produksi): Zero Waste (tidak ada yang tersisa). maksudnya serbuknya dapat digunakan untuk pengeringan kayu-kayu lain yang tingkat kekeringannya rendah (kayu basah)73 . Kayu Hitam baru bisa hitam jika sudah berumur 100 tahun. Produksi Non Kayu Produksi non kayu adalah produksi hasil hutan selain dari kayu bulat. Sulawesi Tengah dalam Angka. Eboni dapat tumbuh pada iklim basah dan iklim bermusim pada berbagai tipe tanah mulai dari tanah kapur. Sulawesi Tengah. MAL. kayu hitam hidup di daerah Miskinhara atau dapat dikatakan hidup di daerah yang kurang subur dimana daerah itu kurang zat-zat Nitrogen. tapi hal ini yang menjadikannya kuat dan padat. Kayu Hitam A. Adapun soal tipe tanah. untuk artikel’Maskot Sekarat di Tangan Penyeludup’.69ton . dan kualitas kayu hitam yang bagus jika kayu tersebut tumbang sendiri. karena dalam export ada permintaan tingkatan kekeringan.Tahun 1998/1999 : 37. MT. Data BPS.Tahun 2000 : 0.Tahun 2000 : 55.21 ton70 Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 252. Syaratnya tanah itu cukup permeabel dan tak terlalu asam. Kalium. serbuknya (dash) dapat diolah menjadi kiln dry: kilang pengering.38ton .2.67ton . Wawancara dilakukan oleh Amran Amier.67ton71 2. Pertumbuhannya lambat. opcit 70 69 36 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .Ketua Program Studi Manajemen Hutan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad). Penyebaran Kayu Hitam Kayu hitam atau Diospyros celebica Bakh adalah jenis flora endemik Sulawesi. 72 Dengan kata lain.64 ton dengan rincian sebagai berikut : . 2002 ibid 71 ibid 72 Ir Akhbar Zain. Kalsium.

Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah

Kayu hitam tersebar di pulau Sulawesi utamanya di Poso, Donggala, dan Parigi-Sulawesi Tengah. Kayu Hitam juga bisa ditemukan di Sulawesi Selatan, terutama di daerah Gowa, Maros, Barru, Sidrap, Mamuju dan Luwu. Sedang di Sulawesi Utara ada di daerah Gorontalo. Tapi, Sulawesi Tengahlah yang paling berpotensi tempat tumbuhnya Kayu Hitam. Di Sulawesi Tengah, Kayu hitam tersebar di wilayah Pantai Timur, mulai dari sungai Ula sampai dengan sungai Moutong-Kecamatan Mautong Kab Donggala. Selain itu dapat juga dijumpai di sepanjang pantai Timur. Kemudian dari sungai Mao sampai dengan sungai Puna di Kecamatan Poso kota pada kompleks hutan Kagila sampai dengan Sulewana, Uwekuli dan sekitarnya. Serta kompleks hutan Wawo pada kecamatan Lembo. Sedang di wilayah pantai barat mulai dari kompleks hutan Bangkir, Kecamatan Dondo sampai dengan hutan Tavaili, di kawasan Cagar Alam Pangi-Binangga dan kawasan hutan Parigi dan Sausu.74 Pada tahun 1970-an tegakan kayu hitam menempati hutan seluas 600.000 ha dengan tingkat kepadatan mencapai 2,5 meter kubik per ha. Setelah lebih dari 20 tahun jumlahnya kian menyusut. Eboni kini telah banyak mengalami gangguan akibat pencurian dan penebangan kayu secara liar oleh pihak tak bertanggungjawab. Kini tak ada data pasti berapa tegakan eboni yang tersisa. Yang jelas hutan Sulawesi Tengah itu luasnya 4,5 juta hektar dan Kayu Hitam hanya terdapat di Poso dan Donggala. Hutan seluas itu hanya dijaga oleh 250 Polisi Hutan (Polhut/Jagawana).75 Instansi terkait tak punya data berapa batang lagi kayu kayu hitam yang masih tegak di hutan Sulawesi Tengah, sedangkan jumlahnya tiap tahun semakin menurun. Karena itu pihak kehutanan sudah mengeluarkan pernyataan kalau kayu hitam terancam punah. Karena itu tumbuhan endemik ini mesti dijaga kelestariannya dengan tidak melakukan penebangan baru lagi. Sebagai dasar hukum pelarangan itu dikeluarkanlah Interuksi Menteri Kehutanan (Inmenhut) Nomor: 1295 Tahun 1995 yang melarang penebangan baru Kayu Hitam.76 Pemda Sulawesi Tengah juga kemudian melindungi sekitar 57 hektar, hutan kayu hitam di Maleali, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigimoutong. Tegakan kayu hitam di tempat itu 1.000 pohon. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus yang diambil dari Dana Reboisasi telah menurunkan proyek pemagaran lokasi itu. Untuk di kawasan kebun kopi, Kabupaten Donggala, Dinas Kehutanan juga kini telah menanam sekitar 50.000 hektar eboni. Umurnya saat ini sekitar 5 tahun lebih. Dari pihak Cagar Alam Panggi-Binangga pun saat ini sedang menjaga agar tegakan eboni bisa tumbuh dengan alami dan tidak dirambah.77

74 75

Jafar G. Bua, Kayu Hitam di Ambang Sekarat, MAL, Sulawesi Tengah. Amran Amier, Maskot Sekarat di Tangan Penyeludup, MAL Sulawesi Tengah. 76 Jafar G. Bua, opcit 77 ibid

37

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah

B. Pasaran dan kualitas Kayu Hitam Kayu Hitam yang merupakan fancy woods ini sangat digemari oleh semua lapisan, terutama untuk pasaran luar negeri. Untuk pasaran luar negeri, negara-negara yang banyak memesan kayu hitam antara lain Jepang, Hongkong, Italia, Eropa dan Malaysia. Masing-masing pasaran pun memiliki jenis kayu yang disukai. Penjualan kayu hitam di luar negeri menggunakan penghitungan dengan per kilo, berbeda dengan di Indonesia yang dihitung dengan per kubik (m3).78 Kayu yang populer dengan banyak sebutan, misalnya fancy wood ini, banyak diminati orang, baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, harganya tergolong tinggi untuk ukuran kayu alam. Untuk satu kubik harganya di pasaran gelap —biasanya di Malaysia, Jepang atau Cina-sekitar Rp 5-6 juta. Sedang harga patokan pemerintah cuma 3-4 juta.. Untuk penjualan kayu hitam harus dalam bentuk jadi, tidak bisa dalam bentuk gelondongan. Untuk tata niaga eboni ditetapkan hanya Perusahaan Daerah (PD) Sulteng yang berhak mengelolanya. Eboni juga harus didaftarkan pada CITES (Conservaci International Trade Endagered Species), dengan begitu eboni kian terlindungi.79 Jenis kayu hitam yang ada di Sulawesi Tengah bermacam-macam. Mulai dari jenis Gubal, yaitu jenis kayu hitam yang di dalamnya terdapat banyak kandungan warna merah. Jenis kayu Gubal ini terdiri dari 2 jenis yaitu jenis Temasa (serat lurus dengan warna agak merah) dan Memasa (serat agak bengkok dengan warna agak merah). Pasaran Hongkong sangat menyukai jenis ini. Selain itu ada pula jenis Batang Matches, yaitu jenis kayu hitam yang berwarna hitam dengan serat lurus dari ujung ke ujung. Jenis ini merupakan jenis kayu hitam yang paling banyak terdapat di Kabupaten Poso dan termasuk jenis kayu yang paling mahal dan banyak diminati orang-orang pada umumnya80 . Untuk jenis kelas kayu hitam, jenis S-1/S-2 merupakan satu istilah untuk jenis kayu dengan kelas bagus atau kelas tinggi. Jenis kayu kelas ini, banyak terdapat di Sulawesi Tengah yaitu di wilayah Pantai Timur dan Pantai Barat. Wilayah Pantai Timur tersebut meliputi wilayah Tada, Toribulu, dan Sienjo. Sedangkan untuk wilayah Pantai Barat di wilayah Sipi, Sikara, Kecamatan Sindue; Batu Suyu, kecamatan Balaesang; Tambu, Kecamatan Sirenja; Pura.81 Pengolahan kayu hitam dilakukan di sawmill-sawmill besar di Sulawesi Tengah, yaitu di Palu. Sawmill besar itu antara lain Multi Ratu ebony, CV Yasa, dan PT Leang Yang. Sedangkan untuk kayu hitam yang sering dibuat souvenir adalah kayu hitam yang bahannya berasal dari kayu tebangan lama dan kayu limbah yang merupakan kayu sisa.82
78 79

Nathan, Ketua Koperasi masyarakat di Roronuncu, Wawancara di Ranonuncu, Poso, 15 Maret 2004. Amran Amier, opcit 80 Ricardo, Wawancara mantan Pengusaha Kayu Hitam di Palu, Sulawesi Tengah, 2 Maret 2004. 81 ibid 82 ibid

38

KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS)

Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah

Negara-negara pemesan Kayu hitam antara lain: Jepang (Batang Matches), Negara-negara Eropa seperti Italia (serat hijau), Malaysia, dan China/Hongkong (Gubal).83 C. Pengelolaan Eks Kayu Hitam84 Sebelum Undang-undang Otonomi daerah ditetapkan, pengelolaan kayu hitam diserahkan kepada PT Inhutani II. Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah berhasil melobi Menteri Kehutanan agar pengelolaan Kayu Hitam juga diserahkan ke Perusahaan Daerah Sulawesi Tengah (PD Sulteng). Inhutani II dan PD Sulteng menandatangani kontrak kerjasama pada pertengahan Agustus 1998. Belakangan hak pengelolaan sepenuhnya di tangan PD Sulteng, karena BUMN ini sudah dianggap bisa berdiri sendiri. Untuk memberi ruang gerak pada PD Sulteng, Gubernur Sulawesi Tengah kala itu, Banjela Paliudju menerbitkan Surat Keputusan tentang pelarangan ekspor kayu hitam jika kebutuhan industri daerah belum mencukupi.85 Upaya itu dilakukan dengan maksud mengisi kas PAD Sulteng yang memang masih rendah, selain untuk memanfaatkan bekas tebangan lama, daripada hanya habis dicuri dan diselundupkan. PD Sulteng tampaknya berhasil dengan mulai menyetor Rp 330 juta ke kas PAD. Pemerintah Daerah juga mendapatkan keuntungan dari Dana Reboisasi (DR) senilai Rp 1,8 juta per kubik. Walau UU Perpajakan dan retribusi yang baru belum final, Pemda Sulawesi Tengah sudah mulai menandai pos-pos PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah). Bahkan Pemerintah Kabupaten Tolitoli sudah menetapkan pemungutan pajak retribusi tersendiri.86 Dalam pengelolaan kayu hitam tebangan lama pemerintah daerah menetapkan ongkos penurunan kayu hitam dari gunung. Setiap orang yang memiliki kayu hitam wajib menurunkan ke tempat yang mudah dijangkau kendaraan. Kepada mereka yang memiliki kayu akan diberi biaya penurunan Rp 1,2 juta per meter kubik untuk klasifikasi C. Sedang klasifikasi B Rp 2,5 juta dan klasifikasi A lebih mahal lagi Rp 4 juta permeter kubik. Tahun 2000 PD Sulteng masih memiliki 512 meter kubik yang siap dipasarkan. Pengusaha lokal biasanya membeli kayu hitam lebih mahal dari pembelian PD Sulteng. Kayu hitam klasifikasi C, mereka berani membelinya seharga 3,5 juta dan mereka menjualnya ke Taiwan seharga 15 juta permeter kubik.87 Eksploitasi secara besar-besaran terhadap eboni terjadi antara tahun 1970-an hingga awal tahun 90-an. Hal itu ditandai dengan dikeluarkannya puluhan izin Hak Penguasaan Hutan, yang semuanya dikuasai kroni Soeharto. Tidak semua kayu hitam yang diangkut PD Sulteng adalah tebangan lama. Menurut Harley, Direktur Walhi Sulteng, malah tebangan baru akhirakhir ini memonopoli kayu hitam yang diangkut PD Sulteng. Ada kecurigaan dan keraguan
83 84

ibid Jafar G.Bua, Mengungkap Jalur Penyelundupan Sulawesi-Malaysia-Philipina, MAL, Sulawesi Tengah. 85 Jafar G. Bua, Kayu Hitam di Ambang Sekarat, opcit 86 Jafar G. Bua, Kayu Hitam di Ambang Sekarat, opcit 87 ibid

39

karena Dinas Kehutanan Sulteng. makin lama disimpan makin baik. opcit. banyak yang disimpan dengan cara ditimbun.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah kalau kayu hitam yang dikelola sekarang ini merupakan tebangan lama. Dari sisi harga juga tidak akan turun (harganya naik terus) 89 . sering kali menemukan kayu hitam yang bergetah. Apalagi jika disimpan di dalam tanah warnanya makin hitam. memberikan keterangan ditempat penyimpanan kayu hitamnya disebuah lokasi perumahannya di Palu.88 Kayu-kayu hitam yang belum dibawa ke sawmill atau diolah. 89 88 40 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Hal tersebut dilakukan karena nilai kayu hitam yang tidak pernah turun harganya. ibid Ricardo. Seperti pernah satu kasus seorang pengusaha mendapat masalah hukum kemudian kayu-kayunya ditimbun dalam tanah sampai hitungan bulan bahkan tahun. Jika disimpan lebih lama tidak masalah. Bahkan kayu hitam dianggap sebagai asset/investasi.

Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah90 Di Sulawesi terdapat satu Komando Daerah Militer (Kodam) yang bernama Wirabuana. Buol. Disetiap kabupaten terdapat kantor Polisi Resort (Polres). 1 Sekolah Polisi Nasional (SPN) di Kabupaten Donggala. pimpinan penegak hukum dan institusi negara lainnya. Posisi TNI di setiap level di masyarakat selalu turut serta dalam Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah). Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah A. Di Sulteng terdapat satu Kantor Polisi Daerah (Polda) yang pada tahun 1980-an masih disebut sebagai kantor Polisi Wilayah (Polwil). Palu. Di setiap kabupaten di Sulteng terdapat satu Kodim. kecuali kabupaten Morowali. Aktifis HAM.Bab III Militer. 23 Maret 2004 41 . di Sulawesi Tengah terdapat dua Batalyon 711 Raksatama dan 714 Sintuwu Maroso. Untuk Sulawesi Tengah terdapat satu satuan militer dibawah Kodam yaitu Komando Resort Militer. 90 Usa. yang berada di jalan Jenderal Sudirman. Banggai Kepulauan dan Parigi-Moutong yang baru pada pertengahan 2002 dimekarkan. Keduanya membawahi 8 Kompi. kecamatan terdapat Komando Rayon Militer (Koramil). Tetapi yang jelas di setiap pembagian wilayah yang lebih kecil. Doktrin Teritorial. Sulawesi Tengah. Selain itu. kelurahan/desa. Pada level berikutnya. level paling bawah. Untuk Kepolisian berbeda dengan TNI. terdapat badan pembinaan desa (Babinsa). Pada tahun 1980-an Kodam yang bermarkas di Makassar ini berubah nama menjadi Kodam Hasanudin. sebuah lembaga yang dibuat untuk berkumpulnya para pimpinan pemerintahan. Wawancara. Sulawesi Utara dan Sulawesai Tenggara. Sampai saat ini telah beroperasi 5 kompi. Kodam Wirabuana/Hasanudin membawahi 4 Komando Resort Militer (Korem) yang tersebar di Sulawesi Selatan. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Bab III Militer. Kedudukan militer di Sulteng pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan doktrin militer secara nasional. Korem membawahi Komando Distrik Militer (Kodim). Profil Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah 1. Palu. Terdapat 3 Kompi Brigade Mobil (Brimob).

Brimob Jawa Tengah.172 2. Brimob Makassar. markas besar (Mabes) Polri di Jakarta mengeluarkan satu kebijakan dengan mendirikan Komando Lapangan Operasi (Dankolaops). Desa Mayoa (arah selatan Kabupaten Morowali menuju Makassar). tahun 2002 Sintuwu Maroso II. Brimob Pelopor dan Brimob Polda Sulteng. Umumnya Pos Utamnya di tempatkan pada ruas jalan trans Sulawesi dan pos lainnya di perkampungan masyarakat.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. Perintis dan Intel Polda Sulteng. dan pada pertengahan April 2004 Operasi Sintuwu Maroso di perpanjang lagi.91 Mobilisasi kekuatan militer kembali terjadi pada awal tahun 2001 dengan sandi Operasi Sintuwu Maroso I. Zeni Tempur (Zipur) Makassar dan Brimob Pare-pare. Brimob Pare-Pere. III dan IV TNI yang di BKO-kan adalah Batalyon 711 Raksatama Sulteng. Brimob Kendari. a.238 4. Armed Makassar.93 Data Jumlah Pasukan non Organik Polri dan TNI di Poso.000 TNI 489 852 968 1. Brimob Sulut. Brimob Kelapa dua Bogor. Brimob Makassar. Makassar dan Sulawesi Tengah juga di BKO-kan pada operasi tersebut. II. Saat konflik berlanjut di Poso melalui kebijakan Jakarta Operasi Militer digelar dengan berbagai sandi operasi. Operasi sintuwu maroso ini mem-BKO-kan satuan militer dan Polisi.92 Pasukan TNI maupun Polisi yang diBKO-kan pada operasi pemulihan di Poso ditempatkan di 142 Pos penjagaan mulai dari Desa Tumora (daerah perbatasan Poso dan Parimo dari arah Palu) sampai ke arah selatan.l: Brimob Papua.900 Sumber : Pemda Poso 91 92 Usa.668 900 Jumlah 1. Brimob Kaltim.270 3. 726 Makassar. satuan-satuan milter yang di BKO-kan pada operasi tersebut adalah batalyon 711 Raksatama Poso. 713 Gorontalo. Selain itu satuan Perintis dari Manado. 721 Palopo. tahun 2003 Sintuwu Maroso III.764 3. 721 Palopo. 712 Manado. Pada operasi sintuwu maroso I.321 2.096 3. Militer dan Polisi di Poso Khusus untuk kabupaten Poso setelah konflik pecah.l : Operasi Sadar Maleo pada tahun 2000 dengan BKO (bawah kendali operasi) Polres Poso. a. ibid ibid 93 ibid 42 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .024 3. Periode 2000-2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Polri 832 1.

840 624. Pada awal kerusuhan ke II April 2000 di Poso. BAIS dan Mabes Polri saat ini masih melakukan operasi intelejen dengan cara.800.17 Maret 2004.95 Pada 14 Mei 2004.000 1.377.Bab III Militer. tapi juga dibebankan ke Pemda Poso. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Milyaran rupiah sudah habis digunakan untuk operasi keamanan di Poso. Kopassus. melakukan penggalangan di masyarakat.062. Palu. Pada tanggal 17 April 2000. Pada waktu itu listrik padam jadi hanya 94 95 ibid Pendeta Damanik. senjata rakitan dan seragam Militer. mengumumkan bahwa dilaksanakannya operasi intelejen di wilayah Poso dan Sekitarnya lembaga-lembaga intelejen seperti BIN. Wawancara di Lembaga Pemasyarakatan Palu. pedang dan tombak. salah satunya. Kelurahan Lombogia. 15 Mei 2004 43 . APBD Pemda Poso untuk biaya Operasi Pemulihan Keamanan: Tahun 2001 2002 2003 Total Dana yang disalurkan (Rp) 6. Lam Tjau Wa dan Yunas Kancaro ditangkap oleh aparat Kepolisian dengan barang bukti menyimpan ratusan amunisi. Tungkanan bersama dua orang lainnya. sebagai orang yang melakukan provokasi hingga kekerasan dan konflik meluas di Poso. Angky Tungkanan (anak bungsu Tungkanan) terlibat dalam perkelahian dengan pemuda Dedy dari kelurahan Kayamanya. Tungkanan mengaku telah dibacok oleh orang Kayamanya. Sweaping senjata yang dilakukan kepolisian Resort Poso melibatkan 400 personel.96 Tindakan Kepolisian dilakukan dalam upaya melakukan sweaping senjata di Poso.94 Di Poso terdapat Kodim 1307 Poso.840 Sumber : Pemda Poso Pada tanggal 15 Oktober 2003. Susilo Bambang Yudhoyono.062. Anggaran operasi ini tidak hanya dibebankan kepada institusi TNI dan Polri.996. Akibat perkelahian tersebut pemuda-pemuda Kayamanya mendatangi kelurahan Lombogia mencari Angky dengan membawa senjata tajam seperti parang. Tungkanan berteriak memprovokasi massa yang tengah berhadap-hadapan (Lombogia-Kayamanya). Saat pecah konflik Poso Tungkanan telah pensiun.995. didepan Gereja Pniel. Salah satu anggotanya bernama Paulus Tungkanan berpangkat Sertu menjabat sebagai Intel Kodim 1307. Namanya disebutkan dipersidangan Tibo. melalui Menkokesra.000 8. 96 Jakarta Post.924.

Awalnya karena ia tergabung dalam kelompok pengungsi yang ditampung di kompleks GKST. Seperti saat terdengar kabar bahwa desa Weleme. Ibid.100 Tungkanan saat ini tinggal di Tentena. Etnis yang sama dengan Tungkanan. Dia merasa di-tua-kan di etnis Tator. makin lama pengungsi makin berkurang. Tetapi yang namanya Tungkanan tidak mau keluar dari kompleks tersebut. Selain itu juga karena Tungkanan merupakan orang yang senang di-tuakan. Poso. menguasai kebun cokelat di daerah Tonusa (dekat Tentena) milik warga muslim yang pergi mengungsi keluar dari Tentena karena konflik. Turunnya Fabianus Tibo (yang beragama Katolik) ke Poso kota saat konflik tahun 2000.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah suara yang terdengar. akibat teriakan Tungkanan massa pada akhirnya saling serang. 17 Maret 2004. Maret 2004. dan kemudian menyerang pandajaya. Jemcy. Rinaldy Damanik (2002) para intel-intel Mabes Polri tinggal di samping rumah Tungkanan dan mereka saling berkoordinasi. Ironisnya dari peristiwa di depan Gereja Pniel akhirnya Tungkanan ditokohkan oleh sebagian orang-orang Kristen. Wawancara di Tentena. Poso. 99 Usa. 101 Ibid. Wawancara di Palu. merupakan sandi yang diajarkan oleh Tungkanan98 . Di daerah Tonusu banyak terdapat masyarakat beretnis Tator (Tanah Toraja).97 Tungkanan teribat dalam beberapa penyerangan misalnya pada penyerangan Pandajaya. Akan tetapi yang terjadi kemudian adalah warga Pandajaya menyerang balik ke Weleme. Hal yang aneh menurut orang-orang Weleme adalah orang-orang Pandajaya yang menyerang menggunakan sandi yang sama dengan yang digunakan oleh orang Weleme. Kopassus yang ditugaskan di Poso biasanya lebih dahulu bertemu dengan Tungkanan. 97 98 Ibid. yang sebagian besar warganya beragama Kristen. Sandi yang digunakan oleh orang Weleme. Maka dari itu ia dapat dengan aman masuk menguasai tanah kebun tersebut. maupun di wilayah Tentena. Tungkanan datang ke Weleme dengan beberapa orang dari Tentena. Isu tersebut juga datang dari Tungkanan. Wawancara di Tentena. wawancara di palu 100 Damanik.101 Di Tentena Tungkanan tinggal di kompleks GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah). Bahkan sebelum rencana penangkapan Pdt. Diperkirakan walaupun Tungkanan sudah pensiunan tapi koordinasi ke TNI-nya masih aktif.99 Aparat-aparat seperti intel-intel dari mabes Polri. yang sebagian besar warganya muslim. Maret 2004. Karena ia merasa aman berlindung di Kompleks GKST. Pada saat itu Tungkanan sudah kabur ke Tentena. karena mendengar isu bahwa sebuah sekolah Katolik di Poso Kota sudah di kepung. Pendeta Renaldy Damanik. diserang oleh desa Pandajaya. 44 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Jemcy. Sulawesi Tengah.

Pembelian tersebut biasanya dilakukan disuatu 102 103 Data Departemen Perindustrian dan Koperasi Sulawesi Tengah. Enam lainnya merupakan milik TNI. Sebelum kegiatan ekonomi mereka terorganisir. Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Sejarah aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh militer sebenarnya telah dimulai sekitar tahun 1950-an.102 Di Sulawesi Tengah terdapat 1 koperasi veteran yang terdapat di Palu. Pembelian kayu hitam dilakukan oleh pengusaha-pengusaha. Wawancara mantan pengusaha kayu hitam.Bab III Militer. 2. Bisnis kayu hitam yang dilakukan militer telah dilakukan sejak jauh sebelum konflik terjadi. terbagi menjadi 2. Bentuk bisnis-bisnis yang dilakukan militer di Sulawesi Tengah berupa bisnis pengamanan. Bisnis Non Institusi Bisnis Non Institusi dibagi menjadi 2. Klasifikasi bentuk bisnis militer pada penelitian ini. Begitu juga dengan militer di Sulawesi Tengah dan Poso Khususnya. terutama makin marak sejak Konflik terjadi di Poso. Tetapi hasil pengamatan yang dilakukan disekitar kantor Korem atau disekitar kompleks Korem dijalan Sudirman Palu. salah satu contohnya adalah pengadaan barang-barang illegal dengan penyelundupan. Institusi-institusi bisnis militer yang terdapat. 45 . paling tidak demikian yang dilakukan oleh Bien103 . Bisnis yang khas dengan karakter sumber daya alam Sulawesi Tengah (Poso) melibatkan militer (TNI/Polri) baik secara individual maupun institusional adalah bisnis kayu hitam. yaitu : a. Bisnis lainnya berupa pungutan yang dilakukan pos-pos Polisi maupun pos-pos TNI yang berada disepanjang trans Sulawesi terhadap truk-truk dan bus-bus umum. 25 Februari 2004. Di kabupaten Toli-toli terdapat 3 koperasi milik TNI dan 1 milik Kepolisian. tidak diketahui domain bisnisnya. terutama di Palu dan Poso. Dari 20 koperasi tersebut 4 koperasi Kepolisian terdapat di Palu. kegiatan mereka bersifat illegal. secara langsung dengan masyarakat setempat. 2002 Bien. tetapi tidak sedikit pula penyelundupan yang dilakukan pebisnis-pebisnis yang dibantu oleh aparat pemerintah atau pun aparat militer. Sedang di Poso terdapat 3 koperasi milik TNI dan 1 milik Kepolisian. yaitu : 1. Bisnis sampingan militer Trend bisnis kayu hitam sudah mewabah sejak tahun 1960-an. Banyak penyelundupan yang dilakukan oleh militer. Palu. banyak terdapat toko-toko souvenir yang terbuat dari kayu hitam. Bisnis Institusi Di Sulawesi Tengah terdapat 20 koperasi milik TNI dan Polri yang tersebar di 3 kabupaten dan 1 kotamadya. Di Kabupaten Banggai terdapat 2 koperasi milik TNI dan 1 milik Kepolisian. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah B.

Di Sulawesi Tengah. dan di kawasan itu. 3. atau dari tempat dimana terdapat pohan kayu hitam (Agatis/ebony) tumbang kemudian diolah. Mengungkap Jalur Penyelundupan Sulawesi-Malaysia-Philipina. dalam menjalankan kerja bisnis kayu hitam membekali dirinya dengan SAKO (Surat Angkut Kayu Olahan). Kadang SAKO tersebut diperjual-belikan.19/IV/96 178/BH/PAD/KWK. Termasuk diperjual belikan oleh si Pengusaha atau orang yang memiliki SAKO kepada orang lain yang membutuhkan ijin. dimana Pengusaha-pengusaha membeli kayu hitam sejak tahun 70-an adalah pantai barat dan di pantai timur. SAKO di dapat dari Perhutani. Tempat tersebut tidak diketahui punya siapa. ribuan kubik kayu hitam diselundupkan. Para pengusaha kayu. Bua. Mudahnya terjadi kasus penyelundupan diakibatkan karena patroli laut dari Polairud (Polisi Air dan Udara) dari Polda Sulawesi Tengah yang terbatas. karena harganya yang berlipat-lipat. 104 Kayaman. untuk menampung hasil penebangannya. ia menceritakan tentang pengolahan kayu yang dimulai dengan dipotong-potong dan dibikin kotak. kabupaten Donggala serta perairan Kabupaten Tolitoli adalah dua tempat strategis bagi penyelundupan. Kayaman bekerja sebagai pemotong kayu (Chainsaw)di Tomoli. opcit.105 serta keterlibatan (dibayar) Angkatan laut dan/ polisi air dalam penyelundupan. Yang mengeluarkan SAKO adalah Perhutani. 105 Jafar G. 4 DAFTAR NAMA-NAMA KOPERASI ABRI (TNI) DAN KEPOLISIAN DI POSO PERIODE TAHUN 2002 Alamat Kel/Desa Kec.104 Tempat ini cukup luas. Wawancara di Palu. Jangka waktunya 1 tahun. 19/IV/96 411/BH/PAD/KWK. Gaya Cenderawasih). hingga mampu menampung gelondongan-gelondongan kayu hitam. opcit. 106 Bien. 2. lalu d ibawa ke TO (Tempat peng-Over-an) kemudian di TO dibeli pedagang. 19/IX/96 Tanggal 26-06-96 22-06-96 17-06-96 Nama Koperasi Primkoppad DIM 1307 Primkoppad 711 Raksatama Primkoppol Resort Poso Puskoppad Poso Sumber : Data Departemen Perindustrian dan Koperasi Sulawesi Tengah (diolah) tempat yang namanya TO (Take Over/Tempat Peng-Over-an). 25 Februari 2004.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah TABEL 16 No 1. juga karena garis pantai Sulawesi Tengah yang panjang yang menyulitkan pengawasan. Kasintuwu Poso Kota Kawua Poso Kota Gebang Rejo Poso Kota Badan Hukum Nomor 308/8H/KWK. kawasan Pantai Barat. Salah satu pedagang yang terkenal di Palu adalah Umar Landeng (PT. kayu hitam kerap diselundupkan ke Malaysia (Tawau). Tapi jelas bahwa tempat tersebut digunakan oleh sejumlah masyarakat yang melakukan penebangan. Proses pengolahan kayu dimulai dari lahan dimana terdapat kayu hitam. Dua wilayah yang terkenal bisnis kayu hitam.106 Biasanya. 46 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Keberadaan dan apa yang dilakukan oleh masyarakat tersebut diketahui oleh aparat desa.

merupakan salah satu sawmill besar di Palu. Bien berhenti melakukan kerja kayu hitam pada tahun 1990-an. Di level atas tingkat propinsi. salah satunya ke PT Leang Yang. Kolaborasi mereka dinamakan ”Umar Landeng”. Pengawalan biasanya dilakukan oleh Brimob atau POM.. Jika tidak diberikan “setoran” kayu akan disita dan dibawa ke Polda. Perusahaan ini sering menerima/ menampung kayu hitam illegal. bagian luar/depan-nya dibungkus dengan kayu lain/kayu kelas dua. tetap diberhentikan dan dimintai uang oleh aparat di hampir setiap pos. Umar landeng merupakan nama yang berasal dari dua orang. mobil penumpang. sampai mobil pribadi.. Op. gubernur Sulawesi Tengah terlibat dalam bisnis hitam kayu abu-abu. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Meskipun pengusaha-pengusaha telah memiliki/komplit SAKO. Tujuannya agar tidak diberhentikan dan tidak disita.107 Kadang dalam penangkapan.. dahulu kala disaat kayu hitam sedang marak. pada jam berapa pun ke Palu.cit 110 Bien.109 Wajah lain keterlibatan TNI dan Kepolisian nampak dalam fenomena tokoh bisnis kayu hitam yang sangat dikenal di Sulawesi Tengah. karena ia sendiri yang langsung mengambil kayu dari lapangan. Selain itu juga karena ia sudah tua. pelaku/pembawa kayu hitam tidak ditangkap. Kendaraan angkutan yang digunakan untuk mengangkut kayu-kayu cukup beragam dan cukup kreatif. Keduanya merupakan pengusaha/pedagang kayu hitam yang terkenal dan saling bekerja sama. ternyata yang sukses: kaya. 108 ibid. bernama Umar Landeng.108 Cara membawa kayu hitam. kayu hitam ditaruh dibagian tengah. contoh X: “pak kayu nih”. Baik yang dibawa langsung oleh pebisnis kayu hitam maupun yang dijual oleh aparat kepolisian hasil sitaan dari penangkapan terhadap pebisnis illegal kayu hitam. dan cukup terkenal di masyarakat kelas menengah di Palu. Dalam kenyataannya kayu-kayu yang disita tersebut dijual ke perusahaan atau pengusaha asing. Cara lain agar tidak diberhentikan adalah dengan menggunakan kendaraan milik Korem/Danrem. mulai dari Ambulance. Salah satu aparat yang pernah terlibat adalah Wakoramil di Tombo. seorang keturunan Arab dan Landeng keturunan Bugis. lalu di-over ke Depatemen Kehutanan Kabupaten dan dilelang “Untuk Negara”.oh maaf maksudnya bisnis abu-abu kayu hitam. Siapapun yang mempunyai kayu asal bilang ke Umar pasti akan diambil. tetapi dibuat perjanjian bahwa jika telah laku dijual uangnya dibagi dua (50 % : 50 %). memiliki backing kuat dari aparat militer-sipil adalah si Umar. Umar 107 PT Leang Yang. Op. Terakhir yang banyak mengerjakan adalah istrinya.Bab III Militer.cit 47 . Walaiti). Sulawesi Tengah. berangkat kelapangan dan atau membawa pulang kayu. tokoh yang berjiwa sosial (membantu kiri-kanan). Umar.110 Umar landeng terkenal dengan gaya kerja yang konvensional dan “Koboi”. 109 Bien. Kenapa sampai “Umar Landeng” mengacu pada satu orang? Karena dalam waktu berjalan. Alasan berhenti karena sudah mulai sering “ditangkap” dan selalu dimintai uang. Konvensional (Arab. umar cukup mengatakan : “ikut !” maksudnya ikut diiring-iringan truknya ke Palu.

Dari mulai individu makelar. untuk kesekian kalinya tolong dihentikan/ditertibkan truktruk TNI yang lagi marak mengangkut dan sebagai pemasok kayu-kayu illegal di Kabupaten Poso atau apakah bapak sebagai bekingnya?115 111 112 Bien. Poso. bahkan kadang mau memindahkan si polisi tersebut ketempat lainnya. Yonif 721 Palopo untuk dibawah kedaerahnya masing-masing.111 Umar juga mau membantu orang lain yang melakukan kerja yang sama. individu yang mengambil di pantai timur (Tomini) lalu dibawa ke Palu. Op. opcit 113 Vopane. 12 Maret 2004. Di Palu juga banyak terdapat perusahaan sawmill (pengolahan). souvenir. Salah satu sumber mengatakan Saat konflik sedang panas-panasnya. Sampai saat ini masih banyak kesatuan dari TNI/Polri yang meminta kepada beberapa orang yang dianggap mampu untuk mencari kayu Hitam. 114 Pomas. kolom SMS Peduli. dll) untuk selanjutnya dikirim ke tempat lain seperti Bali.cit Ricardo dan Bien. terutama polisi dan juga gubernur (sebagian nara sumber mengatakan ia dekat dengan gubernur saat dijabat oleh Azis Lamajido). Dengan cara membawa Truk langsung ke hutan untuk kemudian dibawa ke bengkel pengolahan/sawmil. Wawancara Aktifis Kemanusiaan. warga Poso tinggal dijalan Irian. Wawancara di Desa Tokorondo. Kesatuan-kesatuan yang pernah menggarap adalah TNI. Hal ini masih terus terjadi. 726 Makasar. Tidak berhenti di pos-pos aparat. Brimob Polda Sulawesi Tengah. Yonif 711 Reksatama. Jadi bukan hanya di Back up oleh semua aparat (TNI/Polri). 712 Manado. Sawmill besar yang terdapat di Palu. ada perusahaan pengolahan menjadi barang jadi (kursi. Umar mau membebaskan. Karena ia terkenal dengan kedekatannya dengan aparat militer. Poso. Jadi jika ada orang tertangkap polisi. PT Leang Yang. Terdapat pula perusahaan nasional/asing yang membeli kayu. diantaranya:112 Multi Ratu Ebony. Sementara dikatakan “Koboi”. bisnis kayu hitam tetap dilakukan oleh militer (TNI dan Polri). Di Palu banyak terdapat “pemain” kayu hitam. Jum’at 12 Maret 2004.113 Bahkan intensitasnya lebih sering. Brimob Pare-pare. 115 Dari : 08134100xxx. lalu cari orang di sekitar lokasi yang bisa menebang/mengambil kayu hitam. Poso. Bahkan dilakukan dengan cukup terbuka. Yalsa. 48 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . membawa mobil/truk. menerima drop kayu dari mobilmobil TNI yang membawa kayu114 . Kabupaten Poso juga merupakan salah satu daerah rawan pengangkutan kayu illegal yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. Bahkan dia terkenal sebagai orang yang bisa memindahkan Kapolres/ Kapolsek di Sulteng. Brimob Makasar. Salah satu Isi SMS di Radar Sulteng mengatakan : untuk Dandim Poso. diantaranya. CV. Di Radar Sulteng. Judul : Halo Pak Dandim Poso. seperti TNI 711 Palu. perhiasan.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah melakukan sendiri transaksi. Bahkan di saat konflik/paska konflik. Lain lagi dengan gaya Armed yang suka langsung ke hutan. Halaman 6. salah satu bengkel kayu yang berada dijalan Irian. 8 Maret 2004.

Hal ini karena memang semua lahan di Tokorondo (bekas) lahannya Gulat. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Permintaan mencari kayu hitam oleh aparat TNI atau Polri biasanya untuk dibuat hiasan atau souvenir. Bisnis swasta (dikelola oleh orang atau pensiunan militer) Pada dasarnya bisnis yang mewabah untuk dilakukan di Sulteng adalah Kayu hitam. melakukan bisnis secara profesional. Sebelum membahas dampak langsung terlebih dahulu dikemukakan dampak yang tidak langsungnya. Gulat (Gunung Latimojong) sebagai studi kasus. Maka posisinya bukan lagi sebagai pengambil keuntungan dari trend bisnis yang ada. Penyelundupan sampai saat ini pun tetap marak. b. Hanya cara atau bentuk pengelolaannya yang berbeda sesuai dengan gaya dan kemampuan si pelaku bisnis. Beberapa pekerja di Tokorondo yang mampu melakukan order tersebut mengambil kayu hitam di bekas lahan Gulat. PT Gulat sebagai contohnya. Di Sulteng sejak tahun 1970-an sudah terdapat individu militer yang menjadi pelaku bisnis utama. Penyelundupan tersebut dilakukan dalam bentuk sudah jadi barang/souvenir. melalui individu-individu. Baru kemudian dibawa untuk dijual. papan nama). Militer melalui individu atau kelompok individu militer. Dampak dari bisnis militer bisa berbentuk langsung maupun tidak langsung. Souvenir atau perabot bentuk besar (kursi. Dampak Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Dampak dari kegiatan bisnis yang dilakukan oleh militer di Sulawesi Tengah menimbulkan kerugian terhadap masyarakat. Kayu-kayu hitam tersebut dibawa ke pengolahan di Palu atau di Poso. Lembomawo dan Roronuncu. Tetapi tetap mengandung resiko tinggi (ditangkap aparat) jika tidak punya backing. tidak hanya sebagai “watch dog” untuk kemudian mengambil keuntungan (memeras). Penelitian ini mengambil PT.Bab III Militer. Tetapi bengkelbengkel tersebut tidak mengirim atau menjual ke orang diluar daerah. dimana direktur dari perusahaan ini adalah seorang individu berasal dari militer yang kemudian melakukan bisnis kayu hitam di Sulawesi Tengah. terutama bagi masyarakat Sulawesi tengah. seperti Pensiunan. Arianto 49 . Hal ini dikarenakan pihak keamanan terutama kepolisian yang mau dan mudah melakukan pem-backing-an terhadap siapapun yang 116 Lihat lampiran surat pribadi antar anggota TNI. Dampak tidak langsung dari kegiatan militer tersebut berupa budaya korup dikalangan masyarakat di Sulawesi Tengah. lebih spesifik lagi adalah masyarakat disekitar wilayah kegiatan bisnis militer dilakukan. bingkai kecil. Mereka hanya membuat ke dalam bentuk souvenir kecil-kecilan (gantungan kunci. Posisi militer (TNI/Polri). C. Samsul dangan Lettu Inf. meja)116 biasanya merupakan pesanan dari anggota TNI atau Polri. Maka dari itu bengkel-bengkel pengolahan kayu hitam masih tetap ada terutama di sekitar Poso Kota. Lettu Inf.

Ongkos untuk membayar pihak keamanan juga merupakan beban/berpengaruh terhadap harga jual oleh karena itu banyak kalangan pebisnis kayu hitam illegal yang mulai mengakali biaya pengamanan tersebut. 50 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . dampak tidak langsung lainnya adalah hilangnya kesadaran tentang keseimbangan lingkungan dan pembudidayaan kayu hitam. Pihak keamanan. Jika pemotongan kayu hitam sudah dimulai sejak 1960. sebisa mungkin mendapatkan uang (upeti) dari kendaraan-kendaraan yang membawa kayu hitam. dari mulai menggunakan truk militer (kepolisian atau TNI) sampai menggunakan mobil pribadi bahkan mobil Ambulance. Ricardo pernah ditendang oleh aparat. disetiap kesempatan dengan segala cara. Kesimpulannya adalah semua berusaha mengambil keuntungan dari kegiatan apapun dengan tujuan akhir adalah mendapatkan uang. Sedangkan dampak yang langsung terhadap masyarakat adalah tindakan-tindakan kekerasan yang dialami oleh masyarakat ketika proses bisnis tersebut dilakukan. sebagaimana yang pernah ia alami. Hingga banyak bermunculan cara untuk mengelabui pihak keamanan. Ricardo mengatakan salah-salah bertanya mengenai kayu hitam. Jikalau memang tujuan ekonomis menjadi tujuan umum yang disepakati oleh masyarakat di Sulawesi tengah. Selain budaya korup yang terbangun dikalangan masyarakat. Tetapi yang jelas dan menjadi fakta adalah pengolahan kayu hitam. Dan hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang yang mampu masuk dan ikut main dalam sistem yang korup. maka akibatnya bisa dilihat saat ini.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah mampu membayar untuk mengamankan bisnis illegalnya. dimana sudah hampir habis pohon-pohon kayu hitam di Sulawesi tengah. Sedangkan masyarakat yang melakukan bisnis illegal kayu hitam. Hilangnya pohon tersebut dari tengah hutan akan mempengaruhi ketahanan lingkungan di Sulawesi Tengah. “saya sudah pernah dimakan sepatu lars petugas gara-gara kerja kayu hitam”. Berbisnis kayu hitam merupakan tema kerjaan yang cukup sensitif. bisa dipukuli. sebisa mungkin menghindar dari pemeriksaan-pemeriksaan aparat keamanan. Dia bilang. Konsumsi terhadap kayu hitam hanya dipandang dari sudut ekonomis semata. yang ujung-ujungnya meminta uang. hanya menjadi kegiatan bisnis orang-orang tertentu saja (baca: orang-orang yang mampu bermain mata dengan aparat keamanan). Maka masyarakat umum justru tidak mendapatkan kebaikan dari pengolahan kayu hitam. diluar perdebatan apakah diperbolehkan atau tidak. hal inipun masih harus diuji lebih jauh.

Ny. Sulawesi Selatan. Sandewang menguasai 350 saham (25 %) dan Sandra D. Sandewang yang menguasai 5 saham (12. 1991 119 Buku Induk UU No 7/1981 Tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan Pasal 7 ayat 1. PT Gunung Latimojong.A. sebelum menjadi Perseroan Terbatas (PT) Gunung Latimojong.A.A. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus 1. AM Sandewang menguasai Vopane. Mutasi Pemilikan Saham PT. opcit Lampiran 4a.S. No 99 tanggal 27 September 1978.119 Para pendirinya yaitu Abdul Muim Sandewang.5 %). Perubahan komposisi yang ketiga ini mempengaruhi komposisi saham. Sulawesi Tengah.S menguasai 5 saham (12. Perubahan komposisi yang kedua hanya menambahkan PT Radar Utama Timber sebagai salah satu pemegang saham.117 Di jalan ini PT Gulat pertama beroperasi pada tahun 1968. Sejarah Pendirian Gulat merupakan singkatan dari Gunung Latimojong. yang mengusai 10 saham (25 %). Gunung Latimojong. Depnakertrans Kabupaten Poso. Ny. C. dari 6 orang pemilik lama. C. Sandewang dan Sandra D. C.120 Perubahan komposisi saham untuk kedua kalinya terjadi melalui akte notaris Mr. Oktober. Ujung Pandang. Ny.S menguasai 350 saham (25 %).5 %). Sandra D. Perubahan komposisi saham pertama kali terjadi. Ujung Pandang.5 %) dan Syamsul Nasution menguasai 5 saham (12. Ohorella. Pada tahun 1968.5 %). opcit 118 117 51 . Mutasi Pemilikan Saham PT.G. Freddy Frits K mengusai 10 saham (25 %). No 58 tanggal 22 Juni 1968118 berbentuk badan hukum Yayasan. AM Sandewang menguasai 700 saham (50 %). pada tahun 1968 masih berbentuk Yayasan Gunung Latimojong yang menampung para bekas pejuangpejuang 1945 yang berkantor di Makassar.Bab IV PT. Teng Tjing Leng. Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. Mutasi I dilakukan berdasarkan Akte Notaris Sitzke Limowa. nomor 42. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Bab IV PT. Sulawesi Selatan. Ujung Pandang. Gulat berdiri pada 1968 Berdasarkan Akte Notaris M. yang merujuk pada nama jalan di Makasar. Teuku Gede Hasan menguasai 5 saham (12.A.A. Gunung Latimojong. menjadi hanya 3 orang. yaitu AM Sandewang. 120 Lampiran 4a. PT Radar Utama Timber. dalam akte tersebut disebut komposisi pemegang saham. tanggal 11 September 1988.A.

124 Sandewang dikenal dekat dengan sejumlah pejabat Negara (baik militer maupun sipil). pada kantor Notaris Eliza Pondaag. opcit 124 Mistu. 6 Juli 1990. (lihat Foto Gulat Makasar). Saat mendirikan Yayasan Gulat.75 %) dan Sandra DAS menguasai 500 saham (14. 11 Maret 2004. Sandewang langsung melakukan survey ke wilayah Poso (Tokorondo). Sekitar tahun 1980 (pertengahan) Muin Sandewang meminta untuk pensiun dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. komposisi pemegang saham menjadi AM Sandewang yang menguasai 3857 saham (71. wawancara di Desa Tokorondo. Sudomo. Sawmill PT. Gulat (sampai pada pertengahan tahun 1980-an). jabatan Pangdam Hasanudin adalah Solihin GP. Walhasil. 125 Sejarah masuknya Gulat ke Tokorondo adalah ketika Sandewang yang mendapat informasi dari Lago 126 -nya bernama Hasan Ombansi.S menguasai 270 saham (19. Ny. Bahkan Sebagai pemimpin PT. Askary.A. Poso.3 %) dan Sandra D. contoh : istri Sandewang bersaudara dengan istrinys si Hasan Ombansi 122 121 52 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Sarwono Wirosoeryo. Mutasi Pemilikan Saham PT. 125 ide. Serta Radar Utama Timber menguasai 280 saham (20 %). Survey pada 1975 dilakukan PT Gulat ibid ibid 123 Lampiran 4. Treesye N Rari Astuti. Gulat di Makassar juga diresmikan oleh Sudomo.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 580 saham (41.4 %) dan Sandra DAS yang menguasai 1543 saham (28. Muin Sandewang masih aktif sebagai anggota TNI di Kodam Hasanudin dengan jabatan Wakil Asisten Intel. saham PT RUT pindah ke AM Sandewang dan Sandra DAS. Setelah pensiun Muin Sandewang Diangkat oleh Kemal Idris sebagai Asisten Pribadi (Aspri). Emil Salim. Gunung Latimojong. Kemal Idris (yang kemudian menggantikan Askary) dengan jabatan Komando Operasi Wilayah Indonesia Timur (Koondait). Kepala Rumah Tangga Istana Negara (orang Tator. AM Sandewang masih berstatus sebagai anggota TNI Angkatan Darat di Komando Daerah Militer (Kodam) Hassanuddin (saat ini telah diganti menjadi Kodam Wirabuana).121 Pada perubahan yang keempat. Jakarta. Poso. 9 Maret 2004.Sandewang menguasai 270 saham (19. yang memberitahukan bahwa di Poso banyak terdapat kayu. Sandewang juga dekat dengan M Yusuf.3 %).122 PT Radar Utama Timber (RUT)merupakan perusahaan di luar Gulat Group. RUT adalah Drs. C. Pada saat Sandewang masih aktif di TNI. Pada 14 Desember 1977 melalui Akte Notaris No 37. 126 Pasangan hidupnya bersaudara dengan pasangan hidupnya si Lago.6 %). pejabat yang terlebih dahulu membelanya adalah Sudomo. PT RUT didirikan pada 27 November 1975 berdasarkan Akte Pendirian No 34 Notaris Hobro Purwanto. seperti. merupakan pegawai kehutanan. Wawancara di Desa Tokoronodo.25 %)123 . Sayogo Hendro Soebroto dan Siti Soemino.4 %). Sandewang menguasai 3000 saham (85. yang dilakukan di Notaris Raharti Sudjarjati melalui akte nomor 29. tidak diketahui namanya). Pemegang saham PT.A. Bahkan saat Sandewang mendapatkan masalah.

Bendera. Ebony. 8 Maret 2004. saat Gulat masuk di Tokorondo. Oktober. 128 Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. Karena sangat seriusnya pada tahun 1980. Medang. 129 Areal Gulat berbatasan dengan PT Tritunggal Ebony disebelah selatan. maksimum 32. opcit 130 Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. Sementara tempat lamanya di desa Lepa-Lepa Kecamatan Burau Palopo Utara tetap berjalan. Sedangkan Jenis2 dari kayu hitam yang terdapat di Poso adalah Batang Matches. PT Gunung Latimojong. Kepala Bagian perakitan kayu PT Gulat. Matsumoto. Palapi. Pegunungan. 1991. Baru kemudian pada 1976 PT Gulat membuka usahanya di Tokorondo. Wawancara Mantan Kepala Desa Tokorondo (1966 – 1970). Gulat mengirim seorang pegawainya: Ide untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk menjadi grader. 1991.51 km.000 m3/tahun dan minimum 20. Baru pada tahun 1977 ketika masyarakat yang menawarkan dan membawa kayu hitam ke Gulat. Menurut pembagian wilayah administrasi pemerintahan masuk dalam Kecamatan Poso Pesisir dan Kecamatan Lage Kabupaten Poso. bupati di Poso adalah Ghalib Lasahido. PT Gunung Latimojong. Bekawaweang –Sakir Samudi. Ujung Pandang. PT Radar Utama Timber. Ujung Pandang. sebelah barat. Jenis tanaman yang terdapat di dalam areal hak pengusahaan hutan PT Gulat didominir oleh jenis-jenis kayu seperti Meranti putih. sebelah Utara. hal 2 131 Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. PT Gunung Latimojong. PT Radar Utama Timber. mengatakan bahwa di Poso terutama di Tokorondo terdapat kualitas kayu-kayu yang bagus. Jaya Sentosa – Andreas Liem/Babah Liem (Cina Makasar). yang pada waktu itu sebagai Panglima Armada Timur. Oktober. hal 4 127 53 .131 Taha. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus melalui orang Jepang bernama Matsumoto. Sementara Gulat mulai melakukan sendiri pengambilan kayu hitam sejak tahun 1980-an. 1991. Teluk Tomini. Dll. Ujung Pandang. di Ambon. dan Hitam Pekat. sebelah Timur. 128 Pada awalnya Gulat tidak langsung mengeksploitasi kayu hitam. Jatah tebangan tahunan Gulat adalah.15 km130 . orang Ambon.127 Baru pada tahun 1976 Gulat resmi mulai beroperasi di Tokorondo. Oktober. Areal HPH PT Gulat terletak pada kelompok hutan sungai Kameasi dan sungai Mentako dengan luas areal 40. hal 1 129 Ide. seorang ahli kayu (juga merupakan pembeli)– sekarang ia tinggal di Ujung Pandang. Yang meresmikan Sawmill di Tokorondo pada 1976 adalah Leo Loupolissa. sepanjang 32. PT Radar Utama Timber. PT Radar Utama Timber. Nyatoh. PT Rasli– Sindo.000 Ha. Jika direntan secara kewilayahan HPH Gulat meliputi Tambarana hingga Sausu.000 m3/tahun.Bab IV PT. 2. setelah survey. Wilayah Kerja PT Gulat Sebelum Gulat beroperasi di Tokorondo telah ada beberapa Perusahaan/pengusaha yang beroperasi di Tokorondo seperti Abdul Hadad –TRIUM. 68.

132 Disadari bahwa masyarakat sendiri saat Gulat masuk Tokorondo tidak memiliki surat tanah. Dimana dalam HPH disebutkan lokasi usaha. sawmill. Maka dari itu Gulat membuat jaringan kerja yang “rapat dan padat”. kantor. Mistu.133 Menurut BPN ganti rugi tanah maupun bendabenda lain di atas tanah. Setelah mendudukinya.134 Harus diakui pula bahwa Lokasi desa Tokorondo yang strategis diantara lautan dan pegunungan mengakibatkan lajunya usaha Gulat di Tokorondo. Sebagian masyarakat yang telah menjual tidak pernah mendapat surat jualbeli tanah. Sekali lagi. 135 Selain itu di Tokorondo terdapat sebuah rumah untuk jajaran manajemen Gulat yang posisinya strategis. Sehingga untuk soal dermaga. 132 133 Taha. sudah terdapat dermaga di pinggir pantai Tokorondo. 135 ibid 54 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . seperti yang dilakukan oleh Gulat terhadap sejumlah pemilik pohon diatas tanah yang akan dijadikan tempat usaha. Bandingkan dengan surat Berita acara Penitipan hasil Temuan di Areal Eks. Sedang yang menjadi sumber penghasilan dari tanah tersebut adalah pohon-pohon yang tumbuh diatas tanah-tanah tersebut. Bukan membeli tanahnya. Dengan kata lain tanah-tanah tersebut merupakan tanah adat. (lihat denah view petinggi Gulat). opcit. hutan dan dermaga hanya dalam suatu lokasi berdekatan (lihat denah PT Gulat ditengah Tokorondo). opcit 134 Taha. dari Tokorondo ke hutan (areal HPH) hanya membutuhkan jarak 7-10 kilometer. berada tepat dipinggir jalan trans Sulawesi. 14 Maret 2004. dinas Pertanian jika berkaitan dengan pohon yang ada di atas tanah.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Saat masuk ke Tokorondo. Pembelian tanah oleh Gulat dari masyarakat tidak dengan syarat-syarat pembelian tanah yang wajar. Gulat meng-klaim tanah-tanah tersebut berdasarkan ijin usaha HPH-nya. masyarakat hanya merasa perlu ada penggantian atas pohon-pohon yang telah ada di atasnya. Gulat hanya melakukan perbaikan dan perluasan. Masyarakat hanya memiliki tanah-tanah tersebut secara turun temurun. opcit. Gulat tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya. Saat Gulat masuk ke Tokorondo. Sehingga ketika tanah-tanah tersebut dibutuhkan Gulat. dan dinas Pekerjaan Umum jika berkaitan dengan banguanan yang ada diatas tanah tersebut. Gulat melakukan pembelian tanah dengan cara hanya membeli pohon yang ada di diatas tanah yang akan dibuat tempat usaha. Selain itu bisa dilihat dari laporan pelaksana pengelolaan Hak pengusahaan Hutan (HPH). Gulat (lampiran) bahwa tidak terdapat satu sertifikat pun yang menerangkan bahwa tanah-tanah di Tokorondo merupakan tanah yang sah milik Gulat. harus melalui panitia ganti rugi pembebasan tanah yang terdiri dari BPN (tingkat kabupaten). yang memperbaiki Dermaga tersebut. membelakangi hutan dan akses pemandangannya ke arah dermaga dan laut. 1991. FGD. Di desa Tokorondo sudah terdapat dermaga (akses langsung ke laut).

139 Daus. Sampai saat ini lahan-lahannya Gulat telah ditanami cokelat oleh masyarakat. 138 Ama. Wawancara di Desa Tokorondo. Saat ini di hutan bekas HPH Gulat yang tersisa hanya bekas-bekas potongannya (lihat di Foto). 10 Maret 2004. Konsekwensi dari pilihan tersebut Gulat di Tokorondo ditutup karena tidak diberikan perpanjangan ijin. Struktur138 dan Tahapan Kerja139 STRUKTUR OPERASIONAL GULAT TOKORONDO PT Gulat Tokorondo Kepala Proyek Andi Baso Balandai Kantor Umum Ibrahim Kayu Hitam Halide Yamin Sawmill Anwar Djalle Skiller Pemasaran dan Keuangan Arifin Kayu Lunak Daus 136 137 Kunjungan ke Hutan (salah satu lahan bekas Gulat). 55 . Oleh karena agak jarang dan susah di dapat kayu hitam. Saat ini lahan-lahan kayu hitam bekas gulat ditanami cokelat dan dikelola oleh masyarakat136. 13 Maret 2004. Pada putusan akhir Gulat lebih memilih HPH baru di Gorontalo. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Memasuki tahap I atas pemberian HPHnya (20 tahun). Mahmud Asri. 9 Maret 2004.Bab IV PT. belum layak dipotong. terlebih-lebih di wilayah HPH Gulat137. Cara Kerja PT Gulat a. Wawancara. Poso. wartawan di Palu. PT Gulat mendapatkan pilihan untuk memperpanjang ijin usaha atau mendapatkan HPH baru di wilayah lain. Poso. Wawancara di Desa Tokorondo. 9 Maret 2004. 1996-1997. Masih ada beberapa pohon Ebony. walaupun masih ada kayu di Tokorondo tetapi mereka tidak bisa memilih keduanya. tapi masih kecil dan belum hitam. Kondisi populasi kayu hitam saat ini memang sudah habis.

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Pemetaan Struktur Operasional Bagian Sawmill Tokorondo Sawmill Administrasi 1. hutan dan juga proses shippingnya dan jalur yang singkat. pelaporan dan meeting yang diadakan oleh kepala2 bagian dan bagian perijinan.Listrik Industri Mesin pengelolaan jadi Mesin Potong Finishing Penjemuran Packing Tahap-tahap140 : • Tahap I. jenis2 kayu yang bisa diproduksi. Skiler Kayu bulat Kayu jadi 2. Pembuatan jalan. mengadakan penomeran dan pengukuran pada kayu. yang merupakan bagian dari rencana pengolahan (rencana pengolahan dilakukan oleh kepala produksi dan pimpinan produksi) • Tahap III. yang dilihat dari diameter kayu. dilakukan di Tokorondo (tempat pengolahan kayu) 1. Cruising. 2. dalam keadaan masih setengah jadi. Mesin Mesin induk 3. survey isi hutan. • Tahap II. Ketika akan 140 Daus. Survey dalam HPH. sedangkan buldoser dan traktor dari Makassar dikirim lewat jalan laut. b. Jalur Dagang dan Pembayaran Gulat di Tokorondo telah mempunyai dermaga sendiri. sawmill. min 60cm ke atas. 2. Filling Room 4. opcit KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 56 . dia langsung dikirim/diexport ke perusahaan asing seperti Jepang dan Korea. Dalam proses pengapalan biasanya diangkut (khusus kayu hitam) kurang lebih 250 kubik. apakah kayu itu layak tebang atau tidak. setelah itu rencana penebangan kayu dari hasil survey dan penomeran kayu di atas (masuk ke bagian chainsaw). Oleh karena itu Operasi Gulat tidak melalui jalur Palu ataupun Ujung Pandang. dilakukan di HPH.Pembersihan lokasi dengan pembukaan jalan dari pantai (km 0) sampai ke gunung – yang merupakan jalan logging yang dilakukan dengan buldoser dan traktor. di hutan (di atas gunung) 1.

kayu-kayu tersebut dibuang ke laut dan digantikan dengan kayu hitam. Pernah ada pengangkatan kayu hitam dari Tokorondo. Polsek Poso Pesisir. Tetapi karena tidak ada ijin loading. Wawancara di Desa Tokorondo. Palopo. sudah mendapatkan ijin dan dokumen dari para pengawas. Pembayaran kayu-kayu hitam yang di ekspor ke luar negeri dengan dua cara. Setelah Sandra menikah. baru loading. Untuk urusan kekerabatan dalam pengelolaan ini dipahami sebagai pengelolaan secara kekeluargaan. biasanya banyak pengawas yang melakukan pengecekan. 144 Taha. Selain itu yang terlibat antara lain Lahamudin (pangkat Mayor) dan Andi Baso Balandai (pangkat Lettu)144 Mistu. Selain itu kelompok yang mudah mendapatkan akses jabatan di Gulat adalah latar belakang kemiliteran dan teman seperjuangan Muin Sandewang. ketika malam hari. sebut saja. opcit Eli. Pengkapalan/Kapten Kapal (Loading Kayu) PT Gulat I. seperti IHH (Iuran Hasil Hutan). opcit 142 141 57 . Tungkanan kepala keamanan Gulat. Koordinator Satpam Gulat Makassar. kemudian kayu hitam tersebut diletakkan di atas rakit. jika sebuah barang dijual dengan harga 3 maka hanya 1 yang dilaporkan dalam buku catatan resmi perusahaan.Bab IV PT. 143 Nusa. perbandingannya adalah $1 Check Price dan $3 Sale Price. Di Makassar terdapat Samuel. kayu-kayu lunak dimasukkan ke kapal.142 c. Muhammad Ali yang menjadi kepala operasional Gulat pada masa akhir Gulat di Tokorondo. Dengan perbandingan dari 3:1. maka dilakukan permainan. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus melakukan pengapalan. Check Price yaitu pembayaran masuk ke kas perusahaan sedangkan Sales Price masuk ke kantong Sandewang. Sementara dari militer jajaran terdapat beberapa pos jabatan yang diisi oleh orang militer. antara lain dari kehutanan. 8 Maret 2004. Kodim. ketika siang hari.141 Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa ada modus korupsi yang dilakukan oleh Sandewang. Petani. Kemudian anak satu-satunya sandewang (Sandra) dan istrinya merupakan pemilik saham. Gulat dijalankan oleh menantu Sandewang (suami Sandra) yang bernama Simson.143 Dari sejak masuknya Gulat ke Tokorondo sudah menggunakan akses Lago’. banyak yang beretnis Bugis/ palopo. Selain itu dari kompoisi saham dan pemegang jabatan di PT Gulat adalah keluarga/ masih ada hubungan darah. Cara lain adalah dengan membuat rakit dari kayu biasa. Yang dibutuhkan sebenarnya hanya dokumen sebagai cover pengiriman kayu hitam. Wawancara. 11 Maret 2004. Para pekerja yang di Tokorondo maupun yang dari Palopo. Cara “Kekeluargaan” Cara pengelolaan atau menegmen Gulat terkenal dengan cara kekeluargaan. Warga Tokorondo. Hal ini sebagai upaya untuk meminimalisir pembayaran kewajiban-kewajiban perusahaan ke Negara. Caranya adalah. terutama dari daerah asal Muin Sandewang. Kebanyakan dari para pekerjanya adalah beretnis bugis.

Selama helikopter tersebut beroperasi. Lee. Daftar Tagihan Sektor P3. seksi Penagihan. Ada jalur khusus yang dibuat untuk helikopter pengangkut. tidak bersedia memberikan informasi perihal penunggakan IHH Gulat tersebut. Kemudian dilanjutkan lagi pada jam 2 sampai jam 4 sore. Tetapi waktu 3 bulan tersebut tetap tidak cukup untuk mengangkut semua kayu hitam yang terdapat didaerah terjal. KKN Aparat TNI dan Polri. Sehari-hari. Ada backing dari istana. mesin-mesin bekas usaha Gulat 145 146 RDP dan Rasta. Gulat pernah melakukannya dengan menggunakan helikopter. Sementara catatan Pajak Bumi dan Bangunan. yaitu air fast yang disewa selama 3 bulan. Yang diangkat oleh heli hanya kayu-kayu yang berkelas seperti kayu Ebony148 . melalui Jhon F Wattimury. Menggunakan Helikopter Untuk daerah-daerah yang tanahnya miring dan susah akses untuk mengambilnya.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah d.147 e. 9 Maret 2004. mengatakan bahwa Gulat masih berkewajiban membayar PBB sebesar Rp. Gulat menyumbangkan satu mercy tiger untuk orang dalam istana tersebut pada jaman Soeharto. Orang militer kasih nota ke Sandewang untuk meminta tanda tangan dari Gubernur Palu pada waktu itu untuk minta HPH Gulat. Pemberian uang ke pejabat-pejabat (sogok) dalam jumlah besar dilakukan oleh Muin Sandewang sedangkan pengeluaran yang kecil-kecil dikerjakan oleh Pak Ali146. per 1 Januari 2002. Kasi Piutang Negara. Gulat tidak mendapatkan kesulitan dari aparat atau militer. opcit. dalam hal ini paling banyak di daerah Tambarana. f.149 informasi lain mengatakan bahwa Gulat juga belum membayar IHH (Iuran Hasil Hutan). Ngobrol di Sancanga (pantai di Tokorondo) bersama 7 orang nelayan. 10 Maret 2004. Tetapi kolusi tetap ada dan terjadi. terutama orang dalam. 147 ibid 148 Daeng. Gulat tidak membayar pajak. Wawancara di Desa Tokorondo. Setelah Gulat tutup dan tidak beroperasi lagi.150 Sampai pada tutupnya perusahaan. Gulat menyewa Helikopter dari Singapura. Hasil dari mark up tersebut kemudian menjadi keuntungan bagi perusahaan. Pak Ali sering kali menangani permainan dalam pembayaran pajak dengan cara misalnya me-mark up volume kayu yang akan dikirim. Dengan kata lain Gulat merupakan penunggak pajak. masa akhir sebelum Gulat tutup di Tokorondo.433. Jam operasi heli jam 7 pagi – 11 siang. serta lainnya seperti Kejaksaan. pemda sering datang ke Gulat tapi tidak menunjukkan perilaku yang kolusif145. Gulat Tutup Pada masa Simson.112. tidak pernah ada masalah dengan aparat atau dengan instansi lain. untuk segala kegiatan. Poso. 149 Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Poso. 150 ibid 58 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . 8. Tetapi saat diverifikasi ke KP2LN.

Depnakertrans Kabupaten Poso. desa dimana Gulat beroperasi 154 .Bab IV PT. Dalam buku tersebut tidak dijelaskan status 4 orang WNA. Wawancara di Desa Tokoronodo Poso. Sehingga total buruh WNI dewasa sebanyak 77 orang.152 . Pekerja dan kompensasinya Pada laporan keempat (dilaporkan pada 11 Desember 1991) dalam Buku Induk UU No 7 Tahun 1981 Tentang Wajib Lapor Ketanagakerjaan. Emi (84th). Pekerja Dari Luar Tokorondo Diantara para pekerja banyak juga yang datang dari luar Tokorondo. dikatakan bahwa jumlah buruh WNI laki-laki berumur dewasa sebanyak 68 orang. opcit 156 Daeng. Sehingga ketika jam istirahat mereka bisa istirahat dan makan di rumah mereka sendiri156. buruh WNI perempuan berumur dewasa sebanyak 5 orang. 10 Maret 2004. opcit 155 Emi. 153 ibid. Pekerja dari Tokorondo Gulat banyak memperkerjakan warga masyarakat desa Tokorondo. Sementara jumlah buruh WNA pendatang laki-laki sebanyak 4 orang. Sejarah mesin ada di Tokorondo salah satunya adalah.153 a. 152 151 59 . Jumlah buruh WNI dan WNA pada tahun 1991 ini sama dengan jumlah pada tahun sebelumnya. Alat-alat yang digunakan Gulat merupakan alat-alat yang diproduksi oleh PT CONAN. 154 Vopane. Wajah. Alasan lain masyarakat Tokorondo sangat antusias bekerja di Gulat karena pamor Gulat yang melonjak.7/1981 tetang wajib lapor ketenaga kerjaan pasal 7 ayat 1. opcit Buku Induk UU no. 14 Maret 2004 157 Wajah. hampir semua anak laki-laki setelah lulus SMP berkeinginan bekerja di Gulat. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus dibawa ke Makassar. maka ketika Gulat membuka lahan baru di Tokorondo RDP dan Rasta. mengatakan mungkin sekitar hampir seratus orang warga Tokorondo yang pernah bekerja di Gulat155 . Para warga masyarakat yang menjadi pekerja Gulat lebih memilih bekerja di Gulat karena letaknya yang sangat dekat dengan tempat tinggal mereka. pada zaman jaya-jayanya Gulat. FGD. Sulteng. 3. menceritakan. Dalam buku Induk dikatakan bahwa 77 buruh WNI tersebut berstatus buruh. Artinya karena mereka telah menjadi pegawai sejak di Gulat Makassar atau Palopo. minimal harus setengah jadi151 . Kedatangan mereka ke Tokorondo merupakan konsekwensi kerja. karena ada Perda yang mengatur kalau perusahaan-perusahaan yang mempunyai HPH harus mempunyai sawmill dilokasi karena ada larangan ekspor dalam bentuk log (kayu glondongan/mentah/bulat).157 b. Gulat dianggap sukses dan berjaya dalam perdagangan kayu.

Keduanya sampai saat ini masih tinggal di Tokorondo. yang berjumlah kurang lebih 5-10 orang.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah mereka harus (atau ikut) ke lokasi baru. rata-rata beretnis Bugis atau berasal dari Palopo160 . Daeng. Ketika Gulat tutup di Tokorondo. Tetapi sentimentil tersebut sebenarnya bukan sejak Gulat di Tokorondo. Jadi hubungan antara para pekerja Gulat dengan Masyarakat desa Tokorondo karena gairah kerja masyarakat ke Gulat dan karena para pekerja Gulat yang kemudian harus menetap dan menjadi warga Tokorondo. 161 Emi. d. Wawancara warga Tokorondo. 14 Maret 2004. mereka harus tinggal di Tokorondo158 . ibu Ita. Maka lumrah jika kemudian. 14 Maret 2004. 10 Maret 2004. 159 158 60 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Ide. Seperti saat mengajak pak Ide. sandewang khusus mengajak dan memanggil Ide sejak di Makassar. Tetapi sudah dilakukan sejak masih di Lepa-lepa. Wina. Sulawesi Selatan. selama masa kerjanya. Satu orang perempuan diantaranya menjadi juru masak Gulat. Pekerja beretnis Bugis Para pekerja. membagi “kepemilikan”. c. Tetapi lebih bernuansa sentimentil. diantaranya JIdah (berhenti dan ikut suami). Ibu Ita berasal dari tanah jawa. Ratna (berhenti dan ikut suami) dan Ibu Wina (juga berhenti kerja. Pekerjaan-pekerjaan perempuan selama Gulat beroperasi pada bagian administrasi. ibu ini hanya dibiarkan tanpa kejelasan kompensasi atau sikap positif. Diantaranya karena diajak oleh salah seorang kenalan dan juga karena suami sudah lebih dahulu bekerja di Gulat. Nusa. Pekerja Perempuan Sementara terdapat beberapa perempuan yang bekerja di Gulat. Keterlibatan para perempuan di Gulat juga dengan latar belakangnya masing-masing. turut menentukan pengelolaan dan perekrutan pekerja Gulat. Kedua orang ini bahkan kawin dan berkeluarga di Tokorondo. Palopo dan pada kantor Gulat di Makasar. diajak ke Tokorondo oleh Muin Sandewang untuk mengurus masakan orang-orang kantor. FGD. dan Daeng dan Ide. 160 Eli. Sandewang kerap mengajak orang-orang yang dipercayanya untuk bekerja di Gulat dengan cara memberi kepercayaan. Daeng dan pak Ide contohnya. opcit. FGD. Dalam pertemuannya. ikut suami)159 . baik yang warga Tokorondo maupun yang datang khusus bekerja di Gulat Tokorondo. Ibu Rumah Tangga. Sentimen etnis Bugis yang digunakan dalam memperkerjakan karyawan/pekerja di Gulat pada dasarnya bukan merupakan aturan normatif. tamu-tamu dari luar negeri (orang Jepang dan Singapore) dan petugas-prtugas dari instansi-instansi. mantan Pembantu Administrasi di bagian Sawmill PT Gulat. Selain itu pendekatan Muin Sandewang yang cukup persuasif dan akomodatif161 terhadap beberapa orang dan pada saat-saat tertentu. sandewang mengatakan bahwa cuma kau yang mengerti soal kayu.

Kayu-kayu hitam tersebut dicuri oleh Tungkanan sejak tahun 1990 dari areal PT. Mistu pernah menangkap kayu hitam yang dicuri oleh Tungkanan. Begitu juga dengan Samuel. Pertama. namun dari 10 truck yang memuat kayu hitam 3 truck diantaranya tidak masuk ke lokasi logging namun oleh Tungkanan diteruskan ke Poso untuk kepentingan bisnisnya.162 e. Desa Tumora.Bab IV PT. opcit 61 . Andi Baso Balandai (pangkat Lettu) dan Lahamudin (pangkat Mayor)164 . Kecamatan Sausu. Parigi Moutong). Wawancara di Tentena. pada sekitar tahun1980 (pertengahan)163 . lebih baik jaga punya kita sendiri”. dikatakan. Ketiga. Poso. Walaupun Tungkanan bekerja di Gulat. saat diajak Sandewang. Gulat sebagai pengawas (kepala keamanan) sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 1994166 . opcit 165 Elmy. namun terdengar kabar bahwa dia merupakan orang’nya’ Andreas Liem (Baba Liem). asli Palopo. di Tokorondo. Pernah dalam satu waktu. terjadi selisih paham yang pada akhirnya Tungkanan memanggil anaknya yang Kopasus dan kemudian mengancam Mistu. termasuk mengelola kayu hitam di dusun Membuke. 27 Maret 2004. “daripada menjaga punya orang lain. adalah Mistu yang berhenti menjadi Informan Kodam Hasanuddin bersamaan dengan pensiunnya M. Gulat. Poso Pesisir. sama dengan Sandewang. Tungkanan melakukan pengawasan. Mistu. 164 Taha. Setelah pensiun. Sampai saat ini Mistu masih tinggal di salah satu rumah. Tungkanan bekerja di PT. tepatnya Masamba. mantan TNI (28 tahun bertugas di Jawa). bekas kantor Gulat. Keduanya merupakan keluarga Muin Sandewang dari Palopo. Kedua. Kodim 1307 Poso dengan pangkat terakhir Sersan Jabatan Intel TNI165 . opcit. Cahaya Sentosa. koordinator satpam di mess Gulat di Makassar. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus saya minta kau pegang grider di Tokorondo. pada saat pemuatan kayu hitam dari areal penebangan ke Logging. PT. terdapat beberapa nama yang juga berlatar belakang militer dan berada dalam jajaran lain yang beragam di dalam Gulat. Lago’-nya Sandewang. Tungkanan diberhentikan (dipecat) dari perusahaan karena terlibat pada kasus penyelundupan kayu hitam ke Malaysia. Daya Sinar Mas. pensiunan TNI. Mistu dipercaya untuk menjaga asset-asset Gulat di Tokorondo. yang juga merupakan suplayer kayu hitam ke PT. sebuah perusahaan logging kayu. 22 Maret 2004. Wawancara di Desa Tokorondo. Sandewang. Tungkanan bekerja di PT. Donggala (sekarang Kab. Andi Baso kemudian menjadi kepala proyek di Gulat. adalah Tungkanan. 162 163 Ide. Radar Utama Timber di Desa Piore. Kemudian Mistu bergabung dengan Gulat dan menjadi kepala bidang Operasional Gulat di Tokorondo. Pekerja dari Militer Selain Abdul Muin Sandewang yang berlatar belakang Militer. 166 Mistu.

167 f. yang meresmikan Gulat di Tokorondo pada tahun 1976. Leo Loupolissa. Jikalau ada kadang harus dilakukan dengan usaha yang “lebih”. yang merupakan (mantan) anggota Militer Pertama. Keempat. Ketiga. (mantan) komando daerah Indonesia Timur. biaya penguburan dan tunjangan hari tua. Gulat di Kelurahan Antang. Kedua. Perangkat Perburuhan Kelengkapan perburuhan yang terdapat di Gulat selama beroperasi di Tokorondo adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Asuransi Tenaga Kerja (Astek). 169 Daus. Makassar. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3). saat mereka keluar dari Gulat. Sementara pesangon banyak tidak diterima oleh pekerja. Yusuf yang dibeli oleh perusahaan sebesar $25. Depnakertrans Kabupaten Poso. Sulteng. opcit Buku Induk UU no. bahkan yang berasal dari sesama militer pun merasa terlalu kecil. Sudomo. cuti bersalin. M Yusuf. honorarium dan karyawan tetap169 . Purn. opcit 170 Semua mantan pekerja PT. yang berpangkat yang berada diluar struktur Gulat. Upah Kecil. Padahal saat itu Sudomo adalah menteri Tenaga Kerja. Sementara permintaan pengunduran diri datang dari para pekerja dengan alasan besaran upah yang sangat kecil. Gulat yang diwawancarai.168 g. Ada pekerja harian. diketahui dekat dengan Muin Sandewang. Solichin GP. 168 167 62 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Jaminan sosial berupa. program latihan tenaga kerja Indonesia. semasa sandewang masih aktif sebagai TNI di Kodam Hasanudin dan saat Sandewang menjabat direktur Gulat. fasiltas latihan. M. peraturan perusahaan. merupakan (mantan) panglima armada timur. Kelengkapan perburuhan yang tidak di dapati di Gulat Tokorondo adalah status WNA pendatang. Sawmill Gulat yang jalan Antang. Dalam mem-PHK Gulat menggunakan alasan akan pindah ke Gorontalo. Lokasi sawmill PT. Makassar diresmikan oleh Sudomo.170 Mistu. cuti hamil.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Selain itu ada beberapa nama. Kesepakatan kerja bersama (KKB). Koperasi. (mantan) Pangdam Hassanudin. Sulsel adalah tanah milik Jend. mekanisme Bipatride (sebagai mekanisme penyelesaian sengketa). Kelima. cara mem-PHK dan Pesangon Gaji pekerja PT Gulat dilihat dari statusnya. Beberapa gambaran dibawah merupakan ungkapan yang keluar dari keringat kerja sejumlah orang yang pernah bekerja di Gulat. begitu juga dengan Astek.7/1981 tetang wajib lapor ketenaga kerjaan pasal 7 ayat 1. Cuti sakit. Kemal Idris.

per hari. ada juga yang tidak mendapat pesangon. wawancara di Desa Tokoronodo. Gulat tidak lagi membayarkan uang astek yang dipotong dari gajinya pekerja Gulat. karena dianggap sudah tidak ikut Astek.250.171 RDP (laki-laki. 42 th) dan Rasta (laki-laki. kesulitan di dapat saat mengurus astek.Bab IV PT. Bahkan banyak pekerja-pekerja lain yang asteknya tidak keluar. Nusa keluar dari Gulat ketika Gulat menawarkan Nusa untuk dipindahkan ke Gulat cabang Gorontalo. Gaji awal 800 rupiah/hari. juga merupakan salah satu dari banyak penduduk diTokorondo yang mantan pegawai harian dari PT Gulat. Sementara RDP saat di PHK tidak ada pesangon.174 Taha (laki-laki. Saat kerja di Gulat Safrin digaji Rp 1. Setelah Rasta kerja awal selama 3 bulan baru kemudian diangkat pegawai (dengan SK dari makasar) dan mendapatkan gaji pokok 11 ribu rupiah. Setelah keluar dari Gulat. Uang makan 1 bulan 20 ribu rupiah. Setelah ada PHK massal. Gaji total tersebut sampai akhir Rasta kerja hanya naik menjadi 33 ribu rupiah. Kepala Desa Tokorondo (Kades). Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Nusa (laki-laki. harus mengurus ke Makasar. Akibatnya ketika ada PHK massal. Salah satu penyebabnya yang paling penting adalah karena Gulat tidak menyampaikan ke astek. ketika mereka keluar dari Gulat atau ketika mereka meninggal dunia. Pada saat ada PHK Massal—ketika PT Gulat sudah tidak beroperasi—Banyak yang tidak menerima pesangon. Itulah sebabnya Nusa sampai harus mondar mandir ke Palu selama 2 tahun. saat di pecat. Total 31 ribu. 67 th). opcit 175 Taha. Kebijakan Gulat mengatakan bahwa jika ingin mendapatkan pesangon. 37 th)) mengatakan Untuk kesejahteraan pekerja PT Gulat. 39 th). Jika ingin mendapatkan pesangon harus mengurus langsung ke Gorontalo. Nusa mendapat informasi bahwa beberapa tahun terakhir. sebagai buruh harian. Astek dan sudah lapor ke Depnaker. opcit 173 Apin. ada asuransi tenaga kerja (Astek). 174 Nusa. Meskipun pekerja telah dipotong upahnya untuk membayar astek. sepengetahuannya. Tetapi baru Sekitar tahun 1980 diangkat menjadi 171 172 Nusa. banyak pekerja yang tidak mendapatkan pesangon. Gaji di Gulat cukup kecil. 40 th) pernah bekerja di Gulat.. Padahal sudah ikut SPSI. 55 th) Masuk kerja pertama kali pada September 1975 sebagai buruh harian di Gulat khusus bagian bangunan. opcit 63 . tetapi mereka tidak pernah telat menerima gaji. ada pekerja yang mendapatkan pesangon. 40th) bekerja di Gulat kira-kira 1986. tetapi tidak ada jawaban/hasil. Nusa menolak.173 Nusa (laki-laki. 7 Maret 2004.175 Daeng (laki-laki. Usahanya mendapatkan Astek harus dijalani dalalm kurun waktu Dua tahun setelah keluar dari gulat dan setelah mondar mandir Tokorondo-Palu. opcit RDP.172 Durin (laki-laki. Walaupun gaji yang diterima pekerja Gulat termasuk kecil. Menurut Nusa.

opcit 178 Wina. Sampai sekarang nama masih terdaftar sebagai pegawai PT Gulat – (belum ada pemutusan hubungan kerja) tetapi juga tidak diberikan gaji dari Gulat.125/hari – 1987 3. 40 th) mengatakan standar Gaji ketika itu Rp 2. Harian Rp 2. karena pengalamannya dalam masalah gaji. 56 th) mengatakan bahwa Gaji pekerja PT Gulat dilihat dari statusnya. Ama (laki-laki. Dari sisi jaminan pekerja kurang mendapat jaminan dari perusahaan. ia mendapatkan kenaikan gaji sebesar 15%. honorarium dan karyawan tetap. Kalau untuk pekerja harian lepas Rp 1.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah karyawan tetap di Gulat untuk mengerjakan bangunan bagian kamp-kamp dan perumahan untuk karyawan dan pekerja PT Gulat.000/bulan – 1988 4.750/hari. Gaji pekerja harian bisa lebih besar dari gaji karyawan tetap.000.000/hari . Ia menjadi pekerja honorarium pada tahun 1977. ketika menjadi karyawan tetap.000/bulan – 1993179 176 177 Daeng. opcit 179 Ama.000/bulan. Ketika berhenti tidak ada uang jasa dan pesangon.178 Tingkatan status pekerja : 1.177 Wina (perempuan. 44 th) mengatakan bahwa Tahapan dia bekerja di Gulat terbagi menjadi beberapa tahap : 1. Menurutnya Gulat merupakan perusahaan yang pelit.000/hari 2. Pekerja lepas Rp 1. orang Palopo. Karyawan tetap Rp 50. Pekerja harian lepas Rp 1. Ada pekerja harian. Sebelumnya pada tahun 1979 pernah minta berhenti dari perusahaan. tidak mendapatkan pesangon.1985 2. Pekerja Honorer Rp 40. Karyawan tetap Rp 60.000/bulan Pemberian gaji di Gulat tidak ketat dengan standar pemberian gaji yang layak dan tidak berdasarkan status pekerja di Perusahaan. Saat keluar pada tahun 1997.-176 Daus (laki-laki. karena merasa malu dengan kecilnya jumlah gaji yang ia dapat. Gaji terakhir tahun 1997 Rp 350. tetapi kemudian ditarik kembali oleh perusahaan. opcit 64 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Pekerja harian lepas Rp 1.000/hari. Ia keberatan untuk menyebutkan gajinya. karena minta mundur dari perusahaan. Di Gulat tidak ada astek dan tidak ada perjanjian kerja. Yang menangani masalah gaji pada waktu itu adalah Pak Arifin. Gaji pada tahun 1975 hanya Rp 300/hari – Rp 25.000/bulan – 1990 5. sampai akhirnya benar-benar keluar pada tahun 1997. Borongan Rp 1.750/hari 4. Karyawan tetap Rp 60.500/hari 3. opcit Daus.

Tukang masak PT Gulat awalnya kerja karena dipanggil oleh Pak Sandewang untuk bekerja di perusahaannya ketika masih di Ujung Pandang. Astek hanya diperuntukkkan pada orang-orang tertentu (sangat berbeda dengan tempat kerjanya sekarang di Hutan Bersama. Emi (laki-laki. Pak Emi selama bekerja di PT Gulat menjadi anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).000/bulan. “.000. mempunyai anak buah kurang lebih 50 an orang. yang tidak terbakar saat konflik !). 84 tahun bekerja di Gulat sejak awal di bagian pengapalan. Tetapi pada pemberian gaji. Contoh membuat pagar atau dermaga. 70 th). tetapi 2 tahun kemudian di panggil kembali. Tahun 1981 pak Emi di PHK. opcit 65 . opcit 182 Tiwa. gaji selalu dikirim dari Jakarta untuk modal kerjanya mengelola aset di Tokorondo.000/ bulan. 70 th).Bab IV PT. 84 th) membuat rumah diatas tanah yang diklaim sebagai milik Gulat oleh si Penjaga Aset Gulat di Tokorondo. Caranya adalah dengan mendaftarkan nama karyawan. Tetapi hal tersebut tidak dihiraukan oleh Emi. Setelah selasai bekerja. Pengeluaran sehari-hari2 bisa Rp 5. Tetapi Pak Emi tetap mempermasalahkan pemecatannya.183 Mistu (laki-laki. Hal itu membuatnya harus mengurus sendiri sampai ke Depnaker (bisa dilihat di sebagian dokumen-dokumen.. 183 Tiwa.”182 Tiwa (perempuan. hanya diberikan gaji minimum. tambahan hanya saat ada borongan kerjaan lain yang bukan merupakan bagian kerjaannya dan diluar jam kerja. Gaji pada tahun 1968 Rp 1. sekarang (terakhir bekerja) naik menjadi Rp 50.000.000/bulan.181 Saat bekerja gajinya kecil. berarti astek tersebut sudah masuk dalam gaji pegawai (gaji pegawai dipotong 2. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Pada akhirnya Ama Pindah kerja karena upah kerja terlalu kecil dan tidak ada astek.. ia mendapatkan pesangon dari perusahaan sebesar Rp 600. Lebaran tidak ada THR. warga desa Tokorondo. wawancara. tapi tidak dapat apa-apa. Setelah kerusuhan.sudah 23 tahun bekerja di Gulat.000. jadi sekarang saya mau pake tanahnya.000/bulan. karena penggantinya tidak bagus/rapi bekerjanya.5%).000/bulan. ditambah uang makan Rp 20. sedangkan 180 181 Eli. pak Ali. Pak Ali pernah minta keluar dari perusahaan karena gaji tidak sesuai. pada tahun 2000 – Rp 380.. baru 3 bulan kerja sudah mendapatkan astek). lebih lanjut dikatakan.000/bulan. Tetapi SPSI tidak berbuat apa-apa saat ia dikeluarkan dari PT Gulat pada tahun 1981. 11 Maret 2004. tetapi 5 tahun terakhir bekerja tidak mendapatkan apa2 dari perusahaan. tapi sekarang sudah tidak pernah lagi dikirim.250/bulan. Mendapatkan astek juga sebesar Rp 60. 50 th). gaji terakhir Rp 450. Gaji pada tahun 1972 di Palopo Rp 10.180 Taha (laki-laki. Setelah Gulat tidak ada di Tokorondo. Emi. opcit Emi. Gaji di PT Gulat waktu awal bekerja Rp 35. Astek pada waktu itu diberikan pada tahun 1970.

Perannya terhadap masyarakat a. Alasanya karena tidak ada sistem penyimpanan yang baik dalam Depnakertrans dan karena konflik yang terjadi sehingga data tersebar-sebar. tapi dari perusahaan tidak memperbolehkannya keluar.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah gaji hanya Rp 1. 186 Daeng. Asumsi yang dikembangkan adalah Jalan tersebut dibuat untuk mempermudah membawa kayu dari gunung/hutan ke Tokorondo.184 Sayangnya ukuran-ukuran gaji sebagaimana diutarakan diatas tidak dapat terverifikasi. maka akan banyak masyarakat Tokorondo yang bisa kerja dan sejahtera. opcit Kunjungan ke beberapa kantor pemerintah di Poso dan diskusi dengan beberapa mantan pekerja Gulat. Keuntungan yang diperoleh dari Gulat antara lain : ada jalan darat yang dibuat oleh Gulat (sekarang menjadi jalan utama di desa Tokorondo)186 . ia kemudian diberikan dari perusahaan sejumlah uang untuk membayar utangutangnya. seperti lapangan sepak bola dibeli hasil dana patungan masyarakat sendiri. bahwa upah-upah yang diberikan tersebut jauh dari kecukupan normal biaya hidup sehari-hari. Terlebih-lebih beberapa tanah justru tidak dibeli tetapi hanya diganti uang pohonnya187 .250. 66 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . (Daus keberatan untuk menyebutkan gajinya. ia mendapatkan kenaikan gaji sebesar 15 %. 4. Dengan banyak produksi kayu dan ada perusahaan di Tokorondo. Karena dengan adanya jalan akan mempermudah membawa kayu hitam/kayu lainnya. opcit.185 Ia menjadi pekerja honorarium pada tahun 1977. Gulat tidak membantu/membeli/ ikut patungan. opcit 187 RDP dan Rasta. karena merasa malu dengan kecilnya jumlah gaji yang ia dapat). Perannya semasa beroperasi Selain membeli/mengambil tanah untuk dibuat gudang. Gulat hanya membeli/membayar pembebasan pohon diatas tanah yang 184 185 Mistu. Tetapi yang jelas dari keteranganketerangan para pekerja. sudah tidak memiliki lagi data-data Upah Minimum Regional (UMR) pada saat Gulat beroperasi di Tokorondo. Hal ini karena kantor wilayah Depnakertrans. Bahwa sebenarnya Gulat melakukan penipuan karena peruntukkan jalan hanya untuk melancarkan operasi produksi Gulat belaka. Sementara sumbangannya untuk kepentingan warga tidak terlalu terasa. ketika menjadi karyawan tetap. utangnya menumpuk. secara normatif. Gulat juga memperuntukkan tanah masyarakat bagi pembuatan jalan. Hal ini kini telah disadari oleh sebagian warga masyarakat. sawmill dan kontor.

FGD 67 . Terlebih-lebih Gulat dikenal tidak pernah beramal ke pekerja dan/atau ke masyarakat Tokorondo192. Yaitu bapak Mistu191 dan Bapak Daus. Tanah-tanah tersebut saat ini telah diguanakan oleh masyarakat untuk rumah-rumah. Bekas-bekas PT Gulat di Tokorondo banyak dan terlihat menjadi bangkai industri. sampai saat ini yang memegang fotokopian sertifikat adalah Mistu. Saat pecah konflik di Poso. Merintis Jalan Trans Sulawesi mulai dari Jembatan Punah (Ratolene) sampai ke Desa Tambarana Poso Pesisir. Tetapi hal sumbangan sosialnya kepada masyarakat justru dilihat secara berbeda oleh pak Ali. terutama setelah konflik. Banyak masyarakat mempertanyakan penggunaan aset gulat setelah tutup atau ditinggalkan. setelah rumah-rumah mereka dibakar. Menurutnya. yang telah dibakar. opcit 191 Durin.-2003). Oleh karena itu pula keduanya masih menerima gaji dari Gulat sampai beberapa bulan yang lalu (. • 2 buah Dermaga disepanjang pantai Tokorondo • 4 buah hangar/gudang. Kemudian pada saat MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an). berupa: • Satu buah bangkai kapal semi yang bernama Gulat 1 (kapal semi merupakan kapal penghubung pengangkut dari dermaga ke kapal besar). gudang tersebut sempat digunakan oleh salah satu pasukan sipil peserta konflik. RDP. opcit RDP dan Rasta. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus akan dijadikan lapangan bola188 . Pembangunan jalan Tokorondo-Desa Masani.. Pembangunan Sekolah Dasar di Desa Lepa-lepa. Gulat membantu pembangunan sarana sosial. saat ini hanya digunakan untuk pasar selasa (hanya untuk tiap hari selasa) • 1 lapangan bekas hangar/gudang induk. Daus. 188 189 Eli. dan membuat lapangan sepak bola di Tokorondo190 . Perannya setelah berhenti Sampai saat ini sisa-sisa gudang Gulat masih ada. dikatakan bahwa PT. opcit. Palopo. Laskar Jihad. 192 Tahir.Bab IV PT. Sulawesi Selatan. Poso Pesisir (saat ini sudah tidak ada karena dibakar oleh massa pada konflik tahun 2000-2001). sebaiknya aset-aset tersebut diserahkan untuk kepentingan umum seperti sekolah/pasar. misalnya: Pembangunan Gereja di Desa Tokorondo. opcit 190 Mistu. Daripada asset yang tidak jelas penggunaan dan statusnya. Saat dibakar beserta kayu hitamnya • tanah-tanah kosong yang dulunya dipakai sebagai tempat kayu gelondongan (Logs). Gulat hanya membantu memberikan lampu189 . b. Untuk urusan ini Gulat masih memperkerjakan beberapa orang di Tokorondo sampai saat ini. sebagai markasnya.

Karyawan Gulat). beberapa asset yang tersisa diantaranya kayukayu dan mesin-mesin. Abd. tim pelaksana (Stock Opname/inventarisasi. Babinsa Tokorondo. Kepala Desa. Alasan pendudukan tersebut karena mereka butuh lahan untuk membuat tempat tinggal setelah konflik. ketua BPD. Masyarakat Tokorondo mulai focus dan kritis terhadap TNI dan Polri setelah kerusuhan yang terjadi di Poso antara 1998-2002/2003. pesangon. bahwa Tidak ada HGU dan HGB atas nama PT Gulat. Dari pemeriksaan tersebut dihasilkan beberapa inventaris (lihat lampiran). asal Palopo. opcit KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 68 . Sedangkan kayu-kayu masih ada sampai bulan Desember 2003 lalu. Berita acaranya ditanda tangani oleh dua pihak. Abd. Wahab. Setelah kerusuhan. Hasil pemeriksaan tersebut berupa Pro Justitia. Tetapi saat kerusuhan mesin-mesin tersebut terbakar. tidak ada sumbangan sosialnya. Hal ini diperjelas oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) Poso. Setelah Gulat tutup di Tokorondo beberapa assetnya sudah diambil alih pada tahun 1997. SP). Supu.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Selain asset-asset yang berupa barang dan tanah. Kedua. Ditambah dengan daya ingat mereka bahwa Gulat tidak pernah memberikan apaapa buat masyarakat.Saiful Rachmat. telah terjadi pemeriksaan administrasi dan fisik atas assetasset Gulat di Tokorondo.. Dari hasil pemeriksaan administratif tidak terdapat satu pun sertifikat HGU ataupun HGB atas nama Gulat. Pada tanggal 20 Desember 2003. sempat PT. 193 RDP dan Rasta. Muin Sandewang ataupun Sandra Sandewang. seperti Gulat. Saat ini masyarakat banyak yang menduduki tanah Gulat yang kosong dan tidak di pakai193. Andi Sakri Takwa. Sementara Pengambilan aset PT Gulat oleh Inhutani tidak diketahui oleh BPN Poso. pengawas dan Pengamanan. pertama. seperti tempat penampungan kayu yang di bawah (di pantai) dinamakan Logs Yard. di Tokorondo juga masih terasa nuansa psikologis masyarakat yang kecewa dan trauma karena upah. Malik Achmadi. aparat pemerintahan desa (Safarin Dullah. dan Mistu. Kebon Sari meminjam gudang PT Gulat. Masyarakat Tokorondo sepertinya tidak keberatan dengan militer membuka perusahaan.Ali. Saat itu kepala operasionalnya masih M. Mereka tidak sadar dan tidak kritis soal militer yang berbisnis. Dan tetap juga harus diakui ada yang bangga dengan Gulat karena etnis bugis. Tetapi kemudian disita oleh Inhutani. kejayaan Gulat. sumber kayu hitam. Daus.

Kondisi lahan Terbengkalainya asset-asset gulat jelas merupakan problem dari sisi yang lain. Yang tampak hanya bekas-bekas tebangan. Sedangkan lahan hutan HPH bekas Gulat saat ini populasi kayu hitamnya sudah habis. tergolong kecil bahkan tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Maka sudah bukan lagi hutan tetapi lebih terlihat sebagai kebun. seperti Lingkungan. 2. Upah kecil dan penggelapan dana Astek Tidak di dapat angka yang spesifik menjelaskan berapa besaran upah minimun regional (UMR) regional yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Sulteng untuk wilayah Sulteng atau UMR regional untuk wilayah kabupaten Poso. Terhadap lahan yang digunakan untuk jalanan. Asset yang berada ditengah desa Tokorondo menjadi sia-sia tanpa pemanfaatan. Selama beroperasi Gulat tidak melakukan tindakan/santunan kepada masyarakat Tokorondo—meskipun Gulat sering meng-klaim sebagai saudara (etnis Bugis)—yang hidup di garis pendidikan dan ekonomi yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah karena sistem dokumentasi Kantor wilayah Departemen Tenaga Kerja (Kanwil Depnakertrans) yang tidak mampu memberikan informasi perihal UMR tersebut. Saat ini lahan bekas HPH Gulat ditanami cokelat. 6. umurnya masih dalam hitungan dibawah 5-10 tahun. Gulat menggunakan alasan demi kelancaran operasionalisasi Gulat. Pelanggaran-Pelanggaran yang dilakukan Gulat Dalam penelitian ini tidak ditemukan bentuk-bentuk pelanggaran yang berdimensi kejahatan sipil dan politis.Bab IV PT. Tetapi yang jelas bahwa para mantan pekerja Gulat yang saat ini masih tinggal di Tokorondo mengatakan bahwa upah yang diberikan kepada mereka dengan strata jabatan masingmasing. Dampaknya terhadap Masyarakat dan Lingkungan Dengan beroperasinya Gulat di Tokorondo banyak menimbulkan dampak. Tetapi beroperasinya Gulat di Tokorondo sangat banyak menimbulkan pelanggaran atau bahkan kejahatan Ekonomi. Bahkan para karyawan yang tergolong sebagai orangnya AM Sandewang yaitu Mistu sampai sempat 69 . Tanggung jawab sosial Dari awal beroperasi Gulat telah melakukan tindakan pembohongan publik berupa penggantian lahan milik masyarakat. 1. baik dari sisi sosial kemanusiaan maupun dari sisi sumber daya alam (SDA). Gulat hanya memberikan penggantian uang terhadap benda/pohon yang ada diatas lahan. Karena dengan lancarnya kerja Gulat maka masyarakat setempat juga akan mendapatkan keuntungannya. 1. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus 5. Sosial dan Budaya (Ekosob). Kalaupun ada pohon Ebony.

8.112194. per 1 Januari 2002. Menunggak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Iuran Hasil Hutan (IHH) Sampai saat ini Gulat untuk wilayah kerja Tokorondo masih menunggak pembayaran 2 jenis pajak. bahwa Gulat setiap harinya mampu memproduksi sampai 250-300 m3 per hari. sebagaimana dikatakan diatas.551. itupun harus dilakukan dengan menempuh beberapa ekstra tindakan diluar proses yang layak.433. Gulat masih berkewajiban membayar sebesar Rp. Kalaupun ada. saat itu masih tercatat sebagai menantu AM Sandewang. malu mengatakan jumlah gajinya. kantor Pelayanan PBB kabupaten Poso sampai saat ini tidak tahu kemana harus dialamatkan surat penagihan. 2. Tambahan biaya hidupnya dilakukan dengan “berbisnis diluar managemen Gulat” sebagaimana yang dilakukan oleh Tungkanan. Maka jumlah kayu hitam yang telah diambil Gulat dari areal HPHnya di Sulteng sebanyak 250 m3 x 17 tahun (365 hari x 17) = 1. Dan dilakukan diatas/diluar jam kerjanya. bisa dibayangkan daya tahan kerja lebih rentan. 3. Caranya bervariasi. Untuk PBB. Konsekwensi gaji yang kecil pada akhirnya harus dibayar dengan keluarnya sejumlah pekerja. Daftar Tagihan Sektor P3.250 m3 kayu hitam. 194 Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Poso. Kantor Pelayanan PBB Poso hanya mengetahui kantor Gulat yang di Tokorondo. tidak bersedia memberikan informasi perihal penunggakan IHH Gulat tersebut. PBB dan IHH.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah berfikir untuk keluar dari Gulat karena gaji yang kecil. Informasi lain mengatakan bahwa Gulat juga belum membayar IHH (Iuran Hasil Hutan). Tetapi saat diverifikasi ke KP2LN. yang masih dianggap karyawan sampai saat ini. Ditingkatan internal Gulat dampak dari kecilnya gaji berdampak pada para pekerja harus mencari tambahan. seksi Penagihan. tagihan tidak direspon. banyak pekerja yang keluar tanpa mendapatkan dana Astek (Asuransi Tenaga Kerja). berarti Gulat telah mengolah kayu hitam selama 17 tahun. melalui Jhon F Wattimury. beberapa pekerja menerima tambahan kerja dari Gulat diluar pekerjaannya. Jika Gulat mulai mengolah kayu hitam sejak tahun 1980 dan tutup pada tahun 1997. KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 70 . Karena kecilnya gaji hingga membuat salah seorang. Ironisnya. Apalagi dengan para pekerja yang tidak mempunyai hubungan khusus. Kasi Piutang Negara. Jelas setelah Gulat Tutup pada 1997. Perusakan Populasi Kayu Hitam Menurut salah satu sumber. Tetapi dimasa kepemimpinan Simson.

bukan hanya dari TNI. dimasa lalu. Baru pada tahun 2000—melalui Ketetapan MPR (Tap MPR) nomor VI tentang pemisahan TNI dan Polri. dan Tap MPR nomor VII tentang peran dan fungsi TNI dan Polri—dilakukan pemisahan antara TNI dengan Polri. bahkan di dunia. di Indonesia. berupa pohon Ebony/kayu hitam. keamanan dan pertahanan. Salah satu area bisnis militer adalah di Sulawesi Tengah. Konsekwensi spesifik terhadap Kepolisian adalah kepolisian yang militeristik. Tunduknya masyarakat terhadap militer makin menjadikan militer sebagai sebuah kekuatan yang bukan hanya melakukan tugas utamanya. adalah munculnya sebuah institusi militer yang terdiri. ternyata membawa berkah kekayaan alam yang sangat khas. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan penggabungan TNI dan Polri sejak zaman Soekarno dan dilanggengkan samapai zaman Soeharto. • Militeristiknya kesatuan TNI dan Polri bukan merupakan sebuah fenomena yang ahistoris. 71 . terutama dizaman Soeharto. Tanah yang kering dan mengandung kapur dengan kadar tinggi. ketika berhadapan dengan masyarakat. tetapi juga merambah ke bidang-bidang yang lain. TNI dan Kepolisian merupakan perangkat negara yang kerap digunakan oleh pemerintah (Baca: pemerintahan Otoriter).Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi 1. yang dilewati oleh garis khatulistiwa. tetapi juga dari kesatuan Kepolisian. yang kaya akan sumber daya alamnya. Kesimpulan Umum : Kayu Hitam di Sulteng • Dari gambaran bisnis militer diatas terlihat bahwa yang dimaksud dengan militer tidak hanya aparat dari kesatuan TNI. • Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu dari sedikit provinsi di Indonesia. atau bahkan di dunia. tetapi juga dari Kepolisian. Salah satunya adalah dengan melakukan bisnis (kegiatan ekonomi). Konsekwensi dari penggabungan tersebut. Oleh karena itu wajah militer Indonesia adalah wajah militer yang sangat berkuasa dimata masyarakat Indonesia.

sejak tahun 1950-an yang khusus berprofesi melakukan bisnis kayu hitam. Terutama jenis kayu hitam di Kabupaten Poso merupakan kayu hitam yang terbaik coraknya (Batang Matches). • Keterlibatan aparat militer dalam bisnis kayu hitam. sejak tahun 1960-an. Karena mempunyai nilai yang tinggi dan diminati oleh berbagai kalangan tersebut ada sebagian masyarakat di Sulawesi Tengah. Kayu hitam sangat diminati oleh masyarakat internasional sebut saja. Hong Kong dan Eropa. Bisnis tersebut dilakukan secara individual maupun secara institusional/korporasi. PT. militer tetap—bahkan lebih—tinggi intensitasnya dalam mengolah bisnis kayu hitam. seolah-olah mengambil kesempatan dalam kesempitan. • Dari sisi geografis Tokorondo merupakan daerah yang strategis. Tokorondo dipilih sebagai daerah pusat operasionalisasinya karena memang letaknya dan komposisi kulturalnya yang strategis. Tetapi pendiri dan pemiliknya yaitu Abdul Muim Sandewang. untuk mengolah hutan yang disekitarnya terkandung kayu hitam. • PT Gulat bisa dikatakan sebagai contoh bisnis non-institusional ABRI. Gulat merupakan sebuah badan usaha yang berada diluar struktur kemiliteran baik di Indonesia maupun di struktur teritorial di Sulteng. Keterlibatan aparat Militer dalam Bisnis Kayu Hitam bisa di dapati di hampir semua bentuk keterlibatan dalam proses bisnis kayu Hitam di Sulawesi tengah. turut serta dalam kendaraan yang membawa kayu hitam dan menyewakan mobil dinas. Sementara dari sisi kultural masyarakat 72 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . terdapat dalam bentuk bisnis pengaman. karena berada di antara dermaga dan gunung hutan. merupakan salah seorang pejabat di Kodam Hasannudin (sekarang Wirabuana). Sandewang dikenal dekat dengan beberapa pejabat sipil maupun militer di Jakarta. masuk PT Gulat (Gunung Latimojong) ke desa Tokorondo kabupaten Poso. • Demikian halnya dengan kondisi saat konflik dan paska konflik.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah • Secara ekonomis kayu hitam mempunyai nilai yang sangat tinggi. Bisnis pengaman tersebut dilakukan dalam bentuk pemberhentian kendaraan dengan dalil pemeriksaan kayu hitam. Masuknya Gulat • Pada tahun 1970-an. Saat Gulat Masuk Tokorondo Sandewang masih menjabat sebagai Wakil Asisten I Intel Kodam Hasanudin. Militer berbisnis di Sulteng • Salah satu pihak yang turut mendukung proses eksploitasi kayu hitam di Sulawesi Tengah adalah aparat militer (TNI/Polri). Bisnis kayu hitam melibatkan rangkaian/berbagai level pekerjaan dari mulai pencari kayu hitam di hutan-pemotong kayu-penarik kayu-pengolah-sampai pembeli. Jepang.

saat ini. seolah-olah bukan merupakan masyarakat yang hidup ditengah kekayaan alam.Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi Tokorondo banyak berasal dari Palopo. • Pola persuasi Sandewang tidak berdampak pada kebijakan resmi perusahaan. masyarakat tidak mempunyai tabungan hasil kerjanya selama di Gulat. Selain itu. Pendekatan persuasif di tunjukkan oleh Sandewang jika harus berhadapan dengan pekerja-pekerja yang notebene berasal dari Palopo. • Setelah tutupnya Gulat di Tokorondo. Pola persuasi Sandewang yang membawa sentimen etnis Bugis mampu menghanyutkan tuntutan masyarakat upah yang layak. Kondisi perekonomian masyarakat Tokorondo. masyarakat Tokorondo yang bekerja di Gulat hampir semuanya mengeluh dalam soal besaran upah. Setelah Gulat Berhenti. Hal ini menandakan bahwa kekayaan alam tersebut hanya menjadi bagian dari kelompok tertentu. di Tokorondo atau di bekas wilayah olahan Gulat. Tetapi dari hasil kunjungan ke bekas lahan olahan Gulat. • Dampak dibidang ekonomi adalah taraf kehidupan masyarakat yang tidak meningkat. Gulat juga banyak meninggal dampak dari eksploitasi Kayu Hitam di Poso. Selain itu keterpurukan kondisi ekonomi masyarakat disebabkan oleh dana astek pekerja Gulat (yang sebagaian besar merupakan masyarakat Tokorondo) tidak disetorkan ke Astek. Dari mulai soal pembelian tanah adat masyarakat. terutama bagi masyarakat Tokorondo. asset-asset perusahaan dibiarkan terbengkalai tanpa pemanfaatan dan pemenuhan fungsi sosial bagi masyarakat. yang saat ini telah menjadi kebun cokelat. terdapat lebih banyak bekas tebangan 73 . juga selalu mengucapkan kata-kata “kita” untuk menunjukkan kepemilikannya terhadap para pekerja. Bahkan sejak masuknya Gulat telah melakukan manipulasi tujuan operasi Gulat di Tokorondo. Jikalau. dimasa lalu. • Selain tidak ada pemanfaatan untuk kepentingan sosial. paska Gulat Tutup. saat ini populasi Kayu hitam semakin menipis. upah yang diterima tidak seimbang dengan pekerjaan dan hasil dari pekerjaannya. Hal ini yang menyebabkan salah satunya. cara pembayarannya yang hanya membayar uang pohon yang ada di atas tanah tersebut dan juga pembukaan jalan untuk memudahkan membawa tanah ke tempat pengolahan. terutama dalam soal upah. Dari penelitian ini tidak didapati kuantitas populasi kayu hitam di Poso. daerah asal Sandewang. ada/banyak warga Tokorondo yang menjadi pekerja di Gulat. Dampak Gulat • Dalam hal pertanggungjawaban sosial Gulat tidak ada andilnya yang berarti dalam kehidupan sehari-hari. • Dampak dibidang lingkungan adalah. Sehingga menimbulkan rasa kebersamaan para pekerja untuk menjaga PT Gulat.

atau diawali dengan kemarahan. dan diminta berbicara soal Gulat. Tungkanan untuk aktif di Gulat. posisi militer. Hingga ada diantara mereka. secara KKN. Sementara konflik yang terjadi beberapa waktu belakangan di Poso. masyarakat mulai menyadari bahwa mereka hanya menjadi alat dan tenaga eksploitasi Gulat terhadap Kayu Hitam yang ada disekitar mereka. diawali dengan kebanggaan tetapi diakhiri dengan kesedihan. Hasilnya ketika Gulat tutup. Tawaran pekerjaan yang menggiurkan tersebut segera memupus harapan masyarakat Tokorondo untuk melanjutkan sekolahnya. ada disetiap level proses bisnis kayu hitam di Poso dan Sulteng secara umum. ketika ingin bekerja. • Dampak psikologis adalah setelah Gulat tutup/tidak beroperasi di Tokorondo. hanya menjadi tambahan persoalan bahkan persoalan besar yang melupakan persoalan lain seperti hilangnya hak masyarakat karena eksploitasi Gulat. Berkaitan dengan penelitian ini. • Polarisasi bisnis di Poso terutama bisnis/eksplorasi dan eksploitasi kayu hitam jelas memperlihatkan peran-peran yang dimainkan oleh struktur pemerintahan dan masyarakat di Poso. saat ditemui. Jikalau ada pohon kayu hitam. Saat ini ketika masyarakat diajak bicara soal Gulat. Keterlibatan anggota Militer dalam Gulat mempunyai beberapa tingkatan. Militerisasi Bisnis • Ketidakberesan Gulat mengolah usaha.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah daripada pohon kayu hitam. Gulat memanfaatkan sisi pendidikan rendah masyarakat sebagai alat untuk menekan upah. • Dampak dibidang pendidikan adalah rendahnya angka pendidikan tinggi di Tokorondo dikarenakan Gulat pernah menjadi andalan dan cita-cita bagi laki-laki di Tokorondo untuk segera mempunyai uang. masyarakat hanya mendapati dirinya berstatus pendidikan rendah. pohon tersebut masih tergolong muda. Indikasinya dapat dilihat pada kesaksian mereka dari soal upah yang rendah dan tidak adanya perhatian Gulat terhadap fasilitas masyarakat setempat. Makassar) sampai operasional Gulat (Mistu dan Tungkanan). jelas memberikan ruang bagi individu-individu tertentu seperti anggota (eks) militer. Dengan kata lain Gulat tidak pernah memberikan pelajaran secara tidak langsung bagi masyarakat untuk lebih dahulu menuntut ilmu baru kemudian bekerja. • Kesedihan secara psikologis merupakan gambaran atas keterpurukan masyarakat atas pengabaian hak-haknya dan ketiadaan ruang masyarakat untuk meng-advokasi diri. diawali dengan kesedihan. Ketilibatan militer dalam Gulat di mulai dari pendirian dan pemilikan Gulat (Asintel Kodam Hassanuddin. mereka seperti mengingat sebuah masa emas tetapi berakhir tragis. Dari mulai sejak proses pencarian kayu hitam yang dilakukan oleh masyarakat dan penempatan hasil 74 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Sementara Gulat tidak pernah melakukan proses kualifikasi pekerja. dan belum sampai pada kualitas sebagai kayu hitam.

Tetapi yang aneh adalah kasus-kasusnya tidak pernah muncul ditingkat penyelesaian secara hukum. bisnis koorporasi yang dikelola individu militer.Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi penebangan militer sudah ada dan terlibat. Itulah sebabnya saat ini di Poso. militer sudah terlibat dalam bisnis militer. hingga harus juga mengakali ancaman tersebut. terutama bisnis kayu hitam. • Masa konflik bahkan merupakan masa dimana perhatian masyarakat semakin rendah terhadap perilaku bisnis militer atas kayu hitam di Poso. Selain itu pengolahannya juga dilakukan oleh masyarakat. terutama di daerah Poso Kota. Lembomawo dan Roronuncu. Oleh karena itu tidak jarang. Hal ini jelas membebankan pebisnis. begitu pula di masa konflik dan sesudah konflik. banyak terdapat usaha kecil masyarakat untuk mengolah kayu hitam menjadi souvenir-souvenir. • Masa konflik di Poso makin meneguhkan posisi militer (Kepolisian dan TNI) di Poso. TNI dan Kepolisian. hampir disemua daerah di Sulteng. Di masa sebelum konflik keterlibatan militer berbentuk individual dan institusional. militer memiliki inisiatif lebih tinggi meskipun bisnis militer atas kayu hitam dilakukan secara seporadis (tidak terinstitusikan/tidak melalui cara koorporasi). bisnis terhadap kayu hitam tetap marak dilakukan oleh militer. disaat konflik sedang memanas. Begitu juga dalam proses pengiriman kayu ke melalui jalur laut ke Malaysia. 75 . Sementara kayu hitam diolah dalam cara lain dan berbeda saat sebelum konflik. Yang terjadi adalah penyelesaian secara kolusif. Ketika sebelum konflik. Bentuknya berupa pengamanan terhadap proses penebangan dan pengamanan tempat penyimpanan kayu hasil tebangan. militer meminta bantuan masyarakat yang berprofesi sebagai Chainsawman untuk mencari sisa kayu hitam yang masih bisa diolah. keterlibatan militer dalam bentuk pengamanan terhadap pelaku bisnis kayu hitam dan ancaman penghukuman. Oleh karena itu tidak hanya kayu hitam yang menjadi lahan bisnis militer di Poso. Persoalannya adalah kayu hitam yang semakin menipis. militer terlibat dalam bentuk pemberhentian atas nama pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan. seperti penangkapan dengan dalih melakukan illegal logging. Ancaman tersebut juga direspon kebentuk yang lebih besar dan terbuka. Sedangkan khusus di Poso tepatnya di Tokorondo. Ketika kayu hitam tersebut dibawa dari tempat penyimpanan ke Palu atau ketempat pengolahan atau ke tempat pelabuhan pengiriman. Hal ini bisa terjadi karena makin lama. kendaraan-kendaraan atau pebisnis-pebisnis kayu hitam menjadi incaran dari individu/kesatuan/kantor lokal aparat militer untuk dimintakan uang. begitu juga saat konflik hanya modus dan cara kerjanya agak berbeda. Memasuki konflik. Militer. Kehadiran militer ditengah rasa ketakutan masyarakat justru meneguhkan posisi militer yang serba mampu melakukan apa saja. Jika di masa sebelum konflik. • Ancaman terhadap proses diatas juga berpotensi datang dari militer itu sendiri. Masa konflik. dan paska konflik. juga melakukan bisnis lainnya berupa bisnis pengamanan individu-individu kedaerah tertentu untuk kepentingan tertentu.

Khusus terhadap Militer harus dilakukan peninjauan ulang untuk melihat sejauhmana efektifitas penempatan militer (Kepolisian dan TNI). Harus segera dilakukan pemenuhan hak-hak korban. 7. Hal ini bertujuan untuk melihat level keterlibatan aktor-aktor yang korup dan berpotensi melakukan manipulasi hak publik masyarakat Sulteng (Poso). Hal ini bertujuan agar penugasan terhadap Kepolisian dan TNI di Poso bukan justru untuk melakukan teror dan pemiskinan di Poso. Perlu pula dilakukan penyelidikan terhadap pola bisnis. menjamin persamaan pendapatan serta peniadaan dan penghukuman kultur represif oleh aparat negara. Pemerintahan Indonesia yang di Pusat maupun yang di Sulteng serta yang di Poso harus melakukan pembenahan sistem demokratisasi ekonomi. 2. hukum dan politik. tetapi sejauhmana upaya penegakkan Hukum oleh Kepolisian terhadap Illegal Logging di Sulteng. Secepatnya juga harus dilakukan sebuah upaya dari pemerintah untuk melihat potensi-potensi ekonomi masyarakat di Sulteng (Poso). TNI. 5. 4. terutama saat ini di Poso yang sedang dalam proses healing masssal dan rekonsiliasi akibat konflik komunal yang terjadi di Poso beberapa tahun terakhir. Bahwa militer justru menjadi aktor dalam bisnis haram kayu hitam di Poso. Oleh karena itu harus dilakukan penyelidikan untuk melihat sejauhmana kerusakan lingkungan (hutan). yang dijarah dalam kegiatan pengolahan kayu hitam.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. terutama bisnis kayu hitam di Sulteng. Beberapa hal tersebut adalah : 1. 3. sistem dan sarana yang menjamin masyarakat hak-hak masyarakat. perusahaan-perusahaan dan yang terjadi di level masyarakat. baik hak korban secara ekonomis maupun secara pidana. Rekomendasi Keterlibatan militer dalam kegiatan perekonomian di Sulteng memberikan catatan khusus bagi perkembangan ekonomi di Sulteng. Selanjutnya harus dibuat sarana dan kesempatan pengolahan sumber daya ekonomi bagi masyarakat dilevel yang paling bawah di masyarakat. atas kejahatan bisnis militer di Poso. seperti data Dephutbun menunjukkan angka Illegal Logging pertahun di Sulteng. Perlu pula dilakukan sebuah upaya yang serius untuk melihat bentuk korupsi dan kolusi baik yang dilakukan dalam tubuh pemerintahan sipil. kepolisian. 76 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . 6. Selain itu juga harus dilakukan pemeriksaan silang terhadap sejumlah instansi yang terkait. Hasil dari pemetaan potensi ekonomi masyarakat tersebut harus diumumkan melalui cara yang demokratis kepada masyarakat. Hal ini harus ditopang oleh integritas aparat negara.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->