Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah

TIM PENELITIAN BISNIS MILITER DI POSO SULAWESI TENGAH
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) FEBRUARI – MARET 2004
1

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah

2

KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS)

Daftar Isi

Daftar Isi
BAB I PROFILE WILAYAH SULAWESI TENGAH Kondisi Geografis dan Kependudukan Kondisi Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah KABUPATEN POSO Kondisi Geografis dan Penduduk Kabupaten Poso Kondisi Sosial dan Ekonomi Kabupaten Poso DESA TOKORONDO Kondisi Geografis dan Penduduk Desa Tokorondo Kondisi Sosial dan Ekonomi Desa Tokorondo Penelitian Bisnis Militer BAB II HUTAN DAN KAYU HITAM DI SULAWESI TENGAH Hutan Kayu Hitam Bab III Militer, Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Profil Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Dampak Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah BAB IV PT. GUNUNG LATIMOJONG (GULAT): SEBUAH STUDI KASUS Sejarah Pendirian Wilayah Kerja PT Gulat Pekerja dan kompensasinya Perannya terhadap masyarakat Dampaknya terhadap Masyarakat dan Lingkungan Pelanggaran-Pelanggaran yang dilakukan Gulat BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Rekomendasi 5 5 5 8 11 11 18 24 24 25 27 29 29 36 41 41 45 50 53 53 55 61 68 70 71 73 73 78

3

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 4 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .

Buol dan Palu).Bab I Profile Wilayah Bab I Profile Wilayah I. Banggai. Sulawesi Tengah dalam Angka.066.71 km . B. 2 0 0 1 2 Data BPS. 1 Kotamadia dengan 81 Kecamatan serta 1. Penduduk2 Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000. secara administratif dibagi dalam 8 Kabupaten (Banggai Kepulauan. di sebelah timur berbatasan dengan propinsi Maluku. Poso.430 desa/kelurahan definitif. Luas wilayah Sulawesi Tengah 68. dengan 1. serta 119 22’ Bujur Barat dan 124 22’ Bujur Timur. Morowali. Sulawesi Tengah terletak di antara 2 22’ Lintang Utara dan 3 48’ Lintang 0 0 Selatan. Kondisi Geografis dan Kependudukan A. Donggala. Tolitoli.289 berstatus desa dan 141 berstatus kelurahan. di sebelah selatan berbatasan dengan propinsi Sulawesi Selatan dan propinsi Sulawesi Tenggara. dengan kepadatan 2 2 penduduk 32/km (Indonesia 106/km ). Disamping itu terdapat pula 10 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).000.97 %. 2003 ibid 5 . Kondisi Geografis1 Secara geografis. Jumlah penduduk Sulawesi Tengah merupakan 1.059. dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1. dan di sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makasar. SULAWESI TENGAH 1. penduduk propinsi Sulawesi Tengah berjumlah 2.02 % dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Di sebelah utara propinsi ini berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Propinsi Gorontalo.

000 jiwa atau 35. sementara 2 2 kabupaten lain berkisar antara 10-44 jiwa per km . dimana untuk transmigrasi umum di Kabupaten ini tercatat 12.91 % 2.284.815 834.287 jiwa. 1990 dan 2000 mengalami peningkatan yang signifikan.496 662.000 jiwa atau 4. Namun bila dilihat dari angka kepadatan pendududuk.822 KK dengan 57. TABEL 1.7 % dari total penduduk Sulawesi Tengah). 1980. serta untuk transmigrasi swakarsanya mencapai 12. Begitu juga dengan jumlah penduduk yang mengalami peningkatan secara bertahap selama periode waktu tertentu.080 jiwa. Sementara kabupaten dengan penduduk yang paling sedikit adalah Kabupaten Buol (98.710.079.86 % 2. yaitu sebanyak 24. Jika ditelusuri penempatan transmigrasi setiap kabupaten.541 KK dan 19. Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2000 adalah 1.83 % 3.309 622. Kemudian Kabupaten Banggai dan Poso merupakan jumlah terbesar kedua dan ketiga masing-masing tercatat 22.996 KK dengan 109. maka Kota Palu merupakan wilayah terpadat dibandingkan dengan kabupaten lainnya.528 1. Sulawesi Tengah dalam Angka 2002 *Dalam Jiwa Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa laju pertumbuhan penduduk di Sulawesi Tengah dari tahun 1971.075 1.224 Jumlah Penduduk* 913. Penduduk terbanyak terdapat di Kabupaten Donggala (732.201 Laju Pertumbuhan 2. JUMLAH DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK BERDASARKAN HASIL SENSUS PENDUDUK TAHUN 2000 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 467. Berdasarkan data BPS tahun 2002.079.201 dengan laju pertumbuhan 2. Sulawesi Tengah merupakan salah satu propinsi penerima transmigran. 44 jiwa per km di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Donggala.207 jiwa.977 1.865 KK.015. Sementara daerah yang merupakan penerima transmigrasi paling sedikit yakni hanya 680 KK berada di Kabupaten Buol.063.890 2.174 KK dengan 52.662 1.04 % Sensus Penduduk 1971 1980 1990 2000 Sumber : Data BPS. dimana 10 jiwa per km berada Kabupaten 2 Morowali. sedangkan penduduk perempuan 1. secara umum Kabupaten Donggala merupakan daerah penempatan transmigrasi tertinggi.977.015.166 446.219 876. jumlah Penduduk di Sulawesi Tengah berkisar 2 juta jiwa lebih.224 dari total keseluruhan jumlah penduduk Sulawesi Tengah yang berjulah 2. kepadatan penduduk Kota Palu telah mencapai 681 jiwa per km .Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2 Tahun 2000. tersebar di 8 kabupaten dan 1 kotamadya.04.063. 6 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .21 % dari total penduduk Sulawesi Tengah).

725 jiwa.089 36.560 150.925 38.171 233.890 98.126 173.228 88.222 60.898 85.Bab I Profile Wilayah Tahun 2000.093 451.977 Perempuan 69.103 35.912 16.079.207 12.749 1.224 Jumlah 141.765 732.880 135.979 151.038 Desa 141.726 151.525 98.263 1.990 Kabupaten/ Kota 1 Banggai Kep.616 16.011 25.030 324.765 jiwa.125 133.166 99.750 11.846 38.909 112.598 8.820 1.080 11.791 151.888 119.063.320 242.897 355.944 221.604 244.009 405.051 47.172 221.823 325.015.343 1. Sulawesi Tengah dalam Angka. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN PADA TAHUN 2000* Laki-laki 71.757 April Kota 8.979 38. dan Kabupaten Poso dengan jumlah penduduk 232.379 133.710 60.930 37.767 243.383 406.676 8. Kabupaten Banggai memiliki jumlah penduduk yang paling tinggi di Sulawesi tengah.796 138.005 269.083 2.427 16. Untuk perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan.411 Juni Kota Desa 8.727 8.586 452.725 160. penduduk laki-laki hanya sedikit lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan.849 232.882 150.474 50.580 82.298 38. diikuti Kotamadya Palu sebagai ibukota dari Propinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk 269.083 jiwa.712 324.496 25.764.349 449.969 1.394 233.145 77.201 Kabupaten/Kota Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala Tolitoli Buol Palu Sulawesi Tengah Sumber : Data BPS. yaitu 271. Sulawesi Tengah dalam Angka 2002 * Dalam Jiwa TABEL 3.216 404.626 59.227 222.201 140.175 271. 2 Banggai 3 Morowali 4 Poso 5 Donggala 6 Toli-toli 7 Buol 8 Parigi Moutong 9 Palu Sulawesi Tengah Sumber : Data BPS.868 376.243 141.936 99.516 38.760.767.517 25.966 35.797 232.072 151. TABEL 2. No PENDUDUK PROPINSI SULAWESI TENGAH PER-KABUPATEN/KOTA (FEBRUARI-JUNI 2003)* Februari Kota Desa 8. 2003 * Dalam Jiwa 7 .

sedangkan pertumbuhan jumlah guru sebesar 0.22 % per tahun dan pertumbuhan jumlah sekolah menengah rata-rata sebesar 1. Sedangkan jumlah murid dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pendidikan Menengah (SLTP. Kondisi Sosial Faktor-faktor sosial di Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2 faktor. c.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. Pendidikan4 a. Pada periode 1997/1998-2001/2002 pertumbuhan jumlah murid sekolah menengah (SMU & SMK) rata-rata sebesar 6. Namun untuk jumlah sekolah selama periode yang sama sebesar 29. yaitu faktor Pendidikan dan faktor Agama. pada tahun 2000/2001 jumlah murid sebanyak 18.014 orang pada Tahun Anggaran 2001/ 2002. yang berarti bahwa dari setiap seorang guru akan terdapat 18 orang murid SD dan rata-rata guru untuk setiap sekolah adalah 7 orang. Sementara. Rasio perbandingan murid dengan sekolah tahun 2001/ 2002 menunjukkan bahwa dari setiap SD terdapat 126 murid.29 %.42 % dan 6.034 orang meningkat menjadi 18. SMU dan SMK) Pendidikan tingkat SLTP (termasuk SLTP terbuka) selama periode 1997/1998-2001/ 2002 dari segi jumlah murid dan guru mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 20. Persoalan Pendidikan penting untuk melihat pembangunan/kualitas Sumber Daya Manusia di Sulawesi Tengah. Inpres dan swasta) mengalami pertumbuhan yang fluktuatif selama periode 1997/1998-2001/2002.766 orang untuk tahun 2001/2002 turun menjadi 1. 1.204 murid tahun 2001/2002. murid dan guru SD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran (SD Negeri. Pendidikan Pra-sekolah (Taman Kanak-Kanak). b. Sedangkan rasio murid-guru sekolah menengah tahun 2001/2002 (tidak termasuk Kabupaten Bangkep) adalah sebesar 14 yang berarti 3 4 ibid ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 8 . Jumlah sekolah TK pada tahun 2000/2001 sebanyak 542 buah dan pada tahun 2001/ 2002 jumlah tersebut berkurang menjadi 489 buah. serta jumlah guru TK dari 1.3 Kedua faktor ini menjadi penting untuk melihat progresifitas hubungan sosial dan kemampuan pembangunan di Sulawesi Tengah. Persoalan agama juga semakin kontras untuk dilihat ketika konflik sosial muncul di Sulawesi tengah.89 % tahun.70 % per tahun. Agama juga penting untuk melihat komposisi dan menejemen sosial yang berbasis agama. sedangkan rasio muridguru sebesar 18. A. Pendidikan Dasar (Sekolah Dasar) Jumlah sekolah.11 %. Kondisi Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah A. Konflik yang bermunculan sejak 1998 tersebut dihembuskan dengan sentimen agama.

33 9.183 Jiwa).55 40.47 60.01 30.32 0. Budha (42.32 0.28 0. 5 ibid 9 . kehutanan.35 Budha 0. perikanan).602 Jiwa).62 Hindu 0.98 57.03 1. Kondisi Ekonomi5 Kegiatan perekonomian di Sulawesi Tengah berasal dari beberapa sektor.47 0.87 0.99 11. sedangkan rasio murid-guru adalah sebesar 317.44 2. Kemampuan tersebut akan dilihat dari cara masyarakat ekonomi Sulawesi Tengah melakukan kegiatan perekonomiannya (baca: pengolahan) terhadap sumber daya alam atau sumber daya jasa di Sulawesi tengah. PROSENTASE PEMELUK AGAMA MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2002 Kabupaten/Kota Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala Tolitoli Buol Palu Sulawesi Tengah Islam 50.34 12.97 27. Pendidikan Tinggi Pada periode 1997/1998-2001/2002 pertumbuhan jumlah mahasiswa rata-rata sebesar 17. Agama Jumlah penduduk menurut agama yang dianut di Sulawesi Tengah per Juni 2003 (dikalikan dengan prosentase per 2002.71 2. yaitu sektor pertanian (perkebunan. d.413.44 2. tabel 4) adalah Islam (1.12 2.27 0.69 1. Proporsi penduduk tersebut tidak menampakkan pergeseran yang berarti (kecenderungan tetap) sejak tahun 1998 sampai tahun 2002.64 Kristen 45. TABEL 4. peternakan.97 % tiap tahunnya dan pada periode yang sama jumlah dosen tumbuh rata-rata sebesar 25.10 89. Katholik (58.51 2.638 Jiwa).93 4.47 Katolik 3.44 1. 2003 B.18 21. yang berarti setiap sekolah menengah akan terdapat rata-rata sebanyak 301 murid.68 7.47 2.52 0 72. Gambaran kondisi ekonomi di di Sulawesi Tengah bertujuan untuk melihat kapasitas dan kemampuan provinsi Sulawesi Tengah dalam bidang perekonomian. Sulawesi Tengah dalam Angka.85 0.Bab I Profile Wilayah setiap seorang guru akan terdapat 14 murid. 2.278 Jiwa). perdagangan dan industri.037 Jiwa).90 23.30 0. Hindu (96.92 Sumber : Data BPS.67 6.25 % per tahun.81 4.24 2.69 0. Kristen (610.45 0.98 82.20 72. A.22 63.

1.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah B.175 unit kapal pada tahun 2001. Perkebunan Sektor pertanian perkebunan terbagi menjadi 2 yaitu perkebunan besar (yang dikelola perusahaan perkebunan) dan perkebunan rakyat.689 ha.78%. kopi.353 ton bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 92.489. kuda). sedangkan jenis tanaman lainnya dibawah 1. 2002 7 Jenis ternak yang diusahakan ini merupakan gambaran umum peternakan yang ada di Sulawesi Tengah. hutan yang dapat dikonversi seluas 251.856 ha.587 ha. Peternakan Jenis-jenis ternak yang diusahakan di Sulawesi Tengah diklasifikasikan menjadi ternak besar (sapi. Untuk jenis tanaman yang dihasilkan di perkebunan rakyat mulai dari kelapa sampai dengan tanaman kemiri.395 unit menurun juga menjadi 25. 6 Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.7 d. Adapun jumlah rumah tangga perikanan (laut dan darat) tahun 2000 sebanyak 30. Pertanian a.248 ha. dan hutan suaka alam dan hutan wisata seluas 676.072 m3 jika dibandingkan dengan produksi (eksploitasi) tahun 2001 sebanyak 125. ayam kampung dan itik).975 ha. Jenis tanaman yang dihasilkan oleh perkebunan besar antara lain kelapa. Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan.472 ha. karet dan kelapa sawit. sedangkan perikanan darat tahun 2001 tercatat 5. kerbau. coklat.394. ternak kecil (kambing.923 ha. 10 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .925 ha dengan produksinya mencapai 121.252 rumah tangga menurun menjadi 29. Perikanan Produksi perikanan laut tahun 2001 sebanyak 98. domba dan babi).350 ton berarti mengalami peningkatan 6. Departemen Kehutanan.242 ha berarti terjadi penurunan 43. teh. sedangkan produksi (eksploitasi) tahun 2002 sebanyak 73. jambu mente. kelapa 1. hutan produksi biasa tetap seluas 500.504 m3.50 %.476. hutan produksi terbatas seluas 1. Kemudian tanaman coklat seluas 4.982 ha yang terdiri dari hutan lindung seluas 1.710 ha. Kehutanan Luas kawasan hutan Sulawesi Tengah tahun 2002 tercatat 4. dan ternak unggas (ayam ras. Eksploitasi hasil hutan bagi pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH) pada tahun 2002 dengan luas penebangan mencapai 2. Hasil peternakan tersebut juga merupakan salah satu sumber produksi yang juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian di propinsi ini.556 rumah tangga pada tahun 2001. Badan Planologi Kehuutanan.300 ha.434 ha jika dibandingkan dengan luas penebangan tahun 2001 sebesar 5. Dari luas keseluruhan areal perkebunan besar tahun 2002 yang tercatat 64.56 %.339 ton.6 c. didominasi oleh tanaman kelapa sawit sebesar 51.434 ton. sedangkan jumlah perahu/ kapal tahun 2000 tercatat 26.316 ha. b. kopi 1. penurunannya mencapai 41.

minuman dan tembakau. Industri kayu dan barang dari kayu termasuk perabot rumah tangga. 2003 ibid 10 ibid 11 Data BPS. Kondisi Geografis dan Penduduk Kabupaten Poso A.Bab I Profile Wilayah B. pakaian jadi dan kulit. Industri makanan. kecil dan rumah tangga. 3. Letak wilayah Kabupaten Poso dapat dilihat dari berbagai aspek. Industri9 Sektor industri dikelompokkan menurut banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada industri tersebut yaitu industri besar. Industri kertas dan barang dari kertas. 2). yang diperkirakan jumlah seluruh pulau sekitar 81 pulau yang sudah bernama dan yang berpenghuni sekitar 40 pulau. 7). antara lain letak astronomis. Industri pengolahan lainnya. 6).10 II. dan kurang dari 5 orang adalah industri rumah tangga. minyak bumi.8 B. Korea. Kondisi Geografis11 Kabupaten Poso wilayahnya membentang dari arah Tenggara ke Barat Daya dan melebar dari arah Barat ke Timur dan sebagian besar berada di daratan pulau Sulawesi. Sulawesi Tengah dalam Angka. Taiwan. Berdasarkan letak astronomisnya. Negara-negara utama tujuan ekspor Sulawesi Tengah tahun 2002 antara lain Belanda. Klasifikasi jenis industri di Sulawesi Tengah dibagi menjadi: 1). Industri tekstil. Perkembangan ekspor impor dalam kurun waktu 1998-2002 mengalami perkembangan yang berfluktuasi. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih diklasifikasikan sebagai perusahaan industri besar. karet dan plastik. serta 8). Jepang. Letak astronomis Kabupaten Poso berdasarkan garis lintang dan garis bujur wilayahnya 0 0 0 0 terletak pada koordinat 0 06’56”-3 37’41” Lintang Selatan dan 120 05’25”-123 06’17” Bujur Timur. Perdagangan Perdagangan di Sulawesi Tengah meliputi perdagangan ekspor impor. KABUPATEN POSO 1. 4). 20 sampai 99 orang diklasifikasikan sebagai industri sedang. Cina dan Australia. Belgia. 3). Sedangkan negara asal impor antara lain Amerika. 5 sampai 19 orang diklasifikasikan sebagai industri kecil. panjang wilayah Kabupaten Poso dari ujung barat 8 9 Data BPS. 2002 11 . 2. Bagian wilayah lainnya terdiri dari laut dan pulau-pulau. Industri dari hasil barang-barang logam mesin dan peralatannya. 5). Industri bahan bangunan dari tanah liat/keramik. Kabupaten Poso dalam Angka. Jepang. percetakan dan penerbitan. geografis dan geologis. sedang. Industri kimia dan barang-barang dari kimia. batu bara.

desa swakarya. Dilihat dari penyebarannya sebagian besar penduduk masih terpusat di ibukota kabupaten dan kecamatan-kecamatan Poso Pesisir. sebelah selatan berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Morowali. Penduduk12 Untuk wilayah administrasi Kabupaten Poso terdiri dari 15 kecamatan yang membawahi 211 desa definitif dan 26 yang berstatus kelurahan. yang terbagi dalam 3 kelas yakni desa swadaya. B.289 jiwa dan transmigran Swakarsa 150 KK. Pada tahun 2001. 1. Kecamatan-kecamatan penerima transmigran tahun anggaran 2001/2002 di daerah kecamatan Lore Utara . Pamona Utara. sebagian terletak di perairan Teluk Tomini dan bagian lainnya terletak di perairan Teluk Tomini dan Teluk Tolo.889 jiwa yang terdiri dari transmigran umum sebanyak 310 KK. sedangkan luas wilayahnya sekitar 0. sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banggai dan perairan Teluk Tolo. Kawasan lain pada umumnya terletak di kawasan hutan dan lembah pegunungan.3 %). 1. 209 desa swasembada (82 %). 12 ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 12 . Transmigran yang ditempatkan di daerah ini pada tahun anggaran 2001/2002 berjumlah 460 KK.42% dari luas seluruh wilayah daratan Kabupaten Poso. Lebarnya dari Utara 0 ke Selatan 3 dengan jarak lebih kurang 396 km. Sekitar 13. Menurut hasil Registrasi Penduduk tahun 2002. pegunungan Pompangeo dan pegunungan di bagian Timur Laut. Sedangkan letak geologisnya. penduduk Kabupaten Poso berjumlah 266. Dilihat dari tingkat perkembangannya desa-desa/kelurahan yang ada di daerah ini telah diklasifikasikan sebanyak 238 desa.19 % penduduk tinggal di kecamatan Poso Kota. Tojo dan Pamona Timur. Pamona Selatan dan Ampana Kota. terletak pada deretan pegunungan lipatan. dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Donggala. terdapat 15 desa swakarya (6. Warga transmigran ini berasal dari pengungsi lokal. 600 jiwa. dan sejak beberapa tahun terakhir tidak terdapat lagi desa yang diklasifikasikan desa swadaya. pegunungan Takolekaju di bagian Barat Daya. Letak geografis Kabupaten Poso dilihat dari posisinya terletak pada pesisir pantai. pegunungan Verbeek di bagian Tenggara. Wilayah Kabupaten Poso dibatasi oleh batas alam yakni kawasan pantai dan pegunungan perbukitan dengan batas administrasif: sebelah utara berbatasan dengan Teluk Tomini dan Propinsi Sulawesi Utara.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 0 sampai ujung Timur 123 diperkirakan jaraknya kurang lebih 696 km. dan desa swasembada.613 jiwa. yakni pegunungan Fennema dan Tineba di bagian Barat.

13 B.170 13.811 10.427 136.400 16.958 12.157.476 31.386 3.678 16.047 6.000 12. suku-suku asli yang saat ini mendiami Kabupaten Poso dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah lainnya dapat ditemu-kenali.437 8.75 1. Albert Christiaan Kruyt (1869-1949). Ketiga.43 1.524 4. To Longkea. 13.980 23. No. To Kadombuku.126 4. yakni sebagian penduduk asli yang menggunakan Bahasa Bare’e sebagai bahasa ibu.To Peladia To Palande. JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN POSO MENURUT KECAMATAN Laki-Laki 18.934 4.644 11. Kelompok pertama dan kedua berlokasi di propinsi Sulawesi Tengah dan kelompok ketiga di Propinsi Sulawesi Selatan. Penduduk asli dalam kategori Poso Toraja.75 14.085 6.92 1.070 10.623.047.433. 10. 8. 4.362 5.76 Nama Kecamatan Poso Kota Lage Poso Pesisir Pamona Utara Pamona Selatan Pamona Timur Lore Utara Lore Tengah Lore Selatan Tojo Ulu Bongka Ampana Kota Ampana Tete Una-una Walea Kepulauan Jumlah Sumber: Data BPS. Toraja Selatan atau disebut juga Toraja Sa’dan.30 965. Kedua.852 6. 5. To Rompu. 13 .627. 12.036 26.95 1.30 796.798 15.987 Jumlah (dalam jiwa) 35.11 237.719 3. 7. disusun oleh Lembaga Pengembangan Studi Hukum dan Advokasi Hak Asasi Mnusia (LPS HAM) Sulawesi Tengah 14 Albert Christian Kruyt.878 9. Toraja Koro.69 2. Pertama.1. Toraja Palu dan Toraja Sa’dan.400 6.969 20.14 Untuk menyebutkan Toraja Poso.58 235. 14.866 12.953 5.252 12.767.845 7.084 7. To Wisa 13 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali.02 527. Kelompok-kelompok penduduk asli itu antara lain To Pebato. 15. 2002 Penduduk di Kabupaten Poso terbagi menjadi 2. Toraja Barat atau disebut juga Toraja Parigi-Kaili. menunjuk tiga kelompok besar Toraja yang mendiami wilayah tersebut.46 401.458 8. Kabupaten Poso.613 Wilayah (Km2) 60.596 6.819 1. yaitu suku asli dan suku pendatang. 3.169 13.069 11.233 9. 2003. Sulawesi Tengah.963 7.336 11. 6.286.82 1.693 266. 11.626 Perempuan 17. Suku Asli Dari literatur lama. Toraja Timur atau Toraja-Poso-Tojo.880 22.266 129. 1. 9. Misionaris yang ditempatkan di Poso sebagai penyebar agama Kristen sejak tahun 1890an.899 9.Bab I Profile Wilayah TABEL 5.567 2. 2. To Lage.111 19.42 997.26 701. To Wingkem Poso.

Bahasa Bungku dan dialeknya dekat berhubungan dengan bahasa-bahasa yang dipakai di Sulawesi bagian timur dan Sulawesi 15 16 Anto Sangaji. Lazim juga disebut To Pekurehua. terhadap penduduk asli dalam kategori Poso Toradja lebih populer dengan sebutan To Pamona.000 meter di atas permukaan laut. di luar To Ampana. To Kalae.15 Penduduk asli dalam kategori Koro Toradja yang saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Poso adalah To Napu. bahasa Napu. Wawancara. Kendati demikian. Jumlah mereka sangat signifikan dibanding suku-suku bangsa asli lainnya.000 orang. Yayasan Tanah Merdeka. Pertama. mereka tidak pernah memanggil diri mereka sebagai To Lore. Bahasa Besoa saat ini digunakan sekitar oleh 4. ketiga suku di lembah pegunungan itu lebih akrab menyebutkan diri mereka sebagai To Napu atau To Pekurehua. saat ini menempati satu desa di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. To Watu. Berdasarkan survei dilakukan Albert C Kruyt17 dikelompokan kedekatan bahasa ketiga suku itu ke dalam apa yang disebutkan sebagai kelompok bahasa Bada (Badaic languages).19 Sedangkan kelompok Palu Toraja. To Napu yakni penduduk yang mendiami dataran tinggi Napu yang sangat luas. dan To Bada.16 Secara linguistik. Palu.000 jiwa.000 jiwa dan. 2 Maret 2004.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah dan To Buju To Lamusa. To Ondae. Bahasa Bare’e menjadi menjadi bahasa pemersatu To Pamona. To Bada yakni penduduk asli yang tinggal lembah Bada di jantung Sulawesi Tengah. Hampir dalam percakapan dengan orang luar. To Pakambia To Pada. To Behoa. masih terdapat beberapa suku bangsa asli lain yang mendiami wilayah yang kemudian menjadi Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali. To Torau. yakni penduduk asli yang mendiami dataran tinggi yang luas di lembah Besoa. dan Bada berbeda dengan Bahasa Bare’e. Selain suku-suku bangsa di atas. To Behoa. Besoa. Kedua. dan To Bada. To Langgeni dan To Tawualongi. To Behoa. 18 Terhadap ketiga suku bangsa yang masuk dalam kategori Koro Toraja tersebut orang-orang kerap menyebut dengan To Lore. Ada pengelompokkan ketiga bahasa ini bersama-sama dengan bahasa Leboni ke dalam apa yang disebutkannya sebagai “bahasa-bahasa pegunungan Toradja Timur” (Oost Toradjasche Bergtalen [Eastern Toradja mountain languages]). To Bau. To Tawaelia menggunakan bahasa Baria. dan To Lalaeo dan To Ampana. opcit 19 ibid 14 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Saat ini. Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Sulawesi Tengah. tidak seperti sebutan To Pamona yang mudah diserap oleh berbagai suku bangsa penyangganya. To Bungku tinggal di sepanjang pantai menghadap ke Teluk Tolo. Sulawesi Tengah. yang saat ini masuk dalam wilayah Poso adalah To Tawaelia atau To Payapi. Mereka menghuni tiga lembah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1. Ketiga. bahasa Napu sekitar 12. bahasa Bada sekitar 8. To Tananda. opcit 17 survei dari Albert C Kruyt 18 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali.

dan kelebihan penduduk desa. yakni penduduk yang mendiami bagian timur dari wilayah Pamona. To Mori tinggal di wilayah pegunungan. B. WawoniiKalisusu. yang kemudian dikelompokkan ke dalam bahasabahasa Bungku-Mori. Sulawesi Tengah. Talatako. suku-suku dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dalam kasus migrasi suku bangsa Toraja di Sulawesi Tengah terlihat bagaimana suku-suku bangsa tersebut berpindah-pindah dalam kurun waktu yang panjang. baik melalui migrasi secara spontan. Bali dan Gorontalo sangat menonjol jumlahnya. pendidikan. Suku ini menyebar di gugusan kepulauan Togean di teluk Tomini.970 jiwa (Morowali) dan 7. opcit 22 Anto Sangaji. penduduk berasal dari suku bangsa Bugis mencapai 21. opcit 23 Data BPS. 2001. birokrasi pemerintahan. Bahasa Tolaki. Bahasa Bungku dikelompokkan ke dalam bahasa-bahasa Bungku-Mori. Minahasa. To Mori menggunakan bahasa Mori. Penduduk terutama tinggal di beberapa pulau. Jawa. Gorontalo 876 jiwa (Morowali) dan 15. 20 21 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. penyebaran suku bangsa asli Poso di atas telah melintasi batas-batas wilayah tradisional mereka. Bahasa Bungku.Bab I Profile Wilayah Tenggara. Bali 5. beberapa suku seperti Bugis. Sulawesi Tengah.23 persen dari total penduduk Poso dan Morowali pada tahun 2000. yang mencakup Bahasa Mori. Pada masa sekarang. penyakit. alasan utama migrasi adalah kebutuhan mendapatkan lahan perladangan yang baru. Orang Togean menggunakan bahasa Togean. serta institusi modern lainnya. persentase suku-suku bangsa pendatang ini mencapai 20.2. Walea Besar dan Walea Kecil. serangan suku dari luar. Togean.723 jiwa (Poso).620 jiwa (Morowali) dan 6.802 jiwa (di Kabupaten Poso). Tionghoa dan Arab.21 Tentu saja. juga melalui program-program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah. di antaranya pulau Batudaka.384 jiwa (Poso). Berbeda dengan To Bungku yang tinggal di wilayah pesisir. 15 . opcit Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Suku-suku itu umumnya memasuki Poso. kegagalan tanaman. dan Bahasa Moronene. Suku Pendatang Suku bangsa pendatang di yang berada di Poso antara lain berasal dari suku Bugis. Bali. Pada tahun 2000. selain karena saling menyerang di antara suku-suku bangsa itu.22 Di antara penduduk suku-suku bangsa pendatang.20 To Mori. telah mempercepat mobilitas penduduk antar wilayah. Gorontalo. Toraja.243 (Poso). Kabupaten Poso dalam Angka.23 Dengan kata lain. Jawa 16.021 jiwa (di Kabupaten Morowali) dan 11. Agaknya. dengan tersedianya jalan. Suku bangsa lain yang juga dominan di wilayah Poso adalah Togean. Jawa.

Suku-suku ini sebelumnya berada di perbatasan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Poso. Kemudian. Karonsi’e Dongi. mudah ditemukan warga Bugis dan Gorontalo. opcit ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 16 . Donggala). birokrat sipil dan militer. Sebut saja. dengan konsentrasi terbesar terdapat di wilayah-wilayah pesisir. Umumnya sudah terjadi pembauran suku pendatang dan pribumi melalui perkawinan. Migrasi yang terjadi belakangan terutama dipicu oleh terbukanya jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar-Palopo-Poso-Palu-Gorontalo-Manado. Di antara mereka juga sudah kawin-mawin dengan penduduk asli di dataran tinggi itu. Mereka menjadi pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok. misalnya. migrasi kalangan terdidik untuk menjadi pendidik. karena ramainya perdagangan di teluk itu di masa lalu. terdapat orang-orang Minahasa dan Toraja. kopi dan kakao).Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Arus masuk orang-orang Bugis dari bagian Selatan dan Gorontalo dan Minahasa dari bagian utara ke wilayah-wilayah Poso sudah berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. Sulawesi Tengah. Orang Gorontalo. maupun melalui Palu-Poso. seperti di Poso 289 jiwa. sejak zaman Belanda. Sebaliknya. Para migran terutama mengincar tanah-tanah pertanian yang subur di wilayah Poso. dan memiliki lahan-lahan pertanian (sawah. Tidak ada informasi pasti mengenai waktu migrasi di masa lalu. baik melalui jalur Palopo-Poso. tetapi diduga karena berbagai motif. baik yang sudah terbuka maupun yang masih terisolasi. sudah menyebar di wilayah-wilayah pesisir Teluk Tomini termasuk Poso. terutama di daerah-daerah dataran tinggi. di mana salah satu tujuan migrasi adalah bagian tengah Sulawesi (Luwu. Pada tahun 1920 populasi orang Tionghoa di berbagai tempat yang kini menjadi bagian dari Poso sudah mencapai 596 jiwa. Yang menonjol dari migrasi suku-suku bangsa Sulawesi ke Poso adalah bahwa di daerahdaerah pesisir pantai. juga terdapat migrasi suku bangsa kecil ke Poso. sehingga memudahkan mobilitas Orang Bugis masuk ke wilayah Poso. seperti di Lembah Bada dan Lembah Besoa. Setidak-tidaknya. Suku bangsa pendatang lain yang juga penting di Poso adalah Tionghoa dan Arab.25 Selain suku bangsa besar Sulawesi. bagian utara dan selatan Sulawesi merupakan wilayah migrasi keluar penduduk yang penting. migrasi “kalangan bawah” untuk kegiatan pertanian dan perikanan. pembeli hasil-hasil hutan (rotan). Masuknya orang-orang Bugis ke wilayah Poso sudah berlangsung berabad-abad lamanya.24 Migrasi Orang Gorontalo dan Minahasa juga telah berlangsung dalam masa yang panjang. Ampana 24 25 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Orang Bugis juga dengan mudah ditemukan di berbagai daerah dataran tinggi. To Padaoe. misalnya. dan tugas-tugas gereja (Minahasa). dan To Rampi yang pindah ke Poso karena peristiwa DII/TII Kahar Muzakkar pada ahir 1950-an. Orang Minahasa dan juga Gorontalo yang masuk ke wilayah Poso dalam masa puluhan tahun terakhir sudah memiliki motif yang jauh lebih kompleks.

karena sebelum kedatangan para transmigran. Pamona Selatan.26 Dalam tahun yang sama. total jumlah transmigran mencapai 45. dan Pirsus Lembo VI. Una-una (57 jiwa). Suku-suku Jawa. dan Mayoa IV tercatat sebanyak 1.227 jiwa. populasi penduduk di Kecamatan ini yang di tahun 1972 hanya 6. Ampana (40 jiwa).920 jiwa. diantaranya adalah Kecamatan Poso Pesisir. Kecamatan ini selama Pelita III menerima pasokan transmigran dalam jumlah signifikan. dan Bungku Tengah.860 KK atau 7. di Tentena sebanyak 24 jiwa dan wilayah Ondae 12 jiwa. Walea (34 jiwa) dan Togean (33 jiwa). Pirsus Lembo II.734 jiwa. melalui program transmigrasi telah ditempatkan penduduk sebanyak 88.27 . Una-una 50 jiwa. Akibatnya.Bab I Profile Wilayah 71 jiwa.28 Pengalaman yang sama juga terjadi di Kecamatan Lembo. Sulawesi Tengah. Pirsus Lembo IV. total penduduk di kecamatan ini mencapai 17. populasi orang Arab mencapai 285 jiwa. yakni suku asli dan mayoritas setempat. populasi penduduk di kecamatan tersebut pada tahun 1972 hanya 9. Mengingat sejak Pelita IV. Di Poso.428 jiwa pada tahun 1990. Bungku Utara. Pirsus Lembo III. opcit 29 ibid 17 . meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 1990 mencapai 13. dan suku-suku dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tumpah ruah di atas tanah-tanah To Mori. Artinya. Mori Atas. Sejak Pra Pelita hingga tahun anggaran 1998/ 1999. Pirsus Lembo V. Borone 40 jiwa. terdapat 116 jiwa orang Arab. di wilayahwilayah dataran tinggi.204 jiwa di Kabupaten Poso. Sebaliknya. jumlah orang Tionghoa lebih terbatas.29 26 27 ibid ibid 28 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali.27 % dari total penduduk Kecamatan Pamona Selatan pada tahun 1990. misalnya. telah ditempatkan ribuan transmigran perkebunan inti rakyat khusus (Pirsus) yang menyebar di UPT Pirsus Lembo I. Bali. Salah satu aspek penting dari migrasi suku bangsa pendatang ke Poso dalam 40 tahun terahir ini adalah program transmigrasi.890 jiwa transmigran umum. maka perhatian penting perlu diberikan kepada wilayah Kecamatan Pamona Selatan. Walea 35. Mayoa III. dari sekian wilayah kecamatan tujuan transmigrasi di Kabupaten Poso. utamanya terkonsentrasi di wilayah pesisir. Togean 39 jiwa. Mayoa II. Beberapa wilayah kecamatan merupakan sasaran utama transmigrasi. Tetapi. Setelah kedatangan transmigran. Lembo. Dari Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Mayoa I. Jumlah yang sangat penting.

Hal ini dapat dilihat dari besarnya tingkat pendidikan yang putus sekolah sebesar 80. Kondisi Sosial30 Kondisi sosial kabupaten Poso dipengaruhi oleh beberapa faktor.45% Tingkat Pendidikan Tidak / Belum pernah sekolah Putus Sekolah Masih Masih Masih Masih Sekolah di SD Sekolah di SMP Sekolah di SMA Sekolah di Diploma / Universitas Sumber: Data BPS. Kabupaten Poso.88% 0. antara lain faktor pendidikan. 2000. Kabupaten Poso dalam Angka.93% 5. 2000 Jika dilihat dari tabel di atas. 30 Data BPS.40% 1. dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan di Kabupaten Poso termasuk rendah. keamanan dan ketertiban masyarakat serta faktor agama. KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 18 . tingkat SLTP baik negeri maupun swasta mencapai rata-rata 173 pelajar setiap sekolah. masyarakat yang Plural. A.39 %. Pendidikan Tingkat efisiensi penggunaan dan kecukupan sarana pendidikan dalam melakukan proses belajar mengajar yang diukur dari rasio jumlah murid terhadap sekolah. Ketiga faktor ini merupakan faktor-faktor yang menonjol untuk diamati mengingat kondisi Poso yang yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Sedangkan untuk jenjang SMU dan SMK masing-masing mencapai 200 dan 159 siswa setiap sekolah.39% 8. Berdasarkan Statistik Kesejahteraan Rakyat.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. sedangkan tingkat pendidikan yang masih sekolah juga termasuk rendah karena masing-masing persentasenya tidak mencapai tingkat pendidikan yang semestinya.1. komposisi persentase penduduk Kabupaten Poso bisa dilihat dalam tabel sebagai berikut : TABEL 6. Pada tahun ajaran 2001/2002 di tingkat Sekolah Dasar rata-rata murid sebanyak 114 orang tiap sekolah. TINGKAT PENDIDIKAN DAN PERSENTASENYA (100%) Persentase 2. Kondisi Sosial dan Ekonomi Kabupaten Poso A.95% 80. Pertimbangan-pertimbangan diatas layak untuk melihat sejauh mana peta pembagian SDA di Poso dan manejemen konflik dalam masyarakat Poso yang plural dan sedang konflik. dan juga (sedang) mengalami konflik sosial diantara masyarakatnya.

Perkara Pidana DATA PERKARA DALAM TAHUN 2001 PENGADILAN NEGERI KELAS I B POSO Jumlah Biasa Singkat 35 98 1 100 1 100 1 Ket - Sisa tahun 2000 Masuk dalam tahun 2001 Putus Terdakwa/jaksa menerima Terdakwa/jaksa minta banding Terdakwa/jaksa minta kasasi Selama tahun 2002 banyaknya tindak pidana dan pelanggaran lalu lintas yang diterima/ diselesaikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Poso bersama cabang-cabangnya yang berada di 4 kecamatan. Dari peta penyebaran Islam dan Kristen di Asia Tenggara terlihat hanya Bungku yang telah menjadi daerah Islam sejak abad 16. pelabuhan-pelabuhan pantai di wilayah To Bungku pada masa itu secara politik berada di bawah kontrol Kerajaan Ternate. Daerah-daerah lain di wilayah yang saat ini menjadi bagian Kabupaten Poso justru belum menjadi penganut Islam hingga abad 18. diselesaikan sebanyak 78 kasus (23. 2. Seperti diketahui. Islam tumbuh dengan subur di daerah-daerah pesisir Kabupaten Poso. 31 32 Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. 61.32 Penyebaran Islam secara meluas di wilayah Poso dan Sulawesi Tengah pada umumnya terjadi pada abad-abad berikutnya.26 % pada tahun 1996. Tidak diketahui pasti kapan agama Islam masuk ke Poso. Sementara kasus yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) kelas I B Poso pada tahun 2001 pada perkara pidana berjumlah 98 kasus. opcit ibid 19 . melalui pedagang-pedagang Bugis.3. Pada tahun 2002 yang masuk yang masuk ke PN Negeri I B Poso berjumlah 2002. TABEL 7.61 % pada tahun 1986. yang kemudian menyebar mengikuti rute perdagangan. Sulawesi Tengah.82 % pada tahun 2001). A. dan 62.9 %).Bab I Profile Wilayah A. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Gangguan Kamtibmas berupa peristiwa kejahatan dan pelanggaran yang terjadi dan ditangani oleh pihak Kepolisian Resort Poso pada tahun 2001 dilaporkan sebanyak 326 kasus. Agama31 Mayoritas penduduk Poso menganut agama Islam (60. dimulai dengan mengislamkan penduduk pesisir pantai. Diperkirakan Islam menyebar di wilayah To Bungku melalui Kerajaan Ternate pada abad XVI.

yang didirikan pada 18 Oktober 1947. SMU.36 Segregasi agama di Poso dapat dilihat dari penganut agama yang tersebar pada kecamatankecamatan di Poso. Sulawesi Tengah. rumah sakit-rumah sakit. 20 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . ketika para misionaris mengalihkan birokrasinya kepada Sinode setempat dengan kewenangan melakukan kontrol terhadap sekolah-sekolah. yaitu sejak penempatan Albert Christiaan Kruyt pada tahun 1892.W. seperti Kecamatan Pamona Utara. Penempatan keduanya dilakukan setelah Netherlands Missionary Society dan Netherlands Bible Society menetapkan Sulawesi Tengah sebagai wilayah misionaris baru pada tahun 1890 dengan berkonsultasi kepada Asisten Residen Manado. termasuk di wilayah-wilayah dengan penduduk mayoritas Kristen. G.C. Agama Kristen tumbuh setelah agama Islam. Pamona Selatan. Saat ini. Poso merupakan daerah paling pertama bersentuhan dengan Kristen. khususnya di wilayah yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Donggala. tetapi juga oleh pendatang yang berasal dari Minahasa dan Toraja. panti asuhan. Organisasi yang berpusat di Palu ini didirikan oleh ulama asal Hadramaut. GKST melayani sekitar 328 jemaat di dua propinsi (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara).35 Agama Kristen tidak saja dianut oleh penduduk asli.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Pengaruh besar terhadap pertumbuhan Islam terutama berkat adanya Perguruan Islam Alchairaat. Ampana Tete.W. dan Ulubongka (Kabupaten Poso) dan Kecamatan Bungku 33 34 ibid Laporan Perkembangan Situasi HAM di Poso dan Morowali. Agama Kristen disebarkan kepada suku-suku bangsa asli di dataran tinggi yang masih menganut agama suku. Una-una.000 orang. pesantren dan kepengurusan organisasi dari tingkat kabupaten dan kecamatan yang menyebar di wilayah Poso. kemudian tumbuh menjadi pusat agama Kristen di Sulawesi Tengah. Migrasi yang terjadi belakangan didorong oleh motif-motif yang jauh lebih kompleks. dan gereja yang berada di bawah naungannya. dengan anggota sekitar 150. seperti Kecamatan Ampana Kota. Tojo.34 Tentena. juga terdapat Muhammadiyah yang memiliki sekolah setingkat SD. SLTP. sebuah kota kecil di tepi Danau Poso. Baron van Hoevell.33 Selain Alchairaat. Pada awalnya. opcit 35 ibid 36 ibid. Yaman Selatan. Agama Kristen berkembang di Poso sejak penempatan Albert Christiaan Kruyt (1869-1949) dan Nicolaus Adriani (hidup 1865-1926) sebagai misionaris pada tahun 1890-an. dan Lage. Di wilayah pesisir. Walea Kepulauan. sebuah organisasi sosial keagamaan terbesar dan berpengaruh di Indonesia Timur yang mengelola banyak lembaga pendidikan. KH Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufrie. di antara pendatang (khususnya pendatang dari Minahasa) bekerja sebagai guru pada sekolah-sekolah yang didirikan Zending. Dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tengah. Di wilayah Sulawesi Tengah lainnya. agama Kristen disebarkan oleh Bala Keselamatan (Salvation Army). Di sana terdapat kantor pusat Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).

Sementara orang-orang Minahasa dan Toraja (yang menganut agama Kristen) cenderung memilih menyebar di kecamatan-kecamatan di dataran tinggi. Bonesompe. di kecamatan-kecamatan daerah dataran tinggi. sebelum konflik di dalam wilayah Kecamatan Poso Kota.40 Akibatnya. termasuk di kecamatan-kecamatan dengan penduduk mayoritas bergama Kristen. padahal pada tahun 1972. Sejumlah kecil transmigran asal Jawa dan Nusa Tenggara Timur menganut agama Kristen. Kristen 63. Mori Atas. Kristen 60. dan Kawua. penduduk beragama Islam mayoritas menghuni kelurahan Kayamanya. Penghuni wilayah kecamatankecamatan di dataran tinggi seperti To Pamona. Bungku Barat. Pada tahun 1996. Bali dan Nusa Tenggara Barat berlangsung hampir di seluruh kecamatan.43 %. seperti di Kecamatan Pamona Utara.37 Segregasi juga terlihat di wilayah kecamatan di mana penduduk beragama Islam dan Kristen berimbang. Padahal 15 tahun sebelumnya. terjadi pergeseran persentase angka statistik jumlah penduduk berdasarkan agama. To Napu. Lembo.54 %. penghuni kecamatan-kecamatan pesisir di Teluk Tomini seperti To Ampana dan To Bungku di Teluk Tolo adalah suku asli dan sekaligus penganut Islam. Pamona Selatan.65 %). penganut agama Islam 22. penganut Islam mencapai 35. Sebaliknya.34 % dibanding Kristen 96. mayoritas penduduknya menganut agama Kristen. seperti yang terjadi di Kecamatan Pamona Selatan. To Behoa. (tahun 1972).96 %. Transmigran asal Jawa dan Nusa Tenggara Barat mayoritas menganut agama Islam. Orang-orang Bugis.Morowali). Sebaliknya. Sebaliknya.41 37 38 39 40 41 ibid ibid ibid ibid ibid 21 . Pamona Selatan. Sedangkan transmigran asal Bali mayoritas menganut agama Hindu. Bungku Utara. Lombogia. mayoritas penduduknya menganut agama Islam.64 % dan Hindu/Budha 8. seperti Kecamatan Pamona Utara. Di Kecamatan Lembo dan Morowali. dan To Bada dikenal sebagai penduduk asli dan sekaligus sebagai penganut Kristen (umumnya protestan). Bungku Tengah. Misalnya.87 %. penganut agama Islam di wilayah ini hanya 3. Penempatan transmigran asal Jawa. dan Lawanga. Pamona Tengah.38 Migrasi penduduk dari Sulawesi juga mengikuti pola tertentu. Konfigurasi penduduk semacam itu memberikan persilangan yang menarik. To Mori.47 %. penganut agama Islam hanya 3. dan Lore Selatan (Kabupaten Poso) serta Kecamatan Mori Atas dan Lembo (Kabupaten Morowali).15 % dan Hindu/Budha 4. penganut Kristen mayoritas berada di Kelurahan Kasintuvu. dan Menui Kepulauan (Kab.39 Program transmigrasi selama Orde Baru juga telah mengocok ulang komposisi penduduk berdasarkan agama di Poso. dan Lore Utara.Bab I Profile Wilayah Selatan. Lore Tengah.44 % dibanding Kristen 96. transmigrasi menyebabkan jumlah penduduk beragama Islam meningkat (tahun 1996. Makassar dan Gorontalo (yang menganut agama Islam) menyebar di kecamatan-kecamatan pesisir. Lore Utara.

memungkinkan gelombang migrasi Orang Bugis memasuki wilayah-wilayah Pamona Selatan.34 7.63 85.69 0.38 25.82 1.23 Lage 31.43 1.10 2.35 0.45 92. Kabupaten Poso. segera juga diikuti dengan gelombang baru migrasi Orang Bugis ke wilayah-wilayah pedalaman dataran tinggi Poso itu.44 82.58 56.20 % dan pemeluk agama Kristen Protestan yaitu 40. serta ruas jalan Tentena-Lembah Bada.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Selain program transmigrasi. faktor yang berperan menaikan populasi penduduk beragama Islam di wilayah penduduk beragama Kristen adalah migrasi Orang Bugis.51 0.64 Poso Pesisir 56. Lage dan Poso Pesisir.53 0. Sumber: Data BPS.04 0. Terbukanya jalan Trans-Sulawesi yang menghubungkan Palopo (Sulawesi Selatan) dan melalui Poso.20 Pamona Utara 15.30 0.62 Ulubongka 64.45 Una-una 98.18 0.10 Walea Kepulauan 99. terbukanya ruas jalan yang menghubungkan Kota Poso di bagian pesisir dengan Lembah Napu di dataran tinggi atau ruas jalan yang menghubungkan Palu dengan Napu melalui Lembah Palolo.32 0.18 Ampana Kota 96.97 0.05 Lore Selatan 6.12 35. 2002 Dapat dilihat dari tabel di atas. karena memang kedua agama tersebut merupakan agama yang dominan di wilayah Kabupaten Poso.81 Poso Kota 57.39 4.50 0.53 1.10 TABEL 7.98 2.60 40.07 Ampana Tete 93.88 67.02 0.21 0.25 8.99 0.82 6. jika dibandingkan dengan persentase dari pemeluk agama lainnya.92 95.42 30. PERSENTASE PEMELUK AGAMA MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN POSO TAHUN 2002 Kecamatan Islam Kristen Hindu Budha Protestan Katolik Pamona Selatan 34.06 0. Pamona Utara.97 0.24 0.58 Lore Utara 11.12 1.13 Tojo 74.34 Kabupaten Poso 57.06 0.45 95. Bahkan.18 % sangat dominan.05 Lore Tengah 4.73 2.20 40. 22 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . bahwa persentase pemeluk agama Islam yaitu 57.52 0.73 0. Lembo.06 0.07 Pamona Timur 3. Mori Atas.55 0.

yaitu: pertanian (perkebunan.901 ha. dalam melakukan penangkapan ikan.502. c. Pertanian Sektor pertanian dikembangkan dengan jenis tanaman pangan.46 %). hutan yang dikonversi seluas 37. perkebunan di Kabupaten Poso juga terbagi menjadi 2. Kayu Indah serta Komoditas lain) 2. Kayu Hitam Komponen) 3. peternakan. kerbau. tetapi semuanya sudah tidak lagi beroperasi dan berproduksi karena perusahaan sudah tidak aktif sejak tahun 2000. hutan suaka alam dan hutan wisata seluas 145.43 %). disusul sektor perdagangan (10.94 %). Damar. Perkebunan Hampir sama dengan jenis perkebunan di Sulawesi Tengah. yaitu perikanan laut dan perikanan darat. Kabupaten Poso. palawija yang terdiri dari jagung. sektor jasa (9. penduduk Kabupaten Poso yang bekerja selama seminggu. Kemiri. berdasarkan lapangan usaha utama (sektor). antara lain padi. 42 Data BPS. Kayu Hitam.123. kacang tanah. Selain itu juga ada tanaman sayur-sayuran dan tanaman buah-buahan.1 ha. 2002 23 . Kondisi Ekonomi42 Merujuk pada data statistik kesejahteraan rakyat dari Badan Pusat Statistik (BPS). itik dan ayam pedaging. sektor konstruksi (2.829 ha. hutan areal produksi lainnya seluas 582. Untuk perikanan laut. Kayu gergajian. hutan produksi terbatas seluas 271. Kehutanan Luas hutan di Poso keseluruhan adalah 855. listrik-air (0. Kayu Olahan (Playwood. kuda. hutan produksi biasa seluas 90. masih didominasi oleh sektor pertanian (70. Kayu Jati. B. sektor industri (4. Hutan lindung seluas 309.53 %). Agathis.42 %). Jenis hasil hutan antara lain : 1. teh dan kakao.11 %). Kayu Bulat (Meranti. babi dan domba serta ternak unggas meliputi ayam kampung.942 ha. serta pertambangan (0. ketela pohon. b. Hasil Hutan Non Kayu (Rotan. a. Perkebunan besar yang ada di Kabupaten Poso jenis tanamannya antara lain kopi. Perikanan Secara umum. yaitu perkebunan besar dan perkebunan rakyat.1.453 ha. ternak kecil meliputi kambing. kehutanan. d. Kayu Hitam Gergajian. perikanan) dan perdagangan.9 ha.08 %).377. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Poso berasal dari beberapa sektor. Calapari).Bab I Profile Wilayah B. perikanan di Kabupaten Poso dibagi menjadi 2. kacang kedele dan kacang hijau. keuangan (0. ayam petelur.31 %) dan sektor komunikasi (1. Peternakan Populasi ternak diklasifikasikan atas ternak besar meliputi sapi. ketela rambat. Moulding.1 ha.72 %).

Koperasi Perikanan.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah para nelayan menggunakan sarana berupa kapal motor. Perdagangan Pertumbuhan perusahaan perdagangan pada tahun 2002 mengalami perkembangan yang sedikit meningkat. Jumlah koperasi pada tahun 2001 sebesar 143 unit dan pada tahun 2002 sebanyak 148 unit dengan jumlah anggotanya pada tahun 2001 sebanyak 46. Koperasi Wanita. Penduduk Jumlah Penduduk desa Tokorondo adalah 1193 KK atau 5250 jiwa. Warga Desa Tokorondo. 43 44 Data Departemen Perindustrian dan Koperasi Sulawesi Tengah. Sedangkan untuk perikanan darat. terutama yang berasal dari Jawa (berprofesi juru dakwah/anggota Laskar Jihad. Hasil penelitian lapangan ke Tokorondo. Selain itu juga terdapat peningkatan jumlah koperasi dan juga produksi koperasi dari tahun sebelumnya. jika dibandingkan dengan total jumlah perusahaan perdagangan pada tahun 2001 yaitu sebesar 20. Koperasi Peternakan. Koperasi Angkutan. nelayan mengusahakan tambak dengan menggunakan kolam. perahu tidak bermotor dan perahu tempel. Desa ini terletak di poros jalan trans Sulawesi Palu-Poso-Makasar. Koperasi Serba Usaha.)44 III. 2002 ibid 45 Andi.46 B. Peningkatan tersebut disebabkan oleh banyaknya perusahaan perdagangan yang mulai aktif membuka usaha akibat kondisi keamanan yang mulai kondusif setelah terjadinya gejolak sosial tahun 2000 yang lalu. Koperasi Buruh/Karyawan. Februari 2004. dll. koperasi ABRI.2. Koperasi Simpan Pinjam. B. Letak Geografis45 Desa Tokorondo terletak di kecamatan Poso Pesisir.505 orang dan tahun 2002 sebanyak 56. Suku asli dari Desa Tokorondo adalah suku Kaili. yang terdiri dari 5 dusun. Koperasi Pegawai Negeri.47 Jumlah penduduk pendatang dalam beberapa tahun meningkat. asal Palopo. Jawa dan Bali. Koperasi Konsumsi. Koperasi Kerajinan. perahu motor. Koperasi Sekolah/Pemuda.42%. Manado. Koperasi Pensiunan. Batas-batas wilayah dari Desa Tokorondo adalah : sebelah utara dari Tokorondo adalah Desa Tiwaa. Kondisi Geografis dan Penduduk Desa Tokorondo A. Selain itu penduduknya rata-rata berasal dari Bugis. dan Beberapa menikah dengan penduduk setempat dan menetap di sana). Luas wilayah Tokorondo 35 km2. Wawancara.43 Jenis-jenis koperasinya antara lain: Koperasi Unit Desa. 24 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . DESA TOKORONDO 1. sekitar 20 km ke arah barat Poso Kota (dari arah Palu). dengan komposisi penduduk laki-laki lebih besar (+ 3500 jiwa). kebun dan hutan. etnis Gorontalo.970 orang. 8 Maret 2004 46 wawancara dengan Kades Tokorondo. Perkembangan jumlah koperasi dan anggotanya di Kabupaten Poso pada tahun 2002 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2001.

sejak 1998.48 A. Di sebelah timur desa Tokorondo terdapat Desa Masani.49 A. keamanan dan ketertiban. namun kosong karena semasa konflik sebagian besar warganya mengungsi ke Tentena dan Lembah Napu. serta (rencananya) akan dibangun 1 Sekolah Menengah Pertama. Sementara masyarakat 47 48 ibid ibid 49 Andi. karena yang terpenting adalah ketika lelaki mempunyai uang.1. Pos TNI di Tokorondo pada saat penelitian ini dilakukan diisi oleh TNI Yonif 721 (baru berakhir dan belum diketahui penggantinya). dimasyarakat Tokorondo hidup anggapan bahwa sekolah menjadi tidak terlalu penting. sarana penunjang menuju ke Sekolah Menengah Atas.3. 1 Sekolah Dasar. yang dulunya adalah desa dengan mayoritas penduduk Kristen. Sedangkan organisasi masyarakat yang cukup aktif adalah Risma (Remaja Islam Masjid) Annur serta Wiyah (Wanita Islam al-Khaairat). CARE yang berkonsetrasi pada bantuan perumahan. Keduanya bukan pos dari kesatuan TNI dan Polisi yang organik. Organisasi Masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Desa Tokorondo adalah CWS (Church World Service) yang berkonsentrasi pada pemenuhan bantuan Sembako. Pos-pos tersebut merupakan pos-pos bagian dari kebijakan pengamanan daerah konflik Poso. Sementara Pos Polri diisi oleh Brimob Polda Palu. Kondisi Sosial Faktor-faktor sosial di Desa Tokorondo sangat dipengaruhi faktor-faktor pendidikan. organisasi masyarakat.50 Di Tokorondo juga terdapat 12 KK beragama Hindu (masyarakat Transmigran dari Bali)51 .Bab I Profile Wilayah 2. Selain itu juga terdapat sebuah organisasi berbasis program dari Pemerintah.4. Hal ini menjadi lebih penting dan terhormat. A. Ibid.2. 25 . Pendidikan Rata-rata pendidikan tertinggi masyarakat Tokorondo adalah SMP. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Ada 2 pos pengamanan di desa tersebut. Hal ini dikarenakan beberapa hal. ibid 50 ibid 51 Ateng. agama. serta kondisi pra dan pasca konflik. yaitu pos TNI dan pos Polisi. Di desa ini hanya terdapat 1 Taman Kanak-kanak. Agama Mayoritas penduduk Tokorondo beragama Islam. Kondisi Sosial dan Ekonomi Desa Tokorondo A. A. terutama bagi lelaki.

Tetapi saat ini sudah kembali ke Tokorondo. Gulat. terutama pada saat konflik dan penyerangan merebak ke desa mereka pada bulan Mei 2000. Pengungsiaan yang dilakukan juga merupakan sebuah upaya untuk menjauh dari keterlibatan dalam konflik.53 Akibat konflik. Gulat.. Artinya Tokorondo merupakan wilayah yang kondisi ekonomi sosialnya relatif normal dengan kerja-kerja harian masyarakatnya. Pada masa awal kembalinya mereka ke Tokorondo.) yang banyak melakukan kegiatan ditingkat pemuda. Dan hampir seluruh masyarakatnya mengungsi karena sudah tidak ada tempat untuk tinggal yang aman. (Paska) Konflik Pada tahun 2000 Tokorondo dan beberapa desa di wilayah pesisir. Setelah lulus SMP mereka. bahkan kehilangan nyawa keluarganya. Oleh sebab itu ada beberapa masyarakat Tokorondo. Kondisi yang tidak menentu dan dalam keadaan panik.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah mengembangkan siskamling di setiap dusun untuk mengamankan lingkungan mereka. Dengan kata lain. bahwa masyarakat Tokorondo sehari-harinya cukup agamis. 52 53 ibid ibid 54 Andi dan Wardah. posisi rumahnya berpindah54 . + 900 rumah penduduk telah terbakar. Rata-rata masyarakatnya bekerja di PT. Terutama RISMA (Remaja Islam Masjid . Tingkat pendidikan masyarakat sejak sebelum konflik adalah SMP. seperti rumah. Banyak dari anggota masyarakat yang tidak lagi mampu mengurus halhal yang penting berkaitan dengan aset-asetnya. Organisasi keagamaan juga cukup berperan di Tokorondo. masyarakat kehilangan harta bendanya... A. lebih memilih untuk langsung bekerja. masyarakat banyak yang harus kehilangan harta benda. setelah kembali ke desa Tokorondo. Palu dan Poso Kota. menyebabkan masyarakat mengungsi dalam keadaan darurat. masyarakat Tokorondo banyak yang bekerja berkebun cokelat dan melaut. terutama yang laki-laki.5.. Salah satu indikasinya adalah masyarakat Tokorondo tidak aktif dalam kegiatan sweaping yang kerap dilakukan saat konflik sedang memanas. Selain kehilangan sejumlah aset-aset primer. meskipun inisiatif ini kerap menuai protes dari militer.. Hampir seluruh rumah dibakar. diserang. masyarakat tersebut sempat tinggal di barak-barak (darurat) yang dibangun paska konflik.52 Dengan kata lain bahwa siskamling merupakan keharusan yang datang TNI di Tokorondo. Paska penutupan PT. Kenormalan kehidupan sehari-hari di Tokorondo juga ditopang dari tidak terlalu pluralnya masyarakat di Tokorondo. 26 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Kondisi Desa Tokorondo Pra dan Pasca Konflik Pra Konflik Kondisi Tokorondo sebelum konflik relatif biasa-biasa saja. Banyak warga desa Tokorondo yang mengungsi ke Parigi. supaya mempunyai uang.

56 Pemerintah sendiri memberikan bantuan untuk Desa Tokorondo berupa: Bahan Bangunan Rumah (BBR) atau Rumah Tinggal Sementara (RTS). serta kebutuhan lauk pauk dalam bentuk uang (sampai tahun 2001).55 Secara umum terlihat situasi desa ini menjadi lebih sepi bila dibandingkan dengan kondisi sebelum konflik. juga sudah dibangun RTS dan warganya di’minta’ kembali dari tempat pengungsiannya dengan iming-iming RTS dan bantuan lainnya. Luasnya lahan untuk perkebunan dan dekatnya laut yang cukup kaya memberikan kemungkinan bagi penduduk untuk mencari penghidupan dengan berkebun dan melaut. Banyak pula penduduk yang tidak hanya berkebun. tindakan aktor b. metode Penelitian ini menggunakan pendekatan Kontekstualisasi Progressif dan Etnografi Praktis. Metode kontekstual progresif melihat kondisi dari . Dengan profesi utama petani kebun (terutama kakao yang menguntungkan dengan harga pasar rata-rata Rp. ibid 57 ibid. namun warga menolak. Kondisi Ekonomi B. sembari memulai kembali kehidupan ekonomi mereka. 10. konsekuensi yang diharapkan dan tidak diharapkan oleh tindakan aktor dan jejaring aktor ibid Andi. yang mereka rasakan. jejaring aktor tertentu di lokasi c.000/kg) pekerjaan sebagai nelayan menjadi sambilan. a. Jaminan Hidup/Modal Usaha (Jadup Bedup). mereka memilih untuk menjadi buruh tani di perkebunan. Saat ini kondisi ekonomi masih belum dapat dikatakan pulih. seperti Penembakan misterius dan BOM. sebagai tindak lanjut Deklarasi Malino (Deklama).000-15.58 Penelitian Bisnis Militer 1. karena masyarakat masih sangat bergantung pada bantuan. 58 ibid 56 55 27 .57 B.1. Tersirat kondisi psikologis masyarakat yang lelah dengan konflik yang berlarut-larut dan “teror”. Sementara di Desa Masani yang berbatasan dengan Desa Tokorondo.Bab I Profile Wilayah Saat ini di Tokorondo sudah dibangun RTS-RTS (Rumah Tinggal Sementara). Tampaknya penduduk desa ini mengalami trauma cukup serius akibat konflik. tetapi juga melaut. Metode Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat dalam Workshop Modul Penelitian Keterlibatan Militer dalam Bisnis yang telah dilakukan sebelum penelitian lapangan. Pekerjaan Umumnya penduduk Desa Tokorondo adalah petani kebun (80%) dan sisanya adalah nelayan. Rata-rata penduduk memiliki kebun dan meskipun ada yang tidak memiliki kebun.

Selain itu. Mata Pencaharian d. 1. yaitu . dibuat 2 pertanyaan dasar yang masing-masing memiliki turunan pertanyaan. Ruang lingkup wilayah penelitian ini adalah daerah Desa Tokorondo beserta wilayah sekelilingnya yang berkaitan dengan lokasi eksploitasi kayu hitam. dll) c. c. foto. peta. Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) 5. pencarian datanya dilakukan dengan melihat sejarah eksploitasi kayu hitam di wilayah penelitian. Visualisasi (Sketsa. Pencatatan Lapangan 4. Bagaimana sejarah dan pola tindakan bisnis militer dan polisi di lokasi penelitian. Pengamatan 3. C. Laporan yang diperluas.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Sedangkan pendekatan Etnografi Praktis melihat fenomena di masyarakat melalui . sehingga dari penelitian ini dilihat kecenderungan yang terjadi di masa yang akan datang. Profil Sosial penduduk setempat (etnis. a. b. Apa konsekuensi tindakan bisnis tersebut terhadap Kondisi HAM di lokasi penelitian B. Waktu dan ruang lingkup wilayah penelitian Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada bulan Ferbuari dan Maret 2004. jenis kelamin. Wawancara 2. Penelusuran Data Sekunder Untuk mendapatkan data secara praksis di lapangan. Teknik penelitian Teknik yang dipakai untuk mendapatkan data dalam metode ini adalah 1. Diskusi tim peneliti. Laporan ringkas. 2. film) 6. Kilas balik ini dilakukan untuk mengetahui apakah peristiwa yang terjadi pada saat ini memiliki hubungan sebab-akibat dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. Sejarah b. d. 28 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Pencatatan Data Lapangan Dalam pencatatan data di lapangan minimal ada beberapa bentuk catatan : a. Organisasi Sosial (pengelompokan-pengelompokan sosial) A. Jurnal penelitian lapangan. agar dapat melihat peristiwa secara komprehensif dan holistik. agama.

856 ha + 4.73 100 Fungsi Kawasan Kawasan Hutan Konservasi (HAS + HPA) Kawasan Hutan Lindung Kawasan Hutan Produksi -Hutan Produksi Terbatas (HPT) -Hutan Produksi Tetap (HP) -Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) Luas Keseluruhan Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.932 ha Persen Luas % 15.39 33.258 ha + 1. PERINCIAN KAWASAN HUTAN Luas (Ha) + 676. Kawasan Hutan Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. 2002 59 Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. Badan Planologi Kehutanan.59 Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi.932 Ha.394. 2002 29 .71 33.316 ha + 500. Kawasan Hutan Propinsi Sulawesi Tengah yang ditetapkan berdasarkan SK penunjukkan Menteri Kehutanan Nomor 757/Kpts-II/1999 tanggal 23 September 1999 adalah seluas + 4. Departemen Kehutanan.59 11.589 ha + 251.489.39 5.476. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut: TABEL 8.228.394.923 ha + 2. Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan. Luas kawasan hutan ini mencakup 69.90 50. Hutan A.01% dari luas propinsi Sulawesi Tengah.761 ha + 1.Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah 1.

246.18 250. 1 unit Taman Hutan Raya.50 8.665. HUTAN KONSERVASI YANG DITUNJUK Kabupaten Poso Poso Fungsi CA CA CA Banggai Banggai Buol Tolitoli SM SM SM SM Buol Tolitoli Donggala Donggala Poso Donggala SM THR TN TW TB Luas (Ha) 4. 5 unit Suaka Margasatwa.00 462.500.00 5. 1 unit Taman Buru. Di Sulawesi Tengah. yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan Konservasi adalah hutan dengan ciri khas tertentu.00 225.00 6.00 217.000.612.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Kawasan Konservasi terdiri dari Cagar Alam (CA). Suaka Margasatwa (SM). Nama Kawasan 1 Tanjung Api 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Morowali Pangi Binanga Pati-pati Lamboyan I/II Dolangan Bakiriang Pinjam/ Tanjung Matop Palu Lore Lindu Air Terjun Wera Landusa Tomata Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.50 12.991.500. Taman Hutan Raya (THR) dan Taman Buru (TB).00 3. Hutan Konservasi yang telah ditunjuk dan ditetapkan adalah sejumlah 3 unit Cagar Alam. Taman Wisata Alam (TW).000. 1 unit Taman Nasional dan 1 unit Taman Wisata.00 SK Penetapan 91/Kpts/Um/2/1977 21 Februari 1977 364/Kpts-II/8/1986 24 November 1986 399/Kpts-II/8/1986 21 April 1986 400/Kpts-II/1998 21 April 1998 750/Kpts/Um/12/1974 28 Desember 1974 441/Kpts/Um/5/1981 21 Mei 1981 398/Kpts-II/1998 21 April 1998 445/Kpts/Um/5/1981 21 Mei 1981 461/Kpts-II/1995 9 April 1995 464/Kpts-II/1999 23 Juni 1999 843/Kpts/Um/11/1980 1 Jan 1980 397/Kpts-II/1998 21 Apr 1998 No.000. 2002 60 ibid KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 30 .00 1.00 3. Taman Nasional (TN).100.60 seperti rincian pada tabel berikut: TABEL 9.

Hutan Bersama PT.73 8.348 Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah.500 Realisasi Tanaman Jenis Tanaman Keterangan : Krt = Karet. Wanatani Lestari PT. Kebun Sari PT. Kartika Rana Usaha PT.000 11-8-1991 100. Pf 28-9-1999 20. Dahatama Adi Karya PT.041 13. Bina Balantak Raya PT.500 46. sampai dengan bulan Juli 2001 terdapat 14 unit perusahaan HPH yang masih aktif dengan total luas 1.Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah B.000 19-12-1992 109. Wahana Sari Sakti PT.500 13-11-1991 89. Berkat Hutan Pusaka SK HPHTI Tanggal SK Luas Areal 492/Menhut-IV/1998 13-4-1998 2086/MenhutbunVI/1999 721/Kpts-II/1996 146/Kpts-II/1996 11-11-1996 4-4-1996 10.011. Pengelolaan Hutan Produksi Pada kawasan hutan produksi. Balantak Rimba Rejeki PT.867. 2002 TABEL 11. Timur Beverlindo PT.620 6-2-1997 67. No. Satya Sena Indratama PT.738 14-4-1999 40. Satria Yudha PT. DAFTAR PERUSAHAAN HPHTI DI PROPINSI SULAWESI TENGAH No. 1 2 3 4 Nama HPHTI PT.445 ha dan 5 unit perusahaan HPHTI dengan data sebagai berikut : TABEL 10.256 7-5-1999 45.915 7-5-1999 81. Bs = Balsa. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 DAFTAR PERUSAHAAN HPH YANG MASIH AKTIF DI PROPINSI SULAWESI TENGAH Nama HPH PT.000 7-3-1995 75.000 22-12-2000 98. Sulwood PT. Radar Utama Timber PT.000 111. Palopo Timber PT.980 13-2-2001 47.400 5. Pf = Paraserianthes falcataria Sumber : Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. 2002 31 . Pasuruan Furnindo Inds PT.742 Krt Bs.000 2-8-1989 48. Tri Tunggal Eboni SK HPH 240/Kpts-IV/87 390/Kpts-II/89 1117/Kpts-II/92 837/Kpts-II/91 595/Kpts-II/91 137/Kpts-II/95 465/Kpts-II/95 81/Kpts-II/97 220/Kpts-II/98 34/Kpts-II/01 293/Kpts-II/99 205/Kpts-II/99 294/Kpts-II/99 98/Kpts-II/00 Tanggal SK Luas Areal JPT (Ha) (m3/th) 6-8-1987 90.110 39.000 4-9-1995 64. Kalhold PT.820 27-2-1996 54.560 49.

dan masing-masing dari jenis kayu tersebut ada pasarnya tersendiri. kemudian dievaluasi. 20 tahun pertama disebut sebagai Rotasi I. 2.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Hak Pengelolaan Hutan (HPH) diberikan oleh pemerintah untuk perusahaan HPH diberikan untuk 35 tahun. perusahaan diperbolehkan menebang semua kayu yang ada di areal HPHnya. Setelah masa rotasi I lewat.000 ha /th inilah yang dikatakan sebagai blok tebangan potensi ? 35m³/ha.000 ha/ th.000 ha dibagi 2. karena HPH tidak diberikan kepada perusahaan yang menebang hanya untuk satu jenis kayu atau kayu tertentu saja.000 / 35th= 2. 62 ibid 32 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Kasubbag Program.000 ha. RKT disusun dari Rencana Kerja Lima Tahunan (RKL). 27 Februari 2004. dengan blok tebangan arealnya sekian hektar. Setiap tahun Pemegang HPH harus membuat Rencana kerja Tahunan (RKT).000 ha = 35 m³ Gambar 1. dan cara penilaiannya tertuang dalam Surat Keputusan Menteri61 . Cara mengevaluasinya ada ukuran-ukurannya. Misalnya : SK HPH : luasnya 70. Jika baik dilanjutkan jika tidak dihentikan. JPT= 70. Masing-masing dari jenis kayu mempunyai nilai ekonomis yang berbeda. RKPH dibuat untuk 20 tahunan. Jatah Penebangan Hutan 1 7 6 5 4 2 3 = RKL = RKPH = Batas Tebangan = RKT Perusahaan hanya boleh menebang semua kayu yang ada di areal HPHnya. Ini diambil dari 70. Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Propinsi Sulawesi Tengah. 61 Pepi Saiful Djalal. Tetapi HPH diberikan untuk sebuah areal. sedangkan RKL disusun dari Rencana Kerja Pengusahaan Hutan (RKPH).62 Jatah Penebangan Tahunan (JPT) dibuat berdasarkan RKT.

Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah Batas pohon yang boleh dipotong harus dengan limit diameter (Ö): 60 cm untuk hutan produksi terbatas dan 50 cm untuk hutan produksi. ibid Data dan Informasi Kehutanan Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah dalam Angka.63 C.032 % 100 25 40 35 Penutupan Lahan Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder .273 60.625 42. khususnya pada areal HPH yang masih aktif dan bekas areal HPH (Eks-HPH). Keadaan Penutupan Lahan Pada kawasan Hutan Produksi. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : TABEL 12.1.420 67. 2002 33 . D. KEADAAN PENUTUPAN LAHAN PADA AREAL HPH Areal HPH (Ha) 1.Kondisi rusak Sumber: Pusat Data dan Pemetaan Tahun 2000 D. Produksi Kayu Selama kurun waktu lima tahun terakhir. Perhitungan dilakukan 15 unit areal HPH aktif dan 2 unit eks HPH.410.64 Diketahui khusus pada areal HPH di Sulawesi Tengah. kayu gergajian dan kayu lapis di propinsi Sulawesi Tengah adalah sebagai berikut : 63 64 Pepi Saiful Djalal.115 % 100 51 19 30 Areal Eks HPH (Ha) 169. Hutan Produksi Terbatas terdapat di wilayah atau yang daerahnya (areal) dengan tanah terjal. yaitu produksi kayu dan produksi non kayu.688 720.382 418.191 272. produksi kayu. telah dilakukan perhitungan kembali berdasarkan Data Citra Satelit Landsat Tahun 1997 s/d 2000.Kondisi sedang-baik . Produksi Hasil Hutan65 Produksi hasil hutan di Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2. opcit 65 Data BPS.

01% dari total kayu bulat nasional.885.056.097. Sulawesi Tengah dalam Angka.345.481.94 38. Untuk jenis kayu bulat.522.140.00 0.00 9.326. kayu bulat di Sulawesi Tengah menyumbang sebanyak 1.867.019.413.27 Produksi 1994/1995 1995/1996 1996/1997 36.87 11.602.60 153.864.73 103.16 1.975.47 316.04 4.219.365.01 183.00 3. 2002 Pada tahun 2000.711.10 58.37 144.891.56 13. No. Kayu Hitam Gergajian serta Kayu Hitam Komponen.098. Kayu Hitam dan Kayu Indah.025.39 751.466. 7.074. No.91 3.240.51 16.05 Produksi (m3) Gergajian 15.764. antara lain.138.92 3.24 10.61 917.479. Kayu Jati.00 0.970.318.33 Jenis Kayu Bulat Nyatoh Meranti Cempaka Agathis Matoa Palapi Dao Melur Rimba Campuran Jumlah Sumber : Data BPS.58 6.756.26 Tahun 96/97 97/98 98/99 99/00 2000 2001 (s/d Juli 2001) 2000 Nasional Sumber :Data BPS.798.65 18.032.00 0.846.338.736.81 260.18 139. 9.64 19.73 7. Sulawesi Tengah dalam Angka. 1 2 3 4 5 6 7 PRODUKSI KAYU DI SULAWESI TENGAH Kayu Bulat 458.286.88 102.62 774. 8.989.15 13. 3.74 184. JENIS-JENIS KAYU BULAT YANG DIPRODUKSI (DALAM M3) 1993/1994 42.402.18 0. 34 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .27 Kayu Lapis 0.63 6.246. jenisnya antara lain: Plywood.85 6.283.32 6.74 20.521.481.44 6.742.48 25.00 11.186.89 24.73 14. Kayu Agathis.396.974. kayu bulat dan kayu olahan.337.763.36 4.455. 1. Kayu gergajian.92 0. 4.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah TABEL 13. Moulding.37 121.00 3.54 10.00 0. 2. 2002 Sedangkan untuk jenis Kayu Olahan.020.58 94.21 11.97 244.89 1.272. Jenis kayu yang ada di Sulawesi Tengah beragam jenisnya. 6. 5. ada berbagai jenis seperti: Kayu Meranti. TABEL 14.52 779.269.29 6.87 4.656.00 0.

kayu olahan . No 1. kayu terus diproduksi.kayu olahan .69 m3 425 batang 3 dan 2. sejak Tahun 1998 hingga 2002.33 m .Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah Produksi kayu di Sulawesi Tengah belum pernah habis.46 m 308. Produksi kayu bulat awal pada tahun 1998 sejumlah 250. hingga sekarang tahun 2002 produksi kayu menurun menjadi 73.71 m 3 Uraian Lokasi -Kab Toli-toli 2002 Kab Donggala -Kab Poso -Kab. produksi kayu hitam sudah tidak lagi diproduksi.67 Salah satu penyebab menurunnya jumlah produksi kayu di Sulawesi Tengah adalah maraknya illegal logging. DATA ILLEGAL LOGGING DI PROPINSI SULAWESI TENGAH Tahun 2000 2001 -Kab.kayu bulat • Kayu sitaan 100.66 Berbeda dengan jenis kayu hitam atau ebony.41 m 10.443 m3 per tahun.33 m 6 kasus 3 1 kasus 1 kasus Sumber : Kantor Dinas Kehutanan daerah Propinsi Sulawesi Tengah 66 67 68 ibid ibid Data Dinas Kehuutanan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah 35 .38 m 152.38 m 3 3 3 3 .000 m 411. Luwuk 10. Begitu juga dengan jenis kayu gergajian. tahun 1999 produksi tahunan adalah 198.kayu bulat 3 Jumlah kasus 411.68 TABEL 15.421 m3. Poso merupakan daerah yang selalu dicuri kayu-kayunya.071.94 m3 per tahun. dan terus menurun hingga 44. Donggala -Kab. Poso -Kota Palu 154.69 m 3 kasus 3 425 batang dan 2. Produksi kayu hitam berhenti sejak tahun 2001 dengan jumlah produksi 572 m3 per tahun.41 m 10. walaupun jumlahnya semakin hari semakin berkurang.977 m3 per tahun. Donggala -Kab Poso -Kab. Produksi kayu terus menurun dari tahun 1998 hingga 2002.41 m 3 2003 -Kab. Dari data BPS yang didapat. Luwuk Dalam tahap konfirmasi pencurian kayu -Kab Poso 2 Volume Kayu yang Dicuri • Kayu temuan 408.46 m 3 3 3 820.15 m 3 dan 425 batang 152.

tapi hal ini yang menjadikannya kuat dan padat.Tahun 1998/1999 : 37. karena dalam export ada permintaan tingkatan kekeringan.Tahun 1996/1997 : 51. maka semakin tinggi pula harga jual kayu hitam tersebut. Eboni dapat tumbuh pada iklim basah dan iklim bermusim pada berbagai tipe tanah mulai dari tanah kapur. Fosfor. karena jika kayu hitam ditebang dalam waktu yang kurang layak maka kayunya tidak hitam dan kualitas kayu masih rendah. maksudnya serbuknya dapat digunakan untuk pengeringan kayu-kayu lain yang tingkat kekeringannya rendah (kayu basah)73 .2.Tahun 1999/2000 : 55.38ton .Ketua Program Studi Manajemen Hutan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad).51 ton.Tahun 2000 : 55.24ton .Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah D. serbuknya (dash) dapat diolah menjadi kiln dry: kilang pengering. MT. Produksi Non Kayu Produksi non kayu adalah produksi hasil hutan selain dari kayu bulat.64 ton dengan rincian sebagai berikut : . 72 Dengan kata lain. 2002 ibid 71 ibid 72 Ir Akhbar Zain. Semakin tinggi tingkat kekeringan kayu dan semakin rendah kadar air dalam kayu hitam. Pertumbuhannya lambat. MAL. 73 Pepi Saiful Djalal. dan kualitas kayu hitam yang bagus jika kayu tersebut tumbang sendiri.Tahun 1997/1998 : 52. Penyebaran Kayu Hitam Kayu hitam atau Diospyros celebica Bakh adalah jenis flora endemik Sulawesi. Kayu hitam mempunyai sifat (produksi): Zero Waste (tidak ada yang tersisa). Kayu Hitam A.Tahun 2000 : 0. Sulawesi Tengah. Syaratnya tanah itu cukup permeabel dan tak terlalu asam. yaitu antara lain adalah Benang Sutera dan Madu. Wawancara dilakukan oleh Amran Amier.69 Produksi Benang Sutera selama kurun waktu lima tahun sebesar 65. tanah latosol sampai podsolik merah kuning.67ton71 2. Data BPS. Kayu Hitam sering kali disebut juga dengan Eboni. opcit 70 69 36 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .30ton .67ton . Adapun soal tipe tanah. Sulawesi Tengah dalam Angka. Kalsium.21 ton70 Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 252. Kalium. kayu hitam hidup di daerah Miskinhara atau dapat dikatakan hidup di daerah yang kurang subur dimana daerah itu kurang zat-zat Nitrogen. dengan rincian berikut : .69ton .Tahun 1998/1999 : 65. untuk artikel’Maskot Sekarat di Tangan Penyeludup’. Kayu Hitam baru bisa hitam jika sudah berumur 100 tahun. eboni dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah yang penting tidak becek.

Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah

Kayu hitam tersebar di pulau Sulawesi utamanya di Poso, Donggala, dan Parigi-Sulawesi Tengah. Kayu Hitam juga bisa ditemukan di Sulawesi Selatan, terutama di daerah Gowa, Maros, Barru, Sidrap, Mamuju dan Luwu. Sedang di Sulawesi Utara ada di daerah Gorontalo. Tapi, Sulawesi Tengahlah yang paling berpotensi tempat tumbuhnya Kayu Hitam. Di Sulawesi Tengah, Kayu hitam tersebar di wilayah Pantai Timur, mulai dari sungai Ula sampai dengan sungai Moutong-Kecamatan Mautong Kab Donggala. Selain itu dapat juga dijumpai di sepanjang pantai Timur. Kemudian dari sungai Mao sampai dengan sungai Puna di Kecamatan Poso kota pada kompleks hutan Kagila sampai dengan Sulewana, Uwekuli dan sekitarnya. Serta kompleks hutan Wawo pada kecamatan Lembo. Sedang di wilayah pantai barat mulai dari kompleks hutan Bangkir, Kecamatan Dondo sampai dengan hutan Tavaili, di kawasan Cagar Alam Pangi-Binangga dan kawasan hutan Parigi dan Sausu.74 Pada tahun 1970-an tegakan kayu hitam menempati hutan seluas 600.000 ha dengan tingkat kepadatan mencapai 2,5 meter kubik per ha. Setelah lebih dari 20 tahun jumlahnya kian menyusut. Eboni kini telah banyak mengalami gangguan akibat pencurian dan penebangan kayu secara liar oleh pihak tak bertanggungjawab. Kini tak ada data pasti berapa tegakan eboni yang tersisa. Yang jelas hutan Sulawesi Tengah itu luasnya 4,5 juta hektar dan Kayu Hitam hanya terdapat di Poso dan Donggala. Hutan seluas itu hanya dijaga oleh 250 Polisi Hutan (Polhut/Jagawana).75 Instansi terkait tak punya data berapa batang lagi kayu kayu hitam yang masih tegak di hutan Sulawesi Tengah, sedangkan jumlahnya tiap tahun semakin menurun. Karena itu pihak kehutanan sudah mengeluarkan pernyataan kalau kayu hitam terancam punah. Karena itu tumbuhan endemik ini mesti dijaga kelestariannya dengan tidak melakukan penebangan baru lagi. Sebagai dasar hukum pelarangan itu dikeluarkanlah Interuksi Menteri Kehutanan (Inmenhut) Nomor: 1295 Tahun 1995 yang melarang penebangan baru Kayu Hitam.76 Pemda Sulawesi Tengah juga kemudian melindungi sekitar 57 hektar, hutan kayu hitam di Maleali, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigimoutong. Tegakan kayu hitam di tempat itu 1.000 pohon. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah, Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus yang diambil dari Dana Reboisasi telah menurunkan proyek pemagaran lokasi itu. Untuk di kawasan kebun kopi, Kabupaten Donggala, Dinas Kehutanan juga kini telah menanam sekitar 50.000 hektar eboni. Umurnya saat ini sekitar 5 tahun lebih. Dari pihak Cagar Alam Panggi-Binangga pun saat ini sedang menjaga agar tegakan eboni bisa tumbuh dengan alami dan tidak dirambah.77

74 75

Jafar G. Bua, Kayu Hitam di Ambang Sekarat, MAL, Sulawesi Tengah. Amran Amier, Maskot Sekarat di Tangan Penyeludup, MAL Sulawesi Tengah. 76 Jafar G. Bua, opcit 77 ibid

37

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah

B. Pasaran dan kualitas Kayu Hitam Kayu Hitam yang merupakan fancy woods ini sangat digemari oleh semua lapisan, terutama untuk pasaran luar negeri. Untuk pasaran luar negeri, negara-negara yang banyak memesan kayu hitam antara lain Jepang, Hongkong, Italia, Eropa dan Malaysia. Masing-masing pasaran pun memiliki jenis kayu yang disukai. Penjualan kayu hitam di luar negeri menggunakan penghitungan dengan per kilo, berbeda dengan di Indonesia yang dihitung dengan per kubik (m3).78 Kayu yang populer dengan banyak sebutan, misalnya fancy wood ini, banyak diminati orang, baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, harganya tergolong tinggi untuk ukuran kayu alam. Untuk satu kubik harganya di pasaran gelap —biasanya di Malaysia, Jepang atau Cina-sekitar Rp 5-6 juta. Sedang harga patokan pemerintah cuma 3-4 juta.. Untuk penjualan kayu hitam harus dalam bentuk jadi, tidak bisa dalam bentuk gelondongan. Untuk tata niaga eboni ditetapkan hanya Perusahaan Daerah (PD) Sulteng yang berhak mengelolanya. Eboni juga harus didaftarkan pada CITES (Conservaci International Trade Endagered Species), dengan begitu eboni kian terlindungi.79 Jenis kayu hitam yang ada di Sulawesi Tengah bermacam-macam. Mulai dari jenis Gubal, yaitu jenis kayu hitam yang di dalamnya terdapat banyak kandungan warna merah. Jenis kayu Gubal ini terdiri dari 2 jenis yaitu jenis Temasa (serat lurus dengan warna agak merah) dan Memasa (serat agak bengkok dengan warna agak merah). Pasaran Hongkong sangat menyukai jenis ini. Selain itu ada pula jenis Batang Matches, yaitu jenis kayu hitam yang berwarna hitam dengan serat lurus dari ujung ke ujung. Jenis ini merupakan jenis kayu hitam yang paling banyak terdapat di Kabupaten Poso dan termasuk jenis kayu yang paling mahal dan banyak diminati orang-orang pada umumnya80 . Untuk jenis kelas kayu hitam, jenis S-1/S-2 merupakan satu istilah untuk jenis kayu dengan kelas bagus atau kelas tinggi. Jenis kayu kelas ini, banyak terdapat di Sulawesi Tengah yaitu di wilayah Pantai Timur dan Pantai Barat. Wilayah Pantai Timur tersebut meliputi wilayah Tada, Toribulu, dan Sienjo. Sedangkan untuk wilayah Pantai Barat di wilayah Sipi, Sikara, Kecamatan Sindue; Batu Suyu, kecamatan Balaesang; Tambu, Kecamatan Sirenja; Pura.81 Pengolahan kayu hitam dilakukan di sawmill-sawmill besar di Sulawesi Tengah, yaitu di Palu. Sawmill besar itu antara lain Multi Ratu ebony, CV Yasa, dan PT Leang Yang. Sedangkan untuk kayu hitam yang sering dibuat souvenir adalah kayu hitam yang bahannya berasal dari kayu tebangan lama dan kayu limbah yang merupakan kayu sisa.82
78 79

Nathan, Ketua Koperasi masyarakat di Roronuncu, Wawancara di Ranonuncu, Poso, 15 Maret 2004. Amran Amier, opcit 80 Ricardo, Wawancara mantan Pengusaha Kayu Hitam di Palu, Sulawesi Tengah, 2 Maret 2004. 81 ibid 82 ibid

38

KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS)

Bab II Hutan dan Kayu Hitam di Sulawesi Tengah

Negara-negara pemesan Kayu hitam antara lain: Jepang (Batang Matches), Negara-negara Eropa seperti Italia (serat hijau), Malaysia, dan China/Hongkong (Gubal).83 C. Pengelolaan Eks Kayu Hitam84 Sebelum Undang-undang Otonomi daerah ditetapkan, pengelolaan kayu hitam diserahkan kepada PT Inhutani II. Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah berhasil melobi Menteri Kehutanan agar pengelolaan Kayu Hitam juga diserahkan ke Perusahaan Daerah Sulawesi Tengah (PD Sulteng). Inhutani II dan PD Sulteng menandatangani kontrak kerjasama pada pertengahan Agustus 1998. Belakangan hak pengelolaan sepenuhnya di tangan PD Sulteng, karena BUMN ini sudah dianggap bisa berdiri sendiri. Untuk memberi ruang gerak pada PD Sulteng, Gubernur Sulawesi Tengah kala itu, Banjela Paliudju menerbitkan Surat Keputusan tentang pelarangan ekspor kayu hitam jika kebutuhan industri daerah belum mencukupi.85 Upaya itu dilakukan dengan maksud mengisi kas PAD Sulteng yang memang masih rendah, selain untuk memanfaatkan bekas tebangan lama, daripada hanya habis dicuri dan diselundupkan. PD Sulteng tampaknya berhasil dengan mulai menyetor Rp 330 juta ke kas PAD. Pemerintah Daerah juga mendapatkan keuntungan dari Dana Reboisasi (DR) senilai Rp 1,8 juta per kubik. Walau UU Perpajakan dan retribusi yang baru belum final, Pemda Sulawesi Tengah sudah mulai menandai pos-pos PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah). Bahkan Pemerintah Kabupaten Tolitoli sudah menetapkan pemungutan pajak retribusi tersendiri.86 Dalam pengelolaan kayu hitam tebangan lama pemerintah daerah menetapkan ongkos penurunan kayu hitam dari gunung. Setiap orang yang memiliki kayu hitam wajib menurunkan ke tempat yang mudah dijangkau kendaraan. Kepada mereka yang memiliki kayu akan diberi biaya penurunan Rp 1,2 juta per meter kubik untuk klasifikasi C. Sedang klasifikasi B Rp 2,5 juta dan klasifikasi A lebih mahal lagi Rp 4 juta permeter kubik. Tahun 2000 PD Sulteng masih memiliki 512 meter kubik yang siap dipasarkan. Pengusaha lokal biasanya membeli kayu hitam lebih mahal dari pembelian PD Sulteng. Kayu hitam klasifikasi C, mereka berani membelinya seharga 3,5 juta dan mereka menjualnya ke Taiwan seharga 15 juta permeter kubik.87 Eksploitasi secara besar-besaran terhadap eboni terjadi antara tahun 1970-an hingga awal tahun 90-an. Hal itu ditandai dengan dikeluarkannya puluhan izin Hak Penguasaan Hutan, yang semuanya dikuasai kroni Soeharto. Tidak semua kayu hitam yang diangkut PD Sulteng adalah tebangan lama. Menurut Harley, Direktur Walhi Sulteng, malah tebangan baru akhirakhir ini memonopoli kayu hitam yang diangkut PD Sulteng. Ada kecurigaan dan keraguan
83 84

ibid Jafar G.Bua, Mengungkap Jalur Penyelundupan Sulawesi-Malaysia-Philipina, MAL, Sulawesi Tengah. 85 Jafar G. Bua, Kayu Hitam di Ambang Sekarat, opcit 86 Jafar G. Bua, Kayu Hitam di Ambang Sekarat, opcit 87 ibid

39

Seperti pernah satu kasus seorang pengusaha mendapat masalah hukum kemudian kayu-kayunya ditimbun dalam tanah sampai hitungan bulan bahkan tahun.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah kalau kayu hitam yang dikelola sekarang ini merupakan tebangan lama. Bahkan kayu hitam dianggap sebagai asset/investasi. 89 88 40 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Hal tersebut dilakukan karena nilai kayu hitam yang tidak pernah turun harganya. ibid Ricardo. Dari sisi harga juga tidak akan turun (harganya naik terus) 89 . sering kali menemukan kayu hitam yang bergetah. banyak yang disimpan dengan cara ditimbun. Jika disimpan lebih lama tidak masalah. Apalagi jika disimpan di dalam tanah warnanya makin hitam. karena Dinas Kehutanan Sulteng. opcit. memberikan keterangan ditempat penyimpanan kayu hitamnya disebuah lokasi perumahannya di Palu.88 Kayu-kayu hitam yang belum dibawa ke sawmill atau diolah. makin lama disimpan makin baik.

kecamatan terdapat Komando Rayon Militer (Koramil). Terdapat 3 Kompi Brigade Mobil (Brimob). Profil Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah 1. Korem membawahi Komando Distrik Militer (Kodim). Sulawesi Utara dan Sulawesai Tenggara. Kodam Wirabuana/Hasanudin membawahi 4 Komando Resort Militer (Korem) yang tersebar di Sulawesi Selatan. 1 Sekolah Polisi Nasional (SPN) di Kabupaten Donggala. Palu. sebuah lembaga yang dibuat untuk berkumpulnya para pimpinan pemerintahan. Posisi TNI di setiap level di masyarakat selalu turut serta dalam Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah). Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah90 Di Sulawesi terdapat satu Komando Daerah Militer (Kodam) yang bernama Wirabuana. Doktrin Teritorial. Untuk Sulawesi Tengah terdapat satu satuan militer dibawah Kodam yaitu Komando Resort Militer. Kedudukan militer di Sulteng pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan doktrin militer secara nasional. Wawancara. pimpinan penegak hukum dan institusi negara lainnya. Aktifis HAM. Selain itu. terdapat badan pembinaan desa (Babinsa). Pada tahun 1980-an Kodam yang bermarkas di Makassar ini berubah nama menjadi Kodam Hasanudin. Keduanya membawahi 8 Kompi. Di setiap kabupaten di Sulteng terdapat satu Kodim. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Bab III Militer. Banggai Kepulauan dan Parigi-Moutong yang baru pada pertengahan 2002 dimekarkan. Buol. Sampai saat ini telah beroperasi 5 kompi. Di Sulteng terdapat satu Kantor Polisi Daerah (Polda) yang pada tahun 1980-an masih disebut sebagai kantor Polisi Wilayah (Polwil).Bab III Militer. di Sulawesi Tengah terdapat dua Batalyon 711 Raksatama dan 714 Sintuwu Maroso. kelurahan/desa. level paling bawah. Disetiap kabupaten terdapat kantor Polisi Resort (Polres). Pada level berikutnya. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah A. 90 Usa. Palu. Untuk Kepolisian berbeda dengan TNI. yang berada di jalan Jenderal Sudirman. kecuali kabupaten Morowali. 23 Maret 2004 41 . Sulawesi Tengah. Tetapi yang jelas di setiap pembagian wilayah yang lebih kecil.

Makassar dan Sulawesi Tengah juga di BKO-kan pada operasi tersebut. III dan IV TNI yang di BKO-kan adalah Batalyon 711 Raksatama Sulteng. Brimob Jawa Tengah. ibid ibid 93 ibid 42 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) .93 Data Jumlah Pasukan non Organik Polri dan TNI di Poso. Zeni Tempur (Zipur) Makassar dan Brimob Pare-pare. Saat konflik berlanjut di Poso melalui kebijakan Jakarta Operasi Militer digelar dengan berbagai sandi operasi.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. Selain itu satuan Perintis dari Manado. 713 Gorontalo.l: Brimob Papua. 721 Palopo. Armed Makassar. Brimob Makassar.91 Mobilisasi kekuatan militer kembali terjadi pada awal tahun 2001 dengan sandi Operasi Sintuwu Maroso I. Militer dan Polisi di Poso Khusus untuk kabupaten Poso setelah konflik pecah. Brimob Kendari. Pada operasi sintuwu maroso I.668 900 Jumlah 1. Desa Mayoa (arah selatan Kabupaten Morowali menuju Makassar).900 Sumber : Pemda Poso 91 92 Usa. Brimob Makassar. dan pada pertengahan April 2004 Operasi Sintuwu Maroso di perpanjang lagi. 712 Manado. tahun 2003 Sintuwu Maroso III.321 2. markas besar (Mabes) Polri di Jakarta mengeluarkan satu kebijakan dengan mendirikan Komando Lapangan Operasi (Dankolaops).92 Pasukan TNI maupun Polisi yang diBKO-kan pada operasi pemulihan di Poso ditempatkan di 142 Pos penjagaan mulai dari Desa Tumora (daerah perbatasan Poso dan Parimo dari arah Palu) sampai ke arah selatan. Brimob Kaltim.172 2. 721 Palopo. Umumnya Pos Utamnya di tempatkan pada ruas jalan trans Sulawesi dan pos lainnya di perkampungan masyarakat. Brimob Kelapa dua Bogor.764 3.270 3. Perintis dan Intel Polda Sulteng.238 4. Operasi sintuwu maroso ini mem-BKO-kan satuan militer dan Polisi. 726 Makassar. a. Brimob Pare-Pere.024 3.000 TNI 489 852 968 1. satuan-satuan milter yang di BKO-kan pada operasi tersebut adalah batalyon 711 Raksatama Poso. Brimob Pelopor dan Brimob Polda Sulteng. Periode 2000-2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Polri 832 1. a.l : Operasi Sadar Maleo pada tahun 2000 dengan BKO (bawah kendali operasi) Polres Poso. tahun 2002 Sintuwu Maroso II. Brimob Sulut.096 3. II.

96 Tindakan Kepolisian dilakukan dalam upaya melakukan sweaping senjata di Poso.995.062. Salah satu anggotanya bernama Paulus Tungkanan berpangkat Sertu menjabat sebagai Intel Kodim 1307. melalui Menkokesra. sebagai orang yang melakukan provokasi hingga kekerasan dan konflik meluas di Poso. Anggaran operasi ini tidak hanya dibebankan kepada institusi TNI dan Polri. Tungkanan bersama dua orang lainnya. Akibat perkelahian tersebut pemuda-pemuda Kayamanya mendatangi kelurahan Lombogia mencari Angky dengan membawa senjata tajam seperti parang. Kopassus. Tungkanan berteriak memprovokasi massa yang tengah berhadap-hadapan (Lombogia-Kayamanya). BAIS dan Mabes Polri saat ini masih melakukan operasi intelejen dengan cara. didepan Gereja Pniel.94 Di Poso terdapat Kodim 1307 Poso. mengumumkan bahwa dilaksanakannya operasi intelejen di wilayah Poso dan Sekitarnya lembaga-lembaga intelejen seperti BIN. Kelurahan Lombogia. melakukan penggalangan di masyarakat. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Milyaran rupiah sudah habis digunakan untuk operasi keamanan di Poso. 96 Jakarta Post.000 1. Saat pecah konflik Poso Tungkanan telah pensiun. Angky Tungkanan (anak bungsu Tungkanan) terlibat dalam perkelahian dengan pemuda Dedy dari kelurahan Kayamanya. senjata rakitan dan seragam Militer. Namanya disebutkan dipersidangan Tibo. salah satunya. Pada waktu itu listrik padam jadi hanya 94 95 ibid Pendeta Damanik.Bab III Militer. Tungkanan mengaku telah dibacok oleh orang Kayamanya.062.996. Pada tanggal 17 April 2000. pedang dan tombak. Lam Tjau Wa dan Yunas Kancaro ditangkap oleh aparat Kepolisian dengan barang bukti menyimpan ratusan amunisi.840 Sumber : Pemda Poso Pada tanggal 15 Oktober 2003.17 Maret 2004. tapi juga dibebankan ke Pemda Poso. Pada awal kerusuhan ke II April 2000 di Poso. Sweaping senjata yang dilakukan kepolisian Resort Poso melibatkan 400 personel. 15 Mei 2004 43 .924. Susilo Bambang Yudhoyono. Palu.800.000 8. APBD Pemda Poso untuk biaya Operasi Pemulihan Keamanan: Tahun 2001 2002 2003 Total Dana yang disalurkan (Rp) 6.95 Pada 14 Mei 2004. Wawancara di Lembaga Pemasyarakatan Palu.377.840 624.

Seperti saat terdengar kabar bahwa desa Weleme.99 Aparat-aparat seperti intel-intel dari mabes Polri. Dia merasa di-tua-kan di etnis Tator. Pada saat itu Tungkanan sudah kabur ke Tentena. Sandi yang digunakan oleh orang Weleme. Ironisnya dari peristiwa di depan Gereja Pniel akhirnya Tungkanan ditokohkan oleh sebagian orang-orang Kristen. 99 Usa. Maka dari itu ia dapat dengan aman masuk menguasai tanah kebun tersebut. 44 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Tungkanan datang ke Weleme dengan beberapa orang dari Tentena. Hal yang aneh menurut orang-orang Weleme adalah orang-orang Pandajaya yang menyerang menggunakan sandi yang sama dengan yang digunakan oleh orang Weleme. 101 Ibid. merupakan sandi yang diajarkan oleh Tungkanan98 . Wawancara di Tentena. karena mendengar isu bahwa sebuah sekolah Katolik di Poso Kota sudah di kepung. wawancara di palu 100 Damanik.101 Di Tentena Tungkanan tinggal di kompleks GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah). Etnis yang sama dengan Tungkanan. Poso. Akan tetapi yang terjadi kemudian adalah warga Pandajaya menyerang balik ke Weleme. Sulawesi Tengah. 17 Maret 2004. Awalnya karena ia tergabung dalam kelompok pengungsi yang ditampung di kompleks GKST. Turunnya Fabianus Tibo (yang beragama Katolik) ke Poso kota saat konflik tahun 2000. Maret 2004. Selain itu juga karena Tungkanan merupakan orang yang senang di-tuakan. Ibid. Jemcy. diserang oleh desa Pandajaya. Maret 2004. Wawancara di Tentena. makin lama pengungsi makin berkurang. menguasai kebun cokelat di daerah Tonusa (dekat Tentena) milik warga muslim yang pergi mengungsi keluar dari Tentena karena konflik.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah suara yang terdengar. Karena ia merasa aman berlindung di Kompleks GKST. Rinaldy Damanik (2002) para intel-intel Mabes Polri tinggal di samping rumah Tungkanan dan mereka saling berkoordinasi.97 Tungkanan teribat dalam beberapa penyerangan misalnya pada penyerangan Pandajaya. Pendeta Renaldy Damanik. Poso. Tetapi yang namanya Tungkanan tidak mau keluar dari kompleks tersebut. 97 98 Ibid. yang sebagian besar warganya beragama Kristen. dan kemudian menyerang pandajaya. Wawancara di Palu. Bahkan sebelum rencana penangkapan Pdt. yang sebagian besar warganya muslim. akibat teriakan Tungkanan massa pada akhirnya saling serang. Diperkirakan walaupun Tungkanan sudah pensiunan tapi koordinasi ke TNI-nya masih aktif. Di daerah Tonusu banyak terdapat masyarakat beretnis Tator (Tanah Toraja).100 Tungkanan saat ini tinggal di Tentena. maupun di wilayah Tentena. Jemcy. Isu tersebut juga datang dari Tungkanan. Kopassus yang ditugaskan di Poso biasanya lebih dahulu bertemu dengan Tungkanan.

kegiatan mereka bersifat illegal. banyak terdapat toko-toko souvenir yang terbuat dari kayu hitam. Klasifikasi bentuk bisnis militer pada penelitian ini. tidak diketahui domain bisnisnya. Di kabupaten Toli-toli terdapat 3 koperasi milik TNI dan 1 milik Kepolisian. yaitu : 1.Bab III Militer. Bisnis sampingan militer Trend bisnis kayu hitam sudah mewabah sejak tahun 1960-an. secara langsung dengan masyarakat setempat. Bisnis Non Institusi Bisnis Non Institusi dibagi menjadi 2. Dari 20 koperasi tersebut 4 koperasi Kepolisian terdapat di Palu. Sedang di Poso terdapat 3 koperasi milik TNI dan 1 milik Kepolisian. salah satu contohnya adalah pengadaan barang-barang illegal dengan penyelundupan. Palu. Banyak penyelundupan yang dilakukan oleh militer. 2. Di Kabupaten Banggai terdapat 2 koperasi milik TNI dan 1 milik Kepolisian. Bentuk bisnis-bisnis yang dilakukan militer di Sulawesi Tengah berupa bisnis pengamanan. Bisnis lainnya berupa pungutan yang dilakukan pos-pos Polisi maupun pos-pos TNI yang berada disepanjang trans Sulawesi terhadap truk-truk dan bus-bus umum. Begitu juga dengan militer di Sulawesi Tengah dan Poso Khususnya. Pembelian tersebut biasanya dilakukan disuatu 102 103 Data Departemen Perindustrian dan Koperasi Sulawesi Tengah. Bisnis yang khas dengan karakter sumber daya alam Sulawesi Tengah (Poso) melibatkan militer (TNI/Polri) baik secara individual maupun institusional adalah bisnis kayu hitam. Tetapi hasil pengamatan yang dilakukan disekitar kantor Korem atau disekitar kompleks Korem dijalan Sudirman Palu. paling tidak demikian yang dilakukan oleh Bien103 . Bisnis kayu hitam yang dilakukan militer telah dilakukan sejak jauh sebelum konflik terjadi. terutama di Palu dan Poso. 45 .102 Di Sulawesi Tengah terdapat 1 koperasi veteran yang terdapat di Palu. Enam lainnya merupakan milik TNI. 25 Februari 2004. Sebelum kegiatan ekonomi mereka terorganisir. Institusi-institusi bisnis militer yang terdapat. terutama makin marak sejak Konflik terjadi di Poso. Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Sejarah aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh militer sebenarnya telah dimulai sekitar tahun 1950-an. Wawancara mantan pengusaha kayu hitam. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah B. terbagi menjadi 2. yaitu : a. Bisnis Institusi Di Sulawesi Tengah terdapat 20 koperasi milik TNI dan Polri yang tersebar di 3 kabupaten dan 1 kotamadya. 2002 Bien. Pembelian kayu hitam dilakukan oleh pengusaha-pengusaha. tetapi tidak sedikit pula penyelundupan yang dilakukan pebisnis-pebisnis yang dibantu oleh aparat pemerintah atau pun aparat militer.

opcit. 105 Jafar G. 25 Februari 2004. 104 Kayaman. kayu hitam kerap diselundupkan ke Malaysia (Tawau). Para pengusaha kayu. Gaya Cenderawasih). Salah satu pedagang yang terkenal di Palu adalah Umar Landeng (PT. ia menceritakan tentang pengolahan kayu yang dimulai dengan dipotong-potong dan dibikin kotak. Kadang SAKO tersebut diperjual-belikan.106 Biasanya. Tempat tersebut tidak diketahui punya siapa. Bua.105 serta keterlibatan (dibayar) Angkatan laut dan/ polisi air dalam penyelundupan. 2. untuk menampung hasil penebangannya. Jangka waktunya 1 tahun. Mudahnya terjadi kasus penyelundupan diakibatkan karena patroli laut dari Polairud (Polisi Air dan Udara) dari Polda Sulawesi Tengah yang terbatas. ribuan kubik kayu hitam diselundupkan. Tapi jelas bahwa tempat tersebut digunakan oleh sejumlah masyarakat yang melakukan penebangan. 4 DAFTAR NAMA-NAMA KOPERASI ABRI (TNI) DAN KEPOLISIAN DI POSO PERIODE TAHUN 2002 Alamat Kel/Desa Kec. 46 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . 3. karena harganya yang berlipat-lipat. opcit. Di Sulawesi Tengah. kawasan Pantai Barat. Kayaman bekerja sebagai pemotong kayu (Chainsaw)di Tomoli. Wawancara di Palu. 106 Bien. Keberadaan dan apa yang dilakukan oleh masyarakat tersebut diketahui oleh aparat desa. 19/IX/96 Tanggal 26-06-96 22-06-96 17-06-96 Nama Koperasi Primkoppad DIM 1307 Primkoppad 711 Raksatama Primkoppol Resort Poso Puskoppad Poso Sumber : Data Departemen Perindustrian dan Koperasi Sulawesi Tengah (diolah) tempat yang namanya TO (Take Over/Tempat Peng-Over-an). hingga mampu menampung gelondongan-gelondongan kayu hitam. Dua wilayah yang terkenal bisnis kayu hitam. atau dari tempat dimana terdapat pohan kayu hitam (Agatis/ebony) tumbang kemudian diolah.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah TABEL 16 No 1. juga karena garis pantai Sulawesi Tengah yang panjang yang menyulitkan pengawasan. SAKO di dapat dari Perhutani. kabupaten Donggala serta perairan Kabupaten Tolitoli adalah dua tempat strategis bagi penyelundupan. Termasuk diperjual belikan oleh si Pengusaha atau orang yang memiliki SAKO kepada orang lain yang membutuhkan ijin. dan di kawasan itu. lalu d ibawa ke TO (Tempat peng-Over-an) kemudian di TO dibeli pedagang. Mengungkap Jalur Penyelundupan Sulawesi-Malaysia-Philipina.19/IV/96 178/BH/PAD/KWK. 19/IV/96 411/BH/PAD/KWK. dimana Pengusaha-pengusaha membeli kayu hitam sejak tahun 70-an adalah pantai barat dan di pantai timur. Kasintuwu Poso Kota Kawua Poso Kota Gebang Rejo Poso Kota Badan Hukum Nomor 308/8H/KWK. Yang mengeluarkan SAKO adalah Perhutani. Proses pengolahan kayu dimulai dari lahan dimana terdapat kayu hitam. dalam menjalankan kerja bisnis kayu hitam membekali dirinya dengan SAKO (Surat Angkut Kayu Olahan).104 Tempat ini cukup luas.

Umar 107 PT Leang Yang. gubernur Sulawesi Tengah terlibat dalam bisnis hitam kayu abu-abu. kayu hitam ditaruh dibagian tengah.108 Cara membawa kayu hitam. Cara lain agar tidak diberhentikan adalah dengan menggunakan kendaraan milik Korem/Danrem.oh maaf maksudnya bisnis abu-abu kayu hitam. mulai dari Ambulance. seorang keturunan Arab dan Landeng keturunan Bugis. Umar.110 Umar landeng terkenal dengan gaya kerja yang konvensional dan “Koboi”. Op.. Jika tidak diberikan “setoran” kayu akan disita dan dibawa ke Polda. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Meskipun pengusaha-pengusaha telah memiliki/komplit SAKO. Baik yang dibawa langsung oleh pebisnis kayu hitam maupun yang dijual oleh aparat kepolisian hasil sitaan dari penangkapan terhadap pebisnis illegal kayu hitam. Siapapun yang mempunyai kayu asal bilang ke Umar pasti akan diambil. Sulawesi Tengah. Walaiti). salah satunya ke PT Leang Yang. bernama Umar Landeng. sampai mobil pribadi. dahulu kala disaat kayu hitam sedang marak.109 Wajah lain keterlibatan TNI dan Kepolisian nampak dalam fenomena tokoh bisnis kayu hitam yang sangat dikenal di Sulawesi Tengah. lalu di-over ke Depatemen Kehutanan Kabupaten dan dilelang “Untuk Negara”..cit 110 Bien. Tujuannya agar tidak diberhentikan dan tidak disita. Terakhir yang banyak mengerjakan adalah istrinya. Kolaborasi mereka dinamakan ”Umar Landeng”.. umar cukup mengatakan : “ikut !” maksudnya ikut diiring-iringan truknya ke Palu. Umar landeng merupakan nama yang berasal dari dua orang. contoh X: “pak kayu nih”. tokoh yang berjiwa sosial (membantu kiri-kanan). 108 ibid.107 Kadang dalam penangkapan. Konvensional (Arab. Bien berhenti melakukan kerja kayu hitam pada tahun 1990-an.Bab III Militer. mobil penumpang. tetap diberhentikan dan dimintai uang oleh aparat di hampir setiap pos. pada jam berapa pun ke Palu. Perusahaan ini sering menerima/ menampung kayu hitam illegal. Salah satu aparat yang pernah terlibat adalah Wakoramil di Tombo. Keduanya merupakan pengusaha/pedagang kayu hitam yang terkenal dan saling bekerja sama. ternyata yang sukses: kaya. memiliki backing kuat dari aparat militer-sipil adalah si Umar. berangkat kelapangan dan atau membawa pulang kayu. Kenapa sampai “Umar Landeng” mengacu pada satu orang? Karena dalam waktu berjalan. bagian luar/depan-nya dibungkus dengan kayu lain/kayu kelas dua. Pengawalan biasanya dilakukan oleh Brimob atau POM. Kendaraan angkutan yang digunakan untuk mengangkut kayu-kayu cukup beragam dan cukup kreatif. Dalam kenyataannya kayu-kayu yang disita tersebut dijual ke perusahaan atau pengusaha asing. Op. karena ia sendiri yang langsung mengambil kayu dari lapangan. pelaku/pembawa kayu hitam tidak ditangkap. 109 Bien. Selain itu juga karena ia sudah tua. merupakan salah satu sawmill besar di Palu.cit 47 . dan cukup terkenal di masyarakat kelas menengah di Palu. Alasan berhenti karena sudah mulai sering “ditangkap” dan selalu dimintai uang. tetapi dibuat perjanjian bahwa jika telah laku dijual uangnya dibagi dua (50 % : 50 %). Di level atas tingkat propinsi.

opcit 113 Vopane. Kabupaten Poso juga merupakan salah satu daerah rawan pengangkutan kayu illegal yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. menerima drop kayu dari mobilmobil TNI yang membawa kayu114 . Yalsa. 726 Makasar. Hal ini masih terus terjadi. 12 Maret 2004. Sampai saat ini masih banyak kesatuan dari TNI/Polri yang meminta kepada beberapa orang yang dianggap mampu untuk mencari kayu Hitam. PT Leang Yang. Bahkan di saat konflik/paska konflik. 115 Dari : 08134100xxx. Karena ia terkenal dengan kedekatannya dengan aparat militer. Bahkan dia terkenal sebagai orang yang bisa memindahkan Kapolres/ Kapolsek di Sulteng. Wawancara Aktifis Kemanusiaan. Salah satu Isi SMS di Radar Sulteng mengatakan : untuk Dandim Poso. Bahkan dilakukan dengan cukup terbuka. Op. Sementara dikatakan “Koboi”. individu yang mengambil di pantai timur (Tomini) lalu dibawa ke Palu. bahkan kadang mau memindahkan si polisi tersebut ketempat lainnya. Kesatuan-kesatuan yang pernah menggarap adalah TNI. Poso. Di Radar Sulteng. Brimob Polda Sulawesi Tengah. Yonif 711 Reksatama. seperti TNI 711 Palu. Tidak berhenti di pos-pos aparat. Umar mau membebaskan. salah satu bengkel kayu yang berada dijalan Irian. ada perusahaan pengolahan menjadi barang jadi (kursi. Di Palu banyak terdapat “pemain” kayu hitam.cit Ricardo dan Bien. 48 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . bisnis kayu hitam tetap dilakukan oleh militer (TNI dan Polri). Brimob Pare-pare. Terdapat pula perusahaan nasional/asing yang membeli kayu. Poso. CV. Wawancara di Desa Tokorondo. 712 Manado. Jum’at 12 Maret 2004. Dengan cara membawa Truk langsung ke hutan untuk kemudian dibawa ke bengkel pengolahan/sawmil. terutama polisi dan juga gubernur (sebagian nara sumber mengatakan ia dekat dengan gubernur saat dijabat oleh Azis Lamajido). diantaranya:112 Multi Ratu Ebony. 8 Maret 2004.113 Bahkan intensitasnya lebih sering. perhiasan. Salah satu sumber mengatakan Saat konflik sedang panas-panasnya. lalu cari orang di sekitar lokasi yang bisa menebang/mengambil kayu hitam. Jadi bukan hanya di Back up oleh semua aparat (TNI/Polri). Brimob Makasar. Halaman 6. Yonif 721 Palopo untuk dibawah kedaerahnya masing-masing.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah melakukan sendiri transaksi.111 Umar juga mau membantu orang lain yang melakukan kerja yang sama. warga Poso tinggal dijalan Irian. Dari mulai individu makelar. Poso. diantaranya. kolom SMS Peduli. Jadi jika ada orang tertangkap polisi. Sawmill besar yang terdapat di Palu. Judul : Halo Pak Dandim Poso. Lain lagi dengan gaya Armed yang suka langsung ke hutan. membawa mobil/truk. untuk kesekian kalinya tolong dihentikan/ditertibkan truktruk TNI yang lagi marak mengangkut dan sebagai pemasok kayu-kayu illegal di Kabupaten Poso atau apakah bapak sebagai bekingnya?115 111 112 Bien. dll) untuk selanjutnya dikirim ke tempat lain seperti Bali. 114 Pomas. souvenir. Di Palu juga banyak terdapat perusahaan sawmill (pengolahan).

Kayu-kayu hitam tersebut dibawa ke pengolahan di Palu atau di Poso. Hanya cara atau bentuk pengelolaannya yang berbeda sesuai dengan gaya dan kemampuan si pelaku bisnis. Penyelundupan sampai saat ini pun tetap marak. Hal ini karena memang semua lahan di Tokorondo (bekas) lahannya Gulat. Penelitian ini mengambil PT. melalui individu-individu. tidak hanya sebagai “watch dog” untuk kemudian mengambil keuntungan (memeras). melakukan bisnis secara profesional. seperti Pensiunan. Polisi dan Bisnisnya di Sulawesi Tengah Permintaan mencari kayu hitam oleh aparat TNI atau Polri biasanya untuk dibuat hiasan atau souvenir. C. lebih spesifik lagi adalah masyarakat disekitar wilayah kegiatan bisnis militer dilakukan. Bisnis swasta (dikelola oleh orang atau pensiunan militer) Pada dasarnya bisnis yang mewabah untuk dilakukan di Sulteng adalah Kayu hitam. Beberapa pekerja di Tokorondo yang mampu melakukan order tersebut mengambil kayu hitam di bekas lahan Gulat. PT Gulat sebagai contohnya. Penyelundupan tersebut dilakukan dalam bentuk sudah jadi barang/souvenir. Dampak tidak langsung dari kegiatan militer tersebut berupa budaya korup dikalangan masyarakat di Sulawesi Tengah. Gulat (Gunung Latimojong) sebagai studi kasus. Dampak dari bisnis militer bisa berbentuk langsung maupun tidak langsung. Di Sulteng sejak tahun 1970-an sudah terdapat individu militer yang menjadi pelaku bisnis utama. papan nama). Posisi militer (TNI/Polri). Dampak Bisnis Militer dan Polisi di Sulawesi Tengah Dampak dari kegiatan bisnis yang dilakukan oleh militer di Sulawesi Tengah menimbulkan kerugian terhadap masyarakat. Arianto 49 . Samsul dangan Lettu Inf. bingkai kecil. Militer melalui individu atau kelompok individu militer. Hal ini dikarenakan pihak keamanan terutama kepolisian yang mau dan mudah melakukan pem-backing-an terhadap siapapun yang 116 Lihat lampiran surat pribadi antar anggota TNI. meja)116 biasanya merupakan pesanan dari anggota TNI atau Polri. Lettu Inf. dimana direktur dari perusahaan ini adalah seorang individu berasal dari militer yang kemudian melakukan bisnis kayu hitam di Sulawesi Tengah. b. Sebelum membahas dampak langsung terlebih dahulu dikemukakan dampak yang tidak langsungnya. Tetapi tetap mengandung resiko tinggi (ditangkap aparat) jika tidak punya backing. Lembomawo dan Roronuncu. Maka posisinya bukan lagi sebagai pengambil keuntungan dari trend bisnis yang ada. terutama bagi masyarakat Sulawesi tengah. Souvenir atau perabot bentuk besar (kursi. Mereka hanya membuat ke dalam bentuk souvenir kecil-kecilan (gantungan kunci. Tetapi bengkelbengkel tersebut tidak mengirim atau menjual ke orang diluar daerah.Bab III Militer. Maka dari itu bengkel-bengkel pengolahan kayu hitam masih tetap ada terutama di sekitar Poso Kota. Baru kemudian dibawa untuk dijual.

maka akibatnya bisa dilihat saat ini. Dia bilang. sebagaimana yang pernah ia alami. Ongkos untuk membayar pihak keamanan juga merupakan beban/berpengaruh terhadap harga jual oleh karena itu banyak kalangan pebisnis kayu hitam illegal yang mulai mengakali biaya pengamanan tersebut. hal inipun masih harus diuji lebih jauh.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah mampu membayar untuk mengamankan bisnis illegalnya. Kesimpulannya adalah semua berusaha mengambil keuntungan dari kegiatan apapun dengan tujuan akhir adalah mendapatkan uang. Hingga banyak bermunculan cara untuk mengelabui pihak keamanan. 50 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Maka masyarakat umum justru tidak mendapatkan kebaikan dari pengolahan kayu hitam. dampak tidak langsung lainnya adalah hilangnya kesadaran tentang keseimbangan lingkungan dan pembudidayaan kayu hitam. Selain budaya korup yang terbangun dikalangan masyarakat. Hilangnya pohon tersebut dari tengah hutan akan mempengaruhi ketahanan lingkungan di Sulawesi Tengah. Sedangkan masyarakat yang melakukan bisnis illegal kayu hitam. sebisa mungkin mendapatkan uang (upeti) dari kendaraan-kendaraan yang membawa kayu hitam. diluar perdebatan apakah diperbolehkan atau tidak. dimana sudah hampir habis pohon-pohon kayu hitam di Sulawesi tengah. Ricardo mengatakan salah-salah bertanya mengenai kayu hitam. Jikalau memang tujuan ekonomis menjadi tujuan umum yang disepakati oleh masyarakat di Sulawesi tengah. Ricardo pernah ditendang oleh aparat. Dan hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang yang mampu masuk dan ikut main dalam sistem yang korup. Jika pemotongan kayu hitam sudah dimulai sejak 1960. Berbisnis kayu hitam merupakan tema kerjaan yang cukup sensitif. “saya sudah pernah dimakan sepatu lars petugas gara-gara kerja kayu hitam”. bisa dipukuli. sebisa mungkin menghindar dari pemeriksaan-pemeriksaan aparat keamanan. hanya menjadi kegiatan bisnis orang-orang tertentu saja (baca: orang-orang yang mampu bermain mata dengan aparat keamanan). Pihak keamanan. dari mulai menggunakan truk militer (kepolisian atau TNI) sampai menggunakan mobil pribadi bahkan mobil Ambulance. Sedangkan dampak yang langsung terhadap masyarakat adalah tindakan-tindakan kekerasan yang dialami oleh masyarakat ketika proses bisnis tersebut dilakukan. disetiap kesempatan dengan segala cara. Tetapi yang jelas dan menjadi fakta adalah pengolahan kayu hitam. yang ujung-ujungnya meminta uang. Konsumsi terhadap kayu hitam hanya dipandang dari sudut ekonomis semata.

yang merujuk pada nama jalan di Makasar. yang mengusai 10 saham (25 %). Sandewang yang menguasai 5 saham (12. sebelum menjadi Perseroan Terbatas (PT) Gunung Latimojong. Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. Mutasi Pemilikan Saham PT. AM Sandewang menguasai Vopane.S menguasai 350 saham (25 %). Sulawesi Selatan.120 Perubahan komposisi saham untuk kedua kalinya terjadi melalui akte notaris Mr.5 %). Perubahan komposisi yang kedua hanya menambahkan PT Radar Utama Timber sebagai salah satu pemegang saham. opcit 118 117 51 . No 58 tanggal 22 Juni 1968118 berbentuk badan hukum Yayasan. Gunung Latimojong. Pada tahun 1968. Teuku Gede Hasan menguasai 5 saham (12. pada tahun 1968 masih berbentuk Yayasan Gunung Latimojong yang menampung para bekas pejuangpejuang 1945 yang berkantor di Makassar.S.S menguasai 5 saham (12. Ny. dalam akte tersebut disebut komposisi pemegang saham. menjadi hanya 3 orang. Sandewang menguasai 350 saham (25 %) dan Sandra D. yaitu AM Sandewang. C. No 99 tanggal 27 September 1978. opcit Lampiran 4a. Ny.A. Sandra D. Ohorella.G.A. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Bab IV PT. Gunung Latimojong. Mutasi Pemilikan Saham PT. PT Radar Utama Timber. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus 1. 1991 119 Buku Induk UU No 7/1981 Tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan Pasal 7 ayat 1. Oktober.Bab IV PT.5 %).5 %) dan Syamsul Nasution menguasai 5 saham (12. PT Gunung Latimojong. Perubahan komposisi yang ketiga ini mempengaruhi komposisi saham. Mutasi I dilakukan berdasarkan Akte Notaris Sitzke Limowa. Ny. Sandewang dan Sandra D.A. Depnakertrans Kabupaten Poso.119 Para pendirinya yaitu Abdul Muim Sandewang. Freddy Frits K mengusai 10 saham (25 %). dari 6 orang pemilik lama. Perubahan komposisi saham pertama kali terjadi. AM Sandewang menguasai 700 saham (50 %).5 %). Teng Tjing Leng. Ujung Pandang. Sejarah Pendirian Gulat merupakan singkatan dari Gunung Latimojong. C. tanggal 11 September 1988.A. Sulawesi Tengah. nomor 42.117 Di jalan ini PT Gulat pertama beroperasi pada tahun 1968.A. 120 Lampiran 4a. C. Sulawesi Selatan. Ujung Pandang.A. Gulat berdiri pada 1968 Berdasarkan Akte Notaris M. Ujung Pandang.

S menguasai 270 saham (19. Sekitar tahun 1980 (pertengahan) Muin Sandewang meminta untuk pensiun dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. 6 Juli 1990. saham PT RUT pindah ke AM Sandewang dan Sandra DAS.3 %). Gulat (sampai pada pertengahan tahun 1980-an). pada kantor Notaris Eliza Pondaag.122 PT Radar Utama Timber (RUT)merupakan perusahaan di luar Gulat Group. Pada 14 Desember 1977 melalui Akte Notaris No 37.A. Setelah pensiun Muin Sandewang Diangkat oleh Kemal Idris sebagai Asisten Pribadi (Aspri). jabatan Pangdam Hasanudin adalah Solihin GP. seperti. Ny. Pada saat Sandewang masih aktif di TNI.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 580 saham (41. Sayogo Hendro Soebroto dan Siti Soemino. Sandewang juga dekat dengan M Yusuf. tidak diketahui namanya). Sandewang langsung melakukan survey ke wilayah Poso (Tokorondo). Sarwono Wirosoeryo.121 Pada perubahan yang keempat. merupakan pegawai kehutanan. Poso. Pemegang saham PT. Serta Radar Utama Timber menguasai 280 saham (20 %). Gunung Latimojong. 9 Maret 2004. PT RUT didirikan pada 27 November 1975 berdasarkan Akte Pendirian No 34 Notaris Hobro Purwanto. C. contoh : istri Sandewang bersaudara dengan istrinys si Hasan Ombansi 122 121 52 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . yang memberitahukan bahwa di Poso banyak terdapat kayu. komposisi pemegang saham menjadi AM Sandewang yang menguasai 3857 saham (71. Bahkan saat Sandewang mendapatkan masalah. 125 ide. opcit 124 Mistu. Sandewang menguasai 3000 saham (85. 11 Maret 2004. RUT adalah Drs. Survey pada 1975 dilakukan PT Gulat ibid ibid 123 Lampiran 4. yang dilakukan di Notaris Raharti Sudjarjati melalui akte nomor 29. Sawmill PT. pejabat yang terlebih dahulu membelanya adalah Sudomo.Sandewang menguasai 270 saham (19. 125 Sejarah masuknya Gulat ke Tokorondo adalah ketika Sandewang yang mendapat informasi dari Lago 126 -nya bernama Hasan Ombansi.124 Sandewang dikenal dekat dengan sejumlah pejabat Negara (baik militer maupun sipil). Kemal Idris (yang kemudian menggantikan Askary) dengan jabatan Komando Operasi Wilayah Indonesia Timur (Koondait). Jakarta. Gulat di Makassar juga diresmikan oleh Sudomo. 126 Pasangan hidupnya bersaudara dengan pasangan hidupnya si Lago.A.6 %).3 %) dan Sandra D. AM Sandewang masih berstatus sebagai anggota TNI Angkatan Darat di Komando Daerah Militer (Kodam) Hassanuddin (saat ini telah diganti menjadi Kodam Wirabuana). Sudomo.75 %) dan Sandra DAS menguasai 500 saham (14. Muin Sandewang masih aktif sebagai anggota TNI di Kodam Hasanudin dengan jabatan Wakil Asisten Intel.4 %). Wawancara di Desa Tokoronodo.4 %) dan Sandra DAS yang menguasai 1543 saham (28. Poso. Bahkan Sebagai pemimpin PT. (lihat Foto Gulat Makasar). Walhasil. wawancara di Desa Tokorondo. Saat mendirikan Yayasan Gulat. Treesye N Rari Astuti. Kepala Rumah Tangga Istana Negara (orang Tator. Emil Salim. Askary. Mutasi Pemilikan Saham PT.25 %)123 .

Areal HPH PT Gulat terletak pada kelompok hutan sungai Kameasi dan sungai Mentako dengan luas areal 40. Jika direntan secara kewilayahan HPH Gulat meliputi Tambarana hingga Sausu. Teluk Tomini.000 m3/tahun. 1991. 8 Maret 2004. Baru kemudian pada 1976 PT Gulat membuka usahanya di Tokorondo. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus melalui orang Jepang bernama Matsumoto. Sementara tempat lamanya di desa Lepa-Lepa Kecamatan Burau Palopo Utara tetap berjalan. hal 1 129 Ide.51 km. setelah survey. PT Radar Utama Timber. PT Radar Utama Timber. Dll. sebelah barat. Sedangkan Jenis2 dari kayu hitam yang terdapat di Poso adalah Batang Matches. Wilayah Kerja PT Gulat Sebelum Gulat beroperasi di Tokorondo telah ada beberapa Perusahaan/pengusaha yang beroperasi di Tokorondo seperti Abdul Hadad –TRIUM.131 Taha. Oktober. Ujung Pandang. Nyatoh. Wawancara Mantan Kepala Desa Tokorondo (1966 – 1970). Sementara Gulat mulai melakukan sendiri pengambilan kayu hitam sejak tahun 1980-an. yang pada waktu itu sebagai Panglima Armada Timur. Menurut pembagian wilayah administrasi pemerintahan masuk dalam Kecamatan Poso Pesisir dan Kecamatan Lage Kabupaten Poso. Oktober. PT Gunung Latimojong. 2. Oktober. 129 Areal Gulat berbatasan dengan PT Tritunggal Ebony disebelah selatan. Medang. Pegunungan. seorang ahli kayu (juga merupakan pembeli)– sekarang ia tinggal di Ujung Pandang. maksimum 32. PT Gunung Latimojong. 128 Pada awalnya Gulat tidak langsung mengeksploitasi kayu hitam. Matsumoto. Ujung Pandang. Bendera.000 Ha. Ujung Pandang. Ebony. hal 2 131 Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. Palapi. Karena sangat seriusnya pada tahun 1980. Baru pada tahun 1977 ketika masyarakat yang menawarkan dan membawa kayu hitam ke Gulat.Bab IV PT. sepanjang 32. sebelah Utara.000 m3/tahun dan minimum 20. hal 4 127 53 . 68. saat Gulat masuk di Tokorondo. PT Gunung Latimojong. sebelah Timur. 1991. PT Rasli– Sindo. orang Ambon. 128 Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group.127 Baru pada tahun 1976 Gulat resmi mulai beroperasi di Tokorondo. Jaya Sentosa – Andreas Liem/Babah Liem (Cina Makasar). mengatakan bahwa di Poso terutama di Tokorondo terdapat kualitas kayu-kayu yang bagus. di Ambon. dan Hitam Pekat. PT Radar Utama Timber. PT Radar Utama Timber. Gulat mengirim seorang pegawainya: Ide untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk menjadi grader. Jatah tebangan tahunan Gulat adalah. 1991. Kepala Bagian perakitan kayu PT Gulat. Jenis tanaman yang terdapat di dalam areal hak pengusahaan hutan PT Gulat didominir oleh jenis-jenis kayu seperti Meranti putih. Yang meresmikan Sawmill di Tokorondo pada 1976 adalah Leo Loupolissa. Bekawaweang –Sakir Samudi. opcit 130 Laporan Pelaksanaan Pengelolaan HPH Gulat Group. bupati di Poso adalah Ghalib Lasahido.15 km130 .

135 ibid 54 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Gulat hanya melakukan perbaikan dan perluasan. seperti yang dilakukan oleh Gulat terhadap sejumlah pemilik pohon diatas tanah yang akan dijadikan tempat usaha. opcit. Mistu.132 Disadari bahwa masyarakat sendiri saat Gulat masuk Tokorondo tidak memiliki surat tanah. Dimana dalam HPH disebutkan lokasi usaha. Pembelian tanah oleh Gulat dari masyarakat tidak dengan syarat-syarat pembelian tanah yang wajar.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Saat masuk ke Tokorondo. 135 Selain itu di Tokorondo terdapat sebuah rumah untuk jajaran manajemen Gulat yang posisinya strategis. dari Tokorondo ke hutan (areal HPH) hanya membutuhkan jarak 7-10 kilometer. sudah terdapat dermaga di pinggir pantai Tokorondo. Sehingga untuk soal dermaga. Setelah mendudukinya. Dengan kata lain tanah-tanah tersebut merupakan tanah adat. Sebagian masyarakat yang telah menjual tidak pernah mendapat surat jualbeli tanah. FGD. Gulat melakukan pembelian tanah dengan cara hanya membeli pohon yang ada di diatas tanah yang akan dibuat tempat usaha. berada tepat dipinggir jalan trans Sulawesi. harus melalui panitia ganti rugi pembebasan tanah yang terdiri dari BPN (tingkat kabupaten). Maka dari itu Gulat membuat jaringan kerja yang “rapat dan padat”. Sehingga ketika tanah-tanah tersebut dibutuhkan Gulat. Gulat tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya. dinas Pertanian jika berkaitan dengan pohon yang ada di atas tanah. 1991. opcit. (lihat denah view petinggi Gulat). 14 Maret 2004. Gulat (lampiran) bahwa tidak terdapat satu sertifikat pun yang menerangkan bahwa tanah-tanah di Tokorondo merupakan tanah yang sah milik Gulat. Masyarakat hanya memiliki tanah-tanah tersebut secara turun temurun. dan dinas Pekerjaan Umum jika berkaitan dengan banguanan yang ada diatas tanah tersebut. Sekali lagi. Gulat meng-klaim tanah-tanah tersebut berdasarkan ijin usaha HPH-nya. hutan dan dermaga hanya dalam suatu lokasi berdekatan (lihat denah PT Gulat ditengah Tokorondo). sawmill. membelakangi hutan dan akses pemandangannya ke arah dermaga dan laut. Saat Gulat masuk ke Tokorondo.133 Menurut BPN ganti rugi tanah maupun bendabenda lain di atas tanah. Selain itu bisa dilihat dari laporan pelaksana pengelolaan Hak pengusahaan Hutan (HPH). kantor. Bandingkan dengan surat Berita acara Penitipan hasil Temuan di Areal Eks. 132 133 Taha. masyarakat hanya merasa perlu ada penggantian atas pohon-pohon yang telah ada di atasnya. Bukan membeli tanahnya. Sedang yang menjadi sumber penghasilan dari tanah tersebut adalah pohon-pohon yang tumbuh diatas tanah-tanah tersebut. yang memperbaiki Dermaga tersebut. opcit 134 Taha. Di desa Tokorondo sudah terdapat dermaga (akses langsung ke laut).134 Harus diakui pula bahwa Lokasi desa Tokorondo yang strategis diantara lautan dan pegunungan mengakibatkan lajunya usaha Gulat di Tokorondo.

wartawan di Palu. Saat ini lahan-lahan kayu hitam bekas gulat ditanami cokelat dan dikelola oleh masyarakat136. 9 Maret 2004. Pada putusan akhir Gulat lebih memilih HPH baru di Gorontalo. Sampai saat ini lahan-lahannya Gulat telah ditanami cokelat oleh masyarakat. Poso. 138 Ama. Poso. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Memasuki tahap I atas pemberian HPHnya (20 tahun). Saat ini di hutan bekas HPH Gulat yang tersisa hanya bekas-bekas potongannya (lihat di Foto). Struktur138 dan Tahapan Kerja139 STRUKTUR OPERASIONAL GULAT TOKORONDO PT Gulat Tokorondo Kepala Proyek Andi Baso Balandai Kantor Umum Ibrahim Kayu Hitam Halide Yamin Sawmill Anwar Djalle Skiller Pemasaran dan Keuangan Arifin Kayu Lunak Daus 136 137 Kunjungan ke Hutan (salah satu lahan bekas Gulat). Cara Kerja PT Gulat a. Masih ada beberapa pohon Ebony. Wawancara di Desa Tokorondo. belum layak dipotong. Kondisi populasi kayu hitam saat ini memang sudah habis. walaupun masih ada kayu di Tokorondo tetapi mereka tidak bisa memilih keduanya. 1996-1997. 13 Maret 2004. Mahmud Asri. 9 Maret 2004. PT Gulat mendapatkan pilihan untuk memperpanjang ijin usaha atau mendapatkan HPH baru di wilayah lain. Oleh karena agak jarang dan susah di dapat kayu hitam. Konsekwensi dari pilihan tersebut Gulat di Tokorondo ditutup karena tidak diberikan perpanjangan ijin. Wawancara di Desa Tokorondo. terlebih-lebih di wilayah HPH Gulat137. tapi masih kecil dan belum hitam.Bab IV PT. 139 Daus. 10 Maret 2004. 55 . Wawancara.

pelaporan dan meeting yang diadakan oleh kepala2 bagian dan bagian perijinan. setelah itu rencana penebangan kayu dari hasil survey dan penomeran kayu di atas (masuk ke bagian chainsaw). Dalam proses pengapalan biasanya diangkut (khusus kayu hitam) kurang lebih 250 kubik. Skiler Kayu bulat Kayu jadi 2. dalam keadaan masih setengah jadi. Filling Room 4. sawmill. Pembuatan jalan. mengadakan penomeran dan pengukuran pada kayu.Listrik Industri Mesin pengelolaan jadi Mesin Potong Finishing Penjemuran Packing Tahap-tahap140 : • Tahap I. dilakukan di HPH. jenis2 kayu yang bisa diproduksi. hutan dan juga proses shippingnya dan jalur yang singkat. Ketika akan 140 Daus. dia langsung dikirim/diexport ke perusahaan asing seperti Jepang dan Korea. Jalur Dagang dan Pembayaran Gulat di Tokorondo telah mempunyai dermaga sendiri. di hutan (di atas gunung) 1. Cruising.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Pemetaan Struktur Operasional Bagian Sawmill Tokorondo Sawmill Administrasi 1. min 60cm ke atas. apakah kayu itu layak tebang atau tidak. 2. dilakukan di Tokorondo (tempat pengolahan kayu) 1. yang merupakan bagian dari rencana pengolahan (rencana pengolahan dilakukan oleh kepala produksi dan pimpinan produksi) • Tahap III. Mesin Mesin induk 3. Survey dalam HPH. sedangkan buldoser dan traktor dari Makassar dikirim lewat jalan laut. 2. • Tahap II. b. survey isi hutan. opcit KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 56 . Oleh karena itu Operasi Gulat tidak melalui jalur Palu ataupun Ujung Pandang.Pembersihan lokasi dengan pembukaan jalan dari pantai (km 0) sampai ke gunung – yang merupakan jalan logging yang dilakukan dengan buldoser dan traktor. yang dilihat dari diameter kayu.

kayu-kayu tersebut dibuang ke laut dan digantikan dengan kayu hitam. opcit 142 141 57 . sudah mendapatkan ijin dan dokumen dari para pengawas. Selain itu kelompok yang mudah mendapatkan akses jabatan di Gulat adalah latar belakang kemiliteran dan teman seperjuangan Muin Sandewang. Pengkapalan/Kapten Kapal (Loading Kayu) PT Gulat I.142 c.Bab IV PT. ketika siang hari. Selain itu yang terlibat antara lain Lahamudin (pangkat Mayor) dan Andi Baso Balandai (pangkat Lettu)144 Mistu. Koordinator Satpam Gulat Makassar. Cara lain adalah dengan membuat rakit dari kayu biasa. Cara “Kekeluargaan” Cara pengelolaan atau menegmen Gulat terkenal dengan cara kekeluargaan. Yang dibutuhkan sebenarnya hanya dokumen sebagai cover pengiriman kayu hitam.143 Dari sejak masuknya Gulat ke Tokorondo sudah menggunakan akses Lago’. baru loading. Kemudian anak satu-satunya sandewang (Sandra) dan istrinya merupakan pemilik saham.141 Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa ada modus korupsi yang dilakukan oleh Sandewang. terutama dari daerah asal Muin Sandewang. Di Makassar terdapat Samuel. Gulat dijalankan oleh menantu Sandewang (suami Sandra) yang bernama Simson. banyak yang beretnis Bugis/ palopo. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus melakukan pengapalan. perbandingannya adalah $1 Check Price dan $3 Sale Price. seperti IHH (Iuran Hasil Hutan). Hal ini sebagai upaya untuk meminimalisir pembayaran kewajiban-kewajiban perusahaan ke Negara. 144 Taha. Tetapi karena tidak ada ijin loading. 11 Maret 2004. Sementara dari militer jajaran terdapat beberapa pos jabatan yang diisi oleh orang militer. Setelah Sandra menikah. antara lain dari kehutanan. Dengan perbandingan dari 3:1. Muhammad Ali yang menjadi kepala operasional Gulat pada masa akhir Gulat di Tokorondo. biasanya banyak pengawas yang melakukan pengecekan. Check Price yaitu pembayaran masuk ke kas perusahaan sedangkan Sales Price masuk ke kantong Sandewang. Para pekerja yang di Tokorondo maupun yang dari Palopo. Pembayaran kayu-kayu hitam yang di ekspor ke luar negeri dengan dua cara. Palopo. 143 Nusa. Untuk urusan kekerabatan dalam pengelolaan ini dipahami sebagai pengelolaan secara kekeluargaan. ketika malam hari. kayu-kayu lunak dimasukkan ke kapal. Warga Tokorondo. 8 Maret 2004. Petani. kemudian kayu hitam tersebut diletakkan di atas rakit. Caranya adalah. maka dilakukan permainan. opcit Eli. sebut saja. Kebanyakan dari para pekerjanya adalah beretnis bugis. jika sebuah barang dijual dengan harga 3 maka hanya 1 yang dilaporkan dalam buku catatan resmi perusahaan. Selain itu dari kompoisi saham dan pemegang jabatan di PT Gulat adalah keluarga/ masih ada hubungan darah. Polsek Poso Pesisir. Pernah ada pengangkatan kayu hitam dari Tokorondo. Wawancara di Desa Tokorondo. Wawancara. Tungkanan kepala keamanan Gulat. Kodim.

Ada backing dari istana. 150 ibid 58 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Gulat menyumbangkan satu mercy tiger untuk orang dalam istana tersebut pada jaman Soeharto. Ada jalur khusus yang dibuat untuk helikopter pengangkut. f. Poso. Daftar Tagihan Sektor P3. 149 Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Poso. Tetapi waktu 3 bulan tersebut tetap tidak cukup untuk mengangkut semua kayu hitam yang terdapat didaerah terjal. Menggunakan Helikopter Untuk daerah-daerah yang tanahnya miring dan susah akses untuk mengambilnya. 10 Maret 2004. Orang militer kasih nota ke Sandewang untuk meminta tanda tangan dari Gubernur Palu pada waktu itu untuk minta HPH Gulat. Pak Ali sering kali menangani permainan dalam pembayaran pajak dengan cara misalnya me-mark up volume kayu yang akan dikirim. Gulat Tutup Pada masa Simson. Sementara catatan Pajak Bumi dan Bangunan. Gulat tidak membayar pajak. Gulat pernah melakukannya dengan menggunakan helikopter. serta lainnya seperti Kejaksaan. 8. KKN Aparat TNI dan Polri. Tetapi kolusi tetap ada dan terjadi. terutama orang dalam. Selama helikopter tersebut beroperasi. per 1 Januari 2002. Kemudian dilanjutkan lagi pada jam 2 sampai jam 4 sore.433. Setelah Gulat tutup dan tidak beroperasi lagi. seksi Penagihan. Jam operasi heli jam 7 pagi – 11 siang.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah d. 147 ibid 148 Daeng. Tetapi saat diverifikasi ke KP2LN. mesin-mesin bekas usaha Gulat 145 146 RDP dan Rasta. Ngobrol di Sancanga (pantai di Tokorondo) bersama 7 orang nelayan. Sehari-hari. 9 Maret 2004. pemda sering datang ke Gulat tapi tidak menunjukkan perilaku yang kolusif145. Dengan kata lain Gulat merupakan penunggak pajak.149 informasi lain mengatakan bahwa Gulat juga belum membayar IHH (Iuran Hasil Hutan). tidak bersedia memberikan informasi perihal penunggakan IHH Gulat tersebut.112. yaitu air fast yang disewa selama 3 bulan. tidak pernah ada masalah dengan aparat atau dengan instansi lain. mengatakan bahwa Gulat masih berkewajiban membayar PBB sebesar Rp. Yang diangkat oleh heli hanya kayu-kayu yang berkelas seperti kayu Ebony148 . untuk segala kegiatan. dalam hal ini paling banyak di daerah Tambarana. Gulat tidak mendapatkan kesulitan dari aparat atau militer.150 Sampai pada tutupnya perusahaan. Lee. Kasi Piutang Negara. Wawancara di Desa Tokorondo. Hasil dari mark up tersebut kemudian menjadi keuntungan bagi perusahaan. melalui Jhon F Wattimury. masa akhir sebelum Gulat tutup di Tokorondo.147 e. Pemberian uang ke pejabat-pejabat (sogok) dalam jumlah besar dilakukan oleh Muin Sandewang sedangkan pengeluaran yang kecil-kecil dikerjakan oleh Pak Ali146. Gulat menyewa Helikopter dari Singapura. opcit.

157 b. pada zaman jaya-jayanya Gulat.152 . 14 Maret 2004 157 Wajah. opcit 156 Daeng. FGD. desa dimana Gulat beroperasi 154 .7/1981 tetang wajib lapor ketenaga kerjaan pasal 7 ayat 1. karena ada Perda yang mengatur kalau perusahaan-perusahaan yang mempunyai HPH harus mempunyai sawmill dilokasi karena ada larangan ekspor dalam bentuk log (kayu glondongan/mentah/bulat). 153 ibid. buruh WNI perempuan berumur dewasa sebanyak 5 orang. Gulat dianggap sukses dan berjaya dalam perdagangan kayu. Sehingga total buruh WNI dewasa sebanyak 77 orang. Kedatangan mereka ke Tokorondo merupakan konsekwensi kerja. opcit Buku Induk UU no. Wajah. Emi (84th). Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus dibawa ke Makassar.153 a. Para warga masyarakat yang menjadi pekerja Gulat lebih memilih bekerja di Gulat karena letaknya yang sangat dekat dengan tempat tinggal mereka. menceritakan. Alasan lain masyarakat Tokorondo sangat antusias bekerja di Gulat karena pamor Gulat yang melonjak. hampir semua anak laki-laki setelah lulus SMP berkeinginan bekerja di Gulat.Bab IV PT. Sementara jumlah buruh WNA pendatang laki-laki sebanyak 4 orang. maka ketika Gulat membuka lahan baru di Tokorondo RDP dan Rasta. minimal harus setengah jadi151 . Depnakertrans Kabupaten Poso. Pekerja dari Tokorondo Gulat banyak memperkerjakan warga masyarakat desa Tokorondo. Pekerja Dari Luar Tokorondo Diantara para pekerja banyak juga yang datang dari luar Tokorondo. Alat-alat yang digunakan Gulat merupakan alat-alat yang diproduksi oleh PT CONAN. Sehingga ketika jam istirahat mereka bisa istirahat dan makan di rumah mereka sendiri156. opcit 155 Emi. Sejarah mesin ada di Tokorondo salah satunya adalah. mengatakan mungkin sekitar hampir seratus orang warga Tokorondo yang pernah bekerja di Gulat155 . Jumlah buruh WNI dan WNA pada tahun 1991 ini sama dengan jumlah pada tahun sebelumnya. Pekerja dan kompensasinya Pada laporan keempat (dilaporkan pada 11 Desember 1991) dalam Buku Induk UU No 7 Tahun 1981 Tentang Wajib Lapor Ketanagakerjaan. 3. Wawancara di Desa Tokoronodo Poso. 10 Maret 2004. 154 Vopane. 152 151 59 . Dalam buku tersebut tidak dijelaskan status 4 orang WNA. Sulteng. dikatakan bahwa jumlah buruh WNI laki-laki berumur dewasa sebanyak 68 orang. Dalam buku Induk dikatakan bahwa 77 buruh WNI tersebut berstatus buruh. Artinya karena mereka telah menjadi pegawai sejak di Gulat Makassar atau Palopo.

Tetapi lebih bernuansa sentimentil. diajak ke Tokorondo oleh Muin Sandewang untuk mengurus masakan orang-orang kantor. Wawancara warga Tokorondo. 160 Eli. ikut suami)159 . FGD. 14 Maret 2004. 161 Emi. FGD. 159 158 60 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Ibu Rumah Tangga. Kedua orang ini bahkan kawin dan berkeluarga di Tokorondo. Ketika Gulat tutup di Tokorondo. mereka harus tinggal di Tokorondo158 . opcit. Ratna (berhenti dan ikut suami) dan Ibu Wina (juga berhenti kerja. Keterlibatan para perempuan di Gulat juga dengan latar belakangnya masing-masing. Ide. membagi “kepemilikan”. dan Daeng dan Ide. Jadi hubungan antara para pekerja Gulat dengan Masyarakat desa Tokorondo karena gairah kerja masyarakat ke Gulat dan karena para pekerja Gulat yang kemudian harus menetap dan menjadi warga Tokorondo. Pekerjaan-pekerjaan perempuan selama Gulat beroperasi pada bagian administrasi. Palopo dan pada kantor Gulat di Makasar. Sentimen etnis Bugis yang digunakan dalam memperkerjakan karyawan/pekerja di Gulat pada dasarnya bukan merupakan aturan normatif. Tetapi sentimentil tersebut sebenarnya bukan sejak Gulat di Tokorondo. 10 Maret 2004. baik yang warga Tokorondo maupun yang datang khusus bekerja di Gulat Tokorondo. Seperti saat mengajak pak Ide. Sandewang kerap mengajak orang-orang yang dipercayanya untuk bekerja di Gulat dengan cara memberi kepercayaan. Pekerja Perempuan Sementara terdapat beberapa perempuan yang bekerja di Gulat. sandewang khusus mengajak dan memanggil Ide sejak di Makassar. Sulawesi Selatan. 14 Maret 2004. tamu-tamu dari luar negeri (orang Jepang dan Singapore) dan petugas-prtugas dari instansi-instansi. selama masa kerjanya. Tetapi sudah dilakukan sejak masih di Lepa-lepa. Daeng dan pak Ide contohnya. ibu ini hanya dibiarkan tanpa kejelasan kompensasi atau sikap positif. Pekerja beretnis Bugis Para pekerja. turut menentukan pengelolaan dan perekrutan pekerja Gulat. Daeng.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah mereka harus (atau ikut) ke lokasi baru. Wina. rata-rata beretnis Bugis atau berasal dari Palopo160 . ibu Ita. Ibu Ita berasal dari tanah jawa. yang berjumlah kurang lebih 5-10 orang. mantan Pembantu Administrasi di bagian Sawmill PT Gulat. diantaranya JIdah (berhenti dan ikut suami). Keduanya sampai saat ini masih tinggal di Tokorondo. Dalam pertemuannya. Maka lumrah jika kemudian. c. Selain itu pendekatan Muin Sandewang yang cukup persuasif dan akomodatif161 terhadap beberapa orang dan pada saat-saat tertentu. Satu orang perempuan diantaranya menjadi juru masak Gulat. sandewang mengatakan bahwa cuma kau yang mengerti soal kayu. d. Nusa. Diantaranya karena diajak oleh salah seorang kenalan dan juga karena suami sudah lebih dahulu bekerja di Gulat.

Keduanya merupakan keluarga Muin Sandewang dari Palopo. opcit.Bab IV PT. termasuk mengelola kayu hitam di dusun Membuke. 27 Maret 2004. Desa Tumora. Pernah dalam satu waktu. Daya Sinar Mas. Ketiga. Poso. asli Palopo. opcit 61 . Sandewang. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus saya minta kau pegang grider di Tokorondo. Kayu-kayu hitam tersebut dicuri oleh Tungkanan sejak tahun 1990 dari areal PT. lebih baik jaga punya kita sendiri”. Kecamatan Sausu. terdapat beberapa nama yang juga berlatar belakang militer dan berada dalam jajaran lain yang beragam di dalam Gulat. sebuah perusahaan logging kayu. Andi Baso kemudian menjadi kepala proyek di Gulat. Gulat sebagai pengawas (kepala keamanan) sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 1994166 .162 e. namun dari 10 truck yang memuat kayu hitam 3 truck diantaranya tidak masuk ke lokasi logging namun oleh Tungkanan diteruskan ke Poso untuk kepentingan bisnisnya. pada saat pemuatan kayu hitam dari areal penebangan ke Logging. 164 Taha. terjadi selisih paham yang pada akhirnya Tungkanan memanggil anaknya yang Kopasus dan kemudian mengancam Mistu. Lago’-nya Sandewang. Kodim 1307 Poso dengan pangkat terakhir Sersan Jabatan Intel TNI165 . Gulat. Begitu juga dengan Samuel. Walaupun Tungkanan bekerja di Gulat. namun terdengar kabar bahwa dia merupakan orang’nya’ Andreas Liem (Baba Liem). 22 Maret 2004. PT. tepatnya Masamba. adalah Mistu yang berhenti menjadi Informan Kodam Hasanuddin bersamaan dengan pensiunnya M. Wawancara di Tentena. saat diajak Sandewang. Andi Baso Balandai (pangkat Lettu) dan Lahamudin (pangkat Mayor)164 . pada sekitar tahun1980 (pertengahan)163 . Kemudian Mistu bergabung dengan Gulat dan menjadi kepala bidang Operasional Gulat di Tokorondo. pensiunan TNI. opcit 165 Elmy. dikatakan. Mistu pernah menangkap kayu hitam yang dicuri oleh Tungkanan. Donggala (sekarang Kab. mantan TNI (28 tahun bertugas di Jawa). Radar Utama Timber di Desa Piore. 166 Mistu. Sampai saat ini Mistu masih tinggal di salah satu rumah. “daripada menjaga punya orang lain. Wawancara di Desa Tokorondo. koordinator satpam di mess Gulat di Makassar. Parigi Moutong). Tungkanan bekerja di PT. Mistu. adalah Tungkanan. di Tokorondo. Cahaya Sentosa. Tungkanan bekerja di PT. Tungkanan diberhentikan (dipecat) dari perusahaan karena terlibat pada kasus penyelundupan kayu hitam ke Malaysia. Pekerja dari Militer Selain Abdul Muin Sandewang yang berlatar belakang Militer. Setelah pensiun. yang juga merupakan suplayer kayu hitam ke PT. Pertama. bekas kantor Gulat. sama dengan Sandewang. Mistu dipercaya untuk menjaga asset-asset Gulat di Tokorondo. Kedua. Poso Pesisir. 162 163 Ide. Tungkanan melakukan pengawasan.

Kemal Idris. biaya penguburan dan tunjangan hari tua. Gulat yang diwawancarai. cuti hamil. opcit Buku Induk UU no. Sawmill Gulat yang jalan Antang.168 g. Perangkat Perburuhan Kelengkapan perburuhan yang terdapat di Gulat selama beroperasi di Tokorondo adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Kelima. semasa sandewang masih aktif sebagai TNI di Kodam Hasanudin dan saat Sandewang menjabat direktur Gulat. Kelengkapan perburuhan yang tidak di dapati di Gulat Tokorondo adalah status WNA pendatang. yang meresmikan Gulat di Tokorondo pada tahun 1976. Ketiga. Makassar diresmikan oleh Sudomo. Lokasi sawmill PT. saat mereka keluar dari Gulat. Cuti sakit. Kedua.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Selain itu ada beberapa nama. Makassar. begitu juga dengan Astek. Yusuf yang dibeli oleh perusahaan sebesar $25. 168 167 62 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Jikalau ada kadang harus dilakukan dengan usaha yang “lebih”.167 f. cuti bersalin. Ada pekerja harian.170 Mistu. M Yusuf. Gulat di Kelurahan Antang. honorarium dan karyawan tetap169 . (mantan) Pangdam Hassanudin. peraturan perusahaan. Sementara permintaan pengunduran diri datang dari para pekerja dengan alasan besaran upah yang sangat kecil. program latihan tenaga kerja Indonesia. mekanisme Bipatride (sebagai mekanisme penyelesaian sengketa). Sudomo. bahkan yang berasal dari sesama militer pun merasa terlalu kecil. Padahal saat itu Sudomo adalah menteri Tenaga Kerja. Dalam mem-PHK Gulat menggunakan alasan akan pindah ke Gorontalo. Jaminan sosial berupa. 169 Daus. fasiltas latihan. Keempat. merupakan (mantan) panglima armada timur. cara mem-PHK dan Pesangon Gaji pekerja PT Gulat dilihat dari statusnya. Beberapa gambaran dibawah merupakan ungkapan yang keluar dari keringat kerja sejumlah orang yang pernah bekerja di Gulat. Purn. Sementara pesangon banyak tidak diterima oleh pekerja. Upah Kecil. Kesepakatan kerja bersama (KKB). M. Sulsel adalah tanah milik Jend. Leo Loupolissa. yang berpangkat yang berada diluar struktur Gulat.7/1981 tetang wajib lapor ketenaga kerjaan pasal 7 ayat 1. opcit 170 Semua mantan pekerja PT. Sulteng. Depnakertrans Kabupaten Poso. diketahui dekat dengan Muin Sandewang. Koperasi. Asuransi Tenaga Kerja (Astek). yang merupakan (mantan) anggota Militer Pertama. (mantan) komando daerah Indonesia Timur. Solichin GP. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

174 Nusa.175 Daeng (laki-laki.per hari. opcit 175 Taha. Itulah sebabnya Nusa sampai harus mondar mandir ke Palu selama 2 tahun. Setelah keluar dari Gulat. 7 Maret 2004. Total 31 ribu. opcit 173 Apin.250. Menurut Nusa. 67 th). Nusa mendapat informasi bahwa beberapa tahun terakhir. kesulitan di dapat saat mengurus astek. Bahkan banyak pekerja-pekerja lain yang asteknya tidak keluar. Gaji awal 800 rupiah/hari. Padahal sudah ikut SPSI. opcit RDP. 37 th)) mengatakan Untuk kesejahteraan pekerja PT Gulat. 40th) bekerja di Gulat kira-kira 1986. Meskipun pekerja telah dipotong upahnya untuk membayar astek. saat di pecat. Jika ingin mendapatkan pesangon harus mengurus langsung ke Gorontalo. Setelah Rasta kerja awal selama 3 bulan baru kemudian diangkat pegawai (dengan SK dari makasar) dan mendapatkan gaji pokok 11 ribu rupiah. ketika mereka keluar dari Gulat atau ketika mereka meninggal dunia.Bab IV PT. wawancara di Desa Tokoronodo. 55 th) Masuk kerja pertama kali pada September 1975 sebagai buruh harian di Gulat khusus bagian bangunan. Nusa menolak. Gulat tidak lagi membayarkan uang astek yang dipotong dari gajinya pekerja Gulat.172 Durin (laki-laki. Setelah ada PHK massal. Walaupun gaji yang diterima pekerja Gulat termasuk kecil. Akibatnya ketika ada PHK massal. ada juga yang tidak mendapat pesangon. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Nusa (laki-laki. 42 th) dan Rasta (laki-laki. sepengetahuannya. harus mengurus ke Makasar. Gaji di Gulat cukup kecil. tetapi tidak ada jawaban/hasil. Kebijakan Gulat mengatakan bahwa jika ingin mendapatkan pesangon. Salah satu penyebabnya yang paling penting adalah karena Gulat tidak menyampaikan ke astek. Uang makan 1 bulan 20 ribu rupiah. Gaji total tersebut sampai akhir Rasta kerja hanya naik menjadi 33 ribu rupiah. Astek dan sudah lapor ke Depnaker. ada asuransi tenaga kerja (Astek). banyak pekerja yang tidak mendapatkan pesangon.171 RDP (laki-laki.. Sementara RDP saat di PHK tidak ada pesangon. 39 th). 40 th) pernah bekerja di Gulat. Tetapi baru Sekitar tahun 1980 diangkat menjadi 171 172 Nusa. Usahanya mendapatkan Astek harus dijalani dalalm kurun waktu Dua tahun setelah keluar dari gulat dan setelah mondar mandir Tokorondo-Palu. Pada saat ada PHK Massal—ketika PT Gulat sudah tidak beroperasi—Banyak yang tidak menerima pesangon. Nusa keluar dari Gulat ketika Gulat menawarkan Nusa untuk dipindahkan ke Gulat cabang Gorontalo. juga merupakan salah satu dari banyak penduduk diTokorondo yang mantan pegawai harian dari PT Gulat. tetapi mereka tidak pernah telat menerima gaji. Saat kerja di Gulat Safrin digaji Rp 1. opcit 63 . karena dianggap sudah tidak ikut Astek. ada pekerja yang mendapatkan pesangon.173 Nusa (laki-laki.174 Taha (laki-laki. sebagai buruh harian. Kepala Desa Tokorondo (Kades).

Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah karyawan tetap di Gulat untuk mengerjakan bangunan bagian kamp-kamp dan perumahan untuk karyawan dan pekerja PT Gulat. Gaji pada tahun 1975 hanya Rp 300/hari – Rp 25. Ia keberatan untuk menyebutkan gajinya. Ia menjadi pekerja honorarium pada tahun 1977.000/bulan. Karyawan tetap Rp 60.000.000/hari 2. orang Palopo. Saat keluar pada tahun 1997. Sampai sekarang nama masih terdaftar sebagai pegawai PT Gulat – (belum ada pemutusan hubungan kerja) tetapi juga tidak diberikan gaji dari Gulat. opcit 64 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . opcit Daus. Gaji terakhir tahun 1997 Rp 350. sampai akhirnya benar-benar keluar pada tahun 1997.000/bulan Pemberian gaji di Gulat tidak ketat dengan standar pemberian gaji yang layak dan tidak berdasarkan status pekerja di Perusahaan.178 Tingkatan status pekerja : 1.500/hari 3.750/hari 4. Sebelumnya pada tahun 1979 pernah minta berhenti dari perusahaan. Menurutnya Gulat merupakan perusahaan yang pelit. Karyawan tetap Rp 50.1985 2. Ketika berhenti tidak ada uang jasa dan pesangon. Pekerja Honorer Rp 40. Pekerja harian lepas Rp 1.000/hari . Gaji pekerja harian bisa lebih besar dari gaji karyawan tetap. Pekerja harian lepas Rp 1. honorarium dan karyawan tetap. opcit 178 Wina.-176 Daus (laki-laki. tidak mendapatkan pesangon.000/hari. Ama (laki-laki.750/hari. Dari sisi jaminan pekerja kurang mendapat jaminan dari perusahaan.000/bulan – 1990 5. Kalau untuk pekerja harian lepas Rp 1. karena minta mundur dari perusahaan.000/bulan – 1988 4. ketika menjadi karyawan tetap. 44 th) mengatakan bahwa Tahapan dia bekerja di Gulat terbagi menjadi beberapa tahap : 1. opcit 179 Ama.000/bulan – 1993179 176 177 Daeng. Di Gulat tidak ada astek dan tidak ada perjanjian kerja. ia mendapatkan kenaikan gaji sebesar 15%.177 Wina (perempuan. Harian Rp 2. Borongan Rp 1. Pekerja lepas Rp 1. 56 th) mengatakan bahwa Gaji pekerja PT Gulat dilihat dari statusnya. karena merasa malu dengan kecilnya jumlah gaji yang ia dapat. Karyawan tetap Rp 60.125/hari – 1987 3. tetapi kemudian ditarik kembali oleh perusahaan. Ada pekerja harian. 40 th) mengatakan standar Gaji ketika itu Rp 2. Yang menangani masalah gaji pada waktu itu adalah Pak Arifin. karena pengalamannya dalam masalah gaji.

ditambah uang makan Rp 20. Tetapi Pak Emi tetap mempermasalahkan pemecatannya. opcit 65 .000/bulan. tapi tidak dapat apa-apa. 50 th). Tetapi SPSI tidak berbuat apa-apa saat ia dikeluarkan dari PT Gulat pada tahun 1981. Lebaran tidak ada THR. mempunyai anak buah kurang lebih 50 an orang. lebih lanjut dikatakan. Gaji di PT Gulat waktu awal bekerja Rp 35. Tukang masak PT Gulat awalnya kerja karena dipanggil oleh Pak Sandewang untuk bekerja di perusahaannya ketika masih di Ujung Pandang. tapi sekarang sudah tidak pernah lagi dikirim. tetapi 2 tahun kemudian di panggil kembali.5%). Emi (laki-laki. gaji selalu dikirim dari Jakarta untuk modal kerjanya mengelola aset di Tokorondo. wawancara. hanya diberikan gaji minimum. baru 3 bulan kerja sudah mendapatkan astek). Gaji pada tahun 1972 di Palopo Rp 10. Tetapi hal tersebut tidak dihiraukan oleh Emi.250/bulan. “. tambahan hanya saat ada borongan kerjaan lain yang bukan merupakan bagian kerjaannya dan diluar jam kerja. gaji terakhir Rp 450.000. Astek hanya diperuntukkkan pada orang-orang tertentu (sangat berbeda dengan tempat kerjanya sekarang di Hutan Bersama. 84 tahun bekerja di Gulat sejak awal di bagian pengapalan. sekarang (terakhir bekerja) naik menjadi Rp 50.000. Pak Emi selama bekerja di PT Gulat menjadi anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). tetapi 5 tahun terakhir bekerja tidak mendapatkan apa2 dari perusahaan.180 Taha (laki-laki. opcit Emi.Bab IV PT.. 70 th). ia mendapatkan pesangon dari perusahaan sebesar Rp 600. Pak Ali pernah minta keluar dari perusahaan karena gaji tidak sesuai..000/bulan. berarti astek tersebut sudah masuk dalam gaji pegawai (gaji pegawai dipotong 2. pak Ali.181 Saat bekerja gajinya kecil. 183 Tiwa. Setelah selasai bekerja.000. 11 Maret 2004.sudah 23 tahun bekerja di Gulat.000/bulan.. Astek pada waktu itu diberikan pada tahun 1970. Setelah kerusuhan. Gaji pada tahun 1968 Rp 1.183 Mistu (laki-laki. Contoh membuat pagar atau dermaga. Hal itu membuatnya harus mengurus sendiri sampai ke Depnaker (bisa dilihat di sebagian dokumen-dokumen. karena penggantinya tidak bagus/rapi bekerjanya. sedangkan 180 181 Eli. 84 th) membuat rumah diatas tanah yang diklaim sebagai milik Gulat oleh si Penjaga Aset Gulat di Tokorondo.000/bulan. Pengeluaran sehari-hari2 bisa Rp 5. warga desa Tokorondo. pada tahun 2000 – Rp 380. Tahun 1981 pak Emi di PHK. 70 th). opcit 182 Tiwa. Tetapi pada pemberian gaji. Caranya adalah dengan mendaftarkan nama karyawan. yang tidak terbakar saat konflik !). Setelah Gulat tidak ada di Tokorondo. Mendapatkan astek juga sebesar Rp 60.”182 Tiwa (perempuan. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus Pada akhirnya Ama Pindah kerja karena upah kerja terlalu kecil dan tidak ada astek. Emi.000/ bulan.000/bulan. jadi sekarang saya mau pake tanahnya.

Bahwa sebenarnya Gulat melakukan penipuan karena peruntukkan jalan hanya untuk melancarkan operasi produksi Gulat belaka. sudah tidak memiliki lagi data-data Upah Minimum Regional (UMR) pada saat Gulat beroperasi di Tokorondo. Hal ini kini telah disadari oleh sebagian warga masyarakat. 4. opcit 187 RDP dan Rasta.185 Ia menjadi pekerja honorarium pada tahun 1977. opcit Kunjungan ke beberapa kantor pemerintah di Poso dan diskusi dengan beberapa mantan pekerja Gulat. Gulat juga memperuntukkan tanah masyarakat bagi pembuatan jalan. (Daus keberatan untuk menyebutkan gajinya. ia mendapatkan kenaikan gaji sebesar 15 %. Alasanya karena tidak ada sistem penyimpanan yang baik dalam Depnakertrans dan karena konflik yang terjadi sehingga data tersebar-sebar. Perannya terhadap masyarakat a. secara normatif. Dengan banyak produksi kayu dan ada perusahaan di Tokorondo.250. Sementara sumbangannya untuk kepentingan warga tidak terlalu terasa. karena merasa malu dengan kecilnya jumlah gaji yang ia dapat). Asumsi yang dikembangkan adalah Jalan tersebut dibuat untuk mempermudah membawa kayu dari gunung/hutan ke Tokorondo. Hal ini karena kantor wilayah Depnakertrans.184 Sayangnya ukuran-ukuran gaji sebagaimana diutarakan diatas tidak dapat terverifikasi. Terlebih-lebih beberapa tanah justru tidak dibeli tetapi hanya diganti uang pohonnya187 . Karena dengan adanya jalan akan mempermudah membawa kayu hitam/kayu lainnya. sawmill dan kontor. Perannya semasa beroperasi Selain membeli/mengambil tanah untuk dibuat gudang. utangnya menumpuk. bahwa upah-upah yang diberikan tersebut jauh dari kecukupan normal biaya hidup sehari-hari. Gulat hanya membeli/membayar pembebasan pohon diatas tanah yang 184 185 Mistu. 66 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Keuntungan yang diperoleh dari Gulat antara lain : ada jalan darat yang dibuat oleh Gulat (sekarang menjadi jalan utama di desa Tokorondo)186 . tapi dari perusahaan tidak memperbolehkannya keluar. Gulat tidak membantu/membeli/ ikut patungan.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah gaji hanya Rp 1. ketika menjadi karyawan tetap. seperti lapangan sepak bola dibeli hasil dana patungan masyarakat sendiri. ia kemudian diberikan dari perusahaan sejumlah uang untuk membayar utangutangnya. 186 Daeng. maka akan banyak masyarakat Tokorondo yang bisa kerja dan sejahtera. Tetapi yang jelas dari keteranganketerangan para pekerja. opcit.

terutama setelah konflik. RDP. Perannya setelah berhenti Sampai saat ini sisa-sisa gudang Gulat masih ada. setelah rumah-rumah mereka dibakar. Saat pecah konflik di Poso. Tanah-tanah tersebut saat ini telah diguanakan oleh masyarakat untuk rumah-rumah. Palopo. opcit 190 Mistu. Kemudian pada saat MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an). Yaitu bapak Mistu191 dan Bapak Daus. gudang tersebut sempat digunakan oleh salah satu pasukan sipil peserta konflik. • 2 buah Dermaga disepanjang pantai Tokorondo • 4 buah hangar/gudang. Menurutnya.Bab IV PT. opcit 191 Durin. misalnya: Pembangunan Gereja di Desa Tokorondo. Oleh karena itu pula keduanya masih menerima gaji dari Gulat sampai beberapa bulan yang lalu (. berupa: • Satu buah bangkai kapal semi yang bernama Gulat 1 (kapal semi merupakan kapal penghubung pengangkut dari dermaga ke kapal besar). Daus. yang telah dibakar. sebagai markasnya. b. Tetapi hal sumbangan sosialnya kepada masyarakat justru dilihat secara berbeda oleh pak Ali. sebaiknya aset-aset tersebut diserahkan untuk kepentingan umum seperti sekolah/pasar. 188 189 Eli. Laskar Jihad. Pembangunan jalan Tokorondo-Desa Masani. Banyak masyarakat mempertanyakan penggunaan aset gulat setelah tutup atau ditinggalkan. Sulawesi Selatan. dan membuat lapangan sepak bola di Tokorondo190 . Gulat hanya membantu memberikan lampu189 . Untuk urusan ini Gulat masih memperkerjakan beberapa orang di Tokorondo sampai saat ini. FGD 67 . 192 Tahir. Daripada asset yang tidak jelas penggunaan dan statusnya. Saat dibakar beserta kayu hitamnya • tanah-tanah kosong yang dulunya dipakai sebagai tempat kayu gelondongan (Logs). dikatakan bahwa PT. Gulat membantu pembangunan sarana sosial..-2003). Bekas-bekas PT Gulat di Tokorondo banyak dan terlihat menjadi bangkai industri. Poso Pesisir (saat ini sudah tidak ada karena dibakar oleh massa pada konflik tahun 2000-2001). Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus akan dijadikan lapangan bola188 . Terlebih-lebih Gulat dikenal tidak pernah beramal ke pekerja dan/atau ke masyarakat Tokorondo192. saat ini hanya digunakan untuk pasar selasa (hanya untuk tiap hari selasa) • 1 lapangan bekas hangar/gudang induk. Pembangunan Sekolah Dasar di Desa Lepa-lepa. opcit RDP dan Rasta. sampai saat ini yang memegang fotokopian sertifikat adalah Mistu. Merintis Jalan Trans Sulawesi mulai dari Jembatan Punah (Ratolene) sampai ke Desa Tambarana Poso Pesisir. opcit.

Berita acaranya ditanda tangani oleh dua pihak. Saat ini masyarakat banyak yang menduduki tanah Gulat yang kosong dan tidak di pakai193. dan Mistu. Babinsa Tokorondo.. opcit KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 68 . Muin Sandewang ataupun Sandra Sandewang.Saiful Rachmat. Saat itu kepala operasionalnya masih M. aparat pemerintahan desa (Safarin Dullah. Ditambah dengan daya ingat mereka bahwa Gulat tidak pernah memberikan apaapa buat masyarakat. 193 RDP dan Rasta. kejayaan Gulat. Alasan pendudukan tersebut karena mereka butuh lahan untuk membuat tempat tinggal setelah konflik.Ali. pengawas dan Pengamanan. asal Palopo. Andi Sakri Takwa. Sementara Pengambilan aset PT Gulat oleh Inhutani tidak diketahui oleh BPN Poso. Karyawan Gulat). seperti tempat penampungan kayu yang di bawah (di pantai) dinamakan Logs Yard. Daus. sumber kayu hitam. Dari hasil pemeriksaan administratif tidak terdapat satu pun sertifikat HGU ataupun HGB atas nama Gulat. Kebon Sari meminjam gudang PT Gulat. Kedua. Kepala Desa. telah terjadi pemeriksaan administrasi dan fisik atas assetasset Gulat di Tokorondo. di Tokorondo juga masih terasa nuansa psikologis masyarakat yang kecewa dan trauma karena upah. beberapa asset yang tersisa diantaranya kayukayu dan mesin-mesin. Abd. pesangon. Abd. sempat PT. tim pelaksana (Stock Opname/inventarisasi. Pada tanggal 20 Desember 2003. Masyarakat Tokorondo mulai focus dan kritis terhadap TNI dan Polri setelah kerusuhan yang terjadi di Poso antara 1998-2002/2003. Dan tetap juga harus diakui ada yang bangga dengan Gulat karena etnis bugis. Dari pemeriksaan tersebut dihasilkan beberapa inventaris (lihat lampiran). Hal ini diperjelas oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) Poso. Setelah kerusuhan. Setelah Gulat tutup di Tokorondo beberapa assetnya sudah diambil alih pada tahun 1997. pertama. ketua BPD. Malik Achmadi. Wahab. Supu. Mereka tidak sadar dan tidak kritis soal militer yang berbisnis. seperti Gulat. Masyarakat Tokorondo sepertinya tidak keberatan dengan militer membuka perusahaan. bahwa Tidak ada HGU dan HGB atas nama PT Gulat. Sedangkan kayu-kayu masih ada sampai bulan Desember 2003 lalu. Tetapi kemudian disita oleh Inhutani. SP). tidak ada sumbangan sosialnya. Tetapi saat kerusuhan mesin-mesin tersebut terbakar.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah Selain asset-asset yang berupa barang dan tanah. Hasil pemeriksaan tersebut berupa Pro Justitia.

Saat ini lahan bekas HPH Gulat ditanami cokelat. Tetapi yang jelas bahwa para mantan pekerja Gulat yang saat ini masih tinggal di Tokorondo mengatakan bahwa upah yang diberikan kepada mereka dengan strata jabatan masingmasing. Tanggung jawab sosial Dari awal beroperasi Gulat telah melakukan tindakan pembohongan publik berupa penggantian lahan milik masyarakat. 2. Salah satu penyebabnya adalah karena sistem dokumentasi Kantor wilayah Departemen Tenaga Kerja (Kanwil Depnakertrans) yang tidak mampu memberikan informasi perihal UMR tersebut. Kalaupun ada pohon Ebony. baik dari sisi sosial kemanusiaan maupun dari sisi sumber daya alam (SDA). Pelanggaran-Pelanggaran yang dilakukan Gulat Dalam penelitian ini tidak ditemukan bentuk-bentuk pelanggaran yang berdimensi kejahatan sipil dan politis. Gulat menggunakan alasan demi kelancaran operasionalisasi Gulat. Terhadap lahan yang digunakan untuk jalanan.Bab IV PT. Sosial dan Budaya (Ekosob). Bahkan para karyawan yang tergolong sebagai orangnya AM Sandewang yaitu Mistu sampai sempat 69 . tergolong kecil bahkan tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari. 1. Yang tampak hanya bekas-bekas tebangan. 1. Sedangkan lahan hutan HPH bekas Gulat saat ini populasi kayu hitamnya sudah habis. Gunung Latimojong (Gulat): Sebuah Studi Kasus 5. Tetapi beroperasinya Gulat di Tokorondo sangat banyak menimbulkan pelanggaran atau bahkan kejahatan Ekonomi. umurnya masih dalam hitungan dibawah 5-10 tahun. Asset yang berada ditengah desa Tokorondo menjadi sia-sia tanpa pemanfaatan. Gulat hanya memberikan penggantian uang terhadap benda/pohon yang ada diatas lahan. seperti Lingkungan. Dampaknya terhadap Masyarakat dan Lingkungan Dengan beroperasinya Gulat di Tokorondo banyak menimbulkan dampak. Karena dengan lancarnya kerja Gulat maka masyarakat setempat juga akan mendapatkan keuntungannya. Upah kecil dan penggelapan dana Astek Tidak di dapat angka yang spesifik menjelaskan berapa besaran upah minimun regional (UMR) regional yang dikeluarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Sulteng untuk wilayah Sulteng atau UMR regional untuk wilayah kabupaten Poso. Selama beroperasi Gulat tidak melakukan tindakan/santunan kepada masyarakat Tokorondo—meskipun Gulat sering meng-klaim sebagai saudara (etnis Bugis)—yang hidup di garis pendidikan dan ekonomi yang rendah.Kondisi lahan Terbengkalainya asset-asset gulat jelas merupakan problem dari sisi yang lain. Maka sudah bukan lagi hutan tetapi lebih terlihat sebagai kebun. 6.

Perusakan Populasi Kayu Hitam Menurut salah satu sumber. 3. Ditingkatan internal Gulat dampak dari kecilnya gaji berdampak pada para pekerja harus mencari tambahan. 194 Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Poso. tagihan tidak direspon. yang masih dianggap karyawan sampai saat ini.112194. Kantor Pelayanan PBB Poso hanya mengetahui kantor Gulat yang di Tokorondo. sebagaimana dikatakan diatas. KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) 70 .551. Kasi Piutang Negara. 2. Kalaupun ada. Konsekwensi gaji yang kecil pada akhirnya harus dibayar dengan keluarnya sejumlah pekerja. kantor Pelayanan PBB kabupaten Poso sampai saat ini tidak tahu kemana harus dialamatkan surat penagihan.433. bisa dibayangkan daya tahan kerja lebih rentan. Gulat masih berkewajiban membayar sebesar Rp. 8. Maka jumlah kayu hitam yang telah diambil Gulat dari areal HPHnya di Sulteng sebanyak 250 m3 x 17 tahun (365 hari x 17) = 1. Tetapi dimasa kepemimpinan Simson. banyak pekerja yang keluar tanpa mendapatkan dana Astek (Asuransi Tenaga Kerja). malu mengatakan jumlah gajinya. bahwa Gulat setiap harinya mampu memproduksi sampai 250-300 m3 per hari. tidak bersedia memberikan informasi perihal penunggakan IHH Gulat tersebut. itupun harus dilakukan dengan menempuh beberapa ekstra tindakan diluar proses yang layak. Tetapi saat diverifikasi ke KP2LN. PBB dan IHH. seksi Penagihan. Ironisnya.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah berfikir untuk keluar dari Gulat karena gaji yang kecil. beberapa pekerja menerima tambahan kerja dari Gulat diluar pekerjaannya. Informasi lain mengatakan bahwa Gulat juga belum membayar IHH (Iuran Hasil Hutan). Menunggak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Iuran Hasil Hutan (IHH) Sampai saat ini Gulat untuk wilayah kerja Tokorondo masih menunggak pembayaran 2 jenis pajak. Jika Gulat mulai mengolah kayu hitam sejak tahun 1980 dan tutup pada tahun 1997. melalui Jhon F Wattimury. Apalagi dengan para pekerja yang tidak mempunyai hubungan khusus. Untuk PBB. berarti Gulat telah mengolah kayu hitam selama 17 tahun. Jelas setelah Gulat Tutup pada 1997. Karena kecilnya gaji hingga membuat salah seorang. per 1 Januari 2002. saat itu masih tercatat sebagai menantu AM Sandewang. Daftar Tagihan Sektor P3. Dan dilakukan diatas/diluar jam kerjanya.250 m3 kayu hitam. Caranya bervariasi. Tambahan biaya hidupnya dilakukan dengan “berbisnis diluar managemen Gulat” sebagaimana yang dilakukan oleh Tungkanan.

dan Tap MPR nomor VII tentang peran dan fungsi TNI dan Polri—dilakukan pemisahan antara TNI dengan Polri. Salah satunya adalah dengan melakukan bisnis (kegiatan ekonomi). atau bahkan di dunia. Tunduknya masyarakat terhadap militer makin menjadikan militer sebagai sebuah kekuatan yang bukan hanya melakukan tugas utamanya. Kesimpulan Umum : Kayu Hitam di Sulteng • Dari gambaran bisnis militer diatas terlihat bahwa yang dimaksud dengan militer tidak hanya aparat dari kesatuan TNI. Konsekwensi spesifik terhadap Kepolisian adalah kepolisian yang militeristik. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan penggabungan TNI dan Polri sejak zaman Soekarno dan dilanggengkan samapai zaman Soeharto. yang dilewati oleh garis khatulistiwa. 71 . adalah munculnya sebuah institusi militer yang terdiri.Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi 1. terutama dizaman Soeharto. TNI dan Kepolisian merupakan perangkat negara yang kerap digunakan oleh pemerintah (Baca: pemerintahan Otoriter). • Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu dari sedikit provinsi di Indonesia. ternyata membawa berkah kekayaan alam yang sangat khas. keamanan dan pertahanan. Baru pada tahun 2000—melalui Ketetapan MPR (Tap MPR) nomor VI tentang pemisahan TNI dan Polri. ketika berhadapan dengan masyarakat. Tanah yang kering dan mengandung kapur dengan kadar tinggi. tetapi juga dari kesatuan Kepolisian. yang kaya akan sumber daya alamnya. tetapi juga merambah ke bidang-bidang yang lain. tetapi juga dari Kepolisian. Oleh karena itu wajah militer Indonesia adalah wajah militer yang sangat berkuasa dimata masyarakat Indonesia. bukan hanya dari TNI. dimasa lalu. Salah satu area bisnis militer adalah di Sulawesi Tengah. bahkan di dunia. berupa pohon Ebony/kayu hitam. di Indonesia. • Militeristiknya kesatuan TNI dan Polri bukan merupakan sebuah fenomena yang ahistoris. Konsekwensi dari penggabungan tersebut.

Kayu hitam sangat diminati oleh masyarakat internasional sebut saja. • PT Gulat bisa dikatakan sebagai contoh bisnis non-institusional ABRI. turut serta dalam kendaraan yang membawa kayu hitam dan menyewakan mobil dinas. sejak tahun 1950-an yang khusus berprofesi melakukan bisnis kayu hitam. seolah-olah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tetapi pendiri dan pemiliknya yaitu Abdul Muim Sandewang. Militer berbisnis di Sulteng • Salah satu pihak yang turut mendukung proses eksploitasi kayu hitam di Sulawesi Tengah adalah aparat militer (TNI/Polri). PT. Saat Gulat Masuk Tokorondo Sandewang masih menjabat sebagai Wakil Asisten I Intel Kodam Hasanudin. militer tetap—bahkan lebih—tinggi intensitasnya dalam mengolah bisnis kayu hitam. Gulat merupakan sebuah badan usaha yang berada diluar struktur kemiliteran baik di Indonesia maupun di struktur teritorial di Sulteng. Keterlibatan aparat Militer dalam Bisnis Kayu Hitam bisa di dapati di hampir semua bentuk keterlibatan dalam proses bisnis kayu Hitam di Sulawesi tengah. untuk mengolah hutan yang disekitarnya terkandung kayu hitam. karena berada di antara dermaga dan gunung hutan. Sandewang dikenal dekat dengan beberapa pejabat sipil maupun militer di Jakarta. Masuknya Gulat • Pada tahun 1970-an. • Dari sisi geografis Tokorondo merupakan daerah yang strategis. merupakan salah seorang pejabat di Kodam Hasannudin (sekarang Wirabuana).Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah • Secara ekonomis kayu hitam mempunyai nilai yang sangat tinggi. Sementara dari sisi kultural masyarakat 72 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . masuk PT Gulat (Gunung Latimojong) ke desa Tokorondo kabupaten Poso. Jepang. terdapat dalam bentuk bisnis pengaman. Bisnis kayu hitam melibatkan rangkaian/berbagai level pekerjaan dari mulai pencari kayu hitam di hutan-pemotong kayu-penarik kayu-pengolah-sampai pembeli. Terutama jenis kayu hitam di Kabupaten Poso merupakan kayu hitam yang terbaik coraknya (Batang Matches). Bisnis pengaman tersebut dilakukan dalam bentuk pemberhentian kendaraan dengan dalil pemeriksaan kayu hitam. Hong Kong dan Eropa. • Keterlibatan aparat militer dalam bisnis kayu hitam. Tokorondo dipilih sebagai daerah pusat operasionalisasinya karena memang letaknya dan komposisi kulturalnya yang strategis. Bisnis tersebut dilakukan secara individual maupun secara institusional/korporasi. • Demikian halnya dengan kondisi saat konflik dan paska konflik. sejak tahun 1960-an. Karena mempunyai nilai yang tinggi dan diminati oleh berbagai kalangan tersebut ada sebagian masyarakat di Sulawesi Tengah.

yang saat ini telah menjadi kebun cokelat. upah yang diterima tidak seimbang dengan pekerjaan dan hasil dari pekerjaannya. Pola persuasi Sandewang yang membawa sentimen etnis Bugis mampu menghanyutkan tuntutan masyarakat upah yang layak. • Selain tidak ada pemanfaatan untuk kepentingan sosial. Gulat juga banyak meninggal dampak dari eksploitasi Kayu Hitam di Poso. Kondisi perekonomian masyarakat Tokorondo. Jikalau. Dari mulai soal pembelian tanah adat masyarakat. terdapat lebih banyak bekas tebangan 73 . cara pembayarannya yang hanya membayar uang pohon yang ada di atas tanah tersebut dan juga pembukaan jalan untuk memudahkan membawa tanah ke tempat pengolahan. terutama dalam soal upah. Bahkan sejak masuknya Gulat telah melakukan manipulasi tujuan operasi Gulat di Tokorondo. di Tokorondo atau di bekas wilayah olahan Gulat. saat ini populasi Kayu hitam semakin menipis. • Pola persuasi Sandewang tidak berdampak pada kebijakan resmi perusahaan. Dampak Gulat • Dalam hal pertanggungjawaban sosial Gulat tidak ada andilnya yang berarti dalam kehidupan sehari-hari. masyarakat tidak mempunyai tabungan hasil kerjanya selama di Gulat. asset-asset perusahaan dibiarkan terbengkalai tanpa pemanfaatan dan pemenuhan fungsi sosial bagi masyarakat. paska Gulat Tutup. Pendekatan persuasif di tunjukkan oleh Sandewang jika harus berhadapan dengan pekerja-pekerja yang notebene berasal dari Palopo. • Setelah tutupnya Gulat di Tokorondo. seolah-olah bukan merupakan masyarakat yang hidup ditengah kekayaan alam. Setelah Gulat Berhenti. • Dampak dibidang ekonomi adalah taraf kehidupan masyarakat yang tidak meningkat.Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi Tokorondo banyak berasal dari Palopo. Hal ini menandakan bahwa kekayaan alam tersebut hanya menjadi bagian dari kelompok tertentu. daerah asal Sandewang. juga selalu mengucapkan kata-kata “kita” untuk menunjukkan kepemilikannya terhadap para pekerja. • Dampak dibidang lingkungan adalah. Tetapi dari hasil kunjungan ke bekas lahan olahan Gulat. terutama bagi masyarakat Tokorondo. Selain itu. ada/banyak warga Tokorondo yang menjadi pekerja di Gulat. Dari penelitian ini tidak didapati kuantitas populasi kayu hitam di Poso. saat ini. Hal ini yang menyebabkan salah satunya. Selain itu keterpurukan kondisi ekonomi masyarakat disebabkan oleh dana astek pekerja Gulat (yang sebagaian besar merupakan masyarakat Tokorondo) tidak disetorkan ke Astek. dimasa lalu. masyarakat Tokorondo yang bekerja di Gulat hampir semuanya mengeluh dalam soal besaran upah. Sehingga menimbulkan rasa kebersamaan para pekerja untuk menjaga PT Gulat.

ketika ingin bekerja. Dari mulai sejak proses pencarian kayu hitam yang dilakukan oleh masyarakat dan penempatan hasil 74 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Indikasinya dapat dilihat pada kesaksian mereka dari soal upah yang rendah dan tidak adanya perhatian Gulat terhadap fasilitas masyarakat setempat. Dengan kata lain Gulat tidak pernah memberikan pelajaran secara tidak langsung bagi masyarakat untuk lebih dahulu menuntut ilmu baru kemudian bekerja. Tungkanan untuk aktif di Gulat. diawali dengan kebanggaan tetapi diakhiri dengan kesedihan. Hasilnya ketika Gulat tutup. Jikalau ada pohon kayu hitam. Ketilibatan militer dalam Gulat di mulai dari pendirian dan pemilikan Gulat (Asintel Kodam Hassanuddin. • Polarisasi bisnis di Poso terutama bisnis/eksplorasi dan eksploitasi kayu hitam jelas memperlihatkan peran-peran yang dimainkan oleh struktur pemerintahan dan masyarakat di Poso. Tawaran pekerjaan yang menggiurkan tersebut segera memupus harapan masyarakat Tokorondo untuk melanjutkan sekolahnya. dan belum sampai pada kualitas sebagai kayu hitam. Sementara Gulat tidak pernah melakukan proses kualifikasi pekerja. saat ditemui. Berkaitan dengan penelitian ini.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah daripada pohon kayu hitam. Sementara konflik yang terjadi beberapa waktu belakangan di Poso. pohon tersebut masih tergolong muda. ada disetiap level proses bisnis kayu hitam di Poso dan Sulteng secara umum. • Kesedihan secara psikologis merupakan gambaran atas keterpurukan masyarakat atas pengabaian hak-haknya dan ketiadaan ruang masyarakat untuk meng-advokasi diri. diawali dengan kesedihan. Militerisasi Bisnis • Ketidakberesan Gulat mengolah usaha. Makassar) sampai operasional Gulat (Mistu dan Tungkanan). hanya menjadi tambahan persoalan bahkan persoalan besar yang melupakan persoalan lain seperti hilangnya hak masyarakat karena eksploitasi Gulat. posisi militer. Gulat memanfaatkan sisi pendidikan rendah masyarakat sebagai alat untuk menekan upah. masyarakat hanya mendapati dirinya berstatus pendidikan rendah. secara KKN. • Dampak psikologis adalah setelah Gulat tutup/tidak beroperasi di Tokorondo. Keterlibatan anggota Militer dalam Gulat mempunyai beberapa tingkatan. Saat ini ketika masyarakat diajak bicara soal Gulat. jelas memberikan ruang bagi individu-individu tertentu seperti anggota (eks) militer. atau diawali dengan kemarahan. mereka seperti mengingat sebuah masa emas tetapi berakhir tragis. masyarakat mulai menyadari bahwa mereka hanya menjadi alat dan tenaga eksploitasi Gulat terhadap Kayu Hitam yang ada disekitar mereka. Hingga ada diantara mereka. dan diminta berbicara soal Gulat. • Dampak dibidang pendidikan adalah rendahnya angka pendidikan tinggi di Tokorondo dikarenakan Gulat pernah menjadi andalan dan cita-cita bagi laki-laki di Tokorondo untuk segera mempunyai uang.

keterlibatan militer dalam bentuk pengamanan terhadap pelaku bisnis kayu hitam dan ancaman penghukuman. Hal ini jelas membebankan pebisnis. Sedangkan khusus di Poso tepatnya di Tokorondo. militer terlibat dalam bentuk pemberhentian atas nama pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan. • Ancaman terhadap proses diatas juga berpotensi datang dari militer itu sendiri. terutama bisnis kayu hitam. 75 . Sementara kayu hitam diolah dalam cara lain dan berbeda saat sebelum konflik. Militer. hampir disemua daerah di Sulteng. militer sudah terlibat dalam bisnis militer. Tetapi yang aneh adalah kasus-kasusnya tidak pernah muncul ditingkat penyelesaian secara hukum. militer memiliki inisiatif lebih tinggi meskipun bisnis militer atas kayu hitam dilakukan secara seporadis (tidak terinstitusikan/tidak melalui cara koorporasi). dan paska konflik. Itulah sebabnya saat ini di Poso. bisnis terhadap kayu hitam tetap marak dilakukan oleh militer. • Masa konflik di Poso makin meneguhkan posisi militer (Kepolisian dan TNI) di Poso. kendaraan-kendaraan atau pebisnis-pebisnis kayu hitam menjadi incaran dari individu/kesatuan/kantor lokal aparat militer untuk dimintakan uang. • Masa konflik bahkan merupakan masa dimana perhatian masyarakat semakin rendah terhadap perilaku bisnis militer atas kayu hitam di Poso. begitu pula di masa konflik dan sesudah konflik. Begitu juga dalam proses pengiriman kayu ke melalui jalur laut ke Malaysia. Lembomawo dan Roronuncu. militer meminta bantuan masyarakat yang berprofesi sebagai Chainsawman untuk mencari sisa kayu hitam yang masih bisa diolah. Bentuknya berupa pengamanan terhadap proses penebangan dan pengamanan tempat penyimpanan kayu hasil tebangan. seperti penangkapan dengan dalih melakukan illegal logging. Oleh karena itu tidak hanya kayu hitam yang menjadi lahan bisnis militer di Poso. Masa konflik. disaat konflik sedang memanas. juga melakukan bisnis lainnya berupa bisnis pengamanan individu-individu kedaerah tertentu untuk kepentingan tertentu. begitu juga saat konflik hanya modus dan cara kerjanya agak berbeda. TNI dan Kepolisian. banyak terdapat usaha kecil masyarakat untuk mengolah kayu hitam menjadi souvenir-souvenir. Memasuki konflik. bisnis koorporasi yang dikelola individu militer. Yang terjadi adalah penyelesaian secara kolusif. Hal ini bisa terjadi karena makin lama. Di masa sebelum konflik keterlibatan militer berbentuk individual dan institusional. Kehadiran militer ditengah rasa ketakutan masyarakat justru meneguhkan posisi militer yang serba mampu melakukan apa saja. Ketika sebelum konflik. Ketika kayu hitam tersebut dibawa dari tempat penyimpanan ke Palu atau ketempat pengolahan atau ke tempat pelabuhan pengiriman. hingga harus juga mengakali ancaman tersebut. Persoalannya adalah kayu hitam yang semakin menipis. Selain itu pengolahannya juga dilakukan oleh masyarakat.Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi penebangan militer sudah ada dan terlibat. Ancaman tersebut juga direspon kebentuk yang lebih besar dan terbuka. Jika di masa sebelum konflik. terutama di daerah Poso Kota. Oleh karena itu tidak jarang.

Oleh karena itu harus dilakukan penyelidikan untuk melihat sejauhmana kerusakan lingkungan (hutan). seperti data Dephutbun menunjukkan angka Illegal Logging pertahun di Sulteng. 76 KOMISI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN (KONTRAS) . Perlu pula dilakukan sebuah upaya yang serius untuk melihat bentuk korupsi dan kolusi baik yang dilakukan dalam tubuh pemerintahan sipil. sistem dan sarana yang menjamin masyarakat hak-hak masyarakat. baik hak korban secara ekonomis maupun secara pidana. Beberapa hal tersebut adalah : 1. Selanjutnya harus dibuat sarana dan kesempatan pengolahan sumber daya ekonomi bagi masyarakat dilevel yang paling bawah di masyarakat. Bahwa militer justru menjadi aktor dalam bisnis haram kayu hitam di Poso. Selain itu juga harus dilakukan pemeriksaan silang terhadap sejumlah instansi yang terkait. Khusus terhadap Militer harus dilakukan peninjauan ulang untuk melihat sejauhmana efektifitas penempatan militer (Kepolisian dan TNI). Perlu pula dilakukan penyelidikan terhadap pola bisnis. 2. Rekomendasi Keterlibatan militer dalam kegiatan perekonomian di Sulteng memberikan catatan khusus bagi perkembangan ekonomi di Sulteng. 6. hukum dan politik. Hasil dari pemetaan potensi ekonomi masyarakat tersebut harus diumumkan melalui cara yang demokratis kepada masyarakat. terutama bisnis kayu hitam di Sulteng. menjamin persamaan pendapatan serta peniadaan dan penghukuman kultur represif oleh aparat negara. yang dijarah dalam kegiatan pengolahan kayu hitam. Harus segera dilakukan pemenuhan hak-hak korban. Pemerintahan Indonesia yang di Pusat maupun yang di Sulteng serta yang di Poso harus melakukan pembenahan sistem demokratisasi ekonomi. 5. terutama saat ini di Poso yang sedang dalam proses healing masssal dan rekonsiliasi akibat konflik komunal yang terjadi di Poso beberapa tahun terakhir. tetapi sejauhmana upaya penegakkan Hukum oleh Kepolisian terhadap Illegal Logging di Sulteng. 7. TNI. 3. kepolisian. Secepatnya juga harus dilakukan sebuah upaya dari pemerintah untuk melihat potensi-potensi ekonomi masyarakat di Sulteng (Poso). Hal ini bertujuan agar penugasan terhadap Kepolisian dan TNI di Poso bukan justru untuk melakukan teror dan pemiskinan di Poso. Hal ini harus ditopang oleh integritas aparat negara.Laporan Penelitian Bisnis Militer di Poso Sulawesi Tengah 2. Hal ini bertujuan untuk melihat level keterlibatan aktor-aktor yang korup dan berpotensi melakukan manipulasi hak publik masyarakat Sulteng (Poso). 4. atas kejahatan bisnis militer di Poso. perusahaan-perusahaan dan yang terjadi di level masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful