Anda di halaman 1dari 25

KONTAKTOR MAGNET

Gb. Panel Motor 3 Fasa

Gb. Membalik Putaran Motor 3


Fasa
Gb. Menjalankan Motor 3 Fasa Secara STAR - DELTA Dg Kontaktor Magnet

Gb. Menjalankan Motor 3 Fasa


STAR - DELTA Dg Kontaktor Magnet
Secara Otomatis Dg TDR ( Time Definite Relay )
Gb. Rangkaian Menjalankan Beban Secara
Berurutan Menggunakan Kontaktor Magnet.
Gb. Rangkaian Menjalankan Beban Dari 2
Tempat Menggunakan Kontaktor Magnet.

Gb. Rangkaian Menjalankan Beban Menggunakan


Kontaktor Magnet.
Gb. Kontaktor Magnet

Kontaktor Magnet Merupakan Jenis Saklar Yang Bekerja Secara Magnetic Yaitu Kontak ( NO &
NC ) Bekerja Apabila Kumparan Di Aliri Arus / Tegangan, Penggunaan Kontaktor Magnet Jauh
Lebih Baik Dari Pada Saklar Biasa.

Sebuah Kontaktor Magnet Terdiri Dari :

1. Kumparan / Koil.

2. Beberapa Kontak NO ( Normally Open )

3. Beberapa Kontak NC ( Normally Close )

Kumparan / Koil Adalah Lilitan yang Apabila Di Aliri Arus / Tegangan Maka Akan Tejadi
Magnetisasi Yang Akan Menarik Kontak - Kontaknya Sehingga Input & Output Pada Kontak
NO Akan Terhubung & Sebaliknya Untuk Kontak NC Akan Terputus / Tidak Terhubung.

Apabila Pada Kumparan Kontaktor Diberi Tegangan Terlalu Tinggi / Tidak Sesuai Dengan
Spesifikasi Maka Akan Menyebabkan Berkurangnya Umur / Merusak Kumparan Kontaktor.
Tetapi Bila Tegangan Yang Diberikan Terlalu Rendah Maka Akan Menimbulkan Tekanan
Antara Kontak-Kontak Dari Kontaktor Menjadi Berkurang Yang Nantinya Dapat Menimbulkan
Bunga Api Pada Permukaannya Serta Dapat Merusak Kontak-Kontaknya.

Untuk Beberapa Keperluan Digunakan Juga Kumparan Arus ( Bukan Tegangan ), Akan Tetapi
Dari Segi Produksi Lebih Disukai Kumparan Tegangan Karena Besarnya Tegangan Umumnya
Sudah Di Normalisasi & Tidak Tergantung Dari Keperluan Alat Pemakaiannya.

Kontaktor Magnet Ada 2 Jenis :


1. Kontaktor Magnet AC ( Terdapat Kumparan Hubung Singkat Berfungsi Sebagai Peredam
Getaran

Saat Kedua Inti Besi Saling Melekat )

2. Kontaktor Magnet DC.

Spesifikasi Dari Kontaktor Magnet Yang Harus Di Perhatikan :

1. Kemampuan Daya Kontaktor yang disesuaikan dengan Beban yang akan diperlukan.

2. Kemampuan menghantarkan arus dari kontak-kontaknya.

3. Kemampuan Tegangan dari Kumparan Magnet.

Kontak Pada Kontaktor Magnet Terdiri Dari :

1. Kontak Utama ( Digunakan Untuk Rangkaian Daya )

2. Kontak Bantu ( Digunakan Untuk Rangkaian Pengontrol / Pengunci )

Agar Penggunaan Kontaktor Dapat Disesuaikan Dengan Beban Yang Akan Dikontrol, Maka
Pada Setiap Kontaktor Selalu Dilengkapi Dengan Plat Nama Yang Berisikan Data-Data
Mengenai :

1. Perusahaan Pembuat Kontaktor.

2. Nomor Seri Pembuatan.

3. Tegangan Nominal Beban.

4. Tegangan Kerja Kontaktor.

5. Kemampuan Arus Yang Dapat DiAlirkan.

6. Kelas Operasi.

Kontak In Put / Kontak Yang DiHubungkan Ke Supply Pada Kontaktor Magnet Biasanya
Kontak Dengan Nomor 1, 3, 5 . Dan Untuk Kontak Out Put / Kontak Yang DiHubungkan Pada
Beban / Rangkaian Biasanya Dengan Nomor 2, 4, 6 . Sedangkan Untuk Kontak Penguncinya
DiGunakan Kontak Nomor 13 & 14.
 Magnetic Contactor (MC) adalah sebuah komponen yang berfungsi
sebagai penghubung/kontak dengan kapasitas yang besar dengan
menggunakan daya minimal. Dapat dibayangkan MC adalah relay dengan
kapasitas yang besat. Umumnya MC terdiri dari 3 pole kontak utama dan
kontak bantu (aux. contact). Untuk menghubungkan kontak utama hanya
dengan cara memberikan tegangan pada koil MC sesuai spesifikasinya.
 
Komponen utama sebuah MC adalah koil dan kontak utama. Koil
dipergunakan untuk menghasilkan medan magnet yang akan menarik
kontak utama sehingga terhubung pada masing masing pole.
 
Untuk aplikasi yang lebih, MC mempunyai beberapa accessories. Dan yang
paling banyak dipergunakan adalah kontak bantu. Jika kontak bantu yang
telah tersedia kurang bisa dilakukan penambahan di samping atau depan.
Pneumatic Timer juga sering dipakai dalam wiring sebuah system, misalnya
pada Star Delta Starter.

Kontaktor adalah jenis saklar yang bekerja secara magnetik yaitu kontak bekerja apabila
kumparan diberi energi. The National Manufacture Assosiation (NEMA) mendefinisikan
kontaktor magnetis sebagai alat yang digerakan secara magnetis untuk menyambung dan
membuka rangkaian daya listrik. Tidak seperti relay, kontaktor dirancang untuk menyambung
dan membuka rangkaian daya listrik tanpa merusak. Beban-beban tersebut meliputi lampu,
pemanas, transformator, kapasitor, dan motor listrik.

Adapun peralatan elektromekanis jenis kontaktor magnet dapat dilihat pada gambar berikut :
Prinsip Kerja

Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa
Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat
kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam
keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan
membuka. Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik
kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara
elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang
untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik maka gambar prinsip kerja kontaktor magnet
dapat dilihat pada gambar berikut :

Kontaktor termasuk jenis saklar motor yang digerakkan oleh magnet seperti yang telah
dijelaskan di atas. Bila pada jepitan a dan b kumparan magnet diberi tegangan, maka magnet
akan menarik jangkar sehingga kontak-kontak bergerak yang berhubungan dengan jangkar
tersebut ikut tertarik. Tegangan yang harus dipasangkan dapat tegangan bolak balik ( AC )
maupun tegangan searah ( DC ), tergantung dari bagaimana magnet tersebut dirancangkan.
Untuk beberapa keperluan digunakan juga kumparan arus ( bukan tegangan ), akan tetapi dari
segi produksi lebih disukai kumparan tegangan karena besarnya tegangan umumnya sudah
dinormalisasi dan tidak tergantung dari keperluan alat pemakai tertentu.

Karakteristik

Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor ditulis
dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan
menghantarkan arus dari kontak – kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan
dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya,
kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja.
Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor magnet jauh lebih
baik dari pada saklar biasa.

Aplikasi

Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang


dioperasikan secara manual meliputi hal :
a.Pada penangan arus besar atau tegangan tinggi, sulit untuk membangun alat manual yang
cocok. Lebih dari itu, alat seperti itu besar dan sulit mengoperasikannya. Sebaliknya, akan relatif
sederhana untuk membangun kontaktor magnetis yang akan menangani arus yang besar atau
tegangan yang tinggi, dan alat manual harus mengontrol hanya kumparan dari kontaktor.
b.Kontaktor memungkinkan operasi majemuk dilaksanakan dari satu operator (satu lokasi) dan
diinterlocked untuk mencegah kesalahan dan bahaya operasi.
c.Pengoperasian yang harus diulang beberapa kali dalam satu jam, dapat digunakan kontaktor
untuk menghemat usaha. Operator secara sederhana harus menekan tombol dan kontaktor akan
memulai urutan event yang benar secara otomatis.
d.Kontaktor dapat dikontrol secara otomatis dengan alat pilot atau sensor yang sangat peka.
e.Tegangan yang tinggi dapat diatasi oleh kontaktor dan menjauhkan seluruhnya dari operator,
sehingga meningkatkan keselamatan / keamanan instalasi.
f.Dengan menggunakan kontaktor peralatan kontrol dapat dipasangkan pada titik-titik yang jauh.
Satu-satunya ruang yang diperlukan dekat mesin adalah ruangan untuk tombol tekan.
g.Dengan kontaktor, kontrol otomatis dan semi otomatis mungkin dilakukan dengan peralatan
seperti kontrol logika yang dapat diprogram seperti Programmable Logic Controller (PLC).

JENIS DAN KEGUNAAN KONTAKTOR MAGNET

Maret 3, 2010 oleh graveryard

JENIS DAN KEGUNAAN KONTAKTOR MAGNET

Sistem pengontrolan motor listrik semi otomatis yang menggunakan alat kontrol kontaktor
magnet memerlukan alat bantu lain agar fungsi pengontrolan berjalan dengan baik seperti:
tombol tekan, thermal overload relay dan alat bantu lainnya. Kontaktor magnet banyak
digunakan untuk mengontrol motor-motor listrik 1 fasa dan 3 fasa, anatara lain untuk mengontrol
motor dua arah putaran, strating bintang-segitiga, beberapa unit motor bekerja dan berhenti
berurutan dan lain-lain.

A. Kontaktor Magnet
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan.
Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan
pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus
dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan
tidak terjadi. Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil) dapat dirancang untuk arus searah
(arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang
cincin hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kontinu sehingga
kontaktor tersebut dapat bekerja normal. Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang
untuk arus DC tidak dipasang cincin hubung singkat.

1. Kontaktor Magnet Arus Searah (DC)


Kontaktor magnet arus searah (DC) terdiri dari sebuah kumparan yang intinya terbuat dari besi.
Jadi bila arus listrik mengalir melalui kumparan, maka inti besi akan menjadi magnet. Gaya
magnet inilah yang digunakan untuk menarik angker yang sekaligus menutup/ membuka kontak.
Bila arus listrik terputus ke kumparan, maka gaya magnet akan hilang dan pegas akan
menarik/menolak angker sehingga kontak kembali membuka atau menutup.
Untuk merancang kontaktor arus searah yang besar dibutuhkan tegangan kerja yang besar pula,
namun hal ini akan mengakibatkan arus yang melalui kumparan akan besar dan kontaktor akan
cepat panas. Jadi kontaktor magnet arus searah akan efisien pada tegangan kerja kecil seperti 6
V, 12 V dan 24 V.

Gambar 1. Simbol dan gambar fisik kontaktor magnet DC

Bentuk fisik relay dikemas dengan wadah plastik transparan, memiliki dua kontak SPDT (Single
Pole Double Throgh) Gambar 2.1, satu kontak utama dan dua kontak cabang). Relay jenis ini
menggunakan tegangan DC 6V, 12 V, 24 V, dan 48 V. Juga tersedia dengan tegangan AC 220 V.
Kemampuan kontak mengalirkan arus listrik sangat terbatas kurang dari 5 ampere. Untuk dapat
mengalirkan arus daya yang besar untuk mengendalikan motor induksi, relay dihubungkan
dengan
Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus AC maka kemagnetannya akan timbul dan
hilang setiap saat mengikuti gelombang arus AC.

1. Kontaktor Magnet Arus Bolak balik (AC)


Kontruksi kontaktor magnet arus bolak-balik pada dasarnya sama dengan kontaktor magnet arus
searah. Namun karena sifat arus bolak-balik bentuk gelombang sinusoida, maka pada satu
periode terdapat dua kali besar tegangan sama dengan nol. Jika frekuensi arus AC 50 Herz
berarti dalam 1 detik akan terdapat 50 gelombang. Dan 1 periode akan memakan waktu 1/50 =
0,02 detik yang menempuh dua kali titik nol. Dengan demikian dalam 1 detik terjadi 100 kali
titik nol atau dalam 1 detik kumparan magnet kehilangan magnetnya 100 kali.
Gambar 2. Simbol dan kode angka serta bentuk fisik dari kontaktor

Karena itu untuk mengisi kehilangan magnet pada kumparan magnet akibat kehilangan arus
maka dibuat belitan hubung singkat yang berfungsi sebagai pembangkit induksi magnet ketika
arus magnet pada kumparan magnet hilang. Dengan demikian maka arus magnet pada kontaktor
akan dapat dipertahankan secara terus menerus (kontinu).
Bila kontaktor yang dirancang untuk arus AC digunakan pada arus DC maka pada kumparan itu
tidak timbul induksi listrik sehingga kumparan menjadi panas. Sebaliknnya, bila kontaktor
magnet untuk arus DC yang tidak mempunyai belitan hubung singkat diberikan arus AC maka
pada kontaktor itu akan bergetar yang disebabkan oleh kemagnetan pada kumparan magnetnya
timbul dan hilang setiap 100 kali.
Kontaktor akan bekerja normal bila tegangannya mencapai 85 % dari tegangan kerja, bila
tegangan turun kontaktor akan bergetar.
Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Biasanya pada kontaktor
terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan kontak
normal menutup (Normally Close = NC). Kontak No berarti saat kontaktor magnet belum
bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu menutup/ menghubung.
Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum bekerja kedudukan kontaknya menutup dan
bila kontaktor bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan.
Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat sebelum kontak NO menutup.

Gambar 3. Simbol-simbol kontaktor magnet. a) Kumparan (coil), b) Kontak Utama, c) Kontak


bantu

Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama terdiri
dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dari kontak NO dan NC. Kontak utama digunakan untuk
mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk pesawat pemakai listrik misalnya
motor listrik, pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk
mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alt bantu rangkaian,
lampu-lampu indikator, dan lain-lain.
Dari informasi diatas dapat dilihat bahwa keuntungan penggunaan kontaktor magnet daripada
saklar togel dan saklar Cam adalah,
* Arus listrik yang mengalir pada saklar pengontrol sangat kecil dibandingkan arus beban.
* Dapat mengontrol beban listrik dari tempat jauh dengan kerugian tegangan yang relatif kecil.
Tiga fase, 480 volt listrik AC datang untuk tiga normal kontak terbuka di bagian atas melalui sekrup terminal
kontaktor berlabel "L1," "L2," dan "L3" (The "L2" terminal tersembunyi di belakang sebuah persegi berbentuk
"snubber" sirkuit terhubung di terminal koil kontaktor itu). Kekuatan untuk keluar motor kelebihan beban perakitan

pemanas di bagian bawah perangkat ini melalui terminal sekrup berlabel "T1," "T2," dan
"T3."

Kelebihan beban sendiri pemanas unit hitam, blok berbentuk persegi dengan label
"W34," menunjukkan respons termal tertentu untuk tenaga kuda tertentu dan suhu
penilaian terhadap motor listrik. Jika motor listrik dari daya yang berbeda dan / atau
temperatur peringkat itu harus diganti untuk satu saat dalam pelayanan, unit pemanas
kelebihan beban harus diganti dengan unit yang memiliki respon termal cocok untuk
motor baru. Produsen motor dapat memberikan informasi tentang unit-unit pemanas yang
sesuai untuk digunakan.

Tombol tekan putih yang terletak antara "T1" dan "T2" garis pemanas berfungsi sebagai
cara untuk secara manual mengatur kembali normal saklar tertutup kembali ke keadaan
normal setelah pernah tersandung oleh temperatur pemanas yang berlebihan. Kawat
sambungan ke "overload" saklar kontak dapat dilihat di bagian bawah kanan atas foto,
dekat label membaca "NC" (biasanya-tertutup). Pada unit overload khusus ini, sebuah
"jendela" dengan label "Tersandung" menunjukkan kondisi tersandung dengan
menggunakan bendera berwarna. Dalam foto ini, tidak ada "tersandung" kondisi, dan
muncul indikator jelas.

Sebagai catatan kaki, elemen pemanas dapat digunakan sebagai arus mentah shunt
resistor untuk menentukan apakah suatu gambar motor arus ketika kontaktor ditutup.
Mungkin ada saat-saat ketika Anda bekerja pada rangkaian kontrol motor, di mana
kontaktor terletak jauh dari motor itu sendiri. Bagaimana Anda tahu jika motor
mengkonsumsi daya ketika kumparan kontaktor diberi energi dan angker telah ditarik?
Bila gulungan motor terbakar terbuka, Anda bisa mengirimkan tegangan ke motor
melalui kontak kontaktor, tetapi masih memiliki nol saat ini, dan dengan demikian tidak
ada gerakan dari poros motor. Jika penjepit-on ammeter ini tidak tersedia untuk
mengukur baris saat ini, Anda bisa membawa multimeter dan mengukur millivoltage di
masing-masing elemen pemanas: jika saat ini adalah nol, tegangan pemanas akan menjadi
nol (kecuali elemen pemanas itu sendiri adalah terbuka , dalam hal ini tegangan akan
besar); jika ada arus motor akan melalui fase yang kontaktor, Anda akan membaca yang
pasti bahwa millivoltage di pemanas:
Ini adalah trik yang sangat berguna untuk menggunakan untuk troubleshooting 3-phase
AC motor, untuk melihat apakah satu fase berliku dibakar terbuka atau dilepas, yang
akan menghasilkan destruktif yang cepat kondisi yang dikenal sebagai "tunggal-
pentahapan." Jika salah satu garis kekuasaan untuk membawa motor terbuka, tidak akan
ada arus yang melalui itu (seperti ditunjukkan oleh seorang 0,00 mV membaca di dalam
pemanas), meskipun dua baris (seperti ditunjukkan oleh sejumlah kecil tegangan jatuh di
pemanas masing-masing).

* TINJAUAN:
* Sebuah kontaktor relay yang besar, biasanya digunakan untuk mengalihkan arus ke
motor listrik atau beban listrik tinggi.
* Besar motor listrik dapat dilindungi dari kerusakan kelebihan arus melalui penggunaan
pemanas dan kelebihan kelebihan beban kontak. Jika seri-terhubung pemanas terlalu
panas dari arus yang berlebihan, yang biasanya tertutup overload kontak akan terbuka,
de-kontaktor pengiriman energi listrik ke motor.

Mengoperasikan Motor 1 Fasa

Dalam mengoperasikan motor 1 fasa dengan kendali elektromagnetik, dibutuhkan kontaktor


magnet, MCB, dan tombol ON/ OFF (saklar tekan) untuk alat kontrolnya. Dengan kontaktor
magnet, motor 1 fasa jenis split phasa dapat dijalankan dari jarak jauh, kontaktor dapat
diletakkan pada tempat yang jauh dari operator. Sedangkan operator hanya mengendalikan
tombol start untuk menjalankan dan tombol stop untuk mengendalikan. Dengan demikian
operator dapat bekerja ditempat yang aman.

Dari gambar rangkaian kontrol dan daya, terlihat kontak-kontak kontaktor magnet dipakai sesuai
keperluannya. Pada rangkaian kontrol, fasa dihubungkan ke MCB 1 fase, kemudian melalui
tombol OFF, menuju ke tombol ON, yang kemudian menuju coil pada kontaktor dan berakhir di
netral, karena sakelar ON yang digunakan merupakan sakkelar tombol, maka dipakai sakelar
pengunci/ bantu yang terhubung pararel ke kontak bantu kontaktor NO (Normally Open).
Sedangkan pada rangkaian daya, perjalanannya yaitu dari Fasa melalui MCB dan menuju ke
kontaktor (pada kontak utama), dan dari kontak utama menuju motor 1 fasa. Salah satu masukan
kontak utama pada kontaktor dihubungkan melalui sumber netral dan keluarannya dihubungkan
ke motor listrik.
a. Rangkain Kontrol
b. Rangkaian Utama

c. Rangkaian Pengawatan
JENIS DAN KEGUNAAN KONTAKTOR MAGNET

Diposkan oleh royers di 07.51 2 komentar


Sistem pengontrolan motor listrik semi otomatis yang menggunakan alat kontrol kontaktor
magnet memerlukan alat bantu lain agar fungsi pengontrolan berjalan dengan baik seperti:
tombol tekan, thermal overload relay dan alat bantu lainnya. Kontaktor magnet banyak
digunakan untuk mengontrol motor-motor listrik 1 fasa dan 3 fasa, anatara lain untuk mengontrol
motor dua arah putaran, strating bintang-segitiga, beberapa unit motor bekerja dan berhenti
berurutan dan lain-lain.

A. Kontaktor Magnet
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan.
Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan
pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus
dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan
tidak terjadi. Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil) dapat dirancang untuk arus searah
(arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang
cincin hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kontinu sehingga
kontaktor tersebut dapat bekerja normal. Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang
untuk arus DC tidak dipasang cincin hubung singkat.

1. Kontaktor Magnet Arus Searah (DC)


Kontaktor magnet arus searah (DC) terdiri dari sebuah kumparan yang intinya terbuat dari besi.
Jadi bila arus listrik mengalir melalui kumparan, maka inti besi akan menjadi magnet. Gaya
magnet inilah yang digunakan untuk menarik angker yang sekaligus menutup/ membuka kontak.
Bila arus listrik terputus ke kumparan, maka gaya magnet akan hilang dan pegas akan
menarik/menolak angker sehingga kontak kembali membuka atau menutup.
Untuk merancang kontaktor arus searah yang besar dibutuhkan tegangan kerja yang besar pula,
namun hal ini akan mengakibatkan arus yang melalui kumparan akan besar dan kontaktor akan
cepat panas. Jadi kontaktor magnet arus searah akan efisien pada tegangan kerja kecil seperti 6
V, 12 V dan 24 V.
Gambar 1. Simbol dan gambar fisik kontaktor magnet DC

Bentuk fisik relay dikemas dengan wadah plastik transparan, memiliki dua kontak SPDT (Single
Pole Double Throgh) Gambar 2.1, satu kontak utama dan dua kontak cabang). Relay jenis ini
menggunakan tegangan DC 6V, 12 V, 24 V, dan 48 V. Juga tersedia dengan tegangan AC 220 V.
Kemampuan kontak mengalirkan arus listrik sangat terbatas kurang dari 5 ampere. Untuk dapat
mengalirkan arus daya yang besar untuk mengendalikan motor induksi, relay dihubungkan
dengan
Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus AC maka kemagnetannya akan timbul dan
hilang setiap saat mengikuti gelombang arus AC.

1. Kontaktor Magnet Arus Bolak balik (AC)


Kontruksi kontaktor magnet arus bolak-balik pada dasarnya sama dengan kontaktor magnet arus
searah. Namun karena sifat arus bolak-balik bentuk gelombang sinusoida, maka pada satu
periode terdapat dua kali besar tegangan sama dengan nol. Jika frekuensi arus AC 50 Herz
berarti dalam 1 detik akan terdapat 50 gelombang. Dan 1 periode akan memakan waktu 1/50 =
0,02 detik yang menempuh dua kali titik nol. Dengan demikian dalam 1 detik terjadi 100 kali
titik nol atau dalam 1 detik kumparan magnet kehilangan magnetnya 100 kali.
Gambar 2. Simbol dan kode angka serta bentuk fisik dari kontaktor

Karena itu untuk mengisi kehilangan magnet pada kumparan magnet akibat kehilangan arus
maka dibuat belitan hubung singkat yang berfungsi sebagai pembangkit induksi magnet ketika
arus magnet pada kumparan magnet hilang. Dengan demikian maka arus magnet pada kontaktor
akan dapat dipertahankan secara terus menerus (kontinu).
Bila kontaktor yang dirancang untuk arus AC digunakan pada arus DC maka pada kumparan itu
tidak timbul induksi listrik sehingga kumparan menjadi panas. Sebaliknnya, bila kontaktor
magnet untuk arus DC yang tidak mempunyai belitan hubung singkat diberikan arus AC maka
pada kontaktor itu akan bergetar yang disebabkan oleh kemagnetan pada kumparan magnetnya
timbul dan hilang setiap 100 kali.
Kontaktor akan bekerja normal bila tegangannya mencapai 85 % dari tegangan kerja, bila
tegangan turun kontaktor akan bergetar.
Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Biasanya pada kontaktor
terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan kontak
normal menutup (Normally Close = NC). Kontak No berarti saat kontaktor magnet belum
bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu menutup/ menghubung.
Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum bekerja kedudukan kontaknya menutup dan
bila kontaktor bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan.
Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat sebelum kontak NO menutup.

Gambar 3. Simbol-simbol kontaktor magnet. a) Kumparan (coil), b) Kontak Utama, c) Kontak


bantu

Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama terdiri
dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dari kontak NO dan NC. Kontak utama digunakan untuk
mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk pesawat pemakai listrik misalnya
motor listrik, pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk
mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alt bantu rangkaian,
lampu-lampu indikator, dan lain-lain.
Dari informasi diatas dapat dilihat bahwa keuntungan penggunaan kontaktor magnet daripada
saklar togel dan saklar Cam adalah,
* Arus listrik yang mengalir pada saklar pengontrol sangat kecil dibandingkan arus beban.
* Dapat mengontrol beban listrik dari tempat jauh dengan kerugian tegangan yang relatif kecil.
Kontaktor

Kontaktor ini dirancang menggunakan sistem variabel komposisi sehingga memungkinkan untuk
mendapatkan suatu sistem kontrol yang fleksibel untuk berbagai sistem/fungsi kontrol, karena
pada kontaktor tersebut tersedia berbagai macam perlengkapan yang dapat dipasang langsung
pada kontaktor dengan sistem clip on yang terdiri antara lain :
- Pengaman beban lebih
- Modul masukan
     - Modul kontrol "auto-man-off"
     - Modul tunda waktu on/off
     - Modul interface
     - Modul Supressor koil
- Lengkapan untuk dipasang di samping kontaktor.
     - Blok kontak bantu tambahan
     - Interlock mekanis dan elektris
- Lengkapan untuk dipasang di depan kontaktor
     - Tunda waktu pneumatis on/off
     - Latch blok mekanis
     - Kontak bantu tambahan

Dengan sistem tersebut bisa didapatkan banyak keuntungan antara lain :


- Hemat ruangan ( panel )
- Hemat waktu ( pemasangan, pemeliharaan, dll )
- Hemat sediaan ( satu jenis kontaktor yang sama untuk berbagai macam kontaktor )

Dalam pemilihan kontaktor yang perlu diperhatikan :


- Jenis beban
- Kapasitas beban
- frekuensi on-off
- starting dengan waktu yang panjang dan lonjakan arus yang tinggi.
Untuk arus start yang tinggi dan sering on-off sebaiknya digunakan rating kontaktor long life
atau high performance sehingga didapatkan kontaktor yang berfungsi dengan baik.

Relay Thermis Beban Lebih ( Thermal Overload Relay )

Pengamanan beban lebih memproteksi motor pada ketiga fasanya yang baik menggunakan
sistem bimetal (LR2-K & LR-D) maupun yang menggunakan system elektronik tanpa supply
terpisah (LR9-F) dan mempunyai sensitifitas terhadap hilang fasa yang bekerja dengan sistem
differensial (tidak langsung trip pada kasus terjadinya hilang satu fasa) apabila dibutuhkan
proteksi yang segera (Instantaneous) harus ditambahkan peralatan khusus untuk proteksi hilang
fasa misalnya RM4, RCP,….).
Pengaman beban lebih ini bisa dipasangkan langsung dengan kontaktornya maupun terpisah
sehingga sangat fleksibel untuk pemasangannya di dalam panel.
Pengaman beban lebih memproteksi motor dari kerusakan karena terjadinya beban lebih dengan
memutuskan suplai ke koil kontaktor (melalui kontak NC nya), sehingga kontaktor terbuka dan
motor berhenti (proteksi dilakukan dengan melalui fungsi kontrolnya,tidak ada pemutusan daya
langsung pada pengaman beban lebihnya).
Pemilihan jenis pengaman beban lebih ditentukan oleh rating/setting arus sesuai dengan arus
nominal motor pada beban penuh dan kelas tripnya. Untuk pemakaian standar digunakan kelas
trip 10 yaitu pengaman beban lebih akan trip pada 7.2 Ir dalam waktu 4 detik < Tp < 10 detik,
untuk pemakaian dimana dibutuhkan waktu starting yang panjang misalnya pada Blower harus
digunakan kelas trip 20 atau 30.