Anda di halaman 1dari 37

Fisioterapi Dada (FTD)

By: Mersi Pare B Akademi Keperawatan Dirgahayu Samarinda

L/O/G/O

Mp.Files-KMB1

Pendahuluan
Fisioterapi dada adalah salah satu dari pada fisioterapi yang sangat berguna bagi penderita penyakit respirasi baik yang bersifat akut maupun kronis. Merupakan kelompok terapi yang digunakan dengan kombinasi untuk memobilisasi sekresi pulmonal
Mp.Files-KMB1 2

Chest physiotherapy consists


Postural drainage Percussion and vibration, Coughing Suctioning Breathing exercises if the patient is not mechanically ventilated, Optimal patient mobilization as the medical condition allows
Mp.Files-KMB1 3

Tujuan
Mengembalikan dan memelihara fungsi otot-otot pernafasan dan membantu membersihkan sekret dari bronkus dan untuk mencegah penumpukan sekret, memperbaiki pergerakan dan aliran sekret.

Pengobatan dan pencegahan pada penyakit paru obstruktif menahun, penyakit pernafasan restriktif termasuk kelainan neuromuskuler dan penyakit paru restriktif karena kelainan parenkim paru seperti fibrosis dan pasien yang mendapat ventilasi mekanik.

Mp.Files-KMB1

Terapi fisik (fisioterapi) dada ditujukan untuk melepaskan dan membantu menggerakkan sekret dan saluran napas kecil ke trakea;

Mp.Files-KMB1

Indikasi
FTD direkomendasikan untuk klien yang memproduksi sputum 30cc/hari atau menunjukkan bukti atelektasis dengan sinar-X.

Mp.Files-KMB1

Kontra indikasi
Mutlak
kegagalan jantung, status asmatikus, renjatan dan perdarahan masif Relatif
infeksi paru berat, patah tulang iga atau luka baru bekas operasi, tumor paru dengan kemungkinan adanya keganasan serta adanya kejang rangsang.
Mp.Files-KMB1 7

A Vicious Cycle

Entering the Cycle


NEUROMUSCULAR WEAKNESS PRIMARY CILIARY DYSKINESIA

ASTHMA

ASPIRATION

GASTROESOPHAGEAL REFLUX

CYSTIC FIBROSIS

ASPERGILLOSIS

Interrupting the Vicious Cycle

AIRWAY CLEARANCE TECHNIQUES

1. POSTURAL DRAINAGE
Postural drainage, often referred to as bronchial drainage, is achieved by positioning the patient to promote gravityassisted drainage of retained secretions. Penggunaan teknik pengaturan posisi yang membuang sekresi dari segmen tertentu di paru dan bronkus ke dalam trakea.
Mp.Files-KMB1 11

Indikasi untuk Postural Drainase :


1. Profilaksis untuk mencegah penumpukan sekret yaitu pada : Pasien yang memakai ventilasi Pasien yang melakukan tirah baring yang lama pasien yang produksi sputum meningkat seperti pada fibrosis kistik atau bronkiektasis Pasien dengan batuk yang tidak efektif . Mp.Files-KMB1 12

2. Pasien dengan atelektasis yang disebabkan oleh sekret Pasien dengan abses paru Pasien dengan pneumonia Pasien pre dan post operatif Pasien neurologi dengan kelemahan umum dan gangguan menelan atau batuk
Mp.Files-KMB1 13

Kontra indikasi untuk postural drainase :


Tension pneumotoraks Hemoptisis Gangguan sistem kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infark miokard akutr infark dan aritmia. Edema paru Efusi pleura yang luas
Mp.Files-KMB1 14

Equipment
1. Bed or table that can be adjusted for a range of positions. 2. Pillows for supporting patient. 3. Light towel for covering area of chest during percussion 4. Tissues for collecting expectorated sputum 5. Suction equipment for patients unable to clear secretion

Equipment
6. Gloves, goggles, gown, and mask as indicated for caregiver protection 7. Optional: hand-held and mechanical percussor or vibrator 8. Oxygen delivery device. 9. Recent chest x-ray, if available. 10.Stethoscope for auscultation.

Equipments

Preparation for postural drainage


I. Obtain All Patient Information:
1. Where is the lung area to be emphasized? This information may be obtained from a thorough chest evaluation, the patient's chart, conferring with the physician, and looking at the patient's xrays. 2. What is the patient's general medical condition? Vital signs, especially relatively stable pulse and blood pressure, arrhythmias, , ability to tolerate treatment, any acute or chronic medical Condition that may pertain to treatment and positioning precautions should all be taken into account.

Preparation for Postural Drainage

3. When is the best treatment time? One should consider meals or tube feedings: generally, a treatment should not be given immediately after a meal, rather 1-2 hours after the ingestion. 4. How can I best treat the patient? Which positions are indicated? What will the patient tolerate? Are position modifications necessary? What coordination with nursing and respiratory therapy is appropriate?

Preparation for Postural Drainage II. Prepare the Patient: 1. Loosen any tight or binding clothing, especially around the neck or waist. 2. Explain the treatment to the patient, simply but completely. 3. Seek to develop a relaxed atmosphere and rapport with the patient.

Preparation for Postural Drainage


4. Observe any tubes and connections attached to the patient, such as IVs, ECG monitor, artificial airway, ventilator, Foley catheter, arterial lines, central venous pressure lines, aortic balloon, etc. determine how each of the connections will move as the patient is positioned.

5. Adjust any tubes that would not move properly before positioning patient.

Preparation for Postural Drainage


6. Make sure there are enough personnel to position patient with as little stress to both patient and staff as possible. 7. With a critically ill patient, check the pulse and blood pressure to establish baselines before treatment begins. 8. Have the patient either cough or be suctioned prior to positioning if he tends to have a large amount of secretions. This should be repeated before changing positions if more than one position is to be utilized.

Treatment:
1. The therapist should be positioned in front of the patient during postural drainage in order to observe any changes quickly. Care should be taken not the have the patient cough directly at the therapist, with proper covering of his mouth, utilizing tissue, and other precautions. 2. Position patient in proper postural drainage position or modify position as indicated. Modified positions are utilized if there is a precaution or relative contraindication to the ideal position.

Treatment
3. Position should be maintained at least 5-10 minutes if tolerated, and may be maintained longer if a large amount of secretion is present or if secretions are thick. (Note: If secretions seem thick and difficult to mobilize, an ultrasonic nebulizer (USN) should be considered. 4. The patient should also be encouraged to drink more fluids unless this is contraindicated). If several positions are used, it is best to limit the total treatment time to 30 40 minutes as this may become extremely fatiguing to the patient.

Treatment
5. One may treat certain lung areas in the morning and others in the afternoon rather than doing everything in one treatment. If this is done, the most important areas should be treated in the morning. 6. Generally, percussion, vibration and breathing exercises will be included in the treatment if there are no specific contraindications.

Treatment
7. Intermittent positive pressure breathing (IPPB) may be included with patients who have a decreased vital capacity, muscle weakness, increased airway resistance or increased work of breathing.

8. The patient should sit up slowly after the treatment to take some deep breaths and cough. 9. The therapist may determine to have the patient stay in the postural drainage position for a prolonged time.

Posisi

Mp.Files-KMB1

27

Mp.Files-KMB1

28

2. Clapping/Perkusi
Perkusi adalah tepukan dilakukan pada dinding dada atau punggung dengan tangan dibentuk seperti mangkok. Tujuan melepaskan sekret yang tertahan atau melekat pada bronkhus. Perkusi dada merupakan energi mekanik pada dada yang diteruskan pada saluran nafas paru. Perkusi dapat dilakukan dengan membentuk kedua tangan deperti mangkok.
Mp.Files-KMB1 29

Mp.Files-KMB1

30

Indikasi
Perkusi secara rutin dilakukan pada pasien yang mendapat postural drainase, jadi semua indikasi postural drainase secara umum adalah indikasi perkusi. Perkusi harus dilakukan hati-hati pada keadaan :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Patah tulang rusuk Emfisema subkutan daerah leher dan dada Skin graf yang baru Luka bakar, infeksi kulit Emboli paru Pneumotoraks tension yang tidak diobati
Mp.Files-KMB1 31

Alat dan bahan :


Handuk kecil

Prosedur kerja : 1. Tutup area yang akan dilakukan clapping dengan handuk untuk mengurangi ketidaknyamanan 2. Anjurkan pasien untuk rileks, napas dalam dengan Purse lips breathing. 3. Perkusi pada tiap segmen paru selama 1-2 menit dengan kedua tangan membentuk mangkok
Mp.Files-KMB1 32

3. Vibrating
Vibrasi secara umum dilakukan bersamaan dengan clapping. Sesama postural drainase terapis biasanya secara umum memilih cara perkusi atau vibrasi untuk mengeluarkan sekret. Vibrasi dengan kompresi dada menggerakkan sekret ke jalan nafas yang besar sedangkan perkusi melepaskan/melonggarkan sekret.
Mp.Files-KMB1 33

Vibrasi dilakukan hanya pada waktu pasien mengeluarkan nafas. Pasien disuruh bernafas dalam dan kompresi dada dan vibrasi dilaksanakan pada puncak inspirasi dan dilanjutkan sampai akhir ekspirasi.
Vibrasi dilakukan dengan cara meletakkan tangan bertumpang tindih pada dada kemudian dengan dorongan bergetar.
Mp.Files-KMB1 34

Kontra indikasi
Patah tulang Hemoptisis.

Mp.Files-KMB1

35

Prosedur kerja:
1. Meletakkan kedua telapak tangan tumpang tindih diatas area paru yang akan dilakukan vibrasi dengan posisi tangan terkuat berada di luar. 2. Anjurkan pasien napas dalam dengan Purse lips breathing 3. Lakukan vibrasi atau menggetarkan tangan dengan tumpuan pada pergelangan tangan saat pasien ekspirasi dan hentikan saat pasien inspirasi. 4. Istirahatkan pasien 5. Ulangi vibrasi hingga 3X, minta pasien untuk batuk Mp.Files-KMB1 36

Mp.Files-KMB1

37