Inventarisasi dan Populasi Ramin

amin merupakan salah satu jenis yang sampai sekarang belum ditemukan cara membudidayakannya serta jenis yang digemari untuk dieksploitasi oleh kegiatan produksi komersial. Sebuah kegiatan inventarisasi diperlukan dalam rangka menduga volume tegakan yang masih tersisa di hutan alam. Data tersebut dapat dipergunakan untuk memperkirakan berapa tahun lagi spesies ini akan punah jika pengeksploitasian Ramin tidak dihentikan. Selain eksploitasi secara komersial, faktor penyebab lain yang mempengaruhi percepatan kepunahan pohon jenis Ramin seperti konversi lahan dan fragmentasi habitat. Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah proses regenerasi alam jenis Ramin adalah mulai memikirkan suatu teknik pembinaan dan pemeliharaan. Saat ini yang perlu dilakukan adalah menjaga hutan rawa gambut sebagai habitat terbesar jenis Ramin serta melakukan

R

‘permudaan alam pohon Ramin’ dengan cara melaksanakan ketentuan-ketentuan tentang Pengelolaan Hutan Produksi Alam Indonesia secara Lestari secara benar. Di Indonesia ketentuan untuk memelihara kelestarian produksi kayu Ramin telah dituangkan secara terperinci dalam ketentuan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dan Keputusan Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan, No. 151/KPTS/IV-BPHH/ 1993 ditetapkan sebagai Kriteria dan Indikator Pengelolaan Hutan Produksi Alam Indonesia secara Lestari. Untuk menjamin produksi yang berkelanjutan bagi rotasi berikutnya, sistem ini paling tidak membutuhkan 25 tegakan pohon tinggal yang memiliki diameter lebih dari 35 cm. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan diamater rata-rata adalah 1 (satu) cm per tahun dan daur tumbuh 35 tahun maka sistem ini akan menyediakan sekitar 25 tegakan pohon yang memiliki diameter 70 cm.
Inventarisasi Ramin di areal PT. Diamond Raya Timber

© FWI.

Forest Watch Indonesia

7

Beberapa jenis kayu yang ditebang secara ilegal adalah: Agathis (Agathis borneensis).320 8 Forest Watch Indonesia © FWI. Ramin (Gonystylus bancanus).rata dua pohon setiap petak coba dan mempunyai volume rata-rata 2.). Mahang (Macaranga pruinosa MUELL. Di kawasan DAS Sebangau ada sekitar 50 . 20 Saw mi ll /hari b.480 31.800 Rinc ia n To ta l 20 Sa w mill/Ta hun B erda sa rka n J eni s Ka yu a. Stock cadangan (20 saw mi ll/bulan) To ta l 20 sa w mi ll/Bula n Pro duktiv ita s Ka yu B ula t (m 3 ) 1. .F). Jinjit/ Bintangur (Calophyllum spp.60 perusahaan sawmill yang kegiatannya berhenti dan sekitar 20 perusahaan yang masih aktif.Inventarisasi dan Populasi Ramin Inventarisasi Ramin DAS Sebangau Ko n d i s i h u t a n d i s e p a n j a n g S u n g a i Sebangau sangat rusak. Ketiau/Nyatoh (Palaquium walsurifolium PIERRE). Estimasi Volume Kayu yang Diolah secara Ilegal di DAS Sebangau Tahun 2002. U ra ia n a. 2002 354. Keruing (Dipterocarpus lowii Hook. Dengan menggunakan analisa vegetasi tingkat pohon maka dihasilkan bahwa populasi Ramin memiliki rata . Kanal penebang kayu ilegal telah mencapai 12 Km yang masuk ke dalam hutan dengan lebar kanal 2 meter dengan kedalaman 1. Anakan Ramin Tabel 2. dengan produktivitas penggergajian 45 . 20 saw mi ll/bulan (6 Hari Ke rja/mi nggu) c. Meranti (Shorea spp. b. Mentibu (Dactylocladus stenostachys Oliv).200 28.800 50% 50% 3. Pohon jenis Ramin bukanlah jenis yang dominan di DAS Sebangau.000 34. Re kap. Re kap.).60 meter kubik per hari (85 % kayu Meranti campuran (MC) dan 15 % kayu Ramin).).400 6.640 177.400 To ta l 20 sa w mi ll/Ta hun 417. Ka yu Ra mi n Sumber : Investigasi Tim Studi FWI. Ratarata sawmill memiliki 3 sampai 5 bandsaw dengan produktivitas setiap bandsaw 15 20 meter kubik tergantung jumlah pasokan kayu ke sawmill tersebut.960 62.ARG.).000 17. Terentang (Campnosperma auriculata Hook. Penebang liar yang dimodali oleh para cukong kayu membagi kegiatan menjadi 2 tim: satu tim khusus membuat kanal sedangkan satu tim lagi khusus menebang kayu.5 meter sampai 2 meter.800 Rendemen 50% 50% Ka yu g erg a jia n (m 3 ) 600 14.F. Ka yu Campura n .10 meter kubik per hektar.600 50% 208.

Persentase hidup tertinggi penanaman di bekas pembalakan hanya mencapai 53. Pada umumnya pohon Ramin tidak berbuah tiap tahunnya.55 cm. tinggi rata-rata 12. tegakan tinggal pada tingkat pohon di areal bekas tebangan HPH PT.). (2) teknik persemaian dan penanaman buatan. Cerbera manghas dan Nyiri (Xylocarpus granatum).28 cm.Inventarisasi dan Populasi Ramin Boks 1 : Masalah Pembudidayaan Jenis Ramin. serta (3) teknik perkayaan dan teknik pemeliharaan tanaman. Jangkar (Bruguiera spp). 2. DRT hanya sekitar 20% atau 5 tegakan pohon setiap hektar. sumber benih dan tegakan benih. Medang Suluh (Neoscortechinia philippinensis). Melihat perkembangan pola pemanfaatan lahan di kawasan hutan. Taman Nasional Tanjung Puting Saat ini ekosistem rawa gambut Taman N a s i o n a l Ta n j u n g P u t i n g ( T N T P ) . DRT) yang telah diserahkan pada masyarakat pada tahun 1996 atau kawasan di sekitar konsesi HPH PT. b i s a dikatakan sebagai ekosistem terakhir di K a l i m a n t a n Te n g a h . Khusus pohon Ramin di areal bekas HPH PT DRT. Khusus hutan rawa gambut di TNTP d i d o m i n a s i j e n i s . Aksesibilitas kawasan hutan sangat mudah karena lokasinya hanya berjarak 1 . Hutan mangrove di TNTP didominasi oleh jenis-jenis seperti: Bakau Putih (Rhizopora spp). Saat ini para penebang tidak lagi menebang kayu jenis Ramin bila tidak ada pesanan karena mereka tidak mau mengambil resiko untuk menebang tanpa ada kejelasan pembelinya. Diamond Raya Timber Kondisi hutan bekas PT. Keunikan lain dari TNTP adalah terdapatnya hutan mangrove di pantai kawasan tersebut. Di samping itu dalam mengelola hutan Ramin masih terdapat permasalahan lain. Penanaman Ramin di bekas pembalakan masih banyak mengalami kendala. Ramin (Gonystylus bancanus) dan Meranti (Shorea spp.j e n i s s e p e r t i : Re n g a s (Glutta walichii). diameter 2 cm setelah berumur 3 tahun. DRT atau hasil dari LHC PT. Untuk pembibitan sebaiknya berasal dari tegakan benih yang berdiameter pohon 35 . maka kemungkinan kawasan tersebut akan menjadi perkebunan sawit. Penelitian riap diameter dari beberapa kelas diameter pada tegakan Ramin yang sisa perlu dilakukan. Ramin dapat ditanam dengan sistem jalur lebar 2 meter dengan arah utara-selatan atau timur-barat. 1993. Diamond Raya Timber (PT.2 km dari jalan utama Dumai – Bagansiapi-api. TNTP memiliki keanekaragaman hayati yang cukup kaya. Hampir seluruh luasan hutan rawa gambut primer yang ada di Kalimantan Tengah beserta ekosistemnya berada di kawasan TNTP.95 m 3 /ha dan termasuk tertinggi di seluruh kawasan rawa gambut di Indonesia. Dibandingkan dengan keadaan sebelum dikelola PT. Daya kecambah benih Ramin akan menurun hingga 50% setelah disimpan 2 .3 minggu. 9 .21%. Di antara hutan mangrove dan hutan rawa gambut terdapat vegetasi dominan yaitu Nipah (Nypha fruticans). Hal tersebut akan memberikan sumbangan yang besar dalam mengelola hutan Ramin. Sumber : Warta Konservasi Lahan Basah Vol.55 m 3 per hektar. DRT dengan batas 6 km dari jalan poros Dumai – Bagansiapi-api sangatlah memprihatinkan. Artinya. Faktor di atas dapat digunakan sebagai salah satu landasan yang kuat untuk mendukung kampanye penyelamatan kawasan konservasi. Forest Watch Indonesia Areal Eks HPH dan HPH PT. Populasi tegakan Ramin mempunyai kelimpahan jenis sebanyak 17 individu tingkat pohon dengan kubikasi sekitar 38. dan akan berbuah setelah mencapai diameter 35 cm ke atas. Pertumbuhan anakan Ramin ternyata sangat lambat. memiliki rata-rata kelimpahan tingkat pohon sebanyak 5 individu per 7 hektar dan memiliki kubikasi 1. yaitu : (1) viabilitas benih. DRT tahun 1999 maka kawasan tersebut telah mengalami penurunan potensi pohon sebesar 80% (25 Pohon/hektar) untuk semua jenis pohon.

Data Potensi Tingkat Pohon (Diameter > 20 cm) dan Jenis Ancaman Pada Beberapa Lokasi Studi di Kalimantan dan Riau Tahun 2002. Kelimpahan tingkat pohon untuk jenis Ramin pada areal sebelum ditebang cukup dominan yaitu rata-rata 12 individu per hektar atau dengan persentase 23. Aksesibilitas sangat mudah karena kedua areal Suaka Margasatwa tersebut dipisahkan jalan besar CPI dan jaraknya hanya 10 Km dari jalan poros Pekanbaru – Siak.50 Fragmentasi Hutan 7.).SM). DRT merupakan salah satu habitat Ramin yang paling potensial di Pulau Sumatera untuk dikembangkan ke arah konservasi karena luasan dan kelimpahan serta habitatnya yang khas. Kedang (Fraxinus griffithii CLARKE). CPI sangat ketat. Punak ( Te t r a m e r i s t a g l a b r a M I Q .F. bahaya kebakaran hutan di sekitar kawasan dapat dipantau dengan baik karena fasilitas PT. Ada sekitar 10 KK masyarakat yang tinggal dalam kawasan dengan mata pencahariannya adalah mencari ikan di danau serta berjualan di sepanjang jalan yang membelah areal tersebut. Suntai (Palaquium burckii H. Jenis yang pohon yang dieksploitasi pada HPH PT. Kelimpahan jenis Ramin pada tingkat pohon mencapai 3 individu per hektar atau dengan kubikasi sekitar 6. DRT HPH PT.74 Pene bangan i tasi Li ar. LAM).956 25. penyerobotan lahan tidak terjadi. Beruang Madu. Geronggang (Cratoxylon arborescens BL. CPI menimbulkan untung dan rugi dalam mengelola Suaka Margasatwa tersebut. Keberadaan PT. DRT dengan kelimpahan di areal bekas PT. Tanjung Puti ng E ks HPH PT.). Kelat (Eugenia spp. Sedangkan kerugian yang ditimbulkan antara lain: limbah yang ditimbulkan oleh PT.000 Indi v i du per Ha 2 17 < 1 12 3 5 Vo lume (m 3 )/Ha A nc a m a n Terha da p Ra m in 2.).55 Perke bunan 21.J.ARG. Keuntungan yang ditimbulkan meliputi: ancaman illegal logging rendah karena pengamanan dari PT. CPI memadai. ) .p i s a n g (Premna Tomentosa WILLD.000 415. Durian Burung (Durio carinatus MAST).Inventarisasi dan Populasi Ramin Areal HPH PT. Namun ancaman illegal Logging dan eksploitasi k o m e r s i a l d a r i P T.). D RT s e n d i r i t e l a h mempercepat laju kepunahan spesies Ramin ini. E ksplo Sumber : Inventarisasi Terbatas Tim Studi FWI.044 90. D RT S M. Jangkang (Sterculia foetida LINN. sehingga satwa yang dilindungi yaitu ikan Arwana hilang dari habitatnya.50 m 3 per hektar.). DRT sesuai dengan hasil LHC meliputi: Meranti Rawa (Shorea spp. S e r a p a t (Urceola brachysepala Hook. CPI ikut andil dalam perubahan suhu air di kedua Suaka Margasatwa.F. Pa s a k L i n g g a u ( B a c c a u r e a j a v a n i c a MUELL. Danau P. 2002 10 Forest Watch Indonesia .J. Bintangur (Callophyllum spp. No 1 2 3 4 5 6 L o ka si LAHG C i mtro p TN. Kondisi vegetasinya cukup bagus meskipun arealnya telah dipetak-petak oleh CPI. Tenggayun (Parartocarpus triandra J.10 Pene bangan Li ar 38. Be sar d an Danau Baw ah Inh utani III (E ks PT.). Terentang (Campnosperma auriculata Hook.).95 Pene bangan Li ar 1. dan Burung.). Ramin ( G o n y s t y l u s b a n c a n u s ) . Tabel 3. Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar dan Danau Bawah Kawasan Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar dan Danau Bawah berada di kawasan zamrud milik PT. Pi s a n g . Apabila dibandingkan kelimpahan tingkat pohon di areal PT. E ksplo 6.50 % dari seluruh tegakan tingkat pohon.52 Pene bangan i tasi Li ar. Caltex Pasific Indonesia (CPI) di Kabupaten Siak. DRT maka dapat dikatakan telah mengalami degradasi jumlah kayu Ramin sebesar 94.). Banyaknya truk yang lewat juga sangat mengganggu kedua areal yang menjadi habitat beberapa satwa penting seperti Monyet Ekor Panjang.040 24.05 % per hektar. S umb er Aman Raya ) Pro pinsi Kalte ng Kalte ng Ri au Ri au Ri au Kalte ng L ua s (Ha ) 50.000 100.

Kecamatan Tempuiling Kabupaten Indragiri Hilir.Inventarisasi dan Populasi Ramin Populasi Ramin erdasarkan data Departemen Kehutanan tahun 1980. Apabila (1998) melaporkan bahwa antara tahun 1980 dibandingkan dengan data potensi Ramin di sampai dengan 1987. Kondisi hutan lindung tersebut sangat memprihatinkan dan bisa dikatakan telah ‘hilang’. Kawasan hutan lindung tersebut merupakan hasil perjuangan dari Bapak Djalal Abidin sejak tahun 70-an untuk dijadikan kawasan konservasi.26 juta m 3 volume tegakan kayu Ramin yang terancam oleh eksploitasi komersial. Dalam jangka waktu dua dasawarsa.11 juta m 3 tegakan kayu Ramin berada di Taman Nasional Tanjung Puting serta selebihnya berada pada areal konsesi HPH dan kawasan hutan rawa gambut lainnya. D i n a s Ke h u t a n a n Tembilahan pun tidak mau tahu dengan kondisi ini. Namun arus penjarahan tahun 1998 telah menghancurkan semua pekerjaan yang telah dirintis oleh Bapak Djalal Abidin selama puluhan tahun. luas degradasi hutan rawa primer di Kalimantan Te n g a h t e l a h m e n c a p a i 2 2 4 .600 hektar.4 pohon per Ha. illegal logging. kayu Ramin berkurang dan hingga tahun 1997.02%) dari total volume 23. Sumber : Wawancara Tim Studi FWI. B Hasil estimasi volume tegakan Ramin (standing stock) di Propinsi Kalimantan Tengah diperoleh bahwa volume tegakan kayu Ramin di hutan rawa primer adalah sekitar 8. Eksploitasi Ramin dari hutan rawa gambut sejak tahun 1976 sampai dengan tahun 2000 lebih kurang 8. Masyarakat transmigran sekitar kawasan hutan tersebut telah melakukan penyerobotan lahan untuk d i j a d i k a n l a h a n p e r k e b u n a n k e l a p a . Dan baru ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hutan Lindung Ramin pada tahun 1987. Boks 2 : Musnahnya Sebuah Perjuangan Sebuah kawasan konservasi dengan nama ‘Hutan Lindung Ramin’ berada di desa Kempas Jaya. Bila diasumsikan bahwa kawasan konservasi yang merupakan habitat terakhir jenis Ramin.21 juta m 3 (lihat tabel 4). 4 2 m 3/ H a ( Ø > 2 0 c m ) a t a u Environmental Investigation Agency diperkirakan 3 .6 juta m 3 Kalimantan Tengah yang dikeluarkan Dirjen kayu Ramin telah ditebang dari kawasan Kehutanan tahun 1983 yang mencapai 76. maka pembudidayaan dan pembinaan untuk dapat dihitung potensi rata-rata jenis Ramin melestarikan jenis Ramin. potensi Ramin sekarang di bawah jumlah penebangan jenis Meranti. 2002.000 hektar. Kurang lebih 1. dan konversi hutan rawa gambut menjadi areal lain.98% atau sekitar 21.72 juta m 3. p e r h e k t a r d i K a l i m a n t a n Te n g a h y a i t u s e b e s a r 7 . Forest Watch Indonesia 11 . dan jumlah ini m 3 /Ha (Ø > 35 cm). produksi kayu Ramin telah mencapai penurunan sampai 489 m 3 .(1) Kegiatan eksploitasi ini mencapai Bila rekapitulasi luasan land cover hutan puncaknya pada tahun 1976 mencapai 1. Bapak Djalal Abidin sangat terpukul dengan peristiwa ini dan jatuh sakit sampai kini.27 r a w a K a l i m a n t a n Te n g a h d i b a n d i n g k a n juta m3 tanpa diikuti dengan tindakan dengan estimasi volume total kayunya.90 juta m 3 dan di hutan rawa sekunder sebesar 14. Di samping variabel tersebut sebaran Ramin juga dipengaruhi oleh faktor dominansi tumbuhan lain di habitatnya. luas hutan rawa primer di Kalimantan Tengah mencapai 453. 4 7 2 h a . artinya ada 91.11 hutan konsesi di Indonesia. lebih dari 7.9 juta m 3 (8. hidup mengelompok serta penebangan komersial. dengan memiliki luas sekitar 1. telah mengalami penurunan potensi tegakan Produksi kayu Ramin mengalami penurunan yang sangat tajam atau mengarah pada selama dekade 90-an karena ketersediaan kepunahan spesies Ramin. Terfragmentasinya sebaran Ramin sedikit banyak akan mempengaruhi kelangsungan hidup spesies ini.

Gunung Palung TN. Ta njung Puting 2 Kalteng 3 1.732 81.335.746 1.418. 211. Di Pulau Sumatra misalnya. Selain Ramin. 52 4.356 1.02 1. 951 38.09 juta m 3 berada di areal konsesi hutan produksi yang berarti akan menghadapi ancaman untuk diekspoitasi secara komersial. 375. L ua s Ha 228.92 Untuk kawasan hutan rawa di Propinsi Riau. 2000. 888. Da nau Senta rum Kalbar TN. 901.181 65. 95 21. 2002.239 Primer + Sekunder (Ha ) 6 248. Data Penutupan Lahan Dephut.528 Estim a si Vo lum e ( m 3) 8. hanya di Taman Nasional Berbak dan beberapa suaka margasatwa yang memiliki ekosistem rawa gambut daengan kondisi relatif lebih ‘baik dan aman’ dibandingkan dengan eksosistem lain di seluruh ekosistem rawa gambut di Sumatera. 082 Sumber : Inventarisasi Tim Studi FWI 2002 dan Olahan Laporan Hasil Cruising.552 Luas Huta n Raw a Gambut To ta l Lua s Hutan Raw a Ga mbut TN. 303 14.04 %. 803. Danau Sentarum dan TN.42 juta m 3 dan untuk TN. 166 2. Danau Sentarum sekitar 1. Tabel 5: Estimasi Volume Tegakan Ramin(Ø > 20 cm) pada Beberapa Taman Nasional Estima si Vo lume Tama n Nasio na l Pro pinsi (m3) 1 TN.453 78.253 Primer (Ha ) 4 18. Berbak Kalbar Ja mbi Sumber : Inventarisasi Tim Studi FWI 2002 dan Olahan LHC. estimasi volume tegakan kayu Ramin sekitar 8.313 Sekunder (Ha ) 5 229.852. Estimasi volume tegakan Ramin di TN. Reinterprestasi FWI. 2000. yaitu yang populasinya berada di kawasan konservasi seperti suaka margasatwa.421.382 35. 12 Forest Watch Indonesia .(Tabel 5). Selebihnya atau sekitar 8. Data Penutupan Lahan Dephut (Reinterpretasi FWI).074 59.856 505. Habitat tegakan Ramin yang keberlangsungan hidupnya relatif aman hanyalah sekitar 0. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa beberapa taman nasional merupakan pertahanan terakhir untuk kelangsungan hidup jenis Ramin. Dengan menggunakan asumsi bahwa pola penyebaran satu spesies adalah “sama pada habitat dan ekosistem yang sama” maka dapat diperkirakan potensi Ramin di Kalimantan Barat dengan mengambil lokasi TN. 54/Kpts/Um/2/1972.18 juta m 3. 424 5. Di Taman Nasional Berbak untuk strata pohon.562 32. Gunung Palung sekitar 0.619 33.528 130.42 juta m 3 dalam bentuk tegakan Ramin harus dilindungi keberadaannya. Gunung Palung sebagai habitat Ramin. Tidak kurang dari 1.279 3.Inventarisasi dan Populasi Ramin Tabel 4: Estimasi Volume Tegakan Ramin (Standing Stock) Ø > 20 cm di Propinsi Kalimantan Tengah dan Propinsi Riau Vo lum e/H a Ti pe H uta n Pr o pi nsi ( m 3) Kalte ng Huta n R a w a Pr im er Ri au Kalte ng H uta n R a w a Sek under Ri au 4. 265 2. Ramin merupakan jenis dominan di bawah Durian Burung (Durio carinatus MAST) dan Jelutung (Dyera costulata) sehingga perlu mendapat perhatian khusus.456 94.51 juta m 3 .08 juta m 3 atau 1. Jelutung juga dilindungi oleh Undang-Undang sesuai dengan SK Mentan No.

Berbak TN. Puting Kawasan Konservasi Hutan Rawa Gambut Tidak Ada Data © FWI.). Ramin (Gonystylus bancanus).). Ekosistem hutan dataran rendah terbagi dalam beberapa ekosistem dari hutan mangrove sampai hutan dataran rendah kering. Kawasan ekosistem hutan sub pegunungan sampai hutan pegunungan di dominansi oleh Dacridium sp.. Kawasan hutan perbukitan didominasi family Dipterocarpaceae.).).Inventarisasi dan Populasi Ramin Di Kalimantan Barat ekosistem yang menyerupai Taman Nasional Tanjung Puting terdapat di Taman Nasional Gunung Palung yang memiliki keanekaragaman hayati yang tergolong tinggi dari hutan dataran rendah sampai dengan hutan pegunungan. Kerumutan TN. seperti Kapur (Dryobalanops aromatica) dan Resak (Vatica spp. Re n g a s (melanorrhoea wallichii). T. Dominansi family Dipterocarpaceae berada pada zonasi hutan dataran rendah kering. KALIMANTAN TENGAH TN. KALIMANTAN BARAT PROV. Peta Lokasi Ramin di Beberapa Kawasan Konservasi di Kalimantan dan Sumatera TN. Agathis (Agathis borneensis). Sedangkan jenis lain yang terdapat di zonasi ini adalah Ulin (Eusideroxylon zwageri) dan Gaharu (Aquilaria malacensis).” Gambar 1. Rengas Burung (Melanorrhoea wallichii). Merawan (Hopea sp. Ramin (Gonystylus bancanus).. Danau Sentarum. PROV. G.) merupakan jenis yang dominan di ekosistem rawa gambut di TN. Bawah/ D. Hampir 50% kawasan TN. Khusus hutan rawa gambut di TN. D. “..). dan Bintangur (Calophyllum spp. Danau Sentarum merupakan hutan jenis rawa gambut. Palung PROV. Jenis-jenis yang mendominasi misalnya: Ke r u i n g (Dipterocarpus spp.. Bintangur (Calophyllum spp. Kapur (Dryobalanops aromatica).Tak bisa dipungkiri lagi bahwa beberapa taman nasional merupakan pertahanan terakhir untuk kelangsungan hidup jenis Ramin.) dan Resak (Vatica spp. JAMBI Forest Watch Indonesia 13 . yang status sebelumnya adalah suaka margasatwa. dan Pisang-Pisang (Mezzettia parvifolia) serta Meranti Rawa (Shorea spp. RIAU SM. TN. Sedangkan hutan rawa gambut berada di antara ekosistem Nipah (Nypa fruticans) dan hutan rawa air tawar. Jelutung (Dyera lowii). Sentarum SM D. Danau Sentarum merupakan satu taman nasional baru. Pulau Besar PROV. Gunung Palung didominasi jenis-jenis seperti: Pulai (Alstonia scholaris).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful