Inventarisasi dan Populasi Ramin

amin merupakan salah satu jenis yang sampai sekarang belum ditemukan cara membudidayakannya serta jenis yang digemari untuk dieksploitasi oleh kegiatan produksi komersial. Sebuah kegiatan inventarisasi diperlukan dalam rangka menduga volume tegakan yang masih tersisa di hutan alam. Data tersebut dapat dipergunakan untuk memperkirakan berapa tahun lagi spesies ini akan punah jika pengeksploitasian Ramin tidak dihentikan. Selain eksploitasi secara komersial, faktor penyebab lain yang mempengaruhi percepatan kepunahan pohon jenis Ramin seperti konversi lahan dan fragmentasi habitat. Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah proses regenerasi alam jenis Ramin adalah mulai memikirkan suatu teknik pembinaan dan pemeliharaan. Saat ini yang perlu dilakukan adalah menjaga hutan rawa gambut sebagai habitat terbesar jenis Ramin serta melakukan

R

‘permudaan alam pohon Ramin’ dengan cara melaksanakan ketentuan-ketentuan tentang Pengelolaan Hutan Produksi Alam Indonesia secara Lestari secara benar. Di Indonesia ketentuan untuk memelihara kelestarian produksi kayu Ramin telah dituangkan secara terperinci dalam ketentuan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dan Keputusan Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan, No. 151/KPTS/IV-BPHH/ 1993 ditetapkan sebagai Kriteria dan Indikator Pengelolaan Hutan Produksi Alam Indonesia secara Lestari. Untuk menjamin produksi yang berkelanjutan bagi rotasi berikutnya, sistem ini paling tidak membutuhkan 25 tegakan pohon tinggal yang memiliki diameter lebih dari 35 cm. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan diamater rata-rata adalah 1 (satu) cm per tahun dan daur tumbuh 35 tahun maka sistem ini akan menyediakan sekitar 25 tegakan pohon yang memiliki diameter 70 cm.
Inventarisasi Ramin di areal PT. Diamond Raya Timber

© FWI.

Forest Watch Indonesia

7

Mahang (Macaranga pruinosa MUELL. Kanal penebang kayu ilegal telah mencapai 12 Km yang masuk ke dalam hutan dengan lebar kanal 2 meter dengan kedalaman 1.400 6.ARG. Beberapa jenis kayu yang ditebang secara ilegal adalah: Agathis (Agathis borneensis).800 Rendemen 50% 50% Ka yu g erg a jia n (m 3 ) 600 14.200 28. Ka yu Campura n . 20 saw mi ll/bulan (6 Hari Ke rja/mi nggu) c. dengan produktivitas penggergajian 45 . b.10 meter kubik per hektar.000 17. U ra ia n a.rata dua pohon setiap petak coba dan mempunyai volume rata-rata 2.000 34. .). Pohon jenis Ramin bukanlah jenis yang dominan di DAS Sebangau.320 8 Forest Watch Indonesia © FWI.).400 To ta l 20 sa w mi ll/Ta hun 417. Meranti (Shorea spp. Ramin (Gonystylus bancanus).60 meter kubik per hari (85 % kayu Meranti campuran (MC) dan 15 % kayu Ramin).60 perusahaan sawmill yang kegiatannya berhenti dan sekitar 20 perusahaan yang masih aktif. Anakan Ramin Tabel 2. Di kawasan DAS Sebangau ada sekitar 50 . Jinjit/ Bintangur (Calophyllum spp. Stock cadangan (20 saw mi ll/bulan) To ta l 20 sa w mi ll/Bula n Pro duktiv ita s Ka yu B ula t (m 3 ) 1.640 177. Re kap. Ketiau/Nyatoh (Palaquium walsurifolium PIERRE). Ratarata sawmill memiliki 3 sampai 5 bandsaw dengan produktivitas setiap bandsaw 15 20 meter kubik tergantung jumlah pasokan kayu ke sawmill tersebut. Re kap. Mentibu (Dactylocladus stenostachys Oliv). Keruing (Dipterocarpus lowii Hook. Ka yu Ra mi n Sumber : Investigasi Tim Studi FWI.800 50% 50% 3.).600 50% 208.Inventarisasi dan Populasi Ramin Inventarisasi Ramin DAS Sebangau Ko n d i s i h u t a n d i s e p a n j a n g S u n g a i Sebangau sangat rusak. Penebang liar yang dimodali oleh para cukong kayu membagi kegiatan menjadi 2 tim: satu tim khusus membuat kanal sedangkan satu tim lagi khusus menebang kayu.).F).800 Rinc ia n To ta l 20 Sa w mill/Ta hun B erda sa rka n J eni s Ka yu a. Dengan menggunakan analisa vegetasi tingkat pohon maka dihasilkan bahwa populasi Ramin memiliki rata . 20 Saw mi ll /hari b.F.5 meter sampai 2 meter. Terentang (Campnosperma auriculata Hook. 2002 354.960 62.480 31. Estimasi Volume Kayu yang Diolah secara Ilegal di DAS Sebangau Tahun 2002.

95 m 3 /ha dan termasuk tertinggi di seluruh kawasan rawa gambut di Indonesia.55 m 3 per hektar. Medang Suluh (Neoscortechinia philippinensis). DRT) yang telah diserahkan pada masyarakat pada tahun 1996 atau kawasan di sekitar konsesi HPH PT. Taman Nasional Tanjung Puting Saat ini ekosistem rawa gambut Taman N a s i o n a l Ta n j u n g P u t i n g ( T N T P ) .). Untuk pembibitan sebaiknya berasal dari tegakan benih yang berdiameter pohon 35 . Pertumbuhan anakan Ramin ternyata sangat lambat. Penelitian riap diameter dari beberapa kelas diameter pada tegakan Ramin yang sisa perlu dilakukan. Di samping itu dalam mengelola hutan Ramin masih terdapat permasalahan lain. TNTP memiliki keanekaragaman hayati yang cukup kaya. maka kemungkinan kawasan tersebut akan menjadi perkebunan sawit.55 cm. diameter 2 cm setelah berumur 3 tahun. Penanaman Ramin di bekas pembalakan masih banyak mengalami kendala. DRT tahun 1999 maka kawasan tersebut telah mengalami penurunan potensi pohon sebesar 80% (25 Pohon/hektar) untuk semua jenis pohon. Populasi tegakan Ramin mempunyai kelimpahan jenis sebanyak 17 individu tingkat pohon dengan kubikasi sekitar 38. serta (3) teknik perkayaan dan teknik pemeliharaan tanaman. (2) teknik persemaian dan penanaman buatan. 2. b i s a dikatakan sebagai ekosistem terakhir di K a l i m a n t a n Te n g a h . Khusus pohon Ramin di areal bekas HPH PT DRT.21%. Keunikan lain dari TNTP adalah terdapatnya hutan mangrove di pantai kawasan tersebut. Ramin dapat ditanam dengan sistem jalur lebar 2 meter dengan arah utara-selatan atau timur-barat. 9 . Khusus hutan rawa gambut di TNTP d i d o m i n a s i j e n i s . Daya kecambah benih Ramin akan menurun hingga 50% setelah disimpan 2 . Jangkar (Bruguiera spp). 1993. Pada umumnya pohon Ramin tidak berbuah tiap tahunnya. Dibandingkan dengan keadaan sebelum dikelola PT. dan akan berbuah setelah mencapai diameter 35 cm ke atas. Di antara hutan mangrove dan hutan rawa gambut terdapat vegetasi dominan yaitu Nipah (Nypha fruticans).j e n i s s e p e r t i : Re n g a s (Glutta walichii). Saat ini para penebang tidak lagi menebang kayu jenis Ramin bila tidak ada pesanan karena mereka tidak mau mengambil resiko untuk menebang tanpa ada kejelasan pembelinya. DRT hanya sekitar 20% atau 5 tegakan pohon setiap hektar. tegakan tinggal pada tingkat pohon di areal bekas tebangan HPH PT.28 cm. yaitu : (1) viabilitas benih. Forest Watch Indonesia Areal Eks HPH dan HPH PT. sumber benih dan tegakan benih. Hampir seluruh luasan hutan rawa gambut primer yang ada di Kalimantan Tengah beserta ekosistemnya berada di kawasan TNTP. Diamond Raya Timber (PT. Persentase hidup tertinggi penanaman di bekas pembalakan hanya mencapai 53.2 km dari jalan utama Dumai – Bagansiapi-api. memiliki rata-rata kelimpahan tingkat pohon sebanyak 5 individu per 7 hektar dan memiliki kubikasi 1. DRT atau hasil dari LHC PT. Cerbera manghas dan Nyiri (Xylocarpus granatum). Diamond Raya Timber Kondisi hutan bekas PT.3 minggu. Ramin (Gonystylus bancanus) dan Meranti (Shorea spp. tinggi rata-rata 12. Hal tersebut akan memberikan sumbangan yang besar dalam mengelola hutan Ramin. Sumber : Warta Konservasi Lahan Basah Vol. Hutan mangrove di TNTP didominasi oleh jenis-jenis seperti: Bakau Putih (Rhizopora spp). Faktor di atas dapat digunakan sebagai salah satu landasan yang kuat untuk mendukung kampanye penyelamatan kawasan konservasi. DRT dengan batas 6 km dari jalan poros Dumai – Bagansiapi-api sangatlah memprihatinkan. Aksesibilitas kawasan hutan sangat mudah karena lokasinya hanya berjarak 1 . Melihat perkembangan pola pemanfaatan lahan di kawasan hutan. Artinya.Inventarisasi dan Populasi Ramin Boks 1 : Masalah Pembudidayaan Jenis Ramin.

Namun ancaman illegal Logging dan eksploitasi k o m e r s i a l d a r i P T. Caltex Pasific Indonesia (CPI) di Kabupaten Siak. Kondisi vegetasinya cukup bagus meskipun arealnya telah dipetak-petak oleh CPI.000 415. DRT dengan kelimpahan di areal bekas PT. Durian Burung (Durio carinatus MAST).74 Pene bangan i tasi Li ar.05 % per hektar. DRT HPH PT.F. Suntai (Palaquium burckii H. Ada sekitar 10 KK masyarakat yang tinggal dalam kawasan dengan mata pencahariannya adalah mencari ikan di danau serta berjualan di sepanjang jalan yang membelah areal tersebut.55 Perke bunan 21. Beruang Madu.p i s a n g (Premna Tomentosa WILLD. sehingga satwa yang dilindungi yaitu ikan Arwana hilang dari habitatnya. D RT S M. Jenis yang pohon yang dieksploitasi pada HPH PT. Danau P. Geronggang (Cratoxylon arborescens BL. E ksplo Sumber : Inventarisasi Terbatas Tim Studi FWI. CPI sangat ketat. LAM).). Tabel 3.J. CPI ikut andil dalam perubahan suhu air di kedua Suaka Margasatwa. Jangkang (Sterculia foetida LINN.ARG. Keberadaan PT. penyerobotan lahan tidak terjadi. E ksplo 6. Ramin ( G o n y s t y l u s b a n c a n u s ) .).040 24. Bintangur (Callophyllum spp. DRT sesuai dengan hasil LHC meliputi: Meranti Rawa (Shorea spp. Data Potensi Tingkat Pohon (Diameter > 20 cm) dan Jenis Ancaman Pada Beberapa Lokasi Studi di Kalimantan dan Riau Tahun 2002.956 25. S e r a p a t (Urceola brachysepala Hook.). Banyaknya truk yang lewat juga sangat mengganggu kedua areal yang menjadi habitat beberapa satwa penting seperti Monyet Ekor Panjang. DRT maka dapat dikatakan telah mengalami degradasi jumlah kayu Ramin sebesar 94. bahaya kebakaran hutan di sekitar kawasan dapat dipantau dengan baik karena fasilitas PT.). Aksesibilitas sangat mudah karena kedua areal Suaka Margasatwa tersebut dipisahkan jalan besar CPI dan jaraknya hanya 10 Km dari jalan poros Pekanbaru – Siak.J. D RT s e n d i r i t e l a h mempercepat laju kepunahan spesies Ramin ini. Apabila dibandingkan kelimpahan tingkat pohon di areal PT. Tanjung Puti ng E ks HPH PT.044 90. Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar dan Danau Bawah Kawasan Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar dan Danau Bawah berada di kawasan zamrud milik PT.52 Pene bangan i tasi Li ar. DRT merupakan salah satu habitat Ramin yang paling potensial di Pulau Sumatera untuk dikembangkan ke arah konservasi karena luasan dan kelimpahan serta habitatnya yang khas. Pi s a n g . Terentang (Campnosperma auriculata Hook. Tenggayun (Parartocarpus triandra J.Inventarisasi dan Populasi Ramin Areal HPH PT. dan Burung. 2002 10 Forest Watch Indonesia .000 Indi v i du per Ha 2 17 < 1 12 3 5 Vo lume (m 3 )/Ha A nc a m a n Terha da p Ra m in 2. S umb er Aman Raya ) Pro pinsi Kalte ng Kalte ng Ri au Ri au Ri au Kalte ng L ua s (Ha ) 50.10 Pene bangan Li ar 38. CPI memadai. Kedang (Fraxinus griffithii CLARKE). CPI menimbulkan untung dan rugi dalam mengelola Suaka Margasatwa tersebut. Kelimpahan jenis Ramin pada tingkat pohon mencapai 3 individu per hektar atau dengan kubikasi sekitar 6.).). Kelimpahan tingkat pohon untuk jenis Ramin pada areal sebelum ditebang cukup dominan yaitu rata-rata 12 individu per hektar atau dengan persentase 23. Be sar d an Danau Baw ah Inh utani III (E ks PT. No 1 2 3 4 5 6 L o ka si LAHG C i mtro p TN. Sedangkan kerugian yang ditimbulkan antara lain: limbah yang ditimbulkan oleh PT.). Keuntungan yang ditimbulkan meliputi: ancaman illegal logging rendah karena pengamanan dari PT.000 100.).50 Fragmentasi Hutan 7. Kelat (Eugenia spp.SM).50 m 3 per hektar. Pa s a k L i n g g a u ( B a c c a u r e a j a v a n i c a MUELL.50 % dari seluruh tegakan tingkat pohon.95 Pene bangan Li ar 1.F. ) .). Punak ( Te t r a m e r i s t a g l a b r a M I Q .

Apabila (1998) melaporkan bahwa antara tahun 1980 dibandingkan dengan data potensi Ramin di sampai dengan 1987.11 hutan konsesi di Indonesia. 4 7 2 h a .Inventarisasi dan Populasi Ramin Populasi Ramin erdasarkan data Departemen Kehutanan tahun 1980. Masyarakat transmigran sekitar kawasan hutan tersebut telah melakukan penyerobotan lahan untuk d i j a d i k a n l a h a n p e r k e b u n a n k e l a p a . lebih dari 7. Dan baru ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hutan Lindung Ramin pada tahun 1987. Kawasan hutan lindung tersebut merupakan hasil perjuangan dari Bapak Djalal Abidin sejak tahun 70-an untuk dijadikan kawasan konservasi. 4 2 m 3/ H a ( Ø > 2 0 c m ) a t a u Environmental Investigation Agency diperkirakan 3 . Kecamatan Tempuiling Kabupaten Indragiri Hilir. p e r h e k t a r d i K a l i m a n t a n Te n g a h y a i t u s e b e s a r 7 . dan konversi hutan rawa gambut menjadi areal lain. D i n a s Ke h u t a n a n Tembilahan pun tidak mau tahu dengan kondisi ini.(1) Kegiatan eksploitasi ini mencapai Bila rekapitulasi luasan land cover hutan puncaknya pada tahun 1976 mencapai 1. B Hasil estimasi volume tegakan Ramin (standing stock) di Propinsi Kalimantan Tengah diperoleh bahwa volume tegakan kayu Ramin di hutan rawa primer adalah sekitar 8. Kondisi hutan lindung tersebut sangat memprihatinkan dan bisa dikatakan telah ‘hilang’. telah mengalami penurunan potensi tegakan Produksi kayu Ramin mengalami penurunan yang sangat tajam atau mengarah pada selama dekade 90-an karena ketersediaan kepunahan spesies Ramin. luas degradasi hutan rawa primer di Kalimantan Te n g a h t e l a h m e n c a p a i 2 2 4 .02%) dari total volume 23. Kurang lebih 1. 2002. Namun arus penjarahan tahun 1998 telah menghancurkan semua pekerjaan yang telah dirintis oleh Bapak Djalal Abidin selama puluhan tahun.9 juta m 3 (8. dan jumlah ini m 3 /Ha (Ø > 35 cm). Sumber : Wawancara Tim Studi FWI. Eksploitasi Ramin dari hutan rawa gambut sejak tahun 1976 sampai dengan tahun 2000 lebih kurang 8. illegal logging. produksi kayu Ramin telah mencapai penurunan sampai 489 m 3 . Forest Watch Indonesia 11 .26 juta m 3 volume tegakan kayu Ramin yang terancam oleh eksploitasi komersial. Bapak Djalal Abidin sangat terpukul dengan peristiwa ini dan jatuh sakit sampai kini. potensi Ramin sekarang di bawah jumlah penebangan jenis Meranti.600 hektar.11 juta m 3 tegakan kayu Ramin berada di Taman Nasional Tanjung Puting serta selebihnya berada pada areal konsesi HPH dan kawasan hutan rawa gambut lainnya.21 juta m 3 (lihat tabel 4). Dalam jangka waktu dua dasawarsa. maka pembudidayaan dan pembinaan untuk dapat dihitung potensi rata-rata jenis Ramin melestarikan jenis Ramin.90 juta m 3 dan di hutan rawa sekunder sebesar 14. dengan memiliki luas sekitar 1.72 juta m 3. Di samping variabel tersebut sebaran Ramin juga dipengaruhi oleh faktor dominansi tumbuhan lain di habitatnya.6 juta m 3 Kalimantan Tengah yang dikeluarkan Dirjen kayu Ramin telah ditebang dari kawasan Kehutanan tahun 1983 yang mencapai 76. Bila diasumsikan bahwa kawasan konservasi yang merupakan habitat terakhir jenis Ramin. hidup mengelompok serta penebangan komersial. Boks 2 : Musnahnya Sebuah Perjuangan Sebuah kawasan konservasi dengan nama ‘Hutan Lindung Ramin’ berada di desa Kempas Jaya. artinya ada 91.27 r a w a K a l i m a n t a n Te n g a h d i b a n d i n g k a n juta m3 tanpa diikuti dengan tindakan dengan estimasi volume total kayunya.000 hektar.98% atau sekitar 21. luas hutan rawa primer di Kalimantan Tengah mencapai 453. kayu Ramin berkurang dan hingga tahun 1997.4 pohon per Ha. Terfragmentasinya sebaran Ramin sedikit banyak akan mempengaruhi kelangsungan hidup spesies ini.

382 35. Ramin merupakan jenis dominan di bawah Durian Burung (Durio carinatus MAST) dan Jelutung (Dyera costulata) sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Tabel 5: Estimasi Volume Tegakan Ramin(Ø > 20 cm) pada Beberapa Taman Nasional Estima si Vo lume Tama n Nasio na l Pro pinsi (m3) 1 TN. 803. Selebihnya atau sekitar 8.732 81. Di Taman Nasional Berbak untuk strata pohon. 12 Forest Watch Indonesia . 375. 54/Kpts/Um/2/1972. Tidak kurang dari 1.418.552 Luas Huta n Raw a Gambut To ta l Lua s Hutan Raw a Ga mbut TN. 52 4. Gunung Palung sekitar 0.456 94.51 juta m 3 .253 Primer (Ha ) 4 18.453 78. Danau Sentarum dan TN.(Tabel 5). 951 38. L ua s Ha 228.279 3. 082 Sumber : Inventarisasi Tim Studi FWI 2002 dan Olahan Laporan Hasil Cruising.074 59. Reinterprestasi FWI. 303 14. yaitu yang populasinya berada di kawasan konservasi seperti suaka margasatwa.04 %.181 65. 2000. Da nau Senta rum Kalbar TN. Gunung Palung sebagai habitat Ramin.852.335. 901. 211.313 Sekunder (Ha ) 5 229. 888.92 Untuk kawasan hutan rawa di Propinsi Riau. 265 2. Estimasi volume tegakan Ramin di TN.746 1. 2000.528 130.619 33.856 505. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa beberapa taman nasional merupakan pertahanan terakhir untuk kelangsungan hidup jenis Ramin. Data Penutupan Lahan Dephut. Berbak Kalbar Ja mbi Sumber : Inventarisasi Tim Studi FWI 2002 dan Olahan LHC.09 juta m 3 berada di areal konsesi hutan produksi yang berarti akan menghadapi ancaman untuk diekspoitasi secara komersial.528 Estim a si Vo lum e ( m 3) 8. 95 21.42 juta m 3 dan untuk TN. Dengan menggunakan asumsi bahwa pola penyebaran satu spesies adalah “sama pada habitat dan ekosistem yang sama” maka dapat diperkirakan potensi Ramin di Kalimantan Barat dengan mengambil lokasi TN.08 juta m 3 atau 1. Ta njung Puting 2 Kalteng 3 1. estimasi volume tegakan kayu Ramin sekitar 8. Habitat tegakan Ramin yang keberlangsungan hidupnya relatif aman hanyalah sekitar 0. Di Pulau Sumatra misalnya. Data Penutupan Lahan Dephut (Reinterpretasi FWI).42 juta m 3 dalam bentuk tegakan Ramin harus dilindungi keberadaannya. 2002.18 juta m 3.02 1.239 Primer + Sekunder (Ha ) 6 248. hanya di Taman Nasional Berbak dan beberapa suaka margasatwa yang memiliki ekosistem rawa gambut daengan kondisi relatif lebih ‘baik dan aman’ dibandingkan dengan eksosistem lain di seluruh ekosistem rawa gambut di Sumatera. Danau Sentarum sekitar 1. 424 5. Selain Ramin. Gunung Palung TN.421. 166 2. Jelutung juga dilindungi oleh Undang-Undang sesuai dengan SK Mentan No.356 1.Inventarisasi dan Populasi Ramin Tabel 4: Estimasi Volume Tegakan Ramin (Standing Stock) Ø > 20 cm di Propinsi Kalimantan Tengah dan Propinsi Riau Vo lum e/H a Ti pe H uta n Pr o pi nsi ( m 3) Kalte ng Huta n R a w a Pr im er Ri au Kalte ng H uta n R a w a Sek under Ri au 4.562 32.

yang status sebelumnya adalah suaka margasatwa.) dan Resak (Vatica spp. Peta Lokasi Ramin di Beberapa Kawasan Konservasi di Kalimantan dan Sumatera TN. Bawah/ D. G.Tak bisa dipungkiri lagi bahwa beberapa taman nasional merupakan pertahanan terakhir untuk kelangsungan hidup jenis Ramin. D. Kawasan ekosistem hutan sub pegunungan sampai hutan pegunungan di dominansi oleh Dacridium sp. Agathis (Agathis borneensis). Gunung Palung didominasi jenis-jenis seperti: Pulai (Alstonia scholaris). Danau Sentarum. Palung PROV.). Ramin (Gonystylus bancanus). Sedangkan jenis lain yang terdapat di zonasi ini adalah Ulin (Eusideroxylon zwageri) dan Gaharu (Aquilaria malacensis). dan Bintangur (Calophyllum spp. TN. Khusus hutan rawa gambut di TN.).). Hampir 50% kawasan TN. RIAU SM. Kawasan hutan perbukitan didominasi family Dipterocarpaceae. Danau Sentarum merupakan hutan jenis rawa gambut. Kerumutan TN. Dominansi family Dipterocarpaceae berada pada zonasi hutan dataran rendah kering. Puting Kawasan Konservasi Hutan Rawa Gambut Tidak Ada Data © FWI. Sentarum SM D. Kapur (Dryobalanops aromatica). Danau Sentarum merupakan satu taman nasional baru.” Gambar 1. JAMBI Forest Watch Indonesia 13 .Inventarisasi dan Populasi Ramin Di Kalimantan Barat ekosistem yang menyerupai Taman Nasional Tanjung Puting terdapat di Taman Nasional Gunung Palung yang memiliki keanekaragaman hayati yang tergolong tinggi dari hutan dataran rendah sampai dengan hutan pegunungan. Jelutung (Dyera lowii).). Ramin (Gonystylus bancanus). Bintangur (Calophyllum spp. Ekosistem hutan dataran rendah terbagi dalam beberapa ekosistem dari hutan mangrove sampai hutan dataran rendah kering. seperti Kapur (Dryobalanops aromatica) dan Resak (Vatica spp.. T. KALIMANTAN BARAT PROV.. Rengas Burung (Melanorrhoea wallichii).. Berbak TN. dan Pisang-Pisang (Mezzettia parvifolia) serta Meranti Rawa (Shorea spp. “. KALIMANTAN TENGAH TN. Merawan (Hopea sp. Sedangkan hutan rawa gambut berada di antara ekosistem Nipah (Nypa fruticans) dan hutan rawa air tawar. Re n g a s (melanorrhoea wallichii). PROV.. Jenis-jenis yang mendominasi misalnya: Ke r u i n g (Dipterocarpus spp. Pulau Besar PROV.).) merupakan jenis yang dominan di ekosistem rawa gambut di TN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful