Anda di halaman 1dari 26

Dasar Elektonika I. 1) a.

Fisika Semikonduktor Penjelasan tentang Konsep Atom Platon dan Aristoteles Plato dan Aristoteles merumuskan sebuah pemikiran bahwa pembagian materi bersifat kontinyu ( pembagian dapat berlanjut tanpa batas ) . Konsep ini menyatakan bahwa sebuah atom masih dapat di bagi lagi hingga tak terbatas pembagiannya. Konsep ini juga mematahkan sebuah anggapan bahwa materimateri terdiri atas partikel zat terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, yang dinamakan atom. Yang dinyatakan oleh Democritos (460-370 SM) . b. John Dalton John Dalton (1766-1844) telah melakukan percobaan - percobaan untuk mengetahui struktur sebuah atom. Hasil percobaan tersebut kemudian dimaksudkan untuk menjelaskan reaksi-reaksi kimia antar zat. Pada 1803, John Dalton mengemukakan teorinya, yaitu sebagai berikut: a) Atom merupakan bagian terkecil suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi. Atom tidak dapat dimusnahkan dan diciptakan. b) Setiap unsur memiliki sifat unik yang sama dengan sifat atom penyusunnya. Misalnya, atom unsur aluminium berbeda dengan atom unsur besi. Atom suatu unsur tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain. c) Dua atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur berlainan dapat bersenyawa membentuk molekul. Misalnya, atom-atom hidrogen (H) dan oksigen (O) bersenyawa membentuk sebuah molekul air (HrO). Jumlah massa dan sesudah terjadinya persenyawaan adalah sama. d) Dalam suatu senyawa, atom-atom setiap unsur bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan tertentu dan sederhana. Misalnya, atom karbon (C) dan atom oksigen (O) bersenyawa membentuk molekul CO dan CO2. c. Thomas Ernest Rutherford Pada 1911, Ernest Rutherford (1871 1937), dibantu oleh esistensinya Geiger dan Marsden , mengadakan suatu percobaan untuk menguji kebenaran model atom Thomson. Pada percobaannya, mereka menembakkan partikel alfa, pada suatu lempengan emas yang sangat tipis, yakni setebal + 0,01 mm, setara dengan ketebalan 2.000 atom. Partikel merupakan partikel bermuatan positif. Pada percobaan tersebut sebagian besar partike l partikel menembus lempengan emas. Sebagian kecil ada yang dipantulkan kembali dan ada yang dibelokkan. Fakta bahwa sebagian partikel dengan mudah menembus lempengan emas menunjukkan bahwa sebelum

sebagian besar ruang di dalam atom kosong. Partikel yang dipantulkan kembali menunjukkan adanya bagian atom yang sangat keras dengan massa yang besar, dan bagian atom ini dikatakan sebagai inti atom. Inti atom tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil dibandingkan ukuran atomnya. Selain itu, adanya pembelokan partikel menunjukkan bahwa inti atom memiliki muatan sejenis dengan paftikel ,, yakni bermuatan positif. Percobaan itulah yang mendorong Rutherford menyusun model atom yang baru, yaitu sebagai berikut: Atom terdiri atasi nti atom yang bermuatanl istrik positif Inti atom mengandung hampir seluruh massa atom dan dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan listrik negatif seperti model tata surya. Atom bermuatan netral karena jumlah muatan inti (positif) sama dengan jumlah muatan elektron yang mengelilinginya (negatif). Selama mengelilingi inti, gaya sentripetal pada electron dibentuk oleh gaya tarik elektrostatik (gaya Coulomb, Perbandingan antara jari-jari lintasan elektron dalam mengelilingi inti dan jari-jari inti sekitar 10.000: I , sehingga sebagian besar atom merupakan ruang kosong. Walaupun teori atom Rutherford lebih baik dari Thomson karena ditunjang oleh hasil percobaan yang cukup akurat, teori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan spectrum cahaya yang dipancarkan oleh atom hidrogen. Kelemahan lainnya ialah menurut teori ini gerakan elektron mengelilingi inti memancarkan gelombang elektromagnetik sehingga energi total elektron akan berkurang dan jari-jari lintasannya akan mengecil. Akibatnya, lintasan elektron tidak lagi merupakan lingkaran dengan jari-jari yang sama, akan tetapi merupakan putaran berpilin yang selalu mendekati inti dan akhirnya elektron akan jatuh ke inti. Dengan demikian, atom menjadi tidak stabil padahal kenyataannya atom itu stabil. Jika lintasan elektron mengecil, periodenya pun akan mengecil pula dan frekuensi gelombang yang dipancarkannya menjadi bermacam-macam berupa spectrum yang kontinu. Di dalam kenyataannya. Electron electron tetap pada orbitnya (tidak pernah masuk ke dalam inti) dan spectrum atom H merupakan spektrum diskrit. d. Joseph John Thomson Menurut Thomson elektron melekat pada permukaan atom bagaikan kismis yang melekat pada roti sehingga model atom ini dikenal sebagai model roti kismis. Dalam percobaannya, Thomson menggunakan tabung sinar katode untuk menentukan harga perbandingan antara muatan elektron dan massa elektron. Thomson berhasil menunjukkan bahwa partikel-partikel sinar katode jauh lebih ringan daripada sebuah atom. Kemudian, partikel yang menjadi bagian dari sebuah atom ini oleh Thomson diberi nama elektron. Perlu Anda ketahui bahwa sinar katode

merupakan aliran electron electron yang keluar dari kutub katode (negatif) dan mengalir ke kutub anode (positif). Aliran elektron ini dapat terjadi jika anode dan katode diberikan beda potensial tertentu. Ep = Ek eV = mv .. persamaan 1 Dengan e adalah muatan elektron dan m adalah massa elektron. Kemudian, elektron dilewatkan pada medan listrik E dan medan magnetik B di lintasan yang lurus sehingga gaya yang dialami oleh elektron akibat kedua medan tersebur sama besar dan berlawanan arah. F (oleh medan listrik) = F (oleh medan magnetik) eE = Bev sehingga v = E /B persamaan 2 Dengan menggunakan persamaan 1, Thomson berhasil menghitung perbandingan antara muatan electron (e) terhadap massa elektron (m). Besarnya perbandingan tersebut adalah sebagai berikut. E / m = 1,758803 x 1011 C Kg-1 Muatan elektron dapat diketahui jika massa electron tersebut diperoleh, atau sebaliknya massa elektron dapat diketahui jika muatannya sudah diketahui. Berdasarkan hasil percobaannya, Thomson berpendapat bahwa ukuran elektron lebih kecil daripada atom. Berdasarkan hal itu, ia meyakini elektron merupakan partikel penyusun atom. Oleh karena elektron bermuatan negatif.agar atom tetap netral maka terdapat partikel lain penyusun atom yang bermuatan positif. pada 1904, J. J Thomson mengemukakan model atomnya sebagai berikut: "Atom berbentuk bola dan bermuatan positif yang tersebar merata ke seluruh bagian atom dan dinetralkan oleh elektron yang melekat pada permukaannya. e. Neils Henrick David Bohr Pada 1913 seorang Fisikawan Denmark, Niels Bohr ( l885 - 1962), mengajukan model atom baru untuk memperbaiki kelemahan teori atom Rutherford. Bohr mempostulatkan bahwa elektron-elektron mengitari inti yang bermuatan positif pada orbit stasioner tertentu saja, tetapi elektron dapat melompat dari satu orbit ke orbit yang lain. Setiap elektron memiliki energi yang besarnya tertentu Elektron pada orbit yang paling dekat dengan inti memiliki energi paling rendah. Semakin jauh dari inti. semakin besar energi yang dimiliki elektron. Selama bergerak pada orbitnya, tidak terjadi pelepasan atau penerimaan energi. Bohr mengatakan dalam

keadaan seperti ini, elektron dalam keadaan stasioner. Tingkat energy terendah disebut keadaan dasar dan tingkat energi yang lebih tinggi disebut keadaan eksitasi. Elektron yang berpindah dari keadaan dasar ke keadaan eksitasi disebut elektron tereksitasi. Jika sebuah elektron berpindah dari lintasan yang letaknya lebih jauh ke lintasan yang lebih dekat ke inti, elektron tersebut akan melepaskan energi sebesar hf, yakni foton cahaya yang sesuai dengan teori planck. Sebaliknya, elektron akan menyerap energi sebesar hf jika berpindah dari lintasan yang lebih dekat dari inti ke lintasan yang iebih jauh. Menurut de Broglie, panjang lintasan elektron sama dengan bilangan bulat kali suatu panjang gelombang 2rn = n Elektron yang mengitari inti atom akan mengalami gaya sentripetal yang berasal dari gaya couloumb antara electron dan inti atom. Fm = Fcoulumb Mv2 / rn = k (e2 / rn2) Jadi diperoleh e2 = 1 / k mv2 rn Jika kedua ruas persaman di atas diakarkan akan dihasilkan

persamaan berikut: = h / mv = h / p dengan : = panjang gelombang de Broglie (m) h = konstantaP lanck = 6,63 x 10-34J s m = massa partikel elektron (kg) v = kecepatan gerak electron ( ms-1) p = momentum elektron (kgms-1) Inti gagasan de Broglie adalah gerakan electron mengelilingi inti sesuai dengan suatu gelombang tegak Kemudian, de Broglie memperluas gagasan tersebut. Bukan hanya elektron yang mengitari inti, melainkan semua partikel yang bergerak dengan kecepatan tertentu akan disertai oleh gelombang dengan panjang gelombang yang ditentukan oleh massa dan kecepatan partikel yang

bersangkutan. Berdasarkan hipotesis de Broglie, semua benda yang bergerak akan memiliki gelombang materi (gelombang de Broglie). Akan tetapi, tidak semua dapat teramati. a) Frekuensi Foton Cahaya Besarnya frekuensi foton cahaya yang dipancarkan atau diserap oleh elektron tersebut memenuhi persamaan berikut: Hf = Ei Ef Atau F = Ei Ef / h Dengan h = konstanta Planck yang besarnya 6,63 x 10{a Js Ei = energi elektron pada lintasan tingkat energi lebih tinggi Ef = energi elektron pada lintasan tingkat energi lebih rendah Oleh karena kecepatan cahaya memenuhi persamaan c = f maka panjang gelombang foton cahaya memenuhi persamaan berikut = hc / Ei Ef Jika terjadi transisi elektron dari lintasan luar ke lintasan yang lebih dekat ke inti cahaya yang dipancarkan oleh elektron dapat berupa cahaya infra merah, cahaya tampak. atau cahaya ultraviolet.

b) Jari jari Lintasan Stasioner Menurut postulat Bohr, dalam keadaan stasioner electron tidak melepaskan dan tidak menerima energi. Elektron terus bergerak pada orbitnya dengan momentum sudut sebesar L = mvr = nh / 2 dengan: L = momentum sudut

n = bilangan kuantum utama (1, 2, 3, ....) h - konstanta Planck (6,63 x l0-34 Js) Elektron mengelilingi inti dengan gaya sentripetal yang besarnya sama dengan gaya Coulomb yang dialami elektron. Elektron yang bermuatan negatif ditarik oleh inti yang bermuatan positif. Gaya Coulomb yang berfungsi sebagai gaya sentripetal memenuhi persamaan: Fsp = Fcoulumb mv2 / r = ke2/r2 Sehingga didapatkan R = n2h2 / 42me2k Dengan r = jari-jari lintasan stasioner (meter) h = konstanta Planck = 6,63 x 10-34 Js m = massa elektron = 9,11 x 10-31 kg e = muatan elektron = 1,602 x 10-19 C k = konstanta gaya Coulomb = 9 x 109 Nm2C-2 n = bilangan kuantum utama = l, 2, 3, .... atau rn = n2r1 dengan rn = jari jari lintasan stasioner yang ke-n. oleh karena Bohr berhasil menerangkan spectrum atom hydrogen dengan Z = 1 maka r1 ini disebut juga sebagai radius Bohr.

c) Energi Total Elektron Berdasarkan postulat Bohr, electron hanya melepaskan energy ketika melompat ke lintasan yang lebih dalam dan akan menyerap energi jika pindah

ke lintasan yang lebih luar. Selama bergerak pada orbitnya. energi yang dimiliki elektron tetap. Besar energi tersebut merupakan jumlah energi kinetik dan energy potensial sistem. Energi potensial elektron selalu bertanda negatif karena elektron bermuatan negatif. Ep = -k (e2/r) Energi Kinetik electron dituliskan: Ek = mv2 dengan v2 = ke2 / mr = k (e2 / 2r) Energi total electron pada bilangan kuantum n akan menjadi. En = Ep + Ek = - k (e2/r) + k (e2 / 2r) En = - k (e2 / 2r) Persamaan energy ionisasi pada setiap lintasan adalah sebagai berikut: Eionisasi = + (13,6 / n2) e V

f.

Prinsip Larangan Pauli Tidak mungkin di dalam atom terdapat 2 elektron dengan keempat bilangan

kuantum yang sama. Hal ini berarti, bila ada dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum utama, azimuth dan magnetik yang sama, maka bilangan kuantum spinnya harus berlawanan.

g.

Prinsip Aufbau Elektron-elektron mulai mengisi orbital dengan tingkat energi terendah dan

seterusnya. Orbital yang memenuhi tingkat energi yang paling rendah adalah 1s dilanjutkan dengan 2s, 2p, 3s, 3p, dan seterusnya dan untuk mempermudah dibuat diagram sebagai berikut:

Contoh pengisian elektron-elektron dalam orbital beberapa unsur: Atom H : mempunyai 1 elektron, konfigurasinya 1s1 Atom C : mempunyai 6 elektron, konfigurasinya 1s2 2s2 2p2 Atom K : mempunyai 19 elektron, konfigurasinya 1s2 2s2 2p6 3S2 3p6 4s1

2.

a. Konduktor Konduktor adalah salah satu komponen utama dan instalasi listrik, yang

berperan untuk menyalurkan arus dari satu bagian ke bagian lain dan juga untuk menghubungkan bagian-bagian yang dirancang bertegangan sama. Bahan umum konduktor yang digunakan adalah tembaga dan aluminium. Dilihat dari jenis isolasi yang digunakan, konduktor terdiri dari dua jenis, yaitu konduktor atau kawat telanjang dan konduktor berosilasi atau kabel. Pada system tenaga listrik, konduktor bertegangan tinggi dijumpai pada transmisi, gardu induk, jaringan distribusi dan panel daya. Konduktor atau kawat telanjang digunakan untuk menyalurkan energi listrik dari satu gardu induk ke gardu induk yang lainnya; dan dari gardu induk ke trafo distribusi. Konduktor telanjang digunakan juga pada gardu induk dan panel sebagai rel pembagi daya. Kabel tegangan tinggi digunakan pada jaringan distribusi, terutama pada perkotaan yang penduduknya sangat padat. Kabel tegangan tinggi digunakan untuk menyalurkan energi listrik dari generator ke trafo daya, dari trafo daya ke panel kontrol pada gardu induk dan dari panel kontrol ke jaringan distribusi hantaran udara. Konduktor umumnya terbuat dari bahan tembaga, aluminium dan aluminium campuran. Khusus untuk transmisi umumnya digunakan AllAluminium Conductor (AAC), All-Aluminium-Alloy Conductor (AAAC), Aluminium Conductor Steel Reinforced (ASCR) dan Alluminium-Conductor Alloy Reinforced (ACAR). Dilihat dari bentuk penampangnya, konduktor terdiri atas batangan, kawat pilin, konduktor berongga, dan konduktor berkas.

b. Semikonduktor intrinsic Semikonduktor intrinsik merupakan semikonduktor murni dan tidak cacat. Bahan semikonduktor intrinsik yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si) dan Germanium (Ge). Pada awalnya Germanium (Ge) merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk membuat komponen elektronika tetapi karena Ge memiliki kelemahan ketika suhu naik maka dikembangkan penelitian untuk memurnikan Si (Silikon). Setelah permunian Silikon (Si) mencapai tahap yang telah dibutuhkan maka peralatan siliko mulai muncul. Sekarang pasaran semikonduktor diskrit benar-benar dikuasai oleh silikon. Silikon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Si dengan nomor atom 14 dan memiliki empat elektron valensi. Silikon merupakan unsur terbanyak kedua di bumi setelah oksigen. Senyawa yang dibentuk oleh unsur ini bersifat paramagnetik. Ketika atom silikon bergabung untuk membentuk zat padat, unsur ini menyusun dirinya ke dalam pola teratur yang disebut kristal. Struktur atom kristal silikon, satu inti atom (nucleus) masingmasing memiliki 4 elektron valensi. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron, sehingga 4 buah elektron atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion-ion atom tetangganya. Energi yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan kovalen adalah sebesar 1,1 eV untuk silikon dan 0,7 eV untuk germanium. Pada temperatur ruang (300K), sejumlah elektron mempunyai energi yang cukup besar untuk melepaskan diri dari ikatan dan tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi menjadi elektron bebas. c. Semikonduktor Ekstrinsik Semikonduktor ekstrinsik merupakan semikonduktor yang memperoleh pengotoran atau penyuntikan (doping) oleh atom asing dengan memasukkan pengotor berupa atom-atom dari kolom tiga atau lima dalam tabel periodik (memberi doping) ke dalam silikon atau germanium murni. Untuk kelompok ekstrinsik terdapat dua tipe semikonduktor yaitu semikonduktor tipe-p dan semikonduktor tipe-n. Bahan semikonduktor yang banyak dipelajari dan secara luas telah dipakai adalah bahan silikon (Si). Semikonduktor tipe-n dibuat dari bahan silikon murni dengan menambahkan sedikit pengotor berupa unsur valensi lima. Empat elektron terluar dari donor ini berikatan kovalen dan menyisakan satu elektron lainnya yang dapat meninggalkan atom induknya sebagai elektron bebas. Dengan demikian pembawa muatan mayoritas pada bahan ini adalah elektron.

Hal yang sama, semikonduktor tipe-p dibuat dengan mengotori silikon murni dengan atom valensi tiga, sehingga meninggalkan kemungkinan untuk menarik elektron. Pengotor sebagai aseptor menghasilkan proses konduksi dengan lubang (hole) sebagai pembawa muatan mayoritas. Proses pencampuran sebuah atom dari unsur lain (pengotor) ke dalam susunan atom-atom dari suatu bahan murni disebut sebagai penyuntikan atau doping. Ketika bahan murni disuntik dengan suatu pengotor lima electron pada kulit valensinya (yaitu sebuah pengotor pentavalen) bahan tersebut akan berubah menjadi bahan tipe-n. Tetapi, jika bahan murni disuntikkan dengan suatu pengotor yang memiliki tiga elektron pada kulit valensinya (yaitu sebuah pengotor trivalent) bahan tersebut akan berubah menjadi bahan tipe-p. Bahan semikonduktor tipe-n memiliki kelebihan pembawa muatan negative, sedangkan bahan tipe-p mempunyai kelebihan pembawa muatan positif. Dalam doping, perbandingan atom pengotor terhadap atom murni adalah 1:106 s/d 1:108. Atom-atom pengotor pada semikonduktor tipe-N adalah atom-atom pentavalent dan dinamakan atom donor, sedangkan pada semikonduktor tipe-P adalah atom-atom trivalent dan dinamakan atom ekseptor. Jika konsentrasi doping tidak merata (nonuniform) maka akan didapat konsentrasi partikel yang bermuatan yang tidak merata juga, sehingga kemungkinan terjadi mekanisme gerakan muatan tersebut melalui difusi. Dalam hal ini gerakan partikel harus random dan terdapat gradien konsentrasi. Misalnya konsentrasi elektron pada salah satu sisi bidang lebih besar dibandingkan sisi yang lain, sedangkan elektron bergerak secara random, maka akan terjadi gerakan elektron dari sisi yang lebih padat ke sisi yang kurang padat. Bervalensi 3 Dengan cara yang sama seperti pada semikonduktor tipe-n,

semikonduktor tipe-p dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecif atom pengotor trivalen (aluminium, boron, galium atau indium) pada semikonduktor murni, misalnya silikon murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai tiga elektron valensi . Saat sebuah atom trivalen menempati posisi atom silikon dalam kisi kristal, terbentuk tiga ikatan kovalen lengkap, dan tersisa sebuah muatan positif dari atom silikon yang tidak berpasangan yang disebut lubang (hole). Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-p karena menghasilkan pembawa muatan negatif pada kristal yang netral. Karena atom pengotor menerima elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom aseptor (acceptor).

Bervalensi 5 Semikonduktor tipe-n dapat dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil atom pengotor pentavalen (antimony, phosphorus atau arsenic) pada silikon murni. Atom-atom pengotor (dopan) ini mempunyai lima elektron valensi Saat sebuah atom pentavalen menempati posisi atom silicon dalam kisi kristal, hanya empat elektron valensi yang dapat membentuk ikatan kovalen lengkap, dan tersisa sebuah elektron yang tidak berpasangan . Material yang dihasilkan dari proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-n karena menghasilkan pembawa muatan negatif dari kristal yang netral. Karena atom pengotor memberikan elektron, maka atom pengotor ini disebut sebagai atom donor d. Isolator adalah bahan yang tidak bisa mengantarkan arus listrik hal ini diakibatkan elektron valensi pada bahan ini adalah 8 (tidak ada elektron bebas atau hole sebagai penunjang konduktifitas listrik).

3) Yang saya ketahui tentang a) Ion Ion pertama kali disajikan dalam bentuk teori oleh Michael Faraday pada sekitar tahun 1830, untuk menggambarkan mengenai bagian melekul yang bergerak ke arah anoda atau katoda dalam suatu tabung hampa udara (vacuum tube, CRT). Namun, mekanisme peristiwa ini baru dideskripsikan pada 1884 oleh Svante August Arrhenius dalam disertasi doktornya di University of Uppsala. Pada mulanya, teori ini tidak diterima (ia memperoleh gelarnya dengan nilai minimum), tetapi kemudian disertasinya memenangi Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1903. Ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif, yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, karena dia tertarik menuju anoda. Ion bermuatan positif, yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, karena tertarik ke katoda. Proses pembentukan ion disebut ionisasi. Atom atau kelompok atom yang terionisasi ditandai dengan tikatas mana n adalah jumlah elektron yang hilang atau diperoleh. b) Atom Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (/tomos, -), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi
n+

atau

n-

, di

menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponenkomponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom. Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. c) Inti Atom Pusat dari atom disebut inti atom atau nukleus. Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Banyaknya proton dalam inti atom disebut nomor atom, dan menentukan elemen dari suatu atom. Ukuran inti atom jauh lebih kecil dari ukuran atom itu sendiri, dan hampir sebagian besar tersusun dari proton dan neutron, hampir sama sekali tidak ada sumbangan dari elektron. Jumlah netron dalam inti atom menentukan isotop elemen tersebut. Jumlah proton dan netron dalam inti atom saling berhubungan; biasanya dalam jumlah yang sama, dalam nukleus besar ada beberapa netron lebih. Kedua jumlah tersebut menentukan jenis nukleus. Proton dan netron memiliki masa yang hampir sama, dan jumlah dari kedua masa tersebut disebut nomor massa, dan beratnya hampir sama dengan massa atom ( tiap isotop memiliki masa yang unik ). Masa dari elektron sangat kecil dan tidak menyumbang banyak kepada masa atom. d) Atom Netral

ada atom netral, berlaku: jumlah elektron = jumlah proton e) Elektron

Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebaga e-. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui, sehingga ia dipercayai sebagai partikel elementer.[2] Elektron memiliki massa sekitar 1/1836 massa proton.[3] Momentum sudut (spin) instrinsik elektron adalah setengah nilai integer dalam satuan , yang berarti bahwa ia termasuk fermion. Antipartikel elektron disebut sebagai positron, yang identik dengan elektron, tapi bermuatan positif. Ketika sebuah elektron bertumbukan dengan positron, keduanya kemungkinan dapat saling berhambur ataupun musnah total, menghasilan sepasang (atau lebih) foton sinar gama.

f)

Elektron Valensi

Elektron valensi didefinisikan sebagai elektron yang terletak di bagian kulit paling luar atau di kulit yang memiliki tingkat energi yang paling tinggi, untuk mudahnya adalah elektron yang terletak di kulit dengan bilangan kuantum utama n paling besar. g) Proton Dalam fisika, proton adalah partikel subatomik dengan muatan positif sebesar 1.6 10-19 coulomb dan massa 938 MeV (1.6726231 10-27 kg, atau sekitar 1836 kali massa sebuah elektron). Suatu atom biasanya terdiri dari sejumlah proton dan netron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya. Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nuklei, nukleus, atau nukleon (bhs Inggris: nucleon), dan reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir. h) Positron Positron merupakan suatu partikel beta bermuatan positif. Hampir tidak ada yang membedakannya dengan partikel beta ataupun dengan suatu elektron biasa. Positron memliliki massa 0.000548 atomic mass unit serta bermuatan sebesar+1.6 x 1019 C. i) Neutron Neutron atau netron adalah partikel subatomik yang tidak bermuatan (netral) dan memiliki massa 940 MeV/c (1.6749 10-27 kg, sedikit lebih berat dari proton. Putarannya adalah . Inti atom dari kebanyakan atom (semua kecuali isotop Hidrogen yang paling umum, yang terdiri dari sebuah proton) terdiri dari proton dan neutron. Di luar inti atom, neutron tidak stabil dan

memiliki waktu paruh sekitar 10 menit, meluluh dengan memancarkan elektron dan antineutrino untuk menjadi proton. Metode peluruhan yang sama (peluruhan beta) terjadi di beberapa inti atom. Partikel-partikel dalam inti atom biasanya adalah neutron dan proton, yang berubah menjadi satu dan lainnya dengan pemancaran dan penyerapan pion. Sebuah neutron diklasifikasikan sebagai baryon dan terdiri dari dua quark bawah dan satu quark atas. Persamaan Neutron antibendanya adalah antineutron. j) Molekul Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.[1][2] Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion poliatomik. Dalam kimia organik dan biokimia, istilah molekul digunakan secara kurang kaku, sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul. Dalam teori kinetika gas, istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya.[3] Menurut definisi ini, atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan.

k)

Senyawa Senyawa kimia adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa

unsur dengan melalui reaksi kimia dan senyawa tersebut juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen. l) Ikatan Ion

Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) antara ion yang berbeda. Ikatan ion juga dikenal sebagai ikatan elektrovalen.

m)

Ikatan Kovalen Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan kimia yang dikarakterisasikan

oleh pasangan elektron yang saling terbagi (kongsi elektron) di antara atomatom yang berikatan. Singkatnya, stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mereka berbagi elektron dikenal sebagai ikatan kovalen.

n)

Kristal Semi Konduktor

Kristal semi konduktor adalah jika atom-atom bergabung membentuk padatan (solid), mereka mengatur dirinya sendiri dalam pola tataan tertentu o) Pita Valensi

Didalam pita energi kita mengenal beberapa 3 tingkatan, dimana pita valensi merupakan tingkatan kedua dalam pita energi. Dimana pita ini terbentuk karena adanya bermilyar-milyar electron orbit kedua.

p)

Pita Konduksi

Didalam pita energi kita mengenal beberapa 3 tingkatan, dimana pita konduksi merupakan tingkatan kedua dalam pita energi. Dimana pita ini terbentuk karena adanya bermilyar-milyar electron orbit kedua. q) Celah Terlarang (forbidden gaps)

Celah terlarang (forbidden gaps) merupakan celah yang terletak antara dua buah lintasan elektron yang disebabkan karena elektron memiliki dua sifat, yaitu elektron sebagai partikel dan elektron sebagai gelombang.

r)

Elektron Bebas

Jika elektrron dapat diangkat ke dalam pita konduksi, ini sebenarnya bebas untuk bergerak dari satu atom ke atom berikutnya. Inilah mengapa electronelektron dalam pita konduksi kerap kali disebut dengan electron bebas. s) Lubang (hole)

Jika energi luar mengangkat electron valensi ke level yang lebih tinggi (orbit lebih besar), electron yang keluar meninggalkan lowongan dalam orbit terluar . Kita namakan lowongan ini sebagai hole. t) Rekombinasi

Rekombinasi adalah pengabungan electron pita konduksi dan hole. u) Umur(waktu) rekombinasi (life tie)

Umur hidup (life time) adalah nama yang diberikan kepada waktu rata-rata antara terciptanya dan lenyapnya pasangan elektro hole.

v)

Pembawa Mayoritas Pembawa mayoritas merupakan elektron bebas yang terdapat pada

semikonduktor tipe-n dan merupakan hole pada semikonduktor tipe-p. w) Pembawa Pembawa Minoritas minoritas merupaka electron bebas yang terdapat pada

semikonduktor tipe- p dan tipe n x) Efek Hall

Efek Hall adalah suatu peristiwa / efek berbeloknya aliran listrik (elektron) dalam pelat konduktor karena pengaruh medan magnet.

4) Cara meningkatkan jumlah banyaknya : a. Elektron Bebas Cara meningkatkan jumlah elektron bebas adalah seperti contohnya pada silicon yaitu atom atom pentavalen (atom yang memiliki lima elektron valensi) ditambahkan ke silicon yang telah dipanaskan hingga mencair. Contoh atom pentavalen antara lain arsen, antimon dan fosfor. Atom pentavalen ini akan menyumbangkan elektron ekstra ke Kristal silicon. Bahan ini disebut pengotor donor.

b.

Lubang

(hole)

Cara meningkatkan jumlah lubang (hole) seperti contohnya pada silicon adalah dengan menambahkan atom trivalent yaitu atom dengan 3 elktron valensi (aluminium, boron dan galium). Atom trivalen ini akan menyumbangkan 3 elektron ekstra ke kristal silicon sehingga elektron valensi campuran tersbut adalah 4(valensi asli silicon) + 3(valensi pengotor) = 7 valensi + 1 hole. Makin banyak atom trivalent yang dicampurkan maka hole yang dihasilkan juga makin banya.

5 )

Penjelasan tentang 4 faktor yang menyebabkan silicon menjadi lebih standar industri Proses pembuatan memungkinkan level kemurnian sangat tingi (1 : 10 billion) = (1 : 1010) Proses doping Karakteristiknya bisa diubah dengan memberi cahaya atau panas (untuk pengembangan device sensitive cahaya/panas) Suhu ruang kristal silicon mempunyai electron bebas yang lebih sedikit daripada kristal germanium

dibandingkan germanium :

6) Konduktifitas Ag > Cu > Au karena jarak elektron valensi Ag > Cu > Au ke inti pada masingmasing atom tersebut. Makin jauh jarak inti dengan elektron pada elektron valensi, maka gaya

tarik-menarik antara kedua benda itu gaya yang dibutuhkan untuk menjadi elektron konduktifitas Ag > Cu > Au. bebas yaitu

semakin Ag <

rendah. pada < Cu

Artinya kulit Au, terluar

besar sehingga

melepaskan

elektron

II. Dioda Penyearah 1) a. Osmosis Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. h. Difusi Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida. i. Tegangan Dadal (Breakdown voltage)

Tegangan dadal (breakdown voltage) adalah tegangan balik yang menyebabkan terjadinya kelongsoran (avalanche), dimana hal ini sangat dihindari dalam suatu rangkaian dioda

j.

Gerak Brown

Gerak Brown merupakan gerakan partikel-partikel koloid secara tidak menentu / gerak acak / tidak beraturan / gerak zig-zag jika kita mengamati koloid dibawah mikroskop ultra. Gerak Brown dipengaruhi suatu sistem koloid, maka oleh suhu. Semakin tinggi suhu semakin besar energi kinetik yang dimiliki oleh

partikel-partikel medium pendispersinya. Sehingga, gerak Brown dari partikelpartikel fase terdispersinya semakin cepat

2) a . Lapisan pengosongan (depletion layer) dimulai dari adanya ketidakseimbangan antara hole dalam material tipe-p dan elektron pada material tipe-n pada sambungan pn. Elektron bebas dalam material tipe-n cenderung menyebar ke segala arah. Sebagian elektron berdifusi menyeberangi batas sambungan. Jika elektron bebas ini memasuki daerah material tipe-p, valensi. Setiap kali elektron berdifusi menyeberangi maka dia akan menjadi pembawa muatan minoritas. Elektron akan mendiami lubang. Elektron bebas akan berubah menjadi elektron sambungan, dia akan menciptakan pasangan ion. Ion ini menetap dalam struktur kristal akibat adanya ikatan kovalen. Masing-masing ion positif dan ion negatif pada sambungan p-n menjadikan daerah disekitar sambungan kosong dari pembawa muatan. Daerah inilah yang kemudian disebut lapisan pengosongan (depletion layer). Dengan kata lain, depletion layer merupakan porsi kecil dimana terdapat keseimbangan antara hole (lintasan awal kosong yang terbentuk karena perpindahan elektron keluar lintasan) dan elektron dalam dioda.

b) Potensial barier

Pembangkitan tegangan barrier bergantung pada suhu junction, suhu yang lebih tinggi menciptakan banyak pasangan elektron dan hole, sehingga aliran pembawa minoritas melewati juction bertambah. Pada suhu 25C Potensial Barier pada dioda germanium (Ge)= 0,3 V dan dioda silikon (Si ) = 0,7 V.Potensial barrier tersebut berkurang 2,5 mV untuk setiap kenaikan 1 derajat Celcius. 3) Penjelasan tentang kristal pn apabila bias maju dan bias mundur Pada saat kedua material digabung e- dan hole pada junction/persambungan akan berkombinasi menghasilkan kekurangan carrier pada daerah dekat junction, daerah ini disebut deplesi karena kosong dari carrier. Karena diode adalah 2 terminal, maka ada 3 kemungkinan tegangan yang diberikan : Tanpa bias, VD = 0 Bias maju, VD > 0 (VF) Bias balik, VD < 0 (VR)

No bias, VD = 0

- + - + -- -- + - + - - + - + - + - +
P

+ + + +

+ + + +
c t io

+ + +
n

+ N

+ + +

- ++ + - = 0 m A

J u n

ID

mV D A = 0 VD + ( N o b i a- s )
I s
I m

Dengan tidak adanya tegangan bias aliran muatan pada satu arah untuk diode adalah nol.
=
a

a li r a n
y o r it a s =

m
0

in o r it y

Reverse bias, VD <

- + - + - + + - + +
P

+ + + +
e p

+ + + +
le

+ + + +
s i

+ N

+ + +

- ++ + - Is

+
+

Is

- +

N +

Daerah deplesi melebar Barrier untuk mayoritas carrier bertambah sehingga alirannya menjadi nol

Arus yang ada pada kondisi VR disebut arus saturasi balik, disimbolkan dengan IS. Forward bias, VD > 0
I s
a y o ;r Di t I a s

- + - + - -- + - +- + + - + - + - +
P D

+ + + +
e p le

+ s i

+ + +

+ N

+ + +

- ++ + - ID

m I

a y o r

ID

E = VD + ID R

Persamaan umum diode semikonduktor untuk VR dan VF :

IS = arus saturasi balik Tk = TC + 273 0C K = 11.600 / dengan = 1 utk Ge, = 2 utk Si dibawah pada lutut kurva, = 1 utk level lebih tinggi

Dari gambar karakteristik diode komersial (real), pada bias maju digeser kekanan sedikit, ini karena R body internal dan R kontak eksternal dari diode. Sekarang saat metode produksi sudah makin baik/maju, perbedaan ini akan semakin kecil. 4) Kurva karakteristik diode (penyearah) Karakteristik dioda pada garis besarnya dapat dibedakan atas karakteristik forward dan karakteristik reverse. Untuk membuat karakteristik dioda yang menunjukkan besarnya arcs pada bermacam-macam harga tegangan yang diberikan digunakan rangkaian seperti pada gambar Percobaan dengan rangkaian ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama untuk mendapatkan karakteristik forward dan bagian kedua reverse. Bagian pertama memerlukan tahanan R = 50 ohm yang terpasang seri seperti pada gambar, gunanya.untuk membatasi arus forward; bila tidak dioda akan rusak jika tegangan 1,5 volt langsung dihubungkan padanya. Tegangan maksimum Yang boleh diberikan adalah 1,5 volt dan voltmeter harus mampu membaca dari 0 sampai 1,5 volt dengan selang 0,1 volt. Miliamperemeter (mA) harus mempunyai skala maksimum 50 mA. Tegangan dinaikkan secara bertahap mulai dari nol sampai J ,S volt dengan selang kenaikkan 0,1 volt, arus I yang ditunjukkkan oleh mA dicatat, Bila data-data tcrsebut dinyatakan dalam grafik akan diperoleh karakteristik forward seperti pada gambar di bawah. Untuk membuat karakteristik reverse pertama-tama polaritas batere harus dibaiik. Untuk percobaan yang kedua ini diperlukan sumber tegangan yang lebih besar ialah sekitar 10 volt. Batas ukur voltmeter diperbesar ialah sekitar 10 volt. Besarnya arus reverse sangat kecil hanya beberapa persepuluhan microampere akibat tahanan reverse yang mencapai

beberapa megaohm. U1eh karena itu meter mA harus sanggup membaca dari 0 samoai 0.1 rnicroampere dengan selang 0,01 microampere. Bila karakteristik forward ini diperhatikan tampak hahwa mula-mula lengkungnya berbentuk parabola yaitu pada tegangan VD yang kecil, begitu VD mulai membesar arus forward ID akan naik dengan cepat praktis secara linier. Pada daerah linier ini perubahan tegangan yang kecil saja akan mengakibatkan perubahan arus yang besar.

5) Pengaruh perubahan temperatur di sekitar diode terhadap mutu operasi diode Menurut persamaan karakteristik diatas, perbedaan suhu T1 dan T2 dapat memberikan karakteristik yang berbeda seperti gambar dibawah 1. Jika diode pertemuan pn diberi tegangan maju konstan, maka suhu yang semakin tinggi menyebabkan arus diode semakin tinggi berubah dari ID1 ke ID2. 2. Jika diberi arus konstan, kenaikan suhu menyebabkan tegangan turun berubah dari VD1 ke VD2. Keadaan ini menjadikan diode pertemuan pn dapat dimanfaatkan sebagai sensor suhu III. Dioda-dioda Khusus 1. Proses terjadinya LED yang berwarna-warni Bila dioda dibias forward, electron pita konduksi melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Pada saat elektron-elektron jatuh dari pita konduksi ke pita valensi, mereka memancarkan energi. Pada diode Led energi dipancarkan sebagai cahaya, sedangkan pada diode penyearah energi ini keluar sebagai panas. Dengan menggunakan bahan dasar pembuatan Led seperti gallium, arsen dan phosfor parik dapat membuat Led dengan memancarkan cahaya warna merah, kuning, dan infra merah (tak kelihatan). Led yang menghasilkan pancaran yang kelihatan dapat berguna pada display peralatan, mesin hitung, jam digital dan lain-lain. Sedangkan Led infra merah dapat digunakan dalam sistim tanda bahaya pencuri dan lingkup lainnya yang membutuhkan cahaya tak kelihatan. Keuntungan lampu Led dibandingkan lampu pijar adalah umurnya panjang, tegangannya rendah dan saklar nyala matinya cepat.

2. Prinsip kerja diode Schottky pada penyearahan frekuensi tinggi Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda. DiodaZener :

dioda zenerDioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas tegangan rusak (breakdown voltage) atau tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil. Pada kondisi bias balik, dioda zener juga memiliki karakteristik yang sama dengan dioda biasa asalkan tegangan yang diberikan tidak terlalu besar. Jika tegangan menjadi terlalu besar dan melebihi tegangan zener, maka arus mengalir pada arah yang berbeda. Karakteristik dioda zener dapat dilihat pada gambar a. Dioda zener tidak dapat mempertahankan keadaan "matinya" jika tegangan terbalik yang diberikan melebihi V zener. 3. Waktu pemulihan (reverse-recovery time) pada diode Schottky

waktu pemulihan balik pada dioda schottky terjadi ketika beralih dari keadaan tidak menghantarkan ke keadaan menghantarkan dan sebaliknya. Dimana dalam dioda p-n waktu pemulihan balik dapat dalam orde ratusan nano-detik dan kurang dari 100 nanodetik untuk dioda cepat.

4.

Prinsip

kerja

diode

varactor

pada

penalaan

frekuensi

tinggi

Seperti kebanyakan komponen dengan kawat penghubung, diode mempunyai kapasitansi bocor yang mempengaruhi kerja pada frekuensi tinggi, kapasitansi luar ini biasanya lebih kecil dari 1 pF. Yang lebih penting dari kapasitansi luar ini adalah kapasitansi dalam junction dioda. Kapasitansi dalam ini kita sebut juga kapasitansi peralihan CT. Kata peralihan disini menyatakan peralihan dari bahan type-p ke typr-n. Kapasitansi peralihan dikenal juga sebagai kapasitansi lapisan pengosongan , kapasitansi barier dan kapasitansi junction. Lapisan pengosongan melebar hingga perbedaan potensial sama dengan tegangan riverse yang diberikan. Makin besar tegangan river semakin lebar lapisan pengosongan. Karena lapisan pengosongan hampir tak ada pembawa muatan ia berlaku seperti isolator atau dielektrik. Dengan demikian kita dapat membayangkan daerah p dan n dipisahkan oleh lapisan pengosongan seperti kapasitor keeping sejajar dan kapasitor sejajar ini sama dengan kapasitansi peralihan. Jika dinaikkan teganag riverse membuat lapisan pengosongan menjadi lebar, sehingga seperti memisahkan keeping sejajar terpisah lebih jauh. Dan sebagai akibatnya kapasitansi peralihan dari diode berkurang bila tegangan riverse bertambah. Dioda silicon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah ini disebut varactor. Dalam banyak aplikasi menggantikan kapasitor yang ditala secara mekanik, dengan perkataan lain varaktor yang dipasang parallel dengan inductor merupakan rangkaian tangki resonansi. Dengan mengubah-ubah tegangan riverse pada varactor kita dapat mengubah frekuensi resonansi. Pengontrolan secara elektronik pada frekuensi resonansi sangat bermanfaat dalam penalaan dari jauh.

5. Prinsip kerja diode zener pada regulasi tegangan Dioda zener dibuat untuk bekerja pada daerah breakdown dan menghasilkan tegangan breakdown kira-kira dari 2 samapai 200 Volt. Dengan memberikan tegangan riverse melampaui tegangan breakdown zener, piranti berlaku seperti sumber tegangan konstan. Jika tegangan yang diberikan mencapai nilai breakdown, pembawa minoritas

lapisan pengosongan dipercepat hingga mencapai kecepatan yang cukup tinggi untuk mengeluarkan electron dari orbit luar. Efek zener berbeda-beda, bila dioda di-dop banyak maka lapisan pengosongan amat sempit. sehingga medan listrik pada lapisan pengosongan sangat kuat. Dioda zener adalah tulang punggung regulator tegangan. Jika dioda zener bekerja dalam daerah breakdown, bertambahnya tegangan sedikit akan menghasilkan pertambahan arus yang besar.

6. Proses terjadinya avalanche effect dan zener effect (high field emission effect) Proses terjadinya avalance effect adalah jika tegangan balik yang diberikan ke diode zener mencapai nilai tegangan dadalnya, pembawa muatan minoritas didalam lapisan deplesi akan dipercepat dan mencapai kecepatanyang cukup tinggi untuk melepaskan electron valensi dari orbit electron terluarnya. Electron yang baru terbebas itu kemudian mencapai kecepatan yang cukup tinggi untuk membebaskan electron electron valensi lainnya. 7. Semakin lama diode maka zener semakin ideal banyak electron yang terbebaskan. zener kedua

Aproksimasi

dan

aproksimasi

diode

Proses terjadinya zener effect adalah jika diode dikotori dengan tingkatpengotor sangat tinggi maka lapisan deplesi akan menjadi sempit. Oleh karena itu medan listrik diantara lapisan deplesi sangat kuat. Seumpamanya jika kuat medan mencapai 300KV per sentimeter, medan listrik ini cukup kuat untuk menaik electron keluar dari orbit valensinya. Terciptanya electron bebas ini disebut sebagai emisi medan magnet.