Anda di halaman 1dari 8

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

MODUL

10

PENILAIAN OBLIGASI

Pada dasarnya institusi keuangan dan pasar menciptakan mekanisme aliran dana yang tersedia antara pihak yang memiliki kelebihan dana (fund suppliers) dengan pihak yang memerlukan dana (funds demanders). Adapun tingkat aliran dana yang terjadi secara signifikan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang berasal dari interaksi berbagai variasi ekonomi (seperti money supply, trade balances, economic policy) akan berdampak terhadap the cost of money yang lebih dikenal dengan istilah interest rate atau required rate of return. Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah interest rate, semakin besar aliran dana yang terjadi, maka akan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi. The real rate of interest menciptakan keseimbangan antara supply of savings dengan demand for investment funds. Nominal (actual) rate of interest berasal dari dua faktor yaitu :

Inflation premium (IP) expektasi terhadap inflasi Risk premium (RP) risiko default dan provisi kontraktual dirumuskan sebagai berikut: k1 = k* + IP + RP1 di mana: k1 = Rf + RP1 Rf = k* + IP

OBLIGASI (BONDS) Adalah instrumen keuangan jangka panjang yang mengindikasikan bahwa suatu perusahaan telah meminjam sejumlah uang dan berjanji untuk mengembalikannya pada saat jatuh tempo dengan memberikan sejumlah bunga (coupon).
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

Aspek Hukum Obligasi

Bond indenture dokumen legal yang berisi spesifikasi hak-hak pemegang obligasi dan kewajiban perusahaan yang mengeluarkan obligasi. Standard debt provision provisi yang terdapat dalam bond indenture yang berisi catatan tertentu dan praktik-praktik bisnis yang harus dilaksanakan oleh pihak yang mengeluarkan obligasi. Restrictive covenants provisi dalam bond indenture yang berisi batasanbatasan finansial dan operasional pihak yang mengeluarkan obligasi. Restrictive covenant umumnya berisi: Level likuiditas minimum Larangan penjualan piutang dagang untuk memperoleh uang tunai Batasan fixed asset terkait dengan jaminan untuk mengembalikan Subordinasi terhadap original loan Batasan pembayaran annual cash dividend

pembayaran obligasi

Sinking fund requirement untuk menyediakan sistemasi jatuh tempo obligasi Security interest berisi jaminan keamanan obligasi Trustee merupakan pihak ketiga dari bond indenture, yang dapat berupa individual, korporasi dan departemen trust bank komersial

Jenis Obligasi

Obligasi sederhana yang menawarkan bunga (disebut sebagai couponbonds) tetap selama jangka waktu tertentu obligasi berjangka Obligasi yang menawarkan suku bunga mengambang (floating rate bonds) Obligasi dengan tingkat bunga nol (zero coupon bonds) obligasi yang dijual dengan diskon pada awal periode, dan dilunasi sesuai dengan nilai nominal pada akhir periode.

Obligasi yang dapat dirubah menjadi saham obligasi konversi (convertible bonds). Jenis obligasi ini dapat dikombinasikan dengan zero coupon bonds.
Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

Obligasi yang hanya dibayarkan bunganya apabila perusahaan penerbitnya memperoleh laba (income bonds).

Pengertian Tingkat Bunga dalam Penilaian Obligasi

Spot interest rates tingkat bunga obligasi yang hanya mempunyai satu arus kas bagi pembeli obligasi tersebut. Future (forward) rates tingkat bunga atas obligasi di mana terjadinya komitmen dan kapan uang akan diserahkan ke pihak emiten berbeda. Current yield merupakan pembayaran bunga obligasi. Yield to maturity (YTM) disebut juga sebagai tingkat bunga nominal merupakan internal rate of return (IRR) yang diperoleh pemodal sampai saat jatuh tempo obligasi. dibagi dengan harga

YTM bukan merupakan tingkat keuntungan yang diperoleh apabila obligasi dijual sebelum jatuh tempo. YTM untuk zero coupon bond merupakan spot rate.

Titik Waktu Tingkat Bunga dalam Penilaian Obligasi Tiga titik waktu perhitungan tingkat bunga dalam penilaian obligasi meliputi: Tanggal komitmen (kapan pemberi dana dan pihak yang memerlukan dana menentukan tingkat bunga obligasi). Kapan dana akan diserahkan. Kapan hutang akan dilunasi. i = tingkat bunga t0 = tanggal komitmen t1 = tanggal dana diserahkan ke perusahaan penerbit obligasi t2 = tanggal obligasi dilunasi kembali

Notasi yang digunakan:

PV =

I1 + I2 + + (In + Mn) (1+k)1 (1+k)2 (1+k)n Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

Harga Obligasi dan Tingkat Bunga

Penentuan harga obligasi perlu memperhatikan accrued coupon interest, yaitu bunga yang telah menjadi hak pemilik obligasi tetapi belum dibayarkan oleh perusahaan yang menerbitkan obligasi.

Bila interest dibayar annual, maka: PV interest face value + (1 + r)i (1+ r)n face value + (1 + r/2)
i

Bond Value =

Bila interest dibayar semi-annual, maka: [PV interest/2] Bond Value =

(1+ r/2)2n

Duration Merupakan alat ukur sensitivitas perubahan harga obligasi. Perhitungan durasi ditentukan oleh tiga faktor: Pembayaran kupon Jatuh tempo obligasi Yield to maturity Menunjukkan selisih antara umur obligasi alternatif. Digunakan untuk bond immunization. Mengukur sensitivitas harga obligasi terhadap pergerakan tingkat bunga. PV cash flow D= Market price x t

Manfaat durasi bagi analisis dan manajemen obligasi:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

For example, find the price of a 10% coupon bond with three years to maturity if market interest rates are currently 10%.

B0 =

$100 + $100 (1+.10)1 (1+.10)2

+ ($100 + $1,000) (1+.10)3

TEORI TERM STRUCTURE

Teori pasar tersegmentasi (segmented market theory) pemodal dan lembaga keuangan menyukai investasi pada segmen-segmen yang menghasilkan yield curve tertentu. Hasilnya : supply dan demand dana masing-masing segmen akan menentukan harga obligasi di masing-masing segmen.

Teori pengharapan (expectancy theory) tingkat keuntungan dari obligasi dua tahun harus sama dengan tingkat keuntungan obligasi satu tahun

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

ditambah tingkat keuntungan yang diharapkan dari obligasi satu tahun untuk tahun yang akan datang.

Teori premium likuiditas (liquidity premium theory) pemodal harus mendapatkan imbalan yang lebih besar kalau mereka diharuskan memiliki obligasi yang jangka waktunya lebih lama dari waktu yang mereka sukai.

Risiko Tidak Terbayar dan Tingkat Bunga Nominal

Para pemodal pembeli obligasi menanggung risiko apabila bunga dan pokok pinjaman tidak terbayar. Besar tingkat bunga nominal (yield to maturity) dinyatakan sebagai :

YTM (i) = tingkat bunga riil (ri) + inflasi yang diharapkan (q) + premi risiko (rp)

Penyesuaian YTM perlu memperhatikan faktor-faktor :

Default risk (risiko tidak terbayar)

Makin besar default risk, makin besar premi tidak terbayar yang diminta pemodal. Indikator penaksir default risk: proporsi hutang, stabilitas keuntungan, marjin keuntungan.

Liquidity risk Interest rate risk Foreign exchange risk

KOMPONEN TOTAL RETURN

Bagi investor konservatif income.

Obligasi menawarkan aliran bunga yang tetap sejalan dengan waktu selama masa berlakunya obligasi dan return pada saat jatuh tempo.

Bagi investor agresif capital gains. Harga obligasi berubah-ubah sesuai dengan perubahan tingkat bunga. Bila tingkat bunga naik (jatuh), harga obligasi akan jatuh (naik).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

Dengan spekulasi tingkat bunga, investor agresif dapat memperoleh potential gains yang besar.

Membeli Obligasi Asing

Foreign bonds menawarkan return yang lebih tinggi daripada domestic bonds. Diversifikasi. Ada kemungkinan harga saham di negara lain naik pada saat harga saham di satu negara turun. Perlu biaya transaksi

Strategi Pengelolaan Obligasi Strategi Pasif

Investor tidak secara aktif mencari-cari kemungkinan perdagangan obligasi dalam upaya outperform the market. Strategi ini didasarkan pada input yang tersedia dari waktu ke waktu, bukan pada ekspektasi tertentu. Investor harus menentukan apakah obligasi yang dipegang sesuai dengan kesempatan investasi tertentu.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2

Manajemen Keuangan II Penilaian Obligasi

Strategi pasif yang umum digunakan: Buy and hold strategy Memilih obligasi paling menjanjikan yang memenuhi persyaratan yang diajukan investor. Melakukan duplikasi pasar obligasi secara keseluruhan dengan membeli berbagai jenis obligasi yang tersedia. Indexing Dana-dana mutual yang dirancang agar sesuai dengan kinerja sejumlah indeks yang ada.

Strategi Aktif

Suatu strategi yang dirancang untuk menyajikan tambahan return yang diperoleh melalui aktivitas perdagangan.

Strategi aktif yang umum diterapkan: Meramalkan perubahan tingkat bunga (hubungan inversi antara perubahan harga obligasi dengan perubahan tingkat bunga). Identifikasi mispricing relatif antara berbagai sekuritas fixed-income (melakukan bond swaps yaitu pembelian dan penjualan obligasi dalam upaya memperbaiki rate of return portofolio obligasi melalui identifikasi mispricing temporer di pasar obligasi.)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Tinjung Desy Nursanti, MSi MANAJEMEN KEUANGAN 2