Anda di halaman 1dari 2

Nama siswa

: Arghya Brahmani

PERUBAHAN SEDERHANA, DAMPAK LUAR BIASA


COC ( Code of conduct) adalah pedoman perilaku dalam PT PLN yang harus dilaksanakan mulai dari direksi, komisaris, pemimpin unit, sampai dengan pegawai. Anak perusahaan, perusahaan afiliasi ,dan pihak ketiga termasuk konsultan , pemasok, IPP, Outsourcing, mitra kerja ,kontraktor, akli , konsul termasuk pihak pihak yang wajib melaksanakan COC PLN. Tujuan dari membaca buku yang berjudul Implementasi COC ( Pedoman Perilaku di PLN Bali) dengan pengarang Bapak Ngurah Adyana yang merupakan Direktur Operasional Jawa Bali, ialah agar para pembaca, khususnya para siswa prajabatan dapat mengetahui COC di Bali. Dan diharapkan setelah mengetahui implementasi COC di Bali, siswa mampu mengimplementasikan COC di Unit Kerja masing masing untuk saat ini dan Unit Kerja saat penempatan di masa yang akan datang. Pedoman perilaku atau disebut COC ( Code of Conduct) mengatur semua perilaku semua warga PLN mulai dari yang jabatan tertinggi sampai jabatan terendah. Pendapat saya setelah membaca buku Implementasi COC di Bali, saya dapat menarik intisari dari COC di Bali. Yang pertama ialah Kepemimpinan di Lingkungan PLN. Kepemimpinan yang dimaksud ialah bahwa setiap pemimpin harus mengembangkan iklim kerja yang berwawasan ke depan. Yang artinya ialah bahwa warga PLN di Bali dituntut untuk mengembangkan kata What . Bahwa mereka harus tau apa yang akan dicapai diri mereka untuk Kemajuan PLN khususnya, minimal dalm satu minggu, apa yang akan mereka capai. Intisari kedua yang dapat saya ambil adalah hubungan profesional antar anggota. Implementasinya sebenarnya cukup mudah dan simpel, setiap warga PLN harus saling bertegur sapa. Yang intinya adalah bahwa jika kita ingin membangun suatu kerja sama dalam suatu kelompok, dalam hal ini unit,

kita harus merasa bahwa antar anggota adalah satu kesatuan, jika diumpakan adalah seperti anggota tubuh, tanpa tangan kita memang bisa mengerjakan sesuatu menggunakan kaki, namun tidak semua pekerjaan tangan, mampu dikerjakan secara sempurna oleh kaki. Maka untuk membangun rasa Satu tersebut, dimulai dengan hal yang kecil, bertegur sapa, harus mengucap kata tolong saat meminta bantuan, mau meminta maaf jika melakukan kesalahan , dan mau mengucapkan terima kasih jika merasa sudah terbantu. Dan intisari ketiga yang saya ambil, keanggotaan yang bertanggung jawab, cukup mudah implementasinya, yang intinya adalah peduli teman. Menurut saya hal ini memang harus diterapkan di semua unit PLN, karena jika hal ini dilakukan maka tidak ada lagi sikap acuh antara sesama warga PLN. Atasan tau apa yang dilakukan bawahan, maupun sebaliknya, bawahan tau apa kegiatan dan apa yang dilakukan atasannya. Dan intinya satu kata, Peduli . Itulah inti dari keanggotaan yang bertanggung jawab. Yang terakhir dan tidak kalah penting ialah Hubungan dengan eksternal. Hubungan dengan eksternal sangat penting karena tidak dapat dipungkiri bahwa lingkup kerja kita meliputi para pelanggan. Semua sangat terkait dengan pihak luar, semua proses kerja PLN tak lepas dari pihak eksternal. Jika di PLN Bali misalnya bekerja sama dengan BRI Singaraja dan Radio Swasta. Semua itu untuk menjaga relasi PLN dengan pihak luar agar selalu terjaga dengan baik. Jadi dari apa yang saya baca, saya dapat menyimpulkan bahwa COC di Bali sebenarnya sederhana , namun implementasi dari COC di Bali dapat berkembang dengan sangat baik. Semua dibuat dari hal sederhana dan dari diri sendiri. Pengembangan pengembangan COC di Bali, menurut saya bisa sebagai masukan untuk mengembangkan COC di Unit unit lain di luar Bali. Mungkin dengan implementasi yang sama, namun dengan pola pengembangan yang sedikit berbeda. Atau menerapkan pola COC di Bali pada unit masing masing dan mengembangkan dengan budaya masing masing unit.