Anda di halaman 1dari 3

Keuntungan Perdagangan Luar Negeri dalam Grafik

A. Keadaan Sebelum Spesialisasi Gambar kurva kemungkinan produksi Perancis dan Kanada atas televisi dan radio sebelum perdangangan :

(a) Perancis

(b) Kanada

Gambar ini berbentuk garis lurus, ini berarti pada setiap tingkat produksi, harga relatif barang-barang adalah tetap, yaitu skala produksi bersifat berskala tetap . Pengurangan produksi barang lain, yaitu biaya penggantian (oportunity cost) yang harus dibuat untuk menambah produksi sesuatu barang adalah tetap besarnya pada setiap tahap produksi. Gambar (a) menunjukkan bahwa apabila seluruh faktor produksi di Perancis digunakan untuk memproduksi radio, maka akan dihasilkan 120 ribu unit. Bila memproduksi televisi akan dihasilkan 120 ribu unit juga. Ini berarti harga relatif antara kedua barang tersebut adalah 1 radio = 1 televisi. Tanpa perdagangan Perancis harus memproduksi sendiri kedua barang tersebut. Diasumsikan penduduk Perancis menginginkan 60 ribu radio dan 60 ribu televisi maka tingkat produksi di Perancis adalah seperti yang ditunjukkan oleh titik A. Gambar (b) menunjukkan bahwa apabila seluruh faktor produksi digunakan untuk memproduksi satu barang saja maka Kanada dapat menghasilkan 60 ribu radio atau 30 ribu televisi. Ini berarti harga relatif kedua barang tersebut adalah 2 radio = 1 televisi. Dengan tingkat permintaan produksi adalah 20 ribu radio dan 20 rivbu televisi maka akan ditunjukkan oleh titik P. B. Keadaan Sesudah Spesialisasi Harga relatif di Perancis adalah 1 radio = 1 televisi, sedangkan di Kanada adalah 2 radio = 1 televisi, dapat disimpulkan bahwa radio di Kanada relatif lebih murah. Dengan demikian apabila Perancis dan Kanada ingin melakukan spesialisasi dan perdagangan, keuntungan akan diperoleh apabila Perancis memproduksi televisi dan Kanada radio Dalam gambar, harga relatif ditunjukkan oleh kurva kemungkinan produksi. Maka sebelum perdagangan harga relatif antara radio dan televisi di Perancis adalah ditunjukkan oleh garis m dan di Kanada ditunjukkan oleh garis p. Supaya perdagangan saling menguntungkan haruslah kurs pertukaran (harga pertukaran) adalah lebih baik dari harga relatif di antara radio dan televisi di Perancis atau Kanada. Dalam contoh ini dimisalkan harga di dalam pasaran luar negeri adalah 11/2 radio = 1 televisi. Dengan ini kedua negara

akan memperoleh keuntungan dari perdagangan luar negeri yang ditunjukkan oleh garis n dan q.

(a) Perancis

(b) Kanada

C. Keuntungan, Spesialisasi, dan Perdagangan Dari gambar terlihat bahwa produksi maksimal televisi untuk Perancis adalah 120 ribu unit (ditunjukkan oleh titik B). Di Kanada produksi maksimal radio adalah 60 ribu unit (ditunjukkan oleh titik Q). Dimisalkan Perancis ingin mengekspor 20 ribu televisi, karena kurs pertukaran kedua barang tersebut 11/2 radio = 1 televisi, maka Kanada harus menjual 30 ribu radio untuk membayar televisi yang di ekspor Perancis. Maka sesudah perdagangan Perancis akan menikmati 100 ribu televisi (120ribu 20 ribu yang diekspor) dan 30 ribu radio (di ekspor oleh Kanada) yang ditunjukkan oleh titik Q1. Kesimpulannya: (i) Sebelum perdagangan tingkat produksi dan tingkat konsumsi ditunjukkan oleh titik A di Perancis, dan oleh titik P di Kanada. (ii) Sesudah spesialisasi dilakukan tingkat produksi si Perancis ditunjukkan oleh titik B, dan di Kanada oleh titik Q. (iii) Sesudah spesialisasi dilakukan tingkat konsumsi di Perancis digambarkan oleh titik B1, dan di Kanada ia ditunjukkan oleh titik Q1. Kedua titik itu berada di luar (di atas) kurva kemungkinan produksi, yang berarti bahwa barang-barang yang diperoleh setelah perdagangan adalah lebih banyak dari yang dapat diproduksi di dalam negeri. D. Syarat Perdagangan Memperhatikan perubahan-perubahan dalam syarat perdagangan merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah keuntungan perdagangan luar negeri didistribusikan secara adil kepada negara-negara yang terlibat perdagangan. Distribusi Keuntungan Perdagangan Luar Negeri Contoh di Jepang 1 mobil = 60 televisi, di Amerika 1 mobil = 30 televisi, dan pasaran di luar negeri 1 mobil = 40 televisi, dalam hal ini keuntungan yang dinikmati setiap negara adalah relatif seimbang karena kurs pertukaran antara mobil dan televisi di pasaran luar negeri terletak hampir di tengah-tengah kurs-nya di Jepang dan Amerika. Tetapi ada kemungkinan kurs pertukaran di pasaran luar negeri lebih mendekati kurs Jepang atau kurs Amerika. Apabila mendekati Jepang, maka Amerika akan lebih banyak menikmati

keuntungan dari perdagangan karena dia tidak perlu mengekspor terlalu banyak mobil untuk memperoleh setiap unit televisi. Sebaliknya apabila kurs luar negeri lebih mendekati Amerika maka Jepang lebih banyak memperoleh keuntungan perdagangan. Kurs pertukaran yang berlaku bergantung sejauh mana besarnya permintaan atas kedua barang tersebut dalam pasaran liar negeri. Apabila permintaan ke atas televisi lebih besar, harga akan menjadi semakin mahal, yaitu kurs pertukaran dalam perdagangan luar negeri akan mendekati kurs yang berlaku di Amerika. Maka Jepang yang akan menikmati lebih banyak keuntungan. Begitu juga sebaliknya. Syarat Perdagangan Dalam praktek tidak mungkin melihat distribusi keuntungan perdagangan luar negeri dengan cara diatas, karena (1) terdapat banyak barang yang diperjualbelikan di pasar luar negeri, dan (2) perdagangan luar negeri dilakukan bukan dengan satu negara saja tetapi dengan banyak negara lain. Selain itu distribusi keuntungan perdagangan luar negeri perlu dilihat dalam jangka panjang, yaitu bagaimana ia berubah dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui distribusi keuntungan perlu melihat perubahan-perubahan dalam syarat perdagangan negara tersebut. Syarat perdaganagn adalah perbandingan di antara indeks harga-harga barang yang diekspor oleh suatu negara dengan indeks harga barangbarang yang diimpor negara itu. Dinyatakan secara formula, syarat perdagangan adalah: Px Syarat perdangangan = x 100 Pm Px = indeks harga barang-barang yang diekspor Pm = indeks harga barang-barang yang diimpor Untuk melihat perubahan syarat perdagangan maka ditentukan satu tahun tertentu sebagai tahun yang menjadi dasar perbandingan. Syarat perdagangan pada tahun dasar di beri angka indeks 100, yaitu Px = 100 dan Pm = 100. Contoh suatu negara indeks ekspornya 150 dan indeks impornya 200 maka syarat perdagangannya adalah 75. Apabila indeks perdagangan lebih besar dari 100 berarti bahwa Px > Pm yaitu harga barang-barang ekspor bertambah lebih cepat dari harga barang-barang impor. Ini menguntungkan karena dibutuhkan ekspor yang semakin sedikit untuk mengimpor barang yang sama dari negara lain. Sebaliknya indeks kurs syarat perdagangan yang lebih kecil dari 100 akan menimbulkan masalah dalam perekonomian negara.