Anda di halaman 1dari 5

Pathway

Gangguan kontraksi Sp.Oddi dan kandung empedu Stasis empedu Proses degenerasi dan penyakit hati Faktor hormonal (kolesitokinin dan sekretin) Kurang atau tidak ada enzim glokuronil tranferase Pigmen (bilirubin) tidak terkonjugasi dalam empedu Pengendapan Batu pigmen Torsi dulsis Obs. duktus sistikus - Trauma berat - Luka bakar - Operasi mayor

Fungsi hati

Pengosongan kandung empedu lambat Penumpukan atau pengendapan

Infeksi primer

- Supersaturasi - Perubahan susunan kimia - prengendapan

Gangguan metabolisme Malabsorpsi garam empedu Gangguan sintesis (pembentukan) asam empedu Sintesis kolesterol di hati

Perubahan cairan elektrolit darah di regional sirkulasi visceral

Supersaturasi (kejenuhan) getah empedu oleh kolesterol

Pengendapan materi empedu

Kolesistitis akalkulus

Batu empedu (koletiasis)

Aliran empedu (sal.duktus sistikus) tersumbat

Distensi kandung empedu

Lapisan dinding kandung empedu rusak Trauma dinding kandung empedu

Radang kandung empedu (kolesistisis) kalkulus

Kolesistiasis

KOLELITIASIS (batu empedu) v

Aliran empedu (sal.duktus sistikus) tersumbat Distensi kandung empedu

Obstruksi saluran empedu

Bakteri E-coli masuk dalam empedu Bilirubin glukoronis diubah menjadi bilirubin bebas

Perubahan status kesehatan Perubahan krisis situasional (tindakan pembedahan)

Bag.fundus kandung empedu menyentuh bag.abdomen pada kartilago kostal IX dan X bag.kanan

Aliran balik cairan empedu (bilirubin, garam empedu, kolesterol)

Proses peradangan di sekitar hepatobiliari

Aliran bilirubin terkonjugasi Penumpukan bilirubin

Cemas

Merangsang ujung-ujung saraf sekitar

Pengeluaran enzimenzim SGOT,SGPT Masuk aliran darah

Post operasi Luka post operasi

Pelepasan bradikinin dan serotonin

Peningkatan SGOT dan SGPT Mengiritasi saluran cerna

Penumpuk pada subkotis dan mukosa Nyeri akut Mudah terpapar mikroorganis me

Impuls disampaikan ke serat saraf aferen simpatis

Merangsang pusat nyeri (hipotalamus)

Merangsang nervus vagal (N.X-vagus)

Merangsang produksi histamin

Resiko infeksi

Nyeri pada kuadaran kanan atas & epigastrium

Penurunan peristaltik usus dan lambung

Gatal

Pasien tidak tahu cara merawat luka post operasi

Nyeri akut

Resiko kerusakan integritas kulit Motilitas lambung menurun Makanan tertahan di lambung

Kurang pengetahuan

Pengosongan lambung lambat

Rasa mual meningkat

Pengaktifan pusat muntah (medula oblongata)

Perut teras penuh Nausea Nafsu makan menurun Resiko volume cairan kurang dari kebutuhan Muntah

Nutrisi kurang dari kebutuhan

KOLESISTISIS (radang kandung empedu)

Proses peradangan

Penurunan peristaltik usus dan lambung

Perubahan status kesehatan

Pelepasan zat pathogen oleh leukosit

Merangsang serabut saraf reseptor nyeri Pengeluaran enzim bradikinin dan serotonin Nyeri abdomen

Makanan tertahan di lambung

Perubahan status kesehatan

Merangsang hipotalamus (pusat termoregulasi) Peningkatan suhu tubuh

Rasa mual meningkat

Nafsu makan menurun

Nausea Nutrisi kurang dari kebutuhan

Pengaktifan pusat muntah (medula oblongata) Muntah

Cemas

Kurang pengetahuan

Nyeri akut Hipertermi

Penurunan aktivitas fisik Atropi otot

Resiko volume cairan kurang dari kebutuhan

Lemah

Resiko disuse sindroma