P. 1
ASKEP HIPOTIROIDISME

ASKEP HIPOTIROIDISME

|Views: 702|Likes:
Dipublikasikan oleh Endang MuLyana

More info:

Published by: Endang MuLyana on Jan 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

ASKEP HIPOTIROIDISME A.

Definisi Hipotiroidisme adalah satu keadaan penyakit disebabkan oleh kurang penghasilan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Hipotiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tirod kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormone tiroid. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema. Hipotiroidism terjadi akibat penurunan kadar hormon tiroid dalam darah. Kelainan ini kadangkadang disebut miksedema. B. Epidemiologi Sebelum Perang Dunia II banyak penyelidik di Indonesia menemukan kretin. Abu Hanifah menemukan di daerah Kuantan 0,15% kretin di antara 50.000 penduduk. Pfister (1928) menemukan pada suku Alas 17 kretin, 57 kretinoid dan 11 kasus yang meragukan dari 12.000 penduduk; jumlah semuanya meliputi 0,73%. Eerland (1932) menemukan 126 kretin di Kediri dan banyak kretinoid, sedangkan Noosten (1935) menemukan juga kretin di Bali. C. Klasifikasi dan Penyebab Secara klinis dikenal 3 hipotiroidisme, yaitu : 1. Hipotiroidisme sentral, karena kerusakan hipofisis atau hypothalamus 2. Hipotiroidisme primer apabila yang rusak kelenjar tiroid 3. Karena sebab lain, seperti farmakologis, defisiensi yodium, kelebihan yodium, dan resistensi perifer. Yang paling banyak ditemukan adalah hipotiroidisme primer. Oleh karena itu, umumnya diagnosis ditegakkan berdasar atas TSH meningkat dan fT4 turun. Manifestasi klinis hipotiroidisme tidak tergantung pada sebabnya. Namun, pada Buku Ilmu Kesehatan Anak, hipotiroidisme terbagi atas 2 berdasarkan penyebabnya, yaitu : 1. Bawaan (kretinisme) a. Agenesis atau disgenesis kelenjar tiroidea. b. Kelainan hormogonesis ~ Kelainan bawaan enzim (inborn error) ~ Defisiensi yodium (kretinisme endemik) ~ Pemakaian obat-obat anti tiroid oleh ibu hamil (maternal) 2. Didapat Biasanya disebut hipotiroidisme juvenilis. Pada keadaan ini terjadi atrofi kelenjar yang sebelumnya normal. Panyebabnya adalah a. Idiopatik (autoimunisasi) b. Tiroidektomi c. Tiroiditis (Hashimoto, dan lain-lain) d. Pemakaian obat anti-tiroid e. Kelainan hipofisis. f. Defisiensi spesifik TSH

6. Dishormogenesis. Penyembuhan didahului dengan hipotiroidisme sepintas. maka disebut hipotiroidisme sekunder. Keadaan ini diturunkan. 5. Tiroiditis subakut. (De Quervain) Nyeri di kelenjar/sekitar. Pada kasus tiroiditis-atrofis gejala klinisnya mencolok. ACTH. b. 4. di mana berperan antibodi antitiroid. sedangkan apabila kegagalan terletak di hipothalamus disebut hipotiroidisme tertier. Strumektomi subtotal M. yodium. Tiroiditis autoimun. Ada defek pada enzim yang berperan pada langkah-langkah proses hormogenesis. 40% kasus mengalami hipotiroidisme ringan dengan TSH naik sedikit. Kerusakan tiroid karena karsinoma primer atau sekunder. baik karena jumlah jaringan dibuang tetapi juga akibat proses autoimun yang mendasarinya. sehingga jangan tergesa-gesa memberi substitusi. Hipotiroidisme Primer (HP) Hipogenesis atau agenesis kelenjar tiroid. Faktor predisposisi meliputi toksin. stres mengubah interaksi sistem imun dengan neuroendokrin. tetapi juga karena produksi hormon yang berlebih (ACTH penyakit Cushing. baru pada usia lanjut.D. yaitu : a. Hipotiroidisme yang terjadi akibat tiroiditis Hashimoto tidak permanen. namun pada defek ringan. tetapi merupakan etiologi terbanyak dari hipotiroidisme kongenital di negara barat. Disini terjadi inflamasi akibat proses autoimun. Hipotiroidisme sepintas. Juga dapat terjadi pada radiasi eksternal di usia <20 tahun : 52% 20 tahun dan 67% 26 tahun pascaradiasi. hormon (estrogen meningkatkan respon imun. dan mereka beresiko mengalami gangguan perkembangan saraf. pasca tiroidektomi subtotalis. Apabila defek berat maka kasus sudah dapat ditemukan pada skrining hipotiroidisme neonatal. Hipotiroidisme sepintas (transient) adalah keadaan hipotiroidisme yang cepat menghilang. . Tetapi pemberian RAI pada nodus toksik hanya menyebabkan hipotiroidisme sebesar <5%. sakit kepala. demam. Kasus ini sering dijumpai. hormon merembes masuk sirkulasi dan terjadi tirotoksikosis (bukan hipertiroidisme). Hipotiroidisme sentral (HS) Apabila gangguan faal tiroid terjadi karena adanya kegagalan hipofisis. Etiologi yaitu virus. yaitu antibodi terhadap fraksi tiroglobulin (antibodi-antitiroglobulin. Operasi. Tanpa kelainan lain. Karsinoma. 50% HS terjadi karena tumor hipofisis. hormon hipofisis lain. Kerusakan tiroid dapat terjadi karena. prolaktin galaktorea pada wanita dan impotensi pada pria). Graves sering menjadi hipotiroidisme dan 40% mengalaminya dalam 10 tahun. Hormon berkurang akibat anatomi kelenjar. Pada tahun pertama pasca operasi morbus Graves. Patofisiologi Patofisiologi hipotiroidisme didasarkan atas masing-masing penyebab yang dapat menyebabkan hipotiroidisme. gangguan visus. Pada neonatus di daerah dengan defisiensi yodium keadaan ini banyak ditemukan. hormon pertumbuhan akromegali. dan 7. androgen dan supresi kortikosteroid). amat jarang. Kerusakan yang luas dapat menyebabkan hipotiroidisme. Urutan kegagalan hormon akibat desakan tumor hipofisis lobus anterior adalah gonadotropin. 3. Tiroiditis autoimun. strumektomi parsial jarang menyebabkan hipotiroidisme. Sesudah setahun banyak kasus pulih kembali. bersifat resesif. menggigil. Akibat nekrosis jaringan. 1. dan TSH. Misalnya pasca pengobatan RAI. Pascaradiasi. Tiroiditis Subakut. Atrofi Pascaoperasi. namun tergantung juga dari dosis radiasi. subtotal atau total. Karsinoma. Jarang ditemukan. Pemberian RAI (Radioactive iodine) pada hipertiroidisme menyebabkan lebih dari 40-50% pasien menjadi hipotiroidisme dalam 10 tahun. Dishormogenesis. Umumnya ditemukan pada program skrining massal. 2. Atg-Ab). Strumektomi dapat parsial (hemistrumektomi atau lebih kecil). Radiasi. Keluhan klinis tidak hanya karena desakan tumor.

tempat diproduksi hormon tirotropik. Kelenjar tiroid bekerja di bawah pengaruh kelenjar hipofisis. Gejala Klinis Pada bayi baru lahir gejala sering belum jelas. lidah yang besar dan sering menderita kesukaran pada pernafasan. dan muntah. Baru sesudah beberapa minggu gejala lebih menonjol. Pematangan alat kelamin terlambat atau sama sekali tidak terjadi. Hati-hatilah menggunakan fenitoin dan fenobarbital sebab meningkatkan metabolisme tiroksin di hepar. Metabolisme rendah menyebabkan bradikardia. Hormon ini juga diperlukan untuk mengolah karoten menjadi vitamin A. Ikterus fisiologis biasanya lebih lama. Untuk ini diperlukan yodium. lemak dan vitamin. Untuk pertumbuhan badan. nadi lambat dan kulitnya kering dan dingin. Semua tanda di atas akan hilang dengan pengobatan. dan yang spesifik disebabkan karena penyakit dasarnya. kurang mau minum. Sering ditemukan anemia. Pengaruh Obat Farmakologis Dosis OAT (Obat Anti Tiroid) berlebihan menyebabkan hipotiroidisme. terutama pada tipe sentral. . yodida dan yang meningkatkan katabolisme atau penghancuran hormon tiroid yaitu fenitoin. PTU. obstipasi. yaitu yang bersifat umum karena kekurangan hormon tiroid di jaringan. berat badan naik dan anoreksia. Retardasi mental makin jelas. anak akan kelihatan pendek. Kulit kering tanpa keringat. sakit kepala. Pada umur 3-6 bulan gejala makin jelas. fenobarbital. Dapat juga terjadi pada pemberian litium karbonat pada pasien psikosis. Kelompok kolestiramin dan kolestipol dapat mengikat hormon tiroid di usus. banyak tidur dan kelihatan sembab. Suhu tubuh rndah. tetapi sebaliknya kelebihan akut menyebabkan IIT (iodine induced thyrotoxcisos). Warna kulit kekuning-kuningan yang disebabkan oleh karotenemia. misalnya karena ACTH kurang. Sekarang mulai kelihatan pertumbuhan dan perkembangan lambat (retardasi mental dan fisis).E. Sesudah melewati masa bayi. abdomen besar dan ada hernia umbilikalis. Gejala hipotiroidisme dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Otot-otot biasanya hipotonik. yang menghambat jalur enterohepatik hormon tiroid yaitu kolestipol dan kolestiramin. aterosklerosis meningkat. manifestasinya sebagai lesu. tetapi harus bekerja sama dengan growth hormone F. Bayi dengan kelainan ini jarang menangis. dapat terjadi kegagalan faal korteks adrenal dan sebagainya. infertil. Miksedema tampak jelas pada kelopak mata. sulfonamid. Kelainan reproduksi yaitu oligomenorea. T3 dan T4 diperlukan dalam proses metabolik di dalam badan. sering tersedak. lamban bicara. Bahan farmakologis yang menghambat sintesis hormon tiroid yaitu tionamid (MTU. anak makin terlambat dalam pertumbuhan dan perkembangan. aktifitas kurang. karbimazol). Kelainan psikologis meliputi depresi. mudah lupa. Jarak antara kedua mata (hipertelorisme). lebih-lebih pada pemakaian oksigen. Ubun-ubun besar terbuka lebar. Keluhan utama yaitu kurang energi. Pada tumor hipofisis mungkin ada gangguan visus. meskipun nervositas dan agitasi dapat terjadi. Tangan agak lebar dan jari pendek. hormon ini sangat dibutuhkan. Biasanya ada obstipasi. Pertumbuhan gigi terlambat dan gigi lekas rusak. Makin tua. Sedangkan dari gagalnya fungsi hormon tropiknya. tidak tahan dingin. Selain itu ia merangsang sintesis protein dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Kedua hormon tersebut dibentuk dari monoiodo-tirosin dan diiodo-tirosin. Ada tambahan keluhan spesifik. punggung tangan dan genitalia eksterna. Defisiensi yodium berat serta kelebihan yodium kronis menyebabkan hipotiroidisme dan gondok. perklorat. Hormon ini mengatur produksi hormon tiroid yaitu tiroksin dan tri-iodotironin. anggota gerak pendek dan kepala kelihatan besar. Suara biasanya parau dan biasanya tidak dapat berbicara. Mulut sering terbuka dan tampak lidah membesar dan menebal.

terjadi akibat adanya otoantibodi yang merusak jaringan kelenjar tirod. TIROIDITIS HASHIMOTO ( Struma Limfomatis) Tiroditis hasimoto mungkin merupakan penyebab hipotiroidisme tersering. Karena sebagian besar etiologi hipotiroidisme adalah HP. Membuat T3 (dan T4) normal e. short bowel syndrome. Menegakkan Diagnosis Sebaiknya diagnosis ditegakkan selengkap mungkin : diagnosis klinis-subklinis. sebab ada risiko gangguan jantung dan densitas mineral. CHF. kolestiramin. Meringankan keluhan dan gejala b. Obat oral terbaik adalah T4 Tiroksin dianjurkan diminum pagi hari dalam keadaan perut kosong dan tidak bersama bahan lain yang mengganggu serapan dari usus. Contohnya pada penyakit sindrom malabsorbsi. juga tersedia untuk memisahkan antara eutiroidisme dan hipotiroidisme. diagnostik apabila skor > 25 dan meragukan apabila skor antara -29 dan +24 dan dibutuhkan pemeriksaan konfirmasi. Dosis supresi tidak dianjurkan. analog dengan indeks Wayne dan New Castle pada hipertiroidisme. gangguan irama. Menghindarkan komplikasi dan resiko Beberapa prinsip dapat digunakan dalam melaksanakan substitusi. memeriksa TSH. I. tetapi tampaknya terdapat kecenderungan genetik untuk mengidap penyakit ini. Indikator kecukupan optimal sel ialah kadar TSH normal. Kadang fT4 wanita hamil agak naik sehingga memeriksa fT3 masih relevan. B. . sirosis. kemungkinan HP kecil apabila dijumpai TSH normal. aluminium hidroksida. sulfas ferosus. dan geriatri dengan angina pektoris. Pemeriksaan Laboratorium ‡ T3 dan T4 meningkat pada fase akut dan menurun setelah menjadi kronis. fT4 dan fT3 merupakan langkah tepat. Keluhan pokok Kadang-kadang disertai hipertiroid. primersentral. L-triodotironin (T3) maupun pulvus tiroid. obat (sukralfat. Tanda penting Pembesaran kelenjar tiroid C. juga disebut tiroditis otoimun. Pada wanita hamil (termasuk pengguna kontrasepsi oral) karena perubahan pada TBG. kalsium karbonat). Interpretasi skor : bukan hipotiroidisme kalau skor < -30. Hal ini menyebabkan penurunan HT disertai peningkatan kadar TSH dan TRH akibat umpan balik negatif yang minimal. kalau mungkin etiologinya. H. Tujuan pengobatan hipotiroidisme adalah : a. Pengobatan/Terapi Pada pengobatan hipotiroidisme yang perlu diperhatikan adalah dosis awal dan cara menaikkan dosis tiroksin. dosis harus hati-hati. Pulvus tidak digunakan lagi karena efeknya sulit diramalkan. Penyebab tiroiditis otoimun tidak diketahui. anti-AM-Ab).G. Menormalkan TSH (bukan mensupresi) d. Diagnosa A.lalu diikuti hipotiroid. Tersedia L-tiroksin (T4). ‡ Tiroid autoantibodi(antibodi tiroglobulin dan antibodi mikrosomal) biasa positif. Menormalkan metabolism c. Indeks diagnostik Billewicz. yaitu makin berat hipotiroidisme makin rendah dosis awal dan makin landai peningkatan dosis. Prinsip substitusi adalah mengganti kekurangan produksi hoemon tiroid endogen pasien. T3 tidak digunakan sebagai substitusi karena waktu paruhnya pendek hingga perlu diberikan beberapa kali sehari. Apabila memungkinkan wanita hamil dengan hipotiroidisme diperiksa juga antibodi (anti-Tg-Ab.

oleh karena itu lakukanlah pengkajian terhadap ha1-ha1 penting yang dapat menggali sebanyak mungkin informasi antara lain 1.0. mengurung diri/bahkan mania. Pola tidur (klien menghabiskan banyak waktu untuk tidur). Pengkajian Keperawatan Dampak penurunan kadar hormon dalam tubuh sangat bervariasi. Diabtes mellitus 3. Parastesia dan reflek tendon menurun 6. Kulit kasar. Istirahat 2. tebal dan berisik. pemeriksaan kadar T3 dan T4 serum. Riwayat kesehatan klien dan keluarga. sedangkan pada yang sekunder kadar TSH dapat menurun atau normal). 3. Tempt tinggal klien sekarang dan pada waktu balita. Keluhan utama klien. 4. b. Penampilan secara umum. Medikamentosa ‡ Obat pertama . PENATALAKSANAAN A. Perbesaran jantung d. Postur tubuh keen dan pendek. amati wajah klien terhadap adanya edema sekitar mata. a.Levotiroksin 0. Pola aktivitas. Sistem neurologik dan Emosi/psikologis f. Disritmia dan hipotensi e. Pengkajian psikososial klien sangat sulit membina hubungan sasial dengan lingkungannya. Metabolik 5.1 . Pemeriksaan khusus 1 Hipotiroidisme 1. Penyakit Addison 2. Sistem pulmonari b.Obat alternatif ± G. Sistem reproduksi g. 2. Sistem kardiovaslkuler d. Pemeriksaan penunjang mencakup. . dan ingin tidur sepanjang hari. Serosis biliaris 4. dingin dan pucat.D. Nadi lambat dan suhu tubuh menurun: c. Lidah tampak menebal dan gerak-gerik klien sangat lamban. Sejak kapan klien menderita penyakit tersebut dan apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. Kajilah bagaimana konsep diri klien mencakup kelima komponen konsep diri 7. pemeriksaan TSH (pada klien dengan hipotiroidisme primer akan terjadi peningkatan TSH serum. Diet 3. Kebiasaan hidup sehari-hari seperti a. wajah bulan dan ekspresi wajah kosong serta roman wajah kasar. . mencakup gangguan pada berbagai sistem tubuh. Sistem muskuloskeletal e. c.15 mg/hr bila terjadi hipotiroid atau struma terlalu besar. Terapi umum 1. Vitiligo II. Keluarga mengeluh klien sangat malas beraktivitas. Sistem pencernaan c. Pola makan b. Pemeriksaart fisik mencakup a.

3. Rasional : Mendorong aktivitas sambil memberikan kesempatan untuk mendapatkan istirahat yang adekuat. Atur interval waktu antar aktivitas untuk meningkatkan istirahat dan latihan yang dapat ditelerir. Bantu aktivitas perawatan mandiri ketika pasien berada dalam keadaan lelah. Pantau respons pasien terhadap peningkatan aktititas Rasional : Menjaga pasien agar tidak melakukan aktivitas yang berlebihan atau kurang. bantal pemanas. Intoleran aktivitas berhubungan dengan. dingin dan hembusan angin. Rasional : Mendeteksi penurunan suhu tubuh dan dimulainya koma miksedema d. Rasional : Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan menurunkan lebih lanjut kehilangan panas. b. Rasional : Meningkatkan perhatian tanpa terlalu menimbulkan stress pada pasien. Pantau suhu tubuh pasien dan melaporkan penurunannya dari nilai dasar suhu normal pasien. Intervensi a.H. Tujuan : Meningkatkan partisipasi dalam aktivitas dan kemandirian Intervensi a. 2. Berikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut. kelelahan dan penurunan proses kognitif. c. Dorong peningkatan asupan cairan Rasional : Meminimalkan kehilangan panas b. Rasional : Meminimalkan kehilangan panas b. Rasional : Memberi kesempatan pada pasien untuk berpartisipasi dalam aktivitas perawatan mandiri. Rasional : Mengurangi risiko vasodilatasi perifer dan kolaps vaskuler. c. Berikan makanan yang kaya akan serat Rasional : Meningkatkan massa feses dan frekuensi buang air besar . Diagnosa dan Intervensi 1. Perubahan suhu tubuh Tujuan : Pemeliharaan suhu tubuh yang normal Intervensi a. . Hndari dan cegah penggunaan sumber panas dari luar (misalnya. Lindungi terhadap pajanan hawa. selimut listrik atau penghangat). Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal Tujuan : Pemulihan fungsi usus yang normal. Berikan stimulasi melalui percakapan dan aktifitas yang tidak menimbulkan stress. d.

Rasional : Meningkatkan evakuasi feses f. Rasional : Memastikan bahwa obat yang. Rasional : Berfungsi sebagai pengecekan bagi pasien untuk menentukan apakah tujuan terapi terpenuhi. 5. b. Uraikan tanda-tanda dan gejala pemberian obat dengan dosis yang berlebihan dan kurang. Kurangnya pengetahuan tentang program pengobatan untuk terapi penggantian tiroid seumur hidup Tujuan : Pemahaman dan penerimaan terhadap program pengobatan yang diresepkar. e. Rasional : Meningkatkan kemungkinan bahwa keadaan hipo atau hipertiroidisme akan dapat dideteksi dan diobati. Intervensi a. d. Pantau fungsi usus Rasional : Memungkinkan deteksi konstipasi dan pemulihan kepada pola defekasi yang normal. 4. Kolaborasi : untuk pemberian obat pecahar dan enema bila diperlukan. Ajarkan kepada klien. kedalaman. Intervensi a. Bantu pasien menyusun jadwal dan cheklist untuk memastikan pelaksanaan sendiri terapi penggantian hormon tiroid. e. tentang jenis -jenis makanan yang banyak mengandung air Rasional : Untuk peningkatan asupan cairan kepada pasien agar . Jelaskan perlunya tindak lanjut jangka panjang kepada pasien dan keluarganya. digunakan seperti yang diresepkan. Dorong klien untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas-batas toleransi latihan. . kepada pasien b. Pantau frekuensi. Jelaskan dasar pemikiran untuk terapi penggantian hormon tiroid. oksimetri denyut nadi dan gas darah arterial Rasional : Mengidentifikasi hasil pemeriksaan dasar untuk memantau perubahan selanjutnya dan mengevaluasi efektifitas intervensi.c. c. pola pernapasan. Uraikan efek pengobatan yang dikehendaki pada pasien Rasional : Mendorong pasien untuk mengenali perbaikan status fisik dan kesehatan yang akan terjadi pada terapi hormon tiroid. Rasional : Untuk mengencerkan fees. Dorong pasien untuk napas dalam dan batuk Rasional : Mencegah aktifitas dan meningkatkan pernapasan yang adekuat. feses tidak keras d. Rasional : Memberikan rasional penggunaan terapi penggantian hormon tiroid seperti yang diresepkan. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi Tujuan Perbaikan status respiratorius dan pemeliharaan pola napas yang normal.

c. Pelihara saluran napas pasien dengan melakukan pengisapan dan dukungan ventilasi jika diperlukan. tanggal dan kejadian disekitar dirinya. tempat. e. Rasional : Hipotiroidisme berat jika tidak: ditangani akan menyebabkan miksedema. Miksedema dan koma miksedema Tujuan Tidak ada komplikasi. tidak bersifat mengancam. Tujuan Perbaikan proses berpikir. Rasional : Penggunaan saluran napas artifisial dan dukungan ventilasi mungkin diperlukan jika terjadi depresi pernapasan 6. Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa perubahan pada fungsi kognitif dan mental merupakan akibat dan proses penyakit . . Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan. suhu tubuh. Rasional : Memudahkan stimulasi dalam batas-batas toleransi pasien terhadap stres. Berikan stimulasi lewat percakapan dan aktifitas yang. Intervensi a. 1) Penurunan tingkat kesadaran . frekuensi 3) pernapasan. Rasional : Meyakinkan pasien dan keluarga tentang penyebab perubahan kognitif dan bahwa hasil akhir yang positif dimungkinkan jika dilakukan terapi yang tepat 7. Berikan obat (hipnotik dan sedatip) dengan hati-hati Rasional : Pasien hipotiroidisme sangat rentan terhadap gangguan pernapasan akibat gangguan obat golongan hipnotik-sedatif. koma miksedema dan pelambatan seluruh sistem tubuh b. sedatif dan analgetik. Hindari penggunaan obat-obat golongan hipnotik. Pantau pasien akan. Dukung dengan ventilasi jika terjadi depresi dalam kegagalan pernapasan Rasional : Dukungan ventilasi diperlukan untuk mempertahankan oksigenasi yang adekuat dan pemeliharaan saluran napas. Intervensi a. hormon tiroksin) seperti yang diresepkan dengan sangat hatihati. c. d. Rasional : Perubahan pada metabolisme obat-obat ini sangat meningkatkan risiko jika diberikan pada keadaan miksedema . adanya peningkatan keparahan tanda dan gejala hipertiroidisme. Balik dan ubah posisi tubuh pasien dengan interval waktu tertentu. denyut nadi) 4) Peningkatan kesulitan dalam membangunkan dan menyadarkan pasien. Orientasikan pasien terhadap waktu. Rasional : Metabolisme yang lambat dan aterosklerosis pada miksedema dapat mengakibatkan serangan angina pada saat pemberian tiroksin d. Berikan obat (misalnya. b.c. demensia 2) Penurunan tanda-tanda vital (tekanan darah. e. Rasional : Meminimalkan resiko yang berkaitan dengan imobilitas.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->