4.1.4.1. Pemanfaatan Limbah Industri Mebel Sebagai Wood Flooring

Departemen Riset R’nB Production

A. JUDUL PENELITIAN : PEMANFATAAN LIMBAH INDUSTRI MEBEL SEBAGAI WOOD

FLOORING ALTERNATIF DESAIN LANTAI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS LIMBAH KAYU DI KABUPATEN REMBANG

B. LATAR BELAKANG Secara greografis, letak wilayah Kabupaten Rembang sangat strategis karena berada pada jalur dengan tingkat aksebilitas yang tinggi, menghubungkan kota Semarang dan Surabaya, juga Pati, Tuban dan Blora. Memiliki topografi lengkap dari pantai hingga perbukitan. Sehingga memiliki potensi ekonomi dan peluang investasi yang tinggi, diantaranya: perikanan dan kelautan, pertambangan, pariwisata, pertanian, dan industri kerajian (Suaramerdeka, 2005). Salah satu produk industri kerajinan yang pertumbuhannya sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir adalah produk mebel dan furniture. Berawal dari pekerjaan rumah tangga, produk mebel menjadi industri besar dengan tingkat penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak sedikit. Produk jenis ini secara prinsip dibagi dua kategori yaitu mebel taman (garden) dan interior dalam rumah (indoor). Produksi mebel berkembang dan tumbuh pesat seiring dengan permintaan yang meningkat dari dalam maupun luar negeri, baik desain, konstruksi, corak maupun pewarnaannya. Sentra-sentra produksi mebel di Jawa Tengah tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Jepara, Klaten, Sukoharjo, Kudus, Blora, Batang Sragen, dan Rembang. http://students.ukdw.ac.id/~22012675/produk-Mebel.htm, produk Industri mebel kayu merupakan salah satu industri yang banyak

mengeksploitasi sumberdaya kayu. Sedangkan masyarakat terutama dalam bidang industri kerajinan kayu mebel, real estate, dan souvenir, kurang menyadari bahwa eksploitasi tersebut dapat mengakibatkan ekosistem hutan menjadi terganggu serta dapat mengakibatkan kelangkaan kayu. Penggunaan material kayu sebagai bahan utama dalam industri mebel mengakibatkan banyaknya limbah kayu yang dihasilkan seperti: limbah akar pohon, ranting kayu (cabang), hasil potongan penggergajian, serbuk gergaji dan kulit kayu.

lantai kayu mampu menimbulkan kesan hangat. Salah satu diantaranya adalah wood flooring.ac. Dengan adanya kewirausahaan . tersedia dalam jumlah relatif banyak. membuat peluang bisnis ini sangat menggiurkan dan apabila terus menerus dikembangkan dapat menerobos dunia perdagangan karena produk ini tidak hanya memberikan kesan mewah. Produk tersebut nantinya diharapakn mengurangi limbah dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan pemanfaatan limbah industri mebel. tekstur. 2007). Memperhatikan fakta bahwa semakin banyaknya peminat lantai kayu. Serta kenyamanan lantai kayu. Lantai kayu mempunyai sifat alamiah yang lebih kuat. 2008).wordpress. Apalagi. warna. keping-keping kayu yang sama indahnya namun tersedia dalam harga yang relatif lebih murah dan dilengkapi dengan pilihan jenis kayu. Padahal apabila dilakukan pemanfaatan limbah kayu atau material kerajinan seni. Tentu saja karena keindahan kayu. Sisa-sisa kayu oleh masyarakat setempat biasanya digunakan hanya sebagai bahan kayu bakar. Dengan menggunakan disiplin ilmu desain. maka bahan kayu limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif desain aneka produk. yaitu kemampuannya dalam menyerap panas dan meredam pantulan suara (Cheriatna. Pada kegiatan kewirausahaan ini akan diproduksi wood flooring dari limbah industri mebel di Kabupaten Rembang.id/wp-content/uploads/2007/11/PEMANFAATAN C. serta pola serat kayu. akrab sekaligus berkelas (Kontan. namun juga memberikan kenyamanan dan dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau.Departemen Riset R’nB Production Hasil wawancara dengan salah seorang pengrajin mebel di Kabupaten Rembang. Kemudian keping-keping tersebut disusun membentuk semacam mosaik yang didesain dalam beberapa pola sesuai dengan pilihan dan keinginan konsumen (Cheriatna. http://www.2007).itb.fsrd. kini para pemilik rumah mengincar lantai kayu sebagai finish lantainya. bertambah pesonanya seiring dengan bertambahnya usia. RUMUSAN MASALAH Setelah marmer dan keramik. http://123design. yaitu warna dan seratserat alami yang terbentuk sepanjang masa tumbuh pohonnya dan disertai kenyamanan lantai kayu tersebut. dan menimbulkan kesan cozy nan mewah. tahun 2004 telah terdaftar sekitar 60 pengrajin industri mebel dan setiap pengrajin dapat menghasilkan sekitar lima kubik limbah kayu per bulannya.com/2007/09/20/pesona-lantai-parket/. akan dapat diperoleh nilai tambah dan nilai ekonomis.

Mengetahui kelayakan usaha pembuatan wood flooring dari limbah industri mebel. dapat diketahui seberapa besar prospek wirausaha ini. 3. E. dan studi kelayakan secara ekonomi dan usaha. D. Tujuan ini dapat dijabarkan secara khusus. 2. 4. Produk wood flooring dari limbah industri mebel dengan proses pengolahan tepat guna. 3. Kegunaan yang lainnya adalah untuk memanfaatkan limbah industri mebel agar mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi dan mengembangkan potensi Kabupaten Rembang yang merupakan sentra pengrajin mebel dengan penghasil limbah kayu yang relatif banyak. Pengembangan desain wood flooring dari limbah industri mebel. Teknologi yang didapatkan ini nantinya bisa diterapkan pada industri mebel besar maupun kecil. Mengetahui prospek secara ekonomi dari usaha ini. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. . TUJUAN PROGRAM Tujuan umum kegiatan PKM Kewirausahaan ini adalah menghasilkan studi kelayakan usaha pembuatan wood flooring dari limbah industri mebel. Laporan berupa studi kelayakan usaha dan ekonomi dari pemanfaatan limbah industri mebel sebagai wood flooring dengan pengolahan tepat guna. sebagai berikut : 1. KEGUNAAN PROGRAM Kegiatan PKM Kewirausahaan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi pengetahuan bagi masyarakat dalam membuka usaha pembuatan wood flooring dari limbah industri mebel yang berupa pengolahan tepat guna. pengembangan desain pola wood flooring. 2. F. Mengembangkan desain pola wood flooring yang dihasilkan.Departemen Riset R’nB Production pembuatan wood flooring dari limbah industri mebel. Memproduksi wood flooring dari limbah industri mebel dengan metode pengolahan tepat guna.

Jawa Tengah bekerjasama dengan beberapa konsultan dan kontraktor arsitek di kota Semarang. 1 m³ limbah kayu akan diproduksi menjadi papan wood flooring dengan dimensi 100cm x 10cm x 2cm sebanyak 500 papan atau 50m² luasan lantai. Produksi akan berlangsung setiap 2 bulan.Departemen Riset R’nB Production G. dan pasar. G. Sebelum penjualan dilakukan. Langkah-Langkah Untuk Penjualan Langkah-langkah untuk penjualan dan pemasaran wood flooring dengan metode pemasaran yang baik dan tepat sasaran. G. Maka dari itu. Tempat ini dipilih karena merupakan salah satu sentra industri mebel dengan limbah kayu yang cocok untuk dijadikan wood flooring serta merupakan daerah asal anggota penulis. diperlukan riset pasar terlebih dahulu. 1. sehingga dapat menghemat biaya produksi. Kota Semarang dipilih karena merupakan ibukota Jawa Tengah dan pasar yang strategis untuk wood flooring karena jumlah konsumen dan peminat yang lebih banyak daripada kota lain di Jawa Tengah. dikarenakan adanya barang baru dengan teknologi tepat guna yang memiliki ciri khas . pada awal produksi. Maka dari itu. Perencanaan Tempat Produksi Tempat sangat mempengaruhi produksi suatu produk. Jawa Tengah. Riset yang dilakukan adalah dengan pengenalan produk. Perencanaan Tempat Penjualan Tempat penjualan wood flooring dilakukan di Kota Semarang. produksi akan dilakukan di Kecamatan Sulang. Kabupaten Rembang. karena tempat dapat mempengaruhi harga. kualitas produk. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA G. G.4.3.2. Kapasitas Produk Produksi wood flooring dari limbah industri mebel yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah produk dengan kuantitas skala kecil terlebih dahulu dan membaca keinginan pasar serta mengembangkan kualitas produk sesuai dengan permintaan pasar.

000 984.00 Kapasitas produksi untuk jangka waktu 3 bulan adalah kurang lebih 50m2 wood flooring. Riset pasar itu dapat dilakukan dengan pembagian contoh produk kepada para developer.000 200. Dengan pengembangan omset.500.000 9.344. Keempat hal tersebut sangat mempengaruhi kesuksesan suatu pemasaran produk.Departemen Riset R’nB Production tersendiri.000 5 6 Jumlah 12. Place.000 200.000 1.000 7.000.000 300.000 1. maupun kontraktor. 4.680. Selain itu. yaitu : Segmentation. produk tersebut diproduksi sesuai dengan keinginan pasar.tenaga tukang . NO 1 2 3 URAIAN Modal Pengeluaran alat Operasional Produksi . Setelah riset pasar selesai.344.000 9.500.000 100.00 = Rp. pada bulan-bulan berikutnya ( tergantung pesanan konsumen).000.000.000 100. sehingga pemasaran dapat menjadi bisnis yang menjanjikan.finshing . dan Promotion.664. 1.000 100. diantaranya adalah : Product.pengambilan bahan .680.transpor Promosi Penjualan Biaya balik modal 1 6.000 12.000 18. sehingga wood flooring dari limbah mebel dapat diterima oleh masyarakat.000 200.000 5. harus ada strategi Diferensiasi dan fokus dengan metode STP.000 6. Cash Flow Usaha Dalam perhitungan cash flow ini biaya yang digunakan adalah sebagai berikut : Harga bahan baku habis pakai selama 3 bulan Harga peralatan tidak habis pakai selama 6 bulan = Rp.000 200.000 880.000 300. G.pacakging .000 880. Apabila keempat hal tersebut diseleksi dengan ketat.000 3.000 4 5 6 .664.000 3.000 984.pembelian bahan . Rencana Anggaran Dana Usaha Rencana anggaran dana untuk usaha wood flooring dari limbah mebel ditampilkan dalam cash flow dan analisis ekonomi di bawah ini : 1.5.000 500.000.000 500.000.184.000 200.760. niscaya pemasaran produk akan berjalan dengan baik.680.000 600. konsultan perencana.000.000 2 BULAN KE 3 4 5.000. Targeting. dan Positioning yang lebih efektif dalam menarik konsumen. Price.000 300. Ada 4 (empat) metode Pembauran Pemasaran (marketing mix) untuk lebih mensukseskan penjualan.

084. Sale i. listrik) vi. =Rp. 1. setelah bulan keenam jumlah unit produksi akan ditambah dengan cara pengembangan laba yang telah didapat pada enam bulan pertama. 3.000.000.00 dari hasil penjualan 50 m² wood flooring.00 =Rp. 2. Dengan demikian.000.00 200.664.000. Setiap tiga bulan akan memproduksi 50 m² wood flooring.000. Biaya produksi i. Promosi vi.000.336. Profit (Penjualan – Biaya produksi) = Rp.00.00 300.000.000.000 3. Biaya peralatan tidak habis pakai (FCI) II.00. Jika pesanan meningkat.00 akan digunakan untuk modal pada bulan berikutnya (bulan ketiga) sebesar Rp 5.00 500.00 100.000. Harga bahan baku habis pakai (FOB) ii. 9. Unit utilitas (air.656.Departemen Riset R’nB Production 7 Laba bersih 2.000. Perhitungan Profit a.000. Tenaga tukang @ Rp 40. Sehingga usaha wood flooring akan berlangsung. Finishing kayu v.00 iv.00 =Rp.000. Transportasi Jumlah =Rp. 100. 6. Pengambilan bahan iii.00 = Rp.000 Pada bulan kedua akan didapatkan profit sebesar Rp 2.000.000.00 . 2. maka tiga bulan berikutnya diperkirakan profit akan naik menjadi Rp 3.336.00 b.680.00 + =Rp.000. =Rp =Rp.000.000 5.500.320. Analisis Ekonomi Usaha I.320. Harga pasar c.336.000. Hasil penjualan sebesar Rp 9.000.00 880. =Rp =Rp.

Kemudian menyediakan lokasi produksi yang tepat yaitu memilih tempat produksi yang memiliki banyak limbah mebel sehingga bahan baku dapat diperoleh dengan mudah dan relatif lebih murah. karena semua memiliki lubang pengait dengan ukuran yang sama pada semua sisi wood flooring. Kemudian dilanjutkan dengan mengamplas atau menghaluskan permukaan lantai kayu agar mudah untuk diberi pewarna yang sesuai. H. . Selanjutnya tahap persiapan dilanjutkan dengan mengadakan pelatihan tenaga kerja. diakhiri dengan survey pasar untuk mengetahui prospek produk. Dengan teknik tersebut tidak akan ada lantai yang tidak dapat dipasangkan. pemilihan produk layak produksi melalui proses penyortiran pada bahan baku sehingga penggunaan produk dapat dipertanggung jawabkan.II Kegiatan Tahap II: Tahap Pengembangan Produk Skala Kecil Tahap ini meliputi penyempurnaan formula dan model wood flooring sesuai permintaan pasar. Berikutnya dilakukan proses pengemasan produk agar plitur pada wood flooring tidak mudah rusak. METODE PELAKSANAAN PROGRAM H. dilanjutkan dengan proses pengepakan untuk kemudian produk siap diedarkan. H. Selanjutnya adalah pembuatan pola wood flooring serta membuat lubang pengait pada semua sisi lantai sehingga dapat mempermudah pemasangan lantai kayu. pemilihan model lantai kayu mozaik yang sesuai dan dapat menarik konsumen. kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan. tes produk secara berkala yang bertujuan untuk mengetahui dengan pasti permintaan pasar.1 Kegiatan Tahap I: Tahap persiapan proyek Tahap ini meliputi pengadaan peralatan berupa alat-alat produksi dan mesin pemotong bahan baku kayu serta bahan baku berupa limbah mebel.Departemen Riset R’nB Production H. Selanjutnya pewarnaan dengan plitur pada suhu 34 35o C selama 90 menit agar warna menempel dengan kuat dan tahan lebih lama.II Kegiatan Tahap III: Tahap Produksi Wood flooring Proses produksi wood flooring ini diawali dengan penyiapan bahan baku berupa limbah industri mebel dan penyortiran dilanjutkan dengan proses pemotongan kayu sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu 100cm x 100cm x 2cm dilanjutkan dengan memasah dan menghaluskan permukaan kayu agar dapat dengan mudah dibentuk.

Blok diagram proses produksi wood flooring dari limbah industri mebel H. Proses tersebut meliputi penghitungan fixed capital investement.3 Kegiatan Tahap IV : Tahap Penentuan Harga dan Pemasaran Tahap akhir ini merupakan kegiatan kajian teknoekonomi terhadap proses pembuatan wood flooring dari limbah industri mebel. Kajian ini mencakup proses penghitungan menurut kaidah-kaidah kajian ekonomi dan kekuatan pasar yang ada saat ini. depresiasi.Departemen Riset R’nB Production Diagram proses pembuatan wood flooring secara lengkap disajikan pada blok diagram dibawah ini: Limbah kayu Penyortiran Pemotongan kayu 100x10x2cm Pembuatan Pen dan Lobang Pen Untuk sambungan Penghalusan permukaan Finishing Packaging Marketing Gambar 1. . working capital. dan bunga bank.

seperti Expo Karir. Proses penentuan besarnya keuntungan ini juga melihat kondisi pasar. seminar-seminar kewirausahaan. dan lain-lain.Departemen Riset R’nB Production Sedangkan analisis yang dilakukan adalah cash flow. Waktu untuk kegiatan : 15 jam/minggu . Nama Lengkap b. dan analisis ekonomi benefit cost sehingga dapat dihitung keuntungan yang diinginkan setelah dipotong pajak. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui program tersendiri atau diselipkan di sela-sela kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Fakultas / Jurusan d. Perguruan Tinggi : Taviani Setiarti : L2B006082 : Teknik/Teknik Arsitektur : Universitas Diponegoro e. Proses pemasaran terlebih dahulu dilakukan proses pengenalan produk ke masyarakat sekitar. I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM No 1 Rencana Kegiatan 1 Penyiapan bahan dan alat Pemotongan dan Penghalusan 2 Bulan ke 3 4 5 6 2 3 4 Permukaan Kayu Finishing Pengemasan dan pemasaran Analisa hasil pengembangan 5 6 7 produk Pembuatan laporan Seminar hasil J. Pameran UKM. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA 1. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Pay Out Time (POT). NIM c. Teknik Expo.

Satrio Nugroho. Nama Lengkap b. Jabatan Fungsional d. Manajemen Konstruksi : 4 jam/minggu . Jabatan Struktural e. Anggota Pelaksana III a. Fakultas / Jurusan d. Perguruan Tinggi : Muftika Lutfiana : E2A006062 : Fakultas Kesehatan Masyarakat : Universitas Diponegoro e. Bidang Keahlian h. MSI : 131 773 816 : Lektor : Penata : Fakultas Teknik/Arsitektur : Universitas Diponegoro : Struktur konstruksi. NIM c. Perguruan Tinggi e. Waktu untuk Kegiatan : Ir. Anggota Pelaksana I a. Fakultas / Jurusan d. Perguruan Tinggi : Kiki Irawati : L2B006043 : Teknik / Teknik Arsitektur : Universitas Diponegoro e. Nama Lengkap b. NAMA DAN BIODATA DOSEN PEMBIMBING a. Anggota Pelaksana II a. Waktu untuk kegiatan : 10 jam/minggu 3. Fakultas / Jurusan d. Golongan/Pangkat dan NIP c. Nama Lengkap b. NIM c. Waktu untuk kegiatan : 10 jam/minggu K. Perguruan Tinggi g. Nama Lengkap dan Gelar b. Waktu untuk kegiatan : Nurul Azizah Khoiriyah : E2A006082 : Fakultas Kesehatan Masyarakat : Universitas Diponegoro : 10 jam/minggu 2. Fakultas/Program Studi f. NIM c.Departemen Riset R’nB Production 3.

BIAYA .Departemen Riset R’nB Production L.

000.000 1.000 Politur Ultran Prima Tenaga Tukang @ Rp 40.914.) Mesin penghalus kayu (1 x @ Rp800.000 Jumlah 3.      Gergaji kayu (2 x @Rp 30.000.680.000.00.Departemen Riset R’nB Production NO 1.000 6. Biaya Perjalanan : Pengambilan limbah kayu Transportasi distribusi ke Semarang Jumlah 4.000 500.000 100.000 24.000.000 200.00.000 100.500.000 300.) Air dan listrik Kuas politur (2 x @ Rp 12.000 450.000 .000 10.000 600.00) Kertas A4 (1 rim) Dokumentasi Poster dan brosur CD Jumlah Jumlah (1+2+3+4) 100.000 100.00. Lain-lain : Penggandaan Laporan (5 eksemplar x @ Rp 20.) Pengemasan Labeling 60.000 100.000 4.000 100.000 800.000 880.000.00/hari Jumlah Peralatan penunjang :  2.184.000 40. Bahan Habis Pakai :    Kayu jati 1 m³ URAIAN BIAYA 3.

Departemen Riset R’nB Production .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful