Anda di halaman 1dari 18

Media dan Isu Kontemporer : Penggunaan Media dan Implikasinya

Lintang Ratri, Msi

Ada dua tempat yang paling signifikan dalam kehidupan manusia, pertama tempat dimana dia dilahirkan, kedua, tempat dimana televisi diletakkan (Garin Nugroho)

Media In Our Lives


Perubahan Pola Hidup Masyarakat
Masyarakat Pra-Pertanian Masyarakat Pertanian Masyarakat Industri Masyarakat Informasi

Catatan : di US, era Informasi telah dimulai sejak tahun 1960, meskipun ada beberapa negara yang baru memasukinya.

Pra Pertanian
Kehidupan Masyarakat Hidup Berkelompok mencari makan dengan berburu, nomaden.

Pertanian
Mulai menetap dan kompleks. Bertani, Bertambang, Mencari Ikan, dan Menggali hasil Hutan. Contoh : kebudayaan Sumeria

Industri
Ditemukannya Mesin Uap, cikal bakal industri. Masyarakat mulai beralih menjadi buruh pabrik. Urbanisasi meningkat. Tahun 1830, urbanisasi, literasi, dan kebutuhan beriklan, melahirkan media massa baru, yakni suratkabar.

Informasi
Bergantung pada Informasi .

Pola Komunikasi

Bergantung pada budaya lisan untuk mentransmisikan ideide ke generasi selanjutnya.

Sudah mulai mendokumentasikan informasi. Namun demikian komunikasi merupakan fungsi khusus karena sebagian besar masyarakat belum bisa baca tulis. Pola penyimpanan informasi masih dengan ingatan. Buku Tulisan Tangan.

Asimetris, asinkronous, global.

Media yang digunakan

Kisah Epik, legenda, ritual, lagu, dongeng, dan campfire stories.

Movable type yg diciptakan Gutenberg, melahirkan media massa yang bisa digandakan dengan cepat dan efisien Information could now reach a new kind of audience, remote from the source and uncontrolled by it.

Konevergensi Old Media + Komputer

Implikasi

Tidak bisa ditelusuri kebenaran informasi

Iliterasi tinggi. Informasi menjadi sangat terbatas untuk kaum elite dan penguasa (priest, pada saat itu) Banyak kurir yang dibunuh

-Konvergensi Media - Merging Industries - Perubahan Pola Komunikasi

Media In Our Lives


Kita (hampir) tidak bisa tidak menggunakan media.
cannot not communicatein adopt, we

Rata-Rata orang menghabiskan 2700 jam setiap tahun menonton tv atau mendengarkan radio, itu sama seperti 8 jam/per hari selama 337 hari, full time job! Sementara 900 jam lainnya menggunakan media lain, seperti koran, majalah, buku, musik, fim, video games, dan internet. (Straubhaar dan
Larose, 2004)

Di Indonesia, televisi menjadi media pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat, yang rata-rata menghabiskan waktu 4,5 jam setiap harinya untuk menonton televisi. (Survey
AGB Nielsen, Kuartal ketiga 2011 yang dilakukan di sembilan kota besar Indonesia, dengan responden berusia 10 tahun ke atas)

Media In Our Lives

Sebagai Catatan : Berdasarkan riset AC Nielsen di kuartal ketiga 2008, saat ini beberapa media konvensional mengalami penurunan. Contohnya, pembaca koran yang mengalami penurunan hingga 4 persen, pembaca majalah menurun sekitar 24 persen, serta pembaca tabloid yang turun sekitar 12 persen. Namun, media internet mengalami kenaikan jumlah pembaca hingga 17 persen, dan trennya terus meningkat.

Media In Our Live


McQuail mengemukakan fungsi-fungsi media massa sebagai pemberi informasi, pemberi identitas pribadi, sarana intergrasi dan interaksi sosial dan sebagai sarana hiburan (Denis McQuail, 2000). Media Massa dalam ranah pendidikan, menjadi medium of social learning. Media Massa dalam ranah politik, menjadi the 4th estate, the watch dog, media kampanye, media pencitraan, dll. Media Massa dalam ranah budaya, menjadi sarana transmisi budaya, diskriminan budaya, pencipta budaya populer dll. Ada keterkaitan antara massa-budaya massakomunikasi massa

Media Impact
Di era Informasi, kehidupan masyarakat ditentukan oleh informasi. Kekuasaan ditentukan dengan seberapa besar seseorang memiliki informasi, atau menguasai produsen informasi. Di era Informasi, kehidupan masyarakat bergantung pada proses gathering, producing, processing, and distribution of information. Pekerja Informasi mendominasi lapangan kerja, dimana proporsinya semakin meningkat di abad 21. (Straubhaar-Larose, 2004) Era Informasi ini dipicu oleh perubahan cepat dalam teknologi media, yakni ketika komputer, dan digitalisasi mulai ditemukan. Pada akhirnya teknologi mengarahkan kita pada konvergensi media. Perubahan ini kemudian mempengaruhi pula pola komunikasi, bahkan cara manusia hidup.

Media Impact
Saat ini media mengubah kita dalam banyak hal, dengan keberadaan internet, diantaranya :
integrasi teknologi komunikasi, perubahan kepemilikan media, industri media baru, gaya hidup baru, keragaman dan spesifikasi karir, perubahan kebijakan komunikasi dan media, isu-isu sosial baru, dan dinamisasi kekuasaan baru dalam masyarakat.

Untuk lebih menyederhanakan implikasi media dalam kehidupan masyarakat, kita akan melihat dalam kategori:
Media dari sisi content Media dari sisi teknologi

Media Impact - Content


Media Massa sendiri sebenarnya memiliki implikasi seperti pedang bermata dua, dapat berimplikasi destruktif , sebaliknya dapat pula konstruktif, jika dalam bahasa Robert K. Merton, karena media memiliki fungsi laten dan fungsi manifest. Jika bicara soal isi media, maka implikasi utamanya adalah paparan ide-ide oleh produsen pesan. Transmisi pesan-pesan ideologis. Permasalahannya ideologiideologi yang disampaikan semuanya bermuatan kepentingan tertentu, jika konteksnya media sebagai institusi ekonomi dan politik, maka ideologi-nya tentu tidak berpijak dari kepentingan khalayak.

Media Impact - Content


Media sendiri diyakini sebagai agent of change, yang artinya media memiliki pengaruh (meskipun sebagian pakar komunikasi melihatnya limited efek) terhadap apa yang dipikirkan khalayaknya, bahkan juga soal sikap dan perilaku. Isi media seringkali dijadikan legitimasi, justifikasi dan referensi dalam pengambilan keputusan khalayak Isi media, bagi sebagian khalayak menjadi petunjuk berperilaku, pembuat identitas individu maupun kelompok. Media dengan mudah menyeragamkan selera, gaya hidup, dan pilihan-pilihan karakter bagi khalayaknya.

Media Impact - Content


Isi media kemudian menjadi konstruksi realitas sosial masyarakat. Sehingga muncul penciptaan kesadaran palsu dan kebutuhan-kebutuhan semu bagi khalayaknya. Bahkan beberapa penelitian (merujuk pada teori kultivasi Gerbner) isi media menjadi cara pandang khalayak terhadap dunia nyata.

Media Impact - Teknologi


Jika bicara media sebagai teknologi, kita mengenal istilah yang disebut Determinisme Teknologi, oleh Marshall McLuhan pada tahun 1962 dalam tulisannya The Guttenberg Galaxy: The Making of Typographic Man. Ide dasar teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir, berperilaku dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi yang lain.
Misalnya dari masyarakat suku yang belum mengenal huruf menuju masyarakat yang memakai peralatan komunikasi cetak, ke masyarakat yang memakai peralatan komunikasi elektronik.

Media Impact - Teknologi


Timeline Teknologi Communication :
700 Arab traders intoduce paper to the west 1234 movable metal type invented in korea 1455 guttenberg bible published 1641 first book published in the american colonies, Bay Psalm Book 1731 first magazine published, British Gentleman s Magazine 1846 Rotary Press (type on cylinder) invented in the US Heyday of the dime novel begins (through 1880) 1900 magazine muckracking reporting popularized 1923 Time magazine intoduced 1950s Advertising shifts from magazines to television 1980s Desktop publishing begins 1998 Digital Millenium Copyright term Extension Act Enacted 2004 Google and others put book content on line

Media Impact - Teknologi


Sesuai tahapan perkembangan kehidupan masyarakat, media komunikasi yang tercipta berubah, implikasinya pola komunikasi masyarakat juga berubah. Komunikasi Lisan komunikasi bermedia
After being stored in written form, Information could now reach a new kind of audience, remote from the source and uncontrolled by it. (Anthony Smith, dalam Media Impact, 2005)

Komunikasi interpersonal komunikasi massa


Printing meant that knowledge, which had belonged to the priviledge few, would one day be accesible to everyone. (Shirey Biagi, Media Impact, 2005)

Media Impact - Teknologi


Old Media New Media
Computers have become the electronic storehouses and transmitters of vast amounts of information that previously relied on the written word. One media multi media (konvergensi media) Analog digital One way communication Interactional communication Simultaneity asyncronous (audience receive message not at the same time) Broadcasting narrowcasting (specialized grups, degine new niche)

Media Impact - Teknologi


Media sebagai teknologi, juga mengubah industri media, menjadi merging industries. (integrasi vertikal, integrasi horisontal) Perubahan teknologi juga mengubah gaya hidup, yang mana hidup menjadi lebih banyak pilihan, lebih murah untuk barang kebutuhan dan jasa, perbaikan kualitas hidup. Di sisi lainnya, teknologi mendegradasi hubungan personal khalayak dengan menggantikannya dengan transaksi komputer impersonal, sehingga kualitas diskursus publik menurun karena saat ini publik dengan segera mendapatkan informasi dari internet, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Perubahan teknologi secara langsung juga membuka karir baru yang lebih spesifik, namun juga potensinya akan terus berkembang

Media Impact - Teknologi


Isu-isu sosial yang mungkin muncul akibat perubahan teknologi komunikasi adalah : kebebasan mendapatkan informasi, citizen journalism, plagiarsm, piracy, free pornography, bullying, conglomeration, exploitation, commodification, fake identity, etc