Anda di halaman 1dari 50

FARMASETIKA DASAR

ROBERT TUNGADI, S.SI, M.SI, APT

PENDAHULUAN
y FARMASI Pharmakon obat, yaitu obat yang digunakan untuk maksud tertentu y Pengertian Farmasi : 1. Ilmu dan seni penyediaan bahan baku tanaman, hewan, kimia dalam bentuk obat yg dpt digunakan secara tepat dan benar 2. Ilmu mencampur dan menyerahkan obat sesuai resep dan mendistribusikannya sesuai peraturan 3. Ilmu dan seni mengumpulkan, identifikasi, pengawetan, analisis, dan standarisasi obat dan bahan baku 4. Pengetahuan dan penguasaan ilmu kimia, fisika, biologi yang dapat diterapkan dalam pembuatan obat atau bahan obat

Pendahuluan
5. Ilmu dan seni penyediaan, pengepakan, penyimpanan dan pendistribusian produk obat 6. Teknik dan penerapan ketrampilan dibidang pembuatan, pengawetan, pencampuran, distribusi dan penyerahan obat Lambang Kedokteran dan Farmasi Farmasi dan kedokteran bersumber satu Diawali dari Apollo (Dewa yunani kuno yg melambangkan kesejahteraan)

Pendahuluan
y Putranya, Aesculapius (Asklopios) murid chiron (tabib zaman yunani kuno) populer dalam pengobatan y Aesculapius selalu didampingi putrinya Hygeia dalam menyembuhkan orang sakit y Aesculapius selalu membawa tongkat yang dililit ular, kadang-kadang mengobati dengan bisa ular diabadikan dalam simbol kedokteran, yaitu sebagai jarum yang dililit ular y Hygeia membawa cawan dan ditangannya juga melilit ular cawan dan ular ini diabadikan sebagai simbol farmasi

Sejarah Farmasi
y Awalnya farmasi tdk dikenal orang hanya berspekulasi y y y y y

menggunkana obat untuk penyembuhan Semuanya berdasarkan instink Penggunaan tanah / daun hanya perasaan sj Dari spekulasi timbul pengalaman Banyaknya pengobatan dari bahan alam hanya kebetulan Hippocrates (460-370 SM), Dioscorides (Abad ke-1 SM), Galen (130-200 SM), Philipus Aureolus Theoprasatus Bombastus

OBAT
y Bahan / paduan bahan-bahan digunaan dalam

menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia dan hewan, memperelok badan atau bagian badan manusia y Obat - mempunyai aneka ragam kerja dan efek pada tubuh - mendiagnosis penyakit

Penggolongan Obat
y Obat Narkotika (Daftar O) y Obat Keras (Daftar G) y Obat bebas terbatas (Daftar W) y Obat bebas

Istilah-istilah Obat
y Obat jadi : obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, supositoria atau bentuk lain yang mempunyai nama teknis sesuai FI atau buku lain y Obat esensial : obat yang paling dibutuhkan untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak yang meliputi diagnosa, profilaksi dan rehabilitasi y Obat paten : obat jadi dengan nama dagang yg terdaftar atas nama sipembuat atau yang dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya

Istilah-istilah Obat
y Obat Generik : obat dengan nama sesuai yang

ditetapkan dalam FI untuk zat berkhasiat yang dikandungnya y Obat generik berlogo : obat esensial yang mutunya terjamin karena diproduksi sesuai dengan persyaratan CPOB dan diuji ulang oleh PPOM y Obat asli : obat yang didapat langsung dari bahan alamiah Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional

Lanjutan
y Obat tradisional : obat jadi/obat berbungkus yg

berasal dari bahan tumbuhan, hewan, mineral atau sediaan galenik atau campuran bahan tsb yg usaha pengobatannya berdasarkan pengalaman y Obat wajib apotek : obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh APA

Obat bebas
y Hal yg harus diperhatikan dalam membeli obat bebas

dan obat bebas terbatas selain memiliki izin beredar dari BPOM adalah : a. Kondisi obat apakah masih baik atau sdh rusak b. Perhatikan tgl kadaluarsa obat c. Membaca dan mengikuti keterangan yang tercantum pada kemasan obat atau brosur tentang indikasi d. Kontra indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan), efek samping, dosis obat, cara penyimpanan obat dan informasi tentang interaksi obat

Obat bebas terbatas


y Yaitu obat-obatan yg dalam jumlah tertentu masih bila

dibeli di apotek tanpa resep dokter memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya obat anti mabuk (antimo), anti flu (Noza) y Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam dengan tulisan

Lanjutan
y Hal yg harus diperhatikan dalam membeli obat bebas

dan obat bebas terbatas selain memiliki izin beredar dari BPOM adalah : a. Kondisi obat apakah masih baik atau sdh rusak b. Perhatikan tgl kadaluarsa obat c. Membaca dan mengikuti keterangan yang tercantum pada kemasan obat atau brosur tentang indikasi d. Kontra indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan), efek samping, dosis obat, cara penyimpanan obat dan informasi tentang interaksi obat

Obat keras
y Obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya

harus dengan resep dokter, memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan K di dalamnya. y Obat ini bila dipakai melebihi dosis dapat menyebabkan keracunan dan kematian y Menurut Kepmenkes RI No. 633/Ph/62b tentang penetapan obat keras, yang termasuk daftar obat keras :

Obat keras
Semua obat pada kemasan luarnya disebutkan obat tersebut hanya boleh diserahkan dengan resep dokter b. Semua obat yang dipergunakan secara parenteral, baik dengan cara suntikan maupun dengan cara pemakaian lain dengan jalan merobek jaringan c. Semua obat baru terkecuali apabila oleh Depkes telah dinyatakan tertulis bahwa obat baru itu tidak membahayakan kesehatan manusia d. Yang dimaksud dengan obat baru disini yakni semua obat yang tidak tercantum dalam Farmakope Indonesia dan daftar obat keras atau yang belum pernah diimpor atau digunakan di Indonesia
a.

Psikotropika
y Adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas

otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku serta akan menimbulkan halusinasi (menghayal), ilusi, gangguan cara berpikir perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya

Narkotika
y Adalah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, y a. b. c. d.

baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia. Macam-macam narkotika : Alkaloid kokain dan turunan kokain diperoleh dari tanaman coca, berasal dari Erithroxylon cocca Cannabis (ganja) berasal dari Cannabis indica Golongan Papaver somniferum (candu) diperoleh dari getah, buah yang dilukai atau diperoleh dari alkaloid ganja menggunakan proses isolasi, misalnya alkaloid morfin, codein, dan tebain Zat-zat sintetis seperti morfin, petidin HCl, methadone HCl, dextromoramid tartrat, dll

Cara Pemakaian Obat


y Berdasarkan mekanisme kerja obat : 1. Obat yg bekerja terhadap penyebab penyakit misalnya penyakit karena bakteri atau mikroba contoh antibiotik 2. Obat yang bekerja mencegah keadaan patologis dari penyakit, contoh serum, vaksin 3. Obat yang menghilangkan gejala penyakit contoh nyeri = analgetik dan antipiretik 4. Obat yang bekerja untuk mengganti atau menambah fungsi-fungsi zat yang kurang contoh vitamin, hormon 5. Pemberian placebo adalah pemberian sediaan obat yang tanpa zat aktif untuk orang-orang yg sakit secara psikis contoh aqua pro injection

Berdasarkan tempat atau lokasi pemakaian


y Obat dalam misalnya obat-obat peroral contoh antibiotik, asetaminofen y Obat topikal untuk pemakaian luar badan contoh sulfur dan antibiotik y Berdasarkan Cara Pemberian : 1. Oral : obat yang diberikan atau dimasukkan melalui mulut contoh serbuk, kapsul, tablet, sirup 2. Parenteral : obat yang diberikan atau dimasukkan melalui rektal atau rektum. Diberikan untuk orang yang tidak bisa menelan karena muntah-muntah atau jika ingin mendapatkan efek yang lebih cepat atau supaya tidak dipengaruhi oleh asam lambung maupun kerja dari hati contoh supositoria dan laksatif

Lanjutan
3. Sublingual dari bawah lidah kemudian melalui selaput lendir dan masuk ke pembuluh darah. Efeknya lebih cepat, contoh tablet hisap, hormon-hormon 4. Parenteral, obat suntik melalui kulit masuk kedarah. Ada yang diberikan secara IV, SC, IM, Intrakardial 5. Langsung ke organ, contoh intrakardial 6. Melalui selaput perut contoh intraperitoneal

Berdasarkan efek yang ditimbulkannya


Sistemik : masuk kedalam sistem peredaran darah diberikan secara oral 2. Lokal : pada tempat tertentu yang diinginkan, misal pada kulit, hidung, telinga dan mata y Berdasarkan Daya Kerja atau Terapi 1. Farmakodinamik : obat yang bekerja mempengaruhi fisiologi tubuh seperti menamba/mengurangi reaksireaksi kimia dalam tubuh, contoh hormon dan vitamin 2. Kemoterapi : obat-obat yang bekerja secara kimia untuk membasmi parasit biasanya obat itu mempunyai daya kerja yg kombinasi
1.

Berdasarkan asal obat dan cara pembuatannya


Alamiah yaitu berasal dari tumbuh2an, hewan, mineral atau dari manusia a. Dari tumbuh-tumbuhan atau nabati contoh obat tradisional yg terdiri dari tanaman yang dibentuk menjadi ramuan (jamu). Tumbuh-tumbuhan berkhasiat sulit ditentukan dosisnya, untuk itu dilakukan isolasi terhadap zat berkhasiatnya Contoh : - jamur menghasilkan antibiotik - Digitalis mengandung glikosida jantung - kina mengandung kinidin - kelapa menghasilkan oleum cocos - kacang tanah menghasilkan oleum arachidis
1.

Lanjutan
b. Dari hewan, contoh : - placenta - otak menghasilkan serum untuk rabies - kolagen, squalen dan levertan menghasilkan oleum lecoris aselli c. Dari mineral contoh : - Vaselin dan parafin untuk pembuatan salep - Talkum dsb untuk serbuk tabur d. Dari manusia, biasanya zat yang berhubungan denga pembekuan darah contohnya plasma, albumin, fibrinogen, dan darah itu sendiri (untuk transfusi)

Lanjutan
2. Sintetik (biosintesis) Bila dibandingkan, obat yang diperoleh dengan cara alamiah kurang praktis, hasil sedikit dan kurang murni. Sedangkan cara sintetik memberi hasil sebaliknya yaitu hasilnya banyak dan lebih murni. Cara sintetik menggunakan reaksi kimia organik misalnya minyak gandapura (metil salisilat) yang merupakan hasil reaksi dari metanol + asam salisilat

ASPEK FARMAKOLOGI OBAT


y Kerja suatu obat merupakan hasil dari banyak sekali

proses dan masing proses rumit. Umumnya hal ini didasari suatu rangkaian reaksi yang dibagi dalam 3 fase yaitu Fase farmaseutika Fase farmakokinetika Fase farmakodinamika Lihat gambar skema setelah pemberian obat secara oral

Lanjutan
y Fase farmasetik meliputi hancurnya bentuk sediaan

obat dan melarutnya bahan obat karena itu fase ini ditentukan oleh sifat galenik obat y Fase farmakokinetik : A D M E y Fase farmakodinamik merupakan interaksi obat dengan reseptor dan merupakan proses-proses dimana akhir dari efek farmakologi dari suatu obat terjadi.

Lanjutan
y Kerja obat tidak hanya bergantung pada sifat farmakodinamik bahan obat tetapi juga tergantung kepada : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Bentuk sediaan dan bahan pembantu yang digunakan Jenis dan tempat pemberian Absorpsi dan kecepatan absorpsi Distribusi dalam organisme Ikatan dan lokalisasi dalam jaringan Biotransformasi (proses metabolisme) Ekskresi dan kecepatan ekskresi

BAHASA LATIN
y Pada dasarnya menggunakan bahasa Indonesia yang

disempurnakan y Bahasa asing spt bhs inggris yg digunakan dalam ilmu farmasi krn ilmu farmasi yg berkembang di Indonesia sebagian besar msh dalam bahasa inggris baik dalam buku teks maupun jurnal, sehingga wajar jika untuk menguasai ilmu farmasi harus menguasai bahasa inggris y Diantara bahasa ilmiah yg byk digunakan adalah bahasa latin karena bahasa ini sudah mati jadi tidak mengalami perubahan.

Penamaan dalam Bahasa Latin


y Ada 4 keuntungan bahasa latin untuk penamaan : 1. Bahasa latin merupakan bahasa mati, sehingga arti kata-katanya 2. 3.

4.

tidak berkembang seperti bahasa sehari-hari Merupakan bahasa ilmu kesehatan diseluruh dunia. Dalam hal penulisan resep dalam bahasa latin oleh dokter, akan dibaca oleh Apoteker manapun juga Penamaan dengan bahasa latin artinya tetap/pasti (definite), tidak akan salah interpretasi misalnya : tanaman Gaultheria, jelas/pasti artinya bagi botanis dan farmasis dimanapun. Akan tetapi bila bahasa inggris, Wintergreen dapat diinterpretasikan Gaultheria atau Chimaphila Seringkali lebih baik semua yang ditulis dalam resep tidak diketahui penderita. Bahasa latin akan menyimpan kerahasiaan tsb. Sifat kerahasiaan dalam resep tersebut bukan berarti tulisannya yang sulit dibaca.

INTERAKSI OBAT
y Saling mempengaruhi antar obat. Terjadi jika dua atau lebih macam obat digunakan bersama-sama dalam suatu pengobatan y Alasan kombinasi obat sering dilakukan : - Meningkatkan efek pengobatan - Mengurangi efek toksik dan efek samping - Mengobati beberapa penyakit - Memperlambat terjadinya resistensi kuman atau mikroba - Memperluas spektrum bagi antibiotika - Terapi awal suatu infeksi berat yang diagnosanya belum jelas

Efek kombinasi yang timbul dalam interaksi obat :


Homergisme : 2 obat menghasilkan efek nyata yang sama A. Sumasi : efek kombinasi sama kuatnya dengan jumlah dari efek masing-masing B. Aditif : efek kombinasi sama dengan efek yang diharapkan atau diperkirakan bagi obat-obat tsb yang bekerja dengan mekanisme yang sama. 2. Hetergisme : terjadi antara 2 obat yang memiliki khasiat yang berbeda atau hanya salah satu yang memiliki efek nyata
1.

Lanjutan
A. Sinergisme : efek gabungan lebih besar dari pada

efek obat jika diberikan sendiri-sendiri B. Potensiasi : efek suatu obat diperkuat oleh obat lain C. Antagonisme : efek gabunganobat lebih kecil daripada efek bila diberikan sendiri-sendiri efek obat menurun atau dihilangkan oleh obat lain

MEKANISME OBAT
Interaksi obat dibedakan atas 3 mekanisme : a. Interaksi farmasetik atau inkompatibilitas. Terjadi diluar tubuh yaitu pada saat pencampuran dan pembuatan sediaan b. Interaksi farmakokinetik c. Interaksi farmakodinamik FAKTOR FISIOLOGI YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI : UMUR BOBOT BADAN JENIS KELAMIN GENETIK WAKTU PEMBERIAN OBAT SUHU BADAN KONDISI PATOLOGIK

SEDIAAN GALENIK
y Sediaan yang dibuat dari simplisia nabati atau hewani y y -

yang disari zat-zat berkhasiatnya Zat berkhasiat antara lain : alkaloid, glikosida, karbohidrat, minyak lemak, minyak atsiri, harsa SIMPLISIA Bahan alam yg digunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan Dapat berupa tanaman/hewan utuh atau bagian tanaman/hewan

Syarat-syarat simplisia :
y Bebas dari bahan lain yaitu mikroorganisme, serangga,

kotoran, hewan dsb y Tidak boleh menunjukkan perubahan warna atau bau y Tidak boleh mengandung kotoran, cendawan atau mengalami kerusakan y Tidak boleh mengandung racun atau zat berbahaya EKSTRAKSI / PENYARIAN Peristiwa pemindahan massa. Zat aktif yg semula berada di dalam sel ditarik ke luar oleh cairan penyari

Simplisia yg akan disari :


y Simplisia segar

dikeringkan air yang terkandung dalam jaringan akan menguap dinding dan rongga sel mengerut bahan yg terlarut dalam air mengkristal /mengendap dlm sel padatan amorf y Jika simplisia yg kering tadi direndam pelarut (air, hidroalkohol) sel akan pulih kembali karena pelarut terabsorpsi sel mengembang dan bahan yg mengendap/mengkristal terlarut kembali. y Pemulihan tergantung penyusun simplisia

Melembabkan / membasahkan serbuk


y Jika serbuk akan disari

lembabkan / basahkan dulu dengan sedikit pelarut (2xbobot serbuk) aduk rata, biarkan 5-15 menit untuk mengembalikan sel pada keadaan semula y Jika tidak simplisia lambat mengembang atau dapat terjadi serbuk bagian luar saja yang terbasahi Membentuk lapisan penghalang masuknya penyari ke serbuk yang terperangkap penyarian kurang efektif * Metode Penyarian : tergantung bahan baku yang disari

Metode Penyarian
y Maserasi : rendaman y Perkolasi : alat perkolator y Tingtur : sediaan cair yg dibuat dgn cara maserasi atau perkolasi simplisia nabati/hewani y Ekstrak : sediaan kering, kental atau cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati/hewani menurut cara yang cocok y Infus : sediaan cair, dibuat dengan menyari simplisia nabati dengan air pada suhu 90oC selama 15 menit menggunakan panci infus y Dekok : pembuatan sama seperti infus, lama penyarian 30 menit, dan cocok untuk menyari simplisia yang keras

RESEP
y Resep yang rasional memenuhi 6T 1. Tepat Diagnosis 2. Tepat Obat 3. Tepat Dosis 4. Tepat Cara dan Waktu Pemberian 5. Tepat Bentuk Sediaan yang dipilih 6. Tepat Penderita Obat / resep yang rasional adalah : a. Mengandung tidak lebih dari 3 komponen aktif dari gol farmakologi yang berbeda b.

Lanjutan
b. Tiap komponen aktif terdapat dosis yang efektif dan aman serta mempunyai efek terapetik dalam mengobati penyakit c. Kombinasi obat diberikan untuk menangani gejala yang kompleks d. Kombinasi obat mempunyai nilai terapetik untuk mengatasi gejala sesuai tipe dan tingkat keparahan e. Memperhitungkan interaksi obat yang merugikan antara komponen obat RESEP YANG MENGANDUNG NARKOTIKA

PELAPORAN NARKOTIKA
y Melalui distributor tunggal PT. KIMIA FARMA y Mekanismenya : - apotek melakukan pesanan narkotika ke PBF kimia Farma dengan dilengkapi catatan stok akhir narkotika pada saat pemesanan - Setiap 3 bulan, PBF KF cabang melakukan rekapitulasi jumlah penggunaan narkotika dari masing2 sarana dan melaporkanx kepada penanggungjawab narkotika PT. KF pusat tembusan kepada Balai Besar POM dan Dinas Kesehatan Kota - Setiap 3 bulan, penanggungjawab narkotika PT KF pusat wajib melaporkan jumlah penggunaan narkotika kepada Badan POM

Resep yang mengandung obat psikotropika (OKT)


y Apotek melakukan pencatatan untuk 2 jenis OKT Tunggal (Diazepam dan nitrazepam) selama 1 tahun y Apotek membuat laporan tahunan. Pelaporan ditujukan ke Dinas Kesehatan Kota, Tembusan Ke Balai Besar POM PENYIMPANAN RESEP 1. Resep disimpan menurut urutan Tgl dan No. resep penerimaan atau pembuatan resep 2. Resep Narkotika dipisahkan, tandai dengan garis merah dibawah nama obatnya 3. Resep disimpan selam 3 tahun. Lewat 3 tahun dapat dimusnahkan dengan cara dibakar atau cara lain

Penyerahan Obat
y Penyerahan obat berdasarkan resep dokter dilengkapi dengan etiket y Untuk obat dalam (per oral) etiket warna putih y Untuk obat luar (selain oral) etiket warna biru y Pada etiket tercantum : - Nama dan alamat apotek - Nama dan No.SIK APA - Nomor dan Tgl Pembuatan - Nama Pasien (ditulis di tengah-tengah) - Aturan Pemakaian - Tanda lain yang diperlukan kocokj dulu, obat luar

Salinan resep / copy resep / apographum


y -

Diberikan jika : Pasien memintanya / menginginkannya Pasien baru mengambil sebagian obatnya Pasien harus mengulang obatnya (tercantum iter) Salinan resep memuat semua keterangan yang termuat dalam resep asli Selain itu juga memuat : Nama dan alamat apotek Nama dan No.SIK APA No.resep dan tanggal pembuatan Tanda det (detur) atau nedet (ne detur) atau didi, dsb Tanda tangan atau paraf APA Cap Apotek

DOSIS OBAT
y Dosis obat

takaran/ukuran yg diberikan dengan jumlah tertentu untuk tujuan tertentu pula pengobatan awal, terus menerus, diagnosis, dsb y Macam-macam dosis : 1. Dosis toksis 2. Dosis minimal 3. Dosis maksimum (DM) 4. Dosis terapi (DL) 5. Dosis lethal (LD)

Penetapan dosis tergantung pada :


y Hasil pengobatan yang dikehendaki y Kerentanan penderita y Lamanya pengobatan - Yang mempengaruhi dosis : 1. Umur 2. Bobot badan 3. Jenis kelamin 4. Keadaan penderita 5. Waktu pemberian 6. Rute dan jumlah pemberian 7. Kecepatan ekskresi 8. Kombinasi obat

Cara menghitung dosis maksimum


y Rumus Young (umur 2-8 tahun)

n / n + 12 x DM dewasa (n = umur dalam tahun) Rumus Dilling (8 19 tahun) n / 20 x DM Dewasa Rumus Cowling ( 20 tahun) n + 1 / 24 x DM Dewasa Rumus Fried (untuk bayi) b / 150 x DM dewasa (b = umur dalam bulan) Rumus Clark (Bobot Badan) w / 68 x DM Dewasa (w = bobot badan dalam kg) Untuk obat-obat yang dapat menimbulkan resistensi (antibiotik, sulfa) 1 hari dihitung 24 jam Untuk obat lain 1 hari dihitung 16 jam (waktu tidur 8 jam tidak diperhitungkan) : 16/a + 1 (a = jam)

Dosis searah / berganda


y Suatu obat yang mempunyai lebih dari satu zat yang mempunyai

DM dapat terjadi 2 hal : 1. zat-zat yang berlainan yg tidak mempunyai kerja bersamaan DM dihitung masing-masing 2. zat-zat yang berlainan yang mempunyai kerja bersamaan DM dijumlahkan DM searah misalnya - Pulv opii, ext opii, tinctur opii - Tinct Belladona, ext belladina, Tinct hiosyami, atropin sulfat - Antipirin, piramidon, fenasetin (aksi farmakologis sama) - Luminal, veronal, bromural, kloralhidrat (aksi farmakologis yang sama)

Contoh perhitungan DM
y R/ atropin sulfat

0,3 mg extract Belladona 10 mg papaverin HCl 0,02 m.f.pulv d.t.d No XII t d.d p I Pro : Siska (10 tahun)

DM 1/3 mg DM 20/80 mg DM 200/600 mg

Contoh resep :
y R/ OBH

200 cc

3 d.d C I Pro : Yanti (26 tahun) Caranya : Lihat di Fornas apa isi / komposis OBH : Succus Liquiritae 10 Amonium klorida 6 (DL : 0,5-1 g / 2-4 g; DM - / 10 g) Spiritus amonia anisi 6 Air 278