Anda di halaman 1dari 3

Praktikum ini menggunakan tanaman sereh wangi (Citronella oil).

Tanaman sereh wangi merupakan tanaman penghasil minyak sereh wangi. Cara yang tepat untuk pengambilan minyak dari daun sereh adalah dengan cara penyulingan (Destilation) (Ames dan Matthews, 1968). Penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air minyak sereh wangi.

Ames G.R [dan] W.S. A Matthews. 1968. The Destilation Of Essential Oil, Trop. Sci.

Minyak sereh wangi yang diperoleh dari praktikum ini dilakukan penyulingan dengan metode uap langsung. Air sebagai sumber uap panas terdapat dalam ketel yang letaknya terpisah dari ketel penyuling. Uap yang dihasilkan mempunyai tekanan lebih tinggi dari tekanan udara luar. Penyulingan dengan uap sebaiknya dimulai dengan tekanan uap rendah (kurang lebih 1 atmosfir), kemudian secara berangsur angsur tekanan uap dinaikkan menjadi kurang lebih 3 atmosfir. Sistem penyulingan ini baik digunakan untuk mengekstraksi minyak dari biji-bijian, akar dan kayu-kayuan pada umumnya mengandung komponen minyak yang bertitik didih tinggi, misalnya sereh wangi (Ketaren, 1985). Ketaren, S, 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Jakarta: Balai Pustaka. Berat awal bahan yang digunakan sebanyak 4000 gram, sampai hasil sulingan yang ditunggu selama 2 jam, menghasilkan minyak sebesar 1,872 gram, sehingga diperoleh rendemen sebesar 0,0468%. Pada literatur yang diperoleh, minyak sereh wangi yang diperoleh dari bagian daun dengan rendemen 0,5 1,2%. Hal ini dapat dilihat terdapat hasil rendemen yang signifikan (Ferry, 2006). Ferry. 2006. Minyak Sereh Dapur Lemongrass. http://ferry-

atsiri.blogspot.com/2006/10/minyak-sereh-dapur-lemongrass-oil.html [11 Maret 2012]. Persentase rendemen rendemen minyak pada sereh wangi terutama dipengaruhi oleh:

1. Tingkat kesegaran bahan olah. Semakin segar bahan olah, semakin tinggi rendemennya. Bahan yang kering/layu kemungkinan telah terjadi penguapan sejumlah kecil minyak ke udara bebas. 2. Kualitas bahan olah. Bahan olah yang mengandung banyak batang semu dibandingkan daunnya akan menghasilkan rendemen minyak yang kecil. Minyak atsiri banyak terdapat dalam daun, sedangkan tangkai/batangnya sedikit menghasilkan minyak padahal kehadiran batang pada bahan olah berkontribusi besar terhadap berat bahan olah. 3. Jenis sereh dapur. Sereh flexuosus (East Indian) menghasilkan rendemen minyak yang lebih baik daripada sereh citratus (West Indian). 4. Perlakuan awal bahan olah. Perajangan akan menurunkan rendemen minyak namun memperbesar kapasitas penyulingan. Disarankan agar bahan yang dirajang sesegera mungkin dimasukkan ke dalam ketel suling. Minyak sereh dapur harus disimpan dalam wadah yang terlindung dari udara dan cahaya, dan bebas dari air sebelum dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan, Media simpan yang paling baik adalah botol-botol tertutup berwarna gelap sehingga tidak tembus cahaya. Penyimpanan minyak sereh perlu diperhatikan dengan baik karena sangat berpengaruh terhadap kualitas minyak, terutama kadar sitralnya. Apalagi untuk penyimpanan dalam jangka waktu lama yang memungkinkan terjadinya degradasi kualitas minyak, seperti terjadinya oksidasi aldehid, hidrolisa ester, polimerisasi, dan resinifikasi (Ferry, 2006). Ferry. 2006. Minyak Sereh Dapur Lemongrass. http://ferry-

atsiri.blogspot.com/2006/10/minyak-sereh-dapur-lemongrass-oil.html [11 Maret 2012]. Kadar air yang didapat dari praktikum sebesar 76,3% dan menghasilkan kadar minyak sebanyak 1,64%. Menurut hasil teori penetapan kadar air pada tanaman sereh wangi dari daun dengan pengeringan 3-4 jam sebesar 30 50% sedangkan penetapan kadar minyak atsiri sebesar 1,5%. Pengeringan merupakan suatu usaha untuk menurunkan kadar air bahan sampai tingkat yang diinginkan. Kadar air akan mempengaruhi kadar minyak atsiri yang berada pada tumbuhan

sereh wangi. Kadar air yang lebih tinggi dari literatur yang diperoleh menyebabkan minyak atsiri yang didapatkan lebih rendah, sehingga kadar air yang didapatkan dari hasil penyulingan uap, tidak memenhi syarat SNI (Standar Nasional Indonesia). Kadar minyak atsiri yang didapatkan pada praktikum ini telah memenuhi syarat SNI.