Anda di halaman 1dari 4

Peta Konsep Karakter Peserta Didik Pada Usia Remaja

Perkembangan Bahasa Peserta Didik Usia Dini Dari lahir sampai kurang lebih usia 2 tahun, bayi memahami dunia mereka melalui pancaindera mereka. Pengetahuan mereka didasarkan pada tindakan-tindakan fisik, dan pemahaman mereka terbatas pada kejadian-kejadian saat ini atau tidak jauh dari waktu lampau. Hanya apabila akan-anak mengalami transisi dari tahap sensorimotor ke tahap praoperasional (pada usia sekitar 2 tahun) dan mulai berbicara dan menggunakan pikiran-pikiran atau konsep-konsep untuk memahami dunia mereka. Meskipun demikian, selama tahap praoperasional, pikiran-pikiran mereka masih pralogis, terkait dengan tindakan-tindakan fisik dan cara bagaimana benda-benda tampak pada mereka. Kebanyakan peserta didik tetap berada pada tahap praoperasional perkembangan kognitif sampai mereka berusia 7 atau 8 tahun. Normalnya anak-anak mengembangkan keterampilan-keterampilan berbahasa dasar sebelum masuk sekolah. Perkembangan bahasa meliputi dua-duanya, komunikasi lisan dan tertulis. Kemampuan-kemampuan verbal berkembang amat dini, dan menjelang usia 3 tahun, peserta didik-peserta didik sudah menjadi pengoceh yang terampil. Pada akhir masa anak usia dini, mereka dapat menggunakan dan memahami sejumlah besar kalimat, dapat terlibat dalam pembicaraan yang berkelanjutan, dan mengetahui tentang bahasa tulisan (Gleason, 1981). Meskipun terdapat perbedaan individual dalam kecepatan peserta didik memperoleh kemampuan berbahasa, urutan perolehan itu serupa untuk seluruh peserta didik. Pada sekitar usia 1 tahun, anak-anak mengucapkan ungkapan-ungkapan satu-kata seperti da-da dan mama. Kata-kata ini secara khusus menyatakan objek-objek dan kejadian-kejadian ... Read More Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Model Drill And Practice Pada Materi Pengolah Angka Siswa Smp Triyanna Widiyaningtyas, S.T, M.T(1) Abstrak: Dalam kegiatan pembelajaran, khusunya dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa masih menggunakan buku yang berisi latihan whorksheet praktek. Padahal, fasilitas laboratorium dukungan untuk media pembelajaran interaktif berbasis multimedia. Oleh karena itu, diperlukan untuk mengembangkan bor instruksional media dan model praktek yang dikemas dalam cara yang terstruktur untuk subjek nomor pengolahan. Secara umum, tujuan pengembangan adalah untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif dengan bor dan model praktek pada sejumlah subjek pengolahan untuk siswa SMP. Spesifically, tujuan pengembangan adalah untuk meningkatkan motivasi siswa untuk mempelajari subjek ini. Ini pengembangan multimedia interaktif menggunakan Dick dan Carey metode. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner validasi para ahli media, ahli pelajaran, dan penonton. Hasil dari pembangunan adalah pakar media yang diuji untuk mendapatkan skor 97% dan ahli pelajaran yang mendapatkan nilai 97%. Hasil sidang kelompok kecil mendapatkan skor 94% dan hasil uji coba evaluasi lapangan mendapatkan nilai 95%. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif dengan latihan dan model praktek berlaku. PENDAHULUAN Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memang menuntut seseorang untuk langsung praktik dan latihan. Seperti halnya dalam pembelajaran di sekolah, seringkali guru Teknologi Informasi dan Komunikasi kurang memiliki bahan materi untuk praktik beserta latihan yang dikemas secara terstruktur dalam sebuah multimedia pembelajaran interaktif ... Read More Instrumen Penilaian Guru dalam mengajar Penilaian terhadap kinerja guru merupakan suatu upaya untuk mengetahui kecakapan maksimal yang dimiliki oleh guru bekenaan dengan proses dan hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan atas dasar criteria tertentu (Gordon, 1991). Kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja guru harus selalu didasarkan atas keterkaitan

1/4

dengan pekerjaannya. Agar penilaian kinerja guru benar-benar terfokus pada pekerjaannya, pengembangan criteria harus selalu didasarkan pada analisis pekerjaan (Robbins, 1980). Dengan demikian dapat dijamin bahwa kriteria tersebut pada pokoknya dapat menerima prestasi kerja dan tidak dengan aspek-aspek yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Tujuan yang hendak dicapai dengan dilakukannya penilaian kinerja tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : (a) tujuan evaluasi berkenaan dengan penentuan gaji, promosi, penurunan pangkat, pemberhentian sementara, dan pemecatan pegawai, dan (b) tujuan pengembangan yang berkenaan dengan penilaian, umpan balik pengembangan karir pegawai dan pengembangan organisasi, perencanaan sumber daya manusia, perbaikan kinerja dan komunikasi (Owens, 1991 dan Gordon, 1991). Dalam penelitian ini kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja guru adalah berdasarkan SK Mendikbud Nomor 025/01/1995 yang di dalamnya dinyatakan bahwa : standar prestasi kerja guru adalah minimal yang wajib dilakukan guru dalam proses belajar dan mengajar atau bimbingan adalah sebagai berikut : 1) Penyusunan Program Belajar yang terdiri dari: Analisis Materi Pelajaran (AMP) Program Tahunan (Prota) Program Semester (Promes) Program Satuan Pelajaran (PSP) Rencana ... Read More Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran, seorang pendidik tidak hanya berkewajiban menyajikan materi pembelajaran dan mengevaluasi pekerjaan siswa, akan tetapi bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bimbingan belajar. Sebagai pembimbing seorang pendidik mengadakan pendekatan bukan saja melalui pendekatan instruksional, akan tetapi dibarengi dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach) dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Melalui pendekata pribadi guru akan langsung mengenal dan memahami siswa secara lebih mendalam, sehingga dapat memproleh hasil belajar yang optimal. Agar bimbingan belajar dapat lebih terarah dalam upaya membantu siswa dalam menagatasi kesulitan belajar, maka perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: Identifikasi Identifikasi adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar, yaitu mencari informasi tentang siswa dengan melakukan kegiatan berikut: Data dokumen hasil belajar siswa Menganalisis absensi siswa di dalam kelas Mengadakan wawancara dengan siswa Menyebar angket untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar Tes untuk memperoleh data tentang kesulitan belajar atau permasalahan yang dihadapi Diagnosis Diagnosis adalah keputusan atau penentuan mengenai hasil dari pengolahan data tentang siswa yang mengalami kesulitan belajar dan jenis kesulitan yang dialami siswa. Diagnosis ini dapat berupa hal-hal sebagai berikut: Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar siswa Keputusan mengenai factor-faktor yang menjadi sumber sebab-sebab kesulitan belajar Keputusan mengenai jenis mata pelajaran apa yang menjadi kesulitan belajar Kegiatan diagnosis dapat dilakukan dengan cara ; Membandingkan nilai prestasi individu ... Read More Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Pembentuk Karakter Anak Pendidikan merupakan investasi terpenting yang dilakukan orang tua bagi masa depan anaknya. Sejak anak lahir ke dunia, ia memiliki banyak potensi dan harapan untuk berhasil di kemudian hari. Pendidikanlah yang menjadi jembatan penghubung anak dengan masa depannya itu. Dapat dikatakan, pendidikan merupakan salah satu pembentuk pondasi bagi tumbuh dan berkembangnya seorang anak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Sebagai buah hati, maka dengan penuh rasa kasih sayang para orang tua rela berkorban demi anaknya, karena masa depan anak juga merupakan masa depan orang tua. Keberhasilan ataupun kegagalan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya akan terlihat dari perasaan hatinya manakala menyaksikan kehidupan anaknya ketika dewasa. Pada hakikatnya masa depan anak juga merupakan masa depan bangsa dan negara. Masa depan itu akan terlihat dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan, di saat mana jutaan anak yang ada sekarang ini memasuki usia remaja dan dewasa. Merekalah nantinya yang menjadi pelaku pembangunan di berbagai sektor kehidupan. Kelak diantara mereka ada yang berperan sebagai pemimpin-pemimpin bangsa yang kebijakannya akan turut menentukan arah perjalanan bangsa dan negara ini. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, kelak akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada sekarang ini. Kehidupan mendatang adalah kehidupan modern yang sangat dipengaruhi globalisasi yang semakin masif, ...

2/4

Read More Penerapan Strategi Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas Iv Sd Mata Pelajaran Ips Materi Pokok Perkembangan Teknologi Produksi, Komunikasi Dan Transportasi Di Sdn 1 Lidah Kulon Surabaya Emy Dwijayanti ABSTRAK SDN Lidah Kulon 1 Surabaya memiliki permasalahan dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar masih menerapkan pengajaran yang konvensional dengan metode ceramah dan membuat catatan singkat di papan tulis. Sehingga sebagian besar dari siswa tidak faham tentang apa yang mereka tulis sendiri. Siswa bingung mana yang termasuk kata kunci yang penting dan yang kurang penting untuk dipelajari. Berdasarkan hal itu, maka perlu diberikan pembelajaran yang menarik yang sesuai dengan karakteristik siswa yaitu strategi Mind Mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh penerapan strategi Mind Mapping dalam meningkatkan prestasi belajar IPS pada materi pokok perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi siswa kelas IV-C di SDN 1 Lidah Kulon Surabaya. Hipotesisi Nol (Ho) dari penelitian ini adalah Tidak ada pengaruh penerapan Mind Mapping (peta pikiran) terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS siswa kelas IV di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya. Sedangkan Hipotesis Alternatif (Ha) adalah Ada pengaruh penerapan Mind Mapping (peta pikiran) terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS siswa kelas IV di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Experimen dengan jenis penelitian Kuantitatif. Menggunakan desain Pre Experimental Design atau quasi experiment dengan model Pre-test and Pos-tes group Design. Instrumen Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi serta teknik analisis ... Read More Model Dick and Carey Model dick and carey digolongkan sebagai model yang berorientasi pada dua hal, yaitu :a.Pengetahuan, apabila model tersebut dipakai sebagai sumber informasi tentang konsep- konsep,prinsip-prinsip perencenaan instruksional dan langkah langkahya.b.Hasil,dengan menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip perancangan yang menghasilkan suatu bahan instruksional yang dapat dipakai belajar secara mandiri tanpa bantuan guru. Disini pun evaluasi dilaksanakan berulangkali sampai dapat diperoleh hasil yang memuaskan.Seperti model-model pengembangan lainnya, disinipun dick dan carey menerapkan pendekatan sistem untuk perancang sistem instruksional dengan langkah langkah : 1. Penentuan tujuan instruksional (tujuan terminal) yang menyatakan apa yang dapat dilakukan oleh siswa setelah mengikuti program instruksional tersebut. Penentuan tujuan ini dapat bersumber dari penilaian kebutuhan tujuan-tujuan yang ada, atau pengalaman praktis dengan siswa yang mengalami kesulitan belajar,analisis suatu tugas, dan sebagainya. Berbeda dengan tujuan umum pada taksonomi bloom, disini tujuan terminal perlu dinyatakan dalam bentuk yang dapat dilihat dan diukur seperti yang dinyatakan oleh mager.hal ini untuk mempermudah keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan instruksional tersebut. 2. Setelah penenetuan tujuan terminal ialah menentukan macam belajar apa yang akan dipelajari siswa berdasarkan klasifikasi Gagne (lima macam belajar ). Untuk itu tujuan instraksional dipecah pecah menjadi ketrampilan-ketrapilan yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai tujuan instruksional. ... Read More KARAKTERISTIK ANAK USIA TK DAN IMPLIKASINYATERHADAP PEMBELAJARAN Mengenal karakteristik peserta didik untuk kepentingan proses pembelajaran merupakan hal yang penting. Adanya pemahaman yang jelastentang karakteristik peserta didik akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Berdasarkan pemahaman yang jelas tentang karakteristik peserta didik, para guru dapat merancang danmelaksanakan kegiatan pembelajaransesuai perkembangan anak. Pembahasan berikut ini tidak akan mengurangi secara rinci teori-teori perkembangan anak usiaini karena hal itu perlu kajian tersendiri. Namun dalam uraian ini akandiidentifikasi sejumlah karakteridtik anak usia TK untuk kepentingan pembahasan pengelolaan kelas di TK.Menurut Mushtafa (2002) praktik pendidikan dan pengajaran anak usiadini selama beberapa dasawarsa belakangan ini sangat dipengaruhi oleh teori perkembangan Jean Piaget. Piaget mengkatagorikan empat tahapan perkembangankognitif dan afektif yang dilalui manusia. Menurut

3/4

teori ini, anak-anak berkembang secara kognitif melalui keterlibatan aktif dengan lingkungannya.Dikaitkan dengan teori ini, perkembangan anak usia dini berada pada tahap berpikir praoperasional (usia 2-7 tahun). Pada tahap ini perkembangan anak sudahditandai dengan per-kem-bangan bahasa dan berbagai bentuk representasi lainnyaserta perkem-bangan konseptual yang pesat. Proses berfikir anak berpusat pada penguasaan simbol-simbol seperti kata-kata yang mampu mengung-kapkan pengalaman masa lalu. Manipulasi symbol, termasuk kata-kata, merupakankarakteristik penting dari tahap praoperasional. Hal ini tampak dalam menirusesuatu yang tertunda sehingga menghasilkan suatu tindakan yang telah dilihat dimasa lalu dan dalam imajinasi anak-anak atau pura-pura bermain (Piaget, 1951)yang dikutip Mussen, Conger, Kagen dan Huston ... Read More PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS BERCIRIKAN PAIKEM . PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS BERCIRIKAN PAIKEM Oleh: Dr. Waspodo Tjipto Subroto, M.Pd. (Unesa) Email: waspodotjipto@yahoo.co.id ABSTRACT Learning activities aimed at developing the potential that exists on self-esteem, both in aspects of cognitive, affective and psychomotor. Social Studies (IPS) is one of the subjects in elementary school also seeks to develop the full potential of students through active learning activities, innovative, creative, effective and joiful. Through social studies subjects learners can be directed to an Indonesian citizen of a democratic and responsible and peace-loving citizens of the world. Teachers need to develop a strategy oriented to student learning (Student Centered Learning) and supported by the application of varying multimetode and multimedia of effective learning for students motivated to participate actively in the learning process. Social studies is characterized by active learning, innovative, creative, effective and joiful learning (PAIKEM) demands the application of multi-method, multi-media and work practices within the team and take advantage of the school environment as a source of learning. PAIKEM assume that learning is an individual process, a social process that is enjoyable, and never ceased to construct meaning. Learning the nuances IPS PAIKEM need to apply a range of innovative learning model (cooperative, inquiry, problem-based, etc.), multi-method and multi-media ... Read More Game sebagai media pembelajaran PENDAHULUAN Latar Belakang Geografi adalah mata pelajaran yang sangat memerlukan berbagai media untuk memahami fenomena geografi, baik fisik maupun sosial. Mengamati dan memahami fenomena geografi dapat dilakukan dengan studi lapangan, tetapi hal tersebut terkendala lamanya waktu dan besarnya biaya. Untuk mengefisiensi waktu dan biaya maka dapat digunakan media lain seperti peta, globe, gambar, foto udara, dan sebagainya dalam memahami objek studi geografi. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan teknologi media pembelajaran geografi semakin berkembang dengan menggunakan perangkat komputer yang disebut CAI, atau MAL (Computer/Multimedia Assisted Learning). MAL lebih dikenal dengan pembelajaran berbasis multimedia sebagai media utama. Dalam hal ini penulis akan mengungkapkan game sebagai media pembelajaran georafi di tingkat SMA. Games merupakan media virtual yang mewadahi penggunanya untuk bermain dan adu strategi untuk dapat memecahkan suatu persoalan dan memenangkan tantangan yang disajikan didalamnya. Games yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran geografi tidak hanya bergenre edu game, tetapi juga memiliki variasi yang lebih menantang untuk dimainkan diantaranya adalah action game, adventure games, casual game, fun game, dan simulation game. Selain itu telefon seluler dapat digunakan sebagai media pembelajaran dengan memainkan games online geografi. Bermacam-macam bentuk dan isi game yang telah beredar luas di masyarakat, terdapat sejumlah game yang bernilai positif untuk mendukung kegiatan belajar megajar di ... Read More

4/4