Anda di halaman 1dari 8

PAPER MIKROBIOLOGI PANGAN Rhodotorula glutinis

DISUSUN OLEH Atika Nurul Khiqmah Ayu Ristia Daniati 22030110130077 22030110141010

Fiqhi Cahyaningrum R. 22030110141013 Afifah 22030110141020

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012

yang sering menyebabkan perubahan warna pada makanan. Terhambatnya perkecambahan tersebut dapat terjadi karena persaingan dalam penggunaan nutrisi antara sel khamir dengan spora jamur. Rhodotorula glutinis juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih lambat dibanding Rhodotorula mucilaginosa. Pengendalian Penicillium expansum oleh Rhodotorula glutinis Penicillium expansum merupakan jamur patogen pasca panen pada buah – buahan. Beberapa spesies Rhodotorula sering tumbuh dan menimbulkan bintik – bintik merah atau merah muda pada daging dan sauerkraut. yaitu merah. Selain itu. . buah. Disisi lain. yang termasuk dalam genus khamir liar (wild yeast).Rhodotorula glutinis merupakan salah satu bagian dari filum Basidiomycota. Rhodotorula glutinis yang memiliki warna merah dikenal sebagai produsen pigmen karoten. merah muda. atau kuning. jus buah. dapat menghambat perkecambahan spora dan perpanjangan tuba germinasi serta pertumbuhan miselium jamur ini. Rhodotorula glutinis juga dapat dikembangbiakkkan dalam agar. seperti apel dan pir. Rhodotorula glutinis. seperti jus. seperti keju. Pertumbuhan Rhodotorula glutinis dapat dipengaruhi dengan modifikasi suhu dan konsentrasi NaCl. Sel khamir. Rhodotorula glutinis memiliki sisi positif dan negatif untuk industri pangan. dan olahan daging. Rhodotorula juga memiliki sisi negatif. penggunaan Rhodotorula glutinis dapat meningkatkan keamanan dari produk buah-buahan. Khamir yang termasuk Rhodotorula memiliki beberapa warna. Rhodotorula glutinis dapat menjadi kontaminan produk pangan. Sisi positif dari Rhodotorula glutinis adalah pada kemampuan Rhodotorula glutinis dalam menghambat pertumbuhan dan produksi potulin dari Penicillium expansum yang membuatnya dapat menjadi agen biokontrol yang potensial untuk mengurangi kerusakan apel atau pir saat pasca panen.

temperatur. Rhodotorula glutinis pada konsentrasi (107 dan 108 sel ml-1) dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan jamur P. sedikit mengkerut pada tahap lanjut. 0. expansum di luka buah apel sampai sekitar 60%.Infeksi jamur P. pH. komposisi garam. Komposisi garam yang dapat digunakan: (0. expansum oleh sel khamir di bagian luka buah apel. . lunak. Sumber karbon industri seperti molasses beet (sirup tebu) dan Cosette beet telah digunakan dalam produksi khamir ini. Penggunaan pepton tidak diperlukan jika media kultur mempunyai persediaan nitrogen yang cukup dan mudah diasimilasi untuk pertumbuhan Rhodotorula glutinis. Kenaikan konsentrasi KH2PO4 dan MgSO4 x 7H2O bisa memiliki efek negatif terhadap pertumbuhan ragi.1% (b / v) KH2PO4 dan 0. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kondisi kultur organisme antara lain penggunaan pepton sebagai sumber Nitrogen. basah dan berwarna coklat pucat. mampu menghambat persentase infeksi dan menghambat kecepatan penyebaran luka pada jaringan buah yang telah diinkubasikan selama 7 hari pada suhu 20°C. Pemberian Rhodotorula glutinis pada luka buah apel pada 2 jam sebelum inokulasi spora jamur. expansum pada luka buah apel pada suhu 20°C. Penggunaan komposisi garam yang berbeda di media kultur mempengaruhi pertumbuhan khamir. Rhodotorula glutinis pada konsentrasi 108 cfu. Hal ini diduga karena adanya keterlibatan kompetisi nutrisi serta air dalam penghambatan infeksi jamur P. Rhodotorula glutinis pada Bioteknologi Rhodotorula glutinis merupakan khamir yang dapat memproduksi enzyme α-L arabinofuranosidase ke dalam media kultur dan secara alami hadir dalam proses fermentasi serta merupakan bioteknologi potensial yang menarik.ml. Luka menyebar pada permukaan maupun pada jaringan sel di bawahnya menuju pada bagian tengah buah.05% (b / v) MgSO4 x 7H2O).3% (b / v) (NH4) 2 SO 4. expansum pada buah apel dapat menyebabkan pembusukan yang nampak halus.mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan infeksi oleh jamur patogen pasca panen yaitu P.

yang terkait dengan β-D-glukosida atau diglicosides. Rhodotorula glutinis pada Limbah Industri Berlemak Khamir Rhodotorula glutinis dapat digunakan dalam produksi β. dan torularhodin. Khamir berlemak mudah ditumbuhkan pada berbagai limbah pertanian dan limbah industri berlemak seperti pada industri pangan.Kondisi pertumbuhan terbaik untuk produksi α-arabinofuranosidase oleh R. torulen. glutinis adalah pH 5. yaitu karoten. kemudian sebuah α-rhamnosidase atau βapiosidase. Banyak dari senyawa aromatik secara alami dibebaskan selama pematangan buah. Rhodotorula glutinis pada Pembuatan Jus Penelitian tentang aroma buah-buahan telah menunjukkan sumber penting dari senyawa volatil yang dapat memperkaya profil aromatik dari jus dan minuman fermentasi. karena karakteristik fisikokimianya sulit untuk mempertahankan aktivitas enzim yang stabil selama proses elaborasi (pengembangan). Pertumbuhan dan Pigmentasi Rhodotorula glutinis Rhodotorula merupakan genus utama dalam memproduksi pigmen karotenoid. diikuti oleh aksi dari β glukosidase-D. Namun. Senyawa ini terkait dengan gula yang dibebaskan dalam dua langkah: awalnya.karoten.2 dan 28 ºC. dan hasil dari berbagai karotenoid tergantung pada spesies mikroorganisme . Rhodotorula glutinis dapat dipertimbangkan dalam pembuatan jus anggur karena dapat mengeluarkan enzim yang berpartisipasi dalam langkah pertama dari reaksi pelepasan senyawa aromatik untuk menghasilkan aroma jus. Contoh jus disini adalah jus anggur. konsentrasi. Komposisi kimia dari potensi aroma yang dibentuk oleh senyawa volatil seperti monoterpen. berasal dari shikimate atau C13 nonsoprenoids. Namun jenis. Khamir ini juga dapat ditumbuhkan pada air limbah monosodium glutamat atau gliserol dari limbah biodiesel. sebuah α-arabinofuranosidase (ABF). kegiatan enzim tanaman tidak dapat sepenuhnya membebaskan senyawa aromatik pada buah yang merupakan sumber penting dari aroma jus. Rhodotorula glutinis juga dapat menghasilkan triasilgliserol.

urea. Pencampuran laktosa pada khamir jarang ditemukan pada kondisi alami. Sedangkan laktosa tidak mendukung pertumbuhan dari khamir ini. karotenogenesis dari Rhodotorula glutinis pada ultrafiltrat whey dapat dicapai dengan mengkombinasikannya dengan Lactobacillus helveticus. kemudian diikuti oleh asan kasein hidrosilat. Selain sumber karbon. Hal ini menunjukkan bahwa pigmentasi dari Rhodotorula glutinis tidak berkaitan dengan pertumbuhannya karena kandungan karotenoid pada saat sel mencapai tingkat maksimalnya membuat pertumbuhan sel berhenti (fase stasioner). galaktosa dapat memperkuat pertumbuhan sel lebih maksimal dibandingkan glukosa dan fruktosa. Berbagai periode inkubasi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi karotenoid. Pada disakarida. dimana D-ribose menghasilkan pertumbuhan dan pigmentasi yang lebih tinggi. Jumlah sodium nitrat yang tepat sebagai sumber nitrogen menunjang terjadinya pigmentasi yang tinggi. Larabinose merupakan substrat yang kurang baik untuk pertumbuhan dan produksi pigmen. Rhodotorula glutinis dapat dimasukkan ke dalam makanan untuk meningkatkan nilai gizi dan mencegah jamur tumbuh pada makanan. Sumber nitrogen yang paling baik untuk memproduksi karotenoid pada Rhodotorula glutinis adalah sodium nitrat. Pada monosakarida. Namun. Pertumbuhan dan pigmentasi dari Rhodotorula glutinis dipengaruhi oleh perbedaan pencampuran sumber karbon. Rhodotorula merupakan sumber yang kaya akan lemak dan vitamin karena adanya pigmen karotenoid. Rhodotorula glutinis dapat berkembang pada konsentrasi dekstrose yang berbeda – beda. Sebaliknya. pertumbuhan karotenoid terlihat lebih tinggi pada pencampuran fruktosa. Oleh karena itu. D-xylose mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. . Namun. pertumbuhan dan pigmentasi maksimal ditemukan pada sukrosa.dan kondisi perkembangbiakannya. dan ekstrak khamir. kemudian diikuti oleh glukosa dan galaktosa. namun hanya untuk karotenoid moderate. produksi karotenoid juga dipengaruhi oleh sumber nitrogen. pada penelitian lain menunjukkan bahwa produksi pigmen pada khamir berpengaruh pada pertumbuhannya. yaitu pada konsentrasi dekstrose 30 g/L.

seperti industri makanan. dan beverage.1. Meningkatnya konsentrasi asam tanic bepengaruh pada peningkatan produksi tannase. . penyinaran dapat menstimulasi terjadinya karotenogenesis. Sebaliknya. yaitu dari 5 sampai 26 ºC. yang digunakan dalam industri farmasi. Tannase merupakan enzim hidrolase ekstraseluller yang menginduksi keberadaan asam tanic dan produk akhirnya berupa asam gallic. dan antioksidan yang manjur digunakan dalam industri makanan. Pada umumnya genus Rhodotorula dapat berkembang pada rentang temperatur yang luas. kecuali pada temperatur 42 ºC (pertumbuhan tanpa adanya pigmentasi diabaikan). Asam gallic juga merupakan substrat sintesis kimia dari propyl gallate. Penyinaran bukan merupakan faktor yang dibatasi untuk pertumbuhan dan pigmentasi dari Rhodotorula glutinis.Pemeliharaan sel saat kondisi stasioner setelah masa inkubasi tidak menunjukkan peningkatkan kandungan karotenoid. yang terjadi pada temperatur 29-32 ºC. Pengaruh temperatur pada karotenogenesis khamir tergantung pada karakteristik khusus spesies dan kekuatan pada mikroorganisme. Asam gallic adalah senyawa intermediat penting yang disintesis oleh anti bakteri obat. farmasi. Periode 12 hari merupakan waktu optimum untuk inkubasi dibandingkan dengan periode 10 hari. Tannase (tannin acyl hydrolase EC 3. kosmetik. Peningkatan berat sel secara maksimal diikuti dengan sedikitnya pigmentasi.120) merupakan enzim yang penting yang digunakan dalam berbagai macam industri. trimitroprim. Rhodotorula glutinis mampu tumbuh dan memproduksi pigmen pada semua temperatur uji yang pernah dilakukan. Tannase yang diproduksi dari Rhodotorula glutinis Rhodotorula glutinis berperan penting dalam pembuatan dan pertumbuhan konsentrasi asam tanic pada tannase.

5 % asam tanic sebagai substrat.8 % urea sebagai sumber nitrogen. Beberapa faktor seperti karbon dan nitrogen berperan penting dalam peningkatan pertumbuhan secara baik dalam metabolisme kedua dari mikroorganisme. 0. .Tannase juga berperan sebagai agen clarifying pada beberapa wine. bir. Komposisi medium yang digunakan terdiri dari 1. 0. Sumber terpenting berasal dari enzim hasil jalur mikrobial karena produk enzim lebih stabil. yang dibiakkan selama tiga hari. dan jalur mikrobial. dan minuman penyegar dengan perasa kopi. Tannase dapat berasal dari tumbuhan.3 % laktosa sebagai gula tambahan. Dalam pembuatan tanin. hewan. Rhodotorula glutinis diisolasi selama satu tahun dari hasil pemecahan hasil hydrolisable tanin. dan dijaga tetap pada suhu 30 ºC. jus atau buah.

. B V Latha.DAFTAR PUSTAKA Darah I. K Jeevaratnam. & Jain K. International Conference on Chemical Sciences. S. Czech J. & Petra P. Eva J. Widyastuti. H S Murali. Gramedia Pustaka Utama. 2008. 1992. (2007) 1-5. Gelar Teknologi dan Seminar Nasional Teknik Pertanian . Penicillium expansum dengan Sel Khamir Rhodotorula glutinis. Indian J Biotechnol. & K S Manja. Sri. Influence of growth factors on carotenoid pigmentation of Rhodotorula glutinis DFR – PDY from natural source. 24 (2011) 400-410. Evaluation of Rhodotorula growth and solid substrat via of linear mixed effects model. Mikrobiologi Pangan 1. Tereza K. Pengendalian Penyakit Pasca Panen. Fardiaz. Ong C B. 4 (2005) 353 – 357. Rhodotorula glutinis DB2 tannase production: effect of medium compositions. Food Sci.