Anda di halaman 1dari 28

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI COCA COLA COMPANY TUGAS MANAJEMEN STRATEGI ANALISIS KASUS COCACOLA COMPANY

Disusun oleh : Triyas Apritantina (01108036) Fakultas Ekonomi-Akuntansi Universitas Narotama Surabaya

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Di Indonesia, minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas Indonesia) dan sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA menunjukkan bahwa : Pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50). 72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan. Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi dibandingkan dengan es krim. Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar. Saat ini, Indonesia mencatat tingkat konsumsi produk-produk Coca-Cola terendah (hanya 13 porsi saji seukuran 236 ml per orang per tahun), dibandingkan dengan Malaysia (33), Filipina (122) dan Singapura (141). Karena minuman ringan merupakan barang yang permintaannya

elastis terhadap harga, berbagai upaya dilakukan agar harga produk-produk minuman ringan tetap terjangkau. Dibandingkan dengan Indonesia, konsumsi minuman ringan di negara tetangga jauh lebih tinggi (Indonesia:13; Malaysia:33; Filipina:122). Untuk ilustrasi, pada tahun 1977, konsumen bisa membeli 11 botol kecil minuman ringan mengandung soda atau teh siap minum dengan upah minimum harian di Jakarta dan 13 botol pada tahun 2001. Namun, sebagai perbandingan terhadap produk permen yang menaikkan harga, konsumen bisa membeli 205 permen dengan upah yang sama pada tahun 1997 dan hanya 136 pada tahun 2001. Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang berarti bahwa saat terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan prosentase yang lebih besar daripada prosentase kenaikan harga tersebut. Ditinjau dari segi penciptaan kesempatan kerja, industri minuman ringan memiliki efek multiplier yang besar pada tenaga kerja. Dengan rasio sebesar 4,025, industri minuman ringan menduduki pringkat ke - 14 dari 66 sektor industri lainya di seluruh Indonesia. Ini berarti bahwa untuk setiap peluang pekerjaan yang tercipta, atau hilang, di industri minuman ringan, empat kesempatan kerja akan tercipta, atau hilang, di tingkat nasional. Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan pedagang grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil. Bagi para pengusaha kecil tersebut, produk minuman ringan merupakan barang dagangan terpenting mereka dengan kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan nilai keuntungan sebesar 34%. Industri-industri penunjang lainnya yang terkena dampak kegiatan industri minuman ringan meliputi gelas, tutup botol, transportasi dan media.

1.2 Sejarah dari Coca Cola Company Coca-cola merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia. Coca cola menjual empat dari lima top minuman non alkohol sedunia, diantaranya: Coca cola, Diet coke, Sprite, Fresh Tea dan Fanta. Coca cola mempekerjakan 71.000 orang dilebih dari 200 negara. Coca cola kurang lebih memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman. Produk-produk coca cola didistribusikan melalui restoran dan toko makanan, serta pemasok. Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia. Dr.

Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada 1892. Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan. Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar. Di Indonesia, Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan local yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independent dan Coca Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca Cola di dunia. Coca Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992.

1.3 Divisi Coca Cola Company Segmen Operasi perusahaan Coca-cola mencakup: 1. Afrika Afrika merupakan sektor privat dengan jumlah karyawan terbesar yaitu 55.000 karyawan. Pendapatan operasi dari coke pada divisi Afrika turun dari 4,8 % menjadi 4,6 % pada tahun 2006. 2. Asia Tenggara dan Timur dan Pasifik Keuntungan divisi dari kesuksesan pada 2006 berasal dari Coca-Cola Zero pada penjualan di Australia dan Thailand.

3. Uni Eropa Divisi ini mengalami peningkatan pertumbuhan senilai 6 persen dari tahun 2005 ke tahun 2006. Faktor-faktor keberhasilan wilayah ini diraih dari kombinasi dari produk-produk baru, pengemasan yang inovatif, dan kolaborasi dengan para konsumen. 4. Amerika Latin Tiga pasar terbesar Coke diantaranya ialah United States, Mexico, dan Brazil. Portofolio minuman mendapatkan poin 7 persen pada tahun 2006 dimana perusahaan melihat pada pengembangan garis produk. Fokus Coke di Amerika Latin ialah pada penambahan air, jus, dan minuman olahraga. 5. Amerika Utara Perusahaan telah mencapai keberhasilan dalam pengimplementasian produk MyCoke Rewards yang melibatkan sekitar 3,5 juta subjek yang berpastisipasi, dimana lebih baik dari 1,5 juta penghargaan yang dinyatakan. Coke menerapkan uji pemasaran kopi/teh dimana Coke menyalurkan via teknologi Far Coast Brand dimana merupakan konsep toko yang pertama kali dibuka di Toronto, Kanada pada tahun 2006. 6. Asia Utara, Eurasia, dan Timur Tengah Divisi ini pada tahun 2006 telah memproduksi 11 persen unit volum kasus meningkat untuk Coke. Coke adalah penjual terbaik minuman non-alkohol di Rusia dengan 22 persen pertumbuhan volum kasus pada tahun 2006. 7. Bottling Investment Coke meningkatkan investasi pada bottling investment. Segmen ini memiliki kinerja yang baik untuk Coke di tahun terakhir. Coke telah memfokuskan pada desain road to market dan optimisasi pada infrastruktur operasi bottling di India.

1.4 Visi dan Misi Perusahaan Dunia berubah di sekitar kita. Untuk terus berkembang sebagai bisnis selama sepuluh tahun berikutnya dan seterusnya, kita harus melihat ke depan, memahami tren dan kekuatan yang akan membentuk bisnis kami di masa depan dan bergerak cepat untuk mempersiapkan apa yang akan datang. Kita harus bersiap-siap untuk hari besok. Itulah yang kita Visikan 2020. Ini menciptakan tujuan jangka panjang untuk bisnis kami dan mempersiapkan kami dengan "Roadmap" untuk menang bersama-sama dengan mitra pembotolan kami.

Misi Kami Roadmap kami dimulai dengan misi kami. Ini menyatakan tujuan kami sebagai sebuah perusahaan dan berfungsi sebagai standar yang kita susun sebagai tindakan kami dan pengambilan keputusan.

To refresh the world... (Untuk menyegarkan dunia ...) To inspire moments of optimism and happiness... (Untuk menginspirasi saat optimisme dan kebahagiaan ... )

To create value and make a difference. (Untuk menciptakan nilai dan membuat perbedaan.)

Visi Visi kami berfungsi sebagai kerangka kerja untuk kami dan panduan Roadmap setiap aspek bisnis kami dengan menjelaskan apa yang kita butuhkan dalam rangka untuk terus mencapai yang berkelanjutan, pertumbuhan yang berkualitas.

People: Be a great place to work where people are inspired to be the best they can be. (Orang: Jadikan tempat yang bagus untuk bekerja di mana orang terinspirasi untuk menjadikan mereka yang terbaik.)

Portfolio: Bring to the world a portfolio of quality beverage brands that anticipate and satisfy people's desires and needs. (Portofolio: portofolio merek minuman berkualitas yang mengantisipasi dan memuaskan keinginan dan kebutuhan masyarakat.)

Partners: Nurture a winning network of customers and suppliers, together we create mutual, enduring value. (Mitra:Memelihara jaringan pelanggan dan pemasok, bersama-sama kami saling menciptakan nilai tambah.)

Planet: Be a responsible citizen that makes a difference by helping build and support sustainable communities. (Planet: Jadilah warga negara yang bertanggung jawab yang membuat perbedaan dengan membantu membangun dan mendukung masyarakat yang berkelanjutan.)

Profit: Maximize long-term return to shareowners while being mindful of our overall responsibilities. (Laba: Memaksimalkan jangka panjang kembali untuk pemilik saham sementara memperhatikan tanggung jawab kami secara keseluruhan.)

Productivity: Be a highly effective, lean and fast-moving organization. (Produktivitas: Menjadikan sebuah organisasi, sangat efektif ramping dan

bergerak cepat.) Budaya Kami Budaya kami adalah mendefinisikan sikap dan perilaku yang akan dibutuhkan dari kita untuk membuat Visi 2020 kami menjadi kenyataan. Nilai-Nilai Kami Nilai-nilai kami berfungsi sebagai arah untuk tindakan yang akan kami lakukan dan menjelaskan bagaimana kita berperilaku di dunia.

Leadership: The courage to shape a better future. (Kepemimpinan: Keberanian untuk membentuk masa depan yang lebih baik .)

Collaboration: Leverage collective genius. (Kolaborasi: Bersama membentuk kejeniusan.)

Integrity: Be real. (Integritas: Menjadikan kenyataan.) Accountability: If it is to be, it's up to me. (Akuntabilitas: Jika itu harus, itu terserah kepada saya)

Passion: Committed in heart and mind. (Keinginan: Berkomitmen dalam hati dan pikiran.)

Diversity: As inclusive as our brands. (Keanekaragaman: Seperti inklusif sebagai merk kami)

Quality: What we do, we do well. (Kualitas: Apa yang kita lakukan, kita lakukan dengan baik)

Fokus pada Pasar


Fokus pada kebutuhan, pelanggan kami konsumen dan mitra waralaba Keluar ke pasar dan mendengarkan, mengamati dan mempelajari Proses melihat dunia Fokus pada eksekusi di pasar setiap hari Jadilah tak pernah puas dan selalu penasaran

Bekerja Smart

Bertindak dengan urgensi Tetap responsif terhadap perubahan Milikilah keberanian untuk mengubah arah saat dibutuhkan Tetap konstruktif ketidakpuasan Bekerja secara efisien

Act Like Owners


Bertanggung jawab atas tindakan kita dan ketidakgiatan Steward sistem aset dan fokus pada nilai bangunan Memberikan hadiah orang-orang kami untuk mengambil risiko dan menemukan cara yang lebih baik untuk memecahkan masalah

Belajar dari hasil kami - apa yang berhasil dan apa yang tidak

Be the Brand

Menginspirasi kreativitas, gairah, optimisme dan menyenangkan

1.5 Tujuan Perusahaan Tujuan perusahaan adalah : Menjadikan perusahaan minuman bersoda nomer satu di dunia. Menguasai pangsa pasar dunia. Menjadi perusahaan minuman terbesar sedunia. Sebagai inovator dalam industri soft drink.

1.6 Sasaran Perusahaan Sasaran perusahaan meliputi : profitabilitas posisi pasar produktivitas kepemimpinan teknologi pengembangan sumberdaya manusia hubungan antar karyawan tanggungjawab sosial.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Analisis Lingkungan Eksternal 1. Identifikasi pesaing Perusahaan Coca-cola memiliki dua pesaing utama, yaitu PepsiCo dan Cadbury schweppes PLC. PepsiCo merupakan pesaing yang sangat sengit di dalam dua pertumbuhan tercepat dalam kategori industri minuman. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1965. PepsiCo memperoleh 60 persen pendapatannya dari snack division. PepsiCo diperingkat 19 diantara perusahaan yang paling dikagumi di Amerika. PepsiCo terdiri dari sekitar 168.000 karyawan dan pada tahun 2006 memiliki pendapatan lebih dari $35 billion. PepsiCo mendirikan bisnisnya di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, the Middle East, Africa dan Asia Pasifik. Volume minuman PepsiCo naik sebesar 7 persen di timur tengah, Argentina, China dan Brazil pada tahun 2006. Meksiko dan Rusia adalah dua pasar kontribusi yang kuat untuk PepsiCo. Schweppes Cadbury adalah perusahaan penjualan gula terbesar sedunia. Mempekerjakan sekitar 60.000 asosiasi. Perusahaan ini adalah pemenang Britains most admired award company pada tahun 2004. Pepsi-Cola Company yang berdiri sejak 1898, sudah melakukan ekspansi bisnis ke beberapa produk makanan. Merger dengan Frito-Lay pada 1965 menandai lahirnya nama PepsiCo, sebagai payung perusahaan. Kemudian PepsiCo mengakuisisi Tropicana pada 1998, dan 2001 melakukan merger dengan The Quaker Oats Company, termasuk Gatorade. Hingga sekarang, PepsiCo sudah mempunyai lima merek besar yaitu Frito-Lay, Pepsi-Cola, Quaker, Gatorade, dan Tropicana. Merek-merek ini membawahi produk-produk PepsiCo yang variatif, sesuai kebutuhan dan pilihan konsumen, dari produk yang fun hingga produk ala hidup sehat. Mekanisme pemasaran produk PepsiCo dilakukan melalui empat

departemennya, yaitu Frito-Lay North America, PepsiCo Beverages North America (PBNA), PepsiCo International, dan Quaker Foods North America. Sejak didirikan, Coca Cola baru mengeluarkan merek lain pada 1960-an, yakni Sprite, Fanta, dan Fresca. Diet Coke dan Cherry Coke diperkenalkan pada 1980-an sedangkan merek Powerade baru muncul pada 1990-an. Hingga saat ini, Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain. Lain halnya dengan PepsiCo yang lebih peka dalam dan selangkah lebih maju dalam hal ini. Ketika Coca Cola sibuk membeli dan mengakuisisi perusahaan minuman lain di seluruh dunia, PepsiCo sudah selangkah lebih maju dengan merambah industri makanan, seperti berbagai macam snack berlabel Frito-Lay dan makanan sehat

berlabel Quaker. Total pendapatan PepsiCo, hingga kuartal III-2007 adalah US$ 27,12 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 27,75 miliar. Pemasukan tahunan juga meningkat pesat, di mana total pendapatan 2006 adalah US$ 35,13 miliar, naik US$ 2,57 miliar dari total pendapatan 2005. Bandingkan saja dengan pemasukan Coca Cola, yang hingga kuartal III-2007 hanya sebesar US$ 21,52 miliar, dan periode yang sama 2006 sebesar US$ 18,15 miliar. Sedangkan total pemasukan selama 2006 adalah US$ 24,08 miliar. Hanya naik US$ 1 miliar dibanding pemasukan 2005. Meskipun pemasukan Coca Cola tidak terlalu besar, data dari lembaga riset pasar Millward Brown Optimor menunjukkan bahwa merek Coca Cola masih cukup kuat, dengan urutan ke-4 yang ditempatinya dari 10 besar Worlds Most Powerful Brand. Nilai merek Coca Cola pun mencapai US$ 44,1 miliar pada 2007. Demikian juga menurut survei yang diadakan majalah BusinessWeek. Dari 100 merek teratas, Coca Cola sudah menempati urutan pertama selama tujuh tahun berturut-turut. Nilai merek Coca Cola tahun ini sebesar US$ 65,32 miliar atau turun 3% dari 2006 sebesar US$ 67 miliar. Sedangkan peringkat PepsiCo turun menjadi 26 setelah tahun lalu bertengger di posisi 22. Adapun nilai merek PepsiCo tahun ini adalah US$ 12,88 miliar, naik 2% dibanding tahun lalu sebesar US$ 12,69 miliar. 2. Perbedaan Visi Misi Coca Cola Company Dengan Pesaingnya Visi dan Misi PepsiCo sebagai pesaing 1. Visi: Mengembangkan semua aspek di dunia yang terlibat secara operasional, baik lingkungan, sosial, ekonomi, serta menjadikan hari esok agar lebih baik dari hari ini Fokus pada pemeliharaan lingkungan, aktivitas sosial, serta berkomitmen untuk membangun kepercayaan pada pemegang saham dengan sungguh-sungguh 2. Misi: Fokus terhadap produksi makanan dan minuman yang tepat bagi konsumen sehingga menjadi produk premier bagi para konsumen. Berusaha untuk memproduksi penghargaan dalam segi keuangan untuk para investor sebagaimana PepsiCo menyediakan peluang untuk berkembang dan memperkaya para karyawan, rekan bisnis, dan komunitas dimana mereka beroperasi. Dalam setiap upaya yang PepsiCo lakukan, PepsiCo mempertahankan untuk bersikap jujur, adil, dan berintegritas tinggi.

2.2 Analisis Lingkungan Internal 2.2.1 Strategi Coca Cola Company 1. Customer push 2. Coca-cola memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produknya. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, yaitu: Program Promosi. Mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk . Layanan Konsumen. Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terusmenerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing. Area Marketing Contractor. Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus komitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, mendorong Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending. Layanan Pendingin Produk. Riset membuktikan bahwa 90% konsumen kami lebih menyukai membeli produk-produk Coca-Cola dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat keuntungan para pelanggan. HoReCa. Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, Cafe 3. Merchandising Menyediakan pernak pernik untuk mendorong konsumen membeli produk coca cola 4. Workplace Foster an open and inclusive environment based on recognized workplace human rights, where a highly motivated, productive and committed workforce drives business success throughsuperior execution. 5. Marketplace

Provide products and services that meet the beverage needs of our consumers, while providing sound and rewarding business opportunities and benefits for customers, suppliers, distributors and local communities. 6. Environment Conduct our business in ways that protect and preserve the environment and integrate principles of environmental stewardship and sustainable development into our business decisions and processes. 7. Community Invest time, expertise andresources to provide economic opportunity, improve the qualityof life, and foster good willin communities where we operate, through locally relevant initiatives. Analisa kami terhadap Strategi Perusahaan adalah: Sebagai merek yang umurnya sudah lebih dari satu abad, Coca Cola membutuhkan penyegaran baru. Strategi pemasaran Coca Cola dinilai kuno, dengan inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar. Coca-Cola saat ini membutuhkan penyegaran baru sehubungan dengan beberapa masalah yang dihadapinya. Salah satunya adalah kelambatan Coca Cola menyesuaikan keinginan pasar yang mulai meggemari minuman yang lebih sehat. Permasalahan yang dihadapi Coca Cola saat ini adalah bertahan di tengah peralihan masyarakat dunia yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi dan beralih ke jenis-jenis lain yang sedang ngetrend, seperti teh, jus, minuman olahraga, dan air mineral. Sejak didirikan, Coca Cola baru mengeluarkan merek lain pada 1960-an, yakni Sprite, Fanta, dan Fresh Tea. Diet Coke dan Cherry Coke diperkenalkan pada 1980-an sedangkan merek Powerade baru muncul pada 1990-an. Hingga saat ini, Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain. Lain halnya dengan PepsiCo yang lebih peka dalam dan selangkah lebih maju dalam hal ini. Ketika Coca Cola sibuk membeli dan mengakuisisi perusahaan minuman lain di seluruh dunia, PepsiCo sudah selangkah lebih maju dengan merambah industri makanan, seperti berbagai macam snack berlabel Frito-Lay dan makanan sehat berlabel Quaker. Untuk menembus pasar lokal, Coca Cola sudah melakukan penetrasi ekspansi ke produk-produk lokal menggunakan strategi pemasaran yang diluncurkan Coca Cola pada 2000, Think Local, Act Local. Misalnya mengakuisisi merek air mineral lokal, Ades melalui PT Coca Cola Bottling Indonesia. Berkat strategi tersebut, Coca Cola kini memiliki lebih dari 100 merek minuman di seluruh dunia. Coca Cola juga pernah memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang

paling inovatif dan atraktif, yang diselenggarakan oleh Sayers Publishing Group (Inggris) dan CANNEX (Belanda). Saat itu, Coca Cola memperoleh gelar Can of the Year 2006dari salah satu produknya yang bernama Coca Cola Blak, minuman kopi produksi Coca Cola Prancis. Banyak yang harus dibenahi dalam strategi perencanaan dan pemasaran Coca Cola agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis. Kekuatan merek sebaiknya ditunjang dengan promosi yang kontinuitas, ekspansi pasar, dan inovasi produk yang terukur. Strategi Coca Cola di Indonesia : Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri. Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka yang aktif dan gemar berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, CocaCola Indonesia meluncurkan Sunfill - produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru. Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik

melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat. Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan. Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang lengkap. 2.2.2 Analisis SWOT yang digunakan Coca Cola Company Kekuatan (Strengths-S) 1. Menguasai pangsa pasar dunia 2. Menjadi perusahaan minuman terbesar sedunia 3. Sebagai inovator dalam industri soft drink 4. Melakukan bottling investment dengan beberapa investee 5. Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik 6. Memiliki CSR yang baik 7. Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman Menurut analisa kami strategi SO yang harus dilakukan adalah: Melakukan promosi di kantor-kantor, tempat fitness/olahraga,di mall-mall, di kegiatan ibuibu PKK/demo dirumah-rumah. Membantu para agen dalam pasokan produk coca cola. Kelemahan (Weakness-W) 1. Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar 2. Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain 3. Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada Peluang (Opportunities-O) 1. Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink 2. Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan 3. Masih terbukanya peluang untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak

4. Pengembangan produk baru jenis makanan 5. Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat Menurut analisa kami strategi WO yang harus dilakukan adalah: Mengurangi iklan yang berlebihan dengan memanfaatkan keberadaan agen & distributor. Mulai melakukan pemasaran produk ke daerah-daerah yang belum dijangkau oleh produk coca-cola. Ancaman (Threats-T) 1. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi 2. Di beberapa Negara seperti India melarang penjualan coca-cola 3. Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola 4. Tingginya harga bahan mentah 5. Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia 6. Banyaknya pesaing dalam usaha sejenis Menurut analisa kami strategi WT yang harus diperhatikan adalah: Tidak menjual/memasarkan produk di negara yang melarang penjualan coca cola, namun menggencarkan pemasaran ke negara lain yang tidak melarang penjualan coca cola, terutama di negara-negara tropis. Bermain di Strategi Kepemimpinan Harga dimana perusahaan berusaha menjadi perusahaan yang berbiaya rendah karena semakin tingginya tingkat persaingan Menurut analisa kami strategi ST yang harus dilakukan adalah: Mulai menciptakan produk baru jenis makanan untuk menghadapi pesaing sejenis. Mengurangi minuman berkarbonasi dengan menciptakan produk minuman yang sehat serta menciptakan produk baru untuk makanan. 2.2.3 Sumber daya Berwujud yang dimiliki Coca Cola Company: 1. Gudang 2. Fasilitas-fasilitas Produksi dan Pemasaran Produk 3. Pembotolan dan Pengemasan 4. Sumber daya keuangan 5. Sistem Komputerisasi 6. Resep pembuatan soft drink yang telah dipatenkan. Komposisi Softdrink sebagai berikut: 1. Air : komponen utama softdrink 2. CO2 : Berguna untuk memperbaiki flavor minuman. Menghasilkan rasa masam yang enak dan rasa krenyes-krenyes dan menggelitik di kerongkongan. 3. Gula atau pemanis :

- Softdrink regular : sukrosa (gula tebu), sirup fruktosa atau HFCS (High Fructose Corn Syrup). - Softdrink diet : pemanis sintetis aspartam, sakarin atau siklamat. 4. Kafein (terutama pada jenis cola dan coffe cream) : kadarnya cukup tinggi, membantu seseorang tetap terjaga / tidak mengantuk, jantung dapat berdegub kencang sehingga tidak direkomendasikan bagi mereka yang hipertensi, berpotensi serangan jantung koroner atau stroke. 5. Zat pengawet : Umumnya softdrink diawetkan dengan sodium benzoat, suatu bahan pengawet sintetis. Aman untuk bahan pangan namun ada batas maksimal yang harus diperhatikan. 6. Zat pewarna : Ditemukan pada beberapa jenis softdrink, tidak terdapat pada softdrink jernih. Ada zat pewarna alamiah seperti karamel (pada softdrink cola) tetapi yang banyak digunakan adalah zat pewarna sintetis seperti karmoisin dan tartrazin. 7. Flavor buatan : seperti rasa jeruk, rasa strawberry, rasa nanas dan sebagainya merupakan flavor sintetik, bukan hasil ekstraksi buah-buahan. Jadi jangan harapkan mengandung vitamin dan mineral seperti yang ada pada buah-buahan. 2.2.4 Sumber daya Tak Berwujud yang dimiliki oleh Coca Cola Company: 1. Reputasi Coca Cola Company di mata masyarakat luas / Goodwill 2. Merk Dagang 3. Sistem Bisnis Global yang mulai maju 2.2.5 Kegiatan Utama Coca Cola Company : 1. Distribusi produk-produk minuman coca cola company 2. Pengembangan produk coca cola company 3. Melakukan ekspansi pasar di seluruh dunia 4. Peningkatan mutu dan standar perusahaan 5. Peningkatan kualitas karyawan 2.2.6 Kegiatan Pendukung Coca Cola Company 1. Kombinasi produk-produk baru, pengemasan yang inovatif, dan kolaborasi

dengan konsumen 2. Melakukan berbagai bentuk uji coba seperti My Coke Rewards yang melibatkan sekitar 3,5 juta subjek yang berpastisipasi, dimana lebih baik dari 1,5 juta penghargaan yang dinyatakan. Coke menerapkan uji pemasaran kopi/teh dimana Coke menyalurkan via teknologi Far Coast Brand dimana merupakan konsep toko yang pertama kali dibuka di Toronto, Kanada pada tahun 2006.

3. Peningkatan investasi pada Bottling Invesment 4. Kewajiban tanggung jawab sosial kepada masyarakat 5. Membeli dan Mengakuisisi perusahaan minuman di seluruh dunia 6. Membangun Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produkproduk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing 7. Mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending. 8. Kerjasama dengan berbagai hotel, restaurant, dan caf 9. Coca cola membuat berbagai macam bentuk pernak pernik yang berlabel coca cola untuk lebih mengakrabkan nama coca cola dalam masyarakat 2.2.7 Kapabilitas yang dimiliki adalah: 1. Distribusi sudah secara global 2. Hubungan dengan waralaba makanan yang cukup baik 3. Kecepatan pengambilan keputusan terhadap perubahan kondisi global disetiap Negara yang terdapat pabrikan milik coca cola company 2.2.8 Matrik SWOT a) Kuesioner Internal Faktor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength) Ukuran pembobotan : Ukuran Rating Kekuatan : 1 = Sedikit kuat 1 = sedikit penting 2 = Agak kuat 2 = Agak penting 3 = kuat 3 = penting 4 = Sangat kuat 4 = sangat penting No. 1 Faktor strategis Pemasaran a) Kerjasama dengan hotel, Caf, Restaurant,dsb. b) Pemasangan iklan yang sering di berbagai media cetak 2 Produk 3 0,055 3 0,164 4 0,073 4 0,291 Nilai Bobot Rating Skor

a) Harga cukup terjangkau b) Minuman rasa unik yang disukai masyarakat c) Ngetrend dikalangan anak muda 3 Keuangan a) Cash Flow lancar karena ada pembayaran tunai b) Harga jual hampir lebih dari 2x harga pokok c) Penjualan selalu mengalami peningkatan 4 SDM a) Mencetak SDM berkualitas karena banyaknya training b) Berbagai fasilitas yang menunjang kesejahteraan karyawan c) Merekrut karyawan dari lulusan universitas ternama & memiliki skill handal dalam bidangnya 5 Teknologi & Informasi a) Menggunakan internet sebagai sumber informasi kepada customer b) Memiliki layanan CSS sebagai bentuk menampung saran & kritik masyarakat demi pelayanan yang lebih baik c) Coca Cola memiliki Cold Drink

4 4

0,073 0,073

4 4

0,291 0,291

0,073

0,291

0,036

0,073

0,036

0,073

0,036

0,073

0,036

0,073

0,036

0,073

0,036

0,073

0,036

0,073

0,04

0,073

Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong pelanggan 6 Lingkungan tingkat keuntungan para

0,036

0,073

Memiliki

CSR

yang

baik

terhadap 2 0,036 2 0,073

lingkungan sekitar 7 Fasilitas Sarana & prasarana lengkap 8 Distribusi a) Investasi bottling diseluruh dunia b) Terdapat banyak agen diseluruh dunia c) Memiliki segmentasi kerja di beberapa negara 9 Pelatihan Banyak dilakukan pelatihan mengenai

0,036

0,073

4 4

0,073 0,073

4 4

0,291 0,291

0,073

0,291

produk baru yang akan dikeluarkan Total

0,036

0,073

55

70

3,073

b) Kuesioner Internal Faktor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness-W) No. 1 Faktor strategis Pemasaran Iklan terlalu berlebihan 2 Produk a) Banyak produk pesaing yang sama b) Hanya berorientasi pada minuman saja c) Kemasan kurang variatif d) Tidak mengikuti perubahan selera konsumen 3 Keuangan a) Manajemen keuangan kurang memadai tiap negara b) Terdapat biaya pemasaran yang tinggi 4 SDM a) Perekrutan kurang terseleksi dengan baik 5 Teknologi & Informasi a) Beberapa kalangan masyarakat kurang paham 2 0,053 2 0,105 1 0,026 1 0,026 1 2 0,026 0,053 1 2 0,026 0,105 3 3 3 3 0,079 0,079 0,079 0,079 3 3 3 3 0,237 0,237 0,237 0,237 3 0,079 3 0,237 Nilai Bobot Rating Skor

tentang penggunaan internet b) Beberapa kalangan masyarakat kurang 2 0,053 2 0,105

memperhatikan perkembangan TI 6 Lingkungan Di beberapa negara terlalu ketat dalam regulasi lingkungan 7 Fasilitas Pelayanan a) Penjualan produk dibeberapa tempat tidak dilengkapi pembuka botol b) Layanan internet CSS pada Coca Cola kurang up to date 8 Distribusi Kurang diperhatikannya distribusi ke beberapa daerah karena sulitnya transportasi 9 Pelatihan Pelatihan yang diberikan tidak disesuaikan dengan posisi Pegawai Total

0,053

0,105

0,105

0,421

0,105

0,421

0,105

0,421

0,026

0,026

38

43

2,947

c) Kuesioner Eksternal Faktor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportuinities) Ukuran pembobotan : Ukuran Rating Peluang: 1 = Sedikit peluang 1 = sedikit penting 2 = Agak peluang 2 = Agak penting 3 = peluang 3 = penting 4 = Sangat berpeluang 4 = sangat penting No. Faktor strategis 1 Pemasaran Konsumsi minuman soft drink berbanding terbalik dengan 4 0,26 4 1,04 Nilai Bobot Rating Skor

usia seorang 2 Produk Bahan pendukung utama dalam pembuatan produk coca cola dapat diganti dengan produk yang lain 3 Keuangan Semakin meningkatnya pendapatan penjualan PT. Coca Cola 4 Teknologi & Informasi Teknologi internet yang maju membuat dunia semakin sempit 5 Distribusi Minuman soft drink dapat diperoleh dimana saja Total 4 15 0,26 0,98 4 30 1,04 3,2 2 0,13 2 0,26 2 0,13 2 0,26 3 0,2 3 0,6

d) Kuesioner Eksternal Faktor Analysis Strategi Untuk MengetahuiAncaman (Threat) Ukuran pembobotan :Ukuran Rating Ancaman : 1 = sedikit penting 1 = Sedikit Mengancam 2 = Agak penting 2 = Agak Mengancam 3 = penting 3 = Mengancama 4 = sangat penting 4 = Sangat Mengancam No. 1 Faktor strategis Pemasaran a) Di beberapa Negara seperti India melarang penjualan coca-cola b) Coca cola memiliki pesaing dari Pepsi dan Cadburry 2 Produk a) Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi b) Ada banyak minuman subsitusi dari produk minuman yang lainnya 3 Keuangan 4 0,18 4 0,72 4 0,18 4 0,72 4 4 0,18 0,18 4 4 0,72 0,72 Nilai Bobot Rating Skor

a) Invasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan cocacola b) Peningkatan biaya per unit akibat keterbatasan bahan baku 4 Teknologi & Informasi Pemblokiran akses internet yang terjadi di Negara Mesir & Libya ketika terjadi perang, mengakibatkan jaringan internet terhambat Total 22 1 20 3,42 2 0,09 2 0,18 2 0,09 2 0,18 2 0,09 2 0,18

2.2.9 ANALISIS MATRIKS SWOT Koordinat Analisis Internal (Skor total Kekuatan - Skor Total Kelemahan) : 2 = (3,073-2,947) = 0,126 Koordinat Analisis Eksternal (Skor total Peluang - Skor Total Ancaman) : 2 = (3,2-3,42) = -0,22 Jadi titik koordinatnya terletak pada (0,126;-0,22) O 2.3 DIAGRAM SWOT

II I STABILITY GROWTH Mendukung Strategi Mendukung Strategi

S Rasionalisasi Ofensif III (0,126;-0,22) IV RETRENCHMENT COMBINATION T Mendukung Strategi Mendukung Strategi Defensif Diversifikasi 2.4 TABEL SWOT Kuadran I II III IV Posisi Titik (3,073;3,2) (2,947;3,2) (2,947;3,42) (3,073;3,42) Luas Matrik 9,83 9,43 10,08 10,51 Ranking 3 4 2 1 Prioritas Growth Stabilitas Penciutan Kombinasi

Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan. 2.5 Matrik Strategi Umum a. Kuadran IV (ST) strategi yang telah dan belum dilakukan :

Diversifikasi Horizontal (ST) : Menambah produk baru yang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama.

b. Kuadran III (WT) strategi yang telah dan belum dilakukan :

Penciutan (WT) : Menjual sebuah unit bisnis atau sebagian dari perusahaan kepada pihak lain.

c. Kuadran I (SO) strategi yang telah dan belum dilakukan :

Penetrasi Pasar (SO) : dimana perusahaan meningkatkan pangsa pasar untuk produk saat ini di pasar melalui upaya pemasaran yang lebih besar.

d. Kuadran II (WO) strategi yang telah dan belum dilakukan :

Pengembangan pasar (WO) : Meningkatkan kerja sama dengan marketplace untuk meningkatkan pendistribusiaan produknya.

2.6 Program-Program atau Strategi yang dapat direncanakan untuk Pengembangan Institusi Kondisi Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) terlalu

Kerjasama dengan Iklan hotel, Restauran. Harga terjangkau. Terdapat agen dunia. Kondisi Eksternal Peluang (O) Konsumsi minuman soft drink berbanding terbalik dengan usia seorang. Minuman soft drink Melakukan dapat dimana saja. Caf, berlebihan.

Banyak produk cukup pesaing sama. banyak Hanya diseluruh berorientasi pada minuman saja Mengurangi iklan berlebihan dengan memanfaatkan yang yang

diperoleh promosi di kantor- keberadaan agen kantor, tempat & distributor. Mulai di melakukan ibu-ibu pemasaran ke

fitness/olahraga,di mall-mall, kegiatan

PKK/demo dirumah- produk rumah. Membantu daerah-daerah para yang

belum oleh

agen dalam pasokan dijangkau produk coca cola. Ancaman (T) Di beberapa Negara Tidak seperti melarang coca-cola.

produk coca-cola. Mulai

India menjual/memasarkan menciptakan penjualan produk yang di negara produk baru jenis melarang makanan untuk

Coca cola memiliki penjualan coca cola, menghadapi pesaing dan Produk. Banyak yang meninggalkan minuman berkarbonasi. dari Pepsi namun pesaing sejenis. Mengurangi

Cadburry menggencarkan

pemasaran ke negara minuman konsumen lain yang tidak berkarbonasi

mulai melarang penjualan dengan coca cola, terutama menciptakan di tropis. negara-negara produk minuman yang sehat serta

Bermain di Strategi menciptakan Kepemimpinan Harga produk baru

dimana untuk makanan.

perusahaan berusaha menjadi perusahaan yang rendah semakin berbiaya karena tingginya

tingkat persaingan 2.7 Strategi bisnis unit 1. Diversifikasi Horizontal (ST) : Menambah produk baru minuman sehat seperti diet coke, coca cola zero & produk makananyang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama. Aktivitas yang harus dilakukan : - Mengurangi minuman berkarbonasi dengan menciptakan produk minuman yang sehat, seperti coca cola zero & diet coke serta menciptakan produk baru untuk makanan Sumber dana yang dibutuhkan: - Sumber dana yang dibutuhkan sebesar Rp. xxx PIC yang bertanggung jawab: - PIC yang bertanggung jawab dalam pendirian gedung adalah Sdr. Teguh Output yang dihasilkan : - Terdapat variasi produk minuman sehat dan makanan bergizi - Membeli mesin untuk produksi minuman sehat dan makanan - Melakukan perawatan/peremajaan mesin - Jumlah konsumen meningkat

Outcome yang didapatkan : - Mesin produksi bisa bertahan 5-10 tahun kedepan - Pendapatan dari penjualan produk meningkat pada produk minuman sehat dan makanan Impact bagi perusahaan : - Pendapatan perusahaan meningkat karena ada pertambahan produk minuman sehat dan makanan bergizi - Image perusahaan semakin baik dimata masyarakat karena masih memperhatikan kesehatan masyarakat - Laba perusahaan meningkat 2. Penciutan (WT) : Menjual sebuah unit bisnis atau sebagian dari perusahaan kepada pihak lain untuk meminimalisasi biaya produksi. Aktivitas yang harus dilakukan : - Perusahaan Coca Cola menjual salah satu bisnis unitnya (Persh.Film Columbia Picture) kepada Sony Sumber dana yang didapatkan: - Sumber dana yang didapatkan sebesar Rp. xxx PIC yang bertanggung jawab: - PIC yang bertanggung jawab adalah Sdr. Heru Output yang dihasilkan : - Asset tetap perusahaan berkurang namun Modal perusahaan bertambah karena hasil dari penjualan salah satu bisnis unitnya - Perusahaan bisa lebih fokus dalam pengembangan/penambahan produk pada pabrikasinya dan dapat bermain di strategi harga rendah - Perusahaan dapat melakukan investasi asset mesin untuk produk minuman sehat & makanan karena ada penambahan modal Outcome yang didapatkan : - Perusahaan dapat mengatasi persaingan industri yang ketat - Perusahaan dapat memaksimalkan efisiensi biaya - Variasi Produk bertambah - Pendapatan dan penjualan perusahaan meningkat Impact bagi perusahaan : - Produk digemari oleh konsumen - Mengurangi kerugian yang ada

3. Penetrasi Pasar (SO) : dimana perusahaan meningkatkan pangsa pasar untuk produk saat ini di pasar melalui upaya pemasaran yang lebih besar. Aktivitas yang harus dilakukan: - Melakukan promosi di kantor-kantor, tempat fitness/olahraga,di mall-mall, di kegiatan ibuibu PKK, door to door. - Mendirikan agen-agen dan distribusi serta bekerja sama dengan banyak supplier Sumber dana yang dibutuhkan: - Sumber dana yang dibutuhkan sebesar Rp. xxx PIC yang bertanggung jawab: - PIC yang bertanggung jawab dalam pendirian agen-agen dan distribusi adalah Sdr. Teguh Output yang dihasilkan : - Berdirinya agen-agen dan distribusi dilokasi yang strategis dan jaringan dengan banyak supplier meningkat Outcome yang didapatkan : - Penjualan produk coca cola meningkat - Jaringan agen dan distribusi meningkat serta jumlah supplier banyak Impact bagi perusahaan : - Pendapatan perusahaan meningkat 4. Pengembangan pasar (WO) : Perusahaan meningkatkan kerja sama dengan marketplace untuk meningkatkan pendistribusiaan produk coca cola. Aktivitas yang harus dilakukan: - Melakukan pemasaran produk ke daerah-daerah yang belum dijangkau oleh produk cocacola dan melakukan kerjasama dengan banyak agen & distribusi. Sumber dana yang dibutuhkan: - Sumber dana yang dibutuhkan sebesar Rp. xxx PIC yang bertanggung jawab: - PIC yang bertanggung jawab dalam pendirian gedung adalah Sdr. Teguh Output yang dihasilkan : - Produk Coca Cola dapat dinikmati dan dikenal oleh semua masyarakat dan terdistribusi dengan baik/merata. Outcome yang didapatkan : - Penjualan Produk meningkat karena produk terdistribusi dengan baik Impact bagi perusahaan : - Pendapatan perusahaan meningkat

- Produk Coca Cola digemari oleh konsumen/masyarakat luas Key Performance Unit Indicator (KPI) 1. Pendapatan 1. Jumlah $ $ $ Ukuran Base Line (th 2006) sasaran hasil Realisasi 2007) waktu hasil (th

dari penjualan pendapatan Produksi produk meningkat pada produk produk minuman & makanan sehat penjualan

1.815.000.000.000 1.816.902.952.000 1 th

2.152.000.000.000 1

minuman sehat & makanan

2.

Variasi

merk Produk 2. Jumlah variasi bertambah merk produk $ 100 400 1 th 500

3.

Penjualan coca 3. unit volume penjualan produk $ 214.000.000 $ 291.040.000 5 th $ 227.000.000

produk cola

meningkat Total 4. agen distribusi Marketing meningkat serta jumlah Jaringan

dan 4.

Jumlah

jaringan agen & distribusi 1800 2000 1 th 5300

supplier banyak serta supplier

Skor Kinerja Total Skor Kinerja Rata-Rata (Skor Kinerja Total Jumlah KPI)

http://triyasapritantina.blogspot.com/2011/11/ekonomi-bisnis.html 30 april 2012