P. 1
Pasca Robekan Perineum Bab I

Pasca Robekan Perineum Bab I

|Views: 1,087|Likes:
Dipublikasikan oleh kampusmesum

More info:

Published by: kampusmesum on May 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA JAHIT PASCA ROBEKAN PERINEUM DI RSUD

Dr. H. SOEWONDO KENDAL

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Untuk Menyusun Karya Tulis Ilmiah

Disusun oleh : HENI SULISTIYANI NIM : AKU.09.027

AKADEMI KEBIDANAN UNISKA KENDAL 2012

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Peranan ibu adalah melahirkan bayinya, sedangkan peranan keluarga adalah memberikan bantuan dan dukungan pada ibu ketika terjadi proses persalinan. Dalam hal ini peranan petugas kesehatan tidak kalah penting dalam memberikan bantuan dan dukungan pada ibu agar seluruh rangkaian proses persalinan berlangsung dengan aman baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan (Sumarah, dkk., 2008 : 1). Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa persalinan (labor) adalah rangkaian peristiwa mulai dari kenceng-kenceng teratur sampai dikeluarkannya produk konsepsi (janin, plasenta, ketuban dan cairan ketuban) dari uterus ke dunia luar melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau dengan kekuatan sendiri (Sumarah, dkk., 2008 : 1). Robekan perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan alat atau tindakan. Robekan perineum umumnya terjadi pada garis tengah dan bisa menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu cepat (Anonim, 2012). Persalinan dan kelahiran yang normal merupakan dambaan setiap keluarga. Namun kenyataannya masih banyak yang diluar harapan. Hal ini

1

2

dibuktikan dengan angka kematian ibu saat melahirkan yang masih besar. Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2009 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 117,02/100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut telah memenuhi target dalam Indikator Indonesia Sehat 2010 sebesar 150/100.000 dan mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2008 sebesar 114,42/100.000 kelahiran hidup. Kejadian kematian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar 49,12%, disusul kemudian pada waktu bersalin sebesar 26,99%, dan pada waktu hamil sebesar 23,89%. Penyebab kematian adalah perdarahan sebesar 22,42%, eklamasi sebesar 28,76%, infeksi sebesar 3,54%, dan lain-lain sebesar 45,28%. (Dinkes Jateng, 2009). Menurut Sarwono (2002) dalam Aryani (2009 : 1) dikatakan banyak faktor penyebab tingginya AKI antara lain terlambat mengenali masalah, terbatasnya sarana, fasilitas pelayanan kesehatan dan biaya, rendah

pengetahuan masyarakat termasuk rendahnya pengetahuan wanita dalam merawat dirinya dan mengasuh anak serta persoalan sosial budaya. Pasca persalinan dapat terjadi masalah kesehatan diantaranya infeksi nifas yang dapat menyebabkan kematian. Faktor penyebab terjadinya infeksi nifas bisa berasal dari perlukaan jalan lahir yang merupakan media yang baik untuk berkembangnya kuman. Hal ini bisa diakibatkan karena daya tahan tubuh si ibu yang rendah setelah melahirkan, perawatan yang kurang baik dan kebersihan yang kurang terjaga. Persalinan seringkali mengakibatkan perlukaan jalan lahir, perlukaan biasanya ringan, tetapi ada juga yang luas dan berbahaya, sehingga setelah persalinan harus selalu dilakukan pemeriksaan vulva dan perinium. Robekan perinium terjadi hampir pada semua persalinan pertama dan

3

tidak jarang juga pada persalinan berikut. (Winkjosastro, 2005 : 664). Pengetahuan tentang perawatan nifas diantaranya adalah pengetahuan tentang perawatan daerah genetalia, istirahat, latihan, gizi dan perawatan payudara (Saifuddin, 2002). Ibu yang gizinya buruk atau mengalami infeksi vagina berulang, lebih mudah mengalami robekan. Robekan juga mudah terjadi pada persalinan yang tidak terkendali, bayi yang sangat besar dan perluasan episiotomi. Berbeda dengan luka akibat episiotomi yang rata, luka robekan jalan lahir biasanya tidak teratur sehingga penjahitannya lebih sulit atau perlu dilakukan lebih hati-hati (Anonim, 2012). Sampai dengan tahun 2009 status kesehatan masyarakat Kabupaten Kendal menunjukkan penurunan, hal ini dapat dilihat meningkatnya indikator Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA). Namun pada tahun 2010 AKABA dan AKI menunjukkan adanya kenaikan. Peningkatan Angka Kematian Ibu disebabkan oleh meningkatnya kasus-kasus hipertensi dalam kehamilan sebagai penyebab utama. Sementara kasus pendarahan juga masih tinggi, kasus penyakit jantung dan infeksi turut meningkat seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat. (Pemkab Kendal, 2011 : 9). Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soewondo Kendal pada bulan

Januari sampai Desember 2011 mendata jumlah pasien persalinan sebanyak 3038 orang dalam setahun dan pada bulan Desember 2011 mendata kurang lebih satu bulan rata-rata 147 pasien. Sebagai observasi awal pada hari Rabu tanggal 4 Januari 2012 melakukan studi pendahuluan dan didapatkan 39 ibu post partum dengan robekan perineum. Setelah dilakukan wawancara kepada 10 ibu yang post partum dengan robekan perineum 2 diantaranya mengatakan

4

berpendidikan SD, 4 orang mengatakan berpendidikan SMP dan 4 orang mengatakan berpendidikan SMA. Dari 10 orang yang diwawancarai tersebut 6 orang ibu nifas mengatakan belum mengetahui cara merawat luka jahit setelah melahirkan dan 4 ibu nifas mengatakan sudah mengetahui cara merawat luka jahit setelah melahirkan dengan oprerasi. Perawatan mengenai robekan ini sangat penting, sementara di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal masih ditemukan pasien yang mengalami luka robekan belum mengetahui perawatannya 6 orang dari 10 orang yang diwawancari. Dari permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis mengajukan rumusan masalah “Apakah ada hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium Soewondo Kendal tahun 2012 ?” C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal tahun 2012. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui tingkat pendidikan ibu nifas di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal tahun 2012. b. Menganalisis pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal tahun 2012. di RSUD Dr. H.

5

c. Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal tahun 2012. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Ibu Nifas Sebagai bahan informasi cara penanganan dan perawatan luka jahit pasca robekan perinium, sehingga ibu-ibu nifas dapat memperhatikan

kesehatannya. 2. Bagi Institusi Rumah Sakit a. Bagi Lembaga Rumah Sakit Sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam mengambil beberapa kebijakan yang berkenaan dengan penanganan dan perawatan ibu-ibu nifas di rumah sakit tersebut. b. Bagi Bidan Rumah Sakit Sebagai bahan masukan bagi bidan-bidan di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal untuk dapat mengoptimalkan pelayanan dalam penanganan dan perawatan ibu-ibu nifas, terutama pendampingan ibu-ibu nifas dalam pemulihan luka jahit pasca robekan perinium . 3. Bagi Institusi Pendidikan Sebagai bahan untuk menambah informasi hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium di perpustakaan Akbid Uniska Kendal. 4. Bagi Peneliti Sebagai tambahan wawasan dan pengalaman baru tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium yang terjadi pada ibu nifas.

6

E. Keaslian Penelitian Penelitian yang membahas pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perinium, sebelumnya pernah diteliti dalam penelitian yang dilakukan oleh : No. 1. Jenis Penelitian Evaluasi Pelaksanaan Deskriptif Perawatan Luka dengan Jahitan Perineum teknik Pada Ibu Post Partum observasi. Di Unit Kebidanan Sampel Rumah Sakit Umum dengan Kota Yogyakarta purposive Widyawati, dkk. sampling (2005) sebanyak 48 ibu post partum. Penelitian Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Primipara Tentang Perawatan Luka Perineum Dengan Pelaksanaan Perawatan Luka Perineum Ibu-Ibu Di Wilayah Puskesmas Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang Aryani (2009) Sulistiyani, Heni (2012) Analitik dengan pendekatan crosssecti onal. Sampel sebanyak 24 responden Variabel Penelitian Independent : pelaksanaan perawatan luka perineum Hasil Penelitian

Pelaksaan perawatan luka perineum yang dilakukan oleh perawat dengan kategori baik 37,5% Dependent : angka dan kategori cukup kejadian infeksi 62,5%. perineum Pelaksaan perawatan luka perineum yang dilakukan oleh pasien dengan kategori baik 25%, cukup 66,7% dan kurang 8,3%. Independent : tingkat pengetahuan ibu nifas primipara tentang perawatan luka perineum Dependent : Pelaksanaan Perawatan Luka Perineum Ibu-Ibu Terdapat hubungn yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu nifas primipara tentang perawatan luka perineum dengan pelaksanaan perawatan luka perineum ibu-ibu di wilayah puskesmas Petarukan, kecamatan petarukan, kabupaten Pemalang 2009 dengan nilai p=0,000.

2.

3.

Indevendet : Akan diteliti Tingkat Pendidikan Ibu Nifas Dependent : Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Jahit Pasca Robekan Perineum

7

Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yaitu penelitian oleh Widyastuti, dkk. dan penelitian yang dilaksanakan oleh Aryani terdapat perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Pada penelitian Widyastuti hanya mendeskripsikan pelaksanaan perawatan luka perineum. Penelitian Aryani mencari hubungan antara pengetahuan ibu nifas primipara tentang perawatan luka perineum dengan pelaksanaan perawatan luka perineum ibu-ibu. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahit pasca robekan perineum.

F. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian meliputi : 1. Waktu Penelitian Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei 2012. 2. Tempat Penelitian RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. 3. Materi Penelitian Penelitian ini membahas materi tentang Pendidikan Ibu Nifas, Pengetahuan Ibu Nifas dan Robekan Perineum.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->