Anda di halaman 1dari 44

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Gigi tiruan lengkap (GTL) adalah gigi tiruan yang dibuat untuk menggantikan semua gigi asli beserta bagian jaringan gusi yang hilang, karena apabila seseorang telah hilang semua gigi geliginya, maka dapat menghambat fungsi pengunyahan, fungsi fonetik, fungsi estetik dan dapat mempengaruhi keadaan psikis. Tujuan pembuatan GTL adalah : a. Merehabilitasi seluruh gigi yang hilang sehingga dapat memperbaiki atau mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan, estetis dan psikis. b. Memperbaiki kelainan, gangguan dan penyakit yang disebabkan oleh keadaan edentulous. Bagi seseorang yang telah kehilangan gigi geligi, maka prosessus alveolaris akan mengalami penyusutan yang disebut residual ridge. Penyusutan alveolaris biasanya berjalan 2-3 minggu, tetapi ada yang sampai berbulan-bulan. Pembuatan GTL akan mencegah pengerutan ( atropi processus ) Alveolaris (residual ridge), mencegah berkurangnya vertikal dimensi yang disebabkan turunnya otot-otot pipi karena tidak ada penyangga dan hilangnya oklusi sentrik. Selama berfungsi rahang bawah (RB) berusaha berkontak dengan rahang atas (RA) sehingga dengan tidak adanya gigi-gigi RA dan RB akan menyebabkan hilangnya oklusi sentrik. Mandibula menjadi protusif dan hal ini menyebabkan malposisi pada temporo-mandibula joint.

1.2

Tujuan

Semakin bertambahnya usia maka semakin berpengaruh terhadap faktor psikologis pasien, seperti menganggap bahwa semua tindakan dokter adalah salah dan selalu merasa tidak puas dengan semua tindakan dokter.Oleh sebab itu makalah ini dibuat dengan tujuan selain untuk menyelesaikan kasus edentulous pada pasien, juga untuk mengetahui bagaimana cara menjelaskan beberapa masalah yang terjadi pada rongga mulut pasien sehingga nantinya pasien mengerti dan mau menjalankan perawatan yang dianjurkan dan dokter gigi dapat membuatkan gigi tiruan yang baik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prostodontik Prostodontik diterjemahkan sebagai prostodonsi atau prostodonsia yaitu ilmu geligi tiruan atau ilmu gigi tiruan. Menurut ADA ( American Dental Association ), prostodonsi adalah ilmu dan seni pembuatan suatu penggantian yang padan (sesuai) bagi hilangnya bagian korona gigi, satu atau lebih gigi asli yang hilang serta jaringan disekitarnya agar fungsi, penampilan, rasa nyaman dan kesehatan yang terganggu karenanya dapat dipulihkan. 2.2 Gigi Tiruan Lengkap 2.2.1 Defenisi Gigi Tiruan Lengkap adalah gigi tiruan yang menggantikan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan bawah (edontolus) serta jaringan pendukung atau mukosa serta memperbaiki system stomatogonatik.

Gigitiruan lengkap merupakan pengganti gigitiruan asli yang sudah hilang dan hilangnya jaringan lunak dan tulang, yang dibuat untuk merestorasi fungsi yang tidak seimbang dan hilang serta untuk penampilan. Pembuatan gigitiruan penuh mencakup prosedur klinis dan labor, dimana penghitungan cermat merupakan hal sangat penting untuk mencapai keberhasilan pada pembuangan gigitiruan. Keberhasilan juga sangat dipengaruhi oleh profil psikososial pasien. 2.2.2 Gigi tiruan pada rahang atas dan rahang bawah GTL perlu digunakan untuk mencegah pengkerutan tulang alveolar, berkurangnya vetikal dimensi disebabkan turunnya otot-otot pipi karena tidak

adanya penyangga, dan hilangnya oklusi sentrik. Pada orang yang kehilangan seluruh giginya, vertikal dimensi oklusi alami akan hilang dan mulut cendurung overclosure. Hal ini akan menyebabkan pipi berkerut dan masuk ke dalam serta membentuk commisure.Selain itu, lidah sebagai kumpulan otot yang sangat dinamis karena hilangnya gigi akan mengisi ruang selebar mungkin sehingga lidah akan membesar dan nantinya dapat menyulitkan proses pembuatan gigi tiruan lengkap.Selama berfungsi rahang bawah berusaha berkontak dengan rahang atas sehingga dengan tidak adanya gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah akan menyebabkan hilangnya oklusi sentrik sehingga mandibula menjadi protrusi dan hal ini menyebabkan malposisi temporomandibular joint. 2.2.3 Fungsi Gigi Tiruan Penuh 1. 2. 3. 4. 5. Memperbaiki fungsi bicara Memperbaiki fungsi pengunyahan Memperbaiki estetis Memperbaiki fungsi stomatognatik Mempertahankan jaringan pendukung

2.2.3 Indikasi pembuatan GTL 1. 2. Individu yang seluruh giginya telah tanggal atau dicabut. Individu yang masih punya beberapa gigi yang harus dicabut karena kerusakan gigi yang masih ada tidakmungkin diperbaiki. 3. Bila dibuatkan GTS gigi yang masih ada akan mengganggu

keberhasilannya. 4. 5. Keadaan umum dan kondisi mulut pasien sehat. Ada persetujuan mengenai waktu, biaya dan prognosis yang akan diperoleh.

2.2.4 Kontra indikasi pembuatan GTL 1. 2. 3. 4. Tidak ada perawatan alternatif Pasien belum siap secara fisik dan mental, Pasien alergi terhadap material gigi tiruan penuh Pasien tidak tertarik mengganti gigi yang hilang

2.2.5 Keberhasilan Perawatan GTL Keberhasilan gigi tiruan lengkap dipengaruhi faktor antara lain, pengetahuan serta kemahiran operator untuk tahap klinis maupun laboratorium pada setiap kunjungan serta kerja sama antara pasien dan laboratorium. Keberhasilan pembuatan GTL tergantung dari retensi yang dapat menimbulkan efek pada dukungan jaringan sekitarnya, sehingga dapat mempertahankan keadaan jaringan normal. Hal ini mencakup : a. Kondisi edentulous (tidak begigi) berupa : processus alveolaris, saliva, batas mukosa bergerak dan tidakbergerak, kompesibilitas jaringan mukosa, bentuk dan gerakan otot-otot muka, bentuk dan gerakan lidah. b. Ukuran, warna, bentuk gigi dan gusi yang cocok c. Sifat dan material yang hampir sama dengan kondisi mulut d. Penetapan atau pengaturan gigi yang benar, meliputi : e. Posisi dan bentuk lengkung deretan gigi f. Posisi individual gigi g. Relasi gigi dalam satu lengkung dan antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah. 2.2.6 Faktor yang mempengaruhi Keberhasilan GTL Faktor retensi dan stabilisasi adalah faktor yang penting dalam keberhasilan gigi tiruan lengkap. Faktor-faktor yang mempengaruhi retensi GTL:

a. Faktor

fisis: Peripherial

seal,

efektifitas

peripherial

seal

sangat

mempengaruhi efek retensi dari tekananatmosfer. Posisi terbaik peripherial seal adalah di sekeliling tepi gigi tiruan yaitu pada permukaan bukal gigitiruan atas, pada permukaan bukal gigi tiruan bawah.Peripherial seal bersambung dengan Postdam padarahang atas menjadi sirkular seal. Sirkular seal ini berfungsi membendung agar udara dari luar tidak dapatmasuk ke dalam basis gigi tiruan (fitting surface) dan mukosa sehingga tekanan atmosfer di dalamnya tetapterjaga. Apabila pada sirkular seal terdapat kebocoran (seal tidak utuh/terputus) maka protesa akan mudahlepas. Hal inilah yang harus dihindari dan menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan dalam pembuatanprotesa gigi tiruan

lengkap.Postdam, diletakkan tepat disebelah anterior garis getar dari palatum molle dekatfovea palatina. b. Adaptasi yang baik antara gigi tiruan dengan mukosa mulut. Ketepatan kontak antara basis gigi tiruan denganmukosa mulut, tergantung dari efektivitas gaya-gaya fisik dari adhesi dan kohesi, yang bersama-sama dikenalsebagai adhesi selektif. c. Perluasan basis gigi tiruan yang menempel pada mukosa (fitting surface). Retensi gigi tiruan berbandinglangsung dengan luas daerah yang ditutupi oleh basis gigi tiruan. d. Residual Ridge, karena disini tidak ada lagi gigi yang dapat dipakai sebagai pegangan terutama pada rahangatas. e. Faktor kompresibilitas jaringan lunak dan tulang di bawahnya untuk menghindari rasa sakit dan terlepasnyagigi tiruan saat berfungsi f. Pemasangan gigi geligi yang penting terutama untuk gigi anterior (depan) karena harus mengingat estetis (ukuran,bentuk, warna) walaupun tidak kalah pentingnya untuk pemasangan gigi posterior (belakang) yang tidak harus samaukurannya dengan gigi asli, tetapi lebih kecil, untuk mengurangi penguyahan permukaan tidak pengunyahan memberatkan supaya tekanan padawaktu pendukung.

jaringan

Untuk pemasangan gigi yang harus diperhatikan adalah personality expression, umur, jenis kelamin yang mananantinya akan berpengaruh dalam pemilihan ukuran, warna dan kontur gigi. Disamping itu juga perlu diperhatikan keberadaan over bite, over jet, curve von spee, curve monson, agardiperoleh suatu keadaan yang diharapkan pada pembuatan gigi tiruan l 2.3. Edentulous 2.3.1 Defenisi Edentulous Suatu kaeadaan dimana kehilangan gigi atau terlepasnya gigi dari songketnya (ridge alviolar) yang diakibatkan oleh faktor mekanis dan fisiologis. 2.3.2 Akibat dari Edentulous Seseorang yang telah kehilangan gigi-giginya maka akan mengalami gejalagejala sebagai berikut : Terganggunya fungsi pengunyahan Terganggunya fungsi bicara Terganggunya fungsi estetis Kesehatan jaringan lunak mulut terganggu Keadaan psikis terpengaruh

2.4 Klasifikasi Psikologis Pasien 1. House 1967 a. Class I : Filosofik Pasien percaya penuh pada dokter, pada tipe ini pasien dapat bekerja sama dengan dokter(tipe yang baik) pasien dapat menerima keadaan mulutnya serta mengerti bahwa dokter gigi akan bekerja sebaik mungkin dan pasien datang dengan keinginan sendiri untuk dibuatkan gigi tiruan.

b. Class II : Exacting Pasien golongan ini pernah mendapatkan perawatan yang kurang berhasil sehingga pasien kurang percaya atau ragu dengan kemampuan dokter,sehingga pasien ingin memakai gigi tiruan yang sempurna.

c. Class III : Hysterical Pasien pada golongan ini beranggapan bahwa semua yang dilakukan adalah salah,mereka tidak pernah puas dengan pertolongan dokter gigi yang pernah dikunjinginya dan biasanya karena dokter gigi itu tidak pernah mengikuti permintaannya.

d. Class IV : Indeferent Pasien dari golongan ini kurang mempedulikan kesehatan gigi dan mulut datang tidak atas keinginan sendiri tapi motivasi dari keluarga atau orang lain,sehingga pasien tidak memerlukan gigi tiruan dan sebaiknya keluarga terdekat ikut menemani pasien.

2. Blum 1960 a. b. Pasien yang berfikir sehat. Pasien yang berfikir tidak sehat Psikotik diamana pasien tidak terlalu banyak berharap dan tidak mudah menerima gigi tiruan. Paranoid dimana pasien merasa bahwa semua orang melawan dia dan mudah marah Manik depresi dimana sikap yang tidak tetap,lebih baik pada persetujuan yang tertulis.

2.5 Pemeriksaan dan Rencana Perawatan 2.5.1 Pemeriksaan Subjektif

Bertujuan untuk : 1. Mengumpulkan masalah Pasien 2. Mencari gejala penyakit 3. Membina hubungan dokter dengan pasien 4. Mengenal perilaku pasien

Pemeriksaan subjektif yang dilakukan meliputi data-data pribadi, informasi ini dapat memberikan petunjuk tentang keadaan social ekonomi, pasien serta harapan pasien. Diantaranya adalah : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Nama,alamat,umur dan pekerjaan Alasan kunjungan, pasien datang atas keinginan sendiri atau orang lain. Keadaan ini dapat mempengaruhi motivasi. Riwayat Kesehatan Umum : Kelainan sistemik,hormonal. Penyakit infeksi berat,kronis Penyakit kelainan darah dan kardiovaskuler Penyakit alergi dan kulit. Riwayat Kesehatan Gigi dan Mulut : Dokter gigi harus mengetahui riwayat kesehatan gigi pasien,dapat ditentukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang benar yang bersifat umum dan pertanyaan lain yang bersifat khusus k. l. Kelainan yang pernah diderita Perawatan yang pernah diterima

m. Motivasi Terhadap Kesehatan gigi dan mulut n. o. p. Motivasi terhadap dokter gigi Motivasi terhadap prosthodonti Pasien harus diberikan kesempatan untuk menceritakan masalah yang dihadapinya dengan gigi tiruan lama,penting untuk memperoleh petunjuk untuk pembuatan gigi tiruan lengkap

2.5.2

Pemeriksaan Objektif

1. Ekstra Oral a. Wajah Bentuk wajah sesuai dengan bentuk lengkung rahang yang berhubungan dengan pemilihan dan penyusunan gigi,tipe wajah terdiri atas : Square (persegi) Oval ( lonjong) Tapering (lancip)

b. Mata Warna mata menentukan pemilihan warna gigi serta pupil simetris untuk pedoman bidang oklusal sejajar dengan oklusal bitre plane

c. Telinga Simetris dengan garis chamfer Letak bagian oklusal rahang bawah lebih kurang 2/3 retromolar pad

d. Profil wajah Pengamatan profil wajah memberikan petunjuk tentang ukuran rahang atas dan rahang bawah serta hubungan vertikalnya.profil cembung dengan dagu yang mundur menujukkan rahang atas lebih besar dari rahang bawah, dan dalam keadaan posisi sentrik menunjukkan cirriciri oklusi kelas II. Dagu menonjolkan ,profil akan tampak cekung ( kelas III) pada pasien edentoulus dapat disebabkan jarak vertical antar rahang terlalu pendek, dimensi yang rendah terjadi karena hilangnya tulang dari jaringan pendukung atau kesalahan dalam pembuatan gigi

10

tiruan yang lama. Jika profil normal atau lurus penyusunan gigi lebih gampang dan nilai estetik baik.

e. Sendi temporomandibula Tanda tanda serta gejala yang berkaitan dengan gangguan sendi temporomandibula merupakan masalah gangguan fungsi mandibula. Gejala yang dihubungkan dengan ganguan fungsi sendi

temporomandibula : Keluhan bunyi kletuk sendi Keluhan nyeri pada wajah, rahang , telinga dan sering sakit kepala. Nyeri waktu mulut dibuka, terjadi artralgia pada sendi temporomandibula Sulit membuka mulut lebar dan mengunyah, temuan klinis gangguan dalam mobilitas rahang pada gerak membuka mulut menyimpang atau tidak lancar ( mandibula seperti terkunci ).

f. Bibir Dukungan bibir Jika jaringan sekitar mulut berkerut, bagian wajah yang lain tidak berkerut perbaikan dapat dilakukan pada penyusunan gigi anterior, apabila kerut-kerut ini sudah lama hal ini sulit untuk dihilangkan. Akibat kurangnya dukungan bibir sehingga menyebabkan garis-garis vertical akibat menurunnya tonus jaringan pada usia tua.

g. Ketebalan bibir Pasien dengan bibir yang tipis lebih sulit dalam penyusunan gigi jika dibandingkan dengan bibir yang tebal, karena perubahan kecil pada posisi gigi dalam arah labiolingual dapat menimbulkan perubahan pada kontur bibir.

11

h. Panjang bibir Pasien dengan bibir atas yang pendek akan memperlihatkan semua gigi anterior atas dan sebagian dari sayap labial ketika tertawa . perhatian khusus harus diberikan kepada warna serta bentuk sayap gigi tiruan

2. Pemeriksaan Intraoral a. Mukosa Warna mukosa menggambarkan kesehatan, warna mukosa yang normal dan merah meradang tampak sangat jelas,lesi patologis termasuk lesi mukosa atau jaringan dibawahnya , yang perlu diperhatikan pada mukosa adanya jaringan hyperplasia ( flabby), dan kekenyalan mukosa. Jaringan flabby dibuang dengan bedah karena dapat mengganggu stabilisasi .

b. Ketahanan jaringan Jaringan pendukung ideal dengan ketebalan lebih kurang dari 2mm dengan warna normal. Jaringan hyperplasia sering terlihat pada maksila bagian anterior. Jaringan yang ideal harus cukup kokoh tetapi sedikit kenyal . jika jaringan yang menutupi tulang tipis, mudah terluka karena tekanan dari gigi tiruan. Jika jaringan terlalu tebal dan lunak maka gigi tiruan dapat lebih mudah bergerak karena pengaruh tekanan oklusal. Ketebalan dan kekenyalan mukosa yang menutupi processus alveolaris

c. Lidah Hilanganya gigi dapat menyebabkan lidah melebar karena

perkembangan yang berlebihan dari beberapa bagian otot-otot intrinsic. Kebiasan untuk selalu menjaga agar gigi tiruan atas yang longgar tidak jatuh dapat menimbulkan perubahan-perubahan pada

12

lidah, efek yang ditimbulkan pada gigi tiruan dengan besarnya ukuran lidah mempengaruhi pada pembuatan cetakan serta kemampuan pasien menggunakan gigi tiruan. Posisi lidah menurut wright, waktu istirahat dan buka mulut terdiri atas: Kelas I : Ujung lidah terletak dipermukaan lingual processus alveolaris rahang bawah. Kelas II : Ujung lidah tertarik ke posterior Kelas III : Ujung lidah tertarik kebelakang atau distal , dalam keadaan aktif lidah bergerak atau diam.

d. Vestibulum Vestibulum dangkal atau rendah pada processus aveolaris yang rendah atau datar dapat dilakukan tindakan menaikkan vestibulum dengan teknik vestibulloplasty yang bertujuan untuk menambah retensi.

e. Frenulum Jika frenulum tinggi dilakukan frenulektomi pendalaman atau pemotongan frenulum supaya menjauhi puncak processus alveolaris

f. Bentuk linggir alveolaris Linggir alveolar yang lebar dan lereng sejajar ( bentuk U atau square ) akan mendapatkan retensi dan stabilisasi yang baik pada gigi tiruan. Bentuk linggir sisa atau tajam ( bentuk V) menyebabkan tidak dapat menahan tekanan dibandingkan dengan linggir alveolar yang lebar. Bentuk linggir sisa disertai adanya undercut bentuk jamur dapat memberikan retensi yang baik. Tapi dapat menimbulkan rasa sakit pada saat membuka dan memasang gigi tiruannya, bentuk linggir alveolar perlu dilakukan perbaikan secara bedah.

13

g. Bentuk lengkung rahang Bentuk sisa alveolar sama dengan bentuk sepertiga bagian bawah terdiri atas, square ( persegi),oval ( lonjong ) dan tapering ( lancip),bentuk linggir sisa ini dapat dilihat dari oklusal. Pemeriksaan ini perlu dilakukan sebagai pedoman dalam penyusunan gigi. Bentuk square dapat menghasilkan retensi dan stabilisasi yang lebih baik.

h. Palatum Bentuk palatum mempunyai bentuk yang berbeda antara pasien yang satu dengan pasien yang lain. Bentuk palatum terdiri atas : Bentuk U Dimana bentuk ini mempunyai retensi yang baik. Karena dapat menahan pelepasan kearah vertical dan lateral, dimana mempunyai kedalaman yang sedang dengan rugae yang jelas dibagian anterior. Bentuk datar Menimbulkan kurangnya daya tahan terhadap pergerakkan gigi tiruan atas kearah depan selama melakukan fungsi mastikasi. Bentuk V Dimana palatum tinggi dan sempit kurang menguntungkan dari segi retensi pada gigi tiruan. Makin kuat gigi tiruan menekan sisi palatum makin cepat gigi tiruan akan terlepas. Bentuk palatum molle Kelas I, Palatum molle melanjutkan diri kea rah posterior dengan arah horizontal dan aktivitas ototnya minimal. VLA terpisah dari vibrating line sebesar 5 sampai 12 mm dengan arah sudutnya sebesar 30 derjat. .Pada klass I ini paling favorable (daerah yang

14

peka terhadap rasa)/terbaik karena member jarak lebar untuk penempatan posterior palatal seal dan tidak terlalu dalam. Kelas II, VLA-VLP= 3-5mm , arah sudut membentuk sudut 45 derajay Kelas III, VLA-VLP=0-3mm, arah sudut 70 derajat. Pada kelas ini paling unforeble, karena sangat sempit sehingga penempatan posterior palatal seal kritis karena gerakan palatum molle lebih besar dan retensinya kurang sehingga harus cukup dalam.

i. Relasi processus alveolaris Normal, relasi processus alveolaris rahang atas/rahang bawah lurus. Prognati, processus alveolaris rahang atas besar dari rahang bawah dan rahang atas lebih ke anterior. Retronati, relasi processus alveolaris rahang bawah besar dari rahang atas dan rahang bawah lebih ke anterior.

j. Torus palatinus Torus palatinus adalah pembesaran tulang yang terdapat digaris tengah palatum keras, tidak semua pasien mempunyai torus ini. Torus palatinus ditutupi oleh selapis tipis jaringan lunak sehingga teraba sangat keras.Jika torusnya besar hingga melewati garis vibrasi dan sebagian mencapai palatum lunak, maka torus ini dibuang atau di kurangi. Torus palatinus di bebaskan dari tekanan dengan cara menempatkan kertas timah diatas daerah torus pada model

k. Saliva Jumlah saliva yang encer sangat baik sekali untuk retensi pada gigi tiruan dibandingkan dengan pasien xerostomia seperti pasien manula sering adanya gangguan sistemik sehingga retensi kurang dan pasien merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Saliva kental sering

15

menimbulkan adanya lapisan tipis yang masih kontak dengan mukosa saat pencetakan sehingga basis gigi tiruan tidak kontak dengan mukosa sehingga berkurangnya retensi dan stabilisasi. 2.6 Pencetakan 2.6.1 Defenisi Mencetak adalah suatu tindakan membuat suatu bentuk negatife dari gigi atau jaringan lain dari rongga mulut menggunakan bahan plastis yang relative menjadi keras atau mengeras pada saat berkontak dengan jaringan tersebut,yang berfungsi sebagai pendukung gigi tiruan yang akan

dibuat.Kemudian gips putih atau gips keras dituangkan ke dalam cetakan guna mendapatkan model atau bentuk positif dari jaringan pendukung gigi tiruan. Cetakan GTL adalah cetakan negatife dari seluruh jaringan pendukung dan daerah tepi rahang atas dan rahang bawah pasien yang telah kehilangan semua gigi geligi , yang nantinya akan menjadi pendukung bagi gigi tiruan lengkap.Apabila diinginkanmodel dengan kecermatan maksimal ,perlu dilakuakan suatu prosedur pencetakan dua tahap.Mula-mula dibuat cetakan pendahuluan dengan menggunakan sendok cetak siap pakai;dan kedua ,cetakan kerja yang lebih akurat menggunakan sendok cetak khusus yang dibauat dengan ukuran masing-masing pasein,pada model yang didapatkan dari cetakan pendahuluan. Tujuan pembuatan cetakan rahang atas dan rahang bawah adalah untuk mencatat semua permukaan yang mempunyai potensi untuk mendukung gigi tiruan. Dan dukungan bagi gigitiruan dan cetakan juga berperan sebagai dasar untuk meningkatkan estetis bibir dan mempertahankan kesehatan jaringan mulut. Tujuan mencetak juga untuk memperoleh retensi,stabilisasi. Teknik mencetak harus dipilih berdasarkan faktor biologis. Faktoe biologis dari

16

kesehatan jaringan mulut harus diikuti sebelum cetakan akhir dibuat antara lain adalah : Cetakan meluas meliputi seluruh daerah pendukung dalam batas kesehatan dan fungsi jaringan pendukung dan jaringan pembatasnya Tepi tepinya sesuai dengan batas-batas anatomis dan fisiologis jaringan mulut . Fisiologis dari peosedur pembentukan tepi dilakukan oleh dikter gigi dengan pasien Sediakan ruangan yang cukup anatara sendok cetak dengan bahan cetak yang akan digunakan. Teknik tekanan digunakan pada daerah pendukung waktu cerakan akhir. Cetakan dapat dilepas dari dalam mulut tanpa melukai membran mukosa sisa alveolar Sendok cetak dan cetakan akhir dibuat dari bahan dengan dimensi yang stabil Bentuk luar dari cetakan akhir sama dengan bentuk luar dari gigitiruan yang telah selesai. 2.6.2 Keberhasilan Pencetakan Keberhasilan mencetak dengan memperhatikan beberapa faktor antara lain : a. Memelihara linggir alveolaris Memelihara sisa ridge adalah tujuan utama pembuatan gigi tiruan ,dusamping mengembalikan sistim stomatognatik.secara fisiologis dapat diterima bahwa dengan hilangnya stimulasi gigi asli,prosesus alveolaris mengalami resorbsi.Proses ini bervariasi untuk masing masing individu. Teknik dan bahan cetak dapat berpengaruh pada bentuk dan kecekatan

17

basis gigitiruan, hal ini dapat berpengaruh pada kelanjutan kesehatan jaringan lunak dan keras rahang.

b.

Memberi dukungan Merupakan ketahanan jaringan oebdukung terhadap gaya mastikasi.Makin luas jaringan pendukung gigitiruan ,maka makin luas daerah yang menerima gaya mastikasi,sehingga beban yang diterima oleh jaringan pendukung perunit area menjadi makin kecil.Keadaan ini akan membantu kestabilan dan retensi gigitiruan,yang sekaligus juga membantu

pemeliharaan kesehatan jaringan pendukung.

c.

Memberikan penampilan wajah Penampilan yang alami dapat diperoleh mulai dari saat mencetak. Ketebalan tepi gigitiruan yang dapat mengembalikan dukungan bai otototot bibir dan pipi,ketebalanya bervariasi tergantung pada hilamgnya sisa alveolar. Ketebalan optimal dapat diperoleh waktu melakukan border moulding / muscle trimming.Forniks vestibulum harus tercetak penuh tercetak penuh untuk memperbaiki bentuk wajah,dan dapat diperoleh waktu melakukan cetakan terakhir.

2.6.3 Stabilisasi dan Retensi Cetakan yang cermat sesuai dengan permukaan mukosa jaringan pendukung, penting sekali untuk stabilisasi terutama untuk melawan tekanan dalam arah horizontal. Stabilisasi atau tekanan terhadap gerakan horizontal dan berkurang dengan kurangnya tinggi prossesus alveolaris atau bertambahnya jaringan mukosa yang mudah bergerak atau flabby.Kehilangan stabilisasi menyebabkan gigitiruan bergerak bila menerima tekanan horizontal. Hal demikian secara vertahap akan menyababkan kerusakn jaringan lunak dan perubahan tulang dibawahnya.

18

Retensi Adalah,kekuatan yang menahan gigitiruan terhadap gaya yang arahnya berlawanan dengan arah pemasangan. Retensi sangat dibutuhkan oleh hubungan antara basis gigitiruan dengan jaringan pendukung dibawahnya. Kontak yang rata dan baik antara basis gigitiruan dan mukosa sangat diperlukan untuk retensi yang optimal. 2.6.4 Batas-Batas Anatomis a. Rahang atas Frenulum Labialis Terlihat sebagai lipatan dari membrane mukosa meluas dari lapisan mukosa bibir kearah puncak sisa ridge permukaan labial.frenulum ini dapat sempit atau lebar,pada hasil cetakan terliahat sebagai cekungan berbentuk V.

Vestibulum labialis Terletak disebelah kiri dan kanan dari frenulum labialis.Disebelah distal dibatasi oleh frenulum bukalis.Daerah ini harus terisi dengan sempurna untuk mendapatkan retensi tetapi tidak boleh berlebihan sehingga mengubah penampilan pada hasil cetakan akan terlihat sebagai suatu penonjolan yang memanjang.

Frenulum bukalis Terletak disebelah bukal prossesus alvolaris,di sebalah anterior vestibulum bukalis dan disebelah posterior vestibulum labialis frenulum ini akan bergerak kearah anterior dan posterior otot otot anguli oris,buksinator dan obricularis oris.Cekungan yang terbentuk pada hasil cetakan akan memberikan kebebasan gerak otot-otot wajah untik mencegah lepasnya gigitiruan.

19

Vestibulum bukalis Terletak disebelah distal dari frenulum bukalis dan mesial dari hamular notch.

Proccecus alveolaris Resobsi alveolaris setelah pencabutan gigi dapat merubah bentuk sisa alveolar,terjadinya resorbsi secara progresif pada sisa elveolar menjadi terjadi lebih sempit dan lebih pendek sedangkan sisa alveolar yang ideal mempunyai yang lebar dan lereng yang sejajar.Menyempitnya sisa alveolar puncak menjadi lebih tajam akibatnya tidak mampu menahan tekanan kunyah.jika tulang alveolar sempit sebaiknya gunakan teknik mencetak dengan sedikit tekanan .

Tuber maxilaris Suatu penonjolan pada bagian posterior rahang atas yang terletak pada regio M1,M2 dan M3 yang berfungsi sebagai retensi pada rahang atas. Pemeriksaan juga mengggunkan kaca mulut untuk dan dangkal. melihat sedang

Alveolar tuberkel Terletak disebelah disebelah distal dari sisa ridge.di sayap bukal didaerah disto bukal dari tuberkel,kadang terletak perlekatan otot yang kecil.di dapat bila pasien membuka mulut dan menggerakan rahang ke lateral, akan terbentuk sayap disto bukal oleh tepi anterior dari prossesus koronoideus.dihasil cetakan terlihat sebagai suatu peninjolan yang halus sesuai dengan besar/lebar vestinulum

Fossa pterygo-maxillaris /hamular notch Terletak disebelah distal alv.tuberkel.suatu cekungan yang sempit terdiri dari jaringan ikat kendor.Dihasil cetakan akan terliahat sebagai suatu

20

tonjolan disebelah distal dari alveolar tuberkel.Hamular notch berfungsi untuk memberikan kenyamanan dan retensi pada pasien .pemeriksaan dapat menggunakan kaca mulut dengan menekan palatum lunak.

Posterior palatal seal Batas posterior viting survace adalah vibrating line(AH Linekan garis khayal yang menandai batas akhir permukaan palatum. Vibrating line ada 2 regio

Vibrating line anterior(VLH) Garis khayal terletak pada batas palatum durum dan palatum molle.

Vibrating line posterior(VLP) Merupakan batas atau garis khayal antara bagian palatum molle yang gerakanya sedikit(kecil dan terbatas ) dengan bagian palatum molle yang jelas waktu gerakan fungsional(aktif)

b. Rahang bawah

Frenulum labialis Terlihat sebagai lipatan dari membrana mukosa.dihasil cetakan berupa suatu cekungan sisa ridge dihasil cetakan terlihat sebagai cekungan.

Frenulum bukalis Merupakan lipatan membrane mukosa yang meluas dari refleksi membrana mukosa sebelah bukal ke lereng atau puncak sisa ridge di daerah sebelah distal tonjolan kaninus.

21

Retromolar pad Daerah berbentuk buah per kecil,hasil cetakanya terlihat sebagai cekungan berbentuk per disebelah distal alveolar groove.

Ruang retromylohioid Terdapat pada bagian distal dari sulkus lingualis. Ruangan ini menjadi satu di bagian mesial dengan bagian anterior pilar tonsilar,dibagian posterior oleh retromilohyoid yang dibentuk dibagian posterior oleh konstriktor superior, bagian lateral oleh mandibula dan raphe mandibulla,dianterior oleh tuberositas lingualis,disebelah inferior oleh oto t mylohioyd. Di hasil cetakan ruangan retromilohyoid terlihat sebagai suatu eminentia atau tonjolan.

Frenulum lingualis Bila ujung lidah diangkat,dapat terlihat lipatan membran mukosa yang terletak diatas otot glenioiglosus dan origo nya dibagian atas dari spina genial mandibula. Dihasil cetakan terlihat sebagai cekungan.

2.5.6

Prosedur Mencetak

a. Cetak Anatomis Bahan mencetak Sendok mencetak Teknik mencetak Tujuan mencetak : Hydrokoloid irreversible/alginate : Stock tray yang berlubang dan tanpa sudut : Mukostatis : Untuk mendapatkan model studi dan

mendapatkan sendok cetak fisiologis -

Prosedur mencetak Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan Instruksi pada pasien

22

Persiapan pasien sperti preparasi dan profilaksis, control saliva, dan control pasien hipersensitif

Posisi pasien dan operator untuk rahang atas operator berada di belakang kanan pasien, kepala pasien setinggi dada operator, mulut pasien setinggi siku operator, dan kalau rahang bawah operator berada sebelah kanan depan pasien, mulut pasien setinggi antara bahu dan siku operator

Try in sendok cetak ke mulut pasien Aduk bahan cetak dengan perbandingan 1 : 2 hingga homogen (halus dan mengkilat)

Masukkan bahan ke sendok cetak Masukkan sendok cetak ke dalam mulut pasien Mengisi daerah undercut Sentering Mengangkat bibir atas atau menurunkan bibir bawah Menekan sendok cetak, ditekan bagian tengah palatum supaya bahan mengalir secara merata kemudian baru tekan bagian posterior dan anterior

Melepas sendok cetak dari rahang Mengeluarkan sendok cetak dari dalam mulut

Evaluasi hasil cetakan anatomis: Hasil cetakan tidak boleh poreus, robek atau terlipat Hasil cetakan harus mencakup batas anatomis Tepi cetakan harus bulat Tepi sendok cetak tidak boleh terlihat Semua bagian ridge dan daerah jaringan lunak sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak tercetak dengan baik

Pengecoran dengan dental stone (gips tipe III)

23

b. Cetak fisiologis Membuat sendok cetak buatan Alat dan bahan: self curing akrilik, api spiritus, scalpel/lecron, bur, malam merah Gambarl 2 batas pada model studi dengan pensil yiatu batas untuk muscle triming tepat difornik pada model dan batas untuk untuk sendok cetak buatan yaitu 2 mm dari fornik. Selapis lembar malam merah diatas permukaan jaringan sebagai wax spacer untuk bahan cetak Buat lobang pada malam di daerah molar dan caninus kiri atau kanan untuk stop vertical Aduk resin akrilik dan letakkan adonan merata di atas malam dan lubang stop vertical serta meliputi garis tepi Buat tangkai dari resin, untuk rahang atas cukup satu ditengah bagian anterior dengan posisi tangkai kearah bawah supaya tidak mengganggu pada saat muscle trimming Setelah resing mengeras lepaskan sendok cetak perotangan dari model Sempurnakan tepi sendok cetak Mencoba sendok cetak perorangan dalam mulut pasien dan periksa apakah sendok cetak perlu disempurnakan sebelum dilakukan border molding/muscle trimming Border molding/muscle trimming a. Teknik Teknik yang diguanakan dalam muscle triming adalah teknik kombinasi dimana teknik ini adalah gabungan dari beberapa teknik muscle triming yang lainnya.

24

b.

Rahang atas - Letakkan green stick compound yang telah dipaskan pada tepi sendok cetak, dari ujung distal atau hamular notch ke frenulum bukalis. - Panaskan lagi diatas api spiritus kemudian celupkan kedalam air hangat/tampering. Sendok cetak dengan GSC yang hangat tadi dimasukkan kedalam mulut pasien yang dibuka lebar, gerakkan rahang bawah ke kanan, kiri dan protrusive. - Daerah frenulum bukalis secara unilateral, tarik pipi keluar ke bawah kemudian kedepan, ke belakang, ulangi pada posisi berlawanan. - Lunakkan lagi compound pada frenulum bukalis secara unilateral. - Sayap labial secara unilateral, lunakka compound, tarik bibir keluar dan kebawah atau pasien diminta melakukan gerakan menghisap. Lunakkan compound pada frenulum labialis serta tarik bibir atas ke depan.

c.

Rahang bawah - Sayap disto lingual dan area buccal self - Daerah disto lingual dan post mylohyoid secara bilateral - Lunakkan compound, masukkan ke mulut dan lidah, ditekan di distal palatum, kemudian ke vestibulum bukalis kanan dan kiri

Membuat lubang pada sendok cetak Tujuan pembiatan lubang adalah untuk mengurangi tekanan waktu mencetak dan sebagai retensi bahan cetak terhadap sendok cetak serta mengalirkan sisa bahan cetak.lubang dibuat setelah sendok cetak siap untuk dicetak,karna jika dibuat kubang dulu,daerah yang nenerima

25

tekanan berlebihan tidak dapat dikontrol (tekanan hidrolok terbebas), Teknik pembuatannya: - Setelah sendok cetak dudukan tepat dan tepi sempurna, maka buatlah lubang pada: di atas puncak ridge molar atas dan bawah, daerah palatum keras sekitar garis tengah, daerah mukosa rahang yang mudah bergerak (flabby) untuk mencegah distorsi jaringan tersebut - Lubang dibuat dengan bur bulat no.8 - Berjarak tiap lubang 5mm

Boxing dan Beading Tujuanya adalah : untuk mempertahankan bentuk tepi hasil yang tercatat pada model kerja.bentuk tepi dari hasil cetakan akan direproduksi menjadi bentuk tepi gigitiruan. Teknik pembuatannya : - siapkan gulungan lilin atau beading wax setebal lebih 3-5 mm kemudian dicetakan dibawah ditepi seluruh hasi ceakan. - untuk rahang atas penempelan beading wax berakhir dibelakang prossesus alveolarbagian posterior sebelah kiri kanan.untuk rahang bawah meliputi seluruh tepi hasil cetakan bagian labial,bukal dan lingual. - untuk bagian lingual ,tempat lidah ditutupi dengan wax yang digabung dengan beading wax yang selembar

sudah dicetakan.

dibaguan luar beading wax diletakan untuk memebntuk basis dari model. - kemudian hasil cetakan yang dilakukan boxing dicor dengan gips stone untuk mendapatkan model kerja ( model). beading dan boxing juga menggunakan wax sebelum diisi dengan gips dan metode ini yang lebih sering digunakan.bahan gips pada sendok cetak menggunakam algianat untuk menstabilkan posisi sendok cetak.

26

27

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Kasus Seorang perempuan berumur 62 tahun datang ke RSGM dengan keluhan ingin memperbaiki gigi palsu karena sakit dan longgar waktu difungsikan, dari anamnesa pasien sudah pernah memakai gigi tiruan sejak 3 bulan yang lalu dan tidak mau memperbaiki gigi tiruan pada dokter yang lama. Pada pemeriksaan intra oral rahang atas dan rahang bawah edentoulous, pada rahang atas terdapat mukosa berbentuk fisurre diragio bukal kiri rahang atas ditepi dari basis, dan tubermaksilaris sedang, rahang bawah ridge alviolar bentuk tajam dan retromylohyoid dangkal, pemeriksaan ektra oral krepitasi TMJ, profil wajah bentuk lurus, pemeriksaan gigi tiruan yang lama longgar dan pheripheral seal rapat dan pendek. 3.2 Pertanyaan Cara dokter menjelaskan masalah tersebut pada pasien diatas. 3.3 Penyelesaian kasus 3.3.1 Terminologi Anamnesa : Suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu percakapan antara seorangdokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien beserta permasalahan medisnya. Gigi Tiruan : yang dibuat untuk menggantikan semua gigi asli beserta bagian jaringan gusi yang hilang, yang dapat memperbaiki fungsi

28

pengunyahan, fungsi fonetik, fungsi estetik dan dapat mempengaruhi keadaan psikis. Pemeriksaan Intra Oral : Pemeriksaan rongga mulut yang meliputi mukosa, lidah, palatum, gingiva, glandula tonsila palatina, dan jaringan sekitarnya. Edentulous : Suatu kaeadaan dimana kehilangan gigi atau terlepasnya gigi dari songketnya (ridge alviolar) yang diakibatkan oleh faktor mekanis dan fisiologis. Tubermaksilaris : Merupakan bagian dari dorsal corpus maxila menonjol yang biasaya terletak di daerah molar 2 dan molar 3 rahang atas Mukosa Berbentuk Fissure : Keadaan yang abnormal dimana terdapatnya celah atau parit-parit yang berada pada permukaan mukosa Ridge Alviolar : Resobsi alveolaris setelah pencabutan gigi dapat merubah bentuk sisa alveolar,terjadinya resorbsi secara progresif pada sisa elveolar menjadi terjadi lebih sempit dan lebih pendek sedangkan sisa alveolar yang ideal mempunyai yang lebar dan lereng yang sejajar.Menyempitnya sisa alveolar puncak menjadi lebih tajam akibatnya tidak mampu menahan tekanan kunyah.jika tulang alveolar sempit sebaiknya gunakan teknik mencetak dengan sedikit tekanan . Retromylohioid : Ruangan distal dari sulcus lingualis, ruang ini dibatasi oleh otot mylohyoid di anterior, retromolar pad di lateral, otot konstriktor superior di di medial. posterolateral, otot palatoglossus diposteromedial, dan lidah

29

Pemeriksaan Extra Oral : Salah satu pemeriksaan duluar rongga mulut yang meliputi profil wajah, keadaan muka, bibir, temporo mandibular dan jaringan disekitanya Krepitasi TMJ : Suara gesekan (kresek-kresek)/ Kliking yang terdengar saat membuka mulut, dihasilkan oleh gerakan diskus artikularis melewati permukaan yang tidak rata (Dislokasi TMJ), Pheriperal seal : Daerah kontak antara mukosa dan tepi serta permukaan gigi tiruan yang dipolish yang mencengah keluar masuknya udara yang biasanya disekeliling tepi gigi tiruan yaitu pada permukaan bukal gigi tiruan atas, pada permukaan bukal dan lingual gigi tiruan bawah 3.3.2 Indentifikasi Masalah 1. Kenapa pasien ingin membuatkan gigi tiruan yang baru ? 2. Kenapa Perlu dilakukan anamnesa untuk pasien ? 3. Kenapa perlu dilakukan pemeriksaan intra oral dan ekstra oral untuk pasien ? 4. Batas anatomis mana saja yang harus didapatkan dokter gigi untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan ? 5. Bagaimana tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi untuk menghilangkan rasa sakit dan longgar untuk membuatkan gigi tiruan yang baru ? 3.3.3 Analisis Masalah 1. Kenapa pasien ingin membuatkan gigi tiruan yang baru ? Pembuatan gigi tiruan yang baru untuk mendapatkan gigi tiruan yang baik dan nyaman ketika difungsikan sehingga dapat memperbaiki fungsi fonetik, penampilan (estetis), fungsi mastikasi maupun psikologi pasien.

30

2. Kenapa Perlu dilakukan anamnesa untuk pasien ? Anamnesa meupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melakukan percakapan (tanya-jawab) antara dokter dan pasien unruk mendapatkan data-data pasien seperti biodata, keluhan pasien, riwayat penyakit, dan rencana selanjutnya.

3. Kenapa perlu dilakukan pemeriksaan intra oral dan ekstra oral untuk pasien ? Pemeriksaaan intra oral dan ekstra oral adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan langsung ke dalam rongga mulut maupun diluar rongga mulut yang meliputi jaringan unak maupun jaringan keras yang nantinaya berguna untuk melihat secara langsung keluhan pasien menengakkan diagnosa penyakit pasien dan untuk menengakkan suatu rencana perawatan.

4.

Batas anatomis mana saja yang harus didapatkan dokter gigi untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan ? Batas Anantomis merupakan batas-batas yang harus didapatkan pada saat mencetak untuk mendapatkan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan. Adapun batas batas anatomis dari rahang itu sendiri diabagi menjadi dua bagian yaitu :

Rahang Atas : 1. Frenulum labii superior 2. Ruggae palatina 3. Frenulum buccalis 4. Tuberositas maxillae 5. Hamular notch 6. Vibrating line 7. Processus alveolaris

31

8. 9.

Incisivus papilae Fornix

10. Vovea palatine

Rahang bawah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Frenulum labii inferior Frenulum buccalis Vestibulum buccalis Retromolar pad Frenulum lingualis Processus alveolaris Mylohyoid line

5. Bagaimana tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi untuk menghilangkan rasa sakit dan longgar untuk membuatkan gigi tiruan yang baru ? Rasa sakit dan longgar pada gigi tiruan yang lama diakibatkan oleh kurangnya retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan, untuk menghilangkan rasa sakit dan longgar maka dibutuhkanlah retensi dan stabilisasi yang baik dengan cara melakukan permeriksaan yang lengkap dan pencetakkan yang akurat.

32

3.3.4 Kerangka Konsep

Edentolous

Gigi Tiruan Penuh

Pemeriksaan

Diagnosa

Retensi & Stabilisasi Mencetak Pelebaran Basis

Subjectif

Objektif

Intra Oral

Ekstra Oral

Awal

Akhir

Akhir Rencana Perawatan Awal

3.4 Prosedur Perawatan 3.4.1. Pemerikksaan Subjectif Keluhan utama : ingin memperbaiki gigi palsu karena rasa sakit dan longgar waktu difungsikan. Keluahan tambahan : Pasien sudah pernah memakai gigi tiruan sejak 3 bulan yang lalu dan tidak mau memperbaiki gigi tiruan pada dokter yang lama.

33

3.4.2 Pemeriksaan Objectif a. Pemeriksaan Intra Oral Rahang Atas &Rahang Bawah Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi, Rahang Atas & Rahang Bawah pasien Edentolous Tubermaksilaris

Pemeriksaan dilakukan dengan kaca mulut. kaca mulut lebih dari 1/2 ke tubermaksilaris (dalam), Kaca mulut masuk hanya setengah (sedang), Kaca mulut masuk kurang dari setengah (dangkal), Pada pasien diatas tubermaksilaris Sedang Mukosa Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi, dari kasus, mukosa berbentuk fisurre diragio bukal kiri rahang atas ditepi dari basis Ridge Alviolar Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi dari dataran oklusal. Bentuk sepertiga bawah terdiri atas, square (persegi), oval (lonjong), dan tapering (Tajam), dari kasus, ridge alviolar Bentuk Tajam Retromylohioid Pemeriksaan dilakukan dengan kaca mulut.kaca mulut lebih dari 1/2 ke retromylohyoid (dalam), Kaca mulut masuk hanya setengah (sedang), Kaca mulut masuk kurang dari setengah (dangkal), Dari kasus, retromylohyoid pasien dangkal.

34

Pheriperal Seal Pemeriksaan dilakukan secara visualisasi, pheripheral seal rapat dan pendek

b. Pemeriksaan Ekstra Oral Profil Wajah Pengamatan profil wajah memberikan petunjuk tentang ukuran RA dan RB serta hubungan vertikalnya. Profil cembung dengan dagu yang mundur menunjukkan RA lbh besar dari RB. Profil cekung dengan dagu yang maju menunjukkan RA lebih kecil dari RB. Jika profil normal atau lurus penyusunan gigi lebih gampang dan nilai estetis baik, Profil wajah pasien Bentuk Lurus Temporo Mandibular Secara visual, dari arah depan kemudian pasien di instruksikan untuk membuka dan menutup mulut, dan dilihat saat pasien membuka mulut miring ke kiri berarti ada kelainan TMJ pada sebelah kanan dan sebaliknya. adanya Krepitasi TMJ 3.4.4 Diagnosa 1. Edentolous 2. Epulis Fisuratum/ Denture Epulis Definisi Pertumbuhan jaringan ikat fibrosa yang berlebihan di daerah mukosa yang berkontak dengan tepi gigi tiruan yang biasanya terlalu cekat dan menekan mukosa yang berbentuk fisurre. Epulis fissuratum juga sering disebut inflammatory fibrous hyperplasia, atau denture epulis.

Pertumbuhan jaringan ikat tersebut disebabkan oleh iritasi kronik karena pemakaian gigi tiruan, di mana tepi gigi tiruan menekan daerah gusi yang

35

berbatasan dengan pipi bagian dalam (alveolar vestibular mucosa). Penekanan tersebut menyebabkan tulang daerah tersebut terus menerus berubah karena kehilangan tulang, akibatnya dukungan tulang untuk basis gigi tiruan menjadi tidak stabil. Hal ini lama kelamaan mengarah kepada terjadinya penonjolan yaitu epulis fissuratum.

Gambar 1. Epulis Fissuratum

Epulis fissuratum yang tampak sebagai penonjolan vestibulum yang berkontak dengan tepi gigi tiruanKondisi ini paling sering terjadi pada orang usia lanjut karena pasien dalam kelompok umur tersebut banyak yang menggunakan gigi tiruan. Namun masalah ini cenderung berkurang dengan makin berkembangnya teknologi kedokteran gigi dan

meningkatnya kesadaran pasien untuk menjaga keutuhan dan kesehatan gigi dan mulut sehingga kebutuhan akan gigi tiruan bisa jadi berkurang.

Tampaknya kondisi ini lebih sering dijumpai pada wanita daripada pria. Gejala Lesi yang tersusun dari jaringan yang berlebihan ini umumnya berupa lipatan hiperplastik berwarna merah muda, keras dan fibrous. Bagian dalam dan luar dari lesi terpisah oleh cekungan (groove) dalam yang menandakan tempat di mana tepi gigi tiruan menekan mukosa Epulis fissuratum jarang terjadi di daerah lingual (bagian yang menghadap lidah), dan lebih sering dijumpai di bagian depan rahang (anterior).Ukuran lesi ini bervariasi. Ada lesi yang berukuran kecil namun ada juga yang luas dan

36

melibatkan seluruh daerah mukosa (mukosa vestibulum) yang berkontak dengan tepi gigi tiruan.

Terkadang iritasi dapat cukup parah sehingga menyebabkan mukosa tampak kemerahan dan ulserasi, terutama di dasar cekungan di mana tepi gigi tiruan berkontak dengan mukosa.PerawatanLesi ini dapat dihilangkan dengan eksisi. Selain itu, gigi tiruan yang menjadi timbulnya lesi ini harus diperbaiki hingga dapat memiliki kecekatan yang baik namun tidak memberi tekanan berat terhadap mukosa supaya mencegah iritasi yang lebih berat lagi.

3. Ankilosis TMJ Ankilosis TMJ dapat didefenisikan sebagai penyatuan jaringan fibrous atau tulang antara kepala kondilar dengan fosa glenoidalis yang dapat menyebabkan keterbatasan dalam membuka mulut sehingga menimbulkan masalah dalam pengunyahan, berbicara, estetis, kebersihan mulut pasien dan masalah psikologis. 3.4.5 Rencana Perawatan Perawatan Awal - Eksisi Epulis Fissuratum - Perawatan Akylosis TMJ Perawatan yang meliputi Pemberian Obat-obatan, Phsioterapi, Reposisi Secara manual, Occlusal Splint, Pembedahan. Perawatan Akhir - Pembuatan Gigi Tiruan Lengkap

37

3.5 Mencetak 3.6.1 Cetak Anatomis Bahan mencetak : Hydrokoloid irreversible/alginate

Sendok mencetak : Stock tray yang berlubang dan tanpa sudut Teknik mencetak : Mukostatis Tujuan mencetak : Untuk mendapatkan model studi dan mendapatkan sendok cetak fisiologis Prosedur mencetak Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan Instruksi pada pasien Persiapan pasien sperti preparasi dan profilaksis, control saliva, dan control pasien hipersensitif Posisi pasien dan operator untuk rahang atas operator berada di belakang kanan pasien, kepala pasien setinggi dada operator, mulut pasien setinggi siku operator, dan kalau rahang bawah operator berada sebelah kanan depan pasien, mulut pasien setinggi antara bahu dan siku operator Try in sendok cetak ke mulut pasien Aduk bahan cetak dengan perbandingan 1 : 2 hingga homogen (halus dan mengkilat) Masukkan bahan ke sendok cetak Masukkan sendok cetak ke dalam mulut pasien Mengisi daerah undercut Sentering Mengangkat bibir atas atau menurunkan bibir bawah Menekan sendok cetak, ditekan bagian tengah palatum supaya bahan mengalir secara merata kemudian baru tekan bagian posterior dan anterior

38

Melepas sendok cetak dari rahang Mengeluarkan sendok cetak dari dalam mulut

Evaluasi hasil cetakan anatomis: Hasil cetakan tidak boleh poreus, robek atau terlipat Hasil cetakan harus mencakup batas anatomis Tepi cetakan harus bulat Tepi sendok cetak tidak boleh terlihat Semua bagian ridge dan daerah jaringan lunak sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak tercetak dengan baik Pengecoran dengan dental stone (gips tipe III) 3.6.2 Cetak fisiologis Tahap Mencetak Fisiologis Membuat Sendok cetak Try in sendok cetak Border Molding Mencetak

Membuat sendok cetak buatan Alat dan bahan: self curing akrilik, api spiritus, scalpel/lecron, bur, malam merah Gambarl 2 batas pada model studi dengan pensil yiatu batas untuk muscle triming tepat difornik pada model dan batas untuk untuk sendok cetak buatan yaitu 2 mm dari fornik. Selapis lembar malam merah diatas permukaan jaringan sebagai wax spacer untuk bahan cetak Buat lobang pada malam di daerah molar dan caninus kiri atau kanan untuk stop vertical

39

Aduk resin akrilik dan letakkan adonan merata di atas malam dan lubang stop vertical serta meliputi garis tepi

Buat tangkai dari resin, untuk rahang atas cukup satu ditengah bagian anterior dengan posisi tangkai kearah bawah supaya tidak

mengganggu pada saat muscle trimming Setelah resing mengeras lepaskan sendok cetak perotangan dari model Sempurnakan tepi sendok cetak Mencoba sendok cetak perorangan dalam mulut pasien dan periksa apakah sendok cetak perlu disempurnakan sebelum dilakukan border molding/muscle trimming Border molding/muscle trimming a. Teknik Border molding/ Muscle triming Teknin yang digunakan adalah teknik kombinasi yang merupakan gabungan dari beberapa teknik muscle triming dari cara heartwell, cara mac Greagor dan cara Ellier. b. Rahang atas

5 3

2 6
Muscle Triming Rahang Atas

40

Letakkan green stick compound yang telah dipaskan pada tepi sendok cetak, dari ujung distal atau hamular notch ke frenulum bukalis.

Panaskan lagi diatas api spiritus kemudian celupkan kedalam air hangat/tampering. Sendok cetak dengan GSC yang hangat tadi dimasukkan kedalam mulut pasien yang dibuka lebar, gerakkan rahang bawah ke kanan, kiri dan protrusive.

Daerah frenulum bukalis secara unilateral, tarik pipi keluar ke bawah kemudian kedepan, ke belakang, ulangi pada posisi berlawanan.

Lunakkan lagi compound pada frenulum bukalis secara unilateral. Sayap labial secara unilateral, lunakka compound, tarik bibir keluar dan kebawah atau pasien diminta melakukan gerakan menghisap. Lunakkan compound pada frenulum labialis serta tarik bibir atas ke depan.

c. Rahang bawah

5 1 4

6 2

3
Muscle Triming Rahang Bawah

41

Sayap disto lingual dan area buccal self Daerah disto lingual dan post mylohyoid secara bilateral Lunakkan compound, masukkan ke mulut dan lidah, ditekan di distal palatum, kemudian ke vestibulum bukalis kanan dan kiri

Membuat lubang pada sendok cetak Tujuan pembiatan lubang adalah untuk mengurangi tekanan waktu mencetak dan sebagai retensi bahan cetak terhadap sendok cetak serta mengalirkan sisa bahan cetak.lubang dibuat setelah sendok cetak siap untuk dicetak,karna jika dibuat kubang dulu,daerah yang nenerima tekanan berlebihan tidak dapat dikontrol (tekanan hidrolok terbebas), Teknik pembuatannya: Setelah sendok cetak dudukan tepat dan tepi sempurna, maka buatlah lubang pada: di atas puncak ridge molar atas dan bawah, daerah palatum keras sekitar garis tengah, daerah mukosa rahang yang mudah bergerak (flabby) untuk mencegah distorsi jaringan tersebut Lubang dibuat dengan bur bulat no.8 Berjarak tiap lubang 5mm

Boxing dan Beading Tujuanya adalah : untuk mempertahankan bentuk tepi hasil yang tercatat pada model kerja.bentuk tepi dari hasil cetakan akan direproduksi menjadi bentuk tepi gigitiruan. Teknik pembuatannya : siapkan gulungan lilin atau beading wax setebal lebih 3-5 mm kemudian dicetakan dibawah ditepi seluruh hasi ceakan. untuk rahang atas penempelan beading wax berakhir dibelakang

prossesus alveolarbagian posterior sebelah kiri kanan.untuk rahang bawah meliputi seluruh tepi hasil cetakan bagian labial,bukal dan lingual.

42

untuk bagian lingual ,tempat lidah ditutupi dengan selembar yang digabung dengan beading wax yang

wax

sudahdicetakan. ibaguan

luar beading wax diletakan untuk memebntuk basis dari model. kemudian hasil cetakan yang dilakukan boxing dicor dengan gips stone untuk mendapatkan model kerja ( model). beading dan boxing juga menggunakan wax sebelum diisi dengan gips dan metode ini yang lebih sering digunakan.bahan gips pada sendok cetak menggunakam algianat untuk menstabilkan posisi sendok cetak

1.6 Penyelesaian Soal

Dari kasus diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pasien mengalami rasa sakit dan longgar ketika gigi tiruan penuh difungsikan diakibatkan oleh kurangnya retensi dan stabilisasi, rasa sakit yang dialami pasien dikarenakan adanya epulis fisurratum pada mukosa diragio bukal kiri rahang atas ditepi dari basis yang diakibatkan oleh pelebaran basis yang yang meniritasi mukosa, sedangkan kelonggaran dari gigi tiruan diakibatkan oleh adanaya pheriperal seal terlalu rapat dan pendek sehingga menyebabkan keluar masuknya udara yanga akan berpengaruh pada retensi & stabilisasi dari gigi tiruan, untuk mencengah rasa sakit dan kelonggaran maka diperlukan pemeriksaan yang lengkap yaitu

pemeriksaan yang mencakup anamnesa, pemeriksaan intra oral dan ekstra oral sehingga dapat didapatkan diagnosa yang tepat dan perawatan yang akurat.

Selain itu diperlukan suatu pencetakan yang tepat dan akurat yang meliputi semua batas-batas anatomis yang ada di rahang atas maupun rahang bawah sehingga didapatkan retensi dan stabilisasi baik, pencetakan yang meliputi cetak anatomis dan cetak fisiologis dan juga diperlukannya muscle triming yang nantinya berfungsi sebagai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak yang akan meningkatkan retensi dan stabilisasi dari gigi tiruan.

43

BAB IV KESIMPULAN 4.1 Kesimpualan Gigi tiruan lengkap (GTL) adalah gigi tiruan yang dibuat untuk menggantikan semua gigi asli beserta bagian jaringan gusi yang hilang, karena apabila seseorang telah hilang semua gigi geliginya, maka dapat menghambat fungsi pengunyahan, fungsi fonetik, fungsi estetik dan dapat mempengaruhi keadaan psikis, dalam hal membuat gigi tiruan dibutuhkan retensi dan stabilisasi yang baik agar meningkatkan kenyamanan bagi pemakai gigi tiruan, retensi dan stabilisasi yang baik akan tercapai jika operator melakukan pemeriksaan yang lengkap, diagnosa yang tepat dan perawatan yang akurat, hingga retensi dan stabilisasi dicapai dengan baik, tak luput pula dalam hal pencetakan karena dengan mencetak batas-batas anatomis gigi akan didapatkan sebagai retensi dan stabilisasi.

44