Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TES STATUS PERIODONSIA

FENI WULANDARI NIM : 020810171

DEPARTEMEN PERIODONSIA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2012

1. Bagaimana cara mendeteksi adanya poket suprabony atau poket infrabony berdasarkan foto rontgen? Poket suprabony mempunyai dasar poket yang terletak koronal dari alveolar crest, umumnya pola kerusakan tulang yang terjadi adalah horisontal. Sedangkan poket infrabony mempunyai dasar poket yang terletak apikal dari alveolar crest, umumnya pola kerusakan tulang yang terjadi adalah vertikal atau angular. Metode yang paling akurat untuk mendeteksi poket peridontal adalah eksplorasi menggunakan probe peridontal. Poket tidak terdeteksi oleh pemeriksaan radiografi karena poket periodontal merupakan perubahan jaringan lunak. Foto rontgen menunjukkan area yang kehilangan tulang pada gigi yang dicurigai mempunyai poket. Foto rontgen tidak menunjukkan kedalaman poket sehingga foto rontgen tidak menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah penyisihan poket kecuali kalau tulangnya sudah diperbaiki. Ujung gutta percha atau ujung perak terkalibrasi yang dimasukkan ke dalam poket dapat digunakan dengan pemeriksaan radiografi untuk menentukan tingkat perlekatan poket peridontal.

2. Sebutkan dan jelaskan tentang indeks kegoyangan gigi! Miller mendeskripsikan metode klinis yang paling umum untuk mendeteksi kegoyangan gigi, yaitu memegang gigi di antara ujung handle dua instrumen atau di antara satu jari dan satu ujung handle instrumen, kemudian gigi digoyangkan ke arah buko-lingual. Skor 0 : normal (tidak ada kegoyangan gigi yang terdeteksi)

Skor 1 : kegoyangan yang sedikit lebih besar dari normal (< 1 mm) dalam arah bukolingual atau mesio-distal Skor 2 : kegoyangan gigi sekitar 1 mm dalam arah buko-lingual atau mesio-distal Skor 3 : kegoyangan gigi lebih besar dari 1 mm dalam arah buko-lingual atau mesiodistal dan dapat disertai arah okluso-apikal

3. Sebutkan klasifikasi diagnosis penyakit periodontal menurut AAP 1999 (American Academy of Periodontology)? 1) Periodontitis Kronis (Chronic Periodontitis) a) Localized Chronic Periodontitis b) Generalized Chronic Periodontitis 2) Periodontitis Agresif (Aggressive Periodontitis) a) Localized Aggressive Periodontitis Dimulai pada usia sekitar pubertas, pada I dan M1 dengan proksimal attachment loss minimal 2 gigi permanen. Respon serum antibiotik baik. b) Generalized Aggressive Periodontitis Biasanya pada usia < 30 tahun, proksimal attachment loss lebih dari 2 gigi selain M1 dan I. Respon antibiotik jelek. 3) Periodontitis Sebagai Manifestasi Penyakit Sistemik (Periodontitis as a Manifestation of Systemic Diseases) a) Gangguan hematologik b) Acquired neutropenia c) Leukimia d) Gangguan genetik e) Familial/cyclic neutropenia f) Down Syndrome Hypopospatasia 4) Gingival Disease a) Gingivitis marginalis kronis dan akut b) Gingivitis hyperplasia c) Abses gingiva d) Gingival hyperplasia karena obat : Kelainan non-radang pada gingiva yang dipicu oleh obat-obatan seperti fenitoin, nifedipin, siklosporin. Bila kelainan ini

terkomplikasi radang, keadaannya berubah menjadi gingivitis terkomplikasi. Diajukan sebagai diagnosis tersendiri karena bukan disebabkan oleh gingivitis. e) Gingivitis pubertas f) Pregnancy gingivitis g) Pregnancy tumor h) Scurvy i) Leukimia gingival hyperplasia j) Epulis k) Karsinoma gingival l) ANUG : Radang akut gingiva yang destruktif dengan tanda klinis dan simtom yang khas. Dibedakan atas: ANUG yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV ANUG yang berkaitan dengan infeksi HIV. m) Pericoronitis n) Desquamative gingivitis : Radang kronis pada gingiva yang relatif jarang dijumpai dengan ciri khasnya gingiva berwarna sangat merah disertai pengelupasan epitel permukaan. o) Elephantiasis/Fibromatosis 5) Necrotizing Periodontal Disease a) Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG) b) Necrotizing Ulcerative Periodontitis (NUP) 6) Periodontal Abses a) Gingival Abses b) Periodontal Abses c) Pericoronal Abses

4. Sebutkan dan jelaskan tentang tingkatan prognosis! a) Excellent Tidak ada kerusakan tulang (bone loss), kondisi gingival yang sangat baik, pasien sangat kooperatif, tidak ada faktor sistemik/lingkungan.

b) Good Apabila terjadi satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: dukungan tulang yang adekuat, kemungkinan kontrol faktor etiologi dan pemeliharaan gigi yang adequat, pasien kooperatif, tidak ada faktor sistemik/lingkungan (jika ada, faktor sistemik tersebut terkontrol). c) Fair Apabila terjadi satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: dukungan tulang yang sedikit adequat, beberapa gigi goyang, furcation involvment grade I, kemungkinan pemeliharaan yang adekuat, kerja sama pasien diterima, terdapat faktor sistemik/lingkungan yang terbatas. d) Poor Apabila terjadi satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: kerusakan tulang yang sedang-cepat, terdapat kegoyangan gigi, furcation involvolment grade I atau II, kesulitan dalam pemeliharaan dan atau kerja sama pasien yang ragu-ragu, terdapat faktor sistemik/lingkungan. e) Questionable Apabila terjadi satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: Kerusakan tulang yang cepat, furcation involvolment grade II atau III, terdapat kegoyangan gigi, daerahnya sulit dijangkau, terdapat faktor sistemik/lingkungan. f) Hopeless Apabila terjadi satu atau lebih hal-hal sebagai berikut: kerusakan tulang yang cepat, daerahnya tidak dapat dilakukan pemeliharaan, indikasi pencabutan, terdapat faktor sistemik/ lingkungan yang tidak terkontrol.

5. Sebutkan dan jelaskan tentang indeks perdarahan! Indeks Perdarahan Papila Modifikasi (Modified Papillary Bleeding Index) dari Saxer dan Muhlemann. Berdasarkan pengamatan perdarahan gingiva yang timbul setelah probing. Untuk melihat perdarahan dengan memasukkan probe periodontal ke dalam sulkus gingiva dan digerakkan dari distal ke mesial masing-masing gigi (pada permukaan fasial maupun lingual) dan ditunggu beberapa detik apakah ada perdarahan atau tidak. Perdarahan bisa terjadi secara spontan (tanpa rangsangan).

Kriteria pemberian skor : 0 : tidak terjadi perdarahan 1 : perdarahan berupa titik kecil 2 : perdarahan berupa titik yang besar atau berupa garis 3 : perdarahan menggenang di interdental