Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN JOB 02 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER IP ADDRESS CLASSLESS ADDRESSING ( CIDR ) Asisten pengampu : Arwan Nur Ramadhan, S.

Pd

Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. Raynaldi Agil H Bunyani Marsus Abdur Rockim Dwi Nur Septiawan Ismanto 10507131004 (B5.1) 10507131005 (B5.1) 10507131008 (B5.1) 10507131019 (B5.1) 10507131025 (B5.2)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA PRODI TEKNIK ELEKTRONIKA D3 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 3 OKTOBER 2012

A. TUJUAN
Setelah praktek mahasiswa dapat : a. Mampu melakukan konfigurasi IP Address di komputer jaringan. b. Memahami konsep alokasi IP Public dengan metode classless Addressing (CIDR). c. Memahami konsep subnetting. d. e. Mernahanfi teknik penggunaan subnet mask. Dapat melakukan teknik subnetting menggunakan metode VLSM.

B. SKENARIO PRAKTIKUM ( STUDY KASUS )


Uji coba teknik subnetting dengan konsep CIDR. Subnetting dilakukan dengan aplikasi cisco packet tracert 5.3. setelah selesai membangun jaringan kemudian dilakukan perintah ping dengan simulasi command prompt.

C. DASAR TEORI
a. Subnetiing
Pada dasarnya subnetting itu sendiri rnernpunyai peran yang dapat mernecah sebuah network besar menjadi beberapa buah subnetwork yang ukurannya lebih kecil. Subnetting juga rnenyebabkan pengurangan jumlah host pada suatu subnet work, sehingga beban yang harus ditanggung oleh subnetwork menjadi lebih ringan, jika kita ingin menggabungkan beberapa network menjadi sebuah network yang berukuran besar maka untuk mengatasi rnasalah tersehut digunakan teknik supernetting. Subnetting mertipakan teknik memecah network meiijadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP address kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi juinlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
2

Apa tujuan Subnetting ?

Apa tujuan Subnetting, Mengapa perlu subnetting atau Apa manfaat subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address. 2. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

b. Classless Inter-Domain Routing (CIDR)


Metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas) banyak diterapkan. yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR) - Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IF address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih speslilk, disebut juga dengan Network Prefix. Biasanya dalam memiliskan network prefix suatu kelas IF Address digunakan tanda garis miring (Slash) /, diikuti dengan angka yang meminjukan panjang network prefix ini dalam bit, jadi CIDR merupakan teknik pendistribtlsiall IP address dari IP Public. Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefix-nya dituliskan sebagal 12/8. Angka /8 menunjukan notasi CIDR yang merupakan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix, yang berarti

netmask-nya 255.0.0.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 1 6.777.2 14 node. Contoh lain untuk menunjukan suatu network kelas B

167.205.xxx.xxx digunakan: 167.205/18. Angka /18 merupakan notasi CIDR, yang berarti netmask yang digunakan pada jaringan ini adalah 255.255.192.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sehanyak 16.382 node. Setelah CIDR digunakan, broadcast address tidak harus selalu berakhir dengan nilai n 255, lihat tabel di bawah ini, 2 3 - 2 = 6

CIDR pada dasarnya adalah metode yang digunakan oleh ISP (Internet Service Providet) untuk mengalokasikan sejuii1ah alamat pada suatu perusahaan. ke setiap tempat imra pengguna layanan dan ISP tersebut, dalam hal mi ISP menyediakan alamat dalam ukuran blok (block size tertentu. Dan mu ianya C IDR d ikembangkan untuk 1)eflabu ngan net woi* yang d ibentuk oleh beberapa router internet dan lazimnya CIDR diimplementasikan oleh provider Internet, j ika diperlukan CIDR dapat juga di implementasikaii ii ntuk keperluan LAN, se)afljang sistem operasi atau protocol yang (ligunakan sudah mendukung CIDR.

c. VLSM (Variable length Subnet Mask)


VLSM merupakan implenientasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh pemilik network (network admnistrator) dan blok IP yang telah diberikan padanya (sifatnya local dan tidak dikenal di internet.

adapun keuntungan dan subneiting vlsm: 1) Mengurangi lalu lintas jaringan (reduced network traffic) 2) Teroptimasinya unjuk kerja janingan (optimized network performance) 3) Pengelolaan yang disederhanakan (simplified management) 4) Membantu pengembangan jaringan jarak ke jarak geografis yang jauh. 5) Menghemat ruang alamat.

D. ALAT DAN BAHAN


Software cisco packet tracert 5.3

E. LANGKAH KERJA
1. Membuka aplikasi cisco paket tracert 5.3 2. Memilih icon end devices untuk menambahkan beberapa komputer

3. Memilih devices.

4. Mengkoneksikan devices.

5. Mengatur ip address devices.

6. Menguji koneksi ( klik salah satu PC kemudian klik command prompt)

7. Ping pc1 dan pc0

F. PERMASALAHAN DAN TROUBLESHOOTING


BAHAN DISKUSI
a. Membuat sebuah jaringan lokal minimal 10buah komputer yang tersambung pada sebuah switch. Kemudian setting ip address 5 buah komputer (dengan network 192.168.1.0 dan 5 buah komputer yang lain dengan network 192.168. 1. 128. bagaimana hasilnya? Buatlah simulasi pada paket tracert dimana per subnetworknya diwakili oleh 5 buah komputer.

Jawab 1 :
Jaringan lokal 10 buah komputer yang tersambung pada sebuah switch.

Tabel dibawah ini menampilkan 10 buah komputer yang tersambung dengan switch

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Nama Komputer PC0 PC1 PC2 PC3 PC4 PC5 PC6 PC7 PC8 PC9

IP ADRESS 192.168.1.1 192.168.1.2 192.168.1.3 192.168.1.4 192.168.1.5 192.168.1.129 192.168.1.130 192.168.1.131 192.168.1.132 192.168.1.133

Subnet mask 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128 225.225.225.128

masing-masing 5 komputer di setting dengan menggunakan IP Address network 192.168.1.0 dan 5 komputer lagi dengan IP Address network 192.168.1.128. maka IP Address dari network yang sama(192.168..1.0 atau 192.168.1.129) di ping maka akan berhasil tersambung dan akan menampilkan pesan Reply from

Hasil pada command prompt

b. Jika pada point a subnet class C dibagi menjadi 2 subnetwork maka sekarang diskusikan bagaimana jika subnet class C dibagi menjadi 32 subnetwork. Hitunglah berapa subnet, host pertama. host terakhir. dan broadcast Id dan network berikut ini 192.168.180.0. (Iengkap dengan perhitungannya). Buatlah simulasi pada paket tracent dimana per subnetworknya diwakili oleh 2 buah komputer.

Jawab 2 :
Daftar sample host dari seluruh subnet Subnet 192.168.200.0 192.168.200.8 192.168.200.16 192.168.200.24 192.168.200.32 192.168.200.40 192.168.200.48 192.168.200.56 192.168.200.64 192.168.200. 72 192.168.200. 80 192.168.200. 88 192.168.200. 96 192.168.200. 104 192.168.200. 112 192.168.200. 120 192.168.200. 128 192.168.200. 136 192.168.200. 144 192.168.200. 152 192.168.200. 160 192.168.200. 168 192.168.200. 176 192.168.200. 184 192.168.200. 192 192.168.200. 200 192.168.200. 208 192.168.200. 2 16 192.168.200. 2 2 4 192.168.200. 2 32 192.168.200. 2 40 192.168.200. 2 48 Host Pertama 192.168.200.1 192.168.200.9 192.168.200.17 192.168.200.25 192.168.200.33 192.168.200.41 192.168.200.49 192.168.200.57 192.168.200.65 192.168.200.73 192.168.200.81 192.168.200.89 192.168.200.97 192.168.200.105 192.168.200.113 192.168.200.121 192.168.200.129 192.168.200.137 192.168.200.145 192.168.200.163 192.168.200.161 192.168.200.169 192.168.200.177 192.168.200.185 192.168.200.193 192.168.200.201 192.168.200.209 192.168.200.217 192.168.200.225 192.168.200.232 192.168.200.240 192.168.200.248 Host Terakhir 192.168.200.6 192.168.200.14 192.168.200.22 192.168.200.30 192.168.200.38 192.168.200.46 192.168.200.54 192.168.200.62 192.168.200.70 192.168.200.78 192.168.200.86 192.168.200.94 192.168.200.102 192.168.200.110 192.168.200.118 192.168.200.126 192.168.200.134 192.168.200.142 192.168.200.150 192.168.200.158 192.168.200.166 192.168.200.174 192.168.200.182 192.168.200.190 192.168.200.198 192.168.200.206 192.168.200.214 192.168.200.222 192.168.200.230 192.168.200.238 192.168.200.246 192.168.200.254 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32.

10

Simulasi dengan cisco packet tracert

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Komputer PC0 PC1 PC2 PC3 PC4

IP Adress 192.168.200.1 192.168.200.9 192.168.200.17 192.168.200.25 192.168.200.33

Subnet mask 225.225.225.248 225.225.225.248 225.225.225.248 225.225.225.248 225.225.225.248

Tampilan pada command prompt

11

c. Buatlah contoh teknik subnetting pada ip address class A dimana jumlah maksimum host-nya adalah 1022 dan subneting pada ip address class B dimana maksimum host-nya adalah 510 host lengkap dengan perhitungan subnet, host pertaina. host terakhfr, dan broadcast Id. Buatlah simulasi pada paket tracert dimana per subnetworknya diwakili oleh 2 buah komputer.

Jawab 3 :
Jumlah host kelas A max = 1022 1022 2y y =2y -2 = 1024 = 10

Netmask

= 225.11111111.111111100.0000000 = 225.225.252.0

Jumlah subnet = 2 x

= 2 14

= 16384

Tabel sampel dari 16384 subnet yang ada 10.10.0.0 10.10.0.1 10.10.3.254 10.10.4.0 10.10.4.1 10.10.3.254 10.10.8.0 10.10.8.1 10.10.11.254 10.10.12.0 10.10.12.1 10.10.15.254 10.10.16.0 10.10.16.1 10.10.19.254

Subnet Host Pertama Host Terakhir

12

Jumlah host max klas B = 510


2X 2 = 510 2X = 512 X=9 Subnet mask = 255.255.0.0

1111 1111.1111 1111.1111 1110.0000 0000 Jumlah Subnet : 27 = 128

255.255.254.0

G. KESIMPULAN
1. Subnetting mempunyai fungsi untuk memecah sebuah network besar menjadi sub-network untuk ukuran yang lebih kecil. 2. Subnetting dapat dilakukan pada IP Address kelas A, IP Address kelas B, dan IP Address kelas C. 3. VLSM merupakan implementasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh network administrator, VLSM merupakan bentuk lain dari teknik subnetting.

13