Anda di halaman 1dari 8

PANDANGAN ISLAM TENTANG TIME VALUE OF MONEY Berkenaan dengan uang, telah disinggung bahwa dalam ekonomi konvensional

timbul pemikiran nilai uang menurut waktu (time value of money). Konsep time value of money pada dasarnya, merupakan intervensi konsep biologi dalam bidang ekonomi. Konsep time

value of money muncul karena adanya anggapan uang disamakan dengan barang yang
hidup. Sel yang hidup, untuk satuan waktu tertentu dapat menjadi lebih besar dan berkembang. Dalam hal ini, harus dipahami oleh kita, bahwa uang bukan sesuatu yang hidup yang dapat hidup dan berkembang dengan sendirinya. Teori tersebut bukanlah teori ekonomi, dalam teori ekonomi ada sesuatu yang mengecil dan menjadi besar, yang disebapkan oleh upaya-upaya. Di dalam ilmu ekonomi dapat muncul risk-return profile. Dengan demikian, berkurang dan bertambahnya jumlah uang bagi seseorang jika diupayakan secara wajar adalah sesuatu yang normal. Dalam kesempatan ini, kita akan membantah validasi konsep time value of money tersebut dengan mengajukan konsep yang lebih tepat, yang dinamakan dengan economic value of time. Melalui konsep ini, kita akan memberikan argumentasi ekonomi atas pelarangan riba dalam islam. Karena islam tidak mengenal konsep TIME VALUE OF MONEY yang artinya nilai uang untuk masa yang akan datang. Islam hanya mengenal ECONOMIC VALUE OF TIME yang bernilai adalah waktu itu sendiri. Hal ini menjelaskan mengapa islam membolehkah deferred paymen pada barang dagangan harga barang kridit lebih tinggi dari pada pada pembelian tunai. Bukanlah semata mata karena uang, akan tetapi lebih kepada waktu yang telah dialokasikan,menagih pembayaran menimbulkan biaya tersendiri.

A.

Pengertian Time Value of Money (TVM) Time value of money adalah sebuah konsep nilai uang yang dimiliki lebih berharga

dibandingkan nilai uang masa yang akan datang. Uang yang dipegang saat ini lebih bernilai karena dapat berinvestasi dan bisa mendapatkan bunga, atau nilai uang yang berubah (cenderung menurun) dengan berjalannya waktu. Sejumlah uang yang diterima oleh investor untuk penggunaanya diluar modal awal itu dinamakan bunga (interest), sedangkan modal awal yang diinvestasikan sering disebut principal. Konsep ini dikembangkan oleh Von Bhom-Bawerk dalam capital in interest dan positive theory of capital memang memang menyebutkan bahwa positive time preference merupakan pola ekonomi yang normal, sistematis dan rasional. Diskonto dalam positive time preference ini biasanya didasarkan pada tingkat suku bunga. Konsep utama TVM adalah bahwa nilai penerimaan pembayaran 1

berapa nisbah yang disepakati. bukan karena mekanisme untuk dikembangkan. baik faktor yang dapat diprediksikan maupun tidak. maka dalam mekanisme investasi menurut islam. Hasil investsi dimasa yang akan datang sangat dipengaruhi beberapa faktor. Logam ini diterima sebagai alat tukar disebabkan nilai intrinsiknya. akan berbeda dari sisi kualitasnya. Hubungan formula tersebut dapat ditemukan formula investasi menurut pandangan islam sebagai berikut: Hai orang-orang yang beriman. faktor yang menentukan nilai waktu adalah bagaimana seseorang itu bisa memanfaatkan waktu itu sendiri. berapa kali modal dapat diputar. Jadi. persoalan nilai waktu uang yang diformulasikan dalam bentuk bunga adalah tidak diterima (ditolak). Nilai waktu antara satu orang dengan orang yang lainnya. Dalam ekonomi islam. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan 2 . Dapat dihitung kelima jika diberi empat dari: suku bunga. kita dapat menentukan nilai uang yang akan tumbuh dimasa depan. Dalam pandangan islam mengenai waktu. yaitu 24 jam dalm sehari. sehingga ia tidak dapat melaksanakan kewajibannya kepada pihak lain. Sementara faktor efeknya tidak dapat dihitung secara pasti atau sesuai dengan kejadian adalah return (perolehan usaha). Berdasarkan hal di atas. B. dan future value. penggunaan sejenis discount rate dalam menentukan harga bai’ mu’ajjal (membayar tangguh) dapat digunakan. Sebaliknya. 7 hari dalm seminggu. jumlah periode.dimasa depan dapat konversi kenilai setara hari ini. present value. Ajaran Islam medorong pemeluknya untuk selalu mengenvestasikan tabungannya. Jual beli dan sewa menyewa adalah sektor rii yang menimbulkan economic value added (nilai tambah ekonomis) 2. Konsep Economic Value of Time Teori economic value of time berkembang pada abad ke-7 masehi. waktu bagi semua orang adalah sama kuantitasnya. dan pembayaran. Tertahannya hak si penjual (uang pembayaran) yang telah melaksanakan kewajiban (menyerahkan barang atau jasa). Faktor faktor yang dapat diprediksikan atau dihitung sebelumnya adalah: berapa banyak modal. Hal ini dibenarkan karena: 1. Pada masa saat digunakannya emas dan perak sebagai alat tukar. sehingga hubungan debetur/kreditur yang muncul bukan kerena akibat transaksi secara lansung. namun jelas merupakan transaksi “permintaan uang”. dalam melakukan investasi tidak menuntut secara pasti akan hasil yang akan datang. Dengan demikian. Di samping itu. perlu dipikirkan bagaimana formula pengganti yang seiring dengan nilai dan jiwa islam.

jika kita tidak bisa menggunakan dengan baik. pemanfaatan waktu itu bukan saja harus efektif efisien . Hal ini juga di pertegas dalam sebuah hadis yang berbunyi : Rasulullah Saw bersabda. Menurut Sayyid Qutb Waktu itu hidup. namun ia juga harus didasari dengan keimanan. di dalam islam. konsep time value of money di tolak dalam ekonomi Islam. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Bagi ekonomi konvensional ada 2 hal yang menjadi alasan intuisi mereka akan konsep time value of money: 3 . Itu sebabnya dalam teori finance. keuntungan bukan saja keuntungan di dunia.( satu dolar hari ini lebih berharga dari satu dolar di masa mendatang karena satu dolar hari ini dapat diinvestasikan untuk mendapatkan kembali. sebaliknya. penghargaan islam terhadap waktu itu tidak diwujudkan dalam rupiah tertentu atau persentase bunga tetap. "Sesungguhnya Allah. selalu dikenal risk return relationship. sungguh sangat jelas bahwa kita tidak akan mengetahui apa apa yang akan terjadi dihari esok. tidak didapati penjelasannya dalam fiqh dan mu’amlah meskipun perdebatan tentang jual beli tangguh (ba’i mu’ajjal) termasuk diskusi yang tidak sedikit diantara para ulama. C. iman yang tidak mampu mendatangkan keuntungan di dunia berarti ada hal hal yang belum di amalkan. Keimanan inilah yang akan membawa keuntungan di akhirat. At Taubah ayat : 34 ).) Definisi ini tidak akurat karena setiap investasi selalu mempunyai kemungkinan untuk mendapat positive. Dalam ekonomi konvensional time value of money di definisikan sebagai. Waktu itu seperti pedang. Namun. Kritikan Ekonomi Islam Terhadap Time Value Of Money Sebagian besar teori tentang manajemen keuangan dibangun berdasarkan konsep nilai dan waktu dari uang yang mengasumsikan bahwa nilai uang sekarang relatif lebih besar ketimbang dimasa yang akan datang. Luqman ayat : 34) Dari ayat di atas. dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. maka beritahukanlah kepada mereka. “a dollar today worth more than a dollar in the future because a dollar today be invested to get a return . Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah. Namun. Sedangkan di sisi lain. namun yang di cari adalah keuntungan dunia dsn akhirat. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. maka ia akan memotong kita. Oleh sebab itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Oleh sebab itu. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dialah Yang menurunkan hujan. negative atau no return. (QS.mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (QS.

mengkonsumsi sepuluh buah es potong saat ini lebih disukai daripada mengkonsumsi sepuluh buah es potong tahun depan. Inikah yang berlaku? Ternyata tidak._. seharusnya keberadaan deflasi menjadi alasan adanya negative time value of money. Dalam setiap perekonomian selalu ada keadaan inflasi dan deflasi. Bagi kebanyakan orang. yaitu kondisi inflasi. 10. dengan jumlah uang yang sama yaitu Rp. ia meminta kompensasi. Preference present consumption to future consumption Bagi umunya individu. present lebih disukai dari pada future consumption.000. sehingga dengan uang Rp. ia akan memberi kompensasi untuk naiknya daya beli uangnya akibat deflasi . 10. 10. Oleh karena itu untuk menunda konsumsi. Seseorang dapat membeli 10 buah es potong saat ini dengan jumlah Rp. Untuk argumen yang yang kedua akan di jelaskan di bawah ini: • Certainty of Return: Kepastian akan Keuntungan 4 . Oleh karena itu. Argumen yang pertama tidak dapat di terima karena tidak lengkap kondisinya. 10. Namun bila ia membelinya tahun depan dengan jumlah uang yang sama yaitu Rp. seseorang lebih menyukai Rp. Katakanlah tidak ada tingkat inflasi. 10.000.000._._ seseorang tetap bisa membeli sepuluh buah es potong saat ini maupun tahun depan. meskipun suatu perekonomian tingkat inflasinya tidak ada. Namun bila ia membelinya tahun depan. Katakanlah tingkat deflasi 10 & per tahun.000._. Oleh karena itu ia akan meminta kompensasi untuk hilangnya daya beli uangnya akibat inflasi. 10. Sedangkan kondisi deflasi diabaikan. Seseorang dapat membeli es potong hari ini dengan membayar sejumlah Rp. Presence of inflation Katakanlah tingkat suku bunga inflasi 10% per tahun. ia dapat membeli sebelas buah es potong._ ia hanya dapat membeli sembilan es potong.000. Bila keadaan inflasi menjadi alasan adanya time value of money. b. Dengan argumentasi ini.a.000. Hanya satu kondisi saja yang diakomodir oleh konsep time value of money._ saat ini dan mengkonsumsi saat ini juga.

dan no return. Katakanlah probabiliti positive return dan negative return masing masing sebesar 0. Hal ini dapat dibenarkan: 5 . Jadi. Keadaan inilah yang ditolak dalam ekonomi islam syari’ah. Dalam ekonomi syariah. Jadi. yaitu dengan menjelaskan adanya hubungan antara risk dan return.0). Yang dilakukan dalam perhitungan discount rate adalah mempertukarkan probabiliti negative return (0. Disebut interest rate: suku bunga Disebut discound rate: tingkat diskonto Real interest rate ditentukan oleh preferensi current consumption (Tingkat bunga riil ditentukan oleh preferensi konsumsi saat ini). Nominal interest rarte = real interest rate+expected inflation (tingkat bunga riil. ekonomi konvensioanal menyebut kompensasinya sebagai discound rate. sedangkan probabiliti no return sebesar 0. • Uncertainty of Return: Ketidakpastian dari Keuntungan. yaitu premium for uncertainty. penerapan time value of money tidak senaif yang dibayangkan.Sebenarnya dalam ekonomi konvensional. istilah discound rate lebih bersifat umum dibandingkan istilah interest rate .4) dan probabiliti no return (0.4. misalnya dengan mengabaikan ketidak kepastian return yang akan diterima. Dalam setiap investasi tertentu selalu ada probabiliti untuk mendapatkan positif return. dalam ekonomi konvensional ketidakpastian return dikonversi menjadi suatu kepastian melalui premium for uncertainty. yaitu keadaan al ghunmu bi la ghurmi (gaining return without responsible for any risk) dan al kharaj bi la dhaman (gaining income without responsible for any expense). Keadaan Natural Uncertainty (Probability) Discount Rate (Probability) Positive Return No Return Negative Return 0. Sebenarnya keadaan ini juga ditolak oleh teori finance. negatif return. Adanya probabiliti inilah yang menimbulkan uncertainty (ketidakpastian) dengan sesuatu yang pasti. premium bagi ketidakpastian.4. Bila unsur ketidakpastian return ini dimasukkan. sehingga yang tersisa tinggal probabiliti untuk positive return (1. inflasi yang diharapkan) Discound rate= real interest rate+ expected inflation + premium for uncertainty: tingkat bunga riil diperkirakan inflasi.2) ini dengan premium for uncertainty. penggunaan sejenis discount rate dalam menentukan harga mu’ajjal (bayar tangguh) dapat digunakan.2.

Discound rate dapat pula digunakan dalam menentukan nisbah bagi hasil. Tertahannya hak sipenjual (uang pembayaran) yang telah melaksanakan kewajibannya (menyerahkan barang atau jasa). Bagi hasil yang harus dibayar adalah nisbah bagi hasil yang dikalikan dengan actual returnnya. Hak bagi mereka berdua akan timbul ketika usaha memproduktifkan modal tersebut telah menghasilkan pendapatan atau keuntungan tersebut. nisbah dikalikan dengan actual return. actual return dipaksakan harus sama denga expected returnnya. Yang ada adalah hubungan antara pemodal dan yang memproduktifkan modal tersebut. maksudnya tidak hanya perbedaan pada time value of money dan economic value of time. D.1. yang memprodukifkan modal juga telah melaksankan kewajibannya. 2. Discound rate ditentukan atas dasar ekspektasi keuntungan. Sipemodal telah melaksanakan kewajibannya. dan digunakan untuk menentukan nisbah bagi hasil. tapi masih tertahan haknya. yaitu memberikan sejumlah modal. Jual beli dan sewa menyewa adalah transaksi yang termasuk dalam sektro riil yang menimbulkan economic value added (nilai tambah ekonomis). Dalam hal ini. (profit sharing). apakah bagi hasil itu itu akan dilakukan berdasarkan pendapatan (ravanue sharing) atau berdasarkan keuntungan. Jadi. PERBEDAAN TIME VALUE OF MONEY dan ECONOMIC VALUE OF TIME Disini kita lebih mengambil dari perbedaan secara umum. tidak ada pihak yang telah melaksanakan kewajibannya. Akan tetapi pada penerapan ekonomi islam dan ekonomi konvensionalnya. Dengan kata lain actual return-nya tidak harus sama dengan expected returnnya. Dengan kata lain. atau penyewa dan yang menyewakan. bukan dengan expected return. Sesuai dengan kesepakantan awal. karena dalam transaksi bagi hasil hubungannya bukan antara penjual dan pembeli. Ada beberapa perbedaan dalam time value of money dan economic value of time yaitu: 1. Ekonomi konvensional 6 . sehingga ia tidak dapat melaksanakan kewajibannya kepada pihak lain . Transaksi bagi hasil berbeda dengan transaksi jual beli atau transaksi sewa menyewa. Rasionaliti ekonomi konvensional adalah rational economice man adalah tindakan individu dianggap rasional jika tertumpu kepada kepentingan diri sendiri (self interest) yang menjadi satu-satunya tujuan bagi seluruh aktivitas. yaitu memproduktifkan modal tersebut.

5. KESIMPULAN Pentingnya sebuah konsep Time Value Of Money dalam pengelolaan keuangan sehingga hal in dapat digunakan untuk membandingkan alternatif investasi dan untuk memecahkan 7 . Berbeda dengan ekonomi konvensional yang berdasarkan pada hal-hal yang bersifat positivistik. Orientasi dari keseimbangan konsumen dan produsen dalam ekonomi konvensional adalah untuk semata-mata mengutamakan keuntungan.mengabaikan moral dan etika dalam pembelanjaan dan unsur waktu adalah terbatas hanya di dunia saja tanpa mengambilkira hari akhirat. karena need lebih bisa diukur daripada want. Tauhidnya mendorong untuk yakin. tidak dapat diukur dengan uang. 2. Islam lebih menekankan pada konsep need daripada want dalam menuju maslahah. sedangkan ekonomi konvensional semata-mata kesejahteraan duniawi. Jika tidak demikian justru dianggap tidak rasional. Menurut Islam. Islamic man dianggap perilakunya rasional jika konsisten dengan prinsipprinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang seimbang. Ekonomi Islam menawarkan konsep rasionaliti secara lebih menyeluruh tentang tingkah laku agen-agen ekonomi yang berlandaskan etika ke arah mencapai al-falah. Memang untuk mengukur pahala dan dosa seorang hamba Allah. (QS 25:63). 3. Allah-lah yang berhak membuat rules untuk mengantarkan kesuksesan hidup. Tujuan utama ekonomi Islam adalah mencapai falah di dunia dan akhirat. Sedangkan dalam ekonomi Islam jenis manusia yang hendak dibentuk adalah Islamic man (‘Ibadurrahman). Sumber utama ekonomi Islam adalah Al-Quran dan Al-Sunnah atau ajaran Islam. 4. Lain halnya dengan ekonomi Islam yang tidak hanya ingin mencapai keuntungan ekonomi akan tetapi juga mengharapkan keuntungan rohani dan al-falah. Keseimbangan antara konsumen dan produsen dapat diukur melalui asumsi asumsi secara jelas. Semua tindakan ekonominya diarahkan untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. akan tetapi hanya merupakan ukuran seberapa besar dan taat kita kepada Allah. manusia mesti mengendalikan dan mengarahkan want dan need sehingga dapat membawa manfaat dan bukan madarat untuk kehidupan dunia dan akhirat. bukan kesuksesan di dunia malah yang lebih penting lagi ialah kesuksesan di akhirat.

DAFTAR PUSTAKA 1. sewa. Waktu adalah pedang.html 8 .com/2007/04/24/hukum-harga-tangguh-time-valueof-money-dalam-islam/ 3. http://jacksite.html 5. present value dari uang dianalogikan ddengan jumlah populasi tahun ke-0.blogspot. jangan sampai kita yang dikendalikan.wordpress.pdf 4. http://cahayamaulidia.masalah yang melibatkan pinjaman. kata pada “pedang” menggambarkan betapa waktu itu sangat berharga. Dalam ekonomi Islam landasan yang dipakai adalah Al Quran dan Al Hadist.upi. Yang dikenal adalah economic value of time. tapi akhirat juga. Jelas in sangat keliru besar.html 2. Dalam ekonomi Islam tujuan yang ingin dicapai bukan hanya dunia saja. akan tetapi mengharapkan keuntungan pada ridho Allah.com/2011/05/pandangan-islam-tentang-timevalue-of.com/2012/05/time-value-of-money-vseconomic-value.AKUNTANSI/198201232005012ELIS_MEDIAWATI/TIME_VALUE_OF_MONEY_N_JUAL_BELI_DALAM_ISLAM. karena uang bukanlah makhluk hidup yang dapat berkembang biak dengan sendirinya.com/2009/09/time-value-of-money-dalamperdebatan. Future value dari uang dianalogikan dengan jumlah populasi tahunke-t. Time Value Of Money didasarkan konsep bahwa nilai uang yang dimilki saat ini adalah lebih besar/berharga daripada nilai uang yang akan diterima satu dolar dimasa depan uang yang dipegang saat ini bernilai lebih karena dapat berinvestasi dan bisa mendapatkan bunga. sedangkan tingkat suku bunga dianalogikan dengan tingkat pertumbuhan populasi. http://ekisopini. Teori time value of money adalah sebuah kekeliruan besar karena mengambal dari ilmu teori pertumbuhan populasi dan tidak ada di ilmu finance.blogspot.edu/Direktori/FPEB/PRODI. http://file. tabungan dan anuitas. Bukan berati waktu itu bisa dinilai dengan rupiah atau satuan apapun. Islam juga mengajarkan kita untuk mengendalikan kebutuhan dari pada keinginan.blogspot. dalam islam tidak mengenal adanya time value of money. sedangkan ekonomi konvensional lebih pada positivistik. Dalam Islam kita tidak hanya beorientasi pada keuntungan. http://mahpul-tetebatu.