Anda di halaman 1dari 7

1 Beberapa distribusi peluang kontinu Distribusi peluang kontinu yang paling penting dalam seluruh bidang statistik adl

distribusi normal.Persamaan matematik distribusi peluang peubah normal kontinu bergantung pada dua parameter dan yaitu rataan dan simpangan baku. Jadi fungsi padat X akan dinyatakan dengan n(x;,). Distribusi normal : Fungsi padat peubah acak normal X, dengan rataan dan variansi 2 adalah :

n( x; , ) = 2

(1 / 2 )[(x ) / ]2

Dengan = 3,14159 dan e = 2,71828

- < x <

Lima sifat kurva normal : 1.Modus titik pada sumbu datar yang memberikan maksimum kurva, terdapat pada x = . 2.Kurva setangkup terhadap garis tegak yang melalui rataan . 3.Kurva mempunyai titik belok pada x = , cekung dari bawah bila - < x < + dan cekung dari atas untuk harga x lainnya. 4.Kedua ujung kurva normal mendekati asimtot sumbu datar bila harga x bergerak menjauhi baik ke kiri maupun ke kanan. 5.Seluruh luas dibawah kurve dan di atas sumbu datar sama dengan 1 Luas dibawah kurva normal : Kurva setiap distribusi peluang kontinu atau fungsi padat dibuat sedemikian rupa sehingga luas dibawah kurva diantara kedua ordinat x = x1 dan x = x2 sama dengan peluang peubah acak X mendapat harga antara x = x1 dan x = x2
x2

2 x P (x1 < X < x2 ) = x Dinyatakan daerah yang dihitami :


1
| | | | | |

n( x; , )dx =

x2

(1 / 2 )[( x ) / ] dx e
2 1

gbr. Diatas p(x1 < X < x2 ) = luas daerah yang dihitami

2 Luas dibawah kurva antara dua ordinat sembarang tentulah pula tergantung pada harga dan hal ini jelas terlihat pada gambar dibawah ini. II 2
|

I
| | | |

| | | | |

1 x1

x2 2

Disini daerah berpadanan dengan p(x1< X <x2) untuk kedua kurva dengan rataan dan variansi yang berbeda telah dihitami. P(x1<X<x2),dengan X peubah acak yang menyatakan distribusi I, dinyatakan dengan daerah yang diarsir dg garis naik dari kiri kekanan Bila X menyatakan peubah acak distribusi II maka p(x1<X<x2) diberikan oleh daerah yang diarsir dg garis yg turun dari kiri kekanan. Jelas bahwa kedua daerah yang diarsir berlainan luasnya, jadi peluang yang berpadanan dg masing2 distribusi akan berlainan pula. Seluruh pengamatan dengan setiap peubah acak normal X dapat ditransformasikan menjadi himpunan pengamatan baru suatu peubah acak normal Z dengan rataan nol dan variansi 1.

Bila X mendapat suatu harga x, harga Z padanannya diberikan oleh z = (x-)/ Jadi bila X berharga antara x = x1 dan x = x2, maka peubah ajak Z akan berharga z1 = (x1 - )/ dan z2 = (x2 - )/ karena itu dapat ditulis : x2 1 (1 / 2 )[( x ) / ] 2 e dx 2 x1 P(x1<X<x2) =

x Z=

1 2

z2

z1 z1 = Z terlihat merupakan peubah acak normal dengan rataan nol dan variansi 1. Distribusi asli dan sesudah ditranformasi dilukiskan dibawah ini. Harga

z /2 e dz = n( z;0,1)dz = p( z1 < Z < z 2 )


2

z2

X antara x1 dan x2 mempunyai harga Z padanan antara z1 dan z2 luas dibawah kurva X antara ordinat x = x1 dan x = x2 pada gbr dibawah 3 sama dengan luas dibawah kurva Z antara ordinat yang telah ditranformasikan z = z1 dan z = z2
| | | | | | | | |

=1

| | |

x1

x2

z1

z2 0

Contoh 1: Diketahui suatu distribusi normal dengan = 50 da = 10, carilah peluang bahwa X mendapa harga antara 45 dan 62. Jawab : Nilai z yang berpadanan dengan x1 = 45 dan x2 = 62 adalah. 45 50 z1 = = 0,5 10 62 50 z2 = = 1,2 10 Jadi : p(45<X<62) = p(-0,5<Z<1,2)
| | | | | |

-0,5 0

1,2

Nilai p(-0,5<Z<1,2) diberikan oleh luas yg dihitami, Luas ini dicari dengan mengurangkan luas bagian kiri ordinat z = -0,5 dari seluruh Luas bagian kiri z = 1,2 dengan menggunakan tabel diperoleh : p(45<X<62) = p(-0,5<Z<1,2) = p(Z<1,2) p(Z<-0,5) = 0,8849 0,3085 = 0,5764 Menurut teorema chebyshev, peluang suatu peubah acak mendapat harga dalam 2 simpangan baku dari harga rataan paling sedikit 3/4. Bila peubah acak tersebut berdistribusi normal, harga z yg berpada-

nan dengan x1= - 2 dan x2 = + 2 dengan mudah dapat dihitung


z1 = ( 2 ) [50 (2)(10)] 50 = = 2 10

4
( + 2 ) [50 + (2)(10)] 50 = =2 10 Jadi p( - 2< X < + 2) = p(-2 < Z < 2) = p(Z< 2) p(Z< -2) = 0,9772 0,0228 = 0,9544 Contoh 2 : Suatu jenis baterai mobil rata-rata berumur 3 tahun de Ngan simpangan baku 0,5 tahun. Bila dianggap umur baterai berdistribusi normal, carilah peluang suatu baterai tertentu akan berumur kurang dari 2,3 tahun. Jawab : Dari soal diatas harga = 3 dan = 0,5, buat gbr diagram yg menunjukkan distribusi umur baterai yang diberikan dan luas yang ditanyakan. z2 =
| | | | | | |

= 0,5

2,3

Untuk menghitung p(X<2,3), hitunglah luas dibawah kurva normal sebelah kiri titik 2,3. Ini sama saja menghitung luas daerah sebelah kiri nilai z padanannya.

z=

x 2,3 3 = = 1,4 0,5

Kemudian dg menggunakan tabel : p(x <2,3) = p(Z < -1,4) = 0,0808 Contoh 3 : Suatu pengukur dipakai untuk menolak semua suku cadang yg ukurannya tidak memenuhi ketentuan 1,5 d Diketahui bahwa pengukuran tersebut berdistribusi normal dg rataan 1,5 dan simpangan

baku 0,2. Tentukanlah harga d sehingga ketentuan tersebut mencakup 95% seluruh pengukuran. Jawab : Tentukan harga z, kemudian tentukan x = z + dari tabel dapat dicari bahwa : p(-1,96 < Z < 1,96) = 0,95 Jadi 1,5 + d = (0,2)(1,96) + 1,5 d = (0,2)(1,96) = 0,392 5 ketentuan diatas diperlihatkan dengan gambar :
| | | | | | | |

= 0,2

0,025 1,108

| 1,5

0,025 1,892

Contoh 4 : Nilai rata - rata 300 mahasiswa tahun pertama secara penghampiran berdistribusi normal dengan rataan 2,1 dan simpangan baku 0,6. Berapa banyak mahasiswa yang dapat diharapkan mempunyai nilai di antara atau sama dengan 2,5 dan 3,5 bila perhitungan nilai ratarata dibulatkan sampai persepuluh terdekat. Jawab : Karena nilai dicatat sampai persepuluh terdekat maka diperlukan luas antara x1 = 2,45 dan x2 = 3,55
| | | | | | | |

= 0,6

2,1 2,45

3,55

Harga z padanannya adalah : 2,45 2,1 3,55 2,1 z1 = = 0,58 z2 = = 2,42 0,6 0,6 p(2,45< X <3,55) = p(0,58< Z <2,42) = p(Z<2,42) p(Z<0,58) = 0,9922 0,7190= 0,2732 Jd 27,32% atau kira2 82 dari 300 mhs, mendpt nilai diantara atau sama dengan 2,5 dan 3,5

Hampiran Normal Terhadap Binomial Bila X peubah acak binomial dengan rataan = np dan variansi 2 = npq maka limit distribusi : Bila n Z= ialah distribusi normal baku n ( Z, 0, 1) 6 Distribusi normal memberikan hampiran yang amat baik terhadap distribusi binomial jika n besar dan p dekat 1/2. Malahan jika n kecil tapi p tdk amat dekat dg. Nol atau Satu hampiran masih cukup baik. Untuk melihat hampiran normal terhadap binomial, pertama lukiskan histogram b(x; 15, 0,4) lalu letakkan kurva normal dg rataan dan variansi yg sama dg peubah binomial x shg keduanya saling tumpang tindih. Lukiskan kurva normal dengan : = np = (15) (0,4) = 6 2 = npq = (15) (0,4) (0,6) = 3,6 Sebagai contoh, peluang yg tepat untuk X= 4 Dengan menggunakan rumus binomial di dapat : b(4;15,0,4) = x=0 - x= 0 = 0,2173 0,0905 = 0,1268 Luas ini secara hampiran sama dg luas daerah yg dihitami dibawah kurva normal terletak antara ordinat x1=3,5 dan x2=4,5 jika diubah ke harga z diperoleh : z1=
3,5 6 1,9
X np npq

b( x;15,0,4) b( x;15,0,4)

= -1,316

z2= = -0,789 Jika X peubah acak binomial dan Z peubah normal baku, P(X=4)= b(4;15,0,4) =P(-1,316< Z <-0,789) =P(Z<-0,789) P(Z<-1,316) = 0,2151 0,0941 ( diperoleh dari tabel dg cara interpolasi)

4,5 6 1,9

= 0,1210 Hasil ini cukup dekat dg nilai sesungguhnya yaitu sebesar = 0,1268.

x
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Gbr. Hampiran normal terhadap b(4;15,0,4)