Anda di halaman 1dari 2

Salep mata adalah salep yang digunakan pada mata.

Pada pembuatan salep mata harus diberikan perhatian khusus. Sediaan dibuat dari bahan yang sudah disterilkan dengan perlakuan aseptik yang ketat serta memenuhi syarat uji sterilitas. Salep mata harus mengandung bahan atau campuran bahan yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan atau memusnahkan mikroba yang mungkin masuk secara tidak sengaja bila wadah dibuka pada waktu penggunan. Salep mata harus bebas dari partikel kasar. Wadah untuk salep mata harus dalam keadaan steril pada waktu pengisian dan penutupan. Wadah salep mata harus tertutup rapat dan disegel untuk menjamin sterilitas pada pemakaian pertama. Dasar salep yang dipilih tidak boleh mengiritasi mata, memungkinkan difusi obat dalam cairan mata dan tetap mempertahankan aktivitas obat dalam jangka waktu tertentu pada kondisi penyimpanan yang tepat. Vaselin merupakan dasar salep mata yang banyak digunakan.

Salep mata memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan obat tetes mata. Salep mata cenderung lebih awet (dalam penyimpanan), penggunaannya juga lebih efisien dan tahan lama. Tidak seperti tetes mata yang cepat menguap habis akibat terbuang bersama air mata sehingga kita harus lebih sering menggunakannya, salep mata lebih lama menempel di mata sehingga pengobatannya pun menjadi lebih efektif. Pada penderita akut, salep mata sangat dianjurkan daripada tetes mata yang harus diteteskan setiap 3 sampai 4 jam sekali, karena daya kerjanya cepat menghilang, terbuang bersama air mata. Dengan penggunaan yang dioleskan pada kelopak mata bagian dalam, diharapkan zat aktif dalam salep mata dapat bekerja optimal. Sehingga diharapkan penyembuhan menjadi lebih cepat. Cara penggunaan salep mata tidak jauh berbeda dengan penggunaan obat tetes mata. Kedua jenis obat ini ( salep mata dan tetes mata ) merupakan obat steril. Jadi untuk mencegah kontaminasi, ujung wadah obat jangan sampai terkena permukaan lain dan tutup rapat sesudah digunakan. Selain itu, satu obat mata hanya boleh

digunakan untuk satu orang saja. Hal ini penting, karena sakit mata yang diderita oleh satu orang dengan yang lain mungkin berbeda sehingga membutuhkan jenis obat yang berbeda. Selain itu juga untuk mencegah penularan penyakit mata ke orang lain. Selanjutnya, obat mata yang masih tersisa satu bulan setelah tutup dibuka harus segera dibuang, karena obat mata akan cepat rusak setelah dibuka.

Kloramfenikol ditujukan untuk penggunaan blepharitis (radang pada kelopak mata) jadi dibuat sediaan salep karena kerja pada kelopak mata, kelenjar sebaseus, konjungtiva, kornea dan iris. Banyak antibiotik menjadi lebih buruk dalam keadaan berair khususnya tanpa pendapar. Karena antiboitik tidak stabil dalam air maka dibuat salep dengan menggunakan basis yang sesuai. Dasar pemilihan basis paraffin liquidum yaitu digunakan sebagai basis karena berfungsi sebagai emolient,titik lebur paraffin adalah 37,8 C dimana dasar salep harus mempunyai titik lebur mendekati suhu tubuh (Ansel ,1989 ; hal 562 ) Selain itu digunakan basis salep adeps lanae dimana titik leburnya 36 42 C yaitu karena ketika dicampur dengan paraffin akan membentuk sediaan yang dapat terpenetrasi kedalam kulit dan memfasilitasi penyerapan obat ke dalam kulit. Digunakan basis salep vaselin kuning dalam pembuatan salep mata karena tidak mengiritasi seperti halnya pada vaselin putih , selain itu vaselin kuning dapat mempertahankan aktivitas obat dalam jangka waktu tertentu pada kondisi penyimpanan yang tepat. Digunakan basis cetyl alcohol karena berfungsi sebagai peningkat stabilitas dan meningkatkan konsistensi dari sediaan . cetyl alkohol dapat berfungsi sebagai emolient.