Anda di halaman 1dari 12

# KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM STUDI GEOFISIKA JURUSAN FISIKA

## FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

TUGAS PAPER METODE KOMPUTASI

DISUSUN OLEH:

NANANG SUWANDANA
12/331632/PA/14792 DOSEN PENGAMPU: PROF. KIRBANI SRI BROTOPUSPITO

YOGYAKARTA 2013

IDENTIFIKASI GEMPA PADA LOKASI GARIS LINTANG 0oLU SAMPAI DENGAN 45oLS DAN GARIS BUJUR 126oBT SAMPAI DENGAN 144oBT
(Identification of Earthquake at Location with Latitude 0N until 45S and Longitude 126E until 144E )
NANANG SUWANDANA (12/331632/PA/14792)
Laboratorium Geofisika, Jurusan Fisika FMIPA, UGM, Sekip Utara, Kotak Pos BLS 21, Yogyakarta 55281
email: nanang.suwandana@mail.ugm.ac.id; nanang.suwandana@gmail.com

Kata kunci: Gempabumi, Nilai b-value, Periodogram, Frekuensi dominan, Surfer, Matlab

ABSTRACT Research on the properties of the earthquake is one of the research attention in geophysics, because of the impact of the earthquake is quite detrimental to all aspects of life. To identify the earthquake and its properties, in this paper described the earthquake by taking the data from the USGS and analyze it with surfer and matlab program. Seismic data discussed in this paper were taken from areas with coordinates Latitude 0N until 45S and Longitude 126E until 144E as well carrying out of date January 1, 1973 April, 23 2013. On the earthquake data obtained

showed that the highest magnitude earthquake has a value of 7.9 that occurred on June 16, 1985 to a depth of 33 km below sea level and the lowest magnitude has a value of 5. In the analysis of seismic data discussed in this paper obtained the b-value of 1.108, while for the value of a is equal to 4.438. Used for the analysis of seismic data can surfers analysis results are plotted in a 2-dimensional map of the model as well as 3-dimensional. While the results of seismic data analysis using Matlab to reveal the periodogram, which from seismic data that has been analyzed values obtained dominant frequency of 0.453. In addition the paper also produced in scale earthquake emergence period month, which is obtained from an analysis conducted by the value of the energy release period 0.25951 months with an energy of 2.5 x 1034 joules. Keywords: Earthquake, B-value, Periodogram, Dominant frequency, Surfer, Matlab

1.

PENDAHULUAN
0

## (lempeng bumi). Bumi kita walaupun padat,

Daerah dengan koordinat 0 Lintang Utara (LU) sampai dengan 36 0 Lintang Selatan (LS); 1260 Bujur Timur(BT) sampai dengan 1440 Bujur Timur (BT) meliputi sebagian Benua Australia dan Papua Nugini. Kedua wilayah tersebut mempunyai potensi untuk terjadi gempa meskipun jarang dalam skala yang besar, akan tetapi mempunyai kecenderungan untuk mengalami gempa dengan frekuensi yang sangat besar. Menurut data seisvole pada daerah Samudra pasifik dan sekitarnya terhubung oleh lempeng pasifik. Pada zona subduksi Australia dan Pasifik membentuk lempeng komplek meliputi zona patahan transform dan spot gempa di sepanjang garis lempeng menimbulkan gempa berkedalaman sangat dalam. Zona subduksi ini menjalah dari selatan hingga utara memicu pergerakan lempeng tektonik kusus yang komplek dalam bentuk subduksi cekungan laut disekitar kepulauan Vanuatu, Solomon dan Papua Nuguni. Lebih dari 140 gunungapi di kawasan kepulauan tersebut mengalami erupsi selama 10.000 tahun terakhir serta berdampak gempabumi. Fenomena khusus terjadi di Kermadec-Tonga, sekitar tahun 1960-an sering terjadi gempa karena tumbukan lempeng yang merintis pembentukan pulau baru. Erupsi gunungapi dramatik tahun 1994 pada gunungapi Rabaul menghancurkan kota besar di New Britain.

selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba tiba sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi. Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi. b. Jenis Gempa
1. Jenis-jenis gempa berdasarkan hiposentrum gempa atau jarak pusat gempa. Jenis gempa ini dibedakan menjadi: Gempa dalam, gempa yang hiposetrumnya terletak antara 300-700 km di bawah permukaan bumi Gempa Intermidier, gempa yang hiposentrumnya terletak antara 100300 km dibawah permukaan bumi Gempa dangkal, gempa yang hiposentrumnya terletak kurang dari 100 km dibawah permukaan bumi 2. Jenis-jenis gempa berdasarkan bentuk episentrum gempa Gempa Linier, jika episentrumnya berbentuk garis. Gempa linier biasanya terjadi pada gempa tektonik. Sebab tanah patahan merupakan sebuah garis dan bukan titik. Gempa Sentral, jika episentrumnya berbentuk titik. Gempa Vulkanik dan

2.
a.

STUDI PUSTAKA
Definisi Gempa

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi

gempa runtuhan adalah beberapa contoh jenis gempa sentral 3. Jenis-jenis gempa berdasarkan letak episentrum gempa Gempa Laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut Gempa daratan, jika episentrumnya terletak didarat 4. Jenis-jenis gempa berdasarkan jarak episentralnya Gempa setempat, jika jarak tempat gempa terasa ke episenralnya kurang dari 10.000 km Gempa Jauh, jika jarak episentral dan termpat terasanya berjarak sekitar 10.000 km Gempa sangat jauh, jika jarak episentralnya dan tempat gempa terasa lebih dari 10.000 km 5. Jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya Gempa Tektonik adalah gempa yang terjadi karena peristiwa dislokasi. Gempa terktonik disebut juga gempa dislokasi dan biasanya mempunyai tingkat kerusakan paling parah apalagi kalau hiposentrumnya dangkal. Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi. Gempa Runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas litosfer keran bagian sebelah dalam berongga. c. Istilah-istilah dalam Gempa

1.

Magnitudo

Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Richter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude, kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya sedang 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli. Ada bermacam-macam jenis magnitudo gempa, diantaranya adalah:

permukaan, dimana batu-batuan bersifat lebih keras sehingga melepaskan lebih besar regangan (strain).

3. Time series
Time series adalah serangkaian nilainilai variabel yang disusun berdasarkan waktu. Analisis time

series mempelajari pola gerakan nilainilai variabel pada suatu interval waktu (misalnya minggu, bulan, tahun) yang diatur. Pengolahan Time Series dilakukan dengan menggunakan program Matlab. Dari pengolahan Time Series ini akan didapatkan sebuah grafik hubungan antara Julian month dan magnitude.

3.

TUJUAN

Tujuan dentifikasi pada paper ini adalah untuk mengetahui persebaran gempa di koordinat 00 Lintang Utara (LU) sampai dengan 36 0 Lintang Selatan (LS); 1260 Bujur Timur(BT) sampai dengan 1440 Bujur Timur (BT) meliputi sebagian Benua Australia dan Papua Nugini. sebagian wilayah Australia maupun Papua Nugini. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa besar gempa di wilayah dan frekuensi

4.

ISI

Kemudian memasukkan nilai latitude dan longitudenya, jangka waktu, rentang magnitude serta kedalaman gempanya sesuai dengan ketentuan yang ada seperti berikut:

## Kemudian klik search sehingga akan muncul sebagai berikut:

Data yang ditampilkan oleh website tersebut kemudian dicopy dengan cara klik CSV dan

selanjutnya copy ke notepad dengan tipe *txt. File tersebut kemudian dicopy kedalam bentuk exel agar mempermudah proses pengolahan data. c. Metode Pengolahan Data Data dalam tipe txt tersebut kemudian di import ke Ms. Excel dengan import pada Data lalu pilih file txt tadi delimeted,tab,comma dan finish. Setelah itu akan diperoleh hasil sebagi berikut:

Setelah memperoleh data dalam bentuk exel tersebut langkah selanjutnya yaitu membuat klasifikasi gempa berdasarkan Magnitude Beserta log Frekuensinya.

## Histogram dan dan Grafik B-value

4 3 Series1 2 1 0 5 - 5.9 6 - 6.9 7 - 7.9 Linear (Series1)

y = -1,108x + 4,438

Dari Trendline Data maka didapat: B Value Data Y = - 1,108x+ 4,438 Dengan m= b-value, sehingga :

2. Membuat Post Map dengan IRIS Langkah pertama yaitu membuka website http://www.iris.edu/SeismiQuery/sq eventsmag.htm Kemudian masukkan nilai magnitude, rentang waktu, kedalaman dan koordinat sesuai dengan ketentuan pada halaman yang ditampilkan oleh web tersebut. Setelah itu klik view results Kemudian klik Make Event Map dan masukkan kembali nilai koordinat pada kolom yang ditampilkan Tahap terakhir yaitu Make Map dan akan dihasilkan sebagai berikut :

Post Map dengan IRIS Sedangkan untuk membuat kedalaman langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu Membuka Surfer, pilih new worksheet, mengambil 3 buah data pada data gempa yang kita dapatkan dari USGS berupa posisi latitude, longitude, dan kedalaman dalam bentuk negatif. Copy ke dalam worksheet dimana kolom x adalah longitude, y adalah latitude, dan z adalah kedalaman. Save dalam format .dat. Setelah di save, pilih tab plot, klik pada menu grid, pilih data kemudian pilih file .dat selanjutnya pilih gridding method krigging dan klik ok. Akan dihasilkan file dalam format .grd . Setelah itu Klik menu map pilih new new 3D surface -> pilih file .grd tadi -> open. Kemudian akan diperoleh gambar seperti berikut:

Gambar Kedalaman Gempa Sedangkan untuk membuat gambar kontur gempa dengan surfer hal yang perlu dilakukan yaitu dengan membuka Surfer, pilih new worksheet, mengambil 3 buah data pada data gempa yang kita dapatkan dari USGS berupa posisi latitude, longitude, dan kedalaman dalam bentuk negatif. Copy ke dalam worksheet dimana kolom x adalah longitude, y adalah latitude, dan z adalah kedalaman. Save dalam format .dat. Setelah di save, pilih tab plot, klik pada menu map, pilih new, pilih contour map, pilih plot kedalaman gempa surfer.dat. Setelah itu akan muncul gambar kontur gempa. Klik gambar tersebut dan pilih map pilih add dan pilih profile. Kemudian tarik garis melintang pada daerah yang terkena gempa. Setelah hal tersebut dilakukan akan diperoleh hasil sebagai berikut:

## Gambar Kontur Gempa dan Sayatan

Analisa Menggunakan Program Matlab a. Membuat Magnitude Time Series Pada pembuatan grafik magnitude time series ini saya tidak menggunakan ts tool tetapi menggunakan editor matlab dengan menggunakan rumus plot gempa berupa x dan y. Hal pertama yang dilakukan yaitu dengan membuat data pada ms. Exel yang terdiri dari month,magnitude mw, energi, energi rata-rata dan nilai dari energi-(rata-rata) seperti pada gambar berikut dan selanjutnya data pada exel ini di copy ke notepad.

Grafik Magnitude vs Month b. Membuat Energi Time Series Proses pembuatan energi time series hampir sama seperti pada proses pembuatan magnitude time series, hanya saja pada bagian editor sedikit terdapat perbedaan rumus. Pada energi time series data yang digunakan juga berasal dari file notepad dengan nama file metkom nanang Data yang diperlukan dalam pembuatan grafik energi time series ini hanya kolom 1 (month) dan kolom 3 (energi). Kemudian ketik rumus pada script matlab seperti berikut:

Pada proses pembuatan grafik magnitude time series data yang diperlukan hanya kolom 1 (month) dan kolom 2 (magnitude mw). Kemudian ketik rumus plot untuk menampilkan grafik time series Kemudian setelah di run akan dihasilkan

## Grafik Energi vs Month

c. Membuat Baseline Correction Proses pembuatan energi time series hampir sama seperti pada proses pembuatan magnitude time series, hanya saja pada bagian editor sedikit terdapat perbedaan rumus. Pada baseline correction, data yang digunakan juga berasal dari file notepad dengan nama file metkom nanang Data yang diperlukan dalam pembuatan grafik energi time series ini terdiri dari kolom 1 (month), kolom 4 (energi rata-rata) dan kolom 5 (energi- energi rata rata). Kemudian ketik rumus plot untuk menampilkan grafik time series

## Kemudian setelah di run akan muncul grafik sebagai berikut:

Kemudian saya run dan akan muncul grafik Perubahan energi vs waktu seperti berikut:

Grafik Baseline Correction d. Membuat Periodogram Pada pembuatan periodogram ini saya mengembangkan script Matlab untuk FFT. Pada pembuatan perodogram ini, data yang digunakan juga berasal dari file notepad dengan nama file metkom nanang dengan menggunakan dua kolom yaitu kolom pertama adalah waktu kejadian gempa yang dikonversi ke julian month, kolom kedua adalah nilai magnitudo yang telah dikoreksi baseline:

Grafik Periodogram e. Membuat Grafik Power vs Periode Pada pembuatan grafik power vs periode ini saya mengembangkan script Matlab untuk FFT.Pada pembuatannya, data yang digunakan juga berasal dari file notepad dengan nama file metkom nanang dengan menggunakan dua kolom yaitu kolom pertama adalah waktu kejadian gempa yang dikonversi ke julian month, kolom kedua dalah perubahan energi (energi energi rata-rata yang telah dikoreksi baseline. Selanjutnya menulis rumus untuk membuat grafik tersebut dengan script matlab.