Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

Masalah

energi

merupakan

salah

satu

isu

penting

yang sedang hangat

dibicarakan.Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini. Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru.Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir.Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan. Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl.Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya.Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi. Apa Itu Nuklir? Apa yang terbayangkan dalam benak kita ketika mendengar kata nuklir? Sepertinya sebagian besar orang berpikir bahwa nuklir itu sesuatu yang mengerikan dan berbahaya, identik dengan bom dan dampak radiasi yang ditimbulkannya.Bagi kebanyakan orang, nuklir dianggap sebagai sesuatu yang tidak baik dan berbahaya.Apakah itu benar? Seperti ada pepatah mengatakan: Tak kenal maka tak sayang, begitu pula dengan penilaian kita terhadap nuklir. Jika kita bersikap terbuka dan mencoba untuk mengenal nuklir lebih dalam lagi, ternyata kita dapat menemukan kebaikan-kebaikan yang dapat diberikan nuklir bagi kesejahteraan hidup manusia.
1

Dengan berlandaskan asumsi bahwa nuklir dapat bermanfaat bagi manusia, para peneliti dan orang-orang yang bergelut di bidang nuklir telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan pengembangan teknologi nuklir.Di zaman ini, manusia sudah banyak melakukan berbagai upaya dan penelitian dalam rangka pemanfaatan energi nuklir. Berikut ini akan dibahas secara lebih mendalam lagi mengenai berbagai pemanfaatan energi nuklir yang telah dilakukan manusia sampai saat ini. Nuklir adalah sebutan untuk bentuk energi yang dihasilkan melalui reaksi inti, baik itu reaksi fisi (pemisahan) maupun reaksi fusi (penggabungan).Sumber energi nuklir yang paling sering digunakan untuk PLTN adalah sebuah unsur radioaktif yang bernama

Uranium.Bagaimana caranya sebuah unsur radioaktif mampu menghasilkan panas yang besar?Tentu saja bukan dengan dibakar.Namun melalui reaksi pemisahan inti (reaksi fisi). Biar tidak terlalu rumit penjelasannya, perhatikan gambar berikut :

Gambar 1.1 Reaksi pemisahan inti (reaksi fisi)

Atom uranium (U-235) (digambarkan dengan warna hitam merah di sebelah kiri) memiliki inti yang tidak stabil ketika ada neutron (warna hitam di paling kiri) yang ditembakkan pada inti atom tersebut, maka inti atom uranium akan membelah menjadi dua buah inti atom, yakni atom Barium (Ba-141) dan atom Kripton (Kr-92) serta tiga neutron (warna hitam di kanan). Jika ingat ama pelajaran kimia, silahkan cek nama-nama unsur tadi dalam sistem periodik unsur.Masih ingat dengan hukum kekekalan massa-energi bukan (pelajaran Fisika kelas 3 SMA)? Nah, karena massa atom sebelum pembelahan lebih besar dari pada massa atom setelah pembelahan, maka selisih massa (disebut defek massa) tersebut berubah menjadi energi panas yang besarnya sekitar 200 MeV (Mega elektron volt), ini baru satu buah inti atom. satu gram uranium saja tentu memiliki banyak inti. Sehingga panas yang dihasilkan pun luar biasa besar.
2

Seiring dengan perkembangan dunia di mana populasi semakin bertambah, perkembangan teknologi yang semakin pesat, dan naiknya gaya hidup di negara-negara maju, maka dibutuhkan banyaknya sumber energi listrik. Sumber energi di dunia yang tersedia saat ini meliputi energi batu bara, nuklir, bensin, angin, matahari, hidrogen, dan biomassa. Dari masing-masing jenis energi di atas, terdapat kelebihan dan kelemahan masing-masing. 1. Batu Bara Kelebihan Kelemahan : : Tidak mahal bahan bakarnya, mudah untuk didapat. Dibutuhkan kontrol untuk polusi udara dari pembakaran batu bara tersebut, berkontribusi terhadap peristiwa hujan asam dan pemanasan global. 2. Nuklir Kelebihan : Bahan bakarnya tidak mahal, mudah untuk dipindahkan (dengan sistem keamanan yang ketat). Energi yang dihasilkan sangat tinggi, dan tidak mempunyai efek rumah kaca dan hujan asam. Kelemahan : Butuh biaya yang besar untuk sistem penyimpanannya, disebabkan dari bahaya radiasi energi nuklir itu sendiri. Masalah kepemilikan energi nuklir, disebabkan karena bahayanya nuklir sebagai senjata pemusnah massal dan produk buangannya yang sangat radioaktif. 3. Bensin Kelebihan : Sangat mudah untuk didistribusikan, mudah untuk didapatkan, energinya cukup tinggi. Kelemahan : Untuk sekarang, sumber bahan bakarnya sudah tinggal sedikit. Berkontribusi terhadap pemanasan global, dan harganya semakin mahal seiring dengan ketersediaannya. 4. Matahari Kelebihan : Energi matahari bebas untuk didapatkan.

Kelemahan :

Tergantung pada cuaca, waktu, dan area. Untuk teknologi saat ini, masihdibutuhkan area yang luas untuk meletakkan panel surya dan energi yang dihasilkan dari panel surya tersebut masih sangat sedikit.

5. Angin Kelebihan : Angin mudah untuk didapatkan dan gratis. Biaya perawatan dan meregenerasi energinya semakin murah dari waktu ke waktu.Sumber energi ini baik digunakan di daerah pedesaan terutama pada daerah pertanian. Kelemahan : Membutuhkan banyak pembangkit untuk menghasilkan energi yang besar. Terbatas untuk area yang berangin saja, membutuhkan sistem

penyimpanan energi yang mahal.Pada saat musim badai, angin dapat merusak instalasi pembangkit listrik. 6. Biomassa Kelebihan : Masih dalam tahap pengembangan, membutuhkan instalasi pembangkit yang tidak terlalu besar. Kelemahan : Tidak efisien jika hanya sedikit instalasi pembangkit yang dibangun, berkontribusi terhadap pemanasan global. 7. Hidrogen Kelebihan : Mudah dikombinasikan dengan oksigen untuk menghasilkan air dan energi. Kelemahan : Sangat mahal untuk biaya produksi, membutuhkan energi yang lebih besar untuk membuat hidrogennya sendiri. Dengan berdasarkan fakta di atas, dapat dilihat sumber energi dari nuklir sangat dibutuhkan, karena terdapat beberapa sumber energi (seperti bensin dan batu bara) yang ketersediaannya di alam semakin sedikit, sehingga dibutuhkan sumber energi yang baru.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 TENAGA NUKLIR SEBAGAI SUMBER ENERGI 2.1.1 Energi Nuklir Nuklir adalah sebutan untuk bentuk energi yang dihasilkan melalui reaksi inti, baik itu reaksi fisi (pemisahan) maupun reaksi fusi (penggabungan). 1. Fisi Nuklir Proses fisi adalah proses utama pada reaktor nuklir terjadi ketika sebuah inti

bermassa berat. Pada reaksifisi, inti senyawa yang terangsang terbelah menjadi dua inti massa yang lebih rendah,disebut produk isi,dan produk ini disertai oleh dua atau tiga neutron dan radiasi fisi gamma. Adapun tiga bahan bakar yang dapat berfisi antara lain : Uranium235 (U235), Uranium-233 (U233) dan Plutonium-239 (Pu239). Ketiga bahan bakar ini besifat radioaktif tetapi mereka mempunyai massa paruh yang sangat lama. 1. Fusi Nuklir Proses fusi pada dasarnya adalah sebuah anti tesis dari proses fisi. Dalam proses fisi,inti bermasa berat membelah menjadi inti bermasa ringan, sambil melepaskan kelebihan energi pengikatan.Sedangkan pada reaksi fusi, inti bermasa ringan bergabung dalam rangka melepaskan kelebihan energi pengikatan. Jadi reaksi fusi adalah reaksi umum yang meminyaki matahari dan telah dipakai dibumi untuk melepaskan energi dalam jumlah yang besar didalam termo nuklir atau bom hydrogen. Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termo nuklir) adalah sebuah proses di mana dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar,dan senjata nuklir meledak. Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir, bahkan elemen yang paling ringan,hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang ringan,yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron bebas,akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan mereka maka sebuah reaksi eksotermik yang dapat menciptakan reaksi yang terjadi sendirinya. Energi yang dilepas dibanyak reaksi nuklir lebih
5

besar dari reaksi kimia, karena energi pengikat yang mengelem kedua inti atom jauh lebih besar dari energi yang menahan elektron ke inti atom. Contoh: energi ionisasi yang diperoleh dari penambahan elektron kehidrogen adalah 13.6 elektron volt lebih kecil satu persejuta dari 17MeV yang dilepas oleh reaksi Deuterium Tritium.

Gambar 1.2 Reaksi D-T Fusion

Di dalam inti atom tersimpan tenaga inti (nuklir) yang luar biasa besarnya.Tenaga nuklir itu hanya dapat dikeluarkan melalui proses pembakaran bahan bakar nuklir.Proses ini sangat berbeda dengan pembakaran kimia biasa yang umumnya sudah dikenal,seperti pembakaran kayu,minyak dan batubara. Besar energi yang tersimpan (E) di dalam inti atom adalah seperti dirumuskan dalam kesetaraan massa dan energi oleh Albert Einstein: E = mC

Dimana m C : massa bahan(kg) : kecepatan cahaya (3 x 108 m/s). Energi nuklir berasal dari perubahan sebagian massa inti dan keluar dalam bentuk panas. Dilihat dari proses berlangsungnya, ada dua jenis reaksi nuklir, yaitu reaksi nuklir berantai tak terkendali dan reaksi nuklir berantai terkendali.Reaksi nuklir tak terkendali

terjadi misal pada ledakan bom nuklir. Dalam peristiwa ini reaksi nuklir sengaja tidak dikendalikan agar dihasilkan panas yang luar biasa besarnya sehingga ledakan bom memiliki daya rusak yang maksimal. Agar reaksi nuklir yang terjadi dapat dikendalikan secara aman dan energi yang dibebaskan dari reaksi nuklir tersebut dapat dimanfaatkan, maka manusia berusaha untuk membuat suatu sarana reaksi yang dikenal sebagai reaktor nuklir. Jadi

reaktor nuklir sebetulnya hanyalah tempat dimana reaksi nuklir berantai terkendali dapat dilangsungkan.Reaksi berantai didalam reaktor nuklir ini tentu sangat berbeda dengan reaksi berantai pada ledakan bom nuklir.Untuk mendapatkan gambaran tentang besarnya energi yang dapat dilepaskan oleh reaksi nuklir,berikut ini diberikan contoh perhitungan sederhana. Ambil 1g (0,001kg)bahan bakar nuklir U235. Jumlah atom didalam bahan bakar ini adalah: N=(1/235)x6,02x1023=25,6x1020atomU235. Karena setiap proses fisi bahan bakar nuklir U235 disertai dengan pelepasan energi sebesar 200MeV, maka 1g U235 yang melakukan reaksi fisi sempurna dapat melepaskan energi sebesar: E=25,6x1020(atom)x200(MeV/atom)=51,2x1022MeV Jika energi tersebut dinyatakan dengan satuan Joule(J),dimana 1MeV=1.6x10-13J,maka energi yang dilepaskan menjadi: E=51,2x1022(MeV)x1,6x10-13(J/MeV)=81,92x109J Dengan menganggap hanya 30% dari energi itu dapat diubah menjadi energi listrik, maka energi listrik yang dapat diperoleh dari1g U235 adalah: Elistrik=(30/100)x81,92x109J=24,58x109J Karena 1J=1W. s (E=P.t), maka peralatan elektronik seperti pesawat tv Dengan daya (P) 100 W dapat dipenuhi kebutuhan listriknya oleh 1g U235 selama:

t=Elistrik/P=24,58x109(J)/100(W)=24,58x107s Angka 24,58x107 sekon (detik) sama lamanya dengan 7,78 tahun terus-menerus tanpa dimatikan.Jika diasumsikan pesawat TV tersebut hanya dinyalakan selama 12 jam/hari, maka energi listrik dari 1 g U235 bisa dipakai untuk mensuplai kebutuhan listrik pesawat TV selama lebih dari 15 tahun.
7

2.1.2 Bahan Bakar Nuklir Bahan bakar nuklir adalah semua jenis material yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi nuklir, demikian bila dianalogikan dengan bahan bakar kimia yang dibakar untuk menghasilkan energi.Hingga saat ini, bahan bakar nuklir yang umum dipakai adalah unsur berat fissil yang dapat menghasilkan reaksi nuklir berantai di dalam reaktor nuklir.Bahan bakar fissil yang sering digunakan adalah
235 239

U dan

Pu, dan kegiatan yang

berkaitan dengan penambangan, pemurnian, penggunaan, dan pembuangan dari materialmaterial ini termasuk dalam siklus bahan bakar nuklir.Siklus bahan bakar nuklir penting adanya karena terkait dengan PLTN dan senjata nuklir.

Gambar 1.3 Proses pengolahan Uranium

Bahan bakar nuklir tradisional yang digunakan di USA dan beberapa negara yang tidak melakukan proses daur ulang bahan bakar nuklir bekas mengikuti empat tahapan seperti yang terdapat dalam gambar di atas. Proses di atas berdasarkan siklus bahan bakar nuklir. Pertama, uranium diperoleh dari pertambangan.Kedua, uranium diproses menjadi Yellow Cake. Langkah berikutnya adalah mengubah Yellow Cake menjadi UF6 untuk proses pengkayaan dan kemudian diubah menjadi uranium dioksida, atau tanpa proses pengkayaan untuk kemudian langsung ke tahap ke-4 sebagaimana yang terjadi untuk bahan bakar reaktor nuklir pada umumnya.

2.2 PENGGUNAAN NUKLIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK Secara umum yang dimaksudkan dengan PLTN adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang merupakansuatu kumpulan mesin yang dapat membangkitkan tenaga listrik dengan memanfaatkan tenaga nuklir sebagai tenaga awalnya. 2.2.1 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menyediakan sekitar 17 persen dari total tenaga listrik dunia. Beberapa negara membutuhkan tenaga nuklir yang lebih besar daripada negara lain. Di Prancis, menurut International Atomic Energy Agency (IAEA), 75 persen tenaga listriknya dihasilkan oleh reaktor nuklir. Jumlah pembangkit tenaga listrik di dunia diperkirakan lebih dari 400 buah dengan 100 buah di antaranya berada di Amerika Serikat.

2.2.2 Desain PLTN Salah satu jenis PLTN adalah Pressurized Water Reactor (PWR), Reaktor jenis ini adalah reaktor paling umum, 230 PLTN di seluruh dunia menggunakan jenis ini.gambar skemanya :

Gambar 1.4 Pressurized Water Reactor (PWR)

Lihat, air yang bersuhu tinggi dan yang bersentuhan langsung dengan bahan bakar Uranuim (warna merah) selalu berada di dalam containment, containmentnya sendiri dibuat

dengan bahan struktur yang tidak mampu ditembus oleh radiasi yang dipancarkan saat terjadi reaksi inti.di dalam reactor vessel juga terdapat control rod yang berfungsi sebagai batang pengendali reaksi inti. 2.2.3 Prinsip Kerja PLTN Proses kerja PLTN sebenarnya hampir sama dengan proses kerja pembangkit listrik konvensional seperti pembangkit listrik tenaga uap(PLTU), yang umumnya sudah dikenal secara luas.Yang membedakan antara dua jenis pembangkit listrik itu adalah sumber panas yang digunakan. PLTN mendapatkan suplai panas dari reaksi nuklir, sedang PLTU mendapatkan suplai panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara atau minyak bumi. Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN. Reaktor daya hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi, sedang kelebihan neutron dalam teras reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas hasil fisi, maka reaktor daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk

menghasilkan energi listrik di dalamPLTN adalah sebagai berikut: 1. Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi dalam bentuk panas yang sangat besar. 2. Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air pendingin, bisa pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor nuklir yang digunakan. 3. Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan energi gerak(kinetik). 4. Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator sehingga dihasilkan arus listrik.

10

Gambar 1.5 Prinsip kerja PLTN

Secara ringkas dan sederhana, rancangan PLTN terdiri dari airmendidih, boiling water reactor bisa mewakili PLTN pada umumnya, yakni setelah ada reaksi nuklir fisi,secara bertubi-tubi, didalam reaktor,maka timbul panas atau tenaga lalu dialirkanlah air didalamnya. Kemudian uap panas masuk keturbin dan turbin berputar poros turbin dihubungkan dengan generator yang menghasilkan listrik. Reaktor Nuklir adalah suatu alat dimana reaksi berantai dapat dilaksanakan berkelanjutan dan dikendalikan. Atau dengan kata lain reaktor nuklir merupakan suatu wadah bahan-bahan fisi dimana proses reaksi berantai terjadi terus menerus tanpa berhenti atau tempat terjadinya reaksi pembelahan inti (nuklir). Bagian utama dari reaktor nuklir yaitu: elemen bakar (batang-batang bahan bakar), perisai(perisaitermal),moderator dan elemen kendali. Bahan bakar yang digunakan didalam reaktor nuklir ada tiga jenis antara lain : - Uranium-235(U235), - Uranium-233(U233), - Plutonium-239(Pu239). Dari ketiga jenis bahan bakar diatas,yang paling sering digunakan sebagai bahan bakar reaktor adalah Uranium-235(U235).
11

Gambar 1.6 Reaksi berantai divergen

Reaksi fisi berantai terjadi apabila inti dari suatu unsur dapat belah (Uranium-235, Uranium-233) bereaksi dengan neutron termal/lambat yang akan menghasilkan unsur-unsur lain dengan cepat serta menimbulkan energi panas dan neutron-neutron baru. Untuk mengendalikan reaksi berantai dalam reaktor nuklir maka digunakanlah bahan yang dapat menyerap neutron, misalnya Boron dan Cadmium. Yang bertujuan untuk mengatur kerapatan dari neutron. Dengan mengatur kerapatan neutron ini maka tingkat daya reaktor nuklir dapat ditentukan, bahkan reaksi dapat dihentikan sama sekali(sampai0)pada saat semua neutron terserap oleh bahan penyerap. Perangkat pengatur kerapatan neutron pada reaktor nuklir ini disebut dengan elemen kendali. Jika elemen kendali disisipkan penuh diantara elemen bakar,maka elemen kendali akan menyerap neutron secara maksimum sehingga reaksi berantai akan dihentikan dan daya serap batang kendali akan berkurang bila batang kendali ditarik menjauhi elemen bakar. Disinipengendalian dilakukan terhadap berlangsungnya reaksi berantai. Neutron yang dilepaskan dalam suatu reaksi berantai dapat dibagi menjadi empat kelompok,yaitu: 1. Meninggalkan material fisi. 2. Tidak berfisi,ditangkap oleh U238 membentuk Pu239. 3. Tidak berfisi,ditangkap oleh material batang kendali(control-rod). 4. Berfisi,ditangkap oleh U239 dan U233.
12

pelepasan

dan

penyerapan

neutron

selama

Apabila jumlah neutron yang dilepaskan oleh proses fisi sama dengan jumlah empat bagian neutron diatas, maka energi panas yang dihasilkan adalah konstan. Atau sebaliknya jika jumlah neutron yang dihasilkan lebih kecil,maka reaksi berantai akan berhenti. Apabila lebih besar, maka laju fisinya naik dan menjadi tidak terkendali. Gambar dibawah

menunjukkan skema sebuah reaktor nuklir.

Gambar 1.7 Skema reactor nuklir

Komponen utama reaktor nuklir antara lain: 1. Intireactor 2. Moderator 3. PerisaiTermal 4. Reflektor 5. Tangki Reaktor 6. Fluida Pendingin 7. Perisai Biologi 8. Batang-batang kendali

1. Inti reaktor :

Dibuat dari batang-batang bahan bakar yang berisi uranium alam, uranium yang dipercaya, plutoium, atau U-233. Batang-batang bahan bakar tersebut dapat dicampur dengan material-material tidak berfisi.

2. Moderator :

Berfungsi

untuk

memperlambat

kecepatan

neutron

sehingga

berkecepatan termal. Biasanya dibuat dari granit yang membungkus

13

bahan bakar, tetapi mungkin juga air berat, air ringan (normal), atau berilium. Moderator dapat juga dicampur dengan bahan bakar. 3. Perisai Termal : Berfungsi menyerap radiasi (parikelb , nutron yang Makalah PLTN2005 12 terlepas, dan sinar gamma) yang terjadi karena proses fisi. Karena itu perisai menyelubungi inti reaktor, biasanya dibuat dari besi, menyerap energi dan menjadi panas. 4. Reflektor: Berfungsi untuk memantulkan kembali nutron yang meninggalkan inti bahan bakar. Pada gambar diatas menunjukkan bahwa tepi moderator juga berfungsi sebagai reflektor, selain reflektor yang diletakkan di dalam perisai termal dan menyelubungi inti reaktor. 5. Tangki Reaktor : Berfungsi untuk membungkus seluruh inti reaktor, reflektor dan perisai termal. Dengan demikian tangki reaktor membentuk pula saluran untuk mengatur aliran pendingin melalui dan mengelilingi inti reaktor. 6. FluidaPendingin: Membawa panas yang dihasilkan dari proses fisi untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai pemanas air ketel pada pusat tenaga uap. Menjaga agar bahan bakar reaktor dan perlengkapannya ada pada temperature yang diperbolehkan (aman dan tidak rusak). 7. Perisai Biologi : Membungkus reaktor untuk menahan dan melemahkan semua radiasi yang mematikan sebagai akibat dari proses fisi. Perisai biologi dapat dibuat dari besi, timah hitam atau beton tebal dicampur oksida besi. 8. Batang kendali : Berfungsi mengendalikan proses fisi (pembangkitan panas) di dalam reaktor, yaitu dengan menyerap nutron berlebihan yang terjadi dari proses fisi. Batang-batang kendali biasanya terbuat dari boron atau hafnium yang dapat menyerap neutron. 2.2.4 Jenis-jenis Reaktor Nuklir Teknologi PLTN dirancang agar energi nuklir yang terlepas dari proses fisi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari. PLTN merupakan sebuah sistim yang dalam operasinya menggunakan reaktor daya yang berperan sebagai tungku penghasil panas. Dewasa ini ada berbagai jenis PLTN yang beroperasi.Perbedaan tersebut ditandai dengan perbedaan tipe reaktor daya yang digunakannya.Masing-masing jenis
14

PLTN/tipe reaktor daya umumnya dikembangkan oleh negara-negara tertentu,sehingga seringkali suatu jenis PLTN sangat menonjol dalam suatu negara,tetapi tidak dioperasikan oleh negara lain. Perbedaan berbagai tipe reaktor daya itu bisa terletak pada penggunaan bahan bakar,moderator, jenis pendinging serta perbedaan-perbedaan lainnya. Perbedaan jenis reaktor daya yang dikembangkan antara satu negara dengan negara lain juga dipengaruhi oleh tingkat penguasaan teknologi yang terkait dengan nuklir oleh masing-masing negara. Pada awal pengembangan PLTN pada tahun1950-an,pengayaan uranium baru bisa dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia, sehingga kedua negara tersebut pada saat itu sudah mulai mengembangkan reaktor daya berbahan bakar uranium diperkaya. Sementara itu di Kanada, Perancis dan Inggris pada saat itu dipusatkan pada program pengembangan reaktor daya berbahan bakar uranium alam. Oleh sebab itu,PLTN yang pertama kali beroperasi di ketiga negara tersebut menggunakan reaktor berbahan bakar uraniu malam.Namun dalam perkembangan berikutnya,terutama Inggris dan Perancis mengoperasikan PLTN berbahan bakar uranium diperkaya. juga

Gambar 1.8 Negara yang memiliki reaktor nuklir

15

Macam macam reaktor nuklir : 1. LWR : Light Water Reactor / Reaktor air Ringan. - PWR : Presured Water Reactor / Reaktor Air Tekan. - BWR : Boiling Water Reactor / Reaktor Air Mendidih.

2. HWR : Heavy Water Reactor / Reaktor Air Berat. 3. HTGR : High Temperatur Gas Reactor / Reaktor Gas Suhu Tinggi. 4. LMFBR : Liquit Metal Fast Breder Reactor / Reaktor Pembiak Cepat Logam Cair. 5. GCFBR : Gas Coold Fast Breder Reactor / Reaktor Pembiak Cepat Pendingin Gas. 6. LWBR : Light Water Breder Reactor / Reaktor Pembiak Air Ringan. 8. SGHWR : Steam Generating Heavy Water Reactor / Reaktor Air Berat Generator Uap. 9. MSBR : Molten Salt Breder Reactor / Reaktor Pembiak Garam Meleleh. Berikut ini adalah beberapa keterangan yang akan menjelaskan tentang jenis-jenis dari reaktor nuklir, antaralain: 1. LWR (Light Water Reactor)/Reaktor air Ringan Sebagian besar reaktor daya yang beroperasi dewasa ini adalah jenis Reaktor Air Ringan atau LWR (Light Water Reactor) yang mula-mula dikembangkan di AS dan Rusia. Disebut Reaktor Air Ringan karena H2O kemurnian tinggi sebagai bahan

moderator sekaligus pendingin reaktor. Reaktor ini terdiri atas Reaktor Air tekan atau PWR (Pressurized WaterReactor) dan Reaktor Air Didih atau BWR (BoilingWater Reactor)dengan jumlah yang dioperasikan masing-masing mencapai 52% dan 21,5% dari total reaktor daya yang beroperasi. Sedang sisanya sebesar 26,5% terdiriatas berbagai type reaktor daya lainnya. PWR(Presured Water Reactor)/Reaktor Air Tekan Reaktor Air Tekan juga menggunakan H2O sebagai pendingin sekaligus

moderator. Bedanya dengan Reaktor Air Didih adalah penggunaan dua macam pendingin, yaitu pendingin primer dan sekunder. Panas yang dihasilkan dari reaksi fisi dipakai untuk
16

memanaskan air pendingin primer. Dalam reaktor ini dilengkapi dengan alat pengontrol tekanan (pessurizer)yang dipakai untuk mempertahankan tekanan sistim pendingin primer.Pada pendigin primer memakai air dan dipanaskan inti sampai 600F tetapi air ini tidak mendidih karena berada didalam bejana yang bertekanan tinggi (sebesar 2250 psi). Air ini dimasukkan kedalam pembangkit uap(satu atau dua) dengan tekanan 1000 psi, dan suhu 500F.Setelah melalui turbin uap dikembalikan ke kondensor. Sistim pressurizer terdiri atas sebuah tangki yang dilengkapi dengan pemanas listrik dan penyemprot air.Jika tekanan dalam teras reaktor berkurang, pemanas

listrik akan memanaskan air yang terdapat di dalam tangki pressurizer sehingga terbentuklah uap tambahan yang akan menaikkan tekanan dalam sistim pendingin primer. Sebaliknya apabila tekanan dalam sistim pendingin primer bertambah, maka sistim penyemprot air akan mengembunkan sebagian uap sehingga tekanan uap berkurang dan sistim pendingin primer akan kembali ke keadaan semula. Tekanan pada sistim pendingin primer dipertahankan pada posisi 150 Atm untuk mencegah agar air pendingin primer tidak mendidih pada suhu sekitar 300 C. Pada tekanan udara normal,air akan mendidih dan menguap pada suhu100C. Dalam proses kerjanya, air pendingin primer dialirkan ke sistim pembangkit uap sehingga terjadi pertukaran panas antara sistim pendingin primer dan sistim pendingin sekunder. Dalam hal ini antara kedua pendingin tersebut hanya terjadi pertukaran panas tanpa terjadi kontak atau percampuran, karena antara kedua pendingin itu dipisahkan oleh sistim pipa. Terjadinya pertukaran panas menyebabkan air pendingin sekunder menguap. Tekanan pada sistim pendingin sekunder dipertahankan pada tekanan udara normal sehingga air dapat menguap pada suhu100C.Uap yang terbentuk didalam sistim pembangkit uap ini selanjutnya dialirkan untuk memutar turbin. Pada Reaktor Air Tekan perputaran sistim pendingin primernya betul-betul tertutup, sehingga apabila terjadi kebocoran bahan radioaktif di dalam teras reaktor tidak akan menyebabkan kontaminasi pada turbin.Reaktor Air Tekan juga mempunyai keandalan operasi dan keselamatan yang sangat baik.Salah satu faktor penunjangnya adalah karena reaktor ini mempunyai koefisien reaktivitas negatif.Apabila terjadi

kenaikan suhu dalam teras reaktor secara mendadak, maka daya reaktor akan segera turun dengan sendirinya. Namun karena menggunakan dua sistim pendingin,maka efisiensi thermalnya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Reaktor Air Didih.
17

Gambar 1.9 Diagram Alir Reaktor Air Tekan

BWR (BoilingWaterReactor)/ Reaktor Air Mendidih Reaktor jenis ini menggunakan air biasa (H2O) sebagai moderator maupun pendinginnya,sehingga termasuk kelompok reaktor air biasa/ringan. Pada reaktor air didih ini, panas hasil fisi dipakai secara langsung untuk menguapkan air pendingin dan uap yang terbentuk langsung dipakai untuk memutar turbin.Turbin tekanan tinggi menerima uap pada suhu sekitar 290C dan tekanan sebesar 7,2 MPa.Sebagian uap diteruskan lagi keturbin tekanan rendah.Dengan sistim ini dapat diperoleh efisiensi thermal sebesar 34 %. Efisiensi thermal ini menunjukkan prosentase panas hasil fisi yang dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Setelah melalui turbin,uap tersebut akan mengalami proses pendinginan sehingga berubah menjadi air yang langsung dialirkan keteras reaktor untuk diuapkan lagi dan seterusnya.Dalam reaktor ini digunakan bahan bakar U235 dengan tingkat pengayaannya 3-4% dalam bentuk UO2.
18

Gambar 1.10 Diagram Alir Reaktor Air Didih

2. HWR (Heavy Water Reactor)/ Reaktor Air Berat Reaktor ini mempergunakan air berat (D2O, D = Deuterium sebagai

moderatornya. Jenis reaktor ini sering disebut CANDU (Canada Deuterium Uranium) dan dikembangkan oleh Atomic Energi Commission dari Kanada. Bila mana pada reaktor air biasa moderator (H2O)berada dalams ebuah bejana, pada reaktor ini moderatornya (D2O) berada didalam pipa-pipa tekanan yang besar (calandria). Selanjutnya dapat pula dikemukakan,bahwa sebuah reaktor air berat uranium dioksida alam (UO2) dapat dipakai sebagai bahan bakar. Reaktor ini menggunakan bahan bakar uranium alam sehingga harus
19

digunakan air berat yang penampang lintang serapannya terhadap neutron sangat kecil. Seperti halnya Reaktor Airtekan , Reaktor CANDU juga mempunyai sistim pendingin primer dansekunder, pembangkit uapdanpengontrol tekanan untuk mempertahankan tekanan tinggi pada sistim pendingin primer. D2O dalam reaktor CANDU hanya dimanfaatkan sebagai sistim pendingin primer, sedang sistim pendingin sekundernya menggunakan H2O. Dalam pengoperasian reaktor CANDU, kemurnian D2O harus dijaga pada tingkat 95-99,8%. Air berat merupakan bahan yang harganya sangat mahal dan secara fisik maupun kimia tidak dapat dibedakan secara langsung dengan H2O.Oleh sebab itu,perlu adanya usaha penanggulangan kebocoran D2O baik dalam bentuk uap maupun cairan.Aliran ventilasi dari ruangan dilakukan secara tertutup dan selalu dipantau tingkat kebasahannya,sehingga kemungkinan adanya kebocoran D2O dapat diketahui secara dini.

Gambar 1.11 Diagram Alir Reaktor Air Berat

3. HTGR (High Temperatur Gas Reactor) / Reaktor Gas Suhu Tinggi Reaktor Gas Suhu Tinggi adalah jenis reaktor yang menggunakan pendingin gas helium (He) dan moderator grafit. Reaktor ini mampu menghasilkan panas hingga 750 C dengan efisiensi thermalnya sekitar 40%. Panas yang dibangkitkan dalam teras reaktor dipindahkan menggunakan pendingin He (sistim primer) ke pembangkit uap. Dalam pembangkit uap ini panasakan diserap oleh sistim uap air umpan (sistim sekunder) dan uap yang dihasilkannya dialirkan ke turbin. Dalam reaktor ini juga ada sistim pemisah antara sistim pendingin primer yang radioaktif dan sistim pendingin sekunder
20

yang tidak radioaktif. Elemen bahan bakar yang digunakan dalam Reaktor Gas Suhu Tinggi berbentuk bola,tiap elemen mengandung 192gram carbon, 0,96 gram U235 dan 10,2 gram Th232 yang dapat dibiakkan menjadi bahan bakar baru U233. Prosesfisi dalam teras reaktor mampu memanaskan gas He hingga mencapai suhu 750C. Setelah terjadi pertukaran panas dengan sistim sekunder,suhu gas He akan turun menjadi 250C. Gas He selanjutnya dipompakan lagi ke teras reaktor untuk mengambil panas fisi, demikian seterusnya. Dalam operasi normal, reaktor ini membutuhkan bahan bakar bola berdiameter 60mm sebanyak 675.000 butir yang diletakkan didalam teras reaktor.Ratarata setiap butir bahan bakar tinggal didalam teras selama enam bulan pada operasi beban penuh.

Gambar 1.12 Diagram Alir Reaktor Gas Suhu Tinggi

4. LMFBR (Liquit Metal Fast Breder Reactor)/Reaktor Pembiak Cepat Logam Cair. Selain yang telah dipaparkan diatas reaktor juga ada yang berupa reaktor pembiak cepat logam cair (LMFBR). Sistem dari reaktor ini adalah sejenis reaktor cepat pendingin sodium dan programnya disempurnakan beberapa kali. Reaktor ini adalah prototip daya 975-MWth (375 MWe) dan berguna untuk persediaan listrik bagi kisi TVA. Dalam sistem ini,seperti halnya dalam setiap reaktor daya pendingin-sodium, energi fisi ditransfer kesodium primer, dari sodium primer kesodium didalam loop sekunder didalam penukar gas menengah (IHX), dan akhirnya kesistem uap air.

21

2.3 SEJARAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) Sejarah pemanfaatan energi nuklir melalui Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dimulai beberapa saat setelah tim yang dipimpin Enrico Fermi berhasil memperoleh reaksi nuklir berantai terkendali yang pertama pada tahun 1942. Reaktor nuklirnya sendiri sangat dirahasiakan dan dibangun dibawah stadion olah raga Universitas Chicago. Mulai saat itu manusia berusaha mengembangkan pemanfaatan sumber tenaga baru tersebut. Namun pada mulanya,pengembangan pemanfaatan energi nuklir masih sangat terbatas, yaitu baru dilakukan diAmerika Serikat dan Jerman. Tidak lama kemudian,Inggris,Perancis,Kanada dan Rusia juga mulai menjalankan program energi nuklirnya. Listrik pertama yang dihasilkan dari PLTN terjadi diIdaho, Amerika Serikat, pada tahun 1951.Selanjutnya pada tahun1954 PLTN skala kecil juga mulai dioperasikan di Rusia. PLTN pertama di dunia yang memenuhi syarat komersial dioperasikan pertama kalipadabulan Oktober 1956 di Calder Hall, Cumberland. Sistim PLTN di Calder Hal ini terdiri atas dua reaktor nuklir yang mampu memproduksi sekitar 80 juta Watttenaga listrik. Sukses pengoperasian PLTN tersebut telah mengilhami munculnya beberapa PLTN dengan model yang sama di berbagai tempat. Proses rencana pembangunan PLTN di

Indonesia cukup panjang .Tahun 1972 , telah dimulai pembahasan awal dengan membentuk Komisi Persiapan Pembangunan PLTN. Komisi ini kemudian melakukan pemilihan lokasi dan tahun 1975 terpilih 14 lokasi potensial,5 diantaranya terletak diJawa Tengah.Lokasi tersebut diteliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan NIRA dari Italia.Dari keempat belas lokasi tersebut,11 lokasi dipantai utara dan 3 lokasi dipantai selatan.

22

Tabel 1.1 negara-negara yang akan memiliki daya pembangkit listrik yang besar

23

Diagram 1.1 Negara Penghasil Energi Nuklir

2.3.1 Pemanfaatan Tenaga Nuklir Tenaga nuklir diharapkan bisa menjadi sumber energi masa depan Indonesia. Karena tenaga nuklir memiliki manfaat yang sangat banyak.Dengan adanya tenaga nuklir, diyakini bisa menambah pasokan listrik di Indonesia, terutama di pulau padat penduduk seperti yang ada di pulau Jawa.Selain itu diharapkan masyarakat Indonesia tidak memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap petroleum, dengan demikian Indonesia dapat memproduksi minyak bumi lebih banyak.Selain itu, emisi gas dapat berkurang. Tenaga nuklir juga dimanfaatkan pada bidang-bidang lainnya seperti bidang pertanian, peternakan, hidrologi, industri, kesehatan, penggunaan zat radioaktif dan sinar-X untuk radiografi, logging, gauging, analisa bahan, kaos lampu, perunut (tracer) dan lain-lain. Dalam bidang penelitian terutama banyak dilakukan oleh BATAN mulai dari skala kecil sampai dengan skala besar.Pemanfaatan dalam bidang kesehatan dapat dilihat seperti untuk diagnosa, kedokteran nuklir, penggunaan untuk terapi dimana radiasi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker.

24

2.3.2 Keuntungan dan Kerugian Tenaga Nuklir pembangkit listrik tenaga nuklir tidak memakan banyak ruang. Hal ini memungkinkan mereka untuk ditempatkan di lokasi yang telah dikembangkan dan kekuasaan tidak harus ditransfer jarak jauh. Ini tidak mencemari dengan cara yang sangat langsung. Hal ini bersih dari bentuk-bentuk lain dari produksi energi. Hal ini mengacu pada emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfir. Ada produk limbah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Keuntungan lain tenaga nuklir adalah bahwa energi nuklir adalah jauh bentuk paling terkonsentrasi energi, sehingga dapat diproduksi dalam jumlah besar selama jangka waktu yang singkat. Kemungkinan untuk produksi jangka panjang yang besar karena reaktor baru, di mana mahal dapat dibuat ketika yang lama usang. cadangan Minyak dan jenis bahan bakar fosil lainnya cenderung kehabisan di beberapa titik. Salah satu manfaat paling signifikan dari energi nuklir adalah bahwa tanaman nuklir akan menghasilkan energi bahkan setelah batubara dan minyak menjadi langka. Dengan demikian, tanaman nuklir memainkan peran utama dalam produksi energi. Kurang bahan bakar nuklir yang diperlukan oleh tanaman jika dibandingkan dengan orang yang membakar bahan bakar fosil. Bahkan setelah membakar beberapa juta ton batubara atau beberapa juta barel minyak, satu ton uranium menghasilkan lebih banyak energi. Produksi energi nuklir juga ramah lingkungan seperti batubara dan pembakaran tanaman minyak mencemari udara. Di sisi lain, PLTN tidak mengotori lingkungan dan karenanya, menurunkan ketergantungan pada penyebab polusi bahan bakar fosil. Tanaman Nuklir membutuhkan ruang lebih sedikit dan maka juga dapat membangunup di ruang terbatas, jika dibandingkan dengan orang lain. Bila dibandingkan dengan

batubara dan minyak, energi nuklir adalah jauh terkonsentrasi sebagian besar bentuk energi. Kekurangan dari Tenaga Nuklir Salah satu kelemahan utama energi nuklir adalah bahwa ledakan menghasilkan radiasi nuklir, radiasi ini merugikan sel-sel tubuh yang dapat membuat manusia sakit atau bahkan menyebabkan kematian mereka. Penyakit dapat muncul atau memukul tahun orang setelah mereka terkena radiasi nuklir. Orang-orang yang rentan terhadap penyakit bahkan bertahun-tahun setelah mereka terkena radiasi nuklir. Radioaktif tingkat tinggi dipancarkan dari energi nuklir sangat berbahaya. Sekali dirilis, hal itu berlangsung selama puluhan ribu tahun sebelum membusuk ke tingkat yang aman. Untuk teroris, tanaman nuklir akan menjadi salah satu target yang paling sangat mengganggu daerah untuk catu daya dan menghancurkan sebuah seluruh wilayah dalam satu pergi. Uranium adalah sumber daya yang langka, dan diharapkan untuk terakhir hanya untuk tahun berikutnya 30-60 tergantung pada permintaan aktual. Periode kehamilan untuk pembangkit
25

listrik tenaga nuklir yang cukup panjang. Kerangka waktu yang diperlukan untuk formalitas, perencanaan dan pembangunan generasi pembangkit listrik nuklir baru dalam kisaran 20 sampai 30 tahun. Jenis bencana yang mungkin dikenal sebagai reaktor meltdown. Dalam meltdown, reaksi fisi atom berjalan di luar kendali, yang menyebabkan ledakan nuklir melepaskan radiasi dalam jumlah besar. pembuangan limbah nuklir dapat terbakar spontan tanpa peringatan. Berikut adalah beberapa contoh kebocoran yang terjadi sepanjang sejarah. Pada tahun 1979, di Three Mile Island dekat Harrisburg, Pennsylvania, sistem pendingin reaktor nuklir gagal. Radiasi lolos, memaksa puluhan ribu orang untuk melarikan diri. itu masalah dipecahkan menit Untungnya sebelum krisis total akan terjadi, dan tidak ada kematian. Pada tahun 1986, yang lebih buruk banyak bencana melanda Rusia pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Dalam insiden ini, sejumlah besar radiasi melarikan diri dari reaktor. Ratusan ribu orang terkena radiasi. Several dozen died within a few days. Beberapa lusin meninggal dalam beberapa hari. Pada tahun-tahun mendatang, ribuan lainnya mungkin akan mati dari kanker yang diinduksi oleh radiasi. Reaktor menghasilkan produk limbah nuklir yang memancarkan radiasi yang berbahaya, karena mereka bisa membunuh orangorang yang menyentuh mereka, mereka tidak bisa dibuang seperti sampah biasa. Saat ini, banyak limbah nuklir disimpan di kolam pendingin khusus di pabrik nuklir. Amerika Serikat berencana untuk memindahkan nuklirnya semua adalah sebuah dump bawah tanah terisolasi pada tahun 2010. Pada tahun 1957, limbah nuklir dimakamkan di situs dump di Pegunungan Ural Rusia itu, dekat Moskow, misterius meledak. Hal ini mengakibatkan kematian puluhan orang. Kerugian lain adalah bahwa reaktor nuklir hanya berlangsung sekitar empat puluh sampai lima puluh tahun.

26

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 1. Nuklir adalah sebutan untuk bentuk energi yang dihasilkan melalui reaksi inti, baik itu reaksi fisi (pemisahan) maupun reaksi fusi (penggabungan). 2. Efisiensi dari penggunaan bahan bakar nuklir untuk menghasilkan listrik jauh lebih besar dibaningkan dengan penggunaan bahan bakar fosil terutama batubara sehingga dapat dipastikan bahwa reaktor nuklir akan dapat sepenuhnya menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. 3. Bahan bakarnya tidak mahal, mudah untuk dipindahkan (dengan sistem keamanan yang ketat). Energi yang dihasilkan sangat tinggi. Tidak mempunyai efek rumah kaca dan hujan asam. 4. Butuh biaya yang besar untuk sistem penyimpanannya, disebabkan dari bahaya radiasi energi nuklir itu sendiri. Masalah kepemilikan energi nuklir, disebabkan karena bahayanya nuklir sebagai senjata pemusnah massal dan produk buangannya yang sangat radioaktif.

27

DAFTAR PUSTAKA

McCarthy, J. FAQ About Nuclear Energy. Access date: 3/24/2006; Available from: http://www-formal.stanford.edu/jmc/progress/nuclear-faq.html Microsoft, Nuclear Energy, in Microsoft Encarta. 2006, Microsoft Corporation: Redmond, WA. McCarthy, J. Nuclear Now. Access date: 3/24/2006; Available from: http://wwwformal.stanford.edu/jmc/progress/nuclearnow.html Microsoft, Nuclear Weapon Proliferation, in Microsoft Encarta. 2006, Microsoft Corporation: Redmond, WA. Glasstone, S., Nuclear Weapons, in Microsoft Encarta. 2006, Microsoft Corporation: Redmond, WA. Overview of Nuclear Energy. Access date: 3/24/2006; Available from: http://www.worldnuclear.org/education/intro.htm .

28