Anda di halaman 1dari 2

1.

Kelompok Kaolin Mineral mineral yang dijumpai dilapangan yang kemudian digolongkan sebagai mineral pada kelompok Kaolin adalah mineral Kaolin. Mineral kaolin ini pada daerah penelitian dijumpai di stasiun 4 yang berada disepanjang jalan yang terletak disebelah Utara Barat laut pada peta yaitu disekitar daerah Todo,dan Berdasarkan pada interpretasi model topografi pada peta maka dapat diperkirakan bahwa mineral ini menyebar relatif pada arah Barat Daya tenggara. Kaolin sebagai kelompok mineral Illit, merupakan hasil alterasi atau ubahan karena faktor kimia yang terbentuk pada kondisi pH yang lebih tinggi (pH = 4), serta faktor temperatur yang mengakibatkan, mineral-mineral yang kaya akan unsur silika berupa unsur magnesium dan potasium mengalami pelapukan dan hancuran membentuk mineral kaolin bersama dengan itu alunit-andalusit-korundum berada dalam pH antara 3 4. hallosit umumnya terbentuk akibat pengayaan atau supergen walaupun kadang terbentuk dari larutan hidrotermal. Mineral kaolin terbentuk pada temperatur yang rendah (150 2500C) pada kedalaman yang kecil (dangkal). Mineral Kaolin Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan. Kaolin mempunyai komposisi hidrous alumunium silikat (2H2O.Al2O3.2SiO2), dengan disertai beberapa mineral penyerta. Proses pembentukan kaolin (kaolinisasi) dapat terjadi melalui proses pelapukan dan proses hidrotermal alterasi pada batuan beku felspartik, mineral-mineral potas aluminium silka dan feldspar diubah menjadi kaolin. Endapan kaolin ada dua macam, yaitu: endapan residual dan sedimentasi. Mineral yang termasuk dalam kelompok kaolin adalah kaolinit, nakrit, dikrit, dan halloysit (Al2(OH)4SiO5.2H2O), yang mempunyai kandungan air lebih besar dan umumnya membentuk endapan tersendiri. Sifat-sifat mineral kaolin antara lain, yaitu: kekerasan 2 2,5, berat jenis 2,6 2,63, plastis, mempunyai daya hantar panas dan listrik yang rendah, serta pH bervariasi. Potensi dan cadangan kaolin yang besar di Indonesia terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung, serta potensi lainnya tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Sulawesi Utara. Kegunaan dan manfaat kaolin banyak dipakai sebagai bahan pengisi (filler), pelapis (coater), barang-barang tahan api dan isolator. Kegunaan kaolin sangat tergantung pada karakteristiknya karena karakteristik berpengaruh terhadap kualitasnya. Kaolin dipakai di keramik, obat, melapisi kertas, sebagai bahan tambahan makanan, odol, sebagai bahan menyebarkan sinar di bola lampu pijar agar putih, bahan kosmetik. Juga dipergunakan di cat dan mengubah tingkat kilauan;

Kaolin adalah mineral lempung paling tidak aktif yang pernah diamati. Kaolin dapat dihasilkan oleh pelapukan beberapa mineral lempung yang lebih aktif atau dapat juga terbentuk langsung dari produk sampingan pelapukan batuan. Keluarga kaolin adalah haloisit (hauoysite). Mineral ini berbeda dari kaolin, karena tertumpuk secara lebih acak sehingga satu molekul air dapat masuk diantara satuan-satuan. Mineral ini juga berbeda dari kaolin disebabkan lembaran-lembaran elemennya tergulung menjadi suatu silinder. Dehidrasi akibat panas sebesar 60 sampai 70 C, dan bahkan pengeringan udara, sering dapat mengubah haloisit ini secara permanen, sehingga menjadi 2H20 atau sama sekali meniadakan molekul air dan berubah menjadi kaolin. Sifat-sifat teknis dari haloisit sangat berbeda dengan kaolin, karena pengeringan udara dapat mempengaruhi reaksireaksi kimia yang secara tidak langsung dapat di ukur dengan batas Atterberg. Dalam analisis diperlukan ketelitian untuk mendapatkan contoh yang realitis antara batas Atterberg dan analisis hidrometer.