Anda di halaman 1dari 2

SESAK NAPAS? Hati-hati terdapat Kelainan Jantung!

SESAK napas (dyspnea) mengacu pada sensasi sulit bernapas atau tidak nyaman dalam bernapas. Selama ini dikenal oleh masyarakat awam sebagai penyakit yang disebabkan gangguan pada paru-paru. Namun ternyata sesak napas bisa pula menjadi tanda bahaya kelainan pada jantung. Selain nyeri pada dada hampir secara umum penyebab dari sesak nafas berasal dari jantung dan tergolong keluhan terbesar, sesak nafas karena kelainan jantung merupakan reaksi dari kondisi dimana jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. kurangnya darah yang mengalir pada pembuluh yang mengangkut oksigen ke jantung. Salah satu jenis nyeri pada otot jantung atau disebut juga angina dapat menyebabkan seseorang sulit untuk menarik nafas akibat berkurangnya pasokan oksigen yang bisa disebabkan oleh penumpukan plak yang menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Kelainan jantung yang disertai dengan keluhan sesak napas biasanya terjadi pada gagal jantung. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi pompa jantung dalam mengisi dan memompa darah dari paru-paru. Akibatnya terjadi penumpukan darah pada organ paru-paru dan menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru. Maka, fungsi paru-paru akan terganggu dan terjadilah sesak napas. Pembengkakan Jantung Pembengkakan jantung terjadi mulai dari yang paling ringan sampai paling berat, yang berlangsung bertahun-tahun. Gejala awal yang timbul ketika terjadi pembengkakan jantung adalah mudah sesak napas bila melakukan aktivitas yang agak berat, seperti berjalan agak jauh. Bila jantung semakin membengkak, aktivitas ringan pun akan membuat sesak napas dan bila sudah parah, duduk pun sesak napas. Bila jantung semakin membengkak, maka pemulihannya juga akan semakin sulit. Otot jantung perlu dibantu oleh obat agar jantung kembali kuat memompa. Ibarat karet gelang yang sudah melar, setelah kembali, karet tidak bisa sepanjang normalnya lagi. Pembengkakan jantung harus dihentikan sebelum otot jantung bengkak maksimal. Caranya dengan mengontrol tekanan darah tinggi dan diberi obat penguat otot jantung.

Sesak Napas Jantung VS Sesak Napas Asma Terdapat perbedaan antara sesak napas akibat kelainan pada jantung dan paruparu. Sesak napas yang berasal dari kelainan jantung bisa terlihat dari cepat lelah, napas yang dalam serta cepat, merasa sesak bila tidur hanya mengenakan satu bantal, napas terhenti saat tidur, batuk kering, bahkan disertai darah yang berbuih. Saat tidur, penderita sesak napas yang berasal dari paru akan mengalami sesak pada salah satu posisi, sedangkan pada jantung, saat tidur telentang pun akan mengalami sesak napas, Sesak napas jantung berbeda dengan sesak napas asma. Sesak napas jantung terasa saat menghela napas, bukan saat mengeluarkan napas seperti pada asma. Perlu posisi duduk agar napas terasa lebih ringan. Sesak napas asma akan terasa lebih ringan bila duduk mendekap bantal atau merangkul sandaran kursi. Serangan jantung koroner juga bisa menyebabkan sesak napas. Sesak napas terjadi lantaran otot jantung mengalami kerusakan akibat kurangnya pasokan oksigen oleh pembuluh koroner yang tersumbat (myocardial infarction). Bedanya dengan jantung membengkak adalah pada penyakit koroner sesak napas lebih bersifat serangan. Sementara pada jantung membengkak, keluhan sesak napas sudah dimulai sejak awal. Pada serangan jantung koroner, selain sesak napas, juga diawali nyeri dada yang khas. Nyeri seperti tertindih beban berat pada dada sisi kiri. Nyeri menjalar ke leher, lengan kiri, pundak, dan punggung. Saat sesak napas, mungkin juga sampai muntah-muntah. Jadi, mulai sekarang, segera sikapi sesak napas yang Anda alami. Sekali lagi, bukannya mencegah lebih baik daripada mengobati.

oleh dr. I Gede Sumantra