Anda di halaman 1dari 5

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK A.

LATAR BELAKANG Sekarang ini, banyak masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di pedesaan dan berprofesi sebagai petani sedang dihadapi oleh masalah pertanian baik sebelum panen maupun pasca panen. Banyak faktor yang menyebabkan masalah tersebut terjadi, salah satunya adalah mahalnya harga pupuk untuk sawah serta ketersediaan subsidi pupuk dari pemerintah yang masih terbatas dan belum teratur. Sedangkan pupuk merupakan komponen yang penting dalam proses becocok tanaman. Karena pupuk berkerja sebagai penyuplai nutrisi untuk tanaman, memperbaiki struktur sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, dan untuk mengikat senyawa nitrogen yang ada di udara. Dengan Penggunaan pupuk tanaman yang di taman akan menghasilakan produk yang lebih banyak baik daun,buah,dan bunga. Pupuk terbagi atas terbagi dua berdasarkan bahan penyusunanya yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Keduanya memiliki kelemahan dan keuggulan masing-masing. Pupuk organik tidak menimbulakan efek merusak tanah ketika digunakan secara jangka panjang. Pembuatan pupuk organik tidak membutuhkan modal yang besar karena terbuat dari limbahlimbah pasca panen seperti jerami,sekam,tongkol jangung,daun,dan lain-lain. Pupuk organik terbagi menjadi dua berdasarkan fasenya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik padat dan pupuk organik cair memiliki kegunaan yang sama hanya saja penggunaannya yang berbeda pupuk organik padat digunakan pada saat pengolahan sawah sendangkan pupuk organik cair digunakan pada saat pengolahan padi. Oleh sebab itulah perlunya pembuatan pupuk organik sehingga petani dapat membuat pupuk organik sendiri dengan memanfaatkan limbah yang berda di sekitar likungan mereka. B. MASALAH Banyak petani di desa Ibul Besar III yang mengeluh karena ketidak adaan pupuk. Pupuk subsidisi yang biasanya di berikan oleh pemerintah bersifat tidak menentu dan walaupun ada itu tidak mencupi untuk seluruh tanaman padi yang di tanam sehingga tanaman padi yang mereka tanam akan kekurangan nutrisi yang menybabkan berkuranya produktivitas tanman padi. setiap musim tanam padi datang. Bukan hanya karena masalah hama dan penyakit yang juga kerap kali melanda sawah mereka, tetapi juga ketersediaan pupuk bersubsidi yang tidak menentu mereka dapatkan. Bagi beberapa petani yang memiliki taraf penghasilan tinggi, tanpa pupuk subsidi dari pemerintah pun tidak akan jadi masalah. Mereka bisa mendapatkan pupuk di toko-toko walaupun dengan

harga yang relatif tinggi di bandingkan dengan pupuk subsidi. Namun bagi petani yang memiliki tingkat penghasilan rendah, tidak adanya pupuk subsidi akan sangat memberatkan mereka. Sehingga banyak petani yang mengurangi jumlah pupuk yang digunakan dalam lahanya selama proses tanam padi ataupun tidak memakai pupuk sama sekali selama masa tanam padi karena tidak memiliki uang untuk membeli pupuk non subsidi yang perbedaan harga yang cukup mencolok dengan pupuk subsidi. Sawah tanpa pupuk memang masih bisa tumbuh dan menghasilkan padi namun tentu saja berdampak besar terhadap hasil panen nantinya dan akan berdampak pada tanaman padi itu sendiri. Kualitasnya tentu saja berbeda dengan sawah yang diberi pupuk karena sawah yang diberi pupuk akan mendapatkan nutrisi untuk tubuh dari pupuk sedangkan sawah yang tidak di beri pupuk akan mengalami kekurangan nutrisi karena tidak adanya sumber nutrisi. Dan sawah yang tidak diberi pupuk, biasanya memiliki padi yang rentan terhadap hama dan penyakit. Selain itu pertumbuhannya juga lebih lambat ketimbang padi yang sawahnya diberi pupuk. Padi yang tidak diberi pupuk biasanya tanamannya lebih pendek atau tumbuh kerdil dan menghasilakan padi yang sedikit. C. TUJUAN Adapun tujuan dari pembuatan pupuk organik adalah : 1. Membantu pihak petani untuk dapat memenuhi kebutuhuan pupuk yang diinginkan. 2. Membantu petani untuk mendapatkan penghasilan lain dengan menjual pupuk organik. 3. Membantu petani dalam pengolahan limbah pasca panen. 4. Membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padi. 5. Secara tidak langsung membantu petani dalam memperbaiki atau meningkatkan taraf hidup. 6. Membantu masyarakat dalam pengurangan hama tanaman eceng gondok. 7. Membantu masyarakat dalam pembersihan sungai dari hama tanaman eceng gondok. 8.Secara tidak langsung membantu membantu masyarakta dalam memperbaiki kualitas sungai. D. Metode

Metode yang dilakukan adalah meberikan sosialisasi bagaimana cara pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair. Mempersiapkan tempat ,bahan baku ,dan alat untuk pembuatan pupuk organik baik padat maupun cair. Menberikan contoh cara pembuatan pupuk organic baik padat maupun cair. E.Biaya F. WAKTU Kegiatan pembuatan pupuk organik ini dilakukan perdasarkan waktu yang telah dijadwalkan sebagi berikut : 1. Kegiatan pembuatan pupuk organik dijadwalkan dari tanggal 5 Januari 1 Febuari 2014 dengan detail sebagi berikut : - 5 Januari Pengadaan Kegiatan Sosialisi. - Senin sabtu pengamatan dan pengecekan pupuk organik.

G. Hasil yang diharapkan Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan pembuatan pupuk organic ini adalah : 1. Peningkatan pengetahuan petani mengenai pupuk organik. 2. Menjadi desa penghasil pupuk organik. 3. Menjadi desa penghasil padi organik. 4. Peningkatan kemampuan petani dalam pembuatan pupuk organik. 5. Peningkatan kualitas tanah dan padi.

PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA PUPUK ORGANIK PADAT

A. LATAR BELAKANG Pupuk merupakan komponen yang penting dalam proses becocok tanaman. Karena pupuk berkerja sebagai penyuplai nutrisi untuk tanaman, memperbaiki struktur sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, dan untuk mengikat senyawa nitrogen yang ada di udara. Dengan Penggunaan pupuk tanaman yang di taman akan menghasilakan produk yang lebih banyak baik daun,buah,dan bunga. Dalam pembuatan pupuk organik padat membutuhkan tempat yang teduh ( terhindar dari sinar matahari secara langsung dan terkena air hujan secara langsung). Karena apabila pupuk terkena matahri secara langsung maka akan berpengaruh terhadap proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri. Bakteri yang terkena sinar matahari secara lansung akan mati dan pupuk yang terkena air hujan akan menyebabkan jamuran yang menghambat proses fermentasi. Dan sebelum di olah bahan baku harus dilakukan pretreatment agar menghasilakan pupuk organik padat yang baik. Oleh karena ituah diperlukanya pengdaan sarana dan prasaran dalam pembuatan pupuk organik padat untuk mendapatkan pupuk organik padat yang baik. B. MASALAH Susahnya mencari tempat yang teduh ( terhindar dari sinar matahari secara langsung dan terkena air hujan secara langsung) dan tempat yang dekat dengan bahan baku di desa Ibul Besar III. Karena pemilihan tempat merupakan salah astu faktor yang penting agar dapat membuat pupuk organik padat yang baik. Keadaan desa yang banjir menjadikan salah satu pertimbangan kami untuk memilih tempat yang tinggi agar tidak terkena banjir. C. TUJUAN

Adapun tujuan dari sarana dan prasaran dalam pembuatan pupuk organik padat adalah : 1. Membantu petani untuk pembuatan pupuk organikm padat. 2.