Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH HUKUM KEWIRAUSAHAAN

DISUSUN OLEH:

MUTHIA FIRDA SARI 1012011060

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMPUNG

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Kewirausahaan atau yang lebih khususnya membahas pengertian, peran serta Pengusaha dalam kewirausahaan. Makalah ini masih jauh dari sempurna karenanya kritik dan saran dari pembaca atau pihak-pihak yang bersifat membangun sangat diharapkan demi memenuhi kesempurnaan makalah di tingkat yang akan datang. Saya harapkan makalah ini dapat membawa manfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, Maret 2013

Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Wirausaha atau kita sebut pengusaha adalah seorang pelopor bisnis baru atau seorang manajer yang mencoba untuk memperbaiki suatu unit organisasi dengan memprakarsai perubahan bentuk. Menurut Longenecker (2001) wirausaha (entrepreneur)adalah seorang yang memulai dan atau mengoperasikan bisnis. Wirausaha merupakan seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Pada berbagai industri, wirausaha membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen di dalam negeri maupun luar negeri. Sedangkan kegiatan kewirausahaan merupakan cara atau proses terciptanya organisasi baru. Seorang usahawan memiliki kemampuan untuk memberdayakan faktor-faktor produksi seperti alam, modal, tenaga kerja, skill atau keahlian dan menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Mereka memiliki kepekaan untuk menyadari peluang yang tidak dilihat atau belum diperhatikan oleh orang lain. Pada umumnya wirausaha menghasilkan sesuatu yang baru yang belum pernah ditemukan. Sebagai contoh Akio Morita pendiri Sony, yang melihat bahwa produk yang dihasilkan dapat diadaptasi untuk menciptakan produk baru yaitu walkman seperti yang kita kenal saat ini. Henry Ford tidak menemukan mobil jenis baru, namun ia menerapkan teknik pembagian tugas pada produksi mobil dengan cara baru, yaitu lini perakitan. Saat ini tiap orang terus-menerus mencari kesempatan untuk memulai suatu bisnis, baik berskala besar maupun bisnis kecil. Banyak pengusaha mengatakan bahwa menjalankan usaha sendiri akan lebih aman daripada menjadi seorang karyawan yang dapat saja kehilangan pekerjaan suatu saat. Mereka juga beranggapan bahwa dengan memiliki usaha sendiri akan lebih cepat menghasilkan uang dan menjadi kaya. Jadi, walaupun banyak orang yang beranggapan bahwa memulai usaha sendiri memiliki resiko yang besar, namun sebagian orang beranggapan sebaliknya, karena merasa lebih bebas untuk mengatur usahanya sendiri. Pada waktu mereka memulai suatu bisnis, mereka bertindak sebagai seorang wirausaha yang sukses. Seorang pengusaha memiliki tanggung jawab tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga pelanggan mereka, pemasok/suplier, dan rekan bisnis. Wirausaha memulai dan menjalankan perusahaan yang relatif kecil dan kemudian bekerja keras untuk membesarkan usahanya tersebut. Namun yang penting dilakukan adalah mengelola perusahaan secara hati-hati dan mencapai tingkat pertumbuhan yang stabil.

1.2 Rumusan Masalah a. Apa pengertian Kewirausahaan? b. Bagaimana peran Pengusaha di Indonesia? c. Apa saja ciri-ciri entrepreneur?

BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kewirausahaan Pengertian Kewirausahaan berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan. Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah: Keberanian untukmelakukan suatu kegiatan bisnis Sebagai konsep entrepreneur yaitu pemimpin (Cantillon) Kegiatan menciptakan atau melaksanakan sebelum pasar terbentuk/tercipta (Harvey Leibenstien, 1979) Kegiatan identifikasi peluang-peluang ekonomi (Penrose, 1963)

Kemampuan prediksi dan menyikapi perubahan pasar (Frank Knight, 1921)

2.2 Peran Pengusaha di Indonesia Peran wirausaha di Indonesia sangat strategis karena penciptaan wirausaha tidak bisa lepas dari penciptaan unit bisnis. Sayangnya, jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia. Berdasarkan survei ju1,56 persen mlah wirausaha di Indonesia hanya dari jumlah penduduk. Padahal, di Malaysia mencapai 4 persen, Thailand 4,1 persen, dan Singapura 7,2 persen. Pertumbuhan jumlah wirausaha di Indonesia antara lain terkendala infrastruktur, tenaga kerja, perbankan, serta ketertiban dan hukum. Daerah yang keamanannya terganggu dan banyak pungutan liar tidak akan memiliki iklim usaha yang menarik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil didukung kombinasi konsumsi dan investasi. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh wirausaha. Terkait dengan peningkatan jumlah wirausaha nasional, perlunya sinergi dari berbagai pihak. Pada penyelenggaraan Entrepreneurship Summit 2011, direkomendasikan penambahan 5 juta wirausaha pada tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat jumlah penduduk yang berwirausaha saat ini baru mencapai angka 0,18 persen dari jumlah 2,38 juta penduduk Indonesia. Idealnya, agar Indonesia bisa berdaya saing tinggi dibutuhkan paling sedikit 2 persen dari 238 juta orang penduduk Indonesia atau sekitar 4,76 juta orang wirausaha baru dengan beragam profresi dan keahlian. Wirausaha telah teruji kehandalannya ditengah krisis ekonomi tahun 1998 dan mampu bertahan tanpa tergantung kondisi moneter internasional. Dengan semangat kewirausahaan yang inovatif, kreatif dan berdaya saing, para pelaku wirausaha ini menjadi ujung tombak sektor Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

2.3 Ciri-Ciri Entrepreneur Mempunyai hasrat untuk selalu bertanggung jawab bisnis dan sosial Komitmen terhadap tugas Memilih resiko yang moderat Merahasiakan kemampuan untuk sukses

Cepat melihat peluang Orientasi ke masa depan Selalu melihat kembali prestasi masa lalu Sikap haus terhadap money Skill dalam organisasi Toleransi terhadap ambisi Fleksibilitas tinggi

BAB 3 KESIMPULAN

Wirausaha merupakan seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Pada berbagai industri, wirausaha membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen di dalam negeri maupun luar negeri. Kewirausahaan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah pengangguran, kemiskinan dan kemelaratan. Kewirausahaan sangat penting untuk mengubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Menjadi Wirausaha bukan jalan pintas untuk menjadi kaya. Menjadi Wirausaha adalah sebuah perjuangan. Apa pun yang dilakukan, kewirausahaan tidak dapat dibangun dalam tempo sekejap. Pertumbuhan jumlah wirausaha di Indonesia antara lain terkendala infrastruktur, tenaga kerja, perbankan, serta ketertiban dan hukum. Daerah yang keamanannya terganggu dan banyak pungutan liar tidak akan memiliki iklim usaha yang menarik.