Anda di halaman 1dari 5

Lembaran Lauhful Mahfudz yang Terlepas

Penentu takdir sejati

By : Firman A. Islami

Peran diraja

Peran apakah yg kita jalani hari ini Peran apakah yg kita pilih hari ini Dan peranan apa saja kita hari ini Kau yg memilih peranmu Ataukah tuhan yg menentukan peranmu

Sadarkah engkau diraja Siapa yg menentukan peranmu Bukan kah engkau begitu ingin Bukan kah engkau begitu bernafsu Bukan kah engkau begitu berkuasa

Hai kau diraja Dimana retorik ulungmu Dimana ketajaman logismu Dan dimana kekarnya badanmu Ketika kau ditanya siapa penentu peranmu

Satu hal yang mutlak dan kau ketahui Bahwa Tuhan tak pernah bermain dadu

Fii ahsani Taqwim atau Asfala safilin

Tuhan... Bukan kah aku pemegang bumi ini Bukankah aku ini sempurnanya makhluk Tuhan kau tahu itu kan....

Kenapa selalu ini menjadi rumit Kenapa selalu menjadi berat epaskanlah saja tuhan bumi ini kepadaku enyapkanlah makhluk hina lain... Karena aku ini lah diraja yang sebenarnya

!alaikat kan ku tundukkan Setan kan bersujud Dihadapanku ini semuanya rendah Tak ada yang seagung diraja ini

Bukan kah itu gejolak hati kalian Bukankah itu nafsu kalian Fii ahsani Taqwim atau Asfala safilin

Takdirmu dan Takdirku

Kenapa setiap tragedi kita buta

Bukankah lebih baik kami tahu Kenapa setiap kematian tak terlihat Bukankah lebih baik kami tahu Bukan setiap re"ki tak terduga Bukan kah lebih baik kami tahu

Teka#tekimu begitu sulit Kadang berat sampai sakit Apakah takdir!u begitu rahasia Sampai kami menjadi putus asa

Kenapa takdir itu begitu jauh Kenapa keputusan begitu sulit Tuhan maukah Kau merobek sedikit untukku Tuhan mau kah Kau melihatkan sebentar untukku Tuhan mau kah Kau memba$akannya untukku Lauhul Mahfudz itu

Lembaran Lauhul Mahfudz yang terlepas

iur embun meretas kepermukaan %amun sinar masih jauh dari mata

!alam ini terlalu sunyi Dan Terlalu takut untuk di rasa

Bukan kah kejenuhan yg melanda Bukankah kesengsaraan yg menimpa Bukankah kesedihan yg menerpa Tapi kebutaan yang merana Buta akan haknya Buta akan usahanya Buta akan jiwanya Dan buta akan takdirnya

Tapi& bukankah auhul !ahfud" itu dilangit' Apakah kami bisa menjangkaunya !elihat apa takdir kan terima Apakah kami bisa membawanya !elihat takdir ini akan kemana (ngatlah wahai diraja Ketika takdir itu ditentukan itu adalah refleksimu Ketika takdir dibuat itu adalah inginmu Ketika takdir di putuskan itu adalah $erminan usahamu Ketika jodoh dipilih itu adalah pilihanmu Karena setiap peristiwa yg terjadi (tu adalah embaran lauhul mahfudzNya yg terlepas