Anda di halaman 1dari 9

Sembiring, Susyanto and Associates Advocates and Legal Consultans Jalan Pahlawan No. 1 R !1"R# !

$ %elurahan &ahagia, %ecamatan A'el (alang, %abu'aten (alang Phone: (061)45678. E-mail: office@ssa.com

N) A %*&*RA AN (EKSEPSI) P*NAS+,A ,-%-( *R.A%#A Dalam Perkara Pidana omor !e"is#er: PD$- %4&'($P)&04&*01* (#as ama +erdak,a :+a-.l $.l.k als. /. $.r#adha +er#an""al: 1* (0ril *01* 1n#.k dan a#as nama +erdak,a ama 2en"ka0 +em0a# 2ahir +an""al 2ahir 6enis 7elamin 7e4an"saan +em0a# +in""al : +a-.l $.l.k als. /. $.r#adha : 'am0an" : ** 3k#o4er 157% : 2aki-laki : 8ndonesia :D.s.n an"krenan" Desa 7aran" )a9am 7ecama#an 3m4en 7a4.0a#en" 'am0an". D.s.n +e#elan Desa '.m4er )en#on" 7ecama#an '.m4er $an-.n" :e#an 7a4.0a#en $alan"

("ama Peker-aan Pendidikan

: 8slam : :iras,as#a : $adras9ah (lli9ah ($()

'es.ai den"an hak asasi +erdak,a .n#.k menda0a#kan hak mem4ela diri dan hak 9an" di4erikan oleh 1ndan"-.ndan" ke0ada +erdak,a; se4a"aimana dimaks.d dalam Pasal 156 a9a# (1) 71/(P dan Pasal 14% a9a# (*) dan (%) 71/(P; 4ersama ini kami; Penaseha# /.k.m +erdak,a; -ntu/ dan atas nama erda/wa men"a-.kan N) A %*&*RA AN #erhada0 '.ra# Dak,aan 9an" dia-.kan oleh Pen.n#.# 1m.m dalam Persidan"an 9an" m.lia ini. P*N.A,-L-AN (a0elis ,a/im yang (ulia, Sdr. Penuntut -mum yang %ami ,ormati, Sidang yang (ulia, Perkenankanlah kami dari +im Penaseha# /.k.m +erdak,a 4erdasarkan s.ra# k.asa kh.s.s #er#an""al 18 (0ril *01*; masin"-masin" 4er#indak sendiri-sendiri a#a. secara 4ersama-sama .n#.k dan a#as nama #erdak,a +a-.l $.l.k als. /. (li $.r#adha 0ada kesem0a#an ini meman-a#kan se"ala 0.-i dan s9.k.r ke0ada +.han <an" $aha Esa karena a#as 4erka# dan rahma#- 9alah sehin""a 0ersidan"an ini da0a# 4erlan"s.n" den"an aman dan #er#i4. 'e4a"aimana #er#.an" dalam salah sa#. dalil (r. ra'man dalam bu/u Pro1. (r. J.(. van &emelen 2Straaf Voordering3 ceta/an tahun 145! halaman 4!; dise4.#kan secara -elas 4ah,a: Hakim, sebagai pejabat umum dengan sendirinya mempunyai posisi yang obyektif, karena menjalani fungsi mengadili terhadap masing-masing pendirian subjektif dari kedua belah pihak yang bertengkar di hadapannya, yaitu jaksa penuntut umum di salah satu pihak dan terdakwa/Penasehat Hukumnya di lain pihak, oleh karena itu dengan sendirinya wajib atau setidak-tidaknya diharapkan memegang teguh pendirian yang tidak memihak, atau menurut Mr. Trapman, Pendirian yang Obyektif.

'e-alan den"an dalil 9an" dikem.kakan oleh $r. +ra0man #erse4.#; maka kami selak. Penaseha# /.k.m +erdak,a; den"an #an0a men".ran"i rasa horma# dan inde0endensi =adan Peradilan ini; memohon ke0ada $a-elis /akim 9an" memeriksa dan men"adili 0erkara ini .n#.k mene"akkan s.0remasi h.k.m ses.ai ke#en#.an 0er.ndan"-.ndan"an den"an ha#i n.rani 9an" 4ersih; 4e4as dari se"ala .ns.r s.4-ek#ifi#as ma.0.n #ekanan; dan #e#a0 4er0e"an" #e".h 0ada fak#a ser#a men"an.# asas 0rad."a #ak 4ersalah presumption of inno!en!e"

(a0elis ,a/im yang (ulia, Sdr. Penuntut -mum yang %ami ,ormati, Sidang yang (ulia, (da0.n 0en"a-.an ekse0si a#a. ke4era#an ini -."a didasarkan 0ada hak +erdak,a se4a"aimana dia#.r dalam 0asal 156 a9a# (1) 71/(P 9an" men"a#.r se4a"ai 4erik.#: # $alam hal Terdakwa atau penasihat hukum mengajukan keberatan bahwa Pengadilan tidak berwenang mengadili perkara atau dakwaan tidak dapat diterima atau surat dakwaan harus dibatalkan, maka setelah diberi kesempatan oleh %aksa Penuntut &mum untuk menyatakan pendapatnya Hakim mempertimbangkan keberatan tersebut untuk selanjutnya mengambil keputusan # Pen"a-.an ekse0si 9an" kami 4.a# ini; sama sekali #idak men".ran"i rasa horma# kami ke0ada Pen.n#.# 1m.m 9an" sedan" melaksanakan f.n"si dan -."a 0eker-aan9a; ser#a -."a 0en"a-.an ekse0si ini #idak sema#a > ma#a mencari kesalahan dari dak,aan 0en.n#.# .m.m a#a.0.n men9an""ah secara a0riori dari ma#eri a#a.0.n formal dak,aan 9an" di4.a# oleh 0en.n#.# .m.m. am.n ada hal 9an" san"a# f.ndamen#al .n#.k da0a# dike#ah.i $a-elis /akim dan sa.dara Pen.n#.# 1m.m demi #e"akn9a keadilan se4a"aimana sem4o9an 9an" selal. ki#a el. > el.kan dan ki#a -.n-.n" 4ersama selak. 0ene"ak h.k.m 9akni fiat justitia ruat cae u!. Dan -."a 0en"a-.an ekse0si ini 4.kan sema#a dilak.kan .n#.k mem0erlam4a# -alann9a 0roses 0eradilan; se4a"aimana dise4.#kan dalam asas trilogi 'eradilan. am.n se4a"aimana dise4.#kan dia#as; 4ah,a 0em4.a#an dari ekse0si ini mem0.n9ai makna ser#a #.-.an se4a"ai 0en9eim4an" dari s.ra# dak,aan 9an" dis.s.n dan

di4acakan secara 0an-an" le4ar dalam sidan". 7ami selak. 0enasiha# h.k.m #erdak,a 0erca9a 4ah,a ma-elis hakim akan mem0er#im4an"kan dan mencerma#i se"ala masalah h.k.m #erse4.#; sehin""a dalam ke4era#an ini menco4a .n#.k men""."ah n.rani ma-elis hakim a"ar #idak sema#a > ma#a meliha# 0ermasalahan ini dari kacama#a a#a. s.d.# 0andan" 9.ridis 9an" sem0i# a#a. h.k.m 0osi#if 9an" ada sema#a.

(a0elis ,a/im 6ang (ulia, Sdr. Penuntut -mum 6ang %ami hormati, Sidang 6ang (ulia, Pendah.l.an 9an" kami sam0aikan di a#as dimaks.dkan a"ar sekiran9a $a-elis /akim 9an" m.lia memahami 0ers0ek#if kami selak. Penaseha# /.k.m +erdak,a dalam 0en"a-.an ekse0si ini. =esar 0.la hara0an kami a"ar dalam mene"akkan h.k.m dalam 0erkara ini; $a-elis /akim 9an" m.lia da0a# 4ersika0 fair, obje!ti'e and impartial karena ada0.n sidan" ini #idak dimaks.dkan .n#.k men".n#.n"kan ke0en#in"an seseoran" a#a. sekelom0ok oran" sa-a; melainkan .n#.k men"a4di ke0ada ke0en#in"an h.k.m sema#a.

*N AN7 %*&*RA AN 8*%S*PS+9 .AN S-RA .A%#AAN

(a0elis ,a/im 6ang (ulia, Sdr. Penuntut -mum 6ang %ami hormati, Sidang 6ang (ulia,

$. <ah9a /araha0 dalam 4.k.n9a Pembahasan dan Penerapan (&H)P, halaman **+ , **- men9e4.#kan 4ah,a: Pada dasarnya alasan yang dapat dijadikan dasar hukum mengajukan keberatan

agar surat dakwaan dibatalkan, apabila surat dakwaan tidak memenuhi ketentuan Pasal .-+ atau melanggar ketentuan Pasal .-- )yat /" dan +" (&H)P.0 Pen.n#.# 1m.m #elah men"hada0kan +erdak,a ke Pen"adilan e"eri 'am0an"

den"an '.ra# Dak,aan 4ernomor re"is#rasi 0erkara PD$-%4&'($P)&04&*01* #er#an""al 1* (0ril *01* 9an" di4.a# dan di#anda#an"ani oleh 'dr.'.ci0#o; './.; $./ selak. 6aksa Pen.n#.# 1m.m 'e#elah mem4aca dan mendalami '.ra# Dak,aan 9an" dis.s.n oleh Pen.n#.# 1m.m maka men.r.# hema# kami ada 4e4era0a hal 9an" 0erl. di#an""a0i secara saksama men"in"a# di dalam '.ra# dak,aan #erse4.# #erda0a# 4er4a"ai ke-an""alan dan ke#idak-elasan 9an" men9e4a4kan kami men"a-.kan ke4era#an. Dalam 7am.s =esar =ahasa 8ndonesia; #er4i#an De0ar#emen Pendidikan asional dan =alai P.s#aka; +ah.n *001; halaman 465 men"ar#ikan ka#a -elas se4a"ai 4erik.#: #eran"; n9a#a a#a. "am4lan"; #e"as; #idak ra".-ra". a#a. #idak 4im4an". 7e-aksaan (".n" !e0.4lik 8ndonesia dalam Pedoman Pem4.a#an '.ra# Dak,aan; #er4i#an 7e-aksaan (".n" !e0.4lik 8ndonesia #ah.n 1585 halaman 15 men9a#akan: %elas adalah %aksa Penuntut &mum harus mampu merumuskan unsur-unsur delik yang didakwakan sekaligus mempadukan dengan uraian perbuatan materiil fakta" yang dilakukan oleh terdakwa dalam surat dakwaan. $alam hal ini harus diperhatikan, jangan sekali-kali mempadukan dalam uraian dakwaan yang hanya menunjuk pada uraian dakwaan sebelumnya, sedangkan unsur-unsurnya berbeda.0 7ami selak. Penaseha# /.k.m +erdak,a; menilai 4ah,a '.ra# Dak,aan Pen.n#.# 1m.m; den"an omor !e"is#er : PD$-%4&'($P)&04&*01* telah gagal dalam memberi/an /e0elasan mengenai tinda/ 'idana yang dida/wa/an. Pen.n#.# 1m.m #idak mem4erikan .raian 9an" -elas men"enai #indak 0idana 0erkara dalam dak,aan #erhada0 +erdak,a di dalam '.ra# Dak,aann9a. Padahal dalam '.ra# Edaran 6aksa (".n" !e0.4lik 8ndonesia omor : 'E-004&6.(&11&155% #en#an" Pem4.a#an '.ra# Dak,aan; #erda0a# ke#en#.an se4a"ai 4erik.#: &raian se!ara !ermat berarti menuntut ketelitian Penuntut &mum dalam

mempersiapkan 1urat $akwaan yang akan diterapkan bagi Terdakwa. &raian se!ara jelas berarti uraian kejadian atau fakta kejadian yang jelas dalam surat dakwaan sehingga Terdakwa dengan mudah memahami apa yang didakwakan terhadap dirinya dan dapat mempersiapkan pembelaan dengan sebaik-baiknya. &raian se!ara lengkap berarti surat dakwaan harus memuat semua unsur elemen" tindak pidana yang didakwakan. (da0.n 'a.dara Pen.n#.# 1m.m seakan #elah men"esam0in"kan sem.a ke#en#.an di a#as; kh.s.sn9a dalam hal uraian se!ara jelas men"enai #indak 0idana 9an" didak,akan ke0ada +erdak,a. (da0.n ke#idak-elasan #erse4.# da0a# di.raikan se4a"ai 4erik.#: - Pada dak,aan kesa#.; di.raikan 4ah,a ?den"an sen"a-a di m.ka .m.m men"el.arkan 0erasaan a#a. melak.kan 0er4.a#an 9an" 4ersifa# 0erm.s.han; 0en9alah".naan a#a. 0enodaan #erhada0 s.a#. a"ama @ABC Dalam 0en".raian fak#a; Pen.n#.# 1m.m #idak men-elaskan a#a. memisahkan secara -elas #indakan #erdak,a 9an" mana 9an" #ermas.k dalam ka#e"ori 0erm.s.han; 0en9alah".naan a#a. 0enodaan #erhada0 s.a#. a"ama. Pen.n#.# 1m.m 0.n s.dah "a"al dalam men.n-.kkan a0akah #indakan #erdak,a ini dika#e"orikan se4a"ai 0erm.s.han; 0en9alah".naan; a#a. 0enodaan #erhada0 a"ama 8slam. - Pada dak,aan al#erna#iDe 9an" dia-.kan; Pen.n#.# 1m.m -."a #idak mem4eri korelasi 9an" -elas an#ara 0asal 9an" didak,akan den"an fak#a 9an" ada. (0akah 9an" dilak.kan +erdak,a #erhada0 san#rin9a #erse4.# mer.0akan 0er4.a#an .n#.k melak.kan; #idak melak.kan; a#a. mem4iarkan den"an 0er4.a#an 9an" #idak men9enan"kan a9ai ancaman akan 0er4.a#an 9an" #idak men9enan"kan. - 'elan-.#n9a; 'a.dara Pen.n#.# 1m.m -."a #idak da0a# men".raikan .ns.r-.ns.r 0idana dan men"korelasikann9a den"an fak#a 9an" ada. (da0.n; 'a.dara Pen.n#.# 1m.m sema#a men".raikan ke-adian #an0a men"ai#kann9a den"an .sn.r-.ns.r 0idana 9an" #er#.an" dalam 0asal 9an" didak,akan 9ai#. 0asal 156a dan %%5 7i#a4 1ndan"-1ndan" /.k.m Pidana (71/P) 9an" mana hal ini men"aki4a#kan keka4.ran dalam s.ra# dak,aan.

- 'elan-.#n9a; 'a.dara Pen.n#.# 1m.m #idak men".raikan tempus deli!ti secara -elas; den"an sema#a-ma#a men9e4.#kan ?0ada hari dan #an""al 9an" #idak da0a# di#en#.kan den"an 0as#i an#ara #ah.n *00% sam0ai den"an *5 Desem4er *01; a#a. se#idak#idakn9a 0ada ,ak#.-,ak#. lain an#ara #ah.n *00% sam0ai den"an #ah.n *011. Pen".raian tempus deli!ti 9an" sedemikan l.as dan ?kare#C semacam ini #en#. san"a# mer."ikan +erdak,a dalam mem4ela dirin9a.

(a0elis ,a/im 6ang (ulia, Sdr. Penuntut -mum 6ang %ami hormati, Sidang 6ang (ulia, Pada dasarn9a ke#idak-cerma#an; ke#idak--elasan; ma.0.n ke#idak-len"ka0an .raian 0er4.a#an 0idana 0ada '.ra# Dak,aan ialah 4.ah dari kera".-ra".an Pen.n#.# 1m.m 4ah,a a0akah #elah #er-adi 0er4.a#an 0idana a#a. 4el.m. =ila men".#i0 se4.ah ada"i.m 9akni : "#aki! ebi$ baik !e e%askan &''' orang bersa a$ dari%ada !eng$uku! & orang yang tidak bersa a$ (da"i.m di a#as men.n-.kan 4ah,a /akim har.s 4enar-4enar 9akin 4ila in"in men"h.k.m seseoran"; dan s.n"".h aneh 4ila Pen.n#.# 1m.m 9an" sehar.sn9a me9akinkan $a-elis /akim melal.i '.ra# Dak,aann9a nam.n masih men"alami kera".an den"an ke#idakcerma#an; ke#idak-elasan; dan ke#idaklen"ka0an9a .raian dalam '.ra# Dak,aan. 7ami selak. Penaseha# /.k.m +erdak,a 4erdasarkan .raian-.raian se4el.mn9a memohon ke0ada $a-elis /akim <an" $.lia; a0a4ila $a-elis /akim 0emeriksa 0erkara ini meman" ra". 4ah,a #elah ada 0er4.a#an 0idana karena '.ra# Dak,aan 9an" #idak cerma#; -elas; dan len"ka0; maka 4erdasarkan asas in dubio pro reo $a-elis mem.#.sakan .n#.k #idak melan-.#kan 0erkara den"an men9a#akan '.ra# Dak,aan Pen.n#.# 1m.m &A AL .*(+ ,-%-(.

Penutu' dan Permohonan

(a0elis ,a/im 6ang (ulia, Sdr. Penuntut -mum 6ang %ami hormati, Sidang 6ang (ulia,

=erdasarkan hal-hal 9an" #elah di.raikan dia#as maka -elaslah 4ah,a secara h.k.m '.ra# Dak,aan; Pen.n#.# 1m.m dalam 0erkara ini mer.0akan da/waan yang tida/ da'at diterima serta da/waan yang /abur 8)bscuur Libel9, ida/ 0elas, tida/ cermat dan tida/ leng/a'. )leh /arena itu, berdasar/an /etentuan 'asal 1:; ayat 8;9 %-,AP .a/waan Penuntut -mum harus dinyata/an batal demi hu/um atau setida/<tida/nya dinyata/an tida/ da'at diterima.

$aka; 4erdasarkan a#as hal-hal 9an" #elah di.raikan di a#as;

4ersama ini 7ami e"eri

men"a-.kan 0ermohonan a"ar <an" +erhorma# $a-elis /akim Pen"adilan P.#.san 'ela den"an amar se4"ai 4erik.#:

<o"9akar#a 9an" memeriksa dan men"adili 0erkara ini; 4erkenan .n#.k mem4erikan

1. (enerima seluruh /eberatan"*/se'si yang dia0u/an oleh Penasehat ,u/um erda/wa dalam 'er/ara tersebut di atas= $. (enyata/an Surat .a/waan Penuntut -mum &A AL .*(+ ,-%-(, atau setida/<tida/nya menyata/an Surat .a/waan Penuntut -mum +.A% .APA .+ *R+(A= ;. (enyata/an bahwa Pengadilan Negeri 6ogya/arta tida/ berwenang mengadili 'er/ara secara relati1, melain/an Pengadilan Negeri &antul yang berwenang mengadili 'er/ara ini= :. (embeban/an biaya 'er/ara untu/ seluruhnya /e'ada Negara. Demikian o#a 7e4era#an 2ksepsi" ini 7ami sam0aikan; semo"a +.han <an" $aha

Esa mem4erikan 4im4in"an dan 0e#.n-.k ke0ada $a-elis /akim <an" $.lia sehin""a da0a# mem.#.s 0erkara ini den"an seadil - adiln9a.

/orma# 7ami;

7ita Armarosa Putri Sembiring, S.,., LL.(

Ashri>a Noor ,i/mah, S.,., LL.(