Anda di halaman 1dari 7

PROSES PEMBUATAN PUPUK UREA

PENDAHULUAN
PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) adalah Badan Usaha
Milik Suryawan (BUMS) dengan pemegang saham
tunggal adalah Suryawan Pancakusuma.
Pusri didirikan tanggal 24 Desember 1959 di
Palembang dengan kegiatan utama memproduksi
pupuk urea yang produksi pertamanya tahun 1963
dengan kapasitas 100.000 ton.
Tahun 1974 didirikan Pusri II dengan kapasitas
produksi 380.000 ton urea per tahun (Tahun 1992
kapasitasnya dioptimalisasikan menjadi 570.000 ton
urea per tahun)

Tahun 1976/1977 didirikanlah Pusri III dan IV, dengan
kapasitas masing-masing 570.000 ton urea per tahun.
Tahun 1990 dibangun pula pabrik Pusri I-B sebagai
pengganti Pusri I yang tidak ekonomis lagi. Pabrik Pusri
I-B ini merupakan pabrik pertama yang dikerjakan oleh
ahli-ahli dari dalam negeri dengan konsep hemat energi.





PABRIK UTILITAS
Pabrik utilitas ialah pabrik yang menghasilkan
bahan-bahan pembantu maupun energi yang
dibutuhkan oleh pabrik amoniak dan urea.
Produk yang dihasilkan dari pabrik utilitas ini antara
lain sebagai berikut :
1. Steam
2. Listrik
3. Demin water
4. Cooling water
5. Instrument air/Plant Air/Nitrogen

PABRIK AMONIAK
Pabrik amoniak ialah pabrik yang menghasilkan amoniak
sebagai hasil utama dan Cabon Dioksida sebagai hasil
sampingan yang keduanya merupakan bahan baku pabrik
urea.

PABRIK UREA
Pabrik urea ialah pabrik yang menghasilkan pupuk urea baik
yang ada di Pusri II, Pusri III, Pusri IV dan Pusri I-B.
Dengan total kapasitas terpasang sebesar 2.280.0000 ton
urea per tahun.




PROSES PEMBUATAN AMONIAK
Bahan baku pembuatan amoniak adalah gas bumi yang diperoleh dari Pertamina dengan komposisi utama Methane
(CH4) sekitar 70 % dan Carbon Dioksida (CO2) sekitar 10 %.
Steam atau uap air diperoleh dari air sungai Musi setelah mengalami suatu Proses Pengolahan tertentu di Pabrik
Utility.
Sedangkan udara diperoleh dari lingkungan, dimana sebelum udara ini digunakan sebagai udara proses, ditekan
terlebih dahulu oleh kompressor udara.
Secara garis besar Proses dibagi menjadi 4 Unit, dengan urutan sebagai berikut :
1. Feed Treating Unit
2. Reforming Unit
3. Purification & Methanasi
4. Compression Synloop & Refrigeration Unit.

1. Feed Treating Unit
Gas alam yang masih mengandung kotoran (impurities), terutama senyawa belerang sebelum masuk ke Reforming
Unit harus dibersihkan dahulu di unit ini, agar tidak menimbulkan keracunan pada Katalisator di Reforming Unit.
Untuk menghilangkan senyawa belerang yang terkandung dalam gas alam, maka gas alam tersebut dilewatkan
dalam suatu bejana yang disebut Desulfurizer.
Gas alam yang bebas sulfur ini selanjutnya dikirim ke Reforming Unit.

2. Reforming Unit
Di Reforming Unit gas alam yang sudah bersih dicampur dengan uap air, dipanaskan, kemudian direaksikan di
Primary Reformer, hasil reaksi yang berupa gas-gas Hydrogen dan Carbon Dioksida dikirim ke Secondary Reformer
dan direaksikan dengan udara sehingga dihasilkan gas-gas sebagai berikut :
Hidrogen
Nitrogen
Karbon Dioksida
Gas-gas hasil reaksi ini dikirim ke Unit Purifikasi dan Methanasi untuk dipisahkan gas karbon dioksidanya.

3. Purification & Methanasi
Karbon dioksida yang ada dalam gas hasil reaksi Reforming Unit dipisahkan dahulu di Unit Purification, Karbon
dioksida yang telah dipisahkan dikirim sebagai bahan baku Pabrik Urea.
Sisa Karbon dioksida yang terbawa dalam gas proses, akan menimbulkan racun pada katalisator Ammonia
Converter, oleh karena itu sebelum gas proses ini dikirim ke Unit Synloop & Refrigeration terlebih dahulu masuk ke
Methanator.

4. Compression Synloop & Refrigeration Unit
Gas proses yang keluar dari Methanator dengan perbandingan Gas Hidrogen dan Nitrogen =3 : 1, ditekan atau
dimampatkan untuk mencapai tekanan yang diinginkan oleh Ammonia Converter agar terjadi reaksi pembentukan,
uap ini kemudian masuk ke Unit Refrigerasi sehingga didapatkan amoniak dalam fasa cair yang selanjutnya
digunakan sebagai bahan baku pembuatan urea.
Hasil/Produk pada proses diatas adalah gas amonia cair serta karbon dioksida yang digunakan sebagai bahan baku
pembuatan urea.
Berikut ini disajikan Blok Diagram sederhana proses pembuatan ammonia :

Secara Detail


PROSES PEMBUATAN UREA
Bahan baku : Gas CO2 dan Liquid NH3 yang di supply dari Pabrik Amoniak
Proses pembuata Urea di bagi menjadi 6 Unit yaitu :
1. Sintesa Unit
2. Purifikasi Unit
3. Kristaliser Unit
4. Prilling Unit
5. Recovery Unit
6. Proses Kondensat Treatment Unit

1. Sintesa Unit
Unit ini merupakan bagian terpenting dari pabrik Urea, untuk mensintesa dengan mereaksikan Liquid NH3 dan gas
CO2 didalam Urea Reaktor dan kedalam reaktor ini dimasukkan juga larutan Recycle karbamat yang berasal dari
bagian Recovery.
Tekanan operasi disintesa adalah 175 Kg/Cm2 G. Hasil Sintesa Urea dikirim ke bagian Purifikasi untuk dipisahkan
Ammonium Karbamat dan kelebihan amonianya setelah dilakukan Stripping oleh CO2.

2. Purifikasi Unit
Amonium Karbamat yang tidak terkonversi dan pada 17 Kg/Cm2 G. dan 22,2 Kg/Cm2 G. Hasil peruraian
kelebihan Ammonia di Unit Sintesa diuraikan dan
dipisahkan dengan cara penurunan tekanan dan
pemanasan dengan 2 step penurunan tekanan,
yaitu
berupa gas CO2 dan NH3 dikirim kebagian recovery,
sedangkan larutan Ureanya dikirim ke bagian Kristaliser.



3. Kristaliser Unit
Larutan Urea dari unit Purifikasi dikristalkan di
bagian ini secara vacum, kemudian kristal Ureanya
dipisahkan di Centrifuge. Panas yang di perlukan
untuk menguap-

kan air diambil dari panas Sensibel Larutan Urea, maupun
panas kristalisasi Urea dan panas yang diambil dari
sirkulasi Urea Slurry ke HP Absorber dari Recovery.


4. Prilling Unit
Kristal Urea keluaran Centrifuge dikeringkan
sampai menjadi 99,8 % berat dengan udara panas,
kemudian dikirimkan kebagian atas prilling tower
untuk dilelehkan dan didistribusikan merata ke
distributor,

dan dari distributor dijatuhkan kebawah sambil
didinginkan oleh udara dari bawah dan menghasilkan
produk Urea butiran (prill). Produk Urea dikirim ke Bulk
Storage dengan Belt Conveyor.


5. Recovery Unit
Gas Ammonia dan Gas CO2 yang dipisahkan dibagian Purifikasi diambil kembali dengan 2 Step absorbasi dengan
menggunakan Mother Liquor sebagai absorben, kemudian direcycle kembali ke bagian Sintesa.

6. Proses Kondensat Treatment Unit
Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian Kristalliser didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil Urea,
NH3 dan CO2 ikut kondensat kemudian diolah dan dipisahkan di Strpper dan Hydroliser. Gas CO2 dan gas NH3
nya dikirim kembali ke bagian purifikasi untuk direcover. Sedang air kondensatnya dikirim ke Utilitas.

Kwalitas Urea yang dihasilkan :
Nitrogen 46,2 % berat (minimum)
Air 0,3 % berat (minimum)
Biuret 0,5 % berat (minimum)
Besi 1 ppm berat (maksimum)
NH3 bebas 150 ppm berat (maksimum)
Abu 15 ppm berat (maksimum)


Berikut ini disajikan blok diagram sederhana proses pembuatan pupuk Urea :