Anda di halaman 1dari 4

Secara klasik pengertian embriologi terbagi menjadi progenase, embriogenase, dan

organogenase. Secara luas perkembangan embrio dapat diartikan berupa bagaiman ovum dan
sperma diproduksi. Dalam prosesnya embriogensis merupakan pembentukan semua organ, jaringan
dan sistem unggas berlangsung. Maka dari itu tahap ini merupakan tahap terpenting untuk diamati
dalam kehidupan subjek. Subjek yang dipakai dalam praktikum ini adalah ayam. Perkembangan
embrio ayam terjadi di luar tubuhnya yang memperoleh perlindungan dan makanan dari kuning
telur.

Tinjauan pustaka

Pengetahuan tentang embrio diketahui di hatchery. Pembentukan embrio diikuti
dengan lipatan-lipatan tubuh yang mengakibatkan embrio terpisah dari yolk dan juga batas
antar intra dan ekstra embrio semakin terlihat jelas. Lipatan membagi daerah kepala embrio
menjadi bagian intra dan ekstra. Bagian posterior mengalami pelipatan dan dukenal dengan
nama lipatan ekor membentuk kantung sub kaudal. Lipatan-lipatan tersebut embentuk
dinding saluran percernaan primitive. Bagian tengah usus tengah yang menghadap yolk
tetap terbuka dan pada daerah ini, dinding kantung yolk berhubungan dengan dinding usus
pada kantung yol. Walaupun kantung yolk berhubungan dengan usus melalui tangkai yolk,
namun makanan tidak diambil embrio melalui tangkai yolk (Adnan, 2008). Pembelahan
meroblastik diawali dengan terbentuknya blastodik yang berada di atas kuning telur. Tahap
ini dinamakan blastodermal. Pada saat telur diinkubasi organ-organ baru mulai terbentuk.
garis pada bagian tengah posterior dari zona pellucida. Garis ini dinamakan streak primitive.
Hal ini dapat terjadi karena migrasi sel-sel dari bagian lateral dari epiblast posterior menuju
ke median. Penebalan ini selanjutnya menyempit dan membentuk garis primitive. Streak
primitif sempurna pada inkubasi telur 18 jam. Streak primitif terjadi pada proses gastrulasi
(Sugiyanto, 1996). Gastrula pada ayam ditandai dengan penebalan daerah posterior
blastoderm di area pellucida. Gastrula ayam memiliki epiblast, hipoblast dan rongga
erkhentreron. Tahap neurula ayam mirip pada embrio katak. Setelah itu terjadi proses
organogenesis. Darah akan terlihat setelah satu hari diinkubasi dan sirkulasi darah akan
terbentuk pada hari berikutnya. Selama ketiga dan keempat hari terbentuk kepala, batang,
ekor, kaki, mata dan paru-paru. Pada hari kesepuluh sampai penetasan yaitu hari keduasatu
terjadi pembentukan tulang dan pembentukan bulu (Davey M.G, 2006)

Sugiyanto. 1996. Perkembangan Hewan. Fakulatas Biologi UGM: Yokyakarta.
Adnan. 2008. Perkembangan Hewan. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.

Davey, M.G & Tickle, C. 2006. The chicken as a model for embryonic development.
Cytogenet Genome Res 117:231239
Azarnova, T.O. Bobilkova, A.E and Yartseva, I.S. 2012. Hypothesis of early development of chicken
embryos. American Journal of Biochemistry, 2(5): 51-55.


Benesik, I. Cighi, V. Dronca, D. Gabi Dumitrescu. Liliana Boca. Mihaela Ivancia. Pacala, N.
2010. STUDY ON THE HETEROZIS EFFECT IN EARLY EMBRYOGENESIS OF THE COMMERCIAL
CHICKEN. Lucrari Stiintifice - vol. 52.

Hashimoto, Y. Tazawa, H. Nakazawa, S. Whittow, G.C. 1992. Metabolic responses of chicken
embryos and hatchlings to altered 02 environments. Respiration Physiology, 88: 37-50.

Bert De Groef. Darras, M.Veerle. Van Herck, L.J. 2011. Thyroid Hormone Receptors in two
Model Species for Vertebrata Embryonic Development: Chicken and Zebrafish. J Thyroid Res
: 402320.

Batellier, F. Elis, S. Govoroun, M.S. 2008. Search for the genes involved in oocyte maturation
and early embryo development in the hen. BMC Genomics vol.9: 110.































pemsdasassadwdwespiration Physiology, 88 (1992) 37-50
Metabolic responses of chicken embryos and
hatchlings to altered 02 environments

Pembahasan


Pada praktikum ini dilakukan pengamatan pada embrio yang berumur 18 jam,
24 jam, 32 jam, 72 jam, 96 jam. Pada 18 jam terdapat pertumbuhan yang cepat akan terlihat suatu
daerah lekukan yang pinggirnya bertanggul pada daerah blastodiscus. Daerah ini disebut daerah primitive
embrio nantinya akan berkembang anterior dari garis ini. Pada telur yang berumur 24 jam masih dapat di
temukan kalaza, albumen, yolk dan amnion. Menurut Rusfidra (2007: 1) kuning telur dikeluarkan
oleh oviduct atau saluran sel telur, kemudian ditambah empat lapisan pemisahalbumen (putih telur). Bagian-
bagian ini dilindungi oleh dua lapisan "kulit" membran tipis yang transparan, kemudian pada bagian luar kulit ini
dibungkus oleh kulit kerabang telur (shell). Putih telur (albumen) berfungsi sebagai pelindung embrio selama
pertumbuhannya. Pada saat telur tergoncang atau bergerak tiba-tiba akibat getaran, maka putih telur yang
mengelilingi embrio dan kuning telur akan melindungi embrio dan berfungsi sebagai bantalan.
Pada masa pengeraman embrio 24 jam, akan memperlihatkan ciri mudah dibedakannya antara daerah
intra embrional dengan daerah ekstra embrional. Menurut Kamaludin (1995: 92) bahwa daerah ekstra embrional
terdiri area pelusida dan area opaka. Daerah kepala mengalami perkembangan agak cepat, namun karena
adanya daerah batas pertumbuhan terjadi lipatan kepala (haed fold), mula-mula ke ventral, setelah ke ventral
daerah kepala terangkat dan melipat ke posterior. Kemudian terjadi penutupan neural fold secara bertahap mulai
daerah di atas AIP ke posterior, dengan demikian terbentuk tabung otak.


Pada pengeraman setelah 32 jam beberapa bagian tubuh yang sudah mulai terbentuk
antara lain yaitu:
- Jantung di daerah ventral anterior intestinal. Pembentukanya dimulai dari perapatan median
sepanjang kapiler sub intestinal di ventral foregut diikuti selandus mesoderm spinalis
mesoderm yang membentuk lapisan epicardium direntang mesoderm yang membentuk
lipatan ke dalam.
- Tiga lapisan utama (ektoderm, endoderm dan mesoderm) yang sudah terlihat perbedaannya.
- Sepasang aorta dan vena vitelina.
- Somit
Somit berikutnya akan terbentuk pada bagian posterior dari yang pertama dalam setiap jam.
- Lipatan kepala yang diikuti oleh pembentukan usus depan.
Bagian bumbung neural masih berupa keping yang terdiri atas neural groove dan neural
fold. Sistem syarafnya mulai berdiferensiasi. Terlihat penebalan yaitu vesicular optic yang
berbeda pada lateral prosensefalon. Bumbung neural masih berupa keping yang disebut sinus
fobbidalis. Porta usus depan sudah lebih ke posterior. Pada daerah ini coelom disebut sebagai
daerah pericardium yang merupakan lapisan pembungkus jantung. Porta usus depan sudah
lebih posterior.




Pada stadium ini sudah ada kuntum kaki somit, kuntum sayap, ventrikel dan atrium.
Embrio ayam pada sistem respirasi setelah tumbuh vena yang selanjutnya erbagi menjadi dua
yaitu vena amphala mesentrica kanan dan kiri. Pada daerah anterior tubuh terjadi invaginasi
membentuk mesoderm yang akan bertemu dengan bumbung endoderm yang kemudian
berkembang menjadi mulut.
Pada bagian ventral, ketiga lapisan benih bersatu dari arah lateral. Di daerah posterior
terjadi invaginasi yang akan bertemu bumbung endoderm menjadi dubur. Terdapat himepere
otak, bakal jantung, telinga dan mata, tunas ekor dan tunas kaki, prosenphalon, serta
mesencepalon.
Pada seri 1 dan 2 hampir sama, hanya saja berbeda pada bagian mesenchepalon yang
agak bergeser untuk selanjutnya menjadi faring. Notochord telah berkembang menjadi
vertebra. Pada seri ke tiga terbentuk Liner, vertical, diencephalon dan lien. Pada seri ke 4
terdapat ampalo mesentrica arteri. Perut, coelin dan ekor terbentuk pada seri ke 5.

Pada embrio umur 72 jam mulai terbentuk vena vitelin dan jantung. Menurut pendapat
Aspan (2009: 2) pada jantung hari ketiga ini, sudah mulai terbentuk dan berdenyut serta bentuk embrio
sudah mulai tampak. Dengan menggunakan alat khusus seperti mikroskop gelembung dapat dilihat gelembung
bening, kantung amnion, dan awal perkembangan alantois. Gelembung-gelembung bening tersebut nantinya
akan menjadi otak. Sementara kantong amnion yang berisi cairan warna putih berfungsi melindungi embrio dari
goncangan dan membuat embrio bergerak bebas.

Pada masa pengeraman embrio embrio stadium 72 jam inkubasi maka embrio mengalami perlekukan servikal sehingga
daerah rhombencephalon berada disebelah dorsal dan telencephalon mendekati perkembangan jantung.
Menurut Kamaluddin (1995 : 105) menyatakan bahwa lipatan kepala makin berkembang ke arah posterior,
sebaliknya dengan amniotic tail fold akan berkembang ke arah anterior, dan lateral body fold semakin manutup.
Mata terletak lebih ke arah caudal dari pada otosis. Di daerah ventro lateral rhombencephalon berkembang
derivat neural cest berupa pasangan ganglion saraf kranial. Terjadi penebalan mesoderm yang akan
berkembang menjadi upper limb bud merupakan primordial sayap. Sedangkakn di daerah kauda dibentuk lower
limb bud yaitu primordial kaki. Pada stadium embrio masa pengeraman 72 jam terbentuk lebih kurang 35 somit

Titik merah di tengah kuning telur makin membesar dan berdenyut, garis-garis smu merah yang
mengelilingi titik merah masih ada, warna kuning telur tidak lagi rata ada bagian-bagian yang
berwarna putih semu dan ada bagian yang berubah menjadi bening, gumpalan bening seperti
lendir di tepi kuning telur tidak terlihat lagi.