Anda di halaman 1dari 20

Apakah kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka

kematian sudah efektif?


Step 1
SWOT : metode yang digunakan dalam menjalankan dan menganalisis suatu
program dan merancang suatu program di antaranya strength, weakness,
opportunity, threat.
Sistem registrasi kematian : setiap data yang meninggal dilaporkan dan mencari tau
penyebab dari kematian tersebut suatu proses pencatatan kematian dari suatu
daerah. Identitasnya (nama, ttl, tanggal kematian, alamat)
Angka harapan hidup : termasuk salah satu indikator kesehata semakin tinggi angka
harapan hidup disuatu negara maka semakin baik pelayanan kesehatan dari negara
tersebut. Menentukan status drajat kesehatan daerah yaitu status gizi drajat
kemiskinan cukupan kalori dan kesehatan lingkungan. Umur yang biasa bayi baru
lahir di capai pada tahun tsb

STEP 2
1. Apakah fungsi analisi dari SWOT?
2. Metode apa sajakah dalam penilaian program?
3. Apa sajakah kebijakan yang diberikan pemerintah dalam menurunkan angka
kematian?
4. Bagaimana teknik dari analisi SWOT?
5. Apa hubungannya dengan analisi SWOT dengan skenario?
6. Apa tujun kebijakan kesehatan?
7. Apa saja unsusr unsur dari analisi SWOT?
8. Jelaskan proses pembuatan kebijakan?
9. Apa fungsi dari dibuatnya kebijakan kesehatan?
10. Apa perbedaan kebijakan ketetapan dan peraturan?
11. Alur sistem dan kebijakan registrasi kematian?
12. Sasaran kebijakan kesehatan?
13. Teknik melakukan penelitina terkait angka kematian?
14. Masalah kesehatan dalam skenario dan indikatornya apa saja?
15. Hambatan dari regristasi kematian?
16. Mengapa kebijakan yang sekarang datanya tidak lengkap?
17.
STEP 3
1. Apakah fungsi analisi dari SWOT?
Untuk menganalisa faktor2 dalam organisasi yg akan memberikan andil
dalam pelayanan kesehatan
Akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan
Menggunakan kerangka kerja kekuatan, kelemahan, kesempatan dan
ancaman instrumen ini akan memberikan cara terbaik untuk melaksanakan
suatu stategi kesehatan masyarakat
Mampu membuat rumusan yg sederhana
Mampu memikirkan jenis2 tindakan kebijakan yg diambil
Manfaat
Untuk melakukan perencanaan dalam upaya mengantisipasi masa depan dengan
melakukan pengkajian bedasarkan pengalaman masa lampau, ditopang sumber daya
dan kemampuan yang miliki saat ini yang akan diproyeksikan kemasa depan.
Untuk menganalisis kesempatan/peluang dan kekuatan dalam membuat rencana
jangka panjang.
Untuk mengatasi ancaman dan kelemahan yang mempunyai kecendrungan
menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana untuk perbaikan.
Untuk mengidentifikasi Faktor eksternal (O dan S) dan Faktor Internal (S da W)
(Administrasi Kesehatan, Budioro)


2. Bagaimana teknik dari analisi SWOT?
Menetapkan unsur2 yang dinilai dari kebijakan pemerintah
Memberikan nilai contohnya nilai yg aktraktif dan nilai suksesprobability
tinggi rendahnya setiap unsur yang dinilai
Membuat matrik
Menarik kesimpulan dari hasil penelitian
Identifikasi semua yg berkaitan dengan swot
Menentukan faktor penghambat dan pendukungnya
Menentukan alternatif kegiatan
Merumuskan tujuan dari masing2 kegiatan tsb
Mengambil keputusan yang paling prioritas

1. Melakukan Analisis Kekuatan dan Kelemahan organisasi
a. Menetapkan unsur-unsur organisasi yang akan dinilai, terdiri dari
perangkat organisasi dan fungsi organisai
b. Memberi nilai (performance baik/buruk dan
importancepenting/tidak penting) untuk setiap unsur yang akan
dinilai
c. Membuat matrik dari hasil penilaian yang dilakukan
d. Menarik kesimpulan hasil penilaian
2. Melakukan Analisis Kesempatan Organisasi
a. Menetapkan unsur-unsur yang akan dinilaihal2 baru seperti
kebijakan pemerintah
b. Memberi nilai (nilai attractiveness dan nilai success probability
tinggi/rendah) untuk setiap unsur yang akan dinilai
c. Membuat matrik dari hasil penilaian yang dilakukan
d. Menarik kesimpulan hasil penilaian
3. Melakukan Analisis Hambatan Organisasi
a. Menetapkan unsur-unsur organisasi yang akan dinilai, terdiri dari
perangkat organisasi dan fungsi organisai
b. Memberi nilai (nilai probability of occurancesering/jarang dan
nilai seriousness serius/tidak) untuk setiap unsur yang akan dinilai
c. Membuat matrik dari hasil penilaian yang dilakukan
d. Menarik kesimpulan hasil penilaian
Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi Ketiga, Azrul Azwar



3. Apa saja unsusr unsur dari analisi SWOT?
Interna : S: kekutan
W : kelemahan
Eksterna O : kesempatan peluang positif yang dihadapi oleh suatu organisasi
T : kendala yang bersifat negatif yg dihadapi oleh suatu organisasi
Positif : so
Negatif : wt

Kekuatan : untuk mengoptimalkan dari suatu keadaan
Kelemahan : membenahi
Kesempatan : bisa dimanfaatkan ketika ada kekurangan
Ancaman : untuk mengantisipasi

Unsur 2
o Strength kelebihan yg bersifat khas u/ mencapai tujuan
o Weakness kekurangan yg bersifat khas yg jika diatasi dpt digunakan u/
mencapai tujuan
o Opportunity peluang yg bersifat positif
o Threat kendala yg bersifat negatif dan jika diatasi tujuan tercapai
Faktor internal : S dan W
Faktor eksternal : O dan T
Faktor positif : S dan O
Faktor negatif : W dan T
Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi Ketiga, Azrul Azwar


4. Apa hubungannya analisi SWOT dengan skenario?
Karena di skenario terdapat masalah dengan analisis swot kita dapat memecahkan
masalah tsb. Analisis swot yg digunakan untuk menganalisi masalah yg terdapat di
skenario. Masalah diskenario kebijakan yg lama kurang bisa diterima 20% baru
tercatat angka kematiannya maka pemerintah menentukan kebijakan baru dengan
rancangan analisi swot.

5. Apa tujun kebijakan kesehatan?
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yg optimal bagi masyarakan melalui
upaya kesehatan dan pendekatan pemeliharaan peningkatan kesehatan atau
promotif pencegahan penyakit prepentif penyembuahan penyakit kuratif
dan pemulihan kesehatan rehabilitatif secara menyeluruh terpadu dan
berkesinambungan

Terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna
dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya
(Sumber : http://www.kebijakankesehatan.co.cc/2009/09/pengertian-kebijakan)
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat melalui
upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan
kesehatan (rehabilitatif) secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.
(Kuliah Integrasi dr.Setyo)


6. Apa perbedaan kebijakan ketetapan dan peraturan?
Kebijakan : suatu ketetapan tapi tidak masuk peraturan. suatu untuk meringankan
kondisi tsb. Rangkaian konsep atau akses dalam melaksanakan dalam suatu
organisasi
Ketetapan : dari kebijakan kebijakan menculah suatu ketetapan. Berhubungan
dengan lembaga2nya contoh: pemerintah
Peraturan : suatu yg sudah ditetapkan. Suatu yg di sepakati bersama dalam
mencapai tujuan dalam hidup bersama.


7. Apa fungsi dari dibuatnya kebijakan kesehatan?
Untuk memantapkan dari menejemen kesehatan
Meningkatkan mutu dan kinerja kesehatan
Meningkatkan pembangunan nasional dan untuk meningkatkan
pemberdayaan masyarakan sehat



8. Sasaran kebijakan kesehatan?
Adanya suatu kebiakn dan pedoman
Terlaksananya suatu promosi kesehatan
Terselenggaranya surveilence dalam klb
Tersedianya tenaga kesehatan yg mencukupi dan distribusi yg merata
Terbentuknya dan terselenggaranya sistem informasi kesehatan nasional yg
di tunjang oleh sistem informasi kesehatan daerah
Terlaksananya hasil penelitian dan pengembangan kesehatn dalam
mendukung pembangunan kesehatan
Terlaksananya advokasi dan pengawasan oleh perorangan atau kelompok di
bidang kesehatan
Tersedianya pembiayaan kesehatan yang berdaya guna dan berhasil
Terciptanya kebiakan kesehatn yg menamin tercapainya sistem kesehatan yg
efisien, efektif berkualitas dan berkesinambungan
Tersedianya sumber daya manusia di bidang kesehantan yang mampu
melakukan berbagai kaian kebiakn kesehatan
Keranya sitsten perencanaan kesehatan melalui pendekatna wilayah dan
sektorat
Terciptany aorganisasi dan tatlaksana di berbagai tingkat administrasi
Terciptanya mekanisme pengawasan pengendalian di seluruh jajaran
kesehatan
Terciptany aperangkat hukum di bidang kesehatan secar menyeluruh
Tersusun kebiakan dan konsep pengelolaan program kesehatan

Terciptanya kebijakan kesehatan yang menjamin tercapainya system
kesehatan yang efisien, efektif, berkualitas, dan berkesinambungan
Terciptanya kebijakan kesehatan yang mendukung reformasi bidang
kesehatan
Tersedianya sumber daya manusia di bidang kesehatan yang mampu
melakukan berbagai kajian kebijakan kesehatan
Berjalannya system perencanaan kesehatan melalui pendekatan
wilayah dan sektoral dalam mendukung desentralisasi
Terciptanya organisasi dan tata laksana di berbagai tingkat administrasi
sesuai dengan asas desentralisasi dan penyelenggaraan pemerintahan
yang baik
Tertatanya administrasi keuangan dan perlengkapan yang efisien dan
fleksibel di seluruh jajaran kesehatan
Terciptanya mekanisme pengawasan pengendalian diseluruh jajaran
kesehatan
Tersusunnya berbagai perangkat hokum di bidang kesehatan secara
menyeluruh
Terlaksananya inventarisasi, kajian dan analisis secara akademis
seluruh perangkat hokum yang berkaitan dengan penyelenggaraan
upaya kesehatan
Tersedianya perangkat hokum guna dilaksanakannya proses legislasi
dan mitigasi dalam penyelesaian konflik hokum bidang kesehatan
Tersedianya informasi kesehatan yang akurat, tepat waktu, dan lengkap
sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan dalam
pengelolaan pembangunan kesehatan, serta menyediakan informasi
untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program
kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan di semua tingkat
administrasi; dan
Tersusunnya kebijakan dan konsep pengelolaan program kesehatan
untuk mendukung desentralisasi.

( Sumber : http://www.kebijakankesehatan.co.cc/2009/05/program-pembangunan-
nasional.html)


9. Jelaskan proses pembuatan kebijakan?
Rumusan masalah
Peramalan
Rekomendasi kebijakan
Implemantasi kebiakan
Monitoring kebiakan
Evaluasi dari kebiakan

Meliputi 3 Kegiatan Utama :
1. Pembuatan, formulasi atau penyusunan kebijakan
a. Analisa situasi dn kecenderungan
Kegiatan ini meliputi pengkajian masalah kebijakan pembangunan kesehatan.
b. Perumusan dan pengkajian alternatif Kebijakan
Penetapan isu strategis
Tujuan/dasar
Perumusan alternatif
Pengkajian/penilaian alternatif kebijakan
c. Penetapan Kebijakan
Melandaskan pada nilai dan prinsip yang dikemukakan dalam sistem
Kebijakan Pembnagunan kesehatan yg dikemukakan diatas

2. Pelaksanaan kebijakan
Sebelum pelaksanaan ini kebijakan yang telah dipilih perlu ditetaokan melalui
peraturan perundang-undangan yang sesuai. Selanjutnya disosialisasikan kepada
seluruh msyarakat yang berkaitan

3. Evaluasi atau Penilaian Kinerja kebijakan
Untuk dapat menilai seberapa jauh hasil kinerja sebuah kebijakan.
Evaluasi ada 2 :
o Evaluasi Proses
o Evaluasi Hasil
Dengan teknik :
o Imprisionistik, dengan metode observasi dan pemnafaatan data kualitatif
o Ilmiah, dengan metode kajian atau penelitian
(Rachmat, 2004, Pembangunan Kesehatan Di Indonesia, UGM)

10. Metode apa sajakah dalam penilaian program?

11. Apa sajakah kebijakan yang diberikan pemerintah dalam menurunkan angka
kematian?


a. Kebijakan strategik, yaitu aspek kesehatan yang ada dalam bentuk
UUD, Ketetapan MPR, UU, Peraturan Pemerintah dan Peraturan
Daerah.
b. Kebijakan Material, yaitu aspek kesehatan yang ada dalam bentuk
keputusan Presiden, Instruksi Presiden, Surat keputusan Menteri,
Instruksi Menteri, surat edaran menteri , Surat keputusan Bersama,
dan keputusan kepala Daerah, Instruksi Kepala Daerah.
c. Kebijakan teknis Operasional, yaitu aspek kesehatan yang ada
dalam bentuk Peraturan, Keputusan dan Instruksi Lembaga
Pemerintah Non Deparetemen dan direktorat jenderal departemen.
(Rachmat, 2004, Pembangunan Kesehatan Di Indonesia, UGM)

2.9.3. Kebijakan program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
Pengembangan media promosi kesehatan dan teknologi komunikasi, informasi dan
edukasi (KIE)
Pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat dan generasi muda
Peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat
2.9.4. Kebijakan program lingkungan sehat
Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar
Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan
Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan
Pengembangan wilayah sehat
2.9.5. Kebijakan program upaya kesehatan dan pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya
Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan
jaringannya
Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup sekurang-kurangnya promosi
kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana
Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan
2.9.6. Kebijakan program upaya kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin kelas III RS
Pembangunan sarana dan parasarana RS di daerah tertinggal secara selektif
Perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit
Pengadaan obat dan perbekalan RS
Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan
Pengembangan pelayanan kedokteran keluarga
Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan
2.9.7. Kebijakan program pencegahan dan pemberantasan penyakit
Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko
Peningkatan imunisasi
Penemuan dan tatalaksana penderita
Peningkatan surveilans epidemologi
Peningkatan KIE pencegahan dan pemberantasan penyakit
2.9.8. Kebijakan program perbaikan gizi masyarakat
Peningkatan pendidikan gizi
Penangulangan KEP, anemia gizi besi, GAKI, kurang vitamin A, kekuarangan zat gizi
mikro lainnya
Penanggulangan gizi lebih
Peningkatan surveilans gizi
Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi
2.9.9. Kebijakan program sumber daya kesehatan
Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan
Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama untuk
penduduk miskin
Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit
2.9.10. Kebijakan program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan
Pengkajian dan penyusunan kebijakan
Pengembangan sistem perencanaan dan pengangaran, pelaksanaan dan pengendalian,
pengawasan dan penyempurnaan administrasi keuangan, serta hukum kesehatan
Pengembangan sistem informasi kesehatan
Pengembangan sistem kesehatan daerah
Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan
2.9.11. Kebijakan program penelitian dan pengembagan kesehatan
Penelitian dan pengembangan
Pengembangan tenaga, sarana dan prasarana penelitian
Penyebarluasan dan pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan
(Departemen Kesehatan RI . 2009. Sistem Kesehatan Nasional. J akarta : Departemen Kesehatan
RI )


12. Alur sistem dan kebijakan registrasi kematian?

Dari dinas kesehatan : Unsur pemerintah terkecil dahulu di data, pelaporan
kematian di data, ke dinas kesehatan dicatatat, registrasi diolah dalam jangka
beberapa tahun dan munculah surat kematian.
Dari kebiakan pemerintah, maka dari pemerintah sudah ada kebiakan untuk
membebahi kebiakan sebelumnya yg bernama indonesian mortality regristration
project untuk menguatkan kebijakan yg sudah ada, didalamnya sudah termasuk
penyebab penyebab kematian.

13. Teknik melakukan penelitian terkait angka kematian?

1. Definisi
Proses penyelenggaraan penelitian untuk mendukung kebijakan atau analisis
terhadap masalah-masalah social yang bersifat fundamental secara teratur untuk
membantu pengambil kebijakan memecahkan masalah dengan jalan menyediakan
rekomendasi yang berorientasi pada tindakan atau tingkah laku pragmatic.
(Sumber : Buku Pengantar Studi Penelitian Kebijakan, Sudarwan Danim, Bumi
Aksara)

2. Latar Belakang
Penelitian kebijakan (policy research) secara spesifik ditujukan untuk membantu
pembuat kebijakan (policymaker) dalam menyusun rencana kebijakan, dengan
jalan memberikan pendapat atau informasi yang mereka perlukan untuk
memecahkan masalah yang kita hadapi sehari-hari. Dengan demikian, penelitian
kebijakan merupakan rangkaian aktivitas yang diawali dengan persiapan peneliti
untuk mengadakan penelitian dan diakhiri dengan penyusunan rekomendasi.
Masalah social oleh para peneliti tidak dapat dipersepsikan secara tunggal, oleh
karena terdapat banyak persepsi mengenai masalah social, lebih-lebih masalah
social itu menyangkut seluruh tatanan kehidupan.
(Sumber : Buku Pengantar Studi Penelitian Kebijakan, Sudarwan Danim, Bumi
Aksara)

3. Tujuan
Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah untuk disampaikan kepada
pembuat kebijakan.
Penelitian kebijakan diarahkan untuk memberi efek terhadap tindakan praktis
yaitu, pemecahan masalah social.
(Sumber : Buku Pengantar Studi Penelitian Kebijakan, Sudarwan Danim, Bumi
Aksara)

4. Langkah-langkah
a. Persiapan
b. Konseptualisasi studi
c. Analisis teknikal
d. Perumusan rekomendasi
e. Mengkomunikasikan hasil studi
(Sumber : Buku Pengantar Studi Penelitian Kebijakan,
Sudarwan Danim, Bumi Aksara)


14. Masalah kesehatan dalam skenario dan indikatornya apa saja?

Indikato r kesehatan
Angka2 kematian secara umum :
Angka kematian umum
Angka kematian bayi
Angka kematian balita
Angka kematian ibu bersalin
Umur harapan hidup seak lahir
Angka kesakitan dan penyebab kematian
Pola penyakit utama dan kecenderungannya
Penyakit utama penyebab kematian
Staus gizi masyarakat

1.
1. Indikator masalah
INDIKATOR TARGET
2010
HASIL KET
MORTALITAS
1. Angka kematian bayi per 1.000
kelahiran hidup
2. Angka kemtian balita per 1.000
kelahiran hidup
3. Angka kematian ibu per 100.000
kelahiran hidup
4. Angka Harapan hidup waktu lahir

40

58

150 (10)

67.9

14

16

22 dari 6500
kelahiran hidup
62

MORBIDITAS
5. Angka kesakitan malaria per 1.000
penduduk
6. Angka kesembuhan penderita TB paru
BTA +
7. Prevalensi HIV ( Presentase Kasus
Terhadap penduduk beresiko)
8. Angka Acute Flasid Paralysis (AFP)
pada anank usia <15 tahun per 100.000
anak
9. Angka kesakitan Demam berdarah
Dengue (DBD) per 100.000 penduduk.

5

85

0.9


0.9


2

1.8

87

0


0


4

STATUS GIZI
10. Presentase Balita dengan Gizi
Buruk
11. Presentase Kecamatan Bebas
Rawan gizi

15

80

2,3

73


INDIKATOR TARGET
2010
HASIL KET
KEADAAN LINGKUNGAN
12. Presentase rumah sehat
13. Presentase tempat-tempat umum sehat

80
80

56.7
50.6

PERILAKU HIDUP MASYARAKAT
14. Presentase rumah tangga berperilaku hidup
bersih dan sehat
15. Presentase Posyandu Purnama dan
Mandiri


65

40

40.3

25

AKSES DAN MUTU PELAYANAN
KESEHATAN
16. Presentase penduduk yang memanfaatkan
puskesmas
17. Presentase penduduk yang memanfaatkan
rumah sakit
18. Presentase sarana Kesehatan dengan
kemampuan laboratorium kesehatan
19. Presentase rumah sakit yang
menyelenggarakan 4 pelayanan kesehatan
spesialis dasar
20. Presentase obat generik berlogo dalam
persediaan obat

15

1.5

100

100

100

58.2

10.1

47

100

79.2


INDIKATOR TARGET 2010 HASIL KET
PELAYANAN KESEHATAN
21. Presentase persalinan oleh
tenaga kesehatan
22. Presentase Desa yang mencapai
Universal Child Immunization (UCI)
23. Presentase Desa Terkena
Kejadian Luar Biasa (KLB yang
ditangani < 24 Jam
24. Presentase Ibu hamil yang
mendapat tablet Fe
25. Presentase Bayi yang mendapat
ASI Eksklusif
26. Presentase murid sekolah
dasar/Madrasah Ibtidaiyah yang
mendapat pemeriksaan gigi dan mulut
27. Presentase Pekerja yang
mendapat Pelayanan kesehatan kerja
28. Presentase keluarga miskin
yang mendapat pelayanan kesehatan.

90

100


100

80

80

100


80


100

62.9

46


100

86

46.7

66.7


70.03


100



INDIKATOR TARGET
2010
HASIL
2006
KET
SUMBER DAYA KESEHATAN
29. Rasio dokter per 100.000
penduduk
30. Rasio dokter spesialis per
100.000 penduduk
31. Rasio dokter keluarga per
1.000 keluarga
32. Rasio dokter gigi per 100.000
penduduk
33. Rasio apoteker per 100.000
penduduk
34. Rasio bidan per 100.000
penduduk
35. Rasio perawat per 100.000
penduduk
36. Rasio ahli gizi per 100.000
penduduk
37. Rasio ahli sanitasi per 100.000
penduduk
38. Rasio ahli kesehatan
masyarakat per 100.000 penduduk
39. Presentase penduduk yang
menjadi peserta jaminan pemeliharaan
kesehatan
40. Rata-rata presentase anggaran
kesehatan dalam APBD Kabupaten
40
6

2

11

10
100
117.5
22
40

40

80


15

100


15
3

0.16

5

3
34
79
5
5

7

65,1


8

100


41. Alokasi Anggaran Kesehatan
Pemerintah per kapita per tahun (
ribuan rupiah)

INDIKATOR TARGET 2010 HASIL KET
MANAJEMEN KESEHATAN
42. Presentase kabupaten yang
mempunyai dokumen sistem
kesehatan
43. Presentase kabupaten yang
memiliki contingency Plan
untuk masalah kesehatan akibat
bencana
44. Presentase kabupaten Kota
yang membuat propfil kesehatan
100


100


100
100


100


100

KONTRIBUSI SEKTOR TERKAIT
45. Presentase keluarga yang
memiliki akses terhadap air bersih
46. Presentase usia subur yang
menjadi akseptor keluarga
berencana
47. Angka kecelakaan
lalulintas per 100.000 penduduk
48. presentase penduduk yang
melek huruf
85

70

10

95
78,5

67

4

83





www.litbang.depkes.go.id/download/presentasi

Indikator derajat kesehatan
Angka2 kematian utama, seperti :
Angka Kematian Umum
Angka Kematian Bayi
Angka Kematian Balita
Angka Kematian Ibu Bersalin
Umur Harapan Hidup Sejak Lahir
Angka2 kesakitan & penyebab kematian, seperti :
Pola penyakit utama & kecenderungannya
Penyakit2 utama penyebab kematian
Status gizi masyarakat :
Kekurangan energy & protein
Kekurangan vit.A
Gangguan akibat kekurangan iodium
Anemia gizi
Ketergantungan & penyalahgunaan obat
(Budioro B.2002.Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat.Semarang:FK UNDIP)




15. Hambatan dari regristasi kematian?

Sebagai hambatan adalah tersedianya pendanaan yang kurang memadai, sebagai peluang
adalah sudah terjalinnya kemitraan dengan masing-masing instansi pelaksana, dan sebagai
tantangan adalah upaya untuk bisa mandiri dengan memperkecil ketergantungan dengan
pembinanya yang sekarang masih dianggap sebagai tantangan daerah.

Tantangan yang dapat menghambat keberhasilan pengembangan yang paling mendasar
adalah upaya mandiri untuk dapat mengembangkan sumber daya daerah sehingga tidak
perlu lagi bergantung dengan pihak Badan Litbangkes. Juga dukungan masyarakat perlu
ditingkatkan sehingga dapat mempercepat kelangsungan registrasi kematian dengan
penyebabnya secara mandiri.
(http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jek/article/viewFile/1692/pdf)

16. Mengapa kebijakan yang sekarang datanya tidak lengkap?

Komitmen pimpinan daerah dan motivasi yang tinggi dari para pelaksana sistem sebagai
kekuatan yang senantiasa perlu dipertahankan sehingga dapat mengatasi kelangsungan
pendanaan dan jumlah tenaga terlatih yang sedikit. Kekuatan tersebut di atas merupakan
kunci keberhasilan pengembangan sistem registrasi kematian.
(http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jek/article/viewFile/1692/pdf)


STEP 4

Program
Evaluasi