Anda di halaman 1dari 9

POTENSIAL AIR

LAPORAN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Tumbuhan






Oleh :
Kelompok 1
Kelas A








JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014

Adita Fadhlun Rusyda 1200051
Aprilliana Dwi Putri 1200141
Dela Silvia 1200183
Imam Nugroho 1202525
Marlon M. K 0909186
I. Tujuan
Mengukur potensial air dalam jaringan tumbuhan

II. Tinjauan Pustaka
Potensial kimia adalah energi bebas per mol substansi dalam suatu
sistem kimia. Oleh karena itu, potensial kimia suatu senyawa di bawah
kondisi tekanan dan temperatur konstan tergantung kepada jumlah mol
substansi yang ada. dalam hal ini hubungan air dan tanaman, potensial kimia
dari air sering dinyatakan sebagai potensial air. Selanjutnya, bila potensial
kimia dapat dinyatakan sebagai ukuran energi dari suatu substansi yang akan
bereaksi atau bergerak, maka potensial air merupakan ukuran dari energi yang
tersedia di dalam air untuk bereaksi atau bergerak. Dengan kata lain, potensial
air merupakan tingkat kemampuan molekul-molekul air untuk melakukan
difusi (Tim Fisiologi Tumbuhan, 2014).
Difusi adalah proses pergerakan acak partikel-pertikel gas, cairan dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. Difusi merupakan
mekanisme nutrien pada waktu transport nutrien melewati membran yang
bersifat pasif. Transport pasif memiliki arti bahwa mekanisme transport
tersebut tidak melawan gradien konsentrasi sehingga tidak membutuhkan
energi untuk melakukan mekanisme ini. Gradien konsentrasi larutan adalah
perbedaan konsentrasi anatara 2 macam larutan (Yulianto, 2011).
Air merupakan 85 95 % berat tumbuhan herba yang hidup di air.
Dalam sel, air diperlukan sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan
untuk mengangkutnya; selain itu air diperlukan juga sebagai substrat atau
reaktan untuk berbagai reaksi biokimia misalnya proses fotosintesis; dan air
dapat menyebabkan terbentuknya enzim dalam tiga dimensi sehingga dapat
digunakan untuk aktivitas katalisnya. Tanaman yang kekurangan air akan
menjadi layu, dan apabila tidak diberikan air secepatnya akan terjadi layu
permanen yang dapat menyebabkan kematian (Syarif, 2009).
Salah satu ciri yang memebedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan
adalah adanya dinding sel. Dinding sel terdiri atas dinding primer dan dinding
sekunder, antara dinding primer dari suatu sel dengan dinding primer dari sel
tetangganya terdapat lamella tengah. Lamella tengah merupakan perekat yang
mengikat sel sacra bersama-sama untuk membentuk jaringan (Adnan, 2008).
Potensial air murni adalah nol (0), adanya beberapa substansi yang
terlarut di dalam air tersebut akan menurunkan potensial airnya, sehingga
potensial air dari suatu larutan adalah kurang dari nol. Definisi ini hanya
berlaku pada tekanan atmosfir. Apabila tekanan di sekitar sistem ditingkatkan
atau diturunkan, maka secara otomatis potensial air juga akan naik atau turun
sesuai dengan perubahan tekanan tersebut (Tim Fisiologi Tumbuhan, 2014).
Di dalam suatu sel, potensial air akan memiliki dua komponen, yaitu
potensial tekanan dan potensial osmosis. Potensial tekanan dapat menambah
atau mengurangi potensial air, sedangkan potensial osmosis menunjukkan
status larutan di dalam sel tersebut. Dengan memasukkan suatu jaringan
tumbuhan ke dalam seri larutan yang telah diketahui potensial airnya, maka
potensial air jaringan tumbuhan tersebut dapat diketahui (Tim Fisiologi
Tumbuhan, 2014).
Pada fisiologi tanaman hal biasa untuk menunjukkan energi bebas
yang di kandung di dalam air adalah dalam bentuk potensial air (). Definisi
dari potensial air adalah energi per unit volume air, potensial air berbanding
lurus dengan suhunya (Fitter, A.h 1981).
Potensial osmotik merupakan potensial kimia yang disebabkan adanya
materi yang terlrut. Potensial osmotic selalu memiliki nilai negative, hal ini
disebabkan karena cenderung bergerak menyebrangi membrane semi
permeable dari air murni menuju air yang mengandung zat terlarut (Lambers,
dkk, 1998).
Besar jumlah potensial air pada tumbuhan dipengaruhi oelah 4 macam
komponen potensial, yaitu gravitasi, matriks, osmotic dan tekanan. Potensial
gravitasi bergantung pada air didalam daerah gravitasi, potensial matriks
bergantung pada kekuatan mengikat air saat penyerapan. Potensial osmotic
bergantung pada hidrostatik atau tekanan angin dalam air (Deragon, 2005).

III. Alat dan Bahan
1. Tabung Reaksi (3 buah)
2. Pipet Tetes (1 Buah)
3. Timbangan (1 Buah)
4. Alumunium Foil (30 x 20 cm)
5. Gelas Ukur 10 ml (1 Buah)
6. Penggaris 30 cm (1 Buah)
7. Silet (1 Buah)
8. Pengebor Gabus (1 Buah)
9. Solanum tuberosum (Kentang) (1 Buah)
10. Daun Rhoeo discolor (15 lembar)
11. Aquades (30 ml)
12. Larutan Sukrosa 0,1 M (10 ml)
13. Larutan Sukrosa 0,2 M (Masing-masing 10 ml dan 30 ml)
14. Larutan Sukrosa 0,3 M (10 ml)
15. Larutan Sukrosa 0,4 (30 ml)
16. Wadah yang cukup untuk 30 ml larutan (3 Buah)






IV. Cara Kerja
1. Untuk Solanum tuberosus




















Dibentuk kentang
menjadi tabung-
tabung dengan
menggunakan
pengebor gabus.
Dibentuk 12 buah
tabung.
Dipotong
tabung-tabung
tersebut
menjadi
masing-masing
4 cm.

Ditimbang berat
tabung-tabung kentang.
Ditimbang menjadi
tiga kelompok,
masing-masing tiga
tabung kentang.
Dimasukan ketiga kelompok tabung
kentang yang telah ditimbang ke
dalam wadah yang masing-masing
didalam telah diisi dengan 30 ml
Aquades, 30 ml larutan Sukrosa 0,2
M, dan 30 ml larutan Sukrosa 0,4 M.
Masing-masing wadah
ditutup dengan
alumunium foil.
Diamkan selama 1 jam
Setelah didiamkan selama 1 jam, buka tutup alumunium foil, lalu masing-masing
tabung kentang yang ada didalam wadah diambil lalu diukur kembali panjangnya
dengan menggunakan penggaris. Hasilnya di catat, dicari rata-rata pertambahan atau
pengurangan panjang tabung. Setelah itu, ditimbang kembali berat tabung kentang,
di cari rata-rata pertambahan atau pengurangan berat tabung kentang.
2. Untuk daun Rhoeo discolor





















Dibentuk
lempengan-
lempengan daun
dengan
menggunakan
pengebor gabus.
Dibentuk 150
buah lempengan.
Dimasukan ketiga kelompok lempengan daun
(masing-masing 50 lempengan ) ke dalam tabung
reakso yang masing-masing didalam telah diisi
dengan 10 ml larutan sukrosa 0,1 M, 10 ml larutan
Sukrosa 0,2 M, dan 10 ml larutan Sukrosa 0,3 M.

Masing-masing tabung reaksi ditutup
dengan alumunium foil. Diamkan
selama 1 jam. Perlu diingat bahwa
setelah 20 menit perendaman, tabung
reaksi dikocok

Setelah perendaman
selama 1 jam,
dikeluarkan lempengan
daun yang ada di
dalam tabung,
sehingga hanya tersisa
larutannya saja.
Masing-masing tabung reaksi ditetesi
Methilen Blue satu tetes, dilihat apa yang
terjadi pada Methilen Blue tersebut
terhadap larutan bekas perendaman.
Dicatat hasilnya.
Daftar Pustaka
Deragon. 2005. Water Potential. http://www.deragon.com. [Diakses : 11 Oktober
2014].
Filter, W.G. 1989. Fisiologi Lingkungan Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah mada
University Press
Hidayat, Syarif A. 2009. Laporan Pengukuran Potensial Air Jaringan Tumbuhan.
Makasar : Universitas Negeri Makasar
Lambers, H. F, S. Chapia dan T.L pons. 1998. Physiology. New York : Ecology
Spinger
Tim Fisiologi Tumbuhan. 2014. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Bandung:
Penerbit Universitas Pendidikan Indonesia.
Yulianto, Eko. 2011. Osmosis dan Difusi.
http://konsepbiologi.wordpress.com/2011/07/16/osmosis-dan-difusi/ [Diakses
: 11 Oktober 2014].