Anda di halaman 1dari 4

1. Puskesmas Kecamatan A mengalami kegagalan dalam melaksanakan suatu program kesehatan masyarakat. Kepala puskesmas mengevaluasi bahwa penyebabnya adalah karena sosial ekonomi masyarakatnya yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa program kesehatan tersebut kurang efektif dalam menggunakan strategi yang ada. Apakah penyebab masalah di atas?

A.

Kurangnya advokasi

B.

Kurangnya kemitraan

C.

Kurangnya dukungan sosial

D.

Kurangnya kapabilitas perilaku

E.

Kurangnya pemberdayaan masyarakat

2. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang dapat menyerang semua orang, dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak serta sering menimbulkan kejadian luar biasa. Seorang petugas surveilans bertugas melakukan kunjungan berkala ke lapangan, desa-desa, tempat praktik pribadi dokter dan petugas medis lainnya, puskesmas, klinik dan rumah sakit yang bertujuan mengindetifikasi kasus baru penyakit DBD atau kematian akibat DBD serta konfirmasi laporan kasus yang terjadi. Dari hasil survey petugas tersebut didapatkan nilai sensitivitas sebesar 90%, dan spesifitas 85%. Termasuk ke dalam karakteristik surveilans yang efektif manakah hal tersebut di atas?

A. Cepat

B. Akurat

C. Reliable

D. Acceptable

E. Representatif

3. Dalam data yang diambil dari Badan Pangan Dunia dan Kementerian Kesehatan 2013, NTT adalah satu di antara 5 provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi dengan 23,36 % penduduk hidup di bawah garis kemiskinan nasional pada tahun 2011. Ketidaksetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari membuat perempuan di NTT rentan terhadap kerawanan pangan dan gizi. Apakah solusi yang anda berikan dalam pemecahan masalah di atas?

A.

Memberi pelayanan kesehatan yang baik

B.

Membuat program gizi balita yang lebih baik

C.

Menurunkan harga-harga keperluan gizi balita

D.

Meningkatkan ekonomi keluarga sehingga ibu tidak perlu bekerja

E.

Memotivasi ibu agar lebih mengutamakan kesehatan dan gizi anaknya

4. Masalah ketahanan pangan dan gizi masyarakat sangat kompleks. Indonesia masih dihadapkan pada masalah gizi, hal ini diketahui dengan masih banyaknya balita dengan gizi kurang dan gizi buruk. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 menunjukkan

prevalensi gizi kurang pada Balita masih sebesar 17,9%. Angka ini masih berada di atas target Millenium Development Goals pada tahun 2015, yaitu 15,5%. Apakah yang menjadi anjuran Pemerintah Indonesia kepada masyarakat berkaitan dengan keadaan di atas ?

A. Menghasilkan peningkatan kuantitas dan kualitas pangan

B. Perlunya program pangan yang selalu terkonsentrasi pada beras

C. Selalu berdasarkan pada data yang akurat dan mencerminkan realitas.

D. Perlunya diversifikasi dengan meningkatkan keberagaman ketersediaan pangan

E. Memberi upaya penanganan yang perlu melibatkan berbagai ahli, disiplin ilmu dan

profesi

5.

Pada enam minggu pertama tahun 2008 sedikitnya 4 anak usia di bawah 5 tahun penderita gizi buruk di suatu kabupaten di daerah pedalaman meninggal dunia. Sebagian besar penderita berasal dari kalangan keluarga miskin (lebih kurang 92%). Data dari media cetak 5 Februari 2008. Apakah pemecahan masalah yang dapat digunakan sebagai prioritas program puskesmas?

A. Melakukan survei balita risiko gizi buruk secara aktif

B. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi yang masih kurang

C. Memberi penyuluhan dan menekankan pentingnya balita dibawa secara rutin ke puskesmas

D. Memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga mutu pelayanan dapat dijaga

E. Melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan kepada balita yang mempunyai resiko gizi buruk

6.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol kehamilan. Sambil menunggu pemeriksaan dokter, pasien melihat lihat gambar dan poster cara merawat bayi yang ditempel di dinding ruang tunggu pasien. Setelah melihat gambar dan poster tersebut, pasien mengetahui cara merawat bayi yang baik dan benar. Ceritera di atas sesuai dengan prinsip dasar komunikasi pada tahap yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan mengarahkan perilaku, serta dilakukan berulangkali dan berkomunikasi. Apakah tahapan prinsip dasar komunikasi sesuai kasus di atas ?

A.

Inisiasi

 

B. Edukasi

C. Motivasi

 

D. Publisitas

E. Sensitisasi

7.

Pada kunjungan pasien diabetes melitus di klinik sedang terjadi komunikasi antara pasien dengan dokter

Dokter : ”Bapak sudah melakukan pemeriksaan darah lagi?”

Pasien

:

”Belum dok, belum sempat saya periksa darah lagi”

Dokter

: ”Bapak mengatakan belum sempat melakukan periksa darah lagi, bisa bapak

jelaskan mengapa bapak belum sempat periksa darah lagi, padahal periksa darah itu sangat penting pada pasien diabetes melitus?” Dalam tingkat komunikasi interpersonal, termasuk dalam tahap apakah komunikasi verbal diatas?

A.

Inisiasi

B.

Terbuka

C.

Tertutup

D.

Sistematis

E.

Klarifikasi

8.

Pelaksanaan penyuluhan kesehatan yang dilakukan kader memerlukan materi dan bahan yang akan digunakan untuk penyuluhan, pada kunjungan lapangan kali ini tentang penyakit DBD. Bahan dan materi itu disusun dengan baik sehingga nantinya layak dan bagus untuk disampaikan kepada masyarakat. Apakah yang terpenting dilakukan pada tahap awal dalam membuat materi penyuluhan tersebut ?

A.

Menentukan tujuan secara spesifik

B.

Analisis epidemiologi penyakit DBD

C.

Membuat desain media yang menarik

D.

Evaluasi dan pengukuran dampak program

E.

Melatih mahasiswa sebagai penyuluh yang baik

9.

Seorang dokter keluarga yang praktik di suatu daerah sedang mengadakan pertemuan dengan masyarakat setelah terjadinya wabah penyakit demam berdarah dengue di kompleks perumahan itu. Beliau berinteraksi dengan masyarakat sekitar, mendengarkan keluhan dan masukan serta memberi solusi pada setiap masalah yang dihadapi keluarga di perumahan tersebut. Termasuk ke dalam bagian “five star doctor” yang manakah tindakan yang dilakukan dokter diatas?

A. Manager

B. Care provider

C. Communicator

D. Decision maker

E. Community leader

10. Seorang anak didiagnosis demam berdarah dengue. Dokter menyarankan keluarga tersebut untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara 3 M agar supaya tidak terjadi wabah DBD dalam masyarakat sekitar. Apakah upaya pencegahan yang disarankan oleh dokter ?

A. Rehabilitatif

B. Promosi kesehatan

C. Perlindungan khusus

D. Pembatasan kecacatan

E. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat