Anda di halaman 1dari 10

FILSAFAT ILMU

DUNIA SOPHIE

Oleh :
Veronika Sari Den Ka

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


UNIVERSITAS HASSANUDDIN MAKASSAR
2014

FILOSOF PELOPOR
1.
2.
3.
4.

Thales, segala sesuatu berasal dari air"


Anaximander, "segala sesuatu muncul dari hal yang tidak terbatas"
Miletus, "segala sesuatu pasti dalam wujud udara atau uap"
Parmenides, "segala sesuatu pasti ada tetapi tidak dapat berubah menjadi
sesuatu yg lain"
5. Heraclitus, "segala sesuatu pasti mengalami perubahan (mengalir)"
6. Empodecles, "segala sesuatu pasti memiliki salah satu unsure tanah, air,
udara atau api yang sesuai dengan bendanya
7. Democritus setuju dengan pandangan Heraclitus yang mengatakan segala
sesuatu mengalir. Seperti halnya atom ia dapat diurai dari satu bentuk ke
bentuk yang lain.Tetapi atom merupakan satu-satunya benda yang kekal dan
tidak akan berubah.

FILOSOF ATHENA
1. Socrates
a. Socrates berusaha membuktikan bahwa beberapa norma itu
sesungguhnya mutlak dan secara universal benar
b. Socrates berpendapat bahwa ketika melakukan kesalahan, itu karena kita
tidak tahu. Beliau juga mengatakan bahwa penting sekali bagi kita untuk
terus belajar.
c. Socrates menganggap bahwa kemampuan untuk membedakan benar dan
salah terletak pada akal manusia, bukan masyarakat.
2. Plato
a. Plato mengatakan bahwa sesuatu yang termasuk dalam dunia material
itu terbuat dari materi yang terkikis oleh waktu, namun segala sesuatu
dibuat sesuai dengan cetakan atau bentuk yang tak kenal waktu, yang
kekal dan abadi.
b. Menurutnya, atom tidak dapat memerintahkan dirinya sendiri untuk
berubah wujud dalam bentuk satu ke bentuk yang lain.
c. Ide, menurut Plato, adalah realitas dibalik dunia materi. Di dalam ide,
tersimpan pola yang kekal dan abadi di balik berbagai fenomena yang kita
temui di alam.
d. Plato beranggapan bahwa sesuatu yang material mempunyai standar
ideal dan akan musnah. Tetapi untuk hal yang bukan material, sesuatu itu
akan kekal dan universal.
e. Plato mengatakan bahwa wanita dan pria sama-sama bijaksana.
3. Aristoteles
a. hanya ada satu ide untuk setiap objek
b. setiap akibat berasal dari sebab kemudian sebab berasal dari tujuan
c. setiap objek adalah kategori dari suatu kelas, manusia merupakan tangga
alam tertinggi setelah tanaman dan hewan
d. etika dalam hidup adalah menjaga keseimbangan dan kesederhanaan

e. bentuk tertinggi persahabatan manusia hanya dapat ditemukan dalam


negara
f. aristoteles memandang kaum wanita sebagai pelengkap laki-laki dan
hanya menyumbangkan substansi dalam kehidupan.

BERKEMBANGNYA PERADABAN YUNANI: HELENISME


a. Kaum Sinis, adalah kaum yang tidak memikirkan tentang kesehatan diri
mereka dan ketidaksejahteraan orang lain.
b. Kaum Stoik, adalah kaum yang sangat menjunjung tinggi humanism tetapi
meyakini bahwa ruh dan materi tidak saling bertentangan.
c. Kaum Epicurean, adalah kaum yang menjunjung tinggi kenikmatan tertinggi.
Akan
tetapi
pencapaian
kenikmatan
yang
tertinggi
ini
harus
mempertimbangkan efek samping, kenikmatan kecil dapat ditunda untuk
mendapatkan kenikmatan yang besar, nafsu harus dikekang dan
ketentraman hati akan membantu kita menahan penderitaan.
d. Kaum Neoplaton, adalah kaum yang percaya bahwa dunia terentang di
antara dua kutub yaitu kutub Ilahi dan kutub kegelapan mutlak. Plotinus
(tokoh penting Neoplaton) mempercayai bahwa segala sesuatu berasal dari
Tuhan. Pengalaman Plotinus dimana jiwanya bersatu dengan jiwa Tuhannya
disebut pengalaman mistik.

SEMENTARA ITU DI LUAR YUNANI-ROMAWI


Bangsa Semit yang berasal dari Jazirah Arab, tapi mereka juga bermigrasi ke
bagian-bagian dunia yang lain. Manusia dari bangsa Semit adalah Bani Israel
yang hidup bahagia di bawah pemerintahan Raja Daud. Tetapi kemudian, situasi
memburuk., nabi-nabi mereka mulai menyatakan bahwa suatu hari nanti akan
datang seorang raja baru dari rumah Daud. Menurut kepercayaan mereka, Al
Masih ini akan menebus rakyat, mengembalikan Israel pada kejayaannya, dan
mendirikan kerajaan Tuhan.
Yesus, sebagai Al Masih, datang dari Nazareth membawa ajaran dimana manusia
harus mencintai tetangga bahkan musuhnya sekalipun sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri. Yesus lebih jauh mengatakan bahwa para pendosa
lebih utama untuk mendapatkan ampunan Tuhan daripada para Farisi yang ke
sana kemari pergi memamerkan kebaikan mereka. Karena kabar yang
dibawanya sangat berbeda dari kepentingan pihak yang berkuasa saat itu,
sehingga dia pun diadili dan dihukum mati di tiang salib.
Beberapa tahun setelah kebangkitan Kristus, seorang Farisi bernama Paulus,
beralih ke agama Kristen. Kunjungan Paulus ke Athena menuai bentrokan antara
filsafat Yunani dan doktrin Kristen mengenai penebusan.

ABAD PERTENGAHAN
380 M, agama Kristen menjadi agama resmi di seluruh kekaisaran Romawi.
330 M, Konstantin Agung memindahkan ibu kota kekaisaran dari Roma ke
Konstantinopel, kota yang telah dibangunnya di dekat Laut Hitam.
395 M, kekaisaran Romawi terbagi dua- kekaisaran Barat dengan Roma sebagai
pusatnya, dan kekaisaran Timur dengan kota baru Konstantinopel sebagai ibu kota.
Uskup Romawi menjadi pemimpin tertinggi di Gereja Katolik Roma. Dia dijuluki Paus
dalam bahasa latin berarti papa.
Kekaisaran Romawi kuno lambat laun terbagi ke dalam tiga kebudayaan yang
berbeda. Di Eropa Barat, kita mendapati kebudayaan Kristen Latin dengan Roma
sebagai ibu kotanya. Di Eropa Timur kita bertemu dengan kebudayaan Kristen
Yunani dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya. Daerah Afrika Utara dan Timur
Tengah telah menjadi bagian dari kekaisaran Romawi.

KERAGUAN TENTANG AGAMA KRISTEN MUNCUL, ..


Apakah kita semata-mata memercayai wahyu Kristen atau apakah kita dapat
melakukan pendekatan kebenaran-kebenaran Kristen dengan bantuan akal?
Apa hubungan antara filosof Yunani dan pernyataan-pernyataan dalam Bibel?
Apakah ada pertentangan antara Bibel dan akal, atau apakah iman dan
pengetahuan itu bersesuaian?
Ada dua filosof paling menonjol di Abad Pertengahan itu menghadapi pertanyaan
ini.
a. St. Agustin, beliau adalah seorang Kristiani, tetapi agama Kristen yang dianut
St. Agustin sangat dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Plato. Baginya
kesamaan antara Plato dan doktrin Kristen begitu jelas sehingga dia
beranggapan Plato pasti telah memiliki pengetahuan tentang Perjanjian
Lama.
b. Thomas Aquinas merupakan tokoh ahli teologi. Beliau mencampurkan filsafat
Yunani dan ajaran Kristen. Beliau berusaha membuat filsafat Aristoteles
sesuai dengan agama Kristen. Aquinas meyakini bahwa ada dua jalan di

dunia ini, yaitu satu jalan melalui iman dan wahyu Tuhan, dan satu jalan lagi
melalui akal dan indra.

PERIODE RENAISANS (abad 15-16)


Filsafat dan ilmu pengetahuan semakin menjauh dari teologi Gereja, dan dengan
demikian memungkinkan kehidupan agama sampai pada hubungan yang lebih
bebas dengan penalaran. Renaisans berarti kelahiran kembali, yang dilahirkan
kembali adalah kesenian dan kebudayaan Yunani Kuno.
Pada masa Renaisans, manusia dianggap mahluk yang sangat hebat dan berharga.
Gagasan ini selanjutnya mendorong pada pemujaan yang tak terkendali pada
kecerdasan pikiran. Ilmuwan yang muncul pada masa ini adalah Galileo Galilei,
Francis Bacon, Nicolaus Copernicus dan Isaac Newton. Ketiga ilmuwan ini mencoba
menangkap gejala alam atau peristiwa alam dengan metode empiris agar dapat
dipelajari oleh seluruh manusia. Ketika filsafat dan ilmu pengetahuan lambat laun
memisahkan diri dari teologi, hubungan pribadi individu dengan Tuhan kini lebih
penting daripada hubungannya dengan Gereja sebagai suatu organisasi.
Martin Luther adalah seorang kristiani yang mengatakan abahwa banyak adat dan
istiadat dan dogma keagamaan yang telah berakar dalam sejarah Gereja sepanjang
Abad Pertengahan. Beliau ingin kembali kepada ajaran Kristen awal seperti yang
tercantum dalam Kitab Perjanjian Baru. Cukup kitab suci saja, katanya.

ZAMAN BAROK
Periode Barok ditandai oleh kepalsuan atau sikap yang dibuat-buat. Periode Barok
juga merupakan masa konflik dalam pengertian politik. Perang itu adalah antara
penganut Protestan dan panganut Katolik di sisi lain perebutan kekuasaan politik.
Dalam periode ini, kehidupan disimbolkan sebagai panggung sandiwara. Banyak
penulis yang menuliskan kisah dan puisi dalam bentuk sandiwara. Diantaranya,
Shakespeare, Calderon de la Barca, Ludwig Holberg, Petter Dass dan Thomas
Hobbes. Thomas Hobbes, yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang akan
terjadi merupakan ketetapan dari Tuhan. Segala sesuatu adalah hasil dari proses
mekanis-juga semua pikiran dan impian kita.

ABAD 17
Dua filosof terbesar dari abad ke-17 adalah Descartes dan Spinoza. Mereka bergulat
dengan pertanyaan hubungan antara jiwa dan badan.

Descartes adalah bapak filsafat modern. Dengan mengikuti penemuan kembali


manusia dan alam di zaman Renaisans, Descartes beranggapan bahwa manusia
tidak harus menerima bahwa ia tidak mengetahui apa-apa. Descartes yakin bahwa
ada batasan tegas antara ruh dan materi. Tetapi, beliau tidak mengetahui
bagaimana cara pikiran mempengaruhi badan-atau jiwa mempengaruhi badan-Plato
juga tidak dapat memberi jawaban.
Spinoza mempunyai keyakinan yang berbeda dengan Descartes, karena ia
menganggap realitas(materi) terdiri dari perluasan dan pikiran sekaligus. Hanya
realitas anggapan inilah yang diketahui oleh manusia karena sifat Tuhan adalah
tidak terbatas.

ABAD 18
Empirisme berkembang
Tokoh-tokoh empiris-atau filosof pengalaman-yang paling penting adalah Locke,
Berkeley, dan Hume, dan ketiganya berasal dari Inggris. Locke menggunakan
rumusan klasik dari pendekatan empriis berasal dari Aristoteles. Dia berkata: Tidak
ada sesuatu dalam pikiran kecuali yang sebelumnya telah diserap oleh indra.
1. Locke
- Locke, berusaha menjelaskan dua masalah. Pertama, dari mana kita
mendapatkan gagasan-gagasan kita, dan kedua, apakah kita dapat
mempercayai apa yang dikatakan oleh indra-indra kita. Sebelum kita
merasakan sesuatu, pikiran kita merupakan tabula rasa-atau kertas kosong.
- Locke membedakan antara apa yang dinamakannya kualitas primer dan
kualitas sekunder.
- Locke mengakui apa yang dinamakannya pengetahuan intuitif atau
demonstrative, dalam bidang-bidang lain pula.
- Locke adalah salah seorang filosof pertama di masa lebih belakangan ini yang
tertarik pada peran pria dan wanita.
- Menurut Locke, untuk menjamin berdirinya negara hukum, para wakil rakyat
harus menciptakan undang-undang dan raja atau pemerintah harus
menerapkannya.
2. Hume adalah orang yang mengantarkan filosof besar Immanuel Kant menuju
filsafatnya sendiri.
- Hume menetapkan bahwa manusia mempunyai dua jenis persepsi, yaitu
kesan dan gagasan. Dengan kesan, yang dimaksudkannya adalah
pengindraan langsung atas realitas lahiriah. Dengan gagasan yang
dimaksudkanya adalah ingatan akan kesan-kesan.
- Analisis Hume atas pikiran manusia dan penolakannya terhadap ego yang tak
berubah mirip dengan analisis Buddha.
- Anggapan Hume adalah Kita tidak dapat menggunakan akal sebagai ukuran
bagi cara kita seharusnya bertindak, bertindak secara bertanggung jawab

bukan berarti menguatkan akal kita, melainkan memperdalam perasaan kita


demi kesejahteraan orang lain.
3. George Berkeley
- seorang uskup Irlandia yang juga seoran filosof.
- Berkeley mengatakan bahwa yang ada hanyalah yang dapat kita lihat. Kita
tidak melihat benda-benda sebagai objek objek nyata. Beranggapan bahwa
apa yang kita lihat mempunyai substansi sendiri berarti terburu-buru
menarik kesimpulan.
- Berkeley beraggapan bahwa semua gagasan kita mempunyai penyebab di
luar kesadaran kita, tapi penyebab ini tidak bersifat material, melainkan
spiritual.

ABAD 18-19

Pencerahan prancis fokus pada tujuh hal yaitu tentangan terhadap kekuasaan,
rasionalisme, gerakan pencerahan, optimism kebudayaan, kembali ke alam, agama
alamiah, dan hak asasi manusia.
Tentangan terhadap kekuasaan terutama ditujukan pada kekuasaan pendeta, raja,
dan kaum bangsawan. Pada abad kedelapan belas, lembaga-lembaga ini
mempunyai kekuasaan jauh lebih besar di Prancis daripada di Inggris. Lalu,
datanglah Revolusi Prancis.
Zaman Pencerahan Prancis sering dinamakan Zaman Kejayaan Akal. Ilmu-ilmu
pengetahuan alam yang baru telah mengungkapkan bahwa alam bergantung pada
akal. Rousseau menawarkan pemecahan bagi bencana itu, kita harus kembali ke
alam. Agama, menurut filosof Prancis, harus dibuat alamiah. Agama harus dibuat
selaras dengan akal alamiah.
Mereka aktif berjuang demi apa yang mereka sebut hak-hak alamiah warga
negara. Pada mulanya, ini mengambil bentuk sebagai suatu kampanye melawan
sensor-demi kebebasan pers. Tapi juga dalam masalah-masalah agama, moral, dan
politik, hak individual akan memerdekakan berpikir dan mengutarakan pendapat
harus dihormati. Mereka juga berjuang demi penghapusan perbudakan dan
perlakuan yang lebih manusiawi terhadap para penjahat. Hal ini mencapai
puncaknya pada Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara yang diterima oleh
Majelis Nasional Prancis pada 1789. Deklarasi Hak Asasi Manusia ini merupakan
dasar bagi Konstitusi Norwegia 1814.
Revolusi Prancis 1787 menetapkan sejumlah hak bagi semua warga negara. Tapi
yang dianggap warga negara nyaris selalu pria. Namun, Revolusi Prancis itulah yang
member kita isyarat pertama menyangkut feminism.

Kant

a. ada kondisi-kondisi tertentu dalam pikiran manusia yang ikut menentukan


konsepsi kita tentang dunia.
b. Kant menyebut waktu dan ruang itu dua bentuk intuisi kita. Dan dia
menekankan bahwa kedua bentuk ini dalam pikiran kita mendahului
setiap pengalaman.
c. Menurut Kant, ada dua unsure yang memberikan sumbangan pada
pengetahuan tentang dunia. Yang satu adalah kondisi-kondisi lahiriah
yang tidak dapat kita ketahui sebelum kita menangkapnya melalui indra
(materi pengetahuan). Yang satunya lagi adalah kondisi-kondisi batiniah
dalam diri manusia sendiri-seperti persepsi tentang peristiwa-peristiwa
sebagai yang terjadi dalam waktu dan ruang dan sebagai proses-proses
yang sejalan dengan hukum kausalitas yang tak terpatahkan (bentuk
pengetahuan).
d. Kant menolak kedua bukti tentang keberadaan Tuhan ini. Akal maupun
pengalaman tidak dapat dianggap sebagai dasar menyangkut akal, adalah
mungkin dan juga tidak mungkin bahwa Tuhan itu ada.
e. Kant selalu merasa bahwa perbedaan antara benar dan salah adalah
masalah akal, bukan perasaan. Karena memahami sesuatu itu mempunyai
hubungan kausal, kita semua mempunyai akses pada hukum moral
universal yang sama.
f. Kalimat Kant: Bertindaklah dengan cara sedemikian rupa sehingga kamu
selalu menghormati perikemanusiaan, entah kepada dirimu sendiri
maupun kepada orang lain, bukan hanya sekali-sekali, melainkan selalu
dan selamanya.

Romantisisme dimulai menjelang akhir abad ke delapan belas berlangsung


hingga pertengahan abad kesembilan belas.
Kebanyakan penganut Romantisisme menganggap diri mereka sebagai
penerus Kant, sebab individu bebas sepenuhnya untuk menafsirkan
kehidupan dengan caranya sendiri yang mendorong timbulnya sikap
mengagung-agungkan jenius kesenian.
Romantisisme membantu menguatkan perasaan akan jati diri kebangsaan.
Ada dua bentuk Romantisisme. Ada yang disebut Romantisisme Universal,
yang mengacu pada kaum Romantik yang asyik menggeluti alam, jiwa dunia,
dan jenius kesenian. Romantisisme Nasional, tertarik pada sejarah rakyat,
bahasa rakyat, dan kebudayaan rakyat pada umumnya.

1. Schelling
a. Filosof Romantik yang terkemuka adalah Schelling. Dia melihat ruh
dunia di alam, tapi dia melihat ruh dunia yang sama dalam pikiran
manusia.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

b. Yang alamiah dan yang ruhaniah sesungguhnya merupakan ungkapan


dari hal yang sama.
Henrik Steffens
a. Ia adalah seorang naturalis, memilih jalan lain untuk merengkuh yang
tak terbatas.
b. Dia masuk ke dalam diri sendiri dan menciptakan suatu dunia baru.
Georg Wilhelm Friedrich Hegel
a. Hegel menyatakan bahwa ruh dunia berkembang menuju
pengetahuan itu sendiri yang juga terus berkembang.
b. Sejarah adalah kisah tentang ruh dunia yang lambat laun mendekati
kesadaran itu sendiri. Meskipun dunia itu selalu ada, kebudayaan
manusia dan perkembangan manusia telah membuat ruh dunia
semakin sadar akan nilainya yang hakiki, membawa manusia bergerak
menuju rasionalitas dan kebebasan yang semakin besar.
c. Hegel menekankan apa yang dinamakannya kekuatan objektif.
d. Bagi Hegel, ruh mutlak adalah seni, agama dan filsafat dimana filsafat
merupakan cermin dari ruh dunia.
Kierkegaard
a. Kierkegaard beranggapan bahwa agama dan pengetahuan itu seperti
api dan air.
b. Kierkegaard percaya bahwa ada tiga tahap kehidupan. Tahap estetika,
etika dan agama. Orang yang hidup pada tahap estetika hidup untuk
saat ini dan menangkap setiap kesempatan untuk menikmatinya.
Orang yang hidup pada tahap etika dicirikan dengan kesungguhan dan
kemantapan dalam bertindak menyangkut pilihan-pilihan moral.
Marx
a. perubahan material mempengaruhi sejarah.
b. Cara masyarakat berpikir, jenis lembaga politik apa yang ada, hukum
mana yang dipunyai dan, yang tidak kalah penting, apa yang terdapat
dalam agama, moral, seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan, disebut oleh
Marx sebagai superstruktur masyarakat.
c. Marx percaya bahwa dalam seluruh tahap sejarah selalu ada
pertentangan antara dua kelas masyarakat yang berkuasa.
d. Marx sangat tertarik pada transisi masyarakat kapitalis menuju
masyarakat komunis.
Charles Darwin
a. alam melakukan proses seleksi yang telah menghasilkan banyak
variasi spesies tanaman dan binatang yang baru.
b. manusia terbentuk dari proses evolusi binatang, kera Antropodite.
c. menjelaskan tentang mutasi gen yang akan menciptakan variasi baru
dari sebuah spesies, tentang gen yang telah bermutasi itu akan
mengalami adaptasi menuju gen awalnya, tentang substansi dari suatu
gen adalah DNA.
Sigmun Freud
a. Freud berpendapat terjadi ketegangan terus-menerus antara manusia
dan lingkungannya.

b. Kebutuhan-kebutuhan dasar dapat disamarkan atau dihaluskan dan


dengan cara begitu menyetir tindakan-tindakan kita tanpa kita
menyadarinya.
c. Superego akan membuang jauh-jauh apa yang tidak ingin kita capai
dari kesadaran kita tetapi hal yang kita buang itu akan masuk dalam
pikiran bawah sadar kita.
d. Freud percaya bahwa mimpi adalah pemenuhan tersamar dari
keinginan yang ditekan.

PADA ABAD KE-20 sampai sekarang


1. Sartre
a. eksistensi manusia mendahului dirinya.
b. manusia dituntut untuk memutuskan sendiri bagaimana cara ia hidup.
Satre mengatakan bahwa manusia merasa terasing dalam sebuah dunia
tanpa makna.
2. Charlie Chaplin
Melalui film-filmnya, menggambarkan penerimaan hal absurd pada dirinya.
Tetapi, hal ini memaksa penonton untuk memandang diri mereka sendiri
untuk mencari sesuatu yang lebih sejati.
Berkembangnya teori dentuman besar bahwa manusia hidup sebagai bagian yang
kecil dari Galaksi Bima Sakti. Letusan besar menyebabkan semua substansi di alam
raya terlempar ke seluruh penjuru. Alam raya tidak mempunyai geografi yang
abadi. Alam raya terus menerus mengembang dan perlahan benda angkasa akan
menyusut dan kembali menjadi sebuah benda yang pada. Akan ada Dentuman
besar lain dan alam raya akan mulai mengembang lagi.