Anda di halaman 1dari 166

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI


ATAS
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN SRAGEN
TAHUN 2012

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS
LAPORAN KEUANGAN

Nomor
Tanggal

: 38A/LHP/XVIII.SMG/05/2013
: 27 Mei 2013

LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

DAFTAR ISI

HALAMAN
DAFTAR ISI

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

ii

LAPORAN KEUANGAN POKOK

1.

LAPORAN REALISASI ANGGARAN ..........................................................

2.

NERACA ..........................................................................................................

3.

LAPORAN ARUS KAS ...................................................................................

4.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN.................................................

BAB I

PENDAHULUAN ...............................................................................

BAB II EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN


IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA APBD....................................

10

BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN........................

19

BAB IV KEBIJAKAN AKUNTANSI ...............................................................

23

BAB V PENJELASAN POS-POSLAPORAN KEUANGAN .........................

28

BAB VI PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON


KEUANGAN.............................................................................. .........

74

BAB VII PENUTUP............................................................................................

76

GAMBARAN UMUM...............................................................................................

78

BPK RI PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS LAPORAN KEUANGAN
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang
Badan Pemeriksa Keuangan serta Undang-Undang terkait lainnya, BPK telah memeriksa
Neraca Pemerintah Kabupaten Sragen tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Laporan
Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan Keuangan adalah tanggung jawab
Pemerintah Kabupaten Sragen. Tanggung jawab BPK terletak pada pernyataan opini atas
laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan.
Kecuali terhadap hal yang diuraikan dalam paragraf berikut ini, BPK melaksanakan
pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. Standar tersebut
mengharuskan BPK merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh
keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu
pemeriksaan meliputi pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan
pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas
penerapan prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh
Pemerintah Kabupaten Sragen, penilaian atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan, penilaian atas keandalan sistem pengendalian intern yang
berdampak material terhadap laporan keuangan, serta penilaian terhadap penyajian
atas laporan keuangan secara keseluruhan. BPK yakin bahwa pemeriksaan tersebut
memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan opini.
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan IV.F.1.a atas Laporan Keuangan, Pemerintah
Kabupaten Sragen menyajikan saldo Kas di Kas Daerah per 31 Desember 2012 dan 2011
masing-masing sebesar Rp176,12 milyar dan Rp78,24 milyar. Kas di Kas Daerah sebesar
Rp176,12 milyar diantaranya sebesar Rp11,21 milyar disimpan dalam deposito di BPR Djoko
Tingkir. Saldo deposito sebesar Rp11,21 milyar tersebut tidak ada fisiknya karena telah
dicairkan oleh pihak BPR Djoko Tingkir sebagai pelaksanaan jaminan atas pinjaman yang
mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Sragen. Proses pengajuan pinjaman tanpa melalui
persetujuan DPRD Kabupaten Sragen. Dana hasil pinjaman tidak masuk ke Kas Daerah serta
tidak dikelola melalui mekanisme APBD. Pinjaman tersebut tidak dapat dilunasi pada saat
jatuh tempo, sehingga pada tanggal 2 dan 6 Juli 2011 BPR Djoko Tingkir mencairkan
ii

deposito sebesar saldo pinjaman yaitu Rp11,72 milyar dan sisanya sebesar Rp513,45 juta
telah disetorkan ke Kas Daerah tanggal 6 Juli 2011. Permasalahan telah diproses oleh Aparat
Penegak Hukum dan telah memperoleh putusan Mahkamah Agung di tingkat kasasi. Namun
demikian rekomendasi BPK RI terkait proses Tuntutan Perbendaharaan belum dilaksanakan
oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan IV.F.3 atas Laporan Keuangan, Pemerintah
Kabupaten Sragen menyajikan saldo Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp1,80 triliun dan Rp1,67 triliun. Pengelolaan dan pencatatan Aset Tetap
kurang memadai, laporan aset tidak didukung rincian data yang memadai, keberadaan aset
sulit ditelusuri dan aset tetap dengan kondisi rusak masih dicatat sebagai aset tetap.
Kelemahan pengendalian intern atas pengelolaan dan pencatatan Kas di Kas Daerah dan Aset
Tetap tidak memungkinkan BPK melakukan prosedur pemeriksaan yang memadai untuk
meyakini kewajaran penyajian saldo Kas di Kas Daerah dan Aset Tetap.
Menurut opini BPK, kecuali untuk dampak penyesuaian tersebut, jika ada, yang mungkin
perlu dilakukan jika BPK dapat memeriksa bukti-bukti pencatatan Kas di Kas Daerah dan
Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011, laporan keuangan yang disebut di atas
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Pemerintah
Kabupaten Sragen tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dan Realisasi Anggaran, serta
Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan.
Untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas kewajaran laporan keuangan tersebut,
BPK juga melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengendalian intern dan kepatuhan
terhadap ketentuan perundang-undangan. Laporan hasil pemeriksaan atas Sistem
Pengendalian Intern dan Laporan hasil pemeriksaan atas Kepatuhan Terhadap Ketentuan
disajikan
dalam Laporan
Nomor
:
Peraturan
Perundang-Undangan
38.B/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2013 dan Nomor : 38.C/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2013
tanggal 27 Mei 2013, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini.

iii

PEMERINTAH KABUPATEN SRAGEN


LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
NO.
URUT
1

104,01

50.417.127.569,00

REALISASI
2011
1.094.585.823.239,00

1.1

PENDAPATAN ASLI

95.013.479.000,00

127.695.844.300,00

134,40

32.682.365.300,00

94.518.999.398,00

1.1.1

DAERAH
Pendapatan Pajak
Daerah

19.460.833.000,00

22.662.311.722,00

116,45

3.201.478.722,00

20.594.223.505,00

18.944.199.000,00

21.169.074.341,00

111,74

2.224.875.341,00

17.179.403.807,00

8.274.595.000,00

8.533.382.654,00

103,13

258.787.654,00

7.079.893.351,00

48.333.852.000,00

75.331.075.583,00

155,86

26.997.223.583,00

49.665.478.735,00

1.109.864.710.000,00

1.128.084.871.656,00

101,64

18.220.161.656,00

919.462.231.841,00

886.407.865.000,00

890.241.506.456,00

100,43

3.833.641.456,00

728.600.173.450,00

1.2.1.1 Dana Bagi Hasil Pajak

37.523.487.000,00

41.278.019.456,00

110,01

3.754.532.456,00

37.812.134.147,00

1.2.1.2 Dana Bagi Hasil Bukan


Pajak (Sumber Daya
Alam)

838.063.000,00

917.172.000,00

109,44

79.109.000,00

733.609.303,00

1.2.1.3 Dana Alokasi Umum

778.668.035.000,00

778.668.035.000,00

100,00

0,00

618.442.630.000,00

1.2.1.4 Dana Alokasi Khusus

69.378.280.000,00

69.378.280.000,00

100,00

0,00

71.611.800.000,00

0,00

0,00

0,00

0,00

15.269.925.000,00

1.2.2.1 Dana Otonomi Khusus

0,00

0,00

0,00

0,00

15.269.925.000,00

1.2.2.2 Dana Penyesuaian

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

56.148.076.000,00

70.534.596.200,00

125,62

14.386.520.200,00

54.539.436.511,00

56.148.076.000,00

70.534.596.200,00

125,62

14.386.520.200,00

54.539.436.511,00

167.308.769.000,00

167.308.769.000,00

100,00

0,00

121.052.696.880,00

167.308.769.000,00

167.308.769.000,00

100,00

0,00

121.052.696.880,00

53.645.065.000,00

53.159.665.613,00

99,10

(485.399.387,00)

URAIAN
PENDAPATAN

1.1.2

Pendapatan Retribusi
Daerah

1.1.3

Pendapatan Hasil

ANGGARAN
2012
1.258.523.254.000,00

REALISASI
2012
1.308.940.381.569,00

(%)

Lebih/Kurang

Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan
1.1.4

Lain-lain Pendapatan Asli


Daerah yang Sah

1.2

PENDAPATAN
TRANSFER

1.2.1

Transfer Pemerintah
Pusat - Dana
Perimbangan

1.2.2

1.2.3

Transfer Pemerintah
Pusat - Lainnya

Transfer Pemerintah
Provinsi

1.2.3.1 Pendapatan Bagi Hasil


Pajak
1.2.4

Transfer Pemerintah
Pusat - Tambahan
Penghasilan Guru

1.2.4.1 Dana Alokasi Tambahan


Penghasilan Bagi Guru

1.3

LAIN-LAIN
PENDAPATAN YANG
SAH

1.3.1

Pendapatan Hibah

1.3.3

Pendapatan Lainnya

80.604.592.000,00

1.902.600.000,00

1.417.200.613,00

74,49

(485.399.387,00)

318.000.000,00

51.742.465.000,00

51.742.465.000,00

100,00

0,00

80.286.592.000,00

BELANJA

1.328.742.198.000,00

1.197.434.071.270,00

90,12

(131.308.126.730,00)

1.030.854.864.744,00

2.1

BELANJA OPERASI

1.123.137.374.000,00

1.070.743.102.531,00

95,34

(52.394.271.469,00)

959.299.807.205,00

2.1.1

Belanja Pegawai

854.536.925.000,00

818.331.045.593,00

95,76

(36.205.879.407,00)

754.187.315.455,00

2.1.2

Belanja Barang

176.761.005.000,00

162.731.241.738,00

92,06

(14.029.763.262,00)

139.932.992.524,00

2.1.5

Belanja Hibah

36.330.824.000,00

35.573.456.500,00

97,92

(757.367.500,00)

17.086.984.026,00

2.1.6

Belanja Bantuan Sosial

10.883.488.000,00

9.936.486.700,00

91,30

(947.001.300,00)

22.153.438.500,00

2.1.7

Belanja Bantuan
Keuangan

44.625.132.000,00

44.170.872.000,00

98,98

(454.260.000,00)

25.939.076.700,00

173.287.181.000,00

125.506.270.939,00

72,43

(47.780.910.061,00)

70.836.780.279,00

1.345.000.000,00

1.138.587.105,00

84,65

(206.412.895,00)

3.489.914.389,00

2.2

BELANJA MODAL

2.2.1

Belanja Tanah

2.2.2

Belanja Peralatan dan


Mesin

47.120.165.800,00

40.147.262.139,00

85,20

(6.972.903.661,00)

22.877.175.950,00

2.2.3

Belanja Bangunan dan


Gedung

85.318.144.200,00

49.728.834.400,00

58,29

(35.589.309.800,00)

7.574.091.900,00

2.2.4

Belanja Jalan, Irigasi dan


Jaringan

34.145.213.000,00

29.378.696.520,00

86,04

(4.766.516.480,00)

34.410.421.300,00

2.2.5

Belanja Aset Tetap


Lainnya

5.358.658.000,00

5.112.890.775,00

95,41

(245.767.225,00)

2.485.176.740,00

NO.
URUT

2.3

URAIAN
BELANJA TAK
TERDUGA

ANGGARAN
2012
31.565.543.000,00

REALISASI
2012
485.038.000,00

(%)

REALISASI
2011

Lebih/Kurang

1,54

(31.080.505.000,00)

0,00

2.3.1

Belanja Tak Terduga

31.565.543.000,00

485.038.000,00

1,54

(31.080.505.000,00)

0,00

2.4

TRANSFER

752.100.000,00

699.659.800,00

93,03

(52.440.200,00)

718.277.260,00

2.4.1

Transfer Bagi Hasil Ke


KAB/KOTA/DESA

752.100.000,00

699.659.800,00

93,03

(52.440.200,00)

718.277.260,00

2.4.1.1 Bagi Hasil Pajak

608.100.000,00

608.096.800,00

100,00

(3.200,00)

718.277.260,00

2.4.1.2 Bagi Hasil Retribusi

144.000.000,00

91.563.000,00

(70.218.944.000,00)

111.506.310.299,00

(158,80)

SURPLUS /
(DEFISIT)

181.725.254.299,00

63.730.958.495,00

PEMBIAYAAN

3.1

PENERIMAAN
DAERAH

91.583.990.000,00

91.583.990.445,00

100,00

445,00

31.007.031.950,90

3.1.1

Penggunaan Sisa Lebih


Perhitungan Anggaran
(SiLPA)

91.583.990.000,00

91.583.990.445,00

100,00

445,00

29.777.658.617,90

3.1.5

Penerimaan Kembali
Pemberian Pinjaman
Daerah

0,00

0,00

0,00

0,00

229.373.333,00

3.1.7

Penerimaan Kembali
Investasi
PENGELUARAN
DAERAH

0,00

0,00

0,00

0,00

1.000.000.000,00

10.149.000.000,00

10.149.000.000,00

100,00

0,00

3.154.000.000,00

9.549.000.000,00

9.549.000.000,00

100,00

0,00

2.764.000.000,00

600.000.000,00

600.000.000,00

100,00

0,00

390.000.000,00

PEMBIAYAAN NETTO

81.434.990.000,00

81.434.990.445,00

100,00

445,00

27.853.031.950,90

SISA LEBIH
PEMBIAYAAN
ANGGARAN (SILPA)

11.216.046.000,00

192.941.300.744,00

1.720,23

181.725.254.744,00

91.583.990.445,90

3.2
3.2.2

Penyertaan Modal
(Investasi) Pemerintah
Daerah

3.2.3

Pembayaran Pokok
Utang

PEMERINTAH KABUPATEN SRAGEN


NERACA
Per 31 Desember 2012 dan 2011
(Dalam Rupiah)
URAIAN

KD. REK

2012

2011

ASET

1.1

ASET LAN AR
Kas di Kas Daerah
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di BLUD RSUD Kabupaten Sragen
Investasi Jangka Pendek
Piutang
Piutang Lain lain
Persediaan
Aktiva Lancar Lainnya
JUMLAH ASET LAN AR

176.122.111.411,00
418.401.320,00
0,00
16.819.189.333,00
0,00
0,00
3.981.308.166,00
11.467.976.854,81
0,00
208.808.987.084,81

78.239.721.051,90
36.291.441,00
0,00
13.344.269.394,00
0,00
0,00
9.883.983.942,00
10.970.797.419,27
0,00
112.475.063.248,17

IN ESTASI JANGKA PANJANG


Investasi Non Permanen
Investasi Permanen
JUMLAH IN ESTASI JANGKA PANJANG

8.478.490.450,00
95.768.612.283,87
104.247.102.733,87

8.607.914.250,00
84.716.046.229,79
93.323.960.479,79

409.595.231.705,00
277.469.911.762,43
414.391.070.123,38
664.695.418.687,45
42.742.685.095,00
0,00
0,00
1.808.894.317.373,26

408.187.873.000,00
236.922.183.234,43
354.315.788.638,69
637.496.474.294,45
38.179.149.320,00
0,00
0,00
1.675.101.468.487,57

0,00
0,00

0,00
0,00

0,00
0,00
1.066.425.000,00
1.162.250.000,00
1.131.894.743,00
3.360.569.743,00
2.125.310.976.934,94

0,00
23.125.000,00
1.066.425.000,00
1.046.250.000,00
1.824.960.000,00
3.960.760.000,00
1.884.861.252.215,53

0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00

1.1.1
1.1.1
1.1.1
1.1.1
1.1.2
1.1.3
1.1.4
1.1.5
1.1.6

1.2
1.2.1
1.2.2

1.3
1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4
1.3.5
1.3.6
1.3.7

1.4
1.4.1

1.5
1.5.1
1.5.2
1.5.3
1.5.4
1.5.5

2
2.1
2.1.1
2.1.2
2.1.3

ASET TETAP
Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Jaringan dan Instalasi
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi dalam Pengerjaan
Akumulasi Penyusutan
JUMLAH ASET TETAP
DANA ADANGAN
Dana Cadangan
JUMLAH DANA ADANGAN
ASET LAINNYA
Tagihan Piutang Penjualan Angsuran
Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah
Kemitraan dengan Pihak Ketiga
Aset Tidak Berwujud
Aset Lain-lain
JUMLAH ASET LAINNYA
JUMLAH ASET
KEWAJIBAN
KE AJIBAN JANGKA PENDEK
Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Utang Bunga
Utang Pajak

URAIAN

KD. REK
2.1.4
2.1.5
2.1.6

2.2
2.2.1
2.2.2

Bagian Lancar Utang Jangka Panjang


Pendapatan Diterima Dimuka
Utang Jangka Pendek Lainnya
JUMLAH KE AJIBAN JANGKA PENDEK

0,00
0,00
4.049.832.303,00
4.049.832.303,00

0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00

5.707.532.488,00

4.049.832.303,00

192.941.300.744,00
3.981.308.166,00
11.467.976.854,81
(5.707.532.488,00)

91.583.990.445,90
9.883.983.942,00
10.970.797.419,27
(4.049.832.303,00)

418.401.320,00
203.101.454.596,81

36.291.441,00
108.425.230.945,17

104.247.102.733,87
1.808.894.317.373,26
3.360.569.743,00

93.323.960.479,79
1.675.101.468.487,57
3.960.760.000,00

0,00

0,00

1.916.501.989.850,13

1.772.386.188.967,36

0,00
0,00

0,00
0,00

JUMLAH EKUITAS DANA

2.119.603.444.446,94

1.880.811.419.912,53

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA

2.125.310.976.934,94

1.884.861.252.215,53

KE AJIBAN JANGKA PANJANG


Utang Dalam Negeri
Utang Luar Negeri
JUMLAH KE AJIBAN JANGKA PANJANG

EKUITAS DANA

3.1

EKUITAS DANA LAN AR


Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)
Cadangan untuk Piutang
Cadangan untuk Persediaan
Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Utang
Jangka Pendek
Pendapatan yang Ditangguhkan
JUMLAH EKUITAS DANA LAN AR

3.1.2
3.1.3
3.1.4
3.1.5

3.2
3.2.1
3.2.2
3.2.3
3.2.4

3.3
3.3.1

2011

0,00
0,00
5.707.532.488,00
5.707.532.488,00

JUMLAH KEWAJIBAN

3.1.1

2012

EKUITAS DANA IN ESTASI


Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya (Tidak termasuk
Dana Cadangan)
Dana yang harus disediakan untuk pembayaran
hutang Jangka Panjang
JUMLAH EKUITAS DANA IN ESTASI
EKUITAS DANA ADANGAN
Diinvestasikan dalam Dana Cadangan
JUMLAH EKUITAS DANA ADANGAN

PEMERINTAH KABUPATEN SRAGEN

LAPORAN ARUS KAS


Per 31 Desember 2012 dan 2011
(Dalam Rupiah)
URAIAN

2012

2011

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


A
K M
Pendapatan Pajak Daerah
Hasil Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Pendapatan Hibah
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Percepatan dan Penguatan Pembangunan Infrastruktur Daerah
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Alokasi Tambahan Penghasilan Bagi Guru PNSD
Dana Alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
J

kepada

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Non Keuangan

Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan


A

25.682.340.000,00

167.308.769.000,00

121.052.696.880,00

814.782.702.203,00
35.573.456.500,00
9.936.486.700,00
699.659.800,00

751.382.101.255,00
17.086.984.026,00
22.153.438.500,00
718.277.260,00

44.170.872.000,00

25.939.076.700,00

485.038.000,00
117.661.157.636,00
1.023.309.372.839,00

0,00
105.655.992.525,00
922.935.870.266,00

223.835.629.911,00

130.460.826.396,00

0,00

0,00

0,00

0,00

1.138.587.105,00
30.445.230.751,00
49.728.834.400,00
29.378.696.520,00
5.112.890.775,00
115.804.239.551,00

59.500.000,00
22.673.653.850,00
7.553.154.900,00
34.410.421.300,00
2.484.985.740,00
67.181.715.790,00

(115.804.239.551,00)

(67.181.715.790,00)

dan

A
K K
Belanja Tanah
Belanja Peralatan dan Mesin
Belanja Bangunan dan Gedung
Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan
Belanja Aset Tetap Lainnya
J

51.742.465.000,00

54.604.252.000,00

Arus Kas dari Aktivitas Investasi Non Keuangan


A
K M
A

15.269.925.000,00

1.053.396.696.662,00

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

0,00

0,00

Provinsi/Kabupaten/Kota

20.594.223.505,00
17.179.403.807,00
7.079.893.351,00
8.476.352.158,00
38.545.743.450,00
618.442.630.000,00
71.611.800.000,00
318.000.000,00
54.539.436.511,00

1.247.145.002.750,00

A
K K
Belanja Pegawai
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
Belanja Bantuan Keuangan
Pemerintahan Desa
Belanja Tidak Terduga
Belanja Barang dan Jasa

22.662.311.722,00
21.169.074.341,00
8.533.382.654,00
13.535.696.764,00
42.195.191.456,00
778.668.035.000,00
69.378.280.000,00
1.417.200.613,00
70.534.596.200,00

URAIAN
Penerimaan kembali Pemberian Pinjaman
Penerimaan Kembali Investasi

2012

A
K K
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Utang
J

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan


Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran
Arus Kas Masuk
Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)

0,00
0,00
0,00

2011
229.373.333,00
1.000.000.000,00
1.229.373.333,00

9.549.000.000,00
600.000.000,00

2.764.000.000,00
390.000.000,00

10.149.000.000,00

3.154.000.000,00

(10.149.000.000,00)

(1.924.626.667,00)

88.728.193.754,00
88.728.193.754,00

78.475.670.408,00
78.475.670.408,00

88.728.193.754,00
88.728.193.754,00

78.475.670.408,00
78.475.670.408,00

0,00

0,00

Kenaikan / (Penurunan) Bersih Kas Selama Periode Tahun 2012


Saldo Awal Kas di BUD
Saldo Akhir Kas di BUD

97.882.390.360,00
78.239.721.051,00
176.122.111.411,00

61.354.483.939,00
16.885.237.112,90
78.239.721.051,90

Kas di Kas Daerah


Kas di BLUD RSUD Kabupaten Sragen
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Saldo Akhir Kas

176.122.111.411,00
16.819.189.333,00
0,00
418.401.320,00
193.359.702.064,00

78.239.721.051,90
13.344.269.394,00
0,00
36.291.441,00
91.620.281.886,90

Arus Kas Keluar


Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan


Laporan

Keuangan

Pemerintah

Daerah

Kabupaten

Sragen

disusun

untuk

menyediakan/menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai


akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomis, sosial maupun politik,
yang bertujuan sebagai berikut:
1. Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup untuk
membiayai seluruh pengeluaran:
2. Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi
dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan
perundang-undangan:
3. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan
dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah dicapai:
4. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh
kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya:
5. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan
berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka pendek maupun
jangka panjang termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman:
6. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan
apakah mengalami kenaikan atau penurunan sebagai akibat kegiatan yang dilakukan
selama periode pelaporan.
Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 menyediakan informasi mengenai pendapatan,
belanja, pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas dana dan arus kas pada Tahun Anggaran
2012.
B. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dalam menyusun laporan keuangan Tahun
Anggaran 2012 mendasarkan pada:
1. Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah
Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah:

Hal. 1

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 2

3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang


Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3851);
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4286);
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4355);
6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
7.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan


Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 058, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4438);
10. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
11. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5243);

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 3

12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan
atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4090);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan
Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4416, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan ketiga atas
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan
Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4712);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005

Nomor 49,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);


16. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4575);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan
Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4593);

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 4

21. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas
Pedoman Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855);
22. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
23. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
24. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang
Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
25. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
26. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan
Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5161);
27. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5219);
28. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Bantuan/Hibah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5275);
29. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan
Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan;
30. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 5

31. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
32. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan
Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sragen
(Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran
Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1);
33. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pokok-Pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2009
Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1);
34. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 6 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan
Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) (Lembaran Daerah Kabupaten Sragen
Tahun 2011 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1);
35. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah
(Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2011 Nomor 14, Tambahan Lembaran
Daerah Kabupaten Sragen Nomor 7);
36. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 15 Tahun 2011 tentang Retribusi
Perijinan Tertentu (Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2011 Nomor 15,
Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Nomor 8);
37. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa
Umum (Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2012 Nomor 1, Tambahan
Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1);
38. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa
Usaha (Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2012 Nomor 2, Tambahan
Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Nomor 2);
39. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 3 Tahun 2012 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 (Lembaran
Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2012 Nomor 3);
40. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 8 Tahun 2012 tentang Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012
(Lembaran Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2012 Nomor 8);
41. Peraturan Bupati Sragen Nomor 14 Tahun 2006 tentang Kebijakan Akuntansi
Keuangan Pemerintahan Kabupaten Sragen Tahun 2006.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 6

C. Sistematika Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun


Anggaran 2012
Susunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran
2012 terdiri dari :
1. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran
2012
a. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang
disusun dengan tujuan untuk mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah
daerah yang menunjukkan ketaatan terhadap APBD.
b. Laporan Realisasi APBD menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan penggunaan
sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah dalam satu periode
pelaporan. Laporan Realisasi APBD menyajikan unsur-unsur antara lain :
pendapatan, belanja, surplus/defisit, pembiayaan.
c. Laporan Realisasi APBD menggambarkan perbandingan antara Realisasi APBD
dengan Anggarannya dalam satu periode pelaporan.

2. Neraca Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2012


a. Neraca Daerah Kabupaten Sragen disusun dengan tujuan untuk menyajikan
informasi tentang posisi keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen per 31
Desember 2012
b. Neraca Daerah Kabupaten Sragen ini menggambarkan posisi keuangan daerah
mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada periode tersebut.
3. Laporan Arus Kas Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012
a. Pelaporan Arus Kas bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai
kemampuan daerah dalam menghasilkan kas dan mengatur penggunaannya untuk
mencukupi kebutuhan daerah.
b. Laporan Arus Kas Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 menggambarkan
saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir Kas Daerah pada periode 1
Januari sampai dengan 31 Desember 2012

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 7

4. Catatan Atas Laporan Keuangan Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012


a. Catatan Atas Laporan Keuangan bertujuan untuk menjelaskan secara rinci atas
angka-angka pada masing-masing pos yang terdapat dalam Laporan Realisasi
APBD, Neraca dan Laporan Arus Kas.
b. Catatan Atas Laporan Keuangan Kabupaten Sragen juga menyajikan informasi
mengenai Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Sragen yang digunakan.

BAB II
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN
DAN IKTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

A. Ekonomi Makro
1. Kondisi Geografis Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen secara geografis terletak di antara 11045 BT 11110 BT dan di antara 715 LS - 730 LS. Dilihat dari fisiografi P. Jawa,
Kabupaten Sragen meliputi pegunungan Kendeng di sebelah barat, daerah dataran S.
Bengawan Solo di bagian tengah dan utara serta kaki G. Lawu di bagian tenggara.
Secara topografi Kabupaten Sragen dapat dipilah ke dalam tiga kelompok yaitu: 1)
daerah dataran, yaitu berada pada ketinggian maksimal 50 mdpl dengan kemiringan
lereng antara 0 8% yaitu Kecamatan Masaran, Karangmalang, Sidoharjo, Sragen,
Ngrampal, dan Sambungmacan di bagian tengah,; 2) daerah perbukitan, yaitu berada
pada ketinggian antara 84 190 mdpl dengan kemiringan lereng 8 15%; yaitu
Kecamatan Kalijambe, Gemolong, Miri, Tanon, Sumberlawang, Mondokan, Gesi,
Tangen, Jenar, 3) daerah kaki Gunung Lawu, meliputi Kecamatan Kedawung dan
Sambirejo yaitu pada ketinggian 100 500 mdpl dengan kelerengan lebih dari 15%
yaitu Kecamatan Kedawung dan Sambirejo.
Keadaan geologi umum Kabupaten Sragen terdiri dari batuan sedimen dan
volkanik yang terdiri atas batuan berumur Kuarter dan Tersier.
Kelompok batuan berumur kuarter terdiri atas Endapan Aluvial yang
tersebar di daerah dataran di kanan kiri S. Bengawan Solo; batuan volkanik yang
tersebar di bagian tenggara dan merupakan bagian kaki G. Lawu tersusun atas pasir
gunungapi, lanau gunungapi, breksi gunungapi dan lava; Formasi Notopuro yang
tersusun atas breksi, tuf dan batupasir tufaan; Formasi Kabuh yang tersusun atas
konglomerat, batupasir tufan, tuf dan kalsirudit serta Formasi Pucangan yang
tersusun atas batulempung, batupasir tufan, tanah diatomea dan breksi. Formasi
Notopuro tersebar di bagian barat di wilayah Kecamatan Kalijambe, Gemolong,
Tanon, Miri dan Sumberlawang. Formasi Kabuh tersebar di daerah Sangiran dan
sekitarnya. Formasi Pucangan tersebar di daerah Sangiran dan Kecamatan Tanon.
Kelompok batuan berumur Tersier tersusun Formasi Kalibeng dan
Formasi Kerek. Formasi Kalibeng tersusun atas napal, batupasir, tufa gampingan,

Hal. 8

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 9

breksi, batugamping, tersebar di wilayah Kecamatan Tangen dan Jenar. Formasi


Kerek tersusun atas napal, batulempung, batugamping dan batupasir. Formasi Kerek
tersebar di wilayah Kecamatan Gesi, Mondokan dan Sumberlawang.
Daerah Kabupaten Sragen beriklim tropis dan bertemperatur sedang,
dengan curah hujan rata-rata di bawah 3000 mm/tahun dan rata-rata hari hujan
kurang dari 150 hari/tahun.
Kabupaten Sragen dilihat dari letak geografis juga sangat menguntungkan,
karena berada pada jalur Solo Surabaya yang dilintasi jalan kereta api dan jalan
Negara yang merupakan satu-satunya penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa
Timur, sedangkan disebelah utara dilintasi jalur kereta api dan jalan Provinsi sebagai
penghubung kota Solo dengan Kabupaten Grobogan.
Adapun batas wilayah Kabupaten Sragen adalah sebagai berikut:
-

Di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Grobogan,

Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar,

Di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, dan,

Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

2. Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Sragen adalah 941,55 km2 dan secara
administratif Kabupaten Sragen terdiri atas 208 desa/kelurahan (196 Desa dan 12
Kelurahan) yang tersebar di 20 kecamatan.
Wilayah Kabupaten Sragen seluas 941,55 km2 atau 94.155 Ha terdiri dari :
Tanah Sawah

40.127,45 Ha (43%)

Tanah Bukan Sawah : 54.027,55 Ha (57%)


a. Tanah sawah seluas 40.127,45 Ha terdiri dari :
1) Irigasi Teknis

: 18.274,40 Ha

2) Irigasi Setengah Teknis

: 4.044,99 Ha

3) Irigasi Sederhana

4) Tadah Hujan

: 14.472,17 Ha

2.476,89 Ha

b. Tanah bukan sawah seluas 54.027,55 Ha terdiri dari :


1) Pekarangan/Bangunan

: 23.126,69 Ha

2) Tegalan/Kebun

: 18.729,83 Ha

3) Padang Gembala

4) Tambak/Kolam

41,00 Ha

Ha

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

5) Rawa

Hal. 10

Ha

6) Hutan Negara

7) Hutan Rakyat

3.015,00 Ha

8) Perkebunan Negara

9) Lain-lain (Sungai, Jalan, Kuburan, dll)

: 8.263,03 Ha

Ha

852,00 Ha

3. Demografi
Kabupaten Sragen pada pertengahan tahun 2012, memiliki jumlah
penduduk sebesar 889.356 jiwa. Seperti terlihat pada table : 3.1.
Tabel 3.1.
Jumlah Penduduk Kabupaten Sragen Menurut Jenis Kelamin dan Sex-Ratio
dirinci per Kecamatan Keadaan Pertengahan Tahun 2012 (data BPS Srg).
No
Kecamatan
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
Sex-Ratio
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Kalijambe
Plupuh
Masaran
Kedawung
Sambirejo
Gondang
Sambungmacan
Ngrampal
Karangmalang
Sragen
Sidoharjo
Tanon
Gemolong
Miri
Sumberlawang
Mondokan
Sukodono
Gesi
Tangen
Jenar
Jumlah

24.148
22.864
33.243
29.872
18.820
21.837
21.891
18.118
29.609
32.619
25.523
27.300
24.455
16.368
22.685
17.153
15.890
10.885
13.625
13.538
440.443

23.379
23.383
33.243
30.661
18.891
22.283
22.685
18.219
30.127
34.199
26.362
27.967
24.679
16.866
23.443
17.469
16.516
11.031
13.741
13.769
448.913

47.527
46.247
66.486
60.533
37.711
44.120
44.576
36.337
59.736
66.818
51.885
55.267
49.134
33.234
46.128
34.622
32.406
21.916
27.366
27.307
889.356

1033
978
1000
974
996
980
965
994
983
954
968
976
991
970
968
982
962
987
992
983
981

4. Visi dan Misi


Sebagai penjabaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati telah disusun
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sragen
Tahun 2011 2016 yang didalamnya tertera Visi Pemerintah Kabuapten Sragen

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 11

yaitu Terwujudnya Sragen yang sejahtera, adil dan makmur yang berlandaskan
semangat juang yang tinggi dan kejujuran.
SEJAHTERA mempunyai makna bahwa seluruh lapisan dan kelompok
masyarakat dapat tercukupi kebutuhan lahir dan batin. Kebutuhan batin yakni rasa
aman, sehat dan berpendidikan serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
BERJUANG mempunyai makna bahwa penyelenggaraan pemerintahan
dan pembangunan adalah merupakan sinergi dan tanggung jawab seluruh komponen
masyarakat Kabupaten Sragen yang dilandasi semangat pengabdian kepada
masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa.
JUJUR
pemangku

mempunyai

kepentingan

dan

makna

bahwa

seluruh

penyelenggara

masyarakat

pemerintahan,

Kabupaten

Sragen

menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan dengan niat dan itikad baik


dilandasi ketulusan, transparansi dan keikhlasan serta menjunjung tinggi good
governance dan clean government.
ADIL mempunyai makna bahwa semua unsur masyarakat memiliki
kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan di semua bidang
dan hasilnya dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat (MBELA WONG CILIK).
MAKMUR mempunyai makna bahwa pembangunan harus dapat
memenuhi kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakat (pangan, sandang, papan,
pendidikan dan kesehatan) dan merupakan refleksi pengurangan kemiskinan dengan
prinsip-prinsip kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama serta pengembangan rasa
kesetiakawanan sosial dan meningkatnya kondisi aman dan nyaman masyarakatnya.
Berdasarkan Visi Kabupaten Sragen Tahun 2011 2016, maka untuk
mewujudkannya perlu disusun misi. Adapun Misi Kabupaten Sragen tahun 2011
2016 yaitu :
1) Memecah stagnasi pembangunan dengan mengakselerasi secara cerdas
pencapaian kesejahteraan masyarakat di bidang daya beli, kualitas pendidikan
dan kesehatan;
2) Mewujudkan Sragen ASRI bebas korupsi sebagai perwujudan reformasi
birokrasi yang sungguh-sungguh atas kebekuan birokrasi menuju aparatur yang
bersih berorientasi kepada pelayanan publik serta penggunaan anggaran yang
pro rakyat;

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 12

3) Memberikan kesempatan dan peluang kepada seluruh lapisan masyarakat untuk


ikut berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan pengendalian pembangunan
serta menikmati hasil-hasil pembangunan;
4) Mewujudkan kualitas SDM yang profesional, berbudaya dan berakhlak mulia,
berkeadilan serta berwawasan gender;
5) Mewujudkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan yang berbasis pada
pembangunan pertanian yang lestari dan berkelanjutan.
5. Kondisi Perekonomian Kabupaten Sragen
Salah satu tolok ukur perbaikan ekonomi adalah pertumbuhan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) atau yang lebih familiar dikatakan sebagai
pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan PDRB terbagi dua, yaitu pertumbuhan PDRB
atas dasar harga (adh) berlaku, yakni pertumbuhan yang dihitung dengan harga
berlaku/harga pasar, dan sering dikatakan sebagai pertumbuhan semu karena di
dalamnya masih mengandung besaran inflasi, dan pertumbuhan PDRB atas dasar
harga (adh) konstan yang merupakan pertumbuhan riil atau pertumbuhan
sesungguhnya karena mengabaikan kenaikan harga barang dan jasa.
Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sragen selama beberapa kurun
waktu terakhir dapat dipertahankan pada angka positif. Laju pertumbuhan
perekonomian yang positif ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh perangkat
perekonomian baik dunia usaha swasta maupun pemerintah daerah yang dapat
memanfaatkan peluang serta menentukan kebijakan dengan tepat. Tetapi ada
beberapa aspek yang perlu digarisbawahi terkait dengan pertumbuhan ekonomi
terlepas dari berapa besar nilai pertumbuhannya, yaitu ada pertumbuhan ekonomi
yang baik yaitu pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor kegiiatan ekonomi yang
banyak menyerap tenaga kerja, seperti sektor pertanian, sektor industri ataupun
sektor ekonomi lainnya, sehingga akan memiliki pengaruh ganda terutama di dalam
penyerapan tenaga kerja. Dan pertumbuhan ekonomi yang kurang baik, ketika
pertumbuhan ekonomi terjadi pada sektor-sektor kurang bisa menyerap tenaga kerja.
Meskipun diwarnai ketidakpastian ekonomi global, ternyata Produk
Domestik Bruto (PDB) kita masih bias tumbuh sebesar 6,46 % (angka sementara),
sedangkan PDRB Jawa Tengah bias tumbuh sebesar 6,01 %. Sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional Jawa Tengah, PDRB Kabupaten
Sragen bias tumbuh sebesar 6,53 %. Menurut harga konstan secara agregat terjadi
pertumbuhan

dari Rp. 3.069.751.140.000,00 pada tahun 2010 naik menjadi

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 13

Rp. 3.270.052.520.000,00 di tahun 2011 sehingga mengalami laju pertumbuhan


sebesar 6,53 %. Laju pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2010 yang tercatat sebesar 6,09
% dan juga lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi
Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran
yang tumbuh sebesar 8,36 %

disusul sektor Industri Pengolahan yang tumbuh

sebesar 8,05 %, dan sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar
7,59 %. Sedangkan kenaikan terkecil dialami oleh sektor Pertanian yang tumbuh
hanya sebesar 4,00 %. Sektor Pertanian ini terus mengalami penurunan selama 3
tahun terakhir. Tetapi walaupun sektor Pertanian memiliki pertumbuhan terkecil di
tahun 2011 ini, tetapi peran sektor-sektor Pertanian masih cukup besar dalam
mendorong pergerakan ekonomi di Kabupaten Sragen. Komoditi-komoditi di sektor
Pertanian sebagian besar merupakan penggerak di sektor lainnya. Sebagai contoh,
industri penggilingan padi yang masuk di sektor Industri Pengolahan sangat
mengandalkan bahan baku berupa gabah.
Sedangkan laju pertumbuhan perekonomian atau besaran PDRB menurut
harga berlaku di Kabupaten Sragen pada tahun 2011 secara agregat mencapai Rp.
7.579.678.260.000,00

yang

memperlihatkan

adanya

peningkatan

apabila

dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp. 6.695.256.970.000,00 sehingga terjadi


kenaikan sebesar 13,21 % atau secara agregat naik sebesar Rp. 884.421.290.000,00.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan PDRB menurut harga
berlaku tahun 2011 lebih rendah jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan PDRB
menurut harga berlaku tahun 2010 yang tercatat sebesar 14,04 %. Pertumbuhan
PDRB menurut harga berlaku tahun 2011, di samping disebabkan oleh tumbuhnya
produktifitas sektor-sektor ekonomi, juga didorong oleh kenaikan harga barang dan
jasa yang terjadi pada tahun 2011. Hal ini bisa terlihat dari besaran inflasi PDRB
yang tercatat sebesar 6,28 %.
Pertumbuhan tertinggi menurut harga berlaku terjadi pada sektor Industri
Pengolahan yang tumbuh sebesar Rp. 14,72 %, diikuti sektor Perdagangan, Hotel
dan Restoran yang tumbuh sebesar 14,52 % dan sektor Jasa-jasa yang tumbuh
sebesar 13,94 %, sedangkan pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor Bangunan
yang tumbuh sebesar 9,71 %.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 14

B. Kebijakan Keuangan
Agar dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, serta dapat mencapai
hasil yang maksimal khususnya dalam mencapai program-program yang telah
dituangkan dalam RPJMD tahun 2011 2016, Pemerintah Kabupaten Sragen membuat
Kebijakan Keuangan Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2012 yang terdiri dari :

1. Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah


Untuk tercapainya target Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2012,
Pemerintah

Daerah

Kabupaten

Sragen

terus

melanjutkan

langkah-langkah

optimalisasi pendapatan daerah, baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana
Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah dengan kebijakan sebagai berikut :
a. Menetapkan target PAD yang realistis sesuai potensi riil dari sumber-sumber
pendapatan pada masing-masing satuan kerja penghasil.
b. Menggali potensi sumber-sumber pendapatan yang ada dan mengembangkan
sumber-sumber pendapatan dengan

tidak memberatkan masyarakat dan

mempermudah peluang dunia usaha sesuai ketentuan yang berlaku.


c. Meningkatkan Intensifikasi dan Ektensifikasi melalui pembinaan, sosialisasi
untuk meningkatkan ketaatan wajib pajak dalam membayar pajak dan retribusi
daerah, menyederhanakan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak
dan retribusi daerah serta meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas
pungutan pendapatan asli daerah.
d. Meningkatkan pengelolaan manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),
Badan Layanan Umum (BLU) dan unit-unit usaha Pemerintah Daerah menuju
lembaga ekonomi yang sehat dan dapat memberikan kontribusi PAD.

2. Kebijakan Pengelolaan Belanja Daerah


Belanja Daerah merupakan kewajiban daerah yang betumpu pada
kepentingan politik dengan mengedepankan aspek-aspek efektivitas, efisiensi,
transparansi, akuntabilitas peningkatan kinerja serta peningkatan pelayanan
masyarakat. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan anggaran kinerja yang
berorientasi pada pencapaian hasil output yang direncanakan.
Belanja Daerah pada Tahun Anggaran 2012 diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan dalam rangka tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 15

masyarakat. Adapun Kebijakan Pengelolaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012


adalah sebagai berikut :
a. Belanja Tidak Langsung.
Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang tidak terkait secara langsung
dengan pelaksanaan program dan kegiatan yang dibagi menurut jenis belanja
yang terdiri dari belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja
bagi hasil kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dan kepada Pemerintah
Desa, belanja bantuan keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan
Desa dan belanja tidak terduga. Belanja Tidak Langsung pada Tahun Anggaran 2012
diarahkan penggunaannya untuk :
1) Memenuhi kebutuhan belanja gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan kenaikan
gaji PNS berdasarkan kebijakan dari Pemerintah Pusat.
2) Penyediaan tambahan penghasilan bagi PNS Daerah.
3) Penyediaan tambahan penghasilan bagi guru PNS Daerah (sertifikasi dan
non sertifikasi).
4) Penyediaan belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja
bagi hasil dan belanja bantuan keuangan kepada pemerintah desa, kelompok
masyarakat serta organisasi masyarakat yang dipandang perlu.
b. Belanja Langsung
Belanja Langsung merupakan belanja yang terkait secara langsung dengan
pelaksanaan program dan kegiatan yang dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari
belanja pegawai, belanja barang dan jasa dan belanja modal. Belanja Langsung pada
Tahun Anggaran 2012 diarahkan penggunaannya untuk :
1) Peningkatan

pertumbuhan

ekonomi

masyarakat

diarahkan

untuk

pembangunan/rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan, pengembangan


jaringan irigasi pertanian dan air bersih,, peningkatan sarana prasarana
perdagangan umum, revitalisasi pertanian dan pengembangan produk
unggulan daerah.
2) Peningkatan akses dan pemerataan pada jenjang pendidikan yang
berkualitas, diarahkan untuk peningkatan mutu manajemen berbasis sekolah
bertaraf internasional dan relevansi pendidikan dengan dunia usaha,
pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk penguasaan Ilmu

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 16

Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) serta peningkatan kesejahteraan


tenaga pendidik.
3) Peningkatan akses kualitas kesehatan yang diarahkan untuk tersedianya
fasilitas kesehatan dasar dan rujukan serta terlayaninya penduduk miskin
untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di rumah sakit umum,
puskesmas dan jaringannya, perbaikan gizi masyarakat, pengembangan
lingkungan sehat, pencegahan dan penanggulangan penyakit menular,
promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
4) Melaksanakan program/kegiatan pembangunan kesejahteraan masyarakat
yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
5) Sinkronisasi, optimalisasi pencapaian sasaran pembangunan nasional sesuai
prioritas dalam kerangka desentralisasi melalui pendampingan Dana Alokasi
Khusus (DAK), dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta dana hibah.

3. Kebijakan Pembiayaan Daerah


Kebijakan Pembiayaan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2012 mengacu
ke Arah Kebijakan Anggaran Pembiayaan Tahun 2011 2016 yang ditujukan bagi
keberlangsungan roda pemerintahan dengan harapan tidak membebani dan tidak
menganggu likuiditas keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen. Pembiayaan daerah
merupakan transaksi keuangan daerah yang dimaksudkan untuk menutup selisih
antara pendapatan daerah dengan belanja daerah atau dengan kata lain merupakan
transaksi keuangan daerah untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran.

4. Kebijakan Umum Anggaran


Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Sragen Tahun Anggaran 2012 diarahkan untuk :
a. Peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja daerah dengan menitikberatkan
alokasi belanja pada program dan kegiatan yang produktif dengan outcome yang
konkret memberikan kontribusi mengembangkan perekonomian yang maju dan
mandiri, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
b. Peningkatan dan pengembangan kemampuan keuangan daerah yang bertumpu
pada kemandirian daerah melalui pola-pola intensifikasi, ekstensifikasi serta

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 17

deversifikasi potensi sumber-sumber pendapatan daerah, dengan tetap menjaga


iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha,
c. Pemanfaatan sumber-sumber penerimaan maupun pengeluaran pembiayaan,
pada satu sisi sistem dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan kapital
masyarakat, di sisi lain anggaran kita berguna untuk menutup defisit anggaran
atau memperkuat surplus anggaran daerah,
d. Pemanfaatan pembiayaan daerah untuk menampung semua jenis penerimaan
daerah yang tidak dapat dikategorikan sebagai pendapatan daerah dan semua
jenis pengeluaran daerah yang tidak dapat dikategorikan sebagai belanja daerah,
e. Pengembangan pola kemitraan daerah dalam rangka membiayai program dan
kegiatan pemerintah yang berorientasi pada upaya pelayanan prima kepada
masyarakat,
f.

Optimalisasi penerapan sistem anggaran berbasis kinerja pada seluruh jajaran


perangkat Pemerintah dengan tetap menjaga prinsip anggaran yang sehat,
dinamis dan dapat dipertanggungjawabkan.

C. Iktisar Pencapaian Kinerja Keuangan


1. Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012
a. Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah
Berdasarkan perhitungan APBD Kabupaten Sragen Tahun Anggaran
2012, jumlah anggaran pendapatan dan realisasi pendapatan, menurut sumber
pendapatan terlihat sebagai berikut:

1.
2.
3.

URAIAN
Pendapatan
Asli Daerah
Pendapatan
Transfer
Lain-Lain
Pendapatan
Yang Sah
Jumlah

ANGGARAN (Rp.)
95.013.479.000,00

REALISASI (Rp.)
127.695.844.300,00

%
134,40

1.109.864.710.000,00

1.128.084.871.656,00

101,64

53.645.065.000,00

53.159.665.613,00

99,10

1.258.523.254.000,00

1.308.940.381.569,00

104,01

b. Anggaran dan Realisasi Belanja


Berdasarkan perhitungan APBD Kabupaten Sragen Tahun 2012 jumlah
anggaran dan realisasi belanja, untuk masing-masing Satuan Kerja Perangkat
Daerah

(SKPD)

terlihat

sebagai

berikut:

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO
URAIAN
ANGGARAN (Rp.) REALISASI (Rp.)
1 Dinas Pendidikan
701.625.350.000,00 633.161.204.146,00
2 Dinas Kesehatan
64.169.938.000,00 61.457.575.136,00
3 Rumah Sakit Umum
83.239.047.000,00 80.341.751.310,00
Daerah
4 Puskesmas Gemolong
11.537.520.000,00 11.137.793.906,00
5 Dinas Pekerjaan Umum
61.734.231.000,00 54.869.262.715,00
6 Badan Perencanaan
5.796.733.000,00 5.418.530.066,00
Pembangunan Daerah
7 Dinas Perhubungan,
7.838.530.000,00 7.587.945.317,00
Komunikasi dan
8 Badan Lingkungan Hidup 23.245.348.000,00 22.580.597.626,00
9 Dinas Kependudukan
7.784.822.000,00 7.158.785.782,00
dan Pencatatan Sipil
10 Dinas Sosial
3.336.830.000,00 3.255.083.364,00
11 Dinas Tenaga Kerja dan
6.969.835.000,00 6.518.901.840,00
Transmigrasi
12 Badan Pemberdayaan
2.022.926.000,00 1.955.847.465,00
Usaha Milik Daerah
3.612.732.000,00 3.493.508.753,00
13 Badan Kesatuan
Bangsa, Politik, dan
Perlindungan
14 Satuan Polisi Pamong
2.914.858.000,00 2.806.963.970,00
Praja
15 Dewan Perwakilan
6.779.868.000,00 6.530.373.435,00
Rakyat Daerah
16 Kepala Daerah dan
562.025.000,00
561.001.503,00
Wakil Kepala Daerah
17 Sekretariat Daerah
34.420.656.000,00 31.856.030.371,00
18 Sekretariat DPRD
22.532.717.000,00 19.698.248.842,00
19 Dinas Pendapatan,
142.718.693.000,00 107.049.583.348,00
Pengelola Keuangan,
dan Aset Daerah
20 Inspektorat
3.876.140.000,00 3.710.076.441,00

Hal. 18

%
90,24
95,77
96,52
96,54
88,88
93,48
96,80
97,14
91,96
97,55
93,53
96,68
96,70

96,30
96,32
99,82
92,55
87,42
75,01

95,72

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 19

21 Badan Pendidikan Latihan


dan Pengembangan

8.991.505.000,00

8.614.157.959,00 95,80

22 Badan Kepegawaian Daerah

5.257.416.000,00

4.985.517.974,00 94,83

23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

Kecamatan Sragen
Kecamatan Sidoharjo
Kecamatan Masaran
Kecamatan Karangmalang
Kecamatan Kedawung
Kecamatan Gondang
Kecamatan Sambungmacan
Kecamatan Samberejo
Kecamatan Ngrampal
Kecamatan Gemolong
Kecamatan Kalijambe
Kecamatan Sumberlawang
Kecamatan Miri
Kecamatan Tanon
Kecamatan Plupuh
Kecamatan Tangen
Kecamatan Sukodono
Kecamatan Mondokan
Kecamatan Gesi
Kecamatan Jenar
Badan Perijinan Terpadu
Kantor Ketahanan Pangan
Badan Pelaksana Penyuluh
Badan KBPMD
Kantor Arsip dan
Dokumentasi
48 Kantor PDE
49 Kantor Perpustakaan Daerah

5.019.292.000,00
1.520.625.000,00
1.666.922.000,00
2.085.772.000,00
1.584.889.000,00
1.407.660.000,00
1.606.431.000,00
1.459.667.000,00
1.354.286.000,00
2.408.151.000,00
1.605.674.000,00
1.574.045.000,00
1.234.269.000,00
1.466.275.000,00
1.368.346.000,00
1.294.430.000,00
1.220.659.000,00
1.186.943.000,00
957.910.000,00
1.129.342.000,00
2.488.479.000,00
690.449.000,00
11.409.942.000,00
10.816.374.000,00
941.623.000,00
2.511.069.000,00
1.906.402.000,00

4.934.658.510,00
1.470.857.918,00
1.653.267.735,00
2.057.177.180,00
1.563.955.570,00
1.374.190.736,00
1.589.562.225,00
1.430.533.486,00
1.307.639.120,00
2.361.644.140,00
1.572.358.720,00
1.524.593.031,00
1.211.445.204,00
1.439.766.509,00
1.307.211.267,00
1.265.725.007,00
1.168.523.107,00
1.156.905.852,00
907.337.316,00
1.077.231.596,00
2.319.548.918,00
669.324.604,00
11.273.822.528,00
10.574.645.928,00
907.832.611,00

98,31
96,73
99,18
98,63
98,68
97,62
98,95
98,00
96,56
98,07
97,93
96,86
98,15
98,19
95,53
97,78
95,73
97,47
94,72
95,39
93,21
96,94
98,81
97,77
96,41

2.343.036.203,00 93,31
1.882.253.481,00 98,73

50 Dinas Pertanian
10.438.668.000,00
9.482.605.510,00
51 Dinas Kehutanan dan
5.336.388.000,00
5.111.875.896,00
Perkebunan
52 Dinas Pariwisata, Pemuda
5.941.106.000,00
5.543.451.478,00
dan Olah Raga
53 Dinas Peternakan dan
12.193.277.000,00
11.318.800.306,00
Perikanan
54 Dinas Perdagangan dan
12.648.832.000,00
11.778.726.008,00
Perpajakan
55 Dinas Perindustrian, Koperasi
7.300.281.000,00
7.104.822.301,00
dan UMKM
Jumlah
1.328.742.198.000,00 1.197.434.071.270,00

90,84
95,79
93,31
92,83
93,12
97,32
90,12

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 20

c. Surplus / (Defisit)
Dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran
2012, Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen telah merealisasikan Pendapatan
Daerah sebesar Rp. 1.308.940.381.569,00 dari Target Anggaran Pendapatan
sebesar Rp. 1.258.523.254.000,00 atau 104,01 % dan Belanja Daerah sebesar
Rp. 1.197.434.071.270,00 dari Target Anggaran Belanja sebesar Rp.
1.328.742.198.0000,00 atau 90,12 %. Dengan demikian pada Tahun Anggaran
2012

APBD

Kabupaten

Sragen

mengalami

Surplus

sebesar

Rp111.506.310.299,00. yaitu dari hasil realisasi pendapatan daerah dikurangi


dengan realisasi belanja daerah.
2. Hambatan dan Kendala yang ada dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012.
a. Hambatan dan kendala yang dihadapi masih menyangkut ketepatan waktu dalam
penetapan Perda APBD maupun Perda Perubahan APBD yang belum sesuai dengan
target waktu yang ditentukan. Namun tetap diupayakan untuk tahun mendatang
penetapan Perda APBD maupun Perda Perubahan APBD dapat sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengerti dan memahami
Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan
belum dilaksanakan sepenuhnya mengenai ketentuan pasal 99 ayat (1) dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 yang menyebutkan bahwa kepala
SKPD selaku pengguna anggaran menyelenggarakan akuntansi atas transaksi
keuangan, aset, utang dan ekuitas dana, yang berada dalam tanggungjawabnya,
sehingga

berpengaruh

terhadap

kelancaran

penyusunan

pelaporan

pertanggungjawaban APBD.
c. Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) sebagai sarana untuk
mempermudah, mempercepat, memperlancar dan menjaga keakuntabilitasan
pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah sebagai implementasi atas Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, belum dipahami dengan baik sehingga

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 21

masih diperlukan pembelajaran mengenai SIMDA sehingga keberadaannya


dapat bermanfaat secara maksimal untuk pengelolaan keuangan daerah mulai
perencanaan APBD sampai dengan pelaporan pertanggungjawaban APBD.

BAB III
KEBIJAKAN AKUNTANSI

A. Pendahuluan
1. Tujuan Kebijakan Akuntansi Keuangan Pemerintahan Kabupaten Sragen ini adalah
untuk memberikan penjelasan dasar-dasar pemikiran yang melatarbelakangi
penyusunan dan pengungkapan pelaporan keuangan daerah. Kabupaten Sragen.
2. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah
Entitas pelaporan keuangan daerah adalah pemerintah daerah secara keseluruhan
yang diberikan kewenangan untuk menunjukan entitas akuntansi pada pusat-pusat
pertanggungjawaban keuangan daerah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan
tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana untuk
Pemerintah Kabupaten Sragen dikuasakan kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Sragen. Sedangkan pusat-pusat
pertanggungjawaban (entitas akuntansi) berada pada Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) se Kabupaten Sragen (Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah, Badan, Dinas,
Kantor unit kerja daerah, dan Badan Layanan Umum).
3. Basis Akuntansi Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan SKPD.
a.

Transaksi dan kejadian diakui atas basis kas modifikasian, merupakan


kombinasi basis kas dengan basis akrual.

b.

Transaksi penerimaan kas atau pengeluaran kas dibukukan pada saat uang
diterima atau dibayar (basis kas).

c.

Pada akhir periode dilakukan penyesuaian untuk mengakui transaksi dan


kejadian dalam periode berjalan meskipun penerimaan atau pengeluaran kas
dari transaksi dan kejadian dimaksud belum terealisir (basis akrual).

4. Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD


a.

Pengukuran pendapatan dan belanja dengan menggunakan mata uang rupiah


berdasarkan nilai nominal kas yang diterima/dikeluarkan dan atau akan
diterima/dibayarkan.

Hal. 22

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

b.

Hal. 23

Pendapatan dan belanja yang diukur dengan mata uang asing dikonversi ke
mata uang rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada
saat terjadinya pendapatan/pengeluaran.

B. Kebijakan Umum
1. Neraca Daerah Kabupaten Sragen yang dicantumkan dalam neraca ini ditetapkan
posisi masanya yaitu pada tanggal 31 Desember 2012.
2. Penyajian aset (kekayaan) milik dan atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah
Kabupaten Sragen dalam Neraca per 31 Desember 2012 didasarkan pada Neraca per
31 Desember 2011 ditambah mutasi tahun 2012 baik yang berasal dari Belanja
Modal maupun dari Belanja Pegawai dan Belanja Barang dan Jasa untuk perolehan
aset yang bersangkutan.
3. Mulai tahun 2006 Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen menerapkan batas minimal
kapitalisasi Aset sebesar Rp 75.000,00 berdasarkan Peraturan Bupati Nomor : 14
Tahun 2006 tanggal 21 Juni 2006 tentang Kebijakan Akuntansi Keuangan
Pemerintahan Kabupaten Sragen.
4. Nilai aset (kekayaan) milik dan atau dikuasai Pemerintah Kabupaten Sragen
didasarkan pada estimasi masing-masing Unit Pengelola Barang pada tahun
perolehan barang/kekayaan tersebut kecuali aset tanah dan kendaraan yang
penilaiannya mengacu pada SK Kanwil DJP Wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan
tentang penetapan nilai NJOP untuk wilayah Kabupaten Sragen dan Peraturan
Gubernur Nomor 33 Tahun 2005 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak
Kendaraan Bermotor serta untuk aset yang diperoleh Tahun 2006 dinilai berdasarkan
harga riil. Estimasi ini dilakukan dikarenakan catatan-catatan yang berkaitan dengan
pengadaan barang/kekayaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen tidak
didapatkan sehingga penilaian aset tidak dapat dilakukan atau dinilai dengan harga
perolehan. Penggunaan dasar penilaian ini dimaksudkan untuk menyesuaikan
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan beserta aturan rinci yang mengiringinya.
5. Penambahan aset daerah tahun 2012 dinilai berdasarkan harga perolehan yang
tercantum sesuai pertanggungjawaban keuangan masing-masing kegiatan. Untuk
aset yang berasal dari bantuan Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat dinilai
berdasarkan nilai yang tercantum dalam Berita Acara serah terima masing-masing
aset yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sragen.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 24

C. Beberapa Kebijakan Khusus


1. Kas Daerah
Kas Daerah dinilai sebesar nilai nominal uang tunai pada bendahara, rekening giro,
rekening tabungan dan deposito yang tersimpan pada Bank yang dikuasai yang siap
dipakai untuk membiayai kegiatan operasional.
2. Piutang
Piutang Pajak pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dihitung berdasarkan nilai
nominal tagihan pajak yang telah dikeluarkan SKP-nya oleh Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Sragen, sedangkan
untuk Piutang lain-lain dinilai sebesar nominal tagihan.
3. Persediaan
Persediaan dinilai berdasarkan jumlah barang yang ada per 31 Desember 2012
dengan memakai harga pembelian sesuai yang terdapat dalam dokumen
pertanggungjawaban pada masing-masing unit yang memiliki persediaan.
4. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dinilai berdasarkan nilai nominal sertifikat
penyertaan yang ada pada Pemerintah Daerah dan atau nilai buku dari masingmasing perusahaan tempat dilakukannya penyertaan modal. Sedangkan untuk
penambahan penyertaan modal Tahun 2012 dihitung berdasarkan nilai realisasi yang
tercantum dalam pertanggungjawaban keuangan dinas / satuan kerja

yang

melakukan kegiatan tersebut.

5. Aktiva Tetap
a. Tanah
Aset tanah yang dicantumkan pada neraca daerah ini, berdasarkan tanah yang
dimiliki dan atau dikuasai oleh masing-masing Unit Pengelola Barang baik
berasal dari perolehan hak, tanah eks Kas Desa ataupun tanah yang berasal dari
instansi vertikal yang diserahkan pada saat penerapan Otonomi Daerah. Untuk
tanah yang diperoleh dalam Tahun 2012 dinilai berdasarkan harga perolehan.
b. Peralatan dan Mesin
Peralatan dan Mesin pada neraca dicantumkan berdasarkan existensinya pada
saat Inventarisasi tanpa membedakan aset tersebut berasal dari

swadaya,

pembelian ataupun berasal dari Instansi Vertikal. Sedangkan penambahan tahun

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 25

2012 dinilai berdasarkan pada nilai yang tercantum dalam pertanggungjawaban


keuangan masing-masing Unit Kerja.
c.

Gedung dan Bangunan


Gedung dan Bangunan dicantumkan berdasarkan aset yang ada pada saat
Inventarisasi tanpa membedakan aset tersebut berasal dari swadaya, pembelian
ataupun berasal dari Instansi Vertikal. Nilai Saldo Awal pada Neraca
Pemerintah Daerah Tahun 2012 adalah Nilai Akhir Tahun 2011, sedang untuk
penambahan tahun 2012, dinilai berdasarkan pada nilai perolehan yang
tercantum dalam dokumen pertanggungjawaban keuangan.

d. Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi


Jalan, Jembatan dan Bangunan / Jaringan Irigasi yang ada di wilayah Kabupaten
Sragen pada Neraca per 31 Desember 2012, pencatatan Nilai saldo awal Neraca
Tahun 2012 berdasarkan Nilai Akhir Tahun 2011, sedang penambahan aset
tahun 2012 dinilai berdasarkan pertanggungjawaban keuangan dari Unit yang
menghasilkannya. Untuk Aset yang berasal dari hibah Pemerintah Pusat atau
Pemerintah Provinsi dinilai berdasarkan nilai yang diperoleh dari sumber aset.
e.

Aktiva Tetap Lainnya


Aktiva Tetap Lainnya pada Neraca Awal Tahun 2012 dicantumkan berdasarkan
Nilai akhir Tahun 2011, sedangkan untuk penambahan tahun 2012 dinilai
berdasarkan

nilai

perolehan

yang

tercantum

dalam

dokumen

pertanggungjawaban keuangan masing-masing kegiatan yang menghasilkan


aset.
6. Aset Build Operate and Transfer ( B O T )
Aset BOT merupakan hak atas aset (bangunan) yang dibangun diatas tanah
Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dengan cara kemitraan antara Pemerintah
Daerah Kabupaten Sragen dan swasta berdasarkan suatu perjanjian. Aset ini akan
menjadi aset tetap Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen pada saat akhir masa
perjanjian.
Aset BOT dinilai berdasarkan nilai aset yang dikerjasamakan yang tercantum pada
perjanjian tersebut.
7. Hutang
Hutang merupakan kewajiban Pemerintah Kabupaten Sragen kepada pihak ketiga,
yang dinilai secara nominal yaitu nilai yang harus dibayar pada saat jatuh tempo
sesuai perjanjian dengan kreditur.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 26

BAB IV

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

A. PENDAPATAN
Pendapatan Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012, dianggarkan sebesar
Rp. 1.258.523.254.000,00 terealisasi sebesar Rp. 1.308.940.381.569,00 atau 104,01 %
terdiri dari :
NO
1.
2.
3.

URAIAN

ANGGARAN (Rp.)

Pendapatan Asli Daerah

REALISASI (Rp.)

95.013.479.000,00

127.695.844.300,00

134,40

1.109.864.710.000,00

1.128.084.871.656,00

101,64

53.645.065.000,00

53.159.665.613,00

99,10

Jumlah Pendapatan Tahun


1.258.523.254.000,00
2012.

1.308.940.381.569,00

104,01

Pendapatan Transfer
Lain-Lain Pendapatan Yang
Sah

Rincian Pendapatan Daerah :


1.

Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012, dianggarkan
sebesar Rp95.013.479.000,00 terealisasi sebesar Rp127.695.844.300,00 atau 134,40%
terdiri dari :
NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

1. Pendapatan Pajak Daerah

19.460.833.000,00

22.662.311.722,00 116,45

Pendapatan Retribusi
Daerah

18.944.199.000,00

21.169.074.341,00 111,74

Pendapatan Hasil
3. Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan

8.274.595.000,00

8.533.382.654,00 103,13

Lain-lain Pendapatan Asli


Daerah yang Sah

48.333.852.000,00

75.331.075.583,00 155,86

Jumlah PAD Th. 2012

95.013.479.000,00

127.695.844.300,00 134,40

2.

4.

Hal. 26

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 27

Rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD).


a.

Pajak Daerah
Pajak Daerah Tahun Anggaran 2012, dianggarkan sebesar Rp. 19.460.833.000,00
terealisasi sebesar Rp. 22.662.311.722,00 atau 116,45 %. Realisasi penerimaan
Pajak Daerah Tahun 2012 sebagai berikut :

NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

1. Pajak Hotel

REALISASI(Rp.)

56.500.000,00

72.500.000,00 128,32

2. Pajak Restoran

232.000.000,00

256.943.000,00 110,75

3. Pajak Hiburan

36.000.000,00

49.901.000,00 138,61

4. Pajak Reklame

135.000.000,00

229.614.239,00 170,08

17.000.000.000,00

19.372.604.281,00 113,96

35.999.000,00

48.969.595,00 136,03

17.000.000,00

16.741.500,00

5. Pajak Penerangan Jalan

6.

Pajak Pengambilan
Bahan Galian Golongan C

7. Pajak Parkir
8. Pajak Air Bawah Tanah
9.

Pajak Sarang Burung


Walet

338.334.000,00
10.000.000,00

98,48

420.603.952,00 124,32
9.050.000,00

90,50

Pajak Bea Perolehan Hak


10. Atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB).

1.600.000.000,00

2.185.384.155,00 136,59

Jumlah Tahun 2012

19.460.833.000,00

22.662.311.722,00 116,45

b. Retribusi Daerah
Retribusi

Daerah

Tahun

Anggaran

2012

dianggarkan

sebesar

Rp18.944.199.000.000,00 terealiasi sebesar Rp. 21.169.074.341,00 atau 111,74 %.


Realisasi Penerimaan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2012 sebagai berikut :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO
1.
a.
b.

c.

d.

e.

URAIAN
Retribusi Jasa Umum
Retribusi Pelayanan
Kesehatan
Retribusi Pelayanan
Persampahan/
Kebersihan
Retribusi Penggantian
Biaya KTP & Akte Catatan
Sipil
Retribusi Pelayanan
Pemakaman &
Pengabuan Mayat
Retribuasi Pelayanan
Parkir di tepi Jalan umum

f. Retribusi Pelayanan
Pasar
g. Retribusi Pengujian
Kendaraan Bermotor
h. Retribusi Pemeriksaan
2.

Alat Pemadam Kebakaran


Retribusi Jasa Usaha
a. Retribusi Pemakaian
Kekayaan Daerah

b. Retribusi Pasar Grosir /


Pertokoan
c. Retribusi Terminal
d. Retribusi Tempat Khusus
Parkir
e. Retribusi Penyediaan
dan/atau Penyedotan
Kakus
f. Retribusi Rumah Potong
Hewan
g. Retribusi Tempat
Rekreasi dan Olahraga
h. Retribusi Pengolahan
Limbah Cair
3.
Retribusi Perizinan
Tertentu
a. Retribusi Izin Mendirikan
Bangunan
b. Retribusi Izin
Gangguan/Keramaian
c. Retribusi Izin Trayek
d. Retribusi Perizinan
Gangguan/ HO
e. Retribusi Izin Peruntukan
Penggunaan Tanah

ANGGARAN(Rp.)
13.451.697.000,00
7.543.631.000,00
138.653.000,00

Hal. 28

REALISASI(Rp.)

14.310.250.189,00

106,38

8.170.206.787,00 108,31
126.652.600,00

91,35

1.761.079.000,00

1.957.468.500,00 111,15

2.200.000,00

4.394.000,00 199,73

669.202.000,00

669.202.000,00 100,00

2.337.782.000,00

2.280.510.802,00

97,55

995.000.000,00

1.097.655.000,00

110,32

4.150.000,00

4.160.500,00 100,25

4.420.002.000,00

5.698.210.564,00 128,92

2.594.595.000,00

3.368.801.914,00 129,84

390.807.000,00

405.401.400,00 103,73

345.000.000,00
90.000.000,00

359.130.000,00 104,10
94.387.500,00 104,88

30.000.000,00

30.307.500,00 101,03

47.000.000,00

58.461.500,00 124,39

922.600.000,00

1.381.720.750,00 149,76

0,00

0,00

0,00

1.072.500.000,00

1.160.613.588,00 108,22

587.500.000,00

670.621.112,00 114,15

0,00
30.000.000,00

0,00

0,00

42.680.000,00 142,27

455.000.000,00

447.312.476,00

98,31

0,00

0,00

0,00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

Hal. 29

REALISASI(Rp.)

f.

Retribusi Tanda Daftar


dan Izin Usaha Industri

0,00

0,00

0,00

g.

Retribusi Tanda Daftar


Perusahaan

0,00

0,00

0,00

h.

Retribusi Izin Usaha


Perdagangan

0,00

0,00

0,00

Pengawasan Norma,
i. Keselamatan dan
Kesehatan kerja

0,00

0,00

0,00

Pelayanan Administrasi /
Leges

0,00

0,00

0,00

Jumlah Retribusi Daerah


Tahun. 2012

18.944.199.000,00

j.

21.169.074.341,00 111,74

c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan.


Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2012
dianggarkan sebesar Rp. 8.274.595.000,00 terealisasi sebesar Rp8.533.382.654,00
atau 103,13 %. Merupakan Bagian Laba Atas Penyertaan Modal pada Perusahaan
Milik Daerah pada SKPD BUMD, Hasil Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten
Sragen di Bank Jateng Cabang Sragen (PT BPD Jateng Cabang Sragen) pada
SKPD DPPKAD dan hasil dari Investasi Dana Bergulir pada Dinas Perindustrian
Koperasi dan UMKM dengan rincian sebagai berikut :
NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

1) BPUMD

6.359.995.000,00

6.357.888.558,00

2) DPPKAD

1.764.600.000,00

1.942.994.096,00 110,11

150.000.000,00

232.500.000,00 155,00

8.274.595.000,00

8.533.382.654,00 103,13

3)

Dinas Perindustrian,
Koperasi dan UMKM
Jumlah Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan Tahun
Anggaran 2012

99,97

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 30

Keterangan :
1) BPUMD
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan pada SKPD BPUMD
merupakan Bagian Laba Atas Penyertaan Modal pada Perusahaan Milik
Daerah. Pada Tahun Anggaran 2012 dianggarkan sebesar Rp 6.359.995.000,00
dan direalisasikan sebesar Rp. 6.357.888.558,00 atau 99,97% terdiri dari :
NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

1) BPUMD
a) Perusda Percetakan
b) PDAM

6.357.888.558,00

99,97

32.821.000,00

0,00

0,00

2.634.521.000,00

2.634.521.656,00 100,00

0,00

d) BPR Djoko Tingkir


e) BPR/BKK
f) Perusda Bengkel Terpadu

0,00

509.626.918,00 100,00

2.158.156.000,00

2.158.156.037,00 100,00

526.557.000,00

526.557.800,00 100,00

0,00

PT.GENTRADE

0,00

450.773.647,00 100,00

47.541.000,00

78.252.500,00 164,60

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan pada SKPD DPPKAD


merupakan Hasil Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Sragen di Bank
Jateng Cabang Sragen pada Tahun Anggaran 2012 yang dianggarkan sebesar
Rp. 1.764.600.000,00 direalisasikan sebesar Rp. 1.942.994.096,00 atau
110,11%
3) Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan pada SKPD Dinas
Perindustrian, Koperasi dan UMKM merupakan Hasil dari Investasi Dana
yang

pada

Tahun

Anggaran

2012

dianggarkan

sebesar

Rp150.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp. 232.500.000,00 atau


155,00%.

0,00

450.773.000,00

2) DPPKAD

Bergulir

0,00

509.626.000,00

g) BPR Syariah
Jasa Konsultasi Sukowati
h)
Mandiri

6.359.995.000,00

c) PD. PAL

REALISASI(Rp.)

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 31

d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah


Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Tahun Anggaran 2012 dianggarkan
sebesar Rp. 48.333.852.000,00 terealisasi sebesar Rp. 75.331.075.583,00 atau
155,86 % terdiri dari :
URAIAN
NO
1. Hasil Penjualan Aset Daerah yg
Tidak Dipisahkan
a.. Penjualan Kend.Dinas Bermotor
Roda 2
b. Penjualan Kend.Dinas Bermotor
Roda 4
c. Penjualan Drum Bekas

ANGGARAN(Rp.)
REALISASI(Rp.)
%
618.032.000,00 1.003.551.394,00 162,38
75.000.000,00

102.463.944,00 136,62

258.460.000,00

533.642.000,00 206,47

22.500.000,00

27.450.000,00 122,00

152.072.000,00

154.556.000,00 101,63

e. Penjualan Hasil Peternakan

40.000.000,00

110.039.450,00 275,10

f. Penjualan Hasil Perikanan

70.000.000,00

75.400.000,00 107,71

6.000.000.000,00

9.082.269.669,00 151,37

d. Penjualan Hasil Pertanian

2. Penerimaan Jasa Giro


3. Penerimaan Bunga Deposito
Tuntutan Ganti Kerugian (TGR)
4.
Daerah

0,00
22.000.000,00

5. Pendapatan SP 3
6. Pendapatan dari Penyelenggaraan

0,00

0,00

23.125.000,00 105,11

0,00

0,00

0,00

106.890.000,00

96.844.000,00

90,60

Pendidikan dan Pelatihan


7. Pendapatan dari jasa recovery

4.030.000,00

4.030.000,00 100,00

Fund/Pinjaman lainnya
8. Pendapatan Lain-lain yang Sah
Jumlah Lain-lain PAD Yang Sah

2.

41.582.900.000,00 65.121.255.520,00 156,61


48.333.852.000,00 75.331.075.583,00 155,86

Pendapatan Transfer (dari Pemerintah Pusat dan Provinsi)


Pendapatan

Transfer

pada

Tahun

Anggaran

2012

dianggarkan

sebesar

Rp1.109.864.710.000,00 terealisasi sebesar Rp. 1.128.084.871.656,00 atau 101,64 %


yang terdiri dari :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO

URAIAN

Hal. 32

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

886.407.865.000,00

890.241.506.456,00 100,43

37.523.487.000,00

41.278.019.456,00 110,01

838.063.000,00

917.172.000,00 109,44

c. Dana Alokasi Umum

778.668.035.000,00

778.668.035.000,00 100,00

d. Dana Alokasi Khusus

69.378.280.000,00

69.378.280.000,00 100,00

Transfer Pemerintah Pusat Dana Perimbangan

1.

a. Dana Bagi Hasil Pajak


b.

Dana Bagi Hasil Bukan


Pajak (Sumber Daya Alam)

Transfer Pemerintah Pusat


Lainnya

2.

a. Dana Otonomi Khusus


b. Dana Penyesuaian
Transfer Pemerintah
3.
Provinsi

4.

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

56.148.076.000,00

70.534.596.200,00 125,62

~ Pendapatan Bagi Hasil Pajak

56.148.076.000,00

70.534.596.200,00 125,62

Transfer Pemerintah PusatTambahan Penghasilan


Guru

167.308.769.000,00

167.308.769.000,00 100,00

167.308.769.000,00

167.308.769.000,00 100,00

Dana Alokasi Tambahan


~ Penghasilan Bagi Guru
PNSD

Jumlah Pendapatan Transfer 1.109.864.710.000,00 1.128.084.871.656,00 101,64

3. Lain-lain Pendapatan Yang Sah


Penerimaan dari Lain-lain Pendapatan yang Sah Tahun Anggaran 2012 dianggarkan
sebesar Rp. 53.645..065.000,00, realisasi sebesar Rp. 53.159.665.613,00 atau 99,10 %
terdiri dari :
NO

URAIAN

1. Pendapatan Hibah
2. Pendapatan Lainnya
Jumlah Lain-lain Pendapatan
Yang Sah Tahun Anggaran 2012

ANGGARAN(Rp.)
1.902.600.000,00

REALISASI(Rp.)
1.417.200.613,00

%
74,49

51.742.465.000,00

51.742.465.000,00 100,00

53.645.065.000,00

53.159.665.613,00

99,10

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 33

B. BELANJA
Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 dianggarkan sebesar Rp.
1.328.742.198.000,00, realisasi sebesar Rp. 1.197.434.071.270,00 atau 90,12 % dengan
perincian sebagai berikut :
NO

URAIAN

1.

Belanja Operasi

2.

Belanja Modal

3.

Belanja Tak Terduga

4.

Belanja Transfer
Jumlah Belanja Daerah
Tahun Anggaran 2012

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

1.123.137.374.000,00 1.070.743.102.531,00

%
95,34

173.287.181.000,00

125.506.270.939,00

72,43

31.565.543.000,00

485.038.000,00

1,54

752.100.000,00

699.659.800,00

93,03

1.328.742.198.000,00 1.197.434.071.270,00

90,12

1. Belanja Operasi dianggarkan sebesar Rp. 1.123.137.374.000,00, realisasi sebesar


Rp1.070.743.102.531,00 atau 95,34 % yang terdiri dari :

NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

a.

Belanja Pegawai

854.536.925.000,00

818.331.045.593,00

95,76

b.

Belanja Barang

176.761.005.000,00

162.731.241.738,00

92,06

c.

Belanja Hibah

36.330.824.000,00

35.573.456.500,00

97,92

d.

Belanja Bantuan Sosial

10.883.488.000,00

9.936.486.700,00

91,30

e.

Belanja Bantuan Keuangan

44.625.132.000,00

44.170.872.000,00

98,98

1.123.137.374.000,00 1.070.743.102.531,00

95,34

Jumlah Belanja Operasi


Tahun Anggaran 2012

Penjelasan masing-masing jenis belanja adalah sebagai berikut :


a.

Belanja Pegawai dianggarkan sebesar Rp. 854.536.925.000,00, realisasi sebesar


Rp. 818.331.045.593,00 atau 95,76 %, terdiri dari :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO

URAIAN

1)

Gaji dan Tunjangan

2)

Tambahan Penghasilan PNS

3)

ANGGARAN(Rp.)

Hal. 34

REALISASI(Rp.)

811.783.174.000,00

781.808.564.477,00

96,31

13.200.000.000,00

10.601.600.000,00

80,32

Blj.Penerimaan Lainnya
Pimpinan dan dan Anggota
DPRD serta KDH/WKDH.

2.920.000.000,00

2.873.744.894,00

98,42

4)

Biaya Pemungutan Pajak


Daerah

1.940.000.000,00

1.856.284.931,00

95,68

5)

Biaya Pemungutan Pajak


Retribusi Daerah

777.480.000,00

776.528.051,00

99,88

6)

Honorarium PNS

7)

Honorarium Non PNS

8)

Uang Lembur

9)

Belanja Beasiswa Pendidikan


PNS

10) Belanja Pegawai BLUD


Jumlah Belanja Pegawai Tahun
Anggaran 2012

b.

8.097.747.000,00

7.412.370.800,00

91,54

10.348.101.000,00

8.276.666.050,00

79,98

1.298.517.000,00

1.134.093.000,00

87,34

73.800.000,00

42.750.000,00

57,93

4.098.106.000,00

3.548.343.390,00

86,58

854.536.925.000,00

818.330.945.593,00

95,76

Belanja Barang
Belanja barang dianggarkan sebesar Rp. 176.761.005.000,00 dan telah
direalisasikan sebesar Rp. 162.731.241.738,00 atau 92,06 %, terdiri dari :

NO

URAIAN

1)

Belanja Bahan Pakai Habis


Kantor.

2)

Belanja Bahan/Material

3)

Belanja Jasa Kantor

4)

Belanja Premi Asuransi

5)

Belanja Perawatan Kendaraan


Bermotor

6)

Belanja Cetak dan


Penggandaan

7)

8)

ANGGARAN(Rp.)
6.636.249.050,00

REALISASI(Rp.)

6.403.427.742,00

96,49

7.919.792.100,00

7.724.631.467,00

97,54

29.050.282.500,00

26.128.967.979,00

89,94

754.280.000,00

580.145.400,00

76,91

6.302.070.500,00

5.643.748.875,00

89,55

6.268.609.350,00

5.867.859.295,00

93,61

Belanja Sewa Rumah/


Gedung/Gudang/Parkir

566.720.000,00

427.071.600,00

75,36

Belanja Sewa Sarana Mobilitas

548.050.000,00

469.830.000,00

85,73

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO

URAIAN
Belanja Sewa Perlengkapan
dan Peralatan Kantor

ANGGARAN(Rp.)

Hal. 35

REALISASI(Rp.)

1.039.586.000,00

877.156.000,00

84,38

10) Belanja Makanan dan Minuman

12.021.871.000,00

9.727.277.836,00

80,91

Belanja Pakaian Dinas dan


Atributnya

1.696.095.000,00

1.626.546.402,00

95,90

12) Belanja Pakaian Kerja

123.920.000,00

105.525.400,00

85,16

Belanja Pakaian Khusus dan


13)
hari-hari tertentu

234.535.000,00

211.244.000,00

90,07

14) Belanja Perjalanan Dinas

16.977.019.250,00

14.506.200.123,00

85,45

Belanja Kursus, Pelatiham


15) Sosialisasi dan Bimbingan
Teknis PNS

6.446.767.000,00

5.911.622.100,00

91,70

0,00

0,00

0,00

19.359.444.000,00

17.475.242.044,00

90,27

2.726.982.250,00

2.491.022.650,00

91,35

9)

11)

16) Belanja Pemulangan Pegawai


17) Belanja Pemeliharaan
18) Belanja Jasa Konsultasi
19) Belanja Barang dan Jasa BLUD

45.456.707.000,00

45.070.084.102,00 99,15

Belanja Barang yang akan


20) Diserahkan
Kepada
Masyarakat/Pihak ketiga.

12.632.025.000,00

11.483.638.723,00

90,91

Jumlah Belanja Barang dan


Jasa Tahun 2012

176.761.005.000,00

162.731.241.738,00

92,06

b.

Belanja Hibah
Belanja Hibah dianggarkan sebesar Rp. 36.330.824.000,00 dan direalisasikan
Rp35.573.456.500,00 atau 97,92 %, terdiri dari :

NO

URAIAN

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

1)

Belanja Hibah kepada Badan/


Lembaga/Organisasi Swasta.

15.226.124.000,00

14.848.756.500,00

97,52

2)

Belanja Hibah kepada Kelompok


Masyarakat/ Perorangan

21.104.700.000,00

20.724.700.000,00

98,20

Jumlah Belanja Hibah Tahun


Anggaran 2012

36.330.824.000,00

35.573.456.500,00

97,92

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

c.

Hal. 36

Belanja Bantuan Sosial


Belanja Bantuan Sosial dianggarkan sebesar Rp. 10.883.488.000,00 dan telah
direalisasikan sebesar Rp. 9.936.486.700,00 atau sebesar 91,30 %. Belanja
Bantuan sosial Tahun Anggaran 2012, terdiri dari:
NO

URAIAN
Belanja Bantuan Sosial
1) Organisasi
Kemasyarakatan.

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

8.498.100.000,00

8.119.100.000,00

95,54

Belanja Bantuan Sosial


2) Kepada Anggota
Masyarakat.

1.572.500.000,00

1.004.500.000,00

63,88

Belanja Bantuan Sosial


Partai Politik.

812.888.000,00

3)

Jumlah Belanja Bantuan


Sosial Tahun Anggaran
2012

10.883.488.000,00

812.886.700,00 100,00

9.936.486.700,00

91,30

d. Belanja Bantuan Keuangan


Dianggarkan sebesar Rp. 44.625.132.000,00 dan telah direalisasikan sebesar
Rp44.170.872.000,00 atau 98,98 % merupakan Bantuan Keuangan kepada
Desa,yang diperuntukkan :
URAIAN
ANGGARAN(Rp.)
1) Alokasi Dana Desa (ADD).

NO

8.496.042.000,00

2) Penghasilan tetap untuk


kepala desa dan
perangkat desa.
3) Panitia pengisian
perangkat desa.
4) Penyelenggaraan
Pemerintah Desa Gilirejo
Baru.
5) PJ Perangkat Desa
Gilirejo Baru.
6) Sewa tanah kas Desa
Gondang.
7) Untuk RT dan RW.
8) Pemilihan kepala desa
9) Peningkatan Infrastruktur
pedesaan.
Jumlah Belanja Bantuan
Keuangan TA 2012

22.542.450.000,00

REALISASI(Rp.)

8.496.042.000,00 100,00

22.195.190.000,00

98,46

71.000.000,00

69.000.000,00 97,18

16.840.000,00

16.840.000,00 100,00

9.600.000,00

9.600.000,00 100,00

4.000.000,00

4.000.000,00 100,00

3.640.200.000,00
45.000.000,00

3.550.200.000,00 97,53
30.000.000,00 66,67

9.800.000.000,00

9.800.000.000,00 100,00

44.625.132.000,00

44.170.872.000,00 98,98

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

2.

Hal. 37

Belanja Modal Tahun Anggaran 2012 dianggarkan sebesar Rp. 173.287.181.000,00


realisasi sebesar Rp. 125.506.270.939,00 atau 72,43 % yang terdiri dari :
NO

ANGGARAN(Rp.)

REALISASI(Rp.)

a. Belanja Tanah

1.345.000.000,00

1.138.587.105,00

84,65

b. Belanja Peralatan dan Mesin

47.120.165.800,00

40.147.262.139,00

85,20

c. Belanja Bangunan dan Gedung

85.318.144.200,00

49.728.834.400,00

58,29

Belanja Jalan, Irigasi dan


Jaringan

34.145.213.000,00

29.378.696.520,00

86,04

e. Belanja Aset Tetap Lainnya

5.358.658.000,00

5.112.890.775,00

95,41

Jumlah Belanja. Modal Tahun


173.287.181.000,00 125.506.270.939,00
Anggaran 2012

72,43

d.

3.

URAIAN

Belanja

Tak

Terduga

Tahun

Anggaran

2012

dianggarkan

sebesar

Rp31.565.543.000,00, realisasi sebesar Rp. 485.038.000,00 atau 1,54 %. Realisasi


belanja tak terduga tersebut dipergunakan untuk pengembalian sisa Dana Penguatan
dan Percepatan Infrastruktur Daerah (DPPID) Tahun 2011 ke Kas Negara pada Tahun
2012.
4.

Belanja Tranfer Tahun Anggaran 2012 dianggarkan sebesar Rp. 752.100.000,00,00


realisasi sebesar Rp. 699.659.800,00 atau 93,03 % yang terdiri dari :
NO
URAIAN
a. Belanja bagi hasil pajak
daerah kepada
pemerintahan
desa/kelurahan
b. Belanja bagi hasil retribusi
pemakaian jalan
kabupaten/portal
c. Belanja bagi hasil pajak
daerah kepada
pemerintahan

ANGGARAN(Rp.)

600.000.000,00

144.000.000,00

8.100.000,00

REALISASI(Rp.)

599.996.800,00 99,999

91.563.000,00

63,59

8.100.000,00 100,00

desa/kelurahan
Jumlah Belanja Transfer
Tahun Anggaran 2012

752.100.000,00

699.659.800,00

93,03

C. SURPLUS/DEFISIT
Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen pada pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012, telah merealisasikan Pendapatan Daerah sebesar

Hal. 38

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Rp.1.308.940.381.569,00
Rp1.258.523.254.000,00

dari
atau

Target
104,01

Anggaran
%

dan

Pendapatan

Belanja

Daerah

sebesar
sebesar

Rp1.197.434.071.270,00 dari Target Anggaran Belanja sebesar Rp. 1.328.742.198.000,00


atau 90,12 % sehingga terjadi surplus pendapatan sebesar Rp. 111.506.310.299,00 yang
semula dianggarkan defisit sebesar Rp. 70.218.944.000,00. Dengan demikian selama
Tahun Anggaran 2012 Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen telah memaksimalkan target
pendapatan daerah tanpa menambah beban masyarakat, dan dapat mengefisiensikan
Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Sragen.

D. PEMBIAYAAN
Pembiayaan Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 dianggarkan sebesar
Rp. 81.434.990.000,00, realisasinya sebesar Rp. 81.434.990.445,00 atau 100,00 %, yang
terdiri dari:
1. Penerimaan Daerah
Penerimaan Daerah dalam Pembiayaan Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran
2012

dianggarkan

sebesar

Rp.

91.583.990.000,00,

realisasi

sebesar

Rp91.583.990.445,00 atau 100,00 % yang merupakan realisasi Penggunaan Sisa


Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2011.
2. Pengeluaran Daerah
Pengeluaran Daerah dalam Pembiayaan Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran
2012

dianggarkan

sebesar

Rp.

10.149.000.000,00,

direalisasikan

sebesar

Rp10.149.000.000,00 atau 100,00 % dengan rincian realisasi sebagai berikut :


a. Penyertaan Modal (Investari) Pemerintah Daerah (PMPD) dianggarkan sebesar
Rp. 9.549.000.000,00, realisasi sebesar Rp. 9.549.000.000,00 atau 100,00 % yang
terdiri dari :
1) Pemenuhan Modal Disetor ke Bank Jateng

Rp. 2.444.000.000,00

2) Penyertaan Modal dari penarikan tunggakan

Rp. 171.000.000,00

Merah di Bank Jateng


3) Cad. penyertaan modal tujuan

Rp.

484.000.000,00

Bank Jateng
4) PMPD kepada PD. BKK Karangmalang

Rp. 2.000.000.000,00

5) PMPD kepada BPR Syariah

Rp. 1.000.000.000,00

6) PMPD kepada BPR Djoko Tingkir

Rp. 1.000.000.000,00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

7) PMPD kepada PD. BKK Tanon

Hal. 39

Rp.

400.000.000,00

8) PMPD kepada PT. Gentrade

Rp.

100.000.000,00

9) PMPD kepada PDAM

Rp.1.950.000.000,00
_________________

Jumlah

Rp. 9.549.000.000,00

b. Pembayaran Pokok Utang dianggarkan sebesar Rp. 600.000.000,00 direalisasikan


sebesar Rp. 600.000.000,00 atau 100,00 % adalah pengembalian sisa pokok utang
dana talangan pembelian gabah petani (LUEP) kepada Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah pada tahun 2012.

E. SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA)


Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012
sebesar Rp. 192.941.300.744,00 dengan perhitungan sebagai berikut :
NO

URAIAN

REALISASI (Rp)

1.

Pendapatan

1.308.940.381.569,00

2.

Belanja (Belanja + Transfer)

1.197.434.071.270,00

3.

Surplus / Defisit ( 1 - 2 )

4.

PenerimaanDaerah

91.583.990.445,00

5.

Pengeluaran Daerah

10.149.000.000,00

6.

Pembiayaan netto ( 4 - 5 )

7.

SILPA ( 3 + 6 )

111.506.310.299,00

81.434.990.445,00
192.941.300.744,00

Rincian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp. 192.941.300.744,00 dalam
pelaksanaan APBD Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 adalah sebagai berikut :

NO
1.
2.

URAIAN
Kas di Kas Daerah
Kas di Rekening RSUD Kabupaten Sragen
Jumlah SILPA Tahun 2012

REALISASI (Rp)
176.122.111.411,00
16.819.189.333,00
192.941.300.744,00

Kas di Kas Daerah senilai Rp. 176.122.111.411,00 yang tertera pada rincian SILPA nomor
1 (satu) tersebut, secara riil senilai Rp. 164.906.066.059,00 merupakan Giro Rekening Kas
Umum Daerah (RKUD). Terdapat selisih sebesar Rp. 11.216.045.352,00 dengan
keterangan :
a. Bagian dari Kas Daerah Kabupaten Sragen yang berupa Deposito Pemerintah
Kabupaten Sragen berjangka waktu 1 (satu) bulan pada BPR Djoko Tingkir senilai
Rp11.729.500.000,00 yang sewaktu-waktu dapat diperpanjang secara otomatis.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 40

b. Deposito senilai Rp. 11.729.500.000,00 dicairkan sepihak (tanpa persetujuan


Pemerintah Kabupaten Sragen) oleh BPR Djoko Tingkir yaitu pada :
1)

Tanggal 2 Juli 2011 senilai

Rp. 7.829.500.000,00

(sesuai Berita Acara BPR Djoko Tingkir


tanggal 2 Juli 2011).
2)

Tanggal 6 Juli 2011 senilai

Rp. 3.386.545.352,00

(sesuai Berita Acara BPR Djoko Tingkir


tanggal 6 Juli 2011).

___________________

Jumlah
3)

Rp. 11.216.045.352,00

Sisa Deposito senilai Rp. 513.454.648,00 telah disetor ke Rekening Kas Umum
Daerah Kabupaten Sragen pada tanggal 6 Juli 2011.

Berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan Jawa Tengah Nomor : 328/LHP.BPK/XVIIISMG/05/2012 tanggal 23 Mei 2012 terkait dengan Ketekoran Kasda Kabupaten
Sragen sebesar Rp.11.216.045.352,00 dalam proses Peradilan Tipikor di Tingkat
Kasasi telah diputus oleh Majelis Hakim Agung sebagai berikut :
1) Terhadap Sdr.UNTUNG SARONO WIYONO SUKARNO, SH berdasarkan
Petikan Putusan Perkara Nomor : 1361.K/PID.SUS/2012 tanggal 18 September
2012

dibebani

hukuman

untuk

membayar

uang

pengganti

sebesar

Rp.10.501.445.352,00
2) Terhadap Sdri. SRI WAHYUNI, SE. MM. berdasarkan Petikan Putusan Perkara
Nomor : 1552.K/PID.SUS/2012 tanggal 14 Oktober 2012 dibebani hukuman untuk
membayar uang pengganti sebesar Rp.110.000.000,00
Jumlah uang pengganti tersebut diatas oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah belum
dilaksanakan eksekusi terhadap yang bersangkutan, sehingga Pemerintah Kabupaten
Sragen belum dapat menindaklanjuti LHP BPK RI Nomor 32/LHP.BPK/XVIIISMG/05/2012 tanggal 23 Mei 2012.
Upaya

yang

dilaksanakan

Pemerintah

Kabupaten

Sragen

selanjutnya

mengirimkan surat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dengan Surat
Nomor: 700/139/011/213 tanggal 15 Februari 2013 perihal Tindak Lanjut Putusan
Pengadilan yang sudah mempunyai Kekuatan Hukum Tetap dan melalui Surat Bupati
Sragen Nomor : 700/184/011/2013 tanggal 7 Maret 2013 perihal Tindak Lanjut LHP
BPK RI Perwakilan Jawa Tengah terkait ketekoran Kasda Kabupaten Sragen, yang
sampai saat ini belum ada jawaban atau tanggapan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa

Hal. 41

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Tengah. Sedangkan selisih kerugian daerah sebesar Rp.604.600.000,00 sampai saat ini
belum ada kejelasan siapa yang harus bertanggung, karena dalam amar putusan
perkara

Nomor

79/PID/SUS/2011/PN-TIPIKOR.Smg.

a.n.

Terdakwa

Sdr.

KOESHARDJONO BIN KOESNINDAR HADI SOEHARTO tidak dibebani untuk


membayar uang pengganti Kerugian Kasda sebesar Rp.604.600.000,00.
Disisi lain terkait ketekoran Kasda Pemerintah Kabupaten Sragen sebesar
Rp.11.216.045.352,00 terdapat uraian dakwaan/ tuntutan jaksa penuntut umum yang
inkonsistensi sebagai berikut :
1) Dalam dakwaan perkara Nomor : 78/Pid.Sus/2011/PN-TIPIKOR-Smg. An.
Terdakwa Sdr. H. UNTUNG SARONO WIYONO SUKARNO, SH. yang
dibacakan oleh penuntut umum di persidangan bahwa terdakwa didakwa dalam
dakwaan PRIMAIR. Khususnya pada angka 13; bahwa perbuatan terdakwa telah
memperkaya diri terdakwa sendiri sebesar Rp.20.875.258.750,00 dan memperkaya
orang lain yaitu Sdr. Drs. KOESHARDJONO sebesar sekitar Rp.604.600.000,00
dan Sdri. Sri Wahyuni, SE.,MM. sebesar sekitar Rp.110.000.000,00
2) Dalam tuntutan pidana Nomor : 79/Pid.Sus/2011/PN-TIPIKOR-Smg an. Terdakwa
Sdr. Drs. KOESHARDJONO BIN KOESNINDAR HADI SOEHARTO tidak
dituntut

untuk

membayar

uang

pengganti

kerugian

Negara

sebesar

Rp.604.600.000,00. Terkait perkara ini dibebankan kepada terdakwa lainnya yaitu


terdakwa UNTUNG WIYONO.

Sehubungan dengan fakta-fakta tersebut diatas Pemerintah Kabupaten Sragen


mengalami kesulitan dalam menindaklanjuti LHP BPK RI Perwakilan Jawa Tengah
Nomor : 32 B/LHP BPK/XVIII-Smg/05/2012 tanggal 23 Mei 2012, khususnya terkait
dengan ketekoran Kasda sebesar Rp.11.216.045.352,00.

c. Sisa kas Giro Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) senilai Rp. 164.906.066.059
terdiri dari :
1)

Sisa DAK Tahun 2011

Rp.

2)

Sisa DAK Tahun 2012

Rp. 37.420.491.080,00

a) Dinas Pendidikan

Rp. 33.174.070.000,00

b) Dinas Kesehatan

Rp.

c) DPU

Rp. 2.975.718.555,00

d) Dishubkominfo

Rp.

164.610.185,00

2.000.000,00

1.640.738.466,00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

e) BLH

Rp.

f) KBPMD

Rp.

2.030.000,00

g) Dinas Pertanian

Rp.

374.678.860,00

h) Hutbun

Rp.

52.205.455,00

i) Disnakan

Rp.

645.495.525,00

Hal. 42

29.682.500,00

3)

Sisa Dana Sertifikasi Tahun 2012

Rp. 12.397.352.600,00

4)

Sisa Dana Non Sertifikasi Tahun 2012

Rp.

2.790.250.000,00

5)

Sisa Dana Sertifikasi Tahun 2011

Rp.

5.869.402.838,00

6)

Sisa Dana Non Sertifikasi Tahun 2011

Rp.

1.001.500.000,00

7)

Sisa Dana BOS Tahun 2011

Rp.

598.006.000,00

8)

Sisa Dana Cukai Tahun 2012

Rp.

326.815.000,00

9)

Sisa Dana Kegiatan Pepustakaan dr CSR

Rp.

12.774.485,00

10) Sisa Belanja Gaji dan Tunjangan PNSD

Rp.

7.652.807.701,00

11) Sisa Dana Belanja Tidak Terduga

Rp. 31.080.505.000,00

12) Sisa Dana Kegiatan Lainnya/Sisa Tender dll

Rp. 64.115.422.889,00

Bank Jateng.

2012

F. ASET

Rp

2.125.310.976.934,94

2011
Rp

1.884.861.252.215,53

Nilai Aset pada Neraca Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen posisi per 31 Desember
2012 sebesar Rp. 2.125.310.976.934,94
Terdiri dari :

1. Aset Lancar

Rp

2012
2011
208.808.987.084,81 Rp 112.475.063.248,17

Aset Lancar pada Neraca Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen posisi

per 31

Desember 2012 senilai Rp. 208.808.987.084,81 dapat dijelaskan dengan rincian


sebagai berikut :
a. Kas di Kas Daerah

Rp.

176.122.111.411,00

Rp.

164.906.066.059,00

Rp.

11.216.045.352,00

Dengan perincian sebagai berikut :


1) Rekening Giro RKUD pada BPD Jateng
Cab. Sragen
2) Deposito pada BPR Joko Tingkir

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 43

Deposito pada BPR Joko Tingkir semula senilai


Rp. 11.729.500.000,00 dicairkan sepihak (tanpa
persetujuan Pemerintah Kabupaten Sragen) oleh
BPR

Djoko

Tingkir

senilai

Rp.11.216.045.352,00. Sisa Deposito senilai Rp.


513.454.648,00 telah disetor ke Rekening Kas
Umum Daerah Kab. Sragen pada tanggal 6 Juli
2011 (penjelasan selengkapnya pada Rincian
SILPA nomor 1 huruf E).
b. Rekening Bank pada BLUD RSUD Kab. Sragen

Rp.

16.819.189.333,00

c. Kas di Bendahara Penerimaan

Rp.

418.401.320,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Kas di Bendahara


Penerimaan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen
yang diperoleh dari penerimaan Askes bulan Oktober
s/d Desember 2012 yang belum disetor ke Kas
Daerah

sampai

dengan

akhir

bulan

Desember 2012.
d. Piutang Lain-lain

Rp.

3.981.308.166,00

Jumlah tersebut merupakan saldo piutang yang


dimiliki

Pemerintah

Kabupaten

Sragen

per

31 Desember 2012 yang dikelola oleh masing-masing


Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan rincian
sebagai berikut :
1) Bagian Usaha Milik Daerah (BUMD) - LPEK

Rp.

104.641.876,00

2) Rumah Sakit Umum Daerah

Rp.

3.076.666.290,00

a) Piutang Pasien Umum

Rp.

101.226.118,00

b) Piutang Kerjasama

Rp.

75.846.983,00

c) Piutang Klaim Askes PNS

Rp.

742.109.950,00

d) Piutang pada Klaim Askes Gakin /

Rp.

2.157.483.239,00

Rp.

800.000.000,00

terdiri dari :

JPKMM/JAMKESMAS
3) Kantor Ketahanan Pangan
(Piutang LUEP).

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

e. Persediaan

Rp.

Hal. 44

11.467.976.854,81

Jumlah tersebut merupakan nilai persediaan pada Neraca Pemerintah Daerah


Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 yang terdiri dari :
NO

URAIAN

2012(Rp.)

2011 (Rp.)

1 Persediaan Farmasi

8.548.833.449,92

8.456.748.256,47

2 Persediaan Alat Kesehatan

1.570.313.348,89

1.040.057.598,69

3 Persediaan Bahan Laborat

61.309.509,50

371.819.688,98

4 Persediaan Alat Tulis Kantor

27.791.673,00

21.521.174,00

5 Persediaan Alat Listrik


6 Persediaan Barang Cetak
7 Persediaan Karcis
Persd. Stiker Tanda samping
8
Kendaraan
9 Persediaan Buku Uji dan Plat Uji
10 Persediaan Bibit Tanaman
11 Persediaan lainnya

5.473.500,00

4.884.280,00

583.073.273,00

313.698.558,00

62.015.460,00

67.134.512,50

13.620.150,00

16.860.800,00

33.646.900,00

25.816.043,00

26.162.500,00

6.700.900,00

245.769.500,00

367.435.000,00

12 Persediaan Bahan Batik

2.489.050,00

4.281.050,00

13 Persediaan Bahan PDH

19.796.000,00

23.280.500,00

14 Persediaan Alat Pembersih

936.000,00

860.750,00

15 Persediaan Alat Rumah Tangga

161.800,00

3.915.150,00

15.370.116,00

33.185.089,00

0,00

5.435.650,00

251.214.624,50

207.162.418,63

11.467.976.854,81

10.970.797.419,27

16 Persediaan Bahan Makanan


Persediaan Leges, Perhelatan
17
dan Portal
18 Persediaan Obat Gigi
Jml Persed. per 31 Desember
2012

2. Investasi Jangka Panjang

No.

URAIAN

1 Investasi Non Permanen


2 Investasi Permanen
Jumlah Investasi Jangka Panjang

2012 (Rp.)

2011 (Rp.)

8.478.490.450,00

8.607.914.250,00

95.768.612.283,87

84.716.046.229,79

104.247.102.733,87

93.323.960.479,79

Jumlah tersebut merupakan saldo investasi jangka panjang yang dimiliki oleh
Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan nilai Investasi
jangka panjang pada Neraca Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 45

2012 dibandingkan dengan Neraca Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen per 31


Desember 2011 adalah sebagai berikut :

NO

URAIAN

Jumlah (Rp)

Saldo Investasi Jangka Panjang


per 31 Desember 2011
Realisasi Penyertaan Modal Tahun 2012
Penyesuaian pengurangan atas ternak domba
dan sapi serta kelinci yang digulirkan ke
masyarakat tetapi mati pada waktu dipelihara.
Penyesuaian Penambahan nilai Investasi
Permanen 2012 atas kepemilikan daerah sesuai
data BPUMD 2012.
Penyesuaian Pengurangan nilai Investasi
Permanen 2012 atas kepemilikan daerah sesuai
data BPUMD 2012.
Saldo Investasi Jangka Panjang
per 31 Desember 2012

2
3

Investasi Jangka Panjang Tahun 2012 senilai

93.323.960.479,79
9.549.000.000,00
(129.423.800,00)

3.422.251.167,59

(1.918.685.113,51)

104.247.102.733,87

Rp.

104.247.102.733,87

Rp.

8.478.490.450,00

adalah sebagai berikut :


a. Investasi Non Permanen

Jumlah tersebut merupakan saldo investasi non permanan pada neraca Pemerintah
Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012.
Perubahan nilai Investasi Non Permanen pada Neraca Pemerintah Daerah
Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 dibandingkan dengan Neraca Pemerintah
Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut :
NO

URAIAN

Saldo Investasi Non Permanen


per 31 Desember 2011
Penyesuaian pengurangan 197 ekor ternak
yang mati pada Tahun 2012

8.607.914.250,00

Saldo Investasi Non Permanen


per 31 Desember 2012

8.478.490.450,00

3
3

Jumlah (Rp)

129.423.800,00

Penyesuaian pengurangan 197 ekor ternak yang mati pada Tahun 2012 senilai
Rp129.423.800,00 dengan perincian sebagai berikut :

Hal. 46

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Uraian

Nilai per
31 Des 2011
ekor

Rp.

Pengurangan
Tahun 2012
ekor

Rp.

Nilai per
31 Des 2012
ekor

Rp.

Induk Sapi

79

563.650.000

(23.250.000)

76

540.400.000

Sapi Perah

24.500.000

(12.250.000)

12.250.000

Domba (RPPK)

183

99.809.200

95

(50.704.950)

88

49.104.250

Domba (Bansos)

100

39.985.000

35

(13.994.750)

65

25.990.250

15

7.470.000

15

(7.470.000)

147

102.746.050

24

(17.194.100)

123

85.551.950

Kambing

49

34.594.000

Kelinci

24

4.560.000

24

599

877.314.250

Domba (P2KP)
Domba

Jumlah Total

49

34.594.000

(4.560.000)

197 (129.423.800)

402

747.890.450

Investasi Non Permanen pada Neraca Daerah Kabupaten Sragen senilai Rp8.478.490.450,00
terdiri dari :

Hal. 47

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

URAIAN
NO
1 Dinas Perindustrian, Koperasi dan
UMKM

Rp

2012 (Rp)
2011 (Rp)
7.650.000.000 Rp 7.650.000.000

a. Lembaga Keuangan Pasar

Rp 1.200.000.000

Rp 1.200.000.000

~ Penyertaan Tahun 2004

Rp

700.000.000

Rp

700.000.000

~ Penyertaan Tahun 2005

Rp

500.000.000

Rp

500.000.000

~ Penyertaan Tahun 2006

Rp

Rp

~ Penyertaan Tahun 2007

Rp

Rp

b. BLU Micro Finance


~ Tahun 2007
~ Tahun 2008
c. Galery Batik
~ Tahun 2007
2 DinasPeternakan dan Perikanan
a. Modal Bergulir berupa Ternak
Domba
Modal Bergulir berupa Ternak
b.
Induk Sapi
Modal Bergulir berupa Ternak
d.
Kambing
Modal Bergulir berupa Ternak
f.
Kelinci
3 Bagian Pemberdayaan Perempuan
Setda Kab. Sragen
~ Organisasi Wanita
~ Kelompok Perempuan Produktif
~ Modal Usaha Kelompok Pelatihan
Jumlah Investasi Non Permanen
Tahun 2012

b. Investasi Permanen

Rp 6.350.000.000 Rp 6.350.000.000
Rp 4.350.000.000 Rp 4.350.000.000
Rp 2.000.000.000 Rp 2.000.000.000
Rp
100.000.000 Rp
100.000.000
Rp
100.000.000 Rp
100.000.000
Rp
747.890.450 Rp
877.314.250
Rp
160.646.450 Rp
250.010.250
Rp

552.650.000 Rp

588.150.000

Rp

34.594.000

Rp

34.594.000

Rp
Rp

- Rp
80.600.000 Rp

4.560.000
80.600.000

Rp
Rp
Rp

24.000.000
46.600.000
10.000.000

24.000.000
46.600.000
10.000.000

Rp 8.478.490.450

Rp.

Rp
Rp
Rp

Rp 8.607.914.250

95.768.612.283,87

Jumlah Investasi Permanen tersebut merupakan nilai Penyertaan Modal Pemerintah


Daerah (PMPD) pada Neraca Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012
yang terdapat di perusahaan-perusahaan daerah dengan rincian sebagai berikut :
1) DPPKAD Kabupaten Sragen

Rp.

13.365.000.000,00

PMPD pada Bank Jateng Cabang Sragen (Dasar


Penyertaan Perda Pemerintah Tingkat I Jateng
Nomor 6 Tahun 1999 tanggal 14 April 1999,
dihitung berdasarkan jumlah nilai sertifikat
saham yang dimiliki Pemerintah Kabupaten
Sragen)
2) Setda-Bagian BUMD
yang terdiri dari :

Rp.

82.268.612.283,87

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

a) BPR/BKK di Kabupaten Sragen


(Dasar

Penyertaan

Perda

Hal. 48

Rp.

17.604.084.880,00

Rp.

11.826.830.889,00

Pemerintah

Tingkat I Jateng Nomor 4 Tahun 1995)


b) BPR Joko Tingkir
(Dasar Penyertaan Perda Pemerintah Kab.
Sragen Nomor 14 Tahun 2000)
c) PD Perbengkelan Kabupaten Sragen

Rp.

13.182.597.659,15

(Dasar Penyertaan : Surat Keputusan Bupati


Nomor 551.2/06/193 Tahun 1991)
d) PD Percetakan Daerah Kabupaten

Rp.

5.339.828.751,86

Sragen dan Media Center


(Dasar Penyertaan Perda Pemerintah Kab.
Sragen Nomor 5 Tahun 1971)
e) PDAM Kabupaten Sragen

Rp.

28.219.816.582,78

Rp.

0,00

g) BPR Syariah Tahun 2007 & 2009

Rp.

4.850.892.338,80

h) PT. Rekayasa Mandiri & PT. Gentra

Rp.

851.074.603,28

Rp.

393.486.579,00

Rp.

35.000.000,00

Rp.

100.000.000,00.

(Dasar Penyertaan Perda Kabupaten Sragen


Nomor 10 Tahun 1990, serta Berita Acara
Serah Terima Pengelolaan Prasarana dan
Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih dari
Pemimpin

Proyek

Pengelolaan

Air

Penyediaan

Bersih

Propinsi

dan
Jawa

Tengah kepada Dirut PDAM Kab. Sragen


Nomor : 35/BA/PPSAB-/1996

tanggal 20

Nopember 1996) serta tambahan penyertaan


setelah tanggal tersebut.
f) PD Pelopor Alam Lestari Tahun 2007,
2008 dan 2009

Tahun 2007
i)

PT. Jasa Konsultasi Sukowati Mandiri


Tahun 2008 & 2009

3) PT. Solo Raya Promosi Surakarta


Tahun 2006.
4) PT. Pusat Rekreasi dan Promosi
Pembangunan Jateng di Semarang Tahun 1995.

Hal. 49

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Investasi Permanen pada Tahun 2012 di Bank Jateng Cabang Sragen dicatat
dengan metode biaya sedangkan Investasi Permanen pada BPUMD berdasarkan
prosentase saham kepemilikan Pemerintah Daerah di atas 20 % dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
Perubahan nilai Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Neraca Pemerintah
Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 dibandingkan dengan nilai pada
Neraca per 31 Desember 2011 secara umum diuraikan sebagai berikut :
NO

1
2
3
4
5

URAIAN

REALISASI (Rp)

Saldo Penyertaan Modal Pemerintah Daerah per 84.716.046.229,79


per 31 Desember 2011
Kapitalisasi dari Realisasi Penyert. Modal th 2012 9.549.000.000,00
Penyesuaian Penambahan nilai Investasi 2012
Penyesuaian Pengurangan nilai Investasi 2012
Saldo investasi Permanen/Penyertaan Modal per
31 Desember 2012

3.422.251.167,59
(1.918.685.113,51)
95.768.612.283,87

Keterangan :
x

Kapitalisasi dari Realisasi Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah


Tahun 2012 sebesar Rp. 9.549.000.000,00 yaitu untuk PMPD pada :
a. Bank Jateng Cabang Sragen

Rp . 3.099.000.000,00

Yang terdiri dari :


1)

Pemenuhan modal disetor

Rp. 2.444.000.000,00

2)

Dari penarikan tunggakan merah

Rp. 171.000.000,00

3)

Cadangan penyertaan modal tujuan

Rp. 484.000.000,00

b. BKK Karangmalang

Rp. 2.000.000.000,00

c. BKK Tanon

Rp. 400.000.000,00

d. BPR Djoko Tingkir

Rp. 1.000.000.000,00

e. BPR Syariah

Rp. 1.000.000.000,00

f. PDAM

Rp. 1.950.000.000,00

g. PT. Gentrade

Rp. 100.000.000,00

Penyesuaian Penambahan

nilai Investasi 2012 sebesar Rp. 3.422.251.167,59

merupakan penyesuaian nilai investasi permanen tahun 2012 atas kepemilikan


daerah sesuai data BPUMD pada :
1)

BPR Djoko Tingkir

Rp. 689.280.197,00

Hal. 50

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

2)

BKK Karangmalang

3)

BKK Tanon

Rp. 2.220.833.166,30
Rp. 512.137.804,29

Penyesuaian

Pengurangan

nilai

Investasi

2012

sebesar

Rp1.918.685.113,51 merupakan penyesuaian nilai investasi permanen tahun 2012


atas kepemilikan daerah sesuai data BPUMD pada :
PDAM

Rp. 1.279.288.783,66

PD. Percetakan dan Penerbitan

Rp.

44.577.891,92

PD. Bengkel Terpadu

Rp.

137.343.860,42

PT. BPR Syariah

Rp.

334.621.572,28

PT Gentrade

Rp.

110.011.885,23

PT. Jasa Konsultasi Sukowati Mandiri

Rp.

12.841.120,00

2012
Rp 1.808.894.317.373,26

3. Aset Tetap

Jumlah tersebut merupakan nilai

Aset tetap

2011
Rp 1.675.101.468.487,57

pada neraca

Pemerintah Daerah

Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 yang terdiri dari :

NO

a.
b.
c.
d.
e.
f.

URAIAN

Tanah
Peralatan dan Mesin
Gedung dan Bangunan
Jalan, Jaringan dan Instalasi
Aset Tetap Lainnya
Konstruksi dalam Pengerjaan
Jumlah Aset Tetap Th. 2012

2012 (Rp.)

2011 (Rp.)

409.595.231.705,00
408.187.873.000,00
277.469.911.762,43
236.922.183.234,43
414.391.070.123,38
354.315.788.638,69
664.695.418.687,45
637.496.474.294,45
42.742.685.095,00
38.179.149.320,00
0
0
1.808.894.317.373,26 1.675.101.468.487,57

a. Tanah

Rp. 409.595.231.705,00

Tanah yang dikelompokkan ke dalam Aset Tetap adalah tanah yang dimiliki atau
diperoleh dengan maksud untuk digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah
daerah dan dalam kondisi siap digunakan. Dalam Akun Tanah termasuk tanah yang
digunakan untuk bangunan, jalan, irigasi dan jaringan.
Tanah yang dikuasai / dimiliki Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen pada neraca
Pemerintah

Daerah

Kabupaten

Sragen

per

31

Desember

2012

Rp409.595.231.705,00
Adapun mutasi aset tetap tanah pada tahun 2012 adalah sebagai berikut :

senilai

Hal. 51

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

JENIS ASET

MUTASI 2012
Debet
Kredit

31 Des 2011

31 Des 2012

Tanah Kantor
Tanah Sarana Kesehatan Rumah
Sakit

41.190.415.100
17.575.856.000

5.138.977.200
1.873.600.000

5.190.104.500
0

41.139.287.800
19.449.456.000

Tanah Sarana Kesehatan Puskesmas


Tanah Sarana Pendidikan SD
Tanah Sarana Pendidikan Pelatihan
Tanah Sarana Umum Terminal
Tanah Sarana Umum Pasar

900.888.000
61.357.936.650
0
2.097.450.000
25.514.653.750

0
936.029.500
375.000.000
200.000.000
713.602.000

0
936.029.500
0
200.000.000
694.852.000

900.888.000
61.357.936.650
375.000.000
2.097.450.000
25.533.403.750

Tanah
Sarana
Umum
Tempat
Pembuangan Akhir Sampah
Tanah Sarana Umum Taman
Tanah Sarana Umum Tempat Hiburan
Rakyat
Tanah Sarana Stadion Olahraga

685.913.000

316.621.250

1.002.534.250

3.489.807.500

3.489.807.500

441.693.400

821.965.855

1.263.659.255

2.227.612.000

1.336.612.000

891.000.000

38.754.400

Tanah Pertanian
Tanah Perkebunan
Tanah Perikanan
Tanah Peternakan
Tanah Irigasi
Tanah Untuk Jalan
Tanah Untuk Geding Pertemuan
Tanah Untuk Makam Umum
Tanah Untuk Mess/Penginapan
Tanah Untuk Musium
Tanah Untuk Rekreasi/Pariwiata
Tanah Untuk Rumah Dinas dan
Sejenisnya
Tanah Untuk Sumur PDAM

23.403.299.000
2.565.411.750
4.398.900.000
1.411.356.000
0
170.433.817.800
10.511.793.000
15.706.522.500
718.720.000
400.400
21.152.377.650

21.499.547.000
24.631.750
0
0
276.590.000
0
6.906.101.000
5.043.870.500
0
0
17.095.960.000

21.499.547.000
24.631.750
0
0
0
0
6.906.101.000
12.262.275.500
0
0
17.177.158.000

38.754.400
23.403.299.000
2.565.411.750
4.398.900.000
1.411.356.000
276.590.000
170.433.817.800
10.511.793.000
8.488.117.500
718.720.000
400.400
21.071.179.650

8.100.469.000

656.000.000

8.756.469.000

20.000.000

20.000.000

Total NilaiTanah per 31 Des.2012

408.187.873.000

67.634.669.955

66.227.311.250

409.595.231.705

Tanah Perumahan

x Mutasi Debet (penambahan) nilai aset tanah pada tahun 2012 sebesar
Rp. 67.634.669.955,00 terdiri dari :
1)

Kapitalisasi

dari Realisasi Belanja Modal Tanah Tahun 2012 senilai

Rp.1.138.587.105,00. Merupakan pengadaan Tanah Sarana TPA senilai


Rp.316.621.250,00 di Dinas Lingkungan Hidup dan pengadaan Tanah Sarana
Umum Hiburan Rakyat senilai Rp.821.965.855,00 oleh Dinas Pariwisata
Budaya Pemuda dan Olahraga.
2)

Penambahan Aset Kecamatan Sragen dan Kecamatan Karangmalang dari


SKPD Kelurahan berupa

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO.
a. Tanah
b. Tanah
c. Tanah
d. Tanah
e. Tanah
f. Tanah
g. Tanah
h. Tanah
i. Tanah

3)

URAIAN
Kantor
Sarana Pendidikan Sekolah Dasar
Sarana Urnum Terminal
Sarana Umum Pasar
Pertanian
Perkebunan
untuk Gedung Pertemuan
untuk Makam Umum
untuk Rekreasi / Pariwisata

Hal. 52

JUMLAH
1.031.304.500,00
936.029.500,00
200.000.000,00
688.602.000,00
21.499.547.000,00
24.631.750,00
85.105.000,00
4.962.672.500,00
3.612.460.000,00
33.040.352.250,00

Reklasifikasi Tanah Makam Umum Dinas Lingkungan Hidup senilai


Rp.7.299.603.000,00 ke masing-masing perkiraan berikut :
NO.
a. Tanah
b. Tanah
c. Tanah
d. Tanah
e. Tanah

4)

URAIAN
untuk Rekreasi / Pariwisata
Sarana Pendidikan Pelatihan
Sarana Umum Taman
Sarana Stadion Olah Raga
untuk Gedung Pertemuan

JUMLAH
1.200.990.000,00
375.000.000,00
3.477.365.000,00
1.336.612.000,00
909.636.000,00
7.299.603.000,00

Koreksi salah catat senilai Rp.7.377.510.000,00, merupakan Tanah Taruna


Luas

30.100m2

perolehan

tahun

1991

tercatat

Rp.1.200.990.000,

seharusnya senilai Rp.8.578.500.000,00 double catat dengan Bag.Umum


5)

Tanah Gedung RSUD Gemolong Baru seluas 9368m2 tahun perolehan 2012
senilai Rp.1.873.600.000,00 ,Tanah gedung Rumah dinas dokter baru seluas
3284m2 tahun perolehan 2012 senilai Rp.656.000.000,00 yg belum tercatat
di neraca.

6)

Penambahan Tanah yang belum tercatat di neraca, pada Dinas Pendapatan


Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, berupa
NO.
a. Tanah
b. Tanah
c. Tanah
d. Tanah
d. Tanah

7)

URAIAN
Sarana Umum Taman
Sarana Stadion Olahraga
Perumahan
untuk Irigasi
Kantor

JUMLAH
12.442.500,00
891.000.000,00
38.754.400,00
276.590.000,00
893.472.700,00
2.112.259.600,00

Koreksi kapitalisasi biaya Pensertifikatan Tanah Pasar pada Dinas


Perdagangan senilai Rp.25.000.000,00

Hal. 53

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

8)

Reklasifikasi Tanah untuk Makam Umum yang tercatat sebagai Tanah untuk
Rekreasi/ Pariwisata senilai Rp.81.198.000,00 di Dinas Lingkungan Hidup.

9)

Pengalihan penggunaan Tanah antar SKPD senilai Rp.14.030.560.000,00

x Mutasi Kredit (pengurangan) nilai aset tanah pada tahun 2012 sebesar
Rp. 66.227.311.250,00 terdiri dari :
1) Pengalihan Aset Tanah SKPD Kelurahan ke Aset Kecamatan Sragen dan
Kecamatan Karangmalang berupa
NO.
a. Tanah
b. Tanah
c. Tanah
d. Tanah
e. Tanah
f. Tanah
g. Tanah
h. Tanah
i. Tanah

URAIAN
Kantor
Sarana Pendidikan Sekolah Dasar
Sarana Urnum Terminal
Sarana Umum Pasar
Pertanian
Perkebunan
untuk Gedung Pertemuan
untuk Makam Umum
untuk Rekreasi / Pariwisata

JUMLAH
1.031.304.500,00
936.029.500,00
200.000.000,00
688.602.000,00
21.499.547.000,00
24.631.750,00
85.105.000,00
4.962.672.500,00
3.612.460.000,00
33.040.352.250,00

2) Pengalihan penggunaan Tanah antar SKPD senilai Rp.14.030.560.000,00


3) Koreksi

kapitalisasi

biaya

Pensertifikatan

Tanah

Pasar

pada

Dinas

Perdagangan senilai Rp.6.250.000,00 yang merupakan Tanah Propinsi


4) Pengurangan Aset tanah dengan letak tanah di Kp. Sine ,Jln. Dr Sutomo No 1
(EX Kantor Dinas Perdagangan Kab. Sragen )Kel. Sine Kec. Sragen Kab.
sragen dengan no persil BJ 397354. Senilai Rp.243.000.000,00 karena
merupakan Aset Pemerintah Propinsi.
5) Koreksi pengurangan karena double catat di Dinas Kesehatan dan RSUD Dr.
Soehadi

Prijonegoro

atas

Tanah

pada

Instalasi

Farmasi

seharga

Rp200.000.000,00
6) Koreksi Penghapusan Tanah Jalan Veteran Kel. Sragen Tengah, Luas 1.760
m2 karena doble catat di DPPKAD dan BKD senilai Rp.501.600.000,00
7) Koreksi

tanah

Stadion

Taruna

(Dinas

Lingkungan

Hidup)

senilai

Rp.1.336.612.000,00 karena doble catat dengan Bagian Umum.


8) Reklasifikasi Aset Tetap Tanah Gedung Pertemuan Dinas Lingkungan Hidup
senilai Rp.909.636.000,00 ke Aset Tetap Bangunan Pertemuan
9) Reklasifikasi Tanah Makam Umum Dinas Lingkungan Hidup senilai
Rp.7.299.603.000,00 ke masing-masing perkiraan berikut :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO.
a. Tanah
b. Tanah
c. Tanah
d. Tanah
e. Tanah

URAIAN
untuk Rekreasi / Pariwisata
Sarana Pendidikan Pelatihan
Sarana Umum Taman
Sarana Stadion Olah Raga
untuk Gedung Pertemuan

Hal. 54

JUMLAH
1.200.990.000,00
375.000.000,00
3.477.365.000,00
1.336.612.000,00
909.636.000,00
7.299.603.000,00

10) Penghapusan Tanah GOR karena dobel catat di Dinas Lingkungan Hidup dan
Setda Bagian Umum senilai Rp.8.578.500.000,00
11) Reklasifikasi Tanah untuk Makam Umum yang tercatat sebagai Tanah untuk
Rekreasi/ Pariwisata senilai Rp.81.198.000,00 di Dinas Lingkungan Hidup.

b. Peralatan dan Mesin

Rp

277.469.911.762,43

Jumlah tersebut merupakan nilai peralatan dan mesin yang dimiliki Pemerintah
Kabupaten Sragen. Rincian dan Perubahan Peralatan dan mesin selama tahun 2012
adalah sebagai berikut:

JENIS ASET
Alat alat Berat
Alat-alat angkutan darat
bermotor
Alat-alat angkutan darat
Tidak bermotor
Alat angkutan di air
bermotor

31 Des 2011

MUTASI 2012
DEBET

31 Des 2012

KREDIT

8,682,810,000.00

2,112,700,000.00

0.00

10,795,510,000.00

44,942,446,478.57

11,590,946,257.00

4,983,140,382.00

51,550,252,353.57

233,984,000.00

85,950,000.00

49,500,000.00

270,434,000.00

45,335,000.00

0.00

0.00

45,335,000.00

14,494,802,084.00

1,160,810,500.00

135,000,000.00

15,520,612,584.00

524,367,000.00

3,601,768,095.86
60,989,929,410.00

Alat-alat bengkel
Alat-alat pengolahan
pertanian dan
peternakan
Peralatan Kantor

3,935,998,595.86

190,136,500.00

52,976,710,517.00

8,871,099,703.00

857,880,810.00

Perlengkapan Kantor

5,103,872,601.00

830,217,063.00

109,336,363.00

5,824,753,301.00

Komputer

22,754,248,724.00

4,128,893,431.00

234,259,536.00

26,648,882,619.00

Meubelair

12,095,393,535.00

1,832,488,007.00

130,010,300.00

13,797,871,242.00

497,321,640.00

30,547,500.00

9,500,000.00

518,369,140.00

Penghias Ruangan
Rumah Tangga

1,300,546,730.00

52,210,000.00

7,975.000.00

1,344,781,730.00

Alat-alat Studio

2,069,840,463.00

831,450,715.00

16,863,000.00

2,884,428,178.00

Alat-alat Komunikasi

2,436,628,585.00

217,152,140.00

106,138,300.00

2,547,642,425.00

Peralatan Dapur

Alat-alat ukur

165,339,960.00

29,950,000.00

6,600,000.00

188,689,960.00

Alat-alat Kedokteran

39,123,496,631.00

7,566,573,677.00

2,246,126,950.00

44,443,943,358.00

Alat-alat laboratorium

19,985,772,525.00

9,552,355,450.00

30,382,774.00

29,507,745,201.00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

JENIS ASET

MUTASI 2012

31 Des 2011

Alat-alat
persenjataan/keamanan

DEBET

Hal. 55

31 Des 2012

KREDIT

17,750,000.00

0.00

0.00

17,750,000.00

Alat Kesenian

777,496,700.00

84,750,000.00

6,600,000.00

855,646,700.00

Alat-alat Olah raga

174,562,250.00

0.00

0.00

174,562,250.00

5,107,826,215.00

833,178,000.00

0.00

5,941,004,215.00

236,922,183,234.43

50,001,408,943.00

9,453,680,415.00

277,469,911,762.43

Alat-alat Peraga/Praktek
sekolah
Jumlah Peralatan dan
Mesin

1)

Alat alat Berat

Rp

10.795.510.000,00

Jumlah tersebut merupakan alat berat yang dikuasai oleh pemerintah kabupaten
Sragen pada Tahun 2012. Pada neraca daerah Kabupaten Sragen per 31
Desember 2012 terdapat perubahan nilai aset Alat Berat sebagai berikut:
Uraian

2011

2012

Rp.

Rp.

Traktor - Alat Berat Lain-lain

6.366.550.000,00

6.366.550.000,00

Buldozer

2.238.595.000,00

3.732.595.000,00

618.700.000,00

Mesin Pengolah Air Bersih

18.100.000,00

18.100.000,00

Stamper

59.565.000,00

59.565.000,00

8.682.810.000,00

10.795.510.000,00

Dump Truck

Jumlah Alat Berat

Saldo Awal per 1 Januari 2012

8.682.810.000,00

Perubahan di Tahun 2012 :


(+) Kapitalisasi Belanja Modal

2.112.700.000,00

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

10.795.510.000,00

Penyesuaian Penambahan Alat Berat senilai Rp.2.112.700.000,00 merupakan,


kapitalisasi belanja modal Dinas Lingkungan Hidup berupa Dump Truck senilai
Rp.618.700.000,00 dan Buldozer senilai Rp.1.494.000.000,00.
2)

Alat Angkutan Darat Bermotor

Rp

44.942.446.478,57

Jumlah tersebut merupakan alat angkutan darat bermotor yang berada dalam
pengelolaan Pemerintah Kabupaten Sragen. Rincian dan perbandingannya
dengan tahun 2012 sebagai berikut:

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Uraian

2011

2012

Rp.
Sedan

Rp.

1.750.809.750,00

Jeep
Station Wagon
Micro bus
Truck

Ambulan

218.900.000,00

218.900.000,00
25.745.475.250,00

338.438.000,00

338.438.000,00

2.850.270.000,00

3.733.617.000,00

233420000

Kendaraan Roda Tiga


Jumlah Alat Angkutan Darat Bermotor

233.420.000,00

963.514.000,00

1.554.830.000,00

1.472.551.750,00

1.921.865.500,00

1.458.700.000,00

14.020.723.524,57

14.395.771.399,57

Pemadam Kebakaran
Sepeda Motor

1.750.809.750,00

22.895.394.000,00

Mobil Box
Pick Up

Hal. 56

198.425.454,00

198.425.454,00

44.942.446.478,57

51.550.252.353,57

Perubahan nilai Aset alat angkutan darat bermotor pada neraca per 31 Desember 2012
sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2012

44.942.446.478,57

Perubahan di Tahun 2012 :


Belanja Modal Station Wagon

2.342.035.000,00

Belanja Modal Truck

932.947.000,00

Belanja Modal Pick Up

571.216.000,00

Belanja Modal Ambulance

231.309.500,00

Belanja Modal Mobil Pemadam Kebakaran


Belanja Modal Sepeda Motor

1.458.700.000,00
375.777.875,00

Koreksi/Penyesuaian Penambahan

5.678.960.882,00

Koreksi/Penyesuaian Pengurangan

(4.983.140.382,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

51.550.252.353,57

Dalam koreksi/penyesuaian penambahan Aset alat angkutan darat bermotor


tahun 2012 sebesar Rp 5.678.960.882,00 terdiri dari:
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Sedan senilai Rp.351.000.000,00
merupakan mutasi dari Setwan ke DPPKAD senilai Rp.315.000.000,00 dan
dari DPPKAD ke BDL senilai Rp.36.000.000,00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 57

x Koreksi alat angkutan darat bermotor Jeep senilai Rp.153.000.000,00


merupakan mutasi kendaraan Jeep dari DPPKAD ke BKD
x Koreksi

alat

angkutan

darat

bermotor

Station

Wagon

senilai

Rp.4.584.249.000,00 merupakan mutasi aset Station Wagon antar SKPD


senilai Rp.3.691.899.000,00, reklasifikasi Mobil karena tidak dilelang senilai
Rp.23.000.000,00 dan penyesuaian kapitalisasi belanja modal BLUD RSUD
dr. Soehadi Prijonegoro senilai Rp. 434.675.000,00 berupa mobil Kijang Inova
senilai Rp.282.300.000,00 dan 10 unit sepeda motor senilai Rp.152.375.000,00
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Pickup senilai Rp 49.600.000,00
merupakan Koreksi nilai perolehan Pickup di Disperinkop & UMKM.
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Ambulance senilai Rp.262.404.250,00
merupakan Ambulance yang belum tercatat di Puskesmas Tanon ( Dinas
Kesehatan ) senilai Rp.164.440.000,00, mutasi dari RSUD Gemolong ke
Puskesmas Gondang ( Dinas Kesehatan ) senilai Rp.44.400.000,00 dan koreksi
penyesuaian dengan KIB RSUD senilai Rp.53.564.250,00.
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Sepeda Motor senilai Rp.278.707.632,00
merupakan mutasi aset Sepeda Motor antar SKPD senilai Rp.213.317.632,00
dan

koreksi

pencatatan

sepeda

Motor

DPU

Bina

Marga

senilai

Rp.65.390.000,00.
Koreksi/penyesuaian pengurangan Aset alat angkutan darat bermotor sebesar
Rp4.983.140.382,00 terdiri dari:
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Pickup senilai Rp 29.500.000,00
merupakan penghapusan aset Pickup, di Setda Bagian Umum.
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Ambulance senilai Rp.44.400.000,00
merupakan mutasi dari RSUD Gemolong ke Dinas Kesehatan senilai
Rp.44.400.000,00
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Jeep senilai Rp.153.000.000,00
merupakan mutasi kendaraan Jeep dari DPPKAD ke BKD.
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Sedan senilai Rp.351.000.000,00
merupakan mutasi dari Setwan ke DPPKAD senilai Rp.315.000.000,00 dan
dari DPPKAD ke BDL senilai Rp.36.000.000,00
x Koreksi

alat

angkutan

darat

bermotor

Station

Wagon

senilai

Rp.4.076.202.750,00 merupakan mutasi aset Station Wagon antar SKPD

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 58

senilai Rp.3.983.702.750,00 dan penghapusan aset di kesbangpolinmas senilai


Rp.20.000.000,00 serta koreksi pencatatan karena doble catat di DPPKAD
senilai Rp.72.500.000,00
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Sepeda Motor senilai Rp.279.437.632,00
merupakan koreksi penghapusan aset sepeda motor senilai Rp.44.150.000,00
di setda Bag.Umum, di Dinas Sosial senilai Rp.3.400.000,00 dan Kecamatan
Tanon senilai Rp.2.800.000,00 dan mutasi aset Sepeda Motor antar SKPD
senilai Rp.213.287.632,00 serta koreksi pencatatan senilai Rp.15.800.000,00
x Koreksi alat angkutan darat bermotor Truck senilai Rp.49.600.000,00
merupakan koreksi nilai Truck di Disperinkop dan UMKM.

3)

Alat Angkutan Darat Tidak Bermotor

Rp

270.434.000,00

Jumlah tersebut merupakan alat angkutan darat tidak bermotor yang berada
dalam pengelolaan Pemerintah Kabupaten Sragen. Perubahan nilai Aset alat
angkutan darat tidak bermotor pada neraca per 31 Desember 2012 sebagai
berikut:
Saldo Awal 1 Januari 2012

233.984.000,00

Mutasi Tahun 2012 :


Belanja Modal

25.200.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

60.750.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(49.500.000,00)

Saldo Akhir 31 Desember 2012

270.434.000,00

Alat Angkutan Darat Tidak Bermotor per 31 Desember 2012 terdiri dari :
Uraian
1. Gerobak
2. Becak

Nilai
240.714.000,00
11.970.000,00

3. Sepeda

3.750.000,00

4. Klethek

14.000.000,00

Jumlah Alat Angk utan Darat Tidak Bermotor

270.434.000,00

Penyesuaian penambahan Alat Angkutan Darat Tidak Bermotor senilai


Rp.60.750.000,00 merupakan penyesuaian Gerobak di Dinas Perdagangan

Hal. 59

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

senilai Rp.49.500.000,00 dan Dinas Pekerjaan Umum senilai Rp.4.050.000,00.


Serta penyesuaian Klethek senilai Rp.7.200.000,00 di Dinas Pekerjaan Umum.
Penyesuaian Pengurangan Alat Angkutan Darat Tidak Bermotor senilai
Rp49.500.000,00 merupakan penyerahan gerobak kepada pedagang sesuai SK
Bupati No.953/211/002/2012 tanggal 9 Agustus 2012

4) Alat Angkutan Air Bermotor

Rp

45.335.000,00

Jumlah tersebut merupakan alat angkutan air bermotor yang berada dalam
pengelolaan Pemerintah Kabupaten Sragen. Pada tahun 2012 tidak terdapat
mutasi Alat Angkutan Air Bermotor, sehingga aset Pemerintah

Kabupaten

Sragen terdiri dari:


NO

5)

Uraian

Nilai (Rp)

1.

Kapal motor

19.650.000,00

2.

Motor boat / Motor tempel


Jumlah Alat Angkutan Darat Tidak
Bermotor

25.685.000,00
45.335.000,00

Alat Bengkel
Rp
15.520.612.584,00
Jumlah tersebut merupakan alat bengkel yang berada dalam pengelolaan
Pemerintah Kabupaten Sragen. Perubahan nilai Aset alat bengkel pada neraca
per 31 Desember 2012 sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

14.494.802.084,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

1.014.580.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

146.230.500,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(135.000.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

15.520.612.584,00

x Koreksi penambahan senilai Rp.146.230.500,00 merupakan koreksi salah catat


Aset Timbangan senilai Rp.1.650.000,00 di Dishutbun, kapitalisasi belanja
barang dan jasa senilai Rp.7.500.000,00 di DPU, dan reklasifikasi alat bengkel

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 60

dan pertukangan ke mesin generator senilai Rp.135.000.000,00 di Disdukcapil,


serta penyesuaian kapitalisasi belanja modal RSUD senilai Rp.2.080.500,00
x Koreksi pengurangan senilai Rp.135.000.000,00 merupakan reklasifikasi alat
bengkel dan pertukangan ke mesin generator senilai Rp.135.000.000,00 di
Disdukcapil. Alat bengkel per 31 Desember 2012 terdiri dari
Uraian

NO

1.

Mesin las

2.

Mesin bubut

3.

Alat alat perbengkelan dan pertukangan

4.

Jumlah (Rp)
31.746.000,00
908.316.000,00
14.432.550.584,00

Mesin Generator
Jumlah Alat Bengkel dan Pertukangan

6) Alat Pengolahan Pertanian & Peternakan Rp

148.000.000,00
15.520.612.584,00

3.601.768.095,86

Jumlah tersebut merupakan alat pengolahan pertanian dan peternakan yang


dimiliki satker di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember
2012. Perubahan nilai Aset alat-alat pengolahan pertanian dan peternakan pada
neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2012

3.935.998.595,86

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

162.311.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

27.825.500,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(524.367.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

3.601.768.095,86

Koreksi penambahan senilai Rp 27.825.500,00 merupakan :


x koreksi penambahan saldo awal aset alat pertanian Kecamatan Sragen senilai
Rp.2.950.000,00 dari pengalihan aset SKPD Kelurahan.
x Penambahan aset alat pertanian di Dinas Peternakan senilai Rp.24.875.500,00,
droping tugas pembantuan dari Provinsi Jateng.
Koreksi pengurangan senilai Rp 524.367.000,00 merupakan :
x koreksi saldo awal alat pertanian (pompa air) RSUD dr.Soehadi senilai
Rp.51.479.000,00 penyesuaian dengan KIB B RSUD karena salah klasifikasi.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 61

x Hibah alat pertanian dari Dishutbun kepada Kelompok Tani senilai


Rp.120.062.000,00 dan Hibah pompa air dari DPU Pengairan kepada desa
senilai Rp.349.876.000,00
Alat-alat pengolahan hasil pertanian per 31 Desember 2012 terdiri dari :
Uraian

Jumlah (Rp)

1. Penggiling hasil pertanian


2. Mesin bajak

54.045.000,00
676.900.000,00

3. Alat alat Pertanian


4. Pompa Air
Jumlah Alat Pengolah Pertanian dan
Peternakan

7)

Peralatan Kantor

2.526.613.595,86
344.209.500,00
3.601.768.095,86

Rp

60.989.929.410,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset peralatan kantor dan rumah tangga yang
dimilki satuan kerja

di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31

Desember 2012. Perubahan nilai Aset peralatan kantor pada neraca per 31
Desember 2012 sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2012

52.976.710.517,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

311.960.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

8.559.139.703,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(857.880.810,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

60.989.929.410,00

Koreksi/penyesuaian penambahan peralatan kantor sebesar Rp 8.559.139.703,00


terdiri dari:
x Penambahan aset peralatan kantor kecamatan Sragen dan kecamatan
Karangmalang senilai Rp.166.455.500,00 karena pengalihan aset dari SKPD
Kelurahan.
x Mutasi aset antara SKPD senilai Rp.535.000,00 dari Disperinkop dan UMKM
ke DPPKAD

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 62

x Koreksi saldo awal perkiraan aset senilai Rp. 25.892.000,00 di Kecamatan


Sragen dan Kecamatan Karangmalang karena penyesuaian dengan KIB B
masing-masing SKPD
x Penambahan aset dari Hibah senilai Rp.7.503.000.000,00 di Kecamatan Sragen
senilai Rp.3.000.000,00 dan di RSUD senilai Rp.7.500.000.000,00 berupa Alat
Radiologi (MRI).
x Kapitalisasi belanja barang dan jasa senilai Rp.44.545.000,00 di Dinas
Perhubungan

senilai

Rp.29.845.000,00,

dan

di

Dinas

Perdagangan

Rp.14.700.000,00.
x Penyesuaian aset yang belum tercatat di Neraca Dinas Kesehatan senilai
Rp.181.587.100,00
x Penyesuain belanja modal peralatan kantor RSUD dr. Soehadi Prijonegoro
senilai Rp.631.975.103,00
x Reklasifikasi aset peralatan kantor senilai Rp.5.150.000,00 di Disdukcapil dan
Disperinkop dan UMKM.
Koreksi/penyesuaian pengurangan peralatan kantor sebesar Rp 857.880.810,00
terdiri dari:
x Pengurangan aset peralatan kantor SKPD Kelurahan senilai Rp.166.455.500,00
karena pengalihan aset ke kecamatan Sragen dan kecamatan Karangmalang.
x Mutasi aset antara SKPD senilai Rp.535.000,00 dari Disperinkop dan UMKM
ke DPPKAD
x Penghapusan Aset Daerah senilai Rp.332.316.693 merupakan penghapusan
asset sesuai SK Bupati No.028.1/311/002/2012 tanggal 26 Desember 2012
x Penghapusan aset senilai Rp.136.210.000,00,merupakan penyesuaian karena
nilai dibawah kapitalisasi di DPPKAD senilai Rp.35.000,00 dan di RSUD
senilai Rp.310.000,00, koreksi karena doble catat di DKK senilai
Rp.15.815.000,00,

penyesuaian

pengurangan

di

Disnakertrans

senilai

Rp.120.050.000,00.
x Reklasifikasi aset senilai Rp.206.038.867,00, merupakan reklasifikasi aset di
Dishutbun senilai Rp.3.080.000,00 dan di DPPKAD senilai Rp.202.958.867,00
x Koreksi penyesuaian dengan Kartu Inventaris Barang SKPD senilai
Rp.16.324.750,00 merupakan penyesuaian di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro
senilai Rp.6.457.750,00 dan di Kecamatan Sragen senilai Rp.9.867.000,00

Hal. 63

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

8)

Perlengkapan Kantor

Rp

5.824.753.301,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset perlengkapan kantor yang dimilki satuan
kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012.
Perubahan nilai Aset perlengkapan kantor pada neraca per 31 Desember 2012
sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2012

5.103.872.601,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

694.655.700,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

135.561.363,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(109.336.363,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

Koreksi/penyesuaian

penambahan

5.824.753.301,00

perlengkapan

kantor

sebesar

Rp.135.561.363,00 terdiri dari:


x Mutasi Aset Perlengkapan Kantor antar SKPD senilai Rp.102.536.363,00
x Reklasifikasi aset AC di Setda Bagian Pembengunan senilai Rp.11.800.000,00
x Kapitalisasi Belanja Pemeliharaan Kantor Aset DPPKAD berupa AC senilai
Rp.15.000.000,00
x Penambahan karena belum tercatat di neraca Dinas Kesehatan senilai
Rp.6.225.000,00
Koreksi/penyesuaian

pengurangan

Perlengkapan

Kantor

sebesar

Rp.109.336.363,00 terdiri dari :


x Mutasi Aset Perlengkapan Kantor antar SKPD senilai Rp.102.536.363,00
x Penghapusan Aset Daerah senilai Rp.140.000,00 di Dinas

Kehutanan

merupakan penghapusan asset sesuai SK Bupati No.028.1/311/002/2012


tanggal 26 Desember 2012
x Reklasifikasi aset Instalasi AC senilai Rp.4.660.000,00 ke aset jaringan
instalasi di Disdukcapil.
x Koreksi kapitalisasi belanja modal Disdukcapil senilai Rp.2.000.000,00
merupakan belanja barang dan jasa.

Hal. 64

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

9)

Komputer

Rp

26.648.882.619,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset komputer yang dimilki satuan kerja di
lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan
nilai Aset Komputer pada neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2012

22.754.248.724,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

3.671.513.700,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

457.379.731,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(234.259.536,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

26.648.882.619,00

Koreksi penyesuaian penambahan Komputer sebesar

Rp 457.379.731,00

merupakan :
x Penambahan aset dari hibah senilai Rp.34.553.000,00 merupakan hibah aset
tetap yang diterima oleh BPTPM senilai Rp.33.703.000,00 dan di kecamatan
Sragen senilai Rp.850.000,00
x Kapitalisasi belanja barang dan jasa senilai Rp.77.990.000,00 merupakan
kapitalisasi belanja barang dan jasa di Dinas Perhubungan senilai
Rp.60.555.000,00, di DPU senilai Rp.7.435.000,00 dan di DPPKAD senilai
Rp.10.000.000,00
x Penyesuaian karena belum tercatat di Neraca Dinas Kesehatan senilai
Rp.178.226.731,00
x Mutasi Aset Komputer antar SKPD senilai Rp.166.610.000,00
Koreksi penyesuaian pengurangan Aset Komputer sebesar Rp.234.259.536,00
merupakan :
x Pengurangan realisasi belanja modal DPU bidang Pengairan senilai
Rp.789.786,00 yang merupakan pengembalian kelebihan realisasi kegiatan
rehabilitasi sistem irigasi (Dana WISM).
x Penghapusan Aset Daerah senilai Rp.55.689.750, merupakan penghapusan
asset sesuai SK Bupati No.028.1/311/002/2012 tanggal 26 Desember 2012 di
Kecamatan

Tangen

senilai

Rp.24.408.500,00,

Dishutbun

Rp.10.800.000,00 dan Disnakertrans senilai Rp.20.481.250,00


x Mutasi Aset Komputer antar SKPD senilai Rp.177.780.000,00

senilai

Hal. 65

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

10) Meubelair

Rp

12.095.393.535,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset meubelair yang dimilki satuan kerja di
lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2011. Perubahan
nilai Aset meubelair pada neraca per 31 Desember 2011 sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

12.095.393.535,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

1.529.886.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

302.602.007,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(130.010.300,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012


Koreksi/ penyesuaian penambahan meubelair sebesar

13.797.871.242,00
Rp. 302.602.007,00

terdiri dari :
x Penambahan dari hibah pengadaan swadaya di Kecamatan Sragen senilai
Rp.450.000,00
x Penambahan Aset Meubelair Kecamatan Sragen dari Kelurahan senilai
Rp.27.984.526,00 penyesuaian dengan KIB B Kecamatan Sragen
x Reklasifikasi dari peralatan kantor ke meubelair senilai Rp.202.958.867,00 di
DPPKAD.
x Mutasi Meubelair antar SKPD senilai Rp.69.708.614,00
x Penambahan Meubelair di Dinas Kesehatan karena belum tercatat di Neraca
senilai Rp.1.500.000,00
Koreksi/penyesuaian pengurangan sebesar Rp 130.010.300,00 merupakan:
x Penghapusan Aset Daerah senilai Rp.32.317.160,00, merupakan penghapusan
asset sesuai SK Bupati No.028.1/311/002/2012 tanggal 26 Desember 2012.
x Mutasi Meubelair antar SKPD senilai Rp.69.708.614,00
x Pengalihan Aset Meubelair kelurahan di Kecamatan Sragen menjadi aset
Kecamatan senilai Rp.27.984.526,00 penyesuaian dengan KIB B Kecamatan
Sragen

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

11) Peralatan Dapur

Rp

Hal. 66

518.369.140,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset peralatan dapur meubelair yang dimilki
satuan kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember
2012. Perubahan nilai Aset peralatan dapur pada neraca per 31 Desember 2012
sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

497.321.640,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

29.647.500,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

900.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(9.500.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

518.369.140,00

Koreksi penyesuaian penambahan peralatan dapur sebesar Rp.900.000,00


merupakan penambahan aset yang belum tercatat di Dinas Kesehatan.
Koreksi/penyesuaian pengurangan sebesar Rp 9.500.000,00 merupakan koreksi
kapitalisasi belanja modal di Setda Bagian Pembangunan.

12) Penghias ruangan rumah tangga

Rp

1.344.781.730,00

Jmlah tersebut merupakan nilai Aset Penghias ruangan rumah tangga yang
dimilki satuan kerja

di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31

Desember 2012. Perubahan nilai Aset penghias ruangan rumah tangga pada
neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

1.300.546.730,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

52.210.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(7.975.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

1.344.781.730,00

Hal. 67

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

x Koreksi pengurangan senilai Rp 7.975.000,00 merupakan reklasifikasi aset


sekat ruang server di Disdukcapil ke aset gedung dan bangunan.
13) Alat-alat Studio

Rp

2.884.428.178,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset alat-alat studio yang dimilki satuan kerja
di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan
nilai Aset alat-alat studio pada neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut:

Saldo Awal per 1 Januari 2012

2.069.840.463,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

802.695.715,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

28.755.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(16.863.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

2.884.428.178,00

Koreksi penyesuaian penambahan alat studio senilai Rp 28.755.000,00


merupakan :
x Koreksi salah klasifikasi aset di Dinas Kehutanan senilai Rp.24.255.000,00
x Penambahan aset kecamatan Sragen dari kelurahan Sragen Wetan senilai
Rp.2.000.000,00 merupakan penyesuaian dengan Kartu Inventaris Barang.
x Kapitalisasi belanja barang dan jasa berupa kamera senilai Rp.2.500.000,00 di
Dinas Pekerjaan Umum.

Koreksi / penyesuaian pengurangan alat studio senilai Rp 16.863.000,00


merupakan:
x Pengurangan aset kelurahan Sragen Wetan yang diserahkan ke kecamatan
Sragen senilai Rp.2.000.000,00 merupakan penyesuaian dengan Kartu
Inventaris Barang.
x Koreksi salah klasifikasi aset di Dinas Kehutanan senilai Rp.14.575.000,00
x Koreksi

kapitalisasi

belanja

modal

di

setda

Rp.288.000,00 berupa jack TOA dan Jack Canon

bagian

umum

senilai

Hal. 68

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

14) Alat-alat Komunikasi

Rp

2.547.642.425,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset alat-alat komunikasi yang dimilki satuan
kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012.
Perubahan nilai Aset alat-alat komunikasi pada neraca per 31 Desember 2012
sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

2.436.628.585,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

59.525.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

157.627.140,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(106.138.300,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012


Koreksi/penyesuaian

penambahan

2.547.642.425,00
aset

alat

komunikasi

sebesar

Rp157.627.140,00 merupakan :
x Koreksi saldo awal perkiraan alat komunikasi di RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro senilai Rp.4.836.000,00 sesuai Kartu Inventaris Barang.
x Penambahan aset alat komunikasi yang belum tercatat di Dinas Kesehatan
senilai Rp.2.700.000,00
x Penyesuaian belanja modal alat komunikasi BLUD di RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro senilai Rp.145.091.140,00
x Penambahan aset alat komunikasi di Bapeluh dari Dinas Kehutanan senilai
Rp.5.000.000,00

Koreksi/penyesuaian

pengurangan

aset

alat

komunikasi

sebesar

Rp106.138.300,00 merupakan :
x Penghapusan Aset Daerah senilai Rp.10.118.300,00 merupakan penghapusan
asset sesuai SK Bupati No.028.1/311/002/2012 tanggal 26 Desember 2012 di
kecamatan Tangen, Kalijambe, Sambirejo, Gondang.
x Reklasifikasi

aset

alat

komunikasi

Rp.96.020.000,00 di Setda Bagian Umum.

ke

aset

tetap

lainnya

senilai

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

15) Alat-alat Ukur

Rp

Hal. 69

188.689.960,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset alat-alat ukur yang dimilki satuan kerja di
lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Tidak
terdapat perubahan nilai aset alat ukur selama tahun 2012.

Saldo Awal per 1 Januari 2012

165.339.960,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

29.950.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(6.600.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

188.689.960,00

Koreksi/penyesuaian pengurangan aset alat komunikasi sebesar Rp6.600.000,00


merupakan koreksi di Dinas Kehutanan senilai Rp.1.650.000,00 karena salah
klasifikasi aset dan senilai Rp.4.950.000,00 merupakan hibah ke bapeluh sesuai
BAST No.028/729/025/2012 tanggal 4 Oktober 2012.

16) Alat Kedokteran

Rp

44.443.943.358,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset alat kedokteran yang dimilki satuan kerja
di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan
nilai Aset alat kedokteran pada neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

39.123.496.631,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

5.567.225.547,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

1.999.348.130,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(2.246.126.950,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

44.443.943.358,00

Koreksi/Penyesuaian penambahan alat kedokteran sebesar Rp 1.999.348.130,00


merupakan :
x Kapitalisasi

belanja

Rp.118.125.000,00

barang

dan

jasa

di

Dinas

PKBM

senilai

Hal. 70

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

x Penyesuaian karena belum tercatat di neraca Dinas Kesehatan senilai


Rp.3.595.000,00
x Mutasi alat kedokteran dari Dinas PKBM ke Dinas Kesehatan senilai
Rp.53.060.920,00
x Penyesuaian belanja modal alat komunikasi BLUD di RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro senilai Rp.1.824.567.210,00
Koreksi/Penyesuaian

pengurangan

alat

kedokteran

sebesar

Rp.2.246.126.950,00 terdiri dari :


x Koreksi reklasifikasi saldo awal alat kedokteran di RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro senilai Rp.2.237.623.450,00 yang merupakan alat laboratorium.
x Koreksi pengurangan aset senilai Rp.8.503.500,00 di RSUD
17) Alat Laboratorium

Rp

29.507.745.201,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset alat laboratorium yang dimilki satuan
kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012.
Perubahan nilai Aset alat laboratorium pada neraca per 31 Desember 2012
sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

19.985.772.525,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

7.314.732.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

2.237.623.450,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan


Saldo Akhir per 31 Desember 2012

(30.382.774,00)
29.507.745.201,00

Koreksi/penyesuaian penambahan senilai Rp. 2.237.623.450,00 terdiri :


x Koreksi reklasifikasi saldo awal alat kedokteran di RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro senilai Rp.2.237.623.450,00 yang merupakan alat laboratorium.
Koreksi/penyesuaian pengurangan senilai Rp.30.382.774,00 merupakan
x Koreksi saldo awal RSUD dr.Soehadi Prijonegoro senilai Rp.463.500,00
karena penyesuaian klasifikasi aset dengan Kartu Inventaris Barang.
x Koreksi aset Alat-alat Laboratorium RSUD dr.Soehadi Prijonegoro senilai
Rp.29.919.274,00 yang merupakan Persediaan.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

18) Alat Persenjataan dan Keamanan

Rp.

Hal. 71

17.750.000,00

Jumlah tersebut merupakan nilai aset alat persenjataan dan keamanan yang
dimilki satuan kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31
Desember 2012. Tidak terdapat perubahan nilai aset alat persenjataan dan
keamanan pada neraca per 31 Desember 2012.
Uraian
Saldo Awal 1 Januari 2012
Kapitalisasi dari Belanja Modal Tahun 2012

Jumlah (Rp)
0.00
17,750,000.00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

0.00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

0.00
17,750,000.00

Saldo Akhir 31 Desember 2012


19) Alat Kesenian

Rp

777.496.700,00

Jumlah tersebut merupakan nilai aset alat kesenian yang dimilki satuan kerja di
lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan
nilai aset alat kesenian pada neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut :

Saldo Awal per 1 Januari 2012

777.496.700,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

84.750.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(6.600.000,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

855.646.700,00

Koreksi pengurangan aset alat kesenian adalah koreksi reklasifikasi aset Dinas
Kehutanan yang merupakan aset alat kesenian senilai Rp.6.600.000,00
20) Alat Olah Raga

Rp

174.562.250,00

Jumlah tersebut merupakan nilai aset alat olah raga yang dimilki satuan kerja di
lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31Desember 2012. Tidak terdapat
perubahan nilai aset alat olah raga pada neraca per 31 Desember 2012.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Uraian

Hal. 72

Jumlah (Rp)

Saldo Awal 1 Januari 2012

174.562.250,00

Kapitalisasi dari Belanja Modal Tahun 2012

0,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

0,00

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

0,00

Saldo Akhir 31 Desember 2012

174.562.250,00

21) Alat Peraga/Praktek Sekolah

Rp

5.941.004.215,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset alat peraga/praktek yang dimilki satuan
kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012.
Perubahan nilai Aset alat peraga/praktek sekolah pada neraca per 31 Desember
2012 sebagai berikut:
Saldo Awal per 1 Januari 2012

5.107.826.215,00

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

833.178.000,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

5.941.004.215,00

Penambahan aset alat peraga dan praktek sekolah selama tahun 2012 senilai
Rp.833.178.000,00 merupakan kapitalisasi belanja modal Dinas Pendidikan
senilai

Rp.698.678.000,00

dan

di

Setda

Pemerintahan

senilai

Rp.134.500.000,00.

c. Gedung dan Bangunan

Rp

414.391.070.123.38

Jumlah nilai Gedung dan Bangunan tersebut merupakan nilai Gedung dan
Bangunan yang dikuasai / dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen
yang dipergunakan oleh masing-masing SKPD per 31 Desember 2012. Rincian
Perubahan Gedung dan Bangunan pada hal.78.

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Saldo Awal per 1 Januari 2012

Hal. 73

354.315.788.638,69

Perubahan di Tahun 2012 :


Kapitalisasi Belanja Modal

50.377.902.400,00

Koreksi/ Penyesuaian Penambahan

13.443.142.384,69

Koreksi/ Penyesuaian Pengurangan

(3.745.763.300,00)

Saldo Akhir per 31 Desember 2012

414.391.070.123,38

Koreksi/penyesuaian penambahan senilai Rp. 13.443.142.384.69 merupakan :


x Mutasi Gedung Kantor Timur Disperinkop diserahkan ke DPPKAD senilai
Rp.24.000.000,00 sesuai BAST No.028/201.1/16/III/2012 tanggal 1 Maret
2012
xPenyesuaian penambahan Gedung Kantor dari PD BPR BKK Karangmalang
senilai Rp.97.322.800,00 yang meliputi Gedung cabang Gemolong
Rp.41.046.450;

cabang

Rp17.660.000,00 sesuai

Jenar

Rp.

38.616.350;

cabang

Kedawung

BAST tanggal 26 Oktober 2011, penyesuaian

karena belum tercatat di neraca TA 2011.


x Mutasi

Gedung

Kantor

ke

DPPKAD

dari

Disnakertrans

senilai

Rp.98.657.000,00 sesuai BAST No.028/4684/24/2012 tanggal 19 Desember


2012
x Kapitalisasi belanja barang dan jasa terdiri dari
a
b
c
d

SKPD
Dinas Lingkungan Hidup
Dnas Pertanian
Disdukcapil
Badan kepegawaian Daerah
Jumlah

Nilai Belanja
242.112.310,00
27.305.773,69
86.607.000,00
12.994.000,00
369.019.083,69

Hal. 74

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

JENIS ASET

31 Des 2011

Gedung Kantor
Gedung Rumah
Jabatan
Gedung Rumah Dinas
Gedung Gudang
Bangunan Bersejarah
Bangunan Monumen
Tugu Peringatan
Bangunan Bengkel
Bangunan Instalasi
Panggung
KonstruksiPlat Besi
Bangunan Olah Raga
Bangunan Pabrik
Bangunan Pasar
Bangunan Pengolah
Limbah
Bangunan
Peristirahatan /
Bangunan untuk
Pertemuan
Bangunan Rumah
Sakit / Puskesmas
Bangunan Sekolah
Pendidikan
Bangunan Taman
Bangunan Terminal
Bangunan TPA - TPS
Bangunan untuk
PDAM
Bangunan Pagar

100.507.526.239,58

MUTASI 2012
31 Des 2012
Debet
Kredit
43.754.984.789,90 1.758.565.300,00 142.503.945.729,48

149.697.000,00

0,00

0,00

149.697.000,00

4.276.305.264,00
2.219.120.939,13
94.700.000,00
0,00
1.176.487.449,00
756.989.607,00
2.014.671.113,00

32.500.000,00
159.766.000,00
0,00
664.949.000,00
0,00
0,00
0,00

58.146.000,00
140.000,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

4.250.659.264,00
2.378.746.939,13
94.700.000,00
664.949.000,00
1.176.487.449,00
756.989.607,00
2.014.671.113,00

0,00

17.420.000,00

17.420.000,00

0,00

6.688.281.690,00
5.444.400.000,00
35.523.558.087,00

45.693.330,00
458.743.000,00
303.250.000,00

0,00
0,00
303.250.000,00

6.733.975.020,00
5.903.143.000,00
35.523.558.087,00

281.365.000,00

0,00

0,00

281.365.000,00

4.547.719.984,00

0,00

0,00

4.547.719.984,00

3.142.235.719,00

1.315.636.000,00

415.000.000,00

4.042.871.719,00

8.683.154.842,00

0,00

0,00

8.683.154.842,00

169.456.493.027,00

12.854.492.000,00

1.758.279.797,00
779.491.000,00
552.972.000,00

298.282.000,00
0,00
1.028.442.000,00

0,00
0,00
0,00

2.056.561.797,00
779.491.000,00
1.581.414.000,00

4.523.801.826,00

359.998.000,00

0,00

4.883.799.826,00

883.201.062,48
84.657.192,50

311.079.038,82
104.337.925,97

0,00
0,00

1.194.280.101,30
188.995.118,47

77.742.800,00

473.672.800,00

11.800.000,00

539.615.600,00

362.467.000,00

0,00

0,00

362.467.000,00

330.470.000,00

727.395.900,00

0,00

1.057.865.900,00

0,00
0,00

4.950.000,00
7.500.000,00

0,00
0,00

4.950.000,00
7.500.000,00

Bangunan Bio Security

0,00

650.863.000,00

0,00

650.863.000,00

Tempat Parkir
Tempat Ibadah
Jumlah Gedung dan
Bangunan Tahun
2012
.

0,00
0,00

47.590.000,00
199.500.000,00

0,00
0,00

47.590.000,00
199.500.000,00

354.315.788.638,69

63.821.044.784,69

Bangunan Pavingisasi
Bangunan
Sekat/Partisi
Bangunan Keramba
Bangunan Rumah
Potong Hewan
Pintu Sleeding
Tralis Jendela

1.181.442.000,00 181.129.543.027,00

3.745.763.300,00 414.391.070.123,38

Hal. 75

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

x Penambahan aset Gedung dan Bangunan di Kecamatan Sragen dan Kecamatan


Karangmalang merupakan pengalihan dari aset SKPD Kelurahan meliputi :
Jenis

Nilai

1 Gedung kantor

646.966.000,00

2 Gedung rumah dinas

32.500.000,00

3 Bangunan Pasar

303.250.000,00

Bangunan untuk
4
Pertemuan
Bangunan Sekolah
5
Pendidikan
Jumlah

406.000.000,00
28.000.000,00
1.416.716.000,00

x Penyesuaian penambahan Gedung Kantor untuk Kecamatan Gemolong senilai


Rp.41.046.450,00 dan Kecamatan Jenar senilai Rp. 38.616.350,00 eks kantor
PD BPR BKK Karangmalang dari DPPKAD.
x Reklasifikasi

aset

tetap

ke

aset

Gedung

dan

Bangunan

senilai

Rp.2.707.371.000,00
x Penambahan aset Dinas Peternakan dari Tugas Pembantuan APBN senilai
Rp.727.395.900,00

berupa

Gedung

Klinik

Kesehatan

senilai

Rp.180.626.900,00, Bangunan RPH U TPN U senilai Rp.404.996.000,00 dan


Bangunan Kios Daging senilai Rp.141.773.000,00.
x Penyesuaian penambahan dari Belanja Modal BLUD-RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro senilai Rp.6.849.574.870,00
x Penambahan aset gedung kantor di Disperinkop senilai Rp.79.657.000,00 dan
di Kesbangpolinmas senilai Rp.24.000.000,00 dari DPPKAD.
x Koreksi pencatatan senilai Rp.717.365.931,00 merupakan koreksi pencatatan
di

Dishubkominfo

senilai

Rp.664.949.000,00

di

Dinas

Kesehatan

Rp.52.416.931,00
x Penambahan Gedung Aspirasi untuk Dewan yang diserahkan dari DPU ke
Sekretariat DPRD Kabupaten Sragen senilai Rp. 252.400.000,00 dengan berita
acara penyerahan nomor 027/303/14/2012 tanggal 19 Juni 2012
Koreksi/penyesuaian pengurangan senilai Rp.3.745.763.300,00 merupakan
Pengurangan aset Gedung dan Bangunan SKPD Kelurahan yang dialihkan ke
Kecamatan Sragen dan Kecamatan Karangmalang merupakan pengalihan dari
aset SKPD Kelurahan meliputi :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Jenis

Hal. 76

Nilai

1 Gedung kantor

646.966.000,00

2 Gedung rumah dinas

32.500.000,00

3 Bangunan Pasar

303.250.000,00

Bangunan untuk
Pertemuan
Bangunan Sekolah
5
Pendidikan
Jumlah
4

406.000.000,00
28.000.000,00
1.416.716.000,00

x Pengurangan aset gedung kantor di DPPKAD yang diserahkan ke Disperinkop


senilai Rp.79.657.000,00 dan di Kesbangpolinmas senilai Rp.24.000.000,00.
x Penyesuaian pengurangan Gedung Kantor yang diserahkan dari DPPKAD
untuk Kecamatan Gemolong senilai Rp.41.046.450,00 dan Kecamatan Jenar
senilai Rp. 38.616.350,00 eks kantor PD BPR BKK Karangmalang.
x Mutasi Gedung Kantor Timur Disperinkop diserahkan ke DPPKAD senilai
Rp.24.000.000,00 sesuai BAST No.028/201.1/16/III/2012 tanggal 1 Maret
2012
x Mutasi

Gedung

Kantor

dari

Disnakertrans

ke

DPPKAD

senilai

Rp.98.657.000,00 sesuai BAST No.028/4684/24/2012 tanggal 19 Desember


2012
x Reklasifikasi aset Gedung dan Bangunan senilai Rp.1.844.230.000,00 karena
salah pengakuan perkiraan dan kesalahan korolari belanja modal.
x Penghapusan aset Gedung dan Bangunan Kecamatan Ngrampal senilai
Rp.29.500,00 sesuai SK No.028.1/192/002/2012 tanggal 9 Juli 2012
x Penghapusan Gedung dan Bangunan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro untuk
dibangun gedung baru senilai Rp.163.000.000,00 dan pengurangan realisasi
belanja modal berupa barang habis pakai senilai Rp.14.025.000,00
x Koreksi belanja modal senilai Rp.1.786.000,00 merupakan koreksi kegiatan
pendampingan pembangunan Technopark di DPU senilai Rp.1.646.000,00 dan
kelebihan honor panitia pemeriksa di BLH senilai Rp.140.000,00.

Hal. 77

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

d. Jalan, Jembatan, Jaringan dan Instalasi

Rp

664.695.418.687,45

Jumlah tersebut merupakan nilai Jalan, Jembatan dan Instalasi per 31 Desember
2012. Rincian dan Perubahan Jalan, Jembatan, Jaringan dan Instalasi sebagai
berikut:
JENIS
ASET

31 Des 2011

Jalan
Jembatan
Jaringan
Irigasi
Penerangan
Jalan,
Taman dan
Hutan Kota
Instalasi
Listrik dan
Telepon
JUMLAH

MUTASI 2012
DEBET

31 Des 2012

KREDIT

502.610.266.633,28

17.973.887.870,00

0,00

520.584.154.503,28

55.357.566.500,00

4.236.010.500,00

0.00

59.593.577.000,00

71.084.186.754,17

1.770.398.000,00

1.197.838.000,00

71.656.746.754,17

756.815.600,00

0.00

0.00

756.815.600,00

7.687.638.807,00

5.238.111.053,00

821.625.030,00

12.104.124.830,00

637.496.474.294,45

29.218.407.423,00

2.019.463.030,00

664.695.418.687,45

Mutasi Debet sebesar Rp 29.218.407.423,00 terdiri dari :


a) Kapitalisasi belanja modal aset Jalan, Jembatan, Jaringan Irigasi dan Instalasi
Listrik dan Telepon tahun 2012 sebesar Rp 28.967.083.520,00.
b) Koreksi dan Penyesuaian penambahan Aset Jembatan, Jaringan dan Instalasi
sebesar Rp. 251.323.903,00 terinci atas:
- Koreksi saldo awal Jalan, Jaringan dan Irigasi sesuai KIB tahun 2012 di RSUDBLUD senilai Rp. 9.830.500,00
- Koreksi reklasifikasi aset berupa Instalasi AC yang masuk di Aset Peralatan
Perlengkapan Kantor kemudian di masukkan ke Aset Instalasi listrik di
Disdukcapil senilai Rp. 4.660.000,00
- Penambahan

aset

Instalasi

Listrik

dan

Jaringan

Telepon

senilai

Rp214.652.373,00 yang terdapat di Disdukcapil senilai Rp. 94.652.373,00 dan


di Disnakertrans senilai Rp. 120.000.000,00
- Mutasi aset Instalasi Listrik tahun 2012 senilai Rp. 5.839.700,00 dari DPPKAD
ke Badan Kesbangpolinmas dan dari Disperinkop ke DPPKAD senilai
Rp16.341.330,00
Mutasi Kredit sebesar Rp 2.019.463.030,00 terdiri dari:

Hal. 78

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

a) Koreksi saldo awal Jalan, Jaringan dan Irigasi senilai Rp. 9.830.500,00
penyesuaian dengan Kartu Inventaris Barang tahun 2012 di RSUD dr.Soehadi
Prijonegoro -BLUD.
b) Koreksi

pencatatan

belanja

modal

aset

Jalan,

Jaringan

dan

Irigasi

Dishubkominfo yang seharusnya masuk golongan gedung dan bangunan tapi


tercatat ke dalam Jalan, Jaringan dan Instalasi senilai Rp. 347.298.000,00
c) Penyesuaian pengurangan jaringan Pompa merk Yanmar 23 PK dari DPU Tahun
2008 sesuai SK Penghapusan No. 641/180/002/2012 senilai Rp1.071.307.500,00
diserahkan ke Desa Dari dan Pompa merk Kubota senilai Rp. 49.000.000,00
diserahkan ke Desa Mojorejo.
d) Penyesuaian pengurangan bangunan sumur resapan Dishutbun (DAK 2011)
sebanyak 8 unit yang diserahkan ke kelompok Tani sesuai dengan Keputusan
Bupati No. 616/318/002//2012 tentang penghapusan Bangunan senilai
Rp67.259.000,00
e) Penyesuaian pengurangan aset Jalan, Jaringan dan Instalasi di Dishubkominfo
dalam pengadaan marka jalan 1000 m tahun 2012 senilai Rp. 99.750.000,00
karena marka tidak termasuk aset tetap.
f) Penyesuaian

pengurangan

nilai

Jalan,

Jaringan

dan

Instalasi

senilai

Rp29.845.000,00 karena dobel catat pada golongan peralatan dan mesin di


Dinas Perhubungan.
g) Mutasi aset instalasi listrik dengan No Berita Acara 028/21.1/16/III/2012 senilai
Rp. 5.839.700,00 dari Disperinkop ke DPPKAD kemudian DPPKAD di
serahkan ke Badan Kesbangpolinmas senilai Rp. 5.839.700,00.
h) Mutasi aset Instalasi Listrik dari Disperinkop ke DPPKAD sesuai No Berita
Acara 028/424.2/015/V/2012 senilai Rp. 10.501.630,00
i)

Koreksi salah catat dari Jalan, Jaringan dan Instalasi listrik ke bangunan

j)

Koreksi aset Papan Publikasi yang tercatat sebagai aset Instalasi Listrik

gedung/monumen di Dishubkominfo senilai Rp. 317.651.000,00

direklasifikasi ke Aset Peralatan Kantor senilai Rp. 4.900.000,00


k) Pengembalian kelebihan biaya pembuatan sumur resapan tahun 2011 dishutbun
senilai Rp. 441.000,00.

Hal. 79

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

e. Aset Tetap Lainnya

Rp

38.179.149.320,00

Jumlah tersebut merupakan nilai aset tetap lainnya per 31 Desember 2012.
Jumlah tersebut merupakan nilai aset tetap lainnya per 31 Desember 2012. Rincian
dan Perubahan Aset Tetap lainnya sebagai berikut:
JENIS ASET

MUTASI 2012

2011

DEBET

2012

KREDIT

Buku dan Kepustakaan

36.148.948.120,00

4.995.372.975,00

1.607.200,00

41.142.713.895,00

Barang Bercorak
Kesenian, Kebudayaan

573.951.200,00

248.420.000,00

822.371.200,00

1.456.250.000,00

29.955.000,00

708.605.000,00

777.600.000,00

38.179.149.320,00

5.273.747.975,00

710.212.200,00

42.742.685.095,00

Hew an, Ternak


JUMLAH

Mutasi Penambahan sebesar Rp 5.273.747.975,00 terdiri dari:


a. Kapitalisasi Aset Tetap Lainya dari realisasi
Belanja Modal tahun 2012 sebesar

Rp 5.112.890.775,00

b. Penyesuaian realisasi belanja modal RSUD


dr. Soehadi Prijonegoro tahun 2012

Rp.

47.367.200,00

c. Koreksi Kapitalisasi Belanja Modal Pengadaan


Panggung Konstruksi Plat Besi berupa bangunan
Instalasi - Panggung Konstruksi Plat Besi yang
merupakan Aset Tetap Lainnya Panggung
Kesenian di Dinas Pariwisata senilai

Rp.

17.420.000,00

Rp.

96.020.000,00

Rp.

50.000,00

d. Reklasifikasi dari aset peralatan dan mesin ke


Aset Barang Bercorak Kesenian di Setda Bagian
Umum
e. Reklasifikasi aset peralatan kantor dan rumah
tangga berupa Peta ke aset tetap lainnya di
Disnaker
Mutasi Pengurangan sebesar Rp 710.212.200,00 terdiri dari:
a. Pengurangan aset tetap lainnya yang
nilainya dibawah kapitalisasi di RSUD
dr. Soehadi Prijonegoro
b. Penyesuaian pengurangan Induk Sapi
dikarenakan pelelangan di AUT Dinas

Rp.

31.562.200,00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Peternakan

Rp.

4. Dana cadangan

Hal. 80

678.650.000,00

Rp.

0,00

Saldo Dana Cadangan per 31 Desember 2011 sebesar Rp. 0,00

5. Aset Lainnya

Rp.

3.960.760.000,00

Jumlah tersebut merupakan Saldo Aset Lainnya Pemerintah Kabupaten Sragen per 31
Desember 2011 dengan rincian sebagai berikut :

JENIS ASET

31 Des 2011

MUTASI 2012
DEBET

Tagihan
Tuntutan Ganti
Kerugian
Daerah
Bangun guna
serah (BOT)

31 Des 2012

KREDIT

23.125.000,00

1.066.425.000,00

1,066,425,000.00

Aset Tidak
Berwujud

1.046.250.000,00

116.000.000.00

1.162.250.000 ,00

Aset Lain-lain

1.824.960.000,00

411.774.743,00

1.104.840.000,00

1.131.894.743,00

JUMLAH

3.960.760.000,00

527.774.743,00

1.127.965.000,00

3.360.569.743,00

a.

23.125.000.00

Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah

Rp.

0,00

Perubahan Aset Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah selama tahun 2012
adalah sebagai berikut :
Saldo awal 1 Januari 2012

Rp

23.125.000,00

Penyesuaian atas realisasi TGR 2012

Rp.

23.125.000,00

Saldo Akhir 31 Desember 2012

Rp.

0,00

Penyelesaian Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah senilai Rp.23.125.000,00


merupakan realisasi penerimaan TGR tahun 2012 terhadap :
x Sisa Tuntutan Ganti Kerugian Daerah untuk Kedaraan Bermotor Roda 4
dengan No.Polisi AD 69 E senilai Rp.9.000.000,00 dan AD 9566 KE senilai
Rp.11.200.000,00
x Sisa Tuntutan Ganti Kerugian Daerah untuk Kendaraan Bermotor roda 2
dengan Nomor Polisi AD 9907 KE senilai Rp.2.925.000,00
b.

Aset Build Operate and Transfer ( BOT )


Aset Bangun Guna Serah tersebut meliputi :

Rp.

1.066.425.000,00

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 81

x Aset yang saat ini dioperasikan oleh Ananto Pratiknyo, BS sesuai perjanjian
Nomor 511.3/3344-04/1994 tanggal 1 Juli 1994 tentang Penyertaan Modal
Pemerintah Kabupaten Sragen dengan cara kontrak bagi hasil tempat usaha
selama 30 tahun mulai Tahun 1994 di atas bekas gedung nasional dan gedung
percetakan daerah untuk pertokoan, tempat rekreasi, restaurant dan hiburan
umum senilai Rp.279.225.000,00
x Tanah Pemda seluas 9.600 m2 (tercatat di Neraca per 31 Desember 2010 total
luas tanah 20.650 m2 senilai Rp.1.693.300.000,00, terletak di Nglangon,
Karangtengah) yang dikerjasamakan dengan PT.Aroma Sukowati Sragen
senilai Rp.988.800.000,00 (di Neraca senilai Rp.787.200.000,00 dengan harga
Rp.82.000,00 per m2.)
c.

Aset Tidak Berwujud

Rp.

1.162.250.000,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset Tidak Berwujud yang dimilki satuan kerja
di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan
nilai Aset Tidak Berwujud pada neraca per 31 Desember 2012 merupakan
penambahan aset tidak berwujud senilai Rp.116.000.000,00 yang terdiri dari :
x Penambahan di DPPKAD dari Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM
berupa Website Tahun 2008 senilai Rp. 11.500.000,00
x Penyesuaian penambahan dari realisasi belanja barang dan jasa Dinas
Perhubungan tahun 2012 ke dalam aset lainnya berupa software / program
pegujian kendaraan bermotor sebesar Rp. 104.500.000,00
d.

Aset Lain-Lain

Rp.

1.131.894.743,00

Jumlah tersebut merupakan nilai Aset Lain-lain yang dimilki satuan kerja di
lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012. Perubahan
nilai Aset Lain-lain pada neraca per 31 Desember 2012 sebagai berikut:
x Mutasi penambahan aset

lain-lain senilai Rp. 411.774.743,00 merupakan

reklasifikasi barang peralatan kantor yang telah dihapus pada Tahun 2012
sesuai SK Bupati No. 028.1/311/002/2012 tanggal 26 Desember 2012

Hal. 82

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

SKPD
1 Kecamatan Tangen
2 Kecamatan Sragen
3 Kecamatan Kalijambe
4 Kecamatan Tanon
5 Kecamatan Gesi
6 Dinas Kehutanan
7 Kecamatan Ngrampal
8 Kecamatan Sambirejo
9 Setda-Hukum
10 Kecamatan Jenar
11 Kecamatan Masaran
12 Dishubkominfo
13 Disnakertrans
JUMLAH

Nilai Aset (Rp.)


34.488.500,00
24.450.000,00
5.646.293,00
6.350.000,00
80.375.650,00
29.796.000,00
231.000,00
26.204.150,00
7.485.000,00
810.000,00
387.900,00
170.619.000,00
24.931.250,00
411.774.743,00

Catatan :
Terdapat Aset Tetap yang telah dihapusbukukan tetapi belum di-reklasifikasi
ke aset lain-lain senilai Rp.18.807.160,00 yang merupakan aset tetap di
Sekretariat DPRD senilai Rp.15.950.000,00 dan Kecamatan Gondang senilai
Rp.2.857.160,00
x Mutasi pengurangan aset lain-lain senilai Rp.1.104.840.000,00 merupakan
a) Penghapusan Aset Lain-lain berupa Kendaraan Bermotor yang telah
dilelang pada Tahun 2012 senilai Rp.1.016.450.000,00, berupa Kendaraan
Roda

senilai

Rp.528.200.000,00

berdasar

Risalah

Lelang

Nomor:345/2012 tanggal 8 Mei 2012 dari Kantor Pelayanan Kekayaan


Negara

dan

Lelang

Surakarta,

dan

Kendaraan

Roda

senilai

Rp.488.250.000,00.
b) Reklasifikasi Aset Lain-lain ke Alat Angkutan Darat Bermotor karena tidak
dilelang dan dipergunakan kembali sebagai kendaraan operasional senilai
Rp.88.390.000,00 berupa 16 unit kendaraan roda 2 di DPU senilai
Rp.65.390.000,00 dan 1 unit kendaraan roda 4 Dinas Perdagangan senilai
Rp.23.000.000,00
Aset Lain-lain pada Neraca per 31 Desember 2012 senilai Rp. 1.131.894.743,00
terdiri dari :
1) Sisa Piutang Anggota DPRD Periode 1999 2004 sebesar Rp 105.840.000,00
yang merupakan Dana Purna Bhakti Anggota DPRD Periode 1999 - 2004.

Hal. 83

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Nilai piutang tersebut semula sebesar Rp. 2.250.000.000,00 kemudian


dikurangi dana yang sudah disetorkan kembali sebesar Rp. 2.144.160.000,00.
2) 2 unit kendaraan roda 2 Merk Yamaha V 75 Tahun 1974 Nopol AD 1691 AX
dan AD 1692 AX. yang sudah rusak berat (digunakan untuk alat praktek
sekolah SMKN Miri dan SLB) senilai Rp. 2.160.000,00
3) Aset lain-lain senilai Rp.1.023.894.743,00 yang merupakan :
- Aset lain lain berupa kendaraan roda empat senilai Rp.409.690.000,00 dan
kendaraan roda dua senilai Rp.202.430.000,00 sesuai SK Bupati
No.953/162/002/2011 tanggal 6 Desember 2011.
- Aset Lain-lain berupa reklasifikasi barang peralatan kantor ke asset lain-lain
senilai Rp. 411.774.743,00 yang telah dihapus pada Tahun 2012 sesuai SK
Bupati No. 028.1/311/002/2012 tanggal 26 Desember 2012.

G. KEWAJIBAN

Rp

2012
5.707.532.488,00

Rp

2011
4.049.832.303,00

Jumlah kewajiban Pemerintah Kabupaten Sragen pada Neraca per

31

Desember 2012 tersebut di atas merupakan jumlah Kewajiban Jangka Pendek yang terdiri
dari :
1. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang

Rp.

Hingga akhir periode tahun 2012 Kabupaten Sragen tidak memiliki Bagian Lancar
Utang Jangka Panjang/Utang Jangka Pendek.
2. Utang Jangka Pendek Lainnya

Rp.

5.707.532.488,00

Jumlah tersebut merupakan Hutang Operasional Pemerintah Kabupaten Sragen dalam


hal ini RSUD dr. Soehadi Prijonegoro sebagai Badan Layanan Usaha Daerah, berupa
Utang atas Barang dan Jasa yang sudah diterima Tahun 2012, namun belum dilakukan
pembayaran sampai akhir tahun 2012 (per 31 Desember 2012) yang terdiri dari :
1) Utang Rekanan Farmasi (Obat)

Rp.

2.946.787.131,00

2) Utang Lain-lain

Rp.

2.684.119.424,00

3) Utang Biaya Listrik

Rp.

72.472.550,00

4) Utang Biaya Telpon

Rp.

3.481.233,00

5) Utang Biaya Air

Rp.

672.150,00

Rp.

5.707.532.488,00

Jumlah

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 84

H. EKUITAS DANA

2012
Rp 2.119.603.444.446,94

2011
Rp 1.880.811.419.912,53

Jumlah tersebut merupakan jumlah kekayaan netto Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen
per 31 Desember 2012 dengan rincian sebagai berikut :
URAIAN

2012 (Rp)

2011 (Rp)

NO
EKUITAS DANA

2.119.603.444.446,94

1.880.811.419.912,53

203.101.454.596,81

108.425.230.945,17

1.916.501.989.850,13

1.772.386.188.967,36

0,00

0,00

a Ekuitas Dana Lancar


b Ekuitas Dana Investasi
c Ekuitas Dana Cadangan

Penjelasan Rincian Ekuitas Dana


a. Ekuitas Dana Lancar

Rp.

203.101.454.596,81

Jumlah Ekuitas Dana Lancar tersebut merupakan kekayaan Pemerintah Kabupaten


Sragen yang berasal dari selisih Aktiva Lancar dengan Hutang Jangka Pendek dengan
rincian sebagai berikut :

NO

URAIAN
EKUITAS DANA LANCAR

1) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran


2) Cadangan untuk Piutang
3) Cadangan untuk Persediaan
4)

Dana yang harus disediakan untuk


pembayaran utang jangka pendek

5) Pendapatan yang ditangguhkan

b.

Ekuitas Dana Investasi

2012 (Rp)

2011 (Rp)

203.101.454.596,81

108.425.230.945,17

192.941.300.744,00

91.583.990.445,90

3.981.308.166,00

9.883.983.942,00

11.467.976.854,81

10.970.797.419,27

(5.707.532.488,00)

(4.049.832.303,00)

418.401.320,00

36.291.441,00

Rp.

1.916.501.989.850,13

Jumlah Ekuitas Dana Investasi tersebut merupakan kekayaan Pemerintah Daerah


Kabupaten Sragen yang berasal dari selisih Investasi Non Permanen, Investasi
Permanen ditambah Aset Tetap dan Aset Lainnya, dikurangi dengan Utang Jangka
Panjang dengan rincian sebagai berikut :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 85

URAIAN
EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka
1)
Panjang

2012 (Rp)
1.916.501.989.850,13

2011 (Rp)
1.772.386.188.967,36

104.247.102.733,87

93.323.960.479,79

2) Diinvestasikan dalam Aset Tetap

1.808.894.317.373,26

1.675.101.468.487,57

3.360.569.743,00

3.960.760.000,00

NO

Diinvestasikan dalam Aset Lainnya


(Tidak termasuk Dana Cadangan)
Dana yang harus disediakan untuk
4)
pembayaran hutang jangka panjang
3)

c.

0,00

Ekuitas Dana Cadangan

0,00

Rp.

0,00

Ekuitas Dana Cadangan merupakan kekayaan Pemerintah Kabupaten Sragen yang


dicadangkan secara khusus untuk keperluan tertentu. Ekuitas Dana Cadangan
Pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2011 sebesar Rp. 0,00.

I.

LAPORAN ARUS KAS


1. Arus Kas Dari

2012
Rp 223.835.629.911,00

2011
Rp 130.460.826.396,00

Aktivitas Operasi
a. Arus Kas Masuk

2012
Rp 1.247.145.002.750,00

2011
Rp 1.053.396.696.662,00

Penerimaan Kas Daerah periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012
dari aktivitas operasi sebesar Rp. 1.247.145.002.750,00 berasal dari pendapatan
yang terdiri dari :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO

URAIAN

a. Arus Kas Masuk

Hal. 86

2012 (Rp)

2011 (Rp)

1.247.145.002.750,00

1.053.396.696.662,00

1) Pendapatan Pajak Daerah

22.662.311.722,00

20.594.223.505,00

2) Hasil Retribusi Daerah


Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
3)
Dipisahkan

21.169.074.341,00

17.179.403.807,00

8.533.382.654,00

7.079.893.351,00

4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

13.535.696.764,00

8.476.352.158,00

5) Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

42.195.191.456,00

38.545.743.450,00

6) Dana Alokasi Umum

778.668.035.000,00

618.442.630.000,00

7) Dana Alokasi Khusus

69.378.280.000,00

71.611.800.000,00

8) Pendapatan Hibah
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan
9)
Pemerintah Daerah Lainnya
Dana
Percepatan
dan
Penguatan
10)
Pembangunan Infrastruktur Daerah
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
11)
Pemerintah Daerah Lainnya
Dana Alokasi Tambahan Penghasilan Bagi
12)
Guru PNSD
Dana Alokasi Bantuan Operasional Sekolah
13)
(BOS)

b. Arus Kas Keluar

Rp

1.417.200.613,00

318.000.000,00

70.534.596.200,00

54.539.436.511,00

0,00

15.269.925.000,00

51.742.465.000,00

25.682.340.000,00

167.308.769.000,00

121.052.696.880,00

0,00

54.604.252.000,00

2012
2011
1.023.309.372.839,00 Rp 922.935.870.266,00

Pengeluaran Kas Daerah dari aktivitas operasi sejumlah Rp. 1.023.309.372.839,00


terdiri dari pengeluaran untuk :
NO
URAIAN
b. Arus Kas Keluar
1) Belanja Pegawai

2012 (Rp)
1.023.309.372.839,00
814.782.702.203,00

2) Belanja Hibah
3) Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bagi Hasil kepada
4) Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa
Belanja Bantuan Keuangan kepada
5) Provinsi/Kabupaten/Kota
dan Pemerintahan Desa
6) Belanja Tidak Terduga
7) Belanja Barang dan Jasa

2. Arus Kas dari

35.573.456.500,00

17.086.984.026,00

9.936.486.700,00

22.153.438.500,00

699.659.800,00

718.277.260,00

44.170.872.000,00

25.939.076.700,00

485.038.000,00

0,00

117.661.157.636,00

105.655.992.525,00

2012
Rp 115.804.239.551,00

Aktivitas Investasi Non Keuangan

2011 (Rp)
922.935.870.266,00
751.382.101.255,00

Rp

2011
(67.181.715.790,00)

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

2012

Hal. 87

2011

a.

Arus Kas Masuk

Rp

b.

Arus Kas Keluar

2012
Rp 115.804.239.551,00

Rp

2011
Rp 67.181.715.790,00

Arus Kas Keluar dari aktivitas investasi non keuangan digunakan untuk Belanja
Modal periode 1 Januari 2012 sampai dengan

31 Desember 2012 sebesar

Rp115.804.239.551,00 yang terdiri dari:


NO

URAIAN

2012 (Rp)

b. Arus Kas Keluar

2011 (Rp)

115.804.239.551,00

67.181.715.790,00

1.138.587.105,00

59.500.000,00

2) Belanja Peralatan dan Mesin

30.445.230.751,00

22.673.653.850,00

3) Belanja Bangunan dan Gedung

49.728.834.400,00

7.553.154.900,00

4) Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan

29.378.696.520,00

34.410.421.300,00

5.112.890.775,00

2.484.985.740,00

1) Belanja Tanah

5) Belanja Aset Tetap Lainnya

3. Arus Kas Dari


Aktivitas Pembiayaan

2012
Rp (10.149.000.000,00) Rp

2011
(1.924.626.667,00)

2012
a. Arus Kas Masuk

Rp

Rp

2011
1.229.373.333,00

Arus Kas Masuk dari aktivitas pembiayaan pada periode 1 Januari 2012 sampai
dengan 31 Desember 2012 sebesar Rp. 0,00, yang terdiri dari :
NO

URAIAN

2012 (Rp)

a. Arus Kas Masuk


1) Penerimaan Pinjaman Daerah
Penerimaan kembali Pemberian
2)
Pinjaman
3) Penerimaan Kembali Investasi

b. Arus Kas Keluar

2012
Rp 10.149.000.000,00

2011 (Rp)
0,00
0,00

1.229.373.333,00
0,00

0,00

229.373.333,00

0,00

1.000.000.000,00

2011
Rp 3.154.000.000,00

Arus Kas Keluar dari aktivitas pembiayaan pada periode 1 Januari 2012 sampai
dengan 31 Desember 2012 sebesar Rp. 10.149.000.000,00 yang terdiri dari :

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

NO

URAIAN

2012 (Rp)

Hal. 88

2011 (Rp)

b. Arus Kas Keluar


Penyertaan Modal (Investasi)
1)
Pemerintah Daerah
2) Pembayaran Pokok Utang

10.149.000.000,00

3.154.000.000,00

9.549.000.000,00

2.764.000.000,00

600.000.000,00

390.000.000,00

3) Pemberian Pinjaman Daerah

0,00

0,00

2012

4. Arus Kas Dari Aktivitas Non

2011

Rp

Rp

Anggaran
Arus Kas dari aktivitas non anggaran pada periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31
Desember 2012 merupakan arus kas masuk dari Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga
(PFK) sejumlah Rp. 88.728.193.754,00 sekaligus merupakan Arus Kas Keluar dari
Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) sebesar Rp. 88.728.193.754,00 yang
terdiri dari :
NO

URAIAN

2012 (Rp)

2011 (Rp)

Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)

88.728.193.754,00

78.475.670.408,00

1) IWP

46.920.191.720,00

43.422.185.133,00

2) Askes

9.383.442.228,00

8.689.167.125,00

3) PPh Pasal 21

15.338.003.981,00

15.693.610.077,00

4) PPh Pasal 22

813.750.336,00

649.386.978,00

5) PPh Pasal 23

203.360.937,00

832.384.392,00

6) PPh Pasal 25

0,00

0,00

7) PPh Pasal 4
8) PPn Pusat

1.653.404.460,00

0,00

13.244.315.692,00

7.986.408.203,00

9) Taspen
10) Taperum
11) Lainnya

5. Saldo Awal Kas BUD

0,00

0,00

1.170.124.400,00

1.200.316.000,00

1.600.000,00

2.212.500,00

2012
Rp 78.239.721.051,90

2011
Rp 16.885.237.112,90

Saldo Awal Kas Daerah Kabupaten Sragen per 1 Januari 2012 merupakan

Kas di

Kas Daerah (Kas Riil) sebesar Rp. 78.239.721.051,90

6. Saldo Akhir Kas BUD

2012
Rp 176.122.111.411,00

2011
Rp 78.239.721.051,90

Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012

Hal. 89

Saldo Kas Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 merupakan Kas di Kas
Daerah sebesar Rp. 176.122.111.411,00 secara riil sejumlah Rp. 164.906.066.059,00,
terdapat selisih kas senilai Rp. 11.216.045.352,00. Penjelasan pada Rincian SILPA nomor
1 huruf E.

7. Saldo Akhir Kas

2012
Rp 193.359.702.064,00

2011
Rp 91.620.281.886,90

Saldo Akhir Kas Daerah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 terdiri dari :
1) Kas BUD

Rp.

176.122.111.411,00

2) Kas di BLUD (RSUD)

Rp.

16.819.189.333,00

3) Kas di Bendahara Pengeluaran

Rp.

0,00

4) Kas di Bendahara Penerimaan

Rp.

418.401.320,00

BAB V
PENUTUP

1.

Kesimpulan
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen
Tahun Anggaran 2012 secara umum dapat dilaksanakan dengan baik meskipun tidak
terlepas dari beberapa hambatan atau kendala.
Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA)
sebagai implementasi atas Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 yang diikuti
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, yang disesuaikan juga dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
yang

berlaku

dimaksudkan

untuk

membantu

mempermudah,

mempercepat,

memperlancar dan menjaga keakuntabilitasan pelaksanaan pengelolaan keuangan


daerah bagi masing-masing pengguna anggaran pada SKPD sehingga kinerja SKPD
dan kinerja pemerintah daerah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
2.

Upaya Kedepan
a. Dalam pengelolaan aset daerah masih perlu terus ditingkatkan kualitas dalam hal
penyediaan data aset, dan perlunya dipertimbangkan integrasi secara langsung,
antara data aset dengan laporan keuangan daerah.
b. Mengenai penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD maupun Penetapan
Perda tentang Perubahan APBD pada Tahun Anggaran 2012 belum sesuai target
waktu yang ditentukan, untuk tahun mendatang tetap diupayakan agar dapat sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

65

LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN

1. Dasar Hukum Pemeriksaan


1) UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2) UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3) UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
Keuangan Negara;
4) UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.
2. Tujuan Pemeriksaan
Tujuan pemeriksaan LKPD TA 2012 adalah untuk memberikan opini atas tingkat
kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan
pada kriteria:
1) Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
2) Kecukupan pengungkapan (adequate disclosures).
3) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
4) Efektivitas sistem pengendalian intern.
3. Sasaran Pemeriksaan
Pemeriksaan LKPD TA 2012 meliputi pengujian atas :
1) Efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern termasuk
pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya;
2) Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku;
3) Penyajian saldo akun-akun dan transaksi pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
dan Laporan Arus Kas TA 2012 sesuai SAP;
4) Penyajian saldo akun-akun dalam neraca per 31 Desember 2012;
5) Pengungkapan informasi keuangan pada Catatan Atas Laporan Keuangan.
Pengujian atas Laporan Keuangan bertujuan untuk menguji semua pernyataan
manajemen (asersi manajemen) dalam informasi keuangan, efektifitas pengendalian
intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku meliputi :
1) Keberadaan dan keterjadian
Bahwa seluruh aset dan kewajiban yang disajikan dalam neraca per 31 Desember
2012 dan seluruh transaksi penerimaan, belanja dan pembiayaan anggaran yang
disajikan dalam LRA TA 2012 benar-benar ada dan terjadi selama periode tersebut
serta telah didukung dengan bukti-bukti yang memadai.
2) Kelengkapan
Bahwa semua aset, kewajiban, dan ekuitas dana yang dimiliki telah dicatat dalam
neraca dan seluruh transaksi penerimaan negara, belanja daerah dan pembiayaan
yang terjadi selama Tahun 2012 telah dicatat dalam LRA.
3) Hak dan Kewajiban
Bahwa seluruh aset yang tercatat dalam neraca benar-benar dimiliki atau hak dari
pemerintah daerah dan utang yang tercatat merupakan kewajiban pemerintah
daerah pada tanggal pelaporan.

78

LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

4)

5)

Penilaian dan Alokasi


Bahwa seluruh aset, utang, penerimaan dan belanja daerah, serta pembiayaan telah
disajikan dengan jumlah dan nilai semestinya, diklasifikasikan sesuai dengan
standar/ketentuan yang telah ditetapkan, dan merupakan alokasi biaya/anggaran
TA 2012.
Penyajian dan Pengungkapan
Bahwa seluruh komponen laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan
ketentuan dan telah diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan
Keuangan.

4. Standar Pemeriksaan
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan di BPK RI tahun 2007
5. Metodologi Pemeriksaan
Metodologi Pemeriksaan atas LKPD Tahun 2012 meliputi perencanaan, pelaksanaan,
dan pelaporan hasil pemeriksaan, yaitu sebagai berikut :
1) Perencanaan Pemeriksaan
(1) Pemahaman Entitas dan Sistem Pengendalian Intern
Pemahaman atas entitas dan sistem pengendalian intern dapat diperoleh dari
laporan hasil pemeriksaan sebelumnya, laporan hasil pemeriksaan interim,
catatan atas laporan keuangan yang diperiksa, pemantauan tindak lanjut, dan
database yang telah dimiliki serta peraturan atau kebijakan tertulis/formal
kepala daerah terkait. Pemahaman atas entitas tersebut meliputi pemahaman
atas latar belakang/dasar hukum pendirian pemerintah daerah, kegiatan utama
entitas termasuk sumber pendapatan daerah, lingkungan yang mempengaruhi,
pejabat terkait sampai dengan dua (2) tingkat vertikal ke bawah di bawah
kepala daerah, dan kejadian luar biasa yang berpengaruh terhadap pengelolaan
keuangan daerah. Pemeriksa perlu mengidentifikasi kelemahan-kelemahan
signifikan atau area-area kritis yang memerlukan perhatian mendalam, sehingga
membantu pemeriksa untuk : (1) mengidentifikasi jenis potensi kesalahan, (2)
mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji yang
material, (3) mendesain pengujian sistem pengendalian intern, dan (4)
mendesain prosedur pengujian substantif.
(2) Pertimbangan Hasil Pemeriksaan Sebelumnya
Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut hasil
pemeriksaan sebelumnya. Pemeriksa harus meneliti pengaruh hasil pemeriksaan
sebelumnya dan tindak lanjutnya terhadap LKPD yang diperiksa, terutama
terkait dengan kemungkinan temuan-temuan pemeriksaan yang berulang dan
keyakinan pemeriksa atas saldo awal akun atau perkiraan pada neraca yang
diperiksa
(3) Penentuan Metode Uji Petik
Penentuan metode uji petik berdasarkan pertimbangan profesional pemeriksa
dengan memperhatikan beberapa aspek antara lain :

79

LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

(1)) Tingkat risiko


Jika hasil pengujian SPI disimpulkan pengendalian intern suatu akun
lemah, maka sampel untuk pengujian substantif atas akun tersebut harus
lebih besar. Jika akun-akun tertentu mempunyai risiko bawaan (inherent
risk) yang lebih tinggi dari akun-akun lainnya, maka sampel untuk
pengujian substantif untuk akun-akun tersebut harus lebih besar.
(2)) Tingkat materialitas yang telah ditentukan. Jika tingkat materialitas kecil,
maka sampel yang diambil harus lebih besar dan begitu juga sebaliknya.
(3)) Jumlah sampel tidak hanya didasarkan pada nilai saldo akun, tetapi
memperhatikan transaksi-transaksi yang membentuk saldo tersebut. Saldo
akun yang kecil bisa dibentuk dari transaksi-transaksi positif dan negatif
yang besar.
(4)) Cost and benefit, manfaat uji petik atas suatu transaksi atau saldo akun
harus lebih besar dari biaya pengujian tersebut.
2)

Pelaksanaan Pemeriksaan
(1) Pengujian Analitis
Pengujian analitis dalam pelaksanaan pemeriksaan dapat dilakukan dengan : (1)
Analisa Data, (2) Analisa Rasio dan Tren, sesuai dengan area yang telah
ditetapkan sebagai uji petik. Pengujian analitis terinci ini diharapkan dapat
membantu pemeriksa untuk menemukan hubungan logis penyajian akun pada
LKPD dan menilai kecukupan pengungkapan atas setiap perubahan pada
pos/akun/unsur pada laporan keuangan yang diperiksa, serta membantu
menentukan area-area signifikan dalam pengujian sistem pengendalian intern
dan pengujian substantif atas transaksi dan saldo.
(2) Pengujian Pengendalian
Petunjuk pengujian pengendalian meliputi pengujian yang dilakukan pemeriksa
terhadap efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern dalam
rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Dalam pengujian desain
sistem pengendalian intern, pemeriksa mengevaluasi apakah sistem
pengendalian intern telah didesain secara memadai dan dapat meminimalisasi
secara relatif salah saji dan kecurangan. Sementara, pengujian implementasi
sistem pengendalian intern dilakukan dengan melihat pelaksanaan pengendalian
pada kegiatan atau transaksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pengujian
sistem pengendalian intern merupakan dasar pengujian substantif selanjutnya.
(3) Pengujian Substantif atas transaksi dan saldo
Pengujian substantif meliputi pengujian atas transaksi dan saldo-saldo
akun/perkiraan serta pengungkapannya dalam laporan keuangan yang diperiksa.
Pengujian tersebut dilakukan setelah pemeriksa memperoleh LKPD (unaudited)
dan dilakukan untuk meyakini asersi manajemen atas LKPD, yaitu : (1)
keberadaan dan keterjadian, (2) kelengkapan, (3) hak dan kewajiban, (4)
penilaian dan pengalokasian, serta (5) penyajian dan pengungkapan.

80

LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

(4) Penyelesaian penugasan


Hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dalam penyelesaian penugasan beserta
form-form pelaporan pemeriksaan (daftar koreksi, risalah pembahasan TP,
Form TP, Form Tanggapan)
3)

Pelaporan
Setelah melakukan pengujian terinci di atas, pemeriksa menyimpulkan hasil
pemeriksaan dan dituangkan dalam laporan hasil pemeriksaan.

6. Waktu Pemeriksaan
Pemeriksaan lapangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah TA 2012 pada
Pemerintah Kabupaten Sragen dilakukan mulai tanggal 15 April s.d 14 Mei 2013.
7. Obyek Pemeriksaan
Pemerintah Kabupaten Sragen selaku entitas pelaporan dan Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen selaku entitas akuntansi.
8. Batasan Pemeriksaan
Dalam rangka melaksanakan pemeriksaan atas LKPD TA 2012 pada Pemerintah
Kabupaten Sragen, BPK RI masih menghadapi batasan dan kendala yaitu terbatasnya
pegawai berlatar belakang pendidikan akuntansi di unit-unit kerja, sehingga SKPD
belum bisa menyajikan laporan aset tetap SKPD yang andal.

Badan Pemeriksa Keuangan

Republik Indonesia

81

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI


ATAS
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN SRAGEN
TAHUN 2012

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS
SISTEM PENGENDALIAN INTERN

Nomor
Tanggal

:
:

38B/LHP/XVIII.SMG/05/2013
27 Mei 2013

DAFTAR ISI
HALAMAN
DAFTAR ISI...............

DAFTAR TABEL...................

ii

RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN ...................

iii

HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN.....................

1. Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun


Anggaran 2012 Terlambat .........................................................................................

2. Rekomendasi BPK Atas Hasil Pemeriksaan Terkait Ketekoran Kas Di Kas Daerah
Kabupaten Sragen Sebesar Rp11.216.045.352,00 Belum Selesai Ditindaklanjuti .....

3. Penyajian Piutang Lain-Lain Di Neraca Sebesar Rp3.981.308.166,00 Belum


Memadai ......................................................................................................................

4. Pengendalian Intern atas Pengelolaan dan Pencatatan Persediaan Belum Sepenuhnya


Memadai ......................................................................................................................

13

5. Pengelolaan dan Penyajian Investasi Non Permanen Dana Bergulir TA 2012 Belum
Memadai ..

18

6. Rekomendasi BPK Atas Hasil Pemeriksaan Terkait Pengendalian dan Pencatatan


Aset Tetap Belum Selesai Ditindaklanjuti ..................................................................

24

DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1
Tabel 2
Tabel 3

Kronologis Proses Penetapan APBD Kab Sragen TA 2012 ..................


Rincian Tunggakan LUEP ...............................................................
Daftar Investasi Dana Bergulir ..............................................................

1
10
18

Tabel 4
Tabel 5
Tabel 6

Rincian Selisih Jumlah Ternak Bergulir TA 2012 ............................


Rincian Selisih Dana Bergulir Bagian PP .........................................
Daftar Rekening Yang Belum Ditetapkan Bupati ............................

19
20
20

ii

LHP Sistem Pengendalian Intern atas LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA

RESUME HASIL PEMERIKSAAN


ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004
tentang
Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang -Undang Nomor
15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan serta Undang-Undang terkait
lainnya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa
Neraca Pemerintah Kabupaten Sragen per 31 Desember 2012 dan 2011, serta Laporan
Realisasi Anggaran untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. BPK RI
telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan
Pemerintah Kabupaten Sragen tahun 2012 yang memuat opini Wajar Dengan
Pengecualian dengan Nomor 38.A./LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2013 tanggal 27 Mei 2013
dan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan
Nomor 38.B/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2013 tanggal 27 Mei 2013.
Sesuai Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), dalam pemeriksaan atas Laporan
Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen tersebut di atas, BPK RI mempertimbangkan
sistem pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Sragen untuk menentukan prosedur
pemeriksaan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan dan tidak
ditujukan untuk memberikan keyakinan atas sistem pengendalian intern.
BPK RI menemukan kondisi yang dapat dilaporkan berkaitan dengan sistem
pengendalian intern dan operasinya. Pokok-pokok kelemahan dalam sistem pengendalian
intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen yang ditemukan BPK RI
adalah sebagai berikut:
1. Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun
Anggaran 2012 Terlambat
2. Rekomendasi BPK Atas Hasil Pemeriksaan Terkait Ketekoran Kas Di Kas Daerah
Kabupaten Sragen Sebesar Rp11.216.045.352,00 Belum Selesai Ditindaklanjuti
3. Penyajian Piutang Lain-Lain Di Neraca Sebesar Rp3.981.308.166,00 Belum
Memadai
4. Pengendalian Intern atas Pengelolaan dan Pencatatan Persediaan Belum Sepenuhnya
Memadai
5. Pengelolaan dan Penyajian Investasi Non Permanen Dana Bergulir TA 2012 Belum
Memadai
6. Rekomendasi BPK Atas Hasil Pemeriksaan Terkait Pengendalian dan Pencatatan
Aset Tetap Belum Selesai Ditindaklanjuti
Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut, BPK RI merekomendasikan kepada Bupati
Sragen antara lain agar:

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH


iii

LHP Sistem Pengendalian Intern atas LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

1.

2.

3. a.
b.
4.
a.

b.

5. a.

b.

c.

d.
6.

a.

b.

Bupati Sragen dan Ketua DPRD agar lebih meningkatkan koordinasi dalam
membahas dan menetapkan APBD secara tepat waktu. Apabila DPRD sampai
batas waktu tidak menetapkan persetujuan bersama dengan kepala daerah
terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD, maka kepala daerah dapat
mempertimbangkan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun
anggaran sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan Majelis
TGR untuk segera melakukan proses penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan
atas ketekoran kas di kasda senilai Rp11.216.045.352,00 dengan
mempertimbangkan fakta hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku..
Melakukan revisi kebijakan akuntansi piutang dan menyajikan piutang lain-lain
sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.
Memerintahkan Kepala SKPD terkait supaya lebih meningkatkan upaya
penagihan atas piutang lain-lain tak tertagih.
memerintahkan Kepala SKPD terkait :
Melakukan penatausahaan dan penilaian persediaan obat dan bahan habis pakai
dengan tertib sesuai SAP serta sesuai ketentuan pengelolaan barang milik
daerah.
Melakukan pengawasan dan pengendalian atas pencatatan dan pelaporan
persediaan dengan membuat laporan bulanan persediaan. Hasil pelaporan
persediaan disampaikan kepada DPPKAD.
Melakukan revisi kebijakan akuntansi investasi non permanen dana bergulir
dan menyajikan investasi non permanen dana bergulir sesuai Standar Akuntansi
Pemerintahan.
Memerintahkan Kepala Dinas Perinkop, Dinas Peternakan Perikanan dan
Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda melakukan rekonsiliasi berkala dengan
DPPKAD untuk memvalidasi kebenaran data dana bergulir dan secara
konsisten menerapkan metode penilaian investasi dana bergulir sesuai dengan
SAP
Memerintahkan Kepala Dinas Perinkop, Dinas Peternakan Perikanan dan
Bagian Pemberdayaan Perempuan meningkatkan monitoring dan evaluasi atas
penatausahaan dan pelaporan dana bergulir. Hasil evaluasi disampaikan kepada
Bupati
Memerintahkan Kepala Dinas Perinkop dan Bagian Pemberdayaan Perempuan
untuk melaporkan rekening dana bergulir ke Bupati.
Kepala SKPD segera melakukan inventarisasi fisik/sensus barang daerah dan
melakukan penilaian barang milik daerah sesuai Standar Akuntansi
Pemerintahan serta melakukan rekonsiliasi aset tetap dengan DPPKAD untuk
kemudian dimasukkan dalam database aplikasi BMD
Kepala SKPD menyelenggarakan sistem pencatatan dan pengelolaan barang
milik daerah secara tertib dan berjenjang mulai dari penyusunan KIB, BI,
Laporan Mutasi Barang, Buku Besar barang dan neraca sesuai SAP.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH


iv

LHP Sistem Pengendalian Intern atas LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

Kelemahan dan rekomendasi perbaikan secara rinci dapat dilihat dalam laporan ini.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH


v

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

HASIL PEMERIKSAAN
ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN

Hasil pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern pada Pemerintah Kabupaten Sragen
Tahun Anggaran 2012 mengungkapkan sebanyak enam temuan pemeriksaan, dengan rincian
sebagai berikut:
1.

Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sragen Tahun


Anggaran 2012 Terlambat
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang
Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah, penetapan peraturan daerah tentang APBD dan peraturan
kepala daerah tentang penjabaran APBD dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember
tahun anggaran sebelumnya.
Untuk Tahun Anggaran 2012, Pemerintah Kabupaten Sragen bersama dengan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen telah menetapkan
Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 pada tanggal 02 April 2012. Mengacu
pada ketentuan yang diatur dalam peraturan menteri dalam negeri tersebut, penetapan
APBD tahun 2012 mengalami keterlambatan.
Adapun kronologis proses penetapan APBD Kabupaten Sragen TA 2012 dapat
diuraikan sebagai berikut :
Tabel 1 Kronologis Proses Penetapan APBD Kab SragenTA 2012
Uraian

Penyampaian Rancangan Kebijakan


Umum APBD dan Rancangan PPAS
APBD TA 2012 kepada DPRD

05 Desember 2011

Penyampaian rancangan KUA dan


rancangan PPAS APBD TA 2012

05 Desember 2011

Nota kesepakatan antara Pemerintah


Kabupaten. Sragen dengan DPRD
Kab. Sragen tentang KUA dan PPAS
Kab. Sragen TA 2012
Surat edaran Bupati Sragen tentang
Pedoman Penyusunan RKA-SKPD

10 Januari 2012

Paling lambat Akhir Juli


2011

10 Januari 2012

Paling lambat awal


Agustus 2011

21 Januari 2012

Paling lambat minggu


pertama Oktober 2011

Penyusunan RKA-SKPD

Pembahasan RKA-SKPD oleh TAPD

Penyampaian Nota Keuangan


Rancangan APBD Kabupaten
Sragen TA 2012 oleh Bupati Sragen

Realisasi

Jadwal sesuai
Permendagri 59/2007

No

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

Paling lambat
pertengahan bulan Juni
2011

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

Pembahasan Rancangan Peraturan


Daerah APBD TA 2012 oleh DPRD

06 Februari 2012

Pemandangan Umum Fraksi-fraksi


terhadap Raperda APBD Kab.
Sragen TA 2012

26 Januari 2012

10

Jawaban Bupati atas Pemandangan


Umum fraksi-fraksi terhadap
Ranperda APBD Kab. Sragen TA
2012
Persetujuan bersama antara Bupati
Sragen dengan DPRD Kab. Sragen
terhadap Raperda APBD TA 2012

28 Januari 2012

12

Penyampaian Raperda APBD Kab.


Sragen TA 2012 kepada Gubernur
Jawa Tengah untuk dievaluasi

20 Februari 2012

13

Evaluasi terhadap Raperda APBD


Kab. Sragen TA 2012 oleh Gubernur
Jawa Tengah

23 Februari 2012

15

Penyempurnaan Raperda APBD


Kab. Sragen TA 2012 antara TAPD
dengan Badan Anggaran DPRD
sesuai dengan hasil evaluasi
Gubernur Jawa Tengah
Sidang Paripurna Persetujuan
Bersama antara Bupati Sragen
dengan Pimpinan DPRD Kab.
Sragen terhadap penyempurnaan
Raperda tentang APBD Kab. Sragen
TA 2012 dan Raperbup tentang
penjabaran APBD Kab. Sragen TA
2012 berdasarkan hasil evaluasi
Gubernur Jawa Tengah, sekaligus
penetapan Perda tentang APBD Kab.
Sragen TA 2012

02 Maret 2012

11

16

15 Februari 2012

02 April 2012

Paling lambat 30
November 2011

Paling lambat 31
Desember 2011

Dari kronologis diatas dapat diketahui bahwa keterlambatan dimulai sejak


disampaikannya rancangan KUA dan PPAS APBD tanggal 5 Desember 2011.
Keterlambatan proses pembahasan ini kemudian berdampak pada proses penetapan
APBD berikutnya sehingga APBD TA 2012 baru ditetapkan 2 April 2012 atau terlambat
lebih dari 3 bulan dari batas waktu yang ditetapkan dalam peraturan menteri dalam
negeri.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :


a. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, Bagian Ketiga Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara pada:
1) Pasal 84 ayat (2) Rancangan KUA dan PPAS yang telah disusun sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), disampaikan oleh sekretaris daerah selaku ketua TAPD
kepada kepala daerah, paling lambat pada minggu pertama bulan Juni;
2) Pasal 87 ayat (1) Rancangan KUA dan Rancangan PPAS sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) disampaikan kepala daerah kepada DPRD

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

paling lambat pertengahan bulan Juni tahun anggaran berjalan untuk dibahas
dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD tahun anggaran berikutnya;
3) Pasal 87 ayat (3) Rancangan KUA dan rancangan PPAS yang telah dibahas
sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) selanjutnya disepakati menjadi KUA
dan PPAS paling lambat akhir bulan Juli tahun anggaran berjalan;
4) Pasal 89 ayat (3) Surat edaran kepala daerah perihal pedoman penyusunan
RKA-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan paling lambat awal
bulan Agustus tahun anggaran berjalan;
5) Pasal 104 ayat (1) Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah
tentang APBD beserta lampirannya kepada DPRD paling lambat pada minggu
pertama bulan Oktober tahun anggaran sebelumnya dari tahun yang direncanakan
untuk mendapatkan persetujuan bersama;
6) Pasal 105 ayat (3c) Persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD
tentang rancangan peraturan daerah tentang APBD ditandatangani oleh kepala
daerah dan pimpinan DPRD paling lambat 1(satu) bulan sebelum tahun anggaran
berakhir;
7) Pasal 106 ayat (1) : Apabila DPRD sampai batas waktu sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 105 ayat (3c) tidak menetapkan persetujuan bersama dengan kepala
daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD, kepala daerah
melaksanakan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun
anggaran sebelumnya;ayat (2) : Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diprioritaskan untuk belanja yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat
wajib.
8) Pasal 110 ayat (1) Rancangan peraturan daerah provinsi tentang APBD yang
telah disetujui bersama DPRD dan rancangan peraturan gubernur tentang
penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh gubernur paling lama 3 (tiga) hari
kerja disampaikan terlebih dahulu kepada Menteri Dalam Negeri untuk
dievaluasi;
9) Pasal 116 ayat (1) Rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan
peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD yang telah dievaluasi,
ditetapkan oleh kepala daerah menjadi peraturan daerah tentang APBD dan
peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD.
10) Pasal 116 ayat (2) Penetapan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan
peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember tahun anggaran
sebelumnya.
b. Peraturan Menteri Keuangan No.46/PMK.02/2006 tentang Tata Cara Penyampaian
Informasi Keuangan Daerah Pasal 8 : Dalam hal Pemerintah Daerah tidak
menyampaikan Informasi Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
sampai dengan 2 (dua) bulan setelah diberikannya peringatan tertulis sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7, Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran dan
Perimbangan Keuangan menetapkan sanksi berupa penundaan penyaluran Dana
Perimbangan setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri. Dan pada Pasal 9 :
Sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dilakukan sebesar 25% (dua puluh lima

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

persen) dari jumlah DAU yang diberikan setiap bulannya pada tahun anggaran
berjalan.

Kondisi tersebut mengakibatkan :


a. Pemerintah Kabupaten Sragen berpotensi dikenakan sanksi dari Kementerian
Keuangan berupa penundaan penyaluran DAU sebesar 25% setiap bulan.
b. Program kerja pemerintah daerah TA 2012 tidak dapat segera dilaksanakan tepat
waktu khususnya kegiatan yang berasal dari belanja modal.

Kondisi tersebut disebabkan Pemerintah Daerah dengan Pimpinan Dewan Perwakilan


Rakyat Daerah dalam membahas dan menetapkan APBD Kabupaten Sragen TA 2012
tidak mempedomani ketentuan mengenai batasan waktu penetapan APBD.
Atas permasalahan tersebut Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah menyatakan
bahwa dengan terjadinya ketekoran kasda yang dijadikan agunan pinjaman telah
dieksekusi secara sepihak oleh BPR Djoko Tingkir mengakibatkan pembahasan APBD
berjalan cukup lama karena diperlukan konsultasi ke berbagai pihak, sehingga terjadi
pergeseran waktu proses penetapan APBD 2012. Ke depan TAPD akan berupaya untuk
menepati jadwal penyusunan APBD sesuai peraturan berlaku.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen dan Ketua DPRD agar lebih
meningkatkan koordinasi dalam membahas dan menetapkan APBD secara tepat waktu.
Apabila DPRD sampai batas waktu tidak menetapkan persetujuan bersama dengan kepala
daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD, maka kepala daerah dapat
mempertimbangkan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran
sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

2.

Rekomendasi BPK Atas Hasil Pemeriksaan Terkait Ketekoran Kas Di Kas Daerah
Kabupaten Sragen Sebesar Rp11.216.045.352,00 Belum Selesai Ditindaklanjuti
Pemerintah Kabupaten Sragen melaporkan jumlah aset lancar sebesar
Rp208.808.987.084,81 dalam Neraca per 31 Desember 2012 (unaudited). Aset lancar
tersebut antara lain terdiri dari Kas di Kasda sebesar Rp176.122.111.411,00.
Berdasarkan LHP BPK Nomor 32B/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2012 tanggal 23 Mei
2012 BPK melaporkan adanya kelemahan Sistem Pengendalian Intern atas pengelolaan
kas yaitu terjadi ketekoran Kas di Kas Daerah sebesar Rp11.216.045.352,00. Sehubungan
dengan permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar:
a. Mengajukan kepada BPK untuk dilakukan Tuntutan Perbendaharaan atas kasus
pencairan kas daerah sebesar Rp11.216.045.352,00.
b. Tidak menyimpan uang kas daerah pada BPR yang bukan merupakan bank umum.
c. Memerintahkan kepala DPPKAD untuk tidak melakukan kredit yang
mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Sragen tanpa melalui mekanisme yang
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
d. Menunjuk bank umum sebagai tempat menyimpan uang daerah.
Atas rekomendasi BPK tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen telah
menindaklanjuti sebagian rekomendasi tersebut dengan mengirimkan surat kepada BPK
RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Nomor 700/021/2013 tanggal 28 Februari 2013 dan
juga mengirimkan surat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Nomor
700/139/011/2013 tentang tindak lanjut pelaksanaan eksekusi atas putusan Mahkamah
Agung. Namun demikian, atas rekomendasi agar mengajukan kepada BPK untuk
dilakukan Tuntutan Perbendaharaan terkait kasus pencairan kas daerah sebesar
Rp11.216.045.352,00 belum dilaksanakan.
Hasil penelaahan lebih lanjut atas perkembangan Perkara Tindak Pidana Korupsi
dalam Penyalahgunaan Kas Daerah Kabupaten Sragen tahun 2003 s.d. 2010 yang
ditempatkan di PD BPR Djoko Tingkir dan PD BPR BKK Karangmalang diketahui
bahwa atas kasus tersebut telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Kejaksaan
Negeri Sragen dan telah sampai pada proses persidangan. Hal tersebut diperkuat dengan
adanya surat Bupati Sragen kepada Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi
Jawa Tengah Nomor 700/170/021/2013 tanggal 28 Februari 2013 yang menyatakan
bahwa:
a. Berdasarkan Putusan Kasasi MA Nomor 1361K/Pidsus/2012 tanggal 18 September
2012 a.n. USWS, dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara
bersama-sama, dipidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dengan denda sebesar
Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut
tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.
Terdakwa juga dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar
Rp10.501.445.352,00 (sepuluh milyar lima ratus satu juta empat ratus empat puluh
lima ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah) dengan ketentuan apabila yang
bersangkutan tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 (satu) bulan sejak
putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh
jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan dalam hal yang
bersangkutan tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang
pengganti, maka yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama 4 (empat) tahun;
b. Berdasarkan Putusan Kasasi MA Nomor 1552K/PIDSUS/2012 tanggal 14 Oktober
2012 a.n. SW binti KS (Alm), dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

dipidana penjara selama 4 (empat) tahun dengan denda sebesar Rp200.000.000,- (dua
ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka
diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan. Terdakwa juga dibebankan
untuk dan diperintahkan membayar uang pengganti sebesar Rp110.000.000,00
(seratus sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila yang bersangkutan tidak
membayar uang pengganti dalam waktu 1 (satu) bulan sejak putusan Pengadilan
berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang
untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal yang bersangkutan tidak
mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka
yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.
Atas putusan tersebut SW melalui sdr. AS telah menyetorkan uang pengganti ke kas
daerah sebesar Rp110.000.000,00 tanggal 24 April 2013 dengan disaksikan Kepala
Bidang Akuntansi dan Pengelolaan Aset DPPKAD.
c. Adanya selisih kerugian daerah sebesar Rp604.600.000,00 (enam ratus empat juta
enam ratus ribu rupiah) sampai dengan 14 Mei 2013 belum ada kejelasan siapa yang
harus bertanggungjawab karena sebagaimana tertuang dalam tuntutan Penuntut
Umum terhadap sdr.K bin KHS tidak dituntut untuk membayar uang pengganti
kerugian negara sebesar nilai dimaksud, namun dibebankan kepada terdakwa lainnya
yaitu USWS. Pada kenyataannya, Mahkamah Agung dalam putusannya terhadap
USWS tidak membebankan nilai tersebut.
d. Tindak lanjut penyelesaian ketekoran dana Kasda Pemerintah Kabupaten Sragen
sebesar Rp11.216.045.352 (sebelas milyar dua ratus enam belas juta empat puluh
lima ribu tiga ratus lima puluh dua rupiah) masih menunggu langkah yang diambil
oleh pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah selaku eksekutor putusan MA.
Pemerintah Kabupaten Sragen menyatakan belum dapat melakukan tindak lanjut atas
rekomendasi hasil pemeriksaan dengan alasan:
a. Pada saat LHP BPK Nomor 32B/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2012 terbit, Pemerintah
Kabupaten Sragen masih menunggu putusan Mahkamah Agung/Putusan yang
berkekuatan Hukum Tetap;
b. Setelah menerima petikan putusan Mahkamah Agung, Pemerintah Kabupaten Sragen
menunggu pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk melakukan eksekusi atas
pidana uang pengganti yang dibebankan kepada USWS dan SW;
c. Terkait eksekusi uang pengganti, Pemerintah Kabupaten Sragen telah berinisiatif
mengirim surat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada tanggal 15
Februari 2013 dengan nomor 700/139/011/2013 perihal Tindak Lanjut Putusan
Pengadilan yang sudah Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap, terkait Uang Pengganti
atas Kerugian Kasda Pemerintah Kabupaten Sragen.
Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 62 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004
tentang Perbendaharaan Negara disebutkan bahwa pengenaan ganti kerugian
negara/daerah terhadap bendahara ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan secara
khusus, BPK telah menetapkan Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara
Penyelesaian Ganti Kerugian pada Bendahara yang menjadi pedoman dalam melakukan
Tuntutan Perbendaharaan. Adapun mekanisme pengenaan ganti kerugian Negara/daerah
kepada bendahara adalah sebagai berikut:

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

a. Atasan langsung bendahara atau kepala satuan kerja wajib melaporkan setiap
kerugian negara kepada pimpinan instansi dan memberitahukan Badan Pemeriksa
Keuangan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah kerugian negara diketahui.
b. Kepala daerah menugaskan Tim Penyelesaian Kerugian Negara (TPKN) untuk
melakukan verifikasi dokumen-dokumen terjadinya kerugian Negara/daerah dan
menyampaikan hasil verifikasi tersebut kepada kepada daerah selambat-lambatnya 30
(tigat puluh) hari sejak ditugaskan.
c. Kepala Daerah menyampaikan Laporan Hasil Verifikasi Kerugian Negara tersebut
kepada BPK dilampiri dengan dokumen kelengkapannya selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari setelah menerima laporan hasil verifikasi dari TPKN.
d. Badan Pemeriksa Keuangan melakukan pemeriksaan atas laporan kerugian Negara
berdasarkan laporan hasil penelitian untuk menyimpulkan telah terjadi kerugian
negara yang meliputi nilai kerugian negara, perbuatan melawan hukum baik sengaja
maupun lalai, dan penanggung jawab
Berkaitan dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2007
tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen telah membentuk TPKN berupa Majelis
Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi (Majelis TGR) dengan SK No.900/575/30/2009
tanggal 1 Maret 2009 dan diperbaharui dengan SK No.900/129/002/2010 tanggal 4
Agustus 2010. Salah satu tugasnya majelis adalah memberi pendapat dan pertimbangan
setiap kali ada persoalan yang menyangkut tuntutan ganti rugi keuangan dan barang
daerah. Namun demikian Majelis TGR tersebut belum melaksanakan fungsinya sesuai
mekanisme yang berlaku yaitu belum melakukan verifikasi atas dokumen terkait kerugian
Negara/daerah yang terjadi.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
a. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Pasal 64,
bahwa :
1) Bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, dan pejabat lain yang telah
ditetapkan untuk mengganti kerugian negara/daerah dapat dikenai sanksi
administratif dan/atau sanksi pidana.
2) Putusan pidana tidak membebaskan dari tuntutan ganti rugi.
b. Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian
pada Bendahara Pasal 6 ayat (1) yaitu TPKN bertugas membantu pimpinan instansi
dalam memproses penyelesaian kerugian negara terhadap bendahara yang
pembebanannya akan ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
c. Undang-undang No.15 Tahun 2004 dan Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2010 tentang
Tindak Lanjut atas Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK,
1) Pasal 3 :
a) Ayat (1) Pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam hasil pemeriksaan
setelah hasil pemeriksaan diterima.
b) Ayat (2) Tindak lanjut atas rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berupa jawaban atau penjelasan atas pelaksanaan tindak lanjut.
c) Ayat (3) Tindak lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib
disampaikan kepada BPK paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah laporan
hasil pemeriksaan diterima.
2) Pasal 20 ayat (1) : Tindak lanjut atas rekomendasi dapat berupa pelaksanaan
seluruh atau sebagian dari rekomendasi. Dalam hal sebagian atau seluruh

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

rekomendasi tidak dapat dilaksanakan, pejabat wajib memberikan alasan yang


sah.
Kondisi tersebut mengakibatkan ketekoran kas daerah sebesar Rp11.216.045.352,00
belum dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan penyajian kas di Kasda tidak
dapat diyakini kewajarannya.
Kondisi tersebut disebabkan :
a. Majelis TGR Kabupaten Sragen dan Inspektorat belum optimal dalam melakukan
tindak lanjut atas rekomendasi BPK;
b. Majelis TGR kurang aktif dalam melakukan penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan
dan kerugian daerah.
Atas permasalahan tersebut pihak pemerintah daerah telah melakukan beberapa upaya
penyelesaian kerugian kasda antara lain :
a. Melakukan permohonan eksekusi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah
melalui surat No.700/184/011/2013 tanggal 7 Maret 2013 untuk secepatnya
melaksanakan eksekusi terhadap terpidana untuk membayar uang pengganti atau jika
ybs tidak membayar uang pengganti paling lama jangka waktu 1 (satu) bulan sesudah
putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, jaksa dapat
menyita harta bendanya dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.
b. Adanya selisih kerugian daerah sebesar Rp604.600.000,00 belum ada kejelasan siapa
yang bertanggungjawab maka pihak Pemerintah Daerah telah mengajukan surat
kepada Kejaksaan Agung No.700/243/011/2013 tanggal 22 Maret 2013 perihal
inkonsistensi dakwaan/tuntutan JPU Kejati Jawa Tengah berkaitan dengan kasus
Kasda Kabupaten Sragen.
c. Kerugian daerah a.n Sri Wahyuni sebesar Rp110.000.000,00 sesuai putusan kasasi
MA tanggal 14 Oktober 2012 telah disetor ke Rekening Kas Umum Daerah
Kabupaten Sragen tanggal 24 April 2013.
d. Sanksi administrasi kepada Sri Wahyuni sesuai PP 32 Tahun 1979 tentang
pemberhentian pegawai negeri sipil telah diusulkan kepada Presiden untuk
diberhentikan tidak dengan hormat.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan Majelis TGR
untuk segera melakukan proses penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan atas ketekoran kas
di kasda senilai Rp11.216.045.352,00 dengan mempertimbangkan fakta hukum dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

3.

Penyajian Piutang Lain-Lain Di Neraca Sebesar Rp3.981.308.166,00 Belum


Memadai
Piutang merupakan hak pemerintah untuk menerima pembayaran dari entitas lain
termasuk wajib pajak atas kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Piutang
dikelompokkan menjadi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran, Bagian Lancar
Pinjaman kepada BUMN/D, Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti
Rugi, Piutang Pajak, Piutang Retribusi, Piutang Denda, dan Piutang Lainnya yang
diharapkan diterima dalam waktu 12 (dua belas) bulan.
Pada neraca Tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Sragen telah mengungkapkan saldo
piutang lain-lain sampai dengan 31 Desember 2012 sebesar Rp3.981.308.166,00. Piutang
lain-lain tersebut terdiri dari piutang bagian usaha BUMD-Lembaga Pengembangan
Ekonomi Kecamatan (LPEK) untuk 4 kecamatan sebesar Rp104.641.876,00, piutang
pasien umum sebesar Rp101.226.118,00, piutang pasien dari kerjasama sebesar
Rp75.846.983,00, piutang klaim askes PNS sebesar Rp742.109.950,00, piutang klaim
askes Gakin/Jamkesmas sebesar Rp2.157.483.239,00 dan piutang LUEP sebesar
Rp800.000.000,00. Pemeriksaan atas dokumen yang dilaporkan oleh masing-masing
SKPD pengelola piutang lain-lain, diketahui permasalahan sebagai berikut:
a. Berdasarkan rincian piutang lain-lain tersebut tidak seluruhnya merupakan piutang
lancar yang dapat ditagihkan dan tidak ada pengukuran piutang sesuai net realizable
value, rincian jenis-jenis, dan saldo piutang menurut umur untuk mengetahui tingkat
kolektibilitasnya. Dengan demikian penyajian piutang lain-lain Pemerintah
Kabupaten Sragen TA 2012 belum menunjukkan nilai realisasi bersih yang dapat
direalisasikan.
b. Piutang LUEP
Dalam rangka memperkuat posisi Kabupaten Sragen dalam ketahanan pangan yang
mendukung dan menggerakkan perekonomian di pedesaan, menumbuh kembangkan
kelembagaan usaha ekonomi serta menjaga stabilitas harga gabah/beras yang diterima
oleh petani dalam tingkat yang wajar sesuai dengan harga pembelian pemerintah
maka disediakan dana talangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun
2010. Penerima dana talangan tersebut sesuai dengan Kesepakatan bersama Gubernur
Jawa Tengah dan Bupati Sragen Nomor 520/00035 dan Nomor 526-43/74-7-1/2010
tanggal 07 Januari 2010 tentang Pengelolaan Dana Talangan Pengadaan Pangan di
Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2010. Jumlah dana talangan APBD I sebesar
Rp1.600.000.000,00 telah dicairkan pada Tahun 2010 dan disalurkan untuk 11
penerima pinjaman sesuai SK Bupati Nomor: 900/237-23/2010 Tahun 2010.
Berdasarkan penjelasan Kepala Kantor Ketahanan Pangan tentang piutang Pinjaman
Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) diketahui bahwa posisi sampai bulan
Desember 2012 dana LUEP tahun 2010 yang telah dilunasi Pemerintah Kabupaten
Sragen kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp1.600.000.000,00. Dari
jumlah tersebut yang masih menjadi tunggakan penerima LUEP kepada Pemerintah
Kabupaten Sragen sebesar Rp800.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

10

Tabel 2 Rincian Tunggakan LUEP


Nama
Penerima

No

Nilai Tunggakan
(Rp)

PD PAL

Smd

10.000.000,00

Spm

75.000.000,00

IS
Jumlah

700.000.000,00

15.000.000,00

Keterangan Jaminan
tidak ada jaminan dan PD PAL
sementara tdk beroperasi di tahun 2013
sertifikat tanah HM 2872 a.n Smd
sertifikat tanah HM1715 a.n Sn
(tetangga)
Lunas tgl. 31 Januari 2013

800.000.000,00

Untuk dapat mencairkan dana LUEP tahun berikutnya maka harus melunasi dana
LUEP tahun sebelumnya, tetapi hingga jatuh tempo pelunasan LUEP 2010 ternyata
penunggak tersebut tidak dapat mengembalikan hutangnya sampai dengan akhir
tahun 2012 sehingga pihak Pemerintah Kabupaten Sragen mempunyai piutang
sebesar Rp800.000.000,00.
Dalam perkembangannya Direktur PD PAL telah membuat Surat Pernyataan tanggal
22 Oktober 2012 yang menyatakan sanggup untuk mengembalikan tunggakan dengan
cara diangsur sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Sedangkan Sdr. Smd Pimpinan PB. Langgeng Jaya dan Spm Pimpinan PB. Syukur
Barokah dalam surat pernyataannya menyatakan akan melunasi pinjaman paling
lambat 5 Desember 2012. Apabila pada tanggal 5 Desember 2012 pinjaman tersebut
tidak dapat dikembalikan maka jaminan sertifikat tanah dengan Nomor HM 2872 atas
nama Sumardi, lokasi Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen akan
diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sragen. Namun sampai dengan 14 Mei
2013 sertifikat masih diproses oleh notaris. Untuk peminjam a.n IS pada Tahun 2013
telah melunasi tunggakan berdasarkan bukti STS No. 900/Ketapang/STS/I/2013
tanggal 31 Januari 2013 sebesar Rp15.000.000,00.
Selain itu, pihak peminjam tidak menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan
penggunaan dana talangan secara berkala setiap minggu kepada Kepala Kantor
Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen sesuai dengan kesepakatan bersama antara
Kantor Ketahanan Pangan LUEP dengan peminjam.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:


a. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah pada :
1) Pasal 114 ayat :
a) Piutang daerah yang tidak dapat diselesaikan seluruhnya dan tepat waktu
diselesaikan menurut peraturan perundang-undangan.
b) Penyelesaian piutang daerah sebagai akibat hubungan keperdataan dapat
dilakukan melalui perdamaian, kecuali mengenai piutang daerah yang cara
penyelesaiannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
2) Pasal 136 ayat :
a) Setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum
atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

11

b) Bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, atau pejabat lain yang karena
perbuatannya melanggar hukum atau melakukan kewajiban yang dibebankan
kepadanya secara langsung merugikan keuangan daerah, wajib mengganti
kerugian tersebut.
b. Kesepakatan Bersama antara Kantor Ketahanan Pangan dan Lembaga Usaha
Ekonomi Pedesaan (LUEP) Nomor 521/1/035/2010 tanggal 10 Februari 2010 tentang
Pengelolaan Dana Talangan Pengadaan Pangan untuk Pembelian Gabah/Beras Petani
Tahun 2010 pada :
1) Pasal 3 ayat (2) menyatakan bahwa Pihak Pertama berhak menerima
pengembalian dana talangan dari Pihak Kedua paling lambat tanggal 15
Desember 2010;
2) Pasal 4 ayat (2) menyatakan bahwa pihak kedua wajib mengembalikan dana
talangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 kepada pihak pertama secara
lunas paling lambat tanggal 15 Desember 2010;
3) Pasal 5 menyatakan bahwa pihak kedua wajib menyampaikan laporan
perkembangan pelaksanaan penggunaan dana talangan secara berkala setiap
minggu kepada pihak pertama.
c. Peraturan Bupati Sragen No.14 Tahun 2006 tanggal 21 Juni 2006 Pasal 62 yang
menyatakan bahwa pengungkapan piutang lain-lain yang harus diungkapkan di
laporan keuangan meliputi klasifikasi piutang lain-lain menurut umur dan menurut
debitur.
Kondisi tersebut mengakibatkan penyajian nilai piutang lain-lain per 31 Desember
2012 tidak dapat diyakini kewajarannya dan piutang lain-lain yang tidak tertagih
berpotensi tidak tertagih.
Kondisi tersebut disebabkan:
a. Bupati dalam menerbitkan Peraturan Bupati No.14 Tahun 2006 tentang kebijakan
akuntansi belum mengatur pengklasifikasian/aging schedule umur piutang pada
penyajian piutang sesuai Standar Akutansi Pemerintahan.
b. Kurangnya monitoring dan pengawasan dari Kepala SKPD dan Majelis TGR
terhadap tunggakan piutang lain-lain.
Atas permasalahan tersebut Direktur RSUD dr.Soehadi Prijonegoro menyatakan akan
lebih mengefektifkan penyelesaian piutang dengan klasifikasi piutang lancar dan piutang
tidak lancar oleh Tim Penagih rumah sakit.
Atas permasalahan tersebut Kepala Kantor Ketahanan Pangan telah berupaya
melakukan penagihan dengan jalan membuat surat kesanggupan kepada peminjam dan
melaporkan kepada pimpinan.
Atas permasalahan tersebut Kepala BPUMD menyatakan bahwa PD PAL belum
dapat menyelesaikan tunggakan hutang kepada Pemerintah Daerah karena saat ini
operasional PD PAL diberhentikan untuk sementara dan baru dilakukan pembenahan
manajemen dan berkoordinasi dengan Kantor Ketahanan Pangan. PD PAL akan
mengangsur pinjaman setelah nanti beroperasi kembali. Dalam membuat laporan belum
membuat umur piutang karena tidak ada klasifikasi piutang menurut jangka waktu yang
menjadi pedoman.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

12

BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar:


a.

Melakukan revisi kebijakan akuntansi piutang dan menyajikan piutang lain-lain


sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.

b.

Memerintahkan Kepala SKPD terkait supaya lebih meningkatkan upaya penagihan


atas piutang lain-lain tak tertagih.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

4.

13

Pengendalian Intern atas Pengelolaan dan Pencatatan Persediaan Belum


Sepenuhnya Memadai
Dalam neraca LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012 telah
disajikan nilai persediaan sebesar Rp11.467.976.854,81 yang terdiri dari persediaan pada
beberapa SKPD. Persediaan tersebut berupa barang habis pakai seperti alat tulis kantor
dan obat-obatan serta barang yang dimaksud untuk diserahkan ke masyarakat. Hasil
pemeriksaan dokumen pembukuan persediaan menunjukkan permasalahan sebagai
berikut :
a. RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Nilai persediaan obat-obatan dan barang habis pakai di RSUD dr. Soehadi
Prijonegoro Sragen adalah sebesar Rp1.798.008.922,00. Nilai tersebut merupakan
kompilasi persediaan obat, reagen laborat, Bank Darah, dan barang perlengkapan
pada gudang farmasi sebesar Rp1.020.285.143,00 dan pada Instalasi Farmasi (IF)
sebesar Rp777.723.779,00. Pengelolaan persediaan obat dan alat kesehatan pada
RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dikelola oleh petugas gudang obat yang
digunakan untuk pasien umum, askes dan jamkesmas. Dari gudang obat kemudian
didistribusikan kepada Instalasi Farmasi (IF) Rawat jalan, Rawat Inap, Ruang Operasi
(IBS) dan Gawat Darurat (IGD). Berdasarkan pemeriksaan fisik pada IF 23 April
2013 diketahui bahwa:
1) Pada IF Rawat Inap, untuk mutasi penambahan dan pengeluaran obat tidak
seluruhnya didukung dengan pencatatan pada kartu persediaan. Hal ini
ditunjukkan dari pencatatan persediaan obat jenis narkotik hanya dilakukan
pencatatan sampai dengan bulan April 2012 saja dan mutasi pengeluaran ke 11
bangsal tidak didukung pencatatan.
2) Pada IF Rawat Jalan, pencatatan kartu obat untuk pasien Jamkesmas baru dimulai
per 19 Januari 2013 sehingga tidak dapat diketahui jumlah mutasi persediaan
pada Tahun 2012 .
3) Pada IF Ruang Operasi (IBS), tidak ada pencatatan kartu stok obat. Petugas
farmasi hanya satu orang sehingga untuk melakukan pencatatan dan pengelolaan
obat mengalami kesulitan sementara operasional pelayanan pada IF Ruang
Operasi harus dilakukan selama 24 jam.
4) Pada saat pemeriksaan fisik petugas gudang obat tidak dapat menunjukkan
laporan obat yang telah kadaluwarsa.
b. RSUD Dr. Soeratno Gemolong
Nilai persediaan obat-obatan dan barang habis pakai di RSUD dr. Soeratno
Gemolong adalah sebesar Rp741.150.939,00. Nilai tersebut merupakan kompilasi
persediaan alat kesehatan (alkes habis pakai), obat generik, dan obat paten yang
dikelola oleh gudang obat. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa:
1) Harga persediaan yang digunakan adalah berdasarkan harga pembelian awal.
Menurut penjelasan petugas gudang obat, pengadaan obat pada tahun 2012
dilaksanakan pada bulan Juni 2012 dan Oktober 2012. Penilaian persediaan obat
tidak menggunakan harga perolehan terakhir karena sistim aplikasi persediaan
sudah mencantumkan harga pembelian awal.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

14

2) Persediaan obat dan alkes pada tanggal 31 Desember 2012 untuk apotek rawat
inap dan apotek rawat jalan belum dilakukan stock opname, dan pencatatan
persediaan obat dan bahan habis pakai untuk ruang operasi belum ada.
3) Terjadi salah kirim oleh rekanan yaitu obat Anti Bisa Ular (ABU) padahal yang
seharusnya diterima yaitu obat Anti Tetanus 20000IU (ATS). Dari hasil
penjelasan petugas gudang obat bahwa obat akan diganti oleh rekanan. Selain itu
obat Citikoline injeksi pada laporan persediaan obat per 31 Desember 2012
sebanyak 300 ampul, tetapi dalam kartu stok obat tercatat sebanyak 480 ampul.
c. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK)
Nilai persediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan Kabupaten telah disajikan sebesar
Rp7.928.880.620,81. Nilai tersebut merupakan kompilasi stok obat pada gudang
farmasi kabupaten dan 25 puskesmas. Hasil uji petik pemeriksaan pada Puskesmas
Tanon I, Puskesmas Tanon II, Puskesmas Sumber lawang, Puskesmas Gemolong, dan
Puskesmas Masaran I diketahui permasalahan sebagai berikut :
1) Puskesmas Tanon I
Persediaan obat di Puskesmas Tanon I per 31 Desember 2012 dilaporkan sebesar
Rp31.828.752,46. Hasil pemeriksaan pada Puskesmas Tanon I diketahui bahwa
pengurus obat tidak melakukan stock opname tiap bulannya, tidak ada pemisahan
obat askes dan jamkesmas yang harga jualnya berbeda, pada IGD pencatatan di
kartu barang tidak dilakukan setiap obat keluar. Dasar pencatatan akhir tahun
berdasarkan mutasi bulan Desember 2012 dan stock opname secara acak yaitu
pencocokan kartu stok barang dengan fisik obat pada saat stock opname akhir
hanya pada beberapa jenis obat saja dikarenakan keterbatasan SDM. Dari hasil
stock opname terhadap 14 obat terdapat 6 obat tidak memiliki kartu stok barang.
Kartu stok barang di gudang tidak disimpan bersamaan dengan jenis obat terkait
karena sarana dan prasarana yang kurang memadai sehingga dimungkinkan
adanya mutasi persediaan per jenis obat yang tidak tercatat pada kartu stok
barang di gudang.
2) Puskesmas Tanon II
Persediaan obat di Puskesmas Tanon II per 31 Desember 2012 dilaporkan sebesar
Rp77.429.888,87. Hasil pemeriksaan pada Puskesmas Tanon II diketahui bahwa
pengurus obat tidak melakukan stock opname tiap bulannya, tidak ada pemisahan
obat askes dan jamkesmas yang harga jualnya berbeda, pada IGD tidak dilakukan
pencatatan pada kartu stok barang, tidak dilakukan stock opname hanya
berdasarkan formulir pemakaian obat pada pada pasien setiap bulannya. Terdapat
persediaan per Desember 2012 berupa Ringer laktat Infus sebanyak 4.857 flabot
senilai Rp25.256.400,00 yang menumpuk di gudang. Menurut keterangan
petugas farmasi, obat habis pakai tersebut merupakan droping dari Gudang
Farmasi DKK pada Tahun 2010 karena di gudang Farmasi DKK tidak cukup
untuk menyimpan obat tersebut, dan tanpa permintaan dari puskesmas.
3) Puskesmas Sumber Lawang
Persediaan obat di Puskesmas Sumber Lawang per 31 Desember 2012 dilaporkan
sebesar Rp44.856.843,70. Hasil pemeriksaan pada Puskesmas Sumber Lawang
diketahui bahwa pengurus obat tidak melakukan stock opname tiap bulannya,
tidak ada pemisahan obat askes dan jamkesmas yang harga jualnya berbeda,

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

15

terdapat obat yang sudah kadaluwarsa tahun 2011-2012 yang belum


dikembalikan ke gudang obat DKK. Pada IGD tidak dilakukan pencatatan pada
kartu stok barang.
4) Puskesmas Gemolong
Persediaan obat di Puskesmas Gemolong per 31 Desember 2012 dilaporkan
sebesar Rp22.203.044,00. Hasil pemeriksaan pada Puskesmas Gemolong
diketahui bahwa pengurus obat tidak melakukan stock opname tiap bulannya,
tidak ada pemisahan obat askes dan jamkesmas yang harga jualnya berbeda,
berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui pada beberapa obat tidak dilakukan
pencatatan pada kartu stok barang sehingga memungkinkan adanya mutasi obat
yang tidak tercatat dan terdapat kesalahan pencatatan alkes yaitu kasa pembalut
hidro 4 x 10 cm dicatat pada kartu stok sebagai kasa pembalut hidro 4 x 15 cm.
5) Puskesmas Masaran I
Persediaan obat pada Puskesmas Masaran I per 31 Desember 2012 dilaporkan
sebesar Rp55.282.728,41 tidak dilakukan stok opname secara berkala, hanya
berdasarkan pencatatan pada laporan mutasi. Terdapat pengeluaran obat untuk
tindakan khitan yang tidak dilakukan pencatatan.
d. Dinas Pendidikan
Nilai persediaan di Dinas Pendidikan adalah sebesar Rp675.960,00. Jumlah
persediaan tersebut hanya yang berada di Dinas Pendidikan saja sedangkan
persediaan pada UPTD dan sekolah-sekolah tidak melaporkan adanya persediaan
habis pakai di sekolah dari dana APBD maupun dana BOS.
e. Dinas Dukcapil
Nilai persediaan blanko Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk di Dinas
Dukcapil adalah sebesar Rp442.487.168,00. Persediaan blanko yang dicatat
merupakan stok blanko yang ada di gudang barang, sedangkan jumlah persediaan
blanko yang masih di kecamatan-kecamatan belum dihitung sehingga belum dicatat
di neraca. Pencatatan stok blanko tanpa didukung berita acara stock opname
persediaan. Jumlah nilai persediaan yang dicantumkan dalam neraca bukan
berdasarkan harga perolehan terakhir tetapi berdasarkan harga perolehan pada saat
pengadaan.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:


a. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Pasal 44
menyatakan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola
dan menatausahakan barang milik negara/daerah yang berada di bawah
penguasaannya dengan sebaik-baiknya.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan, Lampiram II, Standar Pernyataan Akuntansi Pemerintahan Nomor 5
tentang Akuntansi Persediaan, yaitu :
1) Paragraf 13 antara lain menyatakan bahwa persediaan dengan kondisi rusak atau
usang tidak dilaporkan dalam neraca, tetapi diungkapkan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

16

2) Paragraf 18 antara lain menyatakan bahwa persediaan disajikan sebesar :


a) Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;
b) Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
c) Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.
3) Paragraf 20 antara lain menyatakan bahwa nilai pembelian yang digunakan
adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir .
c. Permendagri No 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang
Daerah, Pasal 29 ayat (1) yang menyatakan bahwa Laporan Barang Milik Daerah
digunakan sebagai bahan untuk menyusun neraca pemerintah daerah.
d. Peraturan Bupati Sragen No. 14 Tahun 2006 tanggal 21 Juni 2006 tentang Kebijakan
Akuntansi Keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen, Pasal 65 ayat (2) yang
menyatakan bahwa persediaan akhir tahun anggaran dicatat pada akhir tahun periode
akuntansi yang dihitung berdasarkan hasil inventarisasi fisik persediaan. Persediaan
akhir tahun dinilai dalam neraca dengan harga perolehan terakhir.

Kondisi tersebut mengakibatkan saldo persediaan per 31 Desember 2012 sebesar


Rp2.193.639.103,44 belum dapat diyakini kewajarannya.

Kondisi tersebut disebabkan :


a. Pengurus barang di SKPD dalam menyusun laporan persediaan barang kurang
memperhatikan Standar Akuntansi Pemerintahan.
b. Pengendalian dan pengawasan Kepala SKPD terhadap pencatatan dan pelaporan
persediaan belum optimal.
Atas permasalahan tersebut Direktur RSUD dr.Soehadi Prijonegoro menyatakan
bahwa pada IF rawat jalan pencatatan kartu stok obat pasien Jamkesmas baru dimulai per
19 Januari 2013. Kedepan IF rawat jalan akan memperbaiki sistem pencatatan dan
manajemen RSUD dr.Soehadi Prijonegoro sehingga pencatatan diharapkan lebih baik.
Pihak RSUD siap menambah petugas farmasi di ruang operasi sehingga dapat melakukan
pencatatan dan pengelolaan obat dan siap membuat laporan obat yang telah kadaluarsa.
Atas permasalahan tersebut Direktur RSUD dr.Soeratno Gemolong menyatakan
bahwa persediaan menggunakan harga awal setiap pengadaan. Selanjutnya akan
menggunakan harga perolehan terkahir untuk dikoreksi pada Laporan Keuangan Tahun
2013. Terhadap salah kirim obat sampai saat ini pihak distributor belum dapat
memenuhi.Untuk Citikolin Injeksi stok sebanyak 480 ampul merupakan akumulasi dari
pengadaan bulan Juni 2012 dan sisa stok 180 ampul per 31 Desember 2012 dan
November 2012.
Atas permasalahan tersebut Dinas Pendidikan menyatakan bahwa untuk sekolahsekolah hanya mendapatkan dana dari APBD dalam satu tahun rata-rata Rp2.500.000,00
sehingga kurang mencukupi sehingga persediaan akhir tahun di sekolah nihil.
Atas permasalahan tersebut Sekretaris Dinas Dukcapil siap meminta kepada camat
agar petugas penerima blanko KTP dan KK melaporkan jumlah persediaan setiap akhir
bulan maupun akhir tahun.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

17

BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan Kepala


SKPD terkait supaya:
a.
b.

Melakukan penatausahaan dan penilaian persediaan obat dan bahan habis pakai
dengan tertib sesuai SAP serta ketentuan pengelolaan barang milik daerah;
Melakukan pengawasan dan pengendalian atas pencatatan dan pelaporan persediaan
dengan membuat laporan bulanan persediaan. Hasil pelaporan persediaan
disampaikan kepada DPPKAD.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

5.

18

Pengelolaan dan Penyajian Investasi Non Permanen Dana Bergulir TA 2012 Belum
Memadai
Dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012 telah disajikan saldo
Investasi Non Permanen dana bergulir sebesar Rp8.478.490.450,00. Nilai tersebut terdiri
dari :
Tabel 3 Daftar Investasi Dana Bergulir
NO
URAIAN
1 Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM

2012 (Rp)
7.650.000.000,00

2011 (Rp)
7.650.000.000,00

1.200.000.000,00

1.200.000.000,00

~ Penyertaan Tahun 2004

700.000.000,00

700.000.000,00

~ Penyertaan Tahun 2005

500.000.000,00

500.000.000,00

~ Penyertaan Tahun 2006

~ Penyertaan Tahun 2007

6.350.000.000,00
4.350.000.000,00
2.000.000.000,00
100.000.000,00
100.000.000,00

6.350.000.000,00
4.350.000.000,00
2.000.000.000,00
100.000.000,00
100.000.000,00

747.890.450,00
160.646.450,00

877.314.250,00
250.010.250,00

552.650.000,00

588.150.000,00

34.594.000,00

34.594.000,00

80.600.000,00

4.560.000,00
80.600.000,00

24.000.000,00
46.600.000,00
10.000.000,00

24.000.000,00
46.600.000,00
10.000.000,00

8.478.490.450,00

8.607.914.250,00

a. Lembaga Keuangan Pasar

b.
~
~
c.
~

BLU Micro Finance


Tahun 2007
Tahun 2008
Galery Batik
Tahun 2007

2 DinasPeternakan dan Perikanan


a. Modal Bergulir berupa Ternak Domba
Modal Bergulir berupa Ternak Induk
Sapi
Modal Bergulir berupa Ternak
d.
Kambing
b.

f. Modal Bergulir berupa Ternak Kelinci


3

Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda


Kab. Sragen
~ Organisasi Wanita
~ Kelompok Perempuan Produktif
~ Modal Usaha Kelompok Pelatihan
Jumlah Investasi Non Permanen Tahun
2012

Pemeriksaan lebih lanjut atas investasi nonpermanen dana bergulir Tahun 2012
menunjukkan permasalahan sebagai berikut:
a. Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Unit Pelaksana Teknis Pengelola Dana
Bergulir pada Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah
(Disperinkop dan UMKM) mengelola dana bergulir yang disalurkan pada Lembaga
Keuangan Pasar, BLU Micro Finance, dan Galery Batik. Dalam Peraturan Bupati
Sragen Nomor 35 Tahun 2010 telah dilakukan perubahan Status Dana Penyertaan
Modal Pemerintah Daerah (PMPD) menjadi Dana Bergulir pada Disperinkop dan

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

19

UMKM. Dalam pengelolaan dana bergulir mengacu pada Peraturan Bupati Sragen
Nomor 34 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksana Unit Pengelola Dana Bergulir
Disperinkop dan, dan UMKM.
Saldo dana bergulir Disperinkop dan UMKM di neraca yang dicatat Bagian
Akuntansi DPPKAD sebesar Rp7.650.000.000,00 merupakan pokok dana yang
digulirkan dan merupakan saldo awal. Sedangkan menurut data dari Unit Pelaksanan
Teknis saldo dana bergulir adalah sebesar Rp7.857.280.027,00 terdiri dari:
1) Piutang Lancar
Rp4.465.727.021,00
2) Piutang Kurang Lancar Rp1.334.479.588,00
3) Piutang Macet
Rp2.057.073.418,00
Selisih
pencatatan
sebesar
Rp207.280.027,00
(Rp7.857.280.027,00
Rp7.650.000.000,00) tersebut menurut penjelasan Disperinkop dan merupakan
pendapatan yang dipisahkan dari Unit Pelaksana Dana Bergulir yang merupakan
akibat dari adanya perbedaan sistem pengelolaan pada saat UPT PDB masih berstatus
BLU Micro Finance. Terhadap piutang macet tersebut merupakan angsuran dana
bergulir yang sulit ditagih atau masa angsurannya telah lewat dari 24 bulan. Dengan
demikian penyajian dana bergulir Disperinkop dan UMKM belum menunjukkan nilai
bersih yang dapat direalisasikan.
Pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan September 2012 pengelolaan Dana
Bergulir (UPDB) Disperinkop dan UMKM masih mengikuti pengelolaan BLUD
dikarenakan menunggu APBD Perubahan untuk pembiayaannya (belanja
operasional), namun mulai bulan Oktober 2012 Disperinkop dan UMKM sudah
menjalankan pengelolaan dana bergulir dengan mekanisme APBD.
b. Dinas Peternakan dan Perikanan
Hasil Cek Fisik pada Kelompok Bintang Terang dan Kelompok Mekar Jaya, Desa
Dukuh, kecamatan Tangen diperoleh keterangan bahwa beberapa ternak telah mati
dan tidak dilaporkan kepada petugas kecamatan ataupun pada Dinas Peternakan dan
Perikanan dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 4 Rincian Selisih Jumlah Ternak Bergulir TA 2012
No

Tahun
Perguliran

Nama
Kelompok

Jenis
Ternak

Jumlah
awal

Jumlah
ternak
mati

Jumlah
ternak
hidup TA
2012 mnrt
catatan

Jumlah
ternak
mnrt
hasil cek
fisik

Selisih
jumlah

2009

Mekar Jaya

Kambing

14

14

2010

Bintang
Terang

Domba
Betina

28

12

16

12

Domba
Jantan

Sesuai perjanjian bantuan gaduhan Ternak Domba tahun 2010 Pasal 3 menyatakan
bahwa pihak kedua dalam hal ini Ketua Kelompok Ternak harus mengembalikan
bantuan gaduhan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) tahun berupa anak keturunan
sebanyak 2 (dua) ekor domba betina dari 1 (satu) ekor domba betina dan 1 (satu) ekor
domba jantan dari 1 (satu) ekor domba jantan,dengan kondisi fisik sama seperti
domba yang diterimanya untuk digulirkan kepada calon kelompok penerima.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

20

Berdasarkan perjanjian tersebut ternak yang digulirkan tahun 2007-2009 seharusnya


sudah jatuh tempo dan harus digulirkan lagi. Hasil konfirmasi ke petugas Dinas
Peternakan dan Perikanan bahwa selama ini belum ada laporan penyerahan ternak
hasil perguliran. Selama ini apabila ternak tersebut sudah waktunya digulirkan
kembali maka penggaduh tersebut langsung menyerahkan kepada penggaduh lain
dalam kelompoknya yang belum mendapatkan perguliran ternak tanpa melaporkan
terlebih dahulu kepada petugas Dinas Peternakan dan Perikanan. Petugas tidak
melakukan pencatatan atas mutasi perguliran ternak yang sudah jatuh tempo,
sehingga nilai ternak yang dicantumkan belum menggambarkan nilai ternak yang
sebenarnya.
c. Bagian Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah
Dana bergulir yang dikelola oleh Bagian Pemberdayaan Perempuan Sekretariat
Daerah, merupakan dana yang digunakan untuk modal usaha yang dikelola oleh
Organisasi Wanita, Kelompok Perempuan Produktif dan Modal Usaha Kelompok
Pertanian. Hasil pemeriksaan catatan pada bendahara dana bergulir Bagian
Pemberdayaan Perempuan dan Bidang Akuntansi DPPKAD menunjukkan terdapat
selisih pencatatan dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 5 Rincian Selisih Dana Bergulir Bagian PP
Jumlah Pinjaman TA 2012
Menurut
Menurut catatan
Neraca (Rp)
Bendahara PPSetda (Rp)

No

Nama Penerima

Organisasi Wanita
Kelompok Perempuan
Produktif
Modal Usaha Kelompok
Pertanian

2
3

Selisih (Rp)

24.000.000,00

22.600.000,00

1.400.000,00

46.600.000,00

45.000.000,00

1.600.000,00

10.000.000,00

13.000.000,00

(3.000.000,00)

Hasil konfirmasi kepada pengelola dana bergulir diperoleh informasi bahwa


pengelola dana bergulir belum pernah melakukan rekonsiliasi dengan DPPKAD.
Nilai neraca yang disusun oleh Bidang Akuntansi DPPKAD adalah nilai yang
digulirkan pertama kali Tahun 2003.
d. Rekening Dana Bergulir Belum Ditetapkan dengan SK Bupati
Bupati Sragen telah menetapkan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Cabang
Sragen sebagai tempat pengelolaan uang daerah/kas daerah Kabupaten Sragen.
Keputusan Bupati Sragen No.954/04/021/2010 tanggal 2 Januari 2010 hanya
menetapkan 116 rekening bendahara pengeluaran. Berdasarkan pemeriksaan dana
bergulir pada Dinperinkop dan UMKM dan Bagian Pemberdayaan Perempuan
Sekretariat Daerah diketahui bahwa pembukaan beberapa rekening dana bergulir
belum didukung dengan penetapan SK Bupati yaitu :
Tabel 6 Daftar Rekening Yang Belum Ditetapkan Bupati
No
1

Nama SKPD
Disperinkop
dan UMKM

Nama Rekening
Angsuran Jasa
Angsuran Pokok

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

No. Rekening
2-010-12578-9
(BPD Jateng)
2-010-12577-3
(BPD Jateng)

Saldo 31 Des 2012


(Rp)
60.726.065,00
21.896.982,00

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

No

Nama SKPD

Nama Rekening

No. Rekening

Disperinkop dan QQ
Boghy Yeano
Kab. Sragen

1.01.000.02336
(BPR Djoko Tingkir)
03.11.03517
(BPR
BKK
Karangmalang)
00006891-01011358-53-8 (BRI
Cab Sragen)
3010124212 (BPD
Jateng)

Disperinkop
dan
UMKM Kab. Sragen
2

Bagian
Pemberdayaan
Perempuan
Sekretariat
Daerah

Kabag Pemberdayaan
Perempuan

21

Saldo 31 Des 2012


(Rp)
381.903.054,00
57.921.681,00

62.283.174,00

22.978.018,00

Menurut keterangan dari Disperinkop dan UMKM dan Bagian Pemberdayaan


Perempuan Sekretariat Daerah bahwa saldo di rekening tersebut merupakan dana
bergulir yang akan digulirkan kembali setelah jumlahnya mencukupi.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:
a. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan, Lampiran II, Pernyataan No. 06 tentang Akuntansi Investasi, Paragraf
6 dijelaskan bahwa:
1) Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomi
seperti bunga, deviden dan royalti, atau manfaat sosial, sehingga dapat
meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada
masyarakat.
2) Investasi Nonpermanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk
dalam investasi permanen, dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak
berkelanjutan.
b. Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 07 Bab V, tentang Penyajian
dan Pengungkapan Dana Bergulir dijelaskan bahwa:
1) Dana Bergulir disajikan di Neraca sebagai Investasi Jangka Panjang - Investasi
Non Permanen-Dana Bergulir. Pada saat perolehan dana bergulir, dana bergulir
dicatat sebesar harga perolehan dana bergulir. Tetapi secara periodik,
Kementerian Negara/Lembaga/Pemerintah Daerah harus melakukan penyesuaian
terhadap Dana Bergulir sehingga nilai dana bergulir yang tercatat di neraca
menggambarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value).
Nilai yang dapat direalisasikan ini dapat diperoleh jika satker pengelola dana
bergulir melakukan penatausahaan dana bergulir sesuai dengan jatuh temponya
(aging schedule). Berdasarkan penatausahaan tersebut akan diketahui jumlah
dana bergulir yang benar-benar tidak dapat ditagih, dana bergulir yang masuk
kategori diragukan dapat ditagih dan dana bergulir yang dapat ditagih.
2) Penyajian dana bergulir di neraca berdasarkan nilai yang dapat direalisasikan
dilaksanakan dengan mengurangkan perkiraan dana bergulir diragukan tertagih
dari dana bergulir yang dicatat sebesar harga perolehan, ditambah dengan
perguliran dana yang berasal dari pendapatan dana bergulir. Dana bergulir

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

22

diragukan tertagih merupakan jumlah dana bergulir yang tidak dapat tertagih dan
dana bergulir yang diragukan tertagih. Dana bergulir dapat dihapuskan jika Dana
Bergulir tersebut benar-benar sudah tidak tertagih dan penghapusannya
mengikuti ketentuan yang berlaku. Akun lawan (contra account) dari dana
bergulir diragukan tertagih adalah Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka
Panjang.
Dalam pengungkapan Dana Bergulir, perlu diungkapkan informasi lain dalam
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) antara lain:
a) Dasar Penilaian Dana Bergulir;
b) Jumlah dana bergulir yang tidak tertagih dan penyebabnya;
c) Besarnya suku bunga yang dikenakan;
d) Saldo awal dana bergulir, penambahan/pengurangan dana bergulir dan saldo
akhir dana bergulir;
e) Informasi tentang jatuh tempo dana bergulir berdasarkan umur dana bergulir.
c. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2007 tanggal 16 Juli 2007 tentang Pengelolaan
Uang Negara/Daerah:
1)

2)

Pasal 12 ayat (2) Uang daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari
uang dalam kas Daerah dan uang pada Bendahara Penerimaan daerah dan
Bendahara Pengeluaran daerah.
Pasal 18
a) Ayat (1) Gubernur/bupati/walikota menunjuk Bank Umum sesuai dengan
kriteria dan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1)
dan/atau Bank Sentral untuk menyimpan Uang Daerah yang berasal dari
penerimaan daerah dan untuk membiayai pengeluaran daerah;
b) Ayat (2) Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara
Umum Daerah membuka rekening Kas Umum Daerah pada Bank Sentral
dan/atau Bank Umum yang ditunjuk oleh gubernur/bupati/walikota
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
c) Ayat (3) Penunjukan Bank Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dimuat dalam perjanjian antara Bendahara Umum Daerah dengan Bank
Umum yang bersangkutan.

d. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tanggal 15 Mei 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 7 ayat (2) huruf c PPKD dalam
melaksanakan fungsinya selaku BUD berwenang untuk melakukan pengendalian atas
pelaksanaan APBD.

Kondisi tersebut mengakibatkan :


a. Nilai Investasi Non Permanen Dana Bergulir Disperinkop dan UMKM, Dinas
Peternakan dan Perikanan dan Bagian Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah
TA 2012 sebesar Rp8.478.490.450,00 belum dapat diyakini kewajarannya.
b. Pengendalian atas pengelolaan rekening dana bergulir belum sepenuhnya tercapai.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

23

c. Terdapat risiko penggunaan dana tidak sesuai peruntukan atas rekening yang tidak
ditetapkan dengan Keputusan Bupati.
Kondisi tersebut disebabkan :
a. Pengelola dana bergulir pada masing-masing SKPD belum menyajikan nilai bersih
yang dapat direalisasikan sesuai SAP;
b. Pengendalian dan pengawasan Kepala SKPD terhadap pencatatan dan pelaporan dana
bergulir belum optimal.;
c. Kepala SKPD dan Bendahara Umum Daerah tidak efektif dalam melakukan
pengendalian atas pengelolaan rekening bendahara pengeluaran.
Atas permasalahan tersebut Sekretaris Disperinkop dan UMKM menyatakan bahwa
akan melaksanakan pencatatan sesuai kebijakan akuntnasi yang baru dan akan berusaha
mematuhi ketentuan dan selanjutnya mengusulkan pembukaan rekening dana bergulir
kepada Bupati.
Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan menyatakan
bahwa hal itu terjadi karena kematian ternak belum dilaporkan oleh kelompok ternak
kepada petugas kecamatan maupun Dinas Peternakan dan Perikanan. Selanjutnya akan
lebih meningkatkan pembinaan, monitoring dan pengawasan ternak bergulir pada
penggaduh serta melakukan pencatatan mutasi perguliran ternak yang sudah jatuh tempo

a.

b.

c.

d.

BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar:


Melakukan revisi kebijakan akuntansi investasi non permanen dana bergulir dan
menyajikan investasi non permanen dana bergulir sesuai Standar Akuntansi
Pemerintahan.
Memerintahkan Kepala Disperinkop dan UMKM, Dinas Peternakan dan Perikanan,
dan Bagian Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah melakukan rekonsiliasi
berkala dengan DPPKAD untuk memvalidasi kebenaran data dana bergulir dan secara
konsisten menerapkan metode penilaian investasi dana bergulir sesuai dengan SAP.
Memerintahkan Kepala Disperinkop dan UMKM, Dinas Peternakan dan Perikanan,
dan Bagian Pemberdayaan Perempuan meningkatkan monitoring dan evaluasi atas
penatausahaan dan pelaporan dana bergulir. Hasil evaluasi disampaikan kepada
Bupati.
Memerintahkan Disperinkop dan UMKM dan Bagian Pemberdayaan Perempuan
Sekretariat Daerah untuk melaporkan rekening dana bergulir ke Bupati.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

6.

24

Rekomendasi BPK Atas Hasil Pemeriksaan Terkait Pengendalian dan Pencatatan


Aset Tetap Belum Selesai Ditindaklanjuti
Pemerintah Kabupaten Sragen melaporkan jumlah aset tetap sebesar
Rp1.808.894.317.373,26 dalam Neraca per 31 Desember 2012 (unaudited). Rincian aset
tetap tersebut terdiri dari:
a. Tanah

Rp409.595.231.705,00

b. Peralatan dan Mesin

Rp277.469.911.762,43

c. Gedung dan Bangunan

Rp414.391.070.123,38

d. Jalan, Irigasi dan Jaringan

Rp664.695.418.687,45

e. Aset Tetap Lainnya

Rp42.742.685.095,00

f.

Rp0,00

Konstruksi dalam Pengerjaan

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten


Sragen
Tahun
Anggaran
2011
yang
dituangkan
dalam
LHP
No.
32B/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2012 tanggal 23 Mei 2012, BPK melaporkan beberapa
kelemahan Sistem Pengendalian Intern atas pengelolaan aset tetap yaitu belum seluruh
SKPD melakukan inventarisasi aset tetap serta terdapat aset tetap yang belum memiliki
bukti kepemilikan yang sah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, BPK
merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan:
a. Para kepala SKPD melakukan pencatatan dan inventarisasi atas tanah dan melakukan
pensertifikatan tanah secara bertahap;
b. Para kepala SKPD melakukan pencatatannya aset peralatan dan mesin sesuai dengan
klasifikasi dan memberikan informasi kondisi aset;
c. Para kepala SKPD melakukan pencatatan dan inventarisasi aset Gedung dan
Bangunan; Jalan, Irigasi dan Jaringan; dan Aset Tetap Lainnya yang berada dalam
penguasaannya;
d. Para kepala SKPD untuk melengkapi administrasi dan mengusulkan penghapusan
barang yang dihibahkan.
Atas rekomendasi BPK tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen belum selesai
menindaklanjuti rekomendasi karena proses inventarisasi fisik aset tetap tanah, mesin
peralatan, gedung dan bangunan, jalan dan irigasi dan penilaian kembali aset tetap sedang
berlangsung di Tahun 2013 melalui kerjasama dengan BPKP sesuai Nota Kesepahaman
No.MoU-1245/PW11/3/2012 tanggal 24 Februari 2012 dan surat tugas Kepala BPKP
No.S-7063/PW11/3/2012 tanggal 29 Oktober 2012 tentang pendampingan/asistensi
kegiatan peningkatan manajemen aset/BMD pada Pemerintah Kabupaten Sragen.
Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2012, masih terdapat kelemahan dalam pengendalian
intern atas pengelolaan aset tetap yang ditunjukkan pada hasil pemeriksaan fisik pada
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Puskesmas Tanon, Sumber Lawang dan Puskesmas
Gemolong sebagai berikut:

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

25

a. Jumlah barang di Kartu Inventaris Barang (KIB) yang disusun oleh


pengurus/pengelola barang masih belum mutakhir yaitu belum dipisahkan antara
barang inventaris yang diatas kapitalisasi Rp75.000,00 dengan dibawah Rp75.000,00;
b. Belum ada pemisahan antara barang yang rusak berat dengan barang dalam kondisi
baik;
c. Terdapat barang yang ada telah tercatat namun tidak diketahui keberadaan fisiknya;
d. Aset tetap yang dapat dikapitalisasi seperti rehab gedung belum dipisahkan dengan
aset yang tidak dapat dikapitalisasi;
e. Laporan Hasil Rekonsiliasi Aset antara Catatan Akuntansi dan KIB Tahun 2011
dengan mutasi aset tetap pada tahun anggaran 2012 belum disusun.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
a. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara Pasal 44 menyatakan bahwa:
Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang wajib mengelola dan
penatausahakan barang milik negara/daerah yang berada dalam penguasaannya
dengan sebaik-baiknya. Kemudian Pasal 49 angka 1 menyatakan bahwa barang milik
negara/daerah yang berupa tanah yang dikuasai Pemerintah Pusat/Daerah harus
disertifikatkan atas nama pemerintah Republik Indonesia/pemerintah daerah yang
bersangkutan. Pada angka 2 dinyatakan bahwa bangunan milik negara/daerah harus
dilengkapi dengan bukti status kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib.
b. SAP No.07 tentang Akuntansi Aset Tetap pada
1) paragraf 76 : Suatu aset tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau bila
aset secara permanen dihentikan penggunaannya dan tidak ada manfaat ekonomik
masa yang akan datang;
2) paragraf 77 : Aset tetap yang secara permanen dihentikan atau dilepas harus
dieliminasi dari Neraca dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan;
3) paragraf 78 : Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah tidak
memenuhi definisi aset tetap dan harus dipindahkan ke pos aset lainnya sesuai
dengan nilai tercatatnya
c. Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan No.9 tentang akuntansi Aset Tetap
antara lain menyebutkan bahwa kebijakan nilai satuan minimum kapitalisasi aset
tetap dapat berbeda-beda pada pemerintah daerah sesuai karakteristik daerah.
d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang
Milik Daerah Pasal 25 ayat (1) dan ayat (2). Pada ayat (1) menyatakan:
Pengguna/Kuasa Pengguna melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik
daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna
(DBKP) menurut penggolongan dan kodefikasi barang. Pada ayat (2) disebutkan
bahwa pencatatan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dimuat
dalam Kartu Inventaris Barang A, B, C, D, E dan F, dan pada ayat (3) menyatakan
bahwa Pembantu pengelola melakukan rekapitulasi atas pencatatan dan pendaftaran
barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Daftar Barang Milik
Daerah.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Sistem Pengendalian Intern LKPD Pemerintah Kabupaten Sragen TA 2012

26

Kondisi tersebut mengakibatkan


a. Saldo aset tanah sebesar Rp409.595.231.705,00, peralatan dan mesin sebesar
Rp277.469.911.762,43, gedung dan bangunan sebesar Rp414.391.070.123,38, dan
jalan, jaringan dan irigasi sebesar Rp664.695.418.687,45 serta aset tetap lainnya
sebesar Rp42.742.685.095,00 yang disajikan dalam neraca belum dapat diyakini
kewajarannya.
b. Potensi hilangnya aset milik Pemerintah Kabupaten Sragen dan tidak tercatat dalam
neraca
Kondisi tersebut disebabkan
a. Pengelola barang SKPD kurang cermat dalam melakukan penatausahaan,
inventarisasi dan pelaporan atas aset tanah, mesin dan peralatan serta gedung dan
bangunan yang berada dalam penguasaannya
b. Lemahnya pengendalian Kepala SKPD/UPTD sebagai pengguna barang/kuasa
pengguna barang dalam penatausahaan aset daerah.
c. Pengguna Barang, Pengurus barang, dan PPK SKPD kurang memperhatikan
ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan dan pengamanan barang milik daerah
serta tidak mempedomani Standar Akuntansi Pemerintahan dalam menyajikan saldo
Aset tetap.
Atas permasalahan tersebut Kepala DPPKAD menyatakan bahwa karena
keterbatasan anggaran pensertifikatan tanah Pemerintah Kabupaten dilaksanakan bertahap
dengan mempertimbangkan skala prioritas. Pada Tahun 2013 telah dianggarkan
pensertifikatan tanah 15 bidang senilai Rp225.000.000,00. Pencatatan aset sesuai
klasifikasi dan informasi riil mengenai aset tetap menjadi tugas dan tanggung jawab
SKPD selaku pengguna barang. DPPKAD berusaha memfasilitasi tercapainya kondisi
ideal antara pencatatan dan kondisi riil aset SKPD. Hasil final kondisi riil aset tetap
diharapkan dapat tercapai dengan akurat dan valid setelah selesainya kegiatan sensus
barang daerah yang rencananya akan dimulai pada bulan Juni/Juli 2013. Pada saat ini
sudah dilakukan validasi catatan aset tetap untuk dilanjutkan dengan inventarisasi fisik
kondisi riil aset dan kemudian dimasukkan dalam aplikasi SIM BMD untuk didapatkan
database aset Sragen pada akhir Tahun 2013.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan :
a. Kepala SKPD segera melakukan inventarisasi fisik/sensus barang daerah dan
melakukan penilaian barang milik daerah sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan
serta melakukan rekonsiliasi aset tetap dengan DPPKAD untuk kemudian dimasukkan
dalam database aplikasi BMD.
b. Kepala SKPD menyelenggarakan sistem pencatatan dan pengelolaan barang milik
daerah secara tertib dan berjenjang mulai dari penyusunan KIB, BI, Laporan Mutasi
Barang, Buku Besar barang dan neraca sesuai SAP.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK RI


ATAS
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN SRAGEN
TAHUN 2012

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS
KEPATUHAN TERHADAP
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Nomor
Tanggal

: 38C/LHP/XVIII.SMG/05/2013
: 27 Mei 2013

DAFTAR ISI

HALAMAN
DAFTAR ISI ...................................................................................................................

DAFTAR TABEL...........................................................................................................

ii

DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................................

iii

RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN...............................................................

iv

HASIL
PEMERIKSAAN
ATAS
KEPATUHAN
TERHADAP
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN...............................................

1. Pendapatan Retribusi Ganti Cetak KTP, KK dan Retribusi Pelayanan


Kesehatan Serta Kapitasi Askes Terlambat Disetor Ke Kas Daerah ..............

2. Pemerintah Kabupaten Sragen Berpotensi Kehilangan Pendapatan dari


Retribusi Izin Gangguan (HO) Atas Menara Telekomunikasi Sebesar
Rp14.125.812,00 .............................................................................................

3. Penatausahaan Pendapatan Retribusi Ganti Cetak KTP dan KK Pada Dinas


Dukcapil Belum Tertib ....................................................................................

4. Terdapat Kelebihan Pembayaran Pembangunan Puskesmas Sumberlawang


dan Puskesmas Tangen serta Normalisasi Saluran Desa Majenang Sebesar
Rp43.334.804,29..............................................................................................

11

5. Perjanjian Kerjasama Penarikan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum dan


Retribusi Titipan Sepeda Di Pasar Tahun 2012 Belum Sepenuhnya
Mengacu Pada Perda Tahun 2012 ...................................................................

15

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1

Keterlambatan Penyetoran Retribusi Ganti Cetak KTP dan KK ......

Tabel 2

Keterlambatan Penyetoran Retribusi Cetak Akta Capil ...

Tabel 3

Keterlambatan Penyetoran Retribusi Pelayanan Kesehatan .....

Tabel 4

Rincian Kelebihan (Kurang) Bayar Pembangunan Puskesmas Tangen

12

Tabel 5

Perbandingan Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum ...

16

Tabel 6

Perbandingan Tarif Retribusi Titipan Sepeda ..

17

ii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Daftar Potensi Pendapatan


Telekomunikasi.

iii

Retribusi

Ijin

Gangguan

Menara

LHP Kepatuhan atas LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA
RESUME HASIL PEMERIKSAAN
ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004
tentang
Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang -Undang Nomor
15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan serta Undang-Undang terkait
lainnya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa
Neraca Pemerintah Kabupaten Sragen tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 serta Laporan
Realisasi Anggaran untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan
keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sragen. BPK RI telah
menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah
Kabupaten Sragen tahun 2012 yang memuat opini Wajar Dengan Pengecualian dengan
Nomor : 38.A/LHP/BPK/XVIII.SMG/05/2013 tanggal 27 Mei 2013 dan Laporan Hasil
Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern Nomor : 38.B./LHP/BPK/XVIII.SMG/05
/2013 tanggal 27 Mei 2013.
Sebagai bagian pemerolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan
bebas dari salah saji material, sesuai dengan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara
(SPKN), BPK RI melakukan pengujian kepatuhan pada Pemerintah Kabupaten Sragen
terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang
berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan. Namun,
pemeriksaan yang dilakukan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten
Sragen tidak dirancang khusus untuk menyatakan pendapat atas kepatuhan terhadap
keseluruhan ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, BPK RI tidak
menyatakan suatu pendapat seperti itu.
BPK RI menemukan adanya ketidakpatuhan dalam pengujian kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan pada Pemerintah Kabupaten Sragen. Pokok-pokok
temuan ketidakpatuhan adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan Retribusi Ganti Cetak KTP, KK dan Retribusi Pelayanan Kesehatan Serta
Kapitasi Askes Terlambat Disetor Ke Kas Daerah;
2. Pemerintah Kabupaten Sragen Berpotensi Kehilangan Pendapatan dari Retribusi Izin
Gangguan (HO) Atas Menara Telekomunikasi Sebesar Rp14.125.812,00;
3. Penatausahaan Pendapatan Retribusi Ganti Cetak KTP dan KK Pada Dinas Dukcapil
Belum Tertib;

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH


iv

LHP Kepatuhan atas LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

4. Terdapat Kelebihan Pembayaran Pembangunan Puskesmas Sumberlawang dan


Puskesmas Tangen serta Normalisasi Saluran Desa Majenang Sebesar
Rp43.334.804,29;
5. Perjanjian Kerjasama Penarikan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum dan Retribusi
Titipan Sepeda Di Pasar Tahun 2012 Belum Sepenuhnya Mengacu Pada Perda Tahun
2012.
Sehubungan dengan temuan tersebut, BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen
antara lain agar memerintahkan:
1.

2.

a.

b.

c.

3.

a.

b.

4.

a.

b.

5.

a.

b.

Kepala Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan supaya menginstruksikan


Bendahara Penerimaan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku mengenai
batas waktu penyetoran pendapatan retribusi dan mempertimbangkan
pengaturan batas waktu penyetoran retribusi sesuai kondisi geografis.
Kepala BPTPM melakukan intensifikasi penerimaan retribusi ijin gangguan
dengan survei/pemeriksaan lapangan secara teliti sesuai prioritas dan hasil
survei/pemeriksaannya dilaporkan kepada Bupati.
Kepala Dishubkominfo melakukan pendataan atas potensi pendapatan retribusi
pengendalian menara telekomunikasi di wilayah Sragen. Hasil pendataan ulang
dilaporkan kepada Bupati.
Kepala Dishubkominfo dan Kepala Satpol PP lebih tegas dalam menerapkan
sanksi pelanggaran terhadap wajib retribusi yang tidak berizin atau tidak
memperpanjang izinnya namun masih beroperasi.
Bendahara Penerimaan dan petugas administrasi KTP dan KK di kecamatan
melalui Kepala Dinas Dukcapil melakukan pencatatan pendapatan retribusi
dengan tertib dan melakukan validasi pencatatan dibandingkan dengan bukti
setor ke kasda.
Kepala Dinas Dukcapil melakukan evaluasi atas mekanisme pemungutan,
penyetoran dan pelaporan penerimaan retribusi ganti cetak KTP dan KK dan
hasilnya disampaikan kepada Bupati.
Pejabat Pembuat Komitmen, pengawas lapangan dan pemeriksa barang
meningkatkan pengawasan dan pengendaliannya melalui kegiatan koordinasi
dan mengevaluasi pekerjaan fisik serta melaporkan hasil evaluasi kepada
Bupati.
Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum meningkatkan
pengawasan dan pengendalian atas kegiatan penyelesaian pekerjaan sesuai
ketentuan.
Kepala Dishubkominfo dan Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan pihak
pengelola parkir untuk meninjau ulang perjanjian kerjasama pemungutan
pendapatan retribusi sesuai dengan tarif yang ditetapkan Perda. Hasil
peninjauan ulang dilaporkan kepada Bupati.
Kepala Dishubkominfo dan Dinas Perdagangan melakukan intensifikasi
penerimaan retribusi daerah dengan survei lapangan secara teliti sesuai
prioritas untuk mengetahui nilai potensi sebenarnya dan hasil survei dilaporkan
kepada Bupati.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH


v

LHP Kepatuhan atas LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

Temuan dan rekomendasi perbaikan secara rinci dapat dilihat dalam laporan ini.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH


vi

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

HASIL PEMERIKSAAN ATAS


KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Hasil pemeriksaan atas kepatuhan Pemerintah Kabupaten Sragen Tahun


Anggaran 2012 terhadap peraturan perundang-undangan mengungkapkan sebanyak lima
temuan pemeriksaan, dengan rincian sebagai berikut:
1.

Pendapatan Retribusi Ganti Cetak KTP, KK dan Retribusi Pelayanan Kesehatan


Serta Kapitasi Askes Terlambat Disetor Ke Kas Daerah
Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Sragen berasal
dari retribusi jasa umum. Pada Tahun Anggaran 2012 dianggarkan pendapatan retribusi
jasa umum sebesar Rp17.572.088.000,00 dan terealisasi sebesar Rp21.169.074.341,00.
Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen penyetoran retribusi, diketahui beberapa
permasalahan sebagai berikut :

a. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil


Pada Tahun Anggaran 2012, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)
mengelola retribusi ganti cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga
(KK) serta retribusi cetak Akta Capil yang dilakukan oleh bendahara penerimaan dan
bendahara penerimaan pembantu. Mekanisme penyetoran pendapatan retribusi ganti
cetak KTP dan KK dilakukan oleh bendahara penerimaan pembantu yang ada di 20
kecamatan untuk disetor langsung ke Kas Daerah. Hasil uji petik atas penyetoran
pendapatan ganti cetak KTP dan KK ke kas daerah dari bendahara penerimaan
pembantu di 5 kecamatan mengalami keterlambatan antara 2 s.d 31 hari dengan
uraian sebagai berikut :
Tabel 1 Keterlambatan Penyetoran Retribusi Ganti Cetak KTP dan KK
No
1

Nama
Kecamatan
Gemolong

Sidoharjo

Mondokan

Tanggal
Setor Ke
Kasda

Tanggal
Penerimaan

Jml Hari
Keterlambatan

08-Des-12

1 Des 12

17-Des-12

10 Des 12

28-Des-12

18 Des 12

10

06-Des-12

1 Des 12

13-Des-12

7 Des 12

17-Des-12

14 Des 12

26-Des-12

18 Des 12

28-Des-12

27 Des 12

12-Jan-12

1 Jan 12

11

16-Jan-12

9 Jan 12

25-Jan-12

16 Jan 12

01-Feb-12

23 Jan 12

08-Feb-12

1 Feb 12

02-Jul-12

1 Jun 12

31

31-Jul-12

1 Juli 12

30

04-Sep-12

1 Agt 12

33

29-Sep-12

1 Sept 12

28

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

No

Nama
Kecamatan

Tanggal
Setor Ke
Kasda
31-Okt-12

Kalijambe

Karangmalang

Tanggal
Penerimaan

Jml Hari
Keterlambatan

1 Okt 12

30

30 Nov 12

1 Nov 12

29

29-Des-12

1 Des 12

28

31-Des-12

30 Des 12

09-Nop-12

1 Nop 12

21-Nop-12

10 Nop 12

11

29-Nop-12

22 Nop 12

13-Des-12

30 Nop 12

13

21-Des-12

14 Des 12

03-Des-12

01-Des-12

06-Des-12

3 Des 12

08-Des-12

6 Des 12

11-Des-12

8 Des 12

15-Des-12

11 Des 12

17-Des-12

14 Des 12

20-Des-12

17 Des 12

26-Des-12

19 Des 12

28-Des-12

26 Des 12

29-Des-12

28-Des-12

Sedangkan pencetakan Akta Catatan Sipil (Capil) dilakukan oleh Dinas


Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil). Mekanisme penyetoran pendapatan retribusi
cetak Akta Capil dilakukan oleh kasir/bendahara penerimaan pembantu yang ada
pada Dinas Dukcapil ke bendahara penerimaan Dinas Dukcapil. Hasil pemeriksaan
atas dokumen penatausahaan penerimaan retribusi Akta Capil, diketahui bahwa
penyetoran pendapatan cetak Akta Capil dari bendahara penerimaan pembantu ke kas
daerah mengalami keterlambatan antara 2 s.d 12 hari, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel. 2 Keterlambatan Penyetoran Retribusi Cetak Akta Capil
No

Bulan

Jumlah Hari Keterlambatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

2 - 4 hari
2 - 3 hari
2 - 4 hari
2 - 4 hari
2 - 7 hari
2 - 6 hari
2 - 4 hari
2 - 12 hari
2 - 4 hari
2 - 5 hari
2 - 5 hari
2- 8 hari

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

b. Retribusi Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK)


Pada Tahun Anggaran 2012, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengelola retribusi
pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh bendahara penerimaan dan bendahara
penerimaan pembantu pada masing-masing Puskesmas. Mekanisme penyetoran
pendapatan retribusi pelayanan kesehatan yaitu bendahara penerimaan pembantu
yang ada di 25 puskesmas menyetor langsung ke Kas Daerah. Bukti STS kemudian
diserahkan pada bendahara penerimaan DKK pada akhir bulan. Hasil pemeriksaan
secara uji petik terhadap bukti setor pada 7 Puskesmas diketahui penyetoran retribusi
pelayanan kesehatan ke kas daerah mengalami keterlambatan antara 3 s.d 21 hari
dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 3 Keterlambatan Penyetoran Retribusi Pelayanan Kesehatan
Nama
Puskesmas

Tanggal Setor

Tanggal
Penerimaan

Jml
Keterlambatan
(hari)

Kalijambe

30-Nop-12

26 Nop 12

26-Nop-12

19 Nop 12

19-Nop-12

8 Nop 12

11

Plupuh 1

Plupuh II

Sragen

Sidoharjo

Tanon II

08-Nop-12

1 Nop 12

30-Nop-12

26 Nop 12

26-Nop-12

22 Nop 12

22-Nop-12

16 Nop 12

14-Nop-12

12 Nop 12

12-Nop-12

8 Nop 12

08-Nop-12

5 Nop 12

05-Nop-12

1 Nop 12

06-Nop-12

1 Nop 12

13-Nop-12

6 Nop 12

20-Nop-12

12 Nop 12

26-Nop-12

19 Nop 12

30-Nop-12

26 Nop 12

07-Nop-12

1 Nop 12

12-Nop-12

7 Nop 12

19-Nop-12

12 Nop 12

22-Nop-12

19 Nop 12

26-Nop-12

22 Nop 12

30-Nop-12

26 Nop 12

05-Nop-12

1 Nop 12

12-Nop-12

5 Nop 12

22-Nop-12

12 Nop 12

10

30-Nop-12

22 Nop 12

07-Nop-12

1 Nop 12

12-Nop-12

7 Nop 12

19-Nop-12

12 Nop 12

26-Nop-12

19 Nop 12

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

Nama
Puskesmas

Miri

Jml
Keterlambatan
(hari)

Tanggal Setor

Tanggal
Penerimaan

30-Nop-12

26 Nop 12

30-Nop-12

22 Nop 12

22-Nop-12

1 Okt 12

21

19-Nop-12

8 Nop 12

11

08-Nop-12

1 Nop 12

c. Pendapatan Kapitasi Askes terlambat disetor ke kasda


Dana kapitasi Askes (PNS) merupakan salah satu komponen dari penerimaan
pendapatan retribusi pelayanan kesehatan. Dana kapitasi merupakan dana penggantian
klaim dari Rawat Jalan Tingkat Pertama yang dilakukan oleh Pemberi Pelayanan
Kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas dan jaringannya. Selama TA 2012,
Pemerintah Kabupaten Sragen menerima pendapatan kapitasi askes (PNS) sebesar
Rp1.341.116.170,00. Penerimaan tersebut ditransfer dari PT. Askes ke rekening
Bendahara Penerimaan Dinas Kesehatan dengan nomor rekening 3-010-01363-1 a.n
Dinas Kesehatan Sragen (ASKES). Dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Sragen TA
2012, masih tercantum saldo Kas di Bendahara Penerimaan sebesar
Rp418.401.320,00. Saldo tersebut merupakan penerimaan askes bulan Oktober s.d
Desember 2012 pada Dinas Kesehatan yang belum disetor ke kas daerah sampai
dengan 31 Desember 2012. Penyetoran ke kasda baru dilakukan tanggal 5 Januari
2013 sebesar Rp375.736.320,00 dan setor ke kasda atas Jasa Kapitasi Askes bulan
Oktober-Desember 2012 tanggal 5 Januari 2013 sebesar Rp42.665.000,00
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah Pasal 57 ayat (2) yang menyatakan bahwa Bendahara penerima
wajib menyetor seluruh penerimaannya ke Rekening Kas Daerah selambat-lambatnya
dalam waktu 1 (satu) hari kerja.
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah pada:
1) Pasal 122 ayat (4) yang menyatakan bahwa Penerimaan SKPD berupa uang atau
cek harus disetor ke rekening kas umum daerah paling lama 1 (satu) hari kerja.
2) Pasal 181 ayat:
a) Ayat (1) yang menyatakan bahwa Rekening penerimaan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 180 digunakan untuk menampung penerimaan daerah
setiap hari;
b) Ayat (2) yang menyatakan bahwa Saldo rekening penerimaan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) setiap akhir hari kerja wajib disetorkan seluruhnya
ke rekening kas umum daerah.
3) Pasal 191 ayat (3) menyatakan bahwa atas pertimbangan kondisi geografis yang
sulit dijangkau dengan komunikasi dan transportasi dapat melebihi ketentuan
batas waktu penyetoran sebagaimana pada ayat (2) ditetapkan dalam peraturan
kepala daerah.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

c. Peraturan Daerah No. 01 Tahun 2012 tanggal 27 Februari 2012 tentang Retribusi Jasa
Umum pada Bab IX tentang Penentuan Pembayaran, Tempat Pembayaran, Angsuran,
dan Penundaan Pembayaran pada Pasal 42 angka 3 yang menyatakan bahwa Dalam
hal pembayaran dilakukan di tempat atau kantor yang ditunjuk, maka penerimaan
hasil retribusi disetor ke Kas Daerah paling lambat 1 (satu) hari kerja atau ditentukan
lain oleh bupati.
Kondisi tersebut mengakibatkan:
a. Penerimaan daerah tidak dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kepentingan
operasional daerah;
b. Keterlambatan penyetoran penerimaan daerah oleh bendahara penerimaan maupun
bendahara penerimaan pembantu ke Kas Daerah membuka peluang terjadinya
penggunaan penerimaan daerah untuk kepentingan diluar APBD.
Kondisi tersebut disebabkan :
a. Bendahara penerimaan dan bendahara penerimaan pembantu pada Dinas Dukcapil
dan Dinas Kesehatan tidak mempedomani peraturan terkait batas waktu penyetoran
penerimaan retribusi ke kas daerah;
b. Kepala Dinas Dukcapil dan Kepala Dinas Kesehatan belum sepenuhnya
melaksanakan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan pendapatan retribusi
daerah dari bendahara penerimaan maupun bendahara penerimaan pembantu.
Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa atas
keterlambatan penyetoran retibusi dan kapitasi askes akan membuat surat edaran ke
puskesmas untuk disetor ke kas daerah sesuai peraturan yang berlaku.
Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Dukcapil akan melakukan koordinasi
dengan DPPKAD untuk merubah sistem/mekanisme penyetoran retribusi ganti cetak KTP
dan KK dari masing-masing kecamatan ke bendahara penerimaan Dinas Dukcapil.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan Kepala Dinas
Dukcapil dan Dinas Kesehatan supaya menginstruksikan Bendahara Penerimaan untuk
mematuhi ketentuan yang berlaku mengenai batas waktu penyetoran pendapatan retribusi
dan mempertimbangkan pengaturan batas waktu penyetoran retribusi sesuai kondisi
geografis.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

2.

Pemerintah Kabupaten Sragen Berpotensi Kehilangan Pendapatan dari Retribusi


Izin Gangguan (HO) atas Menara Telekomunikasi Sebesar Rp14.125.812,00
Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sragen terdiri dari pendapatan pajak daerah
sebesar Rp19.460.833.000,00, pendapatan retribusi daerah sebesar Rp18.944.199.000,00,
pendapatan bagi hasil dari kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp8.274.595.000,00,
dan lain-lain pendapatan asli daerah sebesar Rp48.333.852.000,00.
Salah satu komponen dari pendapatan retribusi daerah adalah Retribusi Izin
Gangguan (HO). Berdasarkan laporan realisasi pendapatan, diketahui bahwa pada TA
2012 telah dianggarkan pendapatan Retribusi Izin Gangguan sebesar Rp455.000.000,00
dan terealisasi sebesar Rp447.312.769.831,00 atau 98,31%.
Retribusi Izin Gangguan adalah pemungutan retribusi dalam pemberian izin tempat
usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau Badan yang dapat menimbulkan ancaman
bahaya, kerugian dan/atau gangguan, termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan
usaha secara terus menerus untuk mencega terjadinya gangguan ketertiban, keselamatan,
atau kesehatan umum, memelihara ketertiban lingkungan, dan memenuhi norma
keselamatan dan kesehatan kerja.
Hasil pemeriksaaan atas penerimaan retribusi Izin Gangguan (HO) atas
pembangunan menara telekomunikasi di wilayah Kabupaten Sragen diketahui bahwa
berdasarkan Daftar Tower Telekomunikasi (GSM/CDMA) di Kabupaten Sragen yang
tercatat pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kabupaten
Sragen diketahui dari 121 menara telekomunikasi yang ada, 41 diantaranya sudah tidak
memiliki izin gangguan karena tidak melakukan perpanjangan izin sejak Tahun 2007
sementara dari hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa menara
telekomunikasi tersebut masih beroperasi. Nilai retribusi atas 41 menara yang tidak
memiliki izin gangguan tersebut sebesar Rp14.125.812,00. Rincian perhitungan dapat
dilihat pada Lampiran 1.
Selain itu terhadap menara telekomunikasi yang beroperasi belum dilakukan
penetapan dan pemungutan retribusi pengendalian menara sesuai dengan Perda No.1
Tahun 2012 yang ditetapkan paling tinggi 2% dari nilai jual objek pajak yang digunakan
sebagai dasar penghitungan pajak bumi dan bangunan menara telekomunikasi yang
besarnya retribusi dikaitkan dengan frekuensi pengawasan dan pengendalian menara
telekomunikasi tersebut.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:
a. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
Pasal 58 ayat (2) antara lain menyatakan bahwa setiap SKPD yang mempunyai tugas
memungut dan atau menerima dan/atau kegiatannya berdampak pada penerimaan
daerah wajib mengintensifkan pemungutan dan penerimaan daerah.
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Penetapan
Izin Gangguan di Daerah Pasal 17 ayat (1) menyebutkan penyelenggaraan izin
gangguan dapat dikenakan retribusi yang ditetapkan dengan peraturan daerah
c. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 15 Tahun 2011 tentang Retribusi
Perizinan Tertentu,
1) Pasal 15 :

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

a) Ayat (1) : Struktur Tarif Retribusi Izin Gangguan digolongkan berdasarkan


atas Indek Retribusi adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini;
b) Ayat (2) : Besarnya Retribusi ditetapkan dengan menghitung berdasarkan
rumus retribusi, yaitu Indeks Bidang Kegiatan (IBK) dikalikan Indek Tingkat
Gangguan (ITG) dikalikan Tarif Penggunaan Tempat Usaha (TPTU);
c) Ayat (3) :Besarnya Retribusi daftar ulang ditetapkan 75% (tujuh puluh lima
persen) dari biaya retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
2) Pasal 17 menyebutkan bahwa masa retribusi diatur sebagai berikut : huruf b : Izin
Gangguan berlaku selama usahanya masih berjalan dan wajib daftar ulang setiap 4
(empat) tahun sekali.
d. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1 Tahun 2012 tentang Jasa Umum pasal
15 menyebutkan dengan nama retribusi pengendalian menara telekomunikasi dipungut
retribusi atas pemanfaatan ruang; dan apasal 39 menyebutkan bahwa struktur dan
besarnya tarif retribusi pengendalian menara telekomunikasi tercantum dalam
lampiran XI Perda yang merupakan bagian tidak terpisahkan.
Kondisi tersebut mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Sragen berpotensi
kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan retribusi izin gangguan dari pengelola
menara telekomunikasi yang belum memperpanjang izin gangguan sebesar
Rp14.125.812,00 dan dari retribusi pengendalian menara telekomunikasi belum dipungut.
Kondisi tersebut disebabkan:
a. Kepala BPTPM Kabupaten Sragen kurang cermat dalam meneliti dokumen perijinan
menara telekomunikasi dan kurang optimal dalam melakukan intensifikasi
pendapatan retribusi ijin gangguan.
b. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) sebagai
dinas teknis belum melakukan pendataan atas potensi pendapatan retribusi
pengendalian menara telekomunikasi.
c. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi dan Kepala Satpol PP tidak
tegas dalam menerapkan sanksi pelanggaran terhadap wajib retribusi yang tidak
berizin atau tidak memperpanjang izinnya namun masih beroperasi.
Atas permasalahan tersebut Kepala BPTPM menyatakan bahwa pemberian HO
menara telekomunikasi hanya berdasarkan permintaan dari pemilik menara
telekomunikasi. Tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi bukan menjadi
kewenangan BPTPM.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan
a. Kepala BPTPM melakukan intensifikasi penerimaan retribusi ijin gangguan dengan
survei/pemeriksaan lapangan secara teliti sesuai prioritas dan hasil
survei/pemeriksaannya dilaporkan kepada Bupati.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

b. Kepala Dishubkominfo melakukan pendataan atas potensi pendapatan retribusi


pengendalian menara telekomunikasi di wilayah Sragen. Hasil pendataan ulang
dilaporkan kepada Bupati.
c. Kepala Dishubkominfo dan Kepala Satpol PP lebih tegas dalam menerapkan sanksi
pelanggaran terhadap wajib retribusi yang tidak berizin atau tidak memperpanjang
izinnya namun masih beroperasi.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

3.

Penatausahaan Pendapatan Retribusi Ganti Cetak KTP dan KK Pada Dinas


Dukcapil Belum Tertib
Pada Tahun Anggaran 2012, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)
menganggarkan pendapatan retribusi jasa umum antara lain penggantian biaya cetak
KTP, KK dan akte Catatan Sipil sebesar Rp1.161.079.000,00 dan telah direalisasikan
sebesar Rp1.957.468.500,00 atau 111,15%. Retribusi ganti cetak KTP dan KK dikelola
oleh bendahara penerimaan pembantu yang terdapat di 20 Kecamatan untuk kemudian
disetorkan ke kas daerah. Slip bukti setoran retribusi kemudian diberikan kepada Bidang
Akuntansi DPPKAD dan Bendahara Penerima Dinas Dukcapil.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pembukuan/laporan penerimaan Retribusi Ganti
Cetak KTP dan KK pada tahun 2012 pada 20 Kecamatan diketahui bahwa jumlah
penerimaan retribusi adalah sebesar Rp1.755.435.864,00, sementara jumlah pendapatan
retribusi KTP dan KK menurut laporan keuangan yang didasarkan pada bukti setor/STS
ke kas daerah adalah sebesar Rp1.805.166.000,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa
bendahara pembantu di kecamatan kurang mencatat penerimaan retribusi cetak KTP dan
KK sebesar Rp49.730.136,00 (Rp1.805.166.000,00- Rp1.755.435.864,00).
Atas selisih pencatatan tersebut bendahara penerimaan Dinas Dukcapil
menyatakan bahwa selama ini tidak semua slip setoran retribusi dikirim ke Dinas
Dukcapil. Selama ini Bendahara Penerimaan Dinas Dukcapil maupun Bendahara
Penerimaan pembantu di kecamatan tidak semua menyelenggarakan pembukuan
penerimaan retribusi. Sehingga data pendapatan retribusi ganti cetak KTP dan KK di
laporan keuangan menggunakan data dari Bidang Akuntansi DPPKAD yang telah
melakukan rekapitulasi pendapatan retribusi ganti cetak KTP dan KK dari bukti setor ke
kas daerah.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
a. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, Pasal 190 ayat (2) bahwa Bendahara penerimaan pembantu wajib
menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas
penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya.
b. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum pasal 6 (1)
menyebutkan bahwa dengan nama retribusi penggantian biaya cetak KTP dan akta
capil dipungut retribusi atas pelayanan penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk
dan akta catatan sipil; dan pasal 31 menyebutkan bahwa struktur dan besarnya tariff
retribusi pelayanan penggantian biaya cetak KTP dan akta capil tercantum dalam
lampiran III Perda yang merupakan bagian tidak terpisahkan.
Kondisi tersebut mengakibatkan penyajian nilai pendapatan retribusi penggantian
biaya cetak KTP dan KK pada laporan keuangan Dinas Dukcapil tidak dapat diandalkan
sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Sragen.
Kondisi tersebut disebabkan:
a. Bendahara penerimaan Dinas Dukcapil tidak melakukan rekonsiliasi data pendapatan
retribusi Ganti Cetak KTP dan KK dengan petugas administrasi KTP dan KK di
kecamatan sesuai bukti setor.
b. Pengendalian Kepala Dinas Dukcapil terhadap pendapatan retribusi Ganti Cetak KTP
dan KK masih lemah.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

10

Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Dukcapil menyatakan bahwa


pengelolaan retribusi ganti cetak KTP KK masih menyesuaikan dengan SK Bupati No.50
Tahun 2001 tentang petunjuk mekanisme pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajak,
retribusi dan penerimaan lain-lain yang mengakibatkan bendahara penerimaan Dinas
Dukcapil kesulitan menerima bukti setor dari kecamatan yang sudah disetor kasda. Untuk
mengatasinya akan dilakukan koordinasi dengan DPPKAD untuk membahas perubahan
SK Bupati No.50 Tahun 2001 dan hasilnya akan disampaikan kepada masing-masing
kecamatan.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan:
a. Bendahara Penerimaan dan petugas administrasi KTP dan KK di kecamatan melalui
Kepala Dinas Dukcapil melakukan pencatatan pendapatan retribusi dengan tertib dan
melakukan validasi pencatatan dibandingkan dengan bukti setor ke kasda.
b. Kepala Dinas Dukcapil melakukan evaluasi atas mekanisme pemungutan, penyetoran
dan pelaporan penerimaan retribusi ganti cetak KTP dan KK dan hasilnya
disampaikan kepada Bupati.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

4.

11

Terdapat Kelebihan Pembayaran Pembangunan Puskesmas Sumberlawang dan


Puskesmas Tangen serta Normalisasi Saluran Desa Majenang Sebesar
Rp43.334.804,29
Pemerintah Kabupaten Sragen melaporkan anggaran belanja modal dalam Laporan
Realisasi Anggaran TA 2012 (unaudited) sebesar Rp173.287.181.000,00 dengan realisasi
sebesar Rp125.506.270.939,00 atau 72,43% dari anggaran. Realisasi tersebut diantaranya
dilaksanakan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen dengan nilai anggaran belanja
modal sebesar Rp3.220.301.000,00 dan realisasi sebesar Rp3.108.084.400,00 atau
96,52% dari anggaran dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen dengan nilai
anggaran belanja modal sebesar Rp30.818.609.000,00 dan direalisasikan sebesar
Rp26.146.784.934,00 atau 84,84% dari anggaran.
Realisasi belanja modal pada Dinas Kesehatan tersebut antara lain berupa program
pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas
pembantu dan jaringannya berupa kegiatan rehabilitasi sedang/berat puskesmas.
Sedangkan realisasi belanja modal pada Dinas Pekerjaan Umum antara lain berupa
program pengendalian banjir berupa kegiatan peningkatan pembersihan, pengerukan atau
normalisasi Saluran Desa Majenang. Hasil pengujian fisik atas 3 paket pekerjaan tersebut
diketahui permasalahan sebagai berikut:
a. Pembangunan Puskesmas Sumberlawang
Pembangunan Puskesmas Sumberlawang dilaksanakan oleh CV SM berdasarkan
Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor 443/3980/13/2012 tanggal 14 September 2012
dengan jenis kontrak harga satuan sebesar Rp785.192.000,00. Berdasarkan Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 443/3981/13/2012 tanggal 14 September
2012, waktu pelaksanaan ditetapkan selama 105 hari kalender, yaitu mulai dari
tanggal 14 September 2012 sampai dengan 27 Desember 2012.
Menurut Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan tanggal 14 Desember 2012,
pekerjaan telah diperiksa oleh Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan (TPHP) yang ditunjuk
berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Nomor
050/4872/13/2012 tanggal 02 Oktober 2012. Berita acara tersebut antara lain
menyimpulkan bahwa pekerjaan telah mencapai nilai fisik 100% dan selanjutnya
dilakukan serah terima pekerjaan antara CV SM dan Pejabat Pembuat Komitmen
yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima pertama (PHO) tanggal 14
Desember 2012. Pekerjaan telah dibayar lunas dengan SP2D terakhir Nomor
900/080/DKK/PK/SP2D-LS/XII/2012 tanggal 18 Desember 2012 sebesar
Rp549.634.400,00.
Pada tanggal 26 April 2013, Tim Pemeriksa bersama-sama dengan penyedia jasa CV
SM dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melakukan pengujian fisik di
lapangan untuk menguji asersi keberadaan dan kuantitas pekerjaan. Hasil pengujian
fisik dan perhitungan kembali atas kuantitas 1 jenis pekerjaan diketahui terdapat
pekerjaan yang tidak sesuai kontrak yaitu kuantitas pekerjaan keramik yang
terpasang lebih kecil dibanding kuantitas yang diatur dalam kontrak (RAB) senilai
Rp1.151.950,80. Karena yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen adalah
sesuai kuantitas dikontrak maka terjadi
kelebihan pembayaran
sebesar
Rp1.151.950,80.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

12

Sehubungan dengan kelebihan pembayaran tersebut, CV SM bersedia memasang


keramik untuk ruang rawat inap sesuai volume yang belum terpasang. Dan pekerjaan
pemasangan keramik sudah diselesaikan tanggal 10 Mei 2013 sesuai dengan berita
acara pemeriksaan hasil pekerjaan dan dokumentasi serta surat pernyataan dari pihak
rekanan.
b.

Pembangunan Puskesmas Tangen


Pembangunan Puskesmas Tangen dilaksanakan oleh CV M berdasarkan Surat
Perjanjian (Kontrak) Nomor 443/3920/13/2012 tanggal 10 September 2012 dengan
jenis kontrak harga satuan sebesar Rp937.199.000,00. Berdasarkan Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) Nomor 443/3941/13/2012 tanggal 10 September 2012, waktu
pelaksanaan ditetapkan selama 105 hari kalender, yaitu mulai dari tanggal 10
September 2012 sampai dengan 23 Desember 2012.
Menurut Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan tanggal 14 Desember 2012,
pekerjaan telah diperiksa oleh Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan (TPHP) yang ditunjuk
berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Nomor
050/4872/13/2012 tanggal 02 Oktober 2012. Berita acara tersebut antara lain
menyimpulkan bahwa pekerjaan telah mencapai nilai fisik 100% dan selanjutnya
dilakukan serah terima pekerjaan antara CV M dan Pejabat Pembuat Komitmen yang
dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pertama (PHO) tanggal 14 Desember
2012. Pekerjaan telah dibayar lunas dengan SP2D terakhir Nomor
900/078/DKK/PK/SP2D-LS/XII/2012 tanggal 18 Desember 2012 sebesar
Rp328.019.650,00.
Pada tanggal 03 Mei 2013, Tim Pemeriksa bersama-sama dengan penyedia jasa CV
M dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melakukan pengujian fisik di
lapangan untuk menguji asersi keberadaan dan kuantitas pekerjaan. Hasil pengujian
fisik dan perhitungan kembali atas kuantitas 11 jenis pekerjaan diketahui terdapat
pekerjaan yang tidak sesuai kontrak yaitu kuantitas pekerjaan yang terpasang lebih
kecil dibanding kuantitas yang diatur dalam kontrak (RAB) senilai Rp31.729.545,68.
Karena yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen adalah sesuai kuantitas
dikontrak maka terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp Rp31.729.545,68.
Tabel 4 Rincian kelebihan (kurang) bayar Pembangunan Puskesmas Tangen
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nama Pekerjaan
Cor Footplat
Pembesian Balok Lantai I 20/40
Cor Plat Lantai t=12cm
Pasang Keramik Lantai 30x30
Pasang Keramik Tangga 30x30
Pasang Plafond Kalsiboard
Pasang Rangka Plafond Galvanis
Pasang Bata Merah 1:6 Dinding
Pasang Batu Merah 1:3 untuk
trasraam
Plesteran Dinding 1:6
Partisi Double Gipsum
Jumlah

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

Kelebihan (Kurang) Bayar


(Rp)
(6.545,82)
8.082.841,58
6.803.195,41
2.360.346,76
(49.269,38)
(530.937,82)
(1.157.199,99)
5.034.238,01
1.648.788,93
3.985.338,00
5.558.750,00
31.729.545,68

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

13

Sehubungan dengan kelebihan pembayaran tersebut, penyedia jasa menyatakan


bahwa selisih/kelebihan pembayaran tersebut disebabkan kekeliruan dalam
perhitungan volume pekerjaan dan bersedia dilakukan koreksi atas pembayaran yang
sudah terlanjur diterima dengan menyetorkan ke Kas Daerah.
c.

Normalisasi Saluran Desa Majenang


Pekerjaan normalisasi saluran Desa Majenang dilaksanakan oleh CV SM
berdasarkan
Surat
Perjanjian
(Kontrak)
Nomor
602.1/08/KPAIrigasi/DPU/11/VII/2012 tanggal 02 Juli 2012 dengan jenis kontrak harga satuan
sebesar Rp434.344.000,00. Berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor
602.1/10/KPA-Irigasi/DPU/11/VII/2012 tanggal 09 Juli 2012, waktu pelaksanaan
ditetapkan selama 120 hari kalender, yaitu mulai dari tanggal 02 Juli 2012 sampai
dengan 29 Oktober 2012.
Menurut Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan 100% Nomor 12/PPHPIrigasi/DPU/BA-PHO/X/2012 tanggal 25 Oktober 2012, pekerjaan telah diperiksa
oleh Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) yang ditunjuk berdasarkan Keputusan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen Nomor 057/304-14/2012 tanggal
19 Juni 2012. Berita acara tersebut menyebutkan bahwa:
1) Prosedur administrasi telah dilengkapi serta dilaksanakan sebagaimana mestinya
dengan kontrak peraturan yang ada;
2) Hasil pekerjaan yang dilaksanakan telah memenuhi standar kualitas, sesuai
dengan ketentuan-ketentuan spesifikasi teknis di dalam kontrak;
3) Tidak ditemukan pekerjaan yang perlu diadakan penyempurnaan atau perbaikan.
Hasil pekerjaan telah diserahkan oleh CV SM kepada Pejabat Pembuat Komitmen
yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pertama (PHO) Nomor
602.1/12/KPA-Irigasi/DPU/BA-PHO/X/2012 tanggal 25 Oktober 2012. Pekerjaan
telah dibayar lunas dengan SP2D terakhir Nomor 900/161/DPU PENG/SP2DLS/XII/2012 tanggal 13 Desember 2012 sebesar Rp304.040.800,00.
Pada tanggal 07 Mei 2013, Tim Pemeriksa bersama-sama dengan penyedia jasa CV
SM dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) melakukan pengujian fisik di
lapangan untuk menguji asersi keberadaan dan kuantitas pekerjaan. Hasil pengujian
fisik dan perhitungan kembali atas kuantitas 1 jenis pekerjaan diketahui terdapat
pekerjaan yang tidak sesuai kontrak yaitu pekerjaan talud saluran irigasi yang
terpasang lebih kecil dibanding kuantitas yang diatur dalam kontrak (RAB) senilai
Rp10.453.307,81. Karena yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen adalah
sesuai kuantitas dikontrak maka terjadi
kelebihan pembayaran
sebesar
Rp10.453.307,81.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:

a. Peraturan Presiden No.54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah


pada Pasal 5 : Pengadaan barang/jasa menerapkan prinsip-prinsip efisien, efektif,
transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
b. Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor 443/3920/13/2012 tanggal 10 September 2012
pada Syarat-Syarat Umum Kontrak/SSUK Nomor 60.2, Huruf a, Angka 3, yaitu :
Pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk
bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan;
BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

14

c. Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor 602.1/08/KPA-Irigasi/DPU/11/VII/2012 tanggal


02 Juli 2012 SSUK Nomor 60.2, Huruf a, Angka 3, yaitu : Pembayaran dilakukan
senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan
yang ada di lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran atas realisasi belanja modal
pembangunan puskesmas dan normalisasi saluran irigasi sebesar Rp43.334.804,29
(Rp31.729.545,68 + Rp1.151.950,80 + Rp10.453.307,81).
Kondisi tersebut disebabkan:
a. Panitia Pemeriksa/Penerima dan Pejabat Pembuat Komitmen kurang cermat dalam
meneliti hasil pekerjaan;
b. Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum kurang optimal dalam
melakukan pengendalian pelaksanaan kontrak pekerjaan.
Atas permasalahan tersebut Plt.Kepala Dinas Kesehatan menyatakan bahwa peyedia
jasa mengakui ada kelebihan pembayaran pemasangan keramik pada Puskesmas
Sumberlawang dan penyedia jasa akan mengalihkan pekerjaan tersebut dengan
memasang keramik untuk ruang rawat inap sesuai volume yang belum terpasang dengan
dokumen pendukung terlampir. Terhadap kelebihan pembayaran pada pembangunan
Puskesmas Tangen sebesar Rp31.729.546,00 telah disetorkan ke kas daerah tanggal 14
Mei 2013 dengan STS No.900/008/DKK/STS/V/2013.
Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas PU menyatakan bahwa untuk kelebihan
pembayaran kegiatan normalisasi saluran desa Majenang sebesar Rp10.453.310,00 sudah
disetor ke kas daerah tanggal 14 Mei 2013 dengan STS No.900/DPU Peng/STSCP/V/2013.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan:
a.

Pejabat Pembuat Komitmen, pengawas lapangan dan pemeriksa barang


meningkatkan pengawasan dan pengendaliannya melalui kegiatan koordinasi dan
mengevaluasi pekerjaan fisik serta melaporkan hasil evaluasi kepada Bupati.

b.

Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum meningkatkan pengawasan dan
pengendalian atas kegiatan penyelesaian pekerjaan sesuai ketentuan.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

5.

15

Perjanjian Kerjasama Penarikan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum dan


Retribusi Titipan Sepeda di Pasar Tahun 2012 Belum Sepenuhnya Mengacu pada
Perda Tahun 2012
Pemerintah Kabupaten Sragen melaporkan Pendapatan Asli Daerah dalam
Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2012 (unaudited) sebesar
Rp127.695.844.300,00 yang terdiri dari Pendapatan Pajak Daerah sebesar
Rp22.662.311.722,00, Pendapatan Retribusi sebesar Rp21.169.074.341,00, Pendapatan
Bagi Hasil dari Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar Rp8.533.382.654,00, dan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp75.331.075.583,00.
Jenis pendapatan retribusi daerah diantaranya Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum
dan Retribusi Titipan Sepeda Di Pasar. Retribusi Parkir epi Jalan Umum dikelola oleh
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Sedangkan Retribusi
Titipan Sepeda dikelola oleh Dinas Perdagangan.
Hasil pemeriksaan atas pendapatan kedua retribusi tersebut diketahui permasalahan
sebagai berikut:
a. Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum
Untuk melalukan pemungutan retribusi tepi jalan umum maka Dishubkominfo telah
melakukan pelelangan pengelolaan retribusi dan sebagai pemenang lelang adalah Ek
Wa. Pada tanggal 20 Desember 2011 telah dilakukan perjanjian pengelolaan parkir
dengan pihak kedua Ek Wa sebagai pemenang lelang yang dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama Paguyuban Parkir Kabupaten Sragen dengan Surat Perjanjian
Kerja Nomor: 553.28/1.109.a/19/2011 tentang Kerja Sama Penarikan Retribusi
Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Tahun 2012. Dalam klausul/pasal surat
perjanjian tersebut penghitungan besaran tarif retribusi pelayanan parkir di Tepi Jalan
Umum mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 5 Tahun 2005
tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, yaitu :
1) Sepeda Biasa tarif sebesar Rp200,- (dua ratus rupiah);
2) Sepeda Motor tarif sebesar Rp500,- (lima ratus rupiah);
3) Andong/Dokar/Delman dan sejenisnya tarif sebesar Rp500,- (lima ratus rupiah);
4) Mobil Penumpang/Pribadi/Sedan/Pick Up/Taxi dan sejenisnya tarif sebesar
Rp1.000,- (seribu rupiah);
5) Bus Sedang/Truck Sedang tarif sebesar Rp1.500,- (seribu lima ratus rupiah);
6) Bus Besar/Truck Besar tarif sebesar Rp3.000,- (tiga ribu rupiah);
7) Truck Gandeng/Trailer/Tronton dan sejenisnya tarif sebesar Rp5.000,- (lima ribu
rupiah).
Namun demikian pada Tahun 2012 telah diterbitkan Peraturan Daerah No.1 tanggal
27 Februari 2012 tentang retribusi jasa umum dengan besaran tarif retribusi parkir
tepi jalan umum yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Adapun perbandingan
besaran tarif sesuai Perda No.5 Tahun 2005 dengan Perda No.1 Tahun 2012 adalah
sebagai berikut :

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

16

Tabel 5 Perbandingan Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum


No

1
2
3
4
5
6
7

Objek Retribusi

Tarif sesuai Perjanjian


(mengacu Perda No.5
Tahun 2005)

Tarif sesuai
Perda No.1
Tahun 2012

(Rp)

(Rp)

Selisih
Kenaikan Tarif
Maret-Sept
(Rp)

Sepeda

200,00

500,00

300,00

150

Sepeda Motor

500,00

1.000,00

500,00

100

500,00

1.000,00

500,00

100

1.500,00

1.500,00

1.500,00

2.000,00

500,00

3.000,00

3.000,00

5.000,00

5.000,00

Andong/ Dokar/ Delman


dan sejenisnya
Mobil Penumpang
/Pribadi /Sedan /Pick Up
/Taxi dan sejenisnya
Bus Sedang /Truck
Sedang
Bus Besar /Truck Besar
Truck Gandeng /Trailer
/Tronton

Menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah menyebutkan bahwa untuk Peraturan Daerah mengenai retribusi jasa umum
masih berlaku paling lama 2 tahun sejak undang-undang tersebut berlaku yaitu 1
Januari 2010 hingga 31 Desember 2011. Sehingga untuk dapat melakukan pengenaan
retribusi pelayangan umum di tahun 2012, harus menggunakan peraturan daerah
terbaru sesuai Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 yaitu Perda No.1 Tahun 2012.
Selanjutnya Dishubkominfo telah melakukan addendum surat perjanjian kerjasama
dengan mengacu pada Perda No.1 Tahun 2012 yaitu addendum
No.553.28/1301/019/2012 tanggal 2 Oktober 2012.
Dengan demikian perjanjian pengenaan retribusi parkir tepi jalan umum periode bulan
Maret s.d September 2012 belum mengacu pada Perda No.1 Tahun 2012 sehingga
Pemda kehilangan potensi pendapatan dari selisih pengenaan tarif retribusi parkir tepi
jalan umum.
b. Retribusi Titipan Sepeda di Pasar
Pengeloaan retribusi titipan sepeda di pasar dikelola oleh Dinas Perdagangan yaitu
Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pasar. Pengelolaan retribusi titipan sepeda
dilakukan dengan perjanjian kepada pihak ketiga melalui proses pelelangan setiap
tahun. Adapun lelang yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :.
1) Lelang Pengelolaan Titipan Sepeda di Pasar Kabupaten Sragen Tahun 2011
Pada Tahun 2011 lelang dilakukan pada tanggal 21 November 2011 dengan
dihadiri 32 peserta lelang untuk 11 lokasi pasar. Pemenang atas lelang dinyatakan
berhak melakukan pemungutan atas titipan sepeda di wilayah pasar bersangkutan
selama 1 (satu) tahun terhitung sejak 1 Januari 2012 sampai dengan tanggal 31
Desember 2012.
Pemenang lelang sebelum mengikuti lelang wajib menyerahkan jaminan lelang
yaitu sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari nilai limit/batas bawah pertahun
yang dibuat oleh Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

33

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

17

Apabila tidak memenangkan lelang, uang jaminan tersebut akan langsung


dikembalikan kepada peserta lelang. Bagi pemenang lelang, uang jaminan tidak
dikembalikan dan pemenang lelang wajib melunasi sisa nilai limit dalam jangka
waktu 10 (sepuluh) hari dari tanggal pelaksanaan lelang dan membuat surat
perjanjian.
2) Lelangan Hak Pengelolaan Titipan Sepeda di Pasar Pemerintah Kabupaten
Sragen Tahun Anggaran 2012
Lelang dilakukan pada tanggal 20 November 2012 untuk 11 pasar lokasi.
Pemenang atas lelang dinyatakan berhak melakukan pemungutan atas titipan
sepeda di wilayah pasar bersangkutan selama 1 (satu) tahun terhitung sejak 1
Januari 2013 sampai dengan tanggal 31 Desember 2013.
Pemenang lelang sebelum mengikuti lelang wajib menyerahkan jaminan lelang
yaitu sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari nilai limit pertahun yang dibuat
oleh Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah.
Apabila tidak memenangkan lelang, uang jaminan tersebut akan langsung
dikembalikan kepada peserta lelang. Bagi pemenang lelang, uang jaminan tidak
dikembalikan dan pemenang lelang wajib melunasi sisa nilai limit dalam jangka
waktu hingga tanggal 26 November 2012.
Setelah melakukan penelitian atas nilai lelang pengelolaan titipan sepeda di pasar
pada Tahun 2011 dan Tahun 2012 sesuai perjanjian ijin hak pengelolaan titipan
sepeda No.973/9234/022/2011 tanggal 19 Desember 2011 tersebut, diperoleh
informasi bahwa Dinas Perdagangan Kabupaten Sragen mengenakan nilai
lelang/perjanjian titipan sepeda masih mengacu pada Perda No.20 Tahun 2000
tanggal 2 November 2000 dan belum mengacu pada Peraturan Daerah
Kabupaten Sragen Nomor 1 Tahun 2012 tanggal 27 Februari 2012 tentang
Retribusi Jasa Usaha. Adapun perbandingan besaran tarif retribusi titipan sepeda
di pasar adalah sebagai berikut :
Tabel 6 Perbandingan Tarif Retribusi Titipan Sepeda
(dalam Rupiah)

1.

Obyek

Tarif mnrt Perda

Tarif mnrt Perda

Selisih Tarif

Retribusi

No.1 Th 2012

No.20 Th 2000

Perda

Sepeda

500,00

100,00

400,00

2.

Sepeda Motor

1.000,00

300,00

700,00

3.

Mobil

1.500,00

1.000,00

500,00

Dengan adanya kenaikan tarif sesuai Perda Tahun 2012 tersebut, seharusnya
target pendapatan atas retribusi titipan sepeda meningkat. Atas kenaikan tariff
tersebut, Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah belum memperhitungkan
kenaikan harga yang akan dilelangkan.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :


a. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Pasal 110 ayat (1) : Jenis Retribusi Jasa Umum adalah : huruf e. Retribusi Pelayanan
Parkir di Tepi Jalan Umum.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

18

1) Pasal 115 : Objek Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 110 ayat (1) huruf e adalah penyediaan pelayanan parkir di
tepi jalan umum yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
2) Pasal 155 ayat (3) : Penetapan tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.
3) Pasal 156 ayat (1) : Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
4) Pasal 180 ayat (2) : Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah mengenai jenis
Retribusi Jasa Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 ayat (1), jenis
Retribusi Jasa Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127, dan jenis Retribusi
Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141, masih tetap berlaku
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sebelum diberlakukannya Peraturan Daerah
yang baru berdasarkan Undang-Undang ini;
b. Peraturan Daerah Kabupaten Sragen Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa
Umum pada :
1) Pasal 2 : Jenis Retribusi Jasa Umum meliputi : huruf f : Retribusi Pelayanan
Pasar;
2) Pasal 8 ayat (1) : Dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum
dipungut retribusi atas pelayanan parkir di tepi jalan umum yang ditentukan oleh
Pemerintah Daerah;
3) Pasal 9 ayat (2) : Objek Retribusi Pelayanan Pasar sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 huruf f adalah penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana, berupa
pelataran, los, kios, ruko, bongkar muat, kebersihan/persampahan, kamar
mandi/mandi cuci kakus, parkir, hewan besar/kecil dan pemeriksaan kesehatan
hewan yang dikelola Pemerintah dan khusu disediakan untuk pedagang;
4) Pasal 33 : Struktur dan Besarnya Tarip Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan
Umum tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Daerah ini yaitu :
No

Objek Retribusi

Tarif Sesuai
Perda No.1
Tahun 2012
(Rp)

Sepeda

Sepeda Motor
Andong/ Dokar/ Delman dan
sejenisnya
Mobil Penumpang /Pribadi /Sedan
/Pick Up /Taxi dan sejenisnya

3
4

500
1.000
1.000
1.500

Bus Sedang /Truck Sedang

2.000

Bus Besar /Truck Besar

3.000

Truck Gandeng /Trailer /Tronton

5.000

5) Pasal 34 : Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pasar Tercantum


dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Daerah ini.
6) Pasal 59 : Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

LHP Kepatuhan LKPD Kabupaten Sragen T.A. 2012

19

Kondisi tersebut mengakibatkan pendapatan retribusi daerah tidak didasarkan pada


potensi yang sesungguhnya.
Kondisi tersebut disebabkan:
a. Kepala Dishubkominfo dan Dinas Perdagangan kurang cermat dalam menyusun
perjanjian kerjasama penarikan retribusi parkir tepi jalan umum dan retribusi titipan
sepeda di pasar sesuai Perda Tahun 2012.
b. Lemahnya pengendalian dan pengawasan dari Kepala Dishubkominfo dan Dinas
Perdagangan terhadap pengelolaan retribusi parkir tepi jalan umum dan retribusi
titipan sepeda di pasar.
Atas permasalahan tersebut Plt.Kepala Dishubkominfo menyatakan bahwa hal
tersebut telah dilakukan addendum surat perjanjian kerja No.553.28/1301/019/2012
tanggal 2 Oktober 2012 pada pasal 4 yang isinya tentang perubahan tarif yang semula
diatur Perda No.5 Tahun 2005 menjadi Perda No.1 Tahun 2012.
Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Perdagangan menyatakan bahwa nilai
lelang didasarkan hasil survey di pasar berdasarkan potensi yang ada. Survey dilakukan
oleh internal Dinas Perdagangan. Pendapatan yang diperoleh oleh penjaga titipan sepeda
setiap harinya berdasarkan volume sepeda yang dititipkan.
BPK RI merekomendasikan kepada Bupati Sragen agar memerintahkan:
a. Kepala Dishubkominfo dan Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan pihak pengelola
parkir untuk meninjau ulang perjanjian kerjasama pemungutan pendapatan retribusi
sesuai dengan tarif yang ditetapkan Perda. Hasil peninjauan ulang dilaporkan kepada
Bupati.
b. Kepala Dishubkominfo dan Dinas Perdagangan melakukan intensifikasi penerimaan
retribusi daerah dengan survei lapangan secara teliti sesuai prioritas untuk
mengetahui nilai potensi sebenarnya dan hasil survei dilaporkan kepada Bupati.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA

BPK PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAH

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Sragen
Sragen
Kedawung
Kedawung
Sidoharjo
Sidoharjo
Sidoharjo
Masaran
Masaran
Karang Malang
Ngrampal
Ngrampal
Ngrampal
Gondang
Sambirejo
Sambirejo
Sambirejo
Sambirejo
Gemolong
Gemolong
Gemolong
Tanon
Tanon
Sumber Lawang
Sumber Lawang
Miri
Kalijambe
Kalijambe
Plupuh
Plupuh
Tangen
Jenar
Jenar
Gesi
Sukodono
Sukodono

No Wilayah Kecamatan
Gunungsari, Sragen Kulon
Widoro, Sragen Wetan
Kauman/Bendungan
Brambang, Wonokerso
Jetak Tani, Jetak
Pijilan, Jambanan
Nglombo, Tenggak
Masaran
Masaran
Karangbendo, Kroyo
Bendungan, Pilangsari
Ngarum, Ngarum
Murong, Kebonromo
Tunggul, Tunggul
Sambi, Sambi
Purworejo, Sambirejo
Kadipiro
Musuk
Ngroto, Paleman
Joyorejo, Gemolong
Lojirejo
Pantirejo, Gabugan
Suwatu, RT 04, Suwatu
Brumbung, Ngundul
Brumbung, Ngundul
Modro, Suko
Krikilan, Krikilan
Saren
Sumbarejo, Sambirejo
Sumbarejo, Sambirejo
Katelan (Jl.Tangen-Gesi)
Krakal, Dawung
Ngrandu, Dawung
Gesi RT.14, Gesi
Harjosari, Majenang
Harjosari, RT.01, Majenang

Lokasi
Mobile 08
HCPT
Telkomsel
Excelkomindo
Telkomsel
Telkomsel
Telkomsel
Mobile 08
HCPT
Telkomsel
Telkomsel
Telkomsel
Excelkomindo
Telkomsel
Telkomsel
Telkomsel
Excelkomindo
Telkomsel
Telkomsel
Excelkomindo
Fren
Excelkomindo
Telkomsel
Telkomsel
Excelkomindo
Telkomsel
Telkomsel
Telkomsel
Telkomsel
Excelkomindo
Telkomsel
Telkomsel
XL
Telkomsel
PT. Solusindo KP
Telkomsel

Pemilik/ Operator
29/01/2004
09/10/2006
28/09/2005
23/11/2006
09/01/2006
14/07/2007
01/05/2007
29/01/2004
09/10/2006
30/04/2007
19/06/2006
28/09/2005
03/07/2006
01/05/2007
14/10/2005
14/10/2005
26/04/2007
01/08/2007
04/04/2007
22/01/2005
01/10/2007
28/06/2005
20/07/2007
05/10/2005
28/06/2005
12/01/2005
12/01/2005
30/06/2007
05/10/2005
26/01/2007
28/09/2005
03/01/2006
22/04/2006
30/09/2005
08/04/2005
10/10/2005

Tgl.IMB
03/02/2004
2007
10/09/2005
25/11/2006
09/01/2006
10/07/2007
05/05/2007
03/02/2004
12/10/2006
06/08/2007
26/06/2006
30/09/2005
03/07/2006
05/05/2007
17/10/2005
17/10/2005
16/01/2007
06/08/2007
28/03/2007
20/12/2004
02/01/2007
21/06/2005
10/07/2007
21/10/2005
21/06/2005
23/10/2005
20/01/2005
04/07/2007
21/10/2005
02/02/2007
30/09/2005
03/01/2006
23/04/2006
30/09/2005
11/04/2005
17/10/2005

Tgl.Pemberian Izin
Gangguan
03/02/2009
2012
10/09/2010
25/11/2011
09/01/2011
10/07/2012
05/05/2012
03/02/2009
12/10/2011
06/08/2012
26/06/2011
30/09/2010
03/07/2011
05/05/2012
17/10/2010
17/10/2010
16/01/2012
06/08/2012
28/03/2012
20/12/2009
02/01/2012
21/06/2010
10/07/2012
21/10/2010
21/06/2010
23/10/2010
20/01/2010
04/07/2012
21/10/2010
02/02/2012
30/09/2010
03/01/2011
23/04/2011
30/09/2010
10/04/2010
17/10/2010

Akhir masa Retribusi


Izin Gangguan

Daftar Potensi Pendapatan Retribusi Ijin Gangguan Menara Telekomunikasi.

344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00

Nilai Potensi Pendptan


(Rp)

Lampiran 1

37
38
39
40
41

Sukodono
Sukodono
Sukodono
Mondokan
Mondokan

No Wilayah Kecamatan
Harjosari, RT.01, Majenang
Karang, Newung
Harjosari, Majenang
Mondokan, Jekani
Kendal, Sumbarejo

Lokasi
Excelkomindo
Telkomsel
Indosat
Telkomsel
Telkomsel
Jumlah

Pemilik/ Operator
01/07/2006
16/07/2007
20/07/2007
11/01/2006
25/07/2006

Tgl.IMB
03/07/2006
18/07/2007
21/07/2007
03/01/2006
25/07/2006

Tgl.Pemberian Izin
Gangguan
03/07/2011
18/07/2012
21/07/2012
03/01/2011
25/07/2011

Akhir masa Retribusi


Izin Gangguan
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
344.532,00
14.125.812,00

Nilai Potensi Pendptan


(Rp)