Anda di halaman 1dari 6

MODUL V

PETA KENDALI

A. Tujuan:
1.

Praktikan memahami tentang peta kendali dan hubungannya dengan kualitas

B. Daftar Rujukan
1.

Montgomery, D. C., Statistical Quality Control, Fifth Ed., 2005

C. Dasar Teori
Dalam pelaksanaan proses produksi untuk menghasilkan sejenis output sulit
menghindari terjadinya variasi pada proses. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, dapat
digunakan peta kendali untuk menentukan batas dari variasi yang dapat dikualifikasikan
berkualitas. Ada dua jenis peta kendali:
a. Peta kendali variabel
-

Peta Kendali R

Peta kendali R melakukan plotting terhadap range (jarak) suatu proses dalam waktu
tertentu untuk variabel yang berupa data yang telah dikelompokkan. Peta kendali ini
sering digunakan untuk menganalisa stabilitas dari sebuah proses dalam industry.
Contohnya, kita bisa menggunakan peta kendali R untuk menganalisa variasi proses
dalam pengelompokan sebuah part dari mesin. Peta kendali R digunakan untuk
pengelompokkan dengan nominal kurang dari sama dengan 8.
Menghitung batas-bata pada peta kendali R
UCL = d2 (ni) + k d3 (ni)atau D4
LCL = d2 (ni) + k d3 (ni) atau D3
dengan
d2 = konstanta untuk mengestimasi standar deviasi (tabel)
d3 = konstanta untuk mengestimasi UCL dan LCL (tabel)
n = jumlah data
= standar deviasi

Peta Kendali Xbar

Peta kendali Xbar hampir sama dengan peta kendali R. Hal yang membedakan adalah
peta kendali Xbar menghitung rata-rata terhadap sebuah proses dalam waktu tertentu.
Peta Kendali

Untuk menggunakan peta kendali Xbar, terlebih dahulu kita harus menggunakan peta
kendali R untuk melihat apakah data yang kita pakai cukup valid untuk dikendalikan.
Lalu, setelah menggunakan peta kendali R, maka kita dapat menggunakan peta kendali
Xbar.
Cara menentukan batas peta kendali Xbar
UCL = Double Xbar + A2R
LCL = Double Xbar - A2R
Dengan
R

= rata-rata jarak

Double Xbar = rata-rata dari hasil rata-rata pengukuran


= 3/d2n (tabel VI)

A2
-

Peta Kendali S
S dalam S Chart menandai Sigma () atau Standard Deviation Chart hendaknya
digunakan untuk mendeteksi apakah karakteristik proses stabil. Oleh karena itu, S
Chart biasanya diplot bersama dengan X Chart sehingga memberi gambaran
mengenai variasi proses lebih baik
Rumus untuk UCL dan LCL pada S chart

b. Peta kendali atribut


-

P Chart.

P chart digunakan untuk mengukur proporsi ketidaksesuaian dari item-item dalam


kelompok yang sedang diinspeksi. Selain itu, p chart juga berfungsi untuk
mengendalikan proporsi produk cacat yang dihasilkan dalam suatu proses. Proporsi
yang tidak memenuhi syarat merupakan rasio banyaknya item yang tidak memenuhi
syarat dalam suatu kelompok terhadap total banyaknya item dalam kelompok tersebut.
Jika item tersebut tidak standar pada satu atau lebih karakteristik yang diperiksa maka
item itu digolongkan tidak memenuhi syarat.
Cara menghitung batas-batas P chart yakni dengan
UCL

=p+ 3

p (1 p )
n

Peta Kendali

LCL
-

=p 3

p (1 p )
, dengan p = jumlah unit cacat per ukuran subgroup
n

NP chart

Peta kendali NP biasa digunakan untuk memetakan jumlah item cacat / banyaknya cacat
dari sebuah sampel yang diambil.
Perbedaan dengan P chart adalah pada NP, titik NP yang dijadikan sebagai titik tengah.
CL = np = jumlah defect dibagi data sampel yang diambil
UCL = np + 3 np (1 np )
LCL = np - 3 np (1 np )
-

C Chart.

Suatu item yang tidak memenuhi syarat atau yang cacat dalam proses pengendalian
kualitas didefinisikan sebagai tidak memenuhi satu atau lebih spesifikasi standar untuk
item tersebut. Penggolongan produk cacat berdasarkan kriteria di atas kadang-kadang
untuk jenis produk tertentu dianggap kurang representatif, karena mungkin saja suatu
produk masih dapat berfungsi dengan baik walaupun satu atau lebih titik spesifikasi
yang tidak memenuhi spesifikasi. Contohnya adalah dalam proses perakitan computer
dimana produk masih dapat berfungsi dengan baik apabila ada satu titik spesifikasi yang
tidak memenuhi standar spesifikasi. Jika terdapat banyak titik lemahnya, maka tentu
saja produk tersebut perlu dikategorikan sebagai produk cacat atau tidak memenuhi
syarat. Hal ini berarti bahwa perusahaan memberikan toleransi atas kelemahan pada
satu atau beberapa titik spesifikasi yang tidak memenuhi syarat sepanjang tidak
mempengaruhi fungsi dari produk tersebut. Oleh karenanya diagram kontrol yang
sesuai adalah diagram kontrol C atau C chart yang didasarkan pada banyaknya titik
spesifik yang tidak memenuhi syarat dalam suatu item.
Cara menghitung batas-batas C chart yakni dengan
UCL

=c+ 3 c

LCL

=c 3 c

, dengan c =

c
k

U chart.

Diagram kontrol U mengukur banyaknya ketidaksesuaian (titik spesifik) per unit


laporan inspeksi dalam periode, yang mungkin memiliki ukuran contoh (banyaknya
item yang diperiksa). Mirip dengan diagram kontrol C, kecuali pada banyaknya ukuran
Peta Kendali

sampel yang digunakan dan waktu pengukuran. Pada diagram kontrol C memilki
ukuran sampel pada setiap kali pengamatan sebanyak satu buah, sedangkan pada
diagram kontrol U ukuran sampel dapat bervariasi pada setiap kali pengamatan.
Sehingga dapat dikatakan bahwa diagram kontrol U dapat digunakan apabila ukuran
contoh lebih dari satu unit atau mungkin bervariasi dari waktu ke waktu.

Cara menghitung batas-batas pada U chart


Su =

u bar
n

CL

= u-bar

UCL

= u-bar + 3 Su

LCL

= u-bar - 3 Su , dengan u-bar =

c
n

Perbedaan peta kendali atribut dan peta kendali variabel :


Variabel
Perhitungan pada semua

Atribut
Tidak harus disemua karakter

karakter
Pengendalian pada tingkat bawah

Pengendalian pada semua tingkatan dlm

(mesin)

organisasi, perusahaan, departemen, pusat2


kerja, mesin-mesin

Menentukan alasan khusus pada

Dapat mengidentifikasi akar permasalahan baik

kondisi out of statistical control

di tingkat umum atau tingkat yg lebih detail

Kelemahan peta kontrol atribut


1. Tidak dapat diketahui seberapa jauh ketidaktepatan dengan spesfikasi tersebut.
2. Ukuran sampel yang besar akan bermasalah bila pengukuran mahal atau pengujian yg
menyebabkan kerusakan.

Peta Kendali

C. Alat dan Bahan


1.

Data hasil pengukuran pada praktikum alat bantu

2.

Software spreadsheet dan minitab

D. Prosedur Praktikum
Prosedur Input Data
MS.EXCEL
1. Buka software Ms. Excel
2. Masukkan data ke dalam tabel
3. Tentukan UCL, CL, dan CL
4. Analisis Hasil dan Buat Grafik

Membuat Peta Kendali Xbar-R


MINITAB
1.

Pilih Menu Stat Control Chart Variable Chart for Subgroups Xbar-R

2.

Pada Dialog Box ada beberapa item yang harus diisi:

Pilih menu All observations for a chart are in one column. Lalu masukkan
kolom yang akan dibuat peta kendalinya. Subgroup Size adalah jumlah
pengelompokan data.
3.

Klik OK.

Hal yang sama dilakukan untuk Peta Kendali P, C, dan U.

Peta Kendali

INTERPRETASI DATA

Sesuai dengan judulnya, peta kendali akan menghasilkan output berupa grafik dengan
batas-batas pengendalian, yakni UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control
Limit). Dari grafik tersebut, dapat dilihat nantinya data mana yang tidak dapat
dikendalikan dan data yang masih dalam proses kontrol.

Dari data diatas, dapat diperbarui juga sebuah control limit yang baru dengan tidak
memperhitungkan data-data yang tidak digunakan.

Peta Kendali