Anda di halaman 1dari 23

I.

PENDAHULUAN
Teknik industri adalah suatu teknik yang mencakup bidang desain, perbaikan, dan

pemasangan dari sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi,
peralatan dan energi. Hal ini digambarkan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang
spesifik dari ilmu matematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial bersama dengan prinsip dan
metode dari analisis keteknikan dan desain untuk mengkhususkan, memprediksi, dan
mengevaluasi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem. Bidang garapan teknik industri adalah
sistem integrasi yang terdiri dari manusia, material/bahan, informasi, peralatan, dan energi.
Sedangkan otomasi didefinisikan sebagai suatu proses tanpa aktivitas langsung manusia
dalam proses (Dorf, 1983), sehingga sistem otomasi didefinisikan sebagai kumpulan prosesproses tanpa aktivitas langsung manusia di dalamnya. Istilah "otomasi" digunakan pertama
kali oleh General Motors pada tahun 1974 yang mendirikan departemen otomasi (automation
department).
Dalam definisi di atas dijelaskan bahwa sebuah sistem terintegrasi pasti memiliki
minimal empat komponen (sub-sistem) yaitu manusia, material, peralatan dan energi. Ini
berarti semua sistem yang memproduksi atau meningkatkan nilai tambah baik berupa barang
maupun jasa adalah obyek yang dikelola oleh teknik industri, karena hampir semua sistem
pasti memiliki keempat unsur tersebut. Terintegrasi menunjukkan bahwa interaksi yang terjadi
dari keempat unsur tersebut bermuara kepada sebuah perilaku sistem yang lebih dari hanya
penggabungan sederhana keempat unsur tersebut.
Dengan demikian, manusia merupakan komponen yang tidak akan pernah dapat
dihapuskan karena perannya sebagai sebuah sistem terintegrasi yang menjadi manusia karena
semua sub-sistemnya berinteraksi sedemikian rupa. Namun, dengan tenaga dan kemampuan
manusia yang terbatas, maka manusia harus memikirkan suatu cara untuk dapat
mempermudag pekerjaannya yang semakin beragam dan bertambah banyak jumlahnya. Salah
satunya adalah dengan mengembangkan sistem otomasi. Otomasi hanya dilakukan jika
hasilnya lebih cepat, lebih baik secara kuantitas dan/atau kualitas dibandingkan dengan
penggunaan tenaga kerja manusia. Dalam dunia industri, otomasi merupakan lanjutan dari
mekanisasi, di mana mekanisasi masih membutuhkan operator manusia selama mesin
beroperasi atau membutuhkan bantuan tenaga otot manusia agar mampu bekerja. Otomasi
mengurangi peran manusia dalam hal tersebut.

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

II.

TUJUAN
Mahasiswa mengetahui dan memahami perangkat dasar yang digunakan dalam otomasi
(switch, pushbutton, relay, contactor, power supply, multimeter)

Mahasiswa memahami prinsip kerja relay

Mahasiswa memahami gambar rangkaian dari berbagai percobaan pada praktikum yang
ada

III.

Mahasiswa memahami prinsip kerja rangkaian self-holding

DASAR TEORI
III.1

DEFINISI OTOMASI DAN SISTEM OTOMASI

Ide dasar otomasi adalah sebagai berikut:

Penggunaan elektrik dan/atau mekanik untuk menjalankan mesin/alat tertentu

Disertai otak yang mengendalikan mesin/alat tersebut

Agar produktivitas meningkat dan ongkos menurun.


Berdasarkan ide dasar ini, munculah berbagai definisi otomasi dari beberapa ahli.

Grover P.M. mendefinisikan otomasi sebagai kebutuhan teknologi yang terkait kegiatan
mekanik, elektronik yang kompleks berikut dengan dukungan sistem komputer dalam
aktivitas dan pengendalian produksi. Selain itu, Kalpakjian mendefinisikan otomasi sebagai
kebutuhan proses sebagai konsekuensi rancangan urutan operasi dengan sedikit atau tanpa
bantuan operator, dengan menggunakan peralatan khusus yang melakukan dan mengendalikan
proses manufaktur.
Kemudian pada tahun 2006, M.S Kauffman mendefinisikan sistem otomasi sebagai
suatu perubahan yang direncanakan di dalam suatu fisik atau tugas administratif yang
memanfaatkan suatu proses baru, metoda, atau mesin untuk meningkatkan produktivitas,
mutu, dan menyediakan analisa serta kendali metodologis.

III.2 JENIS-JENIS OTOMASI


Sistem otomasi manufaktur meliputi operasi seperti pemrosesan, perakitan, inspeksi
maupun material handling. Otomasi manufaktur terdiri atas tiga jenis berikut.
1. Fixed Automation (Otomasi Detroit)
Merupakan jenis otomasi yang mempunyai konfigurasi peralatan tetap sesuai dengan
tahapan proses operasinya maupun perakitannya. Jenis ini ditandai dengan:
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Modal awal yang besar


Laju produksi yang tinggi
Relatif tidak fleksibel dalam mengakomodasi perubahan produk
2. Programmable Automation
Dalam jenis otomasi ini, alat-alat produksi dirancang dengan kemampuan untuk
mengubah urutan operasi untuk mengakomodasi konfigurasi produk yang berbedabeda.
Karakteristik jenis otomasi ini adalah sebagai berikut:
Modal besar untuk peralatan general purpose
Laju produksi relatif rendah
Fleksibel untuk perubahan konfigurasi
Sangat cocok untuk batch production
3. Flexible Automation
Flexible automation merupakan pengembangan dari programmable automation dimana
sistem mampu memproduksi berbagai jenis produk tanpa kehilangan waktu

secara

virtual untuk perubahan dari sebuah bentuk ke bentuk lainnya. Karakteristik jenis otomasi
ini adalah sebagai berikut:
Modal besar untuk peralatan
Produksi kontinyu dari berbagai jenis produk
Laju produksi sedang
Fleksibel untuk perubahan variasi rancangan produk

III.3 ALASAN PENGGUNAAN OTOMASI


Berikut adalah beberapa alasan penggunaan otomasi:

Meningkatkan produktivitas perusahaan.


Hal ini ditandai dengan lebih besarnya output per jam-orang apabila diterapkan otomasi
pada operasi manufaktur.

Tingginya biaya tenaga kerja.


Kecenderungan meningkatnya biaya tenaga kerja di dunia industri mendorong
perusahaan menginvestasikan fasilitas otomasi yang relatif mahal. Dengan otomasi
manufaktur dapat meningkatkan laju produksi sehingga harga per produk dapat lebih
murah.

Tenaga kerja cenderung berpindah ke sektor pelayanan.

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Di negara maju tenaga kerja lebih menyukai sektor pelayanan.

Kurangnya tenaga kerja untuk kemampuan tertentu.


Kecenderungan terhadap industri pelayanan menyebabkan semakin sulit mendapatkan
tenaga kerja dengan skill tertentu.

Keamanan.
Dengan otomasi manufaktur pekerjaan lebih aman. Artinya keamanan atas kecelakaan
kerja akibat operasi produksi lebih terjamin.

Tingginya harga bahan baku.


Mahalnya harga bahan baku membutuhkan efisiensi pemakaian bahan baku. Dengan
otomasi manufaktur scrap-rates dapat direduksi.

Meningkatkan kualitas produk.


Otomasi tidak hanya menghasilkan produk dengan laju yang lebih cepat tapi juga
meningkatkan kualitas produk jika dibandingkan dengan metode manual.

Menurunkan Manufacturing Lead Time (MLT).


Otomasi manufaktur dapat mereduksi waktu antara pemesanan pelanggan sampai
pengiriman produk.

Menurunkan in-process inventory.


Otomasi manufaktur dapat menyelesaikan produk pada lantai produksi lebih cepat.

III.4 ELEMEN DASAR SISTEM OTOMASI


Sistem otomasi terdiri atas tiga komponen dasar, yaitu power, instruksi program dan
sistem kontrol yang kesemuanya untuk mendukung proses otomasi.

Power
Power atau sumber energi digunakan untuk mengoperasikan beberapa proses serta
menggerakkan dan mengendalikan semua komponen sistem otomasi. Sumber energi
dapat berupa energi listrik, baterai, accu, solar, bensin, air, angin, semuanya tergantung
pada tipe sistem otomasi yang digunakan. Sebagai contoh, power untuk proses
manufaktur adalah Electric Discharge Machining (EDM) menggunakan tenaga listrik
untuk melelehkan baja.

Instruksi program
Tindakan yang dilakukan oleh sebuah proses otomasi didefinisikan oleh instruksi
program.

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Sistem kontrol
Elemen kontrol sistem otomasi menjalankan instruksi-instruksi program. Sistem control
menyebabkan sebuah proses mampu menyelesaikan suatu fungsi yang telah ditetapkan
Sebelumnya. Kontrol dalam sistem otomasi terdiri atas :
1) Closed loop control system / feedback control system
Sistem ini terdiri atas elemen dasar sebagai berikut :
Parameter input, umumnya mengacu pada nilai output yang diinginkan.
Proses, merupakan operasi atau fungsi yang dikontrol.
Variabel output, merupakan beberapa variabel proses.
Sensor feedback, digunakan untuk mengukur variabel output serta membentuk
loop antara input dan output.
Controller, bagian ini membandingkan input dan output dan melakukan
penyesuaian yang diperlukan dalam sebuah proses untuk mengurangi perbedaan
antara input-output.
Aktuator, merupakan perangkat hardware yang menampilkan output proses
kontrol.
Kelebihan sistem kontrol loop tertutup:
Ketelitian lebih baik (kualitas produksi lebih baik).
Sensitivitas yang lebih rendah dari ratio - terhadap variasi-variasi
dalam karakteristik sistem.
Mengurangi efek nonlinieritas dan distorsi/gangguan.
Memperbesar bandwidth sistem (bandwidth sistem adalah daerah/range frekuensi
dari input dalam mana sistem akan memberikan respons yang memuaskan).
Kekurangan sistem kontrol loop tertutup:
Konstruksi lebih rumit dan pemeliharaan lebih mahal.
Kecenderungan kearah osilasi atau ketidakstabilan
2) Open loop control system
Sistem ini beroperasi tanpa pengukuran variabel output (tanpa feedback) sehingga
tidak ada perbandingan antara output dan parameter input yang diinginkan. Proses
kontrol didasarkan pada keakuratan model dari efek aktuator dalam variable proses.
Kelebihan sistem kontrol loop terbuka:
Konstruksi sederhana dan mengurangi pemeliharaan.

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Lebih murah
Tidak ada persoalan stabilitas
Cocok apabila output sulit diukur atau secara ekonomis tidak fisibel
Kekurangan sistem kontrol loop terbuka:
Gangguan atau perubahan dalam kalibrasi menyebabkan kesalahan dan output
mungkin berbeda terhadap apa yang diinginkan.
Untuk mempertahankan kualitas yang dibutuhkan pada output, rekalibrasi
(kalibrasi kembali) harus dilakukan dari waktu ke waktu.

III.5 LEVEL OTOMASI


Lima tingkatan otomasi dan kontrol dalam proses manufaktur adalah:
1) Level Alat (Device Level)
Tingkatan ini merupakan tingkatan terendah yang meliputi aktuator, sensor dan
komponen perangkat keras lainnya yang membangun sebuah mesin, misalnya loop
pengendali mesin CNC atau satu engsel robot industri.
2) Level Mesin (Machine Level)
Hardware pada level alat dirakit menjadi sebuah mesin, sebagai contoh: mesin perkakas
CNC, robot industri, konveyor mesin, dll. Fungsi pengendali pada level ini meliputi
pelaksanaan urutan langkah-langkah instruksi program secara benar dan memastikan
setiap langkah tersebut dilakukan secara tepat.
3) Level Sel Atau Sistem (Cell/System Level)
Sel atau sistem manufaktur merupakan kumpulan mesin-mesin atau workstation yang
terhubung dan didukung oleh sebuah sistem material handling, komputer dan perangkat
lainnya yang sesuai untuk proses manufaktur. Fungsi pengendali pada level ini meliputi
part dispatching dan machine loading, koordinasi antar mesin dan sistem material
handling serta evaluasi data hasil inspeksi.
4) Level Pabrik/Sistem Produksi (Plant Level)
Perintah yang diterima dari sistem informasi perusahaan diterjemahkan menjadi rencana
operasi bagi proses produksi. Fungsi pengendali pada level ini meliputi pemrosesan
order, perencanaan proses, pengendalian persediaan, pembelian, perencanaan kebutuhan
material, pengendalian lantai produksi (shop floor control) dan pengendalian kualitas.
5) Level Perusahaan (Enterprise Level)

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Tingkat ini merupakan tingkat tertinggi yang terdiri atas sistem informasi perusahaan
yakni menyangkut semua fungsi yang diperlukan untuk mengelola perusahaan, antara
lain pemasaran, akunting, perancangan, penelitian, perencanaan agregat dan penjadwalan
produksi utama.

IV.

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN

2 buah push button normally open (NO)

2 buah push button normally closed (NC)

2 buah relay

2 pilot lamp AC

1 buah power supply

1 buah Miniature Circuit Breaker (MCB)

1 buah multimeter

Kabel penghubung dan konektor

V.

GAMBAR RANGKAIAN

+
-

Gambar 1.1 Gambar Rangkaian Percobaan Switch

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

+
-

Gambar 1.2 Gambar Rangkaian Percobaan Push Button 1

+
-

Gambar 1.3 Gambar Rangkaian Percobaan Push Button 2


+ -

A1

+
A2

Gambar 1.4 Gambar Rangkaian Percobaan Relay: PB NO, Relay NO

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

9
+ -

A1

11

+
-

12
A2

Gambar 1.5 Gambar Rangkaian Percobaan Relay: PB NO, Relay NC


+

A1

+
-

11

14

12

A2

Gambar 1.6 Gambar Rangkaian Percobaan Relay: PB NC, Relay NO

Gambar 1.7 Gambar Rangkaian Percobaan Relay: PB NC, Relay NC

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
-

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

10

11
12
14

Gambar 1.8 Gambar Rangkaian Gerbang Logika: AND

Gambar 1.9 Gambar Rangkaian Gerbang Logika: HAND

Gambar 1.10 Gambar Rangkaian Gerbang Logika: OR

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
-

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Gambar 1.11 Gambar Rangkaian Gerbang Logika: NOR

Gambar 1.12 Gambar Rangkaian Gerbang Logika: NOT

Gambar 1.13 Gambar Percobaan Self Holding

VI.

LEMBAR DATA

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya
-

11

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

VII. TUGAS LAPORAN


1. Gambarkan dan jelaskan diagram hirarki otomasi industri!

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

12

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

13

4
Administration

Enterprise

Supervisory
Group Control
Unit Control

Field
Sensors & Actors
0

Primary Technology
Gambar 1.14 Diagram Hirarki Otomasi Industri

Hirarki sistem otomasi industri terdiri dari 5 level.


1. Level 0 (Actual Process Production)
2. Level 1 (Control)
3. Level 2 (Supervisory)
4. Level 3 (Enterprise)
5. Level 4 (Administration)

Administration meliputi keuangan, HRD, dokumentasi dan perencanaan jangka


panjang.

Enterprise meliputi menetapkan target produksi, ERP (Enterprise Resource


Planning), koordinasi site yang berbeda dan pengelolaan order.

Manufacturing mengelola eksekusi, sumberdaya, aliran kerja, supervisi mutu, jadwal


produksi dan pemeliharaan.

Supervision meliputi supervisi produksi dan lapangan, optimasi, eksekusi operation,


visualisasi plant, penyimpanan data proses, log operasi dan history (open loop).

Group (Area), mengendalikan bagian pabrik yang terdefinisi jelas (a well-defined


part of the plant) merupakan sistem yang closed loop, kecuali untuk intervensi oleh
operator/except for intervention of an operator).
o Coordinate individual subgroups
o Adjust set-points and parameters

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

14

o Command several units as a whole

Unit (Cell) mengendalikan l (regulation, monitoring and protection) bagian dari


suatu group merupakan sistem closed loop kecuali untuk maintenance.
o Measure: Sampling, scaling, processing, calibration.
o Control: regulation, set-points dan parameter 2
o Command: sequencing, protection & interlocking

Field meliputi data acquisition (Sensors & Actors), data transmission tidak
memproses kecuali koreksi pengukuran (measurement correction) dan built-in
protection

2. Gambarkan rangkaian gerbang logika (AND, OR, NOT, dll) untuk alarm proses di bawah
ini! (Gambar pada modul)
Kondisi terjadinya alarm adalah:

High temperature dan low pressure

High pressure dan high level

High level, low temperature dan high pressure


Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Karnaugh Map 3 Variabel

Keterangan:
A : Temperature
B : Pressure
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

15

C : Level
Y = ABC + ABC + ABC
Disederhanakan dengan metode Karnaugh Map
BC
00
01
11
A
10
1
0
1
1
1
Jadi, Y = AB + ABC
A

C
Gambar 1.15 Rangkaian Gerbang Logika untuk Alarm Proses
3. Jelaskan perbedaan dan persamaan dari relay dan contactor!
Perbedaan:

Secara fisik dan kasat mata, contactor memiliki ukuran yang lebih besar daripada
relay.

Biasanya contactor digunakan untuk salah satu material atau alat bantu untuk sistem
motor induksi 3 fasa. Sedangkan relay digunakan untuk salah satu material atau alat
bantu untuk sistem control (PLC).

Persamaan:

Contactor dan relay sama-sama dilengkapi dengan normally open dan normally
closed.

Contactor dan relay sama-sama memilik coil yang apabila dialiri arus listrik akan
menimbulkan medan magnet.

4. Jelaskan syarat-syarat atau kriteria relay yang baik dan aplikasi relay pada kehidupan
sehari-hari!
Syarat-syarat atau kriteria relay yang baik:

Cepat Beraksi

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

16

Relay harus cepat bereaksi/bekerja bila sistem mengalami gangguan atau kerja
abnormal.

Selektif
Kecermatan pemilihan dalam mengadakan pengamana, dalam hal ini menyangkut
koordinasi pengamanan dari sistem keseluruhan.

Peka/Sensitif
Relay harus dapat bekerja dengan kepekaan yang tinggi, yaitu harus cukup sensitif
terhadap gangguan didaerahnya meskipun gangguan tersebut minimum.

Handal/Reliability
Kehandalan relay dikatakan cukup baik bila mempunyai harga 90 s/d 99%.

Aplikasi relay pada kehidupan sehari-hari:

Lampu motor agar lebih terang


Lampu motor yang redup bisa disebabkan bertambah besarnya tahanan dalam
rangkaian lampu kepala. Hal tersebut bisa diakali dengan menggunakan relay.
Prinsipnya arus listrik dari baterai langsung dialirkan ke lampu kepala melalui
terminal 30 dan 87 pada relay. Sedangkan arus listrik yang mengalir melalui
rangkaian hanya digunakan untuk menghidupkan elektromagnetik relay pada
terminal 85 dan 86. Secara detailnya bisa dilihat di cara memasang relay pada lampu
motor agar lebih terang.

Kunci pengaman sepeda motor


Untuk membuat kunci pengaman bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah relay.
Prinsipnya

relay

tersebut

digunakan

untuk

saklar

yang

memutus

dan

menghubungkan arus listrik menuju koil. Untuk cara membuatnya bsia dilihat pada
rangkaian kunci pengaman sepeda motor.

Lemari es
Pada saat motor kompresor mulai bekerja, arus listrik mengalir ke kumparan utama
(run winding). Torsi yang ditimbulkan oleh induksi kumparan utama ini tidak cukup
untuk menggerakkan kompresor. Untuk memperbesa rtorsi saat kompresor mulai
bekerja (starting torque) maka motor membutuhkan bantuan tenaga yang didapatkan
dengan cara mengalirkan arus listrik ke kumparan bantu (auxiliary winding) pada
motor. Setelah putaran motor mencapai 75% dari putaran maksimumnya, motor
tidak lagi memerlukan tambahan torsi, sehingga torsi tambahan bisa dilepas atau

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

17

diputus. Untuk memutus aliran arus listrik ke kumparan bantu (auxiliary winding)
digunakan sebuah komponen pemutus arusyang dinamakan starting relay.

Pompa air otomatis


Pada pompa air otomatis, relay digunakan untuk mengaktifkan pompa dan
mematikan pompa sesuai dengan kondisi level air pada tandon. Saat tandon pada
level rendah relay akan close sehingga mengaktifkan pompa. Saat tandon pada level
tinggi relay akan open kembali sesuai kondisi awal yaitu Normally Open (NO).

5. Jelaskan minimal 3 aplikasi rangkaian self holding dalam kehidupan sehari-hari!

Pintu gerbang otomatis


Cara kerjanya adalah sebagai berikut.
Mobil masuk garasi
Saat mobil berada di depan garasi, mobil menghalangi cahaya dioda sinar laser 1dan
2 yang diarahkan mengenai sensor LDR 1 dan LDR 2. Bersamaan dengan turunnya
nilai resistansi LDR 1 dan LDR 2, maka akan memicu relai untuk memberikan sinyal
masukan pada PLC untuk menaikkan pintu sampai limit switch batas atas terpicu.
Saat mobil bergerak masuk dan tepat berada dibawah pintu, mobil akan
mengaktifkan sensor 3 yang berada di dekat pintu. Tetapi bekerjanya sensor ini
setelah mobil melewati area sensor 3. Setelah mobil melewati sensor 3 pintu akan
menutup sampai limit switch batas bawah.
Mobil keluar garasi
Saat mobil akan keluar dari garasi, mobil harus maju kedepan untuk mengaktifkan
sensor 4, setelah aktif sensor akan memberikan sinyal ke relay. Relay sensor akan
bekerja sehingga akan memberikan sinyal masukan ke PLC untuk membuka pintu.
Pintu terbuka sampai limit switch batas atas pintu. Saat mobil bergerak keluar dan
tepat berada dibawah pintu, mobil mengaktifkan sensor 3 yang berada di dekat pintu.
Dan bekerja seperti pada saat mobil masuk. Saat mobil keluar dan menghalangi
cahaya sensor 1 dan sensor 2, PLC tidak akan bekerja meskipun kedua sensor
memberikan sinyal masukan. Dan selanjutnya setelah mobil meninggalkan area
sensor 1 dan 2, kondisi kembali seperti semula.

Eskalator otomatis

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

18

Eskalator otomatis adalah eskalator yang secara otomatis akan ON ketika ada orang
yang akan menaikinya. Dan akan secara otomatis OFF jika dalam periode waktu
tertentu eskalator tidak mendeteksi adanya orang yang akan menaikinya.

Motor Starter
Prinsipnya adalah sebagai berikut:
o Tersedia satu buah push button Normally Open (NO) dan satu buah push
button Normally Closed (NC), yang digunakan untuk menyalakan (ON) dan
mematikan (OFF) sebuah motor.
o Push button Normally Open untuk menyalakan motor terhubung dengan alamat
PLC%I0.0.
o Push button Normally Closed untuk mematikan motor terhubung dengan
alamat PLC%I0.4.
o Motor terhubung dengan alamat PLC%Q0.0
o Ketika push button ON ditekan satu kali motor akan menyala terus. Untuk
mematikan motor, push button OFF ditekan satu kali.

VIII.

APLIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Aplikasi sistem otomasi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

a. Otomasi dalam produk (hasil industri)

Mobil
o Kendali peralatan (kaca jendela, tempat duduk, radio)
o Kendali motor (pengatur sirkulasi udara)
o ABS, brake-by-wire, steer-by-wire
o Kurang lebih 20% harga karena tambahan feature elektrik (meningkat 10% per
tahun)

Kendali avionics pesawat


o Kendali penerbangan, auto-pilot
o Manajemen penerbangan (jumlah penumpang, dll)
o Rekaman penerbangan (termasuk black box)
o File-by-wire (fixed route)

b. Otomasi dalam Manufaktur Fleksibel

Konveyor

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

Mesin CNC

Robot

Logistik

19

c. Otomasi dalam Pembangkit Listrik

Penyediaan bahan baku

Proses utama (tenaga uap, tenaga angin)

Keamaan personal, pabrik dan lingkungan sekitar

Dampak lingkungan

Proses pembangkitan (voltage dan frekuensi)

Distribusi energi

IX.

ANALISA

IX.1

Laporan
Pada percobaan modul pertama ini, percobaan dibagi menjadi 5 bagian, yaitu percobaan

switch, percobaan push button, percobaan relay, gerbang logika dan percobaan self holding.
Jenis arus yang digunakan untuk semua percobaan adalah arus DC, karena rangkaian yang
dibuat hanya sederhana dan jika menggunakan AC arus dan tegangan yang dihasilkan akan
lebih besar, sehingga dapat menyebabkan lampu pecah. Perlu diingat pula bahwa arus listrik
selalu mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.
Pada percobaan switch, ketika switch dalam posisi ON, besar hambatan yang dihasilkan
adalah 15,6 ohm dan kondisi lampu menyala. Hal ini disebabkan karena saat switch dalam
posisi ON, maka kondisi switch adalah closed, yaitu kedua lempeng kontak bersentuhan dan
arus listrik dapat mengalir dari satu lempeng ke lempeng yang lain. Sedangkan ketika switch
dalam posisi OFF, besar hambatan yang dihasilkan adalah 0 ohm dan kondisi lampu mati. Hal
ini disebabkan karena saat switch dalam posisi OFF, kondisi switch adalah open, yaitu kedua
lempeng kontak terpisah sehingga tidak dapat melewatkan arus.
Pada percobaan push button, praktikan menggunakan dua jenis push button, yaitu push
button normally open (NO) dan push button normally closed (NC). Ketika push button NO
tidak ditekan, besar hambatan yang dihasilkan adalah 0 ohm dan kondisi lampu mati. Hal ini
disebabkan karena pada kondisi ini push button mengalami kondisi awal, yaitu kedua
lempeng kontak dalam keadaan open sehingga tidak dapat melewatkan arus listrik. Sedangkan
ketika push button NO ditekan, besar hambatan yang dihasilkan adalah 6,5 ohm dan kondisi
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

20

lampu menyala. Hal ini disebabkan karena dalam kondisi ini kedua lempeng kontak dalam
keadaan closed sehinngga dapat melewatkan arus listrik. Kemudian ketika push button NC
tidak ditekan, maka besar hambatan yang dihasilkan adalah sebesar 2,7 ohm dan kondisi
lampu menyala. Hal ini disebabkan karena pada push button NC, kondisi awal (saat tidak
ditekan) kedua lempeng kontak dalam keadaan closed sehingga dapat melewatkan arus listrik.
Begitu pula sebaliknya, pada saat push button NC ditekan maka lempeng kontak akan dalam
keadaan open dan tidak dapat melewati arus listrik, sehingga hambatan yang dihasilkan
adalah 0 ohm dan kondisi lampu mati.
Selanjutnya pada percobaan relay, jenis push button yang digunakan adalah dua jenis,
yaitu pust button normally open (NO) dan push button normally closed (NC). Begitu pula
dengan kontak relay. Praktikan juga menggunakan dua jenis kontak relay yaitu kontak relay
normally open (NO) dan kontak relay normally closed (NC). Pada saat menggunakan kontak
relay NO dan push button NO tidak ditekan, maka besar hambatan yang dihasilkan adalah 0
ohm dan kondisi lampu mati. Sedangkan saat push button NO ditekan, maka hambatan yang
dihasilkan adalah 0,4 ohm dan kondisi lampu menyala. Ketika menggunakan kontak relay NC
dan push button NO ditekan, maka besar hambatan yang dihasilkan adalah 0,3 ohm dan
kondisi lampu menyala. Sedangkan ketika push button NC ditekan, maka besar hambatan
yang dihasilkan adalah 0 ohm dan lampu dalam kondisi mati. Hal ini disebabkan karena
kontak NO akan menyambungkan rangkaian pada saat relay diaktifkan dan sebaliknya akan
memutuskan rangkaian pada saat relay tidak aktif. Kontak NO disebut juga Form A atau
make-contact. Kemudian ketika menggunakan kontak relay NO dan push button NC tidak
ditekan, maka hambatan yang dihasilkan adalah 1,4 ohm dan lampu dalam kondisi menyala.
Sedangkan ketika push button NC ditekan, maka hambatan yang dihasilkan adalah sebesar 0
ohm dan lampu dalam kondisi mati. Setelah itu ketika menggunakan kontak relay NC dan
push button NC tidak ditekan, maka hambatan yang dihasilkan adalah 0 ohm dan lampu
dalam kondisi mati. Sedangkan ketika push button NC ditekan, maka hambatan yang
dihasilkan adalah sebesar 0,4 ohm dan lampu dalam kondisi menyala. Hal ini disebabkan
karena kontak NC memutuskan rangkaian pada saat relay diaktifkan dan sebaliknya
menyambungkan rangkain pada saat relay tidak aktif. Kontak NC disebut juga Form B atau
break-contact.
Kemudian percobaan selanjutnya adalah membuat rangkaian gerbang logika. Praktikan
membuat empat jenis rangkaian gerbang logika, yaitu rangkaian gerbang logika AND,
NAND, OR, NOR dan NOT. Pada rangkaian AND, output (lampu) tidak dapat menyala ketika
relay tidak aktif dan push button tidak ditekan, relay tidak aktif namun push button ditekan,
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

21

ataupun ketika relay aktif tetapi push button tidak ditekan. Output hanya dapat menyala ketika
relay diaktifkan dan push button ditekan. Selanjutnya percobaan yang dilakukan adalah
rangkaian NAND. Rangkaian NAND adalah kebalikan dari rangkaian AND. Disebut
demikian karena pada rangkaian NAND, output dapat menyala ketika relay tidak aktif dan
push button tidak ditekan, relay tidak aktif namun push button ditekan, ataupun ketika relay
aktif tetapi push button tidak ditekan. Output hanya tidak dapat menyala ketika relay
diaktifkan dan push button ditekan secara bersamaan. Selanjutnya adalah rangkaian OR. Pada
rangkaian OR, output dapat menyala ketika relay tidak aktif namun push button ditekan, relay
aktif tetapi push button tidak ditekan, ataupun ketika relay diaktifkan dan push button ditekan
secara bersamaan. Output hanya tidak dapat menyala ketika relay tidak diaktifkan dan push
button tidak ditekan. Kemudian rangkaian berikutnya adalah rangkaian NOR. Rangkaian
NOR adalah kebalikan dari rangkaian OR. Disebut demikian karena pada rangkaian OR,
output hanya dapat menyala ketika relay tidak diaktifkan dan push button tidak ditekan.
Sedangkan ketika relay tidak aktif namun push button ditekan, relay aktif tetapi push button
tidak ditekan, ataupun ketika relay diaktifkan dan push button ditekan secara bersamaan,
output tidak dapat menyala. Kemudian rangkaian gerbang logika terakhir adalah rangkaian
gerbang logika NOT. Pada rangkaian ini, ketika relay tidak diaktifkan, maka relay akan aktif.
Dan sebaliknya ketika relay aktif, maka relay akan menjadi tidak aktif. Begitupun yang terjadi
pada push button. Jika push button ditekan, justru akan membuat fungsi push button seperti
tidak ditekan. Dan sebaliknya jika push button tidak ditekan, justru akan membuat fungsi
push button seperti ditekan.
Percobaan yang terakhir adalah percobaan self holding. Rangkaian logika self holding
dilakukan dengan menserikan dua buah push button (push button NO dan NC) yang
kemudian diparalelkan dengan relay NO. Pada saat push button NO ditekan, maka output
(lampu) akan menyala dan ketika push button NO dilepas output akan tetap menyala. Output
baru akan mati ketika push button NC ditekan.
IX.2

Jurnal
Jurnal berjudul Alat Bantu Pengajaran Interaktif Teknik Digital Berbasis Web yang
dibuat oleh Riandini dan Mera Kartika Delimayanti cukup menarik. Jurnal ini membahas
tentang perancangan suatu rangkaian logika untuk memudahkan para mahasiswa teknik
elektro agar pembelajaran yang mereka lakukan dapat menjadi lebih menarik, mudah
dipahami, dan interaktif bagi mahasiswa tersebut.
Dalam abstrak, jurnal ini menyebutkan bahwa Karnaugh Map (K-map) yang berfungsi
untuk menyederhanakan persamaan logika padasuatu rangkaian logika merupakan sub-materi
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

22

wajib pada MK-Teknik Digital di jurusan TE-PNJ, tetapi proses belajar mengajar yang
dilakukan masih manual. Hasil dari penelitian ini adalah suatu perangkat lunak berbasis web
yang digunakan sebagai alat bantu ajar K-map yang interaktif. Tujuan utama alat bantu ini
adalah agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan interaktif
bagi mahasiswa. Perangkat lunak direalisasikan dengan menggunakan pemrograman berbasis
web sehingga sifatnya open source (tidak membutuhkan lisensi). Aplikasi K-map yang dibuat
dapat melakukan penyederhanaan rangkaian logika dengan jumlah input 2 sampai 4 variabel
serta ditambah dengan kondisi dont care. Selain itu perangkat lunak tersebut dapat
menampilkan baik persamaan logika input dan output serta jumlah gerbang-gerbang logika
dasar (AND, OR dan NOT) yang terdapat pada masing-masing persamaan logika tersebut.
Kelebihan dari jurnal ini salah satunya adalah penulis mennyajikannya dengan cukup
lengkap. Dalam jurnal ini, penulis menjelaskan kata kunci penelitiannya secara lengkap dan
jelas, yaitu K-map, input variabel, kondisi dont care dan gerbang logika. Selain itu, penulis
juga menyajikan gambar-gambar hasil tampilan (screenshot) pengembangan perangkat lunak
"Karnaugh Map Explorer 1.0a". Kelebihan lainnya, penulis juga menjelaskan cara-cara
penggunaan software tersebut.
Kekurangan dari jurnal ini adalah penulis tidak menjelaskan tentang alat bantu ajar
interaktif teknik digital lainnya yang sudah lebih dahulu berkembang sehingga pembaca tidak
dapat membandingkan alat bantu ajar interaktif teknik digital dengan aplikasi k-map berbasis
web ini dengan alat bantu ajar interaktif lainnya. Selain itu, penulis juga tidak menyebutkan
secara lengkap kelebihan dan kekurangan dari aplikasi ini, juga kelebihan dan kekurangan
mengajar menggunakan aplikasi tersebut.
Saran yang dapat saya sampaikan untuk penulis adalah untuk selanjutnya alangkah
baiknya jika suatu jurnal menampilkan juga hal-hal yang menjadi pembanding dari apa yang
sedang diteliti tersebut sehingga pembaca dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari
hal yang sedang diteliti. Selain itu dalam menulis jurnal sebaiknya menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti karena jurnal seperti ini akan dibaca oleh umum, bukan hanya oleh
mahasiswa atau para pengajar teknik elektro.

X.

DAFTAR PUSTAKA
Yodaime,

Ade.

2012.

Otomasi

Idustri.

(on-line).

http://yodaimeade.blogspot.co.id/2012/11/otomasi-industri.html. (diakses tanggal 16


September 2015)
Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri
Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

Modul 1. Pengantar Sistem Otomasi

23

Herman. 2013. Aplikasi Gerbang Logika Sebagai Pengontrol Suhu Ruang. (on-line).
http://gaptechkology.blogspot.co.id/2013/04/aplikasi-gerbang-logika-sebagai.html.
(diakses tanggal 16 September 2015)

Sumarno, Edi. 2015. Aljabar Boolean dan Penggunaan Gerbang Logika. (on-line).
http://www.academia.edu/7714879/aljabar-boolean-dan-penggunaan-gerbang-logika
(diakses tanggal 16 September 2015)

Belton,

D.

1998.

Karnaugh

Map.

http://www.ee.surrey.ac.uk/Projects/Labview/minimisation/karnaugh.html.
tanggal 16 September 2015)

XI.

LAMPIRAN
Jurnal (halaman berikutnya)

Laporan Praktikum Sistem Otomasi Industri


Laboratorium Perancangan dan Otomasi Sistem Industri
Fakultas Teknikn Program Studi Teknik Industri Unika Atma Jaya

(on-line).
(diakses