Anda di halaman 1dari 20

TUGAS

DASAR TELEKOMUNIKASI
KOMUNIKASI SATELIT

DEBBY ROSDIANA VIRGIAWATI


TEKNIK ELEKTRO
136712152028

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

BAB 2 TEORI
2.1 Sistem komunikasi satelit
2.2 Perkembangan Sistem Komunikasi Satelit

BAB 3 PEMBAHASAN
3.1 Pentransmisian Sistem Komunikasi Satelit
3.2 Link Budget Sistem Komunikasi Satelit
3.3 Keuntugan dan kerugian komunikasi satelit
3.4 Aplikasi Dari Penggunaan Satelit Telekomunikasi

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, pelayanan telekomunikasi mempunyai peranan yang besar untuk berbagai aspek
kehidupan. Contohnya bisnis, perdagangan, rumah tangga, industri dan sebagainya. Agar
telekomunikasi dapat berjalan dengan lancar, maka diperlukan sistem komunikasi. Sistem
komunikasi dapat berupa sistem komunikasi optic, radio dan terrestrial, serta satelit.
Pada awalnya, sistem komunikasi terrestrial banyak di pakai untuk pelayanan
telekomunikasi, tapi pelayanan telekomunikasi dengan menggunakan terestrial memerlukan
banyak biaya pembangunan infrastruktur. Selain itu, sistem komunikasi terrestrial tidak mampu
melayani telekomunikasi secara global, hal ini disebabkan antar benua dipisahkan oleh samudra
yang luas. Sedangkan komunikasi terrestrial memanfaatkan pemantulan gelombang radio pada
lapisan ionosfer.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini, memungkinkan berkembangnya
teknologi untuk pelayanan telekomunikasi. Salah satu bentuk perkembangan layanan
telekomunikasi, yaitu dengan adanya sistem komunikasi satelit. Dimana sistem komunikasi ini
memakai layanan satelit untuk berkomunikasi secara global tanpa dibatasi oleh jarak antar benua
di dunia.
Karena perkembangan komunikasi satelit sangatlah pesat,maka pada makalah ini akan
dibahas mengenai komunikasi satelit

BAB 2
TEORI
2.1 Sistem Komunikasi Satelit
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi
tertentu. Ada dua jenis satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan.
1. Satelit Alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah
planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya, Bulan adalah satelit
alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah
bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan.
Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.
2. Satelit Buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain, misalnya
satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
Satelit Komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang diangkasa dengan tujuan
telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit
komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe
terbaru menggunakan satelit pengorbit bumi rendah.
Untuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan bagi
kabel komunikasi kapal selam optik fiber. Untuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi ke kapal
laut dan pesawat terbang di mana aplikasi teknologi lain seperti kabel, tidak praktis atau tidak
mungkin digunakan.

Komponen Dasar Link Satelit

Arsitektur Komunikasi Satelit

Ada 2 bagian penting pada sistem komunikasi satelit yaitu space segment (bagian yang
berada di angkasa) dan ground segment (biasa disebut stasiun bumi).
Space Segment, terdiri dari

Struktur / Bus
Payload
Power Supply
Kontrol temperature
Kontrol attitude dan orbit
Sistem propulsi
Telemetry, Tracking, & Command (TT&C)
Space segment berguna untuk mengontrol dan memonitor satelit. Hal ini termasuk,

tracking, telemetry dan command station (TT&C) bersama dengan satellite control centre,
tempat operasional dari station-keeping dan checking fungsi vital dari satelit dilakukan.
Gelombang radio yang ditransmisi oleh stasiun bumi, diterima oleh satelit. Link yang terbentuk
disebut UPLINK. Satelit akan mentransmisi gelombang radio ke stasiun bumi penerima, dan link
nya disebut DOWNLINK. Kualitas dari suatu link radio ditentukan oleh carrier-to-noise ratio.
Kualitas dari overall link menentukan kualitas sinyal yang dikirim ke end user.
Pada prinsipnya satelit komunikasi merupakan stasiun pengulang (repeater)diangkasa.
Sinyal-sinyal yang dikirim oleh antena di bumi setelah diterimadiperkuat oleh peralatan-peralatan di
satelit kemudian dikirim kembali ke bumi..Keuntungan utama dari satelit komunikasi adalah daya
tampung lalu lintastelekomunikasi yang besar dan fleksibel serta mempunyai daerah liputan
yangluas di bumi.
Subsistem - subsistem yang harus dimiliki oleh satelit :
a) Sub-sistem Antena ; untuk memnerima dan memancarkan sinyal
b) Transponder : peralatan-peralatan elektronik untuk menerima, memperkuatdan merubah
frekwensi sinyal-sinyal yang diterima dan dipancarkankembali ke bumi.
c) Sub-sistem pembangkit daya listrik : untuk membangkitkan daya listrikyang dibutuhkan
bagi satelit.
d) Sub-sistem pengatur daya : untuk mengatur dan merubah daya listrik yang
dibangkitkanke dalam bentuk-bentuk yang dibutuhkan oleh peralatan-peralatan elektronik.

e) Sub-sistem komando dan telemetri : untuk memancarkan data-datatentang satelit ke


bumi dan menerima komando (perintah-perintah)daribumi.
f) Sub-sistem pendorong (thrust) untuk mengatur perubahan-perubahanposisi dan
ketinggian satelit agar bisa berada tetap pada posisi tertentudalam orbit.
g) Sub-sistem stabilisasi : untuk menjaga agar antena-antena satelit dapatselalu mengarah ke
sasaran yang tepat di bumi.
Ground Segment, terdiri dari
User Terminal
SB Master
Jaringan.
Dari SB (stasiun bumi) langsung dihubungkan ke end user. Stasiun bumi dibedakan atas
ukurannya yang bervariasi berdasarkan volume traffic yang dibawa oleh link satelit dan tipe
trafiknya. Stasiun terbesar memiliki antena berdiameter 30 m (standard A dari Intelsat Network),
yang terkecil memiliki diameter antena 0,6 m atau lebih kecil lagi berupa mobile station
terminal. Sebagian stasiun berfungsi menerima dan mengirim, namun ada juga yang hanya
menerima saja (RCVO station)
Berdasarkan fungsinya, ground segment dibedakan atas :1) Stasiun Bumi Utama : stasiun bumi yang
berfungsi untuk mengendalikan satelit agar tetap ditempat yang diperintahkan, serta menjalankan
fungsi yang dikomandokan. 2) Stasiun Bumi Besar : stasiun bumi yang dapat mengirimkan dan
menerima sinyal-sinyal informasi dan siaran televise 3) Stasiun Bumi Kecil : stasiun bumi yang dapat
mengirimkan dan menerimasinyal-sinyal informasi tetapi hanya dapat menerima siaran televisi.4) Stasiun
Bumi Bergerak (SBB) : stasiun bumi yang untuk keadaan darurat ataupun khusus misalnya peliputan
siaran TV secara langsung. 5) Television Reception Only (TVRO) : stasiun bumi yang hanya dapat
menerima siaran televisi lewat satelit.

2.2 Perkembangan Sistem Komunikasi Satelit


Komunikasi Satelit muncul pada Perang Dunia II yang merupakan pengembangan
teknologi saat itu, Missiles dan

Microwaves, untuk dikombinasikan sebagai awal dari era

komunikasi satelit.
Secara garis besar sejarah satelit dunia dari tahun ke tahun diantaranya:
1945 : Athur Clarke menerbitkan essay tentang Extra Terrestial Relays
1955 : John R. Pierce Article menerbitkan essay tentang OrbitalRadio Relays
1956 : First Trans-Atlantic Telephone Cable: TAT-1
1957 : Diluncurkan pertama kali satelit sputnic
1959 : Satelit cuaca pertama, Vaguard 2
1960 : Diluncurkan satelit komunikasi Refleksi ECHO
1963 : Diluncurkan satelit komunikasi Geostasioner SYNCOM
1965 : Komunikasi satelit Geostasioner komersial pertama di dunia, INTELSAT I
1976 : Satelit marisat untuk komumnikasi maritim dan peluncuran PALAPA
1982 : Sistem telepon dengan satelit mobile , INMARSAT 4
1988 : Sistem satelit dengan komunikasi data dan telepon mobile, INMARSAT C
1993 : Sistem telepon denga digital satelit
1998 : Sistem satelit Global untuk Small Mobile Phones.
1999 : Peluncuran Telkom 1

BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Pentransmisian Sistem Komunikasi Satelit
Pada prinsip karakteristik Sistem Komunikasi Satelit serupa dengan microwave radio
links tapi dibedakan atas 3 karakteristik penting:

Sinyal Komunikasi Satelit

menempuh jarak yang sangat jauh tanpa penguatan,

konsekuensinya satelit bersifat aktif, mempunyai penguatan sinyal yang on-board.

Peralatan berada di daerah yang tidak dihuni manusia (extreme environment = luar
angkasa)

Perbaikan dapat dianggap mustahil dilakukan setelah satelit diluncurkan ke orbit (baru
bisa dilakukan pada orbit LEO)
Satelit komunikasi awalnya digunakan untuk pelengkap sistem kabel jarak jauh (long

distance cable systems), namun terdapat beberapa perbedaaan diantara


kedua sistem tersebut :

Long distance cable bersifat point-to-point connections, Komunikasi Satelit bersifat

point-to-multipoint / multipoint-to-multi point connections


Biaya sistem kabel meningkat dengan pertambahan jarak, biaya link satellite tidak

tergantung oleh jarak antar Stasiun bumi.


Transmisi satelit dapat mengatasi hambatan fisik dan politik yang tidak dapat dilewati

oleh sistem kabel.


Satelit dapat menyediakan layanan bagi mobile terminals.
Perbedaan ini mengubah evolusi layanan Komunikasi Satelit. Satelit sendiri memiliki 2

peranan, yaitu:
o Memperkuat (amplify) received carriers untuk retransmisi pada posisi downlink
Mengubah frekuensi carrier untuk menghindari re-injection dari sebagian transmitted power ke
receiver.

Alokasi Frekuensi untuk Layanan Satelit


Pengalokasian frekuensi untuk layanan satelit adalah proses yang sangat kompleks yang
membutuhkan koordinasi dan perencanaan tingkat internasional. Hal ini dilakukan dibawah
pengawasan International Communication Union (ITU). Dalam hal perencanaan frekuensi ini
(frequency planning), dunia dibagi menjadi 3, yaitu:
Kawasan 1: Eropa, Afrika, Rusia (dulu masih Soviet) dan Mongolia
Kawasan 2: Amerika Utara dan Selatan, Greenland
Kawasan 3: Asia (diluar daerah 1), Australia dan Pasifik Barat Daya
Dalam setiap kawasan, frekuensi dialokasikan untuk berbagai macam layanan satelit,
walaupun frekuensi tersebut dipakai untuk layanan yang berbeda di kawasan lain. Beberapa
layanan satelit adalah sebagai berikut:
a. Fixed Satellite Service (FSS)
FSS menyediakan link untuk jaringan telepon dan juga untuk pentransmisian sinyal
televisi ke perusahaan tv kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh
FSS: DTH (Direct To Home), akses internet, video conferencing, satelit new gathering (SNG),
frame relay, Digital Audio broadcasting (DAB).
Keunggulannya tidak tergantung pada jarak, dapat menyediakan layanan untuk cakupan
semua wilayah.
b. Broadcasting Satellite Service (BSS)
BSS diperuntukkan untuk broadcast langsung ke rumah-rumah masyarakat sehingga
sering juga disebut DBS (Direct Broadcast Satellite).
c. Mobile Satellite Service
Mobile satellite service melayani komunikasi bergerak baik di daratan, laut maupun
udara.
d. Navigational Satellite Service
Navigational satellite service melayani global positioning system (GPS).
e. Meteorological Satellite Service
Meteorological service melayani riset dan layanan penyelamatan (rescue).
Orbit
Dalam fisika, suatu orbit adalah jalan yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di
dalam pengaruh dari gaya tertentu. Orbit pertama kali dianalisa secara matematis oleh Johannes
Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam hukum gerakan planet Kepler. Dia

menemukan bahwa orbit dari planet dalam tata surya kita adalah berbentuk elips dan bukan
lingkaran atau episiklus seperti yang semula dipercaya. Orbit adalah lintasan yang dilalui oleh
satelit. Satelit akan bergerak lebih pelan pada lintasannya ketika jarak dari bumi meningkat.
MacamMacam Orbit Satelit
Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa
mengorbit dengan ketinggian berapa pun.

Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO) : 300 - 1500km di atas permukaan bumi.
Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 - 36000 km.
Orbit Geosinkron (Geosynchronous orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan

Bumi
Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit,
diantaranya:

Orbit Molniya, orbit satelit dengan periode orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63.
Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu

melintas ekuator pada jam lokal yang sama.


Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub.

Satelit Geostasioner
Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator Bumi (0
lintang), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Dari permukaan Bumi, objek yang berada
di orbit geostasioner akan tampak diam (tidak bergerak) di angkasa karena periode orbit objek
tersebut mengelilingi Bumi sama dengan periode rotasi Bumi. Orbit ini sangat diminati oleh
operator-operator satelit buatan (termasuk satelit komunikasi dan televisi). Karena letaknya
konstan pada lintang 0, lokasi satelit hanya dibedakan oleh letaknya di bujur Bumi.
Orbit geosinkron (GEO, Geosynchronous Earth Orbit) berada pada ketinggian 36.000
km. Periode orbitnya 24 jam, sama dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari. Satelit
telekomunikasi dan pengamat cuaca umumnya ada di sini. Satelit GEO dengan inklinasi (sudut
kemiringan terhadap bidang ekuator) nol derajat dan dikontrol terus (seperti pada satelit
telekomunikasi) bisa berada pada titik stasioner, sehingga orbitnya disebut geostationer orbit
(GSO).
Keuntungan dari GEO diantaranya:

Bandwidth lebar. Satelit yang beroperasi pada frekuensi Ka-band (20-30 GHz) akan
dapat menyalurkan troughput dalam orde giga bit per detik.
Relatif murah. Sistem satelit relatif lebih murah karena tidak ada biaya penggelaran dan
satu satelit dapat mengcover daerah yang luas.
Topologi network sederhana. Dibandingkan dengan model interkoneksi mesh pada
network terestial, satelit GEO memiliki konfigurasi yang lebih sederhana.
Dengan topologi sederhana maka performasi network lebih mudah dikendalikan.
Disamping itu, ada beberapa kerugiannya, yaitu:
Satelit GEO memerlukan power yang lebih besar untuk hand set. Hal ini membuat hand
set menjadi lebih besar dan mengurangi umur baterai.
Delay tetap yang dapat dirasakan oleh user. Biasanya, delaynya detik, tetapi dapat
lebih lama. Pada telfon selular, delay lebih besar dari detik tidak dapat diterima.
Terjadinya interferensi dan atau koneksi yang tidak teratur disebabkan adanya salju,
hujan, dan bentuk lain gangguan cuaca.
LEO System
Orbit bumi rendah (Low Earth Orbit, LEO) adalah sebuah orbit sekitar Bumi antara
atmosfer dan sabuk radiasi Van Allen, dengan sebuah sudut inklinasi rendah. Batasan ini tidak
didefinisikan secara pasti, tetapi biasanya sekitar 300-1500 km. Orbit ini biasanya berada di
bawah intermediate circular orbit (ICO) dan jauh di bawah orbit geostationary. Orbit lebih
rendah dari sini tidak stabil dan akan turun secara cepat karena gesekan atmosfer. Orbit yang
lebih tinggi dari orbit ini merupakan subyek dari kegagalan elektronik awal karena radiasi yang
kuat dan pengumpulan muatan. Orbit dengan sebuah sudut inklinasi yang lebih tinggi biasanya
disebut orbit polar.
Objek di orbit Bumi rendah bertemu gas atmosfer di thermosphere (sekitar 80-500 km di
atas) atau exosphere (kira-kira 500 km ke atas), tergantung dari ketinggian orbit. Kebanyakan
penerbangan angkasa berawak telah berada di LEO, termasuk seluruh space shuttle dan
bermacam misi stasiun angkasa, satu pengecualian adalah tes penerbangan suborbital seperti
Proyek Mercury awal dan penerbangan SpaceShipOne (yang tidak ditujukan mencapai LEO),
dan misi Proyek Apollo ke Bulan (yang melewati LEO). Dari segi penggunaannya, sistem-sistem
LEO dapat dibagi dalam dua sistem, yaitu:

Sistem yang dapat beroperasi dengan membypass jaringan telekom yang ada. Dalam
group ini hanya IRIDIUM yang baru dapat digolongkan kedalamnya.

Sistem yang bekerja melalui jaringan telekom yang ada. Sehingga dapat dianggap sebagai
perluasan sistem-sistem Cellular ataupun jaringan telekom yang ada.

MEO System
Benda yang berada di orbit menengah (MEO, Medium Earth Orbit) berada pada
ketinggian 5.500-36.000 km. Sistem satelit navigasi GPS (global positioning system) milik
Amerika Serikat dan GLONASS (global navigation satellite system) milik Rusia menempati
orbit menengah ini, sekitar 18.000-20.000 km dari Bumi.
Interferensi Pada Sistem Satelit
Interferensi pada sistem transmisi satelit dapat disebabkan oleh banyak sumber, yaitu:

Sistem satelit terdekat. Apabila SB penerima memiliki antena dengan pattern receive
yang buruk, artinya gain side-lobenya cukup besar (tinggi), maka sinyal down-link yang

berasal dari satelit lain akan diterima juga oleh SB penerima sebagai sinyal interferensi.
SB pemancar (Up-link) Sinyal interferensi timbul disebabkan oleh SB pemancar dari
satelit lain. Apabila SB pemancar tersebut memiliki antenna dengan pattern side-lobe
dengan gain yang cukup besar, maka carrier pada arah side-lobe juga memiliki daya

yang cukup tinggi untuk mengganggu sistem satelit.


Intermodulasi kanal terdekat Satu transponder dibebani atau dioperasikan untuk multi
carrier seperti sistem FDMA atau 2T , maka carrier-carrier tersebut akan
menimbulkan sinyal termodulasi pada transponder tersebut dan transponder dikanankirinya. Walaupun pada output multiplexer transponder sudah dilengkapi filter yang akan
mem-filter sinyal intermodulasi, tetapi energi yang ditimbulkan akan tetap melebar

ditransponder kanan-kirinya.
Interferensi dari sistem terresterial. Sistem terresterial beroperasi pada frekuensi band

yang sarna dengan sistem frekuensi pada Satelit Palapa, yaitu C-band 6/4 Ghz.
Cross Polarisasi Antena
Sistem satelit Palapa, alokasi transponder menggunakan sistem polarisasi ganda
(polarisasi ortogonal), yaitu polarisasi Vertikal dan polarisasi Horizontal. Pada sistem
Ku-band, cross-polarisasi lebih banyak disebabkan oleh pengaruh butiran air hujan yang
dapat mengubah polarisasi sinyal. Sedangkan pada C-band terjadinya cross-polarisasi
lebih banyak disebabkan oleh jeleknya isolasi antara polarisasi Vertikal dan horizontal
pada sistem feed-horn antena. Isolasi cross-poll yang diijinkan adalah >30 dB.

Sistem lainnya

Sebagai contoh adalah interferensi dari sinyal liar yang ditimbulkan oleh sistem
pembakaran motor dua tak yang tidak sempurna, yaitu dapat mengganggu pada sistem
digital dimana carriernya kecil. Contoh lainnya adalah terganggunya/lenyapnya sinyal
sinkronisasi pada sistem TDMA yang mengakibatkan terganggunya sistem secara
keseluruhan.
3.2 Link Budget Sistem Komunikasi Satelit
Link budget adalah kegiatan menghitung dari rencana power yang akan dipancarkan ke
satelit dari stasiun bumi untuk mendapatkan suatu nilai C/Ntotal dari suatu link. Dalam
perhitungan link budget ini besarnya power yang dipancarkan akan tergantung dari : jenis carrier,
ukuran antena penerima, karakteristik satelit, lokasi stasiun bumi dan servis yang diharapkan.
Dalam mendesain link budget harus diusahakan supaya penggunaan satelit dapat optimal. Yang
dimaksud optimal adalah persentase dari penggunaan banwidth dan power satelit adalah sama.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mendisain link budget adalah :
a).
b).
c).
d).
e).
f).
g).
h).
i).

Antena stasiun bumi


Intermodulasi
Interferensi satelit
Cross polarisasi antenna
Redaman hujan
Loss jarak antara stasiun bumi ke satelit dan sebaliknya
Bandwidth carrier
Pattern coverage satelit (SFD, G/T, EIRP)
Kualitas pelayanan yang diharapkan

Antena stasiun bumi


Antena adalah faktor komponen utama dalam mendisain suatu link budget karena antena
ini berhubungan dengan kemampuan untuk mengirim dan menerima sinyal dan efeknya yaitu
sidelobe antena, karena hal inilah yang akan berakibat pada gangguan/interferensi ke satelit lain.
Ada tiga tipe antena yang biasa digunakan dalam sistem komunikasi satelit.
Ketiga jenis antena tersebut adalah
1. Cassegrian / focal fed antennas
Jenis antena ini banyak digunakan untuk TVRO, sedangkan untuk mengirimkan sinyal maka
dibutuhkan kabel yang agak panjang untuk sampai ke fed nya. Gambar focal fed antennas

2. Gregorian
Tipe antena ini banyak dibuat untuk antena yang berukuran besar, antena ini juga mempunyai
efisiensi yang tinggi untuk transmit dan receive. Gambar antenna Gregorian

3. Offset fed antenna


Tipe dari antena ini masih tergolong baru karena reflector dari antena tidak simetris. Sehingga
tipe antena ini susah dalam pembuatan dan mahal untuk jenis antena yang berukuran besar (lebih
besar dari 2.4 meter). Gambar antenna Offset fed.

Gain antenna
Antena yang digunakan untuk komunikasi satelit tidak hanya untuk menerima sinyal saja
tetapi yang lebih penting adalah untuk mengirimkan sinyal ke satelit. Diameter antena yang
digunakan akan sangat berpengaruh pada besarnya power yang harus disediakan untuk
mengirimkan sinyal ke satelit.

Interferensi satelit
Sumber-sumber interferensi
1. Jaringan terrestrial
biasanya, interferensi ini diakibatkan oleh antena yang mempunyai elevasi rendah/kecil.
2. Adjacent satellite/jaringan satelit lain
interferensi diakibatkan oleh jarak antar satelit, pattern dari antena yang tidak baik, coverage dari
satelit mempu-nyai cakupan daerah dan beroperasi pada frekuensi yang sa-ma. Jarak satelit
normalnya 2

oleh sebab itu untuk sistem komunikasi satelit diharuskanmenggunakan antena yang mempunyai
spesifikasi sebagai be-rikut : g() = 29-25*log()
3. Intermodulation product
interferensi ini disebabkan oleh akibat ketidak linearan (non linearity) dari TWTA atau SSPA
4. Crosspolarization
interferensi ini akibat oleh gerakan antena akibat dari ada-nya angin atau gangguan lain.
Dalam perhitungan interferensi antar satelit ini ada dua tipe interfwrensi yaitu interferensi
uplink dan interferensi downlink. Interferensi antar satelit ini lebih disebabkan oleh side lobe dari
antenna yang digunakan.
Loss/redaman
I. Tipe dari loss
1. Redaman jarak (free space loss)
redaman karena jarak akan tergantung pada frekuensi yang digunakan dan juga tergantung pada
aktual jarak dari sta-siun bumi ke satelit, sedangkan jarak ini akan dipengaruhui oleh lokasi dari
stasiun.
2. Redaman hujan (rain attenuation)
redaman akibat hujan ini merupakan faktor yang cukup pen-ting yang harus diperhatikan dalam
sistem komunikasi sate-lit. Hal ini terutama bila sistem komunikasi satelit berope rasi diatas 10
Ghz. Besarnya redaman akibat hujan hujan dipengaruh besarnya butiran hujan, frekuensi,
ketinggian hujan dan polarisasi da-ri gelombang yang dipancarkan.
3. Pointing error (pe)
redaman loss akibat gerakan satelit dan hal ini terjadi bila antena tidak menggunakan sistem
autotrack.
3.3 Keuntugan dan kerugian komunikasi satelit
Keuntungan Komunikasi Satelit

Cakupan yang luas: satu negara, region, ataupun satu benua


Bandwith yang tersedia cukup lebar;
Independen dari infrastruktur terrestrial;
Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat;
Biaya relatif rendah per site;
Karakteristik layanan yang seragam;
Layanan total hanya dari satu provider;

Layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi.


Baik untuk jenis
a. Titik Ke Titik

b. Titik Ke Banyak Titik

c. Banyak Titik Ke Satu Titik

Kelemahan Komunikasi Satelit


Delay propagasi besar.
Rentan terhadap pengaruh armosfir, dll
Up Front Cost tinggi: Contoh untuk Satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch
= US $ 200 jt, Asuransi : $ 50 jt.
Distance insensitive: Biaya komunikasi untuk jarak pendek maupun jauh relatif sama.
Hanya ekonomis jika jumlah User besar dan kapasitas digunakan secara intensif.

3.4 Aplikasi Dari Penggunaan Satelit Telekomunikasi


1. Penghubung telepon global (Global tellecommunication connection)
Jaringan telepon global juga dikenal sebagai Jaringan Telepon Switch Publik (PPSTN
adalah singkatan dari Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan
telpon tetap (dengan kabel). PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat
oleh ITU-T, dan menggunakan pengalamatan E.163 / E.164 (secara umum dikenal dengan nomor
telepon). Public Switched Telephone Network,PSTN ).
2. Penghubung komunikasi untuk di tempat terpencil.
Satelit mampu menyediakan link komunikasi sampai ke komunitas terpencil yang sulit
dijangkau oleh sistem komunikasi lain. Tentu saja, sinyal satelit tidak menghiraukan batasan
wilayah politik, yang bisa menjadi kelebihan ataupun kekurangan dari sistem komunikasi ini.
3. Global Mobile Communication (GSM)
adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka.
Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya
standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan persetujuan roaming
antar operator telepon genggam. GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam
pensinyalan dan channel pembicaraan adalah digital, yang berarti ia dipandang sebagai sistem
telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuah standar terbuka yang sekarang
ini dikembangkan oleh 3GPP.
5. Sistem satelit untuk memperluas sistem telepon seluler
Sekarang ini, hanya 15% dari daratan dunia terlayani oleh selular atau teresterial telefon,
sehingga satelit menjadi satu-satunya alternatif bila kabel atau selular tidak tersedia.
6. Akses internet melalui satelit
Jenis teknologi satelit telah digunakan untuk aplikasi akses Internet, seperti DirectPC di
Amerika, Jepang, Kanada, dan beberapa negara di Eropa. Kecepatan akses Internet dapat
menggunakan kecepatan yang bervariasi antara 64 Kbps sampai 400 Kbps untuk keperluan
down-loading dengan asymmetric IP traffic: transaksi atau file.
7. Satelit Direct to Home (DTH)
Menggunakan teknologi Direct To Home (DTH) sebagai infrastruktur TV Link untuk
mengirimkan beratus-ratus program langsung ke rumah-rumah melalui jaringan satelit.

9. Satellite News Gathering (SNG)


Pelayanan SNG menjadi jenis pelayanan yang populer diantara yang ditawarkan oleh
operator-operator satelit. Pelayanan SNG ini menyediakan kepada para pelanggannya, seperti
perusahaan-perusahaan penyiaran TV, pemerintah, untuk memiliki kemampuan yang mobile
dalam meliput program-program outdoor dan siaran langsung TV (acara berita dan olahraga)
maupun untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas komunikasi pada kondisi bencana atau darurat.
Dalam mengirimkan pelayanan-pelayanan SNG, operator-operator satelit dengan cara sederhana
menyediakan stasiun bumi portable atau mobile dengan kemampuan sistem audio, percakapan
telepon dan video. Satelit-satelit dengan frekuensi-frekuensi pita Ku atau Ka memiliki
karakteristik yang fleksibel dan portabel disebabkan karena ukuran terminal VSAT mobile nya
relatif kecil dan sederhana.

BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Komunikasi satelit adalah satelit buatan yang dipasang diangkasa dengan tujuan
telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro
2. Pada awalnya satelit digunakan untuk pelengkap sistem kabel jarak jauh.
3. Komponen sistem komunikasi satelite terdiri dari space segmen dan ground segmen
4. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mendisain link budget adalah : antena
stasiun bumi, Intermodulasi, Interferensi satelit, Cross polarisasi antenna, Redaman
hujan, Loss jarak antara stasiun bumi ke satelit dan sebaliknya, Bandwidth carrier,
Pattern coverage satelit (SFD, G/T, EIRP), Kualitas pelayanan yang diharapkan.
5. Pengalokasian frekuensi untuk layanan layanan satelit adalah proses yang sangat
kompleks yang membutuhkan koordinasi dan perencanaan tingkat internasional
6. Terdapat beberapa macam jenis ketinggian dalam pengorbitan satelit; orbit rendah, orbit
menengah, orbit Geosinkron, orbit Geostasioner, orbit tinggi juga ada orbit khusus: orbit
Molniya ,orbit sunsynchronous, orbit polar
7. Antena stasiun bumi merupakan adalah faktor komponen utama dalam mendisain suatu
link budget untuk mengirim dan menerima sinyal, terdapat tiga jenis antena: antena .
Cassegrian ,antena Gregorian, antena Offset fed antenna
8. Untuk mencari Gain pada Antena
G = [df/c]ataug = 10log() + 20*log(df/c)
9. Link komunikasi satelit terdiri dari dua komponen utama yaitu kompenen sisi uplink
(pemancar) dan komponen sisi downlink (penerimaan)
10. Terdapat beberapa gangguan pada system komunikasi satelit ini , yaitu :
1. Interferensi satelit
Beberapa sumber interferensi:Jaringan terrestrial, Adjacent satellite/jaringan satelit
lain,

Intermodulation product, Crosspolarization

2. redaman(loss)
adapun beberapa tipe loss: Redaman jarak (free space loss), Redaman hujan (rain
attenuation), Pointing error (pe).

REFERENSI :
http://www.academia.edu/5459857/Makalah_satelit
http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit_komunikasi
http://www.academia.edu/6347734/Diktat_kuliah_komunikasi_satelit