Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN KULIAH LAPANGAN MANAJEMEN OPERASI DAN

PEMELIHARAAN

Rumah Sakit Advent Bandung

SEMESTER GENAP 2015 / 2016


Kelas : A
Disusun oleh:
Hans Talaga ( 2011410010)
Wildan Grenadi (2011410044)
Stevie Sugiarta ( 2011410178)
Vincent ( 2014410052)
Dosen :
Theresita Herni Setiawan, Ir., M.T

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL


UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
BANDUNG
2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya, memberikan pengetahuan, pengalaman,
kekuatan, dan kesempatan pada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan kuliah
lapangan ini.
Penyusunan laporan kuliah lapangan dengan judul Manajemen Operasi dan
Pemeliharaan di Rumah Sakit Advent , ini dibuat dan disusun sebagai tugas dari Mata

Kuliah Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Semester Genap 2015/2016


Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan Penelitian ini belum sempurna
karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis sehingga dalam penulisan
ini penulis banyak mendapat bimbingan, bantuan, dan dorongan dari berbagai pihak
yang akhirnya Laporan kuliah lapangan ini dapat diselesaikan. Maka dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang setulusnya kepada Ibu
Theresita Herni, selaku dosen mata kuliah Manajemen Operasi dan Pemeliharaan.
Terimakasih yang teristimewa, penulis ucapkan kepada kedua orangtua tercinta, yang
telah mengasuh, mendidik, dan membesarkan serta selalu memberikan dukungan baik
moral, material, maupun doa yang tak henti-hentinya mereka mohonkan kepada-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian ini. Begitu juga kepada
keluarga yang telah memberikan seni kehidupan dan dukungan yang tiada hentihentinya kepada penulis untuk menyelesaikan laporan kuliah lapangan ini.

Bandung, 27 April 2016


Penulis.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dewasa ini, kegiatan belajar dan mengajar tak hanya dilakukan di dalam ruang
kelas. Untuk pemahaman serta gambaran yang jelas tentang apa yang telah diajarkan
dan dijelaskan oleh dosen, maka perlu adanya kuliah lapangan. Potensi yang dimiliki
pada kuliah lapangan dapat memberi rangsangan ilmu dan menambah wawasan
mahasiswa mengenai pelajaran dari mata kuliah yang diajarkan. Melihat potensi
tersebut, maka para mahasiswa program studi teknik sipil yang mengikuti mata kuliah
manajemen operasi dan pemeliharaan diwajibkan untuk mengikuti kegiatan kuliah
lapangan untuk mewujudkan mahasiswa yang cendekia dan berwawasan luas dalam
aspek manajemen operasional dan pemeliharaan. Lokasi yang dikunjungi dalam
kuliah lapangan ini adalah Rumah Sakit Advent Bandung yang terletak pada Jalan
Cihampelas 161, Bandung jawa barat. Kegiatan dimulai pukul jam delapan pagi dan
berakhir pada jam 12 siang.

1.2. Tujuan Kuliah Lapangan


Kegiatan kuliah lapangan memiliki tujuan-tujuan yang diharapkan dapat tercapai oleh
mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti kegiatan kuliah lapangan ini. Tujuan-tujuan
kegiatan kuliah lapangan yang dimaksud adalah:
1. Menjadi prasyarat untuk lulus mata kuliah manajemen operasi dan
pemeliharaan.
2. Memperluas wawasan mengenai manajemen operasi dan pemeliharaan.
3. Menjadi pengalaman langsung mengenai untuk setiap mahasiswa
mengenai manajemen operasi dan pemeliharaan.
1.3. Pembatasan Masalah
Kuliah lapangan dilaksanaan dengan mengunjungi Gedung Lama Rumah Sakit
Advent Bandung .delapan pagi dan berakhir pada jam dua belas siang. Dilanjutkan

Pemintaan data tambahan pada tanggal 23 dan 22 April Pembahasan hanya yang
berkaitan dengan Manajemen operasi dan Pemeliharaan Gedung Advent Bandung.
1.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah
dengan

melakukan

observasi

di

lapangan,

bertanya

dengan

pembicara

,mengumpulkan Data dari Rumah Sakit, dan Observasi Lapangan. Hal terebut
dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan mengenai manajemen dan operasi
pemeliharaan di kedua lokasi tersebut.

BAB II
RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG

2.1 Deskripsi Rumah Sakit Advent Bandung


Rumah sakit Advent Bandung adalah rumah sakit swasta kelas B rumah sakit ini
mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis terbatas. Rumah
sakit ini juga menampung rujukan dari rumah sakit kabupaten.
Rumah Sakit ini termasuk besar . Rumajh Sakit ini mempunyai tempat yang tersedia
dengan 197 tempat tidur inap , lebih banyak disbanding rumah sakit di Jawa Barat
yang tersedia rata rata 68 tempat tidur inap.

Gambar 2.1 Peta Rumah Sakit Advent.

2.2 Pekerjaan di Rumah Sakit Advent bandung


Pada tanggal 21 April 2016 penulis diberi kesempatan oleh bagian diklat untuk
menemui Pak Yudi selaku Kepala Bagian penunjang Non medis setelah melalui

proses administrasi di diktlat yang cukup panjang. Pada pukul 8 pagi penulis
menemui Pak Yudi dan beliau menjelaskan bahwa secara umum pemeliharaan di
Rumah Sakit advent dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Pemeliharaan Rutin biasanya kebutuhan dari dapartemen pemeliharaan
misalnya keran air rusak, bak bocor, keramik atau lantai terangkat sifatnya
emergency dan umumnya dilakukan setiap hari
2. Pemeliharaan non rutin (berjangka) adalah yang sifatnya berjangka dan
berupa inpeksi misalnya perbaikan pompa di pavilion jangka waktu tiga
bulan, Pembuatan sumur resapatan di tanam dalam jangka waktu tertentu
misalnya tiga bulan sekali.
Secara teoritis pemeliharaan gedung dapat dilihat di gambar 2.2

Gambar 2.2 Jenis pemeliharaan bangunan gedung


Pemeliharaan Rutin disini penulis cenderung mirip Pemeliharaan pencegahan
(Preventive Maintenance) Pemeliharaan yang dilakukan untuk suatu kejadian dimana
kejadian dapat diperkirakan sebelumnya. Hal ini dapat dilakukan dengan penggantian
komponen

Sedangkan pemeliharaan non rutin disini lebih cenderung mirip Pemeliharaan perbaikan
(Corrective Maintenance) Pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki elemen-elemen
yang rusak sehingga tercapai kondisi sebagaimana mestinya

Setelah itu Pak Yudi menjelaskan bahwa pemeliharaan di Rumah Sakit Advent yaitu
1. Banyaknya para pekerja yang kurang terampil di bidangnya
2. Faktor Cuaca missal gara gara hujan deras maka atap bocor
Setelah Pak Yudi membimbing kami ke tempat tempat yang perlu dilakukan
perbaikan dan menjelaskan kerusakan kerusakan yang terjadi . Pak Yudi hanya
mengizinkan Penulis untuk menulusuri di Gedung Lama .

Setelah itu penulis

meminta data tentang SOP bangunan dan rencana dan realisasi pekerjaan pemlihraan
dan tetapi Pak Yudi bilang harus dicari terlebih dahulu. Setelah itu esok nya pada
tanggal 23 April SOP nya sudah ada tetapi jawal belum ada . Pada tanggal 24 April
penulis kesan alagi lagi dia bilang tidak ada.

Gambar 2.3 Rumah Sakit Advent

BAB III
ASPEK OPERASI DAN PEMELIHARAAN R.S. ADVENT
BANDUNG

3.1 Aspek Organisasi


Aspek organisasi adalah suatu pola hubungan persekutuan antara dua orang atau lebih
yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu
tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seorang/ beberapa
orang yang disebut atasan dan sekelompok orang yang disebut bawahan.

Scope nya

dipengaruhi oleh: Ukuran fisik bangunan gedung, Jumlah bangunan, Jarak antara
bangunan, moda transportasi yang digunakan oleh pekerja, kinerja produksi atau
operasional setiap lokasi, jenis peralatan dan perlengkapan,

jenis dan fungsi

bangunan gedung.
Syarat efektifitas suatu organisasi:
1. Seluruh personil mempunyai tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang jelas dan
terukur.
2. Seluruh personil merupakan tenaga terampil dan handal,sudah terlatih dan siap pakai
3. Manajemen menerapkan pemberian imbalan dan sanksi yang adil

Berikut struktur Organiasasi Dapartemen Penunjang Non Medis Rumah Sakit


Advent Bandung. Dapat dilihat di gambar 2.1

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Dapartemen Penunjang Non Medis Rumah Sakit Advent

Berdasarkan gambar 2.1 dapat dijelaskan bahwa dapartemen penunjang non medis
adalah unit organiasasi di rumah sakit yang mempunyai tugas:
1. Menyiapkan perumusan kebijakan teknis pelayanan penunjang non medis,
Menyiapkan pemberian dukungan penyelenggaraan pelayanan penunjang non medis,
dan menyiapkan pembinaan dan pelaksanaan pelayanan penunjang non medis pada
Instalasi Pemulasaran jenazah, Instalasi Sterilisasi Sentral, Instalasi Perbaikan Sarana
dan Prasarana Rumah sakit, Instalasi Pengolahan Limbah, Instalasi Rekam Medis,
Instalasi Transportasi dan Keamanan, Instalasi Pemasarana dan Kepuasan Pelanggan,
Instalasi Teknologi Informatika serta Instalasi Diklat dan Pemberdayaan Sumber
Daya

2. Menyiapkan bahan perencanaan, perumusan kebijakan teknis, pemantauan,


pengawasan dan pengendalian serta evaluasi terhadap kegiatan pelayanan gizi,
instalasi pemeliharaan Rumah Sakit, sterilisasi, loundry, pemulasaraan
jenazah, serta instalasi penunjang non medis lain sesuai perkembangannya;
3. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan seksi

3.1.1 Direktur Non medis


Direktur non medis mempunyai tugas :

1. Merencanakan, mengorganisasikan dan melaksanakan serta mengarahkan


karyawan dalam melaksanakan tugas non medis.
2. Melaksanakan program kerja dan kegiatan pelayanan serta anggaran
Operasional non medis.
3. Menetapkan Uraian Tugas seluruh karyawan.
4. Melaksanakan Penilaian Kinerja karyawan.

3.1.2 Kepala Bagian Penunjang Non Medis


Kepala Bagian penunjang Non medis mempunyai tugas:
1. menyusun rencana kerja seksi;
2. menyiapkan bahan pengawasan dan penilaian pelayanan pada pasien
3. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan pemeliharaan
Rumah Sakit, sterilisasi, loundry, pemulasaraan jenazah, serta instalasi
penunjang non medis lain sesuai perkembangannya;

3.1.3 Seksi Pemeliharaan Gedung


Kepala Pemeliharaan Gedung mempunyai tugas:

1. Merencanakan dan melakukan pekerjaan pemeliharaan gedung yang meliputi


pembersihan, perapihan, pemeriksaan, pengujian, perbaikan / penggantian bahan / perlengkapan, dan kegiatan sejenis lainnya
2. Merencanakan dan melakukan pekerjaan perawatan gedung yang meliputi
perbaikan dan / atau penggantian sarana prasarana berdasarkan dokumen
rencana teknis perawatan sarana - prasana, dengan pertimbangan tertentu.

3.1.4 Seksi Pemeliharaan Kelistrikan


Seksi Pemeliharaan Kelistrikan mempunyai tugas:
1. Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada
perlengkapan pembangkit daya listrik cadangan.
2. Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara pada
perlengkapan penangkal petir.
3. Merencanakan dan melakukan pemeriksaan periodik dan memelihara sistem
instalasi listrik, baik untuk pasokan daya listrik maupun untuk penerangan
ruangan.

3.15 Seksi Pemeliharaan Sanitasi dan Lingkungan


Seleksi pemeliharaan Sanitasi dan Lingkungan mempunyai tugas:
1. Merencanakan pemeliharaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala
terhadap sistem distribusi air yang meliputi penyediaan air bersih, sistem
instalasi air kotor, sprinkler dan septik tank, serta sistem pengolahan air limbah

2. Merencanakan pemeliharaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala


terhadap sistem pengelolaan sampah, baik sampah medis maupun sampah non
medis

3.1.6 Seksi Pelaksana Teknis:


Seksi Pelaksana teknis mempunyai tugas:
1. Pelaksana teknis adalah staf teknis yang melaksanakan tugas tugas operasional
yang dicanangkan oleh masing masing seksi
2. Apabila dipandang perlu ( dengan pertimbangan tertentu ), tugas tugas
operasional yang dicanangkan oleh masing masing seksi dapat diusulkan
untuk dilakukan oleh Pihak Ketiga dengan persetujuan pemilik
3. Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak lain yang terkait

3.2 ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA


Sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang sangat vital, karena itu peran
dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern
teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa
sumber daya manusia yan professional semuanya menjadi tidak bermakna.
Sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang sangat vital, karena itu peran
dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern
teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa

sumber daya manusia yan professional semuanya menjadi tidak bermakna.Sumber


daya manusia dalam organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi, misi,
tujuan dan sasaran organisasi di mana dia berada di dalamnya. Aspek sumber daya
manusia meliputi dokter dan tenaga pendukung.

Gambar 3.2 Tenaga pekerja Rumah Sakit Advent Bandung

Gambar 3.3 tipe doketer berpraktek

Gambar 3.4 tenaga Pendukung Rumah Sakit Advent

3.3 ASPEK HUKUM


Aspek hukum berkaitan dengan dokumen kontrak dan mengkaji ketentuan hukum
yang harus dibuat secara legal dalam pemeliharaan bangunan gedung rumah
sakit.Tujuanya untuk memberikan persyaratan perizinan pemeliharaan gedung rumah
sakit
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan merupakan
bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung

penyelenggaraan upaya kesehatan. Pada hakekatnya rumah sakit berfungsi sebagai


tempat penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Fungsi dimaksud memiliki
makna tanggung jawab yang seyoganya merupakan tanggung jawab pemerintah
dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Aspek Hukum yang dipakai diambil
dari Undang-Undang No 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit pasal 10 ayat 2
menyebutkan bangunan rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling
sedikit terdiri ruang atas ruang: b.ruang rawat inap; Dalam bagian ketiga tentang
Bangunan, pasal 9 dengan fungsi, kenyamanan dan kemudahan dalam pemeberian
pelayanan serta perlindungan dan keselamatan bagi semua orang termasuk
penyandang cacat, anak anak, dan orang usia lanjut.
Dalam Rangka mendukung Undang undang no 44 tersebut , maka harus disusun
pedoman teknis fasilitas ruang rawat inap rumah sakit yang memenuhi standar
pelayanan ,keamanan ,keselamatan, kemudahan dan kenyamanan. Ruang rawat inap
yang aman dan nyaman merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi proses
penyembuhan pasien , oleh karena itu dalam merancang ruang rawat inap harus
memenuhi persyaratan tertentu yang mendukung terciptanya ruang rawat inap yang
sehat, aman dan nyaman.

3.4 ASPEK ADMINISTRATIF

Aspek administrative berkaitan dengan catat-mencatat data dan informasi di data


base dilakukan ke bagian .Data base digunakan untuk mengkoleksi , menyimpan, dan
mengolah data sehingga dapat dianalisis berdasarkan informasi yang ada lalu dibuat
keputusan apakah harus dilakukan tindakan pemeliharaan atau tidak. Sistem
Informasi salah kegunaan dalam aspek administrasi yang dilakukan apakah hendak
dilakukan suatu tindakan pemeliharaan atau tidak. Maka harus ada work order dari
pihak luar advent atau direktur . Maka setelah turun work order dilakukan inspeksi
setelah inspeksi maka dibuat laporan inspeksi berupa paper work maka tim
pemelihraan akan melakukan perbaikan/pemeliharaan terhadap suatu elemen
bangunan di Advent.

Gambar 3.6 Pemeliharaan Rutin Rumah Sakit Advent di Bandung.

Gambar 3.7 pemeliharaan Berjangka ( non rutin) di Rumah Sakit advent Bandung

3.5 ASPEK KEUANGAN


Dalam pembuatan keputusan , bagian akunting pengumpulan dan penyajian data
keuangan ( collection and prestenation) sedangkan bagian keuangan menekankan
pada evaluasi data keuangan, dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan
return dan risk . Penetapan tujuan ini adalah bahwa perusahaan harus menggunakkan
sumber dana berbiaya rendah atau melakukan investasi dengan return tertinggi dalam
pemeliharaan sehingga harga saham Rumah Sakit meningkat. Aspek keuangan yang
penting dalam suatu kontrak konstruksi adalah:
1
2
3

Nilai Kontrak ( Contract Amount)


Cara Pembayaran ( Methods of Payement)
Jaminan-jaminan (Guarantee /Bonds)

Penulis tidak dapat memberikan data keuangan karena Pihak Advent tidak dapat
memberi informasi karena hal itu bersifat privacy.

BAB IV
SOP DAN PATOLOGI BANGUNAN RUMAH SAKIT
ADVENT BANDUNG
SOP ( Standar Operasioanal Prosedur) merupakan dokumen yang berisi langkahlangkah/sistematika kerja dalam sebuah organisasi. Dari beberapa pengertian SOP
menurut para ahli , tujuan utama dari penyususnan SOP adalah untuk mempermudah
setiap proses kerja dan meminimalisasi adanya kesalahan di dalam proses
pengerjaanya.
TUJUAN PEMBUATAN SOP
1 Efesiensi waktu, karena semua proses menjadi lebih cepat ketika pekerjaan itu sudah
terstruktur secara sistematis dalam sebuah dokumen tertulis .
2 Dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pelaksanaan suatu
pekerjaan.
3 Dapat digunakan sebagai sarana acuan dalam melakukan penilaian terhadap proses
pelayanan. Jika karyawan bertindak tidak sesuai dengan SOP berarti dia memiliki
nilai kurang dalam melakukan layanan.
4 Kesungguhan karyawan dalam memberikan pelayanan , terutama terhadap
konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku .Ini merupakan
standardisasi bagaimana seorang karyawan menyelesaikan tugasnya.
5 Memudahkan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

4.1Ruang Lingkup Pemeliharaan

Pemeliharaan Bangunan rumah sakit ini meliputi pemeliharaan dan perbaikan


kecil untuk seluruh bangunan rumah sakit yang mencangkup arsitektur bangunan,
utilitas dan halaman.
1. Pemeliharaan terdiri dari:
Pemeliharaan pencegahan yang dilakukan secara berkala meliputi:
a) Pembersihan, perahipan, pelumasan, penyetelan, penyiraman, penyuburan
b) Perbaikan kecil yang dilakukan semi keadaan/kebutuhan meliputi:
Pemolesan, pengecetan, penggantian komponen/ suku cadang yang rusak
2.

Sasran kegiatan pmeliharaan meliputi:


a) Arsiterktur bangunan meliputi:

Lantai dan Tangga , dinding dan

partisi , pintu dan jendela, atap dan talang plafon.


b) Utilitas meliputi:
Listrik,Plumbing, Tata Udara (AC), Komunikasi dalam gedung ,
Pemadam kebakaran dan Lift , Instalasi pengolahan air limbah
,Halaman meliputi:Pagar, Pertamanan, Lapangan Parkir dan saluran air
hujan.
3.

Pelaksana Pemeliharaan
Pelaksana pemeliharaan rumah sakit dapat dilakukan sendiri oleh intslasi
Pemeliharaan Saran Rumah sakit yang bersangkutan/Pihak ke III
4. Biaya Pemeliharaan

Biaya pemeliharaan bangunan rumah sakit dibebankan pada anggaran rutin


rumah sakit yang bersangkutan . Komponen biaya pemeliharaan meliputi
biaya pengadaan bahan, suku cadang, alat kerja bantu. Apabila
dilaksanakan oelh pihak ke III, temasuk juga biaya tenaga, keuntungan
perusahaan dan pajak.

4.2 PETA PATOLOGI SERTA KERUSAKAN BANGUNAN


Patologi bangunan adalah studi kegagalan dalam hal hubungan timbal balik antara
struktur bangunan dan materialnya dengan lingkungan dan penghuninya. Patologi
bangunan membahas kerusakan bangunan yang sistematis, penyebabnya ,
konsekuensinya, dan perbaikan. (Bisa dilihat di Lampiran )
Berikut Gambar komponen bangunan di Rumah Sakit Advent Bandung

Gambar 4.1 Plafon triplek yang rusak

Gambar 4.2 keramik yang terkena tumpahan cat

Gambar 4.3 Pengecetan dinding tembok beton

Gambar 4.4 atap yang mengalami kebocoran

BAB IV
SIMPULAN
1. Rumah Sakit Advent telah melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara
rutin dan berjangka sesuai dengan SOP yang telah ditentukan
2. Rumah Sakit Advent mempunyai organisasi pemeliharaan yang terintegrasi
antar aspeknya

SARAN
1. Seharusnya catatan kegiatan pemeliharaan rutin dan non rutin di rumah sakit
Advent diarsipkan baik itu rencana maupun realisasi karena dengan data
tersebut kita merencanakan biaya yang diperlukan kita dapat memperkirakan
biaya pemeliharaan untuk tahun berikutnya dan mengantisipasi banyaknya
kerusakan yang terjadi pada satu elemen bangunan. Hal ini dialami penulis
ketika memerlukan data tersebut pihak Advent tidak ada yang punya sehinnga
dalam makalah ini tidak bisa banyak yang diutarakan
2. Rumah Sakit Advent seharusnya lebih koopratif dalam memberikan data
pemeliharaan gedung yang ada . Hal ini dialami penulis yang sudah lima kali
kesana baru kepala Penunjang non medis bisa memberikan data yang cukup

DAFTAR PUSTAKA

http://aspak.buk.depkes.go.id/beranda/wp-content/uploads/downloads/2014/01/7.-PedomanTeknis-Instalasi-Rawat-Inap.pd ( diakses 28 April pukul 18.00)


http://rumah-sakit.findthebest.co.id/l/2179/RS-Advent-Bandung ( diakses 27 april pukul
17.00)
http://rsudajibarang.banyumaskab.go.id/page/14729/kasi-penunjang-nonmedis#.VzqT7JF97IU ( diakses 20 April 2016 pukul 16.30)
http://rumah-sakit.findthebest.co.id/l/2179/RS-Advent-Bandung (diakses 21 April 2016 pukul
17.00)
https://www.scribd.com/doc/82755345/buku-panduan-IPSRS ( diakses 22 April 2016 pukul
18.00)
SOP Rumah Sakit Advent Bandung

LAMPIRAN