Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Bebek adalah hewan penurut,Bebek mudah di ternakkan dan dipelihara. Banyak sekali
sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya bahkan kotorannya bisa
di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek sekarang semakin banyak, karena rasa dari
dagingnya yang sangat lezat. Telurnya pun bisa dibikin telur asin yang tak kalah lezat dengan
dagingnya. Kebutuhan akan ketersediaan daging dan telur bebek ini sangatlah tinggi.
Pada umumnya tujuan pemeliharaan itik adalah untuk menghasilkan telur.Pemeliharaan itik
dari masa ke masa, profilnya adalah peternakan itik rakyat atau itik kampung, yang skala
pemeliharaannya kecil dan umumnya diumbar.Itik mempunyai karakteristik khas unggas petelur
termasuk dalam tipe petelur ini antara lain berasal darijenis : Indian Runner, Khaki Khampbel
dan Buff Orpington atau itik Buff. Dalam perkembangannya di Indonesia, Indian Runner banyak
dipelihara di wilayah tertentu, misalnya di Kalimantan Selatan dikenal itik Alabio,di daerah
Tegal disebut itik Tegal dan di Bali disebut Itik Bali. Kemampuan bertelurnya bila dipelihara
intensif hingga 300 butir pertahun dan bila dipelihara semi insentif berkisar 90 - 100 butir
saja.Prospek dari usaha pemeliharaan itik cukup baik mengingat konsumsi telur dari tahun ke
tahun terus meningkat, pemeliharaannya sudah mengarah pada semi insentif maupun kearah
insentif.
Usaha peternakan itik di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat
memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal
yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik
Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan
pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil.
Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (5-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 820 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

1
B.TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah tentang peternakan itik adalah:
1. Memberikan bayangan ataupun gambaran tentang cara berternak itik,
2. Manajemen pemeliharaan ternak itik yang meliputi:
Pemeliharaan bibit
Perkandangan
Pemberian pakan
Pencegahan penyakit
Pengelolaan Reproduksi
3. Usaha ternak itik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan
4.

Sebagai wadah pembelajaran ataupun pemahaman tentang meningkatkan kesejahteraan


peternakan, khusnya bagi masyarakat yang Mengusahakan peternakan itik tersebut.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A.PEDOMAN BUDIDAYA TERNAK BEBEK/ITIK


1. letak tempat ataupun sarana dalam beternak itik
Dalam beternak itik perlu memperhatikan letak tempat/kondisi lingkungan disekitarnya serta
sarana-sarana untuk beternak,karena hal tersebut sangat mendukung untuk berhasilnya dalam
beternak itik.Adapun tempat dan sarana yang perlu diperhatikan untuk beternak itik adalah:
a. Lokasi

Tak bertentangan dengan RUTR dan RDTR

Letak dan ketinggian lokasi dengan wilayah sekitarnya harus memperhatikan lingkungan dan
topografi
b. Lahan Lahan harus jelas, sesuai degan peruntukannya menurut peraturan perundangan
yang

berlaku

c. Penyediaan Air dan Alat Penerang Air yang digunakan harus memenuhi baku mutu air yang
sehat yang dapat diminum oleh manusia dan ternak serta tersedia sepanjang tahun, dan
hendaknya menyediakan alat penerangan (listrik) yang cukup sesuai kebutuhan.
2.Perkandangan
Lokasi Kandang yang baik adalah: jauh dari keramaian,ada atau dekat dengan sumber
air,tidak terlalu dekat dengan rumah,dan mudah dalam pengawasan.
Persyaratan kandang yang harus dipenuhi adalah : mudah dibersihkan, sirkulasi uadara lancar
dan cukup mendapatkan sinar matahari.Beberapa tipe kandang yang dapat dipilih sesuai dengan
kebutuhan dan tujuan pemeliharaannya seperti:
a. Kandang sistim terkurung atau postal
Lantai kandang terbuat dari tanah yang dipadatkan dan dialasi/bagian atas dilapisi sekam/serbuk
gergaji dicampur dengan serbuk kapur.
Seluruh ruangan kandang dinaungi atap.
3
Apabila sampai dewasa (produksi) kepadatannya dapat mencapai 4 ekor /m
b.Kandang sistim koloni
Yakni perpaduan atau kombinasi antara terkurung dengan sistim dilepas, yang
bercirikan :
Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan ataupun disemen dan dialasi dengan
litter (dapat berasal dari sekam, kulit padi atau bekas serutan kayu/serbuk gergaji).

Atap kandang menggunakan sistim atap berlubang


Umbaran atau pekarangannya dibuatkan pagar setinggi 75 cm, yang dilengkapi dengan
peralatan kandang (tempat makan dan minum)
Dinding dari bambu atau kayu.
c. Kandang sistem batere
Satu kotak untuk satu ekor itik (dengan ukuran 45 x 35 x 60), bahan kotaknya dapat dibuat dari
bambu atau kawat.
Lantai kandang sedikit miring (agar telur mudah menggelinding keluar).
Tempat makan dan minum diusahakan diluar kotak(dibagian depan)
Semua kotak/kandang betere dikumpulkan pada satu tempat dan diberi atap serta dindingnya
dipagar dengan anyaman bambu atau kawat.
Untuk anak itik digunakan indukan sebagaimana untuk anak ayam.
Luasan lantai kandang yang diperlukan untuk anak itik sebagai berikut :
- Umur 1 hari - 1 minggu, kepadatannya 20 ekor/m.
- Umur 1 - 2 minggu, kepadatannya 18 ekor/ m.
- Umur 2 - 3 minggu, kepadatannya 15 ekor/m.
- Umur 5 - 6 minggu, kepadatannya 10 ekor/ m.
Konstruksi Bangunan Memenuhi daya tampung untuk menjamin masuknya udara dengan
leluasa ke dalam kandang dan keluarnya udara kotor (suhu optimal 26,5 oC dengan kelembaban
maksimum 90%) memiliki saluran pembuangan limbah , bahan yang ekonomis.

4
Tabel 1.luas kandang yang diperlukan untuk anak itik petelur
Umur
1 hari- 1 minggu

Luas kandang (m/ekor)


0,03

2-3 minggu

0,07

3-4 minggu

0,09

4-5 minggu

0,11

6-8 minggu
3.Pemeliharaan anak itik

0,15

Sebelum anak itik ditempatkan setelah menetas, yaitu pada lingkaran yang terbuat dari
tripleks, harus dilakukan persiapan sebelumnya seperti penyemprotan kandang agar bersih
dengan menggunakan Biotama 3 (2 3 tutup botol Biotama 3 dilarutkan dalam 1 liter air).
Pengaturan lampu pemanas dalam lingkaran tripleks tersebut agar kesehatan anak itik terjamin.
Untuk menghindari angin yang masuk, mengingat bulu anak itik masih halus dan tidak tahan
udara dingin, usahakan dinding kandang ditutup dengan tirai plastik. Seelah 4 hari, tirai plastik
dapat dibuka pada siang hari, dan pda malam hari ditutup kembali. Pada umur 4 minggu tirai
plastik dapat dilepas semua sebab anak itik sudah memiliki bulu yang cukup tebal, namun kalau
ada hujan lebat atau ada angin kencang, tirai plastik masih diperlukan. Induk buatan dengan alat
pemanas lampu minyak atau lampu listrik sangat diperlukan sampai umur 3 minggu.
Anak itik yang baru di beli dari Poulty Shop atau dari tempat yang cukup jauh, setelah
dimasukkan dalam pelingkar tadi jangan tergesa-gesa diberi makan. Akan tetapi diberikan dahulu
minuman segar, berupa susu atau air gula. Hal ini untuk menghindari stress karena
perpindahan tempat. Setelah lebih kurang 1 jam, itik diberi makan sedikit demi sedikit tetapi
sering agar makanan tidak terbuang dan diacak-acak. Setelah 1 minggu pertama, berilah air segar
yang dicampur antibiotika alami yaitu Biotama 5 , kunyit dan asam jawa. 1 ruas kunyit
ditambah 1 cm asam jawa potongan (haluskan) tambahkan 1 -2 tutup botol Biotama 5 dan air
hingga 1000 ml. Masukkan dalam botol aqua besar, tutup rapat lalu kocok kocok. Minuman
segar ini bisa disebut dengan jamu ternak. Berikan minuman ini 1 minggu sekali.
5
Hal ini untuk merangsang nafsu makan dan pertumbuhan yang seragam, juga untuk menghindari
kepekaan terhdap gangguan penyakit selama pemeliharaan.
4.Seleksi bibit itik
Untuk tujuan penghasil telur maka hendaknya dipilih itik-itik yang bercirikan :
Tubuh ramping (tidak gemuk) dan bentuk seperti botol, leher kecil,
panjang dan bulat seperti rotan.
Kepala kecil, mata bersinar (terletak dibagian atas kepala).

Sayap menutup badan secara rapat, dengan ujung sayap tersusun rapi
dipangkal ekor, bulu halus, rapi dan tidak kusut.
Kaki berdiri kokoh (induk yang produksi telurnya tinggi antara alin itik
Tegal, Khaki Khampbell dan itik Bali).
5.Pemberian pakan
Pada dasarnya pemberian pakan untuk itik memerlukan kandungan protein yang tinggi dan
pemberian pakannya ada 2 macam cara yakni :
a.Pakan lengkap dari satu jenis saja, dapat dalam bentuk all mash, pellet
atau crumble yang sudah lengkap semua unsur nutrisinya (cara ini biasanya untuk suatu
peternakan besar).
b.Pakan lengkap dari beberapa jenis seperti campuran dedak padi, jagung, bungkil kedele dsb.
(cara ini yang umum dipakai oleh peternak rakyat).Jumlah/konsumsi pakan untuk berbagai
periode :
- Anak itik rata-rata 58,3 gram/hari
- Itik dara rata-rata 80 gram/hari
- Dewasa (masa produktif) rata-rata 180 gram/hari
c.Kebutuhan protein untuk berbagai periode :
- Anak itik (0 - 6 minggu) 20 - 22%
- Itik dara (6 - 13 minggu) 16 - 18%
- Dewasa (> - 13 minggu) 15 - 16%
d.Bahan-bahan makanan sumber protein antara lain :
- Bungkil kedele (protein 42 - 50%)
- Bungkil kelapa (protein 19 - 23%)
- Bungkil kacang (protein 0 - 15%)
- Tepung ikan (protein 42,3 - 68,8%)
e.Hal lain yang perlu diperhatikan antara lain :
6
-Bahan pakan yang akan diberikan hendaknya tidak berbau tengik, tidak berjamur dan tidak
berlebihan jumlahnya.
-Selalu disediakan air minum dan ditempatkan agak lebih tinggi dari tempat pakan.

-Kesehatan itik perlu diketahui, biasanya diawal terserang penyakit cenderung menurunkan gairah
makan dan lambat laun konsumsi makannya berkurang.
Tabel 2.formula ransum itik (%)
Bahan

Anak

Jagung giling

minggu)
40

40

minggu)
40

Bakatul

15

15

20

Bungkil kelapa

4,5

4,5

10

Bungkil kedelai

20

20

10

Tepung

itik(0-6 Dara(7-22 minggu)

dan 5

Petelur(>23

lamtoro

10

10

9,5

Tepung ikan

Rumput kering

kulit 1

0,5

0,5

0,5

100

100

100

Tepung
kerang
Tepung tulang
Garam
Jumlah

6.Pencegahan penyakit
Melakukan pencegahan penyakit adalah lebih baik dari pada mengobatinya dan perlu diingat
bahwa setiap penyakit belum tentu menyebabkan kematian, tetapi mungkit hanya menurunkan
produksinya saja. Beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang itik diantaranya.
Salmonellosis (Pullorum + Berak kapur)
Penyebabnya bakteri Salmonella pullorum, bila menyerang itik umur 3-15 hari berakibat
kematian tinggi. Tanda penyakit yang nampak adalah adanya kotoran warna putih lengket seperti
pasta dan menempel pada dubur, tubuh lemah, lesu dan mengantuk kedinginan, cepat
terengahengah, bulu kusam, sayap menggantung kadang terjadi kelumpuhan. Pencegahan dapat
dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta makanan dan minum, isolasi itik yang sakit.
Pengobatan dengan obat jenis sulfa dan antibiotik.
7
. Penyakit Cacing

Penyebabnya terbagi jenis cacing menyerang pada itik yang dilepas. Tanda penyakit adalah nafsu
makan berkurang, mencret, bulu kusam, kurus dan produksi turun. Pencegahan harus dijaga
kebersihan kandang jaga kelembabannya, sanitasi kandang dan makan, minum. Pengobatan
dengan memberikan obat cacing minimal 3 bulan sekali.
Penyakit Botulismus
Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum, yang sering
ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Itik yang digembalakan sering memakannya
Tanda penyakit adalah itik lesu, lemah, lumpuh, pada leher kaki dan sayap, nampak mengantuk,
kadang-kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau berjalan sempoyongan, bulu mudah rontik.
Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk
dan
tercemar, makanan harus bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar. Pengobatan dapat
dicoba dengan obat laxanitia.pencahar (garam espon).
Lumpuh.
Penyebab : Kekurangan vitamin B.Tanda-tanda : Kaki bengkak dibagian persendian, jalan
pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan.
7.Produksi telor
Tabel 3.kemampuan produksi telur dan bobot telur beberapa jenis itik petelur unggul
Jenis itik
Jumlah telur(butir/th)
Bobot telur(gram/butir)
Itik thaki campbell
300-330
60
Itik tegal
150-250
65-70
Itik majo sari
200-266
70
Itik alabio
130-250
65-70
Itik bali
153-250
59-65
Itik BPT AK
297
70
Itik BPT KAT
282
70
Itik BPT KA
274
70
8. Pasca panen
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai
ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak
diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur
ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam,
yaitu:

8
a)Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan
cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
b) Pengawetan telur dengan daun jambu biji Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat
mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan
berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
c) Pengawetan telur dengan minyak kelapa Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis.
Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
d) Pengawetan telur dengan natrium silikat Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan
kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur
sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam
telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
e) Pengawetan telur dengan garam dapur Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl)
dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.

9
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN

Kunci keberhasilan usaha produksi ternak itik terletak pada pelaksanaan program tata laksana
pemeliharaan itik sampai umur 22 minggu.
Kesalahan nutrisi pada masa pertumbuhan ini bisa menyebabkan itik terlambat mencapai
kedewasaan kelamin sehingga itik tidak bisa berproduksi pada umur yang diharapkan.
Dalam usaha ternak itik secara intensif, ada tiga evaluasi pokok yang memiliki andil
keberhasilan

yakni:

1.Bibit itik; karakteristik ekonominya dalam menunjang keberhasilan usaha adalah 20%.
2.Makanan itik; dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil sebesar 30%.
3.Tata laksana pemeliharaan, termasuk kandang, cara pemeliharaan dan ketrampilan,
memegang

peranan yang sangat besar

B.SARAN
Dalam beternak itik perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-Letak tempat peternakan itik
-Sarana dan prasarananya harus memadai
-Kandang harus sesuai dengan jumlah ternak
-Bibit harus benar-benar bagus
-Kebersihan harus dijaga supaya terhindar dari penyakit

10
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat dan limpahan rahmat serta
hidayah-Nya yang tak terhingga,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah wirausaha
peternakan dengan judul beternak itik.
Dalam menyelesaikan tugas ini penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak,jadi pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada semua pihak baik

secara langsung maupun tidak langsung terutama pada dosen yang telah banyak membimbing
kami.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan tugas ini.jika masih terdapat
kekurangan penulisan ataupun penyusunan kata-kata penulis mohon kritik dan sarannya yang
bersifat membangun, agar tugas kedepannya lebih baik dari yang sekarang ini.
Penulis berharap dengan dibuatnya tugas ini biasa bermanfaat bagi semua orang yang
membacanya dan khususnya bagi diri saya pribadi.untuk lebih biasa dipergunakan kesemua
kalangan umum.

Sambas ,8 Maret 2011


Penyusun
M.yamin

i
DAFTAR PUSTAKA

Anggrorohadi, Pemadi dan Sudawonadi S.1993.Sumber Daya Sarana dan Prasaran Peternakan
Bandung:Balai penelitian peternakan
Hendro, Sunarjono.1989.Kiat Sukses Beternak Itik.Jakarta:Balai Penyluhan Peternakan
Abdi,Sucipto.1987.Perawatan Dalam Beternak Itik.Jogja:Balai Penyuluhan Peternakan

saha budidaya itik petelur sangat menjanjikan sebagai usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
Nilai ekonomis dari usaha ternak itik adalah daging, telur, kotoran tapi kali ini akan membahas
mengenai itik petelur.

5. PERSYARATAN LOKASI
Lokasi kandang usahakan jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, tersedia transportasi
mudah terjangkau untuk pemasaran. Llingkungan kandang mempunyai iklim kondusif bagi
produksi atau produktivitas ternak, tidak rawan penggusuran.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal
pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu
(1) Perkandangan;
(2) Bibit Unggul;
(3) Pakan Ternak;
(4) Tata Laksana dan
(5) Pemasaran Hasil Ternak.
Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Persyaratan temperatur kandang 39 C.
2) Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
3) Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang
sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
4) Kondisi kandang dan perlengkapannya. Kondisi kandang tidak harus dari bahan mahal tetapi
cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Tempat minum dan perelengkapan tambahan lain besifat

menujang.
5) Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
* Kandang untuk anak (DOD) pada masa stater bisa disebut juga kandang box, ukuran 1 m 2
mampu menampung 50 ekor DOD
* Kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok, ukuran
16-100 ekor perkelompok
* Kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya berupa kandang baterei ( satu atau dua
ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) ukuran setiap meter persegi
4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa ukuran kandang 3 x 2 meter).
Pembibitan
Ternak itik akan dipelihara harus benar-benar ternak unggul yang telah diuji keunggulannya
dalam memproduksi hasil ternak, diharapkan:.
1) Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik:
* Membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
* Memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas
kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
* Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutu maupun telah
mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat
(tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.
2) Perawatan bibit dan calon induk
a) Perawatan Bibit.
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak
salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut:
Bibit diterima dan tempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah siap sebelumnya.
Perhatikan temperatur brooder usahakan yang anak itik tersebar merata, kapasitas kandang
brooder (box) untuk 1 m mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum
sesuai dengan ketentuan. Jenis pakan dan minum Itik fase stater perlu ditambah vitamin/mineral.
b) Perawatan calon Induk.
Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk
produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk
produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 6 ekor betina.

c) Reproduksi dan Perkawinan.


Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksud untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi
dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik
hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara
alami).
3) Pemeliharaan
a) Sanitasi dan Tindakan Preventif.
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan
penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.
b) Pengontrol Penyakit.
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila
ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.
c) Pemberian Pakan.
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0 8 minggu), fase grower
(umur 818 minggu) dan fase layar (umur 1827 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa
pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan
tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
* umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
* umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
* umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
* umur 18 minggu72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan
memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu
pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang
biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed
suplemen.
Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
* umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam
seperti untuk anak ayam.
* umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum
(terus menerus)
* umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm
dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.
4) Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak
terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

7. HAMA DAN PENYAKIT


A. Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
1) penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
2) penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang
kurang tepat
B. Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
1) Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada
dengan dosis sesuai label obat.
2) Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.
Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan
konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan
label obat.
8. PANEN
1) Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
2. Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai
pupuk tanam yang berharga