1.
PENDAHULUAN
Amplifier atau penguat audio
dari penguat itu yang dinyatakan
secara harfiah diartikan dengan
dengan besaran persentasi dari
memperbesar
power
output
yang
dengan
power
sebenarnya terjadi adalah, sinyal
penguat
input di-replika (copied)
dan
tingkat efisiensi tinggi (100 %)
kemudian di reka kembali (re-
jika tidak ada rugi-rugi pada
produced) menjadi sinyal yang
proses
lebih besar dan lebih kuat. Dari
terbuang menjadi panas.
sinyal
input.
dan
menguatkan
Tetapi
sinilah muncul istilah fidelitas
(fidelity) yang berarti seberapa
mirip bentuk sinyal keluaran hasil
replika terhadap sinyal masukan.
Ada kalanya sinyal input dalam
prosesnya
kemudian
terdistorsi
karena berbagai sebab, sehingga
bentuk sinyal keluarannya menjadi
cacat. Sistem penguat dikatakan
memiliki fidelitas yang tinggi
(high fidelity), jika sistem tersebut
mampu
menghasilkan
sinyal
dibandingkan
input.
Sistem
dikatakan
memiliki
penguatannya
Pemakaian
efisiensi
yang
amplifier
rendah
membutuhkan
yang
tentu
pemakaian
daya
yang besar, hal ini berdampak
pada pemakaian aki yang juga
harus mengeluarkan daya yang
besar,
hal
ini
menyebabkan
pemakaian aki lebih cepat habis
bila amplifier sering digunakan.
Power
amplifier
merupakan
kelas
amplifier
yang
keluaran yang bentuknya persis
memiliki efisiensi paling tinggi di
sama dengan sinyal input. Hanya
banding
level tegangan atau amplitudo saja
kemampuan
yang
memberikan efisiensi 85% - 100%
telah
diperbesar
dan
kelas-kelas
nilai
kelas
daya
lainnya,
d
dapat
dikuatkan. Di sisi lain, efisiensi
artinya
juga mesti diperhatikan. Efisiensi
hampir sama dengan daya yang di
yang dimaksud adalah efisiensi
keluarkan.
Metode
masukan
yang
digunakan pada amplifier kelas d
dan perbandingannya menghasilkan
pun berbeda dengan kelas a dan b
sinyal kotak. Keluaran Op Amp
yaitu dengan cara perpotongan
Comparator baik tegangan positif
sinyal
maupun negatif tergantung pada
sinus
(input)
pada
modulator IC TL704 sehingga
masukan
dihasilkan sinyal PWM (Pulse
inverting (mana yang lebih besar).
Width Modulation) yang akan
Jika sinyal inputan adalah non
dikuatkan di penguat akhir dengan
inverting maka tegangan refrensinya
mosfet IRF9530 dan IRF530.
adalah positif begitupun sebaliknya
2. DASAR TEORI
2.1 Op Amp Comparator
Operasional amplifier (Op-Amp)
adalah suatu penguat berpenguatan
tinggi
yang
terintegrasi
dalam
sebuah chip IC yang memiliki dua
input inverting dan non-inverting
dengan
sebuah
terminal
output,
dimana rangkaian umpan balik dapat
ditambahkan untuk mengendalikan
karakteristik tanggapan keseluruhan
pada
operasional
amplifier
(Op-
Amp). Pada dasarnya operasional
amplifier
suatu
(Op-Amp)
penguat
merupakan
diferensial
yang
memiliki 2 input dan 1 output. Op
Amp
Comparator
merupakan
rangkaian pembanding antara sinyal
input (Vin) dengan tegangan refrensi
(Vref). Sinyal inputan (sinus) akan di
potong oleh tegangan refrensi (Vref)
jika
inverting
inputnya
mupun
inverting
non
maka
tegangan refrensinya negativf.
2.2 Penguatan Push Pull
Dalam penguatan kelas D
menggunakan
penguatan
rangkaian
yang
menggunakan
metode push pull seperti pada
amplifier
push
pull
kelas
b.
Penguatan push pull biasanya
menggunakan
mosfet
transistor
dengan
pensaklaran.
atau
cara
kerja
Transistor
akan
bekerja dengan frekuensi yang
tinggi secara secara bergantian,
tegangan vcc di sesuaikan dengan
kemampuan dari transistor yang di
gunakan
penguatan.tersebut.
dalam
Kerja
dari
transistor push pull bisa di liat dari
contoh gambar rangkaian berikut
dua jenis MOSFET, yang pertama
jenis depletion-mode dan yang kedua
jenis
enhancement-mode.
MOSFET
yang
Jenis
kedua
adalah
komponen utama dari gerbang logika
dalam bentuk IC (integrated circuit),
Gambar 2.1 Rangkaian Push
processor) yang tidak lain adalah
Pull
Seperti yang di lihat dari gambar
di atas, input sinyal dikuatkan oleh
dua buah
uC (micro controller) dan uP (micro
transistor yang berbeda
komponen
utama
dari
komputer
modern saat ini.
2.4 Filter Pasif
jenis, yaitu transistor NPN dan PNP
Filter Pasif banyak digunakan
dan di suplai oleh +VCC dan VCC
untuk memberikan sirkuit seperti
sebagai
VCC
penguatannya.
Tegangan
amplifier, osilator dan sirkuit power
mempengaruhi
besarnya
supply karakteristik frekuensi yang
amplitude sinyal, semakin besar
diperlukan.
tegangan VCC maka akan semakin
diberikan di bawah ini. Mereka
besar juga amplitudo dari outputnya.
menggunakan kombinasi dari R, L
Mirip seperti JFET, transistor
(Metal
oxide
FET)
memiliki drain, source dan gate.
Namun perbedaannya gate terisolasi
oleh suatu bahan oksida. Gate sendiri
terbuat dari bahan metal seperti
aluminium.
Oleh
karena
contoh
dan C. Induktor dan Kapasitor
2.3 Transistor Mosfet
MOSFET
Beberapa
itulah
transistor ini dinamakan metal-oxide.
Karena gate yang terisolasi, sering
jenis transistor ini disebut juga
IGFET yaitu insulated-gate FET. Ada
bereaksi
terhadap
frekuensi
dengan
perubahan
cara
yang
berlawanan. Melihat sirkuit untuk
filter lolos rendah, baik LR dan
kombinasi CR menunjukkan telah
efek yang sama, tapi perhatikan
bagaimana posisi L dan C tempat
perubahan dibandingkan dengan R
untuk mencapai hasil yang sama.
a. Low
Filter
Pass
Pass filter tinggi digunakan
Gambar 2.2 Low Pass Filter
Rangkaian RC seri ini mirip
dengan
rangkaian
pembagi
tegangan dari dua buah hambatan
seri, sehingga tegangan out putnya
adalah
untuk
menghilangkan
atau
meredam frekuensi yang lebih
rendah
di
amplifier,
terutama
audio amplifier mana ia dapat
disebut
"BASS
CUT"
sirkuit.Dalam beberapa kasus ini
juga dapat dilakukan disesuaikan.
F = Frekuensi(Hz)
L = Induktor (H)
C = Kapasitor(F)
Filter lolos rendah digunakan
3. PERANCANGAN
3.1 Blok Diagram
untuk menghapus atau menipiskan
frekuensi yang lebih tinggi di
sirkuit seperti amplifier audio;
mereka
memberikan
respon
frekuensi yang diperlukan untuk
rangkaian penguat. Frekuensi di
mana
filter
pass
3.2 Cara Kerja
Seperti yang bisa di lihat pada
mulai
gambar blok digram di atas, power
amplitudo
sinyal
amplifier
dapat dibuat disesuaikan.
b. High
Pass
mengurangi
low
Gambar 3.1 Blok Diagram
Filter
yang
di
gunakan
memiliki dua buah amplifier kelas
d yang memiliki cara kerja yang
sama namun memiliki fungsi yang
berbeda pada outputannya.
Gambar Amplifer b yang akan
menjadi
Gambar 2.3 High Pass Filter
Dengan
memanfaatkan
amplifer
speaker
utama, cara kerjanya adalah
input sinyal akan melewati
rangkaian pembagi tegangan maka
suatu tune control berupa
dapatlah outputnya.
potensiometer
sebagai
pengatur
amplitude,
lalu
menggunakan
multimeter
dan
masuk ke rangkaian Op-Amp
osiloskop. Sinyal masukan berupa
untuk merubah sinyal sinus
sinusoidal dengan frekuensi 1 kHz
menjadi
kotak,
dengan amplitudo yang diubah-
memasuki
ubah untuk mendapatkan daya
sinyal
selanjutnya
rangkaian
penguat
dengan
akhir
maksimum.
Setelah
dilakukan
menggunakan
pengukuran terhadap tegangan rms
MOSFET, setelah amplitude
dan R beban, daya keluaran dapat
dari sinyal sudah besar setelah
dihitung dengan:
itu sinyal kotak di rubah
menjadi sinus kembali dengan
P o ( W )=
Vo(rms)2
Rbeban ......................
melewati rangkaian Low Pass
(4.1)
Filter.
Pada gambar
amplifier
memiliki
kerja
cara
4.1.1 Daya
yang
Speaker
sama, namun pada outputnya
berbeda.
amplifier
ini
digunakan untuk penguatan
sinyal frekuensi rendah. Pada
proses
inputan
melewati
Pre-amp
sinyal
sebagai
P o ( W )=
suara
suara
oleh speaker Subwoofer.
4. HASIL
&
......................
P o ( W )=
7
2 ................................
(4.3)
bass. Outputan dari amplifier
kelas d yang pertama dibebeni
Vo ( rms )
Rbeban
(4.2)
filter frekuensi rendah yang
mengeluarkan
Keluaran
P o ( W )=
49
=24,5W .............
2
(4.4)
PEMBAHASAN
4.1 Daya Keluaran
4.1.2 Daya
Pengukuran
daya
keluaran
maksimum dari penguat kelas D
Subwoofer
Keluaran
P o ( W )=
Vo(rms)2
Rbeban .....................
(4.5)
P o ( W )=
Speaker
=
Pout
100 ...................(4.9)
Pin
24,5
100 ..................(4.10)
35,4
72
4 ................................
(4.6)
P o ( W )=
a. Efisiensi
49
=12,25 W ............
4
=69,2 ............................(4.11)
(4.7)
b. Efisiensi
4.1.3 Pengukuran
Subwoofer
Efisiensi
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Daya
Pout
100 .................(4.12)
Pin
12,25
100 .................(4.13)
35,4
Masukan
Tegangan
Arus (A)
(V)
+32
0,6
-27
0,6
Total Daya
Daya (W)
19,2
16,2
35,4
Sehingga besar efisiensi yang
didapat
ketika
daya
keluaran
maksimum adalah:
( )=
Pout
100 ................(4.8)
Pin
=34,6 ............................(4.12)